Selasa, 04 Desember 2007

[psikologi_transformatif] Derajat Yang Mulia

Derajat Yang Mulia

Pada suatu malam pernah guru ngaji saya berkata, derajat yang mulia
hanya pantas untuk orang-orang yang mengerjakan sholat tahajjud,
adakah selain mereka yang pantas pada derajat yang mulia itu?

Wassalam,
Agussyafii

====================================================
Silahkan kirimkan komentar anda tentang tulisan ini di
http://agussyafii.blogspot.com atau sms di 0888 176 48 72
====================================================

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Groups

Dog Zone

Connect w/others

who love dogs.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Menyapa

Menyapa

Dipagi yang cerah ini perkenankan saya menyapa anda dengan penuh
kehangatan sebagai seorang teman, "Apa kabar? Semoga harinya indah
selalu.."

Wassalam,
agussyafii

=======================================================
Silahkan kirimkan komentar anda tentang tulisan ini di
http://agussyafii.blogspot.com atau sms di 0888 176 48 72
====================================================

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

Instant hello

Chat over IM with

group members.

Special K Challenge

on Yahoo! Groups

Find shape-up

tips and tools.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Apakah SURGA dan NERAKA benar-benar ada? - HPS: Iblis, Jin, dan Malaikat

bah ini baru bener, kadang kita harus dipaksa untuk mengorbankan
kepentingan ego untuk kepentingan orang lain, ikhlas itu sifatnya
keharusan, mengikuti petunjuk yang sebenarnya, bahwa kita perlu
merelakan, mengikhlaskan.

ikhlas itu bukannya pasrah atau menyerah, tapi aktif mengikuti
petunjuk yang benar, dan aktif mau berkorban ego, untuk kepentingan
orang lain, sehingga kita bisa mencapai hasil yang terbaik.

ini draft buku ke-8 saya:

Bekerja dengan basis Nurani

Dalam menjalankan pekerjaan kita selalu dibayangi oleh Keinginan
atau tujuan kita, dan tentunya kita akan selalu mendasari keputusan
pilihan kita atas dasar yang terbaik untuk kita.

Masalahnya adalah, apakah setelah kita jalani hal tersebut kita
mampu mencapai hal-hal yang kita inginkan? Ada teman kita yang
memiliki keiningan untuk menjadi tulang punggung keluarga, menjadi
panutan keluarga, atau ada yang ingin segera menikah, memiliki
nafkah yang cukup untuk mencicil rumah, dan membiayai anak istri.
Teman lain memiliki keinginan untuk memiliki penghasilan sendiri
yang cukup untuk belanja dan membeli semua keperluan.

Namun dalam perjalanan karir, kita sering menghadapi masalah, jalan
buntu, atau hambatan dari orang-orang lain, istilahnya kita tidak
mampu mengatasi keadaan, dan akhirnya kita menjadi tergiur oleh
tawaran di perusahaan lain, seolah-olah gajinya lebih tinggi, rumput
tetangga terlihat lebih hijau, namun begitu kita pindah, masalah
menghantui, hambatan menghalang, dan kita buntu lagi. Bagaimana
caranya kia bias mencapai yang kita idam-idamkan? Rumah besar,
mobil, dan gaji yang terjamin?

Dalam pekerjaan kita, kita selalu dihadapkan pada pilihan, bagaimana
menjadi yang terbaik untuk kita? Dan kita selamanya bingung dalam
memilih pegangan dalam bekerja.

Beberapa teman berusaha untuk Fokus, menikmati pekerjaannya, atau
ikut arus. Namun bagaimana kalau arusnya arus jeram? Kondisi
politik kantor gonjang-ganjing, bagaimana kita bisa mengikuti arus?
Arusnya tidak amsuk akal. Teman lain bekerja dengan cara belajar.
Namur bagaimana caranya terus bisa fokus relajar sedangkan pihak
lain sungguh menyebalkan dan menyinggung perasaan kita? Ada teman
yang bekerja dengan cara membantu membentuk jati diri. Namur kemana
kita mencari jati diri? Bagaimana kita thu siapa sosok diri kita
yang asli?

Sehingga kita sulit mencapai hasil yang efektif. Kita sulit
mengendalikan masa depan kita, kita sulit mengendalikan orang lain.
Bagaimana caranya kita bisa mampu mengendalikan orang lain?
Sehingga kita bisa mampu mendapatkan apa yang kita idamkan?
Bagaimana caranya kita mengerti perilaku Kekuasaan, sehingga kita
mampu memperoleh menggapai kekuasaan di tangan kita, sehingga kita
bisa menjadi lebih memiliki kemampuan?

Bagaimana kita mampu mendapatkan kepercayaan orang lain? Atasan,
bawahan, orang-orang di sekitar kita? Bagaimana caranya kita mampu
menguasai kepercayaan orang lain? Apakah kita bisa mampu
mengendalikan kepercayaan dari orang lain?

Akhirnya, bagaimana cara kerja kita sehingga kita mampu memiliki
pegangan, pedoman, dan kita selalu mengerti kebenaran? Bahwa
bekerja adalah amanah. Namun kita seolah memandang kabut, amanah
siapa yang harus kita pegang? Mengapa? Bagaimana buni amanahnya?
Bagaimana kita mampu mengerti lebih dalam dibandingkan orang lain,
bahkan atasan kita? Bagaimana cara nya kita mampu mengendalikan
masa depan kita? Bagaimana kita selalu dibukakan, dimudahkan,
diberi jalan?

salam,
goen

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "Anwar Haryono"
<aharyono@...> wrote:
>
> Setuju mas.yang saya maksut adalah bilamana "amanah tidak bisa
dijalankan"
> itu mas..
>
>
>
> perlu untuk melepaskan pengharapan2 personal (ego) atas
result2.sering
> terjadi, ekspektasi atas result yang justru menghalangi
proses..ikhlas
> adalah pada results, bukan pada effort.niat di awal, effort
maksimal,
> sisanya biarkan mengalir.sequence terakhir ini yang biasanya paling
> sulit..tapi semakin bisa dilepas, semakin niatnya sinkron dengan
yang di
> Atas.semakin proses efektif..karena proses adalah keniscayaan dari
niat.
>
>
>
> Salam,
>
> Anwar
>
>
>
> _____
>
> From: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> [mailto:psikologi_transformatif@yahoogroups.com] On Behalf Of
goenardjoadi
> Sent: Tuesday, December 04, 2007 6:13 PM
> To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> Subject: [psikologi_transformatif] Re: Apakah SURGA dan NERAKA
benar-benar
> ada? - HPS: Iblis, Jin, dan Malaikat
>
>
>
> lho..... ikhlas itu bukan let it flows toh Mas... iklhas itu ya
> amanah, menjalankan tujuan yang di Atas. Itu wajib, bukan let it
> flows.
>
> salam,
> goen
>
> --- In psikologi_transform
> <mailto:psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
atif@yahoogroups.com,
> "Anwar Haryono"
> <aharyono@> wrote:
> >
> > Nimbrung mas,
> >
> >
> >
> > bicara dunia, yang ada result oriented.bicara spirit, yang ada
> adalah niat
> > oriented.justru inilah yang esensial, harus dijaga.mangkanya
> innamal a'malu
> > bin niat..bukan innamal a'malu bin result (cmiiw).sikapnya? Let
it
> flows
> > saja..istilah mas goen, mengikhlaskan diri
> >
> >
> >
> > Salam,
> >
> > Anwar
> >
> >
> >
> > _____
> >
> > From: psikologi_transform
> <mailto:psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
atif@yahoogroups.com
> > [mailto:psikologi_transform
> <mailto:psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
atif@yahoogroups.com] On
> Behalf Of
> aryoputro
> > nugroho
> > Sent: Sunday, December 02, 2007 7:28 PM
> > To: psikologi_transform <mailto:psikologi_transformatif%
40yahoogroups.com>
> atif@yahoogroups.com
> > Subject: Re: [psikologi_transformatif] Re: Apakah SURGA dan
NERAKA
> > benar-benar ada? - HPS: Iblis, Jin, dan Malaikat
> >
> >
> >
> > Bagus juga Pemahamannya Mas Goen =)
> >
> > Tapi seandainya Amanah dlm keadaan terpaksa tidak
> > dapat dijalankan, maka konsekwensi pada fase bersikap
> > tu seharusnya seperti apa yah mas ?
> >
> > Sincerely
> >
> > -Aryo- ^ ^
> >
> > --- goenardjoadi <goenardjoadi@ <mailto:goenardjoadi%
40gmail.com>
> gmail.com>
> > wrote:
> >
> > > mas raksa,
> > >
> > > Tuhan tidak menciptakan dunia penuh dengan
> > > penderitaan, bagi yang
> > > mengerti, dunia ini adalah berkah, amanah, dan
> > > pelayanan. Hanya
> > > kebanyakan terkungkung oleh selubung ego [nafsu],
> > > bagi yang sudah bisa
> > > mengikhlaskan diri, maka jiwanya hidup, tidak
> > > masalah di dunia atau di
> > > surga, sekarang juga.
> > >
> > > salam,
> > > goen
> > >
> > >
> > > --- In psikologi_transform
> > <mailto:psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
> atif@yahoogroups. <mailto:atif%40yahoogroups.com> com,
> > > "raksa wardana"
> > > <raksawar@> wrote:
> > > >
> > > > mas goen neraka dan surga itu jelas berbeda tempat
> > > walaupun sama-sama di
> > > > alam ghaib, karena apa ? karena jiwa orang-orang
> > > dineraka tidak akan
> > > mampu
> > > > melihat jiwa orang-orang disyurga tapi jiwa
> > > orang-orang di syurga mampu
> > > > melihat jiwa orang-orang di neraka.
> > > >
> > > > emang benar syurga dan neraka sekarangpun dapat
> > > kita rasakan, karena
> > > jiwa
> > > > kini dan nanti di akhirat ya itu itu juga, karena
> > > jiwa akan pernah mati
> > > > (kekal).
> > > >
> > > > wassalam
> > > > dari orang yang gak ngerti.
> > > >
> > > > Pada tanggal 03/10/07, Anwar Haryono
> > > <aharyono@> menulis:
> > > > >
> > > > > Hiks.wong dedek saya ndiri juga belum sembuh
> > > mas.sori neh lagi
> > > sibuk
> > > > > buanget cari utangan
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > Salam,
> > > > >
> > > > > Anwar
> > > > >
> > > > >
> > > > > ------------------------------
> > > > >
> > > > > *From:* psikologi_transform
> > <mailto:psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
> atif@yahoogroups. <mailto:atif%40yahoogroups.com> com
> > > [mailto:
> > > > > psikologi_transform <mailto:psikologi_transformatif%
> 40yahoogroups.com>
> > atif@yahoogroups. <mailto:atif%40yahoogroups.com> com] *On
> > > Behalf Of *goenardjoadi
> > > > > *Sent:* Tuesday, October 02, 2007 4:32 PM
> > > > > *To:* psikologi_transform
> > <mailto:psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
> atif@yahoogroups. <mailto:atif%40yahoogroups.com> com
> > > > > *Subject:* [psikologi_transformatif] Re: Apakah
> > > SURGA dan NERAKA
> > > > > benar-benar ada? - HPS: Iblis, Jin, dan Malaikat
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > mas anwar.....
> > > > >
> > > > > kemana aja? dicari sama mbak swastinika lho...
> > > > >
> > > > > sampeyan ini mau terapi dedek saya kok ngabur?
> > > masih belum sembuh.
> > > > > luka batin.
> > > > >
> > > > > salam,
> > > > > goen
> > > > >
> > > > > --- In
> > >
> > psikologi_transform <mailto:psikologi_transformatif%
> 40yahoogroups.com>
> > atif@yahoogroups. <mailto:atif%40yahoogroups.com>
> com<psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>,
> > > > > "Anwar Haryono"
> > > > > <aharyono@> wrote:
> > > > > >
> > > > > > Surga dan neraka itu di utaranya kutub
> > > utara...selatannya kutub
> > > > > > selatan.he.he..
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > Salam,
> > > > > >
> > > > > > Anwar
> > > > > >
> > > > > > Yak opo kabare mas Goen?
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > _____
> > > > > >
> > > > > > From:
> > >
> > psikologi_transform <mailto:psikologi_transformatif%
> 40yahoogroups.com>
> > atif@yahoogroups. <mailto:atif%40yahoogroups.com>
> com<psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
> > > > > >
> > >
> > [mailto:psikologi_transform
> > <mailto:psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
> > atif@yahoogroups. <mailto:atif%40yahoogroups.com>
> com<psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>]
> > > > > On Behalf Of
> > > > > goenardjoadi
> > > > > > Sent: Tuesday, October 02, 2007 12:03 PM
> > > > > > To:
> > >
> > psikologi_transform <mailto:psikologi_transformatif%
> 40yahoogroups.com>
> > atif@yahoogroups. <mailto:atif%40yahoogroups.com>
> com<psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
> > > > > > Subject: [psikologi_transformatif] Re: Apakah
> > > SURGA dan NERAKA
> > > > > benar-benar
> > > > > > ada? - HPS: Iblis, Jin, dan Malaikat
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > adanya surga itu karena neraka, siapa bilang
> > > itu 2 tempat? itu
> > > > > satu
> > > > > > tempat, menyatu.
> > > > > >
> > > > > > salam,
> > > > > > goen
> > > > > >
> > > > > > --- In psikologi_transform
> > > > > >
> > > <mailto:psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
> > > > > atif@yahoogroups. <mailto:atif%40yahoogroups.com> com
> > <atif%40yahoogroups.com>,
> > > > > > "nalaratih"
> > > > > > <nalaratih@> wrote:
> > > > > > >
> > > > > > > mas as as ini....
> > > > > > > mana enak cuma surga thok....
> > > > > > > semua jadi puitikus nanti...heheheee
> > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > > smile with me
> > > > > > > Nala
> > > > > > > *yang masih suka neraka dikit*
> > > > > > >
> > > > > > > --- In psikologi_transform
> > > > > >
> > > <mailto:psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
> > > > > atif@yahoogroups. <mailto:atif%40yahoogroups.com> com
> > <atif%40yahoogroups.com>,
> > > as
> > > > > > as
> > > > > > > <as2004as_as@> wrote:
> > > > > > > >
> > > > > > > > Kalau di aku, Rez
> > > > > > > > Adanya surga thok
> > > > > > > > Tak ada nerakanya
> > > > > > > > Lagi pula, cukup untuk semua orang
> > > > > > > >
> > > > > > > > Ayooooooo
> > > > > > > > Bergabunglah ama akuuuuuuuuuuu
> > > > > > > >
> > > > > > > > sinagahp <sinagahp@> wrote:
> > > > > > > > Namanya "surga dunia" atau "surga di
> > > dunia" Mas Goen ? :)
> > > > > > > >
> > > > > > > > salam,
> > > > > > > > harez
> > > > > > > >
> > > > > > > > --- In psikologi_transform
> > > > > >
> > > <mailto:psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
> > > > > atif@yahoogroups. <mailto:atif%40yahoogroups.com> com
> > <atif%40yahoogroups.com>,
> > > > > > "goenardjoadi"
> > > > > > > > <goenardjoadi@> wrote:
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Namun, akhirnya saya "gatel" juga untuk
> > > ikutan komentar
> > > > > dalam
> > > > > > > topik :
> > > > > > > > > Benarkah Negeri AKHIRAT Tidak
> > > Kekal?.....Apakah SURGA dan
> > > > > > NERAKA
> > > > > > > > > benar-benar ada?
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > GG: Surga itu dianggap banyak orang
> > > sebagai dunia setelah
> > > > > > kita
> > > > > > > mati,
> > > > > > > > > saya mengerti mengapa persepsinya jadi
> > > begitu, karena
> > > > > sewaktu
> > > > > > > kita
> > > > > > > > > mati maka body kita menjadi tidak
> > > significant, jadi tinggal
> > > > > > jiwa
> > > > > > > > > kita. maka sebenarnya surga itu adalah
> > > dunia jiwa kita.
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > nah, bagi yang telah memiliki jati diri,
> > > atau istilahnya
> > > > > telah
> > > > > > > > > mendewasakan jiwanya, dengan banyak
> > > memberi makan jiwanya,
> > > > > > maka
> > > > > > > > > kehidupan jiwanya pun sudah ada di
> > > surga. jadi surga itu
> > >
> > === message truncated ===
> >
> > __________________________________________________________
> > Be a better pen pal.
> > Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.
> http://overview.
> > <http://overview. <http://overview.mail.yahoo.com/>
mail.yahoo.com/>
> mail.yahoo.com/
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Green Y! Groups

Environment Groups

Find them here

connect with others.

.

__,_._,___

Balasan: [psikologi_transformatif] Re: Para Atheis Perlu Datang dan Bersuara

untuk yang agama baru ...
mungkin bakal lebih seru lagi , mengingat dengan agama yang ada sekarang aja udah segini kondusifnya, apalagi entar kalo ada tambahan baru lagi ya ..
untuk mas gotho, satu hal yang menarik dari anda yaitu ...
makin flexible dengan hal yang berbau `baru`..
tapi kalo misal aplikasi dari ``Atheis datang? Untuk menghilangkan agama dengan tanpa agama, maka ketika berkumpul akan menjadi agama baru..``satu gebrakan baru nih, dan kira2 bakal bisa gak ya `agama baru` itu di akui di indonesia , hehehehe...
 
salam manis
/Lu2


gotholoco <gotholoco@yahoo.com> wrote:
Agama dan Politik itu mirip kok, malah hampir identik.
Kedua-duanya sama "berbicara" "what ought to be, what should to be"
('berbicara bagaimana sebaiknya, bagaimana seharusnya, NTAR ESOK HARI').
Bedanya 'di titik' kalau agama : pencarian Sang Khalik, kalau Politik
pencarian "Kekuasaan".
Ketika beragama tidak "ketemu" Sang Khalik, maka disitulah agama
menjadi pencarian kekuasaan di berbagai bidang atau agama akan identik
dengan politik.

Atheis datang? Untuk menghilangkan agama dengan tanpa agama, maka
ketika berkumpul akan menjadi agama baru..he..he..


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Angga Wijaya
<anggaji@...> wrote:
>
> Atheis Juli 30, 2007
> Agama akan tetap bertahan dalam hidup manusia, tapi
layakkah ia dibela?
>
>
> Christopher Hitchens baru-baru ini menarik perhatian ketika bukunya
terbit dengan judul God Is Not Great: Religion Poisons Everything.
Penulis Inggris ini—yang yakin bahwa Tuhan tidak akbar dan bahwa agama
adalah racun—tak bersuara sendirian di awal abad ke-21 ini. Di tahun
2004 terbit The End of Faith, oleh Sam Harris, yang tahun lalu
mempertegas posisinya dengan menyerang agama Kristen dalam Letter to a
Christian Nation. Yang juga terkenal adalah karya Richard Dawkins,
seorang pakar biologi, The God Delusion, yang mengutip satu kalimat
pengarang lain: "Bila seseorang menderita waham, gejala itu akan
disebut gila. Bila banyak orang menderita waham, gejala itu akan
disebut agama."
>
>
> Saya belum khatam membaca buku-buku itu, tapi saya telah merasa
setengah terusik, tersinggung, berdebar-debar, terangsang berpikir,
tapi juga gembira. Baiklah saya jelaskan kenapa saya gembira: kini
datang beberapa orang atheis yang sangat fasih dengan argumen yang
seperti pisau bedah. Dengan analisa yang tajam mereka menyerang semua
agama, tanpa kecuali, di zaman ketika iman dikibarkan dengan rasa
ketakutan, dan rasa ketakutan dengan segera diubah jadi kebencian.
Dunia tak bertambah damai karenanya. Maka siapa tahu memang dunia
menantikan Hitchens, Harris, dan Dawkins. Siapa tahu para atheis
inilah yang akan membuat kalangan agama mengalihkan fokus mereka dan
kemudian berhenti bermusuhan.
>
>
> Apalagi ada benarnya ketika Christopher Hitchens bicara tentang
iman dan rasa aman. Sepekan sebelum 11 September 2001, hari yang
bersejarah itu, ia ditanya dalam sebuah wawancara radio: "Bayangkan
Anda berada di sebuah kota asing di waktu senjakala, dan sejumlah
besar orang datang ke arah Anda. Akan lebih merasa amankah Anda, atau
justru merasa kurang aman, bila Anda tahu orang-orang itu baru selesai
berkumpul untuk berdoa?"
>
>
> Hitchens, yang pernah berada di Belfast, Beirut, Bombay, Beograd,
Bethlehem, dan Baghdad, menjawab, "Kurang aman."
>
>
> Ia tak bicara dari khayal. Ia telah menyaksikan permusuhan antara
orang Katolik dan Protestan di Ulster; Islam dan Kristen di Beirut dan
Bethlehem; orang Katolik Kroasia dan orang Gereja Ortodoks Serbia dan
orang Islam di bekas Yugoslavia; orang Sunni dan Syiah di Baghdad.
Beribu-ribu orang tewas dan cacat dan telantar.
>
>
> Maka bagi Hitchens, agama adalah "sebuah pengganda besar", an
enormous multiplier, "kecurigaan dan kebencian antarpuak".
>
>
> Tapi menarik bahwa Hitchens tak menyatakan agama sebagai sumber
sikap negatif itu.
>
>
> Dalam hal ini ia berbeda dari Sam Harris. Bagi Harris, konflik
antara umat Katolik dan Protestan yang berdarah di Irlandia—yang
bermula baru di abad ke-17—bersumber pada teks Alkitab, tak ada
hubungannya dengan politik pertanahan di wilayah kekuasaan Inggris
masa itu. Harris tak melihat endapan sejarah dalam tiap tafsir atas
akidah—dan dalam hal ini ia mirip seorang fundamentalis Kristen atau
Islam. Pandangannya yang menampik sejarah akan bisa mengatakan bahwa
doktrin Quran itulah yang membuat sejumlah orang menghancurkan Menara
Kembar New York dan membunuh hampir 3.000 manusia pada 11 September
2001. Harris tak akan melihat bahwa hari itu "Islam" identik dengan
amarah karena ada kepahitan kolonialisme di Timur Tengah, Afrika, dan
Asia, dan kekalahan dunia Arab di Palestina.
>
>
> Dari sini, memang ada benarnya apologi yang terkenal itu: bukan
agamanya yang salah, melainkan manusianya.
>
>
> Tapi persoalan tak selesai di situ. Orang-orang atheis semacam
Hitchens akan bertanya: Jika faktor manusia yang menyebabkan keburukan
tumbuh dalam suatu umat, berarti tak ada peran agama dalam memperbaiki
umat itu. Jika demikian, jika akidah ditentukan oleh sejarah, dan
bukan sebaliknya, apa guna agama bagi perbaikan dunia?
>
>
> Mungkin sebuah nol. Bahkan melihat begitu banyak pembunuhan
dilakukan atas nama agama hari-hari ini, orang memang mudah sampai
kepada atheisme Hitchens dan kesimpulannya: agama meracuni segala hal.
>
>
> Tapi kita dapat juga sampai pada kesimpulan yang lain:
jangan-jangan agama memang tak punya peran bagi perbaikan dunia.
Perannya memang bisa lain sama sekali—terutama bila dilihat dari awal
lahirnya agama-agama.
>
>
> Dalam ceramahnya yang diselenggarakan oleh MUIS (Majlis Ugama Islam
Singapura) bulan Juni yang lalu, Karen Armstrong mengatakan sesuatu
yang tak lazim: agama lahir dari sikap jeri (recoil) atas kekerasan.
Juga Islam, yang kini tak urung dihubungkan dengan bom bunuh diri,
konflik berdarah di Irak, Afganistan, dan Pakistan. Agama ini hadir
sebagai pembangun perdamaian di sekitar Mekah, di tengah suku-suku
Arab yang saling galak.
>
>
> Tapi mungkin juga Karen Armstrong bisa menelusurinya lebih jauh:
jika agama memang lahir dari rasa jeri akan kekerasan, rasa jeri itu
bertaut dengan kesadaran akan ketakberdayaan. Agama sebab itu tak
merasa kuasa untuk memperbaiki dunia; ia justru berada di kancah yang
tersisih, menemani mereka yang daif—sebuah posisi yang kian tampak
dalam keadaan manusia teraniaya.
>
>
> Tapi kini, dalam mencoba menyaingi gagahnya modernitas, agama
cenderung melupakan "empati asali"-nya sendiri. Orang-orang Islam
merayakan Hijrah bukan dengan rasa setia kawan dan bela rasa kepada
mereka yang diteror, walaupun Hijrah bermula dari nasib sekelompok
minoritas yang dikejar-kejar. Orang merayakan Hijrah lebih sebagai
kemenangan. Mungkin dengan tendensi itu, pengalaman kedaifan sendiri
terlupa: pekan lalu atas nama "Islam" orang-orang mengancam para
biarawati Karmel yang hendak berkumpul untuk berdoa di lembah
Cikanyere di wilayah Cianjur.
>
>
> Dalam keadaan lupa kepada yang tak berdaya itulah agama bisa jadi
tenaga yang dahsyat. Tapi ia juga bisa jadi tenaga yang tak tahu
batas. Di saat seperti itu, bukankah para atheis perlu datang dan
bersuara?
>
>
> ~Majalah Tempo Edisi. 23/XXXIIIIII/30 Juli - 05 Agustus 2007~
>
>
>
> sumber: http://caping.wordpress.com/category/fundamentalisme/
>



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

Files to share?

Send up to 1GB of

files in an IM.

Yahoo! Groups

Be a Better Planet

Share with others

Help the Planet.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Hi, I thought you might be interested in this amazing atheist philosophy show...

From: "stefanmolyneux" <s.molyneux@rogers.com>
Subject: Hi, I thought you might be interested in this amazing atheist philosophy show...


Hi - I hope you'll forgive the intrusion, but I thought you might be interested in 'Freedomain Radio' - the most popular philosophy show on the web, and a Top 10 Finalist in the 2007 Podcast Awards.
 
If you'd like to have a look (and a listen), the web site is www.freedomainradio.com   - the feed address is http://feeds.feedburner.com/FreedomainRadio.

The page that might most interest you is http://freedomainradio.com/religion.html

Atheism unleashed!:D

Best wishes,
 
Stefan Molyneux, MA
Host, Freedomain Radio

=========================
HUDOYO:

Hi,

Thanks for joining our maillist "Milis-Spiritual" and for your post introducing your website.

Unfortunately, this is not a maillist about religions, but rather about meditation and self-awareness. I have not had the time to read your articles in detail, but maybe I'll agree with about 90% of your ideas, based on my past interactions with fellow atheists and agnostics.

Of course, I am very eager to hear your comments on Buddhism (based on the ancient Pali Canon), a religion without God. Have you written any article about Buddhism?

Later on, I am also interested in what you have to say about the teachings of J. Krishnamurti, which take a lot of time and space in this maillist.

Warm regards,

Hudoyo Hupudio, MD, MPH
Moderator, 'Milis-Spiritual'




__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] RE: Berdebat dengan ilmuwan atheis

Ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...Tuhan kok diajarin tambah-tambahan
dan kali-kalian? Kejar Paket A ya, Ndrik? Kamu bakat deh jadi guru berhitung.
Ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...

Tapi, kok ngakunya Islam ngebet cuma lha ya kok bawa-bawa Karl Marx? Opo tumon.
Iki islamnya Hendrik islam cap opo toh?

manneke

Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@yahoo.com>:

> hahahah....hahahah......hahahahah..... gitu aja kagak tau, jangan2 memang
> kambing... yg jelasnya dari dialog itu telah ditemukan salah satunya bahwa
> tuhan dalam kristen tidak memenuhi syarat untuk disebut tuhan sejati..
> menjadi persoalan adalah karena kamu mungkin kambing dan agama yg kamu anut
> adalah kristen yg doktrin ketuhanannya (inti agama) adalah "menuhankan"
> yesus... sebab yesus itu pernah dilahirkan "ada tanggal lahirnya" atau ada
> masa dia lagi "nganggur" jadi tuhan.. ada tempat yg dia tidak tempati salah
> satunya adalah didalam urat leher saya dan didalam lautan.. dll....
>
> dapatkah anda menerima 1x3 =1...???? (karl marx)
>
> 1 appel, 1 jeruk, 1 durian apakah bisa disebut 1 appel...???
>
> 1 Allah (tuhan), 1 roh kudus, 1 yesus, apakah bisa disebut 1 tuhan..???
>
> sebab apakah 1 Allah itu sudah menjadi tuhan sebelum ada 1 yesus dan 1 roh
> kudus atau tidak...????
>
> jadi jika para ilmuwan, ulama, pendeta hindu, pastur, anak SD, dll bisa
> sepakat bahwa adalah kebenaran jika 1x3=3.. maka "trinitas" adalah sebuah
> kebodohan yg nyata...
>
> dan orang2 yg mengajarkan trinitas adalah org2 yg mengajarkan kebodohan..
>
> tuhan harus menjadi diriNya sendiri sehingga Ia akan menjadi tuhan bukan
> hanya manusia tetapi seluruh ciptaanNya...
>
> "tidak ada paksaan dalam agama, telah jelaslah jalan yg benar dan
> kesesatan" (alquran)
>
> Anwar Haryono <aharyono@klaras.co.id> wrote:
> Kaitannya dengan Islam…cerita ini kesimpulannya apa ya? ada gak
> sih?
>
>
>
> ---------------------------------
>
> From: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> [mailto:psikologi_transformatif@yahoogroups.com] On Behalf Of Yayak
> Heriyanto
> Sent: Tuesday, December 04, 2007 1:33 PM
> To: Spiritual-Indonesia@yahoogroups.com; semester_lima@yahoo.com; Sudarman
> Morintoh; semester_lima@yahoo.com; psikologi_transformatif@yahoogroups.com;
> husnul khuluq; randi_mohammad@yahoo.com
> Subject: [psikologi_transformatif] Berdebat dengan ilmuwan atheis
>
>
> *DEBAT ABU HANIFAH DENGAN ILMUWAN KAFIR*
>
> Pada Zaman Imam Abu Hanifah hiduplah seorang ilmuwan besar, atheis dari
> kalangan bangsa Romawi.
> Pada suatu hari, Ilmuwan Atheis tersebut berniat untuk mengadu kemampuan
> berfikir dan keluasan ilmu dengan ulama-ulama Islam. Dia hendak menjatuhkan
> ulama Islam dengan beradu argumentasi. Setelah melihat sudah banyak manusia
> yang berkumpul di dalam masjid, orang kafir itu naik ke atas mimbar. Dia
> menantang siapa saja yang mau berdebat dengannya.
>
> Dan diantara shaf-shaf masjid bangunlah seorang laki-laki muda, dialah Abu
> Hanifah dan ketika sudah berada dekat di depan mimbar, dia berkata : "Inilah
> saya, hendak bertukar fikiran dengan tuan".
> Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap
> merendahkan diri karena usianya yang masih muda.
> Abu Hanifah berkata, "sekarang apa yang akan kita perdebatkan! ".
>
> Ilmuwan kafir itu heran akan keberanian Abu Hanifah, dia lalu memulai
> pertanyaannya :
>
> Atheis : Pada tahun berapakah Tuhan-mu dilahirkan?
> Abu Hanifah : Allah berfirman "Dia (Allah) tidak dilahirkan dan tidak pula
> melahirkan".
>
> Atheis : Masuk akalkah bila dikatakan bahwa Allah adalah yang
> pertama dan
> tidak ada sesuatu sebelum-Nya? , pada tahun berapa Dia
> ada?
> Abu Hanifah : Dia (Allah) ada sebelum adanya sesuatu.
>
> Atheis : Kami mohon diberikan contoh yang lebih jelas dari
> kenyataan!
> Abu Hanifah : Tahukah tuan tentang perhitungan?
>
> Atheis : Ya.
> Abu Hanifah : Angka berapa sebelum angka satu?
>
> Atheis : Tidak ada angka (nol).
> Abu Hanifah : Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang
> mendahuluinya, kenapa tuan heran kalau sebelum Allah
> Yang Maha satu yang
> hakiki tidak ada yang mendahului-Nya?
>
> Atheis : Dimanakah Tuhan-mu berada sekarang?, sesuatu yang ada pasti
> ada tempatnya.
> Abu Hanifah : Tahukah tuan bagaimana bentuk susu?, apakah di dalam susu itu
> keju?
>
> Atheis : Ya, sudah tentu.
> Abu Hanifah : Tolong perlihatkan kepadaku di mana, di bagian mana tempatnya
> keju itu sekarang?
>
> Atheis : Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi
> dan
> bercampur dengan susu di seluruh bagian.
> Abu Hanifah : Kalau keju makhluk itu tidak ada tempat khusus dalam susu
> tersebut, apakah layak tuan meminta kepadaku untuk
> menetapkan tempat Allah
> Ta'ala?, Dia tidak bertempat dan tidak ditempatkan!
>
> Atheis :Tunjukkan kepada kami zat Tuhan-mu, apakah ia benda padat
> seperti
> besi, atau benda cair seperti air, atau menguap seperti
> gas?
> Abu Hanifah : Pernahkan tuan mendampingi orang sakit yang akan meninggal?
>
> Atheis :Ya, pernah.
> Abu Hanifah : Sebelum ia meninggal, sebelumnya dia bisa berbicara dengan
> tuan dan menggerak-gerakan anggota tubuhnya. Lalu
> tiba-tiba diam tak
> bergerak, apa yang menimbulkan perubahan itu?
>
> Atheis : Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.
> Abu Hanifah : Apakah waktu keluarnya roh itu tuan masih ada disana?
>
> Atheis : Ya, masih ada.
> Abu Hanifah : Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat seperti
> besi, atau cair seperti air atau menguap seperti gas?
>
> Atheis : Entahlah, kami tidak tahu.
> Abu Hanifah : Kalau tuan tidak boleh mengetahui bagaimana zat maupun bentuk
> roh yang hanya sebuah makhluk, bagaimana tuan boleh
> memaksaku untuk
> mengutarakan zat Allah Ta'ala?!!
>
> Atheis : Ke arah manakah Allah sekarang menghadapkan wajahnya?
> Sebab segala
> sesuatu pasti mempunyai arah?
> Abu Hanifah : Jika tuan menyalakan lampu di dalam gelap malam, ke arah
> manakah sinar lampu itu menghadap?
>
> Atheis : Sinarnya menghadap ke seluruh arah dan penjuru.
> Abu Hanifah : Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma buatan itu,
> bagaimana dengan Allah Ta'ala Pencipta langit dan bumi,
> sebab Dia nur cahaya
> langit dan bumi.
>
> Atheis : Kalau ada orang masuk ke syurga itu ada awalnya, kenapa
> tidak ada
> akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?
> Abu Hanifah : Perhitungan angka pun ada awalnya tetapi tidak ada akhirnya.
>
> Atheis : Bagaimana kita boleh makan dan minum di syurga tanpa buang
> air kecil dan besar?
> Abu Hanifah : Tuan sudah mempraktekkanya ketika tuan ada di perut ibu tuan.
> Hidup dan makan minum selama sembilan bulan, akan
> tetapi tidak pernah buang
> air kecil dan besar disana. Baru kita melakukan dua
> hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia.
>
> Atheis : Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan
> habis-habisnya jika dinafkahkan?
> Abu Hanifah : Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan
> malah bertambah banyak, seperti ilmu. Semakin diberikan
> (disebarkan) ilmu
> kita semakin berkembang (bertambah) dan tidak
> berkurang.
>
> "Ya! kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, apa yang
> sedang Allah kerjakan sekarang?" tanya Atheis.
> "Tuan menjawab pertanyaan-pertanya an saya dari atas mimbar, sedangkan saya
> menjawabnya dari atas lantai. Maka untuk menjawab pertanyaan tuan, saya mohon
> tuan turun dari atas mimbar dan saya akan menjawabnya di tempat tuan", pinta
> Abu Hanifah.
>
> Ilmuwan kafir itu turun dari mimbarnya, dan Abu Hanifah naik di atas.
> "Baiklah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan tuan. Tuan bertanya apa
> pekerjaan Allah sekarang?".
> Ilmuwan kafir mengangguk.
> " Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan.
> Pekerjaan-Nya sekarang ialah bahwa apabila di atas mimbar sedang berdiri
> seorang kafir yang tidak hak seperti tuan, Dia akan menurunkannya seperti
> sekarang, sedangkan apabila ada seorang mukmin di lantai yang berhak, dengan
> segera itu pula Dia akan mengangkatnya ke atas mimbar, demikian pekerjaan
> Allah setiap waktu".
>
> *Salah satu tugas agama ialah memelihara akal.*
> *Memelihara akal ialah dengan jalan menambah ilmu melatih diri berfikir &
> merenungkannya. *
> yak's
>
>
>
>
> ---------------------------------
>
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
> now.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

HDTV Support

on Yahoo! Groups

Help with Samsung

HDTVs and devices

Curves on Yahoo!

Share & discuss

Curves, fitness

and weight loss.

.

__,_._,___

[beasiswa] [butuh info] Penerimaan DAAD Scholarship

Rekan-rekan milis beasiswa,

Saya melamar beasiswa DAAD scholarship for postgraduate courses for
professional with relevance to developing country di TU Darmstadt
(Tropical Hydrology and Environmental Management).

Saya menerima email dari course administratornya sbb :
------------
we are proud to inform you, that you were selected for a scholarship
with the DAAD starting WS 2008/2009.

The official Letter of Award will be sent to you by the DAAD.

Please do not hesitate to contact me.


See you in Darmstadt,

Angela Bretzel
----------------
Saya sudah kirim email dan menanyakan hal yang sama kepada course
administornya, cuma saya ingin juga tahu informasi berdasarkan
pengalaman dan pengetahuan para milister. Pertanyaan saya adalah :
1. Apakah ini sudah keputusan final? apakah masih ada proses interview
dari pihak DAAD? (karena saya ngga' mau senang dulu, takutnya ini
belum final)
2. Apakah ada langkah-langkah yang harus saya siapkan lagi ?

Terima kasih banyak atas bantuannya.

salam,

- ai farida -

-----------------------------------

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/