Sabtu, 04 Agustus 2007

[psikologi_transformatif] (Filosofi Hidup 971) Memberi

 
971
Ada 2 macam tindakan memberi, memberi benda materi dan pengetahuan kebenaran atau moril, dari keduanya, memberi pengetahuan adalah lebih tinggi, Ada 2 macam tindakan berbagi, berbagi benda materi dan berbagi pengetahuan kebenaran, dari keduanya, berbagi pengetahuan adalah lebih tinggi, Ada 2 macam tindakan membantu, membantu benda materi dan membantu dengan pengetahuan, dari keduanya, membantu dengan pengetahuan adalah lebih tinggi

Join to : www.groups.yahoo.com/group/curhatgame

Nasehat memilih calon istri

Ada tiga buah nasehat dari kakek kepada saya mengenai cara memilih calon istri:

1.Jangan mencari istri seorang pedagang, karena dikhawatirkan kebiasaan dagangnya akan kebawa-bawa sampai malam pengantin, nanti dia akan selalu bilang "Mau segini, nggak mau ya segini !"

2. Jangan mencari istri seorang perawat, karena dikhawatirkan kebiasaan di rumah sakit akan kebawa-bawa sampai malam pengantin, nanti dia akan banyak mengatur dan selalu bilang "Awas jangan banyak gerak, jangan turun dulu !"

3. Tapi carilah istri seorang guru TK, jika kebiasaan di sekolahnya kebawa-bawa sampai malam pengantin, paling tidak dia akan bilang "Awas hati-hati, depan luruskan, baguus, ayo ulangi lagi, pinteeeerrrr....!"

Join to : www.groups.yahoo.com/group/crazycase

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your style &

mood in Messenger.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Yahoo! Mail

Get on board

You're invited to try

the all-new Mail Beta.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Fwd: Dear Vincent (Apakah tidak sekolah artinya tidak punya hak Azazi?!)

Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your style in

Messenger & more.

Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

HDTV Support

The official Samsung

Y! Group for HDTVs

and devices.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Fwd: Dear Vincent (Apakah tidak sekolah artinya tidak punya hak Azazi?!)



Note: forwarded message attached.


Luggage? GPS? Comic books?
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your style in

Messenger & more.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Yahoo! Mail

You're invited!

Try the all-new

Yahoo! Mail Beta

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] ”Imajinasi Penggerak Ilmu” bisa dirayakan tidak untuk dilaksanakan.



Note: forwarded message attached.


Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.


Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos more.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your style in

Messenger & more.

Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Yahoo! Mail

Drag & drop

With the all-new

Yahoo! Mail Beta

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Imajinasi Penggerak Ilmu

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0708/04/humaniora/3738655.htm

Imajinasi Penggerak Ilmu
Sastra dan Sains Mengajukan Model Realitas dengan Simbolisasi

Jakarta, Kompas - Sesungguhnya, imajinasi dan intuisi yang terutama
menggerakkan terciptanya teori dan temuan ilmiah, seperti juga terjadi
pada dunia sastra. Sayangnya, pikiran dan perasaan serta intuisi
sering kali dianggap sebagai hal yang berlawanan.

Demikian terungkap dalam Seri Ke-12 Diskusi Sastra bertajuk "Sains dan
Sastra" yang diselenggarakan Bale Sastra Kecapi, Harian Kompas, dan
Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Jumat (3/8). Hadir sebagai pembicara
Karlina Supelli (pengajar filsafat), Yasraf Amir Piliang (pengajar
filsafat), dan Nirwan Ahmad Arsuka (pengamat sastra) dengan moderator
Radhar Panca Dahana.

"Imajinasi serta rasa keindahanlah yang pertama-tama dan terutama
menggerakkan penemuan-penemuan ilmiah serta pemilihan teori. Bukan
rasionalitas bermodelkan algoritmik sebagaimana banyak dimunculkan
dalam risalah-risalah filsafat sains," ujar Karlina.

Pikiran dan perasaan serta intuisi sering kali dianggap sebagai hal
yang berlawanan. Ada anggapan sastrawan tidak perlu berpikir dan
ilmuwan tidak punya darah dan belulang manusia. Padahal, ilmuwan perlu
mengimajinasikan sebuah gambar kawasan atau obyek yang akan
ditelitinya sebelum ia mulai membangun teori lalu mengujinya. Ilmuwan
memulai dengan asumsi atau sebuah andaian.

Itu bukan berarti nalar ilmiah sama dengan omong kosong. Sains
menuntut langkah metodologis yang khas. Ujungnya, hanya teori yang
punya daya prediktif yang tinggilah yang akan mampu bertahan.
Ketahanan terhadap benturan di ruang-ruang eksperimen dan observasi
yang akhirnya menentukan kebertahanan sebuah teori. Akan tetapi,
mendahului semua langkah empiris itu, teori pertama-tama ialah hasil
imajinasi.

Teori-teori besar sekalipun dimulai dari imajinasi dan intuisi. Teori
Heliosentris (matahari sebagai pusat orbit) yang dilontarkan
Copernicus tahun 1512 tentu dimulai dengan imajinasi dan intuisi,
bukan observasi dengan pergi ke orbit matahari pada tahun itu. Begitu
juga dengan teori Einsteins.

Kalau kemudian muncul persamaan-persamaan Matematika, bukan semata
angka dan simbol, melainkan sebagai sebuah bahasa. Matematika
merupakan bahasa untuk mengekspresikan sesuatu yang tidak dapat
ditangkap indera. "Kadang kita malas berpikir, suka menyederhanakan
masalah, dan terbius kemudahan serta kedangkalan. Padahal, proses
berpikir punya bagian berbeda dan penting, yakni untuk memahami
realitas serta makna. Nalar ilmiah tetap diperlukan dalam berbagai
aspek kehidupan," ujarnya.

Karlina menggambarkan, energi gelap yang tidak teramati mengambil
porsi lebih dari 70 persen isi alam semesta, sedangkan materi mencapai
30 persen. Dari 30 persen tersebut hanya 4 persen berbentuk materi
konvensional yang teramati sebagai bintang, planet, galaksi, meteorit,
dan lain-lain. Sisanya ialah materi gelap yang belum terdeteksi.
Ilmuwan dan sains berdiri hanya di atas 4 persen tersebut.

"Saya malah merindukan suatu cara pandang yang tidak memilah
pengalaman manusia, suatu epistemologi yang membuat saya tidak lagi
perlu menyelundupkan secara diam-diam intuisi serta pilihan-pilihan
'subyektif' ke bilik belakang sains," ujar Karlina.

Sastra dan sains

Nirwan A Arsuka mengatakan, pertemuan antara sastra dan sains dalam
ranah metafisis adalah sama-sama berupaya mengajukan model-model
tentang kenyataan. Persinggungan lainnya ialah pada ranah formal,
yakni sama bermain dengan manipulasi simbolik.

Sains juga dapat menjadi inspirasi bagi sastrawan atau juga
sebaliknya. Edgar Allan Poe (Eureka), Lewis Carrol (Alice's Adventure
in Wonderland), dan Jorge Luis Borges (Ficciones) merupakan penulis
yang, menurut Nirwan, berhasil menautkan sastra dan sains. Banyak
bagian dari fiksi mereka yang bahkan mendahului penemuan sains hebat.
Yang terlihat justru keajaiban nalar dan keistimewaan imajinasi.

Yasraf Amir Piliang mengungkapkan, perkembangan sains teknologi dan
sastra di Indonesia sendiri secara umum masih terperangkap dalam
bingkai "dua budaya", yakni sains belum memberikan masukan berarti
dalam perkembangan sastra. Sementara kecenderungan umum dalam sastra
kita, yakni merayakan sains dan teknologi dengan kekaguman, atau
bersikap kritis terhadap sains dan teknologi. (INE)

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Make a Virtual You

Show your style &

mood in Messenger.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Yahoo! Mail

Next gen email?

Try the all-new

Yahoo! Mail Beta.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Kaget juga aku membaca interpretasi Mas

Dear Friends, Berikut ini tanya-jawab kedua melalui
e-mail antara saya dengan Mas Prawiro (nama samaran)
yang bermukim di Jerman tentang MATA KETIGA, JALAN
SPIRITUAL, FREE WILL, dsb. Semoga bermanfaat bagi
rekan2 lainnya. (Leo).

+++++++++++++

EMAIL DARI MAS PRAWIRO:

Mas Leo,

Terima kasih untuk jawaban e-mailnya. Karena perbedaan
waktu dan karena saya sendiri jarang online, agak
sulit mau ketemu Mas Leo lewat YM. Aku tulis aja
email.

Mas, kaget juga aku membaca interpretasi Mas tentang
istilah simpang lima yang aku sebut di emailku itu.
Istilah itu hanya lewat aja di pikiran waktu aku nulis
email itu. Maksudku, aku sedang berada di persimpangan
jalan hidupku gitu, dan lagi menunggu „wangsit" yang
entah akan membawaku kemana. Konkretnya, aku mau
pulang ke Indonesia apa nggak. Kalau nggak, terus mau
di mana dan ngapain dan kalau ya, mau kemana dan
ngapain. Gitu aja mas. Aku skg belum berada pada
track-kukah, Mas ?

Trus, tentang sedulur papat dan pancer kalimo itu, aku
tahunya juga baru dari postingan2 mas ttg Mata Ke-3
ini. Aku memang Jawa, tapi belum pernah bersentuhan
sama sekali dengan kebatinan dan kejawen. Mas tahu
sendiri, di lingkungan muslim kan itu seperti tabu,
syirik. Tapi memang, aku sekarang menjadi lebih Jawa
daripada Islam, walaupun waktu kecil hingga remaja
dasar pendidikan agamaku sangat kuat. Setelah
mengalami suatu mimpi spiritual beberapa tahun yl,
pernah muncul keinginan untuk mengunjungi situs-situs
gitu, untuk mengalami sebuah laku spiritual atau apa.
Cuma nggak tahu aja bagaimana dan kemana, makanya
sampai sekarang belum kesampaian (di samping juga
karena kalau toh pulang liburan hanya untuk bbrp
minggu, habis untuk ngatasi jetlag dan bersama
keluarga aja).

Kemudian, aku pengin tahu, apa yang Mas Leo bisa lihat
ttg aku ? Apakah aku ini teacher, healer, servant,
seniman, koki, niagawan ? Atau apa ? Aku yang kuat di
elemen apanya ya Mas ? (api nggak mungkin, tapi kalau
air kok nggak pernah ngeliat yang „aneh-aneh"?)

Di YM chat yang mas postingkan baru-baru ini (dgn mas
Ardi ttg Celestine Prophecy), disinggung ttg buku ttg
mata ke 3 yang katanya mas Leo "cela". Buku apa itu
kalau boleh tahu ? Aku sedang membaca buku ttg mata ke
3 „Das dritte Auge öffnen" („Membuka Mata Ketiga")
tulisan Harald Wessbecher (dlm bhs Jerman). Pengin
tahu aja.

Yang terakhir (komentar aja),… Aku kok jadi ikutan
sesak, mambaca diskusi mas dgn saudara Mirza yg
mahawiswa Unair itu. Repot memang, kalau belum
„terbuka".

Terimakasih telah sempat membaca dan membalas
email-emailku.

Salam,
Prawiro

+++++++++++++

JAWABAN DARI SAYA:

Dear Mas Prawiro,

Well, what to say? You know yourself that I never
think when speaking or writing. Apa adanya saja, apa
yang melintas di pikiran saja. Itulah yang aku sebut
sebagai INTUISI, dan itu adanya di DIMENSI INTUITIF
yang merupakan salah satu dimensi yang merupakah salah
satu fitrah kita sebagai manusia yang, kalau mau
disebut seutuhnya, bersifat MULTIDIMENSIONAL. Manusia
is multidimensional; ada Dimensi Intuitif, ada Dimensi
Emosional, ada Dimensi Naluriah dan,... ada Dimensi
Mental which is our kemampuan to think and reason
logically or, should we choose, illogically. Kita juga
bisa berpikir secara tidak logis, kalau kita mau.

Kenapa bisa? Ya, bisa saja. Kita itu bisa berpikir
logis karena kita diajarkan untuk berpikir logis di
sekolah. Tetapi, kita juga bisa mengesampingkan cara
berpikir logis itu, dan memilih untuk berpikir tidak
logis kalau kita mau. Ada FREE WILL disini which is
none other than KEHENDAK BEBAS. Kehendak bebas is Free
Will yang banyak digembar-gemborkan itu, tetapi sering
pula disalah-kaprahkan oleh banyak orang. Free Will
adalah kemampuan kita untuk memilih dan menentukan apa
yang akan kita pakai bagi diri kita sendiri. Kita bisa
mengikuti naluri2 atau instinct kita saja dan
mengabaikan intuisi2 kita, itu bisa, dan itu Free
Will. On the other hand, kita bisa saja menggunakan
emosi2 kita dalam hubungan dengan orang lain, dan
mengesampingkan pertimbangan2 rasional dan logikal,
itu bisa saja, dan itu adalah Free Will. Kita bisa
saja memilih untuk tidak logis ketika berbicara atau
menulis, dan itu bisa saja. Itu Free Will. Menurut
saya, bahkan "Tuhan" tidak pernah memaksa manusia, ada
Free Will disini. Ada Kehendak Bebas manusia yang bisa
digunakannya untuk memilih dan menjalankan apa yang
diinginkannya.

Nah, actually I was glad to receive your second
letter, this one. I shall not answer your questions
point by point because I know you would grasp what I
mean by writing in such big strokes. Begini, aku
merasa bahwa pilihan2 agama itu adalah hak dari tiap
manusia. Manusia bisa memilih agama apa yang akan
dianutnya, termasuk untuk tidak beragama sama sekali.
Dan, tidak beragama tidak akan menjadikan seorang
manusia itu menjadi berkurang kemanusiaannya. Not a
little bit should a man become less than a man,
walaupun tidak beragama. Ini sering disalah-kaprahkan
oleh para penyiar agama itu. Dibilang bahwa kalau
tidak beragama manusia akan menjadi seperti hewan2
liar itu. Menurut aku tidak, aku bertemu secara intens
dengan ratusan orang setiap tahun dan,... banyak dari
mereka tidak menganut suatu agamapun menurut
pengertian tradisional. Dan mereka ok2 saja, tidak
kurang suatu apapun. Tidak lalu jadi liar dan gak
keruan seperti stereotype para agamis itu.

Beragama is not the question nowadays. The question is
not even agama apa. Tadi siang baru saja saya bertemu
dengan Mbak Rina yang universalis. Background Muslim,
tetapi pakai doa Kristen dan galang-gulung dengan
orang2 New Age. So what? Itu jujur kan? Itu lebih baik
kan? ... Bukan saya mau mengagungkan salah satu agama
dibandingkan dengan agama lainnya, tetapi jamannya
sekarang adalah UNIVERSALITAS. Kita ini sudah
universal, mas. Kita sudah tidak bisa lagi dikungkung
oleh ajaran2 agama yang sangat restriktive itu. Sangat
menyesakkan sekali. Saya kalau bertemu dengan orang
yang pegang buku "manual" agama akan merasa sesak.
Saya bukan seorang masochistic, kenapa saya harus
dengan sabar melayani segala argumennya orang agamis
yang menurut saya, secara jujur, sebenarnya nonsens
saja. Nonsense lah segala argumen orang agama itu.

Yang saya sebut agama disini juga termasuk
kepercayaan. Well, kepercayaan itu bisa terhadap Tuhan
YME, bisa juga terhadap "Tuhan yang Tidak Esa".
Kepercayaan terhadap Tuhan yang Tidak Esa bisa berupa
praktek per-klenikan. Mitos2 yang diagungkan. Tradisi2
yang dipertahankan walaupun cuma morotin duit orang
aja. Ritual2 yang tidak lagi ada maknanya karena hanya
buat pesta2 saja dengan alasan mau menyenangkan Tuhan.
Tuhan kok mau disogok dengan ritual? Well, you know
what I mean lah! Kita ini sudah tidak bisa masuk ke
dalam salah satu kelompok tradisional itu. We have
grown out of our shell. Kita telah jauh lepas dari
cangkang pendidikan masa kecil kita. Waktu itu kita
dididik untuk takut. Kita jalani itu dan,... ternyata
ketakutan2 itu tidak beralasan. Sekarang, ketika kita
mendekati akhir perjalanan kita (setiap hari kita
berjalan, kita semakin mendekati akhir perjalanan),
ternyata bukanlah takut yang kita rasakan, tetapi
kedamaian. Damai karena ternyata kok masih bisa hidup
walaupun sudah melepaskan segala tetek-bengek, segala
pernak-pernik keagamaan yang dijejalkan kepada kita di
masa kecil itu. Kok masih bisa hidup ya?

Still alive! Still alive! That's the theme for us to
pursue these days. Ternyata masih hidup ya! Dan
ternyata tidak bisa memaksakan diri lagi untuk kembali
ke "cangkang" masa lalu itu. Kalaupun kembali,
akhirnya kita menjadi manusia2 universal. UNIVERSAL
yang artinya adalah kita bisa saja, dan dengan ok2
saja, main comot dari tradisi2 agama mana saja yang
kita suka. Kita bisa melakukan itu karena kita tahu
bahwa Tuhan-nya pun ok2 aja. Tuhan-nya aja gak
komplain, kenapa orang laen musti ributin? And we know
that all those religious traditions juga bikin2an
orang saja. Karena bisa dibikin, bisa pula dirombak.
Dan bisa pula di-arrange menurut selera pribadi...
Ambil sedikit dari sana, campur sedikit dari sini,
lalu dicicipi. Kalau masih kurang ok, bisa ditambah
atau dikurangi lagi ramuannya. Begitu seterusnya
sampai kita menemukan campuran yang paling kita sukai
dan membuat kita merasa ok. We have to do that
ourselves. Itu juga bagian dari FREE WILL. Kehendak
Bebas yang juga merupakan fitrah manusia.

Tentang buku "The Third Eye" yang merupakan fabrikasi
itu, penulisnya adalah "Tuesday Lobsang Rampa". Itu
nonsense belaka, tipuan belaka, karang2an belaka. Tapi
banyak yang suka. Well, itu fiksi lah! Kalau tentang
your personal role in this "movement" to go universal,
you have to decide for yourself lah! But, in my
opinion, you are a teacher. You'll teach many. And
sure, you're on your right track. Congratulation.

All the Best,
Leo

+++++++++++++

[Leo adalah alumnus UI dan PennState, seorang praktisi
PSIKOLOGI TRANSPERSONAL dengan PENDEKATAN LINTAS
AGAMA. Untuk membuat appointment, please contact him
at HP number: 0818-183-615.
E-mail: <leonardo_rimba@ yahoo.com>.
Tentang REKON MATA KETIGA, please see these link:
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/1046>.
Tentang PROFILE Leo, please see this link:
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/992>.
Tulisan2 Leo dengan TOPIK MATA KETIGA bisa ditemukan
di milis SPIRITUAL-INDONESIA; untuk bergabung, please
click this link:
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/join>].

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your style &

mood in Messenger.

Y! Messenger

Files to share?

Send up to 1GB of

files in an IM.

Yahoo! Mail

Get it all!

With the all-new

Yahoo! Mail Beta

.

__,_._,___

Balasan: [psikologi_transformatif] Kotak Musik Ajaib

Dear Mas...
 
waduh lagi serius banget nih bacanya...
kok malah bersambung sih ???
atau memang di sengaja buat PR ya ???
mungkin juga ini pelajaran baru bagi kita ...
untuk selalu ingat akan asal kita...
dan berusaha menjadi diri sendiri...
ok deh apapun itu ....
di tungguin ya kelanjutannya....
karena mau buktiin apakah kotak musik lu2 ini termasuk yang ajaib atau tidak ya ...????
 
salam hangat selalu
/Lu2


Kumara Qulmi <satria_langit@yahoo.com> wrote:
Kotak Musik Ajaib
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Dahulu kala, terdapat dua desa yang dipisahkan oleh sebuah gunung. Desa yang pertama diberi nama Desa Timur dan desa yang kedua diberi nama Desa Barat. Karena kedua desa tersebut dipisahkan oleh gunung yang tinggi maka  penduduk Desa Timur sama sekali tidak pernah pergi ke Desa Barat. Mengapa begitu? Karena menurut legenda, konon pada zaman dahulu, di Desa Barat didatangi seorang nenek tua. Sejak kedatangan nenek tua tersebut dalam beberapa hari kemudian, penduduk di Desa Barat menjadi tua dan meninggal dengan tiba-tiba. Dan ada juga yang menjadi gila dan bunuh diri! Sehingga dalam seketika tidak ada lagi penduduk di Desa Barat, desa berubah menjadi desa mati. Tidak ada seorang pun penduduk yang hidup lagi. Menurut kabarnya, nenek tersebut adalah seorang nenek sihir atau siluman yang datang mengisap sari pati manusia. Sehingga penduduk Desa Timur tidak berani datang ke Desa Barat, dan Desa Barat berubah menjadi hutan belantara.
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Oleh karena itulah penduduk Desa Timur tidak berani menyeberangi gunung untuk datang ke Desa Barat. Desa Barat menjadi sebuah cerita turun temurun untuk menakuti anak kecil yang bandel, jika mereka bandel akan dibuang ke Desa Barat. Begitu anak kecil yang bandel mendengar cerita tersebut menjadi takut dan tidak berani bandel lagi berubah menjadi anak yang baik.
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Legenda Desa Barat sejak turun temurun diceritakan kepada penduduk desa. Sehingga lama kelamaan cerita tersebut bukan merupakan sebuah cerita yang mengerikan lagi bagi penduduk desa, tetapi hanya menjadi cerita untuk menakuti anak kecil.
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Pada suatu hari penduduk desa berkumpul untuk membahas masalah desa mereka. Karena penduduk desa makin lama makin banyak sehingga lahan yang mereka tanam menjadi sempit, bahan makanan menjadi berkurang. Mereka berkumpul untuk mencari akal bagaimana cara yang baik untuk membuat desa mereka menjadi makmur dan tidak kekurangan bahan makanan.
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Da Mao pemuda desa yang paling berani menyarankan, "Bagaimana kalau kita pergi Desa Barat! Mungkin Desa Barat terdapat tanah yang subur yang dapat ditanami bahan makanan, yang mungkin dapat kita makan sampai turun temurun!"
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Pemuda di desa ini semua setuju, "Ya! Ya! Seharusnya dari dahulu kita sudah pergi ke sana! Dengan demikian lahan kita menjadi luas, daripada kita biarkan Desa Barat menjadi hutan belantara!"
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Tetapi penduduk desa yang agak tua sedikit keberatan, mereka mengatakan, "Kita tidak boleh melanggar pesan nenek moyang kita. Legenda yang mereka ceritakan itu, tidak boleh kita abaikan. Lebih baik kita cari tempat yang lain saja."
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Da Mao berkata lagi, "Siapa yang pernah pergi ke Desa Barat?, Belum tentu cerita nenek moyang kita benar! Cerita itu mungkin hanya dongeng belaka, kenapa kita tidak coba pergi ke sana membuktikannya!" kata-kata Da Moa disetujui oleh penduduk yang masih muda.
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Akhirnya penduduk desa yang lebih tua tidak bisa membendung semangat anak-anak muda desa tersebut dan mereka menyarankan supaya ketiga bersaudara Da Mao, Er Mao dan San Mao pergi untuk melihat keadaan Desa Barat. Setelah pulang dari sana mereka baru bisa mengambil keputusan.
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Akhirnya pada hari yang sudah ditentukan ketiga bersaudara, Da Mao, Er Mao dan San Mao dengan bersemangat berjalan menuju ke Desa Barat. Setelah menghabiskan waktu seharian menyeberangi gunung, pada malam hari mereka sampai di Desa Barat.
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Keadaan di Desa Barat seperti legenda gelap gulita tidak ada seorang penduduk, hanya terdengar suara tapak kaki mereka bertiga yang menginjak rumput.
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Mereka bertiga hanya mendengar desiran suara angin, tiba-tiba San Mao menjerit dengan suara yang panik,"Kakak!" teriaknya. "Ah! Ada apa?" Da Mao dan Er Mao membalikan badan bertanya kepada adik mereka. Mata San Mao yang melotot melihat ke dalam hutan "Saya melihat seekor rubah ke luar dari sana"
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
 Da Mao dan Er Mao menghela nafas lega "Eh.. hanya seekor rubah, engkau sudah menjerit ketakutan. Kalau tahu kamu begitu penakut kami tidak akan membawa kamu!" kedua abangnya memarahi dia. Tidak berapa lama kemudian San Mao menjerit lagi dengan suara ketakutan, kedua abangnya seketika membalik badan hendak menertawai adik mereka yang sedang menunjuk ke sebuah tumpukan di depan mereka. Tiba-tiba mereka juga berubah menjadi pucat, di depan mereka terdapat tumpukan tengkorak manusia. Sehingga mereka menjadi sangsi mereka akan maju terus atau secepatnya kembali ke desa mereka?
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Dalam keadaan sangsi, mereka melihat di kejauhan terdapat sinar terang di beberapa tempat. Di bawah sinar bulan tempat terang itu makin bercahaya, dengan perasaan penasaran mereka berjalan terus menuju ke arah sinar tersebut. Ketika mereka bertiga sudah makin mendekat ke tempat bersinar, langkah kaki mereka makin dipercepat. Mereka ingin membuktikan yang mereka saksikan adalah hal yang nyata. Akhirnya perkiraan dihati mereka menjadi kenyataan, sinar terang tersebut adalah emas yang dipantulkan oleh sinar bulan. Walaupun sinar emas tersebut agak buram karena diselimuti oleh debu yang tebal, walaupun begitu sinar emas masih kelihatan jelas. Rupanya semua rumah di Desa Barat terbuat dari emas.
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Da Mao dan Er Mao menari-nari dengan gembira sekali, "Wah… kita menjadi kaya raya!" Hanya San Mao yang sangsi berkata, "Saya merasa ada hal yang aneh di tempat ini! Kenapa tidak ada seorangpun penduduk desa yang kelihatan? Hanya terlihat semua barang terbuat dari emas!"
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Da Mao dan Er Mao berkata, "Kita tidak usah peduli apa yang terjadi, pasti penduduk desa ini telah dibunuh oleh para perampok. Kemudian para perampok ini saling merebut harta dan saling membunuh, karena itu tidak ada seorang pun penduduk yang tersisa. Sekarang semua ini menjadi milik kita, penduduk Desa Timur melihat kita bertiga tidak pulang, pasti mereka tebak kita telah dimakan oleh hantu dan mereka pasti tidak berani datang ke sini lagi!"
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
San Mao yang baik hati berkata, "Kakak, engkau yang menyarankan orang Desa Timur untuk melihat keadaan Desa Barat. Tetapi sekarang engkau hendak memiliki semua harta-harta ini, apakah perbuatan ini bukan merupakan pengkhianatan kita terhadap orang di desa kita?"
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Da Mao yang sudah timbul niat tamak di hatinya, tidak memperdulikan perkataan adiknya. Ditambah dengan perkataan Er Mao yang sengaja memanasi situasi, "Dulu kita di Desa Timur berbuat begitu banyak kebaikan, tetapi apakah penduduk Desa Timur pernah berterima kasih kepada kita? Mereka menyuruh kita datang dahulu ke tempat yang berbahaya ini? Hanya engkau yang bodoh adikku, oleh karena itu sering ditipu oleh mereka!"
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Da Mao dan Er Mao tidak memperdulikan San Mao, mereka langsung mengelilingi desa melihat keadaan di desa itu. Mencari harta benda yang lain, melihat keadaan demikian San Mao yang melihat keadaan di sekelilingnya gelap gulita, dengan perasaan takut langsung mengikuti kedua saudaranya.
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Ketika mereka berjalan sampai di ujung jalan desa tersebut, mereka mendengar suara musik yang merdu. Rupanya suara musik itu berasal dari sebuah rumah gubuk, mereka bertiga merasa heran dan sangat penasaran, "Kenapa hanya rumah ini yang gubuk tua dan jelek, padahal seluruh desa ini rumahnya terbuat dari emas?"
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Lalu San Mao berkata, "Kakak saya rasa sebaiknya kita jangan masuk kerumah ini! Apakah kalian tidak memperhatikan seluruh desa ini sudah ditinggalkan begitu lama? Kenapa masih ada suara musik yang terdengar? Saya merasa kejadian ini sangat aneh!"
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Da Mao dan Er Mao dengan suara mengejek menjawab, "Alah engkau ini  memang pengecut dan bodoh! Kalau kita tidak masuk ke dalam bagaimana kita mengetahui harta benda yang ada di dalam rumah itu?" Setelah berkata demikian Da Mao dan Er Mao dengan langkah lebar masuk ke dalam rumah, namun San Mao dengan perasaan khawatir dan sangsi hanya berdiri di depan pintu tidak mau masuk ke dalam.
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Rupanya suara musik yang merdu ini keluar dari sebuah kotak musik yang cantik dan bersih. Keadaan di sekeliling kotak musik ini penuh debu, kursi, meja dan lemari diselimuti oleh debu yang tebal hanya kotak musik ini yang mengkilat. Suara musik yang merdu keluar dari kotak musik ini, Da Mao dan Er Mao menerka kotak musik ini pasti harta karun.
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Suara merdu dari kotak musik ini dapat menggoda Da Mao dan Er Mao untuk menyampaikan permintaan mereka.
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Lalu Da Mao berkata, "Saya ingin sebuah pedang yang tidak ada tandingannya di dunia ini." Begitu permintaan itu terucap, dari ubun-ubun kepala Da Mao mengalir sebuah cahaya ke kotak musik tersebut. Begitu cahaya itu memasuki kotak musik langsung menghilang di dalam kotak tersebut, lalu di meja muncul sebuah pedang yang berkilat-kilat, dengan senang dan bangga Da Mao langsung mengambil pedang tersebut.
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Er Mao yang melihat kejadian tersebut langsung meminta kepada kotak musik, "Saya menginginkan seorang istri yang paling cantik di seluruh dunia!"  Hal yang sama  dengan Da Mao begitu permintaan itu terucap dari ubun-ubun kepala Er Mao juga mengalir sebuah cahaya yang langsung menuju kotak musik, kemudian muncul seorang wanita muda yang cantik. Dengan gembira Er Mao langsung merangkul wanita tersebut dalam pelukannya, dalam suara musik yang merdu mereka berdua mulai menari dengan gembira. Membuat mereka lupa diri.
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Selanjutnya apakah yang terjadi pada ketiga bersaudara ini?

Milis Ngebahas Pengobatan alternatif --> http://groups.yahoo/group/pengobatan-alternatif
Weblog Berita & Artikel ---> http://kumaraqulmi.multiply.com
 

Luggage? GPS? Comic books?
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search.


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your face in

Messenger & more.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Yahoo! Mail

Drag & drop

With the all-new

Yahoo! Mail Beta

.

__,_._,___