Minggu, 05 Agustus 2007

Balasan: [psikologi_transformatif] ikhlas 2.0

Dear Om Goen...
 
Semua orang pasti punya masalah sendiri...
dan memang itulah yang harus di jalaninya ...
sebagai subjek sekaligus Objek dari kehidupan ini...
hanya mengcopy paste lagi ya Om...
` MASAK KALAH SAMA KUPU KUPU`
hehehe... muanteeeep banget Om Goen...
 
Tapi yang gak kalah pentingnya lagi adalah kapan ya lu2 bisa miliki yang di bawah ini..........?????
dasar lu2 ... maunya yang gratisan melulu, habis emang gak bisa mudik Om, nunggu vacation tahun depan lagi ....hehehe,
 
Miliki Buku-buku karya Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM. & Ir. Stefanus Indrayana, MBA.:
* Best Life - Menjalani Hidup Bahagia Penuh Makna [terbit 31 Mei 2007]
* Manajemen Berbasis Nurani [terbit 1 Januari 2007]
Dan juga karya Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM. lainnya:
* Memasarkan Dengan Hati [terbit 8 November 2006]
* Menjadi Kaya Dengan Hati Nurani
* Mata Air Untuk Dahaga Jiwaku
* Pelangi Kehidupan Entrepreneur
 
dasar lu2 ... maunya yang gratisan melulu, habis emang gak bisa mudik Om, nunggu vacation tahun depan lagi ....hehehe,
 
warm regard
 
/Lu2


Goenardjoadi Goenawan <goenardjoadi@yahoo.com> wrote:
halo sahabat,
 
kemarin saya bertemu seseorang, yang menceritakan kehidupan keluarganya.  Kakaknya laki-laki tidak mampu bertanggung jawab kepada keluarganya, anak-anaknya dibiarkan terlantar, sekarang menganggur.  Akhirnya dia [wanita] terpaksa mengurusi keponakannya, menanggung biayanya.
 
Kakak perempuannya meninggalkan anak-anak dan suaminya di Solo, lari kembali ke rumah orang tuanya.  Sekarang bekerja di Diskotik.  Umurnya 30 tahun namun sering ingin bunuh diri.
 
Ada satu lagi teman saya yang juga wanita, cantik, manis, badannya tinggi, namun ternyata tidak pernah pakai rok, dan sering dididik orang tuanya, bahwa bersikap kewanitaan itu adalah seperti bencong.  Pokoknya hidup harus keras, kalau perlu berantem [tonjok-tonjokan] dengan laki-laki.
 
Kehidupan sungguh keras, dan sering berakibat merubah kepribadian seseorang.  Bayangkan, seorang wanita yang cantik, manis, namun kasar.... kaku, dan jantan. 
 
Sering kita bertanyaa, bagaimana caranya menghadapi beban kehidupan yang sungguh keras?  bagaimana caranya menghilangkan beban hidup ini?  mengapa hidup ini sungguh keras, dan sering menekan kita?
 
menekan?
 
menekan siapa?
 
siapa menekan siapa?
 
kita harus mampu berpikir, ketika sebuah masalah datang, seharusnya kalau kita mampu memilih solusi yang benar, maka tidak akan menimbulkan masalah sama-sekali.  Tuhan ingin kita tahu bagaimana dan siapa diri kita yang sesungguhnya.
 
Cobaan itu timbul bahkan sebelum adanya dosa.  ketika Adam dan Hawa memilih untuk memakan buah apel di taman firdaus, maka merekapun tahu, bahwa mereka telah memilih jalan yang keliru.  Itulah esensi hidup, bahwa sesungguhnya kita harus mampu mengerti siapa diri kita yang sesungguhnya, yaitu dengan memilih solusi yang benar.
 
Teman saya [laki-laki] mendapatkan pekerjaan di Jakarta sebagai Area Sales Manager, pindah dari perusahaan lamanya di Semarang.  Namun sekarang sudah jalan 2 bulan selalu resah, memikirkan pesangon dari perusahaan lamanya.
 
"Pak saya boleh ingin saran mengenai masalah pribadi?"
 
"Masalah apa?"
 
"Saya harus memilih mau menyelesaikan urusa saya di Semarang selama satu minggu, namun harus meninggalkan perusahaan saya sekarang"
 
"Lho khan bisa ijin cuti tanpa dibayar?"
 
"Ya namun ijin hanya 2 hari, lebih dari itu, saya harus mengundurkan diri"
 
"Mas, kalau mengejar burung di dahan, burung di tangan dilepaskan itu ya keliru" jawab saya.
 
Sering kita memilih pilihan yang salah, salah satu judul Film yang terbaru adalah "How many wrongs to make it right?"  Kita senantiasa berkubang pada pilihan yang salah.  Mengapa salah?
 
Karena software di otak kita ada sedikit eror, dia selalu mencari yang terbaik untuk dirinya sendiri.  seharunya yang benar adalah dia harus mencari yang terbaik untuk orang lain.
 
Hidup ini bukan untuk kita, namun kita hanya menjalankan tujuan Tuhan menciptakan manusia yaitu untuk menolong sesama.
 
salam,
Goenardjoadi
Miliki Buku-buku karya Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM. & Ir. Stefanus Indrayana, MBA.:
* Best Life - Menjalani Hidup Bahagia Penuh Makna [terbit 31 Mei 2007]
* Manajemen Berbasis Nurani [terbit 1 Januari 2007]
Dan juga karya Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM. lainnya:
* Memasarkan Dengan Hati [terbit 8 November 2006]
* Menjadi Kaya Dengan Hati Nurani
* Mata Air Untuk Dahaga Jiwaku
* Pelangi Kehidupan Entrepreneur

Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your style in

Messenger & more.

Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Endurance Zone

on Yahoo! Groups

Communities about

higher endurance.

.

__,_._,___

Balasan: Re: [psikologi_transformatif] Born to Kill !

Dear Mas Edi...
 
ini lo yang bikin gak tahan ......
`ada yang mau nemambahkan. ..??`
emang sih setiap ada sebab mesti ada akibat ...
ada pertanyaan ya emang mesti butuh jawaban...
tapi alasan bertanya kan banyak...
ada yang emang gak tahu, gak ngerti, tahu hanya iseng aja, ada yang emang bablas kosong guuoobloook tenan seperti lu2 ini...( selalu jujur mengakui daripada sok keminter ) hehehe...
 
mental korup para birokrasi itu kalo di kolaborasikan dengan syair lagu dangdutnya mas Edy bakal jadi apa ya ...???
 
salam hangat selalu ( hangat terus sampe kepanasan dhewe...)
/Lu2
 



Edy Susanto <aldo_richard@yahoo.com> wrote:
mbak lulu...
memang yang jadi korban kasihan...
dan yang suka mencari korban juga perlu kasihani ..
dua duanya perlu di terapi kejiwaan..
tentang moralitas para pejabat yang korup, seperti yang diutarakan
mang ucup , saya mau menulis syair lagu dangdut ( biar tetep bisa
goyang patah patah )

...
orang lapar.... itu perlu di beri nasi,
orang bertanya ....itu perlu di beri informasi,
yang punya lapindo ....itu perlu di terapi ( terapi gas amoniak, biar
saraf nya normal )
narapidana yang suka kabur itu ....perlu di rantai besi (besi 50 kg ),
suami/istri yang suka selingkung perlu di belikan ....celana dalam
besi (plus kunci),
...

ada yang mau nemambahkan...??

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, lulu <lu2_mm@...> wrote:
>
> waduuhhh.. piye to mas Edy ini ...
> nyinggung atau emang nembak korban gak berdosa nih ...
> mbok tulung di dunga`no mas.. biar yang muncrat terus tuh rada
mingkem dikit, kasian kan yang menjadi korban seperti lu2..
> hehehe....
>
> yang menunggu si goyang ngebor berhenti
> /Lu2
>
>
>
>
> Edy Susanto <aldo_richard@...> wrote:
> jawabannya:
> yang kemaren goyang ngebor di porong-sidoarjo .. terus muncrat lumur.
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, lulu <lu2_mm@>
> wrote:
> >
> > Dear Mang Ucup...
> >
> > mungkin agak tidak salah kalo lu2 selalu mengucapkan trims
> banget dan selalu yang terbaik buat mang ucup....
> > suatu diskripsi real life yang amat sulit sekali untuk dijawab
> hanya dengan ` ya` atau tidak ` saja... karena hal ini jawaban dari
> hal ini adalah kematangan jiwa kita, terutama kejujuran diri, dimana
> bagi lu2 sendiri mungkin akan banyak menjawab ` ikut atau setuju
> demi keselamatan jiwa`yang sudah amat jelas mementingkan diri
> sendiri ( mengedepankan perut daripada moral ) aneh memang dan
> mungkin terkesan kejam...
> > tapi itulah adanya, mungkin juga karena ketidak siapan lu2 untuk
> memahami orang lain, hal ini juga di karenakan muatan lu2 yang
> terbatas jadi butuh tempaan yang lama dan bahkan sangat lama untuk
> bisa menjadi ` lebih` dari semula.....
> >
> > nah ini dia yang memang untuk kita sendiri...
> > bagaimana dengan moral bangsa Indonesia ...????
> > complicated sekali mang, dimana jawaban ini adalah suatu
> pembelajaran sekaligus pengujian bagi mental kita sendiri ...
> > wah... mang Ucup, jujur sebagai wong kecil , lu2 bosen dan eneg
> ama mereka yang namanya wakil rakyat...
> > bagi mereka janji di saat kampanye pemilu bak kasih sayang ibu
> terhadap anaknya...( menarik simpati wong gendeng dan ora ngerti
> apa2 seperti lu2 )
> > baaahhhh... setelah mereka terpilih, jangankan merealisasikan
> janji, mendengar aja udah emoh....
> > parahnya lagi mereka hadir rapat bukan untuk membahas agenda
> pembangunan, atau kesenjangan sosial atau apalah yang berhubungan
> dengan rakyat kecil, tapi justru hadir karena mau isi absen dan uang
> duduknya saja...
> >
> > rakyat yang milih mereka tuh hanya ibarat tangga saja, setelah
> mereka duduk empuk di singgasana, lupa deh ama tangga itu, dibiarin
> kepanasan dan kehujanan sampai rapuh, sementara yang ada di otak
> mereka hanya bertelur dan mengembalikan modal saja, ..
> > maaf ya mang Ucup terbawa emosi, maklum tahu dan mengalami
> sendiri bagaimana dicuekin oleh mereka, hehehe....
> > belum lagi ceperan sana sini... waduuuhhhhh makin tebal aja tuh
> babon mereka .....
> > pantesan aja lu2 pernah di SP karena pernah memuat artikel
> korupsi di kalangan birokrasi, maklum masih anget2nya kuliah belum
> ngerti atas bawah, jadi ini to, provement dari ranking tertinggi
> korupsi di dunia hehehe....
> > masalah mana yang tidak bermoral `goyang ngebor inul daratista
> dan korupsi,`??
> > gimana ya ..??? hehehe... give up deh ...!!!!!
> >
> > sekali lagi buat mang Ucup, bravo dan best selalu deh...
> >
> > warm regard
> > /Lu2
> >
> >
> >
> > mangucup88 <mangucup88@> wrote:
> > Apakah mungkin manusia ini diciptakan dan dilahirkan
> untuk
> > jadi "Pembunuh" ? Bukankah manusia ini makhluk moral atau makluk
> > yang memiliki budi pekerti ? Homo sapiens atau manusia ini tidak
> > bisa disamakan dengan binatang, Mang ! Tetapi apakah anda tahu;
> > binatang membunuh, demi kebutuhan hidupnya. Binatang hanya
> membunuh
> > mangsanya, beda dengan manusia. Tidak bisa dipungkiri; terkadang
> > manusia membunuh Just for Fun only atau juga karena tamak !
> >
> > Apakah anda bersedia atau mengijinkan untuk membunuh orang ? Saya
> > yakin jawabannya pasti tidak, jangankan kita orang dewasa anak
> kecil
> > pun tahu bahwa membunuh itu bersalah. Bagaimana dengan tentara di
> > medan perang ? Kenapa mereka boleh dan bisa membunuh orang yang
> > mereka tidak kenal sebelumnya ? Saya yakin pasti anda akan merasa
> > beda dengan mereka, anda yang memiliki budi pekerti luhur atau
> moral
> > yang tinggi; pasti tidak akan mengijinkan/menghalalkan dan mau
> > melakukan ini. Amin !
> >
> > Yuu…uk iseng kita test !
> > Apabila ibunda anda menderita kanker stadium akhir, dimana ia
> > menderita nyeri terus menerus dan masa hidupnya hanya tinggal
> > tergantung hari saja; mengajukan permohonan Eutanasia (kematian
> > dengan baik) untuk dibunuh oleh Dr, apakah anda akan
> > mengijinkannya ? Secara logika atau nalar sebenarnya hal ini baik
> > bagi sang pasien, tetapi berdasarkan moral banyak yang menolak !
> > Mereka yang menolak bisa dinilai sebagai manusia unggulan yang
> > bermoral tinggi.
> >
> > Bagaimana kalau diusulkan untuk membunuh seorang bayi yang tidak
> > bersalah ? Amit-amit, boro-boro bayi yang barusan brol di dunia
> dan
> > yang masih memiliki masa depan, untuk sang ibu tersebut diatas
> yang
> > usianya sudah diatas 80 tahun saja; saya tetap Nolak ! Acung
> jempol
> > untuk anda !
> >
> > Ketika perang dunia kedua, di Jerman jutaan orang Yahudi dibunuh
> > oleh tentara Hitler. Pada saat tersebut ada delapan orang Yahudi
> > termasuk seorang orok berusia tiga bulan sedang bersembunyi,
> karena
> > takut dibunuh olen tentara Hitler.
> >
> > Tiba-tiba bayi tersebut menangis terus-menerus tiada hentinya,
> > karena sakit dan lapar sedangkan tidak lama lagi tentara Jerman
> akan
> > lewat. Untuk ini hanya ada dua pilihan sang bayi dibunuh untuk
> > melindungi tujuh jiwa lainnya atau mati dibunuh semua ! Jawablah
> > dengan jujur apabila anda berada dipihak keluarga Yahudi tersebut;
> > apakah anda akan mengusulkan agar bayi itu dibunuh saja ataukah
> > tidak ? Apabila anda memilih untuk membunuh sang bayi, anda tidak
> > perlu malu, sebab ini bukannya berarti anda termasuk manusia yang
> > tidak bermoral. Maklum sebagian besar orang menjawab hal yang sama
> > seperti anda ! Jadi hal ini termasuk manusiawi atau dalam bahasa
> > Londonya: "We were Born to Kill !"
> >
> > Berdasarkan jajak pendapat dan test yang dilakukan oleh Michael
> > Koenig dari Faklutas Kedokteran Iowa City terhadap 569 responden,
> > ternyata lebih dari 90% responden memilih untuk membunuh sang bayi
> > demi melindungi tujuh nyawa lainnya. Berarti dalam kasus tersebut
> > diatas; nalar yang menang atau berada diperingkat lebih tinggi
> > daripada moral ! Mungkin inilah yang disebut sebagai "Conflict of
> > Morality"
> >
> > Bagaimana dengan moral bangsa Indonesia ? Pasti anda akan
> > tersinggung berat, apabila saya menilai bangsa Indonesia adalah
> > bangsa yang tidak bermoral ! Lihat saja wakil rakyat, yang telah
> > dipilih oleh rakyat dan digaji oleh rakyat. Seharusnya mereka itu
> > adalah orang-orang yang memiliki moral tinggi bahkan termasuk
> orang-
> > orang yang terhormat dan penjunjung norma agama, tetapi
> kenyataannya
> > dan juga tidak bisa dipungkiri orang-orang yang kita pilih dan
> > mewakili bangsa ini adalah kaum koruptor.
> >
> > Mereka lebih mementingkan perutnya sendiri daripada kebutuhan
> > rakyat. Apabila saya menilai, bahwa para pejabat korup ini tidak
> > bermoral; ini sama saja seperti juga saya menilai, bahwa bangsa
> > Indonesia adalah bangsa yang tidak bermoral, karena mereka itu
> > adalah wakil rakyat Indonesia yang dipilih oleh rakyat. Bahkan
> tidak
> > sedikit orang yang mengakui, bahwa korupsi ini di Indonesia ini
> > sudah menjadi budaya bangsa kita. Maka tidaklah heran, kalau kita
> > selalu ngetop diperingkat paling tinggi dalam contesan pemilihan
> > negara terkorup di dunia !
> >
> > Aneh bin nyata dimana moral diri sendiri saja udah gurem dan tidak
> > jelas, tetapi dengan mudahnya mereka ingin mengadili dan
> > mengharamkan orang lain dengan merancang RUU Anti Pornografi dan
> > Pornoaksi. Jawablah sendiri: Mana yang lebih tidak bermoral goyang
> > ngebornya Inul ataukah korupsi ? Yang tahu jawabannya mungkin
> hanya
> > Bob Dyland: "The answer, my friend, is blowin' in the wind "
> >
> > Mang Ucup
> > Email: mang.ucup@
> > Homepage: www.mangucup.net
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> >
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers
>



Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your face in

Messenger & more.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Mail

Get on board

You're invited to try

the all-new Mail Beta.

.

__,_._,___

Balasan: [psikologi_transformatif] pelajaran dari vincent dan haute

Dear Mas Edy....
 
bukan hanya mas e aja yang kelimpahan berkah...
lu2 juga banyak dapat hiburan...
habis setiap kali mereka posting selalu lu2 print...
buat bahan cerita lu2, siapa tau aja ada yang sponsorin lu2...
tak bikin komik berdarah di tambah lagi kiriman hantu+ hukuman pancung dari mas dodik ...
hmmmm ... lu2 rasa keren abieezzzz tuh...
walau hanya untuk golongan sendiri aja...
trims ya mas Edy...
udah bantu lu2 dapatkan ide, dari semuanya ....
terinspirasi dari Om Goen juga ....
 
 
salam hangat selalu
/Lu2
 
 
 


Edy Susanto <aldo_richard@yahoo.com> wrote:
vincent yang baik,
saya ingin memberi komentar atas perselisihanmu dengan kubu haute...
konfik anda adalah berkah untuk saya...
dari perdebatan yang berlangsung selama ini.
saya bisa belajar.. bayak hal.

dari vincent group dan haute dkk. saya bersyukur bisa mendapat pelajaran :

-tehnik mencari perhatian...
-cara mengalahkan orang pintar dengan memancing emosinya...
-praktek topo micek dan topo mbudeg...
-tehnik bersandiwara..
- ilmu pewayangan...( karakter )
- ilmu berpantun...
- rasional vs. irasional....
- sebaik apapun orang ada jahatnya ,sejahat apapaun orang ada baiknya.
- humor yang luar biasa..
- normal vs. kegilaan

saya berterima kasih pada vincent dkk,
saya berterima kasih juga pada haute dkk.

saya jadi inget wayang kulit
peran jahat dan peran baik sama penting dan berharganya...

dan hanya penonton/pengamat yang bisa melihat berkah di dalam suatu
permainan...

akhirnya...
konfik anda dan haute mau terus ato berhenti,,,

saya tetap mengucap syukur kepada penyedia milis psiko trans....

semoga milis psiko - trans..
tetep asik dan tambah penduduknya..

ada komentar ????
salam,
edy susanto
pekalongan- jawa tengah.

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, 987654321 1234567
<x69xx96x@...> wrote:
>
>
>
> Note: forwarded message attached.
>
> ---------------------------------
> Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone
who knows.
> Yahoo! Answers - Check it out.
>
> ---------------------------------
> Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see
what's on, when.
> Perhitungan Logika Untung-Rugi dan Perasaan yang
> Ikhlas-Pasrah
> Ditulis oleh: Liong Vincent Christian / Vincent Liong
>
>
>
> Buat Cornelia Istiani yang kucintai…
>
> Aku ingat ketika mendengar ceritamu dulu ketika mantan
> suami elo meninggalkan dirimu dan anak kalian Kefas.
> Ketika itu mantan suamimu mendapat ajakan bermain
> pikiran dengan logikanya dengan perangkat tolak-ukur
> suatu sudutpandang yang ditanamkan sekelompok orang
> islam garis keras kepadanya.
>
> Pikiran selalu bicara tentang apa yang dianggap logis
> menurut sudutpandang yang dianut dengan tidak
> memperdulikan perasaan seperti dengan mudahnya
> Hautesurveilance mempermainkan perasaan orang dan
> tanpa merasa atau dengan sengaja memutuskan hubungan
> dengan diri sendiri yang subjective ; semua diamati
> objective saja secara tidak bertanggungjawab (tanpa
> kesadaran bahwa diri sendiri itu ada di dalam arena /
> subjektif) dengan mengatakan bahwa itu adalah olahraga
> pikiran. Saya care maka saya mengajak anda turut
> berolahraga agar pikiran anda sehat begitu logikanya.
>
> Kembali ke soal mantan suamimu Istiani: Ketika saatnya
> mantan suamimu datang dengan mencacimaki keluarga
> besarnya sendiri sebagai pendosa karena tidak beragama
> yang sama, dengan sudutpandang baru, logika baru yang
> dianutnya, menyalahkan kamu dan tidak mengakui anaknya
> sendiri gara-gara menurut logikanya hal itu tidaklah
> logis dalam perhitungan ala logika tsb. Pikiran dan
> logikanya selalu bicara tentang untung rugi; Untung
> rugi tersebut dibandungkan dengan apa yang dianggap
> baik dan tidak baik menurut sudutpandang yang dianut
> dan bagaimana kemungkinan-kemungkinannya di masa depan
> lalu dibandingkan lagi dengan titik pembanding yaitu
> baik dan buruk yang menjadi sudutpandang keyakinannya.
>
>
> Saat itu mantan suamimu tentunya sadar penuh bahwa dia
> menyayangi keluarga besarnya, kamu, dan anaknya maka
> itu malah menjadi dorongan untuk mengorbankan semua
> yang dia sayangi ;untuk memenuhi tuntutan sudutpandang
> tentang kebenaran dan ketidakbenaran yang dianut demi
> perhitungan logika ala sudutpandang tsb tentang
> kemungkinan yang akan terjadi masa depan.
>
> Nah Istiani apa yang kamu lakukan sekarang kepadaku
> adalah mengulangi apa yang dilakukan mantan suamimu
> kepada keluarga besarnya, kamu dan anak kalian ;demi
> arti cinta, care, kasih, dlsb menurut definisi logika
> yang ditanamkan pihak-pihak yang berkepentingan
> kepadanya. Kamu harus menekan perasaanmu sendiri
> (menyangkal diri) untuk memenuhi tuntutan kebenaran
> versi pemikiran, logika sudutpandang tsb demi
> terpenuhinya harapan-harapan di masa depan yang kau
> perhitungkan dengan logika yang ditanamkan oleh pihak
> Hautesurveilance dan Pabrik_T (Nurudin Asyhadie)
> dengan penjelasan penjelasan ideal tentang bentuk care
> yang `seharusnya'.
>
> Yang sejak awal dimulainya proses brainwashing tsb
> kira-kira tiga bulan lalu via chatting gara-gara
> mereka merasa tidak ada jalan lain menaklukan
> kompatiologi selain dengan memanfaatkan kelemahanku
> yaitu ikatan cintaku dengan kamu, dan karena kamu
> memang punya kelemahan yaitu traumamu tentang mantan
> suamimu itu.
>
> Mungkin dengan satu atau dua kali ketemuan yang
> membahas, membuka pemikiran tentang apa yang akan
> terjadi di masadepanmu dan aku yang diceritakan dalam
> konsep sudutpandang mereka agar kamu percaya. Aku
> sendiri terlambat sadar sehingga terlambat
> menyelamatkanmu dari sistem logika sudutpandang tsb
> yang ditanamkan kepadamu hari demi hari dengan bahasa
> yang lebih manis-manis daripada bahasa yang aku
> gunakan.
>
> Lalu apakah yang aku lakukan Cornelia Istiani? Aku
> akan menunggumu, mau berapa lama kamu memainkan
> skenario pemikiran logika kepahlawanan yang ditanamkan
> oleh pihak Hautesurveilance dan `Pabrik_T' (Nurudin
> Asyhadie) kepada kamu demi impian mencapai masa depan
> yang baik menurut versi ajaran tsb. Aku akan
> mengingatkan via sms bahwa aku masih mencintaimu hari
> demi hari, hingga kamu sadar bahwa cinta itu tulus
> ikhlas dan pasrah.
>
> Cinta itu bukanlah ketakutan yang membuat kita harus
> menghayal, berpikir, berhitung tentang resiko-resiko
> di masa depan dengan alat ukur yaitu sudutpandang,
> keyakinan, dogma yang ditanamkan kepada kita oleh yang
> berkepentingan. Kalau kamu sudah meninggalkan
> ketakutan berkedok cinta, care, dlsb itu; kejahatan
> yang dilakukan mantan suamimu kepada kamu dan anakmu,
> kejahatan yang kamu ulangi secara serupa kepadaku;
> Kamu akan melepaskan seluruh ketakutan itu, datang
> kepadaku dengan tulus ikhlas pasrah seperti Istiani
> yang dulu, yang lugu dan pintar-pintar-bodo, kamu
> tidak akan mentanyakan lagi kepadaku apakah aku akan
> meninggalkan kamu, apakah aku akan membohongi kamu,
> tulus, ikhlas, pasrah Istiani. Aku juga tidak bertanya
> bagaimana kamu menghianatiku dengan menjadi kerbau
> dicucuk hidung oleh pihak yang berniat menjatuhkan
> aku. Lalu kita jalani hidup kita sebagai pasangan
> bersama-sama.
>
> --------
>
> Ketika seorang pelaku pembajakan pesawat dengan tujuan
> jihat ditanya oleh korbannya tentang; Mengapa mereka
> menyertakan para korban yang tidak bersalah untuk
> turut mati bersama mereka? Maka para sukarelawan jihat
> tentu menjawab; "Tenang saudaraku, kita akan mati
> sebagai martir dan (di masa depan kita bersama)
> diterima di surga di sisi allah."
>
> Apakah mereka mencintai semua orang? Ya.
> Apakah mereka rela berkorban? Ya.
> Semua itu baik, tetapi sayangnya:
> Mereka takut pada ketidakpastian masa depan…
> Mereka tidak tulus, ikhlas dan pasrah.
>
>
> Ttd,
> Vincent Liong
> Jakarta, Senin, 6 Agustus 2007
>
>
>
>
>
> Kepada Hautesurveilance yang setahu saya selain
> belajar ilmu pikiran, juga belajar tenaga dalam dan
> ilmu-ilmu energi dan metafisika yang beraliran agak
> kanuragan yang masih mementingkan untuk merasa menang
> dengan menjatuhkan pihak lain, lalu memanfaatkan
> segala kemampuannya dengan melibatkan team
> paranormalnya untuk pamer kemampuan.
>
> Seperti bagaimana telah berusaha menjatuhkan Vincent
> Liong dengan memperalat Cornelia Istiani, kemenangan
> anda adalah semu karena anda berhasil merusak
> rumahtangga orang tetapi anda tidak berhasil
> menjatuhkan kompatiologi. Anda berusaha merusak
> rumahtangga orang karena rasa tidak puas anda gagal
> menjatuhkan kompatiologi, ketidakrelaan anda mengakui
> keberadaan kompatiologi yang dalam hati kecil anda
> sudah anda akui.
>
> Sebagai peneliti dan pendiri kompatiologi, sebenarnya
> konflik saya dengan anda adalah di tataran diskusi
> keilmuan kompatiologi. Anda membawanya berusaha
> merusak rumahtangga saya, sehingga anda merasa sebagai
> pendekar yang menundukkan macan yang buas lalu anda
> pamerkan ke orang-orang.
>
> Ada istilah: Yang mau tidak bisa, yang bisa tidak mau.
> Hingga hari ini saya belum menggunakan satupun ilmu
> metafisika, dlsb kemampuan saya yang lain untuk
> menjatuhkan anda. Saya juga tidak merusak keluarga
> anda. Pelajarannya adalah bagaimana berdamai dengan
> diri anda sendiri tentang perasaan memang dan kalah.
>
> Saya bukanlah seorang yang seenaknya sendiri, ingin
> menangnya sendiri seperti yang anda sugestikan kepada
> diri anda, untuk menyemangati perjuangan anda berusaha
> menghancurkan rumahtangga saya. Ada tanggungjawab yang
> harus saya pikul karena ada orang-orang di sekitar
> saya.
>
>
>
> Bagi teman-teman harap berhati-hati dengan kelompok
> "Nurudin Asyhadie" seniman yang suka mempermainkan
> rumahtangga orang lain demi berolahraga pikiran...
>
> Nuruddin Asyhadie, Lahir di Mojokerto, 27 Pebruari
> 1976, beralamatl di "Padepokan Ngawu-awu Langit"
> Karang Bendo CT III/23c, Jl. Kaliurang Km 5 Yogyakarta
> E-mail: asyhadi-@eudoramail.com.
>
> Menamatkan sekolah menengah di SMA Negeri 6 Surabaya,
> lulus 1993/1994 dan kini sedang menyelesaikan
> skripsinya tentang gramatology Jaques Derrida di
> Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta.
>
> Aktif di Teater Sanggar Shalahuddin Yogyakarta, sempat
> menjadi wartawan Yogya Pos, 1995-1996, kini Redaktur
> Jurnal Filsafat Kaca Mata, Kelompok Bermain Kaca Mata
> dan Direktur Riset dan Penerbitan Pabrik Tontonan.
>
> Beberapa sajaknya pernah mendapatkan penghargaan
> sebagai Nominasi Kejuaraan 5 Puisi Kategori Nominasi
> Lomba Cipta Puisi Remaja, Perhimpunan Persahabatan
> Indonesia-Amerika (PPIA) dan Forum Apresiasi Sastra
> Surabaya (FASS), dalam rangka Festival Puisi Indonesia
> XIII (1992), Juara I Lomba Cipta Puisi St. Louis 2 Cup
> I (1993), Pemenang Ketiga Lomba Cipta Puisi
> Se-Indonesia, Teater Kene, Tabanan Bali, (1993),
> Sembilan puisi terbaik Lomba Cipta Puisi Perdamaian
> "Art and Peace" (1999) Wianta Foundation.
>
> Karya-karyanya yang lain Angin Lalu (1994) dipentaskan
> oleh Kelompok Doyan Kerja Surabaya pada tahun yang
> sama. Sastra Jendra (1995) dipentaskan oleh sanggar
> Shalahuddin Yogyakarta pada tahun yang sama. Berapa
> Harga 1 Kg Puisi?, reportoar bersama Kelompok Doyan
> Kerja Surabaya, 1997. Menyingsing Fajar (1993),
> kumpulan puisi bersama 12 penyair muda se-Indonesia,
> diterbitkan oleh Teater Kene, Tabanan Bali.
>
>
> Send instant messages to your online friends
http://au.messenger.yahoo.com
>



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Make a Virtual You

Show your style &

mood in Messenger.

Best of Y! Groups

Check it out

and nominate your

group to be featured.

Yahoo! Mail

Next gen email?

Try the all-new

Yahoo! Mail Beta.

.

__,_._,___

Balasan: Re: [psikologi_transformatif] satu pertanyaan lagi buat mas Tomy

Dear Mas Tomy...
 
ora ono opo2...emang sih gak pernah bilang apa2...
hanya ketawa aja bawaannya pas lagi ngomong...
ngalor ngidul, atas bawah ...aduh rame banget gak bakal habis deh topiknya,
yang ini mas tomy....tolong di jawab
----> sei carino!!! ti voglio bene da morire bello, tanti baci grande grande a te <------
 
gimana udah ada belum jawabannya???
/Lu2


Tomy T <tomigant@yahoo.com> wrote:
ono opo lulu......?
kl aq memang pernah bilang sesuatu? :)
bener Lu, knapa harus di pedulikan hal-hal yang tidak penting....
menjawab yang mana?  
aq iki ora ngertos opo opo lho luuuuuuu
:)
tomy
 
 


----- Original Message ----
From: lulu <lu2_mm@yahoo.co.id>
To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
Sent: Sunday, August 5, 2007 4:48:34 PM
Subject: [psikologi_transformatif] satu pertanyaan lagi buat mas Tomy

Mungkin banyak hal yang membuat lu2 ingin selalu tau..
ada yang bilang lu2 sok keminter, bego, dan selalu usil dengan hal yang baru..
apapun alasannya lu2 sih gak mau peduli...
nah untuk yang satu ini, mungkin mas tomy T bisa bantu menjawabnya ...???
 
 
che sei carino!!! ti voglio bene da morire bello, tanti baci grande grande a te
 
/Lu2

Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com


Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your face in

Messenger & more.

Y! Messenger

Files to share?

Send up to 1GB of

files in an IM.

Yahoo! Groups

Your one stop

for beauty & fashion

tips and advice.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] pelajaran dari vincent dan haute

vincent yang baik,
saya ingin memberi komentar atas perselisihanmu dengan kubu haute...
konfik anda adalah berkah untuk saya...
dari perdebatan yang berlangsung selama ini.
saya bisa belajar.. bayak hal.

dari vincent group dan haute dkk. saya bersyukur bisa mendapat pelajaran :

-tehnik mencari perhatian...
-cara mengalahkan orang pintar dengan memancing emosinya...
-praktek topo micek dan topo mbudeg...
-tehnik bersandiwara..
- ilmu pewayangan...( karakter )
- ilmu berpantun...
- rasional vs. irasional....
- sebaik apapun orang ada jahatnya ,sejahat apapaun orang ada baiknya.
- humor yang luar biasa..
- normal vs. kegilaan

saya berterima kasih pada vincent dkk,
saya berterima kasih juga pada haute dkk.

saya jadi inget wayang kulit
peran jahat dan peran baik sama penting dan berharganya...

dan hanya penonton/pengamat yang bisa melihat berkah di dalam suatu
permainan...

akhirnya...
konfik anda dan haute mau terus ato berhenti,,,

saya tetap mengucap syukur kepada penyedia milis psiko trans....

semoga milis psiko - trans..
tetep asik dan tambah penduduknya..

ada komentar ????
salam,
edy susanto
pekalongan- jawa tengah.

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, 987654321 1234567
<x69xx96x@...> wrote:
>
>
>
> Note: forwarded message attached.
>
> ---------------------------------
> Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone
who knows.
> Yahoo! Answers - Check it out.
>
> ---------------------------------
> Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see
what's on, when.
> Perhitungan Logika Untung-Rugi dan Perasaan yang
> Ikhlas-Pasrah
> Ditulis oleh: Liong Vincent Christian / Vincent Liong
>
>
>
> Buat Cornelia Istiani yang kucintai…
>
> Aku ingat ketika mendengar ceritamu dulu ketika mantan
> suami elo meninggalkan dirimu dan anak kalian Kefas.
> Ketika itu mantan suamimu mendapat ajakan bermain
> pikiran dengan logikanya dengan perangkat tolak-ukur
> suatu sudutpandang yang ditanamkan sekelompok orang
> islam garis keras kepadanya.
>
> Pikiran selalu bicara tentang apa yang dianggap logis
> menurut sudutpandang yang dianut dengan tidak
> memperdulikan perasaan seperti dengan mudahnya
> Hautesurveilance mempermainkan perasaan orang dan
> tanpa merasa atau dengan sengaja memutuskan hubungan
> dengan diri sendiri yang subjective ; semua diamati
> objective saja secara tidak bertanggungjawab (tanpa
> kesadaran bahwa diri sendiri itu ada di dalam arena /
> subjektif) dengan mengatakan bahwa itu adalah olahraga
> pikiran. Saya care maka saya mengajak anda turut
> berolahraga agar pikiran anda sehat begitu logikanya.
>
> Kembali ke soal mantan suamimu Istiani: Ketika saatnya
> mantan suamimu datang dengan mencacimaki keluarga
> besarnya sendiri sebagai pendosa karena tidak beragama
> yang sama, dengan sudutpandang baru, logika baru yang
> dianutnya, menyalahkan kamu dan tidak mengakui anaknya
> sendiri gara-gara menurut logikanya hal itu tidaklah
> logis dalam perhitungan ala logika tsb. Pikiran dan
> logikanya selalu bicara tentang untung rugi; Untung
> rugi tersebut dibandungkan dengan apa yang dianggap
> baik dan tidak baik menurut sudutpandang yang dianut
> dan bagaimana kemungkinan-kemungkinannya di masa depan
> lalu dibandingkan lagi dengan titik pembanding yaitu
> baik dan buruk yang menjadi sudutpandang keyakinannya.
>
>
> Saat itu mantan suamimu tentunya sadar penuh bahwa dia
> menyayangi keluarga besarnya, kamu, dan anaknya maka
> itu malah menjadi dorongan untuk mengorbankan semua
> yang dia sayangi ;untuk memenuhi tuntutan sudutpandang
> tentang kebenaran dan ketidakbenaran yang dianut demi
> perhitungan logika ala sudutpandang tsb tentang
> kemungkinan yang akan terjadi masa depan.
>
> Nah Istiani apa yang kamu lakukan sekarang kepadaku
> adalah mengulangi apa yang dilakukan mantan suamimu
> kepada keluarga besarnya, kamu dan anak kalian ;demi
> arti cinta, care, kasih, dlsb menurut definisi logika
> yang ditanamkan pihak-pihak yang berkepentingan
> kepadanya. Kamu harus menekan perasaanmu sendiri
> (menyangkal diri) untuk memenuhi tuntutan kebenaran
> versi pemikiran, logika sudutpandang tsb demi
> terpenuhinya harapan-harapan di masa depan yang kau
> perhitungkan dengan logika yang ditanamkan oleh pihak
> Hautesurveilance dan Pabrik_T (Nurudin Asyhadie)
> dengan penjelasan penjelasan ideal tentang bentuk care
> yang `seharusnya'.
>
> Yang sejak awal dimulainya proses brainwashing tsb
> kira-kira tiga bulan lalu via chatting gara-gara
> mereka merasa tidak ada jalan lain menaklukan
> kompatiologi selain dengan memanfaatkan kelemahanku
> yaitu ikatan cintaku dengan kamu, dan karena kamu
> memang punya kelemahan yaitu traumamu tentang mantan
> suamimu itu.
>
> Mungkin dengan satu atau dua kali ketemuan yang
> membahas, membuka pemikiran tentang apa yang akan
> terjadi di masadepanmu dan aku yang diceritakan dalam
> konsep sudutpandang mereka agar kamu percaya. Aku
> sendiri terlambat sadar sehingga terlambat
> menyelamatkanmu dari sistem logika sudutpandang tsb
> yang ditanamkan kepadamu hari demi hari dengan bahasa
> yang lebih manis-manis daripada bahasa yang aku
> gunakan.
>
> Lalu apakah yang aku lakukan Cornelia Istiani? Aku
> akan menunggumu, mau berapa lama kamu memainkan
> skenario pemikiran logika kepahlawanan yang ditanamkan
> oleh pihak Hautesurveilance dan `Pabrik_T' (Nurudin
> Asyhadie) kepada kamu demi impian mencapai masa depan
> yang baik menurut versi ajaran tsb. Aku akan
> mengingatkan via sms bahwa aku masih mencintaimu hari
> demi hari, hingga kamu sadar bahwa cinta itu tulus
> ikhlas dan pasrah.
>
> Cinta itu bukanlah ketakutan yang membuat kita harus
> menghayal, berpikir, berhitung tentang resiko-resiko
> di masa depan dengan alat ukur yaitu sudutpandang,
> keyakinan, dogma yang ditanamkan kepada kita oleh yang
> berkepentingan. Kalau kamu sudah meninggalkan
> ketakutan berkedok cinta, care, dlsb itu; kejahatan
> yang dilakukan mantan suamimu kepada kamu dan anakmu,
> kejahatan yang kamu ulangi secara serupa kepadaku;
> Kamu akan melepaskan seluruh ketakutan itu, datang
> kepadaku dengan tulus ikhlas pasrah seperti Istiani
> yang dulu, yang lugu dan pintar-pintar-bodo, kamu
> tidak akan mentanyakan lagi kepadaku apakah aku akan
> meninggalkan kamu, apakah aku akan membohongi kamu,
> tulus, ikhlas, pasrah Istiani. Aku juga tidak bertanya
> bagaimana kamu menghianatiku dengan menjadi kerbau
> dicucuk hidung oleh pihak yang berniat menjatuhkan
> aku. Lalu kita jalani hidup kita sebagai pasangan
> bersama-sama.
>
> --------
>
> Ketika seorang pelaku pembajakan pesawat dengan tujuan
> jihat ditanya oleh korbannya tentang; Mengapa mereka
> menyertakan para korban yang tidak bersalah untuk
> turut mati bersama mereka? Maka para sukarelawan jihat
> tentu menjawab; "Tenang saudaraku, kita akan mati
> sebagai martir dan (di masa depan kita bersama)
> diterima di surga di sisi allah."
>
> Apakah mereka mencintai semua orang? Ya.
> Apakah mereka rela berkorban? Ya.
> Semua itu baik, tetapi sayangnya:
> Mereka takut pada ketidakpastian masa depan…
> Mereka tidak tulus, ikhlas dan pasrah.
>
>
> Ttd,
> Vincent Liong
> Jakarta, Senin, 6 Agustus 2007
>
>
>
>
>
> Kepada Hautesurveilance yang setahu saya selain
> belajar ilmu pikiran, juga belajar tenaga dalam dan
> ilmu-ilmu energi dan metafisika yang beraliran agak
> kanuragan yang masih mementingkan untuk merasa menang
> dengan menjatuhkan pihak lain, lalu memanfaatkan
> segala kemampuannya dengan melibatkan team
> paranormalnya untuk pamer kemampuan.
>
> Seperti bagaimana telah berusaha menjatuhkan Vincent
> Liong dengan memperalat Cornelia Istiani, kemenangan
> anda adalah semu karena anda berhasil merusak
> rumahtangga orang tetapi anda tidak berhasil
> menjatuhkan kompatiologi. Anda berusaha merusak
> rumahtangga orang karena rasa tidak puas anda gagal
> menjatuhkan kompatiologi, ketidakrelaan anda mengakui
> keberadaan kompatiologi yang dalam hati kecil anda
> sudah anda akui.
>
> Sebagai peneliti dan pendiri kompatiologi, sebenarnya
> konflik saya dengan anda adalah di tataran diskusi
> keilmuan kompatiologi. Anda membawanya berusaha
> merusak rumahtangga saya, sehingga anda merasa sebagai
> pendekar yang menundukkan macan yang buas lalu anda
> pamerkan ke orang-orang.
>
> Ada istilah: Yang mau tidak bisa, yang bisa tidak mau.
> Hingga hari ini saya belum menggunakan satupun ilmu
> metafisika, dlsb kemampuan saya yang lain untuk
> menjatuhkan anda. Saya juga tidak merusak keluarga
> anda. Pelajarannya adalah bagaimana berdamai dengan
> diri anda sendiri tentang perasaan memang dan kalah.
>
> Saya bukanlah seorang yang seenaknya sendiri, ingin
> menangnya sendiri seperti yang anda sugestikan kepada
> diri anda, untuk menyemangati perjuangan anda berusaha
> menghancurkan rumahtangga saya. Ada tanggungjawab yang
> harus saya pikul karena ada orang-orang di sekitar
> saya.
>
>
>
> Bagi teman-teman harap berhati-hati dengan kelompok
> "Nurudin Asyhadie" seniman yang suka mempermainkan
> rumahtangga orang lain demi berolahraga pikiran...
>
> Nuruddin Asyhadie, Lahir di Mojokerto, 27 Pebruari
> 1976, beralamatl di "Padepokan Ngawu-awu Langit"
> Karang Bendo CT III/23c, Jl. Kaliurang Km 5 Yogyakarta
> E-mail: asyhadi-@eudoramail.com.
>
> Menamatkan sekolah menengah di SMA Negeri 6 Surabaya,
> lulus 1993/1994 dan kini sedang menyelesaikan
> skripsinya tentang gramatology Jaques Derrida di
> Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta.
>
> Aktif di Teater Sanggar Shalahuddin Yogyakarta, sempat
> menjadi wartawan Yogya Pos, 1995-1996, kini Redaktur
> Jurnal Filsafat Kaca Mata, Kelompok Bermain Kaca Mata
> dan Direktur Riset dan Penerbitan Pabrik Tontonan.
>
> Beberapa sajaknya pernah mendapatkan penghargaan
> sebagai Nominasi Kejuaraan 5 Puisi Kategori Nominasi
> Lomba Cipta Puisi Remaja, Perhimpunan Persahabatan
> Indonesia-Amerika (PPIA) dan Forum Apresiasi Sastra
> Surabaya (FASS), dalam rangka Festival Puisi Indonesia
> XIII (1992), Juara I Lomba Cipta Puisi St. Louis 2 Cup
> I (1993), Pemenang Ketiga Lomba Cipta Puisi
> Se-Indonesia, Teater Kene, Tabanan Bali, (1993),
> Sembilan puisi terbaik Lomba Cipta Puisi Perdamaian
> "Art and Peace" (1999) Wianta Foundation.
>
> Karya-karyanya yang lain Angin Lalu (1994) dipentaskan
> oleh Kelompok Doyan Kerja Surabaya pada tahun yang
> sama. Sastra Jendra (1995) dipentaskan oleh sanggar
> Shalahuddin Yogyakarta pada tahun yang sama. Berapa
> Harga 1 Kg Puisi?, reportoar bersama Kelompok Doyan
> Kerja Surabaya, 1997. Menyingsing Fajar (1993),
> kumpulan puisi bersama 12 penyair muda se-Indonesia,
> diterbitkan oleh Teater Kene, Tabanan Bali.
>
>
> Send instant messages to your online friends
http://au.messenger.yahoo.com
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your face in

Messenger & more.

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals

w/ Real Food lovers.

Official Samsung

Yahoo! Group for

supporting your

HDTVs and devices.

.

__,_._,___