Selasa, 07 Agustus 2007

[psikologi_transformatif] 5- Tentang Vincent Liong: Proyeksi Kelemahan Diri Vincent pada orang lain

Vincent:
Kau sudah membayar uang sekolah dengan mahal; kehilangan gengsimu sebagai wakil kompatiologi, kehilangan sahabat dekat yang menyayangi dan mempercayaimu, kehilangan harga diri di depan orang-orang berlatarbelakang pendidikan resmi, kehilangan pihak yang kau kira mendukungmu, lalu kehilangan kondisi yang baik dari maillistmu sendiri Psikologi_Transformatif.
 
Audifax:
Nah, ini ada pelajaran psikologi proyeksi. Coba kita bedah satu-satu.
 
Kau sudah membayar uang sekolah dengan mahal
So? Kenapa? Audifax sudah membayar uang sekolah mahal dan menyelesaikan sekolahnya dengan baik. Tidak ada masalah kan?
Tapi coba kita lihat bagaimana keadaannya jika kalimat itu dikontekskan pada yang mengucapkan.
Vincent sudah membayar uang sekolah mahal (Uang pangkal, uang semester, biaya ini itu, belum lagi mesti didului ngemis rekomendasi). Lalu hasilnya? Drop Out! Nah, masalah kan? berarti kalimat "Kau sudah membayar uang sekolah dengan mahal" ini adalah bentuk proyeksi masalah yang sebenarnya ada pada Vincent sendiri.
 
kehilangan gengsimu sebagai wakil kompatiologi
Gengsi sebagai wakil kompatiologi? Sejak kapan eksistensi Audifax dibangun dari kompatiologi? Coba cari kalau ada satu saja tulisanku yang mengatakan bahwa aku adalah kompatiolog. Tapi coba lihat ada berapa tulisan kompatiologinya Vincent yang mencantum-cantumkan Audifax.
 
Vincent Liong dan Kompatiologilah yang kehilangan gengsi setelah ditinggal Audifax
 
kehilangan sahabat dekat yang menyayangi dan mempercayaimu
Ini juga bukan aku yang kehilangan, melainkan dirimu Cent. Bahkan kehilanganmu bukan hanya kehilangan aku, tapi juga Isti dan yang lain.
 
kehilangan harga diri di depan orang-orang berlatarbelakang pendidikan resmi
Aku? Ah, asal kamu tahu saja justru beberapa bukuku digunakan sebagai contoh analisis di institusi pendidikan resmi oleh para pakar semiotika seperti Yasraf dan Kris Budiman. Saat inipun aku diminta memberikan pengantar untuk sebuah novel yang akan diterbitkan Gramedia. Dan tulisanku bakal terbit dalam buku kumpulan esei bersama Forum Studi Kebudayaan Institut Teknologi Bandung.
 
Tapi dirimu Cent? Jelas kalimatmu itu lebih cocok untuk dirimu. Kamulah yang kehilangan harga diri di depan orang-orang berlatarbelakang pendidikan resmi. Kenapa? Bukan hanya karena kamu ke-DO, tapi juga karena tidak cukup ada otak dan kerendahhatian untuk belajar dalam dirimu.
 
kehilangan pihak yang kau kira mendukungmu
Ini juga cocok untukmu Cent! Kemana semua kompatiolog dan orang-orang yang kau klaim sebagai grupnya Vincent Liong itu sekarang? Mana mereka ketika kau dihantam sana-sini?
 
kehilangan kondisi yang baik dari maillistmu sendiri Psikologi_Transformatif
Ini juga lebih cocok untukmu Cent. Tidak ada kondisi baik yang hilang dari milis Psikologi Transformatif, malah barangkali justru banyak orang merasa lebih baik jika tidak ada orang petentang-petenteng dengan surat peringatan dan melakukan penipuan publik.
 
Tapi yang jelas hilang adalah 'kondisi baik Kompatiologi'. Bisa kamu lihat Cent, respek orang terhadap kompatiologi hilang. Dan itulah kehilangan besar-besaran darimu Cent.
 
Kehilangan akibat ulahmu sendiri.
 
 
 
Vincent:
Jangan kau menyia-nyiakannya lagi dirimu...
Tidak ada yang terlambat untuk memulai...
 
Aku tidak bisa membantumu lagi karena itu pilihanmu,
bawalah dirimu baik-baik...
 
Audifax:
Persis kalimatmu itulah yang harus kau resapi Cent.
Jika keadaan makin memburuk dan serangan-serangan ke arahmu akan semakin tajam (dan ini bacaanku atas data yang ada di aku tapi tak ada di dirimu), pesanku: bawalah dirimu baik-baik...karena aku tidak bisa membantumu lagi.
 
 
Vincent:
Masalahnya di sini adalah Audifax kurang perhitungan dalam merencanakan tukar guling posisi ketika secara sengaja mengorbankan Vincent Liong di hari ulangtahun Vincent Liong ke-22 dengan tujuh email (7 kado buat Vincent Liong) untuk menjatuhkan pribadi Vincent Liong untuk membtuktikan kesetiaan diri pada pihak-pihak pendidikan ilmu sosial mainstream termasuk Psikologi yang bersama dengan Vincent Liong dibantai oleh Audifax selama beberapa tahun terakhir mulai dari email-email awal yang membahas Kode Etik Psikologi.
 
Audifax:
Pertama: Bukan Audifax yang salah perhitungan, tapi Vincent Lionglah yang salah perhitungan. Dikira setelah Vincent Liong memberi surat peringatan pada Manneke dan Pabrik T serta membanned Pabrik T, Audifax bisa diajak sekongkol untuk menyetujui fiksi alasan yang dibuat Vincent, yaitu oneliner. Ternyata Audifax tidak setuju dengan orang yang bisanya Cuma petentang-petenteng dengan surat peringatan sehingga alih-alih didukung, malah Vincent Liong yang dicopot dari moderator...maluuu dech si Vincent. Keadaan tambah buruk, ketika Pabrik T membalas menghabisi Vincent.
 
Kedua: Membuktikan kesetiaan pada psikologi mainstream? Ha..ha..ha...ini bentuk proyeksi sakit hatimu karena didrop out Psikologi Mainstream?
 
Ketiga: kalimat Vincent: bersama dengan Vincent Liong dibantai oleh Audifax selama beberapa tahun terakhir adalah TIDAK BENAR! Audifax melakukan pengkritisan sendiri, misalnya melalui tulisan "In-the-name-of-the-psyhcology", Psikologi dan Lingkaran kekuasaan, dll, dan mempertahankan argumennya sendiri. Vincent Liong numpang kritis dengan memfwd tulisan saya kemana-mana.
 
Dan ada beda antara kritis yang dilakukan Audifax dengan Vincent. Saya mengkritisi, misalnya Alat Tes Psikologi, karena saya menguasai alat itu. Pernah mengambil mata kuliahnya dan lulus dengan angka baik. Lalu, dalam kondisi menguasai dan tahu kelemahan, saya mengkritisi.
 
Sedangkan Vincent. Numpang mengkritisi, karena TIDAK MAMPU MENGUASAI. Misalnya ketidakmampuannya menguasai metodologi penelitian (mesti mengulang berkali-kali)...ya jelas tidak bisa wong analisisnya ngawur dan modal tebakan doang. Lalu karena tidak mampu, mengkritisi yang tak mampu dikuasainya itu.
 
Vincent:
mengambil resiko bilamana Audifax berulah di masa yang akan datang untuk membantu koneksi agar Audifax bisa diterima dan mendapat posisi yang layak di lingkungan kelembagaan Universitas Indonesia.
 
Audifax:
Yang jelas data di realitas adalah:
1. Vincent dulu punya obsesi masuk psikologi UI, karena UI tidak bisa ditekan model surat rekomendasi, maka akhirnya masuk psikologi Atmadjaya
2. Yang pernah punya obsesi mengajar kompatiologi di UI, ya Vincent Liong ini. Berkali-kali dulu Vincent nelpon, dengan kalimat pertanyaan: "Di, bisa enggak entar gue ngajar kompatiologi di UI?". Saking pengennya mendapat perhatian oleh Fapsi UI, maka dipacarilah dosen UI dan dimanfaatkan imelnya untuk mem-bomb mailkan kompatiologi di milis dosen Fapsi UI
 
Vincent;
Tentunya dengan mengatasi masalah-masalah misalnya ketidaksukaan pihak fakultas Psikologi Universitas Indonesia yang sempat membatalkan peluncuran salahsatu buku karya Audifax secara sepihak tanpa pemberitahuan karena sejarah hitam keterlibatan Audifax dalam membela Edy Suhardono yang sebenarnya bukan konflik Audifax, tetapi Audifax melibatkan diri secara sadar-tidak-sadar secara sukarela menjadi tameng dan pedang bagi pihak Edy Suhardono dalam menghadapi orang-orang di kelembagaan Psikologi mainstream lebih aktif daripada Edy Suhardono-nya sendiri.
 
Audifax:
Pertama ini pembusukan Fapsi UI juga karena belum pernah ada cerita Fapsi UI membatalkan peluncuran buku Audifax. Wong bukuku sudah meluncur dan ada di toko buku kok. Ini model tebak-tebakan yang misleading dan tidak ada bukti, namun mendiskreditkan UI seolah UI menyabotase peluncuran buku Audifax. Dengan ini saya mengklarifikasi bahwa Vincent Liong mengada-ada untuk sesuatu yang tidak diketahuinya dengan jelas.
 
Kedua, Vincent juga tidak tahu apa-apa mengenai apa kasus Edy Suhardono dan bagaimana posisi saya di situ tapi sok tahu. Inilah salah satu model tebak-tebakan kompatiologi, yang sebenarnya digunakan menutupi cacat pikiran Vincent Liong
 
Vincent:
Saya, Manneke Budiman, Pabrik_T, Haute, dlsb memiliki posisi kubu yang konsisten. Saya sendiri terhadap fakultas Psikologi di posisi yang aman karena konflik yang terjadi ada bukan karena; masalah pribadi, politik kutu loncat, dlsb ;melainkan karena konsistensi masing-masing pihak terhadap posisinya masing-masing yang dibela dan diperjuangkan. Di luar masalah itu secara pribadi saya masih bisa bersahabat dengan pribadi mereka. Audifax di posisi sulit karena sadar secara penuh ada di posisi Psikologi Mainstream, tetapi karena kebiasaan politik kutu loncat-nya untuk mendapatkan rasa aman dari pihak yang dibela, secara sadar tidak sadar memainkan politik yang melawan kubunya, posisinya, dirinya sendiri.
 
Audifax:
Oo..salah besar Cent. Justru posisimulah yang sekarang tidak aman. Setelah kamu di milis Psikologi Transformatif kamu dibantai habis-habisan dan kehilangan segalanya, sekarang kamu tinggal menunggu pihak-pihak lain yang menyusul membantaimu. Termasuk dari Psikologi Mainstream. Kamu sekarang ibarat terjun bebas dan banyak senapan diarahkan kepadamu dari berbagai tempat yang tak kau ketahui.
 
Vincent:
Pabrik_T dan Haute menyerang kompatiologi atas dasar care (kepedulian). Yang tidak bisa saya terima adalah cara mereka melakukannya, Masalah cara bisa saja diperbaiki di masa yang akan datang sehingga dari musuh bisa jadi sahabat dalam jangka waktu tertentu, semua hanya menunggu waktunya.
 
Audifax:
Ha..ha..ha...coba lihat siapa yang tidak konsisten? Siapa yang cari teman? Siapa yang cari perlindungan?
 
Lalu kenapa juga cara mereka mesti diperbaiki? Kenapa bukan kamu yang memperbaiki dirimu lebih dulu?
 
 
 


Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on, when.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your face in

Messenger & more.

Yahoo! Mail

Next gen email?

Try the all-new

Yahoo! Mail Beta.

Yahoo! Groups

Get info and support

on Samsung HDTVs

and devices.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] 4 - Tentang Vincent Liong: Proyeksi Kelemahan Diri Vincent pada orang lain

Vincent:
Audifax, kau telah banyak membuang waktumu. Dengan cara seperti ini kau tidak akan pernah bisa mengaktualisasikan dirimu untuk menjadi orang seutuhnya. Masalahnya, yang menggerakkanmu adalah rasa takut tidak terlindungi, bukan konsistensi dirimu pada posisimu sebagai diri yang memliki peran tertentu dalam masyarakat.
 
Nah, sekarang yang ada hanyalah kau dan maillist itu (psikologi_transformatif). Tidak ada Pabrik_T, tidak juga Manneke dan Ratih Ibrahim.
 
Audifax:
Cent, justru nasehat itu mesti kau telan dulu sebelum kau muntahkan ke orang lain. Memangnya kapan kau bisa mengaktualisasikan dirimu seutuhnya?
 
Di Kick Andy kau menyebut "Sebenarnya saya ini penulis". Nulis apa Cent? Nulis ngawur di milis? Atau tulisanmu di antologi Pram itu? (Yang sangat kuragukan itu tulisanmu sendiri) Atau "Berlindung di Bawah Payung"-mu itu?
 
Kamulah yang banyak membuang waktu dengan kebodohanmu dan TIDAK EKSIS/TERAKTUALISASI sebagai penulis!
 
Vincent:
Siapakah dirimu Audifax ?
 
Tentukanlah, rumuskanlah, lalu bangunlah dirimu tanpa ketakutan-ketakutan yang membuat kau berputar di ruangan yang sama seperti yang telah kaulakukan dalam sejarahmu.
 
Dan Aku sebagai pendidik, penanggungjawab Kompatiologi dan orang-orang didalamnya bertanggungjawab untuk mendidik. Mendidik kamu dan yang lain agar belajar menghadapi realita dengan bersikap tegas bukan atas dasar kebencian; agar kamu tidak berputar-putar, tenggelam dalam permainan yang kau jalani atas dasar ketakutanmu.
 
Audifax:
Justru pertanyaan siapakah dirimu itu yang cocok untukmu?
Siapa Vincent Liong? Penulis? Wong gak karyanya gak eksis
Anak Indigo? Menolak disebut Indigo..eh tapi manfaatin juga disebut Indigo
Pemikir? Wong mikir tidak mampu kok disebut pemikir
Psikologi? Wong ke-DO
Penemu? Nemu apa? Wong barang sudah ada kok diklaim penemuan
 
Dan sekarang segala yang kamu bangun hancur pula...mau disebut apa dirimu Cent?
Bukankah justru sekarang ini ketakutanmu terbesar? Takut tidak bisa cari duit buat sekedar hidup? Seperti dulu sering kau tanyakan padaku?
 
Vincent:
Cinta itu ada atas dasar ketulusan, rela berkorban, rela kau benci, rela kau sakiti. Rela
melihatmu berkembang ketika saat itu kau tidak lagi mengenalku sebagai teman. Bangunlah, jalani hidupmu, tinggalkan ketakutan yang selama ini menjadi dorongan hidup.
 
Audifax:
Cent...justru kamu yang mestinya bangun dan menjalani hidupmu. Sudahlah, kamu memang tidak ditakdirkan punya cukup otak untuk menjadi peneliti, penemu, pemikir...gak usah mekso. Terima diri apa adanya saja. Masih banyak kerjaan lain. Berdagang, asuransi, jaga parkir, atau yang kelihatan nyata sebagai bakatmu: ngemis!
 


Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Share Your Style

Show your face in

Messenger & more.

Yahoo! Mail

Drag & drop

With the all-new

Yahoo! Mail Beta

Fashion Groups

on Yahoo! Groups

A great place to

connect and share.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] 3 - Tentang Vincent Liong: Proyeksi Kelemahan Diri Vincent Liong pada Orang Lain

Vincent:
Tetapi apakah Manneke Budiman dan Pabrik_T membelamu sepenuh hati ? Mereka ada saat mereka berkepentingan; Saat Manneke membahas Feminisme dan kau mendukungnya, saat Pabrik_T berniat membabat habis kompatiologi dan kau mau membalas sakithatimu padaku. Ketika kau tidak membela Feminisme aliran Manneke maka dia pun mundur, Pabrik_T pun akan mundur ketika tidak ada yang perlu dikalahkan karena Vincent Liong menyatakan kalah. Yeng tersisa adalah puing-puing pertempuran itu di maillistmu psikologi_transformatif yang menjadi tempat membuang sampah bagi mereka yang membutuhkan rekreasi pelepasan emosi Manneke Budiman, Pabrik_T, Ratih Ibrahim, dlsb adalah penulis yang baik dimanapun tempatnya kecuali di maillist psikologi_transformatif. Mereka tidak salah, kau yang menjual sehingga mereka membeli.
 
Audifax:
Ha..ha...ini kalau kita mau belajar proyeksi, paling bagus kasusnya ya Vincent Liong ini.
Coba kita lihat satu-satu:
Yeng tersisa adalah puing-puing pertempuran itu di maillistmu psikologi_transformatif yang menjadi tempat membuang sampah bagi mereka yang membutuhkan rekreasi pelepasan emosi Manneke Budiman, Pabrik_T, Ratih Ibrahim, dlsb
Cent, sadar Cent...lihat realita. Tuhhh..lihat gimana si Adhi, Tuuh lihat gimana si Rio, dan lihat bener-bener apa yang terjadi di milis Psikologi Transformatif dan imbasnya bagi kompatiologimu
 
KOMPATIOLOGILAH YANG TINGGAL PUING-PUING. Milis Psikologi Transformatif? Tetep asik-asik aja tuh buat yang lain. Emang sih, buat kompatiolog yang gak enak, apalagi buat dirimu.
 
Dan justru tempat orang latihan nembak sekarang yang menyasar puing-puing kompatiologi ini. Termasuk menyasari kebodohan demi kebodohan darimu.
 
Tapi ya nggak salah juga, kan seperti katamu: Kamu yang menjual Cent, mereka membeli!
 
Vincent:
Baik Vincent Liong, Manneke Budiman dan Pabrik_T adalah orang yang solid (bulat utuh) karena mereka ada pada tempatnya masing-masing; Mereka ada bukan karena dorongan emosi, kebencian, rasa iri, keputusasaan. Mereka ada karena masing-masing dari mereka harus mengisi tempatnya masing-masing dan menjalankan fungsi keberadaan mereka dalam masyarakat.
 
Tidak seperti kamu yang membentuk peganganmu dengan membela Edy Suhardono sehingga terjeblos bermusuhan dengan Fakultas Psikologi. Bermusuhan dengan Fakultas Psikologi sehingga menjadi bagian dari Group Vincent Liong dan Kompatiologi
 
Audifax:
Ha..ha..ini model sok tahu. Nggak usah sok tahu dengan sikapku dalam kasus Edy Suhardono-lah..
 
Dan tidak ada pegangan yang kuperlukan karena aku bisa berdiri di atas kakiku sendiri Cent! Tidak seperti dirimu yang sudah setua ini segala macem masih belum bisa. Sampe untuk meninggalkanmu keluar negeri saja papa mamamu mesti nitip rumah ke aku.
 
Dan sejak kapan aku minta perlindunganmu dan kompatiologi?
Bagaimana logikanya kamu bisa melindungiku wong melindungi dirimu sendiri saja tidak bisa? Coba lihat, kalau kamu bisa melindungi dirimu dan kompatiologimu, jelas dirimu dan kompatiologi tidak akan jadi puing2 seperti sekarang tho?
 
Dorongan benci, iri, emosi, putus asa?
Coba berkaca, barangkali Iwan mau memegangkan cermin untukmu:
- Siapa yang membenci ilmu sosial gara-gara dirinya di-DO dari Atmadjaya?
- Siapa yang membenci sekolah gara-gara dirinya di-DO dan selalu gagal di sekolah?
- Siapa yang emosi dan teriak-teriak di teleponnya Nurudin?
- Siapa yang iri karena dirinya tidak cukup punya otak untuk mendapatkan satu gelar 'S'pun lantas menjelekkan orang yang punya gelar 'S'?
- Siapa yang sekarang putus asa karena satu2nya harapanmu untuk diakui di ilmu pengetahuan telah hancur berkeping-keping.
 
Wan!!! Pegang cermin untuk orang yang kau anggap adikmu ini!!
 
Vincent:
Ingin dilindungi oleh orang-orang berlatarbelakang lembaga pendidikan resmi yang pernah kau musuhi dalam sejarahmu, sehingga menunjukkan keseriusanmu dengan mengorbankan Group Vincent Liong dan Kompatiologi.
 
Audifax:
Ha..ha..ha...sudah kukatakan Cent. Aku bukan tipikal orang yang perlu dilindungi ini itu oleh institusi resmi. Aku bisa berdiri di kakiku sendiri. Wong sejauh ini reputasiku kudapat bukan atas dukungan institusi resmi kok.
 
Tapi kalau Vincent Liong dan Kompatiologi sekarang hancur berkeping-keping, itu ya karena ulahmu sendiri.
 
Mau lempar tanggung jawab tha Cent?
 
Vincent:
Sekarang kau sendirian, kemana engkau mau pergi setelah semuanya pergi ?
 
Selama kau bertingkahlaku seperti ini tidak ada satupun orang yang menghargai dan menghormatimu sebagai orang, semua orang akan menilaimu sebagai alat yang tersedia sehingga bisa dipakai ketika perlu, lalu setelah itu ditinggalkan.
 
Audifax;
Ups..ups..ups...sendirian? semuanya pergi? Siapa? Kok jadi aku yang dibilang sendiri? Kok jadi kesendirianmu kau proyeksikan ke aku?
 
Aku tidak pernah dan tidak perlu merasa sendiri. Seperti Lulu terakhir meneleponku dan mengatakan bahwa diriku tak pernah sendiri. Tapi dirimu?
 
Bukannya sekarang justru dirimu yang sendirian? Setelah kutinggal, juga ditinggal yang lain? Ditinggal Istiani, eh?
 
Pernah kau refleksikan, kenapa waktu terakhir (Maret 2007) lalu kau mengajakku ke Atmadjaya, dari gerbang masuk, sampai duduk di kantin yang ada ratusan anak nongkrong, tidak ada yang menyapamu lebih dulu? Inget waktu kamu ngemis2 minta dimasukkan kelompok kerja salah satu mata kuliah pada anak angkatan bawahmu?
 
Coba ngaca, siapa yang sendiri dan ditinggalkan?
 
Kamulah yang harus memikirkan tingkah lakumu, supaya kamu dihargai. Supaya kamu tidak dibinatang-binatangkan (atau justru lebih direndahkan dari binatang?)
 
 


Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your style in

Messenger & more.

Yahoo! Mail

Next gen email?

Try the all-new

Yahoo! Mail Beta.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: judi, kemarahan dan kebencian tak akan pernah terhenti kecuali saya mau

Itu seh sampeyan.
Tomi Ganteng Gigolo Gilgames..
Udah jadi korban tante yang keberapa kali mas ?

:)

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Tomy T <tomigant@...>
wrote:
>
> satu lagi...
> Gigolo
> hihihih
> :)
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: gotholoco <gotholoco@...>
> To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> Sent: Tuesday, August 7, 2007 7:16:13 AM
> Subject: [psikologi_transformatif] Re: judi, kemarahan dan kebencian
tak akan pernah terhenti kecuali saya mau
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Berbahagialah mereka-2 yang initial nama depannya
berawalan "G", itu
>
> kalau dari segi ontosorohlogi, artinya menandakan ciri orang pinter dan
>
> cerdas. Misalnya Goen, Ghozan, Gotho, Galileo.
>
> :)
>
> hati-2 kalau nama depannya "V" itu deket-2 ke eVil, alias turunan
>
> bangsawan drakula jaman dahulu kala.
>
>
>
> --- In psikologi_transform atif@yahoogroups .com, "goenardjoadi"
>
> <goenardjoadi@ ...> wrote:
>
> >
>
> > Oh itu adiknya namanya Didik Kempot ya? eh itu mamik Prakosa..
>
> >
>
> > salam,
>
> > goen
>
> >
>
> >
>
> > --- In psikologi_transform atif@yahoogroups .com, "ghozansehat"
>
> > <ghozansehat@ > wrote:
>
> > >
>
> > > Om..Om Goen...kalau temen saya namanya Judhi Prasetyo
>
> > >
>
> > >
>
> > > ----- Original Message -----
>
> > > From: "goenardjoadi" <goenardjoadi@ >
>
> > > To: <psikologi_transform atif@yahoogroups .com>
>
> > > Sent: Tuesday, August 07, 2007 10:39 AM
>
> > > Subject: [psikologi_transfor matif] Re: judi, kemarahan dan
>
> > kebencian tak
>
> > > akan pernah terhenti kecuali saya mau
>
> > >
>
> > >
>
> > > > Halo Pak Bosco,
>
> > > >
>
> > > > maklum ya pak.... disini memang gatholoco. eh, gatholoco itu
>
> > artinya
>
> > > > apa ya?
>
> > > >
>
> > > > judi yang selalu menang, adalah judi dengan orang. orang yang
>
> > kita
>
> > > > tolong, kita bantu, apakah akan sukses?
>
> > > >
>
> > > > salam,
>
> > > > goen
>
> > > >
>
> > > >
>
> > > > --- In psikologi_transform atif@yahoogroups .com, "gotholoco"
>
> > > > <gotholoco@> wrote:
>
> > > > >
>
> > > > > berjudi menurut kepercayaan tiongkok adalah ibadah, karena
>
> > hidup
>
> > > > penuh
>
> > > > > ketidakpastian, maka harus "berjudi" mengambil pilihan dari
>
> > segala
>
> > > > > kemungkinan( terbaik). Makanya ada "Dewa Judi".
>
> > > > > melarikan diri dari realita "perjudian" hidup adalah menghadapi
>
> > > > > kepastian yaitu kematian.
>
> > > > > Jadi untuk penyangkalan terhadap kematian(denial of death)
>
> > adalah
>
> > > > > belajar mati dulu sebelum mati beneran.
>
> > > > >
>
> > > > >
>
> > > > > --- In psikologi_transform atif@yahoogroups .com, "Yohannes
>
> > Bosco"
>
> > > > > <yohannes.bosco@ > wrote:
>
> > > > > >
>
> > > > > > Dear all,
>
> > > > > > seperti judi, kemarahan dan kebencian tak akan pernah padam
>
> > > > kecuali si
>
> > > > > > pelaku mau menghentikannya sendiri. Tindakan untuk
>
> > membenahinya
>
> > > > akan
>
> > > > > > membuat pelaku makin terjerumus, jika mindsetnya tetap.
>
> > Marilah
>
> > > > mengubah
>
> > > > > > paradigma pikir kita dan akan menjadikan baru seluruh muka
>
> > bumi.
>
> > > > > >
>
> > > > > > salam,
>
> > > > > >
>
> > > > > > Bosco
>
> > > > > >
>
> > > > >
>
> > > >
>
> > > >
>
> > > >
>
> > > >
>
> > > >
>
> > > > Yahoo! Groups Links
>
> > > >
>
> > > >
>
> > > >
>
> > >
>
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> <!--
>
> #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean,
sans-serif;}
> #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
> #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica,
clean, sans-serif;}
> #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
> #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
> #ygrp-text{
> font-family:Georgia;
> }
> #ygrp-text p{
> margin:0 0 1em 0;}
> #ygrp-tpmsgs{
> font-family:Arial;
> clear:both;}
> #ygrp-vitnav{
> padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
> #ygrp-vitnav a{
> padding:0 1px;}
> #ygrp-actbar{
> clear:both;margin:25px
0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
> #ygrp-actbar .left{
> float:left;white-space:nowrap;}
> .bld{font-weight:bold;}
> #ygrp-grft{
> font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
> #ygrp-ft{
> font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
> padding:5px 0;
> }
> #ygrp-mlmsg #logo{
> padding-bottom:10px;}
>
> #ygrp-vital{
> background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
> #ygrp-vital #vithd{
>
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
> #ygrp-vital ul{
> padding:0;margin:2px 0;}
> #ygrp-vital ul li{
> list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
> }
> #ygrp-vital ul li .ct{
>
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
> #ygrp-vital ul li .cat{
> font-weight:bold;}
> #ygrp-vital a {
> text-decoration:none;}
>
> #ygrp-vital a:hover{
> text-decoration:underline;}
>
> #ygrp-sponsor #hd{
> color:#999;font-size:77%;}
> #ygrp-sponsor #ov{
> padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
> #ygrp-sponsor #ov ul{
> padding:0 0 0 8px;margin:0;}
> #ygrp-sponsor #ov li{
> list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
> #ygrp-sponsor #ov li a{
> text-decoration:none;font-size:130%;}
> #ygrp-sponsor #nc {
> background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
> #ygrp-sponsor .ad{
> padding:8px 0;}
> #ygrp-sponsor .ad #hd1{
>
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
> #ygrp-sponsor .ad a{
> text-decoration:none;}
> #ygrp-sponsor .ad a:hover{
> text-decoration:underline;}
> #ygrp-sponsor .ad p{
> margin:0;}
> o {font-size:0;}
> .MsoNormal {
> margin:0 0 0 0;}
> #ygrp-text tt{
> font-size:120%;}
> blockquote{margin:0 0 0 4px;}
> .replbq {margin:4;}
> -->
>
>
>
>
>
>
>
> Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your style &

mood in Messenger.

Yahoo! Mail

Get on board

You're invited to try

the all-new Mail Beta.

Y! Messenger

Instant hello

Chat over IM with

group members.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] 2 - Tentang Vincent: Mental Pengemis Vincent Liong

Vincent:
Ketika kau memecat Vincent Liong sebagai moderator di psikologi_transformatif@yahoogroups.com dan kemudian memposting tujuh buah kado untuk Vincent Liong, kau lupa bahwa saat itu kau berada di sistem kelompok buatan Vincent Liong yang bernama kompatiologi. Maka akibatnya Vincent Liong mengeluarkan kau dari sistem kelompok yang bernama Kompatiologi tsb dimana posisimu saat itu adalah di hirarki sebagai Kompatiologi cabang Surabaya ; meskipun tertulis begitu, dalam prakteknya tidak perlu melakukan apa-apa.
 
Kamu baru menyadari bahwa omongkosong bernama kompatiologi ini juga turut menjadi pegangan untuk jatidiri kamu sendiri. Kamu marah & dendam karena posisi dalam hirarkis tsb diambil tetapi kamu lupa bahwa itu ditriger dari pilihanmu untuk menindak Vincent Liong sebagai pembuktian eksistensimu sebagai penguasa psikologi_transformatif@yahoogroups.com.
 
Audifax:
Ha..ha...Vincent atau siapapun juga. Silahkan search di milis Psikologi Transformatif ini, kalau ada sekali saja Audifax pernah menuliskan dirinya sebagai kompatiolog. Sebaliknya, justru kamulah yang sering menuliskan diriku sebagai anggota kompatiologi. Dan asal kamu tahu saja, begitu kamu memecatku dari kompatiologi, justru kompatiologimu yang kehilangan harga diri, termasuk dirimu.
 
Cent, bukan "lupa Audifax berada dalam sistem kelompok buatan Vincent Liong bernama kompatiologi" tapi memang eksistensi Audifax bukan kubangun dari kompatiologi dan kelompokmu. Sebelum aku kenal dirimupun aku sudah eksis sebagai peneliti, dan perjalanan karir selanjutnya kubangun dari karya-karya penelitian dan ruang-ruang diskusi seperti di Forum Studi Kebudayaan ITB, bukan dari kompatiologimu Cent. Kalau aku dihargai orang, itu bukan karena kompatiologimu, tapi karena eksistensiku di ruang-ruang yang seperti FSK ITB. Justru kamu dan kompatiologimu yang tertolong gengsi ketika masih jadi temanku.
 
Vincent:
Kamu berani memecat Vincent Liong sebagai moderator karena kamu merasa mendapat pegangan baru Manneke Budiman dan Pabrik_T yang sama-sama kau anggap orang terkenal karena gelar dalam pendidikan resminya, kalau tidak salah keduanya sudah lulus atau sedang menempuh pendidikan doctoral dan cukup sukses untuk ukuran pendidikan bergelar ; sama seperti ketika pada akhirnya kamu juga harus mengemis pada Fakultas Psikologi Universitas Indonesia yang kau cela dengan sikapmu kepada Bagus Takwin saat itu.
 
Audifax:
Ha..ha..Cent, ya di sini ini makin kelihatan kalo dirimu dan kompatiologimu itu tidak ada harga dirinya. Bahwa dengan adanya aku sebagai temanmu justru kamu dan kompatiologi yang dapat gengsi. Kamulah yang butuh aku sebagai pegangan, bukan aku butuh Manneke dan Pabrik T sebagai pegangan.
 
Apa yang kulakukan justru memberimu 'pelajaran' atas petentang-petentengmu memberi peringatan Manneke dan Pabrik T, yang diikuti dengan mem-banned Pabrik T, lalu membuat kebohongan publik tentang oneliner. Kamulah yang sakit hati karena alih-alih aku mau membelamu, malah kucopot dirimu dari moderator. Kasus Manneke dan Pabrik T itu sudah keduakalinya Cent! Sebelumnya kamu juga petentang-petenteng dengan surat peringatan pada Hudoyo. Kamulah yang kehilangan hirarki dan harga diri karena tidak bisa petentang-petenteng dengan surat peringatan lagi. 
 
Manneke, Nuruddin Asyhadie maupun Bagus Takwin, semuannya memberi respek padaku bukan karena sensasi dan omong besar seperti yang kamu lakukan. Mereka respek karena karyaku dan kemampuanku. Suatu hal yang tidak mampu kamu bangun di hadapan mereka.
 
Justru aku dengar kamulah yang sempat mengemis-ngemis pada Nurudin agar dia tak mendesakmu soal ontologi dan epistemologi. Betul Cent? Waktu kamu telpon dia itu lho Cent! Terus pake acara minta maaf segala. Bukannya itu merendahkan diri, tidak punya sikap dan bermental pengemis?
 


Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your style &

mood in Messenger.

Yahoo! Mail

Next gen email?

Try the all-new

Yahoo! Mail Beta.

Yahoo! Groups

Endurance Zone

Communities for

increased fitness.

.

__,_._,___