Minggu, 26 Agustus 2007

Balasan: [psikologi_transformatif] Re: (Filosofi Hidup 1043) Keinginan (Lelucon) Gitar

Sisc...
mending sakit seperti pasien itu ya ,,,
entar lu2 deh yang jadi dokternya....
biar kita berdua bisa main gitar bareng ...
hehehe....
 
salam hangat buat sisc di sana
/Lu2


non_sisca <non_sisca@yahoo.co.in> wrote:

huahaha.............:)
makasih
salam, sisc

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, shane sunpei
<shane_sunpei@...> wrote:
>
>
> 1043
> Pada mulanya pikirang orang jernih, tenang dan damai, namun
pikiran ini seringkali menjadi gelap oleh keinginan-keinginan yang
merusak, akibatnya pikiran terbawa untuk memandang segala sesuatu
secara tidak benar dan perbuatannya menjadi tidak benar pula, jadi,
kita harus berusaha keras berpikiran jernih dan tenang kembali, maka
kita bisa melihat secara jelas roda kehidupan dan segala sesuatu
berkembang secara alami
>
> Join to : www.groups.yahoo.com/group/curhatgame
>
> Mau Main Gitar Seorang Pasien dengan dokter lagi terlibat
pembicaraan...
> Pasien: "Dok, setelah tangan saya sembuh apahkah saya dapat
bermain gitar"
> dokter: "Tentu saja!"
> pasien: "Sungguh aneh padahal sebelumnya saya tidak dapat
bermain gitar dokter !!"
>
> Join to : www.groups.yahoo.com/group/crazycase
>
>
> Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com
>



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Food Lovers

Real Food Group

on Yahoo! Groups

find out more.

Yahoo! Groups

Be a Better Planet

Share with others

Help the Planet.

Fitness Edge

A Yahoo! Group

about sharing fitness

and endurance goals.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: to dance with my father again (luther vandross)



Seorang pemuda sebentar lagi akan di wisuda, sebentar lagi dia akan
menjadi seorang sarjana, akhir jerih payahnya selama beberapa tahun
di bangku pendidikan. Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah
showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport,
keluaran terbaru dari Ford.

Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda
ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena
dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia
yakin banget nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu. Diapun
berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-
temannya. Bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan ke teman-temannya.

Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke
ayahnya.

Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia
mengungkapkan betapa dia bangga akan anaknya, dan betapa dia mencintai
anaknya itu. Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,... bukan
sebuah kunci! Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan
itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. Dan dibalik kertas kado
itu ia menemukan sebuah Kitab Suci yang bersampulkan kulit asli, di
kulit itu terukir indah namanya dengan tinta emas.

Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak,
"Yaahh... Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah,
ayah belikan Kitab Suci ini untukku?"

Lalu dia membanting Kitab Suci itu dan lari meninggalkan ayahnya.
Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri
mematung ditonton beribu pasang mata yang hadir saat itu.

Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses.
Dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi
seorang yang terpandang. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah,
dan dikelilingi istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas.

Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari
wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi
dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk
meyakinkan dia betapa kasihnya pada anak itu. Sang anak pun kadang
rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang
terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat
mendendam.

Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang
memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya
meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya
itu. Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke
rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya. Saat
melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih,
mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa
sangat menyesal telah bersikap jelek terhadap ayahnya. Dengan
bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia
menelusuri semua barang di rumah itu. Dan ketika dia membuka brankas
ayahnya, dia menemukan Kitab Suci itu, masih terbungkus dengan kertas
yang sama beberapa tahun yang lalu.

Dengan airmata berlinang, dia lalu memungut Kitab Suci itu, ia
membuka Kitab Suci tersebut dan mulai membalik-balik halamannya.
Ayahnya menggaris dengan rapi sebuah ayat, .................

"Dan kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, masakan
Bapa-mu yang di sorga tidak akan memberikan apa yang kamu minta
kepada-Nya?"

Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang
Kitab Suci itu. Dia memungutnya.. sebuah kunci mobil! Di gantungan
kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport
yang dulu dia idamkan !

Dia membuka halaman terakhir Kitab Suci itu, dan menemukan di situ
terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. Dan
sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari
wisuda itu.

Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang
berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah
sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal
jelas mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu.
Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok
ke dalam. Bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok
mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, foto
ayahnya, sedang tersenyum bangga.

Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk di samping mobil itu, air
matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya
yang tak mungkin diobati...

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "non_sisca"
<non_sisca@...> wrote:
>
>
>
> Back when I was a child
> before life removed all the innocence
> my father would lift me high
> and dance with my mother and me and then
> spin me around til I fell asleep
> then up the stairs he would carry me
> and I new for sure, I was loved
>
> If I could get
> another chance
> another walk
> another dance with him
> I'd play a song that would never ever end
> how I'd love love love
> to dance with my father again
>
> oooo when I and my mother would disagree
> to get my way I would run from her to him
> he'd make me laugh just to comfort me yeah yeah
> then finally make me do just what my momma said
> later that night when I was asleep
> he left a dollar under my sheet
> never dreamed that he would be gone from me
>
> If I could steal one final glance,
> one final step
> one final dance with him
> I'd play a song that would never ever end
> cause I'd love, love, love, to dance with my father again
>
> sometimes I'd listen outside her door
> and I hear how my mother cried for him
> I'd pray for her even more than me
> I'd pray for her even more than me
>
> I know I'm praying
> for much to much
> but could you send back
> the only man she loved
> I know you don't do it usually
> but dear lord she's dyin
> to dance with my father again
>
> every night I fall asleep
> and this is all I ever dream
>
>
> lagu yang luar biasa
>
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, as as
> <as2004as_as@> wrote:
> >
> > Iya, Sisc ........
> > betapa kita mengagumi our dad
> > our hero , Sisc .....
> > kita selalu akan mengingat
> > his struggle to survive
> > memberikan yang terbaik untuk kita Sisc
> > untuk seluruh keluarga ...........
> >
> > non_sisca <non_sisca@> wrote:
> > iya, tapi lagu cinta nya kayak gini,
> >
> > daddy, you know how much i love you....
> >
> > I love you daddy, ...
> > you are my hero, ...
> >
> > yang nyanyi as as ....sip
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, as as
> > <as2004as_as@> wrote:
> > >
> > > Tapi aku takut Sisc
> > > Kalau Sisc ketemu my dad
> > > takut kalau Sisc falling in love juga ama my daddy
> > > hiiiiiiks, hiiiiiks .....................
> > >
> > > non_sisca <non_sisca@> wrote:
> > > hiks, lega nya bukan as as yang diajak dansa ama nala. tapi
> daddy
> > nya
> > > as as.
> > > gubrak, kata mom nya as as. aduh, maaf maafin mommy,
hihihihi...
> > >
> > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, as as
> > > <as2004as_as@> wrote:
> > > >
> > > > Wow, Barry Manilow ................
> > > > Ahaaa, lagunya my daddy, Nala
> > > > So you should dance with my handsome daddy
> > > > tapi lagu yang macem itu
> > > > bikin cuma peluk2an, kaki gerak cuma pelahan
> > > > aaah Nalaaaa, jangan bikin my mom's jealousy
> > > >
> > > > Dah ketemu sama your lover apa belum, Nala
> > > > kasihan dia merenung memikirkan dikau
> > > > duduk ngelesot di lantai memeluk lutut
> > > > mata menembus kaca entah memikir apa
> > > >
> > > > Nalaaaa, lekas temui dia
> > > > Jangan dikau keenakan keangetan meluk my daddy
> > > > daaah, cekleeeeeeek, kenopnya dah kubikin off
> > > > lagunya dah ndak lagi kedengeraaan
> > > >
> > > > tapi dikau kok terus2an meluk my daddy ................
> > > > tolooooong ..................
> > > >
> > > > ah, Nalaaa
> > > > why do you keep smiling ?
> > > >
> > > >
> > > > nala ratih <nalaratih@>
wrote:
> > > > Kangmas'e As as...
> > > > tadinya kubuat khusus buat dikau je.....karena
kumerasakan
> apa
> > > yang kau rasakan
> > > > makanya selalu kuajak smile....dan ini lagu buat
> diaku....tapi
> > > kalu Kangmas'e ini udah membaik ya ga pa pa kan tetap
> > > kuposting......hehehhee
> > > >
> > > > You know I can't smile without you
> > > > I can't smile without you
> > > > I can't laugh and I can't sing
> > > > I'm finding it hard to do anything
> > > > You see I feel sad when you're sad
> > > > I feel glad when you're glad
> > > > If you only knew what I'm going through
> > > > I just can't smile without you
> > > > You came along
> > > > Just like a song and brightened my day
> > > > Who'd believe that you were part of a dream
> > > > Now it all seems light years away
> > > > You know I
> > > > Now some people say happiness take so very long to find
> > > > Well I'm finding it hard leaving your love behind me and
> you
> > see I
> > > >
> > > > So..take my hand and
> > > > Tap..tap..tap…you hear it?? That's my foot steps
> > > > Let.s dancing and smile with me…
> > > >
> > > > smile with me
> > > > Nala
> > > >
> > > >
> > > > as as <as2004as_as@> wrote:
> > > > Tentu kurasakan getar rindumu, Nala
> > > > Kulihat matamu sembab menanggung rindu tak tertahan duka
> > > > Kenapa, kenapa, Nala
> > > > Hatimu berbisik rindu, tetapi langkahmu ragu merana
> > > > Temui segera dia, Nala
> > > > Kau lihat dia duduk memeluk lutut mata memandang kaca hampa
> > > > Temui dia segera Nala
> > > > Bisikkan kembali cinta di telinganya
> > > > Peluk dia kecup dia
> > > > Belai rambutnya tekankan ke dada
> > > > Kembalikan asa yang kau ikrarkan berdua
> > > >
> > > > smiling at you, Nala
> > > > faithful As as
> > > >
> > > > nalaratih <nalaratih@> wrote: ketika smua rasa ta
> > > tertahankan
> > > > ketika panasnya matahari menyengat Jakarta
> > > > hati ini hanya bisa berbisik akan kerinduan
> > > > beningnya mata ta mampu melihat
> > > > hanya asa asa dan asa yang tertinggal
> > > > menemani kaki hati melayang bersama elang
> > > > terbang menuju balik awan
> > > >
> > > > smile with me
> > > > Nala
> > > >
> > > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, as as
> > > > <as2004as_as@> wrote:
> > > > >
> > > > > ketika semua lagu terdengar menyayat rasa
> > > > > ketika pandangan keluar kaca membemtur fatamorgana
> > > > > ketika panas membara memanggang udara memaksa menguap
rasa
> > cinta
> > > > > mungkinkah kugapai kembali indahmya rasa
> > > > >
> > > > > Ah, L've just got to work .........................
> > > > >
> > > > >
> > > > > as as <as2004as_as@> wrote:
> > > > >
> > > > > I can tell by your eyes that you've
> > > > > probably been crying forever
> > > > > And the stars in the sky don't mean
> > > > > nothing to you they're a mirror
> > > > >
> > > > > I don't wanna talk about it
> > > > > How you broke my heart
> > > > > If I stay here just a little bit longer
> > > > > If I stay here won't you listen to my heart
> > > > > Oh oh my heart
> > > > >
> > > > > If I stand all alone will the shadows
> > > > > hide the colour of my heart
> > > > > blue for tears, black for the night
> > > > > fears the stars in the sky
> > > > > don't mean nothing to you they're a mirror
> > > > >
> > > > > I don't wanna talk about it
> > > > > How you broke my heart
> > > > > If I stay here just a little bit longer
> > > > > If I stay here won't you listen to my heart
> > > > > Oh oh my heart
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > ---------------------------------
> > > > > Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their
life,
> > your
> > > > story.
> > > > > Play Sims Stories at Yahoo! Games.
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > ---------------------------------
> > > > > Need a vacation? Get great deals to amazing places on
> Yahoo!
> > > > Travel.
> > > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > ---------------------------------
> > > > Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
> > > > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's
economy)
> at
> > > Yahoo! Games.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > ---------------------------------
> > > > Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels
> with
> > > Yahoo! FareChase.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > ---------------------------------
> > > > Got a little couch potato?
> > > > Check out fun summer activities for kids.
> > > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Be a better Globetrotter. Get better travel answers from
someone
> > who knows.
> > > Yahoo! Answers - Check it out.
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your
> story.
> > Play Sims Stories at Yahoo! Games.
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Yahoo! Groups HD

The official Samsung

Y! Group for HDTVs

and devices.

Popular Y! Groups

Is your group one?

Check it out and

see.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] True Story:JIHAD TERLARANG (Pengakuan Seorang Mantan Gerilyawan NII)

Find Enlightenment

Yoga groups and

resources on

Yahoo! Groups.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: MENAKAR KE-INDONESIA-AN

Hello juga Mbak Nala... Jadi dari Dept. Agama, nih... (gigling)...
Pantesan kayaknya ada ´pesan sponsor ketuhanan´ nih... Kok banyak
sekali ½Departemen½ yah di Negri kita itu... Apalagi
½Departemen Store½ ... Pokonya yang penting ½storrr½...
Hihihikkk...
Nala:
Wrong guest for this time...hahaha...horeeeeeeee....hatiku bersorak kegirangan.....gue bukan dari depag…yeeeeeeeeeeeee…I am nobody and can be exits in aaaaaanywhere….
Jadi pesan sponsor juga tidak berlaku..hehehee….wong hanya prihatin aja katanya mengaku orang-orang beragama yang nomor wahid tapi prakteknya nomor buntut….benernya sih…..beberapa waktu yang lalu aku dikasi foto copyan buku oleh Prof. Fuad Hasan yang mbahas Pancasila—sebelum beliau sakit dan kuingin share aja dengan rekan rekan di sini..ngomong storrrrrr yang banyak emang sih "enyak-enyak" (tora mode on)..hihihiii
 
Tuhantu:
Terlalu fokus di kata-kata ´sakti´ kaleeee...
(gigling)... Gimana kalau bangsa kita secara ´berjamaah´ bikin
´agama´ baru aja sekalian, biar yang dari luar Negri itu pada
berdatangan melakukan ´ibadah´ ritual tahunan... Itung-itung
pemasokan ´devisa´... Gimana kira-kira Mbak? ... Jadi, kedepan
(yahhh katakanlah 300-400 tahun kedepan) Dept. Agama nantinya ngurusin
hasil ´kreasi agama´ milik bangsa sendiri, bukan hasil imprott?...
Nala:
Hahahaa…..Good idea and truly I like that...setujuuuuuuuuuuuuuuu...banyak yang bisa dikembangkan lho….agama tradisional di kombinasi agama modern---wow! I can imagine that….and look at into future …it's amazing religion…..jadi produk unggulan dari departemen---kan berdasarkan hukum ekonomi harus ada produk yang mesti di buat, sukur-sukur bisa jadi benchmark…jadi kombinasi kedua nya ok kan? Sehingga akan banyak lagi orang luar yang akan datang memperdalam dan menjadi icon di negeri ini…..dah ada contoh kan ?? hehehe
Lagian daulu kala pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI, Bung Karno mengatakan begini: "Bukan saja bangsa Indonesia ber-Tuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya ber-Tuhan.Tuhannya sendiri……..segenap rakyat hendaknya ber-Tuhan secara kebudayaan, yakni dengan tiada "egoisme agama"……"
 
Kira-kira boleh ndak yaaaaaa…..kalo kubilang begini: "MENJADI Indonesia, gereja Indonesia , Masjid Indonesia , Vihara Indonesia ,……dstnya. Bukan lagi gereja Di Indonesia, Masjid Di Indonesia, Vihara Di Indonesia, ….hihihiii
 
Tuhantu:
Jadi -jika dan hanya jika- dikaitkan dengan diskusi ini, maka ada satu
point lagi: Menjadi orang Indonesia yang baik adalah, warga negara yang
menciptakan ´Agamanya´ sendiri... (gigling) ...
Nala:
menjadi orang indonesia yang baik <==> mampu menciptakan "agamanya" sendiri ??
boleh ndak ya....dengan Bon Jovi mode on....Keep The Faith... 
 
Tuahantu:
Kira-kira ada peluang nggak Dept. Agama membuat semacam ½Sayembara Cipta Karya Agama Bangsa Sendiri½... Aku jadi pendaftar numer satu :-D...
Nala:
hehehee....salah satu temanya adalah.."bagaimana menciptakan agama Indoensia"  heheheee......pendaftaran dah mulai dibuka...siapa mau daftar lagi???
 
Tuhantu:
½Pindah aquarium½ juga bukan berarti tidak punya resiko,
lho Mbak... Kadang resikonya juga kagak kecil. Misal kata, kalau kagak
surpaip, homeless aja, habis cerita, kagak ada keluarga jadi
tumpangan... Bahkan mereka yang diluar kelayapan tanpa membebani Negara
dari segi biaya, juga perlu ada point.
Nala:
Hehehe..betul Mas'e..I know that.."pindah aquarium" pun ada resiko (mungkin juga tidak kecil...) entah di dalam (apalagi di luar dan tidak punya kemampuan spesifik...)...tantangannya aja yang berbeda.
Kalau tetap stay dan kalo ndak punya posisi yang suport seperti contoh ku itu..juga ndak bisa berbuat banyak kok, apalagi belum ada budaya sistematisasi..sehingga hanya lisan tergantung integritas leader saat itu....yang akhirnya ganti leader ya ganti lagi kebijakan....jadi masing-masing mempunyai tantangannya sendiri-sendiri dengan risiko nya masing-masing...apalagi pindah nya dengan kemauan sendiri...
 
Tuahntu:
Demikian pula tkw-tkw itu, mereka itu punya resiko besar lho, ½pindah aquarium½ kayak seperti ½dijual½ ke Arab sono... Diperas kiri-kanan oleh bangsa(t)
sendiri, padahal Depisa juga banyak dari mereka... Mereka ini, kagak
bikin susah ½dana proyek½ milik Pemerintah, lho... Dengan
pertimbangan itu, maka ½Moving the ´stingky feet´ OUT from
Indonesia,½ masih sementara nangkring di puncak tangga, minggu
ini...:-)
Nala:
Kalau kasus TKW ini beda doooong....TKW disini dalam pengertian tenaga kerja yang "tidak terdidik"..yang akan jadi PRT di luar negeri itu kan???...kalau ini "pindah aquarium" nya dipaksa dengan kata lain "dijual" tadi itu......ini kasus yang berbeda bo!...ini sudah menyalahi sila kedua dari Pancasila.......heheheee...berkhayal mode on nih...andaikan ada banyak Bob Sadino....
 
Jadi puncak tangga nya masih "moving out" ya??? (kriteria nya apakah berdasarkan pilihan pemirsa??)
 
Tuhantu: 
Menyangkut contoh yang diatas, kita dapat dua point lagi, bagaimana itu
sebagai Orang Indonesia yg ½baik½ yakni:
 
4. ½Fight Corruption IN your own Institutions½...
5. ½Fight the Budget FOR your own Institutions½...
Nala:
setujuuuuuu
 
Tuhantu:
Dana masyarakat yang dikelola ke dalam institusi Negara, lebih optimal
jika institusi tersebut relatively ´bersih lingkungan´. Nah,
bagaiaman dengan track record Departemen Agama sendiri?
Nala:
Hehehee…kita tahu lah bagaimana Departemen Agama…..
Nah itu tadi yang ku bilang belum tersistematisasi…..sehingga ganti leader ganti kebijakan….orang contohku tersebut sebenarnya relatively alone…karena posisi dia yang memungkinkan dia untuk "bergerak"…itu komitmen dia ketika kembali ke Indonesia..
jadi..bersih dulu lingkungannya atau mulai bersih-bersih??? mana yang lebih sesuai dengan kondisi Indonesia??? mulai bersih-bersih juga bisa di mulai dari masyarakat bukan topdown dengan..kalau kita balik gimana?? heheheee
 
Tuhantu:
Straightly speaking, perlu ½orang-orang dalam½ sendiri yang masuk
ke point 4.   Mungkin semacam rekan Mbak Nala contohkan di atas,... Dan
itu memang resiko untuk dimusuhin kagak kecil. Tapi kalau institusinya
(Dept. Agama) track recordnya masih begitu-begitu, jangan keburu
nyemplung ½dalam-dalam½ ke ½point ke-5½ dulu, yaaa... Bisa
ngamuk Bon Jovi...Hahahahahahaha...
Nala:
That's right....like bon jovi said in the song learning how to fall first biar kalo failed ndak sakit-sakit amat….hheheeee
 
Untuk sementara sekian dulu ½Warkop Institute½ lain kali kita
sambung lagi... (Pengen ngopi, nih :-)
Nala:
Baiklah..tapi ikutan dong ngopinya apalagi di warungnya ada Bon Jovi..ntar aku minta tanda tangannya langsung di badanku jadi tato..hehehee....
hidup Bon Jovi......Let it Rock
and keep the faith
 (and of course my own faith heheheee….)
 
Smile with me and BJ
Nala


 

 

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "tuhantu_hantuhan" <tuhantu_hantuhan@...> wrote:
>
>
> Hello juga Mbak Nala... Jadi dari Dept. Agama, nih... (gigling)...
> Pantesan kayaknya ada ´pesan sponsor ketuhanan´ nih... Kok banyak
> sekali ½Departemen½ yah di Negri kita itu... Apalagi
> ½Departemen Store½ ... Pokonya yang penting ½storrr½...
> Hihihikkk...
>
> Quote: Mengenai spiking teorikling implementasi Pancasila…kalo
> konsep doang ya jelas teori pasti sampai lebaran haji tahun tranformers
> ya tetap muter-muter di situ...dan implementasi emang sih masih
> kedodoran di sana sini...
>
> Tuhantu: Terlalu fokus di kata-kata ´sakti´ kaleeee...
> (gigling)... Gimana kalau bangsa kita secara ´berjamaah´ bikin
> ´agama´ baru aja sekalian, biar yang dari luar Negri itu pada
> berdatangan melakukan ´ibadah´ ritual tahunan... Itung-itung
> pemasokan ´devisa´... Gimana kira-kira Mbak? ... Jadi, kedepan
> (yahhh katakanlah 300-400 tahun kedepan) Dept. Agama nantinya ngurusin
> hasil ´kreasi agama´ milik bangsa sendiri, bukan hasil imprott?...
>
> Jadi -jika dan hanya jika- dikaitkan dengan diskusi ini, maka ada satu
> point lagi: Menjadi orang Indonesia yang baik adalah, warga negara yang
> menciptakan ´Agamanya´ sendiri... (gigling) ... Kira-kira ada
> peluang nggak Dept. Agama membuat semacam ½Sayembara Cipta Karya
> Agama Bangsa Sendiri½... Aku jadi pendaftar numer satu :-D...
>
> Quote: ku kasi contoh seorang birokrat di Departemen Agama..(kalau
> temennya Mas Gotho kan pindah aquarium) tapi kalau ini ndak—berani
> ambil risiko besar, di musuhi banyak orang dan bahkan si santet
> sekalipun……hehehhee…Dia salah satu Dirjen
> dengan kewenangan pembinaan pendidikan Islam---jadi dia bikin satu
> program besar dengan dana besar juga tentunya, dari pembangunan sarana
> prasaran sampai SDM nya, dengan memberikan banyak beasiswa bagi
> karyawan, guru, staff, dst……
>
> Tuhantu: ½Pindah aquarium½ juga bukan berarti tidak punya resiko,
> lho Mbak... Kadang resikonya juga kagak kecil. Misal kata, kalau kagak
> surpaip, homeless aja, habis cerita, kagak ada keluarga jadi
> tumpangan... Bahkan mereka yang diluar kelayapan tanpa membebani Negara
> dari segi biaya, juga perlu ada point. Demikian pula tkw-tkw itu, mereka
> itu punya resiko besar lho, ½pindah aquarium½ kayak seperti
> ½dijual½ ke Arab sono... Diperas kiri-kanan oleh bangsa(t)
> sendiri, padahal Depisa juga banyak dari mereka... Mereka ini, kagak
> bikin susah ½dana proyek½ milik Pemerintah, lho... Dengan
> pertimbangan itu, maka ½Moving the ´stingky feet´ OUT from
> Indonesia,½ masih sementara nangkring di puncak tangga, minggu
> ini...:-)
>
> Menyangkut contoh yang diatas, kita dapat dua point lagi, bagaimana itu
> sebagai Orang Indonesia yg ½baik½ yakni:
>
> 4. ½Fight Corruption IN your own Institutions½...
>
> 5. ½Fight the Budget FOR your own Institutions½...
>
> Dana masyarakat yang dikelola ke dalam institusi Negara, lebih optimal
> jika institusi tersebut relatively ´bersih lingkungan´. Nah,
> bagaiaman dengan track record Departemen Agama sendiri?
>
> Straightly speaking, perlu ½orang-orang dalam½ sendiri yang masuk
> ke point 4. Mungkin semacam rekan Mbak Nala contohkan di atas,... Dan
> itu memang resiko untuk dimusuhin kagak kecil. Tapi kalau institusinya
> (Dept. Agama) track recordnya masih begitu-begitu, jangan keburu
> nyemplung ½dalam-dalam½ ke ½point ke-5½ dulu, yaaa... Bisa
> ngamuk Bon Jovi...Hahahahahahaha...
>
> Untuk sementara sekian dulu ½Warkop Institute½ lain kali kita
> sambung lagi... (Pengen ngopi, nih :-)
>
> May FUN be with you
>
> Tuhantu
>
> http://hole-spirit.blogspot.com <http://hole-spirit.blogspot.com>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "nalaratih"
> nalaratih@ wrote:
> >
> > Hai Tuhantu man…
> > Asik bener main catur ama Zeus di awan…sepanjang jalan masih
> muter-
> > muter nih otak karena permainan catur ini…bener-bener rasanya di
> > awan…heheheee
> >
> > Tuhantu:
> > Hihihi, Mbak Nala, thank you deh... Asyik lho, dengan contoh dari
> > anak laki-laki alm. Ibrahim Hasan dan keluarganya, masuk dalam point
> > numer 2 (Move the ´stinky feets´ BACK to Indonesia)
> > Nala:
> > Mengenai spiking teorikling implementasi Pancasila…kalo konsep
> doang
> > ya jelas teori pasti sampai lebaran haji tahun tranformers ya tetap
> > muter-muter di situ...dan implementasi emang sih masih kedodoran di
> > sana sini...tapi masih ada lho yang konsisten menghayati dan
> > mengimplementasikannya..ku kasi contoh seorang birokrat di
> > Departemen Agama..(kalau temennya Mas Gotho kan pindah aquarium)
> > tapi kalau ini ndak—berani ambil risiko besar, di musuhi banyak
> > orang dan bahkan si santet sekalipun……hehehhee…Dia salah satu
> Dirjen
> > dengan kewenangan pembinaan pendidikan Islam---jadi dia bikin satu
> > program besar dengan dana besar juga tentunya, dari pembangunan
> > sarana prasaran sampai SDM nya, dengan memberikan banyak beasiswa
> > bagi karyawan, guru, staff, dst……Dana asing yang masuk berhasil
> dia
> > negosiasi sehingga pembagiannya 50:50 dengan Diknas….(karena
> > biasanya porsi besarnya Diknas)….dan acuan dia melangkah yaaaa
> satu
> > saja Pancasila sila kedua…akses terhadap pendidikan berkualitas
> itu
> > hak setiap warga…selama ini siswa-siswa pesantren, madrasah,
> > dst….kualitas pendidikannya masih jauh dibawah....dia buka jalan
> > untuk akses pendidikan berkualitas tersebut….salut deh buat
> > dia….tahu sendiri kan depag seperti apa???
> > Pancasila semestinya bukan konsep doang tapi suatu nafas hidup orang
> > Indonesia kan??? Bukan model penataran P4 jaman dulu…..
> >
> > Tuhantu:
> > Dan ada satu tambahan lagi, bahwa menjadi ´Orang Indonesia´ yang
> > ´baik´ adalah:
> > 3. Menjadi ½Pancasialis½... Gitu khan, Mbak Nala?...
> > Rupanya -straightly speaking- saya bukanlah ½Orang Indonesia½
> yang
> > ½Baik½, nih...kalau gitu:-) ... Itu lho, ½Ketuhanan Yang Maha
> > Esa½ ... Karena mengucapkan term ´tuhan´ -dalam mind-frameku-
> aku
> > anggap bukanlah produk dari sebuah kesadaran penuh, jika tidak
> > disambungkan -secara terpadu, menyeluruh, berkesinambungan serta
> > secara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya- dengan term
> > ´hantu´... Liat ´ID´ ku, kan? ... :-( ... But, that is my
> own
> > decision.
> > Nala:
> > Hahahaa……mas Tuhantu..kita sama-sama tahu lah apa arti sila
> pertama
> > tersebut…bukan dalam arti Ketuhanan dan beragama yang konvensional
> > kannnnnnnnnnn????? Ntar banyak yang tidak tercover dong......kan dah
> > kubilang Universal Value lo Pancasila itu.....of course you are the
> > good people of Indonesian….bertuhan dan beragama yang mampu
> bersikap
> > kritis lepas dari fanatisme tho…….
> >
> > Tuhantu:
> > Bukannya, saya tidak punya grounding yg mendasar. Groundingnya, aku
> > buat secara ´solo karir´ yakni ½We are the Creative
> Truth½... Dan
> > ´grounding´ itu, bukanlah pula hasil memetic secara ideologis-
> > sosiologis... Tetapi secara Kopitalis... Hihihihi....
> > Nala:
> > Nah bener kan…who you are…….secara Kopitalis jauh lebih
> menarik tho…
> > belajar dengan eksperimen sendiri…apalagi di warung
> kopi---wow….jadi
> > inget social-eksistensial yang pada akhirnya melahirkan modus kami
> > dan kita ala Fuad Hasan….heehheeee….bener ga???? Ada komplain
> dari
> > warga tetangga yang sudah kenal baik…katanya mana Indonesia tuh
> > banyak orang pinter…tapi apa-apa selalu dari luar mana yang
> > kontektual indo…mana? Mana? Dengan nada menuntut…terutama
> mengenai
> > psikologi. Kita dijajah tidak oleh produk tapi ilmu juga katanya…
> >
> > Tuhantu:
> > Karena... Eh karena... Terminologi ½Kebenaran½ itu adalah sebuah
> > produk imaginative (neuron chit chats) Baik jika kita gali dari
> > aspek ½Scientific Truth½ maupun ½Religious Truth½... Saya
> siap
> > berdebat dengan siapa saja, tentang hal ini...:-) Asal siapkan
> > sesajen berupa KOPI dan kue DONUT, hahahaha....
> > Nala:
> > Ok…beres!!! Pasti kusiapkan Kopi dan Donut yang melimpah..kan
> negeri
> > kita gemah ripah loh jinawi..hahahaaa…..setuju..bahwa kebenaran
> > adalah produk imajinatif….wong masing-masing orang punya derajat
> > kebenaran sendiri-sendiri yang tentunya juga dengan pengertian ayng
> > berbeda satu sama lain….
> >
> > Tuhantu:
> > Sebelum Om Goen protes bahwa tulisan ini hanya untuk membahas
> > ½Tuhantu½ saya ingin bertanya: So in your own opinion, apakah
> saya
> > nggak usah pulang lagi ke Indonesia, karena saya tidaklah masuk
> > dalam kategori ´Orang Indonesia´?... :-(
> > Nala:
> > Hahaha….welcome home my brother….sangat diharapkan apalagi
> dengan
> > CSR yang sudah anda lakukan….negeri kita sangat perlu
> itu….apalagi
> > edukasi masyarakat masih sangat diperlukan…masyarakat
> > menantikan…..jujur kacang ijo ini…hehehee
> >
> > Tuhantu:
> > Ntar, dulu menyangkut Sila Pertama ini, kebetulan saya merekam
> > sebuah diskusi ´dahsyat´ (sampe baku hantam meja, waktu itu) di
> > sebuah warung kopi... Dialog itu aku rekam dalam tulisan ½Titik
> > Hilang½... )
> > Tentang tokoh-tokoh pergerakan ½masa lalu½ (misalkan orang-orang
> > ½gila½ diera Malari) bukannya saya ingin kesampingkan dalam
> ½Menakar
> > Ke-Indonesiaan´ ini. Karena hal itu, telah banyak dibahas dalam
> > artikel-artikel dan buku-buku yang telah terbit, oleh mereka yang
> > memang berkompeten dan legitimet untuk membahas sejarah ´masa
> lalu´.
> > Straightly speaking, ´proyeksi´ yang saya pengen
> ½senggal-senggol½
> > di sini, adalah ½To The Future.½ Ini juga salah satu pesan
> langsung
> > ke saya, bertahun-tahun lalu yang -justru- juga berasal dari salah
> > satu tokoh ½masa lalu½... Gitchu, lho... Mbak´e...:-)
> > Nala:
> > Ok…that's good…dan beban berat untuk jaman sekarang
> ini…tohoh era
> > Malari kebetulan yang kukenal adalah orang-orang yang masih
> > konsisten dengan semangat Pancasila untuk saat ini dan ke
> > depan….dalam wujud menjadi orang Indonesia…yang pada akhirnya
> akan
> > bisa dipertanyakan kadar ke indonesiaaannya….acuan bersama ya
> tetap
> > kan…kalo berubah ya tentunya Negara ini akan berubah gitu
> tho….??
> > Hehehee
> > Dan justru itu Mas'e…..konsen ku juga ke depan ke
> masyarakat…meski
> > daku ini non muslim…pak Dirjen Depag itu juga tetap
> kubantu….apalagi
> > pendidikan….
> >
> > Tuhantu:
> > Quote: ... dan mencari jawaban yang baik tentang kadar keIndonesiaan
> > ya susah nimbangnya dan dengan jalur yang beragam pula,... End of
> > quote.
> > Tuhantu: Thats why I wrote this... Kalau nggak susah, ngapain
> > ngebahasnya :-) Ada lho orang yang memang hobbya nyari yang ´susah-
> > susah´, mungkin saya salah satunya...hahaha... Karena, kalau
> > jawabannya udah ´dapet´ maka jawaban itu adalah touch stone dari
> > ´PatanYali Factors´... See? I am a ½crazy½ sonofabeach,
> too... :-
> > D ....
> > Nala:
> > Dah keliatan kalo itu…buat Mas'e ini tantangan tuh makanan ringan
> > hahahaa.....
> >
> > Tuahntu:
> > Quote:... Tapi kan kita punya acuan bersama dalam berbangsa...ya
> > Pancasila tho apalagi...hehehee... End of quote.
> > Tuhantu: ... Kalau kita teruskan bahasannya, maka ujung-ujungnya...
> > ½kembali ke diri sendiri½ Hhhuuuuuuu... Main catur ama Zeus!
> > Hahahaha...
> > Nala:
> > Hehehee....huhuhuuuu .....of course not mas'e......katanya perubahan
> > diawali dari hal/entitas paling kecil...kalau masyarakat kan diri
> > sendiri.....tapi itu bukan ujung akhirnya kannnnn???....kalau stop
> > disitu ya sudah sangat clear dan dah banyak yang membuat konsepsi
> > dengan zeus di awan sana.....meski semua memang berasal dari diri
> > sendiri--paling susah lho ngatur diri sendiri.....bagaimana karya
> > yang kita buat mampu menular ke orang lain (paling tidak
> > semangatnya).....dah next step setelah dari diri sendiri (malah bisa
> > terjebak pada egois dong kalau ujungnya hanya itu)......hayooo
> > kepiye iku...misalnya karya mas'e ini...akan ada banyak hal yang
> > bisa dibahas dan dikembangkan tho....(nafasnya kemanusiaan yang adil
> > dan beradab kan???) hahahaa......
> >
> > Tuhantu:
> > Quote: ... emang bener jangan cari di kampus...lebih baik cari di
> > tukang kebun saja... End of quote.
> > Tuhantu: Hidup tukang kebun!... horreee! Jadi nggak usah cari
> > jawaban ke Filsuf, Sosiolog dan Psikolog, gitchu maksudnya Mbak?
> > Hahahahaha...
> > Nala:
> > Hahahaa....kurang lebih begitu..sori tidak ada tendensi apa-apa
> > lho...ntar pada marah ama Nala...wah gawat!..aku tuh masih suka
> > terheran-heran dengan filsuf----jawabannya bikin pusing kepala,
> > dengan sosiologi----jawabannya tentang struktur, pada psikolog---
> > jawabannya pada label dan justifikasi......akhirnya ya pada tukang
> > kebun baru nemu jawabannya...karena mereka mempunyai filsafat
> > kehidupan sendiri....hehehehee
> >
> > Tuhantu:
> > Quote: dan, refleksi yang bagus tentang makna kemerdekaan (terutama
> > makna sila kedua dari Pancasila...hehehee)
> > Tuhantu: teoritikli spiking, yup... realitas-aktualnya?:
> > Tulaliiittt...tulaliiitttt...tulaliiittt... Masuk kategori bahasan
> > ½Tulalitology½ Wahahahahahahaha....
> > Nala:
> > Hahahaaa.......teoritikli spiking???? Wow! Emang hebat kalo main
> > catur ama Zeus di awan…..tapi praktek kehidupannya ndak ngerti
> apa-
> > apa…dan kehilangan konteks…..emang jaman orba…cuma slogan
> doang????
> > Huh!...
> >
> > Smile with me
> > Nala
> >
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "tuhantu_hantuhan"
> > tuhantu_hantuhan@ wrote:
> > >
> > >
> > > Hihihi, Mbak Nala, thank you deh... Asyik lho, dengan contoh dari
> > anak
> > > laki-laki alm. Ibrahim Hasan dan keluarganya, masuk dalam point
> > numer 2
> > > (Move the ´stinky feets´ BACK to Indonesia)
> > >
> > > Dan ada satu tambahan lagi, bahwa menjadi ´Orang Indonesia´
> yang
> > > ´baik´ adalah:
> > >
> > > 3. Menjadi ½Pancasialis½... Gitu khan, Mbak Nala?...
> > >
> > > Rupanya -straightly speaking- saya bukanlah ½Orang Indonesia½
> yang
> > > ½Baik½, nih...kalau gitu:-) ... Itu lho, ½Ketuhanan Yang
> Maha
> > > Esa½ ... Karena mengucapkan term ´tuhan´ -dalam
> mind-frameku-
> > > aku anggap bukanlah produk dari sebuah kesadaran penuh, jika tidak
> > > disambungkan -secara terpadu, menyeluruh, berkesinambungan serta
> > secara
> > > seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya- dengan term
> > > ´hantu´... Liat ´ID´ ku, kan? ... :-( ... But, that is
> my
> > > own decision.
> > >
> > > Bukannya, saya tidak punya grounding yg mendasar. Groundingnya,
> > aku buat
> > > secara ´solo karir´ yakni ½We are the Creative Truth½...
> Dan
> > > ´grounding´ itu, bukanlah pula hasil memetic secara
> > > ideologis-sosiologis... Tetapi secara Kopitalis... Hihihihi....
> > >
> > > Karena... Eh karena... Terminologi ½Kebenaran½ itu adalah
> sebuah
> > > produk imaginative (neuron chit chats) Baik jika kita gali dari
> > aspek
> > > ½Scientific Truth½ maupun ½Religious Truth½... Saya siap
> > > berdebat dengan siapa saja, tentang hal ini...:-) Asal siapkan
> > sesajen
> > > berupa KOPI dan kue DONUT, hahahaha....
> > >
> > > Sebelum Om Goen protes bahwa tulisan ini hanya untuk membahas
> > > ½Tuhantu½ saya ingin bertanya: So in your own opinion, apakah
> saya
> > > nggak usah pulang lagi ke Indonesia, karena saya tidaklah masuk
> > dalam
> > > kategori ´Orang Indonesia´?... :-(
> > >
> > > Ntar, dulu menyangkut Sila Pertama ini, kebetulan saya merekam
> > sebuah
> > > diskusi ´dahsyat´ (sampe baku hantam meja, waktu itu) di
> sebuah
> > > warung kopi... Dialog itu aku rekam dalam tulisan ½Titik
> > > Hilang½... )
> > >
> > > Tentang tokoh-tokoh pergerakan ½masa lalu½ (misalkan
> orang-orang
> > > ½gila½ diera Malari) bukannya saya ingin kesampingkan dalam
> > > ½Menakar Ke-Indonesiaan´ ini. Karena hal itu, telah banyak
> dibahas
> > > dalam artikel-artikel dan buku-buku yang telah terbit, oleh mereka
> > yang
> > > memang berkompeten dan legitimet untuk membahas sejarah ´masa
> > > lalu´.
> > >
> > > Straightly speaking, ´proyeksi´ yang saya pengen
> > > ½senggal-senggol½ di sini, adalah ½To The Future.½ Ini
> juga
> > > salah satu pesan langsung ke saya, bertahun-tahun lalu yang -
> > justru-
> > > juga berasal dari salah satu tokoh ½masa lalu½... Gitchu,
> lho...
> > > Mbak´e...:-)
> > >
> > > Quote: ... dan mencari jawaban yang baik tentang kadar
> > keIndonesiaan ya
> > > susah nimbangnya dan dengan jalur yang beragam pula,... End of
> > quote.
> > >
> > > Tuhantu: Thats why I wrote this... Kalau nggak susah, ngapain
> > > ngebahasnya :-) Ada lho orang yang memang hobbya nyari yang
> > > ´susah-susah´, mungkin saya salah satunya...hahaha... Karena,
> > > kalau jawabannya udah ´dapet´ maka jawaban itu adalah touch
> stone
> > > dari ´PatanYali Factors´... See? I am a ½crazy½
> sonofabeach,
> > > too... :-D ....
> > >
> > > Quote:... Tapi kan kita punya acuan bersama dalam berbangsa...ya
> > > Pancasila tho apalagi...hehehee... End of quote.
> > >
> > > Tuhantu: ... Kalau kita teruskan bahasannya, maka ujung-ujungnya...
> > > ½kembali ke diri sendiri½ Hhhuuuuuuu... Main catur ama Zeus!
> > > Hahahaha...
> > >
> > > Quote: ... emang bener jangan cari di kampus...lebih baik cari di
> > tukang
> > > kebun saja... End of quote.
> > >
> > > Tuhantu: Hidup tukang kebun!... horreee! Jadi nggak usah cari
> > jawaban ke
> > > Filsuf, Sosiolog dan Psikolog, gitchu maksudnya Mbak? Hahahahaha...
> > >
> > > Quote: dan, refleksi yang bagus tentang makna kemerdekaan (terutama
> > > makna sila kedua dari Pancasila...hehehee)
> > >
> > >
> > > Tuhantu: teoritikli spiking, yup... realitas-aktualnya?:
> > > Tulaliiittt...tulaliiitttt...tulaliiittt... Masuk kategori bahasan
> > > ½Tulalitology½ Wahahahahahahaha....
> > >
> > > May FUN be with you
> > >
> > > Tuhantu
> > >
> > > http://hole-spirit.blogspot.com <http://hole-spirit.blogspot.com>
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "nalaratih"
> > > <nalaratih@> wrote:
> > > >
> > > > Hahaha....asik juga maen catur ama Zeus..nangkring di awan..tapi
> > > > panggil aja Nala..
> > > > lha itu contoh nyata je..dari anak laki-lakinya almh Ibrahim
> > Hasan
> > > > dan keluarganya yang akhirnya kembali ke tanah air...dengan
> > > > pemahaman tentang filosofi menjadi orang Indonesia (dia kembali
> > pada
> > > > saat Aceh tsunami)...dan bagaimana menakarnya (kadar
> > > > keIndonesiaannya) yaaaaa dengan kembali ke Pancasila
> > > > tadi...bagaimana warga indonesia dimanapun tempatnya dia
> > mempunyai
> > > > jiwa tersebut..
> > > > ok deh....aku ndak akan kasi contoh tentang dia deh bias kali
> > > > yaaa.....lha mohon dipersori Tuhantu..Nala punya contoh nya emang
> > > > yang seperti itu...belum kuceritain ya contoh dari mereka orang
> > > > orang yang "gila" dari jaman malari..
> > > > dan ini cerita lain..ada satu temenku yang dapat beasiswa
> > fullbright
> > > > dan punya kesempatan studi ke US tapi dia nggak mau lakukan itu
> > dan
> > > > pilih UI untuk studinya...dengan alasan masalah data merah putih
> > > > (simbol juga?? bolehkan?? hehehe)...dia tidak rela data tentang
> > > > indonesia diaduk-aduk dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak
> > asing...dah
> > > > bosen dengan ke-goblog-an orang-orang yang dengan mudahnya
> > disetir
> > > > dan dimanfaatkan oleh pihak asing..begitu katanya..
> > > >
> > > > contoh konkrit tuh bisa banyak macamnya lho...sehingga insightnya
> > > > juga akan membentuk lansekap yang lebih utuh...sehingga sandal-
> > > > sandal jepit menjadi rangkaian indah pelangi
> > Indonesia...dimanapun
> > > > berada....tanpa mengurangi kadar keIndonesiaannya.
> > > >
> > > > dan mencari jawaban yang baik tentang kadar keIndonesiaan ya
> > susah
> > > > nimbangnya dan dengan jalur yang beragam pula,...tapi kan kita
> > punya
> > > > acuan bersama dalam berbangsa...ya Pancasila tho
> > > > apalagi...hehehee...emang bener jangan cari di kampus...lebih
> > baik
> > > > cari di tukang kebun saja...dan...
> > > >
> > > > refleksi yang bagus tentang makna kemerdekaan (terutama makna
> > sila
> > > > kedua dari Pancasila...hehehee)
> > > >
> > > >
> > > > smile with me
> > > > Nala
> > > >
> > > > --- In
> > psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "tuhantu_hantuhan"
> > > > tuhantu_hantuhan@ wrote:
> > > > >
> > > > >
> > > > > Mas Gotho, Mas Gozansehatwalafiat & Mbak Nalaratih... Thank you
> > > > atas
> > > > > tanggapannya...
> > > > >
> > > > > A. Jadi, untuk menjadi ´Orang Indonesia´ yang ´baik´
> > > > > terdapat kesimpulan sementara:
> > > > >
> > > > > 1. Moving our stinky feets, OUT of Indonesia... (Gotholoco)
> > > > >
> > > > > 2. Moving those stinky feets, BACK to Indonesia... (Gonzosehat)
> > > > >
> > > > >
> > > >
> > 3....................................................................
> > > > ...\
> > > > > .
> > > > >
> > > > > B. Akan halnya bagaimana itu ½Menakar Ke-Indonesia-an½
> > > sementara
> > > > > ini, terdapat beberapa pertanyaan, sbb:
> > > > >
> > > > > 1. Mungkinkah mencari jawaban bagaimana itu ½Menakar
> > > > > Ke-Indonesia-an½ melalui symbol-symbol ??? (misal: menghafal
> > > lagu,
> > > > > mempersoalkan warna, dll...smiling to Nalaratih...;-)
> > > > >
> > > > > 2. Mungkinkah pula mencari jawaban pertanyaan itu kepada para
> > > > Filsuf dan
> > > > > Sosiolog melalui jalur ´Institusional´ dan mereka yang
> > > barangkali,
> > > > > belum tau membedakan antara ½Ngilsafat½ dan ½Ngaji½
> > > ???...
> > > > >
> > > > > 3. Mungkinkah mencari jawabannya kepada para profesional,
> > ilmuwan
> > > > maupun
> > > > > intelektual yang -mungkin- sementara sangat sibuk menjadi
> > tukang
> > > > cetak
> > > > > dan pedagang ½sticker½ serta ½label½... ???
> > > > >
> > > > > 4. Ataukah memang jawabannya harus dicari pada orang-orang yang
> > > > > ´tercecer´ atau mereka yang -seperti teman Mas Gotho-
> > > > > ´mencecerkan diri´? (pindah ½aquarium½?)
> > > > >
> > > > > Demikian pertanyaan dan atau kesimpulan sementara... Ada yang
> > > > lain?...
> > > > >
> > > > > Nalaratih, kok nggak ngejawab dengan opini sendiri, ayo
> > dong?... :-
> > > > ) Dan
> > > > > ada bagusnya disertai dengan contoh kasus yang
> ´membumi´...
> > > > > (seperti contoh kasus dari Gotholoco, itu) Misalkan komentar
> > > > komentar
> > > > > klise seperti ½mulai dari diri sendiri..bla..bla..bla.
> Itu
> > > > > namanya opini yang nangkring diatas awan sambil merasa diri
> > bermain
> > > > > catur dengan Zeus... :-)
> > > > >
> > > > > May FUN be with you
> > > > >
> > > > > Tuhantu
> > > > >
> > > > > http://hole-spirit.blogspot.com <http://hole-
> > spirit.blogspot.com>
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "nalaratih"
> > > > > <nalaratih@> wrote:
> > > > > >
> > > > > > Itu namanya melarikan diri karena mana
> > > > > > tahannnnnnnnnnnnnnnn....klasik sih dan manusiawi
> > sekaleeeee...
> > > > > > bisa di mengerti dan dipahami...
> > > > > >
> > > > > > senyum,
> > > > > > Nala
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "gotholoco"
> > > > > > gotholoco@ wrote:
> > > > > > >
> > > > > > > Nggak bilang gitu seh, yang jelas dia dulunya seorang
> > birokrat
> > > > di
> > > > > > dept
> > > > > > > kesehatan, pernah menjadi pimpro berbagai proyek.
> > Berhubung di
> > > > > > > orangnya lurus, jujur dan keras hati, serta hapal dan tau
> > betul
> > > > > > > permainan pat-pat gulipat dokumen proyek valid padahal
> > tipu, ia
> > > > > > nggak
> > > > > > > tahan. Di ibaratkan dirinya seperti hidup dalam suatu
> > aquarium
> > > > yang
> > > > > > > airnya kotor, satu-satunya jalan supaya "batah dan
> > bertahan"
> > > > adalah
> > > > > > > pindah "aquarium".
> > > > > > > begitcu om Sech Hantuan Tak Bertuan.
> > > > > > > Udah ngajak saya, soal "visa hijau" bisa di atur
> > he..he..he..
> > > > > > > :)
> > > > > > >
> > > > > > > --- In
> > > > psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "tuhantu_hantuhan"
> > > > > > > <tuhantu_hantuhan@> wrote:
> > > > > > > > Quote: ... arti kemerdekaan adalah bagaimana bisa segera
> > > > pindah
> > > > > > dari
> > > > > > > > indonesia. (di oakland sana, temenku dapat lebih merasa
> > > > > > indonesia)
> > > > > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > > > Uhmmm... Mas Gotholoco... Teman Anda itu ingin mengatakan
> > > > bahwa,
> > > > > > kalau
> > > > > > > > orang-orang yang masih tinggal di Indonesia, mereka itu
> > > > berarti
> > > > > > belum
> > > > > > > > menjadi ´orang Indonesia´ yang ´benar´ dan
> > > > > > > > ´merdeka?´... Hikhikhik...
> > > > > > > >
> > > > > > > > Be Fun...
> > > > > > > >
> > > > > > > > Tuhantu
> > > > > > > >
> > > > > > > > http://hole-spirit.blogspot.com <http://hole-
> > > > spirit.blogspot.com>
> > > > > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > > > --- In
> > psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "gotholoco"
> > > > > > > > <gotholoco@> wrote:
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Kata temen saya yang sekarang tinggal di Oakland, arti
> > > > > > kemerdekaan
> > > > > > > > > adalah bagaimana bisa segera pindah dari indonesia.
> > > > > > > > > (di oakland sana, temenku dapat lebih merasa indonesia)
> > > > > > > > > :)
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > --- In
> > > > > > psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "tuhantu_hantuhan"
> > > > > > > > > tuhantu_hantuhan@ wrote:
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > Rekan sepadepokan, berikut ini adalah ´dialog´
> > > perjapri
> > > > > > dengan
> > > > > > > > > > ´Nalaratih´ tentang tulisan ½Menakar
> > > > > Ke-Indonesia-an½
> > > > > > > > yang
> > > > > > > > > > saya pengen share ke sidang majelis, sekalian...
> > Semoga
> > > > ada
> > > > > > > > manfaat...
> > > > > > > > > > :-)
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > Nalaratih, wrote:
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > kirain...sepasang sendal jepitnya berwarna merah dan
> > > > > > putih...tahunya
> > > > > > > > > > biru dan kuning...nambah warna pelangi Indonesia???
> > > > hehehe
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > always fun,
> > > > > > > > > > Nala
> > > > > > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > >
> > > > >
> > > >
> > >
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Official Samsung

Yahoo! Group for

supporting your

HDTVs and devices.

Yahoo! Groups

Endurance Zone

Communities for

increased fitness.

.

__,_._,___
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda