Senin, 03 September 2007

[psikologi_transformatif] hal ghaib dalam Al Quran...

dari salah satu web site islam...

HAL GAIB DALAM AL-QURAN

Kita akan membicarakan hal-hal gaib dalam Al-Quran. Pembicaraan yang pertama menyangkut apa yang disebut gaib menurut Al-Quran. Yang kedua mengenai macam-macam hal yang gaib menurut Al-Quran. Dan yang ketiga tentang hal-hal gaib yang diberitakan oleh Al-Quran.

Menurut arti katanya, gaib berarti sesuatu yang tersembunyi dari pengamatan. Ada dua macam gaib, yaitu (1) gaib mudhâfi dan (2) gaib muthlaq. Gaib mudhâfi adalah sesuatu yang relatif di suatu waktu dan tempat. Misalnya, orang yang tidak hadir di suatu pertemuan, berarti ia gaib di tempat itu. Ia gaib di tempat tersebut, tapi tidak gaib di tempat yang lain. Sedangkan gaib muthlaq adalah sesuatu yang tidak bisa diamati oleh panca indera dalam situasi apa pun.

Dalam surat Qaf, 50:21-22 disebutkan: "Dan datanglah setiap jiwa, bersama dengannya seorang malaikat pengiring dan seorang malaikat penyaksi. Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini. Maka Kami singkapkan daripadamu tirai yang menu­tupi matamu. Maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam." Jadi, sebetulnya menurut Al-Quran, sesuatu yang gaib itu adalah sesuatu yang tertutup tirai, yang menghalangi pandangan. Ali bin Abi Thalib pernah berkata, "Andaikan tirai diangkat, keyakinanku tidak akan bertambah." Artinya, keyakinan Ali dalam agama sudah mencapai puncak tertentu. Sehingga, walaupun kegaiban dibukakan baginya, keimanannya tidak akan berubah, tidak akan bertambah.

Orang-orang tasawuf berbicara tentang kasyaf. Kasyaf artinya membuka tirai. Kalau seseorang sudah mencapai tingkat tertentu, maka tirai akan terbuka baginya, sehingga ia akan melihat hal yang gaib yang tidak bisa dilihat dengan pengamatan.
Dahulu, mulai dari zaman Renaisans, atau sejak zaman Descartes, orang-orang mengatakan bahwa yang menentukan sesuatu itu adalah pikiran. Kaum empiris di Inggris mengatakan bahwa sesuatu itu ada kalau ia bisa diamati. Hal-hal yang gaib harus menyingkir dari ilmu pengetahuan. Hampir selama tiga ratus tahun lebih orang tidak mau mempersoalkan yang gaib. Sehingga aktivitas berpikir pun dianggap sebagai mekanisme dari unsur fosfor yang ada dalam otak manusia. Bahkan Feuerbach, seorang berkebangsaan Jerman, mengatakan bahwa kalau tidak ada fosfor, maka orang tidak bisa berpikir. Fosforlah yang menyebabkan seseorang berpikir.

Baru sekitar pada tahun 1970-an, di kalangan ilmuwan fisika tumbuh suatu minat baru terhadap dunia gaib. Fisika, ketika didalami lebih lanjut, membawa mereka kepada dunia metafisika. Seorang ahli fisika pernah mengatakan, "Kita tiba-tiba berjalan menuju pintu agama, rahasia-rahasia alam; tiba-tiba menyingkap sesuatu yang gaib di alam semesta ini yang tidak bisa diamati secara empirik, tetapi detaknya ada." Pada tahun 1970-anlah mulai terjadi arus balik pemikiran ilmuwan. Mereka mulai mengakui adanya unsur gaib di alam semesta ini, yakni unsur-unsur yang tidak bisa diamati oleh panca indera, oleh alat-alat laboratorium. Itulah yang disebut dengan gaib muthlaq, bukan gaib mudhâfi.

Sekarang mereka mengakui adanya gaib muthlaq. Mereka kini merumuskan crazy hypotheses, hipotesis gila. Misalnya ketika mereka menemukan bahwa elektron bisa berpindah dari satu lingka­ran ke lingkaran lain tanpa melewati ruang, kemudian mereka merumuskan hipotesis gila: Karena peredaran bumi —berikut pla­net-planet lain— mengelilingi matahari mirip edaran elektron mengelilingi proton, maka bisa saja dihipotesiskan bahwa tiba-tiba bumi ini pindah ke orbit yang lain, tanpa melewati ruang dan waktu. Ketika kita berbicara tentang suatu benda yang tidak terikat ruang dan waktu itu, berarti kita berbicara tentang yang gaib. Sebab, sesuatu yang hadir, yang syahid, terikat dengan ruang dan waktu. Kita terikat dengan ruang dan waktu. Misalnya saya mau pindah dari tempat duduk ini ke tempat duduk yang lain. Saya harus bergerak lewat ruang, dan memerlukan waktu. Itu terjadi karena saya tidak termasuk gaib muthlaq, melainkan gaib mudha­fi.

Islam mengakui adanya dua jenis makhluk, baik yang gaib maupun yang syahid. Allah berfirman dalam Al-Quran, "Huwa Allâh al-ladzî lâ ilâha illâ huwa `âlim al-ghayb wa al-syahâdah huwa al-rahmân al-rahîm (Dialah Allah yang tiada tuhan selain Dia; Maha Mengetahui yang gaib dan syahid. Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang) (QS Al-Hasyr, 59:22). Mengenai ayat ini, ada ahli tafsir yang mengatakan bahwa sifat Al-Rahman itu berhubungan dengan hal-hal yang gaib dan syahadah, sedangkan sifat Al-Rahim berhubungan dengan kenikmatan yang gaib. Jadi, Al-Rahman adalah kasih sayang Allah yang meliputi hal yang gaib dan syahid. Se­dangkan Al-Rahim adalah kasih sayang Allah yang khusus berkaitan dengan nikmat-nikmat ghaybiyah, nikmat-nikmat yang gaib. Sebagian ulama yang lain menafsir-kan bahwa Al-Rahman ialah kasih sayang Allah kepada orang Islam dan orang kafir, kasih sayang kepada semua manusia. Adapun Al-Rahim merupakan kasih sayang Allah yang khusus kepada orang beriman saja.

Ada sebuah buku berjudul Al-Imdâd Al-Ghaybi fi Al-Hayât Al-Basyariyah. Artinya, Bantuan Gaib dalam Kehidupan Manusia. Mak­sudnya adalah bahwa dalam kehidupan ini terdapat bekas-bekas yang gaib. Sebetul-nya kita ini berhubungan dengan yang gaib. Ada sambungan antara kita dengan yang gaib. Salah satu cara untuk menghubungkan kita dengan yang gaib itu ialah salat. Pada saat salat, sebetulnya kita sedang berhubungan dengan yang gaib. Al-Quran sebenarnya juga merupakan bekas-bekas (jejak-jejak, red.) dari yang gaib, yang tampak pada kita. Ahli tasawuf mengatakan bahwa kita hanya bisa dekat dengan Allah bila kita dekat dengan sesuatu yang datang dari-Nya. Artinya, kalau kita ingin membuka tirai kegaiban, maka lakukanlah lewat Al-Quran. Karena, Al-Quran itu posisinya marjinal, berada di antara yang gaib dengan yang syahid. Ia berasal dari yang gaib, tapi sekarang ia bisa kita saksikan.

Dulu pernah terjadi perdebatan menarik di kalangan ahli kalam: apakah Al-Quran itu makhluk atau bukan makhluk. Sebetulnya perdebatan ini terjadi karena Al-Quran memang memiliki unsur gaibnya. Al-Quran menyatakan, "Seandainya ada satu Al-Quran, yang dengannya bukit-bukit bisa berjalan, bumi bisa terbelah, dan orang mati bisa berbicara. Tapi kepunyaan Allah-lah segala urusan. (QS Al-Ra`d, 13:31). Para ahli tafsir ramai betul membicarakan ayat ini: bagaimana sebuah Al-Quran bisa membuat bukit-bukit berjalan, membelah bumi dan menyebabkan orang mati berbicara?

Ada
buku tafsir yang hingga sekarang membuat saya pening. Buku itu ditulis oleh Ibn Arabi, salah seorang sufi yang terkenal, bahkan dianggap sebagai pemikir sufi yang abadi sampai sekarang. Orang yang belajar tasawuf dipandang belum sempurna sebelum belajar kitab Fushush Al-Hikam, karya Ibn Arabi. Hingga sekarang saya sendiri belum pernah membacanya, karena, pertama sulit, tidak bisa dipahami, dan yang kedua saya diperingatkan agar saya tidak membacanya, sebab saya bisa gila kalau membacanya sebelum sampai kepada ilmunya. Ada kemungkinan, Ibn Arabi mencoba menying-kap hal-hal yang gaib lewat Al-Quran.

Berita-berita Gaib dalam Al-Quran

Sekarang kita akan membicarakan berita-berita gaib di dalam Al-Quran. Ada beberapa jenis berita gaib dalam Al-Quran, yaitu:
 
1. Pengetahuan tentang Allah Swt, nama-nama-Nya, kitab-kitab-Nya, berita tentang makhluk-makhluk ruhaniah, seperti malaikat dan jin, berita tentang kehidupan sesudah mati di alam barzakh, kehidupan ruh sebelum dibangkitkan, surga dan neraka. Itu semua berita-berita gaib yang disampaikan oleh Al-Quran yang tidak bisa di-idrak oleh panca indera. Tapi menurut Al-Quran dan dalam kehidupan para rasul, makhluk-makhluk itu mempunyai hubungan dengan alam yang hadir ini. Hanya saja, karena kehidupan kita yang sangat materialistis dan menyingkirkan fenomena-fenomena non-empiris dalam kehidupan kita, maka hubungan kita dengan yang gaib itu seakan-akan ter-putus. Padahal, menurut Islam, malaikat itu masih terus berhubungan dengan kita semua. Dalam Al-Quran disebutkan, "Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami adalah Allah, lalu mereka beristiqamah, akan turun kepada mereka malaikat (yang berkata kepada mereka): Janganlah kalian takut dan jangan bersedih, dan gembiralah dengan surga yang telah dijanji­kan untuk kalian. Kami adalah sahabat-sahabat kalian dalam kehid­upan dunia dan akhirat nanti. Kelak di surga itu kalian akan memperoleh apa yang kalian inginkan, dan di dalamnya kalian memperoleh apa yang kalian minta, sebagai hidangan dari Tuhan Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (QS Fushshilat, 41:30-32).
 
    Menurut ayat di atas, malaikat senantiasa berhubungan dengan kita. Dalam Al-Quran juga disebutkan bahwa pada Laylat Al-Qadr, malaikat dan ruh turun, "Tanazzalu al-malâ'ikatu wa al-rûh fîhâ bi idzni rabbihim min kulli amr (QS Al-Qadr, 97:4). Turunnya malaikat ke bumi ini merupakan hubungan kita dengan yang gaib. Jadi, sebetulnya para malaikat dan makhluk ruhaniah itu masih berhubungan dengan kita.
 
     Pada zaman Rasulullah Saw, ada beberapa contoh peristiwa yang mencerita-kan hubungan manusia hidup dengan hal yang gaib. Ada beberapa hadis yang sampai kepada kita, tapi kita belum "menyelidiki" hadis-hadis tersebut. Saya membacanya dari buku Aqidah Islamiyah, karya Sayyid Sabiq. Ada seseorang sedang memba­ca Al-Quran pada malam hari. Ia membacanya di kandang kuda. Sementara anaknya tertidur di sampingnya. Saat tengah malam, kuda itu meringkik keras. Orang itu berhenti membaca karena takut kuda tersebut menginjak anaknya. Lalu kuda tersebut meringkik lagi. Ketika sampai pada saat tertentu, ia melihat keluar. Dan terlihat ada semacam asap membumbung ke angkasa. Esok paginya ia menanya­kan peristiwa itu kepada Rasulullah Saw.
 
     "Ya Rasulullah, malam tadi saya membaca Al-Quran. Tiba-tiba kuda meringkik keras." "Apakah kamu terus membaca Al-Quran?" tanya beliau. Orang itu menjawab, "Ya. Saya meneruskan membaca Al-Quran, kemudian kuda itu meringkik lagi." "Lalu apakah kamu terus membaca?" tanya beliau lagi. Orang itu menjawab, "Tidak, ya Rasulullah. Dan setelah itu saya melihat di luar ada semacam awan yang membumbung ke angkasa." Kemudian Rasulullah bersabda, "Kalau kamu meneruskan membaca Al-Quran, niscaya tirai kegaiban akan dibukakan kepadamu."
 
     Kita tidak tahu bagaimana yang sebenarnya. Sayang orang itu tidak meneruskan membaca. Kalau saja ia meneruskan pembacaan itu, maka akan sampai kepada kita berita tentang tirai gaib yang tersingkap tersebut. Dalam hadis lain yang populer di kalangan ahli tasawuf juga disebutkan hal serupa tadi. Tapi saya lupa redaksi persisnya. Namun maksudnya kurang lebih begini. Kalau orang telah membersihkan jiwanya, hingga setan tidak ikut mengalir dalam darahnya, maka akan dibukakan baginya kerajaan langit dan bumi.
 
     Di kalangan tasawuf sendiri beredar berita-berita atau cerita-cerita yang aneh-aneh. Ada satu tahap dalam perkembang-an seorang sufi yang disebut sakar, mabuk. Pada tahap ini seorang sufi seperti kehilangan ingatannya, seperti gila. Sebenarnya kegilaan itu terjadi ketika tirai kegaiban terbuka baginya. Ketika tirai itu terbuka, ia merasa bingung karena tidak mampu mengungkapkan apa yang disaksi-kannya lewat bahasa yang ada. Sebab, bahasa manusia sebetulnya hanya berkenaan dengan benda-benda yang ada dalam pengalamannya saja. Jadi, kalau seseorang menemukan pengalaman yang betul-betul baru, maka bahasanya tidak ada yang bisa mengungkapkannya. Jadi, para sufi itu pun kesulitan untuk meng-ungkapkan pengalaman spritual mereka. Lalu keluarlah apa yang disebut sathahât, yakni ucapan-ucapan yang tidak puguh, yang tidak ada artinya. Tapi bagi para sufi ucapan-ucapan itu sebenarnya dimaksud-kan untuk mengungkapkan pengalaman batiniah mereka pada saat mereka menyaksikan yang gaib itu.
 
     Saya ilustrasikan begini. Misalnya saya ingin bercerita tentang pesawat terbang kepada sebuah masyarakat yang belum pernah melihatnya. Saya akan sulit menceritakannya. Dalam masya­rakat itu tidak ada kata tentang pesawat terbang. Barangkali nanti saya akan menggambar-kannya sebagai semacam burung yang terbuat dari besi. Kita pun akan kesulitan berbicara dengan orang awam tentang konsep-konsep ilmiah, karena kata-kata ilmiah itu tidak ada dalam bahasa mereka. 
2.  Berita-berita tentang umat-umat terdahulu, yang tidak bisa kita ketahui kecuali lewat bekas-bekas sejarah yang sampai kepada kita, berupa relief atau dokumen. Dalam Al-Quran kita diberitahu tentang umat-umat terdahulu. Kita, misalnya, diberitahu tentang pemuda-pemuda yang tertidur di gua selama tiga ratus tahun lebih. Ini merupakan berita gaib karena Rasulullah tidak sempat jadi ahli sejarah, tidak ada relief atau dokumen yang sampai kepada beliau.
Yang termasuk gaib jenis kedua ini adalah berita-berita tentang manusia yang akan datang. Misalnya Al-Quran mengabar-kan tentang Abu Lahab dan istrinya yang akan mati sebagai orang kafir. "Tabbat yadâ abî lahab wa tabb ... (Binasalah kedua tangan Abu Lahab... dst.)" Ayat ini turun ketika Abu Lahab masih hidup. Padahal, mungkin bisa saja Abu Lahab itu masuk Islam karena kesadarannya, hingga ayat Al-Quran itu jadi salah. Kita berpikir rasional, andaikan Muhammad itu bukan nabi, yakni orang biasa, lalu beliau mengatakan bahwa Abu Lahab itu tetap kafir dan masuk neraka, lalu ternyata Abu Lahab datang masuk Islam, maka berarti Muhammad salah. Tapi ternyata tidak demikian. Sampai meninggalnya, Abu Lahab tetap tidak masuk Islam. Untuk orang-orang lain Al-Quran tidak menyatakan begitu. Mungkin di antara orang-orang kafir itu ada yang akhirnya masuk Islam. Kebanyakan sahabat Nabi juga sebelumnya kafir dulu. Diriwayatkan bahwa sahabat Nabi yang tidak kafir terlebih dahulu hanyalah Ali bin Abi Thalib, yang masuk Islam ketika ia masih kecil. Jadi, ia tidak sempat jadi orang kafir.

Al-Quran juga menceritakan tentang kekalahan bangsa Romawi dalam QS Al-Rum, 30:2-3, "Bangsa Rum dikalahkan di dekat bumi (negeri) ini. Dan setelah kekalahan itu, mereka akan mengalahkan kembali." Saat itu bangsa Romawi dikalahkan oleh kerajaan . Lalu Al-Quran mengatakan bahwa orang-orang Romawi akan menang kembali dan mengalah-kan bangsa , sehingga pada saat itu orang-orang beriman akan bergembira ria. Asbâb al-nuzûl-nya begini. Orang-orang musyrik berkata, "Lihatlah orang-orang musyrik itu ternyata menang juga. Allah tidak menolong orang-orang beriman (maksudnya orang-orang Romawi, karena mereka termasuk pengikut agama Nashrani, sedang-kan penganut agama Majusi, penyembah berhala). Ternyata agama Majusi bisa mengalahkan agama Nashrani." Lalu orang musyrik itu berkata, "Berarti kita juga bisa mengalahkan Muhammad."

Setelah itu Al-Quran memberitahu-kan bahwa orang-orang akan dikalahkan kembali oleh orang-orang Romawi itu. Pada hari yang sama, orang Islam akan bergembira ria karena memperoleh kemenangan. Ternyata kemenangan orang-orang Rumawi itu persis waktunya dengan kemenangan orang-orang Islam pada perang Badar.
 


Got a little couch potato?
Check out fun summer activities for kids.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

Yoga Groups

Find Enlightenment

& exchange insights

with other members

Yahoo! Groups

Your one stop

for beauty & fashion

tips and advice.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] puasa. pedewasaan spiritual..

dari salah satu web site islam...
Puasa, Menuju Pendewasaan Spiritual
K.H Jalaluddin Rakhmat

ImageMengapa puasa itu disyariatkan Allah swt pada seluruh agama? Pertama, puasa adalah alat untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Hakikat keberagamaan adalah upaya untuk mendekati Allah sehingga kita menemukan puasa terdapat pada seluruh agama di dunia ini. Kedua, agama memenuhi kebutuhan spiritual atau kebutuhan rohani kita. Jika Anda seorang Antropolog, Anda tahu bahwa banyak lembaga-lembaga sosial dibentuk untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Untuk memenuhi kebutuhan manusia akan pemuasan seksual, masyarakat membentuk lembaga pernikahan. Untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kekuasaan, masyarakat menciptakan sistern politik. Untuk memenuhi kebutuhan ruhaniah manusia, pada masyarakat lahir agama. Agama adalah institusi untuk rnemenuhi kebutuhan ruhaniah. Secara filosofis, kita percaya bahwa yang membedakan kita dari makhluk-makhluk lain adalah ruh. Sebagian orang menyatakan bahwa hakikat kemanusiaan seseorang terletak di dalam ruhnya.

Ada suatu penelitian tentang puasa di Barat. Penelitian itu mengamati sekelompok orang yang berpuasa. Setelah beberapa hari puasa, terjadi sesuatu yang aneh. Pikiran mereka menjadi lebih filosofis. Mereka jadi bisa berfilsafat. Seperti seorang filusuf, orang yang berpuasa itu mulai berfikir yang abstrak. Fikiran mereka tidak terbatas pada hal-hal yang konkret lagi. Di dalam ilmu Psikologi Perkembangan (Development Psychology), kita ketahui bahwa dalam perkembangan kepribadiannya, manusia mengubah-ubah bentuk kebutuhannya. Dengan kata lain, kenikmatan manusia ini berganti-ganti sesuai dengan perkembangan kepribadiannya.

Pada tingkat yang masih awal sekali dalam perkembangan kepribadian, kebutuhan manusia itu hanya berkaitan dengan hal-hal yang konkret atau hal-hal yang berwujud dan kelihatan. Pada tingkat ini, kebutuhan itu memerlukan pemuasan yang sesegera mungkin (Immediate Gratification).

Sigmund Freud bercerita tentang kesenangan anak-anak di masa kecil mereka. Menurutnya, ada tiga tahap perkembangan kenikmatan anak-anak itu. Ketiga tahap itu memiliki persamaan. Semuanya bersifat konkret, bisa dilihat, dan pemenuhannya sesegera mungkin. Kalau orang itu lapar, ia makan. Segera dia dipuaskan dengan kesenangannya pada makan dan minum. Menurut Freud, dalam periode paling awal pada perkembangan kepribadian anak, letak kenikmatan adalah pada mulut mereka. Freud menyebutnya Periode Oral.

Anak-anak menemukan kenikmatan ketika memasukkan sesuatu ke mulutnya. Kesenangan ini diperoleh dalam pengalaman pertama ketika dia menyusu pada ibunya. Dia lalu belajar untuk memasukkan apa saja ke dalam mulutnya. Pada Tingkat Oral ini, jika anak-anak diperintahkan untuk berjalan, dia akan berusaha mengambil sesuatu dan mencoba untuk memasukkannya ke mulut. Bila tidak ada sesuatu yang bisa diraih untuk diletakkan ke dalam mulutnya, dia akan memasukkan tangannya sendiri.

Pada perkembangan selanjutnya, kenikmatan itu tidak hanya terletak pada mulut. Dia mendapatkan kenikmatan ketika mengeluarkan sesuatu dari tubuhnya. Seperti ketika dia buang air besar atau buang air kecil. Masa itu disebut Masa Anal. Pada periode ini, seorang anak bisa berlama-lama di atas toilet. Dia senang melihat tumpukan kotorannya dan kadang-kadang ia mempermainkannya.

Sesudah itu, kepribadian anak berkembang lagi. Kenikmatannya sekarang bergeser. Dia memasuki satu periode yang akan mempersiapkan diri untuk menjadi orang yang lebih dewasa. Periode ini dinamakan Periode Genital. Dia senang mempermainkan alat kelaminnya dan memperlihatkannya pada orang tuanya.

Kalau teori Freud benar, maka seluruh kebutuhan pada masa kanak-kanak itu bersifat fisik. Tidak ada kebutuhan ruhaniah sedikit pun di situ. Kebutuhan kita ini berkembang. Semakin dewasa kita, semakin abstraklah kebutuhan kita. Pada orang-orang tertentu, kepribadiannya itu terhambat dan tidak bisa berkembang. Hambatan kepribadian itu disebut Fiksasi.

Misalnya ada orang yang terhambat pada pemenuhan kebutuhan oral saja. Walaupun dia sudah dewasa, dia hanya memperoleh kenikmatan pada makan dan minum saja. Perbedaannya ialah bahwa dia mengubah makan dan minum itu ke dalam bentuk simbol, misalnya dalam bentuk pemilikan kekayaan. Saya pernah diwawancarai sebuah radio di Jakarta. Saya ditanya tentang relevansi puasa dalam kehidupan modern. Saya jawab dengan merujuk kepada teori Freud.

Orang-orang modern dalam pandangan Freud adalah orang-orang yang sakit jiwa, orang-orang yang terhambat dalam perkembangan kepribadiannya. Mereka hanya mengejar kenikmatan dalam makan dan minum saja atau paling tidak mereka terhambat pada tingkat Genital. Mereka seperti anak-anak, masih mencari kenikmatan dalam mempermainkan alat kelaminnya.

Lembaga-lembaga modern dibuat untuk memenuhi kebutuhan itu; makan, minum, dan seks. Bisnis makanan sampai sekarang adalah bisnis yang paling banyak menyedot uang di dunia modern. Saya dengar asset bulanan suatu restoran fast food di Indonesia itu adalah puluhan milyar rupiah. Jadi, puluhan milyar rupiah dikeluarkan oleh orang Indonesia hanya untuk membeli sepotong burger saja. Rata-rata orang Indonesia mengeluarkan lebih dari tujuh puluh lima persen dari penghasilannya untuk makan dan minum.

Orang modern adalah orang yang kerjanya menumpuk kekayaan. Ia akan memperoleh kenikmatan dengan melihat banyaknya kekayaan yang dimilikinya. Saya ingin memberikan contoh yang sederhana. Dahulu, di salah satu kampung yang bertetangga dengan kampung saya, ada seorang ibu yang dikenal sebagai orang kaya (kaya dalam ukuran kampung). Tetapi, sehari-hari dia hanya makan dengan nasi yang amat sedikit. Lauk pauknya pun ia cari sendiri dengan merendam dirinya di sungai untuk memperoleh ikan. Pakaian yang biasa dipakainya pun sangat sederhana.

Ketika ia meninggal dunia, lemarinya dibuka. Herannya, lemari itu penuh berisi dengan pakaian yang bagus-bagus. Orang tidak pernah melihat ia memakai pakaian-pakaian itu. Ia juga meninggalkan uang yang bertumpuk-tumpuk. Orang-orang bingung. Ia menderita sepanjang hidupnya padahal ia memiliki harta yang banyak. Orang tidak tahu bahwa ibu itu memperoleh kenikmatan tidak dalam mempergunakan seluruh harta dan barangnya, tapi ia memperoleh kenikmatan ketika ia membuka lemari dan memandang hartanya itu seraya berkata pada dirinya, "Semua ini milikku."

Orang kota juga banyak yang seperti itu. Dia memperoleh kenikmatan dalam membaca laporan depositonya di bank. Kalau dia ingat, dia membuka lemari dan menyibak lembaran-lembaran depositonya. Ia tidak ingin menggunakan depositonya karena takut jumlah uang itu akan berkurang. Ada juga orang yang membeli barang-barang dan memperoleh kenikmatan dengan melihat tumpukan barang-barang itu. Sebetulnya sebagian barang itu saja sudah cukup baginya tetapi dia memperoleh kenikmatan dalam pemilikan semua barang itu.

Menurut Sigmund Freud, orang yang seperti itu bertahan dalam tahap yang kedua, yaitu tahap kenikmatan melihat kotoran. Penumpukan kekayaan yang dibeli dengan pengeluarannya itu sebetulnya adalah pemuliaan atau simbolisasi dari kenikmatan melihat kotoran. Freud juga memandang bahwa kekayaan-kekayaan yang ditumpuk itu sebetulnya adalah kotoran. Dia terhambat pada periode Anal.

Manusia yang tidak mengalami Fiksasi akan memasuki kepada tahap kebutuhan yang lebih abstrak, antara lain kebutuhan intelektual, kebutuhan akan informasi, kenikmatan dalam mengumpulkan informasi, atau kenikmatan dalam menyampaikan informasi. (Informasi itu sesuatu yang abstrak.) Abraham Maslow membuat piramida kebutuhan manusia. Semakin tinggi bagian piramida, semakin abstrak pula kebutuhannya. Pada tingkat yang paling bawah, manusia hanya memenuhi kebutuhan makan dan minum saja atau kebutuhan biologis saja.

Bila kebutuhan biologis itu sudah terpenuhi, kebutuhannya akan naik pada tingkat selanjutnya. Kebutuhan di atasnya itu adalah kebutuhan akan kasih sayang, ketenteraman, dan rasa aman. Lebih atas lagi adalah kebutuhan akan perhatian dan pengakuan. Lebih tinggi dari itu adalah kebutuhan akan self actualization atau aktualisasi diri. Dalam Islam, hal itu disebut kebutuhan akan AlTakämul Al-Rühäni, proses penyempurnaan spiritual. Itulah tingkat yang paling tinggi dalam kebutuhan itu.

Dari uraian yang panjang itu kita bisa menyimpulkan; semakin dewasa seseorang, semakin abstrak kebutuhannya. Kebutuhan yang paling tinggi ialah ketika orang berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan ruhaniahnya bukan kebutuhan-kebutuhan jasmaniahnya. Itulah orang yang sudah sangat dewasa. Di bulan Ramadhan kita dilatih untuk mengembangkan kepribadian kita. Kita meninggalkan tingkat Oral, Anal, dan Genital ke tingkat ruhaniah yang lebih tinggi.

Pada siang hari di bulan Puasa, kita berlatih untuk meninggalkan masa kanak-kanak kita. Kita mencoba menahan diri untuk tidak memenuhi kebutuhan Oral kita dengan tidak makan dan minum. Kita pun mencoba untuk meninggalkan tahap Genital dengan mengendalikan nafsu seks kita. Pada bulan Ramadhan, kita belajar menjadi dewasa. Di bulan itu kita berusaha untuk memenuhi kebutuhan ruhaniah kita. Kita meninggalkan keterikatan pada tubuh kita dan mulai mendekati ruh kita. Kita adalah gabungan antara ruh dan tubuh tapi dalam kenyataan sehari-hari kita ini terikat sekali dengan tubuh kita.

Seseorang yang sudah sampai pada tingkat di mana keterikatan pada ruhnya lebih besar daripada keterikatan pada tubuhnya, akan mampu untuk mengendalikan tubuhnya sendiri. Orang yang sangat terikat dengan tubuh akan mudah sekali dipengaruhi oleh perubahan cuaca. Dia bisa kedinginan kalau suhu udara turun. Dia bisa kegerahan kalau suhu udara naik. Sedangkan orang yang sudah lebih terikat kepada ruh akan bisa menciptakan tubuhnya sejuk ketika udara sangat panas. Dia pun bisa membuat tubuhnya hangat ketika udara amat dingin.

Menurut Murtadha Muthahhari, salah satu tahap dalam wilayäh atau kewalian seseorang adalah tahap di mana ia sudah bisa mengendalikan hawa nafsunya. Dia tidak akan marah ketika seharusnya marah. Dia tidak ingin membalas dendam ketika semestinya ia membalas dendam. Dia tidak sakit hati ketika orang menyakiti hatinya. Nafsunya sudah terkendalikan. Menahan makan dan minum serta menahan diri dari perbuatan zina sudah termasuk tingkat wilayah yang paling awal. Jadi di dalam bulan Puasa, Insya Allah, kita akan menjadi wali-wali Allah pada tingkat yang paling Elementer.

Jika orang sudah berhasil mengendalikan seluruh hawa nafsunya, dia akan naik kepada Wilayäh yang kedua, yaitu ketika ruhnya sudah bisa mengendalikan tubuhnya. Tingkat yang ketiga, ialah ketika ruhnya sudah bisa mengendalikan gerakan alam semesta. Kalau dia menyatakan sesuatu itu jadi, maka terjadilah sesuatu itu. Kalau dia meminta supaya pohon itu berbunga, maka berbungalah pohon itu. Dari dirinya memancar sesuatu yang menggerakan dan menggoncangkan seluruh molekul di sekitarnya.

Menurut Iqbal, orang seperti itu adalah orang yang sudah bisa menentukan takdirnya. "Kembangkan dirimu begitu rupa," kata Iqbal, "sehingga kalau Allah akan menetapkan takdirnya, Dia akan berkonsultasi dulu dengan kamu. Kalau Allah akan mematikan kamu, Dia akan bertanya dulu: Apakah kamu akan mati sekarang atau nanti." Orang tersebut sudah mencapai tingkat kewalian yang ketiga. Ketika dia bisa menentukan takdir, menggenggam takdir ditangannya, dan tidak lagi tunduk kepada takdir. Bahkan Allah menentukan takdir dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepadanya.

Bulan Puasa adalah suatu bulan ketika kita paling tidak dihantarkan untuk mengendalikan hawa nafsu. Lalu bagaimana kalau di bulan Puasa ada orang yang berhasil mengendalikan makan, minum, dan seksnya tetapi dia tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya? Itu berarti orang itu tidak masuk ke tingkat wali yang paling Elementer sekali pun. Orang seperti ini tidak makan dan minum tapi mudah tersinggung. Ia mudah marah dan mencaci maki orang lain. Ia tidak bisa mengendalikan mulutnya. Ketika ceramah di bulan Puasa, dia menghantam golongan lain yang tidak sepaham dengannya. Sebenarnya orang itu menderita Fiksasi. Dia terhambat dalam perkembangan kepribadiannya, dia belum bisa mengendalikan hawa nafsunya.

Bagaimana kita meningkatkan tingkat kewalian atau wiläyah kita ini? Kita dapat berpedoman pada hadits-hadits Qudsi. Hadits Qudsi adalah petunjuk Allah bagi yang ingin mendekati-Nya. Dengan latar belakang psikologis yang panjang di atas, saya akan mengantarkan Anda kepada hadits-hadits Qudsi yang membimbing kita untuk menjalankan ibadah puasa.

Dalam satu hadits Qudsi tersebut, Allah berfirman:
"Demi keagungan-Ku, kebesaran-Ku, kemuliaan-Ku, cahaya-Ku, ketinggian-Ku, dan ketinggian kedudukan-Ku, tidaklah seorang hamba mendahulukan kehendaknya di atas kehendak-Ku kecuali Aku cerai beraikan urusannya. Aku kacaukan dunianya. Aku sibukkan hatinya dengan dunianya. Dan dunia tidak mendatanginya kecuali yang sudah Aku tentukan baginya."

"Demi keagungan-Ku, kebesaran-Ku, kemuliaan-Ku, cahaya-Ku, ketinggian-Ku, dan ketinggian kedudukan-Ku, tidaklah seorang hamba mendahulukan kehendaknya di atas kehendak-ku kecuali akan Aku perintahkan para malaikat untuk menjagaNya. Aku akan jaminkan langit dan bumi sebagai rizkinya. Aku akan menyertai setiap usaha dagang yang dilakukannya. Dan dunia akan datang sambil merendahkan diri kepadanya."

Menurut hadis Qudsi ini, terdapat dua golongan manusia. Pertama, golongan manusia yang mendahulukan kehendaknya di atas kehendak Allah. Kedua, golongan manusia yang mendahulukan kehendak Allah di atas kehendaknya. Orang yang berpuasa adalah orang yang termasuk ke dalam golongan pertama. Ia menempatkan kehendak Tuhan di atas kehendaknya sendiri. Ketika siang hari, keinginannya ialah untuk makan dan minum tetapi keinginan Allah adalah supaya ia tidak makan dan tidak minum. Orang yang berpuasa akan mengutamakan keinginan Allah itu. Meskipun lapar, ia tidak akan penuhi keinginannya.

Ketika kita lapar, umumnya kita mudah sekali tersinggung. Kalau kita diganggu orang, kita ingin sekali untuk marah. Namun Allah menghendaki kita di bulan Ramadhan ini untuk mengekang amarah kita. Rasulullah saw bersabda, "Siapa yang mengendalikan marahnya di bulan Ramadhan, Allah akan menahan murka-Nya pada Hari Kiamat nanti." Kita menahan amarah kita demi memenuhi kehendak Allah.

Sebetulnya setiap hari kita dihadapkan pada dua pilihan. Apakah kita akan memenuhi kehendak Allah atau memenuhi kehendak diri kita sendiri. Allah berkehendak agar kita mencari nafkah yang halal untuk membiayai keluarga kita. Bila kita memiliki kelebihan harta, Allah berkehendak agar kelebihan itu dibagikan kepada hamba-hambaNya. Tapi jika kita mempunyai kelebihan rizki, kehendak kita adalah memakai kelebihan itu untuk memenuhi keperluan konsumtif kita. Kita tumpuk makanan berlebih untuk kita santap ketika berbuka puasa. Seakan suatu kompensasi akan ketidakmakanan dan ketidakminuman kita di siang hari.

Di bulan Puasa ini, mari kita kesampingkan kehendak kita itu. Kita utamakan kehendak Allah swt; kita bersedekah sebanyak-banyaknya kepada para fakir miskin dan mustadh'afin.


Got a little couch potato?
Check out fun summer activities for kids.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Fitness Challenge

on Yahoo! Groups

Get in shape w/the

Special K Challenge.

Yahoo! Groups

Be a Better Planet

Share with others

Help the Planet.

Yoga Groups

Exchange insights

with members of

the yoga community.

.

__,_._,___

[beasiswa] (Butuh Info) Tips ngisi British Chevening Awards Form

Dear milisters Ysh,

Saya ingin mencoba ngisi form british chevening awards. Dulu lama sekali pernah ngisi, tapi gagal. A.l pertanyaan saya :

1. Ngisinya itu 'hal yg ideal' ato 'hal yang sebenarnya' ato campuran keduanya ?
2. Apakah gaya bahasa dalam bahasa inggris berpengaruh ? Misal kalimat2 yg 'puitis' (penuh bunga2) lebih dipertimbangkan dibanding yg 'straight forward' ?
3. Yg sudah s2 di Indonesia boleh daftar ? dan apakah s2 Indonesia ini dicantumkan juga di form ?
4. Tips wawancara ?
5. hal2 lain dari pengalaman2 rekan2 yang mungkin ada.

Terimakasih sebelumnya atas info2nya.

Salam,
novi


////////////// MODERATOR'S NOTE /////////////////

Pengisian form untuk seleksi beasiswa pada umumnya serupa:

1. Isi dengan hal yang sesuai dengan kondisi kita **SEJUJUR-JUJURNYA** ... just be yourself.

2. Gaya bahasa yang berbunga-bunga pada umumnya berisiko salah interpretasi dari pembaca/reviewer(s). Gunakan gaya bahasa yang lebih condong kepada 'scientific writing' style: lugas, straight forward, hindari jargon, dsb.

3. Mengenai latar belakang S2 di Indonesia: tidak disebutkan secara eksplisit apakah kandidat dengan latar belakang S2 di Indonesia tidak diperbolehkan mengikuti seleksi. Untuk lebih jelasnya, baca saja formulir aplikasi serta requirement yang diminta:
http://www.chevening.or.id/requirement.html
Jika merujuk pada requirement di atas, tidak ada batasan utk kandidat dengan latar belakang S2 Indonesia. Entah ya dalam praktik seleksinya.

4. Mengenai tips wawancara utk Chevening sepertinya sudah dibahas di email sebelumnya a.l. di http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/message/23596


//////////////////////////////////////////////////


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] Fwd: [WalhiNews] Ulama se-Jateng: PLTN MURIA HUKUMNYA: HARAM


>
> --- "Nur Hidayati (Yaya)" <yaya.nh@gmail.com> wrote:
>
> ALIM ULAMA PUTUSKAN:
>
> *PLTN MURIA HUKUMNYA: HARAM*
>
> PRO-KONTRA mengenai rencana pemerintah hendak
> membangun PLTN
> MURIA di Ujung Lemah Abang Balong, mendorong
> Pengurus
> Cabang Nahdlatul Ulama
> (PCNU) Jepara bekerjasama dengan Lajnah Bahtsul
> Masail
> (LBM) Jawa Tengah,
> mengadakan *mubahatsah* (pembahasan) , dengan
> melihatnya dari kacamata *fiqih
> *. Rencana ini dipandang dari sisi kepentingan
> masyarakat Jepara secara
> khusus, sebagai sebuah masalah *waqi'iyyah* atau
> masalah yang terjadi dalam
> konteks lokal Jepara dan sekitarnya.
>
> Para Ulama merumuskan beberapa masail utama, yaitu:
>
> 1. Apakah dari perspektif fiqh, PLTN Muria merupakan
> proyek *maslahah* atau
> *mafsadah*?
>
> 2. Jika *maslahah*, bagaimana proyek tersebut
> dijalankan? Sebaliknya, jika *
> mafsadah*, siapa yang berkewajiban menghentikan dan
> bagaimana caranya?
>
> 3. Siapa yang bertanggung jawab terhadap keselamatan
> warga, terhadap seluruh
> dampak PLTN MURIA?
>
> Masalah PLTN MURIA ini tidak hanya menyangkut
> masalah
> energi, tapi juga
> melibatkan aspek lingkungan, ekologi, sosial,
> politik
> dan ekonomi. Sebagai
> agama yang *syamil* (meliputi berbagai aspek
> kehidupan) dan
> *kamil*(sempurna secara keseluruhan) ,Islam
> diharapkan
> mampu memberikan
> jawaban mengenai PLTN Muria melalui penelusuran
> norma-norma Islam, baik
> dalam bentuk prinsip dasar maupun operasional, baik
> yang terdapat dalam *
> nash* maupun pengalaman historis masyarakat Islam,
> agar penanganan masalah
> PLTN Muria tetap mengacu kepada fitrah kemanusiaan.
>
> Untuk meneropong masalah PLTN Muria dengan
> kompleksitas persoalannya,
> prinsip yang menjadi acuan adalah menegakkan
> *kemaslahatan* dan
> menghindarkan *kemafsadatan* . Dari prinsip ini,
> maka
> kebijakan yang
> menyangkut tentang hajat hidup umat, baik yang
> *dlaruriyyat *(kebutuhan
> primer)*, hajiyyat* (kebutuhan sekunder) maupun
> *tahsiniyyat* (kebutuhan
> tersier atau kemewahan) harus mengakomodir tiga
> domein
> utama; yakni [1]
> domein tata kehidupan [2] domein pemenuhan
> kebutuhan,
> dan [3] domein
> kesesuaian dengan syari'ah.
>
> Maslahat dan mafsadah dalam konteks ini, yang
> menjadi
> acuan hukum adalah
> yang *muhaqqaqah* atau nyata, bukan yang *mauhumah*
> atau hanya praduga.
>
> Setelah mempertimbangkan berbagai argumentasi dari
> para pakar, baik yang pro
> maupun kontra, dan dengan berpegang teguh pada
> ajaran
> ahlussunnah wal
> jama'ah, prinsip *tawassuth, i`tidal, tasamuh,*
> *tawazun*, *al-shidqu,
> al-amanah* dan* al-wafa-u bil al-`ahd*, maka forum
> mubahasah memutuskan:
>
> 1. Pembangunan PLTN Muria HARAM HUKUM-nya, dengan
> pertimbangan:
> - Proyek PLTN Muria mengandung aspek *maslahah *dan
> *mafsadah*.
> Kemaslahatan PLTN diperkirakan mampu mensupply
> kebutuhan energi nasional
> sebesar 2-4 %. Sedangkan aspek mafsadahnya karena
> proyek PLTN pasti
> menghasilkaan limbah radioaktif yang diyakini
> mafsadahnya dan diragukan
> kemampuan pengamanannya. Dengan demikian, maka
> prinsip
> menghindari
> *mafsadah* harus didahulukan, sesuai dengan kaidah:
> *dar'u
> al-mafasid muqaddam 'ala jalb al-mashalih. *
> - Kewajiban pemerintah adalah menjamin ketenteraman
> warganya
> dengan melaksa-nakan pembangunan infrastruktur dan
> suprastruktur yang
> membawa kemaslahatan sesuai dengan derajat
> kepentingan
> yang dihadapi
> warganya, sesuai dengan kaidah: *tasharruf al-imam
> 'ala
> al-ra'iyyah manuth bi al-maslahah*
> - Proyek PLTN Muria nyata-nyata menimbulkan
> keresahan
> warga (*tarwi'
> al-muslimin* ), yang disebabkan oleh kompleksitas
> persoalan
> lingkungan, politik, ekonomi dan faktor lain yang
> mengiringi PLTN Muria.
> 2. Yang berkewajiban menghentikan adalah pemerintah
> dan seluruh warga
> mayarakat, sesuai dengan porsi masing-masing.
>
> Catatan:
>
> 1. Keputusan ini berlaku hanya untuk proyek PLTN
> Muria
> dalam konteks
> lokal Jepara dan sekitarnya.
> 2. Keputusan ini mengasumsikan masih ada sumber
> energi
> lain yang masih
> bisa dieksplorasi.
>
> JEPARA, 2 September 2007
>
> KH KHOLILURROHMAN KH AHMAD ROZIQIN
>
> Ketua TIM Perumus Sekretaris
> TIM Perumus

__________________________________________________________
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today! http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Groups

Cat Zone

Connect w/ others

who love cats.

Green Y! Groups

Environment Groups

Find them here

connect with others.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Fwd: [WalhiNews] selamat tinggal, bandeng presto, selamat datang, bayi-bayi radio-aktif

Mohon maaf untuk yang satu ini.

salam
andreas

--- anto sangadji <antosangadji@yahoo.com> wrote:

Dialog & Mubahatsah 'Alim Ulama se-Jawa Tengah
mengenai PLTN Muria menurut perspektif Fiqih,
diselenggarakan PCNU Jepara-Kudus dalam rangka Harlah
NU Ke-81 di Jepara, hari Sabtu, 1 September 2007.

SELAMAT TINGGAL, BANDENG PRESTO,
SELAMAT DATANG, BAYI-BAYI RADIO-AKTIF!
Dampak rutin dan akumulatif akibat pengoperasian PLTN
di Semenanjung Muria yang nyaris terlupakan

George Junus Aditjondro[1]

SYUKUR ALHAMDULLILAH, saya ucapkan atas undangan PC NU
Jepara, untuk ikut meramaikan acara Dialog dan
Mubahatsah Alim Ulama se Jawa Tengah di Jepara. Dengan
demikian, saya bisa bersilaturahmi dengan para
Nahdliyin se Jawa Tengah, khususnya dari kawasan
Jepara, Kudus, Pati dan Rembang, lengkapnya dari
seluruh Semenanjung Muria, yang mendapat kehormatan
dari para penguasa di Jakarta untuk menjadi tapak PLTN
pertama yang mau dibangun oleh orang-orang pintar dari
Jakarta.

Saya bersyukur, karena dengan demikian dapat kembali
memperkuat gerakan anti-PLTN yang dicetuskan oleh
WALHI di tahun 1980, 27 tahun lalu. Saya bersyukur,
karena dengan menghadiri acara di pantai barat
Semenanjung Muria ini, saya dapat menggenapi pelebaran
sayap gerakan ini di Muria, yang saya mulai bersama
kawan saya, M. Nasihin Hasan, sekarang Ketua Lakpesdam
NU Nasional, yang waktu itu selain menjadi Direktur
LP3M, juga menjadi Ketua Presidium WALHI, di mana saya
menjadi Wakilnya. Kami berdua memulai gerakan
penyadaran masyarakat di kampung orangtua Mas Nasihin
Hasan di Rembang, di pantai timur Semenanjung Muria.

Mari kita kembali ke orang-orang pintar dari Jakarta,
yang mau membangun PLTN ini. Mereka memang pintar,
karena tahu seluk beluk membangkitkan tenaga listrik
dari turbin yang digerakkan oleh uap dari air yang
direbus oleh panas yang timbul akibat terurainya
proton dan elektron dari atom-atom uranium di isotop
sekecil isi potlot di reaktor nuklir. Sayangnya,
orang-orang pintar ini tidak memikirkan akibat
perbuatan mereka, khususnya dampak rutin dan dampak
akumulatif yang harus ditanggung oleh penduduk di
sekitar Semenanjung Muria (lihat Aditjondro 2003).
Karena dalam forum ini akan ada sepuluh orang
pembicara yang pintar-pintar, termasuk Menteri Negara
Riset dan Teknologi, yang menjadi pembicara kunci,
maka sebagai pembicara yang nyaris juru kunci, saya
akan fokuskan pada salah satu dampak rutin dan salah
satu dampak akumulatif pembangunan dan pengoperasian
PLTN ini.

Saya memberanikan diri untuk bicara di forum alim
ulama yang terhormat ini, bukan karena saya orang
pintar di bidang nuklir, tapi juga bukan orang yang
kemintar. Saya cuma mau bicara di sini, sebagai orang
yang pernah meninjau dampak pembangunan PLTN di
Semenanjung Bataan, Filipina, dan di Teluk Veracruz di
Mexico. Kita perlu belajar dari pengalaman tragis
bangsa Filipina, yang harus membayar hutang pembelian
reaktor nuklir sebanyak 2,3 milyar dollar kepada
maskapai Westinghouse di AS, walaupun tidak sampai
menghasilkan satu Watt listrik buat rakyat Filipina,
setelah pemerintah Corazon Aquino, menghentikan
pembangunan reaktor nuklir itu, yang dibeli oleh
Ferdinand Marcos, untuk keuntungan kroninya, Hermano
Disini (Eurodad 2007).

DAMPAK RUTIN: POLUSI AIR PANAS.
TENTU saja, yang pertama kali dan seterusnya paling
menderita dampak pembangunan sebuah reaktor nuklir,
adalah para nelayan di sekeliling Semenanjung Muria.
Sebab pada saat tapak nuklir seluas belasan, mungkin
puluhan hektar, diratakan untuk pembangunan reaktor
nuklir, menara pendinginnya, dan semua bangunan
pelengkapnya, termasuk gardu listriknya, ke mana
larinya tanah hasil perataan perbukitan di Desa
Balong? Tentu saja ke laut, sebab laut, bagi banyak
orang, memang keranjang sampah terbesar ciptaan Tuhan
buat orang-orang malas yang tidak menghargai
kebersihan. Nah, lumpur ribuan ton itu akan
menghancurkan karang-karang di tepi pantai, tempat
bersembunyi ikan-ikan yang juga harus bobo di malam
hari.

Ikan-ikan yang selamat dari perataan tanah buat
kompleks PLTN itu, menghadapi ancaman berikutnya:
polusi air panas. Setiap pembangkit listrik yang
menggunakan tenaga uap untuk menggerakkan turbin yang
satu sumbu dengan generator listrik, selalu memerlukan
menara pendingin uap panas itu. Kalau tidak,
pembangkit tenaga listrik itu bisa meledak saking
panasnya. Untuk itu, selain melalui menara pendingin,
yang prinsip kerjanya sama seperti reaktor dalam
mobil, uap yang telah berubah bentuk menjadi air panas
perlu dikembalikan ke alam. Makanya, PLTU dan PLTN,
selalu dibangun dekat sungai atau di tepi laut, supaya
berjuta-juta liter air panas itu bisa dibuang ke
sungai atau laut. Dari situlah timbul apa yang disebut
polusi air panas (Aditjondro 2003: 221-223).

Nah, air panas yang merupakan produk sampingan PLTU
dan PLTN, yang terlalu banyak untuk mendirikan
pemandian air panas di Balong, terlalu banyak juga
buat nener-nener di perairan sekeliling Semenanjung
Muria, yang dicari oleh petani tambak di sekeliling
Muria untuk menghasilkan ikan bandengnya. Bandeng yang
selanjutnya dilego ke Juana untuk dijadikan bandeng
presto.

Makanya, yang secara rutin akan menderita kerugian
ekonomis dari pengoperasian PLTN Muria adalah para
nelayan pengumpul nener bandeng, para petani tambak,
para produsen bandeng presto, dan akhirnya, toko-toko
bandeng presto di sepanjang Jalan Pandanaran, di kota
Semarang. Itulah sebabnya, mengapa saya katakan:
Selamat Tinggal, Bandeng Presto! di judul makalah
saya.

DAMPAK AKUMULATIF: BAYI-BAYI RADIO-AKTIF.
WAKTU reaktor nuklir di Chernobyl, waktu itu masih
termasuk Uni Soviet, meledak, karena macetnya sistem
pendinginan reaktor itu, bukan cuma orang di Uni
Soviet yang terkena dampak radio-aktifnya, tapi juga
orang-orang di Jerman (saya lupa, Timur atau Barat).
Soalnya, debu radio-aktif yang dibawa angin di udara,
akhirnya jatuh ke rumput-rumput hijau di Jerman.
Rumput hijau dimakan oleh sapi perah, dan susu sapi
itu diminum oleh manusia. Bagaimana akibatnya kalau
manusia terlalu banyak minum susu yang radio-aktif,
tanya saja pada pak Iwan Kurniawan dan pak Budi
Widianarko, ahli fisika nuklir dan biologi lingkungan
yang satu panel dengan saya.

Semenanjung Muria, sependek pengetahuan saya, tidak
terkenal sebagai daerah sapi perah. Itu harus ke
Boyolali, dekat Salatiga, di mana saya sering minum
susu sapi segar sebelum saya terpaksa hijrah ke
Australia. Tapi radio-aktifitas dari PLTN Muria, bisa
juga mempengaruhi kesehatan penduduk di sini, walaupun
tidak melalui susu sapi. Sebab bayi-bayi di sini,
masih banyak yang minum air susu ibu (ASI), kan?
Walaupun kadang-kadang harus berebutan dengan
bapaknya.

Nah, kalau tanaman dan hewan di sekeliling PLTN Muria
tercemar radio-aktivitas, maka secara akumulatif,
lewat susu ibu, bayi-bayi di Semenanjung Muria akan
mendapatkan dosis radio-aktivitas yang melewati ambang
batas. Boleh jadi, bayi dan balita di Semenanjung
Muria akan menjadi semakin hiper-aktif, sebab coklat
saja sudah dapat membuat bayi dan balita hiper-aktif,
apalagi radio-aktivitas bocoran dari reaktor nuklir.
Mudah-mudahan saja, BATAN akan menciptakan lapangan
kerja khusus bagi bayi-bayi radio-aktif dari Muria,
sebagai perwujudan dari tanggungjawab sosial mereka.

TITIKRAMA ORDE BARU
MENYADARI hal-hal di atas ini, serta berbagai
pertimbangan lain yang sudah diungkapkan oleh
pembicara-pembicara lain sebelum dan sesudah saya,
dapatlah kita fahami penolakan masyarakat Semenanjung
Muria, khususnya lagi di Desa Balong, Kecamatan
Kembang, Kabupaten Jepara, terhadap pembangunan PLTN
ini. Makanya, mengherankan sikap Polres Jepara, yang
memanggil Setyawan Sumedi, Koordinator Persatuan
Masyarakat Balong (PMB), pasca demo besar-besaran
menolak rencana PLTN Muria di desa itu (Suara Merdeka,
7 Agustus 2007).

Semestinya BATAN lah, atau Menteri Ristek sekalian,
yang dipanggil ke Mabes Polri, untuk menjelaskan
mengapa pemerintah tetap mau ngotot membangun PLTN
itu, gagasan peninggalan Menteri Ristek BJ Habibie
yang kini dihidup-hidupkan kembali. Ataukah ini
menunjukkan, bahwa rezim Orde Baru tidak pernah mati,
tapi hanya bermetamorfosa, bertitikrama, menjadi rezim
baru yang tetap mau mewujudkan impian-impian lama?

Titikrama Orde Baru ini dapat dilihat dari siapa yang
sudah menyatakan minat untuk membangun PLTN Muria ini,
kapan pernyataan itu dibuat, dan pada kesempatan apa.
Maskapai penghasil migas swasta terbesar di Indonesia,
Medco, telah menyatakan minatnya untuk membangun PLTN
Muria. Saat kunjungan tiga hari Presiden SBY ke Seoul,
Korea Selatan, akhir Juli lalu, Medco Energi
Internasional dan Korea Hydro and Nuclear Power Co Ltd
menandatangani perjanjian awal untuk pembangunan
reaktor tenaga nuklir, dengan kontrak senilai 8,5
milyar dollar AS (sekitar Rp 78,5 trilyun). Kontrak
itu ditandatangani di hadapan Menteri ESDM, Purnomo
Yusgiantoro di Seoul, hari Rabu, 25 Juli lalu.
Seolah-olah sudah diangkat menjadi jurubicara Medco,
Purnomo Yusgiantoro menyatakan bahwa batas waktu
pembangunannya sudah ditetapkan pada tahun 2016, dan
reaktornya dijadualkan akan mulai beroperasi pada
tahun 2017 (Suara Merdeka, 26 Juli 2007).

Model-model menandatangani kontrak dengan perusahaan
asing, di saat-saat mendampingi Kepala Negara dalam
muhibahnya ke luar negeri, memang merupakan salah satu
modus operandi bisnis yang dekat dengan kalangan
Istana. Memang, Medco dibangun oleh Arifin Panigoro di
masa-masa jaya Soeharto, antara lain dengan merangkul
besan Soeharto, Eddi Kowara Atmawinata, mertua Siti
Hardiyanti Rukmana alias Tutut (Aditjondro 2006: 26,
288, 364-5, 405, 411-2, 443-4, 451).

Pasca Soeharto, Arifin mula-mula mendekat ke Amien
Rais, lalu setelah kelihatan bahwa kans Amien Rais
untuk menjadi Presiden pengganti Habibie sangat kecil,
ia mendekat ke Megawati Soekarnoputri dengan masuk ke
PDI-P, dan perhitungannya kali ini tepat. Setelah
popularitas Megawati merosot, ia keluar dari PDI-P,
dan bersama Laksamana Sukardi, mendirikan partai baru.
Boleh jadi, ia sekarang sedang mendekat ke SBY, sambil
melihat-lihat, apakah SBY akan berhasil merebut masa
jabatan kepresidenan yang kedua, atau tidak.

Medco Energi Internasional yang sudah teken kontrak
dengan maskapai Korea di atas untuk membangun PLTN di
Muria, memang sedang melakukan diversifikasi dari
pertambangan migas, ke proyek-proyek energi yang lain.
Di Batam, Medco memiliki dua perusahaan pembangkit
tenaga listrik, yakni PT Mitra Energi Batam yang
mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)
Panaran I Batam yang sejak 2004 membangkitkan 2 x
27,75 MW, dengan nilai investasi US$ 30 juta; dan PT
Dalle Energy Batam yang membangun PLTG Panaran II
Batam dengan kapasitas 2 x 27,75 MW pula (Warta
Ekonomi, 20 Agustus 2007: 31).

Itu belum semua. Medco juga pemilik 5% saham PT Energy
Sengkang yang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga
gas dan uap (PLTGU) Sengkang di Sulawesi Selatan yang
berkapasitas 135 MW. Baru-baru ini, Medco telah
ditunjuk untuk mengoperasikan dan memelihara PLTU
Tanjung Jati B dengan kapasitas 2 x 660 MW. Kemudian,
bersama Ormat International Inc. dari AS dan Itochu
Corp. dari Jepang, Medco juga telah menyatakan
minatnya untuk membangun Pembangkit Tenaga Listrik
Panasbumi di Sarulla, Sumatera Utara, dengan kapasitas
330 MW (Warta Ekonomi, 20 Agustus 2007, hal. 31-32).

Makanya, dari sudut logika bisnis, PT Medco Energi
Internasional Tbk yang telah menjual 19,97 % sahamnya
kepada Mitsubishi Corporation dari Jepang (Kompas, 27
Agustus 2007), masuk akallah bahwa perusahaan yang
dipimpin oleh Hilmi Panigoro, adik kandung Arifin
Panigoro, kini berusaha masuk ke pembangkitan listrik
tenaga nuklir. Iming-imingnya kepada calon
konsumennya, adalah bahwa harga listriknya bisa US$ 3
sen per kWh, lebih rendah dari pada harga listrik yang
dihasilkan oleh PLTU atau PLTGU. Namun diakui oleh
Hilmi Panigoro, bahwa "mendapat dukungan dari
masyarakat adalah tantangan utama yang harus kita
hadapi" (Warta Ekonomi, 20 Agustus 2007: 32).

TOLAK PLTN!!!
DARI uraian di atas kita bisa menyimpulkan, bahwa
rencana pembangunan PLTN, bukanlah karena krisis
tenaga listrik yang sering didengung-dengungka n,
sebab dengan berbagai pembangkit yang ada – terutama
PLTA, PLTU, dan PLTGU – kebutuhan listrik untuk
industri dan rumah tangga di Jawa sudah dapat
terpenuhi. PLTU dan PLTGU, juga tidak akan menambah
ketergantungan kita pada bahan baku dari luar negeri,
sebab batubara dan gas kita berlimpah. Sedangkan untuk
keperluan PLTN, kita harus mengimpor uranium dari
Australia, untuk dijadikan isotop yang 'dibakar' di
dalam reaktor PLTN, yang menimbulkan permasalahan baru
lagi, yakni pengamanan limbah nuklirnya.

Jadi sebenarnya, pembangunan PLTN lebih merupakan
ambisi kaum pengusaha yang dekat ke Istana, atau
mendekat ke Istana, dengan menawarkan iming-iming
dukungan buat Pemilu dan Pilpres 2009. Sementara
dampaknya, begitu banyak, dan sangat sulit
dikendalikan. Karena itu, mengutip kata penyair Wijih
Tukul, menghadapi rencana pembangunan PLTN di
Semenanjung Muria ini: Lawan!

Yogyakarta, 31 September 2007.

Kepustakaan:
Aditjondro, George Junus (2003). Korban-korban
pembangunan: Tilikan terhadap beberapa kasus perusakan
lingkungan di tanah air. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bagian II: Dilema Seputar Pembangunan PLTN, hal. 105
s/d 272.
------------ --- (2006). Korupsi kepresidenan:
Reproduksi oligarki berkaki tiga: Istana, tangsi, dan
partai penguasa. Yogyakarta: LkiS.
Eurodad (2007). Skeletons in the cupboard:
Illegitimate debt claims of the G7. Brusssels:
Eurodad.

__________________________________________________________
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today! http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Endurance Zone

on Yahoo! Groups

Groups about

better endurance.

Fashion Groups

on Yahoo! Groups

A great place to

connect and share.

.

__,_._,___

Re: [beasiswa] [BUTUH INFO] minta saran.. IPK bagus tapi ada komponen nilai D

Dear Putri,

Pertama-tama selamat buat semangat kamu yg tinggi dalam mencari beasiswa!

Sebagian besar pertanyaan kamu sudah dijawab oleh moderator dan isu
tentang nilai D sepertinya sudah pernah dibahas di milist ini
sebelumnya. Tapi utk mengingatkan saja, seingat saya beberapa teman yg
mendapat beasiswa baik buat master maupun doktor, ada yg pernah
mendapat nilai D pada waktu S-1. Saya juga pernah, hehehe dan itu
masih ada di transkrip S1 saya sampai sekarang. Nilai D pada waktu
S-1 masih dianggap lulus, tetapi tidak utk S2.

Saya pikir itu positif jika kamu mengulang nilai tersebut. Tapi
kalaupun nilainya tidak berubah, jangan patah semangat, dengan overall
IPK yg baik (di atas 3) seperti yg kamu punya, peluang mendapat
kesempatan beasiswa tetap tinggi. Utk itu ya coba perkaya kemampuan
lain seperti bhs Inggris, bhs2x asing yg lain dan juga tentunya juga
tulisan-tulisan yg berkait dengan disiplin yg kamu geluti sekarang.

Semoga sukses dalam mencari beasiswa.

Salam Hangat,


Saut Sagala
Kyoto
http://sautsagala.wordpress.com

On 9/1/07, Putri Trapsiloningrum <p_nuts_gurl@yahoo.com> wrote:
>
>
>
>
>
>
> Kepada para senior milister yth,
> Ass. wr. wb,
>
> Saya Putri, sedang menempuh kuliah tingkat akhir, di salah satu PTN di Bandung dan insya Allah semester depan akan menyusun skripsi. Saya termasuk beribu-ribu orang yang akan mencari beasiswa ke luar negeri setelah lulus S1. Tetapi ada satu permasalahan saya. Saya mempunyai satu mata kuliah bernilai D, saya telah mengulang mata kuliah tersebut sebanyak dua kali, dan hasilnya tetap sama. Ini mungkin dikarenakan saya pernah mempunyai sedikit masalah dengan dosen yang bersangkutan. Tetapi secara keseluruhan IPK saya tidak mengecewakan. IPK terakhir saya 3.4.
> Yang ingin saya tanyakan adalah apakah nilai D tersebut akan diperhitungkan jika saya akan melanjutkan ke tingkat S2 nanti lewat jalur beasiswa atau tidak walaupun IPK terakhir saya bagus?
> Berhubung saya ingin sekali melanjutkan pendidikan ke tingkat master. Terus terang, ini sangat menjadi beban pikiran saya, dan semester ini saya akan mengulang mata kuliah tersebut untuk yang ketiga kalinya.
> Mohon bantuan dari para senior milister semuanya.
>
> Salam,
> Putri
>
> //////////////// MODERATOR'S NOTE ////////////////////
>
> Dampak adanya nilai D pada satu mata kuliah meskipun IPK keseluruhan bagus mungkin bisa memperhitungkan beberapa faktor:
>
> - Seberapa penting mata kuliah tersebut dalam program S1 yg sekarang dijalani: apakah mata kuliah utama, pilihan, atau lainnya?
>
> - Seberapa penting bidang yang dicakup oleh mata kuliah tersebut dalam program S2 yang akan diambil? Apakah mata kuliah tersebut bakalan menjadi major, minor, atau lainnya? Apakah mata kuliah tersebut menjadi salah satu requirement mata kuliah specific yang mesti diambil selama studi undergraduate, dsb?
>
> - Subjective serta objective criteria dari pemberi beasiswa serta persepsi mereka atas kedua faktor di atas sebelumnya.
>
> Entry requirement untuk master hingga spesifik nilai minimum (misalnya D atau lainnya) akan sangat bergantung dari universitas dan department masing-masing. Misalnya, tipikal rata2 entry requirement untuk studi tingkat master di Inggris mempersyaratkan hal2 sbb:
>
> "Applicants for postgraduate taught programmes should have obtained at least an upper second class honours degree (or equivalent) ... Some of our taught programmes require you to have covered specific topics in your undergraduate degree."
>
> Dari sini yang diminta adalah overall nilai selama undergraduate (S1), dengan batasan minimum upper second class honours degree (or equivalent). Tidak ada spesifikasi nilai minimal per mata kuliah di S1 sebelumnya. Namun memang ada persyaratan bahwa mata kuliah tertentu mesti sudah diambil sebelumnya di S1. Untuk lebih jelasnya apakah specific topics tersebut sifatnya kritikal, bisa dibaca prospektus masing2 jurusan/department.
>
> Mestinya sih, selama tidak ada mata kuliah yang 'failed' selama S1, dengan IPK overall yang bagus Insya Allah tidak bakalan ada kesulitan untuk apply dan lanjut ke program master. Kalau untuk studi lanjut dengan beasiswa, paling tidak kita akan dimintai penjelasan mengapa satu nilai mata kuliah tersebut kurang baik (jadi, semacam justifikasi mengapa nilainya tidak sebagus nilai mata kuliah lainnya).
>
> Jika kamu mengambil mata kuliah yang sama lebih dari satu kali (hampir tiga kali) tetapi nilai yg didapat tidak berubah, itu pun bisa berbalik menjadi bumerang buat dirimu. Jika permasalahan ada di dosenmu, telusuri apakah masih ada kemungkinan untuk ganti dosen.
>
> //////////////////////////////////////////////////////
>


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] THE CHOICE IS IN YOUR HAND

THE CHOICE IS IN YOUR HAND

Siapa yang bertanggung jawab atas semua kondisi hidup Anda sekarang ?
Anda sendiri ? atau justru Orang lain ?

Banyak orang memilih untuk menyalahkan pihak lain seperti atasan mereka di perusahaan, keluarga atau pasangan hidupnya, sistem pemerintahan, dan ironisnya juga menyalahkan Yang Kuasa atas semua kegagalan yang di alaminya. Sayangnya tidak banyak yang menyadari bahwa peran dan tindakan yang mereka ambil di masa lampau adalah salah satu penentu atas apa yang terjadi pada hidupnya sekarang.

Apapun yang sudah Anda lakukan baik itu positif ataupun negatif, Anda sendirilah yang mengambil pilihan itu dan logikanya semua yang terjadi atas Anda adalah tergantung Anda sendiri bukan orang lain.

Anda beli motor untuk dikendarai, Anda memilih pekerjaan, Anda berasosiasi dengan kelompok tertentu, Anda membaca buku pilihan Anda, Anda menonton acara televisi, bahkan koran yang Anda baca, dan artikel yang Anda baca saat ini semuanya atas dasar pilihan yang telah Anda buat.

Semua pilihan yang Anda buat punya dampak untuk orang lain, terutama untuk diri Anda sendiri. Pilihan yang Anda ambil hari ini akan membawa dampak yang dahsyat untuk masa depan Anda.

Cara pandang dan cara kita memahami sesuatu yang terjadi disekeliling kita, semuanya murni tergantung pada diri Anda. Ketika Anda berkenalan dengan seseorang, Anda bisa memilih untuk melihat sisi baiknya atau fokus kepada kekurangan yang dimilikinya. Sebuah analogi mengenai gelas yang terisi setengah.Manusia memiliki pilihan bagaimana melihatnya. Jika Anda cukup optimis maka Anda akan mengatakan setengah penuh atau jika Anda begitu pesimis Anda akan mengatakan setengah kosong.

Mereka yang optimis akan cukup senang karena dibenaknya berpikir bahwa masih ada setengah gelas air yang dapat saya minum, sementara mereka yang pesimis akan mengeluh karena hanya berpikir setengahnya kosong dan menganggapnya sebagai kekurangan.
Dalam hidup ini, Anda dapat memilih untuk hanya melihat hambatan dan rintangan atau Anda justru memilih untuk melihat sebuah tantangan sebagai pengalaman unik dan baru.

Selamat mengambil pilihan !


Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Instant hello

Chat over IM with

group members.

Yahoo! Groups

Join a yoga group

and take the stress

out of your life.

Cat Groups

on Yahoo! Groups

Share pictures &

stories about cats.

.

__,_._,___