Selasa, 11 September 2007

[psikologi_transformatif] Resensi: "Semiotika Tuhan"di Kompas

Rubrik timbangan buku, Kompas Senin, 03 September 2007 
 
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0709/03/Buku/3802338.htm
 
Resensi buku "Semiotika Tuhan"
Penulis: Audifax
Penerbit: Pinus Book Publisher
Tahun terbit: Mei 2007
Harga: Rp. 23.000,-
 
 
 
Manusia Bertanya Manusia Menjawab
 
 
Oleh:
LAN FANG
 
Faktanya adalah sejak purba, hidup manusia selalu bergantung pada tanda-tanda. Sebab, pada dasarnya manusia mempunyai perasaan cemas karena segala sesuatu dalam kehidupan adalah kegelapan dan ketidakpastian.
 
Hal itu menimbulkan tanda tanya besar dalam diri manusia. Tanda tanya akan Dia, akan alam semesta, akan masa depan, dan sebagainya. Maka, manusia membutuhkan tanda sebagai jawaban atas pertanyaan. Manusia butuh pegangan untuk mendapatkan kepastian akan sesuatu.
 
Audifax rupanya ingin menjawab pertanyaan tentang keberadaan Tuhan sebagai Zat Tertinggi. Bukan dalam pandangan Tuhan manakah yang paling benar atau paling tinggi. Karena Tuhan terlalu besar untuk ditelaah dari sudut yang demikian kecil. Setidaknya, Tuhan adalah suatu daya (energi) yang mahakuat sampai melampaui batas keterbatasan manusia. Tuhan bisa mengada dalam berbagai bentuk tanda yang seharusnya bisa dibaca manusia.
 
Tidak ada kebetulan
 
Bagaimana membaca tanda Zat Tertinggi yang disebut semiotika? Inilah yang menjadi tema buku ini. Audifax mengambil perbandingan dari dua tokoh semiotika, yaitu Ferdinand de Saussure dan Charles Sanders Pierce.
 
Bagi Saussure, semiotika merupakan ilmu umum yang mengkaji kehidupan tanda-tanda dalam masyarakat sehingga merupakan bagian dari disiplin psikologi sosial. Sedangkan menurut Pierce, semiotika adalah bentuk lain dari logika yang merupakan salah satu cabang dari filsafat.
 
Sedangkan dalam perspektif pandang Audifax, tidak ada sesuatu yang namanya "kebetulan" di dunia ini. Semua kejadian, pertemuan, perpisahan, orang-orang yang saling bertemu, bahkan mimpi pun, mengusung pesan yang bisa dihubungkan satu sama lain akan membawa kita kepada kesempatan yang kita inginkan. Dan, itu adalah tanda yang harus kita baca sebagai pesan yang ingin disampaikan-Nya.
 
Audifax membaginya menjadi dua esensi, yaitu: real dan unreal. Karena membaca tanda bisa jadi tidak menalarnya dengan pemikiran yang didasari oleh logika. Esensi unreal itu hanya bisa dirasakan di dalam alam bawah sadar tiap manusia. Sebagai suatu energi besar di dalam alam semesta yang berpengaruh ke dalam perjalanan (pencarian) hidup manusia secara spiritual.
 
Sampai di titik inilah, maka manusia kemudian membutuhkan figur Tuhan dalam bentuk sebagai suatu pegangan yang tidak absurd. Entah itu dalam bentuk simbol-simbol berbagai macam dewa dalam mitologi kuno. Dari zaman Mesir, China, Yunani, Romawi, sampai ke dalam peradaban agama-agama samawi dalam bentuk para nabi, ulama, rohaniwan, sampai kepada salib atau tulisan huruf tertentu. Ini membuktikan bahwa manusia adalah zat yang lemah, sederhana, tak berdaya, yang bergantung pada zat lain yang lebih besar. Celakanya, dalam proses ini, manusia terjebak ke dalam ritual-ritual bahasa dan legitimasi pemujaan kepada Tuhan dan nabi yang ditulis sepanjang sejarah manusia.
 
Kita justru menjauh dari Tuhan. Kita tidak memedulikan tanda atau pesan yang disampaikannya melalui kebetulan-kebetulan. Kita hanya memandang hidup semata berada dalam esensi real yang bisa dianalisa oleh akal kecerdasan manusia. Karena dari sana, manusia mendapatkan jaminan kepastian melalui ilmu pengetahuan, logika, dan rasio. Atau bahkan kita sibuk dijejali oleh khotbah-khotbah dalam teks-teks agama tentang jaminan keselamatan yang dipaksakan pengertiannya.
 
Sampai tahap ini, Audifax dengan cerdas membedakan antara Tuhan sejarah dan Tuhan semesta.
 
Tuhan sejarah adalah yang tampil dalam simbol-simbol real. Bisa ditangkap pancaindra yang dipergunakan manusia untuk memberikan kenyamanan iman. Karena sekalipun manusia itu seorang ateis, sosok tentang Tuhan yang tertanam dalam jiwanya mendorongnya untuk menempatkan sesuatu yang lebih perkasa dalam bentuk simbol-simbol. Inilah "Tuhan" yang tampak dan muncul dari alam nirsadar manusia karena manusia sendiri yang menginspirasinya.
 
Sedangkan tanda dari Tuhan semesta yang merupakan satu energi (daya) mahadahsyat yang berada di dalam lingkaran waktu yang kerap tidak diperhatikan.
 
Kekosongan sejati
 
Di tataran inilah, pembacaan semiotika poststrukturalis yang melandasi pikiran Nietzche menjadi muara pemikiran poststrukturalis lainnya, seperti Jacques Lacan, Jacques Derrida, Gilles Delueze, Felix Guattari, dan Julia Kristeva. Pemikiran-pemikiran ini yang digunakan untuk "membaca ulang" tentang Tuhan yang melampaui dualisme di atas atau oposisi biner. Makna lain yang masuk adalah pluralisme. Keberadaan pluralisme ini hanya bisa ditangkap melalui kerendahan hati yang menimbulkan harapan akan Tuhan karena semua makna menjadi plural, termasuk makna Tuhan.
 
Menurut saya, pemikiran Nietzche itu bisa disamakan dengan pemahaman Buddhisme mengenai ruang dan waktu alam semesta yang berawal dari kekosongan sejati. Kemudian pikiran delusif manusialah yang melahirkan corak-corak Tuhan yang mempunyai identifikasi tertentu. Kegiatan identifikasi inilah yang kemudian melahirkan manifestasi perbedaan corak yang dipersepsikan oleh masing-masing manusia.
 
Sesungguhnya, bukankah "sesuatu yang tidak sama itu pun tidak berbeda"? Disebut "tidak sama" karena manusia mempunyai corak tersendiri. Sedangkan disebut "tidak berbeda" karena semua manusia sebetulnya berbagi satu substansi "hidup" yang sama.
 
Dengan mengutip pendapat Rusybroeck bahwa gambar Tuhan pada dasarnya secara pribadi terdapat dalam diri tiap manusia. Masing-masing memilikinya semua, seluruhnya, tak terbagi dan semuanya bersatu, Audifax memaparkannya dalam konsep manusia Jawa yang selalu berusaha menyatukan dirinya (mikrokosmos) dengan alam semesta (makrokosmos), yaitu dalam keblat papat lima pancer, yaitu arah wetan, kidul, kulon, lor, serta pancer (tengah). Arah ini juga terkait dalam perjalanan hidup manusia yang ditemani kadang papat lima pancer. Kadang papat di sini diartikan sebagai kawah, getih, puser, dan ari-ari. Sedangkan pancer (tengah) adalah ego atau manusia itu sendiri. Dengan demikian, maka Tuhan ada di dalam alam semesta dan diri manusia sehingga manusia melihat alam semesta di dalam dirinya dan dirinya adalah alam semesta. Konsep inilah yang kita temukan dalam buku Sindhunata, Anak Bajang Menggiring Angin.
 
Inilah sebenarnya energi (daya) luar biasa Tuhan yang bisa kita baca melalui tanda dari alam semesta, bila kita mau sedikit lebih peka menandai setiap kebetulan yang terjadi dalam hidup kita sehari-hari. Karena tidak ada "kebetulan" yang cuma kebetulan.
 
Skema inilah yang ada di dalam buku Audifax yang ketiga ini. Tentang konsep yang memadukan intelektualitas dan spiritual manusia untuk menyerap pengetahuan dan singkapan-Nya yang berserakan dalam realitas dan peristiwa yang terjadi. Manusia seharusnya bisa melihat realitas secara transparan melalui kepekaannya sehingga mampu membaca fenomena yang Dia inginkan bukan hanya dalam gerakan linear.
 
Keindahan abadi
 
Selain itu, Audifax juga memadukannya teori-teori semiotika dari para pemikir dunia itu dengan apresiasi yang terbaca dari fenomena masyarakat modern sekarang, seperti dalam bait-bait lagu With or Without You (U2), Hero (Mariah Carey), One of Us (Joan Osborne), Spirit Carries On (Dream Theater), bahkan membawa Harry Potter ke dalam bukunya.
 
Karena itu, buku ini menjadi unik. Karena pemahaman akan pencarian makna ini bisa diibaratkan suatu keindahan karya seni. Yang walaupun menyimpan berbagai gejolak kepedihan, tetapi bila ditangkap melalui karya seni, maka bisa menjadikannya sebuah keindahan abadi.
 
Sebelumnya, Audifax telah menerbitkan dua buku psikoanalisa, yaitu: Mite Harry Potter (Jalasutra, 2005) dan Imagining Lara Croft (Jalasutra, 2006). Bagi pembaca yang mencari pola pencarian manusia akan Tuhan, buku Semiotika Tuhan ini bisa merupakan salah satu alternatif, karena disuguhkan dengan cukup sederhana, tetapi cerdas dan tidak mengurangi makna kedalamannya.
 
Tidak berlebihan bila saya menulisnya sebagai salah satu penulis filsafat muda yang menjanjikan dan cukup mampu berbicara. Hal itu terbaca dari daftar referensi buku yang dipakainya untuk menulis buku ini. Setidaknya ada 14 buku referensi dan beberapa informasi yang diambilnya dari website. Sudah pasti dibutuhkan suatu napas panjang dan energi kuat untuk melahap data-data itu dan mengolahnya kembali menjadi sebuah buku yang padat.
 
Jadi, bila Audifax pada bagian penutup mengutip bait lagu Agnes Monica yang bertanya "Di manakah surga itu?", maka saya mencoba menjawabnya dengan mengutip bait lagu Ebiet G Ade, "tanyakan saja pada rumput yang bergoyang".
 
Bukankah tidak sulit untuk memahami semiotika?
 
(Lan Fang, Penulis, Bermukim di Surabaya)
 
 
 
 
 
 
 


Tonight's top picks. What will you watch tonight? Preview the hottest shows on Yahoo! TV.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Best of Y! Groups

Check out the best

of what Yahoo!

Groups has to offer.

Endurance Zone

A Fitness Group

about overall

better endurance.

Real Food Group

on Yahoo! Groups

What does real food

mean to you?

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] SILAHKAN VINCENT LIONG DAN IWAN BOELLE MENGKLARIFIKASI

Yahoo! Groups

Join a yoga group

and take the stress

out of your life.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] diskusi meditasi: pengalaman apa ini?

Dari: Tan Chao Ming <tanchao_ming@yahoo.co.id>

Namo buddhaya

saya mau menceritakan pengalaman meditasi baru baru ini yang membuat saya
bertanya apa sich itu ?

pagi sya bermeditasi sebentar, karena sy pikir waktu meditasi cukup untuk
15 menit, kemudian sy meditasi vipasana sy merasa berada di suatu ruang yg
gelap dan hanya sy sendiri berada disana merasa hening, sepi,tenang ketika
sy slesai bermeditasi sy terkejut melihat jam ternyata sy bermeditasi 30
menit sy merasa tidak percaya lalu sy merasa meditasi pagi ini sgt berbeda
dan timbul pertayaan apa sich itu ? apa itu yang dinamakan berhentinya
pikiran?
terima kasih smoga pak hudoyo dpt memberikan jawaban yg jelas

======================
HUDOYO:

Bpk Chao Ming yg baik,

Beberapa kata kunci yang saya tangkap dari email Anda adalah: 'hening',
'sepi' (tidak ada gangguan), 'tenang', 'meditasi pagi ini sangat berbeda'.

Memang yang Anda alami adalah 'berhentinya pikiran'. Mengapa saya katakan
demikian? -- Kita menyadari adanya waktu kalau pikiran bergerak. Pikiran
bergerak ke masa lampau, atau ke masa depan, maka kita sadar akan adanya
waktu. Kalau pikiran diam, misalnya dalam meditasi yang mendalam, atau
ketika kita terpukau oleh sesuatu yang tengah berlangsung (pertandingan
sepak bola, misalnya), maka kita tidak sadar akan adanya waktu. Rasanya
baru sebentar, ternyata (belakangan) waktu telah berlalu beberapa lama.
Itulah yang Anda alami.

Tetapi 'berhentinya waktu' itu sebetulnya tidak terlalu penting. Yang
lebih penting adalah apa yang Anda tulis kemudian: "Meditasi pagi ini
sangat berbeda". Perbedaan dalam hal apa? Kalau memang yang terjadi
adalah 'berhentinya pikiran', maka pada waktu itu ego, aku, diri, atau
'atta' ('atman') Anda tidak ada (berhenti untuk sementara). Berarti tidak
ada rasa aku, tidak ada perasaan (termasuk perasaan bahagia, nikmat dsb),
tidak ada pikiran, tidak ada keinginan, tidak ada harapan, kekecewaan dsb,
tidak ada kehendak, tidak ada pengetahuan, tidak ada pengalaman (ingatan).
Menurut alm Buddhadasa Mahathera, di situ Anda mencicipi nibbana,
sekalipun hanya sebentar dan sementara.

Apa yang saya uraikan di atas hanya bisa dipahami sepenuhnya oleh
teman-teman yang pernah mengalami keadaan berhentinya pikiran itu.
Teman-teman yang belum mengalaminya hanya bisa meraba-raba saja, lalu
muncul pertanyaan-pertanyaan, yang tidak lain adalah pikiran yang bergerak
terus, dan tidak mungkin terjawab dengan kata-kata. Kalau ini dituruti,
orang tidak akan pernah mengalami berhentinya pikiran itu.

Suatu aspek eksperiensial yang tidak kalah pentingnya dari pengalaman itu
adalah, bahwa orang yang pernah mengalami keadaan itu akan tahu/sadar
bahwa segala pengetahuan spiritual, segala ajaran agama (termasuk Buddha
Dharma yang kita pelajari dengan pikiran), sama sekali tidak relevan lagi
berhadapan dengan pengalaman itu.

Bpk Chao Ming adalah pakar Buddhisme mazhab Mahayana; saya belajar mazhab
Theravada. Tapi dengan pengalaman berhentinya pikiran itu, kita sekarang
sadar bahwa ajaran mazhab-mazhab atau agama apa pun tidaklah identik
dengan kebenaran yang sesungguhnya, yang hanya bisa muncul/dialami ketika
pikiran berhenti. Dalam 'keheningan' dan 'pengalaman meditasi yang sangat
berbeda', ketika pikiran Anda berhenti, Anda mengalami kebenaran yang
sesungguhnya, yang tidak dapat diuraikan dengan kata-kata, yang hanya bisa
Anda katakan "sangat berbeda".

Tentu sekarang Bpk Chao Ming bisa memahami, mengapa sekarang saya bergeser
mengajarkan MMD yang sekuler, menggunakan ajaran Buddha dalam Bahiya-sutta
& ajaran Krishnamurti, bukan lagi Mahasatipatthana-sutta yang khas
Buddhis.

Salam,
Hudoyo

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Find Enlightenment

Yoga groups and

resources on

Yahoo! Groups.

Yahoo! Groups

Your one stop

for beauty & fashion

tips and advice.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: ! (3) Ratih Ibrahim ? palsu atau palsu...monggo...

Bukan gak nyimak, tapi ngak yakin aza. Di O Channel-kan keliatan
cantik, bijaksana dan lembut, kaya putri Solo. Lah disini kok jadi
nyinyir ndak karuan? hayoo palsu atau palsu...Monggo...!


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com,
"nalaratih" <nalaratih@...> wrote:
>
> ndak menyimak ya...kan dah pernah mengiklankan diri di milis
> ini....setiap hari rabu...bicara tentang cinta di OOOO channel...
>
> smile with me
> Nala
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "tan" <tancnen@>
> wrote:
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "ratih
> > ibrahim" <personalgrowth@> wrote:
> > >
> > > dgnbahasa inggris ancur gitu?
> > > hahahahahaaaaaa...........
> > >
> > >
> >
> > ini Ratih Ibrahim yg suka nongol di O channel bukan ya? kok
> nyinyir
> > banget!!! atau pake namanya doang, atau ini emang sifat aslinya???
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

Special K Challenge

on Yahoo! Groups

Find shape-up

tips and tools.

HDTV Support

The official Samsung

Y! Group for HDTVs

and devices.

.

__,_._,___

[beasiswa] [Info] PhD Academy on Climate Change

Dear all

I am happy to announce the following call for papers. Apologies for
cross-postings.

For a full PDF version please visit:

http://www.sustec.ethz.ch/education/PhD_Academy/Academy08/ETH_PhDAcademy_Call08.pdf

For information regarding this year's academy go to:

http://www.sustec.ethz.ch/education/PhD_Academy/Academy07

Kind regards, Timo Busch

*Call for Papers *

* *

*Climate Change, Uncertainty, and Strategic Management***

*January **27th** - February 1st, 2008
Swiss Federal Institute of Technology (ETH), Zurich (Switzerland)*

Climate change is a major issue facing the world in the 21st century.
Drastic reductions of greenhouse gas emissions are crucial for stabilizing
the world's ecosystems. The business sector needs to mitigate the sources of
climate change and adapt to its effects even while both its magnitude and
economic implications are uncertain. Consequently, the appropriate management
of carbon resources becomes a cornerstone of competitive strategy.

The aim of the annual ETH PhD-Academy is to promote excellent PhD research
in the area of sustainability and technology and to develop responsible
leaders for tomorrow. While the 2008 academy focuses on climate change, it
is also open to PhD students working on similar challenges with respect to
environmental sustainability. The first four days of the academy focus on
improving the research design and methodology of participants' PhD projects.
One additional day will be reserved for discussions with leading business
representatives. We invite PhD students with a background in strategic
management, technology/innovation management, or institutional change to
participate in the academy. Besides content-related discussions, students
will get valuable feedback from their peers and three well-respected
professors:

§ *Prof. Dr. **Pratima Bansal**
*Shurniak Professor in International Business, Richard Ivey School of
Business, University of Western Ontario, Canada.

§ *Prof. Dr. **Andrew Griffiths**
*Professor for Strategy and Sustainability, UQ Business School, University
of Queensland, Australia.**

§ *Prof. Dr. Volker Hoffmann
*Professor for Sustainability and Technology, ETH Zurich, Switzerland.**

Papers should focus on – but are not limited to – the following topics:

§ Corporate strategy and investment decisions under uncertainty

§ Clean technologies and innovation strategies

§ Carbon risk assessment & analysis

§ Future development of climate regulation & carbon markets

§ Corporate perceptions of and adaptation to climate change

_________________________________________________

Timo Busch
Group for Sustainability and Technology
Dept. for Management, Technology, and Economics
ETH Zurich

Kreuzplatz 5, 8032 Zurich, Switzerland
Phone: +41 44 632 0553
Secr.: +41 44 632 0541
Mobile: +41 78 670 8289
Fax: +41 44 632 1045
Email: tobusch@ethz.ch
Web:

www.sustec.ethz.ch


[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] Sore Leo,... dapat salam dari jin di dekatku

Dear Friends, Berikut 4 percakapan terpisah di YM
antara Andy di Jawa Tengah dan saya di Jakarta, plus
satu percakapan antara Charlie dan saya. Topiknya
tentang DUNIA JIN, KHODAM, dan hal2 yang berkaitan.
Semoga bermanfaat. (Leo).

+++++++++++++

I. KENAPA ANDA TIDAK MAU SAYA PANGGIL PAK

A = Andy
L = Leo

A = Siang, Leo!

L = Siang Andy, udah maem?

A = Uda, kenapa anda tidak mau saya panggil pak, saya
bingung, kayaknya gimana gitu kalo saya panggil Leo
aja.

L = Hmmm... how old are you Andy ?

A = 26 years old.

L = Hm, it's ok to call me Leo. Jacky Chen di Jakarta,
a student, is 20 years old. He calls me
Leo. But it's ok should you prefer to call me pak, no
problem mas.

A = Ok deh kalo gitu, Leo.

L = Hmmm...

A = Kayaknya km lagi gak mood ya, aku kok merasa gtu.

L = Ya, lagi merasa a little bit depressed. Gak apa2
kan. Besok juga fresh lagi. Kalo kelintas pikiran
jelek, bisa tiba2 stress sendiri. Aku juga begitu kok.

A = Ok deh, share lagi boleh; khodam is energy but
apakah setiap energy is khodam ?

L = I don't know, it's the first time I've got such a
question. Jujur aja, gak pernah kepikiran. Hmmm.. You
KNOW. You are a chemist,.. setiap UNSUR memiliki
ENERGI2 yang berputar itu. Ada Proton, Elektron,...
Neutron. Yang akhirannya ...ton itu kan khodam,
kayaknya. So, what's the answer?

A = Aku sendiri juga bingung, yang aku tau khodam is
energy.

L = Ya udah, that's it, gak usah dipikirin. Gak ada
yang pernah nanya apakah semua energi itu khodam.
Believe me, aku udah taonan di dunia perdukunan
Indonesia (ehem),.... en gak ada yang pernah nanya
begitu.

A = Kalo ada yang tanya begitu kan bingung juga, ada
yang ngaku punya kenalan khodam malaikat, bisa
komunikasi lagi sama tuh malaikat, wujudnya manusia
bersayap; apa malaikat itu juga energy ?

L = Malaikat bukan energy, malainkan Roh. Malaikat itu
seperti manusia, berupa roh. Tetapi, kita memang bisa
menciptakan Khodam (Energi) Malaikat. Dengan Teknik
Reiki bisa itu. Bisa menciptakan (create) macam2
energi, termasuk energi malaikat2.

Bukan berarti itu malaikat, tetapi itu "energi" dari
sesuatu yang DISIMBOLKAN oleh malaikat itu. Malaikat
kan menempati posisi macam2 di Kesadaran kita. Mereka
itu mainly berfungsi sebagai SIMBOL2, representasi
dari YME juga.

Nah, kalau kita memahami satu malaikat sebagai simbol
tertentu. Misalnya: Malaikat Jibril (Gabriel),.. dan
kita ingin menciptakan energi dari Jibril. It's ok,
gak ada yang larang. Mereka yang praktek reiki tingkat
tinggi bisa menciptakan itu. Dan enjoy aja. Itu khodam
juga, menurut aku. Energi, asli energi.

A = Kalo malaikat asli energy gak ?

L = Malaikat itu EMANASI dari ALL THAT IS. Proyeksi
dari sumber yang SATU. itu. Ada energinya, tapi lebih
sebagai SUMBER ENERGI daripada energi itu sendiri.
Something like that. --Nice talking with you, Andi. I
have to sign out now. Campe nanti yah? Bay bay!!

A = Bye, Leo!

+++++++++++++

II. SORE PAK, APA KABAR, KOK MASIH BELUM MOOD YA ?

A = Sore pak, apa kabar, kok masih belom mood ya ?

L = Hm, musti di BOOST UP. Bus bus bus bus bus bus
!!! Udah blom? Pake BOOSTER aja. Buusssssttt... terrr.

A = Siipp, ok. Mau sedikit cerita nih, kemaren kan aq
lihat acara pemburu hantu oleh ustadz di TV.

L = Silahkan Andy. Banyak juga gak apa2. Hm Ustads gak
napsuin. Kenapa?

A = Padahal itu acara uda siaran ulang. Kok aq masih
merasakan energy nya ya. Apalagi waktu mereka buat
pusaran energy. Sarr... Serr... Badanku.

L = Hm, ya memang begitu. Itu permainan energi. Gak
pake Mata Ketiga, di Chakra Pusar ke bawah. Permainan
naluri thok.

A = Trs kok bisa mereka lihat jin ?

L = Itu kan buat2an mereka saja. Bayarannya gede. So,
gampang kan, bilang aja liat jin. So what ?

That's the reason aku gak mao liat acara gituan. Liat
di TV aja cuma ngelirik, kalo muncul, udah gitu aku
tinggal. Capek. Ngapain itu orang2 membodohi
masyarakat ? Aku ini mengajar orang untuk menjadi
semakin pinter. Mereka mengajar orang untuk menjadi
semakin bodoh. Sebel aku.

Demi uang, mereka mau "mengaku" melihat Jin. Pedahal
gak ada apa2, memang energi tapi gak ada apa2 beside
that. Cuma impressi2 saja.

A = Lha trs apa yg mereka masukin ke botol ?

L = Yang dimasukkan ke botol is nothing, kosong
melompong, maen boong2an doang. Kalopun ada, itu
energi negatif. Bukan jin. Too much. Keterlaluan. Demi
uang, mereka tego bohong. Dosanya tanggung dhewe.
Hmmm?

A = Kenapa kok gak km kritik dan sadarkan mereka? Kan
membodohi masyarakat.

L = Hmmm, kan program itu "populer". Populer, dige-
mari, biarin aja. Selama orang masih mao dibohongin,
program yang memberikan apa yang diinginkan itu akan
jalan terus. So what? Biar aja.

Kalau ngomong yang rasional dan logis seperti aku kan
rasanya STERIL bagi mereka yang pikirannya masih
dibelenggu oleh takhayul. So, jadinya cocok kan?
Pemburu hantu itu program untuk mereka yang masih mao
main hantu2an. Hantunya bikinan, pemburunya juga
bikinan. Biarin aja. Itu hak orang. CHOICE.

A = Kalo jin menurut km ada gak ?

L = Jin itu ada, tapi jarang. Jin itu seperti
kepribadian yang tidak memiliki tubuh. Jujur aja,
banyak orang yang "punya" jin warisan. Aku ada, dateng
sendiri. Banyak lagi. Tapi apakah itu sesuatu untuk
digembar-gemborkan atau something like that.

A = Aq setuju dgn pendapat km.

L = Setahu aku, jin itu seperti semacam "angel" juga,
tapi lebih ke arah ENERGI PROTEKSI. Mereka melindungi
tubuh fisik kita, itu saja. Mereka melindungi properti
kita, membuat lapisan2 energi di sekeliling kita.
Jadi, rasanya memang mostly ENERGI walaupun, terkadang
muncul juga dalam PENGLIHATAN. Dan kalau muncul,
bentuknya bisa terlihat seperti MANUSIA.

Seperti manusia mas, ada yang besar sekali seperti
raksasa. Itu tempatnya di atas genteng rumah aku.
Ada yang seperti teman2 akrab dan muncul ketika aku
antara sadar dan gak sadar. Mereka ngomong terus
sendiri dan ngajak aku juga ngomong. Itu jin2 warisan
dari leluhur aku di Gorontalo. Ikut sendiri. Tapi, so
what? Gak mengganggu. Menurut aku, jin2 itu gak
mengganggu, malahan membantu.

A = Jgn panggil aq dgn mas, cukup Andy aja.

L = Tapi aku gak mao ngomong tentang jin. I've never
talked with anybody about jins. Only with you. Aku
sharing aja, mereka kalau muncul bentuknya seperti
manusia, dan tidak mengganggu. Yang mengganggu itu
ENERGI NEGATIF. Emosi2 negatif dari orang2 yang
NALURINYA membakar diri mereka semasa hidup.

Emosi2 itu menjadi energi negatif yang bisa menempel
di lokasi2 tempat tinggal. Nah, itulah yang dibersih-
kan oleh para "pemburu hantu" itu. Tapi itu bukan jin,
cuma ENERGI NEGATIF saja, jadi gak perlu action sampe
segitu amat. Over acting, menurut aku.

A = Kepribadian ada yg baik dan ada yg jelek. Begitu
juga jin. Jadi bukankah jin ada yg membantu dan ada yg
mengganggu ?

L = Well, yang mengganggu itu ARWAH PENASARAN which is
NEGATIVE ENERGIES yang berasal dari EMOSI2 ketika
orangnya hidup. Aku sendiri gak percaya ada jin yang
mengganggu orang. Emangnya kurang kerjaan?... Mungkin
ada JIN PENGANGGURAN yang suka ganggu orang, but I've
never met them. Hmmm?

A = Ok, aq juga punya teman jin.Dia juga bantu aq. Tp
kenapa ada yg bilang kalo aq gk boleh berteman lagi
dgn jin karena nanti itu jin pasti minta imbal balik
dari bantuan yg pernah dilakukannya.

L = Itu kan BELIEF SYSTEM orang, mas. Aku sendiri gak
percaya kalo jin itu minta imbalan. Memang aku gak
pernah nyari2 jin. Mereka itu yang dateng ke aku,
warisan leluhur, dan gak pernah minta apa2. Aku juga
gak minta bantuan ke mereka, but I know they are there
around me. Itu aja.

+++++++++++++

III. KENAPA BOHONGAN JIN DLM BOTOL ?

A = Pagi Leo, how are you today ?

L = Good.

A = Sudah online kah ?

L = Udah, ngumpet2. Takut keyiatan. Hm, how are you
doing, Andy ?

A = Baru sampe kantor nih. Sampe manakah percakapan
kita kemaren ?

L = Sampe jin dalem botol. Aku bilang itu boong2an
doang.

A = Kenapa bohongan jin dlm botol ?

L = Karena it's nothing, buka aja botolnya, en liat
dalemnya apa? Nothing. Pereksa aja di lab kimia,
isinya apa? Paling cuma O2, H2O, dan sebagainya yang
normal2 saja. NO JIN at all. Please check kalo ada JIN
DALEM BOTOL. Preksa di lab aja. Hmmm???? Jin itu gak
bisa dibotolin lagee.

A = Jin is energy so bisa aja msk botol.

L = Bagaimana mau membotolkan suatu "kepribadian" ?
Kalo energy itu bukan jin, tapi khodam. Nah, kalo
ENERGY or Khodam, mustinya bilang terus terang, jangan
membodohi orang seperti itu.

Tapi aku tetap bahkangak percaya kalo itu Energy, itu
cuma ACTION doang. Energy negatif bisa ditarik, lalu
dibuang ke "bumi" (alam) supaya di daur ulang. Artinya
di_Netral_kan. Tetapi, kalo energi di botolin, that's
too much. BOONG AH. Energy kan mengikuti HUKUM2 ALAM.

A = Memang sulit juga dipercaya. Aq jg gak prcaya 100%
kalo itu jin.

L = Bahkan PRANA (REIKI, CHI) itu mengikuti hukum2
alam. Kita gak bisa menyimpan energi, itu PRINSIP.
Energi itu selalu BERPUTAR. Selalu masuk dan keluar,
berputar, selalu DAUR ULANG... --Kalo bener itu
ENERGI NEGATIF, kenapa musti disimpan di dalam botol?
Di lempar saja ke ALAM, dan itu akan jadi NETRAL
sendiri. Bodoh amat ya ?

A = Yup, aq se7.

L = Tetapi mereka itu PINTER2 BODO, karena ACTION
seperti itu memang KOMERSIAL. Karena banyak peminat-
nya; peminatnya itu orang2 yang suka DIBODOHIN, dan
jadi banyak juga yang pasang iklan. So, tarip naek.
Sekali panggil PEMBURU HANTU itu taripnya jutaan.
That's true. Cuma buat nonton ACTION kayak gitu, men-
dingan panggil badut2 aja. Lebih murah lagee. Hmmm???

A = Hahaha...

L = Para pemburu hantu itu termasuk BARISAN TUKANG
JUAL AYAT. Di tiap agama ada itu, Barisan Jual
Ayat. Yang Kristen ada. Yang Islam ada. Di tiap agama
itu ada. Aku bilang BIARIN AJA. Dosanya tanggung
dhewe!

A = O iya, kemaren kan km bilang kalo km punya teman
jin, sudah lamakah berteman, bgmn pengalamanmu tentang
berteman dengan jin, trs bgmn menurut pendapatmu
tentang seorang yang juga berteman dengan malaikat ?
adakah ato cuma bohong2an aja ?

L = Well, I didn't say I befriended jins. Bukan
berteman sama jin, tapi jin yang "ngikut", I can
only say that.

A = Ok, jin yang ngikut.

L = Bukan berteman dengan malaikat, tetapi memang tiap
orang "memiliki" malaikat.

A = Ok deh, manut wae.

L = ANGEL = MALAIKAT = HIGHER SELF = DIRI KITA YANG
LEBIH TINGGI. Ada malaikat yang "tingkatannya"
persis di atas kita. Itu diri kita yang lebih tinggi
langsung, one step higher. Di atas itu, ada lagi
Malaikat yang lebih tinggi dari Malaikat itu. Di atas
itu ada Malaikat lagi yang lebih tinggi dari dia. Di
atasnya ada lagi. Begitu seterusnya, sampai TAK
TERHINGGA.

Ada TUJUH LAPIS LANGIT. LANGIT adalah simbol dari
KESADARAN (CONSCIOUSNESS). Di diri ini, kita memiliki
KESADARAN (Consciousness). Itu Kesadaran Pertama =
Langit Pertama. Diri kita yang lebih tinggi memiliki
Kesadaran Tinggi. Itu Langit Kedua. Di atas itu ada
Kesadaran Lebih Tinggi Lagi. Itu Langit Ketiga, dan
seterusnya, sampai ke 7 which is SIMBOL belaka. Angka
tujuh itu simbol SPIRITUAL, KEROHANIAN.

Sebenarnya KESADARAN itu lebih dari 7. Jumlahnya tak
terhingga, sama seperti MALAIKAT yang merupakan diri
kita sendiri yang lebih tinggi itu, jumlahnya TAK
TERHINGGA. Could you follow me? Hm?... --And where is
GOD? GOD IS ALL IN ALL.

A = Ya.

L = Hm?

A = Teruskan, kusimak nih, lumayan dapat kuliah gratis
darimu Leo.

L = So, segala trick "Jin dalem botol" itu cuma maenan
gak bermutu buat orang2 yang males untuk
MASUK KE DALAM DIRI SENDIRI.

KNOW YOURSELF, Kenalilah Dirimu,.. itu slogan
spiritual dari Pak Hudoyo Hupudio dan aliran
Khrisnamurti. Aku bilang ke semua orang BE YOURSELF.
Jadilah Dirimu. Kalau kita menjadi diri kita sendiri,
jujur pada diri kita sendiri, walaupun jatuh bangun,
mao gak mao, cepat atau lambat,... pasti AKAN SAMPAI
JUGA. Akan sampai juga pada PENGERTIAN SEJATI itu
tentang Siapa Diri Kita sesungguhnya. JATI DIRI kalau
menurut istilah orang KEJAWEN.

Jati Diri kita itu KOSONG karena segala yang kita
gembar-gemborkan di dunia itu SEMU belaka.

We are _not_ our emotions. We are _not_ our thoughts.
We are _not_ our sex... --Yes, we are not masculine
or feminine. We are BOTH masculine and feminine at the
same time. God is both masculine and feminine at the
same time also. And, we share in God's sexuality also.
Hm?

Makanya mereka yang pake kanuragan gak bisa naik ke
"atas". Itu permainan NALURI belaka, yang cuma bisa
muter2 di Dimensi Ruang dan Waktu saja. Pedahal kita
itu aslinya MULTIDIMENSIONAL Dimensi dimana ROH kita
berada itu tidak terbatas, dan bukan hanya di Dimensi
Ruang dan Waktu ini.

Bahkan, yang namanya REINKARNASI (Past Lives atau
Kehidupan Masa Lalu) itu, sebenarnya masih
ber-langsung sampai saat ini, dan tetap akan
berlangsung. Dan kita masih disana as well as disini.
Time is Illusion. Waktu itu Illusi saja yang kita
rasakan sebagai bergerak karena, sebagai makhluk hidup
bernama manusia, kita memiliki DENYUT NADI.

Nah, kita mengalami WAKTU sebagai PERGERAKAN karena
kita memilki DENYUT NADI. Kalau kita tidak memiliki
Denyut Nadi,... atau ketika kita melepaskan diri dan
tidak merasakan denyut nadi (bisa sementara, mungkin,
dalam keadaan trance mendalam atau SAMADHI), maka kita
akan mengalami WAKTU yang AZASI itu, yaitu NOW. The
ETERNAL PRESENT. Semuanya berlangsung dalam saat yang
bersamaan. Past, Present, Future, ... mereka
berlangsung SAAT INI. Dan cuma saat ini saja, gak ada
waktu lainnya. T = 1. T = 1. TUNGGAL.

God is ESA. TUNGGAL. T = 1. Hm? Could you follow me?
Makanya aku always bilang Ikhlas Pasrah. Ikhlas
berarti melepaskan segala keterlekatan dengan "masa
lalu". Pasrah berarti melepaskan segala keterlekatan
dengan "masa depan". Nah, karena Ikhlas dan Pasrah
itu, akhirnya kita jatuh ke posisi yang ASLI which is
HERE and NOW. T = 1. Dan kita bisa experience Dimensi
Mata Ketiga which is Dimensi Batin which is none other
than GOD. It is as simple as I can say it.

A = Ok.

L = SAMADHI, itu istilah yang dipakai oleh sebagian
orang. Samadhi is God's Consciousness which is also
OUR CONSCIOUSNESS. Kenapa kita bisa mengalami God's
Consciousness ? You know the answer already. Karena
kita adalah bagian dari God. We are part of God. GOD
is the SUM TOTAL OF ALL OF US and MORE. Hm?... Tanpa
syariat memang. Langsung saja memang. Why not?

A = i c

L = Itu ajaran Syekh Siti Jenar kan? Itu ajaran Yesus
yang asli kan? Tapi manusia2 pada bebal, maunya maen2
jin dalam botol saja. Cappe.

A = Jin bisa menembus benda nyata apapun, tentunya
juga bisa menembus botol, betul gak ini ? coba
km tanya ke jin yang ngikut km ?

L = Gak tau, belom pernah nanya2 cama jin. Enakan
nanya orang, apalagi orangnya cakep. Udah duyu yah,
keyja yagi yah? Aku harus sign out, ada appointment
sama client di Gedung Bursa Efek Jakarta,... mao
ngobrol2 di Cafe Starbucks tentang masalah per-JIN-an.
Mao membuat gerakan PEMBEBASAN PARA JIN. Itu melanggar
HAJ. Hak Azasi Jin. Gak boleh lageeh jin dibotolin.
Emangnya gw Aqua? kata jin-nya.

Talk to you later. Take care. Bay bay!!

+++++++++++++

IV. SORE LEO,... DAPAT SALAM DARI JIN DI DEKATKU

A = Sore Leo,... dapat salam dari jin di dekatku.

L = Sore, Andy,... aku masih di tengah kota, belom
pulang, masih musti ketemu client nanti. Jin nya cowok
apa cewek ? Jin di cebeyah aku yagi nyayi jodoh. Cowok
boyeh, cewek juga boyeh. Dalam dunia per jin an gak
dikenay keyamin, katanya. Bisa switch. Bukan keyakinan
aja lageeh yang bisa di switch. Keyamin di dunia jin
juga bica di switch... Kayo mao. Gak mao juga gak
apa2. Gak doca. Gitu katanya. Hmm?

A = :))

L = Aduh, Jakarta panasnya seperti dalam neraka
walaupun, benernya aku belom pernah masuk neraka.

A = Memangnya km tau tentang neraka, kok bisa bilang
panas ?

L = Lha, kok sampeyan ikut2an nge-blank. Kosong. Aku
kan lagi blank. Kemasukan jin di depan Universitas
Prof Moestopo, Kebayoran Baru, where I am writing now.
Jin intelektual, katanya,... Kalo ngomong campur pake
Bahaca Inggris. Biar dibiyang intelek. Hmmm? Kita
botolin aja Kita botolin aja!! kalo jin nya belagu
kita botolin aja.

A = hahahaha

L = Ntar dibawa ke lab en dipreksa, asli apa nggak.
Kalo gak asli, balikin aja. Bilang, loe bukan jin
asli, loe jin jadi2an. Cuma khodam aja kok ngaku2 jin?

A = :)) Ok deh khodam, jin sama khodam lagi komunikasi
nih !

L = Komunikasi tanpa suara, pake batin.

A = Tapi jin di sebelahmu diam aja gitu.

L = Hmmmmm... hmmmm...hmmmm.. ccucucu cucuuu cucucu.
Bunyinya kayak gitu, kira2.

A = Cuma km yang omong teyus dayi tadi.

L = Ok, gantiyan. Di sebelah ada bangku kosong. Jin
nya lagi keluar makan.

A = hehehe, kan jinnya lagi duduk2 di atas genteng
sambil awasin rumah.

L = Hm, aku belom pulang neh, masih di jalan.
Maceeetttt... Jakarta gak enak, udah panas, macet,
debu,... en kendaraannya jalannya kayak setan. Setan,
bukan jin. Kalo jin macih punya sopan santun
berlalu-lintas... --Well, Andy, I have to sign out
soon. Bay bay now!!

+++++++++++++

MENDING KITA URUSIN MANUSIA DULU

C = Charlie
L = Leo

C = Sore, Pak Leo!

L = Sore, mas!

C = Lagi sibuk, pak? Mau lanjutin topik yang kemaren
nih, masih penasaran. Yang mengenai energi positif
dan negatif...

L = Silahkan, mas.

C = Sebelumnya energi- chi itu sapa ya? kalau
relasinya dengan aura bagaimana ? apa jangan jangan
sama ?

L = Chi itu in Chinese, Prana in Sanskrit, Reiki in
Japanese, Energy in English. Artinya kurang lebih
sama, walaupun pengertiannya agak beda2, tergantung
dari bacground culture orang yang menggunakan istilah2
itu. Aura itu adalah Pancaran Energy Kesadaran
(AWARENESS) yang dimiliki oleh manusianya.

C = Apa yang menyebabkannya bisa positif dan negatif ?

L = Positif apabila Ikhlas dan Pasrah menerima
kodratnya sebagai Insan Spiritual (rohaniah). Negatif
apabila masih bertahan di level fisik (naluri) belaka
dan berbagai emosi2nya.

Kita ini bukan emosi2 kita. Kita bukan pikiran2 kita.
Kita bahkan bukan intuisi2 kita. Kita adalah ROH yang
ada dibalik semua hal2 itu.

Nah, orang yang "negatif" adalah yang belum bisa
memisahkan dirinya yang asli dari segala emosi2 dan
pikiran2, dan naluri2, dan intuisi2 itu. Masih belum
mengenal JATI DIRI yang asli. Gitu lho, something more
or less like that.

Semakin orangnya ELING (AWARE), maka semakin positif,
artinya semakin bisa membantu orang lain yang
mengalami hambatan2 dalam kehidupannya. Tetapi, on the
other hand, kita menjadi "positif" pun setelah kita
melewati yang "negatif". Ada perjuangan jatuh bangun
dalam kehidupan nyata ketika kita belajar untuk
MENGENAL DIRI yang sejati. Untuk ELING itu.

C = Ooo... bagaimana dengan makhluk yang bukan
manusia.. yang ada di alam/dimensi lain ? apakah
mereka mirip dgn manusia, ada positif dan negatif ?

L = Well, mending kita urusin manusia dulu. Itu aja.
After that, kalau udah kelar, baru mikirin makhluk
laen. How can we know other creatures in other
dimensions when our own human race is in shambles like
what we have RIGHT NOW ?

C = ic, cuma penasaran sama orang orang yang
mendeteksi keberadaan makhluk lain, atau merasakan
kehadiran makhluk lain tersebut. Terkadang pun saya
merasa ada yang datang, lewat, ngeliatin, or iseng,
bahkan saya kadang merasa mereka begitu kuat. Nah, itu
yang bikin penasaran, apa yang sebenarnya yang saya
rasakan itu, apakah itu energy nya ? kurang lebih itu
salah satu yang bikin saya ingin tahu ttg energy...

L = Mostly itu energi, mas. Memang macam2 rasanya....
Well, I have to sign out soon. Bay bay now!!

C = Thx. Bye !

+++++++++++++

[Leo adalah seorang praktisi PSIKOLOGI TRANSPERSONAL
dan bisa dihubungi di nomor HP: 0818-183-615.
E-mail: <leonardo_rimba@ yahoo.com>.
Untuk bergabung dengan MILIS SPIRITUAL-INDONESIA,
please click this link:
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/join>].

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Files to share?

Send up to 1GB of

files in an IM.

Yahoo! Groups

Going Green

Share your passion

for the planet.

Cat Zone

on Yahoo! Groups

Join a Group

all about cats.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Konseling Islami

sebelumnya saya ucapkan selamat berpuasa bagi yang akan menjalankannya, mohon maaf lahir batin 
 
Urgensi Konseling Islami
 
Perkembangan psikologi Barat mengasumsikan prilaku dan tingkah laku manusia secara universal, jauh dari bimbingan agama, dan lahir di era sekuler sehingga tidak menyentuh aspek iman, kesakralan, dan dosa. Karenanya ia tidak mampu memahami fenomena kejiwaan yang berdimensi vertikal (ketuhanan). psikologi Barat hanya mampu memahami fenomena kejiwaan masyarakat Barat sesuai dengan kultur sekulernya.Karena itu pula, psikologi Barat, termasuk psikologi konseling yang berkembang di Barat tidak serta merta dapat dipakai di belahan dunia lain. Masing-masing hanya dapat dipahami secara utuh dengan pendekatan lokal setempat. Uichol Kim, seorang psikolog asal Korea menamai pendekatan ini dengan Indigenous Psychology
Untuk memahami perilaku manusia di belahan bumi yang berbeda  harus menggunakan basis kultur dimana manusia itu hidup. Maka untuk memahami perilaku masyarakat Indonesia –misal- yang mayoritas beragama Islam hanya dapat dipahami secara benar melalui pendekatan psikologis yang berbasis nilai-nilai keislaman (Psikologi Islami). Pentingknya pendekatan indigenous psychology menjadi alasan kuat pentingnya pengembangan Psikologi Konseling Islami.


Pinpoint customers who are looking for what you sell.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Yahoo! Groups

Get info and support

on Samsung HDTVs

and devices.

Green Y! Groups

Environment Groups

Find them here

connect with others.

.

__,_._,___
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda