Minggu, 30 September 2007

[psikologi_transformatif] Re: Surat Keberatan Media Watch > Mas Goen

Tul, Pak Goen, apalagi kalo bayar Rp 5,000. Bisa lima detik. tapi tanpa gambar
perempuan, yang ada gambar kucing ngeong.

manneke

Quoting goenardjoadi <goenardjoadi@gmail.com>:

> Pak ada masalah lagi, karena untuk keluar dari milis ini repot pak,
> ada yang sudah 3 kali kapok-kapok, gak bisa keluar, katanya ada
> jailangkungnya yang menghantui [seperti Mas Tuhantu] kemana kita
> pergi...........
>
> ayo tarohan, berapa lama Mas Merkurius Adhi dan Mbak Istiani bisa
> bertahan tidak ngintip Psi-trans????
>
> Wong Mbak swastinika saja, yang sudah kapok-kapok dikejar-kejar
> penggemar, masih nongol aja.
>
> Milis ini seperti koyo cap cabe.
>
> Pak kalau divonis bayar Rp 1,000 berarti bisa untuk ngobrol 1,000
> detik ya???
>
> salam,
> goen
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, pradita@... wrote:
> >
> > Dengan ini kami nyatakan, setelah mempertimbangkan semua
> kesaksian, baik yang
> > memberatkan maupun meringankan, bahwa Pak Goen dinyatakan secara
> mutlak
> > BERSALAH! Oleh sebab itu, majelis hakim memutuskan untuk
> menjatuhkan hukuman
> > kepada Pak Goen dengan cara di-BANNED dari Milis Psiko-
> Transformer! Ditambah
> > biaya administrasi Rp.1000,- bayar tunai! Tentu saja, jika
> terdakwa keberatan,
> > bisa mengajukan banding, kasasi, PK, asal disertai novum baru.
> uang pendaftaran
> > perkara Rp, 5000,- bisa dibayar ke panitera setelah sidang selesai.
> >
> > manneke
> >
> > Quoting goenardjoadi <goenardjoadi@...>:
> >
> > > ha ha ha ha ha
> > >
> > > Pak Posma,
> > >
> > > Kalau laki-laki sih jangan ditanya maunya apa? kalau ada daun
> pintu
> > > aja asal bisa dipakai, boleh juga. Nah, kesetaraan jender itu
> > > adalah tujuannya seperti pak Manneke dan bu mariana, supaya
> > > mengajarkan laki-laki bahwa ada yang salah dengan obsesinya
> terhadap
> > > wanita, karena wanita tidak demikian.
> > >
> > > Wanita lebih memilih kepastian, pasti ada uangnya saat membayar
> > > belanjaan, dan wibawa.. wiiiii bawa mobil.
> > >
> > > salam,
> > > goen
> > > [ampun Pak Manneke, jangan saya dibilang melecehkan perempuan
> suka
> > > wibawa]
> > >
> > >
> > >
> > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "sinagahp"
> > > <sinagahp@> wrote:
> > > >
> > > >
> > > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "goenardjoadi"
> > > > <goenardjoadi@> wrote:
> > > > >
> > > > > sebenarnya, yang paling bodoh itu adalah laki-laki yang
> > > pikirannya
> > > > > mau wanita. sedangkan mereka pikir wanita maunya laki-
> laki?
> > > yang
> > > > > bener aja, wanita lebih memilih kepastian.
> > > > >
> > > > > atau wibawa.
> > > > >
> > > > > salam,
> > > > > goen
> > > > >
> > > >
> > > > harez:
> > > > Wah ..... maksudnya apa nih Mas Goen? Mengacu pada "kesetaraan"
> > > > perempuan dengan laki-laki, secara spontan kan pemikiran yang
> dapat
> > > > muncul adalah "kalau laki-laki dapat memaui wanita,
> maka "wanita
> > > pun
> > > > dapat memaui laki-laki".
> > > >
> > > > Apakah betul seluruh wanita lebih memilih kepastian dan
> wibawa?
> > > Menurut
> > > > saya enggak tuh, cukup banyak perempuan yang tetap setia,
> berjuang
> > > dan
> > > > menjalani kehidupan bersama laki-laki yang tidak memiliki
> kepastian
> > > > maupun berwibawa, punyanya cuma kekerasan ... :).
> > > >
> > > > Kalau "ada wanita memilih kepastian dan wibawa", maka "ada
> laki-
> > > laki
> > > > dapat memilih kepastian dan wibawa". Contohnya jelas kan ada,
> > > gigolo
> > > > atau laki-laki yang ngejar "wanita (termasuk janda-janda) yang
> > > memiliki
> > > > kepastian dan wibawa".
> > > >
> > > > Ha...ha...ha... :)
> > > >
> > > > salam,
> > > > harez
> > > >
> > >
> > >
> > >
> >
>
>
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Fitness Challenge

on Yahoo! Groups

Get in shape w/the

Special K Challenge.

Yahoo! Groups

Find Green Groups

Share with others

Help the Planet.

.

__,_._,___

Re: [psikologi_transformatif] Re: Apakah SURGA dan NERAKA benar-benar ada? - HPS: Iblis, Jin, dan Malaikat

Kalau di aku, Rez
Adanya surga thok
Tak ada nerakanya
Lagi pula, cukup untuk semua orang

Ayooooooo
Bergabunglah ama akuuuuuuuuuuu

sinagahp <sinagahp@yahoo.com> wrote:


Namanya "surga dunia" atau "surga di dunia" Mas Goen ? :)

salam,
harez

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "goenardjoadi"
<goenardjoadi@...> wrote:
>
> Namun, akhirnya saya "gatel" juga untuk ikutan komentar dalam topik :
> Benarkah Negeri AKHIRAT Tidak Kekal?.....Apakah SURGA dan NERAKA
> benar-benar ada?
>
> GG: Surga itu dianggap banyak orang sebagai dunia setelah kita mati,
> saya mengerti mengapa persepsinya jadi begitu, karena sewaktu kita
> mati maka body kita menjadi tidak significant, jadi tinggal jiwa
> kita. maka sebenarnya surga itu adalah dunia jiwa kita.
>
> nah, bagi yang telah memiliki jati diri, atau istilahnya telah
> mendewasakan jiwanya, dengan banyak memberi makan jiwanya, maka
> kehidupan jiwanya pun sudah ada di surga. jadi surga itu adalah
> sekarang, kehidupan kekal itu sekarang, kehidupan penuh damai, penuh
> berkat, bebas hambatan, berkelimpahan rejeki, dan pahala.
>
> masalahnya adalah kemana kita mencari surga itu? surga bagi jiwa
> kita?
>
> untuk itu sebelumnya kita harus paham mengenai perilaku jiwa. jiwa
> itu sifatnya [softwarenya] adalah menolong jiwa-jiwa lainnya.
>
> oleh karena itu ketika Mother Theresa menolong jiwa-jiwa yang
> sekarat, ternyata jiwa-jiwa itu tidak butuh banyak hal, paling butuh
> dekapan, kasih, dan perhatian, sehingga ketika sekarat jiwanya tidak
> melaknat Tuhan.
>
> banyak orang lain yang mencari surga lewat jalan menolong mayat-
> mayat korban tabrak lari,
>
> menurut saya, menemukan surga adalah dengan menolong orang lain
> dengan membangkitkan hidupnya, menyelamatkan orang lain supaya mampu
> menemukan jati dirinya, itu jauh lebih mulia secara dunia akherat.
>
> kalau ditanya ini ada di ayat mana? di ayat goen 1.0
>
> salam,
> goen
>
>
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "sinagahp"
> sinagahp@ wrote:
> >
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "swastinika"
> > <swastinika@> wrote:
> > >
> > > Nggak apa2 kok Bang. Memang dasarnya saya juga dari sana kok ;).
> Cuma
> > > yang di-link yang sudah berbentuk artikel.. hehehe.., karena saya
> > > menghindari mengutip ayat2 untuk diskusi dengan teman yang bukan
> > muslim.
> > > Nggak enak aja.. belum tentu semua orang senang dikutipkan ayat2
> bukan
> > > dari kitab sucinya :)
> > >
> >
> > harez:
> >
> > Wajar aja Swas kalau kamu punya perasaan nggak enak. Diskusi soal
> agama
> > memang topik yang sensitif, baik antar agama maupun se agama. Aku
> juga
> > pernah merasa begitu. Bahkan kalau jujur, faktor yang turut menjadi
> > penyebab mengapa aku sempat "non aktif" di milis ini selama
> beberapa
> > waktu, selain faktor kesibukan ya faktor "nggak enak" itu. Jujur
> saja,
> > tadinya saya cenderung menghindari diskusi yang terkait dengan
> agama,
> > teologis dan sejenisnya. Bukan saya tidak suka, tapi saya pikir di
> milis
> > ini bukan itu fokus utamanya. Dalam diskusi-diskusi aawal dengan
> Mang
> > Iyus, saya sudah menyatakan hal itu.
> >
> > Namun, akhirnya saya "gatel" juga untuk ikutan komentar dalam
> topik :
> > Benarkah Negeri AKHIRAT Tidak Kekal?.....Apakah SURGA dan NERAKA
> > benar-benar ada?
> >
> > yang dikirim oleh Wuryanano Raden
> >
> http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17181
> >
> <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17181>
> >
> > terutama melihat ketidaknyaman yang dirasakan oleh rekan-rekan
> > (khususnya yang Muslim), apalagi setelah Wuryanano Raden
> mengeluarkan
> > ayat-ayat Quran
> >
> http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17197
> >
> <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17197>
> >
> > yang saya rasa seakan-akan semakin memojokkan rekan-rekan yang
> Muslim.
> > Karena itulah kemudian, saya ikutan nimbrung dengan mengemukakan
> hal-hal
> > yang saya ketahui.
> >
> http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17206
> >
> <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17206>
> >
> > Kemudian, dengan sadar saya mengajukan pertanyaan "Dimanakah Tuhan
> > Ketika IA Belum Mencipta?". Pesan yang ingin saya sampaikan
> sebenarnya
> > cuma satu, "Pemahaman Manusia Terhadap Tuhan Sangat Terbatas,
> manusia
> > memiliki banyak keterbatasan untuk memahami IA yang tak terbatas".
> >
> > Tapi responsnya kan sangat beragam. Salah satu tanggapan yang saya
> rasa
> > adalah respons tidak langsung adalah artikel yang dikirim Pak
> Hudoyo
> > yang berjudul "Penginjilan yang tidak sehat!" di:
> >
> http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17241
> >
> <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17241>
> >
> > Ha...ha...ha... wah ini sudah nyerempet-nyerempet hal yang ingin
> saya
> > hindari...:) Bisa mucul topik "Penginjilan yang tidak sehat atau
> > PemBudhaan yang tidak sehat". Itulah yang kemudian menjadi
> precipitating
> > factor, akhirnya saya non aktif dulu, karena kerjaanku numpuk,
> keasyikan
> > berdiskusi kan menyita waktu dan perhatian juga (seperti kata Mas
> Goen).
> >
> > Ikutan diskusi lagi gara-gara ada yang mengundang secara personal
> tapi
> > dimasukkan ke milis.
> > http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/22339
> > <http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/22339>
> >
> > Seetelah saya pelajari ternyata ada beberapa perkembangan baru,
> kemudian
> > saya secara perlahan mencoba mulai ikut terlibat lagi.
> >
> > Jadi .... ya wajar saja kalau kamu merasa nggak enak/sungkan. Tapi,
> > berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya, kalau diskusi/dialog
> dengan
> > rasa saling menghormati, maka ia bukan saja sekedar dapat menjadi
> > diskusi yang "tidak meng-uenegg-kan", bahkan bisa menjadi suatu
> > diskusi/dialog yang "mencerahkan" dan "menyejukkan". Saya berharap
> > diskusi/dialog kita ini dapat menjadi diskusi/dialog yang demikian.
> >
> > Swas:
> > > Betul, kalau dilihat kata per kata, ayat per ayat, memang ayat2
> Al
> > Quran
> > > itu banyak yang [seolah2] bertentangan. Maka dari itu saya
> sendiri
> > > menghindari pengutipan ayat, khawatir justru misleading. Itu
> juga yang
> > > sering saya himbau dari teman2 sesama muslim (paling tidak dulu
> > himbauan
> > > ini pernah saya ajukan pada Hendrik Bakrie ;)) untuk tidak
> sepotong2
> > > mengutip dan memaknai ayat.
> > >
> >
> > harez:
> > Ha....ha....ha.... Hendrik Bakrie adalah termasuk salah satu member
> > milis ini yang paling saya hargai. Dengan gaya urakan, serampangan,
> > impulsif, konyol .... dsb, sejauh yang saya lihat dia tidak punya
> > "kepentingan apapun" selain berusaha "membagikan apa yang ia yakini
> > sebagai sesuatu yang baik dan benar". Kalau orang mau percaya
> silahkan,
> > kalau tidak ya abaikan saja. Yang mangkel mungkin banyak sih.
> Tetapi,
> > apa dia jual jasa .... ? Apa dia mendapatkan uang/keuntungan dari
> apa
> > yang dia lakukan itu? Apa ada orang yang pernah merasa tertipu
> olehnya
> > .... ? Apa ada orang stress gara-gara dia ....? (Eh..., kalau yang
> ini
> > malah Mas As As kayanya yang pernah stress (enggak enak hati)).
> > He....he....he.... pokoknya Hendrik Bakrie "top" di mata saya ... !
> >
> > Swas:
> > > Back to topic.. :)
> > > ....
> > > Yang saya tangkap dari segala tafsir ini adalah: dalam masa
> manusia
> > > belum diciptakan, yang ada hanya alam roh saja. Secara gampang
> disebut
> > > sebagai "malaikat", yang diciptakan dari cahaya. Tapi.. selain
> > malaikat
> > > "standard", ada juga malaikat "limited edition" yang dibuat dari
> > "sumber
> > > cahaya", yaitu api atau nyala api. "Malaikat dari sumber cahaya"
> > inilah
> > > yang punya kemampuan lebih dari "malaikat2 standard".
> >
> > harez:
> > Koq kaya mobil saja, pake "limited edition" segala ... :)
> >
> > Swas:
> > > Itu yang menurut saya menjelaskan mengapa ketika ada perintah
> terhadap
> > > malaikat, lantas seluruh malaikat bersujud, sementara iblis
> menolak
> > dan
> > > muncul kalimat "dia adalah dari golongan jin, maka..". Mungkin
> kalimat
> > > ini setara dengan kalimat seperti ini (ketika Timor Leste masih
> jadi
> > > bagian dari RI), "Seluruh bangsa Indonesia menyanyikan lagu
> kebangsaan
> > > Indonesia Raya ketika diperintahkan, kecuali si X. Si X ini
> berasal
> > dari
> > > Pulau Timor bagian timur, maka.. ".
> > >
> >
> > harez:
> > Saya menggarisbawahi uraianmu pada paragraf terakhir. Sepenangkapan
> > saya, selintas kamu ingin menyatakan bahwa "gaya tutur" atau "gaya
> > penyampaian" perlu diperhatikan. Menurut saya, ini justru salah
> satu hal
> > penting yang perlu diperhatikan.
> >
> > Sebagai contoh saya ambil salah satu ayat saja. Jika kita simak QS
> Al
> > Baqarah 2:34 (mohon perhatikan kata illa) :
> > "Wa-ith qulna lilmala-ikati osjudoo li-adama fasajadoo illa
> ibleesa aba
> > waistakbara..."
> >
> > Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para
> Malaikat:"Sujudlah kamu
> > kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan
> takabur
> > ..."
> > Sejauh pengetahuan saya, makna asli kata "illa" adalah "kecuali".
> Kata
> > ini umumnya dipakai dalam arti istisna (pengecualian) dan terkadang
> > dipakai juga dalam arti istisna munqatthi, yang pemahamannya adalah
> > pengecualian yang terpisah (terpotong). Artinya sesuatu yang
> > dikecualikan itu tidak harus sama jenisnya dengan sesuatu yang
> > disebutkan pertama.
> >
> > Contohnya, perkataan "jaal-qaumu illa himaran", artinya adalah
> > "orang-orang telah datang, terkecuali himar". Padahal orang dan
> himar
> > (sejenis keledai) adalah dua jenis makhluk yang berlainan.
> Kejadian ini
> > (dengan perkataan tersebut) sering ditemui dalam kisah ketika
> seseorang
> > atau sekelompok orang sedang menunggu rombongan dagang. Rombongan
> > orangnya sudah sampai, tapi rombongan keledainya (ya pastinya
> dikawal
> > juga oleh orang) belum sampai.
> >
> > Barangkali bisa digambarkan dalam suatu peperangan, komandan
> berteriak
> > "bertiarap ...". Semuanya bertiarap, kecuali si Broni. Dalam hal
> ini,
> > Broni misalnya adalah anjing atau binatang apa keq (kuda), atau
> yang
> > lainnya...
> >
> > Bukankah begitu Swas?
> >
> > Pemahaman denagn memperhatikan gaya tutur ini, tampaknya justru
> menarik
> > untuk diperhatikan bukan?
> >
> > Mudah-mudahan dapat lebih memperjelas dan bermanfaat.
> >
> > salam,
> > harez
> >
>



Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Groups

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals.

Yahoo! Groups

Find Green Groups

Share with others

Help the Planet.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Balasan: Ave Maria

Kristen mana yang tidak mengakui Yesus sebagai Allah? Bisa dicritakan dikit?
Yang saya tahu, Yehova Witnesses mengidentikkan Yesus dengan malaikat Michael,
dan bukan dengan Allah. Tapi, Yehova Witnesses menyebut agama mereka dengan
nama itu, dan pengikutnya disebut witness. Mereka tak pernah pakai label
Kristen. Jadi, kalau ada denominasi Kristen lain yang tak mengimani Yesus
sebagai Tuhan, saya minta infonya.

Mengenai ayat-ayat Kitab Suci, sebaiknya kutipannya kontekstual dan tak secuil-
secuil. Juga di cross-reference dengan ayat-ayat lain dengan rujukan serupa.
Dan, last but not least, perlu pula dipertimbangkan tegangan antara dimensi
literal dan figuratifnya.

manneke

Quoting don kenow <donkenow@yahoo.co.id>:

> Selamat pagi,
>
> Nimbrung ya...
>
> -------------
> pradita@telus.net wrote:
> Pertanyaan saya: jadi di mana persoalannya? Di mana bedanya? Bukankah iman
> Kristiani (tak peduli apapun denominasinya) mengidentikkan Yesus dan Allah,
> meskipun metafora yang dipakai adalah Putra dan Bapa? Jadi, apa keliru jika
> "dogma" Katolik yang diberi label "believe system" oleh Leo Rimba itu
> mengatakan bahwa Maria bunda Allah?
> ---------------
>
> DKN :
> Tidak semua iman kristiani menganut iman : Yesus = Allah.
> Yang tertulis di Yoh 20:17, Yesus berkata pada Maria Magdalena : "...kepada
> AllahKu dan Allahmu". Atau lihat 2 Kor 1:3.
>
> Sehingga ada sebagian murid2 Yesus yang tidak menganut doktrin Trinitas
> yang dibuat oleh bishop Athanasius sekitar tahun 362 M.
>
> Salam,
> Donny KN.
>
>
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
> Answers

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Dog Zone

Connect w/others

who love dogs.

Food Lovers

Real Food Group

on Yahoo! Groups

find out more.

Green Y! Groups

Environment Groups

Find them here

connect with others.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Budaya VS Norma Agama

Budaya VS Norma Agama

Ada seorang rekan berkeluh kesah tentang keadaan di jaman sekarang, begini keluhannya :
Saya ingin sedikit mengkritisi perubahan sosial. Saat ini seks tidak lagi identik dengan pernikahan, dan seks bebas dimana-mana, mengapa hal itu terjadi?

Apakah di negeri indonesia ini memang dari dulusudah bebas dalam hal hubungan seks tanpa
terikat perkawinan, atau baru-baru saja hal ini masuk dalam budaya kita? dan dari waktu-kewaktu masyarkat semakin permisif?

Jika budaya itu dari media massa kenapa tidak ada tindakan dari yang memiliki otoritas?seolah merupakan sesuatu yang harus diterima?

Mengapa kaum wanita saat ini semakin terbuka pakaiannya dan tidak menutup aurot?
semakin telajang mereka dihadapan umum justru semakin bangga dan merasa berharga?

Mengapa terjadi pergeseran nilai-nilai dimasyarakat? Apakah pergeseran nilai-nilai ini datang
dari kesadaran diri masyarakat itu sendiri yang ingin mengubah arah nilainya? atau semacam perubahan nilai yang dipaksakan?

Apakah ini adalah proses yang acak dan tercipta secara alami (random dan chaos), atau semacam kerja teroganisir yang berbentuk jaringan struktural dan menciptkan perubahan nilai di masyakarat...?

-o0o-
Dalam kehidupan ini yang terkungkung akan ruang dan waktu, maka semuanya terpengaruh olehnya.Kalau digambarkan waktu itu seperti spiral, jadi dia bergerak berputar pada
loop yang berbeda walaupun pada posisi yang se lajur. Waktu itu tidak
pernah sama, detik sekarang dengan detik nanti tidak akan sama posisi
noktahnya. Dus, nilaipun menjadi tidak seragam lagi.

Ruang juga punya pengaruh, dalam hal ini diciptakan oleh manusia yang
menempatinya, mereka menyebutnya budaya (hasil budi daya manusia).

Seiring dengan berjalannya waktu, manusia merubah nilai-nilai yang
dianutnya untuk sesuatu yang mudah, praktis dan tidak berbelit, serta nyaman.

Oleh karenanya akan terjadi aliran-aliran perubahan di dalamnya, aliran ini
sama dengan situasi dan kondisi yang meliputi kehidupan manusia sendiri,
sebagai acuan manusia untuk terlepas dari kesulitan.

Di jaman modern, yang semuanya terkungkung pada materialistik, budayapun
menjadi produk yang bisa diperdagangkan.

Lalu bagaimana menyikapinya? Pahami dulu apakah budaya itu akan
mempengaruhi 'aturan baku kitab suci' atau justru sebaliknya 'kitab suci
dipengaruhi budaya'?

Semestinya kita juga introspeksi memahami makna yang dikandung kitab suci
dengan kritis, mempertanyakan bagaiamana sekiranya Rosul lahir pada abad
ini, atau baru meninggal kemarin? Tentu penyelesaiannya akan berbeda.

Apabila kita memahami sesuatu seperti jaman dulu, maka kita akan dikatakan
'kolot'. Biarkan ayat yang diatur agama tetap, tetapi tafsirnya yang mengalir.

Itu barangkali yang bisa aku sarankan, sekedar untuk membantu memecahkan masalah 
atau membantu bikin kusut? : )

Salam Selalu,
http://ferrydjajaprana.multiply.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Join a yoga group

and take the stress

out of your life.

Beauty & Fashion

on Yahoo! Groups

Share style tips

and advice.

Yahoo! Groups

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] HPS: Iblis, Jin, dan Malaikat (was Re: Dialog Jung - Philemon)


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, as as <as2004as_as@...> wrote:
>
> Hihihi, Abang Sinaga
>
> Iya laaah, kalo bisa, muter2 pulang kampung. Semoga saja bisa.
> Abang Sinaga apa tidak pulang ke Medan nyari Bika Ambon ? Hihihi, masak nyari kue khas Ambon aja kok ke Medan. Tapi tak apalah, kan sekarang nyari batik, juga ke Malaysia , hihihi.
>


harez:
Di surabaya juga ada koq bika ambon yang enak.


as as:
> Hendrik von Hohenzolern itu dikasi postingan apa saja , gak bakalan bergeming. Kan grup dia yang pemilik asli sorga, hihihi. Dia bakalan jaga di pintunya sambil malak. Huahahaha, hihihi, ketawanya minjem.
>


harez:
Memang grupnya dia itu Malaikat Ridhwan ? :) Wuahhh, kalau memang masuk kategori malaikat, harus sujud dong sama manusia .... ha...ha...ha... :)

as as:
> Ah, Abang Sinaga, jalan2 ke Bandung kagak oleh2 aja, kok. Tadi makan apa saja di Bandung ? Hihihi, paling beli peuyeum doang.
>


harez:
Koq tahu ? Anak dukun ya ? :)

salam,
harez


>
> sinagahp sinagahp@... wrote:
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, as as as2004as_as@ wrote:
> >
> > Rez,
> >
> > Aku kalo stress itu, karena gak bangun makan sahur, hihihi
> >
>
> harez:
> Hallahhh ... Mas As As nyoba ngeles .... :)
>
> Saya pernah baca koq di arsip milis ini, Mas As As kasih masukan ke Bung Hendrik (seingat saya sih postingan sebelum bulan puasa).
>
> Ha....ha....ha... :) Pulang kampung Mas? Tadi saya jalan-jalan ke Bandung sama isteri dan anak, tol cipularang kosong banget wus.... wus.... berangkat jam 11 an, sebelum magrib sudah sampai lagi di rumah. Sepuluh hari lagi, nggak kebayang itu jalanan. Bisa-bisa berangkat jam 11, magrib belum sampai di Bandung kali.
>
> salam,
> harez
>
>
> > sinagahp sinagahp@ wrote:
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "swastinika" swastinika@ wrote:
> > >
> > > Nggak apa2 kok Bang. Memang dasarnya saya juga dari sana kok ;). Cuma
> > > yang di-link yang sudah berbentuk artikel.. hehehe.., karena saya
> > > menghindari mengutip ayat2 untuk diskusi dengan teman yang bukan muslim.
> > > Nggak enak aja.. belum tentu semua orang senang dikutipkan ayat2 bukan
> > > dari kitab sucinya :)
> > >
> >
> > harez:
> >
> > Wajar aja Swas kalau kamu punya perasaan nggak enak. Diskusi soal agama memang topik yang sensitif, baik antar agama maupun se agama. Aku juga pernah merasa begitu. Bahkan kalau jujur, faktor yang turut menjadi penyebab mengapa aku sempat "non aktif" di milis ini selama beberapa waktu, selain faktor kesibukan ya faktor "nggak enak" itu. Jujur saja, tadinya saya cenderung menghindari diskusi yang terkait dengan agama, teologis dan sejenisnya. Bukan saya tidak suka, tapi saya pikir di milis ini bukan itu fokus utamanya. Dalam diskusi-diskusi aawal dengan Mang Iyus, saya sudah menyatakan hal itu.
> >
> > Namun, akhirnya saya "gatel" juga untuk ikutan komentar dalam topik :
> > Benarkah Negeri AKHIRAT Tidak Kekal?.....Apakah SURGA dan NERAKA benar-benar ada?
> >
> > yang dikirim oleh Wuryanano Raden
> > http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17181
> >
> > terutama melihat ketidaknyaman yang dirasakan oleh rekan-rekan (khususnya yang Muslim), apalagi setelah Wuryanano Raden mengeluarkan ayat-ayat Quran
> > http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17197
> >
> > yang saya rasa seakan-akan semakin memojokkan rekan-rekan yang Muslim. Karena itulah kemudian, saya ikutan nimbrung dengan mengemukakan hal-hal yang saya ketahui.
> > http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17206
> >
> > Kemudian, dengan sadar saya mengajukan pertanyaan "Dimanakah Tuhan Ketika IA Belum Mencipta?". Pesan yang ingin saya sampaikan sebenarnya cuma satu, "Pemahaman Manusia Terhadap Tuhan Sangat Terbatas, manusia memiliki banyak keterbatasan untuk memahami IA yang tak terbatas".
> >
> > Tapi responsnya kan sangat beragam. Salah satu tanggapan yang saya rasa adalah respons tidak langsung adalah artikel yang dikirim Pak Hudoyo yang berjudul "Penginjilan yang tidak sehat!" di:
> > http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17241
> >
> > Ha...ha...ha... wah ini sudah nyerempet-nyerempet hal yang ingin saya hindari...:) Bisa mucul topik "Penginjilan yang tidak sehat atau PemBudhaan yang tidak sehat". Itulah yang kemudian menjadi precipitating factor, akhirnya saya non aktif dulu, karena kerjaanku numpuk, keasyikan berdiskusi kan menyita waktu dan perhatian juga (seperti kata Mas Goen).
> >
> > Ikutan diskusi lagi gara-gara ada yang mengundang secara personal tapi dimasukkan ke milis.
> > http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/22339
> >
> > Seetelah saya pelajari ternyata ada beberapa perkembangan baru, kemudian saya secara perlahan mencoba mulai ikut terlibat lagi.
> >
> > Jadi .... ya wajar saja kalau kamu merasa nggak enak/sungkan. Tapi, berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya, kalau diskusi/dialog dengan rasa saling menghormati, maka ia bukan saja sekedar dapat menjadi diskusi yang "tidak meng-uenegg-kan", bahkan bisa menjadi suatu diskusi/dialog yang "mencerahkan" dan "menyejukkan". Saya berharap diskusi/dialog kita ini dapat menjadi diskusi/dialog yang demikian.
> >
> > Swas:
> > > Betul, kalau dilihat kata per kata, ayat per ayat, memang ayat2 Al Quran
> > > itu banyak yang [seolah2] bertentangan. Maka dari itu saya sendiri
> > > menghindari pengutipan ayat, khawatir justru misleading. Itu juga yang
> > > sering saya himbau dari teman2 sesama muslim (paling tidak dulu himbauan
> > > ini pernah saya ajukan pada Hendrik Bakrie ;)) untuk tidak sepotong2
> > > mengutip dan memaknai ayat.
> > >
> >
> > harez:
> > Ha....ha....ha.... Hendrik Bakrie adalah termasuk salah satu member milis ini yang paling saya hargai. Dengan gaya urakan, serampangan, impulsif, konyol .... dsb, sejauh yang saya lihat dia tidak punya "kepentingan apapun" selain berusaha "membagikan apa yang ia yakini sebagai sesuatu yang baik dan benar". Kalau orang mau percaya silahkan, kalau tidak ya abaikan saja. Yang mangkel mungkin banyak sih. Tetapi, apa dia jual jasa .... ? Apa dia mendapatkan uang/keuntungan dari apa yang dia lakukan itu? Apa ada orang yang pernah merasa tertipu olehnya .... ? Apa ada orang stress gara-gara dia ....? (Eh..., kalau yang ini malah Mas As As kayanya yang pernah stress (enggak enak hati)). He....he....he.... pokoknya Hendrik Bakrie "top" di mata saya ... !
> >
> > Swas:
> > > Back to topic.. :)
> > > ....
> > > Yang saya tangkap dari segala tafsir ini adalah: dalam masa manusia
> > > belum diciptakan, yang ada hanya alam roh saja. Secara gampang disebut
> > > sebagai "malaikat", yang diciptakan dari cahaya. Tapi.. selain malaikat
> > > "standard", ada juga malaikat "limited edition" yang dibuat dari "sumber
> > > cahaya", yaitu api atau nyala api. "Malaikat dari sumber cahaya" inilah
> > > yang punya kemampuan lebih dari "malaikat2 standard".
> >
> > harez:
> > Koq kaya mobil saja, pake "limited edition" segala ... :)
> >
> > Swas:
> > > Itu yang menurut saya menjelaskan mengapa ketika ada perintah terhadap
> > > malaikat, lantas seluruh malaikat bersujud, sementara iblis menolak dan
> > > muncul kalimat "dia adalah dari golongan jin, maka..". Mungkin kalimat
> > > ini setara dengan kalimat seperti ini (ketika Timor Leste masih jadi
> > > bagian dari RI), "Seluruh bangsa Indonesia menyanyikan lagu kebangsaan
> > > Indonesia Raya ketika diperintahkan, kecuali si X. Si X ini berasal dari
> > > Pulau Timor bagian timur, maka.. ".
> > >
> >
> > harez:
> > Saya menggarisbawahi uraianmu pada paragraf terakhir. Sepenangkapan saya, selintas kamu ingin menyatakan bahwa "gaya tutur" atau "gaya penyampaian" perlu diperhatikan. Menurut saya, ini justru salah satu hal penting yang perlu diperhatikan.
> >
> > Sebagai contoh saya ambil salah satu ayat saja. Jika kita simak QS Al Baqarah 2:34 (mohon perhatikan kata illa) :
> >
> > "Wa-ith qulna lilmala-ikati osjudoo li-adama fasajadoo illa ibleesa aba waistakbara..."
> >
> > Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat:"Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur ..."
> > Sejauh pengetahuan saya, makna asli kata "illa" adalah "kecuali". Kata ini umumnya dipakai dalam arti istisna (pengecualian) dan terkadang dipakai juga dalam arti istisna munqatthi, yang pemahamannya adalah pengecualian yang terpisah (terpotong). Artinya sesuatu yang dikecualikan itu tidak harus sama jenisnya dengan sesuatu yang disebutkan pertama.
> >
> > Contohnya, perkataan "jaal-qaumu illa himaran", artinya adalah "orang-orang telah datang, terkecuali himar". Padahal orang dan himar (sejenis keledai) adalah dua jenis makhluk yang berlainan. Kejadian ini (dengan perkataan tersebut) sering ditemui dalam kisah ketika seseorang atau sekelompok orang sedang menunggu rombongan dagang. Rombongan orangnya sudah sampai, tapi rombongan keledainya (ya pastinya dikawal juga oleh orang) belum sampai.
> >
> > Barangkali bisa digambarkan dalam suatu peperangan, komandan berteriak "bertiarap ...". Semuanya bertiarap, kecuali si Broni. Dalam hal ini, Broni misalnya adalah anjing atau binatang apa keq (kuda), atau yang lainnya...
> >
> > Bukankah begitu Swas?
> >
> > Pemahaman denagn memperhatikan gaya tutur ini, tampaknya justru menarik untuk diperhatikan bukan?
> >
> > Mudah-mudahan dapat lebih memperjelas dan bermanfaat.
> >
> > salam,
> > harez
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Got a little couch potato?
> > Check out fun summer activities for kids.
> >
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Luggage? GPS? Comic books?
> Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search.
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Groups

Find Green Groups

Share with others

Help the Planet.

Beauty Groups

on Yahoo! Groups

A great place to

connect and share.

Dog Zone

on Yahoo! Groups

Join a Group

all about dogs.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Balasan: Ave Maria

Good,

Thank you ya Rio, ini Rio Panjaitan kan ? Kok nama bagus2 diganti
jadi Don Kenow. Entar lama2 bukan tak mungkin jadi Don Kisot (Don
Quixote) yang menjadi simbol PAHLAWAN KECIANGAN. Makcudnya keciangan
bangon kayena semayem kongkow2 di PIM campe diusiy cama yang jaga
kape. Kapenya mao tutup, katanya. Pliys puyang dunk, udah mao tutup.
En pulanglah dengan CAKRA MAHKOTA yang berpendar dan MUNCRAT karena
OD PRANA. Itu namanya syndrom OD PRANA alias Prana yang OVERDOSIS.
Makanya gak boyeh banyak2, ntay catu kepaya bica jadi pyana cemua
alias udah naek pangkat ZADI MALAIKAT walaupun gak pake sayap.

Well, good point. TRINITAS ITU BUKAN AJARAN YESUS KRISTUS ALIAS ISA
ALMASIH ALIAS ISA BIN MARYAM (Di Arab konon de'e disebut sebagai Isa
bin Maryam kayena bapaknya gak zelas). Kalo dicebut Isa bin Rohul
Qudus ntay bica dibentak cama paya mayaikat, katanya. Ehem, pedahal
Isa kan dilayanin sama PARA MALAIKAT, konon menurut gambar2
telanjang yang memenuhi tembok en langit2 di basilika di Vatikan
itu, tempat DIZALANKANNYA PEMERINTAHAN OLEH ANAK ALLAH yang tuyun
menzadi MANUSIA. Ceritanya lho, ceritanya.

Well, TRINITAS cuma kompromi politik doang. Bukan ajaran Yesus the
Nazarene (Yesus yang dinazarkan sehingga rambutnya gak boleh
dipotong, HARAM, makanya di lukisan2 Yesus always tampil gondrong
kayak hippies nyang cuka nyimeng ituh).

Nah, kalo pernak-pernik di sekitar SITI MARYAM alias SANTA PERAWAN
MARIA yang zelas udah bukan perawan lagi, itu memang penuh dengan
REKAYASA oleh Gereja Katolik Roma. BUT, itu kan SIMBOL2 saja.

Beda dunk, SIMBOL dan DOGMA itu BEDA JAUH.

Saya bilang bahwa dogma itu rekayasan dan gak ada artinya karena
jelas2 BOHONG, dibuat-buat doang. On the other hand, SIMBOL itu
asalnya dari dalam PSYCHE manusia dan menemukan bentuknya melalui
macam2, termasuk MENGANGKAT Maria sebagai BUNDA ALLAH. Atau, lebih
tepatnya sebagai MOTHER GOD. Allah yang Feminin. D0GMA itu kosong di
jiwa manusia, dan perannya cuma di bidang POLITIK doang, sedangkan
SIMBOL itu memiliki ENERGI YANG PENUH POWER di dalam JIWA MANUSIA
yang hold the SIMBOL as their very own. GENUINE AND LIVE.

Nah, kan critanya Awloh itu laki, makanya ini ada Maria cebagai
Awlohi (counterpart betina dari Awloh yang laki itu, walopun
benernya Awloh juga). We are all AWLOH, so what >>> ? Gitu lho.

Acas nyama Bapa dan Putya dan Yoh Kujus, Ammiiiiinnn,...

Wis,
Leo

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, don kenow
<donkenow@...> wrote:
>
> Selamat pagi,
>
> Nimbrung ya...
>
> -------------
> pradita@... wrote:
> Pertanyaan saya: jadi di mana persoalannya? Di mana bedanya?
Bukankah iman Kristiani (tak peduli apapun denominasinya)
mengidentikkan Yesus dan Allah, meskipun metafora yang dipakai
adalah Putra dan Bapa? Jadi, apa keliru jika "dogma" Katolik yang
diberi label "believe system" oleh Leo Rimba itu
> mengatakan bahwa Maria bunda Allah?
> ---------------
>
> DKN :
> Tidak semua iman kristiani menganut iman : Yesus = Allah.
> Yang tertulis di Yoh 20:17, Yesus berkata pada Maria
Magdalena : "...kepada AllahKu dan Allahmu". Atau lihat 2 Kor 1:3.
>
> Sehingga ada sebagian murid2 Yesus yang tidak menganut doktrin
Trinitas yang dibuat oleh bishop Athanasius sekitar tahun 362 M.
>
> Salam,
> Donny KN.
>
>
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Cat Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about cats.

Endurance Zone

A Yahoo! Group

Learn how to

increase endurance.

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals

w/ Real Food lovers.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Apakah SURGA dan NERAKA benar-benar ada? - HPS: Iblis, Jin, dan Malaikat


Namanya "surga dunia" atau "surga di dunia" Mas Goen ? :)

salam,
harez

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "goenardjoadi"
<goenardjoadi@...> wrote:
>
> Namun, akhirnya saya "gatel" juga untuk ikutan komentar dalam topik :
> Benarkah Negeri AKHIRAT Tidak Kekal?.....Apakah SURGA dan NERAKA
> benar-benar ada?
>
> GG: Surga itu dianggap banyak orang sebagai dunia setelah kita mati,
> saya mengerti mengapa persepsinya jadi begitu, karena sewaktu kita
> mati maka body kita menjadi tidak significant, jadi tinggal jiwa
> kita. maka sebenarnya surga itu adalah dunia jiwa kita.
>
> nah, bagi yang telah memiliki jati diri, atau istilahnya telah
> mendewasakan jiwanya, dengan banyak memberi makan jiwanya, maka
> kehidupan jiwanya pun sudah ada di surga. jadi surga itu adalah
> sekarang, kehidupan kekal itu sekarang, kehidupan penuh damai, penuh
> berkat, bebas hambatan, berkelimpahan rejeki, dan pahala.
>
> masalahnya adalah kemana kita mencari surga itu? surga bagi jiwa
> kita?
>
> untuk itu sebelumnya kita harus paham mengenai perilaku jiwa. jiwa
> itu sifatnya [softwarenya] adalah menolong jiwa-jiwa lainnya.
>
> oleh karena itu ketika Mother Theresa menolong jiwa-jiwa yang
> sekarat, ternyata jiwa-jiwa itu tidak butuh banyak hal, paling butuh
> dekapan, kasih, dan perhatian, sehingga ketika sekarat jiwanya tidak
> melaknat Tuhan.
>
> banyak orang lain yang mencari surga lewat jalan menolong mayat-
> mayat korban tabrak lari,
>
> menurut saya, menemukan surga adalah dengan menolong orang lain
> dengan membangkitkan hidupnya, menyelamatkan orang lain supaya mampu
> menemukan jati dirinya, itu jauh lebih mulia secara dunia akherat.
>
> kalau ditanya ini ada di ayat mana? di ayat goen 1.0
>
> salam,
> goen
>
>
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "sinagahp"
> sinagahp@ wrote:
> >
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "swastinika"
> > <swastinika@> wrote:
> > >
> > > Nggak apa2 kok Bang. Memang dasarnya saya juga dari sana kok ;).
> Cuma
> > > yang di-link yang sudah berbentuk artikel.. hehehe.., karena saya
> > > menghindari mengutip ayat2 untuk diskusi dengan teman yang bukan
> > muslim.
> > > Nggak enak aja.. belum tentu semua orang senang dikutipkan ayat2
> bukan
> > > dari kitab sucinya :)
> > >
> >
> > harez:
> >
> > Wajar aja Swas kalau kamu punya perasaan nggak enak. Diskusi soal
> agama
> > memang topik yang sensitif, baik antar agama maupun se agama. Aku
> juga
> > pernah merasa begitu. Bahkan kalau jujur, faktor yang turut menjadi
> > penyebab mengapa aku sempat "non aktif" di milis ini selama
> beberapa
> > waktu, selain faktor kesibukan ya faktor "nggak enak" itu. Jujur
> saja,
> > tadinya saya cenderung menghindari diskusi yang terkait dengan
> agama,
> > teologis dan sejenisnya. Bukan saya tidak suka, tapi saya pikir di
> milis
> > ini bukan itu fokus utamanya. Dalam diskusi-diskusi aawal dengan
> Mang
> > Iyus, saya sudah menyatakan hal itu.
> >
> > Namun, akhirnya saya "gatel" juga untuk ikutan komentar dalam
> topik :
> > Benarkah Negeri AKHIRAT Tidak Kekal?.....Apakah SURGA dan NERAKA
> > benar-benar ada?
> >
> > yang dikirim oleh Wuryanano Raden
> >
> http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17181
> >
> <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17181>
> >
> > terutama melihat ketidaknyaman yang dirasakan oleh rekan-rekan
> > (khususnya yang Muslim), apalagi setelah Wuryanano Raden
> mengeluarkan
> > ayat-ayat Quran
> >
> http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17197
> >
> <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17197>
> >
> > yang saya rasa seakan-akan semakin memojokkan rekan-rekan yang
> Muslim.
> > Karena itulah kemudian, saya ikutan nimbrung dengan mengemukakan
> hal-hal
> > yang saya ketahui.
> >
> http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17206
> >
> <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17206>
> >
> > Kemudian, dengan sadar saya mengajukan pertanyaan "Dimanakah Tuhan
> > Ketika IA Belum Mencipta?". Pesan yang ingin saya sampaikan
> sebenarnya
> > cuma satu, "Pemahaman Manusia Terhadap Tuhan Sangat Terbatas,
> manusia
> > memiliki banyak keterbatasan untuk memahami IA yang tak terbatas".
> >
> > Tapi responsnya kan sangat beragam. Salah satu tanggapan yang saya
> rasa
> > adalah respons tidak langsung adalah artikel yang dikirim Pak
> Hudoyo
> > yang berjudul "Penginjilan yang tidak sehat!" di:
> >
> http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17241
> >
> <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17241>
> >
> > Ha...ha...ha... wah ini sudah nyerempet-nyerempet hal yang ingin
> saya
> > hindari...:) Bisa mucul topik "Penginjilan yang tidak sehat atau
> > PemBudhaan yang tidak sehat". Itulah yang kemudian menjadi
> precipitating
> > factor, akhirnya saya non aktif dulu, karena kerjaanku numpuk,
> keasyikan
> > berdiskusi kan menyita waktu dan perhatian juga (seperti kata Mas
> Goen).
> >
> > Ikutan diskusi lagi gara-gara ada yang mengundang secara personal
> tapi
> > dimasukkan ke milis.
> > http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/22339
> > <http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/22339>
> >
> > Seetelah saya pelajari ternyata ada beberapa perkembangan baru,
> kemudian
> > saya secara perlahan mencoba mulai ikut terlibat lagi.
> >
> > Jadi .... ya wajar saja kalau kamu merasa nggak enak/sungkan. Tapi,
> > berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya, kalau diskusi/dialog
> dengan
> > rasa saling menghormati, maka ia bukan saja sekedar dapat menjadi
> > diskusi yang "tidak meng-uenegg-kan", bahkan bisa menjadi suatu
> > diskusi/dialog yang "mencerahkan" dan "menyejukkan". Saya berharap
> > diskusi/dialog kita ini dapat menjadi diskusi/dialog yang demikian.
> >
> > Swas:
> > > Betul, kalau dilihat kata per kata, ayat per ayat, memang ayat2
> Al
> > Quran
> > > itu banyak yang [seolah2] bertentangan. Maka dari itu saya
> sendiri
> > > menghindari pengutipan ayat, khawatir justru misleading. Itu
> juga yang
> > > sering saya himbau dari teman2 sesama muslim (paling tidak dulu
> > himbauan
> > > ini pernah saya ajukan pada Hendrik Bakrie ;)) untuk tidak
> sepotong2
> > > mengutip dan memaknai ayat.
> > >
> >
> > harez:
> > Ha....ha....ha.... Hendrik Bakrie adalah termasuk salah satu member
> > milis ini yang paling saya hargai. Dengan gaya urakan, serampangan,
> > impulsif, konyol .... dsb, sejauh yang saya lihat dia tidak punya
> > "kepentingan apapun" selain berusaha "membagikan apa yang ia yakini
> > sebagai sesuatu yang baik dan benar". Kalau orang mau percaya
> silahkan,
> > kalau tidak ya abaikan saja. Yang mangkel mungkin banyak sih.
> Tetapi,
> > apa dia jual jasa .... ? Apa dia mendapatkan uang/keuntungan dari
> apa
> > yang dia lakukan itu? Apa ada orang yang pernah merasa tertipu
> olehnya
> > .... ? Apa ada orang stress gara-gara dia ....? (Eh..., kalau yang
> ini
> > malah Mas As As kayanya yang pernah stress (enggak enak hati)).
> > He....he....he.... pokoknya Hendrik Bakrie "top" di mata saya ... !
> >
> > Swas:
> > > Back to topic.. :)
> > > ....
> > > Yang saya tangkap dari segala tafsir ini adalah: dalam masa
> manusia
> > > belum diciptakan, yang ada hanya alam roh saja. Secara gampang
> disebut
> > > sebagai "malaikat", yang diciptakan dari cahaya. Tapi.. selain
> > malaikat
> > > "standard", ada juga malaikat "limited edition" yang dibuat dari
> > "sumber
> > > cahaya", yaitu api atau nyala api. "Malaikat dari sumber cahaya"
> > inilah
> > > yang punya kemampuan lebih dari "malaikat2 standard".
> >
> > harez:
> > Koq kaya mobil saja, pake "limited edition" segala ... :)
> >
> > Swas:
> > > Itu yang menurut saya menjelaskan mengapa ketika ada perintah
> terhadap
> > > malaikat, lantas seluruh malaikat bersujud, sementara iblis
> menolak
> > dan
> > > muncul kalimat "dia adalah dari golongan jin, maka..". Mungkin
> kalimat
> > > ini setara dengan kalimat seperti ini (ketika Timor Leste masih
> jadi
> > > bagian dari RI), "Seluruh bangsa Indonesia menyanyikan lagu
> kebangsaan
> > > Indonesia Raya ketika diperintahkan, kecuali si X. Si X ini
> berasal
> > dari
> > > Pulau Timor bagian timur, maka.. ".
> > >
> >
> > harez:
> > Saya menggarisbawahi uraianmu pada paragraf terakhir. Sepenangkapan
> > saya, selintas kamu ingin menyatakan bahwa "gaya tutur" atau "gaya
> > penyampaian" perlu diperhatikan. Menurut saya, ini justru salah
> satu hal
> > penting yang perlu diperhatikan.
> >
> > Sebagai contoh saya ambil salah satu ayat saja. Jika kita simak QS
> Al
> > Baqarah 2:34 (mohon perhatikan kata illa) :
> > "Wa-ith qulna lilmala-ikati osjudoo li-adama fasajadoo illa
> ibleesa aba
> > waistakbara..."
> >
> > Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para
> Malaikat:"Sujudlah kamu
> > kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan
> takabur
> > ..."
> > Sejauh pengetahuan saya, makna asli kata "illa" adalah "kecuali".
> Kata
> > ini umumnya dipakai dalam arti istisna (pengecualian) dan terkadang
> > dipakai juga dalam arti istisna munqatthi, yang pemahamannya adalah
> > pengecualian yang terpisah (terpotong). Artinya sesuatu yang
> > dikecualikan itu tidak harus sama jenisnya dengan sesuatu yang
> > disebutkan pertama.
> >
> > Contohnya, perkataan "jaal-qaumu illa himaran", artinya adalah
> > "orang-orang telah datang, terkecuali himar". Padahal orang dan
> himar
> > (sejenis keledai) adalah dua jenis makhluk yang berlainan.
> Kejadian ini
> > (dengan perkataan tersebut) sering ditemui dalam kisah ketika
> seseorang
> > atau sekelompok orang sedang menunggu rombongan dagang. Rombongan
> > orangnya sudah sampai, tapi rombongan keledainya (ya pastinya
> dikawal
> > juga oleh orang) belum sampai.
> >
> > Barangkali bisa digambarkan dalam suatu peperangan, komandan
> berteriak
> > "bertiarap ...". Semuanya bertiarap, kecuali si Broni. Dalam hal
> ini,
> > Broni misalnya adalah anjing atau binatang apa keq (kuda), atau
> yang
> > lainnya...
> >
> > Bukankah begitu Swas?
> >
> > Pemahaman denagn memperhatikan gaya tutur ini, tampaknya justru
> menarik
> > untuk diperhatikan bukan?
> >
> > Mudah-mudahan dapat lebih memperjelas dan bermanfaat.
> >
> > salam,
> > harez
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Health & Fitness

on Yahoo! Groups

Useful info for the

health conscious.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Food Lovers

Real Food Group

on Yahoo! Groups

find out more.

.

__,_._,___