Sabtu, 06 Oktober 2007

RE: [psikologi_transformatif] Re: Lampiran Chatting via Yahoo Messanger dengan Nurudin Asyhadie.

Bisa disarikan seperti ini nggak ya?
 
Kronologis VCL:

1. VCL sewaktu kecil didiagnosa secara salah sebagai anak indigo. Disebut salah diagnosa karena sebenarnya tidak ada bukti ilmiah dari sifat keindigoan.
2. Menumbuhkan gejala berikut ini (seperti dijelaskan mas alex): "sociopathic behaviors", such as a sense of human superiority, alienation, and a "bizarre" paranormal identity."
3. Saat usia kronologisnya mencapai dewasa, berilusi dapat menciptakan ilmu baru yang disebut kompati, dengan dekon salah satu metode untuk penguasaannya.
4. Ada sekumpulan orang dengan berbagai motif (misal: mencari "pencerahan", ingin tenar sebagai pencipta ilmu, mencari profesi baru, ingin eksis di suatu perkumpulan, motif ekonomi, dll.) yang ternyata klop dengan arah yang ingin dituju vcl (memperoleh sense of human superiority). Tercipta kultus individu atas diri vcl, menumbuhkan ego dan percaya diri yang tinggi di kalangan vcl dan kelompoknya.
5. Percaya diri yang kuat muncul, sehingga menganggap semua orang harus membela vcl, semua orang harus memaklumi "keindigoannya" (walaupun dia sendiri selalu bilang menolak disebut indigo), dan mendukung semua langkahnya. Yang tidak membela dianggap sebagai musuh dan harus diserang.
6. Adanya serangan balik terhadap vcl, ditanggapi secara membabi buta vcl dengan melakukan balasan, sehingga tercapai kondisi seperti sekarang ini: permusuhan tersebar ke mana2, dan tetap ada sekelompok fanatik yang tetap membela vcl.


To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
From: personalgrowth@gmail.com
Date: Sun, 7 Oct 2007 11:26:29 +0700
Subject: Re: [psikologi_transformatif] Re: Lampiran Chatting via Yahoo Messanger dengan Nurudin Asyhadie.

apa yang dijelaskan oleh bung Alex = sangat benar...
sekalian aja,
mas Goen,
Vincent bukan indigo.
dan hal ini pernah saya tuliskan  dalam email2 jaman dulu...
(mungkin tidak cukup terperhatikan, karena gaya bicara saya banyak becandanya ya)
 
best
Ratih
 
On 10/6/07, Alexander <alexanderkhoe@yahoo.com> wrote:

Kritik mengenai istilah anak Indigo dr http://en.wikipedia.org/wiki/Indigo_children
Scientists point out that the Indigo movement lacks verifiable evidence to support its claims, and because of this, it is considered pseudoscience. Though some of the authors of Indigo literature have degrees in psychology, Indigo Child is not a recognized term in the field thereof.
Indigo literature frequently talks about "university studies" and "interested scientists," but gives no actual citations. According to scientists such as Russell Barkley, a research professor of psychiatry, have stated, "There's no science behind it. There are no studies."[25] Barkley has also expressed concern that labeling a disruptive child an "Indigo" may delay proper diagnosis and treatment that may help him or her.
Indigo children are often the offspring of New Age parents; exposed to New Age thinking, it would be unsurprising if the children possess a greater tendency to use New Age language than earlier generations. Having been told that the vast majority of children are now Indigos, New Age parents in fear of suppressing this special generation may be encouraging antisocial behaviors. It has been observed that many of the traits of Indigo children could be more prosaically interpreted as simple arrogance and selfish individualism, and that children labeled as such may actually suffer from ADHD[26] or perhaps other disorders. Some have also voiced concern that teaching children that they are Indigo will encourage them to adopt sociopathic behaviors, such as a sense of human superiority, alienation, and a "bizarre" paranormal identity.[27]
--------------------
Dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Berdasarkan observasi dan logika, dapat disimpulkan bahwa teori anak
indigo adalah pseudoscience (in the very meaning of the terminology).
Cukup dari fakta2 bahwa landasannya amburadul dan tidak bisa
diobservasi dengan pancaindera (dan alat bantu). Foto aura (kilian) tidak dapat menjadi pegangan mutlak karena warna yang didapat selalu berubah-ubah sesuai keadaan emosi dan kondisi anak tersebut. [Pseudosciece dalam arti ini TIDAK SALAH, ia merupakan suatu spekulasi nalar yang MUNGKIN nantinya bisa menjadi science]
2. Berikut ini adalah hal yang parahdari sebuah PSEUDOSCIENCE, karena adanya komersialisasi dan penyalahgunaannya untuk mendiagnosa kondisi kejiwaan dari seorang anak. Akibatnya adalah mendorong anak untuk bersikap " sociopathic behaviors", such as a sense of human superiority, alienation, and a "bizarre" paranormal identity.
 
Salam,
Alexander

 
 

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "goenardjoadi" <goenardjoadi@...> wrote:
>
> Istilah indigo berasal dari bahasa Spanyol yang berarti nila. Warna
> ini merupakan kombinasi warna biru dengan ungu. Warna-warna tersebut
> diidentifikasi lewat cakra di tubuh. "Letak indigo ada di kening,
> persisnya antara cakra leher yang berwarna biru dengan cakra puncak
> kepala yang berwarna ungu," kata Dr. Tb. Erwin Kusuma, SpKJ,
> psikiater anak dengan pendalaman di bidang kesehatan mental
> spiritual, kepada GATRA.
>
> Prinsipnya, cakra memiliki spektrum warna mulai merah sampai ungu;
> seperti spektrum warna pelangi. Cakra leher (ada yang menyebut cakra
> tenggorokan) yang berwarna biru adalah wilayah yang tertandai
> berdasarkan penggunaan penalaran dengan optimalisasi fungsi
> otak. "Indigo berada di atasnya, bersifat spiritual," ujar Erwin
> yang juga indigo.
>
> Dengan asumsi tersebut, menurut Erwin, anak indigo bisa ditandai
> cerdas dan kreatif, karena dia sudah melalui cakra leher yang
> berwarna biru. Dalam kondisi sudah melewati biru, maka dia masuk
> dalam kategori indigo, baik secara mental maupun spiritual. Bila
> difoto aura, seakan-akan tampak memakai serban dengan warna
> biru. "Hanya saja, saat ia lahir, jasmaninya kecil, tidak sematang
> mental dan spiritualnya," Erwin menambahkan.
>
> Ciri-ciri lain yang mudah dikenali adalah punya kemampuan spiritual
> tinggi. Anak indigo kebanyakan bisa melihat sesuatu yang belum
> terjadi atau masa lalu. Bisa pula melihat makhluk atau materi-materi
> halus yang tidak tertangkap oleh indra penglihatan biasa. "Kemampuan
> spiritual semacam itu masuk dalam wilayah ESP (extra-sensory
> perception) alias indra keenam," papar Erwin.
>
> Kemampuan ESP, menurut Erwin, bisa menjelajah ruang dan waktu.
> Ketika tubuh anak indigo berada di suatu tempat, pada saat bersamaan
> ia tahu apa yang terjadi di lokasi lain. Itulah yang disebut
> kemampuan menjelajah ruang. "Ketika dia berbicara sekarang, tentang
> suatu peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang, ini yang
> disebut menjelajah waktu," katanya.
>
> Anak indigo biasanya banyak bertanya, dan orangtuanya akan kewalahan
> menjawab. Umpamanya, kenapa harus begini, kenapa harus begitu. Dia
> akan merasa heran untuk beberapa hal, yang dirasa tak masuk
> akal. "Kenapa harus sekolah berjam-jam?" Erwin mencontohkan
> pertanyaan seorang anak indigo kepada ibunya.
>
> Jika orangtua tak mengerti bahwa anaknya indigo, umumnya si anak
> cenderung memberontak, agresif, dan nakal. Tak sedikit yang kemudian
> bentrok dengan kehendak orangtuanya. "Jika orangtua masih otoriter
> membatasi aktivitas spiritual anak indigo, si anak pasti akan
> berontak," lanjut Erwin. Karena itu, para orangtua mesti menjawab
> impresi-impresi yang dikemukakan si anak.
>
> Tak hanya psikiater seperti Dr. Erwin yang menangani anak-anak
> indigo. Spiritualis Leo Lumanto, yang mengasuh acara "Percaya Nggak
> Percaya" di Antv, sudah enam tahun ini berinteraksi dengan bocah
> indigo. Saat ini, dia membimbing tiga anak indigo. Bimbingannya
> tidak berbentuk terapi khusus. Bocah itu hanya sering diajak
> berdialog saat mengikuti orangtuanya dalam acara pengajian di
> kediaman Leo, di kawasan Bintaro, Sektor IX, Tangerang, Banten.
>
> Orangtua mereka berkonsultasi ke Leo, umumnya setelah melalui
> perjalanan panjang dari psikiater sampai ke paranormal. Sikap anak
> indigo yang terbilang unik menyebabkan orangtua mereka kerap
> menyangka anak-anak ini hiperaktif sehingga perlu dibawa ke
> psikiater. Ada juga yang beranggapan anaknya jadi "aneh" karena
> gangguan dari alam lain. "Dianggap ada yang nempel," kata Leo.
>
> Berhubung sudah dipersepsikan seperti itu, si anak biasanya dibawa
> ke paranormal untuk "dibereskan" dari urusan dengan dunia lain yang
> diakrabinya. Dalam pandangan Leo, anak indigo bukanlah bocah yang
> ketempelan jin atau sejenisnya. "Ini merupakan kehendak Allah yang
> tidak bisa kita sangkal," Leo menyimpulkan.
>
> Selain ciri-ciri yang ditunjukkan Dr. Erwin, menurut Leo, ciri lain
> anak indigo adalah suka menyendiri. Begitu berada pada suatu situasi
> atau lingkungan baru, anak indigo akan mencermati keadaan
> sekelilingnya dengan sangat teliti. Kemampuan mereka mengenal
> suasana dan individu luar biasa. "Walaupun terkadang mereka terlihat
> acuh tak acuh, sebenarnya di balik itu mereka paham apa yang sedang
> terjadi," papar Leo. "Kepekaan spiritual pada anak indigo benar-
> benar merupakan hidayah dari Allah," Leo menegaskan.
>
> Psikolog dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Dra. Sawitri Supardi
> Sadardjoen, menyarankan kepada para orangtua untuk "menormalkan"
> anak-anak berdaya linuwih ini. Sawitri justru menyarankan
> untuk "menumpulkan" kemampuan si anak. Caranya? "Dengan memberi
> pengertian bahwa apa yang diketahui si anak itu semata-mata faktor
> kebetulan," katanya.
>
> Selain karena khawatir si anak tersiksa dengan kelebihan yang
> dimiliki, Sawitri beralasan bahwa kemampuan itu akan membuat anak
> menjadi tidak realistis dan malas. "Kalau mereka konsentrasi dengan
> memusatkan energi, mereka bisa membayangkan soal-soal yang akan
> keluar dalam ujian. Ini bisa membuat mereka jadi malas belajar,"
> tutur Sawitri.
>
> Lain lagi pendapat Prof. Dr. dr. H. Soewardi, MPH, SpKJ. Spesialis
> penyakit jiwa di Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta, ini mewanti-wanti
> bahwa anak-anak indigo mesti disikapi secara hati-hati, terutama
> oleh lingkungan sosial dan keluarganya. "Sebenarnya gejala tersebut
> adalah gejala ketidakwajaran," kata Soewardi kepada Puguh Windrawan
> dari GATRA.
>
> "Kejaiban" anak indigo itu terjadi, menurut Soewardi, karena ada
> kesalahan dalam kinerja otaknya. "Lebih tepat dikatakan bahwa sistem
> kerja otaknya terganggu," ujarnya. Hal inilah yang menimbulkan
> ketidakwajaran. "Dalam sistem limbik otak, terutama
> neurotransmiternya, terganggu. Ini yang harus diupayakan
> kesembuhannya," Soewardi menambahkan.
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "ratih ibrahim"
> personalgrowth@ wrote:
> >
> > hmmmmmmmmmmmmm.....
> >
> > ngomong2,
> > mungkin obatnya kurang dosisnya ya?
> > atau jangan2 tidak tepat...
> > atau salah pilih psikiater kali ya?
> > *melihat gejala kambuhnya secepat ini*
> >
> > ngomong2,
> > ada yang tahu ga sih, siapa psikiater yang menangani beliau ini???
> > *jadi penasaran...*
> >
> >
> > *di lain pihak, saya malahan jadi *makin IBA kepada Donny* .
> > terutama atas niat baiknya berlatih aikido bersama sebagai sarana
> > penyembuhannya itu*
> >
> > tetapi, Rez
> > meski merepotkan, mau gimana lagi ya?
> > karena menjadi psikopat, sosiopat itu bukan something criminal
> sih...
> >
> > *ga cuma elu yang terenyuh, men
> > gue juga udah dari dulu2....*
> >
> > =)
> > bude Tih
> >
> >
> > On 10/5/07, sinagahp sinagahp@ wrote:
> > >
> > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "ratih ibrahim"
> > > <personalgrowth@> wrote:
> > > > ada yang kenal orangtua Vincent?
> > > > tolong diingatkan untuk menjaga anaknya baik2....
> > > > kalau mereka masih peduli sama dia, sih..
> > > > mengapa?
> > > > supaya si bocah ini tidak gentayangan kemana-mana
> > > > di luar itu banyak hal tak terduga bisa terjadi
> > > > bahkan hanya 1 meter saja dari pagar rumah
> > >
> > > harez:
> > >
> > > Orang tuanya tih ? Orang tuanya sendiri aja dimaki-maki ..... :)
> > >
> > > Ibu saya mencoba mengingat
> > > kembali buku-buku yang dipelajarinya tentang anak
> > > indigo dan menjawab sesuai dengan apa yang tertulis di
> > > sana. Kesimpulan yang keluar adalah tidak sama dengan
> > > anaknya tetapi harus mewakili anaknya. *Saya harus**
> > > katakana bahwa dalam hal ini kedua orangtua saya
> > > goblok.)*
> > > ........
> > > Ketika wawancara dengan kedua orangtua saya selesai,
> > > saya memberi tanda jempol terbalik sebagai tanda
> > > kecewa. *Orangtua saya dating ke saya dan saya mulai**
> > > mencaci maki mereka lalu pergi meninggalkan ruangan.*
> > >
> > >
> > > Sumber:
> http://groups. yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/232
> > >
> > > Kalau sama orang tuanya saja begitu, apalagi sama orang
> lain .... :)
> > >
> > > Nggak heran deh .... :) Wueeekkkksss ..... !!!
> Ha...ha...ha... :)
> > >
> > > salam,
> > > harez
> > >
> > >
> > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com , "ratih ibrahim"
> > > <personalgrowth@> wrote:
> > > >
> > > > ini pasti diagnosa psikiaternya sendiri atas dirinya,
> > > > dan dibawa2 ke orang lain
> > > >
> > > > Vincent.
> > > > saran nih...
> > > > bacalah itu DSM IV, supaya perbendaraan istilah sakit jiwa nya
> lebih
> > > > banyakkkk
> > > > dan supaya kamu tampak sedikit lebih pintar...
> > > >
> > > > kamu dikasih obat aja sih apa sama psikiatermu?
> > > > jangan lupa di minum
> > > > dan yang disiplin minumnya....
> > > >
> > > > ada yang kenal orangtua Vincent?
> > > > tolong diingatkan untuk menjaga anaknya baik2....
> > > > kalau mereka masih peduli sama dia, sih..
> > > > mengapa?
> > > > supaya si bocah ini tidak gentayangan kemana-mana
> > > > di luar itu banyak hal tak terduga bisa terjadi
> > > > bahkan hanya 1 meter saja dari pagar rumah
> > > >
> > > > ngingetin aja
> > > > *udah bagus diingetin*
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > On 10/5/07, x69xx96x x69xx96x@ wrote:
> > > > >
> > > > > Pada Orang normal:
> > > > >
> > > > > I1 -> I2 -berbalas- I1 <- I2 (Stimulus & respon)
> > > > >
> > > > > Pola kerja penyakit kejiwaan Nurudin Asyhadie dan si'R' sbb:
> > > > >
> > > > > I1 -> I2 -berbalas- I1 |<- I2 (Stimulus & Respon tidak bisa
> dilakukan)
> > > > >
> > > > > Dalam kasus si 'R' respon dari I2 dihentikan dengan membuat
> permintaan
> > > > > maaf. Jadi polanya adalah: Melakukan imajinasi jorok,
> misalnya: Saya
> > > > > sodomi anak ibu. Saya pingin ngentot sama anak ibu. Saya mau
> putusin
> > > > > kontol bapak. dlsb... lalu ketika I2 mau merespon maka si I1
> > > > > mengucapkan permohonan maaf. Sehingga si I2 mendapatkan
> penderitaan
> > > > > yang tertahan yang membuat I1 memperoleh kepuasan.
> > > > >
> > > > > Dalam kasus Nurudin Asyhadie respon dari I2 dihentikan dengan
> > > > > mengatakan bahwa segala dosa, keburukan, dlsb ada pada
> Nurudin
> > > > > Asyhadie sehingga si I2 tidak bisa marah pada I1. Jadi
> polanya adalah:
> > > > > Melakukan penghinaan, cacimaki, teror keluarga, fitnah,
> dlsb... lalu
> > > > > ketika I2 mau merespon dengan marah maka si Nurudin Asyhadie
> > > > > mengatakan bahwa bahwa segala dosa, keburukan, dlsb ada pada
> Nurudin
> > > > > Asyhadie sehingga bagaimanapun kesalahan si Nurudin Asyhadie
> si I2
> > > > > tidak bisa marah. Sehingga si I2 mendapatkan penderitaan
> yang tertahan
> > > > > yang membuat I1 memperoleh kepuasan.
> > > > >
> > > > > Baik dalam kasus si'R' dan kasus Nurudin Asyhadie melakukan
> > > > > pengulangan ritual tsb ketika siklus kebutuhan akan kepuasan
> menonton
> > > > > penderitaan I2 kembali meningkat.
> > > > >
> > > > > Baik dalam kasus si'R' dan kasus Nurudin Asyhadie akan marah
> atau
> > > > > komplain bila tidak boleh lagi melakukan penyetopan respon
> dari I2
> > > > > entah dengan mengatakan maaf atau mengatakan bahwa bahwa
> segala dosa,
> > > > > keburukan, dlsb ada pada Nurudin Asyhadie.
> > > > >
> > > > > Menurut psikiatri yang saya kenal penyakit ini adalah
> sejenis Obsesive
> > > > > Compulsive Disorder yang akut, tidak bisa diobati karena si
> individu
> > > > > pelaku makin lama makin tercandu untuk mendapatkan kepuasan
> dengan
> > > > > menonton penderitaan orang lain.
> > > > >
> > > > > Oleh karena itu berhati-hatilah dalam berhubungan sahabat
> dengan
> > > > > Nurudin Asyhadie. Penyakit ini bisa menular sebagai budaya
> agar
> > > > > seseorang merasa mendapat kepuasan dengan menjadikan orang
> lain samsak
> > > > > tinju bagi kebutuhan olahraga pikiran si penderita.
> > > > >
> > > > > Ttd,
> > > > > Vincent Liong
> > > > > Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2007
> > > > >
> > > > > Email sebelumnya...
> > > > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> > > <psikologi_transformatif%40yahoogrou ps.com>,
> > > > > "pabrik_t"
> > > > > pabrik_t@ wrote:
> > > > > >
> > > > > > aduuuuu, masak cuman dibandingin dengan hal kayak gitu,
> kurang dong.
> > > > > > aku jauh lebih hancur daripada itu.
> > > > > >
> > > > > > pabrik_t
> > > > > > aku yang mengaku-aku
> > > > > >
> > > > > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> > > <psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>,
> > > > > 987654321 1234567
> > > > > > <x69xx96x@> wrote:
> > > > > > >
> > > > > > > Bandingkan isi chat di bawah ini dengan jenis penyakit
> kejiwaan si
> > > > > > `R' dalam email:
> > > > > > > Subject: Dekon 30 September SERRRUUU!!!!
> > > > > > > E-link:
> > > > > http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/2658
> > > > > > >
> > > > > > > Pabrik_T adalah Nurudin Asyhadie editor Kantor Berita
> Common
> > > > > > Ground untuk Indonesia.
> > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > > Lampiran Chatting via Yahoo Messanger dengan Nurudin
> Asyhadie.
> > > > > > pabrik_t: kamu ngomong apa cen?
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:16:03 PM): soal?
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:16:14 PM): ap itu soal gladiator
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:16:23 PM): ya elo udah baca khan
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:16:26 PM): sudah
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:16:42 PM): gw mau ingetin mereka agar
> jgn buat
> > > > > > ulah lagi spt elo dulu
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:16:48 PM): elo mah udah ok, udah nga
> aneh2
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:17:20 PM): gw bilang ke mereka bahwa
> setelah dua
> > > > > > tulisan gw tsb elo nga bikin ulah lagi, jd artinya elo dah
> ngerti
> > > > > pesen gw
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:17:41 PM): nah sekarang mereka khan mau
> buat
> > > > > > fitnah baru ke gw
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:17:48 PM): itu artinya kamu
> melakukan
> > > > > > penyelewengan sejarah
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:17:53 PM): ya gw senenernya males main
> spt dulu
> > > > > > gw terpaksa lakukan ke elo
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:18:03 PM): ya kalau elo nga puas
> silahkan
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:18:07 PM): aku tidak masalah
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:18:09 PM): artinya memang elo suka kok
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:18:13 PM): aku suka
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:18:18 PM): ya berarti masalah belum
> beres
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:18:28 PM): itu terserah sikapmu di
> maillist
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:18:34 PM): urusanmu
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:18:48 PM): Dalam konflik ini: *
> Kalau 'musuh'
> > > > > > Vincent Liong menang atau kalah ini hanya berpengaruh pada
> puas atau
> > > > > > tidak puasnya ego mereka masing-masing untuk merasa menang
> dalam
> > > satu
> > > > > > waktu itu saja. * Kalau Vincent Liong menang atau kalah
> ini adalah
> > > > > > masalah hidup dan matinya Vincent Liong. Seseorang akan
> bertarung
> > > > > > hidup atau mati demi mempertahankan keutuhan rumahnya
> sendiri,
> > > karena
> > > > > > hanya itu harta yang ia miliki.
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:19:04 PM): vincent
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:19:07 PM): yap
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:19:26 PM): selama itu menghasutku,
> sudah
> > > > > > kukatakan persilahkan
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:19:32 PM): tapi jangan pakai god
> bless you
> > > > > dong
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:19:34 PM): ha ha ha
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:19:36 PM): gw nga menghasut elo
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:19:44 PM): lalu apa?
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:19:54 PM): gw cuma nunjukkin gw respect
> sama
> > > > > > perubahan 'cara' elo
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:20:05 PM): aku tak suka direspekin
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:20:11 PM): ya terserah elo
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:20:11 PM): aku justru suka dihina
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:20:16 PM): makanya aku langsung
> balas
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:20:24 PM): sebenernya suka direspect
> atau suka
> > > > > > dihina itu sama saja pabrik
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:20:30 PM): dua-duanya ekstrim
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:20:36 PM): yup
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:20:41 PM): tapi dua hal itu tidak
> sama kan?
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:20:47 PM): dua titik ekstrim ya
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:20:50 PM): tapi oposisional
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:20:57 PM): yap itu oposisional
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:21:03 PM): tetapi itu ada kalau ada yg
> lainnya
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:21:03 PM): dan itu membuatnya
> berbeda
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:21:12 PM): ya, but not the sama
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:21:15 PM): same
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:21:27 PM): loe pernah ada di posisi yg
> menurut gw
> > > > > > tidak terhormat
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:21:34 PM): tidak masalah bagiku
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:21:35 PM): jadi ketika elo ada di posisi
> > > > > > terhormat gw juga ngomong
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:21:45 PM): itu masalah bagiku
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:21:51 PM): karena aku tak suka
> kehormatan
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:21:58 PM): kalau gitu jgn main di
> salahsatu
> > > > > > posisi tsb
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:22:01 PM): masalahnya elo main
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:22:13 PM): aku bermain dalam
> ketidakhormatan
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:22:16 PM): bukan kehormatan
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:22:24 PM): maka aku
> melawan "kehormatan"
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:22:30 PM): masalahnya
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:22:35 PM): elo itu paradoks pabrik
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:22:40 PM): maka kubilang, siapapun
> yang
> > > > > > menghormatiku, menyanjungku, akan kuludahi mulutnya
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:22:43 PM): memang
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:22:47 PM): ketika elo ngomong nga mau
> dipuji di
> > > > > > waktu yg sama elo menghina
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:22:55 PM): lha ya tho
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:22:58 PM): itu point paradoks elo
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:23:08 PM): jadi elo belum terima nich
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:23:10 PM): ya nga apa2
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:23:10 PM): kalau aku tak suka
> dipuji, maka
> > > > > > aku juga suka menghina
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:23:30 PM): jadi artinya elo masih di
> kondisi yg
> > > > > dulu
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:23:39 PM): aku tidak dikondisi
> manapun
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:23:52 PM): tapi jika itu
> kesimpulanmu
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:23:58 PM): jadi artinya bertemanlah dgn
> sinaga,
> > > > > > swastinika, dlsb untuk iseng lagi
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:23:59 PM): itu urusanmu bukan?
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:24:04 PM): dan dapatkanlah
> konsekwensinya
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:24:09 PM): apa aku berteman dengan
> mereka?
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:24:10 PM): silahkan
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:24:15 PM): kalau gitu jgn sok netral
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:24:20 PM): aku tak pernah taku
> konsekuensi
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:24:35 PM): dan apa itu tentang rio
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:24:40 PM): ok loe nga takut tetapi apa
> perlu
> > > > > > mengorbankan semuanya sekedar untuk mendapat pelajaran itu?
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:24:43 PM): hingga kini rio belum
> berbicara
> > > > > > padaku
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:24:54 PM): aku tak memiliki apapun
> untuk
> > > > > > dikorbankan
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:25:02 PM): diri mu sendiri pabrik
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:25:09 PM): aku tak memiliki diriku
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:25:16 PM): loe hidup di dunia dan tidak
> bisa
> > > > > > bilang bahwa elo tidak ada di dunia
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:25:23 PM): rupanya elo belum sadar juga
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:25:29 PM): aku bilang aku bukan
> tidak ada di
> > > > > > dunia
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:25:38 PM): tetapi diriku bukanlah
> milikku
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:25:40 PM): ya sudah artinya elo masih
> elo yg
> > > dulu.
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:25:49 PM): itu adalah persepsimu
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:25:53 PM): elo masih elo yg ganggu gw
> dulu
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:25:53 PM): dan itu hakmu
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:26:01 PM): jika itu persepsimu
> silahkan
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:26:08 PM): coba latihan jadi orang yg
> > > > > > bertanggungjawab at least pada sikapmu
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:26:22 PM): kemarin gw dapat pasien yg
> sempat
> > > > > > dibahas oleh si tinta negatif
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:26:23 PM): bukankah kata-kata itu
> lebih
> > > > > > tepat untukmu?
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:26:25 PM): kasusnya sama spt elo
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:27:01 PM): dia suka mendatangi orang
> lalu ngomong
> > > > > > misalnya:" saya ingin menyodomi anak mbak isti" lalu
> setelah itu dia
> > > > > > bilang "saya minta maaf mbak isti"
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:27:08 PM): rupanya anda di kondisi yg
> sama
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:27:12 PM): ya itulah anda
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:27:31 PM): maybe
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:27:41 PM): jika itu persepsimu
> silahkan
> > > > > > menjadi milikimu
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:28:09 PM): makanya bagi saya anda
> berpenyakit
> > > > > > sama dan bila anda lepas dari itu anda sembuh karena anda
> sadar anda
> > > > > > hidup di dunia bukan membuat sebab lalu mendelete
> akibatnya dgn
> > > sorry
> > > > > > agar orang saja yg menderita dan anda senang menontonnya.
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:28:17 PM): terimakasih
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:28:30 PM): nah kalau anda masih di situ
> saya
> > > > > > masih menganggap anda sakit
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:28:39 PM): sedap
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:28:51 PM): kalau anda sudah tahu bahwa
> menabok
> > > > > > berkonsekwensi ditabok artinya anda mulai waras
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:29:07 PM): ya jika kau tahu
> konsekuensi itu,
> > > > > > syukurlah
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:29:16 PM): kau pabrik, jangan lari
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:29:21 PM): kau juga lari
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:29:26 PM): kau yg spt si anak itu
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:29:30 PM): semua perkataanmu
> adalah usah
> > > > > > untuk lari
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:29:38 PM): lari dari permainanmu
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:29:47 PM): lari dari tanggung
> jawabmu
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:29:52 PM): spt si anak itu marah pada
> ayahnya
> > > > > > karena tidak boleh membuat imajinasi kotor dan minta maaf
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:29:53 PM): apakah aku pernah
> bilang lari
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:29:58 PM): atau aku lari dalam
> pikiranmu
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:30:00 PM): ha ha ha
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:30:16 PM): kau lari dgn ngomong bergaya
> sok suci
> > > > > > dan sok tidak terpengaruh emosinya.
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:30:20 PM): spt anak itu
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:30:22 PM): ha ha ha
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:30:30 PM): dia bisa bilang mau sodomi
> siapa saja
> > > > > > lalu bilang sorry
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:30:37 PM): jika itu maka aku tak
> bisa
> > > menjawab
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:30:37 PM): jadi orang lain yg sakit ati
> lalu dia
> > > > > > menonton
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:30:52 PM): tetapi aku tak pernah
> lari
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:30:58 PM): kalau gitu aku salah sangka.
> aku kira
> > > > > > kau sudah sembuh
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:31:12 PM): jika kau pikir aku
> sakit maka
> > > > > > sakitlah aku
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:31:17 PM): apa peduliku?
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:31:19 PM): kau lari dengan membuat
> kondisi spt si
> > > > > > anak tsb
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:31:32 PM): kau mengatakan sesuatu
> secara
> > > > > > berulang-ulang
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:31:37 PM): kau membuat mekanisme
> pendeletan sebab
> > > > > > dalam kepalamu itulah sakitmu
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:31:40 PM): apa ingin menjadikan
> itu realitas
> > > > > > di pikiranmu?
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:31:47 PM): oooo hebat
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:32:24 PM): sudah
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:32:35 PM): aku harus pamit dulu
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:32:41 PM): nah sekarang kau tulari si
> sinaga,
> > > > > > swastinika, dlsb dengan penyakit yg sama
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:32:47 PM): maybe
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:32:56 PM): atau mungkin mereka
> melihat
> > > > > borokmu?
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:33:11 PM): mengapa kamu
> berkesimpulan mereka
> > > > > > tertulari oleku
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:33:23 PM): mereka terpesona dengan
> kondisi tidak
> > > > > > perlu bertanggungjawab pada sebab akibat yg kau contohkan
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:33:25 PM): mereka tho punya otak
> sendiri
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:33:29 PM): ha ha ha
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:33:37 PM): atau kau yang terpesona?
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:33:39 PM): kau senang
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:33:45 PM): tentu saja
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:33:52 PM): aku orang yang selalu
> senang
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:34:08 PM): karena ada orang lain yg
> menderita
> > > > > > sedangkan kau buat mekanisme bahwa apapun kegilaan yg kau
> lakukan
> > > > > > sudah kau maafkan dan kau anggap itu perbuatan orang lain
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:34:24 PM): aku tak pernah
> memaafkan diriku
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:34:33 PM): aku menanggung segala
> dosa dunia
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:34:46 PM): baca lagi dengan baik
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:34:50 PM): mahasutta
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:35:19 PM): yang menari bagiku
> adalah,
> > > > > > darimana kau mendapat pikiran seperti itu?
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:35:24 PM): kau mengganggap kau boleh
> menyakiti
> > > > > > orang lain toh karmanya spt hutang yang bisa dibayar kapan2
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:35:26 PM): yan menarik maksudnya
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:35:38 PM): aku tak pernah menunda
> apapun
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:35:44 PM): kiamat bukanlah esok
> hari
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:35:46 PM): tapi hari ini
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:35:53 PM): dan aku tak takut pada
> neraka
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:35:56 PM): memang beda dengan cara anak
> itu yg
> > > > > > menyakiti orang lain lalu bilang bahwa sorry untuk menonton
> > > kesedihan
> > > > > > orang tsb
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:36:06 PM): dan aku tak peduli
> dengan surga
> > > > > > > vcl (10/5/2007 6:36:20 PM): kau mendapatkan kepuasan
> dengan
> > > > > > melihat penderitaan orang lain
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:36:46 PM): penderitaan adalah
> berkah
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:37:19 PM): adakah sesuatu yang di
> luar
> > > Tuhan?
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:37:28 PM): apakah penderitaan,
> kejahatan,
> > > > > > berada di luar Tuhan?
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:38:13 PM): sudah. belajarlah
> berkata jujur.
> > > > > > itu problem terbesarmu.
> > > > > > > pabrik_t (10/5/2007 6:38:16 PM): aku pamit dulu ya
> > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > > ---------------------------------
> > > > > > > Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in
> your
> > > pocket:
> > > > > > mail, news, photos & more.
> > > > > > >
> > > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > >
> > >
> > >
> > >
> >
>







Get your free suite of Windows Live services! Windows Live

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Featured Y! Groups

and category pages.

There is something

for everyone.

Cat Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about cats.

Fashion Groups

on Yahoo! Groups

A great place to

connect and share.

.

__,_._,___

Re: [psikologi_transformatif] Method & Readiness -- > DKN (was Re: Balasan: GUGUR GUNUNG

VINCENT!!!!!
MINUM OBAT!!!!!!
CEPAT!!!!

 
On 10/5/07, vincentliong <vincentliong@yahoo.co.nz> wrote:

Gajah di pelupuk mata tidak tampak tetapi semut di seberang lautan
tampak. Sadarilah betapa buruknya diri anda.

Kalau saya berubah sesuai yang anda mau maka segala makhluk akan
berteriak-teriak, hidup saya baik-baik saja, teman ada orangftua juga
ok-ok saja.

Lalu entah dari mana anda yang buruk itu bicara tentang bahwa saya
harus berubah. Anda itu virus swastinika. Jauhi rumah saya, jauhi
lingkungan saya, toh saya tidak pernah peduli atau berusaha mengganggu
lingkungan anda.

Ttd,
Vincent Liong

Email sebelumnya...
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/32341
--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com , "swastinika"


<swastinika@...> wrote:

Hahaha.. baru mau pulang ada email ini. Sekalian dijawab deh ;)
Terakhir kali, mungkin :)

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, don kenow
<donkenow@...> wrote:
> Perihal efek , yang bisa kita sepakati bersama sejauh ini,
setidaknya bagi saya, maka kalau boleh saya simpulkan adalah kita
tidak tahu dengan pasti apa yang sedang terjadi pada vincent .
>
> Selanjutnya perbedaan kita, setelah saya melihat posting-posting
vincent belakangan ini, contoh posting "penyakit hati" dimana dia
"membahas" Harez, Ratih Ibrahim dan Leonardo sesukanya dia maka saya
simpulkan sebagaimana yang telah saya tulis di awal tanggapan saya :
hasilnya nol besar.

Agree :). Saya setuju bahwa kalau dilihat dari content tulisan2nya
akhir2 ini (termasuk email yang baru saja masuk menanggapi Ruri
Malindo ;)), memang tidak ada perubahan apa2. Ternyata, memang dia
mungkin belum berniat dan belum siap berubah. Serangan2 Haute dkk
hanya membuatnya off guard sejenak, tapi tidak bisa dimanfaatkan
dengan lebih baik.

Sayang sekali.. hehehe.. Tapi, balik lagi, kita memang tidak bisa
mengubah seseorang toh ;)? Hanya orang itu sendiri yang bisa
mengubahnya ;)

> Haute gagal sebagaimana Adhi pun gagal sehingga bagi saya
persoalannya tetaplah pada cara.
>
> Haute yang menyerang gagal, Adhi yang baik-baik juga gagal..
>
> Menurut saya selama cara itu masih memiliki unsur selfishness di
dalamnya maka cara itu akan gagal, baik yang baik-baik modelnya adhi
dan lainnya maupun cara menyerang model haute dkk.

Boleh saja kalau Anda berpendapat demikian. Di satu sisi, saya setuju
kok dengan Anda, bahwa cara teman2 di sini sedikit banyak masih ada
selfish-nya ;).

Tapi kalau menurut saya, ini lebih ke masalah niat & kesiapan berubah,
daripada masalah cara :).

> Contoh cara baik-baik yang masih ada selfishnessnya : kita
menasehati anak kita dengan kata-kata manis karena kita tidak ingin
anak kita mengganggu suasana percakapan kita dengan tamu.
>
> Hari rabu kemarin saya praktekkan hal seperti ini. Bicara
baik-baik yang selfish kemudian bicara baik-baik yang no-self.
>
> Saya ngomong ke anak saya dengan niat menghentikan keributan
mereka dengan motif untuk diri sendiri (supaya saya bisa tenang
ngobrol), lah saya ngomong halus sekali, udah kayak orang kraton yogya
gitu... tetep aja tuh mereka berisik.. setelah saya no-self,
menempatkan posisi saya pada posisi mereka (blending) yang ingin
diperhatikan/cari perhatian terus kemudian saya alihkan keinginan
mereka (cari perhatian) dengan mengajak mereka main petasan air mancur
(memberi perhatian pada mereka) dan sekaligus mengajak teman saya
(tamu) itu main petasan itu... eh brisiknya kemudian berhenti tuh...
mereka jadi asik dengan air mancur... terus setelah itu main sendiri
di kamar mereka. Saya bisa tenang deh ngobrol.... ngobrolin aikido :-)

Dalam dua kasus itu, menurut saya, perbedaan IV (independent
variable)-nya bukan ""bicara baik2 yang selfish" vs "bicara baik2 yang
no-self", melainkan "Transactional Analysis Parent - Child" vs
"Empati" :) Di kasus pertama Anda hanya bicara baik2 dalam waktu yang
singkat. Di waktu kedua, Anda meluangkan waktu yang jauuuuh lebih lama
untuk memahami anak2 Anda, baru bicara baik2 :)

Tapi.. tentu saja Anda benar: Anda baru bisa berempati jika dalam
kondisi no-self :) Tentang apakah anak2 Anda akan lebih menurut dengan
cara pertama atau cara kedua.. well, itu balik lagi kepada anak Anda
dan pola hubungan Anda dengannya :) It's a complicated system :)

> Metode haute yang menyerang sudah pasti akan menyebabkan sikap
defensif di vincent, metode itu tidak efektif. Sebagaimana yang saya
lihat di aikido, konflik tidak akan menyelesaikan konflik. Dengan
egoisme (power/otoritas), kalapun lawan akhirnya terjatuh, dia akan
dendam karena merasa dizolimi (wajar aja ..dia merasa dizolimi wong
selfish kok, hi...hi...hi...). Penjatuhan lawan tanpa egoisme
menyebabkan lawan terjatuh tanpa dia merasa dijatuhkan, tanpa merasa
dia dizolimi sehingga menurut saya lebih efektif dalam proses
penghilangan egoisme si narsis.

Begini saja deh.. kalau DKN mau mencoba "memperbaiki" dengan Aikido,
monggo2 saja :). Monggo diajak latihan.. hehehe.. Komentar saya: kalau
seseorang belum niat dan siap berubah, dengan cara apa pun dia tidak
akan berubah. Bahkan dengan cara Aikido sekalipun, kalau seseorang
bermental korban, bisa jadi dia merasa dendam karena [merasa]
"disakiti" saat berlatih :)

As for me.. saya sih nggak pernah berniat "memperbaiki" orang..
hehehe.. Kalau apa yang saya lakukan bisa membantu orang menjadi lebih
baik, ya syukur alhamdulillah. Tapi.. apa pun yang saya lakukan lebih
untuk kebaikan diri saya sendiri. Saya selfish ya? Mungkin.. :) Tapi
kalau buat saya sih itu cara saya untuk mengamalkan interpretasi saya
terhadap ayat ini:

"Jika kamu berbuat kebaikan (berarti) kamu berbuat baik bagi
dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat kejahatan, maka (akibatnya) bagi
dirimu sendiri" (Al Israa QS 17:7)

Tuhan tidak pernah mengubah nasib manusia kecuali jika manusia itu
berusaha mengubah nasibnya ;) Bukan tanggung jawab saya untuk mengubah
nasib orang2 lain ;)

Salam,


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Groups

Get info and support

on Samsung HDTVs

and devices.

Dog Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about dogs.

.

__,_._,___

Re: [psikologi_transformatif] Manic Depresif (Pro Sinaga Harez Posma)

capekkkkkkkkkkkk??????????
*aduh, geli sampai nangis aku*
 
kamu capek untuk menerangkan apa itu manic derpesive, Vincent????
hahahahahahahahaaaa....
lalu melemparkannya kepada Harez untuk menerangkannya di sini?
hahahahahaaaaaa........
leluconmu memang kampungan!
 
baca sendiri nakkkkkkkkkkkk
baca!
ayo baca sendiri....
 
dasar pemalas...
paling2 karena kamu membacapun tidak bisa,
apalagi mengerti....
 
*tetap heran....
obatmu sudah kamu minum belum?*

 
On 10/7/07, vincentliong <vincentliong@yahoo.co.nz> wrote:

Di bawah ini saya sudah melampirkan penjelasan Leonardo Rimba tentang
kasus si M. Masalah manic depresif si M telah dideritanya sejak tahun
2004-2005 lalu baru ikut dekon di tahun 2006 akhir dimana manic
depresif si M sudah tambah parah. Tujuannya adalah mencari kemungkinan
lain siapa tahu bisa sembuh. Jadi kasus si M ini tidak bisa dijadikan
contoh korban dari dekon-kompatiologi.

Apalagi dengan kasus si M ini saja Sinaga Harez Posma, Goen, dlsb
memfitnah bahwa ada banyak korban dari dekon-kompatiologi seperti si
M. Karena dalam kasus manic depresifnya si M ini sebenarnya belum bisa
dijadikan contoh sebagai 'korban' dari dekon-kompatiologi, tetapi
karena anda masih mengangkat kasus M sebagai contoh korban akibat
langsung dari dekon kompatiologi, karena saya sudah capek menjelaskan,
maka silahkan psikolog hebat kita Sinaga Harez Posma untuk menjelaskan:
1. apa itu manic depresif dalam bahasa psikologi,
2. apa ciri-cirinya,
3. bagaimana cara menanganinya dalam ilmu psikologi,
4. dan bagaimana ciri-ciri kalau seorang manic depresif dikatakan
sembuh.

Silahkan didiskusikan tema manic depresif dari berbagai sudutpandang
teman-teman entah itu psikologi, psikiatri, filsafat, dlsb.

Ttd,
Vincent Liong

Email sebelumnya...
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/16599
--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "leonardo_rimba"
<leonardo_rimba@...> wrote:

Dear All,

Kalau saya memang punya pengalaman menjadi tempat curhat pasiennya
Vincent yang menelpon saya sambil nangis-nangis dan bilang:

"Gw rasanya mau bunuh diri aja. Bener. Gimana dong, Leo?".

Ini adalah orang yang sama yang sempat tidak tidur terus menerus
selama seminggu setelah di dekon oleh Adhi.

Tapi itu tidak berarti bahwa dia akhirnya bunuh diri. Tidak seperti
itu. Dan kasus seperti itu bisa dikategorikan sebagai exceptional
sebab orangnya memang sangat labil secara emosional to begin with.
Bisa dibilang sebagai seorang manic depressive sejak awal. Satu saat
dia bisa tidak tidur berhari-hari dalam euphoria, dan di lain saat
bisa merasa ingin bunuh diri.

Dan praktek dekon yang diterapkan kepadanya tidak mengubah segalanya
menjadi a bed full of roses. Problemnya masih tetap ada, dan dia
masih tetap harus menjalani hidupnya yang dirasanya sangat berat.

Katakanlah orang ini bernama Mbak M. Nah, Mbak M ini sampai komplain
ke saya bahwa Adhi menyuruhnya ke psikiater saja, karena sudah tidak
sanggup ditanganinya. Menurut saya itu sah saja, karena kelihatannya
Mbak M itu memerlukan semacam obat penenang dalam kondisi kalut
seperti itu; dan kita tahu bahwa hanya dokter (termasuk psikiater)
yang berhak memberikan obat penenang. Sebelum Mbak M telpon saya,
Vincent juga ditelponnya. Mbak M komplain karena akhirnya dia
berantem sama Vincent.

Dan jadilah saya "sasaran terakhir" untuk menumpahkan uneg-unegnya.
Problem kehidupannya.

Mbak M tidak menyalahkan dekon yang diterimanya. Problem yang
dihadapinya memang sudah ada sebelum di dekon. Dan tetap ada setelah
di dekon. Saya cuma membandingkan saat dia baru saja di dekon dan
telpon saya untuk bilang:

"Gw baru di dekon sama temen lu, dan gak bisa tidur seminggu."

Mungkin itu termasuk fase euphoria yang dialaminya, karena saat itu
suaranya di telpon terasa tenang.

Dan itu saya bandingkan dengan situasi dua bulan berikutnya ketika
dia menelpon saya sambil nangis-nangis dan bilang bahwa rasanya dia
ingin bunuh diri saja. Dia merasa tidak ada orang yang mengerti dia,
dan bahkan dia sampai berantem dengan Vincent di telpon.

Mungkin saya bisa menghadapinya dengan lebih tenang karena saya lebih
tua. Dan memang akhirnya saya memberikan dia satu solusi yang mungkin
akhirnya dijalaninya juga.

Setelah kejadian satu bulan lalu itu, Mbak M tidak menelpon saya
lagi. Saya tidak tahu lagi apa yang terjadi dengan dia. Apakah
akhirnya dia menjalankan solusi yang saya sarankan. Atau akhirnya dia
bunuh diri juga. Soalnya tidak ada kabar beritanya lagi.

Gimana Vinceeeenntttt...... ???? Mbak M Kemana......????

I only hope that she is well. Body and soul.

All the Best,
Leo
HP: 0818-183-615


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Cat Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about cats.

Green Y! Groups

Environment Groups

Find them here

connect with others.

Popular Y! Groups

Is your group one?

Check it out and

see.

.

__,_._,___

Re: [psikologi_transformatif] Kompatiologi: Orientasi Metodologi Penelitian

Vincent...........
obat dari Psikiater kamu sudah diminum belummmmmmmmmmm?
diingatkan berkali2 kok tidak diminum sih????
minum obatnya nak....
 
iya,
obat yang dari psikiatermu itu lho....
bukan obat2an yang lainnya, okay???
 
lihat,
kamu meracau lagi.....
ckckckckckckckkkkk............
*iba*
 
*heran,
kok Istiani mau sih sama kamu?*
 
bude Tih

 
On 10/7/07, Vincent Liong <vincentliong@yahoo.co.nz> wrote:

Kompatiologi: Orientasi Metodologi Penelitian

Penulis : Vincent Liong / Vincent Liong
Tempat, Hari& Tanggal : Jakarta, Minggu, 7 Oktober
2007

I* Pendahuluan

Saya sebagai Vincent Liong merasa sangat terhormat
dengan sikap pada member di maillist
psikologi_transformatif@yahoogroups.com ini. Bayangkan
saja maillist ini berubah tema dari membahas ilmu
psikologi menjadi sebuah kesepakatan "Kill and Destroy
Kim Il Sen" (Bunuh dan hancurkan Vincent Liong).

Misalnya Sinaga Harez Posma yang konon punya kedudukan
di fakultas Psikologi yang rela meluangkan waktu,
tenaga dan kerugian rusaknya nama baik untuk
benar-benar mempelajari sejarah seorang Vincent Liong
secara detail, seperti seorang ilmuan atau mahasiswa
membikin tesis perlu mempelajari berbagai macam bahan
berkaitan dengan tesis yang ingin dikerjakan sampai
hafal benar sumber-sumber daftar pustaka tiap bahan,
mengenai sejarak Vincent Liong yang panjang dan
bertele-tele. Butuh usaha yang cukup serius dari
Sinaga Harez Posma untuk mempelajari Vincent Liong
sebuah novel bersambung yang terus berjalan.

Tidak tahu apakah benar yang dikatakan Sinaga Harez
Posma soal dukungan fakultas dan lembaga resmi
psikologi berikut oknum-oknum pejabatnya dalam usaha
untuk merencanakan "Kill and Destroy Kim Il Sen",
dengan segala cara termasuk dengan melanggar Kode Etik
Psikologi Indonesia dan kode etik secara umum yaitu
mengenai kegiatan memanipulasi data yang dilakukan
oleh Sinaga Harez Posma.

Tidak hanya Sinaga Harez Posma, atau fakultas
psikologi seperti diceritakan Sinaga Harez Posma yang
bekerjakeras untuk belajar novel berjalan seorang
Vincent Liong dan kompatiologi-nya. Di sini juga ada
Ratih Ibrahim ahli Psikologi Perkembangan yang sering
nongol di televisi, Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM.
Yang muridnya Aa Gym, dlsb yang tidak bisa disebut
satu demi satu.

Perhatian yang anda luapkan untuk Vincent Liong dan
kompatiologi cukup banyak seperti orang kulaih yang
mengerjakan disertasi saja, tetapi masalahnya
perhatian tsb bukanlah hal yang membangun, hanya
destruktif saja, maka dari itu biasanya Vincent Liong
akan membiarkan untuk sementara waktu (untuk
memberikan kesempatan kepada anda-anda ini untuk
berhenti) hingga pada akhirnya diambil tindakan yang
tentunya secara serius ditujukan untuk merugikan
pribadi pelaku.

Pihak-pihak ini selalu beralasan bahwa Vincent Liong
harus diperbaiki masalah 'cara', katanya Vincent
selalu menggunakan negative approach ;nah soal masalah
cara ini perlu dijelaskan posisi duduk dari Vincent
Liong dan tentunya harus disadari posisi duduk dari
masing-masing pelaku yang lain.

II* Macam-Macam Orientasi Metodologi Penelitian

Tiap penelitian apapun ditujukan untuk kebaikan atau
kebergunaan bagi umat manusia, meski demikian ada
beberapa macam orientasi metode penelitian yang
diyakini sebagai cara yang cocuk untuk dirinya oleh
kelompok manusia berbeda dalam mencapai tujuan yang
sama tsb. Orientasi metodologi penelitian tsb
diantaranya: (baca II.1 dan II.2)

II.1* Penelitian Ilmiah

Metodologi ini adalah jenis metodologi penelitian yang
digunakan oleh para peneliti berbasis pendidikan resmi
ala filsafat barat. Penekanannya adalah mencocokan
asumsi yang sudah ada, yang diperoleh dari literature,
teori-teori, untuk menilai ke-ilmiahan suatu ilmu atau
metodologi. Kebanyakan peneliti model ini membutuhkan
suatu ilmu atau metodologi atau asumsi yang sudah ada
bentuknya sebelumnya, untuk dinilai dengan cara
membandingkannya dengan asumsi yang diyakininya.

Ketertarikan peneliti ilmiah untuk membakukan suatu
kebenaran ilmiah menyebabkan penelitian ilmiah sering
tergoda oleh hasrat / ego untuk menggeneralisasi,
karena eksistensi suatu kebenaran ilmiah ditentukan
oleh range / jangkauan area dimana kebenaran tsb tetap
terbukti berlaku. Meskipun di psikologi misalnya,
bersemboyan understanding individual differences,
tetapi dalam kenyataannya semakin seseorang
mengusahakan keilmiahan suatu ilmu, maka secara
sadar-tidak-sadar hal ini semakin terabaikan,
masalahnya psikologi adalah ilmu yang memahami jiwa
yang bersifat individual.

Masalah selanjutnya ketika psikologi yang individual
berkembang ke psikologi sosial yang ilmiah; Dalam hal
ini asumsi adalah norma yang dianggap berlaku di
masyarakat. Understanding individual differences-nya
yang mengharuskan adanya alat 'kalibrasi' (alat
penyesuaian) menjadi terbatasi diantara asumsi norma
masyarakat yang sudah ada saja. Maka dari itu
psikologi tetap meyakini 'judgement keberbakatan'
(normal / tidak normal, waras / tidak waras, ego /
tidak ego, sakit / sembuh, genius / bodo, IQ,
personality, motivasi, dlsb). Kompatiologi melakukan
penelitian untuk menghadapi masalah ini, tetapi
penelitian untuk masalah ini tidak bisa disusun dengan
menggunakan asumsi yang sudah ada seperti pada
penelitian ilmiah, mau tidak mau harus memulai
penelitian dengan orientasi metodologi penelitian
'pencarian dari nol'.

Orientasi metodologi penelitian pencarian dari nol
memungkinkan usaha untuk merancang suatu alat
kalibrasi yang jangkauan kalibrasinya mampu mencapai
understanding individual differences-nya sehingga
dalam kompatiologi yang ada saat ini tidak terdapat
judgement-judgement keberbakatan. Asalkan seseorang
memiliki kelengkapan tubuh yang sama (tidak mengalami
cacat otak), dan di-instalasi software yang sama
(sistem kompatiologi), maka tingkat kemampuan juga
akan menunjukkan nilai kemampuan yang cukup standart
atau mirip, yang berbeda hanya minat saja, yang
dipengaruhi oleh individual differences-nya
masing-masing.


II.2* Pencarian dari Nol

Metodologi ini adalah jenis metodologi penelitian yang
digunakan oleh Vincent Liong sejak menjadi penulis
hingga mendirikan kompatiologi. Yang khas dari metode
ini adalah asumsi dibangun seiring dengan perjalanan
pengalaman dari si peneliti dan kelinci percobaannya,
tidak pernah ada asumsi awal bagi seorang peneliti
dengan metode ini. Peneliti model ini membangun
asumsinya dari perjalanan empiris melakukan penelitian
dan percobaan satu demi satu hingga jumlahnya cukup
banyak, metode dan keyakinan bisa berubah selama
proses perjalanan pengalaman tsb berlangsung melalui
trial & error. Orientasi dari metodologi penelitian
jenis ini memungkinkan seseorang menjadi penemu atau
suatu penelitian yang dimulai dari nol, tanpa asumsi
hanya sekedar hasrat untuk menemukan sesuatu yang bisa
berguna saja.

Salahsatu ciri yang khas dari penganut orientasi
metodologi penelitian jenis ini yang mengganggu
'ketentraman' (dianggap negative approach) dari
penganut orientasi metodologi penelitian ilmiah adalah
sifat dari praktisinya yang tidak mudah diyakinkan
oleh data literature yang sudah ada. Hal ini berbeda
dengan ilmuan bersudutpandang penelitian ilmiah yang
berbasis filsafat barat yang menganggap bahwa
pembahasan filsafat ilmu dalam literature saja sudah
cukup mampu mewakili praktikalnya.

Literature ilmu apapun dibuat oleh penelitinya
sendiri, dimana ada aspek keberpihakan individual yang
tentunya ada dalam menulis sebuah literature, pembaca
mungkin bisa mendapatkan gambaran umum dari ilmu tsb,
tetapi gambaran detail yang utuh dari sebuah ilmu
tidak bisa diketemukan. Misalnya:
* Kalau bicara tentang apa karakteristik pemposisian
diri dari penganut ilmu yang satu akan berbeda dengan
penganut ilmu yang lain.
* Dua ilmu berbeda aliran bisa saja memiliki
penjelasan gambaran umum di literature yang sangat
mirip, tetapi perbedaan posisi kegunaannya hanya
tampak bila ilmu tsb diamati di ruang praktikal.

Bagi peneliti berorientasi pencarian dari nol, gesekan
antar ilmu (diskusi, kritik-mengkritik ilmu, dlsb)
adalah satusatunya cara mengetahui hal-hal tersembunyi
yang tidak bisa diketahui dari sebuah literature
tentang sebuah ilmu yang ditulis oleh praktisinya
sendiri, toh bagi ilmuan jenis ini mempertahankan
suatu asumsi tidaklah penting karena asumsi dibangun
dan berefolusi selama pengalaman berjalan. Hal ini
berbeda sekali dengan pandangan peneliti berorientasi
penelitian ilmiah, yang menganggap bahwa gesekan ilmu
adalah serangan terhadap keutuhan bangunan ilmu atau
bahkan disamakan dengan serangan ke ruang pribadi;
karena kebenaran asumsi dan keilmiahan ilmu adalah hal
yang dianggap paling penting bagi tetap eksisnya suatu
ilmu.

III* Mendamaikan Penelitian Ilmiah dan Pencarian dari
Nol

Lalu bagaimana mendamaikan pertarungan dua aliran
penganut orientasi metodologi penelitian berbeda ini?

Dua orientasi metodologi penelitian ini pada dasarnya
saling membutuhkan.
* Peneliti berorientasi pencarian dari nol membutuhkan
peneliti berorientasi penelitian ilmiah untuk
membuktikan dan membahasakan secara standart dan mampu
diterima khalayak professional yang menuntut
pertanggungjawaban keilmiahan.
* Peneliti berorientasi penelitian ilmiah membutuhkan
peneliti berorientasi pencarian dari nol untuk
mendapatkan object berupa produk jadi yang bisa diuji
keilmiahannya dengan metodologi ilmiah.

Masalah yang terjadi dalam konflik antara Kompatiologi
dan pendirinya Vincent Liong (berorientasi pencarian
dari nol) ; terhadap para individu berbasis pendidikan
resmi ala filsafat barat termasuk psikologi
(berorientasi penelitian ilmiah); timbul akibat usaha
dari para individu berbasis pendidikan resmi ala
filsafat barat termasuk psikologi (berorientasi
penelitian ilmiah) untuk mengubah, mengganti orientasi
pendirinya Vincent Liong ke orientasi penelitian
ilmiah yang mereka anut dengan alasan bahwa Vincent
Liong secara pribadi bersalah dalam hal 'cara',
negative approach, dlsb.

Sangat sedikit sekali diantara individu yang
berorientasi penelitian ilmiah yang cukup dewasa dalam
'pemahaman ilmu', sehingga sadar tentang pembagian
peran yang berbeda antara peneliti berorientasi
penelitian ilmiah dan peneliti berorientasi pencarian
dari nol. Bagi peneliti berorientasi penelitian ilmiah
yang sadar, mereka tidak berusaha mengubah orientasi
dari peneliti berorientasi pencarian dari nol agar
berubah menjadi berorientasi penelitian ilmiah.
Biarkan saja perannya tetap sendiri-sendiri, toh tiap
peneliti dan usaha penelitian apapun orientasinya,
sama-sama berkomitment ditujukan untuk kebaikan atau
kebergunaan bagi umat manusia.

Biarkan peneliti berorientasi pencarian dari nol
mencari dan menemukan, kemudian peneliti berorientasi
penelitian ilmiah berusaha menguji object berupa
produk ilmu yang dihasilkan, sambil memberikan umpan
balik berupa cerita-cerita tentang proses pengujian
yang berjalan (secara netral tanpa cacimaki dan
penghinaan pribadi) dan berbagai pola asumsi untuk
menjelaskan secara lebih mengena ke kalangan
professional yang memerlukan pembuktian ilmiah. Maka
dari itu selama membangun kompatiologi, Vincent Liong
yang berperan di bagian pencarian dari nol tidak perlu
mengerti ilmu apapun agar pikirannya tetap bebas dari
asumsi, tetapi selalu ada para peneliti berorientasi
penelitian ilmiah dari berbagai background yang setia
menemani dan dapat diminta bercerita dalam bahasa
asumsi teori ilmu ilmiahnya masing-masing secara
mendetail, sehingga Vincent Liong bisa belajar tanpa
bersekolah dari berbagai bidang keilmuan dan
sudutpandang, tanpa terikat dan terbatasi ke salahsatu
diantaranya.

Ini seperti logika kerja fungsi otak bagian kanan yang
bekerjasama dengan fungsi otak bagian kiri yang
berhubungan kerjasama melalui pineal glan.
Masing-masing otak tidak boleh terbawa oleh kerja
bagian otak yang lain, kalau tercampur maka tidak ada
pekerjaan yang beres.

Ttd,
Vincent Liong
Jakarta, Minggu, 7 Oktober 2007

Contact Person Vincent Liong:
CDMA Flexi:021-70006775 Esia:021-98806892
Fren:08881333410.
Phone&Fax: (62)21-5482193,5348567,5348546.
Address: Jl. Ametis IV G/22 Permata Hijau,
Jakarta Selatan 12210 -Indonesia

Ingin dekon-kompatiologi? Hubungi Vincent Liong.
(harga saat ini: Rp.500.000,-/peserta)

Maillist tempat membahas Kompatiologi:
http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/messages

http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/messages

Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Find Green Groups

Share with others

Help the Planet.

Real Food Group

on Yahoo! Groups

What does real food

mean to you?

Beauty Groups

on Yahoo! Groups

A great place to

connect and share.

.

__,_._,___