Selasa, 16 Oktober 2007

[psikologi_transformatif] Re: Dekonstruksi Derrida: Hegelian Force vs Differance

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "gotholoco"
<gotholoco@...> wrote:

> Ya ada lah, itu wajah -2 kita masing-masing. Emang ada gitu yang sama
> di dunia ini?
> Coba aja keliling seluruh dunia. Emang hapal wajah sendiri dan ada
> yang persis sama?
> Kalau klaim paling ganteng itu seh HAM.
>

Audifax:
Yup. Tetapi benarkah tidak ada 'differance' dalam wajah kita? Seberapa
orisinil hingga orang tidak pernah mengatakan wajah kita mirip si anu
atau si itu.

bahkan dalam 'mengolah' wajah pun orang melakukan referensialitas.
Misalnya: ketika memilih gaya rambut. Pada saat yang sama seseorang
ingin tampil beda sesuai identitas dirinya, ia juga melakukan
referensialitas pada sesuatu yang membuatnya sama dengan seseorang

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "gotholoco"
<gotholoco@...> wrote:

> Soal temuan(invention) atau discovery("pengungkapan kembali") itu
> bisa nggak yah disebut disebut karya orsinil?
> Emang sudah ada seh dari "sonoh"nya hanya saja manusia baru 'ngeh'
> begini atau begitu. Ibarat ditemukan benua amerika, padahal benua
> amerika udah ada terlebih dahulu dari jaman indian.
> Jadi kalau begitu HAKI (hak kekayaan atas intelektual) sebetulnya
> adalah "klaim" kekekuasaan tertentu atas sesuatu oleh seseorang dengan
> atas nama hukum UUD (ujung-ujungnya duit).

Audifax;
Ya..ujung-ujungnya duit. Contohnya tidak usah jauh-jauh.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Groups

Endurance Zone

A Yahoo! Group

for better endurance.

Fashion Groups

on Yahoo! Groups

A great place to

connect and share.

Popular Y! Groups

Is your group one?

Check it out and

see.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Dekonstruksi Derrida: Hegelian Force vs Differance


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "audivacx" <audivacx@...> wrote:
>
> Barangkali lebih tepat bahwa 'orisinalitas' itu sebenarnya tidak ada.
> Artinya, tak ada yang baru di bawah matahari. Mau mengatakan telah
> menemukan sesuatu yang berbeda, orisinil? Lihat dululah sekeliling.

Ya ada lah,  itu  wajah -2 kita masing-masing.  Emang ada gitu yang sama di dunia ini?
Coba aja keliling seluruh dunia. Emang  hapal  wajah sendiri  dan ada yang persis sama?
Kalau klaim paling ganteng  itu  seh  HAM.


> Ini yang seringkali saya contohkan dengan penemuan lampu neon. Orang
> bisa saja merasa menemukan lampu neon sekarang ini, di hari Rabu 17
> Oktober 2007 ini. Tapi kenyataannnya lampu neon sudha lama ditemukan.
> Lalu apa yang mesti dilakukan? Ngotot bahwa lampu neonnya orisinil?

Soal temuan(invention) atau  discovery("pengungkapan kembali")  itu  bisa nggak yah  disebut disebut karya orsinil? 
Emang sudah ada seh dari "sonoh"nya  hanya saja manusia baru 'ngeh'  begini atau begitu.  Ibarat ditemukan benua amerika,  padahal benua amerika udah ada terlebih dahulu dari jaman indian.
Jadi kalau begitu  HAKI (hak kekayaan atas intelektual)  sebetulnya adalah  "klaim" kekekuasaan  tertentu atas sesuatu oleh seseorang dengan atas nama hukum UUD (ujung-ujungnya duit).


 
> Lia yang Maniesnya sekarang lagi S-2 di Atma, sibuk sekali
> katanya...he..he..lagi dirayu supaya mau diskusi lagi di
> sini...he..he..he...tempo hari ngomong kangen dengan Mr. Jorkis
> gotholoco

Cocok, kemaren  oleh keluarga,  saya  mendapat sebutan/gelar UJO... setelah berkhotbah. 
(soal 'jorkis'  sebetulnya soal  berani  berproyeksi atau tidak saja seh he..he..he...)

 

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Featured Y! Groups

and category pages.

There is something

for everyone.

Real Food Group

on Yahoo! Groups

What does real food

mean to you?

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Info untuk acara pendekon-tandem (21-10-2007 / 11.30 / Plaza Senayan)

Quote:  (kompatiologi membuka diri untuk agama apapun juga). Tujuannya adalah agar dapat mendidik para umat beragama menjadi independent &mandiri dalam berbagai hal: iman, keyakinan, moral, mental, spiritual dan metafisika. End of quote.

Tuhantu: Saya jadi pengen bertanya dimana sih ½titik ekstrim½ yg dikatakan sebagai ½ummat beragama yg independent´ itu... ? Silakan para Kompatiolog maju untuk mengurai hal ini...

Pertanyaan kedua, apakah ada grounding antara agnostik, theist, atheist? Kalau ada sebutkan satu saja (nggak usah cari dalam literatur barat, misalkan derrida, nietzche, dll) Sekalian mau melihat se-independent mana Vincent mau ½MENDIDIK½ para ummat agama agar menjadi ½INDEPENDENT½... Sesuai ½CLAIM½ dalam ½BROSUR½ elektronik...

Be Fun

Tuhantu

http://hole-spirit.blogspot.com

 

 


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Vincent Liong <vincentliong@...> wrote:
>
> Info untuk acara pendekon-tandem (21-10-2007 / 11.30 /
> Plaza Senayan)
>
> Note: acara ini terbuka untuk pengamat independent,
> silahkan datang bila ingin mengamati spt misalnya yang
> diundang jadi pengamat: Sinaga Harez Posma, Nuruddin
> Asyhadie, Goenardjoadi, Ratih Ibrahim, Jusuf Sutanto,
> Angga Wijaya, David G., As-As, Nalaratih,
> Thongshampah, dlsb…
>
>
> Pada tanggal Minggu, 21 Oktober 2007 jam 11.30 WIB
> (siang) – selesai akan diadakan dekon-kompatiologi di
> Foodcourt Plaza Senayan. Acara dimulai
> ngobrol-ngobrol, dilanjutkan makan siang (dengan biaya
> sendiri-sendiri), lalu setelah selesai makan baru
> dimulai acara dekon-kompatiologi.
>
> Kali ini, empat orang yang telah mendaftar menjadi
> terdekon adalah rohaniwan dari agama tertentu, tinggal
> di Jakarta.
>
> Untuk pendekon-tandem ahli: Tony Setiabudhi, Cornelia
> Istiani, Andy Ferdiansyah, Onny Lewis, Fifi,
> Fatmawati, Aryoputro Nugroho, Arry Rahman, Fatmawati,
> Fifi, Andre, Suhartono Hari P., Eky Susilowati, Bowo,
> Niken, Juswan Setyawan, dlsb; diharapkan untuk ikut
> datang berhubung dekon-kompatiologi kali ini agak
> khusus karena terdekonnya semua adalah rohaniwan, jadi
> pengalaman khusus untuk para pendekon-tandem ahli.
>
>
> Project ini sehubungan dengan rencana kompatiologi
> membagi diri menjadi dua bentuk services kepada
> masyarakat:
> * Bentuk pertama adalah kompatiologi versi umum yang
> seperti biasa dijualbelikan oleh Vincent Liong dan
> para pendekon independent lainnya dengan harga jual
> yang ditentukan sendiri oleh masing-masing praktisi.
> * Bentuk kedua adalah kompatiologi yang dikombinasikan
> dengan misionaris agama tertentu sesuai agama yang
> dibawa si pemuka agama (kompatiologi membuka diri
> untuk agama apapun juga). Tujuannya adalah agar dapat
> mendidik para umat beragama menjadi independent &
> mandiri dalam berbagai hal: iman, keyakinan, moral,
> mental, spiritual dan metafisika. Jadi terbuka
> kesempatan bagi pemuka agama apapun untuk
> mengembangkan kompatiologi demi membantu perkembangan
> proses keimanan umatnya masing-masing.
>
> Vincent Liong juga mengundang bagi para calon terdekon
> baru untuk mendaftarkan diri pada acara dekon hari
> Minggu, 21 Oktober 2007 jam 11.30 siang di Plaza
> Senayan. Biaya Rp.500.000,-/peserta. Bagi calon
> terdekon yang ingin ikut harap secepatnya mendaftarkan
> ke Vincent Liong.
>
>
> Pendekon penanggungjawab: Vincent Liong
> Terdekon, pendekon-tandem dan pengamat yang ingin
> terlibat silahkan mendaftarkan diri ke Vincent Liong.
> Harap mentanyakan per tlp (tidak dilayani per sms) ke
> Vincent Liong soal kepastian acara 1x24 jam sebelum
> acara.
>
> Contact person Vincent Liong:
> CDMA Flexi: 021-70006775
> CDMA Esia: 021-98806892
> CDMA Fren: 08881333410
> Telp rumah: 021-5482193, 5348567
>
> Bagi pendekon & terdekon yang terlibat wajib datang
> tepat waktu...
>
>
> Ttd,
> Vincent Liong
> Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2007
>
> Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Find Green Groups

Share with others

Help the Planet.

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals

w/ Real Food lovers.

Endurance Zone

on Yahoo! Groups

Communities about

higher endurance.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Dekonstruksi Derrida: Hegelian Force vs Differance


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "audivacx" <audivacx@...> wrote:
>
> Barangkali lebih tepat bahwa 'orisinalitas' itu sebenarnya tidak ada.
> Artinya, tak ada yang baru di bawah matahari. Mau mengatakan telah
> menemukan sesuatu yang berbeda, orisinil? Lihat dululah sekeliling.

Ya ada lah,  itu  wajah -2 kita masing-masing.  Emang ada gitu yang sama di dunia ini?
Coba aja keliling seluruh dunia. Emang  hapal  wajah sendiri  dan ada yang persis sama?
Kalau klaim paling ganteng  itu  seh  HAM.


> Ini yang seringkali saya contohkan dengan penemuan lampu neon. Orang
> bisa saja merasa menemukan lampu neon sekarang ini, di hari Rabu 17
> Oktober 2007 ini. Tapi kenyataannnya lampu neon sudha lama ditemukan.
> Lalu apa yang mesti dilakukan? Ngotot bahwa lampu neonnya orisinil?

Soal temuan(invention) atau  discovery("pengungkapan kembali")  itu  bisa nggak yah  disebut disebut karya orsinil? 
Emang sudah ada seh dari "sonoh"nya  hanya saja manusia baru 'ngeh'  begini atau begitu.  Ibarat ditemukan benua amerika,  padahal benua amerika udah ada terlebih dahulu dari jaman indian.
Jadi kalau begitu  HAKI (hak kekayaan atas intelektual)  sebetulnya adalah  "klaim" kekekuasaan  tertentu atas sesuatu oleh seseorang dengan atas nama hukum UUD (ujung-ujungnya duit).


 
> Lia yang Maniesnya sekarang lagi S-2 di Atma, sibuk sekali
> katanya...he..he..lagi dirayu supaya mau diskusi lagi di
> sini...he..he..he...tempo hari ngomong kangen dengan Mr. Jorkis
> gotholoco

Cocok, kemaren  oleh keluarga,  saya  mendapat sebutan/gelar UJO... setelah berkhotbah. 
(soal 'jorkis'  sebetulnya soal  berani  berproyeksi atau tidak saja seh he..he..he...)

 

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Beauty & Fashion

on Yahoo! Groups

Share style tips

and advice.

Yahoo! Groups

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals.

Fitness Edge

on Yahoo! Groups

Learn how to

increase endurance.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Dekonstruksi Derrida: Hegelian Force vs Differance

Barangkali lebih tepat bahwa 'orisinalitas' itu sebenarnya tidak ada.
Artinya, tak ada yang baru di bawah matahari. Mau mengatakan telah
menemukan sesuatu yang berbeda, orisinil? Lihat dululah sekeliling.

Ini yang seringkali saya contohkan dengan penemuan lampu neon. Orang
bisa saja merasa menemukan lampu neon sekarang ini, di hari Rabu 17
Oktober 2007 ini. Tapi kenyataannnya lampu neon sudha lama ditemukan.
Lalu apa yang mesti dilakukan? Ngotot bahwa lampu neonnya orisinil?

Lia yang Maniesnya sekarang lagi S-2 di Atma, sibuk sekali
katanya...he..he..lagi dirayu supaya mau diskusi lagi di
sini...he..he..he...tempo hari ngomong kangen dengan Mr. Jorkis
gotholoco

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com,
"gotholoco" <gotholoco@...> wrote:
>
> Jadi orsinalitas adalah "plagiat" yang tersembunyi.
> Tiap-tiap orang adalah unik (orsinil) alias berbeda meskipun sama,
> ntah kalau KLONING manusia disahkan, apakah jiwanya atau tubuhnya
> sama atau identik dengan sang donor ???
> (jadi inget dulu diskusi dengan Lia yang manies, kemana beliau
apakah
> sudah ganti baju ???).
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "audivacx"
> <audivacx@> wrote:
> >
> > Hegelian Force bisa jadi tidak terpatahkan sebelum Derrida dengan
> > kelicikannya mampu mematahkan.
> >
> > Derrida mengemukakan pemikiran bahwa dalam hegelian force yang
mampu
> > menjelaskan begitu banyak hal di dunia ini, terdapat sebuah hukum
> > yaitu perbedaan. Kenapa? Karena tesis memperoleh eksistensinya
hanya
> > jika ia bertemu antitesis. Ini berarti pertemuan antara X dengan
yang
> > berbeda sama sekali dari X. Inilah sebuah diferensialitas
> >
> > Sampai di sini, hegelian force belum terpatahkan. Namun, Derrida
> > menambahkan unsur referensialitas. Apa itu? Bahwa setiap tesis,
> > sebenarnya mesti merujuk pada apa yang sudah ada sebelum ia
menjadi
> > tesis.
> >
> > Bagaimana bisa demikian? Derrida menunjuk bahwa tak ada yang
> > benar-benar baru di muka bumi. Saat sesuatu membedakan diri dari
> > antitesisnya, maka sebenarnya ia juga mengidentifikasi ciri-ciri
> > antara yang-sama dan yang-beda. Ketika mengidentifikasi dengan
> > yang-sama itulah terjadi referensialitas.
> >
> > Lalu apa yang terjadi jika ada referensialitas dan diferensialitas
> > yang berlangsung serentak? Yang terjadi adalah penundaan gerak ke
> > depan. Jadi gerak dari dialektika hegelian force yang sebelum ini
> > diyakini berputar-berjalan ke depan (menuju suatu kondisi akhir di
> > mana tak ada lagi tesis vs anititesis) ternyata adalah perputaran
di
> > tempat
> >
> > Kenapa? karena terjadi penundaan terus-menerus saat
referensialitas.
> > Referensialitas berarti sebuah gerak ke belakang. mengidentifikasi
> > dengan yang sama, berarti mengidentifikasi dengan apa yang telah
ada
> > lebih dulu.
> >
> > Di sinilah Derrida kemudian mengemukakan konsepnya tentang Liyan
> > melalui differance. Dalam lafa Perancis, Difference dan
differance,
> > bunyinya sama (diffrong). Huruf 'a' dan 'e' tidak terucapkan
secara
> > jelas. Ini menunjukkan bahwa dalam setiap pembacaan atas sesuatu,
> > selalu terselip Liyan yang membuat orisinalitas selalu tertunda.
> >
> > Maka dari itulah diperlukan kerendahan hati sebelum mengklaim apa
yang
> > dipikirkannya adalah orisinil. Karena dalam setiap pemikiran
selalu
> > terdapat ketertundaan karena adanya differance.
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Yoga Groups

Find Enlightenment

& exchange insights

with other members

Yahoo! Groups

Your one stop

for beauty & fashion

tips and advice.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Hegelian Force

He..he.he.. emangnya di negeri Walanda, "gesek" pake credit card segala.

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "hautesurveilance"
<hautesurveilance@...> wrote:
>
> Salam "gesek"
>
> VISA APA MASTER, GOT?

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Dog Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about dogs.

Yahoo! Groups

Be a Better Planet

Share with others

Help the Planet.

Beauty & Fashion

on Yahoo! Groups

Share style tips

and advice.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Dekonstruksi Derrida: Hegelian Force vs Differance

Jadi orsinalitas adalah "plagiat" yang tersembunyi.
Tiap-tiap orang adalah unik (orsinil) alias berbeda meskipun sama,
ntah kalau KLONING manusia disahkan, apakah jiwanya atau tubuhnya
sama atau identik dengan sang donor ???
(jadi inget dulu diskusi dengan Lia yang manies, kemana beliau apakah
sudah ganti baju ???).

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "audivacx"
<audivacx@...> wrote:
>
> Hegelian Force bisa jadi tidak terpatahkan sebelum Derrida dengan
> kelicikannya mampu mematahkan.
>
> Derrida mengemukakan pemikiran bahwa dalam hegelian force yang mampu
> menjelaskan begitu banyak hal di dunia ini, terdapat sebuah hukum
> yaitu perbedaan. Kenapa? Karena tesis memperoleh eksistensinya hanya
> jika ia bertemu antitesis. Ini berarti pertemuan antara X dengan yang
> berbeda sama sekali dari X. Inilah sebuah diferensialitas
>
> Sampai di sini, hegelian force belum terpatahkan. Namun, Derrida
> menambahkan unsur referensialitas. Apa itu? Bahwa setiap tesis,
> sebenarnya mesti merujuk pada apa yang sudah ada sebelum ia menjadi
> tesis.
>
> Bagaimana bisa demikian? Derrida menunjuk bahwa tak ada yang
> benar-benar baru di muka bumi. Saat sesuatu membedakan diri dari
> antitesisnya, maka sebenarnya ia juga mengidentifikasi ciri-ciri
> antara yang-sama dan yang-beda. Ketika mengidentifikasi dengan
> yang-sama itulah terjadi referensialitas.
>
> Lalu apa yang terjadi jika ada referensialitas dan diferensialitas
> yang berlangsung serentak? Yang terjadi adalah penundaan gerak ke
> depan. Jadi gerak dari dialektika hegelian force yang sebelum ini
> diyakini berputar-berjalan ke depan (menuju suatu kondisi akhir di
> mana tak ada lagi tesis vs anititesis) ternyata adalah perputaran di
> tempat
>
> Kenapa? karena terjadi penundaan terus-menerus saat referensialitas.
> Referensialitas berarti sebuah gerak ke belakang. mengidentifikasi
> dengan yang sama, berarti mengidentifikasi dengan apa yang telah ada
> lebih dulu.
>
> Di sinilah Derrida kemudian mengemukakan konsepnya tentang Liyan
> melalui differance. Dalam lafa Perancis, Difference dan differance,
> bunyinya sama (diffrong). Huruf 'a' dan 'e' tidak terucapkan secara
> jelas. Ini menunjukkan bahwa dalam setiap pembacaan atas sesuatu,
> selalu terselip Liyan yang membuat orisinalitas selalu tertunda.
>
> Maka dari itulah diperlukan kerendahan hati sebelum mengklaim apa yang
> dipikirkannya adalah orisinil. Karena dalam setiap pemikiran selalu
> terdapat ketertundaan karena adanya differance.
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Endurance Zone

A Yahoo! Group

Learn how to

increase endurance.

Yahoo! Groups

Find Green Groups

Share with others

Help the Planet.

Health & Fitness

on Yahoo! Groups

Useful info for the

health conscious.

.

__,_._,___