Rabu, 31 Oktober 2007

[psikologi_transformatif] Re: Dialog I

2 orang habis nonton bioskop, ditanya komentarnya, yang satu bilang
film nya bagus sungguh luar biasa,

yang kedua ditanya, bilang filmnya kabur.

ternyata yang kedua lupa tidak pakai kacamata 3 dimensi.

baca kitab suci, bukan dengan bahasa logika, pemikiran, apalagi
emosi.

salam,
goen

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Jusuf Sutanto
<jusuf_sw@...> wrote:
>
> Dalam kaligrafi kuno dikatakan :
> " Meski betapapun nilainya debu emas, tapi kalau sampai masuk ke
mata kita,
> maka Jalan Raya pun akan nampak sempit, apalagi kalau pikiran kita
yang kelilipan "
>
>
> ----- Pesan Asli ----
> Dari: Agung Eko Hertanto by way of <hudoyo@...>
> Terkirim: Rabu, 31 Oktober, 2007 6:15:58
> Topik: [psikologi_transformatif] Dialog I
>
> Dari: agung hertanto <agungeka@yahoo. com>
>
> Dialog I
>
> Beberapa hari yang lalu di Kompas ada tulisan Gunawan
> Mohammad tentang dialog (lebih tepat dikatakan debat)
> antara kelompok Atheist dan Agama. Suatu saat akan
> saya bahas hal ini. Yang agak repot dalam dialog itu
> ialah kelompok atheist biasanya terdiri dari ilmuwan,
> sehingga sering diasosiasikan ilmuwan itu adalah
> atheist.
>
> Saya pernah ditanya oleh seorang resi Buddhist apakah
> saya pernah menjumpai seorang pemeluk agama
> fundamentalist di fisika. Tentu saya jawab belum.
> Kenalan saya yang Islam, Kristiani dsb yang betul
> betul menjiwai sains (jadi bukan sekedar cari gelar)
> tidak pernah bisa jadi fundamentalist. Di fisika
> misalnya orang dilatih untuk terus bertanya. Kalaupun
> sudah terjawab, kita bertanya lagi lebih mendalam.
> Seperti halnya dengan sifat materi. Kita bertanya
> mengapa bisa demikian, munculah sistim unsur berkala.
> Dipertanyakan lebih mendalam, munculah teori atom,
> ditanyakan lebih lanjut, munculah teori nuklir, sampai
> akhirnya ke konsep ruang dan waktu, superstring, dan
> arti vakum. Bukan vakum seperti yang kita kenal sehari
> hari, yaitu sebagai ruang kosong hampa udara, tetapi
> vakum dalam artian yang lebih fundamental, yaitu
> ketidak hadiran materi bahkan ketidak hadiran ruang
> ataupun waktu. Kalau orang sudah bertanya begini tentu
> dia tidak akan menjadi fundamentalist, karena apapun
> yang dia pegang termasuk agamanya sendiri paling tidak
> di dalam hati selalu dipertanyakan hakekat
> kebenarannya. Bagi orang luar melihat sikap ilmuwan
> seperti ini tentunya sangat heran dan dengan mudah
> menggolongkan mereka sebagai atheist. Lihat saja
> Stephen Hawking, Steven Weinberg, Einstein dsb. Nada
> nada mereka atheist, meskipun sebetulnya bukan. Tentu
> saja kalau kita tanya ke mereka apakah mereka percaya
> pada supreme being yang bersifat personal (artinya
> sering kita muliakan dengan maha-ini maha itu), mereka
> akan menjawab tidak. Bagi mereka cukup dengan
> mengatakan bersifat kosmik. Bagaimana? Itu bukan
> urusan mereka. Apakah perlu dipuja? Jawabnya bisa
> begini, ̢۪lho kalau sudah kosmik apa masih perlu puja
> puji̢۪. Maka tidak heran mereka lebih suka pergi ke lab
> daripada ke rumah ibadah. Ibadah mereka ya kerja keras
> di labnya masing-masing, kadang sampai tengah malam
> masih kerja.
>
> Tentu kita akan risi melihat mereka seperti itu,
> tetapi ini sebetulnya bukan urusan kita.
> Budaya kita belum sampai atau tidak seperti budaya
> para ilmuwan. Masalahnya ialah benturan yang sering
> terjadi antara kelompok agama dan para ilmuwan, bahkan
> antar agama sendiri. Hal ini pernah diungkapkan oleh
> seorang praktisi Sufi (bukan resi yang di atas) kepada
> saya sewaktu kita berjumpa di Grand Central stasiun
> kereta yang hiruk pikuk dan serba cepat itu. Dia
> mengatakan bahwa dia sering tergoda untuk
> mencocok-cocokkan apa yang ditemui di sains dengan apa
> yang terurai dikitab sucinya. Saya katakan ini bukan
> masalah dia saja, ini adalah masalah hampir semua
> orang.
>
> Mencocok-cocokan mengundang banyak resiko. Pertama
> kita menjadi tidak jujur, kedua kita menjadi arogan,
> ketiga kita kehilangan integritas, dan keempat kita
> mencoreng kening sendiri.
>
> Ambil kasus yang sederhana saja, kisah banjir nabi
> Nuh. Banjir nabi Nuh yang menutup seluruh permukaan
> bumi bisa dibaca (paling tidak oleh praktisi Zen)
> sebagai lambang proses pemurnian. Tetapi kalau itu
> diartikan secara harafiah seperti yang ditulis dikitab
> suci, maka menjadi lucu. Karena kita harus bisa
> menjawab kemana air yang menutup bumi itu semua
> larinya? Es di puncak gunung, arktik, dan Antartika
> kalau semua meleleh hanya bisa menaikkan permukaan
> laut beberapa meter saja (meskipun bisa menenggelamkan
> Semarang yang suka banjir bahkan di musim kemarau
> sekalipun). Tentu kita bisa berkilah, disedot Tuhan.
> Lalu jadi lucu, Tuhan menyedot air. Karena air itu
> materi, tentu perlu tempat. Seberapa tambun Tuhan
> sekarang ini setelah menyedot sekian banyak air. Lalu
> bagaimana dengan binatang yang harus dikumpulkan
> berpasang pasang itu. Oh dikumpulkan nabi Nuh. Nah
> disini terbukti hal lucu lainnya. Yaitu Nabi Nuh
> adalah orang Jawa asli, karena berapa lama dia harus
> pergi ke Jawa untuk mengumpulkan semua jenis binatang
> mulai dari semut, rayap, kecoak, sampai sapi, kambing,
> burung emprit, perkutut, dsb dan jangan lupa dia harus
> mengumpulkan makanannya. Jadi pasti dia orang Jawa,
> bukan orang Jahudi atau Arab. Ini lucu juga.
> Ini yang disebut mencoreng kening sendiri. Kita mau
> serius tapi jadi lucu alias badutan.
>
> Mencocok-cocokan sering menimbulkan kompetisi, dan itu
> lucu juga. Misalnya begini, kitab suci agama A
> menyebutkan bahwa pada awalnya dunia itu air dan tanah
> masih belum dipisahkan, baru kemudian dipisahkan. Jadi
> awalnya becek, seperti jalan di Cilincing sebelum
> diupgrade oleh projek MH Thamrin nya bang Dikin. Kitab
> suci agama B mengatakan pada awalnya seperti asap. Nah
> ilmu pengetahuan mengatakan bahwa dunia terbentuk dari
> debu-debu antar bintang (non hydrogen atau helium)
> yang menggumpal karena gravitasi. A klaim kitab
> sucinya benar, karena air bersifat fluid (encer) dan
> tanah itu solid (padat) maka kitab sucinya mengatakan
> bahwa yang padat dikumpulkan dan menjadi dunia ini,
> yang ringan kemudian menjadi gas yang mengitari dunia.
> 10 untuk A. B klaim kitab sucinya benar karena awalnya
> adalah asap, meskipun asap diasosiasikan dengan hasil
> pembakaran, tetapi disini harus diartikan sebagai debu
> antar bintang. 10 untuk B. Repotnya ialah A dan B
> saling menuduh yang lain keliru, padahal itu semua
> adalah tafsir masing masing. Kalau mang Iding
> mengatakan bahwa dunia itu di̢۪lepeh̢۪ (dimuntahkan)
> oleh naga dan naganya sekarang beristirahat di ujung
> jagad raya (sehingga tidak kelihatan), juga cocok
> dengan teori sains. Disini naganya adalah supernova,
> karena debu debu penyusun dunia adalah hasil
> supernova. Sepuluh untuk mang Iding. Disini kita tidak
> jujur, karena bukannya kita mendalami kitab suci
> dengan rendah hati, tetapi mengabsolutkan tafsir kita
> tanpa mengatakan bahwa itu sebetulnya tafsir kita.
> Lebih repot lagi kalau tafsir itu diajarkan keorang
> lain yang berani mati. Dan ketidak jujuran ini
> otomatis membuat kita arogan, karena kita merasa
> tafsir kita paling benar. Bahkan dalam satu agama
> (intra agama) pun terjadi baku-bunuh karena masalah
> tafsir. Ini yang menyedihkan.
>
> Tafsir yang kita terima (dalam konteks
> mencocok-cocokan dengan temuan sains) membuat kita
> kehilangan integritas (kalau tidak mau disebut
> Multiple Personality Disorder). Kebiasaan mencocokkan
> antara temuan sains (dari luar) dan kitab suci (dari
> luar), sehingga tidak ada yang nyanthol di dalam.
> Akibatnya di tempat X dia bisa berbuat A, ditempat Y
> dia berbuat B, dst. Mengapa tidak mencocokkan kitab
> suci dengan batin kita masing masing? Sulit memang
> membaca kitab suci, apalagi kalau hati kita masih suka
> ngiler dan deg-deg plas.
>
> Belum lagi kalau kita hakul yakin bahwa kitab suci
> kita paling cocok dengan teori sains P. Ternyata
> dikemudian hari P keliru. Nah kita tidak mau terima
> kalau kitab suci kita keliru … lha wong namanya kitab
> suci. Maka kita perlu menyusun puluhan argumentasi
> pembelaan yang lebih canggih dari pengacara Wallstreet
> sekalipun. Kita lalu mengatakan perlu tafsir ulang.
> Tapi ini lucu, lha kok awalnya mau mati-matian membela
> bahwa tafsir kita paling benar? Membedakan tafsir dari
> realita (entah itu kitab suci atau hasil experiment)
> sangat sulit, kalau kita tidak jernih cara
> berpikirnya. Apalagi kalau kita diuntungkan dengan
> tafsir itu dalam bentuk oplag buku misalnya.
>
> Hidup akan jadi lebih enak kalau kita melihatnya
> sebagai perjalanan sekoci dilautan di tengah malam.
> Hidup seharihari bagaikan upaya kita navigasi supaya
> sekoci kita tidak oleng atau terbentur karang. Di
> setiap jaman dan setiap tempat, akan selalu ada mercu
> suar, entah itu namanya kitab suci A, B, C atau temuan
> sains. Mereka berfungsi sendiri sendiri dan kalau
> dirangkai akan membantu banyak perjalanan sekoci tadi.
> Kalau mercu-suar mercu-suar itu dibenturkan, atau
> dirobohkan semua dan disisakan satu, malam rasanya
> akan tambah kelam, apalagi kalau kita berlayar dimalam
> hari memakai kacamata hitam .
>
> Itu saja renungan kami berdua dibawah hirukpikuknya
> Grand Central dan hangatnya kopi.
>
>
>
>
>
> ________________________________________________________
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang
Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di
http://id.answers.yahoo.com/
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Endurance Zone

b/c every athlete

needs an edge.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

HDTV Support

The official Samsung

Y! Group for HDTVs

and devices.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: [KomPati] Kuesioner Kompatiologi ver21102007 tinta_negatif



tinta negatif <tinta_negatif@yahoo.com> wrote:



Vincent Liong <vincentliong@yahoo.co.nz> wrote:
Kuesioner Kompatiologi ver21102007

Penulis sekaligus Peneliti: Cornelia Istiani dan
Vincent Liong.
Tempat, Hari& Tanggal Penulisan: Jakarta, Minggu, 21
Oktober 2007.





0. CARA MENJAWAB KUESIONER

1. Pertanyaan yang harus dijawab;
* Terdekon wajib menjawab pertanyaan untuk Terdekon.
* Pendekon-Tandem (mantan terdekon) wajib menjawab
pertanyaan untuk Terdekon dan pertanyaan untuk
Pendekon-Tandem.
* Pendekon-Independent (mantan terdekon dan mantan
pendekon-tandem) wajib menjawab pertanyaan untuk
Terdekon, Pendekon-Tandem dan Pendekon Independent.

2. Harap diceritakan secara terbuka pengalaman dan
pendapat sendiri bukan sekedar menulis ulang teori
yang diceritakan oleh pengajar sesuai pertanyaan.

3. Data pribadi harap diisi secara lengkap. Bilamana
dibutuhkan peneliti kami akan menghubungi anda untuk
wawancara.

4. Kalau anda bersedia meluangkan waktu, mohon ditulis
karangan singkat mengenai pendapat anda pribadi
tentang dekon-kompatiologi di luar pertanyaan yang
tersedia dengan bahasa anda sendiri.

5. Pengiriman balasan email ini;
Email jawaban ditulis di bawah tiap pertanyaan secara
mendetail, berurutan, dan dikirim ke email:
To: istiani_c@yahoo.com, juswan@cbn.net.id,
nalaratih@yahoo.com, sbudhi8888@yahoo.com,
x69xx96x@yahoo.com
Subject: Kuesioner Kompatiologi ver21102007 [Nama
Lengkap]
contoh:
"Subject: Kuesioner Kompatiologi ver21102007 Cornelia
Istiani"




I. DATA PRIBADI PENJAWAB KUESIONER

01. Nama Lengkap : Tinta Negatif
02. Nama Panggilan: Tinta
03. Jenis Kelamin : (Male
04. Umur : ( 23 tahun)
05. Kota tempat tinggal saat ini : Jakarta
06. Jenis Pekerjaan saat ini : Mahasiswa, Pendekon, Penulis
07. Jabatan di Tempat Kerja : Orang Yang Terlalu Bebas (semaunya sendiri)
08. Telp : Ada di Rumah : 021-8629237
09. Hp & CDMA : Rusak, terus dikasih ke sahabatku..karena sahabatku kehilangan dua handphone dalam satu hari. (Brantas Kriminal Jakarta!!!) 

10. Pelatihan apa saja yang pernah anda ikuti di luar
kompatiologi sebelum anda mengikuti dekon? SD, SMP, SMA yang membosankan.

11. Status : (Pendekon-Tandem bareng Vincent/
Pendekon-Independent umumnya dibayarin makan sama transpot--sisanya bertujuan untuk memasalkan Kompatiologi)
12. Didekon oleh : (Nama Pendekon-Independent /
penanggungjawab : Vincent Liong)
13. Tanggal pertama kali di-Dekon : (bulan April & tahun 2007)

14. Apakah pernah menjadi Pendekon-Tandem? sering
15. Bila menjawab Ya; Pernah berapa kali menjadi
Pendekon-Tandem? sekitar 15-an kali atau 17 kali
16. Nama Pendekon-Independent yang pernah anda bantu? Vincent Liong

17. Apakah pernah menjadi Pendekon-Independent? ya
18. Bila menjawab Ya; Berapa orang sampai hari ini
pernah anda dekon di bawah tanggungjawab anda
(pendekon-independent)? empat orang (4)
19. Di kota atau daerah mana saja anda pernah
melakukan dekon-kompatiologi? Jakarta
20. Di kondisi situasi seperti apa anda pernah
melakukan dekon-kompatiologi? Ceritakan.
pertama sama Gebetan.. tuh cewek suka..terus aku ajakin Dekon.
yang kedua Sahabatku sendiri.. ia suka hal-hal yang baru.
yang ketiga, ada teman lama anak psikologi.. aku tahu ia punya mental yang
enggak stabil.. suka meledak-ledak, dan sangat berprasangka buruk.
yang keempat teman kampus.. dia emang sudah lama baca tentang Dekon
tapi baru sempat didekon habis puasa. Doi sepertinya tertarik.. tapi dia sudah
paham logikanya. Teman sesama penulis di kampus




I I. PERTANYAAN UNTUK TERDEKON – KOMPATIOLOGI


1.Sebelum di Dekon:

a. Dari mana Anda tahu tentang Kompatiologi ini? dari temen kantor waktu freelance di PH.
b. Menurut Anda, apa itu kompatiologi? Hmm.. menurut saya Komunikasi Empati.. adalah komunikasi yang lebih banyak empati.. dan menebak apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain.. biasanya kalau sering di dekon intuisi dan instiongtifnya lebih tajam dari yang belum pernah di Dekon.. jadi bisa merasakan emosi orang naik-turun.. tanpa proses komunikasi simpati atau tanya jawab. tebak-saja.. ini biasanya lebih banyak berhasil saat meramal.
 
"Aku tidak peduli dengan salah-benar ramalanku!" kataku saat itu pada yang kuramal.. "aku hanya senang merasakan emosi naik turun, stabil tidak stabil, dipercaya-tidakdipercaya."
c. Apa motivasi diri anda hingga alhirnya Anda membuat
janji dekon? Memasalkan Kompatiologi agar orang lain merasakan sensasi yang sama.. bahwa euforia atau segala jenis emosi bisa kita setting. segala jenis perasaan bisa kita buat. jadi gak ada lagi kesepian dan merasa sendiri.. setidaknya orang-orang bisa merasakan dan menyadari itu.
d. Dalam waktu antara janji dan pelaksanaan dekon,
apakah ada pengalaman khusus berkaitan dengan dekon
tersebut? enggak ada.
e. Apa yang Anda harapkan dari Kompatiologi ini? banyak. saya berharap sekali untuk memasalkan Kompatiologi.. tapi tidak harus memasarkan. beda R sama S.. itu penting dan signifikan.
f. Persiapan apa saja yang Anda lakukan untuk
melakukan dekon? mandi, pakai deodoran, gosok gigi, pakai baju yang nyaman, baca bismillah sebelum makan, dan alhamdullilah setelah makan, zikir disaat perlu, tidak durhaka sama orang tua. atau pun didurhakai oleh orang tua sendiri..hahaha.. sama niat jangan lupa. untuk berempati.. cie-cie.. dan membantu orang.. (kenapa enggak sekalian nyelamatin dunia???)
g. Silakan ceritakan apa saja pengalaman Anda
berkaitan dengan kondisi mental Anda sebelum dekon…
kadang mata merah, ada beban, karena ada takut enggak berhasil..itu pengalaman tegang dan seru, kadang sampai menggigil, kadang sampai kencing terus-terusan.
tapi setelah sesi menebak buku... biasanya bisa.


2. Pada awal Dekon:

a. Ceritakan kesan Anda ketika pertama kali bertemu
dengan pendekon? enggak ada yang ganteng, atau pun cantik. enggak kaya SPG boy atau GIRL. tidak terlalu menjual. kadang aneh-aneh.. kayak sekumpulan kutu buku, atau aliran band alternatif yang anti komersil, ada juga yang seperti orang kebanyakan.. Vincent saja miripThom Yorke Vocalis Radiohead.. cuman beda matanya doang.. kalau Thom Yorke satunya ke atas.. satunya lagi turun ke bawah. Vincent SIPIT!
b. Apa yang Anda rasakan ketika "ritual" dekon ini
dimulai dengan makan bersama terlebih dahulu? kadang kalau dompet lagi pas-pasan.. agak susah milih makanan.. dan malu juga minta bayarin..
c. Ketika memilih minuman, apakah Anda diajak serta
dalam proses pemilihan minuman? saya selalu ikut..
d. Jika ya, bagaimana pendapat Anda tentang pemilihan
minuman tersebut? hmm.. kadang pilihan minuman bisa menggambar karakteristik orang.. yang mahal-mahal dan aneh-aneh... biasanya dia dari golongan borjuis. yang berurutan perubahan rasanya.. biasanya sedikit matematis.. wah banyak deh.. pendapatnya. kalau pendapat saya waktu pertama kali di Dekon. sok ngerti.. padahal bingung juga??
e. Ketika penataan minuman, Apakah anda dijelaskan
tentang penataan minuman tersebut? dijelasintapi sudah lupa.. itusudah tujuh bulan yang lalu
f. Jika ya, bagaimana pendapat Anda tentang penataan
minuman tersebut? lupa
g. Tentang pengaturan posisi tempat, apakah Anda
memahami posisi tempat duduk anda? (posisi antara
pendekon, posisi antara sesama terdekon) lupa


3. Pada saat Dekon:

a. Langkah pertama:
Pengelompokan/klasifikasi jenis dan rasa minuman.
* Bagaimana pemahaman Anda tentang proses ini?
iya hidup itu kadang ada manis, pahit, asem, asin. orang juga seperti itu.. dan perempuan juga ada yang seperti itu.. kadang kita harus mencobanya.. tidak hanya melihat isi, kemasan, atau botolnya.. hehehe

b. Langkah kedua:
2.1. Merasakan masing-masing minuman dengan urutan
tertentu sesuai sirkuit susunan botol yang dirancang
oleh pendekon.
2.2. Mendeskripsikan karakterisitk data (rasa dan atau
efek) yang timbul setelah minum. * Bagaimana pemahaman
Anda tentang proses ini? Ceritakan. ini untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan berbahasa kita dalam memahami masalah-masalah hidup.
* Bagian tubuh mana yang terkena efek dan ketika minum
jenis minuman yang mana? hmm kalau kiranti di perut. kalau banyak mint.. nya biasa di kepala.

c. Langkah ketiga:
3.1. Melakukan kombinasi beberapa minuman dengan
komposisi bebas.
3.2. Menprediksi karakteristik (efek dan perasaan yang
mungkin timbul setelah campuran tersebut di minum),
prediksi dilakukan sebelum merasakan minuman hasil
campuran tersebut.
3.3. Setelah minum hasil campuran dan merasakannya,
maka mendeskripsikan efek dan perasaan yang timbul.
3.4. Membandingkan hasil prediksi sebelum minum
(objective), dengan fakta sesudah minum (subjective).
3.5. Dekonstruksi mulai berjalan.
* Bagaimana pemahaman Anda tentang proses ini?
Ceritakan. aduh agak capek nih... tapi kayaknya gw banyak
nulis tentang itu cari saja di milis vincentliong dan komunikasi_empati... gw banyak nulis kok tentang itu.. periode April sampai sekarang

d. Langkah ke empat:
4.1. Membuat perencanaan efek dan perasaan apa yang
diharapkan muncul dengan tanpa diketahui oleh peserta
lain.
4.2. Membuat campuran minuman dengan bebas disesuaikan
dengan harapan tersebut tanpa melihat ingredients
masing-masing minuman.
4.3. Campuran minuman dibagikan dan di minum oleh
masing-masing peserta.
4.4. Masing-masing peserta menjelaskan deskripsi efek
dan perasaan yang dirasakan.
4.5. Membuat perbandingan antara harapan dan fakta.
4.6. Membuat kesimpulan.
* Bagaimana pemahaman Anda tentang proses ini?
Ceritakan. kadang-kadang ini bermain alam bawah sadar juga.. karena kita tidak lagi berpolitik tidak lagi merasa sedang menjaga image.. maka kadang-kadang kalau ada pikiran-pikiran yang pahit atau menyakitkan.. suka-suka muncul.. itu sih yang saya rasakan terhadap Terdekon... yang kiranya sedang teringat kembali masalahnya.

e. Langkah ke lima: menebak buku di toko buku
* Bagaimana pemahaman Anda tentang proses ini?
Ceritakan. kayaknya di email MAng Iyus.. tentang kitab angin sudah dijelaskan..
saya sangat sependapat. dan merasakan hal yang sama


4. Setelah Dekon:

a. Bagaimana efek yang Anda rasakan dalam kehidupan
sehari hari setelah mengikuti Dekon ini? (ceritakan
dalam jangka waktu 1 hari, 14 hari dan 30 hari) Euforia dahsyat dan bikin hidup lebih hidup
b. Butuh waktu berapa lama setelah mengikuti acara
dekon, anda merasakan sistem itu berjalan dalam diri
anda? langsung berjalan
c. Perubahan apa saja yang Anda rasakan? (postif dan
negatif harap diceritakan semua) sejak di dekon gw sudah hampir enggak pernah jerawatan lagi..karena gw percaya jerawat itu timbul dari kebanyakan mikir dan banyak pikiran. dan positifnya gw jadi penulis yang aktif dan rajin di milis ini.
d. Apakah dekon ini memenuhi harapan Anda sebelumnya? saya dulu bukan orang yang banyak berharap.. tapi setelah di dekon saya punya harapan. saya tahu itu!
e. Reaksi apa saja yang terjadi setelah dekon? kadang... ada suara TENGGG... gitu kayak suatu koneksi dengan Yang Profan.. Yang Diatas.. tapi enggak lama sih.. cuman sebentar... Euforia!
f. Bagaimana kesan Anda tentang Kompatiologi setelah
mengikuti dekon?
"Ini harus dimasalkan
tidak melulu harus dipasarkan!"



I I. PERTANYAAN UNTUK PENDEKON – KOMPATIOLOGI


1. Sebelum dekon:

a. Menurut Anda, apa itu kompatiologi? semacam ilmu baru yang ada mistik, magis gitu deh
b. Bagaimana Anda menjelaskan Dekon ini pada calon
terdekon? hmm... eh mau gw installin program ke otak lo enggak..
"Program apaan?"
"Program Dekonstruksi!"
c. Mengapa Anda mau menjadi pendekon kompatiologi? seru.. pengalaman yang unik.. menyelamatkan dunia
d. Apa saja yang Anda tanyakan ke terdekon? (misalnya
kondisi fisik kesehatan,..) tahu dekon dari mana, kerja di mana
e. Apa yang Anda harapkan setiap kali melakukan dekon
Kompatiologi ini? yaa kadang-kadang pengen juga ketemu cewek cantik.. enggak melulu orang aneh kayak Vincent... hahaha (jangan marah ya Cent..) hihihihi.
tapi Mbak Isti (pacar Vincent) boleh juga.. dia punya aura yang unik. aku betah melihatnya berjam-jam.. hmm... sudah ah, Vincent kan orangnya cemburuan!!!!!!
f. Persiapan apa saja yang anda lakukan untuk
melakukan dekon? jawaban sama kayak yang diatas.. tahu ada deh di atas
g. Silakan ceritakan apa saja pengalaman Anda
berkaitan dengan kondisi mental Anda sebelum dekon. mental saya baik-baik saja, walau pun saya orang yang filosofis!
h. Jika kegiatan dekon ini dilakukan secara tandem,
bagaimana pemposisian diri masing masing pendekon?
Siapa yang memilih minuman, siapa yang menata minuman,
siapa yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dekon,
dst...
Ya saya tentunya!


2. Pada awal Dekon:

a. Ceritakan kesan Anda ketika pertama kali bertemu
dengan terdekon? kebanyakan orang tua. kebanyakan aneh-aneh..mungkin karena orang kebanyakan.. atau kebanyakan orang aneh-aneh. umumnya ada ketidakstabilan.. yang mereka berharap untuk kembali stabil.
b. Apa yang Anda rasakan ketika "ritual" dekon ini
dimulai dengan makan bersama terlebih dahulu?
c. Bagaimana cara anda memilih minuman yang sesuai
dengan terdekon?saya terkadang suka cari yang murah-murah biar variabel rasanya lebih banyak... sisanya pakai feeling di depan rak minuman
d. Ketika memilih minuman, apakah Anda mengajak
terdekon dan menjelaskannya? terkadang mereka bingung dan goyang, dan enggak stabil.. jadi susah juga.. merekanya sudah pada bingung.
e. Bagaimana cara anda menata posisi minuman dalam
sirkuit susunan botol? dari rasa yang standar ke rasa yang sulit didefinisikan
f. Ketika penataan minuman, Apa dan bagaimana Anda
menjelaskan kepada terdekon? hmm ini ada sirkuit. yaa tiap orang-orang pasti beda-beda nyusunnya.
g. Tentang pengaturan posisi tempat, bagaimana Anda
melakukan hal tersebut dan apa alasannya? sejauh ini saya mendekon.. saya selalu men to men. atau men to women.
h. Bagaimana Anda menjelaskan tentang tempat
pelaksanaan dekon di 'tempat ramai' (seperti:
foodcourt, pasar, dlsb) ini? kalau di tempat ramai gini.. orang sulit untuk berbohong dan jaim. dan harus ada toko buku, food court, dan cafe.


3. Pada saat Dekon:

a. Langkah pertama:
Pengelompokan/klasifikasi jenis dan rasa minuman.

b. Langkah kedua:
2.1. Merasakan masing-masing minuman dengan urutan
tertentu sesuai sirkuit susunan botol yang dirancang
oleh pendekon.
2.2. Mendeskripsikan karakterisitk data (rasa dan atau
efek) yang timbul setelah minum.

c. Langkah ketiga:
3.1. Melakukan kombinasi beberapa minuman dengan
komposisi bebas.
3.2. Menprediksi karakteristik (efek dan perasaan yang
mungkin timbul setelah campuran tersebut di minum),
prediksi dilakukan sebelum merasakan minuman hasil
campuran tersebut.
3.3. Setelah minum hasil campuran dan merasakannya,
maka mendeskripsikan efek dan perasaan yang timbul.
3.4. Membandingkan hasil prediksi sebelum minum
(objective), dengan fakta sesudah minum (subjective).
3.5. Dekonstruksi mulai berjalan.

d. Langkah ke empat:
4.1. Membuat perencanaan efek dan perasaan apa yang
diharapkan muncul dengan tanpa diketahui oleh peserta
lain.
4.2. Membuat campuran minuman dengan bebas disesuaikan
dengan harapan tersebut tanpa melihat ingredients
masing-masing minuman.
4.3. Campuran minuman dibagikan dan di minum oleh
masing-masing peserta.
4.4. Masing-masing peserta menjelaskan deskripsi efek
dan perasaan yang dirasakan.
4.5. Membuat perbandingan antara harapan dan fakta.
4.6. Membuat kesimpulan.

* Bagaimana pemahaman Anda tentang semua proses ini?
Ceritakan secara urut.
Urutan yang bagus.. dan sebaiknya jangan diubah-ubah.. walau terkadang kita bisa error dan berubah-rubah.. tapi yaa sudah.. Pendekon juga bisa error
* Bagaimana Anda menjelaskannya pada terdekon?
"Menurut lo ini apa?"
Setelah terdekon menjelaskan apa yang dia tangkap.. saya hanya menambahkan sedikit.. dan lebih banyak proses tanya jawab.. bukan ceramah
Ini pertanyaan jebakan hati-hati!

e. Langkah ke lima: menebak buku di toko buku
* Bagaimana pemahaman Anda tentang proses ini?
Ceritakan.
 
yaa ini sama saja kayak mencari hubungan tentang sesuatu..
kayak permainan semiotika..dan setipa hari kita suka begitu kok.
sering mencoba menebak mimpi.. hampir sama kayak gitulah.
* Bagaimana Anda menjelaskannya pada terdekon?
ini namanya indera ke enam... keren kan!

4. Setelah Dekon:

a. Bagaimana kesan Anda pada dekon saat itu? hehehe.. seneng lihat terdekon emosinya naik turun,ngerti enggak ngerti, hebat enggak hebat
b. Apakah Anda melakukan komunikasi secara kontinu
dengan terdekon sesudah nya? Tidak!
c. Perubahan apa saja yang Anda rasakan dari terdekon?
(postif dan negatif harap diceritakan semua) ada yang makin percaya diri, ada makin "terbuka", ada yang makin menjadi dirinya sendiri, ada yang bikin buku kumpulan puisi, ada yang jatuh cinta, ada yang makin enggak keberatan.. kalau gw sering jatuh cinta
d. Apakah dekon saat ini memenuhi harapan Anda
sebelumnya? yaa saya memang orang yang banyak berharap!
e. Jelaskan bagaimana anda bisa menganggap bahwa
instalasi kompatiologi sudah tertanam dengan baik pada
diri terdekon?  Tidak tahu.. tapi saya tahu saja..tapi enggak tahu juga sih.
f. Berapa orang terdekon yang Anda mampu tangani dalam
setiap kali dekon? satu..
pengen juga sih banyak orang.. pengen tahu rasanya





-----0o0-----


Terbuka kemungkinan untuk penelitian lain yang
berkaitan dengan ranah kerja Kompatiologi.

Contact Person Peneliti yang bisa dihubungi:
* Cornelia Istiani
email :
CDMA flexi : 021-68358037 & Hp mentari : 081585228174
(note: per telepon saja, tidak melayani sms dan
misscall.)


Ingin Dekon-Kompatiologi?
Hubungi Vincent Liong
Praktik dekon-kompatiologi by appointment only.
Tarif umum : Rp.500.000,-/peserta.

:::::Contact Person Vincent Liong:::::
CDMA Flexi:021-70006775 Esia:021-98806892
Fren:08881333410
Phone&Fax: (62)21-5482193,5348567,5348546
Address: Jl. Ametis IV G/22 Permata Hijau,
Jakarta Selatan 12210 –Indonesia
(note: per telepon saja, tidak melayani sms dan
misscall.)

Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com

** L O W O N G A N * I L M U A N * K O M U N I K A S I * E M P A T I **

Bagi anda yang bercita-cita menjadi ilmuan baik sudah memiliki/tidak memiliki gelar akademis, KomPati membuka lowongan untuk anda menjadi peneliti, penulis kitab-kitab berikutnya spesialis di bidang pilihan anda. Sudah ada yg mendaftar seperti misalnya Dr. Hubertus Ubur (sub bagian Kitab Air soal Sistem Penguasaan Massa KomPati) & Priatna Ahmad (sub bagian Kitab Angin soal KomPati Bahasa Gerak). Bagi yang berminat silahkan konsultasikan niat anda dengan moderator kami ... :)



W A R N I N G / P E R H A T I A N

Bilamana anda merasa terganggu dengan email-email ini, silahkan melakukan unsubscribe secara mandiri; dengan mengirim email kosong ke: . Atau dengan cara klik:
lalu klik "Leave Group" (di bagian ujung bawah layar monitor anda). Kami para moderator tidak melayani masalah unsubscribe. Anda datang sendiri maka pulang tidak diantar.

Email to all moderator: Komunikasi_Empati-owner@yahoogroups.com .

Cabang-cabang maillist Komunikasi Empati diantaranya :
* Komunikasi_Empati@Googlegroups.Com

* VincentLiong@Yahoogroups.Com





Moderator in duty: vincentliong@yahoo.co.nz, juswan@cbn.net.id, istiani_c@yahoo.com .
(NOTE: Untuk menghindari moderator gadungan, moderator yg asli adalah yang emailnya terlampir di atas.)

Costumer Service Representative / Contact Person Moderator :
* Vincent Liong +6221-5482193,5348567/46(Home) +6221-70006775(CDMA)
* Drs.Juswan Setyawan (S.Pd(Ek)) +628159162193(Hp)
* Cornelia Istiani,M.Psi.T. +622168358037(CDMA) +6281585228174(Hp)
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:Komunikasi_Empati-digest@yahoogroups.com
mailto:Komunikasi_Empati-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
Komunikasi_Empati-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Dog Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about dogs.

Yahoo! Groups

Endurance Zone

b/c every athlete

needs an edge.

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Air on the G string, you are, my sunshine sisc

Mengapa cinta sungguh dapat membius jiwa? membelenggu ikatan saling
memiliki, sungguh tersiksa jadinya.

Mengapa cinta jarang memberi rasa damai?

Mengapa cinta membuat kita ingin lebih, dan ingin.... selalu ingin?

Mengapa cinta tidak dapat membuat kita senantiasa merasa penuh,
bersyukur, menerima, dan.....

Mengapa cinta sungguh sulit membuat kita memberi?

Mengapa cinta membelenggu keikhlasan kita?

salam,
goen

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "non_sisca"
<non_sisca@...> wrote:
>
>
>
> Lihatlah pada jalan yang membentang ini
> Pada keheranan akan keajaiban hidup sehari2
> Mempelajari cara memberi cinta dan cara menerimanya
> Sejenak melepaskan suatu medan perang abadi,
> antara keinginan dengan keinginan
>
> Aku tidak pernah meninggalkan alam
> Suatu jiwa abadi yang penuh keindahan dan cinta
>
> Terima kasih untuk kata2 yang penuh harapan dan cinta,
> kata2 manis dan ramah yang berasal dari hati terdalam
> Yang kau hidupi dengan kehangatan
>
> Sehingga setiap atom dalam diriku bercahaya lebih indah
>
>
>
>
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, as as
> <as2004as_as@> wrote:
> >
> > Engkaulah embun, kabut dini hari
> > Engkaulah air mata, yang mengalir di rindu hati
> > Engkaulah air on the G string
> > yang menggema di jiwa sunyi
> > Pendekap hatiku yang terluka oleh sepi
> > Yang mendekap dengan tulusmu yang suci
> > Peluk aku, hangatkan jiwaku, o, embunku yang wangi
> > Dikaulah semangat, di waktu kondisi menempa diri
> > Dikaulah sinar suci, yang kugapai di goncangan gelap hari
> >
> >
> >
> >
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> > http://mail.yahoo.com
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Curves on Yahoo!

A group for women

to share & discuss

food & weight loss.

Yahoo! Groups

Health & Fitness

Find and share

weight loss tips.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

.

__,_._,___

Re: [psikologi_transformatif] Dialog I

Dalam kaligrafi kuno dikatakan :
" Meski betapapun nilainya debu emas, tapi kalau sampai masuk ke mata kita,
maka Jalan Raya pun akan nampak sempit, apalagi kalau pikiran kita yang kelilipan "

----- Pesan Asli ----
Dari: Agung Eko Hertanto by way of <hudoyo@cbn.net.id>
Terkirim: Rabu, 31 Oktober, 2007 6:15:58
Topik: [psikologi_transformatif] Dialog I

Dari: agung hertanto <agungeka@yahoo. com>

Dialog I

Beberapa hari yang lalu di Kompas ada tulisan Gunawan
Mohammad tentang dialog (lebih tepat dikatakan debat)
antara kelompok Atheist dan Agama. Suatu saat akan
saya bahas hal ini. Yang agak repot dalam dialog itu
ialah kelompok atheist biasanya terdiri dari ilmuwan,
sehingga sering diasosiasikan ilmuwan itu adalah
atheist.

Saya pernah ditanya oleh seorang resi Buddhist apakah
saya pernah menjumpai seorang pemeluk agama
fundamentalist di fisika. Tentu saya jawab belum.
Kenalan saya yang Islam, Kristiani dsb yang betul
betul menjiwai sains (jadi bukan sekedar cari gelar)
tidak pernah bisa jadi fundamentalist. Di fisika
misalnya orang dilatih untuk terus bertanya. Kalaupun
sudah terjawab, kita bertanya lagi lebih mendalam.
Seperti halnya dengan sifat materi. Kita bertanya
mengapa bisa demikian, munculah sistim unsur berkala.
Dipertanyakan lebih mendalam, munculah teori atom,
ditanyakan lebih lanjut, munculah teori nuklir, sampai
akhirnya ke konsep ruang dan waktu, superstring, dan
arti vakum. Bukan vakum seperti yang kita kenal sehari
hari, yaitu sebagai ruang kosong hampa udara, tetapi
vakum dalam artian yang lebih fundamental, yaitu
ketidak hadiran materi bahkan ketidak hadiran ruang
ataupun waktu. Kalau orang sudah bertanya begini tentu
dia tidak akan menjadi fundamentalist, karena apapun
yang dia pegang termasuk agamanya sendiri paling tidak
di dalam hati selalu dipertanyakan hakekat
kebenarannya. Bagi orang luar melihat sikap ilmuwan
seperti ini tentunya sangat heran dan dengan mudah
menggolongkan mereka sebagai atheist. Lihat saja
Stephen Hawking, Steven Weinberg, Einstein dsb. Nada
nada mereka atheist, meskipun sebetulnya bukan. Tentu
saja kalau kita tanya ke mereka apakah mereka percaya
pada supreme being yang bersifat personal (artinya
sering kita muliakan dengan maha-ini maha itu), mereka
akan menjawab tidak. Bagi mereka cukup dengan
mengatakan bersifat kosmik. Bagaimana? Itu bukan
urusan mereka. Apakah perlu dipuja? Jawabnya bisa
begini, 'lho kalau sudah kosmik apa masih perlu puja
puji'. Maka tidak heran mereka lebih suka pergi ke lab
daripada ke rumah ibadah. Ibadah mereka ya kerja keras
di labnya masing-masing, kadang sampai tengah malam
masih kerja.

Tentu kita akan risi melihat mereka seperti itu,
tetapi ini sebetulnya bukan urusan kita.
Budaya kita belum sampai atau tidak seperti budaya
para ilmuwan. Masalahnya ialah benturan yang sering
terjadi antara kelompok agama dan para ilmuwan, bahkan
antar agama sendiri. Hal ini pernah diungkapkan oleh
seorang praktisi Sufi (bukan resi yang di atas) kepada
saya sewaktu kita berjumpa di Grand Central stasiun
kereta yang hiruk pikuk dan serba cepat itu. Dia
mengatakan bahwa dia sering tergoda untuk
mencocok-cocokkan apa yang ditemui di sains dengan apa
yang terurai dikitab sucinya. Saya katakan ini bukan
masalah dia saja, ini adalah masalah hampir semua
orang.

Mencocok-cocokan mengundang banyak resiko. Pertama
kita menjadi tidak jujur, kedua kita menjadi arogan,
ketiga kita kehilangan integritas, dan keempat kita
mencoreng kening sendiri.

Ambil kasus yang sederhana saja, kisah banjir nabi
Nuh. Banjir nabi Nuh yang menutup seluruh permukaan
bumi bisa dibaca (paling tidak oleh praktisi Zen)
sebagai lambang proses pemurnian. Tetapi kalau itu
diartikan secara harafiah seperti yang ditulis dikitab
suci, maka menjadi lucu. Karena kita harus bisa
menjawab kemana air yang menutup bumi itu semua
larinya? Es di puncak gunung, arktik, dan Antartika
kalau semua meleleh hanya bisa menaikkan permukaan
laut beberapa meter saja (meskipun bisa menenggelamkan
Semarang yang suka banjir bahkan di musim kemarau
sekalipun). Tentu kita bisa berkilah, disedot Tuhan.
Lalu jadi lucu, Tuhan menyedot air. Karena air itu
materi, tentu perlu tempat. Seberapa tambun Tuhan
sekarang ini setelah menyedot sekian banyak air. Lalu
bagaimana dengan binatang yang harus dikumpulkan
berpasang pasang itu. Oh dikumpulkan nabi Nuh. Nah
disini terbukti hal lucu lainnya. Yaitu Nabi Nuh
adalah orang Jawa asli, karena berapa lama dia harus
pergi ke Jawa untuk mengumpulkan semua jenis binatang
mulai dari semut, rayap, kecoak, sampai sapi, kambing,
burung emprit, perkutut, dsb dan jangan lupa dia harus
mengumpulkan makanannya. Jadi pasti dia orang Jawa,
bukan orang Jahudi atau Arab. Ini lucu juga.
Ini yang disebut mencoreng kening sendiri. Kita mau
serius tapi jadi lucu alias badutan.

Mencocok-cocokan sering menimbulkan kompetisi, dan itu
lucu juga. Misalnya begini, kitab suci agama A
menyebutkan bahwa pada awalnya dunia itu air dan tanah
masih belum dipisahkan, baru kemudian dipisahkan. Jadi
awalnya becek, seperti jalan di Cilincing sebelum
diupgrade oleh projek MH Thamrin nya bang Dikin. Kitab
suci agama B mengatakan pada awalnya seperti asap. Nah
ilmu pengetahuan mengatakan bahwa dunia terbentuk dari
debu-debu antar bintang (non hydrogen atau helium)
yang menggumpal karena gravitasi. A klaim kitab
sucinya benar, karena air bersifat fluid (encer) dan
tanah itu solid (padat) maka kitab sucinya mengatakan
bahwa yang padat dikumpulkan dan menjadi dunia ini,
yang ringan kemudian menjadi gas yang mengitari dunia.
10 untuk A. B klaim kitab sucinya benar karena awalnya
adalah asap, meskipun asap diasosiasikan dengan hasil
pembakaran, tetapi disini harus diartikan sebagai debu
antar bintang. 10 untuk B. Repotnya ialah A dan B
saling menuduh yang lain keliru, padahal itu semua
adalah tafsir masing masing. Kalau mang Iding
mengatakan bahwa dunia itu di'lepeh' (dimuntahkan)
oleh naga dan naganya sekarang beristirahat di ujung
jagad raya (sehingga tidak kelihatan), juga cocok
dengan teori sains. Disini naganya adalah supernova,
karena debu debu penyusun dunia adalah hasil
supernova. Sepuluh untuk mang Iding. Disini kita tidak
jujur, karena bukannya kita mendalami kitab suci
dengan rendah hati, tetapi mengabsolutkan tafsir kita
tanpa mengatakan bahwa itu sebetulnya tafsir kita.
Lebih repot lagi kalau tafsir itu diajarkan keorang
lain yang berani mati. Dan ketidak jujuran ini
otomatis membuat kita arogan, karena kita merasa
tafsir kita paling benar. Bahkan dalam satu agama
(intra agama) pun terjadi baku-bunuh karena masalah
tafsir. Ini yang menyedihkan.

Tafsir yang kita terima (dalam konteks
mencocok-cocokan dengan temuan sains) membuat kita
kehilangan integritas (kalau tidak mau disebut
Multiple Personality Disorder). Kebiasaan mencocokkan
antara temuan sains (dari luar) dan kitab suci (dari
luar), sehingga tidak ada yang nyanthol di dalam.
Akibatnya di tempat X dia bisa berbuat A, ditempat Y
dia berbuat B, dst. Mengapa tidak mencocokkan kitab
suci dengan batin kita masing masing? Sulit memang
membaca kitab suci, apalagi kalau hati kita masih suka
ngiler dan deg-deg plas.

Belum lagi kalau kita hakul yakin bahwa kitab suci
kita paling cocok dengan teori sains P. Ternyata
dikemudian hari P keliru. Nah kita tidak mau terima
kalau kitab suci kita keliru … lha wong namanya kitab
suci. Maka kita perlu menyusun puluhan argumentasi
pembelaan yang lebih canggih dari pengacara Wallstreet
sekalipun. Kita lalu mengatakan perlu tafsir ulang.
Tapi ini lucu, lha kok awalnya mau mati-matian membela
bahwa tafsir kita paling benar? Membedakan tafsir dari
realita (entah itu kitab suci atau hasil experiment)
sangat sulit, kalau kita tidak jernih cara
berpikirnya. Apalagi kalau kita diuntungkan dengan
tafsir itu dalam bentuk oplag buku misalnya.

Hidup akan jadi lebih enak kalau kita melihatnya
sebagai perjalanan sekoci dilautan di tengah malam.
Hidup seharihari bagaikan upaya kita navigasi supaya
sekoci kita tidak oleng atau terbentur karang. Di
setiap jaman dan setiap tempat, akan selalu ada mercu
suar, entah itu namanya kitab suci A, B, C atau temuan
sains. Mereka berfungsi sendiri sendiri dan kalau
dirangkai akan membantu banyak perjalanan sekoci tadi.
Kalau mercu-suar mercu-suar itu dibenturkan, atau
dirobohkan semua dan disisakan satu, malam rasanya
akan tambah kelam, apalagi kalau kita berlayar dimalam
hari memakai kacamata hitam .

Itu saja renungan kami berdua dibawah hirukpikuknya
Grand Central dan hangatnya kopi.




Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

HDTV Support

The official Samsung

Y! Group for HDTVs

and devices.

Real Food Group

on Yahoo! Groups

What does real food

mean to you?

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: behind the walls of doubt a voice was crying out:

Prinsip yang paling dalam pada sikap manusia adalah keinginan untuk
mengerti arti hidup dan dunia. Namun semua seolah sia-sia, segala
daya upaya untuk maju, senantiasa menghadapi resistance.

Hingga semua orang bertanya, siapa sebenarnya jati diri?

kepuasan sejati, kebanggaan utama, keadilan yang tertinggi.

Bagaimana caranya menguasai dunia?

Dengan semua tarik-menrik kekuasaan?

Mengapa semua orang sungguh sulit membebaskan diri? dari beban
hidup, seolah hidup hanyalah sebuah perlombaan, antara energi dari
dalam dengan semain sulitnya menangani beban.

Kapan kita bisa merdeka?

Kapan kita bisa merasa lega, tenteram, damai, terbebas dari belenggu
beban hidup?

Kapan kita bisa merasa bahagia, dan hidup sebenar-benarnya?

salam,
goen

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "non_sisca"
<non_sisca@...> wrote:
>
>
> Prinsip yang paling dalam pada sikap manusia adalah keinginan
untuk
> dihargai.
>
> Dan ketika melakukan hal yang baik dengan memusatkan perhatian ke
> luar, alih2 ke dalam. Fokus yang berada di luar, membebaskan diri
> untuk hidup lebih bermakna dan bertujuan.
>
> Juga ketika bertemu, menampilkan kesegaran dan keajaiban diri yang
> sesungguhnya.
> Menjadi yang alami. Tidak mencoba mengesankan siapapun, tidak
> berkompetisi dengan siapapun. Termasuk juga menerima dan
menghargai
> ke-khas-an unik dari setiap orang.
>
> Secara unik menjadi diri sendiri, sekaligus melepaskan ego diri.
>
> Kita berusaha sekeras mungkin untuk menjadi sempurna, namun apa
> definisi kesempurnaan ?
> Bukankah kesempurnaan itu juga subjektif ?
> Kesempurnaan itu membosankan.
> Kepribadian yang unik itulah yang menarik.
>
> so.......
>
> Say you, say me
> Say it for always, that's the way it should be.
> Say you, say me - say it together naturally.
>
> I had a dream, I had an awesome dream:
> People in the park, playing games in the dark.
> And what they played was a masquerade,
> But from behind the walls of doubt a voice was crying out:
>
> As we go down life's lonesome highway,
> Seems the hardest thing to do is to find a friend or two.
> That helping hand, someone who understands,
> And when you feel you've lost your way,
> You've got someone there to say: I'll show you!
>
> ...Believe in who you are, you are a shining star.
>
> for u n u, as ^_^
>
>
>
>
>
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, as as
> <as2004as_as@> wrote:
> >
> >
> >
> >
> > [input] (center text)
> > http://www.mp3lyrics.org
> > Say you, say me
> > Say it for always, that's the way it should be.
> > Say you, say me - say it together naturally.
> >
> > I had a dream, I had an awesome dream:
> > People in the park, playing games in the dark.
> > And what they played was a masquerade,
> > But from behind the walls of doubt a voice was crying out:
> >
> > Say you, say me
> > Say it for always, that's the way it should be.
> > Say you, say me - say it together naturally.
> >
> > As we go down life's lonesome highway,
> > Seems the hardest thing to do is to find a friend or two.
> > That helping hand, someone who understands,
> > And when you feel you've lost your way,
> > You've got someone there to say: I'll show you!
> >
> > [ Lyrics provided by www.mp3lyrics.org ]
> > Say you, say me
> > Say it for always, that's the way it should be.
> > Say you, say me - say it together naturally.
> >
> > So you thin you know the answer - oh no.
> > Well, the whole world's got you dancing,
> > that's right, I'm telling you.
> > It's time to start believe, oh yes,
> > Believe in who you are, you are a shining star.
> >
> > Say you, say me
> > Say it for always, that's the way it should be.
> > Say you, say me - say it together naturally.
> >
> >
> >
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> > http://mail.yahoo.com
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Wellness Spot

Embrace Change

Break the Yo-Yo

weight loss cycle.

Summer Shape-up

on Yahoo! Groups

Trade weight loss

and swimsuit tips.

Official Samsung

Yahoo! Group for

supporting your

HDTVs and devices.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] please ajari matematika

Ada yang bisa bantu?

 

(- 1) x tak terhingga = tak terhingga

(- 1) x tak terhingga = (- tak terhingga)

 

Maka:

 

Tak terhingga = (- tak terhingga)

 

Itu bener gak ya?

 

Salam,

Anwar

Serius minta dibantu, bukan lagi nge-roll play

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Dog Zone

Connect w/others

who love dogs.

Endurance Zone

on Yahoo! Groups

Groups about

better endurance.

Green Groups

on Yahoo! Groups

share your passion

for the planet.

.

__,_._,___