Minggu, 04 November 2007

Re: [psikologi_transformatif] Mengurangi Tawuran

anak-anak agar berhati2 jika berangkat atau pulang
sekolah sendirian ,jangan sampai terjebak dalam
tawuran.
--- sinagahp <sinagahp@yahoo.com> wrote:

> Rekan-rekan Yth.,
>
> Kemarin lusa, saya menonton satu acara di JakTV yang
> membicarakan soal
> tawuran pelajar. Saya jadi teringat bahwa beberapa
> tahun yang lalu,
> berita tentang tawuran pelajar dan bahkan mahasiswa
> (kebanyakan di
> Jakarta( begitu ramai ada dalam berbagai media.
>
> Disertasi yang disusun oleh Ibu Winarini Wilman
> mengkaji fenomena
> tawuran tersebut. Dari hasil yang diperolehnya,
> antara lain
> direkomendasikan bahwa pemberitaan tawuran perlu
> dibatasi atau bahkan
> dihilangkan sama sekali. Rekomendasi tersebut
> diberikan kepada instansi
> yang terkait. Ternyata rekomendasi tersebut
> direalisasikan oleh banyak
> pihak-pihak yang terkait (terutama kalangan media).
> Sejak saat itulah
> secara drastis pemberitaan tawuran berkurang. Pada
> kenyataannya,
> kuantitas dan kualitas tawuran pun memang menurun.
> Jadi bukan
> pemberitaannya saja yang menurun, tapi juga realita
> juga demikian.
>
> Adakah yang dapat kita tarik dari pengalaman itu?
>
> Khususnya, untuk tujuan agar milis ini dapat menjadi
> sarana diskusi
> transformasi yang lebih berkembang dan berkualitas,
> daripada sekedar
> mengurusi apa yang pak Jusuf katakan sebagai "orang
> yang bernafas dalam
> lumpur".
>
> Mengabaikan sama sekali, membatasi, mengeluarkan,
> atau berbagai
> altrenatif lainnya. Apakah "bom" perlu dijatuhkan
> kata mas Tuhantu ?
>
> Adakah usulan dan atau pemikiran lain?
>
> salam,
> harez
>
>
>
>

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Green Y! Groups

Environment Groups

Find them here

connect with others.

Dog Groups

on Yahoo! Groups

Share pictures &

stories about dogs.

Fitness Zone

on Yahoo! Groups

Find Groups all

about healthy living.

.

__,_._,___

RE: [psikologi_transformatif] Re: please ajari matematika

Mas Alex,

 

Thanks jawabannya, masih ada beberapa pertanyaan lagi neh gpp ya…menurut anda:

 

1. Selain infinite, apakah masih ada area2 lain dimana matematika kehilangan konsistensinya? Apa sajakah itu?

 

2. Apakah kontradiksi dalam area per point 1 diatas adalah sifat intrinsik realitas, ataukah sekedar “belum ditemukan pemecahannya”? Sebagaimana ketidakpastian posisi dan momentum dalam fisika kuantum yang diyakini bukan karena keterbatasan pengamatan, tapi memang in any way tidak bisa dihindari.

 

3. Apakah infinite, sebagaimana area lain (bila ada) dalam matematika, adalah memang batas tertinggi jangkauan rasionalitas? Atau sekedar batas yang bisa dicapai saat ini sementara menunggu perkembangan rasionalitas manusia (bila diasumsikan daya rasionalitas adalah dinamis, berkembang instead of statis)?

 

4. Menurut sampeyan apakah matematika itu apakah representasi realitas obyektif? Atau model subyektif atas “realitas obyektif”?

 

Salam,

Anwar

Tambah mumett…

 


From: psikologi_transformatif@yahoogroups.com [mailto:psikologi_transformatif@yahoogroups.com] On Behalf Of Alexander
Sent: Thursday, November 01, 2007 3:23 PM
To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
Subject: [psikologi_transformatif] Re: please ajari matematika

 


> Apakah setiap operasi matematis yang melibatkan infinite hasilnya
jadi tak tentu, tergantung bagaimana pola di area finite-nya?
-------------------
Alexander:
Tidak semua jawaban tak tentu, ada yang jawabannya pasti juga.
Contohnya:
1. (infinite) + finite = infinite
2. (infinite) + (infinite) = inifinite

>
>
> Maksud saya, apakah area yang infinite ini diluar jangkauan
konsistensi operasi matematis?
----------------
Alexander:
Benar, banyak paradox muncul karena konsep infinite ini contohnya :
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_paradoxes

1. Burali-Forti paradox: If the ordinal numbers formed a set, it
would be an ordinal number which is smaller than itself.

2. Galileo's paradox: Though most numbers are not squares, there are
no more numbers than squares. (See also Cantor, Diagonal Argument)

3.Hilbert's paradox of the Grand Hotel: If a hotel with infinitely
many rooms is full, it can still take in more guests.

4.Skolem's paradox: Countably infinite models of set theory contain
uncountably infinite sets.

5. Supertasks can result in paradoxes such as the Ross-Littlewood
paradox and Benardete's paradox.

Salam,
Alexander Agung

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Win free airfare

from Yahoo!

Fly home for the

Holidays on us.

Yahoo! Groups

Be a Better Planet

Share with others

Help the Planet.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Nal.., ini tempat baru buat ngunduh buku en majalah luar, campur2 isine. Salam buat Indah ya..

situsnya www.activereader.org,
kemarin saya liat di internet, tadinya hanya buat cari majalah dekor
rumah, (biasa, buat rumah impian.hehehe ). En download mesin
pencarinya aja, kalau mo nyari buku sendiri.
Trus ada buku esek2 jg, okelah buat istri impian. Ha3..

Februari saya kesana.
Salam sayang buat orang dirumah ya..

nb:add email ini ya, yg satu lagi saya lupa pass nya.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Yahoo! Groups

Going Green

Share your passion

for the planet.

Summer Shape-up

on Yahoo! Groups

Trade weight loss

and swimsuit tips.

.

__,_._,___

Balasan:( mas Tomy ) [psikologi_transformatif] You are the love of my life - my love

Dear Mas Tomy ...
 
kabare lagi seneng banget, lagi asik liat tontonan gratis `caci maki` yang memang seru abiezzzz....
ya ...kasih tau dong bantuin yang bagaimana ???
kangen sekali ama mas tomy yang selalu sibuk dan sibuk melulu, untung masih inget untuk isi absen, kalo gak bisa di coret dengan tinta merah ama bu guru hehehehe....
winter ya di sana ??? kedinginan dooooonggggg....
 
salam `tiamo` selalu
/Lu2
 


Tomy T <tomigant@yahoo.com> wrote:
hi alls
hi Lulu....
piye kabare, lg seneng nich, lupa sama kita kita ya...bantuin aq dong Lu...
cuma mo bilang aq hadir Lu...
cuma ngisi absen, trus pulang ahahahahah
tomy
 
 
 


----- Original Message ----
From: lulu <lu2_mm@yahoo.co.id>
To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
Sent: Saturday, November 3, 2007 2:23:27 PM
Subject: Balasan: Re: [psikologi_transformatif] You are the love of my life - my love

seneeeeeeeeeeeng banget
mas as2 ternyata masih tertawa ...
temenin lu2 yang emang jenuh ...
support lu2 ya mas...
gimana gak penasaran lagi ama yang rambut cepak itu ??

salam manis
/Lu2

as as <as2004as_as@ yahoo.com> wrote:
huahahahahahaha
slamat berjuang, Luuuuuuuk

lulu <lu2_mm@yahoo. co.id> wrote:
siiiiiiiiippppppppp pppp..... ......... .....
tapi yang satu itu masih tetap aja ...
trims ya mas advice nya ....
I will be my self ... walau agak ribet sih karena dia tuh manager....

salam manis
/Lu2

as as <as2004as_as@ yahoo.com> wrote:
huahahahahahaha
gimana kerjaan, Luuuk ?

lulu <lu2_mm@yahoo. co.id> wrote:
Dear Mas As2 ...

lagi fall in love nih ye ???????????? ??
duuuuhhhhh seneng nya ...
kangmas manneke .... mas As2 lagi berbahagia tuh ..

salam manis
/lu2


as as <as2004as_as@ yahoo.com> wrote:
I am amazed
When i look at you
I see you smiling back at me
It's like all my dreams come true
I am afraid
If i lost you girl
I'd fall through the cracks
And lose me track in this crazy lonely world

Sometimes it's so hard to believe
When the nights can be so long
And gave me the strength
And kept me holding on


You are the love of my life
And I'm so glad you found me
You are the love of my life
Baby put your arms around me
I guess this is how it feels
When you finally find something real
My angel in the night
You are my love
The love of my life

Now here you are
With midnight closing in
You take my hand as our shadows dance
With moonlite on you skin

I look in your eyes
I'm lost inside your kiss
I think if i'd never met you
About all the things i'd missed

sometimes it's so hard to believe
when a love can be so strong
and faith gave me the strength
and kept me holding on

You are the love of my life
And I'm so glad you found me
You are the love of my life
Baby put your arms around me
I guess this is how it feels
When you finally find something real
My angel in the night
You are my love
The love of my life



____________ _________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail. yahoo.com


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

____________ _________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail. yahoo.com


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

____________ _________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail. yahoo.com


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Official Samsung

Yahoo! Group for

supporting your

HDTVs and devices.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Women of Curves

on Yahoo! Groups

A positive group

to discuss Curves.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Fwd: went to bandung

e-link: http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/23042
--- In vincentliong@yahoogroups.com, tinta negatif
<tinta_negatif@yahoo.com> wrote:

kemarin aku baru balik dari bandung. aku disuruh mendokumentasikan
kawinan teman kakakku.. setelah itu kami jalan-jalan dan di sebuah
factory outlet bernama EST.. saya melihat sebuah sepatu mirip
converse.. dengan tali sepatu.. dan ada resletingnya...

ketika itu saya berpikir.. kenapa ada orang atau desainer membuat
sepatu seperti ini... setelah cukup lama... saya akhirnya
mendapatkan.. jawabannya adalah sepatu converse pertama kali
dipopulerkan oleh Ramones... band Punk pertama di Amerika.. ia cukup
keras pada tahun 1970-an dan juga merupakan perbandingan dengan band
Punk pertama dari Inggris Sex Pistols...

yang mengaggumkan dari desain sepatu itu adalah... nilai historis dan
nilai perlawanannya. sepatu convers telah menjadi lambang perlawanan..
kurt cobain pun juga sering terlihat dalam .......... "imaji-imaji
media" memakai sepatu model converse.. atau yang banyak digunakan anak
skinhead, punk, anak sekolahan dari SD sampai SMA...

sampai akhirnya saya menyadari bahwa.. "Apa yang dulunya sebagai
Perlawanan!"

sekarang menjadi sebuah tren, sebuah gaya, sebuah mode, dan fashion...
..............

saya belum bisa membayang kalau nantinya Dekon Kompatiologi menjadi
sebuah tren, sebuah gaya, sebuah mode, dan fashion...

sampai saat ini saya melihat bahwa kompatiologi adalah perlawanan
terhadap sistem pendidikan, psikologi model kuno, sistem-sistem yang
berdasarkan hapalan bukan pengalaman........ dan lain sebagainya....

dimana sistem yang lain dari kompatiologi diajar untuk mempercayai
sedangkan kompatiologi berusaha merasai, merasakan, dan mempercayai
pengalaman dan analisa sendiri...

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Send pics quick

Share photos while

you IM friends.

Food Lovers

Real Food Group

on Yahoo! Groups

find out more.

Yahoo! Groups

Endurance Zone

b/c every athlete

needs an edge.

.

__,_._,___

RE: [beasiswa] [INFO] undangan NGOBROL & NGOPI bareng: "meraih mimpi masa depan: BEASISWA..!"

Tim, mohon maaf,


Kami mohon bantuan untuk mengirimkan notulen obrolannya melalui email dari milis ini biar kami yang tidak sempat hadir karena jauh di ujung Timur Nusantara dapat membaca sebagai pengetahuan bagi kami berkaitan dengan rencana studi di luar negeri.


Salam,
John
______________________________

From: beasiswa@yahoogroups.com [mailto:beasiswa@yahoogroups.com] On Behalf Of suluhpratita
Sent: Saturday, November 03, 2007 2:31 PM
Subject: [beasiswa] [INFO] undangan NGOBROL & NGOPI bareng: "meraih mimpi masa depan: BEASISWA..!"

Meraih Mimpi Masa Depan: Beasiswa!
("Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu" -Arai)

Di saat biaya pendidikan tinggi di negeri ini terasa kian mahal, berburu beasiswa merupakan pilihan terbaik. Kesempatan memenangkan beasiswa sebenarnya terbuka lebar. Siapapun Anda, yang berusia di bawah 40 tahun, sebenarnya berpeluang untuk memenangkan beasiswa ke luar negeri. Hanya saja, minimnya informasi membuat kesempatan ini seolah hanya dimiliki oleh mereka yang berkecimpung di dunia akademik.

Saat ini informasi beasiswa ke luar negeri sudah dapat dengan mudah diakses melalui internet, baik berupa website maupun milis seperti Milis Beasiswa (http://groups.yahoo.com/group/beasiswa <http://groups.yahoo.com/group/beasiswa> ) atau http://milisbeasiswa.com, <http://milisbeasiswa.com,>

http://beasiswa.blogspot.com, <http://beasiswa.blogspot.com,>

http://scholarship-info.org, <http://scholarship-info.org,> dan lain sebagainya. Persoalannya adalah, bagaimana mempersiapkan diri agar dapat bersaing dan mememangkan beasiswa tersebut?

REGOLjogja bekerjasama dengan Penerbit BENTANG dan toko buku-café MP Bookpoint menggelar forum obrolan "Sembari Minum Kopi" yang akan mengulas tentang perjuangan meraih mimpi memenangkan beasiswa ke luar negeri. Obrolan santai ini akan menghadirkan narasumber utama ANDREA HIRATA, penulis tetralogi Laskar Pelangi yang mendapatkan beasiswa dari Uni Eropa untuk studi Master of Science di Universite de Paris, Sorbonne, Prancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Ia berhasil lulus dengan predikat graduate with distinction atau cum laude dan tesisnya sudah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia sebagai buku Teori Ekonomi Telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia.

Perjuangan Andrea meraih beasiswa dan bagaimana ia menghadapi gegar budaya tinggal di negeri orang dikisahkan secara menarik dalam "Edensor", novel ketiganya. "Edensor" adalah salah satu dari banyak mimpi yang berhasil diwujudkan Andrea. Novel yang sangat inspiratif ini bisa menggugah semangat Anda untuk bermimpi meraih pendidikan tinggi di luar negeri.

Agar mimpi itu segera terwujud, perlu juga menyimak kiat memanangkan beasiswa ke luar negeri yang akan disampaikan oleh PANGESTI WIEDARTI, Ph.D, moderator milis beasiswa.com. Staf pengajar di Fakultas Bahasa & Seni Univ. Negeri Yogyakarta ini menempuh pendidikan Master di Macquarie University, NSW, Australia dan Ph.D di The University of Sydney, Australia. Peraih Satya Lencana Karya Satya dari Presiden R.I pada tahun 2003 ini juga aktif memotivasi studi lanjut ke berbagai universitas, baik di dalam maupun di luar negeri. "Jika orang muda Indonesia mau berusaha, kesempatan menempuh studi pascasarjana dengan beasiswa amatlah banyak," ujarnya memotivasi.

Nah, tunggu apalagi. Obrolan santai yang inspiratif ini sangat sayang untuk dilewatkan. Ingat, jika usia Anda di bawah 40 tahun, Anda berpeluang untuk memenangkan biasiswa dan meraih pendidikan tinggi di luar negeri! So, don't miss it! Bergabunglah bersama dalam forum obrolan kami, Minggu malam 11 November 2007, mulai pukul 18.30 - 21.00 WIB bertempat di MP. Bookpoint, Jl. Kaliurang km 6,8 Kentungan - Yogyakarta. GRATIS, tidak dipungut bayaran.

Untuk informasi lanjut hubungi REGOL www.regoljogja.com (0274.374006 - 0811258438), Penerbit BENTANG www.klub-sastra-bentang.blogspot.com (0274.517373), dan toko buku-café MP Bookpoint (0274.885485).

-> from the desk of suluh pratitasari <-
visit my personal blog at http://suluhpratita.multiply.com <http://suluhpratita.multiply.com>
or my mobile-photoblog at http://matatita.blogspot.com <http://matatita.blogspot.com>
as an anthropologist i built my journal at http://etnografi.net <http://etnografi.net>
and i dedicated this site http://regoljogja.com <http://regoljogja.com> for my beloved hometown jogja


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] Dualisme (sebuah refleksi), -Dunia adalah bagaimana cara kita memandangnya-

Jawaban Vincent Liong untuk email Ario Makaribi.

Subject: Dualisme (sebuah refleksi), -Dunia adalah
bagaimana cara kita memandangnya-
From: "Ario Makaribi" <makaribi@yahoo.com>
To: "Vincent Liong" <vincentliong@yahoo.co.nz>
Date: Sun, 4 Nov 2007 07:29:57 -0800 (PST)
e-link:
http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/2855
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/23040
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/34024

note: email asli dari Ario Makaribi terLampir.
<I = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = I>

"Ario Makaribi" <makaribi@yahoo.com> wrote
1). Saya sudah membaca tulisan pengalaman orang yang
terdekon yang kamu kirimkan kepada saya, dulu sekali
ketika pertama kali saya memasuki millismu. Saya kira
kamu akan mengirimkan tulisan dari sudut pandangmu
tentang proses dekon-kompatiologi.


Vincent Liong answer:
Masalahnya adalah independensi. Ketika penelitian awal
kompatiologi hingga akhirnya ditemukannya metodologi
tekhnikal dekon-kompatiologi, masalah selanjutnya
adalah; Bagaimana menghadapi budaya berpikir keyakinan
adanya perbedaan kasta keberbakatan? Seperti misalnya
guru-murid, bakat-tidak bakat, sakti-tidak sakti,
sensitive-tidak sensitive, jenius-ideot/bodoh, dlsb
menimbulkan masalah yaitu; seseorang menjadi
menganggap pengalaman orang lain yang dianggap lebih
tinggi kasta keberbakatannya dianggap lebih benar,
sehingga dengan mudah diadopsi sebagai pengalaman diri
sendiri. Akibatnya pengalaman yang sifatnya sugesti
diri (menghipnotis diri sendiri) berdasarkan pola dari
orang lain yang dianggap lebih tinggi keberbakatannya,
membunuh/ menghapus pengalaman apa-adanya (sebagaimana
adanya) dari orang tsb. Kebiasaan ini membuat begitu
sulitnya menanamkan pemahaman bahwa segala hal bisa
diperlakukan secara tekhnikal yang artinya dengan
tidak ada kasta-kasta keberbakatan.

Cara satu-satunya adalah dengan sikap pengajar / orang
yang dianggap lebih tinggi keberbakatannya, untuk
hanya membahas hal yang tekhnis saja dan samasekali
tidak membahas pengalaman dan sudutpandang pribadi
berkaitan dengan ilmunya. Kecuali si pengajar telah
yakin bahwa si murid didiknya telah mampu melewati
barrier (garis batas) kasta keberbakatan guru-murid
dan kemudian menganggap si pengajar sekedar sesama
pengguna, yang memiliki kemungkinan keberbakatan yang
sama tingkatannya. Karena pada hal tekhnikal asalkan
hardware dan software sama maka sudah sepatutnya
tingkat kwalitas kemampuan juga akan sama.

Dalam suatu eksperimen di ranah ilmupengetahuan sosial
kemampuan manusia untuk berpikir dan berlogika tidak
seperti mesin yang benda mati atau binatang yang tidak
bersekolah membuat asumsi dapat dengan mudah
berefolusi menjadi kesimpulan melalui kegiatan
berpikir dan berlogika saja tanpa perlu adanya
hubungan dengan realita dunia nyata di luar alam
pikiran. Asumsi boleh saja ada tetapi jangan sampai
itu menjadi satu-satunya (bias ada banyak macam
asumsi) sehingga tidak mematikan pengalaman apa-adanya
(sebagaimana adanya).

"Ario Makaribi" <makaribi@yahoo.com> wrote:
2). Tulisanmu : -Keterpecahan Mental Akibat Benturan
Paradigma, -Dualisme, Politik Adu Domba & Tawuran,
yang kamu kirimkan kepada saya, memang itulah realita
yang saya/ kita rasakan. Tentu saja masih banyak lagi.
Sekolah dan sistem pembelajaran yang dialami sejak
dari kecil adalah membentuk idealisme, membentuk
prinsip-prinsip (yang bagi sebagian orang) sangat kuat
yang tertanam dalam setiap pribadi (-dalam bahasamu
:menanamkan dogma-dogma-). Dan ketika keluar dari
lingkungan akademis tentu saja akan mengalami gesekan
(bahkan mungkin benturan) dengan realita. ini
menimbulkan ketidakharmonisan kehidupan/ dalam
bahasamu -keterpecahan mental-.

Vincent Liong answer:
Kompatiologi memang dibuat untuk mengatasi
permasalahan itu. Permasalahannya adalah pada
paradigma ilmu pengukuran yang digunakan. Ada dua
macam paradigma pengukuran dan konsekwensinya pada
proses pemikiran:

* Paradigma Pengukuran Objective (Monotheisme /
Intuitif)
Pengukuran Objective mengajak orang untuk melihat
sesuatu di luar dirinya sedangkan diri sendiri
dianggap tidak ada. Pendidikan resmi saat ini sangat
terikat dengan pengukuran objective oleh karena itu
pendidikan dilakukan di ruangan no-noice / kelas yang
tidak berisik, perlu ada jarak antara diri sendiri
sebagai pengamat dengan realita, semua orang sekolah
untuk jadi penilai bukan pelaku, maka dari itu tujuan
akhirnya adalah kesimpulan yang ilmiah bukan pemahaman
tentang tekhnis di realita yang ada pola empirisnya.
Matematika yang dipelajari di sekolah juga sangat
objective misalnya: 1 + 1 = 2 ; 2 x 2 = 4 ; 2 : 2 = 1
; 100% + 100% = 200% ; 2 x 100% = 200% ; 100% : 2 =
50%, dlsb. Posisi diri si manusia sebagai pelaku
kegiatan pengukuran dianggap tidak ada.

* Paradigma Pengukuran Subjective (Animisme /
Instingtif)
Pengukuran Subjective mengajak orang untuk melihat
sesuatu sebagai dirinya sendiri yang tunggal. Dalam
proses pengukuran subjective si individu pelaku
pengukuran itu sendirilah yang mengisi peran sebagai
pengukur, sekaligus alat ukurnya sendiri, sehingga
kesimpulan / hasil pengukuran muncul di dalam diri
sendiri, tidak ada object di luar diri si pengukur
yang dijadikan tontonan untuk diamati. Secara
matematisnya misalkan sbb: setengah gelas teh manis
(100%) dicampur dengan setengah gelas cocacola (100%)
maka hasilnya adalah segelas campuran dua macam
minuman tsb yang volumenya satu gelas (100%). Bila
segelas campuran tsb (100%) dibagi dua sama rata maka
hasilnya adalah masing-masing tetap 100% karena
persentase kandungan teh manis dan cocacola di tiap
bagian yang masing-masing bervolume setengah gelas
(bila diasumsikan campuran tsb diaduk hingga
benar-benar merata) adalah sama. Bila volume
masing-masing bahan campuran dikalikan dua maka
persentase kandungan teh manis dan cocacola di
campuran yang dihasilkan tetap sama, begitu pula bila
kemudian dibagi menjadi dua, tiga, dlsb sama banyaknya
atau tidak, maka persentase kandungan teh manis dan
cocacola di tiap bagian tetap sama. Hal ini tidak bisa
diajarkan dengan mudah di ruang kelas pendidikan
resmi, karena hal ini tidak bisa diajarkan melalui
metode ceramah, dimana ada transfer pemahaman dari
pengajar ke murid. Karena dalam pengukuran subjective
yang ada hanya satu individu pelaku pengukuran itu
sendirilah yang mengisi peran sebagai pengukur
sekaligus alat ukurnya sendiri, sehingga kesimpulan /
hasil pengukuran muncul di dalam diri sendiri.

Baik pengukuran subjective maupun pengukuran objective
pada tempatnya masing-masing adalah berguna bagi
manusia, tidak ada yang benar atau salah. Misalnya
bila kita membahas tentang kegiatan pengelihatan yang
dilakukan mata, maka pengukuran objective akan
bercerita tentang asumsi manusia pengamat dalam
memperkirakan bagaimana proses masuknya cahaya hingga
akhirnya data tsb diterima di otak dan menghasilkan
kegiatan pengelihatan; di sisi lain pengukuran
subjective akan bercerita tentang bagaimana mengalami
melihat, tentunya mengalami melihat warna tertentu
tidak bisa diilmiahkan dengan logika, kecuali yang
dibahas adalah asumsi pengamat tentang bagaimana
kira-kira kegiatan melihat tsb terjadi.

"Ario Makaribi" <makaribi@yahoo.com> wrote:
3). kompatiologi (hanya) menjembatani antara
instingtif (pengalaman inderawi-realitas-) dengan
intuitif (idealisme, believe sistem dst), menempatkan
sesuatu sebagaimana adanya bukan sebagaimana
seharusnya. -secara idealis (mungkin) sangat ingin
sekali kamu menyebarkan kompatiologi ini, secara
realitas kamu juga membutuhkan uang. -dan ini adalah
jawaban yang jujur-

Vincent Liong answer:
Peran ini saya harus jalankan sebagai tokoh pendiri
kompatiologi agar ditiru pula oleh para pengguna
kompatiologi, bahwa dalam menjalani hidup kita tidak
bisa melekatkan diri pada salahsatu diantara
instingtif dan intuitif. Bila itu dilakukan maka yang
terjadi hanyalah pelarian dari realita yang komplit
(instingtif dan intuitif). Maka dari itu pengajar
kompatiologi selalu saya ajarkan untuk menentukan
harga dekon-kompatiologi versi masing-masing karena
tanpa harga dalam realita instingtif, maka
pernghargaan dan usaha untuk mempertahankan kwalitas
profesionalitas kerja dalam realita intuitif akan
kurang termotivasi. Jadi dalam praktiknya tidak bisa
membahas dua hal ini menjadi hal yang berdiri
sendiri-sendiri.

"Ario Makaribi" <makaribi@yahoo.com> wrote:
4). apa yang saya rasakan, apa yang saya alami menurut
sudut pandang saya, yang banyak sekali saya tulis baik
lewat cerpen, puisi dan sebagainya, adalah sebuah
refleksi antara apa yang ada dalam diri saya dengan
apa yang ada didunia nyata, maka saya menyebutnya "Dua
sisi dunia", dalam bahasa lagunya "Dunia ini panggung
sandiwara", saya hanya berharap saya bisa terus
menulis dan menulis, terus memperbaiki kualitas
tulisan saya, dan semoga dapat memberikan inspirasi
bagi orang yang membacanya kelak.

Vincent Liong answer:
Dulu ada masanya saya juga menjalankan cara yang sama
seperti yang anda pilih, buat diri anda subjective dan
buat oranglain adalah pengamatan objective. Ada
saatnya saya merasa itu tidak membantu orang lain,
hanya menghibur saja karena orang tsb akan tetap
membutuhkan tulisan dan tokoh saya yang tidak memiliki
hubungan yang relevan untuk realita kecil (individual)
orang itu sendiri. Pada akhirnya saya memilih untuk
bekerja mempersiapkan ilmu yang bisa membuat orang
berdiam di tempatnya masing-masing. Kebetulan di jaman
ini ilmu objective sudah banyak, dunia sangat
kekurangan ilmu subjective. Jadi kita sebagai seniman
yang berniat membantu sesama akhirnya juga harus
berpikir tentang apa yang kira-kira dibutuhkan.

"Ario Makaribi" <makaribi@yahoo.com> wrote:
5). dalam diri setiap orang pasti mempunyai satu
"believe" yang dia pegang selama hidupnya yang ia
jadikan pedoman dalam berjalan, tanpa itu saya kira
bisa jadi akan gelap jalan itu baginya.

Vincent Liong answer:
Believe (intuitif) tetap perlu, tetapi perlu juga
mengalami (instingtif) sehingga antara dua bagian ini
ada hubungan saling mengkoreksi, memperbaiki dan
menyempurnakan. Tanpa sparing partner kita hanya akan
jalan di tempat.

"Ario Makaribi" <makaribi@yahoo.com> wrote:
6). Ketika Newton menemukan fisika-nya pikiran orang
terbuka dan menyadari ternyata alam semesta mirip
seperti apa yang dideskripsikan Newton dan selama ini
pemahaman mengenai itu sama sekali gelap. Kemudian
datang Einstein yang menemukan kelemahan-kelemahan
teori Newton, dan selanjutnya orang-orang menyadari
bahwa alam semesta mirip sekali dengan apa yang
dideskripsikan Einstein, Waktu adalah relatif bukan
mutlak seperti apa yang dikatakan Newton. alam semesta
yang semula tak terjamah dalam suatu batas tertentu
menjadi terang benderang dalam segi-segi tertentu,
yang dulunya gelap. Nanti (mungkin) akan datang orang
lagi yang membaharui fisika itu yang (mungkin) bisa
menerangi segi-segi yang lain yang sekarang masih
gelap.

Vincent Liong answer:
Seperti saya jawab di No.4 setiap kondisi jaman ada
demand-nya masing-masing.

"Ario Makaribi" <makaribi@yahoo.com> wrote:
7). saya tak akan membahas hal tersebut dari sisi
agama ataupun apa yang saya temukan dari kitab suci
yang pernah saya pelajari, karena hal itu mungkin
hanya akan dianggap sebagai dogma, atau menimbulkan
sentimen agama.
8). saya (dulu) selalu tertarik dengan fisika
(terutama relatifitas) karena ini sangat terkait
dengan pengalaman inderawi, realitas yang kita rasakan
sehari-hari dalam lingkungan kita ataupun (lebih luas)
alam semesta ini. Namun semakin saya mendalami dan
mempelajari, pada suatu titik saya berhenti, karena
saya pun menyadari bahwa FISIKA pun pada hakikatnya
masih merupakan "pencarian". Berbeda dengan kamu yang
mengamati gejala kejiwaan orang-orang disekitarmu,
mungkin minatmu masih dalam konteks PSIKOLOGI, namun
pada akhirnya kamu berhenti mendalami dan mempelajari
Psikologi itu karena kamu sadar bahwa psikologi-pun
(mungkin) masih merupakan "pencarian". Lalu kamu
meramu KOMPATIOLOGI. Tapi aku memilih untuk menuliskan
pemikiran-pemikiranku saja.

Vincent Liong answer:
Benar sekali apa yang anda katakan, saya sangat
sependapat. Pendidikan / Jurusan keilmuan resmi saat
ini sangat terikat dengan pengukuran objective oleh
karena itu pendidikan dilakukan di ruangan no-noice /
kelas yang tidak berisik, perlu ada jarak antara diri
sendiri sebagai pengamat dengan realita, semua orang
sekolah untuk jadi penilai bukan pelaku, maka dari itu
tujuan akhirnya adalah kesimpulan yang ilmiah bukan
pemahaman tentang tekhnis di realita yang ada pola
empirisnya. Pengamatan tidak akan pernah ada habisnya
karena apapun bisa diamati oleh kita yang sebagai
pengamat, masalahnya terus mencari bukan berarti
membantu memahami hal yang subjective yaitu diri kita
sendiri. Bagaimanapun seseorang mencari akhirnya dia
akan bertemu dengan jawaban terakhir yaitu dirinya
sendiri sebagai pihak yang mengalami.

"Ario Makaribi" <makaribi@yahoo.com> wrote:
9). Dalam cerita pengalaman orang yang terdekon, jelas
sekali setelah terdekon ia pun menyadari instingtif
yang selama ini tak ia sadari keberadaannya. inipun
menimbulkan sudut pandangnya dalam memandang kehidupan
yang lain dari sebelumnya. Ia pun lebih cepat dalam
mengukur/ menganalisis suatu data/ input kemudian
menjadikannya output sesuai instingtif dirinya.
10). Orang pun berusaha mencapai agar
pemikiran-pemikirannya bisa terus "hidup" tanpa ia
mengabaikan realitas "hidup" nya sendiri.

Vincent Liong answer:
Antara dua bagian ada hubungan saling mengkoreksi,
memperbaiki dan menyempurnakan. Tanpa sparing partner
(pemikiran / mengamati dan realita / mengalami) kita
hanya akan jalan di tempat. Dengan adanya sparing
partner maka proses kontemplasi dan pembelajaran
terjadi secara berkelanjutan. Buku pertama saya
"Berlindung di Bawah Payung" Grasindo:2001 berisi
kontemplasi saya di kelas/tahap proses saya di
tahun-tahun tsb. Seiring dengan perjalanan waktu,
kontemplasi dan pembelajaran tsb semakin berkembang
hingga tahap yang sekarang dan yang akan datang.

Ttd,
Vincent Liong
Jakarta, Senin, 5 November 2007

Email sebelumnya…
Subject: Dualisme (sebuah refleksi), -Dunia adalah
bagaimana cara kita memandangnya-
From: "Ario Makaribi" <makaribi@yahoo.com>
To: "Vincent Liong" <vincentliong@yahoo.co.nz>
Date: Sun, 4 Nov 2007 07:29:57 -0800 (PST)
e-link:
http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/2855
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/23040

http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/34024

<I = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = I>
"Ario Makaribi" <makaribi@yahoo.com> wrote:

1). Saya sudah membaca tulisan pengalaman orang yang
terdekon yang kamu kirimkan kepada saya, dulu sekali
ketika pertama kali saya memasuki millismu. Saya kira
kamu akan mengirimkan tulisan dari sudut pandangmu
tentang proses dekon-kompatiologi.

2). Tulisanmu : -Keterpecahan Mental Akibat Benturan
Paradigma, -Dualisme, Politik Adu Domba & Tawuran,
yang kamu kirimkan kepada saya, memang itulah realita
yang saya/ kita rasakan. Tentu saja masih banyak lagi.
Sekolah dan sistem pembelajaran yang dialami sejak
dari kecil adalah membentuk idealisme, membentuk
prinsip-prinsip (yang bagi sebagian orang) sangat kuat
yang tertanam dalam setiap pribadi (-dalam bahasamu
:menanamkan dogma-dogma-). Dan ketika keluar dari
lingkungan akademis tentu saja akan mengalami gesekan
(bahkan mungkin benturan) dengan realita. ini
menimbulkan ketidakharmonisan kehidupan/ dalam
bahasamu -keterpecahan mental-.

3). kompatiologi (hanya) menjembatani antara
instingtif (pengalaman inderawi-realitas-) dengan
intuitif (idealisme, believe sistem dst), menempatkan
sesuatu sebagaimana adanya bukan sebagaimana
seharusnya. -secara idealis (mungkin) sangat ingin
sekali kamu menyebarkan kompatiologi ini, secara
realitas kamu juga membutuhkan uang. -dan ini adalah
jawaban yang jujur-

4). apa yang saya rasakan, apa yang saya alami menurut
sudut pandang saya, yang banyak sekali saya tulis baik
lewat cerpen, puisi dan sebagainya, adalah sebuah
refleksi antara apa yang ada dalam diri saya dengan
apa yang ada didunia nyata, maka saya menyebutnya "Dua
sisi dunia", dalam bahasa lagunya "Dunia ini panggung
sandiwara", saya hanya berharap saya bisa terus
menulis dan menulis, terus memperbaiki kualitas
tulisan saya, dan semoga dapat memberikan inspirasi
bagi orang yang membacanya kelak.

5). dalam diri setiap orang pasti mempunyai satu
"believe" yang dia pegang selama hidupnya yang ia
jadikan pedoman dalam berjalan, tanpa itu saya kira
bisa jadi akan gelap jalan itu baginya.

6). Ketika Newton menemukan fisika-nya pikiran orang
terbuka dan menyadari ternyata alam semesta mirip
seperti apa yang dideskripsikan Newton dan selama ini
pemahaman mengenai itu sama sekali gelap. Kemudian
datang Einstein yang menemukan kelemahan-kelemahan
teori Newton, dan selanjutnya orang-orang menyadari
bahwa alam semesta mirip sekali dengan apa yang
dideskripsikan Einstein, Waktu adalah relatif bukan
mutlak seperti apa yang dikatakan Newton. alam semesta
yang semula tak terjamah dalam suatu batas tertentu
menjadi terang benderang dalam segi-segi tertentu,
yang dulunya gelap. Nanti (mungkin) akan datang orang
lagi yang membaharui fisika itu yang (mungkin) bisa
menerangi segi-segi yang lain yang sekarang masih
gelap.

7). saya tak akan membahas hal tersebut dari sisi
agama ataupun apa yang saya temukan dari kitab suci
yang pernah saya pelajari, karena hal itu mungkin
hanya akan dianggap sebagai dogma, atau menimbulkan
sentimen agama.

8). saya (dulu) selalu tertarik dengan fisika
(terutama relatifitas) karena ini sangat terkait
dengan pengalaman inderawi, realitas yang kita rasakan
sehari-hari dalam lingkungan kita ataupun (lebih luas)
alam semesta ini. Namun semakin saya mendalami dan
mempelajari, pada suatu titik saya berhenti, karena
saya pun menyadari bahwa FISIKA pun pada hakikatnya
masih merupakan "pencarian". Berbeda dengan kamu yang
mengamati gejala kejiwaan orang-orang disekitarmu,
mungkin minatmu masih dalam konteks PSIKOLOGI, namun
pada akhirnya kamu berhenti mendalami dan mempelajari
Psikologi itu karena kamu sadar bahwa psikologi-pun
(mungkin) masih merupakan "pencarian". Lalu kamu
meramu KOMPATIOLOGI. Tapi aku memilih untuk menuliskan
pemikiran-pemikiranku saja.

9). Dalam cerita pengalaman orang yang terdekon, jelas
sekali setelah terdekon ia pun menyadari instingtif
yang selama ini tak ia sadari keberadaannya. inipun
menimbulkan sudut pandangnya dalam memandang kehidupan
yang lain dari sebelumnya. Ia pun lebih cepat dalam
mengukur/ menganalisis suatu data/ input kemudian
menjadikannya output sesuai instingtif dirinya.

10). Orang pun berusaha mencapai agar
pemikiran-pemikirannya bisa terus "hidup" tanpa ia
mengabaikan realitas "hidup" nya sendiri.

tanks.

Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Best of Y! Groups

Check it out

and nominate your

group to be featured.

Real Food Group

on Yahoo! Groups

What does real food

mean to you?

.

__,_._,___