Rabu, 07 November 2007

[psikologi_transformatif] Re: Komunikasi Antar Kota Antara Si Buta dengan Si Bisu-Tuli

Ha ha ha! (eh, sori, kok jadi Hendrik mode gini?). Katakanlah dua orang ini
pernah tinggal bareng di panti asuhan itu. Secara fisik bisa saling berdekatan.
Tapi gimana yang buta bisa reach out ke yang bisu-tulis kalau 1) dia tak mampu
ngeliat si bisu-tuli, dan 2) dia mau ngomong sambil jerit-jerit pun, si bisu-
tuli tak akan bisa dengar atau jawab. Lalu, bagaimana si bisu-tuli bisa reach
out ke si buta jika 1) dia tak mampu ngomong apa-apa dan denger apa-apa, dan 2)
kalaupun dia bisa ngeliat si buta, si buta tak bisa ngeliat dia.

Nah, kalo telepati masuk sebagai variabel, saya setuju, Mas. Jadi ada
dimensi "para" ikut maen di sini. Tapi,gimana caranya orang buta dan orang bisu-
tuli belajar telepati in the first place? Inborn-kah maksudnya? Juga kalo iptek
diperhitungkan sebagai variabel tambahan, maka ada kemungkinan. Tapi, udah ada
belon alatnya yang bisa memungkinkan si buta di Bandung dan si bisu-tuli di
Jakarta bisa telpon-telponan? Atau masih masuk kategori sci-fi?

Tapi aku jadi tergelitik nih (alias terjerat) kok Mas Harez tertarik untuk cari
tahu jawaban atas pertanyaan itu? Kasus konkretkah, atau cuma teka-teki jahil?
Kalo mau rada serius dikit nih, telponnya mesti pakai kehadiran orang ketiga di
sisi si bisu-tuli. Jadi, si buta ngomong, dan orang ketiga ini menerjemahkan
omongannya ke sign language kepada si bisu-tuli. Lalu, si bisu--tuli nyahut
dalam sign language, dan diterjemahkan oleh orang ketiga ke dalam bahasa verbal
buat si buta. Syaratnya, orang ketiga ini tak boleh ikutan tuna!

manneke

Quoting sinagahp <sinagahp@yahoo.com>:

>
> Eiiitttsss.... siapa bilang ini hil yang mustahal Mas Manneke.
> Uuummpamanya nih,
> persahabatan itu terjadi di salah satu panti asuhan. Si A kemudian
> diasuh
> satu keluarga di Jakarta, sedangkan si B diasuh oleh satu keluarga di
> Bandung
> kan mungkin saja Mas. :)
>
> Kalau cara/wujudnya mungkin saja melalui telepati (?) atau hal-hal yang
> bernuansa spiritual lainnya (mata ke-3 mungkin). Bisa juga
> cara/wujudnya bernuansakan iptek. Begitu Mas maksud saya ... :)
>
> salam,
> harez
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, pradita@... wrote:
> >
> > Balik aja ke awal: gimana sih caranya seorang buta bisa jadi sahabat
> seorang
> > bisu-tuli? Ini kan hil yang mustahal toh, Mas Harez. Lha mau kenalan
> aja udah
> > tak mungkin kok, apalagi jadi sahabat :))
> >
> > manneke
> >
> > Quoting sinagahp sinagahp@...:
> >
> > >
> > > Rekan-rekan Yth.,
> > >
> > > Ada dua orang bersahabat, si A berada di Jakarta dan ia adalah
> seorang
> > > buta, sementara sahabatnya si B yang bisu-tuli, katakanlah berada di
> > > Bandung. Bagaimana cara/wujud komunikasi langsung yang dapat
> dilakukan
> > > oleh kedua orang sahabat tersebut? (Ini urun ide serius tapi
> santai...)
> > >
> > > Adakah di antara rekan-rekan yang mau menyumbangkan gagasan/ide.
> Kalau
> > > ya, mohon jelaskan gagasan/ide anda? Terima kasih sebelumnya. :)
> > >
> > > salam,
> > > harez
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
>
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

Instant hello

Chat over IM with

group members.

Curves on Yahoo!

Share & discuss

Curves, fitness

and weight loss.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] East way of thinking vs East wisdom (Re: Latar Belakang Knowledge Management)


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "was_swas" <was_swas@...> wrote:
>
>
> Hmm.. udah panjang :)
>
> Sejujurnya yang kemarin saya tuliskan itu kesimpulan saya sendiri sih,
> nggak ada teorinya.. HAHAHA.. Tapi, in way, saya rasa tanggapan Bang
> Harez dan Mas Wolker masih sejalan.
>


harez:

Ha..ha..ha..:) Kalau memakai logika dengan baik, kan memang akan bisa nyambung. Tapi bukan berarti kamu mau mengaku-aku bahwa kamu adalah "penemu" perbedaan antara cara berpikir "barat" dengan "timur" kan? ;)  Setahu saya, dalam istilah yang lebih "gaya", barat itu rasional, timur itu estetis.  Pembahasan mengenai hal itu antara lain pernah dikemukakan oleh David Hall dan Roger Ames dalam buku mereka yang berjudul "Thinking Through Confucius" (1987). Buku Richard Nisbett (psikolog dari University of Michigan) yang berjudul "The Geography of Thought: How Asians and Westerners Think Differently ... and Why" (2003) juga cukup menarik untuk dibaca. Menurutnya "karakteristik proses berpikir orang Asia banyak berbeda dengan orang Barat".

Walaupun demikian, menurut saya, di era globalisasi seperti sekarang ini, pada kenyataannya hal tersebut sukar untuk dilihat sebagai dualisme. Keduanya seringkali ditemukan sudah saling mempengaruhi, bahkan sudah bercampur baur.

Di timur sendiri semakin ke sini, ciri rasional juga makin terlihat. Coba bandingkan saja Konfusian dengan Neo Konfusian. :)  Contoh lainnya, kalau kondisi sekarang, antara "mangan ora mangan sing penting ngumpul"  dengan "ngumpul ora ngumpul sing penting mangan", kira-kira yang lebih banyak dipegang dan dijalankan falsafah mana Swas?

Bagaimana kalau hal itu dikaitkan dengan teori hirarki kebutuhan Maslow? :)

Hal yang sebaliknya juga terjadi. Barat yang tadinya sangat berorientasi individualism, sekarang juga cukup banyak menghargai nilai-nilai collectivism. Dalam dunia bisnis, hal ini cukup banyak terlihat. Banyak perusahaan-perusahaan Barat yang mengadopsi prinsip-prinsip dan cara-cara yang dipraktekkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang. Misalnya, perusahaan-perusahaan yang tadinya lebih menekankan profit sebagai ukuran kinerja, sekarang juga mengadopsi pertumbuhan dan penguasaan pangsa pangsar sebagaimana banyak dipraktekkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang. Katanya sih, masyarakat "pemburu" (barat) sekarang juga cukup banyak mengadopsi kebiasaan masyarakat "petani" (timur). :)

salam,
harez

NB:
Habis kejar tayang, bisa juga dong traktir aku Swas .... kalau bisa dengan ongkos taksinya sekalian juga... :)  Sik..a..sik, ada dua orang yang mau traktir ... :)


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "was_swas" <was_swas@...> wrote:
>
>
> Hmm.. udah panjang :)
>
> Sejujurnya yang kemarin saya tuliskan itu kesimpulan saya sendiri sih,
> nggak ada teorinya.. HAHAHA.. Tapi, in way, saya rasa tanggapan Bang
> Harez dan Mas Wolker masih sejalan.
>
> SHP: Walaupun pada dasarnya tidak tepat 100 persen bahwa "barat untuk
> analisas dan berorientasi pemecahan masalah" sedangkan "timur untuk
> pembentukan watak/karakter" , saya setuju pendapatmu. Dalam
> diskusi-diskusi saya dengan almarhum Pak Slamet, dengan manis dan
> harmonis beliau memadukan keduanya.
>
> Selain prinsip "the right man on the right place" sebagaimana yang
> pernah aku tuliskan, "Pembinaan Watak Adalah > Tugas Utama Pendidikan"
> adalah tema lain yang sering dikemukakannya. Dalam hal inilah, berbagai
> "falsafah timur" cukup banyak berperan. Sesuai dengan latar belakangnya,
> pak Slamet banyak mempergunakan "falsafah Jawa". :)
>
> Ya, saya juga nggak sepenuhnya puas dengan rangkuman saya kemarin kok..
> HAHAHAHA.. Tapi kira2 maksud saya seperti itu. Falsafah "Timur" (bukan
> hanya Cina, India, Jepang) lebih banyak ke pembentukan karakter. Sekali
> karakter terbentuk, maka itu terlihat dalam cara berpikir dan bertindak;
> seperti yang sudah diuraikan Mas Wolker dengan bahasa yang lebih baik di
> bawah ini:
>
> WK: Cara berpikir tercermin dalam obrolan, kata-kata yang terucap, cara
> mengambil keputusan, dalam karya-karya, dalam 'kata-kata mutiara' dan
> peribahasa, dst.
>
> Adalah tugas Cendekiawan, Filsuf, Ilmuwan merumuskan 'cara berpikir',
> bukan mengumpulkan dalam suatu keranjang secara sporadik 'kata-kata',
> peribahasa, karya-karya. Inilah yang dimaksud : bukan kata-kata mutiara
> 'timur', bukan 'kearifan timur', bukan 'karya-karya timur' per se (as
> such) yang secara denotatif atau fisikal kita gendong atau kita
> sorong-sorongkan. Tapi Cara atau metode berpikirnya !
>
> Cuma, menurut saya pribadi agak sulit untuk mengajarkan cara/metode
> berpikir timur. Cara berpikir timur itu sebenernya seperti apa sih ya?
> Saya sendiri bingung kalau disuruh menjelaskan. Sebab, menurut saya,
> falsafah2 timur itu banyak bermain di ranah rasa, bukan kognitif,
> sehingga agak susah ditransfer pada orang yang belum/tidak punya rasa
> yang sama. Apalagi kalau dalam kelas besar/jumlah murid massal.
>
> Saya pribadi berpikir bahwa falsafah barat lebih mudah untuk
> ditransferkan secara bersamaan pada sekelompok orang, selama kelompok
> tersebut punya kemampuan kognitif cukup.
>
> Cara mentransfer/membentuk cara berpikir timur ya mungkin dengan berbagi
> cerita dan nasihat. Namun.. cerita dan nasihat itu tujuannya lebih untuk
> membentuk karakter, lebih supaya si pendengar menarik insight-nya
> sendiri. Jadi agak nggak pas kalau secara harafiah untuk kasus nyata ini
> diberikan cerita kearifan yang ini, seolah2 keduanya adalah parity.
>
> Saya ambil contoh cerita "Kakek Bodo Memindahkan Gunung" dari Pak Jusuf.
> Sebagai cerita, saya bisa mengambil moral bahwa jangan sampai kita putus
> asa, karena apa pun yang kelihatannya sia2 mungkin tidak sia2. Orang
> lain bisa mengambil moral yang lain sebagai insightnya. Namun, ini tidak
> banyak gunanya ketika diberikan sebagai [misalnya] saran untuk melakukan
> perubahan pada masyarakat. Mengapa? Masyarakat adalah sesuatu yang
> dinamis, berkembang. Masyarakat tidak seperti gunung, yang walaupun
> besar namun tidak tumbuh. Si Kakek Bodo dan keturunannya bisa jadi
> behasil memindahkan gunung sekian puluh tahun kemudian, namun.. apakah
> hal yang setara bisa diaplikasikan pada mengubah masyarakat? Untuk
> setiap perubahan yang kita lakukan, masyarakat tumbuh beberapa kali
> lipat. Kita akan selalu left behind, karena yang kita hadapi berkembang.
>
> Diperlukan pengolahan lebih mendalam untuk suatu falsafah timur. Dan
> mungkin di situ letaknya falsafah barat yang lebih pragmatis.
>
> BTW, saya nulis gini makin jelas atau makin njelimet sih? HAHAHAHA..
>
> Nyolek Pak Jusuf dikit aaah :)
>
> Buku saya dijual di Fakultas Psikologi UI, gedung baru lantai 1. Kalau
> buku saya tidak tertib dalam berpikir, mana mungkin Yudi Latif dan Pak
> Sarlito mau kasih Kata Pengantar !
>
> Mungkin, Pak, kalau saya sih akan membalik pertanyaan: apakah karena Pak
> Ito dan Pak Yudi mau kasih kata pengantar, maka buku Bapak tertib dalam
> berpikir ;)?
>
> HAHAHAHA.. Bercanda ya, Pak :). Maksud saya gini: buku Bapak pastilah
> berisi sesuatu yang bagus, seperti tulisan2 Bapak selama ini. Bagus
> untuk para pembacanya mendapatkan insight dan [semoga] menjadi lebih
> bijak. Namun.. belum tentu buku yang bagus ini berisi pemikiran yang
> luar biasa. After all, sesuatu yang bagus itu belum tentu sesuatu yang
> tertib berpikir. Tertib merasa juga bisa :) Dan saya rasa kekuatan
> tulisan2 Bapak sih di situ: pada memberikan "nasihat" supaya orang bisa
> belajar lebih bijak. Malah menjadi agak nggak tepat ketika Bapak
> memaksakan memberikan nasihat "praktis" pada kasus2 aktual, karena
> kekuatan Bapak bukan di situ. Untuk kasus aktual, sering nasihat Bapak
> kurang tertib alur berpikirnya :)
>
> Tapi ini pendapat saya pribadi lho, Pak :) Saya tetap suka baca tulisan2
> Bapak, dan melihatnya sebagai sebentuk "chicken soup of the soul" :)
>
> Salam,
>
> PS: Mas Wolker mau ntraktir ya? Hehehe.. Mau-mau aja dooong :). Tapi dua
> minggu ini kayaknya nggak mungkin bergerak deh :) Masih kejar tayang nih
> ;)
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

HDTV Support

on Yahoo! Groups

Help with Samsung

HDTVs and devices

.

__,_._,___

penanganan penderita psikotik (was =Re: [psikologi_transformatif] Re: Biodata /


Mas Goen,

Hati itu sebelah kiri, nurani itu sebelah kanan. Makanya, hati nurani, bukan nurani hati :)

salam,
harez


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "goenardjoadi" <goenardjoadi@...> wrote:
>
> begini lho mbak, nulisnya pakai bulu ayam, yang ditempel ke hati
> dulu, eh hati itu sebelah mana ya? sebelah kiri apa kanan?
>
>
> salam,
> goen
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "ratih ibrahim"
> personalgrowth@ wrote:
> >
> > wah kok bisa sih nulis pake hati?
> > hebatttttttt......................
> > saya sih nulis tuh kalau ga pake pensil, bolpoin, spidol, areng....
> > kalau yang ini, bukan nulis, tapi ngetik
> > hehehehheheheeeee......
> >
> > bude Tih
> >
> > On 11/7/07, goenardjoadi goenardjoadi@ wrote:
> > >
> > > dari hatiku yang terdalam hahahhahaha,
> > >
> > > apa karena nulisnya pakai hati, makanya gak digigit?
> > >
> > > salam,
> > > goen
> > >
> > > --- In
> psikologi_transformatif@yahoogroups.com<psikologi_transformatif%
> 40yahoogroups.com>,
> > > "sinagahp"
> > > <sinagahp@> wrote:
> > > >
> > > >
> > > > Dimana hati nurani anda Mas Goen? Pakai iri-iri segala .... :)
> > > > Ha..ha..ha.. :)
> > > >
> > > > salam,
> > > > harez
> > > >
> > > >
> > > > --- In
> psikologi_transformatif@yahoogroups.com<psikologi_transformatif%
> 40yahoogroups.com>,
> > > "goenardjoadi"
> > > > <goenardjoadi@> wrote:
> > > > >
> > > > > Mbak Ratih,....
> > > > >
> > > > > saya ini ada rasa iri lho.... kalau tulisan Mbak ratih,
> tulisan
> > > > > Swastinika, tulisan Pak Posma, apalagi tulisan Pabrik T pasti
> > > > > langsung direnspon.
> > > > >
> > > > > Tapi tulisanku........ bolak balik aku nulis, terakhir soal
> > > > > konseling mengapa bisa timbul persekongkolan mencaci-maki
> > > vincent?
> > > > > dan tulisan soal pleaseeeee help,
> > > > >
> > > > > gak dibalas,
> > > > >
> > > > > malah setelah ditimpali oleh Mbak ratih malah dibalas,
> > > > >
> > > > > observasi saya,.... ketika saya menulis, anjingnya vincent
> gak
> > > > > marah, atau bisa dibilang bukan anjing, tapi kam.....
> > > > >
> > > > > ketika Mbak ratih yang menulis, anjingnya keluar, Rotweiler.
> > > > >
> > > > > aneh ya?
> > > > >
> > > > > salam,
> > > > > goen
> > > > >
> > > > > --- In
> psikologi_transformatif@yahoogroups.com<psikologi_transformatif%
> 40yahoogroups.com>,
> > > "ratih ibrahim"
> > > > > personalgrowth@ wrote:
> > > > > >
> > > > > > eh,
> > > > > > kok berasa sendiri??????
> > > > > >
> > > > > > apakah kamu merasa menjadi salah satu subyek dari tulisan
> saya
> > > > > dibawah ini,
> > > > > > nak?
> > > > > > ckckckckckckkkk..........
> > > > > > *makin iba sama kamu*
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > btw,
> > > > > > email jawabanmu ini siapa yang menulis?
> > > > > > dirimu??? - rasanya bukan. mengapa? terlalu cerdas untuk
> > > > > ukuranmu....
> > > > > > alter egomu?? - please........ *geli banget*
> > > > > > bapakmu?
> > > > > > ibumu?
> > > > > > anjingmu?
> > > > > > tuyulmu?
> > > > > >
> > > > > > sudahlah....
> > > > > > minum saja obatnya deh...
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > >
> > >
> > >
> > >
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Groups

Women of Curves

Discuss food, fitness

and weight loss.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Peribahasa Indonesia (East way of thinking vs East wisdom)


Pak Jusuf,
       
Beliau memang "Pendekar Rajawali Sakti" dan toa suheng dari Psi Ko Pai. Saya mengaguminya. :)
       
salam,
harez


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Jusuf Sutanto <jusuf_sw@...> wrote:
>
> Pak Harez,
> Huah anda dokumentasinya lengkap juga ya !
> Anda ingat di UI ada Kampanye Dialogis Pemilu 2004. Brosur nya itu bersumber pada buku Fuad Hassan, mengapa ?
> Karena tujuan Pemilu bukan hanya membangun kelembagaan, tapi kesadaran bahwa kami - kalian - mereka hrs sadar akan adanya KITA atau Res-publica. Atas dasar itu maka Fakultas Psikologi diminta membuat brosurnya.
> Semua kontestan sebelum naik pentas, diberi briefing dulu mengenai hakikat Pemilu sebagai mass education.
> Tapi karena semua sibuk mengejar setoran, maka akhirnya jualan kecap aja.
> Yang bisa menangkap justeru komunitas diplomatik sehingga Pak Fuad diminta bicara di Deplu di hadapan para Dubes karena PBB sendiri sedang mencari modus operandi. Itulah sebabnya muncul buku Kami dan Kita edisi Inggris.
> Ketika diluncurkan di UI, saya hadir dan memberikan julukan beliau sebagai " Kembalinya Pendekar Rajawali Sakti "
>
> Salam,
> Jusuf Sutanto
>
> ----- Pesan Asli ----
> Dari: sinagahp sinagahp@...
> Kepada: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> Terkirim: Rabu, 7 November, 2007 10:32:23
> Topik: [psikologi_transformatif] Re: Peribahasa Indonesia (East way of thinking vs East wisdom)
>
>
> Pak Jusuf,
>
> Terima kasih atas kisah Kakek Bodoh Memindahkan Gunungnya. :)
>
> Ijinkan saya mengutip tulisan pak Fuad yang berjudul "Pokok-pokok Bahasan Mengenai Budaya Nusantara Indonesia", yang terkait dengan Kongres Kebudayaan V pada bulan Oktober 2003 di Bukittinggi, Sumatera Barat. Pada butir 5, pak Fuad antara lain mengemukakan sebagai berikut:
>
> 5)
> Demikianlah gambaran mengenai penjelmaan pluralime budaya Nusantara dan
> transsendensinya sebagai kebudayaan nasional Indonesia. Kebhinekaan budaya Nusantara
> Indonesia adalah kenyataan yang justru mengukuhkan identitas Indonesia sebagai
> satuan budaya yang khas. Kebhinnekaan tersebut merupakan kekayaan budaya yang
> unsur-unsurnya seharusnya saling dipersandingkan, dan sekali-kali
> bukan saling dipertandingkan. Dalam persandingan, setiap unsur mungkin
> memiliki aspek-aspek yang memperkaya unsur-unsur budaya lainnya. Karena kebudayaan
> juga merupakan manifestasi berbagai gagasan dan nilai-nilai, maka dalam persandingan
> itu terjadilah proses saling-mengenal
> yang dapat meningkatkan wawasan (insight promoting), dan pada
> gilirannya menumbuhkan saling-apresiasi. Kebhinnekaan itu juga bisa menjadi
> bahan perbandingan, antara lain untuk menemukan berbagai persamaan pandangan
> hidup yang erat kaitannya dengan nilai kebijakan dan kebajikan (wisdom and
> virtue). Studi komparatif itu bisa dilakukan antara lain melalui perbandingan
> peribahasa, pepatah, petuah, legenda, mitos, adat-istiadat, dsb.
> Sumber: http://www.kongresb ud.budpar. go.id/Pokok_ pokok_bahasan. htm
>
> salam,
> harez
>
>
> --- In psikologi_transform atif@yahoogroups .com, Jusuf Sutanto jusuf_sw@ wrote:
> >
> > ----- Pesan Asli ----
> > Dari: sinagahp sinagahp@
> > Kepada: psikologi_transform atif@yahoogroups .com
> > Terkirim: Selasa, 6 November, 2007 10:00:17
> > Topik: [psikologi_transfor matif] Peribahasa Indonesia (East way of thinking vs East wisdom)
> >
> >
> >
> > WK:
> > Saya ingin mengatakan bahwa 'kata- kata mutiara ketimuran' dan 'nasihat-nasihat ketimuran' tidaklah terlalu menarik untuk dimunculkan dalam wacana ilmu pengetahuan. Yang lebih utama untuk digali adalah cara atau metode berpikir "timur". "Timur" sebagai nasihat-nasihat tidaklah terlalu penting.
> >
> > Yang menurut teman tersebut yang istimewa adalah Timur sebagai disiplin
> > berpikir alternatif. Cara berpikir timur : holistik, melihat interkoneksi antara bagian-bagian, melihat baik Yin maupun Yang, non- linier. (catatan :umumnya yang diartikan timur adalah China, Jepang dan India; Jawa lain lagi : mengutamakan kehalusan rasa).Mari kita gali terus Cara Berpikir Timur !
> > ============ =======
> > Dunia pendidikan Kepemimpinan mengenal VISIONARY LEADERSHIP. Banyak buku tebal ditulis pakar Barat dan Sekolah Management membahas soal ini. Tapi hanya dengan seketika orang dicerahkan oleh dongeng sbb.
> >
> > Inilah jurus Bu Tong Pai " 4 tael melawan 1000 kati "
> >
> >
> >
> >
> >
> > Kakek Bodoh
> > Memindahkan Gunung
> >
> >
> >
> >
> >
> > Alkisah hiduplah seorang
> > kakek bersama dengan anak, mantu dan cucu-cucunya di sebuah dusun. Ia dikenal
> > dengan nama Kakek Bodoh karena kesederhanaannya dalam dalam cara berpikir dan
> > bergaul dengan lingkungannya. Rumahnya berhadapan dengan 2 (dua) gunung yang
> > harus dilaluinya setiap pagi untuk pergi ke pasar menjual hasil pertaniannya
> > dan kembali lagi membawa barang-barang kebutuhan hidupnya, sehingga jarak yang
> > seharusnya dekat, menjadi jauh dan baru bisa kembali ke rumahnya pada petang
> > hari. Pada suatu hari ia memanggil seluruh keluarganya dan mengadakan rapat
> > untuk membahas dan akhirnya sepakat untuk menyetujui usulnya untuk menggali dan
> > memindahkan gunung. Keesokan harinya mereka semua mulai bekerja !
> >
> >
> > Khabar itu terdengar sampai ke
> > kampung-kampung di sekitarnya sehingga datanglah seorang kakek yang karena
> > pintarnya dikenal sebagai Kakek Pintar. Ia menggeleng-gelengka n kepalanya
> > mendengar berita itu, lalu bergegas menemui Kakek Bodoh dan menegur : â€Å" Bagaimana kamu bisa memindahkan gunung
> > dengan hanya beberapa orang saja ? Kamu melakukan hal yang sia-sia saja dan
> > sampai matipun tidak akan bisa menyelesaikannya
> > ! â€Å". Kakek Bodoh itu dengan enteng menjawab : â€Å" Meski gunung itu besar,
> > ia tidak bisa tumbuh. Digali sedikit, akan berkurang sedikit. Memang lama
> > sekali, tapi keluargaku akan turun temurun tinggal di sini. Kalau anak-anak
> > saya mati, masih ada cucu-cucu yang meneruskannya, demikian seterusnya …dan
> > setelah melalui beberapa generasi, pasti gunung itu akan habis digali. Kalau
> > gunung itu bisa dipindahkan, maka bukan hanya keluarga kami saja yang merasakan
> > manfaatnya, juga dusun-dusun di sekitarnya karena mereka tidak perlu lagi
> > bersusah payah naik â€" turun gunung yang memerlukan waktu lama â€Å".
> >
> >
> >
> >
> > Kabar itu tersebar ke seluruh
> > dusun di sekitarnya sehingga penduduknya
> > datang berbondong-bondong untuk membantu. Dalam waktu yang tak terlalu
> > lama kedua gunung itu bisa dipindahkan dan disaksikan oleh Kakek Bodoh itu. ( Jusuf Sutanto, "Spiritual Wisdom ", Hikmah / Mizan )
> >
> >

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Endurance Zone

on Yahoo! Groups

Groups about

better endurance.

Yahoo! Groups

Special K Challenge

Learn how others are

shedding the pounds.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Senandung Terang Bulan


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, as as <as2004as_as@...> wrote:
> PS.
> Musikmu menggelorakan cintaku.
> hehehe

harez:

Bukannya cintanya Mas As As memang bergelora terus ? Ha..ha..ha.. :)

Senang berkenalan dengan Mas As As yang romantis.

salam,
harez


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Best of Y! Groups

Check out the best

of what Yahoo!

Groups has to offer.

.

__,_._,___

penanganan penderita psikotik (was =Re: [psikologi_transformatif] Re: Biodata /

begini lho mbak, nulisnya pakai bulu ayam, yang ditempel ke hati
dulu, eh hati itu sebelah mana ya? sebelah kiri apa kanan?

salam,
goen

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "ratih ibrahim"
<personalgrowth@...> wrote:
>
> wah kok bisa sih nulis pake hati?
> hebatttttttt......................
> saya sih nulis tuh kalau ga pake pensil, bolpoin, spidol, areng....
> kalau yang ini, bukan nulis, tapi ngetik
> hehehehheheheeeee......
>
> bude Tih
>
> On 11/7/07, goenardjoadi <goenardjoadi@...> wrote:
> >
> > dari hatiku yang terdalam hahahhahaha,
> >
> > apa karena nulisnya pakai hati, makanya gak digigit?
> >
> > salam,
> > goen
> >
> > --- In
psikologi_transformatif@yahoogroups.com<psikologi_transformatif%
40yahoogroups.com>,
> > "sinagahp"
> > <sinagahp@> wrote:
> > >
> > >
> > > Dimana hati nurani anda Mas Goen? Pakai iri-iri segala .... :)
> > > Ha..ha..ha.. :)
> > >
> > > salam,
> > > harez
> > >
> > >
> > > --- In
psikologi_transformatif@yahoogroups.com<psikologi_transformatif%
40yahoogroups.com>,
> > "goenardjoadi"
> > > <goenardjoadi@> wrote:
> > > >
> > > > Mbak Ratih,....
> > > >
> > > > saya ini ada rasa iri lho.... kalau tulisan Mbak ratih,
tulisan
> > > > Swastinika, tulisan Pak Posma, apalagi tulisan Pabrik T pasti
> > > > langsung direnspon.
> > > >
> > > > Tapi tulisanku........ bolak balik aku nulis, terakhir soal
> > > > konseling mengapa bisa timbul persekongkolan mencaci-maki
> > vincent?
> > > > dan tulisan soal pleaseeeee help,
> > > >
> > > > gak dibalas,
> > > >
> > > > malah setelah ditimpali oleh Mbak ratih malah dibalas,
> > > >
> > > > observasi saya,.... ketika saya menulis, anjingnya vincent
gak
> > > > marah, atau bisa dibilang bukan anjing, tapi kam.....
> > > >
> > > > ketika Mbak ratih yang menulis, anjingnya keluar, Rotweiler.
> > > >
> > > > aneh ya?
> > > >
> > > > salam,
> > > > goen
> > > >
> > > > --- In
psikologi_transformatif@yahoogroups.com<psikologi_transformatif%
40yahoogroups.com>,
> > "ratih ibrahim"
> > > > personalgrowth@ wrote:
> > > > >
> > > > > eh,
> > > > > kok berasa sendiri??????
> > > > >
> > > > > apakah kamu merasa menjadi salah satu subyek dari tulisan
saya
> > > > dibawah ini,
> > > > > nak?
> > > > > ckckckckckckkkk..........
> > > > > *makin iba sama kamu*
> > > > >
> > > > >
> > > > > btw,
> > > > > email jawabanmu ini siapa yang menulis?
> > > > > dirimu??? - rasanya bukan. mengapa? terlalu cerdas untuk
> > > > ukuranmu....
> > > > > alter egomu?? - please........ *geli banget*
> > > > > bapakmu?
> > > > > ibumu?
> > > > > anjingmu?
> > > > > tuyulmu?
> > > > >
> > > > > sudahlah....
> > > > > minum saja obatnya deh...
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > >
> >
> >
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Yahoo! Groups HD

The official Samsung

Y! Group for HDTVs

and devices.

Yahoo! Groups

Join a Health

& Fitness Group

or create your own.

.

__,_._,___

penanganan penderita psikotik (was =Re: [psikologi_transformatif] Re: Biodata /

berarti saya ini ibarat tukang pos, yang kalau yang lain masih bisa
digigit anjing, tapi ternyata tukang pos nya tidak ada tujuan yang
jelas, mau apa? mau ngasih surat, apa mau gebukin anjing?
anjingnya bingung......

salam,
goen

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "ratih ibrahim"
<personalgrowth@...> wrote:
>
> wah Goen
> kamu memang harus ngiri nihhhhhhhhhhhh...........
> begitu gue yang posting langsung di respon lho...
> heheheheheeee.....
>
> segera lagi...
> *meringis lebarrrrrrrrr*
>
>
> On 11/7/07, vincentliong <vincentliong@...> wrote:
> >
> > Jawab Vincent Liong:
> >
> > Karena dalam diri Goenardjoadi memang sudah ada bakat jadi orang
> > licin. Hati Nurani pun hanya menyuruh orang lain tetapi diri
sendiri
> > tidak mampu. Hal ini tidak bisa disembuhkan, jadi tidak perlu
diberi
> > perhatian.
> >
> > Kalau yang lain saya lihat masih ada kemungkinan bisa ditolong
agar
> > tidak ngaco lagi, at least mereka masih punya tujuan meski
tujuannya
> > sudah tercuciotak. Kalau Goenardjoadi tidak ada tujuan yang jelas
> > hanya mencari keuntungan dengan menghalalkan apa aja termasuk
> > berpura-pura dengan bicara Hati Nurani.
> >
> > Ttd,
> > Vincent Liong
> >
> > e-link:
> >
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/34237
> > --- In
psikologi_transformatif@yahoogroups.com<psikologi_transformatif%
40yahoogroups.com>,
> > "goenardjoadi"
> > <goenardjoadi@> wrote:
> >
> > dari hatiku yang terdalam hahahhahaha,
> >
> > apa karena nulisnya pakai hati, makanya gak digigit?
> >
> > salam,
> > goen
> >
> > > --- In
psikologi_transformatif@yahoogroups.com<psikologi_transformatif%
40yahoogroups.com>,
> > "sinagahp"
> > > <sinagahp@> wrote:
> > > >
> > > >
> > > > Dimana hati nurani anda Mas Goen? Pakai iri-iri
segala .... :)
> > > > Ha..ha..ha.. :)
> > > >
> > > > salam,
> > > > harez
> > > >
> > > >
> > > > --- In
psikologi_transformatif@yahoogroups.com<psikologi_transformatif%
40yahoogroups.com>,
> > "goenardjoadi"
> > > > <goenardjoadi@> wrote:
> > > > >
> > > > > Mbak Ratih,....
> > > > >
> > > > > saya ini ada rasa iri lho.... kalau tulisan Mbak ratih,
tulisan
> > > > > Swastinika, tulisan Pak Posma, apalagi tulisan Pabrik T
pasti
> > > > > langsung direnspon.
> > > > >
> > > > > Tapi tulisanku........ bolak balik aku nulis, terakhir soal
> > > > > konseling mengapa bisa timbul persekongkolan mencaci-maki
> > > vincent?
> > > > > dan tulisan soal pleaseeeee help,
> > > > >
> > > > > gak dibalas,
> > > > >
> > > > > malah setelah ditimpali oleh Mbak ratih malah dibalas,
> > > > >
> > > > > observasi saya,.... ketika saya menulis, anjingnya vincent
gak
> > > > > marah, atau bisa dibilang bukan anjing, tapi kam.....
> > > > >
> > > > > ketika Mbak ratih yang menulis, anjingnya keluar,
Rotweiler.
> > > > >
> > > > > aneh ya?
> > > > >
> > > > > salam,
> > > > > goen
> > > > >
> > > > > --- In
psikologi_transformatif@yahoogroups.com<psikologi_transformatif%
40yahoogroups.com>,
> > "ratih ibrahim"
> > > > > personalgrowth@ wrote:
> > > > > >
> > > > > > eh,
> > > > > > kok berasa sendiri??????
> > > > > >
> > > > > > apakah kamu merasa menjadi salah satu subyek dari
tulisan saya
> > > > > dibawah ini,
> > > > > > nak?
> > > > > > ckckckckckckkkk..........
> > > > > > *makin iba sama kamu*
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > btw,
> > > > > > email jawabanmu ini siapa yang menulis?
> > > > > > dirimu??? - rasanya bukan. mengapa? terlalu cerdas untuk
> > > > > ukuranmu....
> > > > > > alter egomu?? - please........ *geli banget*
> > > > > > bapakmu?
> > > > > > ibumu?
> > > > > > anjingmu?
> > > > > > tuyulmu?
> > > > > >
> > > > > > sudahlah....
> > > > > > minum saja obatnya deh...
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > >
> > >
> >
> >
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Women of Curves

on Yahoo! Groups

A positive group

to discuss Curves.

.

__,_._,___