Selasa, 27 November 2007

[psikologi_transformatif] Re: bible yg lucu (1)..iye, lucu bangeeet!

Kebohongan dan kejujuran tak bisa jalan hand-in-hand, Goblok! Hanya orang
mental tak waras yang menggatuk-gatukkan dua hal ini, dan contohnya ya elo ini.
Elo ngaku cinta agama loe? Ha ha ha ha ha, kalo ini sih kasus kegoblokan yang
bergatuk dengan keculasan. Yang elo lakukan selama ini bukan mengekspresikan
cintamu pada agamamu,melainkan kebencianmu pada agama orang lain. Apa ini cara
yang diajarkan agamamu untuk menyatakan cintamu pada agama itu?

Kalo mau ngomong Yesus, bekali diri dulu deh dengan pengetahuan yang bener.
Kalo ngrambayng brgini, bikin malu diri sendiri. Makin keliatan bodohnya...

ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...

manneke

Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@yahoo.com>:

> hahahah......hahahaha...hahahah....itu artinya kamu mau kebohongan atau kamu
> sadar dan mungkin bangga hidup dalam kebohongan akan keyakinan yg kamu
> anut... dimana nilaimu sebagai manusia...???.. saya mencintai dan menganut
> agama saya sebab saya memiliki pengetahuan tentang itu.. jadi saya akan
> berusaha menjawab pertanyaan jika memungkinkan (tidak sibuk atau lagi malas)
> hahahaha.....hahahha......hahhah..... kalau memang agama saya benar dan agama
> kamu salah lalu kenapa saya tidak boleh mengatakan jika saya memilih bukti yg
> bisa kamu terima...???
>
> yesus mengaku tuhan yg dimaksud bangsa israel lalu dia mengutip perjanjian
> lama yg berasal dari agama yahudi tetapi kok dia mengaku tuhan dan anak tuhan
> yg tidak ada dalam perjanjian lama...??? apakah yesus itu tidak membanting
> agama yahudi...?????????????
>
> pradita@telus.net wrote:
> Orang kristen sudah lama bersikap jujur tentang kitab sucinya
> sendiri. Tinggal
> Anda yang Islam ini sudah bersikap jujur juga belon pada kitab suci Anda? Kok
>
> jadi sibuk meributkan kejujuran orang Kristen?
>
> Versi Bible yang majeumuk muncul setelah Reformasi Protestan. Reformasi ini
> pun
> awalnya lebih bersifat politik daripada religius, sebagai akibat intervsni
> para
> padri ke dalam politik secara overdosis. Tapi, kemajemukan kitab itu tak
> membuat orang kristen panik atau kehilangan percaya diri. Tak perlu
> refot-refot
> membuktikan mana yang lebih asli. Bisa dibandignkan kok, dan ajaran-ajaran
> intinya sama. Detil banyak berbeda, tapi detil ya tinggal detil. Apa kalo
> satu
> kitab bilang nabi Daud bugil, sementara kita lain tak bilang apa-apa soal
> itu,
> lalu keimanan kristen bubar? Sempit banget ngeliatnya, Ndrik.
>
> Jadi, kesimpulannya, yang suka panik dan nggak pede siapa dong? Masa demi
> mendongkrak kepercayaanmu sendiri pada agamamu harus ambil jalan muter dengan
>
> cara membanting agama orang lain? Ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha... kayak
> anak
> kecil aja.
>
> manneke
>
> Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@yahoo.com>:
>
> > Mulai tahun 1582 di Rheims, Bible diterjemahkan dari bahasa Latin
> berdasarkan
> > Bible Versi Tyndale. (Yang digunakan Gereja Katolik Rom) juga dikenali
> > sebagai Roman Katolik Version. Ini merupakan versi bible yang tertua yang
> > dikenal.
> >
> > Sejak itu sebanyak 4 kali terjemahan telah dibuat. Pada tahun 1611 King
> > James I telah memerintahkan supaya dilakukan penulisan ulang karena
> > terdapatnya pertentangan yang meragukan. Versi penulisan ulang ini kini
> > dinamakan King James Version (KJV) yaitu dengan tidak memasukkan 7 buku
> kecil
> > (bab). Versi ini selanjutnya dirilis ulang pada tahun 1881 dan
> diperbaharui
> > pada tahun 1952 dan 1971. kedua Versi terakhir ini dinamakan Revised
> > Standard Version (RSV).
> >
> > Collin yaitu percetakan yang mengeluarkan Revised Standard Version ( RSV )
> > melaporkan bahwa :
> >
> > "Meskipun begitu, Versi Raja James memiliki cacatan-cacat yang serius, dan
> > cacat ini ada terlalu banyak dan terlalu serius sehingga satu penulisan
> ulang
> > masih benar-benar diperlukan."
> >
> > Pada masa kini terdapat lebih kurang 1.500 naskah Bible pelbagai bahasa,
> > telah diterjemahkan ke dalam bahasa ibu suatu negara dan ethniknya.
> Bagaimana
> > pula jauhnya penyimpangan mengingat keterbatasan kosakata setiap bahasa?
> Dan
> > manakah yang bisa dijadikan standar pengajaran?
> >
> >
> > Umat Kristian sendiri ada yang secara jujur dan arif mengakui bahwa Injil
> > telah dinodai oleh tangan mereka sendiri. Bagaimanakah umat Kristian di
> > Indonesia, apakah berani sejujur ini ? :
> >
> > 1. The Bible Society Of Singapore, Malaysia & Brunei 1987 Perjanjian
> Baharu
> > Berita Baik Untuk Manusia Moden Pendahuluan
> >
> > "…….Walaupun kandungan kitab-kitab ini berlainan, tetapi diseluruh kitab
> > ini pokok fikirannya satu. Kesatuannya ialah bahwa kasih Allah telah
> > dinyatakan kepada manusia dengan perantaraan Yesus Kristus.
> >
> > "Tiap-tiap kitab didahului oleh pendahuluan, yang menerangkan pokok
> > fikiran dan garis besar kitab itu. Ayat yang ditandai dengan [ ]
> > bererti ayat tersebut tidak terdapat pada naskah perjanjian Baharu yang
> > tertua dan terbaik.
> >
> > Contoh ayat yang memiliki tanda [ ] dalam Perjanjian Baru :
> >
> > 1. Matius 6 : 13
> > … [ Engkaulah raja engkaulah,dan engkaulah yang mempunyai kuasa dan
> > kemuliaan selama-lamanya ]
> >
> > 2. Matius 23 : 14
> > [ alangkah dasyatnya bagi kamu guru-guru Taurat dan orang Farisi : kamu
> > munafik! , kamu memperdayakan janda-janda dan merampas rumah-rumah mereka,
> > lalu berpura-pura berdoa panjang-panjang, sebab itu, hukuman kamu akan
> > menjadi lebih berat.! ]
> >
> > 3. Markus 7 : 15
> > [ Sebab itu, jika kamu bertelinga, dengarkanlah! ]
> >
> > 4. Markus 10 : 44 & 46
> > [ Di sana ulatnya tidak mati-mati dan apinya tidak padam-padam ] 44 [ Di
> > sana ulatnya tidak mati-mati dan apinya tidak padam-padam ] 46
> >
> > 5. Lukas 17 : 36
> > [ Dua orang laki-laki yang sedang berada di ladang : seorang akan , dan
> > seorang lagi ditinggalkan ]
> >
> > 6. Lukas 22 : 19 – 20
> > " inilah tubuhku [ yang diberikan untuk kamu. Buatlah sedemikian untuk
> > memperingati aku." ………. "cawan ini ialah perjanjian Allah yang Baharu,
> yang
> > dimenteraikan dengan darahku, darah yang ditumpahkan untuk kamu ]
> >
> > 7. Lukas 22 : 43 – 44
> > [ Seorang malaikat tampak kepadanya dan menguatkannya karena penderitaan
> > nya lebih tekun lagi dia berdoa, sehingga peluhnya menitik ke tanah
> seperti
> > darah. ]
> >
> > 8. Lukas 23 : 17
> > [ Pada tiap perayaan paskah, Pilatus melepaskan seorang tahanan bagi
> rakyat
> > ]
> >
> > Bukti di atas merupakan sebagian saja yang telah ditambah dan berapakah
> > jumlah ayat yang telah ditambah / dikurangkan sebenarnya? Tidak diketahui
> > jumlahnya !. Sejarah telah jujur dan nyata membuktikan bahwa Injil telah
> > mengalami banyak perubahan selama berabad-abad. The Revised Standard
> Version
> > 1952 & 1971, The New American Standart Bible dan The New World
> Transalation
> > Of The Holly scriptures telah menghapuskan beberapa ayat dalam The King
> > James Version. Reader's Digest telah mengurangi isi kandungan Kitab
> > Perjanjian Lama sebanyak 50 % dan Kitab Perjanjian Baru sebanyak 25 %.
> >
> > Persoalan yang timbul di sini ialah :
> > - Dari mana datangnya ayat di atas ?
> > - Siapa yang mengarang ayat tersebut ?
> > - Sebenarnya ayaqt mana saja yang masih perlu diuji kesahihannya?
> >
> >
> > "Di antara mereka itu ada satu golongan yang memutar belitkan lidahnya
> > dengan (membaca) Kitab supaya kamu kira bahwa kitab itu dari Allah padahal
> > ianya bukanlah dari sisi Allah dan sedang mereka berdusta terhadap Allah
> > sedang mereka mengetahui...." (Surah 3:78)
> >
> > Contoh peristiwa besar yang bertentangan dengan akal atau ayat yang
> > saling bertentangan :
> >
> > 1. Nabi Daud berzina dengan istri orang lain
> > II Samuel 11 : 4-5
> >
> > "Dan Nabi Daud mengantar para utusan, dan mengambilnya (isteri Uriah);
> lalu
> > ia datangi dan tidur bersama maka setelah perempuan itu membersihkan
> dirinya,
> > lalu kembali ke rumahnya. Dan wanita itu telah hamil, lalu mengirim dan
> > memberitahu Daud dan katanya saya bersama bayi".
> >
> > Mungkinkah ini ayat dari Allah? Atau ditulis oleh rasul suci ? Berpikirlah
> > !
> >
> > 2. Nabi Nuh Mabuk dan Bugil
> > Kejadian 9 : 23 – 24
> >
> > " Dan Shem dan Japhet mengambil sehelai pakaian, dan meletakan di atas
> bahu
> > mereka, dan berjalan undur ke belakang dan menutup tubuh bapanya yang
> > telanjang dan muka mereka membelakangi bapa mereka agar tidak melihat
> tubuh
> > bapa mereka yang bugil itu. Dan Nuh tersadar dari araknya, dia tahu apa
> yang
> > telah dilakukan oleh kedua anaknya".
> >
> > Apakah Allah mengutus Nabi Nuh yang digambarkan berperilaku seperti itu ?
> > Berpikirlah ! Mungkinkah ini penyelewengan yang dilakukan Yahudi untuk
> > menyesatkan kaum kristian?
> >
> > 3. Kematian Yudas Pengkhianat, bandingkan !
> >
> > Matius 27 : 3 - 5
> > "… Bila Yudas melihat Yesus telah dijatuhkan hukuman mati, dia menyesal
> > lalu dia mengembalikan 30 uang perak upahnya kepada imam Yahudi; dan
> berkata
> > : Aku telah berdosa mengkhianati orang yang tidak berdosa sehingga dihukum
> > mati. Yudas melempar uang itu ke dalam bilik sembahyang , lalu dia
> > menggantungkan diri.
> >
> > Kisah Para Rasul 1 : 18 – 19
> > Apa yang terjadi yaitu dengan uang yang diterima Yudas dari perbuatannya
> > yang jahat itu, dia membeli sebidang tanah. Di situ dia tersungkur mati.
> > Badannya terbelah dan perutnya terburai. Semua orang yang tinggal di
> > Yerusalem mendengar kejadian ini."
> >
> > 4. Misteri Malkisedik
> >
> > Ibrani 7 : 1 – 3 : "Adapun Malkisedik itu, yaitu raja di Salem dan Imam
> > Allah Taala, yang sudah berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim kembali
> > daripada menewaskan raja-raja lalu diberkatinya Ibrahim." "Kepadanya juga
> > Ibrahim sudah memberi bagian sepuluh esa. Makna Malkisedik itu kalau
> > diterjemahkan, pertama-tama artinya raja keadilan, kemudian pula raja di
> > Salem, yaitu raja damai." Yang tiada berbapak dan tiada beribu, dan tiada
> > bersilsilah dan tiada berawal atau berkesudahan hidupnya, melainkan ia
> > disamakan dengan Anak Allah, maka kekallah ia imam selama-lamanya."
> >
> > Jelas sekarang, bahwa Malkisedik seorang raja di Salem tanpa bapa dan ibu,
>
> > malah tiada silsilahnya. Apakah cerita yang disebutkan dalam Kitab Injil
> ini
> > benar ayat dari Allah atau cuma dongeng purba atau dongeng sebelum bobo
> buat
> > adik bayi kita supaya tertidur ?
> >
> > Kalau umat Kristian memuja kehebatan Yesus, memujanya anak tuhan, bahkan
> > Tuhan itu sendiri, yang tidak berawal serta berakhir, maka kenapa
> Malkisedik
> > yang sakti mandraguna ini tidak diangkat sebagai salah satu cabang Tuhan
> juga
> > ? mungkin bisa menjadi tokoh ke-4 memainkan peranan Tuhan.
> >
> > Yesus ternyata tewas dibanding Malkisedik, Yesus masih dilahirkan oleh
> > Mariam atas kekuasaan Tuhan Bapa, sementara Malkisedik tidak memiliki Bapa
> > dan tidak memiliki ibu sama sekali, silsilahnya pun tidak ada.
> >
> > Jika memang Malkisedik ini kekal. Dimana beliau sekarang berada dan sedang
> > ngapain? Jadi masih mungkinkah kitab ini dipercaya, atau yang
> mempercayainya
> > masih serupa mereka yang mempercayai keris, tanpa ilmu pengetahuan, hanya
> > kebutaan ?
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your homepage.
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

Yahoo! Groups

Endurance Zone

Communities for

increased fitness.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: bible ajaran sadis..

he he, yang udah keliatan di depan mata ganas adalah si Hendrik yang ngaku
Islam banget itu. Kok repot-repot pakai excuse dari website Islam segala. Fakta
di depan mata udah jelas kok. Semoga Hendrik tak berdalih bahwa keganasannya
ini diinspirasi ayat-ayat Qur'an ya?

manneke

Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@yahoo.com>:

> dari salah satu web site islam...
>
> Ayat-ayat Alkitab Pendorong Keganasan.
> Seringkali kita mendengar orang-orang Kristian mendakwa bahwa agama mereka
> didasarkan di atas konsep kasih-sayang antara manusia tetapi Islam pula
> diasaskan di atas mata pedang (keganasan). Dakwaan ini jauh daripada
> kebenarannya, terutama karena Islam tidak mengajarkan keganasan dan kedua
> karena dari sudut sejarah peperangan seperti Perang Salib dan sebagainya,
> orang-orang Kristianlah yang memburu dan membunuh umat Islam di mana saja
> mereka berada. Orang-orang Kristian yang melakukan keganasan seperti di
> Bosnia, Chechnya dan kepulauan Maluku ternyata didorong oleh ayat-ayat yang
> mengajarkan kekerasan di dalam Alkitab mereka.
> Di dalam Perjanjian Lama:
> "Mereka MENUMPAS DENGAN PEDANG segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik
> laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba,
> dan keledai" (Yosua 6:21)
> "Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan Tuhan Allahmu,
> kepadamu menjadi milik pusakamu, JANGANLAH KAU BIARKAN HIDUP apapun yang
> bernafas" (Ulangan 20:16)
> "Siapa yang menghujat nama Tuhan, pastilah ia dihukum mati dan dilontari
> dengan batu oleh seluruh jamaah itu. Baik yang asing maupun orang Israel
> asli, bila ia menghujat nama Tuhan, haruslah dihukum mati" (Imamat 24:16)
>
> * Menghalalkan kejahatan perang.
> Firman Tuhan untuk meyembelih kaum Amalek: "Jadi pergilah sekarang,
> kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan JANGANLAH
> ADA BELAS KASIHAN PADANYA. BUNUHLAH SEMUANYA, laki-laki maupun perempuan,
> kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun
> keledai" (1 Samuel 15:3)
> Di dalam Perjanjian Baru, 'Isa Almasih (yang didakwa oleh orang Kristian
> sebagai Allah) dilaporkan berkata seperti berikut: "Jangan kamu menyangka
> bahwa aku datang untuk membawa damai di atas bumi; aku datang bukan untuk
> membawa damai melainkan pedang" (Matius 10:34)
> "Kamu menyangka, bahwa aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan,
> kataku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan" (Lukas 2:51)
> "Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang
> paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi" (Matius 15:30)
> Ayat-ayat inilah yang mampu mendorong pengganas-pengganas Kristian di
> seluruh dunia untuk menebarkan kekerasan di muka bumi. Penyembelihan 200 ribu
> Muslim Bosnia, puluhan ribu Muslim Kosovo, ribuan Muslim di Chechnya, ribuan
> Muslim di Ambon, Halmahera dan sebagainya merupakan hakekat ajaran sesat
> dan keganasan yang termaktub di dalam Alkitab Bibel.
> Mohd Elfie Nieshaem Juferi
>
>
>
> ---------------------------------
> Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it
> now.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

Files to share?

Send up to 1GB of

files in an IM.

Move More

on Yahoo! Groups

This is your life

not a phys-ed class.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: apakah injil firman tuhan...??

Kaga heran...

manneke

Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@yahoo.com>:

> dari salah satu web site islam...
>
> BERBAGAI VERSI INJIL
>
> Sekarang akan lebih mudah bagi kita menganalisa pernyataan seorang Kristen
> tentang kitab sucinya.
>
>
> Memisahkan Gandum dari Bedak
> Sebelum kita memeriksa dengan teliti berbagai versi, mari kita perjelas
> keyakinan kita berkaitan dengan kitab Tu-han. Apa maksud sebenarnya ketika
> kita menyatakan ber-iman kepada Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur'an? Kita
> semua mengetahui bahwa Al-Qur'an adalah Firman Tuhan yang sempurna,
> diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW kata demi kata, melalui perantara
> Malaikat Jibril, dan benar-benar dijaga serta dilindungi dari kerusakan yang
> dibuat manusia selama lebih dari 1400 tahun!
>
> Bahkan pengkritik Islam dengan segan telah menjamin kemurnian kitab suci
> Al-Qur'an tersebut: "Di dunia ini mungkin tidak ada kitab lain yang teksnya
> tetap murni selama dua belas abad (sekarang empat belas)." - (Sir William
> Muir).
>
> Taurat yang diyakini umat Islam bukanlah "Taurat" orang-orang Yahudi dan
> Kristen, meski tulisannya -yang satu bahasa Arab, dan yang lainnya bahasa
> Ibrani- sama. Kita percaya bahwa apapun yang diajarkan Musa as kepada
> pengikutnya, adalah wahyu Tuhan, tetapi Musa bukanlah pembuat kitab-kitab
> tersebut seperti yang diatributkan kepadanya oleh orang-orang Yahudi dan
> Kristen.
>
> Kita juga percaya bahwa Zabur adalah wahyu Tuhan yang diberikan kepada Nabi
> Daud Alaihis-salam, tetapi Mazmur yang saat ini diasosiasikan dengan namanya
> bukanlah wahyu tersebut. Umat Kristen sendiri tidak berkeras mengatakan bahwa
> Daud adalah satu-satunya pembuat Mazmur.
>
>
> Bagaimana dengan Injil?
> Injil berarti "Gospel (ajaran)" atau "berita baik" yang diajarkan Yesus
> Kristus selama masa tugasnya yang singkat. Penulis "Gospel" sering
> menyebut-kan Yesus melakukan dan mengajarkan ajaran tersebut (Injil):
>
> 1. "Demikianlah Yesus berkeliling ... memberitakan Injil... serta melenyapkan
> segala penyakit dan kelemahan." (Injil - Matius 9: 35).
> 2. "... barangsiapa kehilangan nyawanya karena aku dan karena Injil, ia
> akan menyelamatkannya." (Injil - Markus 8: 35).
> 3. "... memberitakan Inji1...." (Injil - Lukas 20: 1 ).
>
> Injil adalah kata yang sering digunakan, tetapi Injil yang bagaimanakah yang
> diajarkan Yesus? Dari 27 kitab Per-janjian Baru, hanya sedikit yang dapat
> diterima sebagai per-kataan Yesus. Umat Kristen bangga dengan Injil Matius,
> Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yohanes, tetapi tak ada sebuah pun Injil
> Yesus!
>
> Dengan tulus kita meyakini bahwa segala sesuatu yang diajarkan Yesus berasal
> dari Tuhan. Itulah Injil, berita baik dan petunjuk dari Tuhan untuk bani
> Israil. Dalam seluruh hidupnya Yesus tidak pernah menulis sebuah kata pun,
> dan juga tidak memerintahkan seorang pun untuk melakukan hal tersebut. Injil
> yang dipergunakan saat ini adalah hasil pekerjaan tangan dari orang yang
> tidak diketahui namanya.
>
>
> Pertanyaan kita sebelumnya: "Apakah Anda menerima bahwa Injil adalah Firman
> Tuhan?" Pertanyaan tersebut benar-benar menantang. Penanya tidaklah hanya
> sedang mencari keterangan. Pertanyaan tersebut diajukan dengan semangat
> debat. Kita mempunyai hak untuk meminta de-ngan nada yang sama - dengan
> mengajukan pertanyaan "Injil yang mana yang sedang Anda bicarakan?". Ia akan
> balik ber-tanya dengan tidak suka "Mengapa, hanya ada satu Injil?"
>
>
> Injil Katholik
> Dengan memegang "Douay" (Injil versi Katholik Roma) di tangan, saya
> bertanya, "Apakah Anda menerima Injil ini sebagai Firman Tuhan?". Pertanyaan
> terbaik bagi mereka karena perkumpulan Katholik telah menerbitkan Injil versi
> mereka dalam bentuk yang singkat dan membingungkan. Versi ini mempunyai
> bagian ekstra dari sejumlah versi yang beredar di pasaran saat ini. Penanya
> Kristen tersebut kembali bertanya, "Injil apakah itu?". "Kenapa, saya pikir
> Anda tadi mengatakan bahwa hanya ada satu Injil!" saya mengingat-kannya.
> "Ya," ia dengan ragu-ragu menggumam, "tapi versi yang mana?" "Kenapa, apakah
> ada perbedaan?" saya kemba-li bertanya. Tentu saja, dan pendakwah profesional
> tentunya mengetahui hal tersebut. Ia hanya berpura-pura dengan pernyataannya
> tentang "satu Injil".
>
> Injil Katholik Roma diterbitkan di Rheims pada tahun 1582, dari terjemahan
> Injil berbahasa latin Jerome dan dire-produksi di Douay pada tahun 1609.
> Nampaknya versi Ka-tholik Roma (RCV = Roman Catholic Version) tersebut adalah
> versi tertua yang masih dapat dibeli sampai saat ini. Berlawanan dengan
> keantikannya, seluruh dunia Kristen Protestan, termasuk cults, menyalahkan
> RCV karena berisi tujuh kitab tambahan yang dengan merendahkan dianggap
> "kebenarannya diragukan", yaitu kepenulisan yang sepenuh-nya meragukan.
> Sekalipun peringatan yang menakutkan terdapat di dalam Apocalypse, yaitu
> kitab terakhir dalam RCV (dinamakan "Wahyu" oleh Protestan), kitab ini
> "diwahyu-kan" :
>
> "... jika seseorangmenambahkan (atau mengurangi) sesuatu kepada perkataan
> perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka
> yang tertulis di dalam kitab ini." (Injil - Wahyu 22: 18-19).
>
> Tetapi siapakah yang perduli! Mereka tidak sungguh-sungguh percaya! Umat
> Protestan dengan berani telah menghapus keseluruhan tujuh kitab dari kitab
> Tuhan!
> Yang dibuang adalah:
>
> Kitab Yudit
> Kitab Tobit
> Kitab Barukh
> Kitab Ester, dll
>
>
> Injil Protestan
> Ada beberapa hal yang dibicarakan Sir Winston Chur-chill berkaitan dengan
> versi Injil Protestan yang diautorisasi (AV=Authorised Version), yang juga
> terkenal sebagai Versi King James (King James Version=KJV).
>
> "Versi Injil yang telah diautorisasi diterbitkan pada tahun 1611 dengan
> kehendak dan perintah yang mulia Raja James (King James) yang namanya masih
> digunakan sampai sekarang."
>
> Para pengikut Katholik Roma, yang meyakini umat Protestan juga memiliki kitab
> Tuhan yang sama dengan mereka, membantu dan bersekongkol dengan "penjahat"
> Protestan dengan memaksa para pemeluk baru membeli Injil yang sudah
> diautorisasi (AV), yang merupakan satu-satunya Injil yang tersedia dalam 1500
> bahasa dari sedikit negara--negara maju di dunia. Mayoritas umat Kristen
> -Katholik dan Protestan- menggunakan AV atau sering disebut de-ngan KJV
>
> Penghormatan Yang Tinggi
> Sebagaimana yang dikatakan Sir Winston, Injil ini pertama kali diterbitkan
> pada tahun 1611 dan kemudian direvisi pada tahun 1881 (RV). Setelah direvisi
> kembali pada tahun 1952 menjadi versi standar yang telah direvisi
> (RSV=Revised Standard Version), Injil tersebut direvisi lagi pada tahun 1971
> (singkatannya masih tetap RSV). Lihatlah opini dunia Kris-ten tentang Injil
> yang telah direvisi tersebut (RSV):
>
> l. "Versi terbaik yang telah diterbitkan dalam abad seka-rang." (Surat kabar
> Church of England)
>
> 2. "Terjemahan yang secara keseluruhan terbaru karya para sarjana
> termahsyur." - (Tambahan Literatur Times)
>
> 3. "Karakteristik terbaik dari versi yang telah diautorisasi yang
> dikombinasikan dengan keakuratan terjemahan yang baru." - (Life and Work)
>
> 4. "Terjemahan yang paling akurat dan dekat dengan asli-nya." - ( The Times)
>
> Penerbitnya sendiri (Collins), dalam catatan pada Injil di akhir produksinya,
> berkata dalam halaman I0, "Injil ini (RSV), adalah produk tiga-puluh-dua
> sarjana, dibantu oleh komite penasehat yang mewakili limapuluh golongan yang
> bekerjasama." Mengapa semua ini dibanggakan? Apakah agar membuat masyarakat
> yang mudah tertipu membeli pro-duk mereka? Semua kesaksian ini meyakinkan
> pembeli bah-wa ia sedang menunggang kuda yang benar, ketika pembeli sedikit
> berharap untuk menungganginya.
>
> "Paling Laku di Dunia"
> Tetapi bagaimana dengan versi Injil yang telah diautorisasi (AV), "Paling
> Laku di Dunia?" Para perevisi ini, semua sales yang baik, mengatakan beberapa
> hal yang bagus tentang hal itu. Pada halaman iii Injil RSV pada paragrap enam
> ba-gian pendahuluan dinyatakan:
>
> "Versi King James (nama lain AV) diterminologikan dengan alasan yang bagus
> sebagai 'Monumen Prosa Inggris Yang Paling Mulia.' Perevisinya pada tahun
> 1881 mengeks-presikan kekaguman terhadap 'kesederhanaannya, marta-batnya,
> kekuatannya, ekspresi kebahagiaannya .... Irama musiknya, dan kebanggaan atas
> iramanya.' Tidak seperti kitab lainnya, kitab ini masuk sampai pembuatan
> karakter individu dan institusi umum dari masyarakat berbahasa Inggris. Kita
> berhutang dengan hutang yang tak terbayarkan kepadanya."
>
> Dapatkah Anda, pembaca yang terhormat, membayangkan atribut yang lebih baik
> yang diberikan kepada "kitab suci" lebih dari yang di atas? Saya, sebagai
> manusia, tidak dapat. Biarkan pengikut Kristen saat ini meneguhkan diri
> mereka sendiri terhadap hembusan tidak enak dari para ahli hukum di kalangan
> agama mereka sendiri; dalam nafas yang sama mereka mengatakan:
>
> "Versi King James telah mengalami kerusakan yang penting."
>
> Dan, "Kerusakan ini begitu banyak dan serius sehingga memerlukan revisi ...."
> Hal ini langsung dari sumbernya, yaitu sarjana Kristen ortodoks ternama. Para
> Doktor teologi sekarang juga perlu memproduksi sebuah ensiklopedi yang
> menerangkan penyebab kerusakan yang penting dan serius dalam kitab suci
> mereka dan alasan menghilangkannya.
>
> Ahmad Deedat
>
>
>
> ---------------------------------
> Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Parenting Zone

on Yahoo! Groups

Your one stop for

parenting groups.

Yahoo! Groups

Health & Fitness

Find and share

weight loss tips.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: surat paulus untuk galatia..

Kok kutipan dari Wikipedia? Belon tau ya kalo di Wikipedia ini siapa saja boleh
nambahin, ngubah dan masukin interpretasinya sendiri? Hendrik juga bisa ngutik-
utik entry tentang paulus di Wikipedia. Gak mutu amat...

manneke

Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@yahoo.com>:

> Surat Paulus kepada Jemaat di Galatia Dari Wikipedia Indonesia,
> ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
> Langsung ke: navigasi, cari
> Perjanjian Baru Matius Markus Lukas Yohanes Kisah Para
> Rasul Roma 1 Korintus 2 Korintus Galatia Efesus Filipi
> Kolose 1 Tesalonika 2 Tesalonika 1 Timotius 2 Timotius Titus
> Filemon Ibrani Yakobus 1 Petrus 2 Petrus 1 Yohanes 2
> Yohanes 3 Yohanes Yudas Wahyu [ sunting ] Surat Paulus kepada
> Jemaat di Galatia adalah salah satu kitab dalam Alkitab. Orang-orang Galatia
> adalah sebuah suku bangsa Keltik yang masa itu tinggal di Asia Kecil.
> Setelah Injil tentang Yesus mulai diberitakan dan diterima di antara
> orang-orang bukan Yahudi, timbullah pertanyaan apakah untuk menjadi seorang
> Kristen yang sejati orang harus mentaati hukum agama Yahudi. Paulus
> mengemukakan bahwa hal itu tidak perlu -- bahwa sesungguhnya satu-satunya
> dasar yang baik untuk kehidupan Kristen adalah percaya kepada Kristus. Dengan
> kepercayaan itu hubungan manusia dengan Tuhan menjadi baik kembali. Tetapi
> orang-orang yang menentang Paulus telah datang ke jemaat-jemaat di Galatia,
> yaitu sebuah daerah di Anatolia Pusat di Asia Kecil. Mereka berpendapat bahwa
> untuk berbaik kembali dengan Tuhan, orang harus melaksanakan hukum agama
> Yahudi.
> Surat ini ditulis untuk menolong orang-orang yang telah disesatkan oleh
> ajaran-ajaran salah itu, supaya mereka kembali taat kepada ajaran yang benar.
> Paulus mulai dengan mengatakan bahwa ia berhak disebut rasul Yesus Kristus.
> Dengan tegas Paulus mengatakan bahwa panggilannya untuk menjadi rasul berasal
> dari Tuhan, bukan dari manusia. Juga bahwa tugasnya ditujukan terutama sekali
> kepada orang bukan Yahudi (1-2). Setelah itu Paulus membentangkan
> pendiriannya bahwa hubungan manusia dengan Tuhan menjadi baik kembali hanya
> melalui percaya kepada Tuhan (3-4). Di dalam pasal-pasal terakhir buku ini
> (5-6), Paulus menunjukkan bahwa cinta kasih yang timbul pada diri orang
> Kristen karena ia percaya kepada Kristus, akan dengan sendirinya menyebabkan
> orang itu melakukan perbuatan-perbuatan Kristen.
> Daftar isi[sembunyikan]
>
> 1 Isi
> 2 Latar Belakang
> 3 Komposisi
> 4 Tema-tema teologis
> 5 Daftar Pustaka
> 6 Lihat pula
> //
> [sunting] Isi
> Pendahuluan 1:1-10
> Hak Paulus sebagai rasul 1:11--2:21
> Injil tentang rahmat Tuhan 3:1--4:31
> Kebebasan dan kewajiban orang Kristen 5:1--6:10
> Penutup 6:11-18
> Berdasarkan Pengantar Alkitab Lembaga Alkitab Indonesia, 2002
>
> [sunting] Latar Belakang Pada tahap awal misi Agais, setelah tahun 49,
> melalui banyak hambatan di tengah perjalanan misinya, Paulus datang ke daerah
> Galatia, yaitu satu daerah di Anatolia Pusat, dan di sana Paulus mendirikan
> beberapa jemaat kecil (Kis 16:6).
> Banyak juga para peneliti Perjanjian Baru yang berpendapat, bahwa jemaat
> Galatia, di mana Paulus mengirimkan suratnya, adalah jemaat-jemaat di
> Likaonia dan Pisidia, yaitu daerah-daerah yang terdapat di Propinsi Galatia
> yang adalah propinsi milik Romawi, di mana Paulus dan Barnabas pada
> perjalanan misinya yang pertama dari Antiokhia mendirikan jemaat-jemaat di
> sana (Kis 13-14). Jika hal ini benar, maka surat Galatia ditulis sebelum
> ditulisnya surat 1 Korintus, dan bahkan sebelum 1 Tesalonika. Jika hal ini
> benar, ajaran Paulus tentang Pembenaran telah sangat tua. Namun terdapat
> bukti yang kuat yang melawan pendapat ini. Pada 1 Korintus dan 1 Tesalonika
> tidak atau belum muncul ajaran Pembenaran. Hal ini membuktikan, bahwa ajaran
> ini jauh lebih muda dari surat-surat tersebut. Di samping itu, tentunya surat
> ini ditulis setelah Konsili Rasul-Rasul pada tahun 48, bahwa setelah konsili
> ini, kelompok yang sangat setia dengan Taurat berjuang untuk memaksakan
> pendapatnya, dan hal
> ini sampai di Antiokhia dan Galatia. Jadi pendapat yang bisa diterima
> adalah, bahwa yang dimaksud dengan jemaat-jemaat Galatia sebagai adressant
> dari surat ini adalah jemaat-jemaat di Galatia di daerah Anatolia Pusat, di
> mana Paulus mendirikan jemaat-jemaat di sana pada masa perjalanan misi
> kedua.
> Yang menjadi permasalahan besar yang dibahas dalam surat Galatia adalah, di
> mana di daerah ini didapati satu kelompok Kristen Yahudi Palestina yang
> sangat kuat memegang Taurat. Mereka berusaha memaksakan pendapatnya, bahwa
> jika orang ingin masuk dalam jemaat yang diselamatkan pada akhir zaman, maka
> akan masih kurang jika ia belum disunat dan mentaati hukum Taurat Musa. Untuk
> menjadi orang Kristen, jalan yang paling awal adalah orang harus masuk dalam
> kelompok umat-umat Allah Israel. Kelompok yang memaksakan hukum Taurat kepada
> orang-orang Kristen non-Yahudi di Galatia ini adalah kelompok yang
> berpendapat di dalam Konsili Rasul-Rasul, bahwa orang menjadi Kristen juga
> harus mentaati hukum Taurat. Paulus menyebut kelompok ini dengan sebutan
> „saudara-saudara Palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke
> dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus
> Yesus, ..." (Gal 2:4). Kelompok Yahudi Kristen Palestina yang sangat setia
> kepada Taurat
> ini mempunyai program, di mana mereka mengutus beberapa orang mengikuti
> jejak-jejak misi Paulus dan pada jemaat-jemaat yang didirikan Paulus ini
> mereka memberitakan „Injil palsu"-nya, supaya jemaat-jemaat non-Yahudi ini
> juga mentaati hukum Taurat. Agitasi anti-paulinis mereka terletak pada dua
> hal: (1) Injil paulinis, dan (2) Apostolat atau Kerasulan Paulus.
> Dalam kasus di Galatia, mungkin ada beberapa orang yang mengikuti ajaran
> dari kelompok Yahudi Kristen Palestina ini, di mana mereka menyunatkan diri
> (5:11st) dan mengikuti ajaran Taurat. Oleh karena itu Paulus meresponi
> situasi ini dengan „surat perang"-nya yang penuh dengan kritik yang sangat
> keras dari awal sampai pada akhir surat. Surat ini kemungkinan besar ditulis
> kira-kira pada awal tahun 56, yaitu pada tahun yang sama dengan ditulisnya
> surat Roma. Hal ini mempunyai bukti-bukti yang sangat kuat, bahwa terdapat
> hubungan teologis yang sangat kuat antara kedua surat ini.
>
> [sunting] Komposisi Surat Galatia ditulis oleh Paulus yang memeliki
> kesatuan literar yang tidak dapat diragukan lagi. Jika dibaca dari awal
> sampai akhir, maka suasana tegang sangat menguasai surat ini.
> Situasi yang ketegangan telah ditunjukkan pada kepala surat (1:1-5).
> Seperti halnya surat pada zaman dulu, awal dari surat atau kepala surat
> berisi adressant atau alamat surat, yaitu kepada siapa surat ini dituju.
> Dalam kasus surat Galatia, memang terdapat juga alamat surat, yaitu surat ini
> ditujukan kepada jemaat di Galatia, namun kedudukan dari alamat surat ini
> menjadi sekunder, dan yang menjadi primer adalah Apostolat Paulus yang
> menjadi bahan perdebatan.
> Bagian ucapan pembuka (1:6-9) pada surat ini tidak seperti kebiasaan ucapan
> pembuka yang lain, yang biasanya berisi tentang ucapan terima kasih atau
> pujian. Dalam surat Galatia bagian ini berisi tentang teguran dan peringatan
> kepada adressant, yang „begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih
> karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang
> sebenarnya bukan Injil" (1:6st).
> Pada bagian pertama (1:10 – 2:21) suratnya, Paulus mempertahankan jabatan
> Apostolatnya. Di dalamnya berisi argumentasi historis, atau lebih tepatnya
> argumentasi autobiografis. Di dalam argumentasinya, Paulus menceritakan
> tentang kisah hidupnya: Sebagai orang Yahudi yang "tanpa cacat" dan rajin
> memelihara adat-istiadat Yahudi (1:13st) berubah eksistensinya melalui
> penglihatan di Damsyik. Ketika itu melalui "pewahyuan Yesus Kristus" dia
> memperoleh Injil bagi orang-orang kafir (yang dimaksud di sini adalah
> non-Yahudi) dan oleh karena itu sekaligus dipanggil menjadi rasul (1:12-16).
> Dia menegaskan, bahwa hubungannya dengan rasul-rasul Yerusalem sangat sedikit
> (1:17-24). Hal ini menunjukkan "kemandirian" apostolat Paulus, karena pada
> dasarnya, panggilan apostolatnya langsung dari Tuhan sendiri. Dalam beritanya
> mengenai Konsili Rasul-rasul (2:1-10), bahwa "sokoguru" jemaat, yaitu
> Yakobus, Petrus dan Yohanes, mengakui bukan hanya kemandirian apostolat
> Paulus, melainkan juga
> mengakui legitimitas Injil yang diajarkan Paulus bagi orang-orang kafir,
> oleh karena itu mereka secara tidak langsung mengakui juga misi Paulus yang
> tidak mewajibkan orang-orang yang menjadi Kristen untuk tidak bersunat. Namun
> demikian fakta yag ditunjukkan oleh Petrus sangat bertentangan dengan hasil
> konsili (2:11-21). Pada mulanya memang Petrus menghargai kompromi dari hasil
> konsili. Namun karena "takut" dengan kelompok yang tetap setia kepada Taurat,
> maka dia berbalik dan menghianati kompromi itu. Ini adalah kritik yang sangat
> pedas kepada Petrus. Sekaligus membuktikan, bahwa ada kelompok yang
> membangkitkan konflik, yaitu Kelompok Kristen Yahudi Palestina, yang
> menghendaki, bahwa kalau orang ingin menjadi Kristen, maka ia harus juga
> menjadi "Israel", harus mentaati hukum Taurat. Argumentasi untuk melawan
> pendapat kelompok ini diutarakan dengan tegas oleh Paulus pada bagian ini.
> Pada bagian kedua (3:1 – 5:12) suratnya, Paulus mengutarakan dasar teologis
> Injil yang diberitakannya. "Pembenaran" diperoleh bukan karena "melalukan
> hukum Taurat", melainkan hanya melalui "iman kepada Kristus".
> Pada bagian ketiga (5:13 – 6:10) surat Paulus berisi sebuah tema tentang
> "kemerdekaan". Kemerdekaan Kristen menjadi nyata di dalam kasih (5:16-24): di
> dalam alternatif antara "daging" dan "roh" (5:16-24) terdapat keputusan untuk
> hidup di dalam Roh (5:25 – 6:10). Pada bagian akhir (6:11-18) dari suratnya
> yang ditulisnya sendiri, tidak seperti biasanya, bagian ini berisi berkat,
> namun di dalam kasus Galatia Paulus masih tetap memberikan argumentasi
> terakhir dan peringatan kerasnya.
>
> [sunting] Tema-tema teologis Ajaran Paulus tentang "pembenaran" dijumpai
> pertama kali di dalam suratnya kepada jemaat-jemaat di Galatia. Untuk
> mengenal ajaran Paulus ini, kita harus memperhatikan peringatan SANDERS yang
> berkata, bahwa orang akan mendapatkan pengetahuan yang salah jika orang
> mendalaminya dengan kacamata Luther. Luther memandang "kebenaran" sangat
> berbeda dengan pandangan Paulus. Luther memandangnya sebagai simul iustus et
> peccator, dibenarkan sekaligus orang berdosa: "dibenarkan" dari hadapan Allah
> dan sebagai orang berdosa dalam kehidupan keseharian. Dalam hal ini Luther
> memandang "kebenaran" secara yuristis, namun bagi Paulus secara soteriologis
> "kebenaran" di dalam Kristus adalah sempurna. Ajaran ini dikembangkan oleh
> Paulus melalui konfliknya dengan orang-orang Kristen Yahudi yang radikal.
> Melalui dia mengungkapkan dasar-dasar dan argumentasi-argumentasi
> teologisnya, di mana dia berusaha membuktikan, bahwa orang-orang kafir yang
> beriman kepada Kristus
> termasuk di dalam umat Allah. Dia ingin menunjukkan, bahwa bukanlah hukum
> Taurat yang mengkonstitusikan umat Allah, melainkan hanya melalui Kristus
> yang menggenapi perjanjian Abraham (3:1-29). Barangsiapa beriman kepada
> Kristus, anak Abraham yang sejati, maka dia dibenarkan oleh iman, dan dengan
> demikian menjadi termasuk dalam keturunan Abraham (3:29).
> Surat Galatia merupakan manifesto kemerdekaan Kristen (5:1 – 6:10). "Supaya
> kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu
> berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan." (5:1). Bagi
> Paulus kemerdekaan didasarkan dalam hubungannya pada Kristus dan pembebasan
> dari perhambaan hukum Taurat. Hal ini terbukti dan menjadi nyata di dalam
> kasih yang melayani (5:13). Secara konkret kemerdekaan memanifestasikan diri,
> di mana orang-orang tidak lagi dipisahkan-pisahkan melalui perbedaan kelamin,
> ras, bangsa, sosial, melainkan mereka dipersatukan di dalam kasih melalui
> Kristus (3:28).
>
> [sunting] Daftar Pustaka E.P. SANDERS, Paulus. Eine Einführung, Reclam ,
> Stuttgart: Reclam, 1995.
>
> [sunting] Lihat pula
>
>
> ---------------------------------
> Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your homepage.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Dog Groups

on Yahoo! Groups

Share pictures &

stories about dogs.

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Sisc & Pak Manneke & Swastinika

Anda masih saja terpaku pada "cara" dan dengan sangat simplistis
mengatakan "tak pedli apapun tujuannya". Lebih suka ribet soal formal daripada
substansial. Yang penting bagi Anda cuma bahwa non sisc pakai cara sama dengan
Hendrik. Dalam hal kutip-mengutip ayat? Ya. Tapi ini hanya satu kesamaan di
antara begitu banyak perbedaan: bahwa non sisc tidak menyerang agama orang
lain, bahwa non sisc tidak mengejek dan menertawakan, bahwa non sisc bertujuan
mempertemukan daripada menceraiberaikan. Semua ini begitu tak ada artinya
dan 'tak penting' buat Anda. Satu-satunya hal yang begitu menonjol di mata Anda
adalah non sisc sudah berbuat dosa besar karena mengutip Qur'an sepotong-
sepotong. Anda psikolog kan, kira-kira kenapa Anda bersikap seperti ini?
Apakata ilmu psikologi tentang fenomena ini?

Kesan saya, nggak kena kesenggol dikit udah langsung nggigit. Hal yang positif-
positif pun lantas dikesampingkan semua. Begitu defensif.

Saya selalu bersikap keras dalam menjawab Hendrik. Tapi tak pernah saya membuat
stereotipe tentang umat Islam secara umum. Saya tahu bedanya manusia macam
Hendrik dengan orang Muslim sejati kaya Agus Syafii. Tapi berbicara dengan
mahkluk idiot (ini istilah Anda, saya cuma pinjam), tak mungkin pakai register
ilmiah.

Kalau menurut Anda orang yang menurunkan dirinya selevel dengan si idiot agar
mampu lebih berkomunikasi dengan si idiot in his own terms adalah rendah, well,
so be it. Sekali lagi tampak ada beda pandangan apakah "cara" lebih penting
daripada "tujuan".

Anda juga kalu mau ajukan ayat-ayat Injil (yang menurut Anda, jauh lebih Anda
jauh lebih Anda pahami daripada hendrik), silakan saja. kami yang kristen ini
tak akan alergi, wong tujuannya buat diskusi, bukan ejek-ejekan kaya si
Hendrik. Saya sendiri jadi pengen liat apa betul pemahaman Anda sebaik klaim
Anda itu. Nggak haram kok. Saya tunggu ya :)

Terakhir, dalam email saya menjawab ahli sastra, selalu saya sebutkan
nama "ahli sastra" dan tak pernah berupa jawaban yang open buat semua orang.
Karena saya selalu tergelitik dengan nama "ahli sastra" yang dipakainya, dan
selalu saya membuat acuan ke situ. Jadi, saya heran kalo Anda merasa email saya
itu ditujukan buat Anda. Talking about the freedom of interpretation, eh?

Sekali lagi, Swas, benarkah ini bukan emosi (primordial)-mu yang bicara tapi
nalarmu? Eh, bentar, saya koreksi: bukan "emosi primordial", tapi "solidaritas"
saudara seiman. He he he.

manneke

Quoting was_swas <was_swas@yahoo.com>:

>
> Hehehe.. Pak Man,
>
> Seperti saya tulis ke tanggapan saya yang kedua (duh.. message nomor
> berapa ya?), saya ngerti banget bahwa Non Sisc mencoba "bicara" dengan
> "bahasa"-nya Hendrik. Itu nggak lepas dari pengamatan saya kok :)
> Walaupun demikian, saya tetap menyayangkan bahwa Non Sisc menurunkan
> dirinya sendiri ke level itu.. hehehe.. apa pun tujuannya :).
>
> Nggak tahu ya, yang teringat oleh saya kok teringat sebuah pepatah: "The
> idiots drag you down to their level and beat you with experience" ;)
>
> Saya terpaku pada container? Hmm.. gimana ya? Kaitannya masih dengan apa
> yang saya katakan di atas: apa bedanya kita dengan "the idiot" kalau
> kita ikut2an caranya ;)?
>
> Saya masih yakin Non Sisc nggak sejelek Hendrik sih ;) Itu sebabnya saya
> tidak "bertarung" ayat Al Quran atau lebih parah lagi: mengeluarkan
> ayat2 Injil sebagai balasan untuk Non Sisc. Trust me, I can do that..
> hehehe.. dan percaya deh, saya bisa melakukannya lebih baik daripada si
> Hendrik yang naga2nya belum pernah baca Injil seumur hidupnya :)
>
> Kedua.. Injil yang asli seperti apa? Ya saya nggak tahu.. HAHAHAHA..
> Bisa jadi Injil yang asli seperti yang digunakan oleh umat Kristiani
> seperti sekarang ini, bisa jadi bukan :) Pada dasarnya saya nggak
> perduli sih, Injil yang sekarang asli atau bukan; bukan urusan saya juga
> :). Pembahasan tentang Ahli Kitab dan tautan tentang keraguan terhadap
> keabsahan Injil itu saya sajikan sebagai data bahwa QS 4: 171 itu bukan
> (atau setidaknya: besar kemungkinannya tidak) merupakan bukti bahwa
> Islam tidak menolak konsep Trinitas yang diimani oleh umat Kristiani
> saat ini :).
>
> Anda kurang teliti nih, melihat apakah saya mempersoalkan keabsahan
> Injil atau sekedar menggunakan fakta adanya pertanyaan tentang keabsahan
> Injil sebagai bahan untuk menunjukkan pada Non Sisc: hey, apa bedanya
> dikau dengan Hendrik kalau begini ;)?
>
> Dan, ada baiknya jika kita mau kembalikan semua pada keyakinan
> masing-masing, tak usahlah komentar soal Injil Kristen segala. Pikirkan
> saja Qur'an yang kini juga masih kontroversial bahkan di kalangan ulama
> Islam sendiri.
>
> Saya memang nggak mengomentari Injil Kristen kok ;) Saya mengomentari
> tulisan Non Sisc tentang Al Quran Islam.. HAHAHAHA.. Injil Kristen itu
> nyangkut karena bahasannya tentang Ahli Kitab saja :) Mau nggak mau
> terpaksa kesenggol, karena saya harus memberi alasan kenapa umat
> Kristiani saat ini bisa saja diartikan sebagai bukan Ahli Kitab yang
> disebut dalam Al Quran :)
>
> Menurut saya jawaban saya masih logis lho.. hehehe.. Belum diwarnai
> emosi negatif :)
>
> Dan memikirkan Quran yang masih kontroversial? Hmmm.. memangnya, jika
> saya nggak memikirkan isi Al Quran (dan segala kontroversi tafsir/asal
> usulnya), saya bisa berdiskusi seperti ini ;)? Bukankah kalau saya nggak
> mikirin, percaya buta saja, sikap saya akan seperti Hendrik ;)?
>
> Eh, nogmong-ngomogn, Qur'an ada catatan kakinya toh? Kalo liat di ulasan
> Anda di bawah ini, kok ada bagian dalam kurung yang dinamai 'catatan
> kaki'. Ini tafsir Anda atau apa? Wong ayat yang And akutip itu tak
> eksplisit bicara seperti yang ada di catatan kaki kok? Apa ini contoh
> "hapalan verbatim" itu?
>
> Saya nggak tahu ini pertanyaan serius atau enggak, karena menurut saya
> sih Pak Man cukup tahu yang beginian ;) Tapi saya anggap pertanyaan
> serius aja deh ya ;)
>
> Al Quran itu kan memang memang harus ditafsirkan. Kalau dibaca begitu
> saja, sering tidak nyambung antara satu ayat dengan ayat berikutnya,
> antara satu kalimat dengan kalimat lain di ayat yang sama. Malah kadang2
> dalam satu surat terdiri dari unit2 ayat yang topiknya beda2 banget.
>
> Nah.. dengan demikian, ada cetakan2 Al Quran yang dilengkapi dengan
> terjemahan dan tafsir. Jadi, selain ada tulisan Arab-nya, ada lafal
> latinnya, ada terjemahan bahasa Indonesianya, dan.. di bagian2 tertentu
> (yang sering menimbulkan pertanyaan) ada tafsir. Tafsir itu dituliskan
> dalam bentuk catatan kaki :)
>
> Dan.. bukan.. tafsir itu bukan bentuk "hafalan verbatim". Itu
> interpretasi sekelompok orang :). Yang dikatakan sebagai hafalan
> verbatim itu kan ayat2nya, bukan tafsirnya :) Tafsir sih bisa beda2
> antar tiap orang, dan itu memang diperbolehkan dalam Islam.
>
> Dalam Rukun Iman Islam, salah satu yang harus dipercaya oleh Muslim
> adalah Al Quran kok... bukan tafsir Al Quran tertentu.. hehehe.. ;) Yang
> harus kami yakini adalah Al Quran mengandung kebenaran.. kalau tafsirnya
> sih ada yang benar dan ada yang masih bisa dipertanyakan ;)
>
> saya heran kok Anda merasa sebagai anggota gank-nya Hendrik :) Anda bisa
> saja tak perlu merasa demikian toh? Nah, kalo ini namanya jelas tafsir
> ya. Di aslinya tak ada lho disebut: Swastinika gank-nya Hendrik.
> Ternyata susah ya mau konsisten verbatim?
>
> Verbatim itu kan datanya, Pak :). Data yang harus diinterpretasi :) Sama
> dengan Al Quran: yang verbatim adalah ayatnya, tapi ayat itu harus
> diinterpretasikan (= ditafsirkan)
>
> Dan perhatikan email dimana Bapak menulis tentang gank Hendrik itu: di
> bawahnya ada email Ahlisastra yang merespons email saya ;). Verbatimly,
> Pak, sulit dibedakan mana yang Bapak katakan sebagai anggota gank, dan
> mana yang bukan.. HAHAHAHAHA..
>
> Salam,
>
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, pradita@... wrote:
> >
> > Halo Swas,
> >
> > Pertama, soal beda antara non sisc dan Hendrik: yes, non sisc "meniru"
> cara
> > Hendrik, yakni dengan maen kutipan ayat. Strategi diskusinya sama.
> Tapi, sayang
> > sekali Anda yang baisanya cermat, kali ini juga gagal melihat
> perbedaan
> > fundamental antara kedua orang itu: Hendrik mengutip ayat Injil untuk
> menista
> > dan mendiskreditkan keyakinan orang lain. Non sisc melakukan hal
> serupa untuk
> > membangun jembatan, mencari kesamaan, dan menunjukkan betapa dekat
> kedua agama
> > itu. Mengapa Anda gagal melihat 'content' penting ini, dan hanya
> terpaku
> > pada 'container', sehingga lalu menganggap non sisc 'mempermainkan'
> agama Anda?
> > Siapa sekarang yang tidak membaca dengan hati?
> >
> > Kedua: Injil yang menurut Islam adalah sah itu Injil yang mana sih?
> Pernah
> > liat? Ada barangnya? Bagaimana bisa membandingkan sesuatu dengan
> sesuatu yang
> > lain yang entah di mana dan entah ada atau tidak? Muhammad itu lahir
> 500 tahun
> > sesudah Yesus. Bahkan saya ragu dia pun pernah melihat Injil "asli"
> yang konon
> > ditulis langsung oleh Isa itu. Dan, ada baiknya jika kita mau
> kembalikan semua
> > pada keyakinan masing-masing, tak usahlah komentar soal Injil Kristen
> segala.
> > Pikirkan saja Qur'an yang kini juga masih kontroversial bahkan di
> kalangan
> > ulama Islam sendiri. Eh, nogmong-ngomogn, Qur'an ada catatan kakinya
> toh? Kalo
> > liat di ulasan Anda di bawah ini, kok ada bagian dalam kurung yang
> > dinamai 'catatan kaki'. Ini tafsir Anda atau apa? Wong ayat yang And
> akutip itu
> > tak eksplisit bicara seperti yang ada di catatan kaki kok? Apa ini
> > contoh "hapalan verbatim" itu?
> >
> > Ketiga, saya heran kok Anda merasa sebagai anggota gank-nya Hendrik :)
> Anda
> > bisa saja tak perlu merasa demikian toh? Nah, kalo ini namanya jelas
> tafsir ya.
> > Di aslinya tak ada lho disebut: Swastinika gank-nya Hendrik. Ternyata
> susah ya
> > mau konsisten verbatim?
> >
> > manneke
>
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Summer Shape-up

on Yahoo! Groups

Trade weight loss

and swimsuit tips.

.

__,_._,___