Sabtu, 01 Desember 2007

[psikologi_transformatif] Perang baru agama

Silakan, dikomentari..terima kasih.
 
Salam,
 
RD
 
------------------------------------------------
 
Perang Baru Agama

Oleh : Azyumardi Azra

Jika membaca buku-buku semacam karya Sam Harris, The End of Faith;
Richard Harris, The God Delusion; dan Christopher Hitchen, The God is
not Great-How Religion Poisons Everything, agama terlihat segera mati
ditinggalkan para penganutnya. Agama dalam perspektif para penulis ini
tidak lebih dari racun yang membunuh para penganutnya. Buku-buku
antiagama yang rata-rata best-sellers memang menyajikan gambaran yang
serba negatif tentang agama.

Buku-buku tersebut boleh dikatakan sebagai reaksi balik terhadap
semakin  meluasnya kebangkitan kembali agama. Sudah banyak penelitian dan penerbitan yang mengungkapkan gejala ini. Salah satu yang paling akhir
adalah laporan khusus majalah The Economist, 3-9 November lalu dengan
tajuk 'The New Wars of Religion'.

Laporan The Economist menyimpulkan, agama tidak surut apalagi mati
karena modernisasi dan sekularisasi. Memang, di tengah deru modernisasi
dan sekularisasi, agama sering dipandang banyak politisi, birokrat
pemerintahan, dan bahkan akademisi Barat sebagai tidak relevan. Agama
dalam perspektif mereka kian tidak relevan dengan kehidupan publik.
Dalam istilah guru besar dan teolog Universitas Harvard, Harvey Cox,
dalam bukunya yang terkenal The Secular City, agama tidak punya tempat
sama sekali dalam kehidupan kota sekuler.

Tetapi, berbeda dengan pandangan tersebut, sejak 1970-an agama ternyata
kembali ke pentas berbagai lapangan kehidupan termasuk politik, sosial,
budaya, ekonomi, dan seterusnya. Sekali lagi meminjam istilah Harvey
Cox yang terpaksa merevisi teorinya, agama telah kembali ke kota sekuler.
Pada 2005 sekitar 73 persen umat manusia di seluruh dunia memeluk salah
satu dari empat agama besar; Kristiani, Islam, Hindu, dan Budha;  menurut
prediksi jumlahnya meningkat mencapai sekitar 80 persen pada 2050.

Titik balik kebangkitan agama tersebut menurut Timothy Shah, seorang
ahli pada The Council on Foreign Scholars, New York, adalah Perang Enam
Hari antara negara-negara Arab dan Israel pada 1967. Perang ini
menandai kekalahan total pan-Arabisme sekuler, yang pada gilirannya memberikan momentum bagi kebangkitan gerakan Islamis radikal yang mengerahkan segenap upaya untuk menumbangkan rezim-rezim sekuler di Dunia Arab; usaha yang sampai sekarang belum banyak berhasil.

Sebaliknya bagi penganut agama Yahudi, kemenangan Israel dalam Perang
1967 itu merupakan sebuah 'mukjizat' yang menunjukkan adanya campur
tangan Tuhan untuk membantu mereka. Karena itu, menurut mereka, Tuhan
dan agama sama sekali tidak lagi bisa dikesampingkan dalam mempertahankan eksistensi negara Israel. Pandangan dan anggapan
eskatologis ini memberikan momentum bagi kebangkitan kelompok ortodoks, ultra-ortodoks, fundamentalis, dan radikal di kalangan penganut agama  Yahudi.

Selanjutnya sejak 1970-an adalah masa-masa kebangkitan agama secara
global. Amerika Serikat memilih Jimmy Carter sebagai Presiden yang
dengan bangga menyatakan dirinya sebagai 'born-again Christian', yang
diikuti Ronald Reagan yang dengan mengutip Perjanjian Baru menyatakan
Amerika sebagai 'sebuah kota di puncak bukit, yang menerangi berbagai
penjuru'. Dan terakhir sekali adalah George W Bush yang memercayai
dirinya tidak lebih daripada sekadar menjalankan berbagai kebijakan
Tuhan melalui dirinya.

Kebangkitan agama tersebut jelas menimbulkan berbagai dampak dan
implikasi pula dalam berbagai aspek kehidupan. Banyak hal positif dalam
kebangkitan agama itu; tetapi juga terdapat banyak ekses, yang oleh
The
Economist
disebut sebagai 'perang baru agama'. Sepanjang dua dasawarsa terakhir kian banyak terjadi kekerasan dan perang atas nama agama,
sejak dari Nigeria ke Srilanka, Filipina Selatan dan Thailand Selatan; dari
Serbia dan Bosnia terus Chechnya ke Palestina-Israel, Irak dan
Afghanistan.

Memang, agama dalam banyak kasus tidak dengan sendirinya menjadi
penyebab dan sumber dari 'perang baru agama' tersebut. Berkat
dialog-dialog antaragama yang kian intens, 'perang baru agama' karena
motif keagamaan sebagian besarnya dapat dicegah. Sebaliknya, apa yang
disebut 'perang baru agama' tersebut lebih bersumber pada masalah
politik dan ekonomi yang tidak pernah terselesaikan. Dan keadaannya
menjadi lebih rumit, rawan, dan eksplosif ketika para politisi dalam
menghadapi pertikaian-pertikaian politik tersebut mencampurbaurkan
kebijakan politiknya dengan semangat keagamaan.

'Perang baru agama' bisa menjadi sangat eksplosif dan menjerumuskan
masyarakat dunia ke ambang pertumpahan darah yang sulit diakhiri.
Karena  itulah penciptaan dan pemberdayaan tatanan dunia baru yang lebih
berimbang dan adil menjadi kebutuhan mendesak. Reformasi PBB dan
badan-badan internasional lainnya merupakan agenda dan tanggung jawab
bersama, yang meski sangat sulit mesti diupayakan terus.

http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=315383&kat_id=19



 


Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

Instant hello

Chat over IM with

group members.

Yahoo! Groups

Women of Curves

Discuss food, fitness

and weight loss.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Apakah SURGA dan NERAKA benar-benar ada? - HPS: Iblis, Jin, dan Malaikat

mas raksa,

Tuhan tidak menciptakan dunia penuh dengan penderitaan, bagi yang
mengerti, dunia ini adalah berkah, amanah, dan pelayanan. Hanya
kebanyakan terkungkung oleh selubung ego [nafsu], bagi yang sudah bisa
mengikhlaskan diri, maka jiwanya hidup, tidak masalah di dunia atau di
surga, sekarang juga.

salam,
goen

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "raksa wardana"
<raksawar@...> wrote:
>
> mas goen neraka dan surga itu jelas berbeda tempat walaupun sama-sama di
> alam ghaib, karena apa ? karena jiwa orang-orang dineraka tidak akan
mampu
> melihat jiwa orang-orang disyurga tapi jiwa orang-orang di syurga mampu
> melihat jiwa orang-orang di neraka.
>
> emang benar syurga dan neraka sekarangpun dapat kita rasakan, karena
jiwa
> kini dan nanti di akhirat ya itu itu juga, karena jiwa akan pernah mati
> (kekal).
>
> wassalam
> dari orang yang gak ngerti.
>
> Pada tanggal 03/10/07, Anwar Haryono <aharyono@...> menulis:
> >
> > Hiks…wong dedek saya ndiri juga belum sembuh mas…sori neh lagi
sibuk
> > buanget cari utangan
> >
> >
> >
> > Salam,
> >
> > Anwar
> >
> >
> > ------------------------------
> >
> > *From:* psikologi_transformatif@yahoogroups.com [mailto:
> > psikologi_transformatif@yahoogroups.com] *On Behalf Of *goenardjoadi
> > *Sent:* Tuesday, October 02, 2007 4:32 PM
> > *To:* psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> > *Subject:* [psikologi_transformatif] Re: Apakah SURGA dan NERAKA
> > benar-benar ada? - HPS: Iblis, Jin, dan Malaikat
> >
> >
> >
> > mas anwar.....
> >
> > kemana aja? dicari sama mbak swastinika lho...
> >
> > sampeyan ini mau terapi dedek saya kok ngabur? masih belum sembuh.
> > luka batin.
> >
> > salam,
> > goen
> >
> > --- In
psikologi_transformatif@yahoogroups.com<psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>,
> > "Anwar Haryono"
> > <aharyono@> wrote:
> > >
> > > Surga dan neraka itu di utaranya kutub utara...selatannya kutub
> > > selatan.he.he..
> > >
> > >
> > >
> > > Salam,
> > >
> > > Anwar
> > >
> > > Yak opo kabare mas Goen?
> > >
> > >
> > >
> > > _____
> > >
> > > From:
psikologi_transformatif@yahoogroups.com<psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
> > >
[mailto:psikologi_transformatif@yahoogroups.com<psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>]
> > On Behalf Of
> > goenardjoadi
> > > Sent: Tuesday, October 02, 2007 12:03 PM
> > > To:
psikologi_transformatif@yahoogroups.com<psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
> > > Subject: [psikologi_transformatif] Re: Apakah SURGA dan NERAKA
> > benar-benar
> > > ada? - HPS: Iblis, Jin, dan Malaikat
> > >
> > >
> > >
> > > adanya surga itu karena neraka, siapa bilang itu 2 tempat? itu
> > satu
> > > tempat, menyatu.
> > >
> > > salam,
> > > goen
> > >
> > > --- In psikologi_transform
> > > <mailto:psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
> > atif@yahoogroups.com <atif%40yahoogroups.com>,
> > > "nalaratih"
> > > <nalaratih@> wrote:
> > > >
> > > > mas as as ini....
> > > > mana enak cuma surga thok....
> > > > semua jadi puitikus nanti...heheheee
> > > >
> > > >
> > > > smile with me
> > > > Nala
> > > > *yang masih suka neraka dikit*
> > > >
> > > > --- In psikologi_transform
> > > <mailto:psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
> > atif@yahoogroups.com <atif%40yahoogroups.com>, as
> > > as
> > > > <as2004as_as@> wrote:
> > > > >
> > > > > Kalau di aku, Rez
> > > > > Adanya surga thok
> > > > > Tak ada nerakanya
> > > > > Lagi pula, cukup untuk semua orang
> > > > >
> > > > > Ayooooooo
> > > > > Bergabunglah ama akuuuuuuuuuuu
> > > > >
> > > > > sinagahp <sinagahp@> wrote:
> > > > > Namanya "surga dunia" atau "surga di dunia" Mas Goen ? :)
> > > > >
> > > > > salam,
> > > > > harez
> > > > >
> > > > > --- In psikologi_transform
> > > <mailto:psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
> > atif@yahoogroups.com <atif%40yahoogroups.com>,
> > > "goenardjoadi"
> > > > > <goenardjoadi@> wrote:
> > > > > >
> > > > > > Namun, akhirnya saya "gatel" juga untuk ikutan komentar
> > dalam
> > > > topik :
> > > > > > Benarkah Negeri AKHIRAT Tidak Kekal?.....Apakah SURGA dan
> > > NERAKA
> > > > > > benar-benar ada?
> > > > > >
> > > > > > GG: Surga itu dianggap banyak orang sebagai dunia setelah
> > > kita
> > > > mati,
> > > > > > saya mengerti mengapa persepsinya jadi begitu, karena
> > sewaktu
> > > > kita
> > > > > > mati maka body kita menjadi tidak significant, jadi tinggal
> > > jiwa
> > > > > > kita. maka sebenarnya surga itu adalah dunia jiwa kita.
> > > > > >
> > > > > > nah, bagi yang telah memiliki jati diri, atau istilahnya
> > telah
> > > > > > mendewasakan jiwanya, dengan banyak memberi makan jiwanya,
> > > maka
> > > > > > kehidupan jiwanya pun sudah ada di surga. jadi surga itu
> > > adalah
> > > > > > sekarang, kehidupan kekal itu sekarang, kehidupan penuh
> > > damai,
> > > > penuh
> > > > > > berkat, bebas hambatan, berkelimpahan rejeki, dan pahala.
> > > > > >
> > > > > > masalahnya adalah kemana kita mencari surga itu? surga bagi
> > > > jiwa
> > > > > > kita?
> > > > > >
> > > > > > untuk itu sebelumnya kita harus paham mengenai perilaku
> > > jiwa.
> > > > jiwa
> > > > > > itu sifatnya [softwarenya] adalah menolong jiwa-jiwa lainnya.
> > > > > >
> > > > > > oleh karena itu ketika Mother Theresa menolong jiwa-jiwa yang
> > > > > > sekarat, ternyata jiwa-jiwa itu tidak butuh banyak hal,
> > > paling
> > > > butuh
> > > > > > dekapan, kasih, dan perhatian, sehingga ketika sekarat
> > > jiwanya
> > > > tidak
> > > > > > melaknat Tuhan.
> > > > > >
> > > > > > banyak orang lain yang mencari surga lewat jalan menolong
> > > mayat-
> > > > > > mayat korban tabrak lari,
> > > > > >
> > > > > > menurut saya, menemukan surga adalah dengan menolong orang
> > > lain
> > > > > > dengan membangkitkan hidupnya, menyelamatkan orang lain
> > > supaya
> > > > mampu
> > > > > > menemukan jati dirinya, itu jauh lebih mulia secara dunia
> > > > akherat.
> > > > > >
> > > > > > kalau ditanya ini ada di ayat mana? di ayat goen 1.0
> > > > > >
> > > > > > salam,
> > > > > > goen
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > --- In psikologi_transform
> > > <mailto:psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
> > atif@yahoogroups.com <atif%40yahoogroups.com>,
> > > "sinagahp"
> > > > > > sinagahp@ wrote:
> > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > > --- In psikologi_transform
> > > <mailto:psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
> > atif@yahoogroups.com <atif%40yahoogroups.com>,
> > > "swastinika"
> > > > > > > <swastinika@> wrote:
> > > > > > > >
> > > > > > > > Nggak apa2 kok Bang. Memang dasarnya saya juga dari sana
> > > > kok ;).
> > > > > > Cuma
> > > > > > > > yang di-link yang sudah berbentuk artikel.. hehehe..,
> > > > karena saya
> > > > > > > > menghindari mengutip ayat2 untuk diskusi dengan teman
> > > yang
> > > > bukan
> > > > > > > muslim.
> > > > > > > > Nggak enak aja.. belum tentu semua orang senang
> > > dikutipkan
> > > > ayat2
> > > > > > bukan
> > > > > > > > dari kitab sucinya :)
> > > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > > harez:
> > > > > > >
> > > > > > > Wajar aja Swas kalau kamu punya perasaan nggak enak.
> > > Diskusi
> > > > soal
> > > > > > agama
> > > > > > > memang topik yang sensitif, baik antar agama maupun se
> > > agama.
> > > > Aku
> > > > > > juga
> > > > > > > pernah merasa begitu. Bahkan kalau jujur, faktor yang
> > turut
> > > > menjadi
> > > > > > > penyebab mengapa aku sempat "non aktif" di milis ini selama
> > > > > > beberapa
> > > > > > > waktu, selain faktor kesibukan ya faktor "nggak enak" itu.
> > > > Jujur
> > > > > > saja,
> > > > > > > tadinya saya cenderung menghindari diskusi yang terkait
> > > dengan
> > > > > > agama,
> > > > > > > teologis dan sejenisnya. Bukan saya tidak suka, tapi saya
> > > > pikir di
> > > > > > milis
> > > > > > > ini bukan itu fokus utamanya. Dalam diskusi-diskusi aawal
> > > > dengan
> > > > > > Mang
> > > > > > > Iyus, saya sudah menyatakan hal itu.
> > > > > > >
> > > > > > > Namun, akhirnya saya "gatel" juga untuk ikutan komentar
> > > dalam
> > > > > > topik :
> > > > > > > Benarkah Negeri AKHIRAT Tidak Kekal?.....Apakah SURGA dan
> > > > NERAKA
> > > > > > > benar-benar ada?
> > > > > > >
> > > > > > > yang dikirim oleh Wuryanano Raden
> > > > > > >
> > > > > >
> > > > http://groups.
> > >
> > <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17181>
> > > yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17181
> > > > > > >
> > > > > >
> > > >
> > > <http://groups.
> > >
> > <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17181>
> > > yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17181>
> > > > > > >
> > > > > > > terutama melihat ketidaknyaman yang dirasakan oleh rekan-
> > > rekan
> > > > > > > (khususnya yang Muslim), apalagi setelah Wuryanano Raden
> > > > > > mengeluarkan
> > > > > > > ayat-ayat Quran
> > > > > > >
> > > > > >
> > > > http://groups.
> > >
> > <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17197>
> > > yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17197
> > > > > > >
> > > > > >
> > > >
> > > <http://groups.
> > >
> > <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17197>
> > > yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17197>
> > > > > > >
> > > > > > > yang saya rasa seakan-akan semakin memojokkan rekan-rekan
> > > yang
> > > > > > Muslim.
> > > > > > > Karena itulah kemudian, saya ikutan nimbrung dengan
> > > > mengemukakan
> > > > > > hal-hal
> > > > > > > yang saya ketahui.
> > > > > > >
> > > > > >
> > > > http://groups.
> > >
> > <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17206>
> > > yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17206
> > > > > > >
> > > > > >
> > > >
> > > <http://groups.
> > >
> > <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17206>
> > > yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17206>
> > > > > > >
> > > > > > > Kemudian, dengan sadar saya mengajukan
> > > pertanyaan "Dimanakah
> > > > Tuhan
> > > > > > > Ketika IA Belum Mencipta?". Pesan yang ingin saya sampaikan
> > > > > > sebenarnya
> > > > > > > cuma satu, "Pemahaman Manusia Terhadap Tuhan Sangat
> > > Terbatas,
> > > > > > manusia
> > > > > > > memiliki banyak keterbatasan untuk memahami IA yang tak
> > > > terbatas".
> > > > > > >
> > > > > > > Tapi responsnya kan sangat beragam. Salah satu tanggapan
> > > yang
> > > > saya
> > > > > > rasa
> > > > > > > adalah respons tidak langsung adalah artikel yang dikirim
> > > Pak
> > > > > > Hudoyo
> > > > > > > yang berjudul "Penginjilan yang tidak sehat!" di:
> > > > > > >
> > > > > >
> > > > http://groups.
> > >
> > <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17241>
> > > yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17241
> > > > > > >
> > > > > >
> > > >
> > > <http://groups.
> > >
> > <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17241>
> > > yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17241>
> > > > > > >
> > > > > > > Ha...ha...ha... wah ini sudah nyerempet-nyerempet hal yang
> > > > ingin
> > > > > > saya
> > > > > > > hindari...:) Bisa mucul topik "Penginjilan yang tidak
> > > sehat
> > > > atau
> > > > > > > PemBudhaan yang tidak sehat". Itulah yang kemudian menjadi
> > > > > > precipitating
> > > > > > > factor, akhirnya saya non aktif dulu, karena kerjaanku
> > > numpuk,
> > > > > > keasyikan
> > > > > > > berdiskusi kan menyita waktu dan perhatian juga (seperti
> > > kata
> > > > Mas
> > > > > > Goen).
> > > > > > >
> > > > > > > Ikutan diskusi lagi gara-gara ada yang mengundang secara
> > > > personal
> > > > > > tapi
> > > > > > > dimasukkan ke milis.
> > > > > > >
> > > http://groups.
> > <http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/22339>
> > > yahoo.com/group/vincentliong/message/22339
> > > > > > > <http://groups.
> > > <http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/22339>
> > > yahoo.com/group/vincentliong/message/22339>
> > > > > > >
> > > > > > > Seetelah saya pelajari ternyata ada beberapa perkembangan
> > > > baru,
> > > > > > kemudian
> > > > > > > saya secara perlahan mencoba mulai ikut terlibat lagi.
> > > > > > >
> > > > > > > Jadi .... ya wajar saja kalau kamu merasa nggak
> > > enak/sungkan.
> > > > Tapi,
> > > > > > > berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya, kalau
> > > > diskusi/dialog
> > > > > > dengan
> > > > > > > rasa saling menghormati, maka ia bukan saja sekedar dapat
> > > > menjadi
> > > > > > > diskusi yang "tidak meng-uenegg-kan", bahkan bisa menjadi
> > > > suatu
> > > > > > > diskusi/dialog yang "mencerahkan" dan "menyejukkan". Saya
> > > > berharap
> > > > > > > diskusi/dialog kita ini dapat menjadi diskusi/dialog yang
> > > > demikian.
> > > > > > >
> > > > > > > Swas:
> > > > > > > > Betul, kalau dilihat kata per kata, ayat per ayat,
> > memang
> > > > ayat2
> > > > > > Al
> > > > > > > Quran
> > > > > > > > itu banyak yang [seolah2] bertentangan. Maka dari itu
> > saya
> > > > > > sendiri
> > > > > > > > menghindari pengutipan ayat, khawatir justru misleading.
> > > Itu
> > > > > > juga yang
> > > > > > > > sering saya himbau dari teman2 sesama muslim (paling
> > > tidak
> > > > dulu
> > > > > > > himbauan
> > > > > > > > ini pernah saya ajukan pada Hendrik Bakrie ;)) untuk
> > tidak
> > > > > > sepotong2
> > > > > > > > mengutip dan memaknai ayat.
> > > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > > harez:
> > > > > > > Ha....ha....ha.... Hendrik Bakrie adalah termasuk salah
> > > satu
> > > > member
> > > > > > > milis ini yang paling saya hargai. Dengan gaya urakan,
> > > > serampangan,
> > > > > > > impulsif, konyol .... dsb, sejauh yang saya lihat dia
> > tidak
> > > > punya
> > > > > > > "kepentingan apapun" selain berusaha "membagikan apa yang
> > > ia
> > > > yakini
> > > > > > > sebagai sesuatu yang baik dan benar". Kalau orang mau
> > > percaya
> > > > > > silahkan,
> > > > > > > kalau tidak ya abaikan saja. Yang mangkel mungkin banyak
> > > sih.
> > > > > > Tetapi,
> > > > > > > apa dia jual jasa .... ? Apa dia mendapatkan
> > > uang/keuntungan
> > > > dari
> > > > > > apa
> > > > > > > yang dia lakukan itu? Apa ada orang yang pernah merasa
> > > tertipu
> > > > > > olehnya
> > > > > > > .... ? Apa ada orang stress gara-gara dia ....? (Eh...,
> > > kalau
> > > > yang
> > > > > > ini
> > > > > > > malah Mas As As kayanya yang pernah stress (enggak enak
> > > > hati)).
> > > > > > > He....he....he.... pokoknya Hendrik Bakrie "top" di mata
> > > > saya ... !
> > > > > > >
> > > > > > > Swas:
> > > > > > > > Back to topic.. :)
> > > > > > > > ....
> > > > > > > > Yang saya tangkap dari segala tafsir ini adalah: dalam
> > > masa
> > > > > > manusia
> > > > > > > > belum diciptakan, yang ada hanya alam roh saja. Secara
> > > > gampang
> > > > > > disebut
> > > > > > > > sebagai "malaikat", yang diciptakan dari cahaya. Tapi..
> > > > selain
> > > > > > > malaikat
> > > > > > > > "standard", ada juga malaikat "limited edition" yang
> > > dibuat
> > > > dari
> > > > > > > "sumber
> > > > > > > > cahaya", yaitu api atau nyala api. "Malaikat dari sumber
> > > > cahaya"
> > > > > > > inilah
> > > > > > > > yang punya kemampuan lebih dari "malaikat2 standard".
> > > > > > >
> > > > > > > harez:
> > > > > > > Koq kaya mobil saja, pake "limited edition" segala ... :)
> > > > > > >
> > > > > > > Swas:
> > > > > > > > Itu yang menurut saya menjelaskan mengapa ketika ada
> > > > perintah
> > > > > > terhadap
> > > > > > > > malaikat, lantas seluruh malaikat bersujud, sementara
> > > iblis
> > > > > > menolak
> > > > > > > dan
> > > > > > > > muncul kalimat "dia adalah dari golongan jin, maka..".
> > > > Mungkin
> > > > > > kalimat
> > > > > > > > ini setara dengan kalimat seperti ini (ketika Timor
> > Leste
> > > > masih
> > > > > > jadi
> > > > > > > > bagian dari RI), "Seluruh bangsa Indonesia menyanyikan
> > > lagu
> > > > > > kebangsaan
> > > > > > > > Indonesia Raya ketika diperintahkan, kecuali si X. Si X
> > > ini
> > > > > > berasal
> > > > > > > dari
> > > > > > > > Pulau Timor bagian timur, maka.. ".
> > > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > > harez:
> > > > > > > Saya menggarisbawahi uraianmu pada paragraf terakhir.
> > > > Sepenangkapan
> > > > > > > saya, selintas kamu ingin menyatakan bahwa "gaya tutur"
> > > > atau "gaya
> > > > > > > penyampaian" perlu diperhatikan. Menurut saya, ini justru
> > > > salah
> > > > > > satu hal
> > > > > > > penting yang perlu diperhatikan.
> > > > > > >
> > > > > > > Sebagai contoh saya ambil salah satu ayat saja. Jika kita
> > > > simak QS
> > > > > > Al
> > > > > > > Baqarah 2:34 (mohon perhatikan kata illa) :
> > > > > > > "Wa-ith qulna lilmala-ikati osjudoo li-adama fasajadoo illa
> > > > > > ibleesa aba
> > > > > > > waistakbara..."
> > > > > > >
> > > > > > > Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para
> > > > > > Malaikat:"Sujudlah kamu
> > > > > > > kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia
> > enggan
> > > > dan
> > > > > > takabur
> > > > > > > ..."
> > > > > > > Sejauh pengetahuan saya, makna asli kata "illa"
> > > > adalah "kecuali".
> > > > > > Kata
> > > > > > > ini umumnya dipakai dalam arti istisna (pengecualian) dan
> > > > terkadang
> > > > > > > dipakai juga dalam arti istisna munqatthi, yang
> > > pemahamannya
> > > > adalah
> > > > > > > pengecualian yang terpisah (terpotong). Artinya sesuatu
> > yang
> > > > > > > dikecualikan itu tidak harus sama jenisnya dengan sesuatu
> > > yang
> > > > > > > disebutkan pertama.
> > > > > > >
> > > > > > > Contohnya, perkataan "jaal-qaumu illa himaran", artinya
> > > adalah
> > > > > > > "orang-orang telah datang, terkecuali himar". Padahal
> > orang
> > > > dan
> > > > > > himar
> > > > > > > (sejenis keledai) adalah dua jenis makhluk yang berlainan.
> > > > > > Kejadian ini
> > > > > > > (dengan perkataan tersebut) sering ditemui dalam kisah
> > > ketika
> > > > > > seseorang
> > > > > > > atau sekelompok orang sedang menunggu rombongan dagang.
> > > > Rombongan
> > > > > > > orangnya sudah sampai, tapi rombongan keledainya (ya
> > > pastinya
> > > > > > dikawal
> > > > > > > juga oleh orang) belum sampai.
> > > > > > >
> > > > > > > Barangkali bisa digambarkan dalam suatu peperangan,
> > komandan
> > > > > > berteriak
> > > > > > > "bertiarap ...". Semuanya bertiarap, kecuali si Broni.
> > > Dalam
> > > > hal
> > > > > > ini,
> > > > > > > Broni misalnya adalah anjing atau binatang apa keq (kuda),
> > > > atau
> > > > > > yang
> > > > > > > lainnya...
> > > > > > >
> > > > > > > Bukankah begitu Swas?
> > > > > > >
> > > > > > > Pemahaman denagn memperhatikan gaya tutur ini, tampaknya
> > > > justru
> > > > > > menarik
> > > > > > > untuk diperhatikan bukan?
> > > > > > >
> > > > > > > Mudah-mudahan dapat lebih memperjelas dan bermanfaat.
> > > > > > >
> > > > > > > salam,
> > > > > > > harez
> > > > > > >
> > > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > ---------------------------------
> > > > > Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research
> > Panel
> > > > today!
> > > > >
> > > >
> > >
> >
> >
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

Curves on Yahoo!

Share & discuss

Curves, fitness

and weight loss.

.

__,_._,___

[beasiswa] Re: [butuh info] akomodasi di milano, italia

Ciao Rakhman!

Wah, selamat berangkat ke italy ya..
it will be a nice experience living in italy..
btw, ikutan gabung di milis pelajar indonesia di italia aja.. dsana
ada beberapa 'penghuni' milan yang join. untuk join ke milis, kirim
email ke:
pelajar-indonesia-di-Italia-subscribe@yahoogroups.com

-joe@venezia-

--- In beasiswa@yahoogroups.com, "e_rakhman" <e_rakhman@...> wrote:
>
> halo semua,
>
> please..., butuh info akomodasi di Milan nih,
> datang sekitar akhir feb/awal Mar di sekitar kampus MIP, Politecnico
> di Milano (no idea where it is, exactly)
> Tolong kalo ada yang bisa membantu.
> Terima kasih.
>
> Rakhman
>


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] RE: ILMIAH

Ooooo, gitu toh arti ilmiah itu, Nabi Hendrik? Mohon pencerahan Nabi Hendrik,
kalau perjalanan ke surga tingkat tujuh pada dengan pegasus itu ada penjelasan
ilmiah tidak? Tolong dong kasih tau rumus fisikanya gimana? Ha ha ha...ha ha
ha..ha ha ha..ha ha ha..

Ngomongin iman gak usah pakai sok ilmiah ah. Agamamu sains atau Islam? Kalo kau
begitu ilmiahnya, tolong jelaskan juga wahyu Jibril kepada Muhammad secara
ilmiah juga ya.

Ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha.

manneke

Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@yahoo.com>:

> hahahah....hahahaha....hahaha.... saya mau jawab juga dikit ya mas... ilmiah
> bagi saya adalah ketika itu masuk akal (rasional) sebab memiliki dalil yg
> bisa dipertanggungjawabkan dan memenuhi kaidah2nya...
>
> secara ilmiah, yesus itu bisa jadi adalah hasil "kebohongan" sebab tidak
> ada keturunannya, mirip dengan tokoh hercules (anak tuhan) yg dianggap mitos,
> tidak ada kuburannya, tidak ada pemerintahannya, tidak bawahannya, tidak ada
> kekuasaanya, apalagi dengan adanya pernyataan bahwa dia adalah tuhan
> sekaligus anak tuhan, dll...
>
> "dapatkah anda menerima 1X 3 = 1..??" (karl marx)
>
> 1 mangga, 1 jeruk, 1 semangka.. apakah bisa jadi 1 mangga..???
>
> 1 tuhan (ALLAH SWT), 1 roh kudus, 1 yesus... apakah bisa jadi 1
> tuhan...???
>
> jadi apakah tuhan (ALLAH SWT) sebelum ada yesus itu adalah tuhan...??? atau
> belum jadi tuhan...??? atau belum sempurna jadi tuhan...??? tetapi jika tuhan
> jadi yesus maka tuhan belum sempurna sebab tuhan haruslah menjadi saya...
>
> jadi tuhan sejati sudah sejak awal menjadi sempurna.. sehingga tuhan
> haruslah dan selamanya menjadi diriNya sendiri sebab dia adalah sempurna...
>
> "subhanallah"
> "akulah awal dan akhir"
> "tidak ada yg menyerupaiNya"
> "tidak ada tuhan selain ALLAH"
> "dan Dia maha meliputi segala sesuatu"
> (alquran)
> ALLAHUAKBAR
>
> hahahaha.....hahahahah......hahahaha.............
>
>
> Anwar Haryono <aharyono@klaras.co.id> wrote:
> "Ilmiah" itu apa sih mas?
>
> Rasa-rasanya pernah denger kata itu ya….??? artinya apa ya?
>
>
> ---------------------------------
>
> From: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> [mailto:psikologi_transformatif@yahoogroups.com] On Behalf Of Yayak
> Heriyanto
> Sent: Wednesday, November 21, 2007 3:54 PM
> To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> Subject: Re: [psikologi_transformatif] mukjizat nabi Muhammad SAWW dan
> terbelahnya bulan....
>
>
> Ane pikir ngga' masalah ada orang-orang kita yang mencoba
> mengilmiahkan itu. soalnya kalo nabi kita dulu bisa menceritakan dan
> mengabstraksikan kondisi masjidil Aqsha kepada yahudi Mekah yang tidak
> percaya Isra' Mi'raj, ternyata saat ini sangat ilmiah dgn adanya
> teleconverence, HP, Internet dan entah apa lagi namanya 50 tahun kedepan.
>
> begitu juga prestasi kecepatan onta dan kuda jaman dulu, ternyata saat ini
> sudah dipatahkan/dikalahkan oleh kecepatan sepeda motor, Formula 1,
> upersonik, ultrasoni, atau ultra yang lain nantinya.
>
> Trus.........., masalah orang miskin & bodoh biarin mereka usaha sendiri dan
> menikmati jerih payah atau kemalasan mereka sendiri.
> ----- Original Message ----
> From: Anwar Haryono <aharyono@klaras.co.id>
> To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> Sent: Wednesday, November 21, 2007 2:39:02 PM
> Subject: RE: [psikologi_transformatif] mukjizat nabi Muhammad SAWW dan
> terbelahnya bulan....
> Kalo jaman dulu mungkin orang arab eyel2an apakah buroq itu mirip kuda
> ato onta super….lha jaman sekarang juga masih ada sarjana kita yang ngitung2
> kecepatan buroq ke dari mekah ke palestina….trus ke langit ketujuh….trus otak
> atik gathuk dengan mekanika sampe relativitas….yang ini lagi, mikirin apa
> bulan kayak roti kukus…..
>
> Lha kapan ngurusi umat yang masih bodo/miskin?
>
> Salam,
> Anwar
>
> ---------------------------------
>
> From: psikologi_transform atif@yahoogroups .com [mailto:psikologi_
> transformatif@ yahoogroups. com] On Behalf Of hendrik bakrie
> Sent: Wednesday, November 21, 2007 12:58 PM
> To: psikologi_transform atif@yahoogroups .com
> Subject: [psikologi_transfor matif] mukjizat nabi Muhammad SAWW dan
> terbelahnya bulan....
>
>
> dari salah satu web site islam...
>
>
>
> Foto-foto NASA Buktikan Terbelahnya Bulan, Mukjizat Nabi Muhammad
> saw
>
>
>
> Oleh: Administrator
> 14/11/2007 - 15:05
> Ayat-ayat pembukaan Surah al-Qamar di dalam al-Quran memperbicangkan
> tentang mukjizat Shaq-ul-Qamar (pembelahan bulan menjadi dua bagian), dan
> foto-foto terbaru bulan yang diambil NASA membuktikan mukjizat itu, demikian
> ungkap seorang ulama Islam terkemuka.
>
> Berbicara dalam suatu konferensi yang diselenggarakan oleh deputi
> kebudayaan Islam, Azad University, Ayatullah Dr. Abdulkareem Biazar Shirazi
> membacakan ayat pertama dari Surah al-Qamar: Telah dekat datangnya saat itu
> dan telah terbelah bulan (54:1) seraya berkata, "Ayat ini tentang mukjizat
> yang dilakukan Nabi Suci saw atas permintaan orang-orang Mekkah.
>
> Orang-orang kafir dari kaum Quraisy ingin melihat suatu mukjizat dari
> Muhammad saw untuk membuktikan kenabiannya. Karena tidak ingin ditunjukkan
> kepada mereka satu aksi magis alih-alih sebuah mukjizat yang riil, maka
> mereka meminta agar Nabi saw membelah bulan menjadi dua bagian (mereka
> percaya bahwa magis atau sihir tidak akan berpengaruh pada langit).
>
> Mereka berkata kepada Nabi saw, "Jika anda berkata benar, maka belahlah
> bulan bagi kami menjadi dua bagian, separuh berada di atas Gnung Abu Qubays
> dan yang lainnya di atas Gunung Quayquan. Nabi suci saw bertanya kepada
> mereka, "Jika saya melakukan hal itu, akankah kalian beriman?" "Ya, kita akan
> beriman," jawab mereka. Malam itu adalah malam bulan purnama. Maka, Nabi saw
> berdoa kepada Allah untuk mengabulkan apa yang mereka pinta. Malam itu, bulan
> pun terbelah, dengan separuhnya dipindahkan dan ditempatkan di atas Gunung
> Abu Qubays sementara yang lainnya di atas Gunung Quayquan.
>
> Ayatullah Biazar Shirazi berkata bahwa ada beberapa kalangan yang
> menginterpretasikan ayat pertama Surah al-Qamar sebagai mengacu kepada masa
> depan, tetapi itu adalah mukjizat yang benar-benar terjadi pada masa Nabi
> Muhammad saw.
>
> "Jika anda bertanya kepada seorang Yahudi atau Kristen apa mukjizat nabi
> mereka, maka mereka tidak bisa menunjukkan kepada anda Tongkat Musa atau
> orang-orang yang telah Yesus bangkitkan dari kematian. Namun, bukti yang
> menunjukkan bahwa Nabi Islam saw telah melakukan suatu mukjizat ada di luar
> sana . Para ilmuwan NASA meyakini bahwa, bersama dengan adanya belahan spiral
> dan sirkular, terdapat sebuah belahan lulus yang melintang di tengah bulan.
> Mereka percaya bahwa belahan itu adalah dampak dari hantaman meteor terhadap
> bulan, sedangkan bentuk dari belahan itu secara jelas menunjukkan bahwa bulan
> suatu saat pernah dibelah menjadi dua bagian lalu kedua bagian itu disatukan
> kembali.
>
> Konferensi yang bertajuk "Pemisahan Bulan, Mukjizat Nabi Muhammad saw,
> Berdasarkan Studi-studi NASA" ini diselenggarakan berkenaan dengan Pameran
> Internasional al-Quran ke-15 di Mesjid Imam Khomeini, Tehran.[irm/ iqna]
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
>
> Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See
> how.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
>
> Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your homepage.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Holidays with Y!

Fly home on us.

Win free airline

tickets now.

HDTV Support

The official Samsung

Y! Group for HDTVs

and devices.

.

__,_._,___

Re: [psikologi_transformatif] Re: Apakah SURGA dan NERAKA benar-benar ada? - HPS: Iblis, Jin, dan Malaikat

mas goen neraka dan surga itu jelas berbeda tempat walaupun sama-sama di alam ghaib, karena apa ? karena jiwa orang-orang dineraka tidak akan mampu melihat jiwa orang-orang disyurga tapi jiwa orang-orang di syurga mampu melihat jiwa orang-orang di neraka.
 
emang benar syurga dan neraka sekarangpun dapat kita rasakan, karena jiwa kini dan nanti di akhirat ya itu itu juga, karena jiwa akan pernah mati (kekal).
 
wassalam
dari orang yang gak ngerti.
 
Pada tanggal 03/10/07, Anwar Haryono <aharyono@klaras.co.id> menulis:

Hiks…wong dedek saya ndiri juga belum sembuh mas…sori neh lagi sibuk buanget cari utangan

 

Salam,

Anwar

 


From: psikologi_transformatif@yahoogroups.com [mailto:psikologi_transformatif@yahoogroups.com ] On Behalf Of goenardjoadi
Sent: Tuesday, October 02, 2007 4:32 PM


To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
Subject: [psikologi_transformatif] Re: Apakah SURGA dan NERAKA benar-benar ada? - HPS: Iblis, Jin, dan Malaikat

 

mas anwar.....

kemana aja? dicari sama mbak swastinika lho...

sampeyan ini mau terapi dedek saya kok ngabur? masih belum sembuh.
luka batin.

salam,
goen

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "Anwar Haryono"
<aharyono@...> wrote:
>
> Surga dan neraka itu di utaranya kutub utara...selatannya kutub
> selatan.he.he..
>
>
>
> Salam,
>
> Anwar
>
> Yak opo kabare mas Goen?
>
>
>
> _____
>
> From: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> [mailto:psikologi_transformatif@yahoogroups.com] On Behalf Of
goenardjoadi
> Sent: Tuesday, October 02, 2007 12:03 PM
> To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> Subject: [psikologi_transformatif] Re: Apakah SURGA dan NERAKA
benar-benar
> ada? - HPS: Iblis, Jin, dan Malaikat
>
>
>
> adanya surga itu karena neraka, siapa bilang itu 2 tempat? itu
satu
> tempat, menyatu.
>
> salam,
> goen
>
> --- In psikologi_transform
> <mailto: psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
atif@yahoogroups.com,
> "nalaratih"
> <nalaratih@> wrote:
> >
> > mas as as ini....
> > mana enak cuma surga thok....
> > semua jadi puitikus nanti...heheheee
> >
> >
> > smile with me
> > Nala
> > *yang masih suka neraka dikit*
> >
> > --- In psikologi_transform
> <mailto: psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
atif@yahoogroups.com, as
> as
> > <as2004as_as@> wrote:
> > >
> > > Kalau di aku, Rez
> > > Adanya surga thok
> > > Tak ada nerakanya
> > > Lagi pula, cukup untuk semua orang
> > >
> > > Ayooooooo
> > > Bergabunglah ama akuuuuuuuuuuu
> > >
> > > sinagahp <sinagahp@> wrote:
> > > Namanya "surga dunia" atau "surga di dunia" Mas Goen ? :)
> > >
> > > salam,
> > > harez
> > >
> > > --- In psikologi_transform
> <mailto: psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
atif@yahoogroups.com,
> "goenardjoadi"
> > > <goenardjoadi@> wrote:
> > > >
> > > > Namun, akhirnya saya "gatel" juga untuk ikutan komentar
dalam
> > topik :
> > > > Benarkah Negeri AKHIRAT Tidak Kekal?.....Apakah SURGA dan
> NERAKA
> > > > benar-benar ada?
> > > >
> > > > GG: Surga itu dianggap banyak orang sebagai dunia setelah
> kita
> > mati,
> > > > saya mengerti mengapa persepsinya jadi begitu, karena
sewaktu
> > kita
> > > > mati maka body kita menjadi tidak significant, jadi tinggal
> jiwa
> > > > kita. maka sebenarnya surga itu adalah dunia jiwa kita.
> > > >
> > > > nah, bagi yang telah memiliki jati diri, atau istilahnya
telah
> > > > mendewasakan jiwanya, dengan banyak memberi makan jiwanya,
> maka
> > > > kehidupan jiwanya pun sudah ada di surga. jadi surga itu
> adalah
> > > > sekarang, kehidupan kekal itu sekarang, kehidupan penuh
> damai,
> > penuh
> > > > berkat, bebas hambatan, berkelimpahan rejeki, dan pahala.
> > > >
> > > > masalahnya adalah kemana kita mencari surga itu? surga bagi
> > jiwa
> > > > kita?
> > > >
> > > > untuk itu sebelumnya kita harus paham mengenai perilaku
> jiwa.
> > jiwa
> > > > itu sifatnya [softwarenya] adalah menolong jiwa-jiwa lainnya.
> > > >
> > > > oleh karena itu ketika Mother Theresa menolong jiwa-jiwa yang
> > > > sekarat, ternyata jiwa-jiwa itu tidak butuh banyak hal,
> paling
> > butuh
> > > > dekapan, kasih, dan perhatian, sehingga ketika sekarat
> jiwanya
> > tidak
> > > > melaknat Tuhan.
> > > >
> > > > banyak orang lain yang mencari surga lewat jalan menolong
> mayat-
> > > > mayat korban tabrak lari,
> > > >
> > > > menurut saya, menemukan surga adalah dengan menolong orang
> lain
> > > > dengan membangkitkan hidupnya, menyelamatkan orang lain
> supaya
> > mampu
> > > > menemukan jati dirinya, itu jauh lebih mulia secara dunia
> > akherat.
> > > >
> > > > kalau ditanya ini ada di ayat mana? di ayat goen 1.0
> > > >
> > > > salam,
> > > > goen
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > --- In psikologi_transform
> <mailto: psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
atif@yahoogroups.com,
> "sinagahp"
> > > > sinagahp@ wrote:
> > > > >
> > > > >
> > > > > --- In psikologi_transform
> <mailto: psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>
atif@yahoogroups.com,
> "swastinika"
> > > > > <swastinika@> wrote:
> > > > > >
> > > > > > Nggak apa2 kok Bang. Memang dasarnya saya juga dari sana
> > kok ;).
> > > > Cuma
> > > > > > yang di-link yang sudah berbentuk artikel.. hehehe..,
> > karena saya
> > > > > > menghindari mengutip ayat2 untuk diskusi dengan teman
> yang
> > bukan
> > > > > muslim.
> > > > > > Nggak enak aja.. belum tentu semua orang senang
> dikutipkan
> > ayat2
> > > > bukan
> > > > > > dari kitab sucinya :)
> > > > > >
> > > > >
> > > > > harez:
> > > > >
> > > > > Wajar aja Swas kalau kamu punya perasaan nggak enak.
> Diskusi
> > soal
> > > > agama
> > > > > memang topik yang sensitif, baik antar agama maupun se
> agama.
> > Aku
> > > > juga
> > > > > pernah merasa begitu. Bahkan kalau jujur, faktor yang
turut
> > menjadi
> > > > > penyebab mengapa aku sempat "non aktif" di milis ini selama
> > > > beberapa
> > > > > waktu, selain faktor kesibukan ya faktor "nggak enak" itu.
> > Jujur
> > > > saja,
> > > > > tadinya saya cenderung menghindari diskusi yang terkait
> dengan
> > > > agama,
> > > > > teologis dan sejenisnya. Bukan saya tidak suka, tapi saya
> > pikir di
> > > > milis
> > > > > ini bukan itu fokus utamanya. Dalam diskusi-diskusi aawal
> > dengan
> > > > Mang
> > > > > Iyus, saya sudah menyatakan hal itu.
> > > > >
> > > > > Namun, akhirnya saya "gatel" juga untuk ikutan komentar
> dalam
> > > > topik :
> > > > > Benarkah Negeri AKHIRAT Tidak Kekal?.....Apakah SURGA dan
> > NERAKA
> > > > > benar-benar ada?
> > > > >
> > > > > yang dikirim oleh Wuryanano Raden
> > > > >
> > > >
> > http://groups.
>
< http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17181>
> yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17181
> > > > >
> > > >
> >
> < http://groups.
>
<http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17181 >
> yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17181>
> > > > >
> > > > > terutama melihat ketidaknyaman yang dirasakan oleh rekan-
> rekan
> > > > > (khususnya yang Muslim), apalagi setelah Wuryanano Raden
> > > > mengeluarkan
> > > > > ayat-ayat Quran
> > > > >
> > > >
> > http://groups.
>
<http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17197 >
> yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17197
> > > > >
> > > >
> >
> <http://groups.
>
< http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17197>
> yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17197>
> > > > >
> > > > > yang saya rasa seakan-akan semakin memojokkan rekan-rekan
> yang
> > > > Muslim.
> > > > > Karena itulah kemudian, saya ikutan nimbrung dengan
> > mengemukakan
> > > > hal-hal
> > > > > yang saya ketahui.
> > > > >
> > > >
> > http://groups.
>
< http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17206>
> yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17206
> > > > >
> > > >
> >
> < http://groups.
>
<http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17206 >
> yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17206>
> > > > >
> > > > > Kemudian, dengan sadar saya mengajukan
> pertanyaan "Dimanakah
> > Tuhan
> > > > > Ketika IA Belum Mencipta?". Pesan yang ingin saya sampaikan
> > > > sebenarnya
> > > > > cuma satu, "Pemahaman Manusia Terhadap Tuhan Sangat
> Terbatas,
> > > > manusia
> > > > > memiliki banyak keterbatasan untuk memahami IA yang tak
> > terbatas".
> > > > >
> > > > > Tapi responsnya kan sangat beragam. Salah satu tanggapan
> yang
> > saya
> > > > rasa
> > > > > adalah respons tidak langsung adalah artikel yang dikirim
> Pak
> > > > Hudoyo
> > > > > yang berjudul "Penginjilan yang tidak sehat!" di:
> > > > >
> > > >
> > http://groups.
>
<http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17241 >
> yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17241
> > > > >
> > > >
> >
> <http://groups.
>
< http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17241>
> yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/17241>
> > > > >
> > > > > Ha...ha...ha... wah ini sudah nyerempet-nyerempet hal yang
> > ingin
> > > > saya
> > > > > hindari...:) Bisa mucul topik "Penginjilan yang tidak
> sehat
> > atau
> > > > > PemBudhaan yang tidak sehat". Itulah yang kemudian menjadi
> > > > precipitating
> > > > > factor, akhirnya saya non aktif dulu, karena kerjaanku
> numpuk,
> > > > keasyikan
> > > > > berdiskusi kan menyita waktu dan perhatian juga (seperti
> kata
> > Mas
> > > > Goen).
> > > > >
> > > > > Ikutan diskusi lagi gara-gara ada yang mengundang secara
> > personal
> > > > tapi
> > > > > dimasukkan ke milis.
> > > > >
> http://groups.
< http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/22339>
> yahoo.com/group/vincentliong/message/22339
> > > > > <http://groups.
> < http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/22339>
> yahoo.com/group/vincentliong/message/22339 >
> > > > >
> > > > > Seetelah saya pelajari ternyata ada beberapa perkembangan
> > baru,
> > > > kemudian
> > > > > saya secara perlahan mencoba mulai ikut terlibat lagi.
> > > > >
> > > > > Jadi .... ya wajar saja kalau kamu merasa nggak
> enak/sungkan.
> > Tapi,
> > > > > berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya, kalau
> > diskusi/dialog
> > > > dengan
> > > > > rasa saling menghormati, maka ia bukan saja sekedar dapat
> > menjadi
> > > > > diskusi yang "tidak meng-uenegg-kan", bahkan bisa menjadi
> > suatu
> > > > > diskusi/dialog yang "mencerahkan" dan "menyejukkan". Saya
> > berharap
> > > > > diskusi/dialog kita ini dapat menjadi diskusi/dialog yang
> > demikian.
> > > > >
> > > > > Swas:
> > > > > > Betul, kalau dilihat kata per kata, ayat per ayat,
memang
> > ayat2
> > > > Al
> > > > > Quran
> > > > > > itu banyak yang [seolah2] bertentangan. Maka dari itu
saya
> > > > sendiri
> > > > > > menghindari pengutipan ayat, khawatir justru misleading.
> Itu
> > > > juga yang
> > > > > > sering saya himbau dari teman2 sesama muslim (paling
> tidak
> > dulu
> > > > > himbauan
> > > > > > ini pernah saya ajukan pada Hendrik Bakrie ;)) untuk
tidak
> > > > sepotong2
> > > > > > mengutip dan memaknai ayat.
> > > > > >
> > > > >
> > > > > harez:
> > > > > Ha....ha....ha.... Hendrik Bakrie adalah termasuk salah
> satu
> > member
> > > > > milis ini yang paling saya hargai. Dengan gaya urakan,
> > serampangan,
> > > > > impulsif, konyol .... dsb, sejauh yang saya lihat dia
tidak
> > punya
> > > > > "kepentingan apapun" selain berusaha "membagikan apa yang
> ia
> > yakini
> > > > > sebagai sesuatu yang baik dan benar". Kalau orang mau
> percaya
> > > > silahkan,
> > > > > kalau tidak ya abaikan saja. Yang mangkel mungkin banyak
> sih.
> > > > Tetapi,
> > > > > apa dia jual jasa .... ? Apa dia mendapatkan
> uang/keuntungan
> > dari
> > > > apa
> > > > > yang dia lakukan itu? Apa ada orang yang pernah merasa
> tertipu
> > > > olehnya
> > > > > .... ? Apa ada orang stress gara-gara dia ....? (Eh...,
> kalau
> > yang
> > > > ini
> > > > > malah Mas As As kayanya yang pernah stress (enggak enak
> > hati)).
> > > > > He....he....he.... pokoknya Hendrik Bakrie "top" di mata
> > saya ... !
> > > > >
> > > > > Swas:
> > > > > > Back to topic.. :)
> > > > > > ....
> > > > > > Yang saya tangkap dari segala tafsir ini adalah: dalam
> masa
> > > > manusia
> > > > > > belum diciptakan, yang ada hanya alam roh saja. Secara
> > gampang
> > > > disebut
> > > > > > sebagai "malaikat", yang diciptakan dari cahaya. Tapi..
> > selain
> > > > > malaikat
> > > > > > "standard", ada juga malaikat "limited edition" yang
> dibuat
> > dari
> > > > > "sumber
> > > > > > cahaya", yaitu api atau nyala api. "Malaikat dari sumber
> > cahaya"
> > > > > inilah
> > > > > > yang punya kemampuan lebih dari "malaikat2 standard".
> > > > >
> > > > > harez:
> > > > > Koq kaya mobil saja, pake "limited edition" segala ... :)
> > > > >
> > > > > Swas:
> > > > > > Itu yang menurut saya menjelaskan mengapa ketika ada
> > perintah
> > > > terhadap
> > > > > > malaikat, lantas seluruh malaikat bersujud, sementara
> iblis
> > > > menolak
> > > > > dan
> > > > > > muncul kalimat "dia adalah dari golongan jin, maka..".
> > Mungkin
> > > > kalimat
> > > > > > ini setara dengan kalimat seperti ini (ketika Timor
Leste
> > masih
> > > > jadi
> > > > > > bagian dari RI), "Seluruh bangsa Indonesia menyanyikan
> lagu
> > > > kebangsaan
> > > > > > Indonesia Raya ketika diperintahkan, kecuali si X. Si X
> ini
> > > > berasal
> > > > > dari
> > > > > > Pulau Timor bagian timur, maka.. ".
> > > > > >
> > > > >
> > > > > harez:
> > > > > Saya menggarisbawahi uraianmu pada paragraf terakhir.
> > Sepenangkapan
> > > > > saya, selintas kamu ingin menyatakan bahwa "gaya tutur"
> > atau "gaya
> > > > > penyampaian" perlu diperhatikan. Menurut saya, ini justru
> > salah
> > > > satu hal
> > > > > penting yang perlu diperhatikan.
> > > > >
> > > > > Sebagai contoh saya ambil salah satu ayat saja. Jika kita
> > simak QS
> > > > Al
> > > > > Baqarah 2:34 (mohon perhatikan kata illa) :
> > > > > "Wa-ith qulna lilmala-ikati osjudoo li-adama fasajadoo illa
> > > > ibleesa aba
> > > > > waistakbara..."
> > > > >
> > > > > Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para
> > > > Malaikat:"Sujudlah kamu
> > > > > kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia
enggan
> > dan
> > > > takabur
> > > > > ..."
> > > > > Sejauh pengetahuan saya, makna asli kata "illa"
> > adalah "kecuali".
> > > > Kata
> > > > > ini umumnya dipakai dalam arti istisna (pengecualian) dan
> > terkadang
> > > > > dipakai juga dalam arti istisna munqatthi, yang
> pemahamannya
> > adalah
> > > > > pengecualian yang terpisah (terpotong). Artinya sesuatu
yang
> > > > > dikecualikan itu tidak harus sama jenisnya dengan sesuatu
> yang
> > > > > disebutkan pertama.
> > > > >
> > > > > Contohnya, perkataan "jaal-qaumu illa himaran", artinya
> adalah
> > > > > "orang-orang telah datang, terkecuali himar". Padahal
orang
> > dan
> > > > himar
> > > > > (sejenis keledai) adalah dua jenis makhluk yang berlainan.
> > > > Kejadian ini
> > > > > (dengan perkataan tersebut) sering ditemui dalam kisah
> ketika
> > > > seseorang
> > > > > atau sekelompok orang sedang menunggu rombongan dagang.
> > Rombongan
> > > > > orangnya sudah sampai, tapi rombongan keledainya (ya
> pastinya
> > > > dikawal
> > > > > juga oleh orang) belum sampai.
> > > > >
> > > > > Barangkali bisa digambarkan dalam suatu peperangan,
komandan
> > > > berteriak
> > > > > "bertiarap ...". Semuanya bertiarap, kecuali si Broni.
> Dalam
> > hal
> > > > ini,
> > > > > Broni misalnya adalah anjing atau binatang apa keq (kuda),
> > atau
> > > > yang
> > > > > lainnya...
> > > > >
> > > > > Bukankah begitu Swas?
> > > > >
> > > > > Pemahaman denagn memperhatikan gaya tutur ini, tampaknya
> > justru
> > > > menarik
> > > > > untuk diperhatikan bukan?
> > > > >
> > > > > Mudah-mudahan dapat lebih memperjelas dan bermanfaat.
> > > > >
> > > > > salam,
> > > > > harez
> > > > >
> > > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research
Panel
> > today!
> > >
> >
>


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

HDTV Support

on Yahoo! Groups

Help with Samsung

HDTVs and devices

.

__,_._,___