Jumat, 07 Desember 2007

[psikologi_transformatif] Fuad Hassan - Siapa dan Apa

Dear friends,


Berikut ini saya lampirkan Siapa dan Apa: Fuad Hassan dalam Delapan Bagian dari berbagai sumber (file format: PDF, 303Kb), untuk sekadar kita mengingat Pikiran dan Tindakan Beliau.


pour condoléance..........



* Dalam waktu dekat, file PDF tersebut juga akan di-upload ke suatu server, agar dapat di-download oleh Anda yang tidak menerima attachment (bila berminat, silakan Anda me-reply langsung e-mail ini).



Juneman

Himpunan Psikologi Indonesia (Indonesian Psychological Association)

Jakarta Raya Chapter (HIMPSI Jaya)


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

Files to share?

Send up to 1GB of

files in an IM.

Parenting Zone

Your home for

parenting information

on Yahoo! Groups.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Who is the real Master? What is the real Religion?

Q:
Who is the real Master? What is the real religion?

A:
A ZEN MASTER was saying goodbye to one of his disciples, and the night was very dark. And the disciple was a little bit afraid, scared, because he had to pass a jungle of at least ten miles. And it was wild. And wild animals were there, and it was night -- and a dark night with no moon. And it was getting late -- almost half the night had passed. Talking to the master, he had completely forgotten.

Seeing him a little afraid, the master says, 'You look a little afraid, so I will give you a lamp.' He puts a small paper lamp into his hand, lights the lamp. The disciple thanks him, goes down the steps. And the master calls him and says, 'Stop!' And the master comes close, blows the flame off. And he says, 'A REAL MASTER GIVES COURAGE; HE DOES NOT HELP COWARDICE. You go into the dark, you be your own light. And remember: nobody else's light will be of any help; you will have to attain to your own light. BE A FLAME TO YOUR OWN BEING. Go into the dark, be courageous.' He says, 'A real master never helps any cowardice.' In a small act, by blowing the flame off, the master gives a great message: RELIGION IS ONLY FOR THE COURAGEOUS.

Those who followed Jesus, they were courageous people. They were not many, they were very few -- you could have counted them on the fingers. Those who followed Buddha were courageous people. Christians are not courageous, Buddhists are not courageous.

THOSE WHO ARE WITH ME ARE COURAGEOUS PEOPLE. Once I am gone, your children and your children's children may pay their respect to me, but they will not be courageous.

RELIGION EXISTS ONLY WHEN THERE IS AN ALIVE MASTER TO LIVE IT FOR YOU. When the master is gone, then religion becomes dead. Cowardly people gather together around a dead religion. Then there is no fear. They worship the scripture, they worship the word, they worship the statue -- all dead things.

But whenever a Jesus is there, or a Buddha is there, or a Mohammed is there, they are very much afraid. They find thousand and one ways to escape; they find thousand and one ways to rationalize their escape. THEY CONDEMN THE REAL MASTER -- WHY? THE REAL MASTER WILL NOT SUPPORT YOUR COWARDICE. He will not give you any more greed -- you already have too much -- and he will not make you afraid. His whole effort will be to take fear and greed away from you, so that you can become capable of living your life in totality.

CHRISTIANITY AND RELIGIONS LIKE THAT HAD TO HAPPEN. They have to be forgiven; don't be angry about them. But now they have to go, too -- now the world is no more in need of them. They are tumbling, they are scattering, they are dying. In fact, they are dead. But people are so blind that for them to know that their church or their temple is dead takes such a long time. They are so unconscious, they cannot understand it immediately. CHRISTIANITY IS DEAD, HINDUISM DEAD, ISLAM IS DEAD. In Islam, only a small thing lives, still has a flame -- that is Sufism. In Christianity, only a few mystics are still alive. Otherwise, the church and the pope and the Vatican are just cemeteries, graveyards.

In Hinduism, few mystics are still alive -- a Krishnamurti, somewhere a Raman -- but far and few in between. Otherwise, the shankaracharyas are dead people. But nobody goes to a living master. In Buddhism only Zen is alive. In Judaism only Hassidism is alive.

The organized religion is not the real religion. THE UNORGANIZED, THE REBELLIOUS, THE UNORTHODOX, THE HERETIC RELIGION IS THE REAL RELIGION -- HAS ALWAYS BEEN SO. Religion comes always as a rebellion -- its very spirit is that of rebelliousness.

THE DAYS FOR CHRISTIANITY, HINDUISM, ISLAM, ARE GONE. In the future, a totally different kind of religion, a different kind of climate, will surround the earth. RELIGIONS WILL DISAPPEAR; THERE WILL ONLY BE A KIND OF RELIGIOUSNESS. People will find their own religion individually; people will find their own prayer, their own way of praying. There is no need to follow anybody's prescribed idea -- that is not the path, that is not the way of the courageous. That is the way of the coward. And God is available -- you just have to become courageous to look into his eyes.

OSHO
Zen: The Path of Paradox
Vol 2, Ch #10: The Bridge but not the Water Flows
Buddha Hall




Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Yahoo! Groups

Wellness Spot

A resource for Curves

and weight loss.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Trs: [Fwd: Fw: Motivation of The Day : " Berhentilah Jadi Gelas "]


Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya
belakangan
ini selalu tampak murung. 'Kenapa kau selalu murung, nak?
Bukankah banyak hal yang indah di
duniaini?
Ke mana perginya wajah bersyukurmu?' sang Guru bertanya.

'Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya
untuk
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,' jawab sang
murid muda.
Sang Guru terkekeh. 'Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.

'Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan
permintaan
gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang
diminta.
'Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,' kata
Sang Guru.
'Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.' Si murid pun
melakukannya.
Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.
'Bagaimana rasanya?' tanya Sang Guru.
'Asin, dan perutku jadi mual,' jawab si murid dengan wajah yang
masih
meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis
keasinan.
'Sekarang kau ikut aku' Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat
tempat mereka.
'Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.' Si murid
menebarkan
segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di
mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya,
tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid,
begitu pikirnya.

'Sekarang, coba kau minum air danau itu,' kata Sang Guru sambil
mencari
batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.
Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan
membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin
dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya,
'Bagaimana rasanya?'
'Segar, segar sekali,' kata si murid sambil mengelap bibirnya
dengan
punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber
air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang
tersisa
di mulutnya.
'Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?'
'Tidak sama sekali,' kata si murid sambil mengambil air dan
meminumnya
lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya
itu meminum air danau sampai puas.
'Nak,' kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum.
' Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak
kurang,
tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan
yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh
Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak
berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini
pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi,
yang bebas dari penderitaan dan masalah.'
Si murid terdiam, mendengarkan.
'Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat
tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya . Jadi Nak,
supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu
dalam dadamu itu jadi sebesar danau.'

======
Dari genesisinya Psikologi Transformatif dan Transpersonal dilahirkan sebagai koreksi untuk memperbaiki peradaban sehingga umat manusia bisa saling mengenal dan bekerjasama.
Setelah sebelumnya selalu dipertentangkan faham antara ' jiwa vs badan ' ; ' aku vs kamu dan kalian '

Tapi nampaknya banyak yang belum memahami sehingga menjadi sekadar lahan untuk dipakai apa saja, semau-maunya.
Memang dalam era kebebasan ini, kita tidak bisa melarang semua orang mengekspresikan aspirasinya.
Soalnya adalah apakah pantas kalau kita ke resepsi dengan pakaian renang atau sebaliknya ?
Karena itu dalam setiap kesempatan hrs selalu muncul suara yang bisa memberikan unsur yang mencerahkan.

Kemarin orang yang mencoba menemukan harmoni dalam hal yang
nampaknya bertentangan karena sebenarnya saling melengkapi, yaitu Prof. Dr Fuad
Hassan.
Fisiknya boleh tidak lagi hadir, tapi pikirannya akan tetap bersama
kita karena memang merupakan kebutuhan zaman konvergensi !

" Gelap tidak bisa menyingkirkan gelap.
Hanya terang yang dapat melakukannya.
Kebencian tidak dapat menyingkirkan kebencian,
Hanya welas asih yang dapat melakukannya "

( David Baird )

Salam,
Jusuf Sutanto

----------------------------------------------------------
Sell your car for just $30 at CarPoint.com.au. It's simple!

-----Lampiran Inline Disertakan-----

.hmmessage P {
PADDING-RIGHT:0px;PADDING-LEFT:0px;PADDING-BOTTOM:0px;MARGIN:0px;PADDING-TOP:0px;}
BODY.hmmessage {
FONT-SIZE:10pt;FONT-FAMILY:Tahoma;}

Seorang guru
sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak
murung.
'Kenapa kau
selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana
perginya wajah bersyukurmu?' sang Guru bertanya.
'Guru,
belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum.
Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,' jawab sang murid muda.

Sang Guru
terkekeh. 'Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar
kuperbaiki suasana hatimu itu.
'Si murid
pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu
kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

'Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke
segelas air itu,' kata Sang Guru.
'Setelah
itu coba kau minum airnya sedikit.' Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini
meringis karena meminum air asin.
'Bagaimana
rasanya?' tanya Sang Guru.
'Asin,
dan perutku jadi mual,' jawab si murid dengan wajah yang masih
meringis.
Sang Guru
terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis
keasinan.
'Sekarang
kau ikut aku' Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka.

'Ambil
garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.' Si murid menebarkan segenggam
garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang.
Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya
tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.
'Sekarang,
coba kau minum air danau itu,' kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup
datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.
Si murid
menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya
lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di
tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya,

'Bagaimana
rasanya?'
'Segar, segar
sekali,' kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan
punggung
tangannya.
Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya
mengalir
menjadi sungai
kecil di bawah.
Dan sudah
pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di
mulutnya.
'Terasakah
rasa garam yang kau tebarkan tadi?'
'Tidak
sama sekali,' kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang
Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air
danau sampai puas.
'Nak,'
kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum.
' Segala masalah
dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang,
tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah
dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar
oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya
tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia
yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu
pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan
masalah.'

Si murid
terdiam, mendengarkan.
'Tapi
Nak, rasa `asin' dari
penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati)
yang menampungnya . Jadi Nak,
supaya tidak
merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi
sebesar danau.'

Sincerely,

Sell your car for just $30 at CarPoint.com.au. It's simple!

________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Groups

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Ikut Berpendapat : tentang "perselingkuhan" J. Krishnamurti (2/2)

Dari: David Goh <david_9oh@yahoo.com>

Salam Pak Hudoyo yang bijak...
Oh iya.. gitu ya pak.. iya terima kasih atas responnya..
hanya menyambung permintaan dari bapak saja, yaitu: "silakan rekan-rekan yang berminat mengirimkan komentar Anda--entah positif, entah negatif, entah netral--kepada saya."
seperti yang sebelumnya, bahwa bukan sosok K yang di sorot, tapi kita yang disorot dari "petuah" atau sederhananya, Jangan urusin masalah pribadi orang, dan jangan menvonis.
iya.. kita akhiri.. karena saya tidak bisa menujukan apa-apa, karena memang saya tidak berhak mengkritik walau saya kalau tahu.

Salam Sejati

"Siapa yang bersungguh-sungguh,
akan menemukan yang dicarinya"

>>From: "hudoyo@cbn.net.id" <hudoyo@cbn.net.id>
>>
>>Rekan David yg baik,
>>
>>Thread ini diawali dengan Rekan C. dari Bali yang mengungkit
>>"perselingkuhan" K sebagai satu kasus khusus (partikular) tentang "seorang
>>guru yang tidak pantas diteladani".
>>
>>Kemudian saya tanggapi dengan mengemukakan bahwa saya tidak melihat
>>ketidakkonsistenan antara ajaran dan perilaku K; sanggahan saya itu tetap
>>dalam kerangka kasus K yang partikular, bukan sesuatu yang general.
>>
>>Kemudian Anda tanggapi dengan mengemukakan dua buah petuah (maxim), yang
>>kedua-duanya MENGASUMSIKAN adanya ketidakkonsistenan antara ajaran &
>>tindakan seorang "guru".
>>
>>Ketika saya kejar dengan minta kepada Anda fakta ketidakkonsistenan antara
>>ajaran & tindakan K--sebagaimana menjadi topik thread ini sejak awal--Anda
>>mengelak dengan mengatakan bahwa petuah Anda itu bersifat GENERAL (umum),
>>dan bukan maksud Anda untuk mengacu pada PARTIKULARITAS (kekhususan) kasus
>>K.
>>
>>Saya rasa, kita tidak perlu berdiskusi tentang hal-hal general yang telah
>>sama-sama diketahui oleh banyak orang. Saya tetap membatasi topik dalam
>>thread ini pada partikularitas kasus "perselingkuhan" K, sebagaimana jelas
>>tercantum dalam 'Subject' dari thread ini.
>>
>>Bagi saya, kekonsistenan antara kata dan tindakan menunjukkan kebesaran
>>jiwa seseorang; itu berlaku untuk siapa saja, termasuk untuk K, yang
>>menjadi topik thread ini. Seorang besar selalu konsisten dalam seluruh
>>tindakan, kata-kata, sikap dan isi hatinya. Ketidakkonsistenan di antara
>>berbagai aspek kepribadian seseorang menunjukkan kekerdilan jiwanya.
>>
>>Sekarang begini saja: kalau memang Anda tidak dapat menampilkan mana-mana
>>tindakan K yang bertentangan dengan ajarannya--sebagaim ana Anda asumsikan
>>dalam kedua maxim Anda yang Anda katakan bersifat general itu--sebaiknya
>>diskusi/thread ini kita akhiri saja sampai di sini.
>>
>>Salam,
>>Hudoyo

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Groups

Cat Zone

Connect w/ others

who love cats.

.

__,_._,___

Bls: [psikologi_transformatif] Mengapa kita tidak bisa lagi mentertawakan diri sendiri ?

Mas Anwar,

Awalnya adalah Teori Thomas Robert Malthus (1766 -1834) yang mengatakan bahwa manusia tumbuh menurut  deret ukur, sedangkan pangan tumbuh menurut deret hitung ". Karena itu dunia akan selalu kekurangan pangan !
Kalau begitu dalam buku REVITALISASI PERTANIAN DAN DIALOG PERADABAN,  muncul persoalan  :
lho ini bgm, kan kalau begitu  designer nya salah ?
    Adalah Prof.Sadjad dari IPB yang mencerahkan bahwa  ' benih ' (baru calon kehidupan)  ternyata telah dilengkapi dengan  berbagai  peralatan sehingga bisa ' dipindahkan ' ke tempat lain sbg konsekuensi ketika menciptakan binatang dan manusia yang bisa bergerak kemana-mana. Ada yang mempunyai bagian yang mirip 'layar' ynag bisa ditiup angin; punya perekat, rumbai2, shg bisa menempel di paruh atau bulu binatang, bau shg menarik binatang untuk dimakan tapi bijinya bisa istirahat di perutnya tanpa rusak lalu dibuang sebagai kotoran, misalnya kopi ; diberi sabut spy kalau jatuh tdk pecah dan bisa mmengapung dst. Karena itu alam sebenarnya sedang menari bersama karena semua stake holder datang tepat pada waktunya tanpa diundang dan pergi begitu saja tanpa memberitahu seperti halnya musim bernagti.
    Setelah sampai di satu tempat, benih menari bersama  stake holder nya di sekitarnya lalu berbuah.
Panennya dimakan oleh manusia / binatang dsb shg tersedia makanan wsecara autopoesis (self regulating).
Setelah masuk ke dalam penceranakannya, maka terjadilah tarian bio-kimia yang akan menentukan psotur tubuhnya, kualitas sel otaknya shg berpengaruh pada kecerdasannya , dst.
    Atas dasar  itu kita lalu memahami pertanian dengan perspektif baru sebagai buah dari ajaran I'qra / Bacalah !
Karena itulah maka melalui pertanian ditemukan ajaran untuk membangun peradaban !

    Tahun 1965 an Iptek  menemukan  teknologi yang membuat terjadinya The Green Revolution sehingga panen bisa ditingkatkan dengan mengintroduksi bibit unggul, pupuk kimia dan pestisida. Terjadilah over produksi dimana-mana sehingga misalnya kelebihan panen kopi di Brasilia sampai dibuang ke laut spy harganya tdk jatuh.
    Lalu dalam perjalanan waktu, semua orang menyadari bahwa The Green Revolution telah membuat masalah lingkungan.
Sepatu lama sudah dirasakan tdk sesuai lagi, tapi sepatu baru masih dicari dan belum ditemukan ....malah tiba2 pertanian dijadikan bahan baku untuk bio-fuel. Kita berpacu dengan waktu untuk mengatasi masalah ketahanan pangan dunia !
    Apa yang kita makan sampai hari ini adalah buah dari ilmuwan yang telah menemukan The Green Revolution. Meski masih banyak kekurangannya, kita toch harus berterima kasih pada para pendahulu.
Orang India sangat memahami itu dan memberikan tempat sangat terhormat pada ilmuwan Dr.N.Bourlaug yang berhasil mengintrodusir varietas gandum, hasil persilangan winter wheat (yang jangkung) dengan varietas asal jepang, gandum kerdil shg menghasilkan jenis baru yang pendek shg tidak mudah roboh ditiup angin tapi produktivitasnya tinggi.
    Inilah tantangan umat manusia masa kini dan ke depan yang tidak bisa dipecahkan sendiri-sendiri tapi dalam kolaborasi international. Karena itu sebaiknya semua dana dan daya dikerahkan ke arah sana. Kita jangan hanya menjadi orang yang bisanya ngomong aja tanpa perduli siapa dan bagaimana hrs menyediakan makanan yang cukup bagi semua orang.
Semua itu tidak akan jatuh begitu saja dari langit tanpa ikhtiar kita bersama. Kalau pun kita diberi uang yang tergeletak di jalan, masih diperlukan ikhtiar untuk memungutnya karena uang itu tidak bisa terbang sendiri dan masuk kantong kita.

Silahkan membaca sendiri buku tsb dan nanti kita tukar pikiran lebih lanjut mengenai isinya melalui millis ini.

Salam,
Jusuf Sutanto
   

----- Pesan Asli ----
Dari: Anwar Haryono <aharyono@klaras.co.id>
Kepada: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
Terkirim: Jumat, 7 Desember, 2007 12:24:10
Topik: RE: [psikologi_transformatif] Mengapa kita tidak bisa lagi mentertawakan diri sendiri ?

Pak Jusuf,

 

Saya belum baca bukunya, tapi fakta2 yang diungkap di bawah rasanya sangat cukup menggambarkan urgensi permasalah dunia yang ingin bapak ungkapkan…cukup nggegirisi…

 

namun demikian, saya sungguh percaya bahwa potensi pikiran/kesadaran manusia selalu akan cukup untuk mengatasi setiap permasalahan…karena sejatinya seluruh keberadaan dibentuk dari afirmasi. banyak contoh yang saya lihat dan alami yang mengkonfirmasi hal ini...dan satu2nya yang diperlukan untuk segala solusi hanyalah pembebasan potensi pikiran/kesadaran

 

kekuatan pikiran manusia senantiasa tersembunyi di balik kerangkeng yang diciptakannya sendiri, yang utamanya hanya bersumber dari 2 hal…paradigma dan kekecewaan dari masa lalu….dan ketakutan pada masa depan…point inilah yang, sebagaimana saya tulis dalam diskusi dengan Mas Goen sebagai keikhlasan atas result, yang sudah maupun akan terjadi….hidup dalam kekinian

 

cara pandang di atas sangat penting dalam melihat fakta2 seperti di bawah….saya kira cara pandang seprti ini bukanlah berarti mati rasa, atau tidak mampu merasakan kepedihan dunia…namun penting untuk menjaga kejernihan pikiran....dan dalam level tindakan, kita lebih baik fokus pada apa2 yang sudah menjadi jatah kita masing2....pada apa yang disebut mas Goen sebagai "panggilan jiwa"…dan mengalir pada panggilan jiwa, legenda pribadi, tugas hidup..atau apapun namanya inilah yang akan membuat fungsi/manfaat keberadaan kita optimal

 

dalam proses pembebasan potensi pikiran, saya sungguh setuju dengan P. Jusuf tentang menertawakan diri sendiri, yang menurut saya adalah titik awal terpenting…bahkan, metertawakan diri sendiri ini satu2nya tertawa yang menyehatkan, mencerdaskan di semua level kesadaran dan membebaskan kontaminasi ego….sementara di posisi seberangnya adalah mentertawakan yang lain sebagai yang akan merusak dilihat dalam keseluruhan rentang….dan sejatinya, pikiran/kesadaran yang terbebas akan memberikan pengaruh keseluruh keberadaan lebih daripada yang kita pahami dalam kerangka akal/rasio yang senantiasa menuntut penjelasan proses

 

sebagai muslim…mentertawakan diri sendiri (menengok ke dalam diri) inilah sebenarnya yang sedang saya coba lakukan dan ajak saat iseng2 jahil kasih komentar ke Hendrik-isme…hanya sayangnya beliau terlalu seriusJ

 

mungkin bagus kali ya, kalau konperensi lingkungan hidup di bali dibuka sama tukul, biar ketawa smua…pikiran jadi bening, kreatif and produktif secara kolektif

 

Oh ya..mengenai tulisan saya terakhir di bawah, itu karena menurut saya antara sikap/tindakan dan pikiran/kesadaran saling terkait dalam satu loop seperti keberadaan ayam dan telur…jadi tidak masalah mana duluan, yang penting…do it anyway…namun demikian, akan lebih mudah tertawa ndiri dulu biar sehat dan cerdas…dibanding nunggu cerdas dulu baru tertawa J

 

selamat mentertwakan diri sendiri pak Jusuf.

 

Salam,

Anwar

p.s: agak panjang pak, malem2 lagi nganggur J

 


From: psikologi_transform atif@yahoogroups .com [mailto: psikologi_transform atif@yahoogroups .com ] On Behalf Of Jusuf Sutanto
Sent: Thursday, December 06, 2007 8:43 PM
To: psikologi_transform atif@yahoogroups .com
Subject: Bls: [psikologi_transfor matif] Mengapa kita tidak bisa lagi mentertawakan diri sendiri ?

 


Tulisan tsb utamanya ditujukan supaya perhatian kita dipusatkan pada masalah mendesak zaman ini yang memerlukan penyelesaian segera dan sistematis demi masa depan umat manusia dan bumi tempat tinggalnya.

Bacalah buku REVITALISASI PERTANIAN DAN DIALOG PERADABAN, Penerbit Buku Kompas.
Ada 45 pakar berbagai bidang yang membahas masa depan manusia dalam kaitannya dengan pangan dan peradaban.

  • Penduduk dunia sekarang sdh hampir 7 milyar dan terus bertambah setiap 15 tahun dengan 1 milyar.
  • Ini membutuhkan pangan, lapangan pekerjaan, kesehatan, pendidikan, perumahan dan sebagainya.
  • Padahal untuk memproduksi 1 kg gabah, mulai dari menyebar benih sampai panen, diperlukan 3 Ton air.
  • Kalau 1 kg gabah menjadi 0,6 kg beras, maka 1 kg beras memerlukan 5 Ton air.
  • Dengan perubahan cuaca yang demikian dahsyat, masih bisakah umat manusia menyediakan pangan untuk generasi mendatang ?
  • Kalau menggunakan teknologi dgn pestisida dan pupuk buatan dosis tinggi akan berdampak pada lingkungan ; kalau menggunakan pupuk organik, hanya merupakan solusi lokal tapi belum bisa memberi makan seluruh dunia.
  • Ditambah lagi produk pertanian digunakan untuk bio-fuel , sehingga pertanian masa depan diperebutkan oleh manusia, ternak dan mobil. Masih akan ditambah lagi dengan untuk plastik ramah lingkungan.
  • Menggunakan tenaga nuklir, kalau bocor akibat gempa bumi, dampaknya bgm ?
  • Pandemi penyakit seperti flu burung saja, kita sudah kewalahan karena untuk memastikannya sample darah hrs dikirim ke luar negeri.
  • Deteksi dini bencana alam seperti tsunami, memerlukan kerjasama teknologi tinggi antar bangsa.
  • Keamanan barang2 yang dikonsumsi manusia ( makanan-obat2an - kosmetika) semuanya butuh teknologi tinggi untuk mengukur kandungannya. Ini memerlukan peralatan yang canggih dan standardisasi yang ditentukan oleh penguasaan iptek.
  • Lapangan kerja dan pelatihan untuk menampung pemuda yang masuk angkatan kerja
  • Pencemaran lingkungan
  • Pemanasan global yang membuat air laut naik dan akan memakan dataran subur di muara sungai yang menjadi penghasil tanaman pangan

Soalnya sudah demikian mengglobal, kait mengkait sehingga penyelesaiannya memerlukan kerjasama antar bangsa.
Padahal di dunia ini tidak ada satupun yang mempunyai kekuatan untuk memaksa bangsa lain sendirian memikul beban dalam mengatasinya, kecuali melalui dialog dan saling pengertian sehingga bisa mengatasi bersama secara gotong royong.
Itulah sebabnya muncul gagasan mengenai Psikologi Transformatif dan Transpersonal !
Kuncinya ada pada membangun kesadaran seperti dikatakan misalnya oleh Vimalakirti (awal abad Masehi)
dalam syair sbb. :

" Gunung Sumeru mengandung biji lada,
Dalam setiap biji lada bersembunyi seluruh alam semesta ;
Karena dunia sakit, saya merasa sakit,
Karena umat manusia menderita, maka saya menderita "

Kita bisa membangun gedung tinggi, jalan lebar, tapi gagal membangun hati dan pikiran yang mampu merasakan penderitaan dunia. Melalui komunikasi cellular (komputer, HP, TV) kita bisa mendekatkan jarak, tapi hubungan antar keluarga saja malah sulit karena ibu dan ayah , anak-anak sibuk sendiri-sendiri. Dengan tetangga kita sendiri di kiri kanan rumah juga tidak saling berkenalan.

Salam,
Jusuf Sutanto

----- Pesan Asli ----
Dari: Anwar Haryono < aharyono@klaras. co.id >
Kepada: psikologi_transform atif@yahoogroups .com
Terkirim: Kamis, 6 Desember, 2007 7:18:16
Topik: RE: [psikologi_transfor matif] Mengapa kita tidak bisa lagi mentertawakan diri sendiri ?

Lupa satu lagi, duluan mana….mampu mengatasi ego ndiri trus bisa ngetawain diri ndiri…ato ngetawain diri ndiri trus jadi bisa mengatasi ego ndiri?

 


From: psikologi_transform atif@yahoogroups .com [mailto: psikologi_transform atif@yahoogroups .com ] On Behalf Of Anwar Haryono
Sent: Thursday, December 06, 2007 7:06 PM
To: psikologi_transform atif@yahoogroups .com
Subject: RE: [psikologi_transfor matif] Mengapa kita tidak bisa lagi mentertawakan diri sendiri ?

 

Duluan mana…cerdas dulu baru bisa ngetawain diri ndiri…ato ngetawain diri ndiri trus jadi cerdas?

 

 


From: psikologi_transform atif@yahoogroups .com [mailto: psikologi_transform atif@yahoogroups .com ] On Behalf Of ratih ibrahim
Sent: Thursday, December 06, 2007 6:29 PM
To: psikologi_transform atif@yahoogroups .com
Subject: Re: [psikologi_transfor matif] Mengapa kita tidak bisa lagi mentertawakan diri sendiri ?

 

butuh kecerdasan tersendiri untuk bisa mentertawakan diri sendiri pakkkkkkk... ......

dan kemampuan mengatasi "ego" diri....

 

best,

ratih
 

*btw, pecel pincuk itu jebul uenak buangetttttttttt*
 

On 12/4/07, Jusuf Sutanto <jusuf_sw@yahoo. co.id> wrote:



Tulisan pendek ini ada dalam buku

" KEARIFAN TIMUR DALAM ETOS KERJA DAN SENI MEMIMPIN ", Penerbit Buku Kompas, 2007

Tertawa adalah cara bijak untuk
mengatasi fanatisme

Konflik bernuansa agama kini dan semenjak dulu
menjadi masalah utama yang harus diselesaikan karena bisa berkembang menjadi
masalah mengerikan yang berkepenjangan. Upaya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia semata
tidaklah memadai untuk bisa menyelesaikan masalah yang sedemikian sulit ini.dan
sering kambuh lagi. Satu-satunya jalan adalah melalui pendidikan.

Pada suatu hari, Konfusius
diprotes oleh murid-muridnya gara-gara menerima anak seorang penjahat yang
terkenal sangat kejam ddan sadis sebagai murid. Setelah semua muridnya
mengukapkan keberatannya, ia mulia angkat bicara dan menjelaskan bahwa ketika
anak itu datang kepada dia, ia bertanya : untuk tujuan apa kamu datang ? Anak
itu menjawab berkali-kali bahwa ia mau belajar ! Hanya karena seseorang mau
belajar, maka orang jahat bisa diubah menjadi orang baik ; salah pengertian
bisa dijelaskan ; permusuhan bisa didamaikan. Apakah kamu bisa memberikan cara
lain yang lebih efektif untuk mengubah manusia jahat menjadi baik selain
belajar ? Semua muridnya diam dan menyadari kekeliruannya !

Apakah
kamu bisa memberikan cara lain yang lebih efektif

untuk
mengubah manusia jahat menjadi baik selain belajar ?

***

Ceritera berikut ini yang dikutip
dari buku " Kebijakan Sejati " .karangan Pema Chodron (Penerbit Karaniya ) barangkali bisa membantu
dalam mengatasi masalah yang pelik ini.

Syahdan
ada seorang Dewa yang tahu bahwa manusia mempunyai sifat yang aneh, yaitu :
sangat suka fanatik pada sesuatu yang dianutnya, lalu membentuk organisasi
massa , dilengkapi pakaian seragam dengan tanda pengenal. Awalnya semua berjalan
baik-baik saja, tapi kemudian sedikit demi sedikit mulai membuat masalah,
misalnya lalu menuliskan namanya besar-besar dalam bendera raksasa, berpawai di
jalan-jalan sambil berteriak dan mengibarkan panji-panjinya supaya orang lain
yang berbeda pandangan mau ikut bergabung dengannya. Kemudian Dewa itu
memutuskan untuk mencoba membuktikan keadaan umat manusia agar bisa
menertawakan dirinya sendiri setelah melihat keanehan itu.

Dewa itu menciptakan sebuah topi
besar, yang sebelah kiri berwarna merah menyala, dan belahan kanan biru cerah.
Lalu ia pergi ke suatu jalan di mana banyak orang sedang bekerja. Ia
memunculkan diri dengan segala kesaktiannya sehingga semua orang takjub
melihatnya. Berbadan besar dan bersinar, mengenakan topi tersebut, ia berjalan
menyusuri jalan tersebut, membuat semua orang berhenti untuk memandangnya. Lalu
Dewa itu mendadak lenyap begitu saja. Semua orang menjerit : " Aku melihat
Tuhan ! Aku melihat Tuhan ! ". Mereka semuanya dipenuhi kegembiraan
sehingga seseorang yang ada di sebelah kiri jalan berkata : " Betapa
agungnya, Ia datang mengenakan topi merahnya ! ". Orang yang ada di kanan
jalan memandangnya dengan heran sambil berkata : " Ia tidak bertopi merah,
melainkan biru ! ".

Perbedaan
pendapat itu berlangsung terus sehingga masing-masing pihak membangun tembok
dan saling melempar batu ke lawannya. Lalu dewa itu muncul kembali, tapi kali
ini berjalan berlawanan arah dengan sebelumnya dan kemudian kembali menghilang.
Sekarang semua orang saling memandang dan orang yang ada di sebelah kanan
berkata : " Ternyata Anda benar. Ia bertopi merah ! Kami minta maaf karena sudah salah melihat ". Tapi
orang-orang di sebelah kiri mengatakan : " Tidak, tidak…. kalian yang
benar, kami yang salah. Ia bertopi biru ". Saat itu mereka semua bingung,
tidak tahu harus bertengkar atau berdamai. Lalu Dewa itu muncul kembali, dan
kali ini ia berdiri di tengah jalan, berputar ke kiri lalu ke kanan, kemudian
kembali lenyap.dan semua orangpun akhirnya tertawa !

Ceritera
ini akan meniupkan angin segar bagi masyarakat yang terus menerus digoyang oleh
konflik bernuansa agama yang seolah sudah kehabisan akal untuk
menyelesaikannya.

Ceritera
ini akan meniupkan angin segar bagi masyarakat yang terus menerus digoyang oleh
konflik bernuansa agama dan

seolah sudah kehabisan akal untuk
menyelesaikannya

____________ _________ _________ _________ _________ ________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers. yahoo.com/

 

 

 


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers




Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Parenting Zone

Your home for

parenting information

on Yahoo! Groups.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] BERMEDITASI SEMINGGU PENUH MENYAMBUT NYEPI

Untuk teman-teman peminat meditasi di Bali,

Nyepi yang akan datang jatuh pada hari Jumat, 7 Maret 2008. Pada hari itu semua umat Hindu Indonesia meluangkan waktu untuk mawas diri dalam keheningan selama sehari semalam.

Betapa keheningan itu akan mewujud dengan jauh lebih nyata apabila Anda dapat mengasingkan diri dari kehidupan ramai selama seminggu penuh menjelang Nyepi. Bila Anda dapat meluangkan waktu untuk itu, marilah menjalani retret Meditasi Mengenal Diri (MMD) Seminggu bersama saya,

bertempat di : Brahmavihara-arama, Banjar Tegeha, Buleleng
mulai : Jumat, 29 Februari 2008, pk 19:00
selesai : Sabtu, 8 Maret 2008, pk 07:00.

Untuk retret ini tidak dipungut bayaran (fee), melainkan sumbangan secara sukarela untuk menutup biaya konsumsi dan akomodasi, yang diserahkan kepada Pengurus Brahmavihara-arama.

Pendaftaran & informasi lebih lanjut pada: Bpk Wijaya Darma, 0812 361 3000, <widarma@gmail.com>.

Salam,
Pdt. Dr. Hudoyo Hupudio, MPH
Pembimbing Meditasi

PS: Teman-teman yang belum pernah mengikuti retret meditasi sebelum ini pun dapat mengikuti retret seminggu itu, asalkan mempunyai tekad yang teguh untuk itu. Saya pun dulu, di tahun 1968, pertama kali mengikuti retret meditasi langsung selama 2 minggu.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

Send pics quick

Share photos while

you IM friends.

Yahoo! Groups

Be a Better Planet

Share with others

Help the Planet.

.

__,_._,___