Minggu, 16 Desember 2007

[psikologi_transformatif] Re: Undangan acara dekon-kompatiologi (16-12-2007 / 11.30 / Plaza Senayan)

lho ini bukan doekoen oeroet?

saya suka geli kalau diraba-raba, kalau pakai coin saya mau, tapi
jangan keras-keras......

salam,
goen

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "ratih ibrahim"
<personalgrowth@...> wrote:
>
> ini dekon atau demo mijet?
> ini dekon atau demo masak?
> mas goen ini ada2 aja...........
>
>
> On 12/14/07, goenardjoadi <goenardjoadi@...> wrote:
> >
> > bawa olive oil ya....
> >
> > salam,
> > goen
> >
> > --- In
psikologi_transformatif@yahoogroups.com<psikologi_transformatif%
40yahoogroups.com>,
> > Vincent Liong
> > <vincentliong@> wrote:
> > >
> > > Undangan acara dekon-kompatiologi (16-12-2007 / 11.30
> > > / Plaza Senayan)
> > >
> > > Untuk Pengamat Independent GRATIS NONTON !!!!!
> > >
> > > Diinformasikan untuk para pendekon tandem (mantan
> > > terdekon) dan peminat / calon terdekon kompatiologi
> > > dan para pengamat.
> > >
> > > Pada tanggal Minggu, 16 Desember 2007 jam 11.30 WIB
> > > (siang) – selesai akan diadakan dekon-kompatiologi di
> > > Foodcourt Plaza Senayan lt.3. Acara dimulai
> > > ngobrol-ngobrol, dilanjutkan makan siang (dengan biaya
> > > sendiri-sendiri), lalu setelah selesai makan baru
> > > dimulai acara dekon-kompatiologi.
> > >
> > > Saat ini telah mendaftar dua orang calon terdekon.
> > >
> > > Vincent Liong mengundang bagi para calon terdekon baru
> > > yang belum mendaftarkan diri untuk mendaftarkan diri
> > > pada acara dekon hari Minggu, 16 Desember 2007 jam
> > > 11.30 siang di Plaza Senayan. Biaya
> > > Rp.500.000,-/peserta. Bagi calon terdekon yang ingin
> > > ikut harap secepatnya mendaftarkan ke Vincent Liong.
> > > Vincent Liong juga terbuka untuk dekon-kompatiologi by
> > > appointment (jadwal sesuai perjanjian) di luar jadwal
> > > tsb.
> > >
> > > Untuk pendekon-tandem ahli: Tony Setiabudhi, Cornelia
> > > Istiani, Andy Ferdiansyah, Onny Lewis, Fifi,
> > > Fatmawati, Aryoputro Nugroho, Arry Rahman, Fatmawati,
> > > Fifi, Andre, Lu2, Suhartono Hari P., Eky Susilowati,
> > > Bowo, Niken, Juswan Setyawan, dlsb; diharapkan untuk
> > > ikut datang.
> > >
> > > Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, kompatiologi
> > > membagi diri menjadi tiga bentuk services kepada
> > > masyarakat:
> > > * Bentuk pertama adalah kompatiologi versi umum yang
> > > seperti biasa dijualbelikan oleh Vincent Liong dan
> > > para pendekon independent lainnya dengan harga jual
> > > yang ditentukan sendiri oleh masing-masing praktisi.
> > > * Bentuk kedua adalah kompatiologi yang dikombinasikan
> > > dengan misionaris agama tertentu sesuai agama yang
> > > dibawa si pemuka agama (kompatiologi membuka diri
> > > untuk agama apapun juga). Tujuannya adalah agar dapat
> > > mendidik para umat beragama menjadi independent &
> > > mandiri dalam berbagai hal: iman, keyakinan, moral,
> > > mental, spiritual dan metafisika. Jadi terbuka
> > > kesempatan bagi pemuka agama apapun untuk
> > > mengembangkan kompatiologi demi membantu perkembangan
> > > proses keimanan umatnya masing-masing.
> > > * Bentuk ketiga adalah peng-ilmiah-an kompatiologi
> > > untuk profesional yang membutuhkan sertifikat resmi
> > > dalam melakukan pekerjaannya yang berhubungan dengan
> > > penerapan kompatiologi. Sertifikat bisa menjadi
> > > jaminan standart kemampuan kompatiologi tetapi bukan
> > > berarti melebihi kemampuan kompatiolog versi umum yang
> > > tidak menggunakan sertifikat. Pada akhirnya kemampuan
> > > dibangun dari jam terbang masing-masing penguna dan
> > > pengajar.
> > >
> > >
> > > Pendekon penanggungjawab: Vincent Liong
> > > Terdekon, pendekon-tandem dan pengamat yang ingin
> > > terlibat silahkan mendaftarkan diri ke Vincent Liong.
> > > Harap mentanyakan per tlp (tidak dilayani per sms) ke
> > > Vincent Liong atau Cornelia Istiani soal kepastian
> > > acara pada hari Jumat, 14 Desember - Sabtu, 15
> > > Desember 2007 sehari sebelum acara.
> > >
> > > Contact person Vincent Liong
> > > CDMA Flexi: 021-70006775
> > > CDMA Esia: 021-98806892
> > > CDMA Fren: 08881333410
> > > Telp rumah: 021-5482193, 5348567, 5348546
> > >
> > > Contact person Cornelia Istiani (Peneliti
> > > Kompatiologi)
> > > HP: 081585228174
> > > CDMA Flexi: 021-68358037
> > > CDMA Esia: 021-92589842
> > >
> > > Bagi pendekon, terdekon & pengamat yang terlibat wajib
> > > datang tepat waktu...
> > >
> > >
> > > Ttd,
> > > Vincent Liong
> > > Jakarta, Kamis, 13 Desember 2007
> > >
> > > Send instant messages to your online friends
> > http://au.messenger.yahoo.com
> > >
> >
> >
> >
>

__._,_.___
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Yahoo! Groups

Going Green

Share your passion

for the planet.

Yahoo! Groups

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Anda Ingin Melejitkan Kemampuan IQ, EQ, dan SQ (5th Limited Edition)

training ya training

tapi mbok jangan pake nama Rektor UI, masak sih Rektor UI mau bikin
seminar? lha muridnya saja sudah 10,000 orang piye ngurusine?

audifax, piye?

salam,
goen

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Edita Rektorat UI
<hans_ti00@...> wrote:
>
> SHIFTING PARADIGM TO BE A GENUINE LEADER
>
> THE PIONEER OF BREAKTHROUGH EXCLUSIVE TRAINING
>
> The benefit after completing this course the participants will
advance their knowledge & skills on reviving the genuine words of
any Holy Book and getting themselves revitalized through Shifting
Paradigm/Unitive Thinking for raising and achieving The Amazing
Power to be A Genuine Leader.
>
> · Intellectual capacity building
> · Social capacity building
> · Entrepreneurial capacity building
> · Institutional capacity building
> · Spiritual capacity building
> · Emotional capacity building
>
> Course Outline:
> v Overview of The Shifting Paradigm.
> v Technique on how to do The VMP Shifting Paradigm.
> - The Linear system of Brain Mechanism
> - The In linear system of Brain Mechanism
> - The "Unitive" Thinking
> v To Revive of any wise words that nowadays have widely and
commonly been unproductive stigmatized.
> v The Usage of The Existing Religion Vs The Shifted Paradigm
Religion for generating The Positive Thinking and Spiritually
Intelligence.
> - The Natural Law that reveals to Human being
> - The "Former IKHLAS" Vs The Genuine/Productive IKHLAS
> - The Productive Logical Frame work of The Destiny
> v The Genuine and Effective Leader after Getting The VMP
Shifting Paradigm.
> v Case Study
> v Group Discussion
> v Question & Answer sessions
>
> Instructor: Kun Nurachadijat, SE., MM.
> He is The Founder of VMP Breakthrough method and The
International Reiki Master Teacher. He gain his Bachelor degree in
Economics and Development Studies from University of Indonesia, and
Master degree in Marketing Dist. Learning. He had more than 15 years
working experience as a Trainer and Expert especially in Applied
Motivation & Achievement and He has also awarded as The Leader in
many kind of organizations.
>
> Limited Offer !!!
> The Class limited only for 25 registrants
> Investment Fee: Rp 695.000
> Get Special Promo Price for Only Rp 295.000 (Only for the first
15 Registrant !!!)
> For Registration Before December 31st, 2007
> All Include Certificate of Attendance, Seminar Kit, Handout
Training
> BONUS: FREE REIKI Training - The Natural Healing Method
> Register Now
> Call/SMS:
> (021) 92856950 (24 hours hotline)
> 0817 914 2166 Edita
> 0818 903 505 Nova
> Simply Payment to
> Bank BCA, a/n. Panusunan H.
> No Rek: 308 003 5089
> The Day: Sunday, January 14th, 2008
> Time: 14.00 – 18.00 WIB
> Venue: Salemba Group, Jl. Akses UI No.69, Depok
>
> For Info, Special Promo+Bonus, Available Seat Call 92856950 NOW
>
> "Metode pelatihan ini sangat menambah wawasan dan keyakinan bagi
kita semua bahwa yang dijadikan sebagai syarat utama mental prestasi
menurut para pakar Psikologi selama ini, ternyata adalah pemahaman
Tuhan Yang Maha Esa tanpa mereka itu sendiri sadari. Dan semoga
mereka dalam pencarian kebenarannya itu segera dapat menyadari pula
bahwa ilmu pengetahuan sesungguhnya tersebut bersumber pada Al
Qur'an sebagai sumber dari segala sumber ilmu" .
> - Ary Ginanjar Agustian
> Penulis Buku Best Seller "Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan
Emosi dan Spiritual ESQ Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam"
>
> "Metode training ini adalah cara berpikir "Senopati" jadi bukan
untuk sembarang orang!"
> - Emha Ainun Nadjib
> Budayawan
>
> Other Testimonial from Recently Participant:
> Training ESQ-VMP ini membuka wawasan saya tentang bagaimana
melihat Tuhan, Alam semesta dan diri kita. Amat sangat bermanfaat
bagi saya khususnya terutama di jaman modern ini. Kecenderungan
orang (termasuk saya) yang lebih senang akan kematerian dan sifat-
sifat yang kurang baik dapat tersadarkan untuk lebih baik lagi dan
berubah/mengeliminasi sifat-sifat negatif saya. Banyak point-point
yang bagus
> Christina Anggraini
> Owner&Direktur Keuangan Bali Rani Hotel dan The Rani Hotel&SPA
Tuban, Kuta-Bali
>
> ESQ-VMP ini membuat saya semakin terasa bersemangat dalam
menjalani hidup dengan membuat saya memandang positif alur kehidupan
dan bersyukur untuk semua yang terjadi atas seizin-Nya. Sehingga
perlu juga untuk diberikan ke instansi-instansi lain.
> Nephilta Sihombing
> Divisi Dana dan Jasa konsumen PT Bank Rakyat Indonesia
>
> ESQ-VMP ini sangat menarik karena materi yang disampaikan cukup
bagus sehingga banyak input-input baru yang saya terima. Input-input
baru tersebut kelak nantinya bisa saya gunakan dalam kehidupan
sehari-hari
> Ivan Fanderlan
> Information Technology, PT. Indosat Tbk
>
> Call this number to know that u're still gonna get the bonus
plus discount (021) 92856950
>
>
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo!
Mobile. Try it now.
>

__._,_.___
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

.

__,_._,___

Bls: Balasan: Bls: [psikologi_transformatif] Global Warming dan Kearifan Kuno

Salam kenal juga !
Jusuf Sutanto

----- Pesan Asli ----
Dari: lulu <lu2_mm@yahoo.co.id>
Kepada: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
Terkirim: Senin, 17 Desember, 2007 7:58:25
Topik: Balasan: Bls: [psikologi_transformatif] Global Warming dan Kearifan Kuno

Dear Bapak Jusuf ...
 
sebelumnya mohon ijin untuk mengcopas ya pak ..
karena agak berat untuk langsung di pahami ...
jadi ya di simpan aja dulu untuk kembali di pahami entar habis pulang kantor...
 
salam hangat dan salam kenal
/Lu2
 


Jusuf Sutanto <jusuf_sw@yahoo. co.id> wrote:
Kalau A.Maslow mengikuti jalannya Konferensi Perubahan Iklim, maka dia pasti akan menyesal karena teorinya tahun 1954 mengenai 5 tingkat hirarkhi kebutuhan dan bahkan sudah disempurnakan menjadi 7 tingkat di tahun 1970, ternyata tidak berjalan sebagaimana diharapkan ketika negara kaya emoh committed pada rencana menurunkan emisi carbon.
Yang muncul justeru Al Gore seorang mantan Wapres yang memberikan arahan yang tegas !

Apalagi Freud (1856-1939) dengan konsep tentang insting ( eros dan kematian ) dan Konrad Lorenz (1903 - 1989)dengan konsep sikap destruktif sebagai  faktor biologis yang di luar kendali manusia sehingga Erich Fromm mempertanyakan lalu apa bedanya manusia dengan binatang ?
Inilah fenomena ambang batas dari Pencerahan abad 18 : pencemaran alam terjadi di saat ilmu pengetahuan dan teknologi sedang tumbuh dengan marak.

Pertanyaan berikutnya adalah :
Apakah karena manusia telah mendewakan dirinya sendiri atau akibat dipengaruhi setan ?
Seandainya manusia ini perlu dihukum, tapi tetap harus ada yang memperbaiki kembali dunia ini.
Apakah akan turun dewa yang baru seperti kisah Promotheus ?
Atau akan muncul di antara manusia sendiri yang mempunyai kesadaran dan kemudian mengadakan langkah2 untuk memperbaikinya ?
Seandainya kita harus back to nature, apakah dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi ?
Bagaimana kalau sampai lapangan kerja hilang, barang dan jasa tidak tersedia lagi, dapatkan peradaban bisa terus bergulir ?
Lalu paradigma apa yang akan dipakai dalam pembinaan manusia di masa yang akan datang ?
Mengapa kita harus kembali pada kearifan kuno ?
===========
Kitab Upanishad ( abad 7-8 SM) menjelaskan bahwa inilah tahapan proses " The One dying into the many " yang ditandai dengan dtandatangani Declaration of Human Rights oleh PBB ( 1948)
Sekarang giliran sedang terjadi proses " The many dying into the One ", dimulai dari Konferensi Perubahan Iklim di Bali 2007.

Sheng Chao ( 384 - 414)
menjelaskan hal ini dalam syair sbb. :
" Langit, bumi dan aku berasal dari akar yang sama ;
 Ribuan mahluk di dunia dan aku terbuat dari bahan yang saatu.
Oh bunga kecil, seandainya ku mengerti siapa engkau,
akarmu dan semua, semua dalam semua,
Semestinya lalu aku akan memahami
siapa Tuhan dan manusia "

Zhang Zai  (1020 - 1077) juga mengatakan hal yang sama :
" Langit adalah Ayah dan Bumi adalah Ibu saya ;
Meski mahluk kecil seperti saya ini,
telah menemukan tempatnya yang intim di antaranya.
Karena itu semua isi alam semesta,
saya anggap seperti tubuh saya.
Dan yang mengarahkan alam semesta,
saya pandang sebagai bagian alamiah dari saya.
Semua orang adalah kakak laki-laki dan perempuan saya
Dan semua benda adalah sahabat saya "

Hamemayu Hayuining Bawana juga mengatakan hal yang sama :
" Cantiknya  manusia tergantung pada cantiknya dunia  ;
Cantiknya dunia tergantung pada cantiknya alam semesta "
======
Persoalan utamanya BUKAN ini yang benar dan itu yang salah ATAU itu yang salah dan ini yang benar, tapi bagaimana membuat yang bertentangan menjadi saling melengkapi !
Mempelajari tanda-tanda zaman ini, apakah tidak sebaiknya komunitas psikolog Indonesia segera mengadakan seminar nasional untuk meresponse perubahan zaman ini ?
Kita sudah mempunyai pemikir besar seperti Fuad Hasssan dan Emil Salim !
Dengan demikian maka kehadiran millis Psikologi Transformatif ini akan memberikan dampak positif bagi kemajuan peradaban dan tidak sekedar menjadi pelampiasan naluri biologis seperti dikatakan oleh Konrad Lorenz dan instingnya Freud.

Salam,
Jusuf Sutanto


----- Pesan Asli ----
Dari: Jusuf Sutanto <jusuf_sw@yahoo. co.id>
Kepada: psikologi_transform atif@yahoogroups .com
Terkirim: Rabu, 12 Desember, 2007 8:03:05
Topik: [psikologi_transfor matif] Global Warming dan Kearifan Kuno

Yang dimaksud kuno di sini adalah yang terjadi sebelum tahun Masehi.

Promotheus di Yunani (sebelum Socrates 500 SM) :

Ia adalah seorang dewa yang tidak tega melihat alam yang sangat dingin sehingga kehidupan tidak berkembang.
Padahal para dewa di surga semua hidup nyaman dengan masing-masing tungku api untuk menghangatkan tubuhnya.
Tapi dengan aturan surga bahwa tungku itu hanya boleh dinikmati dan tidak boleh di bawa kemana-mana.
Diam-diam Promotheus meninggalkan surga dan turun ke dunia membawa tungku api itu untuk mengangatkan.
Celakanya dia ditangkap lalu dihukum dan dirantai di gunung Kaukusius.
Lalu ada dewa yang lain merasa iba, dan kali ini diam-diam turun ke dunia untuk membebaskan dia.
Karena tidak membawa api, maka dewa itu tidak melanggar atturan surga.

Setelah bebas, Promotheus memberikan api itu pada Herakiltus yang kemudian membakar dunia sehingga menjadi hangat dan semua mahluk hidup bisa berkembang.
Saat ini dunia sebaliknya, oleh ulah manusia sendiri menjadi panas sehingga iklim berubah.
Tapi orang yang mempunyai andil terbesar dalam pemanasan global saling lempar tanggungjawab.

Kali ini tentu tidak bisa ada lagi dewa seperti dulu, kecuali perubahan kesadaran umat manusia sendiri, khusunya para pemimpinnya.
=========
Ajaran Konfusius (551 - 479 SM) dalam Kitab Chung Yung mengatakan sbb. :

" Langit di atas kita, yang nampak seperti massa yang terang dan bersinar, mempunyai kemampuan yang tak terbatas : matahari, bulan, bintang-bintang, dan cakrawala tertebar di dalamnya serta berlaksa benda diliputnya.

Segenggam tanah dari Bumi yang kita pijak, tapi dalam keluasan dan kedalamannya, dapat mendukung gunung-gunung tanpa merasa berat dan menenteng laut tanpa pernah bocor.

Gunung, tempat tumbuhnya segenggam jerami, tapi dalam keluasan dan kedalamannya, rumput, pepohonan dapat tumbuh di atasnya sehingga burung dan lebah bisa tinggal serta mengandung permata di dalamnya.

Air, meski tidak lebih dari satu sendok di hadapan kita, tapi dalam keluasan dan kedalamannya yang tidak terukur, kura-kura, buaya, naga bertanduk dan tak bertanduk, ikan, bulus, dapat hidup di dalamnya dan banyak barang-barang terdapat di dalamnya sehingga kemakmuran bisa terwujud "

Makna dari ajaran ini :
" Menjadi besar justeru harus memberikan dan menjaga kehidupan yang lainnya, bukan memiliki "

Ini berbeda sekali dengan ajaran :
" supaya menguasai semua yang terbang di udara, merayap di daratan dan berenang di air, demi kepentingan manusia "

===========

Kolega nya yang lebih senior Lao Tzu ( 604 SM), dalam Kitab Tao Te Ching juga mengatakan :

Jalan Langit (Thian Tao)

Jalan Langit, tidakkah seperti menarik busur ?
Apa yang tinggi direndahkan, yang rendah ditinggikan.
Apa yang berlebihan diambil ; yang kekurangan diperkuat.
Jalan Langit adalah mengambil dari yang berlimpah,
untuk diberikan kepada yang kekurangan.
Jalan manusia sebaliknya, mengambil dari yang kekurangan,
untuk melayani yang berkecukupan.

Siapa yang mau memberikan kelebihannya kepada dunia ?
Hanya orang yang sudah berada di dalam Jalan (Tao)
Jadi orang suci berbuat tanpa memperdulikan hasilnya,
Dia mencapai sukses, tapi tak pernah minta pengakuan "

=======
Di India juga ada Vimalakirti (awal abad Masehi) :
" Gunung Semeru menyimpan biji lada ;
Di dalam biji lada, bersembunyi seluruh alam semesta.

Karena dunia sakit, saya merasa sakit ;
Karena manusia menderita, saya menderita "

=========
Dulu kita diajari supaya mmeninggalkan kearifan kuno dan diminta ikut yang modern, tapi hasilnya seperti sekarang ini.
Untung ada orang seperti N. Borlaug dan Bill Gates yang sudah menyadari ini.
Kini giliran mereka yang harus terus merasul di dunia Barat.

Salam,

Jusuf Sutanto

____________ _________ _________ _________ _________ ________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers. yahoo.com/



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers




Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

__._,_.___
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Endurance Zone

A Fitness Group

about overall

better endurance.

HDTV Support

on Yahoo! Groups

Help with Samsung

HDTVs and devices

.

__,_._,___

Re: [psikologi_transformatif] Re: Balasan: Syaikh Siti Jenar (sex siti jenar)

kalo kedua kenikmatan di atas alhamdulillah masih rutin dan istiqamah mas, bahkan istri saya kadang nolak permintaan saya dan milih nongkrong di hardRock hanya untuk menikmati musik live.
 
kalo ejakulasi ilahiyah, memang prosesnya agak sulit, bahasa kitanya horninya agak lama heee. kita mulai horni manakala masuk pada wilayah energi (nothingness) baru melejit ke wilayah kuasa tuhan, alam jin "kalo mau", alam materi, alam ruh, mentoknya di alam malakut.
 
begitu om..... ya mirip google Earth gitu.

----- Original Message ----
From: edy_pekalongan <edy_pekalongan@yahoo.co.uk>
To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
Sent: Friday, December 14, 2007 2:55:13 PM
Subject: [psikologi_transformatif] Re: Balasan: Syaikh Siti Jenar (sex siti jenar)

mas yayak , sudah pernah membandingkan kenikmatan sex dibanding
menikmati seni ?

kalau seni bisa dinikmati lebih lama daripada 27 detik . contohnya
ketika saya minum kopi sambil merokok dan mendengarkan musik jazz ,
bisa enjoy 1 jam mas... (karena saya menikmati prosesnya )

dan tidak perlu harus bertapa/ meditasi/sekolah/ untuk bisa menikmati
keindahan. tapi kalau duit harus punya .contohnya untuk menikmati
konser musik.

masa iya mau nonton konser musik nunggu gratisan ?? kecuali konser
iwan fals . tunggu aja di depan pintu masuk, gak lama setelah konser
mulai juga bakalan di gratiskan oleh penyelenggara. . (soalnya
daripada gerbangnya dijebol paksa oleh massa) he..4x

kalau "ejakulasi ilahiyah" berarti objek yang dinikmati itu apa ya ?

salam,
edy
pekalongan

--- In psikologi_transform atif@yahoogroups .com, Yayak Heriyanto
<mesfo96@... > wrote:
>
> salah satu murid syaih siti jennar yang mencoba mengikuti jejak
gurunya mengatakan bahwa ketika jiwa sudah muwahhidun dengan tuhan,
disitulah kenikmatan yang luar biasa dirasakan jauh lebih nikmat dari
pada kenikmatan sex yang hanya 27 detik 2 detiknya bonus. kenikmatan
sex hanyalah merupakan stimulus energi listrik yang diterima oleh
ulat-ulat yang ada di dalam batok kepala manusia. sementara ejakulasi
ilahiyah adalah energi diatas energi, cahaya diatas cahaya. tapi
sekali lagi ini tidak bisa dibayangin. melainkan seseorang harus
berproses menuju ke sana.
>
> penikmat ejakulasi ilahiyah.
>
>
> ----- Original Message ----
> From: azharpsikologuin <azharpsikologuin@ ...>
> To: psikologi_transform atif@yahoogroups .com
> Sent: Thursday, December 13, 2007 12:52:03 PM
> Subject: [psikologi_transfor matif] Balasan: Syaikh Siti Jenar (sex
siti jenar)
>
> usaha pensahihan ritual agama melalui gerakan-gerakan sufisme
> sudah marak dari jaman bahela. namun keberadaan agama yang menjadi
> terumbu cahaya iman, kian meredup seiring dengan perkembangan jaman.
>
> syech siti jenar bagi saya merupakan salahsatu tokoh sufi yang pantas
> dikenang oleh ribuan umat muslim seduania, memang entah berantah
> alasannya, yang jelas pengalaman ritualnya yang nyeleneh sempat
> membingungkan para wali di buminusantara ini.
>
> perilaku siti jenar yang sangat khas, menarik dibahas sebagai salah
> satu wacana tentang perilaku manusia dalam kajian psikologi; namun
> kurang tepat kiranya jika wacana ini hanya dijadikan sebagai alat
> legitimasi atas dasar Kompatiologi.
>
> mungkin saja kita hanya mendengar petuah dan ajaran-ajaran siti jenar
> dengan segala pertentangannya dengan mindset walisongo pada waktu itu.
> tapi bagaimana pula dengan bahasan sex siti jenar?
>
> mungkin "baru kali ini tema ini diangkat", kekurang wajaran pada
> ajaran sitijenar apakah berpengaruh juga dengan perilaku sexnya? atau
> mungkin pula siti jenar memiliki pendapat lain tentang ajaran sex
> sebagaimana dalam serat centhini dan dharmo gandul?
>
> bagaimanapula perang sex tradisi jawa kraton dan pertentangannyadeng an
> tradisi sex ala siti jenar? mungkinkah raden sahid sang eksekutor pun
> juga pernah mengalami dendam pribadi,mungkin karena terusik pola sexnya?
>
>
>
>
>
>
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
> http://www.yahoo. com/r/hs
>




Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Yahoo! Groups

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

.

__,_._,___

Balasan: [psikologi_transformatif] Re: Seks Melampaui Kata--> mas Gotho

inilah kalau master dan profesor dari Gigololy lagi berfatwa..
akan lebih berat lagi kalo mas Tomy nambahin ...
heheheheh....
 so lanjuuuuuuuuuuutttttttttttttt....
 
salam hangat
/Lu2


gotholoco <gotholoco@yahoo.com> wrote:
ada juga yang berbunyi begini: "Oh God, oh yes. oh no...oh.."

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, pradita@... wrote:
>
> Seks itu levelnya huruf, atau fonem. Yang ada cuma
> aaaaaaa.....iiiiiii....eeeeee....uuuuuuu.....oooooooo: tak
terkatakan, meski
> bisa terbunyikan.
>
> manneke
>
> Quoting gotholoco <gotholoco@...>:
>
> > Setuju, seks melampaui kata.
> > Nikmat dirasakan sulit untuk dikatakan.
> > :)
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Angga Wijaya
> > <anggaji@> wrote:
> > >
> > > Ada yang sok melampaui kata. Kata dia, kata-kata tak bisa
> > menjelaskan Kebenaran. Seakan-akan kebenaran itu merupakan sesuatu
> > yang keramat, suci, sacred, melangit, tak tersentuh.
> > >
> > > Karena tak terjelaskan kata-kata itulah Kebenaran mudah
> > dimanipulasi, mudah dijual oleh calo-calo agama. Hanya aku yang paham
> > Kebenaran, hanya aku yang bisa menjelaskan Kebenaran, kata mereka.
> > >
> > >
> > > Pada mulanya adalah Kata.
> > >
> > >
> > > Angga.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.
> > Try it now.
> > >
> >
> >
> >
>



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

__._,_.___
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Featured Y! Groups

and category pages.

There is something

for everyone.

Official Samsung

Yahoo! Group for

supporting your

HDTVs and devices.

.

__,_._,___

Balasan: [psikologi_transformatif] Re: Seks Melampaui Kata

Dear Mas Manneke..
 
semua pada akur dengan kata2 sex itu ya ..
hehehehe....
 
salam hangat
/Lu2
 


pradita@telus.net wrote:
Seks itu levelnya huruf, atau fonem. Yang ada cuma
aaaaaaa.....iiiiiii....eeeeee....uuuuuuu.....oooooooo: tak terkatakan, meski
bisa terbunyikan.

manneke

Quoting gotholoco <gotholoco@yahoo.com>:

> Setuju, seks melampaui kata.
> Nikmat dirasakan sulit untuk dikatakan.
> :)
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Angga Wijaya
> <anggaji@...> wrote:
> >
> > Ada yang sok melampaui kata. Kata dia, kata-kata tak bisa
> menjelaskan Kebenaran. Seakan-akan kebenaran itu merupakan sesuatu
> yang keramat, suci, sacred, melangit, tak tersentuh.
> >
> > Karena tak terjelaskan kata-kata itulah Kebenaran mudah
> dimanipulasi, mudah dijual oleh calo-calo agama. Hanya aku yang paham
> Kebenaran, hanya aku yang bisa menjelaskan Kebenaran, kata mereka.
> >
> >
> > Pada mulanya adalah Kata.
> >
> >
> > Angga.
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.
> Try it now.
> >
>
>
>



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

__._,_.___
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

Move More

on Yahoo! Groups

This is your life

not a phys-ed class.

.

__,_._,___

Balasan: [psikologi_transformatif] Re: Seks Melampaui Kata

ini semua karena aplikasi langsung kan mas gotho ???
hehehehe....
 
 
salam manieezzz
/Lu2


gotholoco <gotholoco@yahoo.com> wrote:
Setuju, seks melampaui kata.
Nikmat dirasakan sulit untuk dikatakan.
:)

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Angga Wijaya
<anggaji@...> wrote:
>
> Ada yang sok melampaui kata. Kata dia, kata-kata tak bisa
menjelaskan Kebenaran. Seakan-akan kebenaran itu merupakan sesuatu
yang keramat, suci, sacred, melangit, tak tersentuh.
>
> Karena tak terjelaskan kata-kata itulah Kebenaran mudah
dimanipulasi, mudah dijual oleh calo-calo agama. Hanya aku yang paham
Kebenaran, hanya aku yang bisa menjelaskan Kebenaran, kata mereka.
>
>
> Pada mulanya adalah Kata.
>
>
> Angga.
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.
Try it now.
>



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

__._,_.___
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Yahoo! Groups

Special K Challenge

Learn how others are

shedding the pounds.

Official Samsung

Yahoo! Group for

supporting your

HDTVs and devices.

.

__,_._,___