Rabu, 26 Desember 2007

[psikologi_transformatif] Kejadian di tengah malam dan kelanjutannya

KEJADIAN DI TENGAH MALAM merupakan tanya-jawab antara
seorang rekan (Mbak I) dan saya (L) di milis SI
<http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>;
dan KELANJUTANNYA merupakan tanya-jawab yang sama dan
belum pernah diposting sebelumnya. Semoga bermanfaat
bagi rekan2 lainnya. (Leo)

+++++++++++++

KEJADIAN DI TENGAH MALAM

I = Di hari Minggu pada tengah malam tiba2 aku
mendengar suara anak (2 thn) menangis. Aku keluar dari
pintu kamar dan bilang sama ibu: "anak tetangga nangis
ya..", trus aku dipanggil turun. Setelah aku sampai di
bawah aku berbicara sebentar dengan ibu lalu menengok
ke kanan belakang aku, ternyata bapak aku sedang
menolong anak umur 2 tahun. Anak itu menangis. Ketika
bapakku melihat aku, bpkku langsung panggil aku dan
minta dibantuin, trus aku bantuin deh.. Aku pegang
kepala anak itu sambil mengeluarkan energi. Ternyata
perut anak itu kram tetapi badannya tidak panas. Bapak
aku memberi energi di perutnya (Bpkku pernah ikut
Satria Nusantara (SN)). Tidak lama aku menyadari bahwa
anak itu matanya melihat satu fokus dan mendelik. Aku
berbicara dengan dia, tanpa tahu apa yang aku katakan,
yang aku tahu aku bilang "jangan melawan". Tidak
beberapa lama anak itu mengalihkan pandangannya
melihat aku pertama sebentar, trus setelah itu agak
lama dan bla.. bla.. bla.. tidak beberapa lama anak
itu tangisnya reda.

Disitu aku merasa anak itu melihat "sesuatu", dan anak
itu tidak kesurupan. Karena aku bisa merasakannya. Aku
ngga tahu kenapa aku yakin sekali.

Kemudian sekitar jam 2 kurang, tetangga aku itu datang
lagi dengan kondisi anak itu makin parah, tersedak2
dengan mulut membiru dan badannya panas.. Aku pegang
tangannya dan aku coba menyalurkan energi, tapi aku
tidak merasakan apa2. Aku bingung. Sementara itu
bapak aku terus memberi energi ke perutnya. Kondisi
anak itu seperti kesurupan, dan anehnya aku tidak bisa
merasakan energi apa2. Lalu orang tuanya membaca Al
Fatiha baru aku merasakan energi dari kedua orang
tuanya. Setelah beberapa menit, anak itu sudah tidak
tersedak lagi. Wajahnya yang tadinya pucat sudah
normal kembali. Karena aku tidak bisa merasakan energi
apa2, aku menyarankan untuk ke dokter. Aku takut
terjadi apa2. Lalu kedua orang tuanya membawa ke
dokter yang tidak seberapa jauh dari rumah. Dan tidak
berapa lama orang tua & anak itu kembali. Esok paginya
aku tanya kondisi anak itu ke ibu aku. Dan kondisi
anak itu kata dokter tidak apa2, tapi berak2 dan
diberi obat penurun panas.

Yang ingin aku tanyakan adalah: Pada kejadian pertama,
aku pikir mungkin ini awal perjalananku, I love
helping people. Aku senang sekali bisa membantu. Akan
tetapi setelah kejadian kedua, aku tidak berpikir
seperti itu lagi. Aku bingung kenapa aku tidak bisa
merasakan apa2. Sebenarnya anak itu kenapa sih? Bener
ngga Mas Leo perasaan aku pada kejadian pertama (aku
masih yakin sampai sekarang). Dan apakah benar aku
nanti akan bisa seperti hal itu (a litle bit like
paranormal)?

L = Mbak, aku rasa sampeyan itu memang benar2
merasakan. Nah, merasakan itu bisa berarti MERASAKAN
adanya energi. Tetapi, bisa juga berarti TIDAK
merasakan apa2. Nah, kalau tidak merasakan apa2,
berarti memang tidak ada energinya. Jadi, anda memang
tidak merasakan adanya energi di anak yang sedang
sakit itu. Dan itu memang benar. Wong sakit kok ada
energinya? Jadi, memang sedang down, dan perlu diberi
tambahan energi (bisa dengan macam2 teknik).

Terkadang ada orang yang complain sakit, tapi aku bisa
merasakan energinya itu seabrek-abrek. Nah, ini
biasanya mental disturbance saja. Ada kekalutan di
dimensi mental (atau emosional) yang harus dibereskan.
Kalau sudah beres, bisa terasa energi itu berjalan
lebih halus, lebih teratur.

Kalau mau dicoba, anda juga bisa DETEKSI energi di
tempat atau benda tertentu. Caranya,... dengarkan saja
kalau ada orang yang bicara tentang situs tertentu
yang dianggap keramat, atau benda tertentu yang
dianggap gaib, dsb... Dengarkan saja penuturan dari
orang lain (bisa juga melalui tulisan), nah nanti anda
akan berasa sendiri di tubuh anda tentang benar atau
tidaknya kata-kata yang diucapkan (dituliskan) itu.

Kalau benar, akan langsung berasa (setelah beberapa
detik). Kalau gak benar juga akan berasa. Berasanya
itu dalam arti TIDAK BERASA APA2. Nah, tidak berasa
apa2 itu juga berarti merasakan. Merasakan tidak ada
energinya.

Coba aja ya... Jadi, kalau anda ternyata tidak bisa
merasakan apa2, itu bukan berarti anda tidak bisa
mendeteksi, melainkan sesuatu yang hendak di deteksi
itu MEMANG tidak ada energinya. Gak usah ragu2 kalau
menghadapi situasi seperti itu, ucapkan saja apa
adanya. Aku sendiri, kalau ditanyakan tentang suatu
benda pusaka oleh orang, dan aku tidak merasakan ada
energi apapun dari pusaka itu, aku langsung aja
bilang, gak ada isinya. Kosong, gak ada isinya, alias
boong2an belaka. Dan yang seperti itu cukup banyak
juga sekarang ini.

Sebenarnya kemampuan orang untuk deteksi energi itu
berbeda-beda juga. Orang yang Elemen Api seperti aku
TIDAK BISA melihat bentuk, tetapi merasakan saja (bisa
di telapak tangan, sampai ke dada dan wajah). Orang
yang Elemen Air BISA melihat bentuk macam2. Mudah
memperoleh PENGLIHATAN2.

Darimana aku bisa tahu kalau ada orang yang bisa
melihat langsung bentuk2 energi? Hmmm hmmm hmmm...
mudah saja. Lihat saja MATANYA. Matanya itu seperti
setengah tertutup kelopaknya. Seperti mengantuk terus.
Nah, orang yang matanya seperti itu MEMANG bisa
melihat bentuk aneh2. Hmmm hmmm hmmm... Well, aku kan
pengalaman ketemu banyak orang. Dan itu gak bisa
salah. Jadi, memang ada sebagian orang yang berbakat
untuk umelihat bentuk2 dan warna warni energi.

Tetapi orang Elemen Api biasanya TIDAK BISA melihat
bentuk2 dan warni warni. Bisanya itu merasakan saja.
Dan merasakannya itu di tubuh sendiri. Nah, Mbak I
ini,... in my opinion, termasuk Elemen Api juga. Jadi,
memang bisa merasakan energi, tapi tidak melihat
bentuk secara langsung pada saat kejadian.

Ada juga orang yang Elemen Udara. Hmmm hmmm hmmm...
Yang seperti ini maybe bisa mendengar "suara". Lalu
ada juga yang Elemen Tanah yang biasanya tidak bisa
merasakan dan melihat apa2, tetapi langsung memiliki
pengertian2 konkrit tentang hal2 yang dihadapinya.

So, terkadang ada yang mengeluh ke aku karena sudah
kultivasi bertahun-tahun kok belum bisa lihat apa2.
Lalu aku jelaskan kalau kemampuan tiap orang untuk
"melihat" itu berbeda, tergantung dominannya itu
elemen apa.

+++++++++++++

KELANJUTANNYA

I = Dear Mas Leo, terima kasih atas saran dan
petunjuknya, saya mau ngabarin kondisi anak itu
sekarang sudah baik2 saja dan kembali ceria. Walaupun
sempat dibawa ke rumah sakit. Kata dokter "jantungnya
bocor" dan tidak bisa jalan; trus setiap magrib pasti
dia aneh dan mulai ketakutan. Kemudian ibunya
memutuskan untuk pindah rumah kontrakan, akhirnya anak
itu kembali ceria dan tidak ketakutan lagi kalo
mahgrib (untuk sementara ini).

L = Good, nice to hear that. Hmmm hmmm hmmm...

I = Aku pernah deteksi mbah aku, aku ngga ngerasa ada
sesuatu, padahal mbah aku sakit kakinya. Tapi pas
bapak aku yang deteksi itu ada energinya. Menurut aku
mungkin hanya hal2 tertentu aja yang bisa terdeteksi
sama aku, atau mungkin memang level aku yang masih di
bawah.

L = Begini mbak,... kalau soal deteksi2an, itu memang
banyak relatifnya. Tergantung orang yang mendeteksi.
Terkadang yang mendeteksi bilang A, dan orang lain
lagi yang ikut mendeteksi akan bilang B. Malah kalau
ada orang ketiga, dia bisa bilang C. Nah, yang seperti
itu kan WAJAR SAJA, normal2 saja. Dokter2 juga seperti
itu. Yang namanya deteksi itu kan semacam DIAGNOSA.
Kalau di kedokteran itu namanya diagnosa, dan kalau di
kalangan praktisi energi2 alam semesta memang istilah
umumnya itu DETEKSI. Nah, deteksi atau diagnosa itu
memang bisa berbeda. Semakin berpengalaman
praktisinya, maka deteksi atau diagnosanya itu akan
semakin akurat. Hmmm hmmm hmmm... so practice makes
perfect. Diterusin aja deteksinya kalau memperoleh
kesempatan. Nanti juga akan menemukan metode sendiri
yang memang paling pas untuk digunakan oleh diri kita
sendiri.

I = Masalah melihat, aku masih trauma melihat. Untuk
sementara ini aku belum mau melihat, karena selama
ini aku selalu melihat dgn mata sadar mahluk2 yang
berbentuk manusia dan hitam, tapi tidak sering. Yang
sering melihat melalui mata hati baru aku ngeliat yang
kaya barong di Bali, pokoknya yang aneh2 deh. Trus
pada awal2 aku malah bisa jalan2 ke mana2... aja
melalui mata ke-3 aku. Contoh ke laut di alam mereka
hampir sama ada ikannya, tapi bentuk ikannya aneh2,
kaya bentuk ikan di laut dalam, dan lain2 yang mungkin
lebih extrim. Trus bagaimana ya Mas Leo cara ngilangin
trauma itu ?

L = Cara ngilangin trauma itu ya ilangin aja
traumanya. Trauma itu gara2 apa? Gara2 merasa melihat
sesuatu terus ketakutan sendiri dan gak bisa tidur?
Atau merasa diikutin terus berhari-hari oleh suatu
"makhluk"? Hmmm hmmm hmmm... Trauma is NORMAL. Yang
gak normal kalau trauma itu berlarut-larut. So, from
now on gak usah trauma lagi, diterusin aja
eksplorasinya. Hmmm hmmm hmmm... Sampeyan ini kan
eksplorasi ALAM MIMPI (Dimensi Non Kasat Mata) melalui
Lucid Dream (mimpi yang terasa hidup sekali) atau OOBE
(out of body experience). Well, aku merasa begitu,...
walaupun gak dijelaskan secara rinci, aku ini merasa
sampeyan itu seorang eksplorator di dimensi2 lain di
luar Dimensi Ruang dan Waktu. How could I know that,
you might ask me. Jawabnya mudah saja, wong aku juga
begitu kok. Sama aja kok. Memang seperti itu caranya.

Kita tidur (walaupun TIDAK merasa tidur) dan kita
merasakan pengalaman tertentu; bisa melihat sesuatu,
bisa bertemu dengan orang2 tertentu, bisa melakukan
komunikasi tertentu. Nah,... sebagian itu kita lupa,
tetapi sebagian lagi kita ingat. Pertanyaannya adalah,
apakah yang kita ketemui itu ketika KESADARAN
(consciousness) kita itu berada di Alam Lain?
Jawabannya bisa macam2: 1) Kita bertemu dengan energi2
saja, energi2 astral yang akan muncul di dunia fisik
sebagai MATERI (matter) atau KEJADIAN (events). 2)
Bisa juga bertemu dengan energi2 yang meninggalkan
Dimensi Ruang dan Waktu untuk kembali ke Alam Semesta
guna di daur ulang; yang jenis ini biasanya emosi2
belaka, emosi2 yang dikeluarkan oleh macam2 manusia,
bisa emosi marah, sedih, gembira, macam2lah. 3) Bisa
juga bertemu dengan diri kita sendiri yang lebih
tinggi (higher self); nah, HIGHER SELF kita itu
biasanya mengambil bentuk dalam simbol2 yang kita
anggap dekat dengan hati kita sendiri sehingga bisa
muncul sebagai Malaikat, Figur Religious (dari kisah2
agama), Figur Budaya (dari kisah turun temurun
berdasarkan tradisi), dsb...

Yang jelas, ada KOMUNIKASI antara Kesadaran
(consciousness) di diri kita dengan macam2 hal yang
kita ketemui ketika Kesadaran kita sedang berada di
Alam NON Ruang dan Waktu... You know that Ruang dan
Waktu itu ILLUSI belaka. Ruang dan Waktu yang kita
alami ketika kita terjaga itu memang illusi belaka.
Why? Karena segalanya itu HAPPENING AT ONCE. Nah,
ketika kita tidur dan Kesadaran kita itu bertemu
dengan macam2 hal, kita bisa benar2 menyadari bahwa
Ruang dan Waktu itu memang illusi belaka. Semuanya
happening at once. Gak ada yang namanya masa lalu dan
masa depan. Yang ada itu hanya SAAT INI. Detik ini.
NOW. Dan dari moment SAAT INI itu, Kesadaran yang ada
di diri kita itu akan mengeksplorasi macam2 di Dimensi
Nir Ruang dan Waktu. Jadi,... mimpi itu akan terasa
seperti kita memasuki suatu TITIK di kesadaran kita.
Dan dari titik yang satu itu akhirnya masuk ke suatu
pintu. Dari pintu itu ada banyak pintu2 lagi,... dan
kita bisa eksplorasi satu persatu. You know that to be
sure. You experience that yourself.

I = Rasanya aku ingin jalan2 di dunia mereka tanpa
takut tersesat. Apa mungkin nanti ada seseorang yang
bisa bantu aku atau ya... mungkin nanti seiring dengan
waktu aku ngga takut lagi atau malah nanti aku ngga
bisa melihat sama sekali, whatever lah..

L = GAK USAH TAKUT. Teruskan saja eksplorasinya. Hmmm
hmmmm hmmm... Yang bisa bantu sampeyan itu your own
Higher Self, diri anda sendiri yang lebih tinggi.
Perhatikan saja mimpi2 (OOBE) yang anda alami. Bisa
ada satu figur tertentu yang sering muncul dan rasanya
anda kenal baik di Alam Non Ruang dan Waktu itu.
Cobalah komunikasi dengannya secara SADAR. Hmmm hmmm
hmmm... Dan gak usah takut, we'll never get lost. Kita
itu kan selalu HIDUP di alam non ruang dan waktu itu.
Kita hidup di dimensi fisik ini cuma beberapa saat,
ada waktunya ketika kita lahir dan mati. Tetapi, di
alam NON FISIK itu, kita hidup terus. Kita telah hidup
disana sebelum kita lahir sebagai diri kita yang
sekarang ini. Dan setelah kita mati, kita akan hidup
di alam itu lagi. BAHKAN, saat inipun, ketika
Kesadaran kita merasakan keberadaan kita di Dimensi
Ruang dan Waktu (ketika kita tidak tidur), sebenarnya
kita TETAP hidup di Alam Non Ruang dan Waktu itu.
Jadi, seperti ada PARALLEL LIVES. Ada kehidupan2 yang
parallel, dan itu semuanya kehidupan2 kita juga.
Kesadaran2 kita juga. Kesadaran (consciousness) kita
itu berlapis-lapis. Dan tetap ada walaupun saat ini
kita sedang FOKUS di Kesadaran Terjaga (tidak tidur).
Makanya, ketika kita balik ke Kesadaran Non Ruang dan
Waktu,... bisa bisa langsung aja jalan terus. Dilihat
dari Alam Non Ruang dan Waktu, Kesadaran Terjaga kita
yang sekarang kita alami ini (ketika membaca tulisan
ini, contohnya) adalah Kesadaran "Tidur". Jadi,
meleknya itu waktu kita secara fisik tidur. Hmmm hmmm
hmmm... something like that. Intinya, gak usah takut.
We'll never get lost in the universe.

I = Oh iya mas, kalo mimpi mantan pacar datang dengan
orang tua dan saudaranya maksudnya apa? mantan pacar
aku udah nikah lho.. aku tahu maksud dia datang untuk
ngelamar aku. Aku bangun tidur langsung syok lho.. aku
punya 2 pertanyaan : 1 Apa dia jodoh aku (cowo
yang aku lg PDKT)? 2. Kapan aku nikah? aku kira itu
untuk jawaban yang ke 2, tapi aku merasa itu untuk
jawaban yang 1 dan aku lega sekali. Tapi aku tidak mau
mendahului.. please sarannya dan bener apa ngga ya
mas.. itu untuk jawaban yang pertama.

L = Well, bener... whatever you feel as right, please
go yourself and PROVE IT. Just that from me.


+++++++++++++

[Leo seorang praktisi PSIKOLOGI TRANSPERSONAL. HP No:
0818-183-615. E-mail: <leonardo_rimba@yahoo.com>.
Untuk bergabung dengan milis SI, please click:
<http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia/join>.]

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Send pics quick

Share photos while

you IM friends.

Fitness Zone

on Yahoo! Groups

Find Groups all

about healthy living.

.

__,_._,___

Balasan: RE: [psikologi_transformatif] (kelompok G buat mas Gotho) Re: Air, Libi

Iya tuh, Mas Ghozan Sehat lagi dapat megaproyek kalee!?
Jeng Lulu, jangan takut kalah bersaing dengan Mas Goen, yang penting
niat dan tekad ha..ha.ha..
Judulnya apa ya supaya "Bombastis"?
Bagaimana kalau "Kupas Tuntas Psikologi Terhadap Gigolo, antara Teori
dan Praktek ". ha..ha.ha..

Salam

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, lulu <lu2_mm@...> wrote:
>
> Dear Mas Gotho ....
>
> untuk kelompok G...
> hmmmm....kangen banget ama yang namanya mas Ghozan
> tapi untung masih tercover dengan adanya mas Gotho
> jadi lu2 gak terlalu sedih banget ...
> tapi juga masih agak sepi karena mas Tomy G nya lagi menyepi
> untuk yang buat buku...??? apa gak akan bersaing dengan om Goen ??
>
>
> salam manis
> /Lu2
>
>
> gotholoco <gotholoco@...> wrote:
> Kelompok G nya pada kemanayah? kok tinggal Mas Goen.
>
> Lu, kalau bener-2 udah tau, gimana kalau dibuat buku ?
>
> Salam
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, lulu <lu2_mm@> wrote:
> >
> > dear Mas Gotho .....
> >
> > lu2 gak anggap serius
> > hanya ingin tau aja
> > lagian sejak awal lu2 kan tahu gimana Gigolology + kelompok G nya
> > hehehehe..
> >
> > salam hangat
> > /Lu2
> >
> >
> > gotholoco <gotholoco@> wrote:
> > ha..ha..ha..ha.. guyon Mas, 'suwer', hanya Mbak Lulu yang
> menganggap
> > serius.
> >
> > Salam
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "Anwar Haryono"
> > <aharyono@> wrote:
> > >
> > Ilmu gigology itu beneran to, tak pikir guyonannya kang gotho..he..he.
> > sori Justru yang saya maksud itu, sebenarnya segala "ilmu" itu gak
> > pake rumus or > metode juga bisa..intinya cuma ngolah afirmasi.gak
> > usah yang aneh2 yang gak kasat mata, ilmu cari duit juga
> > termasuk...itu menurut saya loh
> > >
> > > Salam,
> > >
> > > Anwar
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> >
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Yahoo! Groups

Find Green Groups

Share with others

Help the Planet.

.

__,_._,___

Balasan: Re: [psikologi_transformatif] Re: Mengapa kita tidak bunuh diri?

Kalau menurut aku seh hidup itu karena ada cahaya, ada terang.
Dan cahaya itu ternyata ada cahaya lahiriah(sorot lampu, matahari dsb)
dan cahaya batiniah.(ini agak susah-2 gampang nyarinya).

Setelah tau, hidup itu karena ada sorot cahaya, maka bener Jeng Lulu,
ada titik balik untuk menghargai dan menikmati hidup, sehingga hidup
menjadi lebih hidup.

Salam

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, lulu <lu2_mm@...> wrote:
>
> bunuh diri itu hanya untuk mereka yang udah eneg aja
> tapi baguslah melatih mati untuk hidup yang lebih baik
> alhasil bakal ada titik balik untuk lebih mengetahui apakah hidup
itu ..
> heheheh..
>
> salam hangat
> /Lu2
>
>
> gotholoco <gotholoco@...> wrote:
> Sebetulnya ada loh, ritual "bunuh diri" namun menyehatkan!.
> Seperti apa yang dikatakan oleh Kang Mas Hudoyo, berlatih mati setiap
> hari. Efeknya ya bikin hidup lebih hidup he..he.he..
>
> Salam
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, lulu <lu2_mm@> wrote:
> >
> > dear mbak Ratih ...
> >
> > sebenarnya hal yang paling ruwet adalah menunggu ..
> > jadi lebih baik kita cekikikan aja ya mbak ...
> > biar agak fresh dan selalu fresh gini ..
> >
> > salam manis selalu
> > /Lu2
> >
> >
> > ratih ibrahim <personalgrowth@> wrote:
> > whaaaaaaaaaaa.........
> > saya memang mukanya dan mulutnya senyum terus begini gimana dong?
> > udah dari sononya, cetakannya begitu, oom
> >
> > btw, nunggu hari kiamat?
> > wah, kalau saya males amat tenger2 nunggu, sampai ga sabaran....
> > toh seperti katamu, tidak ditunggupun bakalan datang kan?
> > jadi sambil berjalan dengan sendirinya, saya sih memilih menikmati
> hidup yang ada ini dengan asik, seru, fun, sehat, hore, cihui....
> >
> > lalu mengalami sakit secara sengaja sebagai bentuk pertanggungjawaban?
> > tolol!
> >
> > be fun ajalalahhhhhhhhh........... (tuhanku, eh tuhantu mode on)
> >
> > *btw, bebek goreng sambel ijo itu ternyata dahsyat banget
> nikmatnyaaaa....
> > ueidhiannnnnnnnn........*
> >
> >
> >
> >
> > On 12/15/07, anrew_kuruw <anrew_kuruw@> wrote: Udah
> deh mbak, bu, nggak perlu senyum2 gitu deh...
> >
> > Tapi tentang bunuh diri terhormat saya setuju sama Ratih Ibrahim.
> > Bagaimana kalau kita merasa tidak sabar lantaran proses evolusi kita
> > terasa terlalu lambat. Dan kita merasa sudah mencapai limit kita.
> > Lantas kita akhiri saja dengan cara bunuh diri yg menyakitkan.
> > Misalnya dengan membakar diri. Kenapa harus menyakitkan? Ya, sebagai
> > bentuk tanggung jawab supaya kita tidak mati sebagai pengecut. (
> > kesannya sok berani gitu ya, padahal takut juga :)) )
> >
> > Hari esok saya rasa akan selalu datang. Buat saya itu pasti. Sampai
> > capek nunggu hari kiamat...
> > Maaf kalau kesannya saya 'ngeyel' atau menyebarkan pengaruh buruk.
> > Tapi sering saya merasa tidak berguna dan tidak diinginkan oleh
> > lingkungan2 saya. Apa ada sesuatu yg saya lewatkan tentang indahnya
> > hidup ini? Sering pula rasanya saya kehilangan kewarasan saya, seperti
> > sulit membedakan mana yg benar dan salah.
> >
> > In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "ratih ibrahim"
> > <personalgrowth@> wrote:
> > >
> > > bener nih????
> > > yakin?????
> > > bagaimana dengan sapukku, harakiri yang menjadi sebuah tindakan
> > terhormat
> > > dan bertanggung jawab di sebuah masyarakat yang juga sangat beradab
> > itu????
> > > kalau tidak salah hal ini pernah dibahas oleh swastinika di sini....
> > > *senyam lebarrrrrrrrr, sambilmemegang sebilah samurai yang
berkilau*
> > >
> > >
> > > On 12/15/07, tinta_negatif <tinta_negatif@> wrote:
> > > >
> > > >
> > > > ya, iya lah..
> > > >
> > > > kita ini kan lahir ke luar bukan masuk ke dalam
> > > >
> > > > kok sekarang mau keluar lagi..
> > > >
> > > > terus kapan masuknya
> > > >
> > > > kalau keluar
> > > > - keluar terus.
> > > >
> > > > bunuh diri bukan jalan keluar!!!!
> > > > bunuh diri bukan jalan keluar!!!!
> > > > bunuh diri bukan jalan keluar!!!!
> > > > bunuh diri bukan jalan keluar!!!!
> > > > bunuh diri bukan jalan keluar!!!!
> > > > bunuh diri bukan jalan keluar!!!!
> > > > bunuh diri bukan jalan keluar!!!!
> > > > bunuh diri bukan jalan keluar!!!!
> > > > bunuh diri bukan jalan keluar!!!!
> > > >
> > > > --- In
> >
>
psikologi_transformatif@yahoogroups.com<psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>,
>
> > > > Florensia Wijaya
> > > > <florensia_wijaya@> wrote:
> > > > >
> > > > > bunuh diri?????
> > > > > Sama sekali bukan jalan keluar.
> > > > > dan ngga akan bisa menjadi jalan keluar.
> > > > > D dunia ini mungkin ada banyak agama,kepercayaan,aliran.
> > > > > Pasti nya mereka tidak sama satu dengan yang lain,
tetapi.........
> > > > > Ada satu hal yang sama.
> > > > > Tiap agama , kepercaan, aliran, tidak ada yang mengajarkan
> > > > pengikutnya untuk berbuat jahat.
> > > > > Semua nya mengajarkan kebaikan, dan semuanya baik.
> > > > > Tidak satupun dari ajaran mereka jahat, hanya saja, cara
> > > > menerapkan kebaikan di dunia ini yang berbeda.
> > > > >
> > > > > Masalah bunuh diri,
> > > > > Bunuh diri merupakan tindakan yang tidak menghargai hidup.
> > > > > Dan tidak ada satu ajaran ,agama, kepercayaanpun yang
membenarkan
> > > > bunuh diri.
> > > > > Tuhan, memberikan kita hidup, kenapa malah kita mengakhiri nya.
> > > > > mungkin ada yang berpikir "daripada hidup susah terus,lebih
baik
> > > > bunuh diri"
> > > > > Kalau memang alasan bunuh dirinya adalah karena merasa hidup ini
> > > > tidak bahagia,
> > > > > apa ada jaminan kalau bunuh diri bisa memberikan kebahagiaan?
> > > > >
> > > > > Dalam hidup ini tiap orang punya masalah,
> > > > > tetepi tiap masalah itu pasti ada jalan keluarnya.
> > > > > Dan kita pasti mampu mengatasinya.
> > > > > Yang di perlukan adalah terus maju tanpa menyerah.
> > > > >
> > > > > Tuhan memberikan ujian kepada kita,bukan cobaan.
> > > > > Ujian tersebut bertujuan agar mendekatkan diri kita padaNya
> > > > > Dan ujian tersebut pasti sesuai dengan batas dan kemampuan
kita.
> > > > >
> > > > > Misalnya aja seorang guru,apakah mungking memberikan murid
SD soal
> > > > untuk anak SMA.
> > > > > Kalau manusia saja paham, apalagi Tuahn kita diatas.
> > > > > Sumber segala ilmu pengetahuan.
> > > > >
> > > > > Jalanilah hidup ini.
> > > > > biarlah dari masalah demi masalah yang kita hadapi,kita dapat
> > > > mengambil pelajaran di dalam nya.
> > > > >
> > > > > God Bless You.
> > > > >
> > > > > Florensia
> > > > >
> > > > >
> > > > > anrew_kuruw <anrew_kuruw@> wrote:
> > > > > Saya 3 hari lalu baru membeli buku berjudul "Chairil
> > > > Anwar, sebuah
> > > > > pertemuan" tulisan Arief Budiman.
> > > > > Salah satu bagian yg menarik buat saya adalah saat Chairil
> memandang
> > > > > hidup sebagai sesuatu yg absurd. Lantas Arief Budiman, sang
> penulis
> > > > > buku mengaitkannya dengan Albert Camus. Lantas menanyakan, kalau
> > > > > memang hidup itu absurd, mengapa kita tidak bunuh diri saja?
> > > > >
> > > > > Apakah bunuh diri bisa jadi jalan keluar? Mengapa semua agama
> > melarang
> > > > > manusia untuk bunuh diri?
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > ---------------------------------
> > > > > Looking for last minute shopping deals? Find them fast with
> Yahoo!
> > > > Search.
> > > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
> Yahoo! Answers
> >
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Parenting Groups

on Yahoo! Groups

Single Parenting

to managing twins.

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Duka Kita Semua

Duka Kita Semua

Pagi ini saya mendapatkan SMS dari teman yang berbunyi, "Mohon doanya
rumah saya termasuk korban banjir luapan bengawan solo, semoga kami
diberikan kemudahan menghadapi musibah ini, doakan pula untuk saudara
kita yang mengalami musibah seperti kami, Fajar & keluarga."

Disaat napas menghela, duka itu hadir silih berganti. Disaat
kebahagiaan menampakkan diri, tetesan air mata tak berbendung menatap
kesedihan. Beban kesedihan akan terasa berkurang, jika empati dan
perhatian kita tujukan untuk saudara kita.

Sejenak saya ingin mengajak teman-teman di milis ini untuk berdoa buat
saudara-saudara kita yang tertimpa musibah banjir luapan bengawan solo
maupun musibah ditempat lain seperti di longsor di Karang Anyar.
Semoga Alloh SWT memberikan ketabahan hati dalam menghadapi kesulitan
hidup dan senantiasa diberikan semangat untuk senantiasa bangkit kembali.

Wassalam,
Agussyafii

============================================
Silahkan kirimkan komentar anda tentang tulisan ini di
http://agussyafii.blogspot.com Atau di sms 0888 176 48 72
============================================

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals

w/ Real Food lovers.

Yahoo! Groups

Women of Curves

Discuss food, fitness

and weight loss.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Je pense a toi - Ku selalu mengingatmu, my love - Di mana juapun dikau

Je pense a toi, mon amour, ma bien aimee
Ne m'abandonne pas, mon amour, ma cherie
Quand je suis dans mon lit, je ne reve qu'a toi
Et quand je me reveille, je ne pense qu'a toi
Si je ne te vois pas, je ne peux rien dire
Je ne peux rien faire, je ne peux rien voir
Je ne veux rien savoir
Mon amour, ma cherie
Mon Sisc


Aku selalu memikirkanmu kekasihku, cintaku
Jangan tinggalkan aku, kasihku, sayangku
Dalam tidurku, aku memimpikamu
Dan ketika ku terbangun, ku hanya memikirkanmu
Bila ku tak melihatmu, aku tak mampu berkata-kata
Tiada apapun dapat kuperbuat, tiada sesuatupun dapat kulihat
Aku tak dapat peduli akan sesuatupun
Cintaku, sayangku




Sent from Yahoo! - a smarter inbox.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Endurance Zone

A Yahoo! Group

Learn how to

increase endurance.

Shedding Pounds

on Yahoo! Groups

Read sucess stories

& share your own.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Namailah Anakmu Jihad! (bag 2)

    Namailah Anakmu Jihad!  (bag 2)

Hari kedua, Pemuda dan Jihad terbangun di pondok kecil yang ia bangun seadanya. Pemuda terbangun terlebih dahulu.. baru kemudian Jihad. Jihad mengucap salam begitu juga Pemuda yang masih menyimpan curiga. Sewaktu di kapal ketika bocor terbentur karang ia teringat seorang kakek yang meminta menyelamatkan cucunya? Namun cucu itu sama sekali tidak menaruh kasihan pada kakeknya tersebut. Tidakkah ia menyayangi kakeknya? Tidakkah ia sedih kehilangan kakeknya. Sebelum pemuda itu bertanya, Jihad menjawab :
"Sesungguhnya kakek itu tidak memikirkan tempat peristirahatannya entah dibawah laut atau dibawah tanah. Ia menyadari bahwa ia telah melahirkan Aku yang kemudian kamu menolongku."
Pemuda itu bingung bagaimana Jihad mengetahui apa yang dipikirkannya. "Kamu sungguh-sungguh.. pemuda yang memiliki rasa ingin tahu. Tidakkah kamu meninggalkan keluargamu seperti halnya aku, wahai pemuda?"
Pemuda itu pun menjawab sebaliknya, "Ah, Jihad tidakkah kita berkeluarga. Bukankah kita berhasal dari nenek moyang yang sama."
"Bukankah kebenaran sudah kau temukan, lalu apa yang kau cari lagi wahai pemuda."
"Aku tidak mencari apa-apa! Aku terdampar? Kita terdampar di tempat ini. Tidakkah kau lihat sendiri, nasib malang kita ini."
"Aku tidak akan menjawab pertanyaanmu sebelum kamu menjawab pertanyaanku?"
"Apa!"
"Apakah rumah, tempat kamu dan keluargamu merasa terdampar? Apakah keluargamu merasa malang karena harus berada di tempat yang kau anggap rumah. Tidakkah aku saudaramu dan pantai ini adalah rumahmu. Apakah kamu tidak menyukai rumahmu sendiri."
Pemuda itu berdiri beralasan mencari ikan. Jihad kembali duduk di bawah pohon kelapa menunggu pemuda itu kembali.
Di pinggir pantai pemuda itu menemukan sebilah kayu yang ia jadikan tombak. Ia pun teringat sebilah pedang milik Jihad. Ia kembali ke pondok sederhana buatannya dan menemukan sebilah pedang Jihad tanpa diri Jihad. Ia mengambil sebilah pedang itu untuk mengasah kayu. Dan kemudian dijadikan  tombak. Selama mengasah ia bertanya-tanya dalam hati, "Kemana pergi Jihad?"
Tombak itu sudah jadi dan tinggal keinginannya menangkap ikan. Ia pun berdiri dan tombak itu jatuh ketika seorang perempuan berjalan tertatih-tatih ke arah Pemuda itu. Pemuda itu berlari ke arah perempuan itu. Perempuan itu terjatuh di pelukan pemuda itu. Ketika diperhatikan dengan seksama.. ternyata perempuan itu mirip kekasihnya Nafsa.
"Nafsa?" teriak pemuda itu. "kenapa kamu ada disini?"
"Namaku bukan Nafsa.. aku Nafsu."
"Bagaimana mungkin kamu bukan Nafsa.. kamu adalah Nafsa. Kekasihku yang dulu?"
"Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan? Tapi aku butuh air.. bisakah kamu memberikan aku segelas air?"
Pemuda itu pun langsung membelah kelapa lalu menenggakkan ke bibir Nafsu. Nafsu meminumnya tanpa malu sampai tercecer ke leher dan badannya. Nafsu melihat ke pemuda itu lalu menunduk dan berterima kasih. "Aku harus pergi sekarang.. terima kasih atas kebaikanmu. Semoga aku bisa membalasnya, walau aku tahu bukan waktuku."
"Tunggu!" pemuda itu langsung mencengkram tangan Nafsu. "biarlah tinggal sebentar. Aku ada beberapa pertanyaan untukmu."
"Ah, laki-laki.." ucap Nafsu lalu tertawa merendahkan. "itu yang selalu kalian ucapkan.. beberapa pertanyaan yang kemudian... Jawaban itu sendiri!"
"Tolong.. jangan pergi.. aku mohon. Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padamu."
Nafsu dengan berat hati mengikuti permintaan pemuda itu. Ia duduk di pondok sederhana sambil kembali menenggak air kelapa untuk merasa nyaman. "Apa yang kau ingin ketahui tentang diriku wahai pemuda?"
"Apakah kamu bukan Nafsa."
"Berapa kali aku harus bilang..Aku bukan Nafsa! Aku Nafsu. Aku lari karena laki-laki begitu memuja namaku. Ia mengatakan namaku berada dalam jiwa mereka seperti api. Api yang membara.. tidakkah aku sedang melarikan diri dari mereka? Ah, aku sedang berada di pantai rupanya. Aku bisa menyiram kamu dan semua laki-laki yang mengejarku!" Pemuda itu melihat gelagat Nafsa yang seperti ingin pergi.
"Maaf. Bolehkah aku bertanya kenapa kamu melarikan diri?"
"Hmm.. kamu pemuda bodoh atau apa? Tidakkah kau tidak mengenali namaku? Namaku Nafsu. Nafsu berarti sesuatu yang dimiliki laki-laki yang diumbar melebihi kaumku sendiri. Bahkan aku yang memiliki nama itu sendiri dilarang menyakininya."
Pemuda itu terdiam bingung. "Tidakkah menyakitkan bahwa kamu tidak boleh memaknakan namamu sendiri? Dan bagaimana dengan hidupmu apabila kamu tidak mengetahui 'arti dirimu sendiri'?"
"Arti diriku sendiri?" Pemuda itu mulai berpikir. Di saat pemuda itu berpikir, Nafsu kemudian pergi. Jihad lalu datang dari arah yang berlawanan dari perempuan itu. Jihad membawa seekor kelinci putih yang ia gendong sendiri. Pemuda itu sadar dan mulai kebingungan.
"Hei Jihad.. tidakkah kamu tadi melihat perempuan?"
"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, mana ikan yang kau janjikan padaku. Aku membawa kelinci piaraan?"
"Aku harus pergi mencari perempuan itu."
"Hei, pemuda kau butuh sesuatu untuk perutmu!"
"Itu gampang.. tapi aku harus menemukan Nafsa?"
"Nafsa?"
"Bukan. Nafsu!"
Jihad menaruh piaraannya lembut.
"Mari biar aku bantu!" Jihad mengambil pedangnya lalu diarahkan ke langit seperti panglima yang ingin pergi berperang.
"Hei, buat apa pedang itu?" tanya pemuda. "yang aku cari perempuan, bukan perompak atau apa!"
"Maka kau pun butuh tombak dan belati itu."
"Tunggu.. tunggu Jihad? Kenapa kau begitu membenci perempuan."
"Sesungguhnya Jihad yang paling berat adalah melawan nafsu."
Pemuda itu tertawa. "Jihad.. lihat betapa kekanak-kanakannya dirimu. Pantas saja kamu tidak mengerti.. fisikmu yang kecil, begitu juga umurmu yang terlalu dini untuk mengerti. Kenapa kau ingin melawan Nafsu? Maksudku perempuan itu."
Jihad melihat pemuda itu dengan tampang bingung. Pemuda itu terus saja tertawa. Jihad lalu duduk dan menaruh kembali pedangnya. Ia mengambil kelinci piaraannya. Ia mengelus-elus piaraannya menunggu reda tawa sang Pemuda.
"Tidakkah diciptakan hewan agar kamu bisa mempermainkan mereka sesukamu. Tidakkah mereka tidak akan membencimu selama kau tidak membunuhnya dan memperlakukan mereka dengan kasar. Apa yang mereka butuhkan adalah 'kamu yang memberinya makan pagi, siang dan malam. Sesungguhnya kasih sayang mereka melebihi kata-kata yang kamu atau ia ucapkan."
"Sudahlah Jihad.. akui saja! Kamu masih terlalu dini untuk mengerti persoalan orang dewasa."
Jihad  berdiri mengambil tombak mencari ikan di laut. Pemuda itu pun dengan tombak hatinya kembali mencari perempuan itu yang mungkin sudah semakin jauh. Jihad melihat hati pemuda yang semakin jauh darinya. Begitu juga pemuda yang meremehkan Jihad dalam hal perempuan. "Benar-benar aneh Jihad..
"Masa menemui perempuan denga sebilah pedang?"
Pemuda itu merasa sudah mengelilingi pantai. Namun perempuan yang dijumpainya tidak juga ia temui. "Kemana gerangan bayangan kekasihku dulu.. ia datang dan hilang begitu saja." Pencarian pemuda itu terhenti ketika ia mencium bau ikan bakar yang dipanggang anak kecil itu. Ia menghampirinya sambil tersenyum-senyum.
"Hei Jihad.. bisakah kau berikan perutku sesuatu."
"Tidak! Kau sudah ingkar janji tentang ikan itu. Dan bagaimana dengan perempuan yang tidak aku pahami itu? Tidakkah kau juga sedang mencarinya."
"Kamu jangan marah Jihad. Aku hanya penasaran dengan perempuan itu. Aku seperti melihat mantan kekasihku yang dulu."
"Sesungguhnya kedatangan pasangan bukan didasarkan rasa penasaran, tapi kesatuan jiwa yang dipertemukan."
Jihad memberikan tombak agar pemuda itu mencari ikan sendiri.

            Bersambung...
                               
 
 
 
 


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Yahoo! Groups

Wellness Spot

A resource for Curves

and weight loss.

.

__,_._,___