Sabtu, 16 Februari 2008

[psikologi_transformatif] Eh gue udah kembali

Ketika pengetahuan akan kebijaksanaan - wisdom of life dengan mudahnya kita dapatkan di mana-mana, termasuk dan terutama di dunia internet ini, anda akan dengan mudah menemukan banyak filsuf-filsuf muda dan paranormal-paranormal muda yang berseliweran dan berkicau dengan manisnya di sana-sini, mungkin saya pun termasuk di antaranya.. dan tentu banyak yang akan bilang,"Bukankah itu suatu hal yang baik, keindahan sejati bahwa kebenaran sejati itu mulai menjadi trend, menjadi suatu kebutuhan dasar, menjadi suatu kebiasaan."
 
Lalu, apa memang kebenaran sejati itu pernah hilang? Tidak (selalu) berada pada dasar - akar kehidupan dan tidak pernah hilang, lepas dari anda tahu atau tidak, mengerti ato tidak, paham ato tidak? Dan kalau dikatakan menjadi suatu kebiasaan, apakah memang demikian yang diajarkan oleh para filsuf sejati itu? hehehe
 
Ya.. saya kira dan sepengetahuan saya, semakin dipelajari, dimengerti dan dipahami, justru makin tidak bisa diperlihatkan dan tidak ada yang perlu diperlihatkan, kan kembali kepada diri sejati katanya, lalu kenapa dan bagaimana bisa dipertontonkan, unjuk diri,"Eh gue udah kembali ke diri sejati gue , Loh!!" klo istilah film kartun sekarang,"Isn't that disgusting, Isnt that pathetic?" Hehehe bukan saya loh yang bilang, film kartun, film animasi.... :)
 
Selamat berakhir pekan dan marilah kita nonton film animasi.. saya suka Ben 10, Mikey Mouse Playhouse dan Naruto... eh... :)
 
170208


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

John McEnroe

on Yahoo! Groups

Join him for the

10 Day Challenge.

Special K Group

on Yahoo! Groups

Join the challenge

and lose weight.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Bude Ratih, Pak Manneke, Oom Goen, Mas Leo dan lain-lain

Senang bisa terlibat kembali ke tengah-tengah warga milis Psikologi Transformatif. Selama hampir dua bulan terakhir memang kesibukan sangat padat. Selain mengejar deadline pengambilan data dan analisis pada beberapa penelitian, saya juga tengah mempersiapkan lembaga yang bergerak di riset dan psikologi.
 
Lega rasanya pada 9 Februari 2008 lalu lembaga yang saya dirikan bersama beberapa rekan telah resmi beroperasi. SMART Human Re-Search & Psychological Development, Jl. Taman Gapura G-20 (kompleks G-Walk) Citraland – Surabaya. Telp. (031) 7410121, Fax (031) 7452572, e-mail:
smart.hrpd@gmail.com. (Barangkali data ini bisa ditambahkan di promosi gratis yang biasa diforward kemana-mana di bawah label 'gerakan pabrik tontonan')
 
Selain itu, sebuah naskah buku yang saya garap bersama Leonardo Rimba akhirnya juga akan terbit. Buku "Psikologi Tarot". Tidak jadi di Jalasutra tapi di Pinus Book Publisher. Saya sungkan dengan Mas Leo karena kalau di Jalasutra mesti ngantri menunggu beberapa naskah saya yang lain. Setelah melalui omong-omong dengan editor di Jalasutra, maka saya mengoper naskah tersebut ke Pinus Book Publisher yang beberapa hari lalu menyanggupi untuk menerbitkan buku ini dalam 2 bulan ke depan. (semoga lancar...)
 
Dua bulan terakhir ini, beberapa kali memang sempat mengintip milis ketika mengirim file-file atau mendownload file penelitian, tapi karena waktu terbatas maka tidak sempat nimbrung. Sempat juga terharu dengan banyaknya ucapan selamat ultah (termasuk 'himbauan' agar mengejar 'Si Cantik'...hehehe Bude iki nggosip opo tho). Thanks a lot for all, friend!
 
Kangen sama Oom Goen aku. Tahu-tahu dikirimi draft bukunya yang bakal terbit. Nulis buku kok tuman! Ini nulis apa doyan seee...judule kok sangar Mas? 'The World is not Enough'. Koyok judule album 'Heavy Metal'. Babnya kok belum semua terkirim Oom? Abis bab 2 langsung bab 5. Mana bisa diresensi?
 
Sama Bude Ratih kadang masih teleponan dan ngakak bareng. Budeee...lembaga yang tempo hari kudiskusikan denganmu udah berdiri. Piyee..katanya kita mau bikin kerjasama?
Terus rencana kerjasama yang tempo hari piye? Katanya mau kau kirim vcd or dvd-nya?
 
Sama Pak Manneke juga suwe ora jamu...hehehe. Pak saya lagi nulis buku tentang analisis novel dan kumcer, boleh minta endorsement pak?Hehehe...menurut Mas Goen, kalau diendorser Pak Manneke bukunya jadi laris (eh, apa juga karena diforward kemana-mana sebagai anggota gerakan pabrik tontonan ya?)
 
Juga ketua gerakan pabrik tontonan, Cak Nuruddin Asyhadie...piyeee dullll?? Proposale wis mbok kekno Imam? Imam kapanane sms aku loooo...ayo selak April iki.
 
Lulu yang sempat nelpon. Thanks buat persahabatannya ya!
 
Mas Leo, bukunya akhirnya mendekati terbit. Semoga lancar ya mas. Sorry banget deh, lama sekali. Saya juga enggak sabar kok mas, pengen launcing sama Mas Leo. Mungkin bisa sekalian gathering orang-orang milis Psikologi Transformatif. Piye? Sampeyan bisa merancangnya Mas? Mungkin di Jakarta sampeyan ada channel or sponsor. Kalo iya, saya kasih nomornya Pinus Book Publisher. Biar bisa koordinasi, sekalian mereka selling di sana.
 
Ok deh, buat yang lain, Alex, Gotholoco, Mas Anwar, Infoseimbang, Pak Agus Syafii, Bung Tomy, Tuhantu dan semuanya. Thanks buat kebersamaannya di milis ini.
 
 
Salam
 
Audifax


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

Files to share?

Send up to 1GB of

files in an IM.

How-To Zone

on Yahoo! Groups

Discuss home and

garden projects.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Pendidikan Berbasis Pluralitas

 

Pendidikan Berbasis Pluralitas

Oleh:
Audifax
Staf Peneliti di SMART Human Re-Search & Psychological Development


People living without rights
Without their dignity
How loud does one man have to shout
To earn his right to be free

You can keep your toy soldiers
To segregate the black and white
But when the dust settles
And the blood stops running
How do you sleep at night?

Phil Collins
Colours


Thinking outside the line. Kalimat itu sering digunakan untuk menggambarkan kreativitas. Manusia pada dasarnya menggunakan garis-garis konstruksi tertentu ketika berpikir dan mengolah realita di hadapannya. Garis konstruksi ini tak lepas dari apa yang telah dibudayakan pada diri kita. Asal mula garis itu bisa dari agama, norma, kebiasaan, nilai atau hal-hal yang sifatnya (di)wajar(kan) secara kultural. Maka itulah, kreativitas sering digambarkan sebagai 'sebuah penciptaan' yang sifatnya menembus atau melampaui garis konstruksi yang telah kita anggap wajar.

Dengan demikian, sebenarnya kreativitas terkait dengan apa yang dijelaskan Derrida sebagai 'dekonstruksi'. Suatu kreativitas adalah sebuah proses dekonstruksi terhadap konstruksi yang telah dianggap jamak atau biasa. Kreativitas adalah sebuah cara berpikir yang melampaui konstruksi pemikiran. Pada titik ini, kita perlu mencermati bahwa kemampuan untuk 'melampaui' itu bukan dengan menafikan konstruksi yang telah ada melainkan dengan mengafirmasi konstruksi itu, menyadari keberadaan konstruksi itu dan melibatinya secara lebih luwes ketimbang mereka yang terpaku pada alur-alur garis atau thinking inside the line.

Perkembangan jaman saat ini, memerlukan cara berpikir kreatif atau dekonstruktif. Kenapa? Karena perkembangan jaman saat ini menunjukkan bahwa masyarakat bukan lagi terbagi dalam kelompok-kelompok besar melainkan kelompok-kelompok kecil. Ada sekian banyak partai. Ada sekian banyak suporter sepakbola. Ada sekian banyak suku. Masih banyak lagi bisa kita contohkan bagaimana masyarakat Indonesia menjadi semakin terfragmentasi dalam kelompok kecil dengan ciri khasnya masing-masing.

Jaman sudah berubah, kita bukan lagi sebuah bangsa dengan narasi besar yang menyatukan semuanya. Saat ini justru muncul begitu banyak narasi kecil yang tak jarang satu sama lain bertentangan. Di sinilah kreativitas atau cara berpikir dekonstruktif diperlukan. Penanaman hal ini, mesti dilakukan sejak usia dini atau sejak anak-anak. Jika tidak, dalam beberapa dekade ke depan, terdapat potensi meledaknya berbagai pertentangan cara pandang.

Pendidikan Berbasis Pluralitas
Pendidikan di jaman ini, tak bisa semata berbasis kompetensi (atau kompetisi) melainkan juga mesti menyertakan bagaimana anak dibekali kecerdasan untuk hidup di tengah pluralitas. Kecerdasan inilah yang akan membantunya thinking outside the line. Bagaimanapun, sejak lahir manusia telah terjerat oleh jejaring struktur budaya yang dibuatnya sendiri. Agar dapat direkognisi sebagai 'seseorang', masing-masing dari kita mesti menyandang konstruksi tertentu. Konstruksi ini membuat kita direkognisi sebagai seseorang, entah itu seorang Muslim, Katolik, Cina, Sunda, Pelajar, Insinyur, Psikolog, Ustad, Laki-laki, Perempuan atau apa saja.

Tanpa konstruksi itu, anda tak akan bisa hidup di tengah masyarakat. Namun, konstruksi itu kerap menjerat kita untuk hanya berpikir sebatas garis-garis konstruksi. Ini membuat orang melupakan adanya sesuatu yang lain di luar garis konstruksi itu yang juga hidup bersamanya. Inilah yang oleh para postrukturalis diidentifikasi sebagai Liyan atau the Other. Kesulitan memahami Liyan atau Yang-Lain ini tampak pada mereka yang seringkali merespon tulisan saya dengan menyebut Liyan/Yang-Lain ini sebagai "Yang Lain-lain".

Jelas beda antara Liyan dan Yang Lain-lain. Ketika kita menyebut 'Yang Lain-lain', masih tersirat adanya sesuatu yang menjadi pusat dan hal-hal lain yang diidentifikasi pusat sebagai Yang Lain-lain. Sedangkan Liyan, justru merupakan sesuatu yang tak mampu kita identifikasi namun mesti disadari bahwa ia ada. Inilah sulitnya. Orang yang terbelenggu dalam thinking inside the line akan bertanya: "bagaimana kita menyadari jika kita tidak tahu?". Pertanyaan ini pun masih menyiratkan adanya pusat karena menganggap bahwa yang perlu disadari ada adalah sesuatu yang telah diketahui.

Term 'mengetahui' tak akan lepas dari bagaimana kita berpikir hingga mencapai proses tahu. Masalahnya, Liyan ini adalah sesuatu yang sama sekali berada di luar pikiran. Jika orang tidak menyadari selalu ada sesuatu yang lain di luar pikirannya, maka diapun akan sulit menerima pluralitas.

Lalu apa hubungannya dengan kreativitas dan pendidikan di usia dini? Konstruksi kultural, sebenarnya terutama tertanam sejak anak menginjakkan kaki di bangku pendidikan. Agar mudah, guru kerap melatih anak dengan cara-cara yang membuat anak berpikir di alur yang telah ditetapkan. Cara ini membantu anak menguasai pelajaran, namun juga berpotensi membuat cara berpikir mereka linier atau hanya thinking inside the line.

Kebiasaan berpikir linier ini tak terlalu menimbulkan masalah ketika masyarakat ditertibkan oleh sebuah narasi besar yang menyeragamkan semuanya, entah itu dengan jalan kekerasan sekalipun. Namun, ketika orang mulai mendengung-dengungkan demokrasi, kebebasan, hak asasi, maka cara berpikir linier ini berpotensi menimbulkan tabrakan antara satu konstruksi sosial dengan konstruksi sosial lain.

Persoalan inilah yang mesti menjadi pemikiran bangsa Indonesia yang berslogan "Bhinneka Tunggal Ika" ini. Ke-Bhinneka-an itu sendiri menyiratkan sebuah pluralitas yang hidup dalam sebuah ruang yang sama. Keberbedaan yang satu sama lain memiliki hak hidup yang sama dan tak bisa diseragamkan. Salah satu jalur yang bisa digunakan untuk mengajarkan hidup dalam ke-Bhinneka-an adalah sekolah. Melalui sekolah anak membentuk dan mengasah kecerdasannya. Di sinilah diperlukan bagaimana mengajarkan sebuah kecerdasan dalam menghadapi pluralitas.

Ada cermatan lain?

 
 
17 Februari 2008
 

 
Tentang Penulis
Audifax adalah penulis dan peneliti. Dua hasil penelitiannya diterbitkan oleh penerbit Jalasutra, yaitu Mite Harry Potter (2005, Jalasutra) dan Imagining Lara Croft (2006, Jalasutra). Bukunya yang lain adalah Semiotika Tuhan (2007, Pinus Book Publisher).

Pada April 2008 ini akan terbit buku Psikologi Tarot yang ditulisnya bersama Leonardo Rimba. Buku ini akan diterbitkan oleh Pinus Book Publisher.

Saat ini Audifax menjabat research director di SMART Human Re-Search & Psychological Development. Sebuah lembaga yang memiliki concern pada riset dan pengembangan psikologi yang mengajarkan pluralitas sejak usia dini. Informasi lebih lanjut, hubungi: SMART Human Re-Search & Psychological Development, Jl. Taman Gapura G-20 (kompleks G-Walk) Citraland – Surabaya. Telp. (031) 7410121, Fax (031) 7452572, e-mail: smart.hrpd@gmail.com

Audifax mengundang anda untuk mendiskusikan esei ini di milis Psikologi Transformatif. Jika anda memiliki concern terhadap tema yang ada pada esei ini, mari bergabung dengan kita yang ada di milis Psikologi Transformatif

Sekilas Mailing List Psikologi Transformatif
Mailing List Psikologi Transformatif adalah ruang diskusi yang didirikan oleh Audifax dan beberapa rekan yang dulunya tergabung dalam Komunitas Psikologi Sosial Fakultas Psikologi Universitas Surabaya. Saat ini milis ini telah berkembang sedemikian pesat sehingga menjadi milis psikologi terbesar di Indonesia. Total member telah melebihi 2000, sehingga wacana-wacana yang didiskusikan di milis inipun memiliki kekuatan diseminasi yang tak bisa dipandang sebelah mata. Tak ada moderasi di milis ini dan anda bebas masuk atau keluar sekehendak anda. Arus posting sangat deras dan berbagai wacana muncul di sini. Seperti sebuah jargon terkenal di psikologi "Di mana ada manusia, di situ psikologi bisa diterapkan" di sinilah jargon itu tak sekedar jargon melainkan menemukan konteksnya. Ada berbagai sudut pandang dalam membahas manusia, bahkan yang tak diajarkan di Fakultas Psikologi Indonesia.

Mailing List ini merupakan ajang berdiskusi bagi siapa saja yang berminat mendalami psikologi. Mailing list ini dibuka sebagai upaya untuk mentransformasi pemahaman psikologi dari sifatnya selama ini yang tekstual menuju ke sifat yang kontekstual. Anda tidak harus berasal dari kalangan disiplin ilmu psikologi untuk bergabung sebagai member dalam mailing list ini. Mailing List ini merupakan tindak lanjut dari simposium psikologi transformatif, melalui mailing list ini, diharapkan diskusi dan gagasan mengenai transformasi psikologi dapat terus dilanjutkan. Anggota yang telah terdaftar dalam milis ini antara lain adalah para pembicara dari simposium Psikologi Transformatif : Edy Suhardono, Cahyo Suryanto, Herry Tjahjono, Abdul Malik, Oka Rusmini, Jangkung Karyantoro,. Beberapa rekan lain yang aktif dalam milis ini adalah: Audifax, Leonardo Rimba, Nuruddin Asyhadie, Mang Ucup, Goenardjoadi Goenawan, Ratih Ibrahim, Sinaga Harez Posma, Prastowo, Prof Soehartono Taat Putra, Bagus Takwin, Amalia "Lia" Ramananda, Himawijaya, Rudi Murtomo, Felix Lengkong, Hudoyo Hupudio, Kartono Muhammad, Helga Noviari, Ridwan Handoyo, Dewi Sartika, Jeni Sudarwati, FX Rudy Gunawan, Arie Saptaji, Radityo Djajoeri, Tengku Muhammad Dhani Iqbal, Anwar Holid, Elisa Koorag, Lan Fang, Lulu Syahputri, Kidyoti, Alexnader Gunawan, Priatna Ahmad, J. Sumardianta, Jusuf Sutanto, Stephanie Iriana, Yunis Kartika dan masih banyak lagi

Perhatian: Milis ini tak ada moderator yang mengatur keluar masuk member. Setiap member diharap bisa masuk atau keluar atas keputusan dan kemampuan sendiri.

Jika anda berminat untuk bergabung dengan milis Psikologi Transformatif, klik:


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Do-It-Yourselfers

Find Y! Groups

on Lawn & garden,

homes and autos.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

.

__,_._,___

[beasiswa] [Butuh Info] beasiswa untuk spesialisasi di luar negeri

Teman2 milis yg baik,
ada teman dokter yang ingin mengambil spesialisasi anak atau penyakit dalam di luar negeri. Apakah ada yang memiliki info beasiswa untuk spesialisasi?
Terimakasih atas bantuannya.

Wienta


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[beasiswa] Re: [Butuh Info] Jaminan Keuangan Visa ke Jerman

Cuma mau sharing pengalaman saya.

Tahun lalu, saya datang kesini dengan biaya sendiri. Waktu itu orang
tua saya buka rekening di Bank Mandiri sebesar 7020 Euro dan minta
surat keterangan dari bank tersebut bahwa uang yang berada di dalam
rekening akan digunakan sebagai jaminan untuk study saya. Surat
jaminan inilah yg dibawa ke kedutaan untuk mengurus visa. Berdasarkan
informasi yang saya dapatkan, tidak disarankan untuk membuka rekening
atas nama kita sendiri walaupun kita punya uang sejumlah yg diminta.

Begitu saya sampai di Jerman dan membuka rekening bank Jerman, uang
tersebut ditransfer oleh orang tua ke rekening ini. Bukti print
rekening saya bawa ke stadtamt untuk pengurusan perubahan visa
sementara. Awalnya saya akan diberikan satu tahun visa, akan tetapi
setelah perdebatan yang cukup alot, saya dapat visa untuk dua tahun.
Banyak juga teman kuliah yg berbeda negara cuma dapat visa 1-1,5
tahun. Jadi uang tersebut sebenarnya bisa saya kirimkan kembali ke
Indonesia setelah Visa saya dapatkan.
Kalau untuk yg dapat beasiswa DAAD, saya kurang tahu.

Untuk di kota saya, ada kebijakan "Welcome Money" untuk mahasiswa yg
baru sampai di Jerman sebesar 100 Euro. Jadi 60 Euro bisa dipakai
untuk bayar pengurusan Visa dan sisanya bisa untuk tambahan makan. :)

Salam,

Nicolev Hidayat
Technical Management
FHOOW-Emden


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[beasiswa] Re: [Butuh Info] Hogeschole di Belanda

Bagus, coba kontak anggi.k.a@gmail.com

kebetulan dia sedang kuliah di Fontys.

Kalau saya di Hogeschool Zeeland tapi sedang internship di philips.

sukses ya.

Rijal
http://rijal28.wordpress.com

--- In beasiswa@yahoogroups.com, "henz_dm" <henz_dm@...> wrote:
>
> Dear all,
>
> Saya ingin minta saran dan pendapat dari teman-teman milister.
> Sekarang saya mahasiswa teknik elektro UPH semester 6. Saya ingin
> melanjutkan ke Fontys Hogeschole di Belanda untuk program final year
> dan saya sudah diterima. Yang saya ingin tanyakan apakah diantara
> teman-teman sudah pernah ada yang seperti saya (3 tahun di Indo dan 1
> tahun di Belanda)? Kalau bisa boleh bagi pengalamannya? Apakah bagus
> prospek ke depannya? Ataukah lebih baik saya lulus dulu di sini(S1)
> dan pergi untuk jenjang S2 di sana?
>
> Regards,
> Albert
>


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] Syahwat Ulama Syi'ah Terhadap Anak Kecil


Syahwat Ulama Syi'ah Terhadap Anak Kecil

Kalau mau lihat bukti/fotonya, klik saja di:

http://hakekat.com/content/view/19/1/

Pada bagian kanan atas ada slide show foto-foto Syi'ah, klik saja slide nomor 9.

Penyimpangan ?



__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Groups blog

The place to go

to stay informed

on Groups news!

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

.

__,_._,___