Rabu, 12 Maret 2008

Re: [psikologi_transformatif] Re: "Allah" itu sebutan generik untuk "Tuhan"

ada anak bawang orientalism di sini.. hehe..
jangan marah bang rimba..
ini rimba internet, supaya tidak diketawakan orang sedunia.. heahahaha..
sampeyan bisa baca tulis al-quran tidak?
jangan asal main gathak-gathik-gathuk melalui filsafat sesat atau tasawuf sesat.
saya kawal sampeyan di milis ini.
ayo keluarkan argumennya. mumpung masih pagi.

-AbuNAwaS-

2008/3/13 leonardo_rimba <leonardo_rimba@yahoo.com>:

Saya tuliskan "la ilah ha ilah la" supaya itu MUDAH TERLIHAT.

Udah, itu cuma NAMA GENERIK aja. Gak usah merasa rugi karena
udah belajar taonan ternyata sekarang terbukti itu GENERIK
doang. Memang begitu, so what gitu lho !

Leo

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "Hairul Anas Suaidi"

<anasyess@...> wrote:
>
> Maaf Bang Rimba.
> Sampeyan keliru sekali cara menuliskan transliterasi.
> Yang benar adalah "Laa ilaaha illallaah",
> bukan "La ilah ha ilah La" yang kemudian Anda putar-putar pake
simetri lipat
> dan simetri cermin.
>
> Maaf sekali, kalau ini bukan milis agama, tetapi terpaksa saya
mengatakan
> bahwa sampeyan (yang saya tidak tahu muslim atau non-muslim) telah
menulis
> sesuatu
> yang sama sekali tidak mengandung kebenaran.
>
> Jangan coba-coba menyatukan agama samawi, saudaraku. Missi Anda
tidak akan
> sukses.
> Konyol. Aqidah kita sama sekali berbeda. Dan ketahuilah bahwa Allah
itu
> adalah Nama Tuhan Agama Islam.
> Bukan kata ganti. OK?
>
> 2008/3/13 leonardo rimba <leonardo_rimba@...>:

>
> > "ALLAH" ITU SEBUTAN GENERIK UNTUK "TUHAN"
> >
> > Dear Friends, Aku kok merasa kata "Allah" itu sifatnya
> > GENERIK, seperti nama obat generik begitu, sebab dalam
> > KONTEKS ASLI agama-agama Samawi yang pertama kali
> > hukum-hukumnya dituliskan oleh Nabi Musa, nama Tuhan
> > (Ilah) itu TIDAK BOLEH disebut dengan sembarangan.
> >
> > Gak bisa kita bilang insyaallah, alhamdulilah, dsb...
> > Kalaupun itu diucapkan, berarti kata "Allah" yang ada
> > disitu sebenarnya KATA GENERIK untuk menggantikan nama
> > Tuhan (Ilah)yang asli.
> >
> > Selama ribuan tahun seperti itu prakteknya. Jadi,
> > orang-orang Yahudi itu menyebut nama Tuhan (Ilah)
> > sebagai "Adonai" (Gusti), dsb..., tetapi nama Tuhan
> > (Ilah) yang asli itu TIDAK BISA disebutkan, apalagi
> > oleh orang2 kebanyakan.
> >
> > Setahu aku, NAMA TUHAN itu cuma bisa dibisikkan satu
> > tahun sekali oleh IMAM AGUNG Yahudi di dalam Ruang
> > Maha Suci yang letaknya di dalam Baitullah yang ASLI
> > di Yerusalem.
> >
> > HUKUM TAURAT sendiri menuliskan salah satu HUKUM UTAMA
> > itu sbb: "Thou shalt not take the name of the LORD thy
> > God in vain; for the LORD will not hold him guiltless
> > that taketh his name in vain."
> >
> > Artinya, TIDAK BOLEH MENYEBUT NAMA TUHAN (Ilah) dengan
> > sia-sia. Gak boleh sembarangan diucapkan, gak bisa
> > sebentar2 bilang insyaallah dan alhamdulilah.
> >
> > Tetapi kita tahu bahwa ada istilah-istilah insyaallah,
> > alhamdulilah, MASYAOLLOH, YA OLLOH, dsb... Dan itu
> > sangat terlalu umum. So, kesimpulannya, kata "Allah"
> > itu adalah kata generik untuk menyebut nama Tuhan
> > (Ilah) dan BUKAN nama Tuhan (Ilah) yang asli seperti
> > diberikan kepada Nabi Musa.
> >
> > Kalau itu nama Tuhan (Ilah) yang asli, maka seharusnya
> > tidak boleh diucapkan. Kita hanya bisa menyebut KATA
> > PENGGANTINYA.
> >
> > So, apakah kata "Allah" adalah KATA PENGGANTI untuk
> > menyebut nama Tuhan (Ilah) yang asli ???
> >
> > +++
> >
> > Kita ingat ucapan: "la ilah ha ilah la"
> >
> > Nah, apakah itu artinya ? Bukankah itu artinya NETRAL?
> > Semuanya kembali ke ASAL, HENING, SAMADHI.
> >
> > "la ilah ha ilah la". Artinya: la ilah = ilah la.
> > Artinya itu 0 (NOL). Netral.
> >
> > Maksudnya, mbok ya yang ITU dirasakan saja, dan TIDAK
> > USAH disebut-sebut karena memang TIDAK BISA untuk
> > disebutkan. Tetapi manusia itu kan keblinger, maunya
> > sesuatu yang bisa DIUCAPKAN. Pedahal nama itu tidak
> > bisa diucapkan.
> >
> > la ilah = ilah la. Artinya, "nama" itu TIDAK BISA
> > DISEBUTKAN. Unmentionable.
> >
> > Itu termasuk "the secret" yang mungkin cuma diketahui
> > oleh orang-orang sufi. Pengertian itu baru masuk ke
> > aku, so it means I have to share it with you all.
> > Maybe akan ada gunanya juga.
> >
> > +++
> >
> > Di bagian atas aku tulis bahwa:
> >
> > "la ilah ha ilah la" itu artinya:
> >
> > la ilah = ilah la, dan itu artinya:
> >
> > 0 (NOL) alias NETRAL. Dan itu adalah PANCER. Sumber
> > dari segala sesuatu itu memang KOSONG. Dan kosong itu
> > simbolnya 0 (NOL), segalanya akan masuk ke dalam
> > pancer, dan keluar lagi sebagai SADULUR PAPAT.
> >
> > Nah, SADULUR PAPAT = PANCER.
> >
> > Sadulur Papat itu juga NAMA yang tidak bisa
> > disebutkan. Nabi Musa menuliskannya sebagai "JHVH" dan
> > itu yang benar-benar HARAM untuk diucapkan.
> >
> > Nabi Musa kan pendiri agama-agama SAMAWI dengan Kitab
> > Tauratnya itu, bahkan kisah-kisah para nabi
> > pendahulunya itu, Ibrahim, Yakub, Yusuf, dsb...
> > semuanya ditulis oleh Nabi Musa.
> >
> > Nah, Nabi Musa MEMPEROLEH WAHYU bahwa NAMA itu adalah
> > "JHVH" dan dia bilang itu HARAM untuk disebutkan.
> >
> > JHVH artinya Empat Elemen Alam Semesta (Sadulur Papat)
> > which is Udara, Air, Api, dan Tanah.
> >
> > Nah, Nabi Muhammad sebagai PENUTUP BARISAN dalam
> > kelompok nabi-nabi di Agama-agama Samawi MEMPEROLEH
> > WAHYU bahwa NAMA itu adalah "la ilah ha ilah la"
> >
> > Artinya: la ilah = ilah la, alias 0 (NOL) / NETRAL /
> > PANCER.
> >
> > +++
> >
> > Lalu kita bisa hubungkan dan MEMANG NYAMBUNG. "JHVH"
> > dari Nabi Musa itu = "la ilah ha ilah la" dari Nabi
> > Muhammad.
> >
> > Sadulur Papat = Pancer
> >
> > Dan itu memang tidak perlu disebutkan, tetapi
> > DIRASAKAN SAJA.
> >
> > Kita manusia itu SADULUR PAPAT. Dan NAMA itu PANCER.
> >
> > Sadulur Papat = Pancer
> >
> > Jagat Cilik = Jagat Gede
> >
> > Mikrokosmos = Makrokosmos
> >
> > Tetapi yang seperti ini kan merupakan PEMAHAMAN
> > SPIRITUAL. It's my understanding of the essence dalam
> > agama-agama Samawi.
> >
> > +++
> >
> > Berarti kan benar bahwa istilah "Allah" itu BUKAN nama
> > God, melainkan semacam istilah pengganti saja.
> >
> > Ilah itu kan artinya TUHAN. Nah, itu kan KATA
> > PENGGANTI. Suatu KATA GENERIK.
> >
> > Lalu di syahadat disebutkan "la ilah ha ilah la".
> >
> > Artinya kan "tiada ilah selain ilah tiada".
> >
> > Itu toh artinya ?
> >
> > Nah, istilah "Allah" itu kan asalnya dari "ilah la".
> >
> > "Ilah la" itu sendiri artinya "ilah tiada".
> >
> > Berarti betullah apa yang aku tulis pertama kali bahwa
> > kata "Allah" itu sebenarnya SEBUTAN GENERIK saja untuk
> > membawa orang-orang untuk tidak ngaco belo menyembah
> > segala macam ilah yang bukan "ilah la".
> >
> > "ilah la" itu sendiri kan artinya "ilah tiada".
> >
> > "la ilah ha ilah la"
> >
> > = tiada ilah selain ilah tiada
> >
> > = tiada tuhan selain tuhan tiada
> >
> > Itu PERMAINAN KATA saja untuk membawa orang-orang yang
> > memiliki 365 (baca: tiga ratus enam puluh) ilah untuk
> > STOP segala praktek penyembahan 365 ilah itu dan FOKUS
> > pada "ilah tiada" (ilah la).
> >
> > BUKTI: Kabah itu aslinya berisikan 365 ilah berupa
> > patung2 yang sebenarnya SIMBOL-SIMBOL saja. Kenapa ada
> > 365 SIMBOL ? Karena dalam satu tahun matahari itu ada
> > 365 HARI. Jadi, ada satu ilah atau simbol untuk tiap
> > hari dalam setahun. Total ada 365 SIMBOL atau ILAH di
> > dalam Kabah itu.
> >
> > Lalu Nabi Muhammad kan harus mengajarkan kepada
> > orang-orang itu untuk FOKUS pada satu saja yang
> > TUNGGAL. Makanya muncullah INTUISI berupa ucapan "la
> > ilah ha ilah la".
> >
> > "ilah la" itu simply berarti TIDAK SATUPUN ILAH DARI
> > YANG PERNAH ADA DISANA (di dalam Kabah).
> >
> > Itu pengertian yang aku dapat.
> >
> > So, dari "ilah la" itu akhirnya muncul kata "Allah".
> > Berarti kata "Allah" itu memang benar SEBUTAN GENERIK
> > untuk ilah (Tuhan).
> >
> > Berarti, nama ilah (Tuhan) yang asli di agama-agama
> > Samawi itu tetap seperti yang pernah diberikan kepada
> > Nabi Musa dan HARAM untuk diucapkan dengan sembarangan
> > itu. Tulisannya itu berbentuk "JHVH".
> >
> > Dan, sebenarnya "JHVH" itupun SIMBOL SAJA. Arti
> > sesungguhnya adalah Empat Elemen Pembentuk Alam
> > Semesta (Sadulur Papat) which is Udara, Air, Api, dan
> > Tanah.
> >
> > So, berarti NAMA TUHAN itu tetap TANPA NAMA. Kalaupun
> > disebutkan, semuanya itu GENERIK BELAKA.
> >
> > Dalam Bahasa Indonesia, generik itu "Tuhan".
> >
> > Dalam Bahasa Inggris, generik itu "God"
> >
> > Dalam Bahasa Mandarin, generik itu "Thian"
> >
> > Dalam Bahasa Latin, generik itu "Dei"
> >
> > Dalam Bahasa Perancis, generik itu "Dieux"
> >
> > Dalam Bahasa Ibrani, generik itu "Adonai"
> >
> > Dalam Bahasa Arab, generik itu "Allah"
> >
> > Dalam Bahasa Sansekerta, generik itu "Acynthia".
> >
> > (Leo)

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

Autos Group

on Yahoo! Groups

Discuss ways to

fix your car.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: "Allah" itu sebutan generik untuk "Tuhan"

Saya tuliskan "la ilah ha ilah la" supaya itu MUDAH TERLIHAT.

Udah, itu cuma NAMA GENERIK aja. Gak usah merasa rugi karena
udah belajar taonan ternyata sekarang terbukti itu GENERIK
doang. Memang begitu, so what gitu lho !

Leo

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "Hairul Anas Suaidi"
<anasyess@...> wrote:
>
> Maaf Bang Rimba.
> Sampeyan keliru sekali cara menuliskan transliterasi.
> Yang benar adalah "Laa ilaaha illallaah",
> bukan "La ilah ha ilah La" yang kemudian Anda putar-putar pake
simetri lipat
> dan simetri cermin.
>
> Maaf sekali, kalau ini bukan milis agama, tetapi terpaksa saya
mengatakan
> bahwa sampeyan (yang saya tidak tahu muslim atau non-muslim) telah
menulis
> sesuatu
> yang sama sekali tidak mengandung kebenaran.
>
> Jangan coba-coba menyatukan agama samawi, saudaraku. Missi Anda
tidak akan
> sukses.
> Konyol. Aqidah kita sama sekali berbeda. Dan ketahuilah bahwa Allah
itu
> adalah Nama Tuhan Agama Islam.
> Bukan kata ganti. OK?
>
> 2008/3/13 leonardo rimba <leonardo_rimba@...>:
>
> > "ALLAH" ITU SEBUTAN GENERIK UNTUK "TUHAN"
> >
> > Dear Friends, Aku kok merasa kata "Allah" itu sifatnya
> > GENERIK, seperti nama obat generik begitu, sebab dalam
> > KONTEKS ASLI agama-agama Samawi yang pertama kali
> > hukum-hukumnya dituliskan oleh Nabi Musa, nama Tuhan
> > (Ilah) itu TIDAK BOLEH disebut dengan sembarangan.
> >
> > Gak bisa kita bilang insyaallah, alhamdulilah, dsb...
> > Kalaupun itu diucapkan, berarti kata "Allah" yang ada
> > disitu sebenarnya KATA GENERIK untuk menggantikan nama
> > Tuhan (Ilah)yang asli.
> >
> > Selama ribuan tahun seperti itu prakteknya. Jadi,
> > orang-orang Yahudi itu menyebut nama Tuhan (Ilah)
> > sebagai "Adonai" (Gusti), dsb..., tetapi nama Tuhan
> > (Ilah) yang asli itu TIDAK BISA disebutkan, apalagi
> > oleh orang2 kebanyakan.
> >
> > Setahu aku, NAMA TUHAN itu cuma bisa dibisikkan satu
> > tahun sekali oleh IMAM AGUNG Yahudi di dalam Ruang
> > Maha Suci yang letaknya di dalam Baitullah yang ASLI
> > di Yerusalem.
> >
> > HUKUM TAURAT sendiri menuliskan salah satu HUKUM UTAMA
> > itu sbb: "Thou shalt not take the name of the LORD thy
> > God in vain; for the LORD will not hold him guiltless
> > that taketh his name in vain."
> >
> > Artinya, TIDAK BOLEH MENYEBUT NAMA TUHAN (Ilah) dengan
> > sia-sia. Gak boleh sembarangan diucapkan, gak bisa
> > sebentar2 bilang insyaallah dan alhamdulilah.
> >
> > Tetapi kita tahu bahwa ada istilah-istilah insyaallah,
> > alhamdulilah, MASYAOLLOH, YA OLLOH, dsb... Dan itu
> > sangat terlalu umum. So, kesimpulannya, kata "Allah"
> > itu adalah kata generik untuk menyebut nama Tuhan
> > (Ilah) dan BUKAN nama Tuhan (Ilah) yang asli seperti
> > diberikan kepada Nabi Musa.
> >
> > Kalau itu nama Tuhan (Ilah) yang asli, maka seharusnya
> > tidak boleh diucapkan. Kita hanya bisa menyebut KATA
> > PENGGANTINYA.
> >
> > So, apakah kata "Allah" adalah KATA PENGGANTI untuk
> > menyebut nama Tuhan (Ilah) yang asli ???
> >
> > +++
> >
> > Kita ingat ucapan: "la ilah ha ilah la"
> >
> > Nah, apakah itu artinya ? Bukankah itu artinya NETRAL?
> > Semuanya kembali ke ASAL, HENING, SAMADHI.
> >
> > "la ilah ha ilah la". Artinya: la ilah = ilah la.
> > Artinya itu 0 (NOL). Netral.
> >
> > Maksudnya, mbok ya yang ITU dirasakan saja, dan TIDAK
> > USAH disebut-sebut karena memang TIDAK BISA untuk
> > disebutkan. Tetapi manusia itu kan keblinger, maunya
> > sesuatu yang bisa DIUCAPKAN. Pedahal nama itu tidak
> > bisa diucapkan.
> >
> > la ilah = ilah la. Artinya, "nama" itu TIDAK BISA
> > DISEBUTKAN. Unmentionable.
> >
> > Itu termasuk "the secret" yang mungkin cuma diketahui
> > oleh orang-orang sufi. Pengertian itu baru masuk ke
> > aku, so it means I have to share it with you all.
> > Maybe akan ada gunanya juga.
> >
> > +++
> >
> > Di bagian atas aku tulis bahwa:
> >
> > "la ilah ha ilah la" itu artinya:
> >
> > la ilah = ilah la, dan itu artinya:
> >
> > 0 (NOL) alias NETRAL. Dan itu adalah PANCER. Sumber
> > dari segala sesuatu itu memang KOSONG. Dan kosong itu
> > simbolnya 0 (NOL), segalanya akan masuk ke dalam
> > pancer, dan keluar lagi sebagai SADULUR PAPAT.
> >
> > Nah, SADULUR PAPAT = PANCER.
> >
> > Sadulur Papat itu juga NAMA yang tidak bisa
> > disebutkan. Nabi Musa menuliskannya sebagai "JHVH" dan
> > itu yang benar-benar HARAM untuk diucapkan.
> >
> > Nabi Musa kan pendiri agama-agama SAMAWI dengan Kitab
> > Tauratnya itu, bahkan kisah-kisah para nabi
> > pendahulunya itu, Ibrahim, Yakub, Yusuf, dsb...
> > semuanya ditulis oleh Nabi Musa.
> >
> > Nah, Nabi Musa MEMPEROLEH WAHYU bahwa NAMA itu adalah
> > "JHVH" dan dia bilang itu HARAM untuk disebutkan.
> >
> > JHVH artinya Empat Elemen Alam Semesta (Sadulur Papat)
> > which is Udara, Air, Api, dan Tanah.
> >
> > Nah, Nabi Muhammad sebagai PENUTUP BARISAN dalam
> > kelompok nabi-nabi di Agama-agama Samawi MEMPEROLEH
> > WAHYU bahwa NAMA itu adalah "la ilah ha ilah la"
> >
> > Artinya: la ilah = ilah la, alias 0 (NOL) / NETRAL /
> > PANCER.
> >
> > +++
> >
> > Lalu kita bisa hubungkan dan MEMANG NYAMBUNG. "JHVH"
> > dari Nabi Musa itu = "la ilah ha ilah la" dari Nabi
> > Muhammad.
> >
> > Sadulur Papat = Pancer
> >
> > Dan itu memang tidak perlu disebutkan, tetapi
> > DIRASAKAN SAJA.
> >
> > Kita manusia itu SADULUR PAPAT. Dan NAMA itu PANCER.
> >
> > Sadulur Papat = Pancer
> >
> > Jagat Cilik = Jagat Gede
> >
> > Mikrokosmos = Makrokosmos
> >
> > Tetapi yang seperti ini kan merupakan PEMAHAMAN
> > SPIRITUAL. It's my understanding of the essence dalam
> > agama-agama Samawi.
> >
> > +++
> >
> > Berarti kan benar bahwa istilah "Allah" itu BUKAN nama
> > God, melainkan semacam istilah pengganti saja.
> >
> > Ilah itu kan artinya TUHAN. Nah, itu kan KATA
> > PENGGANTI. Suatu KATA GENERIK.
> >
> > Lalu di syahadat disebutkan "la ilah ha ilah la".
> >
> > Artinya kan "tiada ilah selain ilah tiada".
> >
> > Itu toh artinya ?
> >
> > Nah, istilah "Allah" itu kan asalnya dari "ilah la".
> >
> > "Ilah la" itu sendiri artinya "ilah tiada".
> >
> > Berarti betullah apa yang aku tulis pertama kali bahwa
> > kata "Allah" itu sebenarnya SEBUTAN GENERIK saja untuk
> > membawa orang-orang untuk tidak ngaco belo menyembah
> > segala macam ilah yang bukan "ilah la".
> >
> > "ilah la" itu sendiri kan artinya "ilah tiada".
> >
> > "la ilah ha ilah la"
> >
> > = tiada ilah selain ilah tiada
> >
> > = tiada tuhan selain tuhan tiada
> >
> > Itu PERMAINAN KATA saja untuk membawa orang-orang yang
> > memiliki 365 (baca: tiga ratus enam puluh) ilah untuk
> > STOP segala praktek penyembahan 365 ilah itu dan FOKUS
> > pada "ilah tiada" (ilah la).
> >
> > BUKTI: Kabah itu aslinya berisikan 365 ilah berupa
> > patung2 yang sebenarnya SIMBOL-SIMBOL saja. Kenapa ada
> > 365 SIMBOL ? Karena dalam satu tahun matahari itu ada
> > 365 HARI. Jadi, ada satu ilah atau simbol untuk tiap
> > hari dalam setahun. Total ada 365 SIMBOL atau ILAH di
> > dalam Kabah itu.
> >
> > Lalu Nabi Muhammad kan harus mengajarkan kepada
> > orang-orang itu untuk FOKUS pada satu saja yang
> > TUNGGAL. Makanya muncullah INTUISI berupa ucapan "la
> > ilah ha ilah la".
> >
> > "ilah la" itu simply berarti TIDAK SATUPUN ILAH DARI
> > YANG PERNAH ADA DISANA (di dalam Kabah).
> >
> > Itu pengertian yang aku dapat.
> >
> > So, dari "ilah la" itu akhirnya muncul kata "Allah".
> > Berarti kata "Allah" itu memang benar SEBUTAN GENERIK
> > untuk ilah (Tuhan).
> >
> > Berarti, nama ilah (Tuhan) yang asli di agama-agama
> > Samawi itu tetap seperti yang pernah diberikan kepada
> > Nabi Musa dan HARAM untuk diucapkan dengan sembarangan
> > itu. Tulisannya itu berbentuk "JHVH".
> >
> > Dan, sebenarnya "JHVH" itupun SIMBOL SAJA. Arti
> > sesungguhnya adalah Empat Elemen Pembentuk Alam
> > Semesta (Sadulur Papat) which is Udara, Air, Api, dan
> > Tanah.
> >
> > So, berarti NAMA TUHAN itu tetap TANPA NAMA. Kalaupun
> > disebutkan, semuanya itu GENERIK BELAKA.
> >
> > Dalam Bahasa Indonesia, generik itu "Tuhan".
> >
> > Dalam Bahasa Inggris, generik itu "God"
> >
> > Dalam Bahasa Mandarin, generik itu "Thian"
> >
> > Dalam Bahasa Latin, generik itu "Dei"
> >
> > Dalam Bahasa Perancis, generik itu "Dieux"
> >
> > Dalam Bahasa Ibrani, generik itu "Adonai"
> >
> > Dalam Bahasa Arab, generik itu "Allah"
> >
> > Dalam Bahasa Sansekerta, generik itu "Acynthia".
> >
> > (Leo)
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Y! Groups blog

the best source

for the latest

scoop on Groups.

.

__,_._,___

Re: [psikologi_transformatif] "Allah" itu sebutan generik untuk "Tuhan"

Maaf Bang Rimba.
Sampeyan keliru sekali cara menuliskan transliterasi.
Yang benar adalah "Laa ilaaha illallaah",
bukan "La ilah ha ilah La" yang kemudian Anda putar-putar pake simetri lipat dan simetri cermin.

Maaf sekali, kalau ini bukan milis agama, tetapi terpaksa saya mengatakan
bahwa sampeyan (yang saya tidak tahu muslim atau non-muslim) telah menulis sesuatu
yang sama sekali tidak mengandung kebenaran.

Jangan coba-coba menyatukan agama samawi, saudaraku. Missi Anda tidak akan sukses.
Konyol. Aqidah kita sama sekali berbeda. Dan ketahuilah bahwa Allah itu adalah Nama Tuhan Agama Islam.
Bukan kata ganti. OK?

2008/3/13 leonardo rimba <leonardo_rimba@yahoo.com>:

"ALLAH" ITU SEBUTAN GENERIK UNTUK "TUHAN"

Dear Friends, Aku kok merasa kata "Allah" itu sifatnya
GENERIK, seperti nama obat generik begitu, sebab dalam
KONTEKS ASLI agama-agama Samawi yang pertama kali
hukum-hukumnya dituliskan oleh Nabi Musa, nama Tuhan
(Ilah) itu TIDAK BOLEH disebut dengan sembarangan.

Gak bisa kita bilang insyaallah, alhamdulilah, dsb...
Kalaupun itu diucapkan, berarti kata "Allah" yang ada
disitu sebenarnya KATA GENERIK untuk menggantikan nama
Tuhan (Ilah)yang asli.

Selama ribuan tahun seperti itu prakteknya. Jadi,
orang-orang Yahudi itu menyebut nama Tuhan (Ilah)
sebagai "Adonai" (Gusti), dsb..., tetapi nama Tuhan
(Ilah) yang asli itu TIDAK BISA disebutkan, apalagi
oleh orang2 kebanyakan.

Setahu aku, NAMA TUHAN itu cuma bisa dibisikkan satu
tahun sekali oleh IMAM AGUNG Yahudi di dalam Ruang
Maha Suci yang letaknya di dalam Baitullah yang ASLI
di Yerusalem.

HUKUM TAURAT sendiri menuliskan salah satu HUKUM UTAMA
itu sbb: "Thou shalt not take the name of the LORD thy
God in vain; for the LORD will not hold him guiltless
that taketh his name in vain."

Artinya, TIDAK BOLEH MENYEBUT NAMA TUHAN (Ilah) dengan
sia-sia. Gak boleh sembarangan diucapkan, gak bisa
sebentar2 bilang insyaallah dan alhamdulilah.

Tetapi kita tahu bahwa ada istilah-istilah insyaallah,
alhamdulilah, MASYAOLLOH, YA OLLOH, dsb... Dan itu
sangat terlalu umum. So, kesimpulannya, kata "Allah"
itu adalah kata generik untuk menyebut nama Tuhan
(Ilah) dan BUKAN nama Tuhan (Ilah) yang asli seperti
diberikan kepada Nabi Musa.

Kalau itu nama Tuhan (Ilah) yang asli, maka seharusnya
tidak boleh diucapkan. Kita hanya bisa menyebut KATA
PENGGANTINYA.

So, apakah kata "Allah" adalah KATA PENGGANTI untuk
menyebut nama Tuhan (Ilah) yang asli ???

+++

Kita ingat ucapan: "la ilah ha ilah la"

Nah, apakah itu artinya ? Bukankah itu artinya NETRAL?
Semuanya kembali ke ASAL, HENING, SAMADHI.

"la ilah ha ilah la". Artinya: la ilah = ilah la.
Artinya itu 0 (NOL). Netral.

Maksudnya, mbok ya yang ITU dirasakan saja, dan TIDAK
USAH disebut-sebut karena memang TIDAK BISA untuk
disebutkan. Tetapi manusia itu kan keblinger, maunya
sesuatu yang bisa DIUCAPKAN. Pedahal nama itu tidak
bisa diucapkan.

la ilah = ilah la. Artinya, "nama" itu TIDAK BISA
DISEBUTKAN. Unmentionable.

Itu termasuk "the secret" yang mungkin cuma diketahui
oleh orang-orang sufi. Pengertian itu baru masuk ke
aku, so it means I have to share it with you all.
Maybe akan ada gunanya juga.

+++

Di bagian atas aku tulis bahwa:

"la ilah ha ilah la" itu artinya:

la ilah = ilah la, dan itu artinya:

0 (NOL) alias NETRAL. Dan itu adalah PANCER. Sumber
dari segala sesuatu itu memang KOSONG. Dan kosong itu
simbolnya 0 (NOL), segalanya akan masuk ke dalam
pancer, dan keluar lagi sebagai SADULUR PAPAT.

Nah, SADULUR PAPAT = PANCER.

Sadulur Papat itu juga NAMA yang tidak bisa
disebutkan. Nabi Musa menuliskannya sebagai "JHVH" dan
itu yang benar-benar HARAM untuk diucapkan.

Nabi Musa kan pendiri agama-agama SAMAWI dengan Kitab
Tauratnya itu, bahkan kisah-kisah para nabi
pendahulunya itu, Ibrahim, Yakub, Yusuf, dsb...
semuanya ditulis oleh Nabi Musa.

Nah, Nabi Musa MEMPEROLEH WAHYU bahwa NAMA itu adalah
"JHVH" dan dia bilang itu HARAM untuk disebutkan.

JHVH artinya Empat Elemen Alam Semesta (Sadulur Papat)
which is Udara, Air, Api, dan Tanah.

Nah, Nabi Muhammad sebagai PENUTUP BARISAN dalam
kelompok nabi-nabi di Agama-agama Samawi MEMPEROLEH
WAHYU bahwa NAMA itu adalah "la ilah ha ilah la"

Artinya: la ilah = ilah la, alias 0 (NOL) / NETRAL /
PANCER.

+++

Lalu kita bisa hubungkan dan MEMANG NYAMBUNG. "JHVH"
dari Nabi Musa itu = "la ilah ha ilah la" dari Nabi
Muhammad.

Sadulur Papat = Pancer

Dan itu memang tidak perlu disebutkan, tetapi
DIRASAKAN SAJA.

Kita manusia itu SADULUR PAPAT. Dan NAMA itu PANCER.

Sadulur Papat = Pancer

Jagat Cilik = Jagat Gede

Mikrokosmos = Makrokosmos

Tetapi yang seperti ini kan merupakan PEMAHAMAN
SPIRITUAL. It's my understanding of the essence dalam
agama-agama Samawi.

+++

Berarti kan benar bahwa istilah "Allah" itu BUKAN nama
God, melainkan semacam istilah pengganti saja.

Ilah itu kan artinya TUHAN. Nah, itu kan KATA
PENGGANTI. Suatu KATA GENERIK.

Lalu di syahadat disebutkan "la ilah ha ilah la".

Artinya kan "tiada ilah selain ilah tiada".

Itu toh artinya ?

Nah, istilah "Allah" itu kan asalnya dari "ilah la".

"Ilah la" itu sendiri artinya "ilah tiada".

Berarti betullah apa yang aku tulis pertama kali bahwa
kata "Allah" itu sebenarnya SEBUTAN GENERIK saja untuk
membawa orang-orang untuk tidak ngaco belo menyembah
segala macam ilah yang bukan "ilah la".

"ilah la" itu sendiri kan artinya "ilah tiada".

"la ilah ha ilah la"

= tiada ilah selain ilah tiada

= tiada tuhan selain tuhan tiada

Itu PERMAINAN KATA saja untuk membawa orang-orang yang
memiliki 365 (baca: tiga ratus enam puluh) ilah untuk
STOP segala praktek penyembahan 365 ilah itu dan FOKUS
pada "ilah tiada" (ilah la).

BUKTI: Kabah itu aslinya berisikan 365 ilah berupa
patung2 yang sebenarnya SIMBOL-SIMBOL saja. Kenapa ada
365 SIMBOL ? Karena dalam satu tahun matahari itu ada
365 HARI. Jadi, ada satu ilah atau simbol untuk tiap
hari dalam setahun. Total ada 365 SIMBOL atau ILAH di
dalam Kabah itu.

Lalu Nabi Muhammad kan harus mengajarkan kepada
orang-orang itu untuk FOKUS pada satu saja yang
TUNGGAL. Makanya muncullah INTUISI berupa ucapan "la
ilah ha ilah la".

"ilah la" itu simply berarti TIDAK SATUPUN ILAH DARI
YANG PERNAH ADA DISANA (di dalam Kabah).

Itu pengertian yang aku dapat.

So, dari "ilah la" itu akhirnya muncul kata "Allah".
Berarti kata "Allah" itu memang benar SEBUTAN GENERIK
untuk ilah (Tuhan).

Berarti, nama ilah (Tuhan) yang asli di agama-agama
Samawi itu tetap seperti yang pernah diberikan kepada
Nabi Musa dan HARAM untuk diucapkan dengan sembarangan
itu. Tulisannya itu berbentuk "JHVH".

Dan, sebenarnya "JHVH" itupun SIMBOL SAJA. Arti
sesungguhnya adalah Empat Elemen Pembentuk Alam
Semesta (Sadulur Papat) which is Udara, Air, Api, dan
Tanah.

So, berarti NAMA TUHAN itu tetap TANPA NAMA. Kalaupun
disebutkan, semuanya itu GENERIK BELAKA.

Dalam Bahasa Indonesia, generik itu "Tuhan".

Dalam Bahasa Inggris, generik itu "God"

Dalam Bahasa Mandarin, generik itu "Thian"

Dalam Bahasa Latin, generik itu "Dei"

Dalam Bahasa Perancis, generik itu "Dieux"

Dalam Bahasa Ibrani, generik itu "Adonai"

Dalam Bahasa Arab, generik itu "Allah"

Dalam Bahasa Sansekerta, generik itu "Acynthia".

(Leo)


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Find helpful tips

for Moderators

on the Yahoo!

Groups team blog.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] "Allah" itu sebutan generik untuk "Tuhan"

"ALLAH" ITU SEBUTAN GENERIK UNTUK "TUHAN"

Dear Friends, Aku kok merasa kata "Allah" itu sifatnya
GENERIK, seperti nama obat generik begitu, sebab dalam
KONTEKS ASLI agama-agama Samawi yang pertama kali
hukum-hukumnya dituliskan oleh Nabi Musa, nama Tuhan
(Ilah) itu TIDAK BOLEH disebut dengan sembarangan.

Gak bisa kita bilang insyaallah, alhamdulilah, dsb...
Kalaupun itu diucapkan, berarti kata "Allah" yang ada
disitu sebenarnya KATA GENERIK untuk menggantikan nama
Tuhan (Ilah)yang asli.

Selama ribuan tahun seperti itu prakteknya. Jadi,
orang-orang Yahudi itu menyebut nama Tuhan (Ilah)
sebagai "Adonai" (Gusti), dsb..., tetapi nama Tuhan
(Ilah) yang asli itu TIDAK BISA disebutkan, apalagi
oleh orang2 kebanyakan.

Setahu aku, NAMA TUHAN itu cuma bisa dibisikkan satu
tahun sekali oleh IMAM AGUNG Yahudi di dalam Ruang
Maha Suci yang letaknya di dalam Baitullah yang ASLI
di Yerusalem.

HUKUM TAURAT sendiri menuliskan salah satu HUKUM UTAMA
itu sbb: "Thou shalt not take the name of the LORD thy
God in vain; for the LORD will not hold him guiltless
that taketh his name in vain."

Artinya, TIDAK BOLEH MENYEBUT NAMA TUHAN (Ilah) dengan
sia-sia. Gak boleh sembarangan diucapkan, gak bisa
sebentar2 bilang insyaallah dan alhamdulilah.

Tetapi kita tahu bahwa ada istilah-istilah insyaallah,
alhamdulilah, MASYAOLLOH, YA OLLOH, dsb... Dan itu
sangat terlalu umum. So, kesimpulannya, kata "Allah"
itu adalah kata generik untuk menyebut nama Tuhan
(Ilah) dan BUKAN nama Tuhan (Ilah) yang asli seperti
diberikan kepada Nabi Musa.

Kalau itu nama Tuhan (Ilah) yang asli, maka seharusnya
tidak boleh diucapkan. Kita hanya bisa menyebut KATA
PENGGANTINYA.

So, apakah kata "Allah" adalah KATA PENGGANTI untuk
menyebut nama Tuhan (Ilah) yang asli ???

+++

Kita ingat ucapan: "la ilah ha ilah la"

Nah, apakah itu artinya ? Bukankah itu artinya NETRAL?
Semuanya kembali ke ASAL, HENING, SAMADHI.

"la ilah ha ilah la". Artinya: la ilah = ilah la.
Artinya itu 0 (NOL). Netral.

Maksudnya, mbok ya yang ITU dirasakan saja, dan TIDAK
USAH disebut-sebut karena memang TIDAK BISA untuk
disebutkan. Tetapi manusia itu kan keblinger, maunya
sesuatu yang bisa DIUCAPKAN. Pedahal nama itu tidak
bisa diucapkan.

la ilah = ilah la. Artinya, "nama" itu TIDAK BISA
DISEBUTKAN. Unmentionable.

Itu termasuk "the secret" yang mungkin cuma diketahui
oleh orang-orang sufi. Pengertian itu baru masuk ke
aku, so it means I have to share it with you all.
Maybe akan ada gunanya juga.

+++

Di bagian atas aku tulis bahwa:

"la ilah ha ilah la" itu artinya:

la ilah = ilah la, dan itu artinya:

0 (NOL) alias NETRAL. Dan itu adalah PANCER. Sumber
dari segala sesuatu itu memang KOSONG. Dan kosong itu
simbolnya 0 (NOL), segalanya akan masuk ke dalam
pancer, dan keluar lagi sebagai SADULUR PAPAT.

Nah, SADULUR PAPAT = PANCER.

Sadulur Papat itu juga NAMA yang tidak bisa
disebutkan. Nabi Musa menuliskannya sebagai "JHVH" dan
itu yang benar-benar HARAM untuk diucapkan.

Nabi Musa kan pendiri agama-agama SAMAWI dengan Kitab
Tauratnya itu, bahkan kisah-kisah para nabi
pendahulunya itu, Ibrahim, Yakub, Yusuf, dsb...
semuanya ditulis oleh Nabi Musa.

Nah, Nabi Musa MEMPEROLEH WAHYU bahwa NAMA itu adalah
"JHVH" dan dia bilang itu HARAM untuk disebutkan.

JHVH artinya Empat Elemen Alam Semesta (Sadulur Papat)
which is Udara, Air, Api, dan Tanah.

Nah, Nabi Muhammad sebagai PENUTUP BARISAN dalam
kelompok nabi-nabi di Agama-agama Samawi MEMPEROLEH
WAHYU bahwa NAMA itu adalah "la ilah ha ilah la"

Artinya: la ilah = ilah la, alias 0 (NOL) / NETRAL /
PANCER.

+++

Lalu kita bisa hubungkan dan MEMANG NYAMBUNG. "JHVH"
dari Nabi Musa itu = "la ilah ha ilah la" dari Nabi
Muhammad.

Sadulur Papat = Pancer

Dan itu memang tidak perlu disebutkan, tetapi
DIRASAKAN SAJA.

Kita manusia itu SADULUR PAPAT. Dan NAMA itu PANCER.

Sadulur Papat = Pancer

Jagat Cilik = Jagat Gede

Mikrokosmos = Makrokosmos

Tetapi yang seperti ini kan merupakan PEMAHAMAN
SPIRITUAL. It's my understanding of the essence dalam
agama-agama Samawi.

+++

Berarti kan benar bahwa istilah "Allah" itu BUKAN nama
God, melainkan semacam istilah pengganti saja.

Ilah itu kan artinya TUHAN. Nah, itu kan KATA
PENGGANTI. Suatu KATA GENERIK.

Lalu di syahadat disebutkan "la ilah ha ilah la".

Artinya kan "tiada ilah selain ilah tiada".

Itu toh artinya ?

Nah, istilah "Allah" itu kan asalnya dari "ilah la".

"Ilah la" itu sendiri artinya "ilah tiada".

Berarti betullah apa yang aku tulis pertama kali bahwa
kata "Allah" itu sebenarnya SEBUTAN GENERIK saja untuk
membawa orang-orang untuk tidak ngaco belo menyembah
segala macam ilah yang bukan "ilah la".

"ilah la" itu sendiri kan artinya "ilah tiada".

"la ilah ha ilah la"

= tiada ilah selain ilah tiada

= tiada tuhan selain tuhan tiada

Itu PERMAINAN KATA saja untuk membawa orang-orang yang
memiliki 365 (baca: tiga ratus enam puluh) ilah untuk
STOP segala praktek penyembahan 365 ilah itu dan FOKUS
pada "ilah tiada" (ilah la).

BUKTI: Kabah itu aslinya berisikan 365 ilah berupa
patung2 yang sebenarnya SIMBOL-SIMBOL saja. Kenapa ada
365 SIMBOL ? Karena dalam satu tahun matahari itu ada
365 HARI. Jadi, ada satu ilah atau simbol untuk tiap
hari dalam setahun. Total ada 365 SIMBOL atau ILAH di
dalam Kabah itu.

Lalu Nabi Muhammad kan harus mengajarkan kepada
orang-orang itu untuk FOKUS pada satu saja yang
TUNGGAL. Makanya muncullah INTUISI berupa ucapan "la
ilah ha ilah la".

"ilah la" itu simply berarti TIDAK SATUPUN ILAH DARI
YANG PERNAH ADA DISANA (di dalam Kabah).

Itu pengertian yang aku dapat.

So, dari "ilah la" itu akhirnya muncul kata "Allah".
Berarti kata "Allah" itu memang benar SEBUTAN GENERIK
untuk ilah (Tuhan).

Berarti, nama ilah (Tuhan) yang asli di agama-agama
Samawi itu tetap seperti yang pernah diberikan kepada
Nabi Musa dan HARAM untuk diucapkan dengan sembarangan
itu. Tulisannya itu berbentuk "JHVH".

Dan, sebenarnya "JHVH" itupun SIMBOL SAJA. Arti
sesungguhnya adalah Empat Elemen Pembentuk Alam
Semesta (Sadulur Papat) which is Udara, Air, Api, dan
Tanah.

So, berarti NAMA TUHAN itu tetap TANPA NAMA. Kalaupun
disebutkan, semuanya itu GENERIK BELAKA.

Dalam Bahasa Indonesia, generik itu "Tuhan".

Dalam Bahasa Inggris, generik itu "God"

Dalam Bahasa Mandarin, generik itu "Thian"

Dalam Bahasa Latin, generik itu "Dei"

Dalam Bahasa Perancis, generik itu "Dieux"

Dalam Bahasa Ibrani, generik itu "Adonai"

Dalam Bahasa Arab, generik itu "Allah"

Dalam Bahasa Sansekerta, generik itu "Acynthia".

(Leo)

+++++++++++++

[Leo seorang praktisi Psikologi Transpersonal; no HP:
0818-183-615. Untuk bergabung dengan Milis SI, click:
<http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.
NOTE: Except mine, all names used in the YM / email
conversations are PSEUDONYMS.]

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Dog Zone

on Yahoo! Groups

Join a Group

all about dogs.

.

__,_._,___

Re: [psikologi_transformatif] Penciptaan Nur Muhammad Salallahu Alayhi Wasalam

Mohon maaf, saya sangat meragukan cerita ini :)
Terlalu imaginatif dan illogical. :))

2008/3/12 arief dani <ariefdani@yahoo.com>:

Penciptaan Nur Muhammad Salallahu Alayhi Wasalam 

Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani qs
Michigan, USA


Suatu hari Sayidina Ali ra, karam Allahu wajhahu, misanan dan menantu Nabi Suci s.a.w. bertanya, "Wahai Muhammad saw, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta'Ala sebelum semua makhluq ciptaan?" Berikut ini adalah jawaban Beliau saw yang indah : Sesungguhnya, sebelum Rabb mu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari NurNYA nur Nabimu, dan Nur itu diistirahatkan haithu mashaAllah, dimana Allah menghendakinya untuk istirahat.

Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir – tidak Llawh al-Mahfoudh, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak Malaikat Muqarabin (Angelic Host), tidak langit ataupun dunia; tiada matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jinn atau manusia atau malaikat– belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini. Kemudian Allah – Subhan Allah – dengan iradat Nya menghendaki adanya ciptaan. Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian. Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena, dari bagian kedua lawh al-mahfoudh, dari bagian ketiga Arsy.

Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawh al-mahfoudh dan Pena, pada Pena itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa yang harus saya tulis?" Allah berkata, "Tulislah : la ilaha illAllah, Muhammadan Rasulullah." Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang Suci,Ya Allah

Allah kemudian berkata, "Wahai Pena, jagalah kelakuan mu ! Nama ini adalah nama Kekasih Ku, dari Nurnya Aku menciptakan Arsy dan Pena dan lawh al-mahfoudh; kamu, juga diciptakan dari Nur nya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun. Ketika Allah S.W.T. telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya akan Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia ilahiah yang agung.

Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contoh nya (Nabi) yang cemerlang, atau membangkang/ meninggalkan kebiasaan mulia yang diajarkannya kepada kita. Kemudian Allah memerintah kan Pena untuk menulis. "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan !" Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya mulai?" Barkata Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini : Bismillah al-Rahman al-Rahim."

Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfoudh), dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun. Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah S.W.T. berbicara dan berkata, "Telah memakan 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama Ku; Nama Keagungan Ku, Kasih Sayang Ku dan Empati Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih Ku Muhammad. Dengan Keagungan Ku Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku hapuskan."

Sekarang (selanjutnya), bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian : Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-`Arsh); Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana Ilahiah, `Arsh); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat(makhluq) langit lainnya; dan bagian ke-empat Aku bagi lagi menjadi empat bagian:

Dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian kedua Aku membuat bumi-bumi , dari bagian ketiga Aku membuat Jinn dan api. Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad s.a.w.

Ruh yang cantik ini diciptakan 360,000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, dan itu dibentuk sangat cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan. Kepala nya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati, Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah), Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan, Pipinya dari cinta dan ke-hati-hati-an, Perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, Kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus, dan jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman.

Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi diatas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.
 
Wa min Allah at Tawfiq
 
wasalam, arief hamdani

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Popular Y! Groups

Is your group one?

Check it out and

see.

.

__,_._,___

[beasiswa] [Butuh Info] Pain Specialist Filipina

Apakah saudara-saudara ada info mengenai program Pain Specialist, di Filipina, atau di negara lain? Sekaligus info beasiswa tentang program itu? Mungkin buat saudara yang pernah atau sedang menjalani spesialisasi di Filipina ada info tentang program tersebut?

Terima Kasih

Jimmy Barus


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Re: [psikologi_transformatif] Dari Nur Muhammad saw

Mohon maaf, sekedar urun pendapat..

Cerita begini lebih banyak menyesatkan daripada mencerahkan.
Kalau dibiarkan terus, lama-lama Islam menjadi mirip Nasrani (maaf).
Kenapa? Derajat kenabian Muhammad saw terus-menerus diagungkan
hingga mendekati derajat Tuhan, sambil kadang-kadang tanpa sadar
kita telah "menurunkan" dan "menghinakan" derajat nabi2 yang lain.

Padahal sudah jelas dalam Quran, di bagian akhir surah al-baqarah (QS 2:285)
kita dijari oleh Allah agar bersikap: Laa nufarriqu bayna ahadin min rusulih.
""Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya"

2:285. Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".

Hehe.. Mohon maaf bagi yang terganggu, sekedar koreksi saja yaa.. ;)
Kita beriman atas kenabian dan kerasulan Muhammad saw, walau tanpa menghiraukan cerita soal keringat tersebut. =))

On Wed, Mar 12, 2008 at 8:24 PM, arief dani <ariefdani@yahoo.com> wrote:

Dari Nur Muhammad saw
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani
Sufi Master Dunia, Michigan USA
 

Bismillah hirRohmanir Rohim
 
Dari Nur Muhammad Allah menciptakan sebuah lampu jamrut hijau dari Cahaya, dan dilekatkan pada pohon itu melalui seuntai rantai cahaya. Kemudian Dia menempatkan ruh Muhammad s.a.w. di dalam lampu itu dan memerintahkannya untuk memuja Dia dengan Nama Paling Indah (Asma al-Husna).
 
Itu dilakukannya, dan dia mulai membaca setiap satu dari Nama itu selama 1,000 tahun. Ketika dia sampai kepada Nama ar-Rahman (Maha Kasih), pandangan ar-Rahman jatuh kepadanya dan ruh itu mulai berkeringat karena kerendahan hatinya. Tetesan keringat jatuh dari padanya, sebanyak yang jatuh itu menjadi nabi dan rasul, setiap tetes keringat beraroma mawar berubah menjadi ruh seorang Nabi.
 
Mereka semua berkumpul di sekitar lampu di pohon itu, dan Azza wa Jala berkata kepada Nabi Muhammad s.a.w., "Lihatlah ini sejumlah besar nabi yang Aku ciptakan dari tetesan keringatmu yang menyerupai mutiara." Mematuhi perintah ini, dia memandangi mereka itu, dan ketika cahaya mata itu menyentuh menyinari objek itu, maka ruh para nabi itu sekonyong konyong tenggelam dalam Nur Muhammad s.a.w., dan mereka berteriak, "Ya Allah, siapa yang menyelimuti kami dengan cahaya?"
 
Allah menjawab mereka, "Ini adalah Cahaya dari Muhammad Kekasih Ku, dan kalau kamu akan beriman kepadanya dan menegaskan risalah kenabiannya, Aku akan menghadiahkan kepada kamu kehormatan berupa kenabian." Dengan itu semua ruh para nabi itu menyatakan iman mereka kepada kenabiannya, dan Allah berkata, "Aku menjadi saksi terhadap pengakuanmu ini," dan mereka semua setuju.
 
Sebagaimana disebutkan di dalam al Quran yang Suci: Dan ketika Allah bersepakat dengan para nabi itu : Bahwa Aku telah memberi kamu Kitab dan Kebijakan; kemudian akan datang kepadamu seorang Rasul yang menegaskan kembali apa-apa yang telah apa padamu–kamu akan beriman kepadanya dan kamu akan membantunya; apa kamu setuju? Dia berkata,"Dan apakah kamu menerima beban Ku kepadamu dengan syarat seperti itu. Mereka berkata, 'Benar kami setuju.' Allah berkata, Bersaksilah demikian, dan Aku akan bersama kamu diantara para saksi.' (Ali Imran, 3:75-76)
 
Kemudian ruh yang murni dan suci itu kembali melanjutkan bacaan Asma ul Husna lagi. Ketika dia sampai kepada Nama al-Qahhar, kepalanya mulai berkeringat sekali lagi karena intensitas dari al Qahhar itu, dan dari butiran keringat itu Allah menciptakan ruh para malaikat yang diberkati. Dari keringat pada mukanya, Allah menciptakan Singgasana dan Hadhirat Ilahiah, Kitab Induk dan Pena, matahari, rembulan dan bintang -bintang.
Dari keringat di dadanya Dia menciptakan para ulama, para syuhada dan para mutaqin. Dari keringat pada punggungnya dibuat lah Bayt-al-Ma'mur(rumah surgawi)

Kabatullah (Kaba), dan Bayt-al-Muqaddas (Haram Jerusalem) dan Rauda-i-Mutahhara (kuburan Nabi Suci s.a.w.di Madinah), begitu juga semua mesjid di dunia ini. Dari keringat pada alisnya dibuat semua ruh kaum beriman, dan dari keringat punggung bagian bawahnya (the coccyx) dibuatlah semua ruh kaum tak-beriman, pemuja api dan pemuja patung.
Dari keringat di kaki nya dibuatlah semua tanah dari timur ke barat, dan semua apa-apa yang berada didalamnya.
 
Dari setiap tetes keringatlah ruh seorang beriman atau tak-beriman dibuat. Itulah sebabnya Nabi Suci s.a.w.disebut juga sebagai "Abu Arwah", Ayah para Ruh. Semua ruh ini berkumpul mengelilingi ruh Muhammad s.a.w., berputar mengelilinginya dengan pepujian dan pengagungannya selama 1,000 tahun; kemudian Allah memerintahkan para ruh itu untuk memandang ruh Muhammad sallallahu alayhi wasalam.  Para ruh mematuhi.
 
Wa min Allah at Tawfiq
 

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Best of Y! Groups

Check out the best

of what Yahoo!

Groups has to offer.

.

__,_._,___