Kamis, 25 Oktober 2007

Re: [psikologi_transformatif] Re: Berita Kompas-Senin, 22 Oktober 2007: Biaya Mahal, Pansel Amatiran

ayayaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii..............
tong!!!!!!!!!!!!!
aye mah mane tahuuuuuuuuuuuuu........
gile aje luh,
nyama2in kisah ngefans tetangga elu sama Istiani...
baek2 jadi jambu monyet luh....
 
bude Tih
*sambil mengacungkan bakiak.................tandem, yang biasa dipake buat racing pas 17 agustusan itu lohhhh...*

 
On 10/24/07, entong eneng <entong.eneng@gmail.com> wrote:


bude,
entong liat-liat nih, ape ceritenye rade mirip ama mpok lela tetangge entong
nyang jande, nyang demen banget ama bang salim yang bujangan gituh


Pada tanggal 24/10/07, ratih ibrahim <personalgrowth@gmail.com > menulis:

maksud tersirat Istiani?
ah Harez, pake nyindir begini....
 
maksud Istiani adalah untuk mbelain Vincent Liong, nyalahin yang "mbenerin" Vincent Liong.....
mengingat tingkat "kejinakan" dan "ketenangan" Vincent yang lumayan belakangan ini (meski tetap gila)  *duhh.... gue ini cuma seorang bude2 dan bosen banget deh jika harus menggunakan bahasa2 indah untuk mengemas kegilaan Vincent Liong*,
rasanya saya nyaris teryakinkan, hubungan asmara Istiani dan Vincent bersambung kembali....
meski mereka bilang = hubungan profesional doang...
 
mungkin Istiani sebetulnya juga masih tetap kecanduan Vincent...
 
bude Tih

 
On 10/23/07, sinagahp <sinagahp@yahoo.com> wrote:

--- In Komunikasi_Empati@yahoogroups.com, Cornelia
Istiani < istiani_c@...> wrote:

Dengan membaca berita di bawah ini...
masihkah perlu "mbenerin" VCL ??!!
masihkah perlu "kill and destroy Kim Il Sen" ??!!

atau sebenarnya "perang" ini hanya sebuah gambaran
dari ketidakmampuan diri sendiri atas kondisi yang
ada....dan ketidakmampuan "mbenerin" profesi
sendiri???....

selamat membaca....

salam,
Istiani


harez:

Apa yang dibahas oleh Swas sebenarnya sudah cukup jelas. Saya hanya mau menambahkan beberapa hal.

1. Proses Seleksi biasanya terdiri dari sejumlah tahap. Setahu saya, demikian juga pada proses seleksi yang dikritisi pada tulisan di Kompas tersebut.

2. Salah satu tahap yang umumnya ada dalam proses seleksi adalah pemeriksaan psikologis (lebih dikenal dengan psikotes).

3. Pemeriksaan psikologis dapat dilakukan secara internal oleh anggota tim (jika ada), bisa juga dilakukan oleh konsultan eksternal. Jadi pernyataan Amirrudin bahwa "Mereka mensubkontrakkan pekerjaan ke konsultan psikologi, tidak berupaya menginvestigasi calon " adalah pernyataan yang patut dipertanyakan pemahamannya.

4. Konsultan yang melaksanakan pemeriksaan psikologis biasanya menerima "SPK" (sejenis surat perintah kerja) tentang tujuan pemeriksaan psikologis dan nama-nama peserta yang akan diperiksa. Tujuan pemeriksaan psikologis pada dasarnya adalah gambaran kesesuaian profil kecerdasan, kepribadian dan sikap kerja (baik potensi maupun kompetensi) dengan persyaratan jabatan.

5. Penelitian riwayat hidup (apalagi track record kejahatan, kesesuaian dengan UU, dan hal-hal yang sejenis), tidak dilakukan dalam pemeriksaan psikologis. Pada umumnya hal ini dilakukan pada tahap seleksi awal.

6. Kritik yang diberikan lebih banyak terkait dengan apa yang dikemukakan pada butir 5 tersebut di atas.

7. Kalau kemudian ditemukan bahwa ada yang  "lolos" dari berbagai tahap dalam proses seleksi, bahkan termasuk didalamnya tahapan di Presiden dan DPR, padahal ada berbagai aspek pada butir 5 masih dipertanyakan, maka pernyataan Todung Mulya Lubis yang merupakan bagian penutup dalam artikel tersebut, bisa dianggap sebagai kesimpulan.

> Todung Mulya Lubis, praktisi hukum,
> menyoroti independensi anggota Pansel. "Banyak yang beranggapan hasil
> Pansel tidak bebas kepentingan pihak-pihak yang bermain melalui
> anggota Pansel. Misalnya, orang yang menjadi calon pada pemilu bisa
> lolos jadi calon anggota KPU," ujarnya. Ia juga menyoroti adanya
> pengkaplingan yang terjadi di Pansel KPK. "Sudah ada kapling untuk
> polisi, jaksa," ujarnya. Seleksi di DPR juga tak jauh beda. Menurut
> Todung, DPR tidak memilih calon yang betul-betul handal dan
> berintegritas.


Jika demikian, bagian manakah yang menggambarkan "ketidakmampuan "mbenerin" profesi sendiri"  ?

Apakah ada pesan/maksud tersirat dari tulisan Istiani tersebut di atas ?  :) ;)

Mohon pencerahan. Terima kasih sebelumnya.

salam,
harez




--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com , "swastinika" <swastinika@...> wrote:
>
>
> Kronologisnya dibenerin dulu aaah :) Dari atas ke bawah :)
>
> Kutipan berita Kompas:
>
> Sejumlah nama yang dihasilkan Panitia Seleksi Komisi Pemberantasan
> Korupsi (KPK), juga ditolak para aktivis antikorupsi, antara lain nama
> Antasari Azhar. "Bagaimana bisa mendapatkan hasil yang baik, kalau
> Panitia Seleksi bekerja amatiran, setengah hati. Mereka mensubkontrakkan
> pekerjaan ke konsultan psikologi, tidak berupaya menginvestigasi calon,"
> kata Amirruddin.
>
> "Bagaimana mereka bisa bekerja maksimal, kalau mereka datang ke Jakarta
> saja baru menjelang proses fit and proper test. dan kebanyakan adalah
> orang-orang yang tidak punya waktu," tegas Amirruddin. Benny K Harman
> menilai, metode seleksi yang digunakan Pansel kebanyakan "normatif"
> sehingga tidak dapat digunakan untuk menilai kelayakan menjadi pejabat
> negara.
>
> Komentar Istiani atas berita di Kompas:
>
> Dengan membaca berita di bawah ini... masihkah perlu "kill and destroy
> Kim Il Sen" ??!!
>
> atau sebenarnya "perang" ini hanya sebuah gambaran dari ketidakmampuan
> diri sendiri atas kondisi yang ada....dan ketidakmampuan "mbenerin"
> profesi sendiri???....
>
> Komentar saya:
>
> Ehmm.. ehm.. Mbak Isti, kalau saya baca tulisan di Kompas tersebut, yang
> dituding sebagai tidak becus Todung Mulya Lubis dkk adalah Panitia
> Seleksi :) Tidak becusnya dimana? Tidak becusnya karena "cuma"
> mengandalkan data2 dari konsultan psikologi untuk mengambil keputusan
> seleksi. Jadi, yang Mbak Isti tuding sebagai tidak mampu mbenerin
> profesi sendiri itu mestinya juga Panitia Seleksi ya ;)?
>
> Akan halnya psikologi sendiri.. well, kalau setahu saya sih memang
> sebuah pengukuran psikologi bukan (dan seharusnya tidak) digunakan
> sebagai justifikasi go or no go dalam pengambilan keputusan :).
> Idealnya, sebuah hasil pengukuran psikologi hanya dijadikan data
> pelengkap untuk seseorang/sebuah badan MENGAMBIL keputusan.
>
> Jika kemudian seseorang/sebuah badan mengambil mentah2 data yang
> didapatkan dari konsultan psikologi dan menggunakannya sebagai penentu
> keputusan.. well, menurut saya sih kesalahan lebih pada si pengambil
> keputusan. Dia terlalu berani untuk mengambil keputusan dari data
> parsial :)
>
> Salam,
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "vincentliong"
> vincentliong@ wrote:
> >
> > Mbak Istiani,
> >
> > "kill and destroy Kim Il Sen" masih tema yang sangat signifikan bagi
> > oknum-oknum tertentu lulusan psikologi di Psikologi Transformatif yang
> > berusaha membasmi kompatiologi dengan segala cara dan pengorbanan.
> >
> > Kalau ada sebuah menara gading yang keropos dan tidak tinggi, lalu ada
> > menara gading baru yang meski lebih muda umurnya beresiko akan sedikit
> > lebih tinggi. Daripada yang lama menjadi tampak tidak tinggi, lebih
> > baik yang baru dihalangi menjadi tinggi.
> >
> > Orang-orang Psikologi ini tidak ada inisatif memperbaiki nasib diri
> > sendiri karena malas, yang penting jangan satupun orang lain bisa
> > lebih sukses. Jadi sama-sama sial saja.
> >
> > Ketika sebuah kapal psikologi perlahan-lahan tenggelam karena banyak
> > bocor, orang psikologi sibuk membuang airnya ke luar tetapi tidak ada
> > keinginan atau perasaan mampu untuk mentambal lubang-lubangnya.
> > Namanya juga minder :)
> >
> > Ttd,
> > Vincent Liong
> > Jakarta, Senin, 22 Oktober 2007
> >
> >
> >
> > Email sebelumnya...
> > http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/2765
> > --- In Komunikasi_Empati@yahoogroups.com , Cornelia
> > Istiani istiani_c@ wrote:
> >
> > Dengan membaca berita di bawah ini...
> > masihkah perlu "mbenerin" VCL ??!!
> > masihkah perlu "kill and destroy Kim Il Sen" ??!!
> >
> > atau sebenarnya "perang" ini hanya sebuah gambaran
> > dari ketidakmampuan diri sendiri atas kondisi yang
> > ada....dan ketidakmampuan "mbenerin" profesi
> > sendiri???....
> >
> > selamat membaca....
> >
> > salam,
> > Istiani
> >
> >
> >
> ------------------------------------------------------------------------\
> ----
> > Kompas, Senin, 22 Oktober 2007
> >
> > Rekrutmen Komisi
> > Biaya Mahal, Panitia Seleksi Amatiran
> >
> > Jakarta, Kompas - Panitia Seleksi yang dibentuk untuk menjaring
> > calon-calon anggota komisioner, termasuk hakim agung, ternyata bekerja
> > secara amatiran. Akibatnya, biaya rekrutmen miliaran rupiah bisa
> > dibilang terbuang sia-sia. Kritik ini disampaikan anggota Komisi III
> > DPR Benny K Harman, praktisi hukum Todung Mulya Lubis dan aktivis hak
> > asasi manusia Amirruddin Al Rahab, di Jakarta, Minggu (21/10).
> > Sejumlah kontroversi muncul, di antaranya tertangkap tangannya anggota
> > Komisi Yudisial Irawady Joenoes, polemik soal calon anggota KPU
> > Syamsulbahri dan Theofillus Waimuri, serta polemik soal terpilihnya
> > Achmad Ali sebagai calon hakim agung dari Komisi Yudisial. Sejumlah
> > nama yang dihasilkan Panitia Seleksi Komisi Pemberantasan Korupsi
> > (KPK), juga ditolak para aktivis antikorupsi, antara lain nama
> > Antasari Azhar. "Bagaimana bisa mendapatkan hasil yang baik, kalau
> > Panitia Seleksi bekerja amatiran, setengah hati. Mereka
> > mensubkontrakkan pekerjaan ke konsultan psikologi, tidak berupaya
> > menginvestigasi calon," kata Amirruddin. Padahal kalau dilihat dari
> > biaya yang dikeluarkan bukanlah angka yang sedikit, rata-rata bernilai
> > miliaran rupiah, kecuali Komnas HAM sekitar Rp 400 juta dan Komisi
> > Penyiaran Indonesia Rp 120 juta. Amirruddin merujuk kinerja sejumlah
> > panitia seleksi, seperti pansel KPU yang diketuai Ridlwan Nasir yang
> > menggunakan konsultan psikologi Sarlito Wirawan, pansel KPK yang
> > dipimpin Men-PAN Taufieq Effendi yang memakai konsultan PT Dunamis;
> > Komisi Yudisial saat merekrut calon hakim agung memakai konsultan
> > Psikologi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM). "Bagaimana
> > mereka bisa bekerja maksimal, kalau mereka datang ke Jakarta saja baru
> > menjelang proses fit and proper test. dan kebanyakan adalah
> > orang-orang yang tidak punya waktu," tegas Amirruddin. Benny K Harman
> > menilai, metode seleksi yang digunakan Pansel kebanyakan "normatif"
> > sehingga tidak dapat digunakan untuk menilai kelayakan menjadi
> > pejabat negara. Metode seperti itu juga tidak menjamin lahirnya
> > pejabat yang berintegritas. Todung Mulya Lubis, praktisi hukum,
> > menyoroti independensi anggota Pansel. "Banyak yang beranggapan hasil
> > Pansel tidak bebas kepentingan pihak-pihak yang bermain melalui
> > anggota Pansel. Misalnya, orang yang menjadi calon pada pemilu bisa
> > lolos jadi calon anggota KPU," ujarnya. Ia juga menyoroti adanya
> > pengkaplingan yang terjadi di Pansel KPK. "Sudah ada kapling untuk
> > polisi, jaksa," ujarnya. Seleksi di DPR juga tak jauh beda. Menurut
> > Todung, DPR tidak memilih calon yang betul-betul handal dan
> > berintegritas. (VIN/ANA)
> >
> > --- End forwarded message ---
> >
>




__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Dog Zone

Connect w/others

who love dogs.

Yahoo! Groups

Health & Fitness

Find and share

weight loss tips.

Yahoo! Groups

Endurance Zone

b/c every athlete

needs an edge.

.

__,_._,___

Re: [psikologi_transformatif] BAPAKNYA VcL, ikutan main di sini lhoooooooo..........Re: [psikologi_transformat

heheheheeeee..........
eh,
kapan dong kita makan siang bareng nih???????????
(mengingat kasus makan siang bersama rame2 itu kan terakhir terjadinya di era di sebelum tahun 92-an)
 
bude tih

 
On 10/24/07, sinagahp <sinagahp@yahoo.com> wrote:


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "ratih ibrahim" <personalgrowth@...> wrote:
>
> btw.
> harez...
> bapaknya VcL ikutan bermain-main juga lho di sini.......
> namanya TIMBANGAN BALANCE...
>
> selamat ngobrol deh...

harez:

Aku sudah respons tulisannya timbangan.balance Tih, tapi belum direspons balik. Coba lihat di:

http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/33135

Ha...ha...ha... :)

salam,
harez


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "ratih ibrahim" <personalgrowth@...> wrote:
>
> hahahahahahahhaaaaaaaa...............
>
> kalau mau lihat dan pegang yang betulan, vincent,
> ke sini aja.....
> ke tempat saya sini.....
> atau mau latihan bareng saya?
> boleh juga kok...
>
> khusus untukmu,
> kupinjamkan yang warnanya hijau...
> atau kamu suka yang merah?
>
> ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh............
> yang merah mudah lebih cocok rasanya!!!!!!!!!!!
> nanti saya tempelkan stiker barbie di situ, khusus buat kamu...
>
> tapi janji,
> minum dulu OBATNYA.....
>
> cuma pamer sponsor aja bangga....
> dasar ......
>
>
> btw.
> harez...
> bapaknya VcL ikutan bermain-main juga lho di sini.......
> namanya TIMBANGAN BALANCE...
>
> selamat ngobrol deh...
>
> On 10/16/07, sinagahp sinagahp@... wrote:
> >
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "vincentliong"
> > vincentliong@ wrote:
> > >
> > > Jadi mumpung *sponsor kompatiologi* saat itu punya pistol dan surat
> > > ijinnya, maka saya abadikan dengan foto. Jadi saya akhirnya juga punya
> > > pistol walaupun di dalam foto saja.
> > >
> > *> Jadi kalau SHP, Leonardo Rimba, Ratih Ibrahim, Goen, Audifax, dlsb
> > > nakal, maka beresiko saya tembak mati pakai 'fotonya' pistol.*
> > >
> > *> Di film Doraemon khan ada kamera yang bisa merekam benda 3d sehingga
> > > bila tidak punya pistol dan surat ijinnya maka bisa memfoto untuk di
> > > copy&paste.*
> > >
> > > Ttd,
> > > Vincent Liong
> > >
> >
> > Apakah Vincent Liong Bermaksud Mengancam ?
> >
> > Siapakah SPONSOR KOMPATIOLOGI yang punya pistol dan surat ijinnya ? [image:
> > ;)]
> >
> > salam,
> > harez
> >
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "vincentliong"
> > vincentliong@ wrote:
> > >
> > > Bung Thongshampah,
> > >
> > > Saya yang doyan makan restoran wah nan mewah ini tidak cukup kuat
> > > finansialnya untuk beli ijin kepemilikikan pistol juga pistolnya.
> > >
> > > Jadi mumpung sponsor kompatiologi saat itu punya pistol dan surat
> > > ijinnya, maka saya abadikan dengan foto. Jadi saya akhirnya juga punya
> > > pistol walaupun di dalam foto saja.
> > >
> > > Jadi kalau SHP, Leonardo Rimba, Ratih Ibrahim, Goen, Audifax, dlsb
> > > nakal, maka beresiko saya tembak mati pakai 'fotonya' pistol.
> > >
> > > Di film Doraemon khan ada kamera yang bisa merekam benda 3d sehingga
> > > bila tidak punya pistol dan surat ijinnya maka bisa memfoto untuk di
> > > copy&paste.
> > >
> > > Ttd,
> > > Vincent Liong
> > >
> > >
> > > Email sebelumnya...
> > > http://groups. yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/32895
> > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "thongshampah"
> > > thongshampah@ wrote:
> > >
> > > he he he,
> > > hanya orang yg memang sangat canggih
> > > atau sekalian bebal saja yang bawa bawa gelar di milis ini.
> > > he he he.
> > >
> > > Sama seperti foto VL lagi nembak di milisnya .
> > > Thongshampah mau ketawa sampai terkentut kentut.
> > > Ini anak baru belajar nembak sekali saja sudah pamer kaya begitu.
> > > Mo nakut nakutin kuntilanak kali yaa, he he he
> > > Thongshampah selama 20 tahun kerjanya otak atik itu mainan
> > > dan sdh masuk jajaran gunsmith pun tdk pernah omong
> > > he he he
> > >
> > > Bung Leo Bung Leo.
> > > tanpa perlu mata ketiga,
> > > dengan mata kaki saja Thongshampah sdh tau VL itu bebal
> > > sementara anda butuh 3 tahun untuk menyadarinya
> > > kacian deh lo
> > > he he he
> > >
> > >
> > > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "leonardo_rimba"
> > > > <leonardo_rimba@> wrote:
> > > > >
> > > > > Aryo? Hmmm hmmm hmmm... no comment deh. Aryo has to speak out for
> > > > > himself. Plus TAMBAHAN BARU berikut ini, buat di baca2 aja, kalo
> > lagi
> > > > > iseng:
> > > > >
> > > >
> > >
> >
> >
>


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Fitness Edge

on Yahoo! Groups

Learn how to

increase endurance.

Popular Y! Groups

Is your group one?

Check it out and

see.

.

__,_._,___

Re: [psikologi_transformatif] Re: Vincent memang INDIGO, tapi INDIGO Keblinger = BUKAN..(tanda seru)

padahal indigo yang saya maksud adalah IkutaN jaDI Goblok.
gimana ga jadi goblok? wong beginian kok diurusin....
*ketawa*
udah gitu sampai niat bener untuk berpusing-pusing amat menemukan segala rasionalisasi pembenaran terhadap Vincent...
 
nahhhhhhhhhhh,
kalau ikutan jadi gila... jadinya = indigi...
hihihiiiii....
 
bopeng?
siapa yang ngomong bopeng?
jelas bukan saya....
 
apa katamu?
kita bopeng???
kita?????
kita??????
kok ngajak-ngajak sih?
saya sih mulus masssssssss...........
dan bukan lantaran ketok mejik...
sumpah!
 
bude Tih

 
On 10/25/07, gotholoco <gotholoco@yahoo.com > wrote:

Kalau saya melihat Bedu Amink itu alisa David G alias Mang Iyus..
Hua...ha..ha..
Kenapa masih membela dengan cara mengganti baju?

Just currious ?

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "David G."
<BaduAmin@...> wrote:


>
> On 10/24/07, ratih ibrahim <personalgrowth@...> wrote:
> >
> >
> >
> > Vincent jelas bukan indigo!
>
>
>
> Sejauh pengetahuan saya (yang luar biasa sedikit), istilah "indigo"
> bukanlah istilah saintifik, atau paling banter masuk
> "pseudo-saintifik". Indigo hanyalah sekedar nama warna (seperti
> merah, kuning, biru, dilangit yang ungu).
>
> Seorang pseudo-saintis (yang tidak perlu saya sebutkan namanya)
> menulis buku "Understanding Your Life Through Color" yang
> mengklasifikasikan manusia berdasarkan warna-warna aura yang
> dipancarkan manusia tersebut. Beliaulah, yang setahu saya,
> meng-introduksi istilah "indigo" ini.
>
> Dalam klasifikasi yang baru itu beliau membahas warna indigo yang
> muncul kuat pada hampir 80 persen aura anak-anak yang lahir setelah
> tahun 1980. Warna itu menempati urutan keenam pada spektrum warna
> pelangi maupun pada deretan vertikal cakra, dalam bahasa Sansekerta
> disebut cakra ajna, yang terletak di dahi, di antara dua alis mata
> (yang lantas melahirkan spekulasi tentang "mata ketiga")
>
> Dalam klasifikasi yang dibuatnya, manusia dengan aura dominan indigo
> (dalam bahasa indonesia: nila) dikategorikan sebagai manusia dengan
> intuisi dan imajinasi sangat kuat.
>
> Komentar saya:
> Menyebut seseorang "bukan indigo" sama tidak ilmiahnya dengan menyebut
> seseorang "indigo"
>
> --
> dg
>
> "Life is a succession of moments, To live each one is to succeed."
>


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Dog Zone

on Yahoo! Groups

Join a Group

all about dogs.

Yahoo! Groups

Find Green Groups

Share with others

Help the Planet.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] TRAINING SOFT SKILLS 2007

(Numpang promosi yak!huehehe..)
Untuk anda yang sedang mempersiapkan diri atau telah memasuki dunia
kerja, dan juga untuk anda yang masih berkuliah, BEM PSIKOLOGI UI
bekerjasama dengan PADEPOKAN BUMI MANDIRI dengan bangga
mempersembahkan :

TRAINING SOFT SKILLS 2007 "PREPARE YOUR WORKLIFE"
6 hours : inovatif & solutif training

Dua kelas dengan menu materi yang berbeda:
I. FRESH GRADUATE CLASS
1.Teknik melamar pekerjaan
2.Pengenalan umum tentang dunia kerja
3.Mengenal kemampuan diri dan peluang profesi yang tersedia
4.Mengenal sumber-sumber info lowongan kerja
5.Mengenal macam dan jenis perusahaan
Harga tiket (Sebelum hari H) :
- Mahasiswa : Rp 100.000,-*
- Umum : Rp 120.000,-*
On the spot (hari H): Rp 130.000,-

II. CAREER PLAN CLASS (menjadi karyawan yang berprestasi)
1.Membangun kepercayaan
2.Menyiasati perubahan buruk yang terjadi
3.Membangkitkan gairah berprestasi
4.Mengasah kompetensi dan kompetisi
5.Mencintai profesi dan pekerja
Harga tiket (Sebelum hari H) :
-Mahasiswa : Rp 150.000,-*
-Umum : Rp 175.000,-*
On the spot (hari H): Rp 180.000,-*
*Include : Sertifikat, seminar kit, makan siang, free magz

TRAINER:
Imam Santoso, Psi (Consultant of variety show program at Lativi
Broadcasting)
Barkah Sanyoto, Psi (Assistant trainer remaja ESQ Leadership Centre)

WAKTU : SABTU, 27 OKTOBER 2007 pukul 08.30 – 17.00 WIB
TEMPAT: Gedung PSJ (Pusat Studi Jepang), Kampus UI, Depok

CP : Tannia (93094029) // Sita (08567946687)
Pemesanan Tiket : Dilla (08111737754)

HAVE YOU PREPARED YOUR WORKLIFE?? TRAINING SOFT SKILLS 2007.. JUST
PREPARE YOUR WORKLIFE!

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Cat Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about cats.

Featured Y! Groups

and category pages.

There is something

for everyone.

Special K Challenge

on Yahoo! Groups

Find shape-up

tips and tools.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Psikologi ala Pak Jusuf Sutanto (was Re: Yuk kita rame2) - buat Monde aja

Monde, tadi dakyu sudah menjawab emailmu yang ini, tapi entah mengapya nggak tertampil di milis. ID barunya tadi belum diverifikasi sih.. hehehe..

Mau nulis lagi capek. Mesti kerja pula. Jadi sedikit saja deh, mengulang jawaban yang tadi: kalau Monde merasa cacimaki bukan jalan terbaik, dan ada jalan yang lebih baik dalam mengkritik, why don't you show us the way? Daripada Monde sibuk meng-counterattack mereka yang mencaci (atau memahami kemunculan cacimaki itu), kan lebih efektif kalau usaha difokuskan pada memberikan contoh cara yang menurut Monde benar ;)?

Jadi, kita2 di milis ini tidak sibuk berdebat saja, tapi beraksi ;)

INTERPRETASI:

Yang Monde perlu lebih hati2 adalah "menginterpretasikan" motif di balik setiap perilaku. Jangan terjebak dengan rumus "if A then B", kalau perilakunya begini, pasti motivasinya begini. Motivasi yang sama tidak menghasilkan perilaku yang sama, dan sebaliknya perilaku yang sama belum tentu dihasilkan oleh motivasi yang sama. Itu dalil utama di psikologi untuk memahami keberagaman dan keunikan individu :)

Jadi, kalau milis2 lain memilih cara pasif-netral (yaitu mem-banned), sementara milis ini memilih reaksi aktif-negatif (dengan mencacimaki), bukan berarti motivasi milis ini membalas dendam/mempermalukan. Mem-banned memang mungkin merupakan solusi paling simple jika motivasi kita adalah "menyingkirkan sesuatu tanpa keributan". Tapi.. selain balas dendam/mempermalukan, bisa jadi sebuah reaksi aktif-negatif dihasilkan oleh motivasi "menjadi mutant pembela kebenaran dan keadilan at all cost". Lepas dari kebenaran yang dibela itu hakiki atau tidak, caranya tepat atau tidak, ini sebuah motivasi yang berbeda dengan "balas dendam/mempermalukan"

TENTANG MASALAH

Tentang apakah X dianggap bermasalah di lingkungan psi-trans, saya hanya dapat mengatakan: milis psi-trans adalah semesta yang luas. Di dalamnya ada kelompok2 yang berbeda tujuan dan pandangan. Yang saya amati, kelompok yang menganggap X bermasalah heterogen (datang dari tujuan dan pandangan yang berbeda), sementara kelompok yang menganggap X harus dipahami karena bukan masalah cenderung homogen. Setidaknya kalau dilihat dari pengulangan IP Address dan pola argumentasinya :)

Salam,


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "monde78100" <monde78100@...> wrote:
>
> Halo mbak Swas...Asiiikkkk ada yang beliiiii....borong ya
> mbak...penglaris nih....
>
> Ehm, ehm...tanggapan saya ada di bawah
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "swastinika"
> swastinika@ wrote:
> >
> >
> > Hai Monde Cookies, bagi cookiesnya dong :)
> >
> > > Monde : Mbak Swas, dari mana muncul penilaian tidak berhasil?
> >
> > Kebetulan sudah lebih dari setahun saya di milis ini, biarpun jarang
> > posting. Saya lebih suka mengamati interaksi orang2 di sini, sambil
> > sesekali nimbrung :) Sejauh yang saya amati, sebelum munculnya cacimaki
> > seperti ini, sudah banyak yang mencoba mencapaikan pesan secara lebih
> > empatik dan lebih positif. Yang terjadi bukanlah pesan itu ditangkap dan
> > direnungkan, melainkan email2 berisi pesan positif tersebut diforwardkan
> > kemana2 dengan embel2 tuduhan.
> >
> > Jadi, saya menilai berdasarkan pengamatan saya, bahwa cara2 yang lain
> > tidak berhasil (dalam 1 thn ini). Mungkin saja masih bisa berhasil dalam
> > 5- 10 thn ke depan. Tapi apakah kita harus menunggu 5 - 10 thn ke depan
> > ;)?
>
> Monde lagi : Betul sekali. Lalu kalau gak sabar menunggu, boleh gitu
> pakai caci-maki? Wah makin berantakan aja atuh....
>
> >
> > Monde: Bukankah
> > > justru kita seharusnya terus berusaha untuk menggunakan mazhab
> > > psikologi yang positif dibandingkan menyerah dengan Negative
> > > Reinforcement? Sebaiknya tidak ada alasan untuk membenarkan munculnya
> > > Negative Reinforcement.
> >
> > Kalau Monde percaya bahwa pendekatan positif yang terbaik, dan mau
> > menjalankannya 5 - 10 tahun lagi, ya silakan. Tapi saya lihat tidak
> > semua orang menganggap pendekatan ini yang paling baik. Tidak ada yang
> > mengharuskan kita menggunakan satu mazhab kok. Mazhab Behavioristik
> > bukan perbaikan dari Psikoanalisa, Humanistik bukan perbaikan dari
> > Behavioristik, dst. Mazhab2 ini berbeda, dan buat saya each serves
> > specific purpose :)
>
> Monde lagi : Setuju! Tidak harus menggunakan hanya satu mazhab apakah
> berarti boleh melakukan caci-maki?
>
> >
> > Monde: Mungkin saja Negative Reinforcemet memiliki
> > > daya supaya setiap pelakunya akhirnya dapat mengambil hikmahnya. Tapi
> > > bukan sebagai saran atau toleransi untuk memicu/membenarkan Negative
> > > Reinforcement tersebut. Justru kita harus mengambil sikap tidak
> > > mendukungnya.
> >
> > Saya tidak membenarkan :) Saya mengatakan saya memahami, dan
> > mempersilakan orang menggunakannya karena apa yang saya amati dalam 1
> > thn terakhir ini. Siapa tahu negative reinforcement ini bisa membawa
> > hasil lebih baik. Kalau nanti ternyata tidak membawa perubahan apa2, ya
> > tinggal ganti saja toh? Coba lagi pendekatan lain :)
>
> Monde lagi : Lega deh ternyata mbak Swas tidak membenarkan. Mbak Swas
> mengatakan paham mengapa mereka menggunakan caci-maki. Tapi jangan
> berhenti pada paham saja dong mbak...Monde paham, tapi Monde merasa
> gerah kalau caci-maki bertahan 3 bulan lamanya.
>
> >
> > > Monde : Ini adalah pengamatan sepihak mbak Swas. Bermasalah atau tidak
> > > bermasalahnya seseorang tergantung dari sudut kepentingan para
> > > pengamatnya. Kalau mau melihatnya dengan sungguh-sungguh inilah yang
> > > terjadi pada fenomena kompatiologi. Vcl dianggap bermasalah atau tidak
> > > tergantung dari kepentingan terhadap kompatiologi ataupun
> > > pertemanannya dengan Vcl. Jadi itu sangat subyektif sifatnya. Jadi
> > > tetap tidak bisa dipukul-rata Vcl sudah pasti bermasalah untuk
> > > membenarkan munculnya Negative Reinforcement karena teman-temannya
> > > sudah tidak sanggup. Mbak Swas jangan terburu-buru memberikan cap
> > > penilaian kalau kenal dengan Vcl dan teman-temannya saja cuma dari
> > milis.
> >
> > Pengamatan sepihak memang iya :). Namun apakah ini merupakan pengamatan
> > subyektif? Dari apa yang saya amati di sini, banyak yang mencapai
> > kesimpulan serupa dengan hasil pengamatan saya :)
>
> Monde lagi: Jangan salah lho mbak Swas. Mondepun kurang-lebih mencapai
> kesimpulan yang serupa dengan mbak Swas. Tapi tetap Monde protes
> caci-maki mbok jangan dijadikan hobi....hihihihi..nanti semuanya bisa
> jadi gosong kayak kueh gosong. Alasannya? Jelas,....caci-maki = timbul
> salah paham bagi yang lain. Gak semua mengikuti milis ini dan
> mengamatinya seperti mbak Swas.
>
> >
> > > Monde : Bermasalah atau tidak
> > > bermasalahnya seseorang tergantung dari sudut kepentingan para
> > > pengamatnya. Kalau mau melihatnya dengan sungguh-sungguh inilah yang
> > > terjadi pada fenomena kompatiologi. Vcl dianggap bermasalah atau tidak
> > > tergantung dari kepentingan terhadap kompatiologi ataupun
> > > pertemanannya dengan Vcl. Jadi itu sangat subyektif sifatnya. Jadi
> > > tetap tidak bisa dipukul-rata Vcl sudah pasti bermasalah untuk
> > > membenarkan munculnya Negative Reinforcement karena teman-temannya
> > > sudah tidak sanggup.
> >
> > Betul! Bermasalah atau tidak itu banyak tergantung dari sudut siapa yang
> > melihatnya :) Tapi semua ukuran subyektivitas itu sebenarnya berpotongan
> > dengan ukuran2 subyektivitas yang lain. Dan mana kala semakin besar
> > irisan ukuran subyektivitas itu yang dilanggar, pada dasarnya semakin
> > bermasalah :)
>
> Monde lagi: Betul. Kalau ini Monde jadi setuju ama mbak Swas. Tapi
> Monde hanya berandai-andai saja. Alangkah baiknya jika dulu tetap
> diteruskan kritiknya ke Vcl. Tanpa caci-maki, Monde yakin, Vcl tidak
> sedefensif ini. Khan udah jamak, makin dihina, makin defensif dan
> makin tidak efisien komunikasi untuk saling mengerti, mamahami dan
> menasihati satu-sama lain.
>
> >
> > Monde: Mbak Swas jangan terburu-buru memberikan cap
> > > penilaian kalau kenal dengan Vcl dan teman-temannya saja cuma dari
> > milis.
> >
> > Ini maksudnya apa ya? Undangan untuk hadir survei lagi? HAHAHAHA..
> > Tidak, saya tidak memberikan penilaian berdasarkan interaksi di milis
> > dan apa yang saya baca di milis saja ;) You can count on me ;)
>
> Monde lagi : Gak ada hubungannya dengan survey. Maksud saya, Monde
> sangat yakin komunikasi bisa terjadi lebih efisien lagi jikalau
> masing-masing dari diri kita mau lebih mengenal lebih dalam.
>
> >
> > > Monde : Sekali lagi apa yang dikatakan oleh mbak Swas sendiri justru
> > > menunjukkan kerelatifan suatu perilaku seseorang. Bukankah bermasalah
> > > atau tidaknya seseorang sangat tergantung dari penilaian
> > > lingkungannya? Nah kalau lingkungannya sudah mendukung, apa masalahnya
> > > kalau begitu?
> >
> > Betul! Kalau lingkungannya mendukung, dan si subyek itu hanya berada di
> > lingkungannya saja, maka nggak ada masalah. Yang menjadi masalah jika
> > subyek itu diterima di lingkungannya, tapi kemudian semua lingkungan
> > (yang mengklasifikasikannya sebagai masalah) diharuskan untuk
> > menerimanya juga dan memberi dispensasi. Itu masalah.. :)
>
> Monde lagi: Setuju. Cuma yang Monde sayangkan...protesnya kok pake
> caci-maki....itu aja. Kalau yang lain sih konsekuensi dari perbuatan
> Vcl sendiri. Namun tak terlepas juga kemungkinan tidak semua yang
> dituduhkan ke Vcl benar. Mungkin aja ada yang berupa kesalahpahaman
> belaka. Maka itu penting banget kita saling lebih mengenal. Caci-maki
> hanya menghentikan proses keinginan untuk mengenal lebih jauh. Dan
> tidak memberikan kesempatan bagi Vcl lagi untuk beradu argumen lagi
> karena egonya telah diserang sehingga dia jadi defensif. Yang Monde
> suka dan mbak Swas bisa lihat sendiri terkadang Harez atau Manneke
> pernah memberikan bimbingan untuk meluruskan 'ngawurnya' argumen Vcl.
> Itu jauuuuhhh lebih baik dibandingkan caci-maki.
>
> >
> > Contohnya gini deh: beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengenal
> > dekat dua keluarga yang masing2 dikaruniai anak autis. Keluarga A ingin
> > anaknya terjun ke masyarakat, dan oleh karenanya dengan disiplin ketat
> > mengikuti terapi dan diet agar anaknya bisa mendekati kemampuan anak2
> > yang tidak autis. Keluarga B tidak menerima anaknya autis, mereka tidak
> > mau mengikuti terapi dan diet karena percaya bahwa apa yang dialami
> > anaknya adalah keterlambatan perkembangan biasa.
> >
> > Jika keluarga B konsisten, kelak tidak memaksa SD menerima anaknya
> > sekolah, misalnya, maka kita bisa katakan tidak masalah. Toh keluarganya
> > menerima. Yang jadi masalah adalah ketika (hypothetically), keluarga B
> > tiba2 mencak2 karena anaknya dianggap tidak mampu masuk sekolah dasar,
> > atau kalaupun diterima tidak diberi dispensasi khusus :).
>
> Monde lagi: contoh yang bagus!
>
> >
> > Monde: Vcl bermasalah bagi mbak Swas itu sih urusan kepentingan
> > > mbak Swas. Sekali-lagi tidak bisa dipukul-rata kalau mbak Swas sudah
> > > memberikan penilaian Vcl bermasalah maka dianggap bagi seluruh
> > > lingkungan lainnya pasti menilai juga Vcl bermasalah sekaligus
> > > menganggap lingkungan lain adalah buta jika tidak melihatnya. Vcl
> > > memiliki kekurangan iya. Kita semua pun memiliki kekurangan. Tapi
> > > apakah kekurangan (yang lagi-lagi relatif) itu bermasalah bagi
> > > lingkungannya itu soal lain.
> >
> > Wah, saya sih tidak ada urusan :) Hidup saya nyaman2 saja kok, nggak
> > terpengaruh apa2. Makanya saya nggak ikut memberikan "negative
> > reinforcement".
>
> Monde lagi : siipp! Apa itu berarti kesimpulannya, menurut pengamatan
> mbak Swas terhadap lingkungan milis psitrans, Vcl bermasalah, tapi
> tidak bermasalah bagi mbak Swas, karena merasa tidak terpengaruh apa-apa.
>
> >
> > Dasar pemikiran saya adalah seperti di atas: lingkungan lain sudah
> > pernah mencoba memberikan dispensasi, dan sekarang sebagian dari
> > lingkungan yang merasa terganggu itu fight back :) Menurut saya adalah
> > hak dari lingkungan2 yang lain untuk merasa terganggu dan fight back :)
>
> Monde lagi : Setahu Monde, banyak juga lingkungan yang terganggu lalu
> mereka tinggal membanned id Vcl. Tapi Monde lihat, di milis psitrans
> ini motifnya lain lagi. Mereka sepertinya mau 'balas-dendam' dengan
> mempermalukan Vcl rame-rame dan panjaaaaaaaannnnggg durasinya plus
> caci-maki sekalian kurang-lebih 3 bulan lamanya. Baru tahu saya kalau
> ada juga milis yang digunakan secara efektif untuk mempermalukan
> anggotanya. Yang sebenarnya penanganan yang jauh lebih simpel jika
> terganggu ya tinggal banned ajah, gitu aja repot! Jadi, motif inilah
> yang Monde sayangkan....seneng banget yaa mempermalukan orang lain.
> Bilapun Vcl memang senang mempermalukan orang lain juga, bukankah
> perilaku buruk itu jangan malah ditiru balik? Aneh tenan ini...
>
> >
> > Nggak bisa dong, lingkungan yang menerima si subyek sebagai tidak
> > bermasalah lantas memaksa lingkungan2 lain untuk tidak merasa
> > bermasalah, hanya dengan dasar bahwa semua itu subyektif. Buktinya,
> > dengan subyektivitas Anda, Anda fight back juga toh? Hehehe.. Dan apakah
> > saya keberatan dengan itu? Enggak juga. Cuma memberikan pandangan :)
>
> Monde lagi : Jangan salah lho...dulu milis psitrans ini adalah
> lingkungan Yang Menerima si Vcl juga. Jadi Monde tidak melihat ada
> lingkungan yang memaksakan kehendak ke lingkungan lain. Justru Monde
> lihat milis psitrans membabtiskan diri untuk menerima aspirasi
> 'balas-dendam' dari lingkungan milis lain yang hanya bisa membanned si
> Vcl belaka. Jadi ini bukan masalah menyingkirkan Vcl yang bermasalah
> (yang sangat simpel solusinya dibanned saja), tapi masalah motif ingin
> bales dendam ke Vcl. Bales dendam ini tentu tidak bisa dilepaskan dari
> konsekuensi perbuatan Vcl sendiri. Tapi karena motifnya emosi dendaman
> seperti ini, maka Monde paham di sinilah letak mengapa ada caci-maki.
>
> >
> > Salam,
> >
>
> Terimakasih telah membeli Mondenya.
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Fitness Edge

on Yahoo! Groups

Learn how to

increase endurance.

Yahoo! Groups

Health & Fitness

Find and share

weight loss tips.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Undangan Papa Vincent


Papanya Vincent yth,

Sejujurnya saya tidak paham mengapa ID saya terdahulu (swastinika)
dicantumkan dalam undangan ini. Menurut Anda, saya berada di pihak
siapa, sehingga perlu diundang untuk "meluruskan" kekisruhan ini ;)?
Kalau menurut saya, saya tidak pernah berada di pihak siapa2 :) Saya
jelaskan saja sekali lagi seperti yang pernah saya jelaskan kepada Tomy
G (kalau tidak salah): saya tidak berpihak kepada siapa2, saya hanya
berpihak pada apa yang saya percayai sebagai sesuatu yang benar :)
Apakah sesuatu yang benar itu benar2 kebenaran hakiki atau bukan, let
God be my judge :)

Saya tidak tertarik melibatkan diri di luar milis ini. Dengan demikian,
dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya juga tidak akan menghadiri
undangan Anda.

Salam,

Was-swaS

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Vincent Liong
<vincentliong@...> wrote:
>
> Jakarta, 25 Oktober 2007
>
>
> Kepada Yth:
>
> B. Sudjanto (dari Karawang).
>
> Audifax, Leonardo Rimba, Nurudin Asyhadie (Pabrik_T)
> , Swastinika, Ratih Ibrahim, Sinaga Harez Posma,
> Goenardjoadi Goenawan, Margaret Widyanti, Tony
> Setiabudhi, Cornelia Istiani, Andy Ferdiansyah, Adhi
> Purwono, Ardiningtyas Pitaloka, Rio Panjaitan, M.
> Prabowo, Onny Lewis, Fifi, Fatmawati, Aryoputro
> Nugroho, Arry Rahman, Fatmawati, Fifi, Andre,
> Suhartono Hari P., Eky Susilowati, Bowo, Niken, Juswan
> Setyawan, Jusuf Sutanto, Angga Wijaya, Anwar Haryono,
> David G., As-As, monde78100, Nalaratih, Thongshampah,
> Tofik Andra
> Widjaya, dlsb.
>
>
>
> Hal: Undangan untuk Pertemuan di koordinasikan oleh
> Bp. Liong (Papa Vincent)
>
>
> Dengan Hormat,
>
> Berkaitan dengan perselisihan di maillist, Saya, Ayah
> Vincent Liong, adalah kenalan dari Bp. B. Sujanto
> sudah sejak sekitar 3 tahun yang lalu. Saya sudah
> berbicara panjang lebar dengan Bp. B. Sujanto per
> telepon malam ini dengan ramah tamah tanpa ribut2 dan
> juga beberapa orang lainnya, dengan ramah tamah tanpa
> berantem.
>
> Kami sudah mengerti pandangan dari posisi Bp. B.
> Sujanto, dan pandangan dari Vincent Liong dan juga
> pihak ke lainnya. Sebagian dari kalian kenal keluarga
> kami sejak lama dan merupakan teman Vincent Liong.
>
> Perlu diketahui Statement B. Sujanto sudah banyak di
> bicarakan di maillist. Kami sebagai Orang Tua OK OK
> saja.
>
> Namun saat ini kalian bermusuhan dan permusuhan itu
> dipertontonkan secara gratis di Internet. Kalian
> bahkan mau saling berantem dengan ukuran yang sangat
> besar. Suatu Show terbesar dan terindah di Dunia
> maillist. Bisa jadi inilah pertarungan yang akan
> dikenang untuk beberapa dasawarsa mendatang.
>
> Saya juga sudah menghubungi Leonardo Rimba dan Audifax
> per telepon namun tidak diangkat. Bahkan sudah SMS.
>
> Saya sebagai orangtua, dan juga Bp. B. Sujanto tidak
> senang akan hal itu. Kami mohon agar perselisihan
> pendapat ini dapat dibicarakan, dengan niat yang baik.
> Berbagai perselisihan pendapat disebabkan
> miscommunication.
>
> Bagi yang tidak berniat hadir tentunya tidak dipaksa.
> Namun kami mohon untuk memberi tahu dengan tegas mau
> hadir atau tidak.
>
> Jika berminat kita berbicara bersama. berusaha saling
> mengerti, bersama ini kami mengundang Bapak Ibu ke
> Jakarta. Tempat dan Jam ditentukan kemudian. Biaya
> ditanggung masing-masing.
>
> Mustahil untuk menyatukan semua pendapat. Jika ada
> yang tetap mau berperang di maillist silahkan saja.
> Kami tidak akan menyediakan waktu yang berbulan bulan
> untuk mendamaikan kalian.
>
>
> Koordinator
> Kordinator Pihak Audifax: Leonardo Rimba & Audifax
> Koordinator Pihak Vincent Liong: Vincent Liong
> Kordinator Utama: papa Vincent Liong
>
> Papa Vincent sebagai koordinator dalam rangka
> menentukan tempat dan jam. Kalau tidak kami sulit
> mengkoordinasi Anda.
>
> Vincent Liong, Leonardo Rimba dan Audifax melapor
> kepada Papa Vincent Liong untuk kordinasi tsb melalui
> maillist psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> secara terbuka dan transparant.
>
> Mengingat gentingnya situasi, kami mohon kerjasama
> yang tegas dan jelas untuk menghadiri pertemuan ini
> sehingga mudah dikoordinasikan. Yang mau hadir boleh
> mendaftar, yang ragu-ragu kami anggap tidak mau hadir.
>
>
> Tempat & Tanggal Pertemuan
> Tempat dan jam pertemuan ditentukan oleh Papa Vincent
> Liong setelah mendapat masukan dari Leonardo Rimba dan
> Audifax.
>
> Daftar Kehadiran
> Harap ditentukan paling lambat, Senin, 29 Oktober 2007
> siapa-siapa saja yang bersedia bertemu dan siapa siapa
> saja yang tidak bersedia bertemu secara tertulis di
> maillist.
>
> Masing-masing pihak mengatur undangannya sendiri.
> Tabel ini harap di umumkan di maillist. Untuk Bp. B.
> Sudjanto Papa Vincent yang akan mengkonformasikan.
> Akan diundang wartawan. Jika peserta kurang dari 10
> orang maka acara ini dibatalkan.
>
> Keamanan
> Akan disediakan aparat keamanan atas biaya Papa
> Vincent Liong, tidak diperkenankan untuk berkelahi
> atau melakukan pengerusakan.
>
> Reaksi kepada Bp. Timbangan Balance
> Pada saat menulis Undangan ini muncul berbagai tulisan
> menanggapi orang yang bernama Timbangan Balance,
> tulisan-tulisan tsb yang sangat tidak ramah terhadap
> orangtua Vincent Liong.
>
> Tetapi Undangan ini sudah kepalang Tanggung ditulis,
> dan tetap saya kirim. Saya sebagai orang Tua Vincent
> tidak merasa perlu untuk menjawab pertanyaan pertanyan
> tersebut yang kurang tepat dan jauh dari Tata Krama
> Kesopanan versi apapun.
>
> Saya harap hal ini akan menyelesaikan masalah. Jika
> tidak dapat diselesaikan terserah saja. Selanjutnya
> terserah Anda.
>
>
> Hormat kami,
>
>
> Papa Vincent
> (Dikirim melalui Vincent Liong)
>
> Send instant messages to your online friends
http://au.messenger.yahoo.com
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Yahoo! Groups

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals.

Dog Zone

on Yahoo! Groups

Join a Group

all about dogs.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: INDIGO

Itulah hebatnya milis Psi-Trans: lebih cepat dan efektif dalam engubah manusia
daripada dekon Kompatiologi.

manneke

Quoting "David G." <BaduAmin@gmail.com>:

> On 10/24/07, ratih ibrahim <personalgrowth@gmail.com> wrote:
>
> > yang betulan become indigo justru kita2 inilah.
> >
> >
>
>
> Lho, kemaren katanya kita semua bopeng. Kok sekarang jadi indigo?
> --
> dg
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Join a Health

& Fitness Group

or create your own.

Best of Y! Groups

Check out the best

of what Yahoo!

Groups has to offer.

Cat Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about cats.

.

__,_._,___