Jumat, 07 Desember 2007

[psikologi_transformatif] syahid baqir shadr : sayyid hasan nashrallah adalah penolong..

dari salah satu web site islam..
 
Syahid Baqir Shadr: Sayyid Hasan Nasrullah Penolong Imam Mahdi AF PDF Print E-mail
Monday, 26 November 2007
Wawancara dengan Abdul Karim ayah Sayyid Hasan Nasrullah
 
Ia diberi julukan "Mahbub Arab" (kecintaan Arab). Ia adalah Sayyid Hasan Nasrullah, Sekjen Hizbullah. Saat ini ia menjadi pusat perhatian para pemimpin negara-negara Arab dan media massa dunia. Tidak banyak berbicara, tapi bila berbicara, ia akan melakukannya secara tepat dan singkat. Kalimat singkat itu merasuk mencerahkan pemikiran para pendengarnya dan hal ini yang membuatnya semakin dicintai. Sayyid Hasan Nasrullah menjadi kebanggaan pecintanya, sekaligus menggetarkan musuh-musuhnya. Banyak orang yang ingin mengetahui masa kanak-kanak dan remaja Sayyid Hasan Nasrullah. Dalam wawancara ini, Anda akan membaca sekilas masa kanak-kanak dan remajanya. Bagaimana lingkungan tempat ia tinggal yang meneladani kepribadiannya. Semua ini akan Anda temui dalam wawancara dengan Abdul Karim Nasrullah, ayah Sayyid Hasan Nasrullah yang beberapa waktu lalu menjadi tamu Teheran.
 
Iran: Perkenankan kita memulai perbincangan ini dari masa kecil Sayyid Hasan Nasrullah. Karena masa kanak-kanak orang besar selalu menarik untuk dibaca dan diketahui. Nah, sudikah Anda menjelaskan lingkungan tempat Sekjen Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrullah, dibesarkan?
 
Abdul Karim: Menurut saya, masa kecil Sayyid Hasan Nasrullah tidak seperti biasanya anak-anak yang lain. Sejak kecil ia punya kedekatan yang luar biasa dengan ibunya. Masalah ini sebenarnya tidak terlalu aneh, mengingat saya sebagai ayah memiliki sebuah kios yang berada agak jauh dari rumah kami. Karena saya bekerja di luar rumah, normal saja bila hubungan saya dengan Sayyid Hasan Nasrulah lebih sedikit, ketimbang hubungannya dengan ibunya. Di kios kami ada foto bergambar Imam Musa Shadr. Sayyid Hasan Nasrullah sangat menyukai foto itu. Saya dapat memastikan bahwa Imam Musa Shadr punya peran yang sangat besar dalam pembentukan karakter Sayyid Hasan Nasrullah.
 
Iran: Bagaimana dengan tingkah laku anak Anda semasa remaja?
 
Abdul Karim: Saya tidak pernah melihat Sayyid Hasan Nasrullah menyakiti teman sebayanya, tidak juga ada orang yang memberitahukan kepada saya bahwa Sayyid Hasan Nasrullah mengusili orang lain. Namun jangan lupa, ia sama seperti anak remaja lainnya yang nakal, tapi kebanyakan waktunya tidak seperti yang dilakukan oleh teman-teman sebayanya. Ia punya cara tersendiri untuk menghibur dirinya. Ia pergi ke masjid dan melakukan shalat berjamaah di masjid Karantina.
 
Iran: Masjid ini terletak di mana?
 
Abdul Karim: Di sebelah Timur Beirut.
 
Iran: Sudikah Anda berbicara tentang masa pendidikan yang dilalui Sayyid Hasan Nasrullah?
 
Abdul Karim: Sayyid Hasan Nasrullah memulai sekolahnya sejak berumur 4 tahun. Dan pada umur 9 tahun ia mendapatkan ijazah pertamanya. Sayyid Hasan Nasrullah melanjutkan sekolahnya di daerah Burj Al-Hamud. Sayyid Hasan Nasrullah adalah pelajar teladan baik dari sisi pelajaran maupun akhlak.
 
Iran: Apakah pada umur-umur sekian ia juga menekuni belajar di hawzah?
 
Abdul Karim: Benar. Pada pagi pagi hari ia belajar di sekolah umum dan pada sore harinya ia menuntut ilmu-ilmu agama di hawzah. Semua orang yang mengenalnya terkagum-kagum cara belajar dan kejeniusannya.
 
Iran: Bagaimana Sayyid Hasan Nasrullah dapat menyeimbangkan antara pelajaran umum dan agama? Tentunya bukan hal yang mudah.
 
Abdul Karim: Anda dengan tepat menjelaskan itu. Berkali-kali saya berkata kepadanya: "Anakku! Saya sibuk bekerja, sementara engkau belajar. Engkau tentu belajar dengan giat untuk mewujudkan cita-citamu di kemudian hari. Lalu, bagaimana bisa menyeimbangkan antara pelajaran umum dan agama?" Dengan rendah hati Hasan menjawab pertanyaan saya, "Ayah! Engkau berhak mempertanyakan kondisi yang sedang saya hadapi. Tapi saya ingin ayah tenang, karena sampai saat ini saya mampu menunjukkan kemampuan di sekolah umum maupun agama."
 
Iran: Sewaktu kecil, buku jenis apa yang digemari Sayyid Hasan Nasrullah?
 
Abdul Karim: Sejak berumur 9 tahun ia menyukai buku-buku politik dan Islam. Ia sendiri yang membelinya dan kemudian membacanya. Setiap harinya ia membaca hampir 100 halaman.
 
Iran: Sudikah Anda menceritakan teman-teman Sayyid Hasan Nasrullah?
 
Abdul Karim: Kebanyakan teman-teman masa kecil Hasan umur mereka di atasnya. Namun anehnya, sekalipun perbedaan umur begitu mencolok, tapi saya melihat mereka bisa berteman akrab. Ia sering terlihat berbincang-bincang dengan ulama dan orang-orangdari agama lain. Semasa kecilnya ia sudah dapat menyampaikan pidato mengenai revolusi Imam Husein as.
 
Iran: Anak Anda pernah tinggal di Irak. Sudikah Anda menceritakan sekilas tentang Sayyid Hasan Nasrullah di masa itu?
 
Abdul Karim: Pada dekade 80 an, di mana saat itu terjadi perang saudara di Lebanon, Sayyid Hasan Nasrullah pergi ke Irak. Dalam waktu singkat ia menjadi murid yang menonjol. Hawzah Najaf, Irak, pada masa itu sama seperti hawzah Qom saat ini, punya posisi yang strategis. Anak saya, Hasan, pada waktu itu berumur 16 tahun. Sayyid Hasan Nasrullah diperkenalkan kepada Ayatullah Syahid Baqir Shadr lewat Sayyid Muhammad Gharawi, salah satu teman dekat Syahid Shadr. Sayyid Gharawi menegaskan agar surat yang dibawanya tidak disampaikan langsung oleh Sayyid Hasan Nasrullah langsung kepada Syahid Baqir Shadr, karena begitu ketatnya penjagaannya. Saya juga perlu menjelaskan, bahwa karena secara keuangan saya tidak mampu, Sayyid Gharawi ini yang menanggung semua biaya perjalanan Sayyid Hasan Nasrullah ke Najaf. Bahkan dengan rekomendasinya anak saya pertama belajar di hawzah milik orang-orang Lebanon di mana para santri Jabal Amil ada di sana. Maksunya agar setidak-tidaknya Sayyid Hasan Nasrullah bisa mendapat tempat tinggal terlebih dahulu. Selama 3 hari ia tinggal di sana sampai suratnya lewat beberapa perantara dapat disampaikan oleh Sayyid Gharawi ke Syahid Baqir Shadr.
 
Iran: Sebagian orang menyebutkan bahwa perkenalan Sayyid Hasan Nasrullah dengan Sayyid Abbas Musawi dimulai dari hawzah Najaf ini. Anda menerimanya?
 
Abdul Karim: Benar! Syahid Baqir Shadr mendaftarkan Sayyid Hasan Nasrullah di Madrasah Adzriyah. Dari sini dimulainya perkenalan keduanya. Bisa dikatakan, pada waktu itu, Sayyid Abbas Musawi adalah ketua santri Lebanon. Pada masa itu juga, Saddam Hosein banyak menangkap ulama bahkan membunuh mereka. Itulah mengapa Sayyid Abbas Musawi cepat kembali ke Lebanon. Pada waktu itu saya kerja di kantor Dewan Tertinggi Syiah Lebanon dan dari situ pula saya mengenal Sayyid Abbas Musawi.
 
Iran: Apa pandangan Sayyid Abbas Musawi tentang Sayyid Hasan Nasrullah?
 
Abdul Karim: Untuk beberapa detik ia terdiam.
KetikaSayyid Abbas kembali ke Lebanon, pertama kali saya melihatnya saya bertaanya, "Apakah engkau punya kabar tentang anak saya?" Sayyid Abbas menjawab, "Ia seorang pribadi besar." Mendengar jawabannya saya sempat terkejut dan sambil tertawa saya kembali bertanya, "Apa maksudnya?" Sayyid Abbas Musawi dengan caranya yang khas berkata, "Sayyid Hasan Nasrullah adalah hatiku." Di lain kesempatan, Sayyid Abbas Musawi karena cintanya kepada anak saya berkata, "Saya masih mungkin hidup tanpa keluargaku, tapi saya tidak bisa hidup tanpa Sayyid Hasan Nasrullah." Ayatullah Syahid Baqir Shadr juga punya perhatian lebih kepada Sayyid Hasan Nasrullah. Syahid Shadr  sendiri yang memasangkan 'Amamah (sorban yang dililitkan di kepala) Sayyid Hasan Nasrullah. Menurut Syahid Syahid Shadr, Sayyid Hasan Nasrullah salah seorang penolong Imam Mahdi AF.
 
Iran: Kelihatannya banyak yang akan kami tanyakan, tapi waktu kami semakin sempit. Bersediakah Anda berbicara tentang kehidupan jihad anak Anda? Apa yang terjadi sehingga anak Anda meninggalkan hawzah dan pelajarannya dan sekarang menjadi pemimpin Hizbullah?
 
Abdul Karim: Saya meiliki 4 orang putra dan 5 orang putri. Hasan adalah anak saya yang paling besar. Dari kelima putri saya, semua sudah berkeluarga;Sa'ad,Zakiyah, aminah dan Zainab,  kecuali Fathimah yang masih tinggal bersama kami. Dua saudara lakinya; Husein dan Muhammad punya kerjaan bebas, sementara Jakfar menjadi pegawai negeri.
 
Empat orang saudara perempuan Sayyid Hasan Nasrullah bekerja di lembaga Hizbullah di departemen sosial. Sayyid Husein, saudaranya, sejak kecil senang dengan aktivitas militer dan saat ini merupakan salah seorang panglima Faksi Amal. Ketika Sayyid Hasan Nasrullah tinggal di daerah Timur Beirut, ia tidak pernah menjadi anggota kelompok-kelompok yang ada di sana, padahal di daerah itu banyak sekali kelompok-kelompok dengan berbagai latar belakang. Namun, saat kembali ke desa Bazuriyah pada umur 15 tahun ia masuk menjadi anggota Partai Amal.Tidak beberapa lama, dua bersaudara ini, Hasan dan Husein, mendapat kepercayaan partai bertanggung jawab di daerah itu. Pada waktu itu, Hizbullah belum terbentuk dan Sayyid Hasan dengan cepat mendapat promosi jabatan yang akhirnya membawanya menjadi seorang panglima militer di Lebanon Selatan.
 
Di tahun-tahun ini, saya dan ibunya hanya punya cita-cita mendidik anak yang beriman dan bermanfaat bagi masyarakat.
 
Iran: Menurut Anda bagaimana Sayyid Hasan Nasrullah memisahkan diri dari Amal dan membentuk Hizbullah?
 
Abdul Karim: Sebagaimana kalian juga tahu, pada tahun 1982, Rezim Zionis Israel menyerang Lebanon. Serangan ini bertepatan dengan munculnya friksi antara para pejabat senior Faksi Amal. Akibatnya, anak saya Sayyid Hasan, Sayyid Abbas Musawi, Sayyid Husein Musawi, Syaikh Shubhi Thufaili dan Sayyid Ibrahim amin keluar dari Faksi Amal. Tidak lama kemudian mereka mendirikan Hizbullah dan pada tahun 1984 secara resmi Hizbullah berdiri. Syaikh Shubhi Thufaili terpilih sebagai Ketua Hizbullah yang pertama dan setelah itu Sayyid Abbas Musawi menjadi penggantinya. Setelah syahadah Sayyid Abbas Musawi dan keluarganya akibat teror Rezim Zionis Israel, Sayyid Hasan Nasrullah sebagai anggota termuda Dwan Pusat Hizbullah dipilih menjadi Sekjen Hizbullah.
 
Iran: Kebanyakan orang menilai bahwa Sayyid Hasan Nasrullah dipengaruhi oleh ide-ide Imam Khomeini. Menurut Anda seberapa jauh pengaruh itu?
 
Abdul Karim: Benar. Dalam kehidupannya ia mengatakan sangat dipengaruhi oleh pemikiran Imam Musa Shadr. Di kios saya ada foto Imam Musa Shadr. Setiap kali Sayyid Hasan datang ke kios ia mengatakan, "Ayah! Mungkin suatu hari saya bisa seperti orang besar ini?"
 
Setelah Imam Musa Shadr diculik, kecenderungan Sayyid Hasan terhadap pemikiran Imam Khomeini semakin besar. Bahkan dapat dikatakan bahwa masalah ini memberikan sebuah kekuatan maknawi yang aneh pada dirinya. Saat ini saja bila ia mendengar ucapan Imam Khomeini, tanpa dikontrol ia menangis. Menurut saya, ini menunjukkan kecintaannya kepada Imam Khomeini.
 
Iran: Setelah kemenangan Hizbullah dalam perang 33 hari dengan Rezim Zionis Israel anak Anda dikenal sebagai pahlawan Arab, bahkan tokoh Arab pertama yang dapat mengalahkan rezim ini. Kebanyakan orang-orang yang belum tentu Syiah tapi memberikan nama anaknya dengan nama Sayyid Hasan Nasrullah. Menyimak ini, apa yang Anda rasakan?
 
Abdul Karim: Sederhana dan alamiah, saya juga gembira. Allah SWT berfirman, "Bila kalian menolong agama Allah Ia akan menolong kalian dan menguatkan pijakan kalian." Hanya Allah yang meninggikan derajat manusia dan bila seseorang berjalan di jalan Allah, niscaya Allah akan meninggikan derajatnya. Saya dan ibunya hidupa dalam kondisi yang memprihatinkan tapi dengan tujuan agar Sayyid Hasan dan anak-anak kami yang lain menjadi anak-anak saleh. Izinkanlah saya menukilkan sebuah kenangan!
 
Suatu hari seorang wartawan media terkenal Amerika menemui saya dan bertanya, "Dari anak-anak yang Anda miliki, mana yang paling Anda cintai?" Saya jawab, "Siapa saja yang dicintai Allah, maka ia akan dicintai oleh semua orang." Ia kembali bertanya, "Bagaimana perasaan Anda ketika mendengar anak Anda setiap hari diancam teror?" Saya menjawab, "Buat kami syahadah adalah kebanggaan dan hal yang biasa."
 
Ketika mendengar kesyahidan Sayyid Hadi, anak Sayyid Hasan Nasrullah, orang-orang banyak datang ke rumah untuk mengucapkan belasungkawa. Namun, sikap yang ditunjukkan oleh anggota keluarganya seperti tidak ada kejadian apa-apa. Sayyid Hasan Nasrullah senantiasa mengatakan bahwa anaknya tidak ada bedanya dengan para syahid yang laing.
 
Iran: Maaf, kita kembali pada masa perang 33 hari. Sudikah Anda menceritakan kenangan Anda pada masa itu?
 
Abdul Karim: Ketika dua tentara Rezim Zionis Israel ditangkap anggota Hizbullah, saya diperintahkan untuk segera meninggalkan rumah. Kami pergi berlindung di kebun dekat desa saudara perempuan saya. Baru setengah jam kami meninggalkan rumah, pesawat tempur Rezim Zionis Israel meluluhlantakkan rumah saya, rata dengan tanah. Kami tinggal di sana selama 15 hari dan setelah itu kami diminta untuk berpindah tempat ke Beirut. Di tengah perjalanan pulang, kami melihat seluruh jalan-jalan dibom oleh pesawat Israel.
 
Iran: Apakah selama perang, Anda sempat berhubungan dengan Sayyid Hasan Nasrullah?
 
Abdul Karim: Benar. Tapi hubungan kami hanya melalui telepon. Untuk menghilangkan kekhawatiran kami, ia beberapa kali mengirimkan keluarganya mengunjungi kami.
 
Iran: Selama Anda menjadi tamu di Teheran, apakan Anda bertemu dengan Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Iran? Apa pendapat Anda tentang Ahmadinejad setelah bertemu dengannya?
 
Abdul Karim: Pertemuan saya dengan Ahmadinejad bukan pertemuan politik. Dalam waktu singkat ketika saya bersamanya, saya merasa berada di tengah-tengah keluarga saya. Ahmadinejad adalah orang besar.[SL]

 

Keterangan: Wawancara ini dimuat oleh koran Iran, dalam nomor 3783, tahun ke 13, Senin, 12 November 2007.


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Wellness Spot

on Yahoo! Groups

A resource for living

the Curves lifestyle.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] hijab eropa : jembatani dialog baru islam dalam bingkai modrnitas..

dari salah satu web site islam...
 
Hijab Eropa: Jembatani Dialog Baru Islam di Eropa dalam Bingkai Modernitas PDF Print E-mail
Saturday, 17 November 2007
Oleh: Saleh Lapadi
 
Pada tahun 1847 Marx dan Engel mendeklarasikan manifesto komunis. Sejak itu,  ideologi komunis mencederai seluruh tubuh Eropa. Namun, saat itu tak seorangpun yang menilai bahwa manifesto itu justru menandai munculnya Eropa baru. Percaya atau tidak, saat ini fenomena serupa terulang kembali di Eropa, namun dengan nama Islam. 50 tahun lalu Islam merupakan agama yang tidak diperhitungkan di Eropa, tapi kini peringkatnya naik menjadi agama kedua di beberapa negara Eropa seperti, Perancis, Inggris, Jerman, bahkan Belanda.
 

Sekalipun Eropa menganut prinsip sekuler, tapi jangan lupa dalam perjalanan sejarah dua agama besar; Kristen dan Yahudi, hadir dan bergandengan tangan dengan prinsip sekular dalam ruang publik. Eropa dapat menerima dua agama itu dengan tangan terbuka. Saat Islam kembali muncul di Eropa sebagai fenomena sosial, seluruh masalah dan problem yang sebelumnya tertanam, kini ternyata muncul kembali ke permukaan. Ide-ide modernitas soal pemilahan agama mulai dipertanyakan. Terlebih lagi ketika Perancis bertindak lebih jauh memisahkan agama dari ruang publik. Sebenarnya sikap berlebihan yang ditunjukkan sebagian negara Eropa ini masih dapat digugat lewat prinsip-prinsip lain seperti pluralisme dan kebebasan berekspresi setiap warga negara. Hal inilah yang membuat studi kehadiran agama di ruang publik perlu dikaji kembali dalang bingkai modernitas.
 
Kehadiran Islam di Eropa menjadi kompleks setelah upaya pendekatan terhadap Islam tidak dipandang sebagai sebuah peradaban. Eropa selama ini memandang Islam dengan pandangan curiga. Sebagai contoh, pada bulan Oktober tahun 1989, beberapa siswi SMU di daerah dekat Paris dipaksa oleh kepala sekolahnya agar melepas hijab mereka. Padahal, bila mereka tetap memaksa mengenakan hijabnya, diperkirakan tidak lebih dari 3 minggu, masalah ini menjadi isu nasional yang paling dibicarakan di Perancis. Isu ini kemudian lenyap tanpa bekas, setelah pada tahun yang sama muncul serangkaian aksi-aksi teroris terhadap pemerintah Aljazair oleh kelompok GIA. Konflik meluas melibatkan Perancis sebagai pendukung pemerintah Aljazair. Puncak konflik terjadi pada tahun 1995, ketika stasiun kereta api bawah tanah Perancis diledakkan.
 
Akhirnya, aksi-aksi teror yang mengatasnamakan Islam makin marak.  Tragedi 11 September 2001 merupakan puncak dari rangkaian peristiwa teror atas nama Islam. Peristiwa peledakan gedung kembar di New York yang merengut banyak korban sangat merugikan Islam dan umat Islam. Sekalipun aksi teroris yang kedua ini ditengarai pelakunya adalah kelompok Al-Qaeda, namun substansi dan pesan politiknya mudah ditebak. Bagi Al-Qaeda, hubungan Amerika dan negara-negara Arab tidak lebih dari hubungan Post Kolonialisme Perancis dan Aljazair. Di sini, Eropa harus membayar luka yang diderita dunia Islam di masa penjajahan. Eropa mesti tersiksa memikirkan hal ini. Namun yang membuat mereka lebih menderita adalah ketika mereka tak lagi mampu membedakan antara bom dan kerudung. Pasalnya, Eropa masih mengira bahwa substansi dan dampak keduanya tidak berbeda.
 
Bila dahulu secara sederhana mereka menilai bahwa generasi kedua gadis-gadis keturunan imigran dapat membaratkan keluarganya dengan mudah. Kini mereka memandang gadis-gadis ini sebagai teroris tanpa nama dan organisasi. Ini adalah upaya Eropa dan Barat secara keseluruhan untuk mengelabui opini dunia soal dampak besar yang diakibatkan pemakaian hijab di Eropa.
 
Kini, dunia harus percaya bahwa fenomena gadis-gadis berjilbab Eropa telah mengambil peran vital dalam perubahan global di Eropa sendiri. Secara kritis hijab mempertanyakan krisis identitas bagi Eropa. Hijab tidak sekadar simbol seorang wanita Islam lalu selesai. Hijab menjadi titik singgung pertemuan dua peradaban; Islam dan Eropa. Salah besar bila terorisme membuat Eropa dan Islam berhadap-hadapan. Yang benar, fenomena hijabdi Eropa membuat bangsa Eropa harus berpikirulang soal identitas keeropaan mereka. Hal ini dapat ditelusuri sejak krisis yang dialami Eropa ketika terjadi pemekaran Uni Eropa. Sejak berdirinya Uni Eropa pada Desember 1991, dengan ditandatanganinya perjanjian Maastricht, secara serius dipertanyakan tentang apa itu Eropa? Dan apa prinsip yang mempersatukan mereka? Hal ini semakin komplek ketika kepala-kepala negara Uni Eropa berkumpul di Amsterdam membicarakan pemekaran Uni Eropa mencakup Eropa Timur. Pertanyaannya adalah batas teritorial Eropa sampai di mana? Masalah ini bakal semakin sulit lagi ketika ada rencana menerima Turki menjadi anggota Uni Eropa. Sekarang, apakah ada nilai-nilai Eropa yang menentukan teritorial Eropa? Selama ini, Eropa selalu mengklaim peran vitalnya memunculkan dan menyebarkan nilai kemoderenan ke seluruh dunia. Menurut mereka, Eropa adalah tempat lahirnya modernitas. Namun, Eropa lupa bagaimana pada milenium kedua hingga sekarang modernitas telah demikian mengglobal, sehingga tidak mungkin identitas politik dan batas-batas teritorial dibangun di atasnya.
 
Eropa harus membuka matanya. Gadis-gadis berhijab sebagai simbol bagaimana prinsip-prinsip kemoderenan mulai terancam di sana. Eropa harus segera sadar dan mengambil langkah-langkah mengatasi masalah ini. Itulah mengapa ketika masalah hijab memanas di Perancis, lima orang filsuf Perancis dalam surat terbuka yang dimuat di majalah mingguan Le Nouvel Observateur, meminta kepada para guru untuk mengeluarkan pernyataan tidak setuju dengan para siswi yang memakai hijab. Mereka menyamakan masalah para siswi berjilbab di Perancis dengan demokrasi yang tengah berhadapan dengan Hitler. Mereka tidak melihat fenomena hijab hanya sekadar pemakaian simbol-simbol agama, tapi lebih dahsyat dari itu. Fenomena hijab secara cerdas mempertanyakan kebenaran prinsip modernitas yang menjadi landasan ideologi Eropa. Untuk meredam fenomena ini agar tidak menjadi isu global di daratan Eropa, pemerintah Perancis segera mengambil langkah-langkah. Pada tahap awal, pemerintah Paris mengeluarkan pernyataan bahwa para siswi berhijab itu memakai hijab karena doktrin orang tua mereka yang masih terikat dengan budaya tanah air asalnya yang Islam. Paris mencoba menutupi alasan sesungguhnya mengapa mereka memilih hijab. Karena hasil survei yang dilakukan terhadap para siswi berhijab itu menunjukkan kenyataan yang lain. Mereka yang malah mengkritik orang tua mereka, terutama ibu mereka yang tidak memakai hijab. Artinya, ada kesadaran lain yang mendorong mereka untuk memutuskan memakai hijab.
 
Para siswi itu memilih hijab sebagai model dan prinsip hidupnya, karena sebuah pilihan dari nilai-nilai kemoderenan yang diajarkan di sekolah-sekolah mereka. Sebagai negara modern, Perancis sangat menghormati kebebasan individu. Para siswi berhijab itu melakukan pemilihan dengan cara sadar bahwa hijab adalah satu bentuk ekspresi seorang warga negara Perancis yang dilindungi hak-haknya. Sekali lagi, hijab yang mereka pakai bukan karena doktrin Islam yang didapat dari orang tuanya, tapi sebuah pilihan yang muncul dari kebebasan berekspresi. Itulah mengapa dalam penelitian yang dilakukan oleh Khasru Khavar dan Francois Gasper menunjukkan bagaimana para siswi berhijab ini tidak setuju dengan poligami. Mereka juga tidak setuju bila kehadiran wanita di ruang publik dibatasi. Mereka memakai hijab tidak semata-mata ajaran agamanya, tapi lebih pada ekspresi bebas dari prinsip modernitas yang diagung-agungkan Eropa. Satu hal yang menarik perhatian dari fenomena ini,  para lelaki dari kalangan fundamental saat melihat gadis-gadis ini menyebut mereka sebagai, "Nasrun Min Allah" (Kemenangan dari Allah). Mereka memanfaatkan fenomena ini untuk mengembangkan Islam fundamental. Mereka sebuah kelompok unik, generasi baru Islam yang muncul dari rahim modernitas.
 
Kehadiran wanita berhijab di ruang publik pada dasarnya diterima secara resmi di Eropa dengan syarat sebagai warga negara. Namun, semangat modernisme Eropa tidak dapat menerima kenyataan ini. Karena posisi wanita berhijab kini melambangkan krisis pengertian negara Eropa, khususnya Perancis. Dalam konsep state dan nation di Eropa, dalam kasus ini Perancis, tidak ada lembaga pemisah antara negara dan warganya, bahkan tidak oleh institusi keluarga. Di sini, warga negara Perancis hidup bersama konsep negara dan bangsa yang telah ditanamkan semenjak belajar di sekolah-sekolah. Problema yang muncul, para wanita berhijab meletakkan Islam sebagai lembaga perantara antara mereka selaku warga negara dan negara. Kompleksitas masalah semakin diperkeruh oleh aksi-aksi teror yang diatasnamakan Islam. Akhirnya, fenomena yang perlu mendapat perhatian serius yang dihadapi wanita berhijab di sana, tertutupi oleh isu-isu terorisme. Itulah, untuk keluar dari himpitan ini dan sebagai upaya untuk tetap menjaga kebersamaan dengan warga Perancis lainnya, mereka terpaksa memilih memakai hijab bergambar bendera Perancis.
 
Kenyataan ini tidak dapat dihindarkan. Kesadaran sebagai warga negara Eropa dan pemahaman akan modernitas telah mengubah Islam dari sekadar cara hidup klasik menjadi sistem pemikiran. Dampaknya, pergesekan antara antara sisi batin dan lahiriahnya dengan pembaharuan tidak dapat dilewatkan begitu saja. Ini membuat dialog Eropa dan Islam menjadi niscaya. Pintu dialog tetap terbuka, karena kaum muslimin yang tinggal di Eropa sadar untuk bertahan hidup di sana, apa yang harus dikorbankan dan apa yang bakal mereka terima, menjadi pertanyaan penting yang perlu dijawab. Ini transaksi sejarah yang tidak boleh dipandang sepele, karena cepat atau lambat mereka akan menghadapi masalah yang semacam ini.
 
Berbeda dengan cara pandang sederhana yang melihat sebuah krisis yang terjadi dalam kehidupan pemikiran dunia modern sebagai akhir periode itu dan lahirnya babak baru. Kasus hijab di Perancis masih menunjukkan adanya dinamika kajian pemikiran yang masih berlanjut. Pembaharuan yang muncul dari kritik atas krisis akan menemukan nilai dan jatidirinya. Itulah mengapa pembaharuan adalah kembali pada jati diri!.[]
 
 
Penulis: Alumnus Hauzah Ilmiah Qom, Republik Islam Iran


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

Instant hello

Chat over IM with

group members.

Yahoo! Groups

Cat Zone

Connect w/ others

who love cats.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] anak pat robertson "kuasai" jaringan CBN..

Anak Pendeta Pat Robertson "Kuasai" Jaringan CBN Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Jumat, 07 Desember 2007
Gordon Robertson, akhirnya menjadi 'pengendali' baru jaringan TV kabel Kristen Evangelikal milik Pat Robertson yang dikenal "anti-Islam"
ImageHidayullah.com--Tokoh penyiaran Kristen fanatik, Pat Robertson Senin kemarin mengumumkan pada public akan menyerahkan tugasnya sebagai chief executive officer dari  Christian Broadcasting Network (CBN), , kepada anaknya sendiri, Gordon Robertson. CBN adalah sebuah  jaringan penyiaran Kristen paling berpengaruh di AS dan dunia.
"Ini adalah waktunya bagi saya untuk menyerahkan beberapa tugas yang saya pegang selama hampir 50 tahun," kata Robertson dalam "The 700 Club," acara utama jaringan tersebut.
Dewan Direktur CBN dengan bulat memilih akhir minggu lalu dan menyatakan Gordon Robertson, 49, sebagai CEO saat itu juga. Pat Robertson (77), tetap menjabat sebagai chairman dari jaringan yang berbasis di Virginia itu.
Suksesi Gordon adalah pergantian terbaru dari pemimpin injili yang lebih tua ke pemimpin dari generasi yang lebih muda diantara kelompok-kelompok media Kristiani konservatif yang ternama. Dalam beberapa tahun, beberapa organisasi berpengaruh menamai anaknya sebagai CEO untuk menyukseskan pendiri ministri-ministri yang telah wafat atau mendekati akhir perjalanan mereka.
"Sangat penting untuk menyerahkan garis ini terutama bagi seseorang yang lebih ahli dalam teknologi-teknologi baru yang datang dalam kecepatan yang membingungkan bagi kita," kata Pat Robertson.
Sebagai CEO, Gordon akan memimpin usaha untuk memperbesar penetrasi CBN ke semua fase komunikasi digital.
Baru-baru ini, Brian E. Fisher, 34, dipromosikan presiden dan CEO Coral Ridge Ministries, sebuah ministri multi-media yang menjangkau 3 juta orang di seluruh dunia, setelah wafatnya Dr. D. James Kennedy pada September dalam usia 76. Kennedy mendirikan ministri yang berbasis di Fort Lauderdale itu pada 1974, menyiarkan kotbah melalui radio, televisi dan internet.
"Cita-cita kami adalah mengikuti jejak Dr. Kennedy dengan menggunakan media , dalam cara baru dan lebih inovatif," kata Fisher, yang memimpin ministri itu untuk meraih 30 juta pemirsa sampai 2012 melalui media.
Beberapa tahun lalu, Rev. Franklin Graham menyukseskan ayahnya, 89, penginjil Billy Graham, untuk memimpin Billy Graham Evangelistic Association. Jerry Falwell Jr. dan Jonathan Falwell mengambil tampuk kepemimpinan ayahnya Rev. Jerry Falwell dan saat ini memimpin Liberty University and Thomas Road Baptist Church. Dan sudah hampir dua tahun sejak Rev. Robert A. Schuller ditunjuk untuk memimpin Crystal Cathedral dan program televisi "Hour of Power," menyukseskan ayahnya Rev. Robert H. Schuller.
Dr. James Dobson dari Focus on the Family mewariskan tugas presidensial dan CEOnya pada 2003 dan tetap menjabat sebagai pendiri dan chairman.
Meskipun menggantikan tokoh terkenal, beberapa pemimpin muda tersebut juga di bawah radar dan mengindikasi kalau mereka tidak mengejar visibilitas publik. Akan tetapi, mereka juga mengatakan tidak akan menarik diri.
Kepada The Associated Press, Gordon Robertson mengatakan, bahwa ia telah menjauh dari aktivitasnya di Partai Republik tapi memang berencana untuk berbicara mengenai beberapa "isu-isu saat ini."
"Saya rasa itu adalah sesuatu...yang menjadi kewajiban setiap orang Kristiani," katanya.  
Misionaris Global
Pendeta Pat Robertson, Jerry Falwell dan Hal Lindsey, adalah diantara figur-figur simbolik Kristen terkemuka yang mempersatukan para pemimpin Kristen fundamentalis evangelikal yang berpengaruh di Amerika.
Selain mereka bertiga, ada nama-nama lain seperti; Zola Levitt, Oral Roberts, Mike Evans, Tim LaHaye, Kenneth Copeland, Paul Crouch, Ed McAteer, Jim Bakker, Chuck Missler dan Jimmy Swaggart. Semuanya adalah para pemuka Kristen pro-Zionis; mereka membela kepentingan Israel melalui tulisan-tulisan dan siaran-siaran radio dan TV-satelit (network dan cable) mereka.
Para pemimpin Kristen fundamentalis ini, bersama dengan organisasi-organisasi pro-Israel yang mereka pimpin, secara rutin dan teratur menjangkau lebih dari 100 juta orang Kristen Amerika, lebih dari 100 ribu pendeta; dan anggaran keuangan mereka, bila digabung, akan mencapai suatu jumlah yang besar, 300 juta USD per tahun.
Mereka membentuk suatu aliansi Zionis yang luas, fanatik, besar dan ampuh dalam membentuk dan mengendalikan baik politik luar negeri Amerika Serikat di Timur Tengah maupun dukungan Kristen menyeluruh bagi Negara Israel.
"Pat Robertson TV Show" dan "The 700 Club", salah satu siaran TV kabel Kristen Evangelikal ini memiliki pemirsa sangat luas di AS.
Pat Robertson hampir pernah membeli Kantor Berita UPI, AS.  Ada beberapa kegiatan UPI yang ia sangat tertarik, antara lain jaringan radio UPI. Melalui jaringan perusahaan medianya, yaitu Christian Broadcasting Network (CBN), Pat Robertson membayar uang muka sebanyak 900 ribu dolar kepada pengadilan, dan sampai dengan 26 Mei, Ia harus dua kali membayar 150 ribu dolar lagi. Meski kenyataannya,  UPI tak jadi diambil alih olehnya karena hutang hutangnya yang terlampau besar.
Sebelum ditugasi mengendalikan jaringan TV milik ayahhnya ini, Gordon Robertson pernah menghabiskan lima tahun di Manila dan mengoperasikan operasi CBN Asia di China, India, Indonesia, dan Asia Tenggara. Setelah kembali ke Amerika Serikat,  ia kemudian dipercaya memegang tanggung-jawab dalam produksi "The 700 Club," berita nasional dan internasional CBN, dan divisi televisi digital.
Di sebuah media Amerika, Pat Robertson dikabarkan pernah akan bekerja sama dengan seorang pengusaha asal Indonesia, James T Riady, pemilik perusahaan  Lippo Group guna membangun jaringan TV evangelis se-Asia.
Sebagaimana diketahui, Keluarga Riady adalah pengendali bisnis raksasa yang bergerak di bidang perbankan, TV kabel, telepon selular, online shopping, jasa teknologi informasi, perkantoran, dan sederetan bidang lainnya. Konon total asetnya mencapai di atas USD 12 milyar.
Dalam sebuah program "The 700 Club" di CBN, Pat Robertson pernah berkata, "James Riady dan  ayahnya (Mokhtar Riady, red) adalah teman karib saya. Keduanya telah lahir kembali  dalam Kristen. James telah menyatakan keinginannya menjadi pastor dan misionaris.  Orang Asia perlu diberi kesempatan berpartisipasi sebagai pegawai Tuhan," ujarnya.
Di acara "The 700 Club" pula, tahun 2006, Pendeta Robertson melemparkan komentar yang berbau pelecehan  dengan mengatakan, Islam bukanlah agama perdamaian, dan tujuan Islam adalah untuk "mendominasi dunia". Dia juga menyebutkan bahwa orang-orang Muslim dimotivasi oleh 'kekuatan jahat'.


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Curves on Yahoo!

Share & discuss

Curves, fitness

and weight loss.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: IQ tinggi PQ jongkok

Eh, api menurut mas/pak Gatholoco, apa mungkin ada manusia seperti
Forest Gump di dunia nyata?
Dia mengerti cinta dan memiliki keberuntungan luar biasa hingga
akhirnya kaya raya karena perusahaan udangnya. api ia juga bisa
mempertahankan kepolosannya, seolah-olah setan tidak pernah berbisik
di telinganya (kalau boleh pake metafora seperti ini).
Apa dia nggak pernah dibohongi orang. Soalnya biasanya kita
mengimitasi perbuatan orang lain bukan? Apa dia juga tidak pernah
ditertawakan, diremehkan, hingga sakit hati?

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "gotholoco"
<gotholoco@...> wrote:
>
> Apakah kecerdasan itu?
>
> Ada yang mengukurnya pakai IQ, 180 ke atas di anggap cerdas (katanya).
> Namun nggak jamin sukses di masyarakat, lalu muncul EQ
> (Emotional Quotient)ada alat ukurnya gitu?.
> Kurang puas terhadap alat ukur itu kemudian muncul SQ
> (Spiritual Quotient).
>
> Jadi sekarang ini dikenal, IQ,EQ, SQ digabung jadi IESQ.
> Menurut saya kurang satu lagi alat ukurnya yaitu PQ,
> yaitu Phisical Quotient.
>
> Kalau anda pernah nonton filem 'forest gump', meskipun
> ia dulu kakinya pernah terserang polio, namun bisa lari cepet.
> Itulah contoh PQ.
> Contoh laen, Michael Schumacher dulu pembalap mobil
> F1, mempunyai kapasitas paru-paru yang besar, sehingga
> dengan kekuatan paru-2 itu mampu mensuplai oksigen ke
> tubuh lebih banyak dari ukuran normal, sehingga ketika
> mobilnya menikung di tikungan dengan kecepatan tinggi,
> ia tidak jatuh pingsan atau pusing akibat efek
> G-Force.
>
> Ada yang IQnya sangat tinggi tapi PQ-nya lemah sekali,
> contoh Stefan Hawking, yang hanya mampu
> menggerak-gerakan jemarinya saja sekarang ini.
> IQ tinggi PQ jongkok.
>
> Atau contoh laen, mengapa persepakbolaan (PSSI) nggak
> maju-maju, kedodoran terus.. karena banyak pemain
> nasional kita PQ nya 'jongkok'. he..he.
>
> Salam
> gl
>
> Tuhantu bilang, ketika manusia nanya ke elang mengapa ia bisa terbang,
> ia hanya menjawab.....
> eeeek....
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Groups

Dog Zone

Connect w/others

who love dogs.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] muslim irlandia meningkat sampai 70%..

Muslim Irlandia Meningkat Sampai 70% Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Jumat, 07 Desember 2007
Sensus resmi yang pemerintah Irlandia menunjukkan bahwa Islam telah menjadi agama nomor 3 di negara itu, setelah Katolik dan Kristen Anglikan
ImageHidayatullah.com--Kantor Pusat Sensus Irlandia mengungkap, bahwa sebanyak 32539 dari penduduk negeri itu memeluk Islam. Pemeluk laki-laki sebanyak 59,53% dan perempuan 40,46%.
Jika dibandingkan dengan hasil sensus tahun 2003 maka jumlah penduduk Irlandia yang menganut Islam telah meningkat hingga 69,9%. Sesuai dengan data yang dimiliki, setengah dari panganut Islam di negeri itu adalah mereka yang berketurunan Asia .
Sedangkan jumlah pemeluk Katolik -agama yang paling banyak dianut mayoritas penduduk- sebanyak 3681.000 jiwa. Sedangkan penganut Anglikan berjumlah 125.000 jiwa. Jumlah total penduduk Irlandia saat ini sebanyak 4239.000 jiwa.
Menurut Friday's Irish Times, Muslim masuk di Negeri itu di tahun 1950 yang dibawa oleh kelompok Muslim pendatang. Umumnya, mereka sedang melanjutkan sekolah di Universitas Irlandia. Karena tidak ada masjid di Dublin pada waktu, para siswa --kebanyakan dari Asia dan Timur Tengah-- melakukan shalat  Jumatdi rumah-rumah di hal atau aula yang telah disewa.
Dengan bantuan keluarga Raja Faisal dari Saudi Arabia, Muslim Irlandia kemudian membuka masjid  pertama  yang juga menjadi Islamic Centre di Harrington Street Dublin tahun 1976.
Tanah dan bangunan menjadi kian sempit setelah makin banyaknya para muallaf. Maka tahun 1983, sebuah bangunan gereja yang mati di Jalan Lingkar Selatan, Dublin dibeli dan diubah menjadi masjid yang kini dikenal dengan  Dublin Mosque.
Tahun 1996, Pusat Kebudaan Islam di Clonskeagh dibuka. Termasuk membuka sekolah Islam, yang dibiayai oleh pengusaha asal Dubai, Syeikh Hamdan Rashid Al-Maktoum.[


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Real Food Group

on Yahoo! Groups

What does real food

mean to you?

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] paus ; ateisme memicu bentuk "kekejaman terbesar"..

Paus: Ateisme Memicu Bentuk "Kekejaman Terbesar" Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Kamis, 06 Desember 2007
Jangan jadi atheis. Mungkin begitu kira-kira maksud Paus. Sebab, Atheis memicu "kekejaman". Termasuk yang mengikuti Karl Marx
ImageHidayatullah.com--Paus Benediktus XVI dengan keras mengkritik ateisme dan menyalahkan ateisme karena membawa "bentuk kekejaman dan pelanggaran keadilan terbesar" yang pernah terjadi dalam sejarah. Demikian peryanyaan terbaru Paus dikutip sebuah media Kristiani.
Dalam masa encyclical kepausannya yang kedua, Paus juga mengkritik Kekristenan era modern, yang mengatakan bahwa fokus Kekristenan saat ini pada keselamatan individual telah mengabaikan pesan Yesus bahwa harapan Kristiani melibatkan keselamatan bagi semua.
Dalam dokumen 76 halaman berjudul "Spe Salvi," atau "Diselamatkan oleh Harapan," Benediktus berkata bahwa banyak orang menolak iman religius karena mereka menemukan prospek hidup kekal tidak menarik lagi.
Malah, mereka telah menaruh iman mereka pada pemikiran manusia dan kebebasan dengan harapan "kerajaan manusia" akan muncul.
Dalam analisa ilmiahnya, paus berusia 81 tahun itu mengatakan ide-ide ini bersumber dari dua periode pergolakan politil – revolusi Perancis dan Komunis.
Sementara Benediktus menitikberatkan pada Karl Marx dan ateisme abad 19 dan 20 yang ditimbulkan revolusinya, paus mengenali bahwa keduanya merespon ketidakadilan pada masa itu.
Marxisme, tulis Benediktus, telah meninggalkan "jejak kehancuran mengerikan" karena gagal menyadari bahwa bamusia tidak bisa "hanya produk kondisi-kondisi ekonomi belaka." Agar manusia dapat dibebaskan, ia juga memerlukan kasih Tuhan yang tidak bersyarat.
"Bukan suatu kebetulan kalau ide ini (Marxisme/Ateisme) menuntun pada bentuk kekejaman dan pelanggaran keadilan terbesar, malah, itu didasari pada kehakikian yang palsu dari klaimnya," tulisnya. "Sebuah dunia yang harus menciptakan keadilannya sendiri adalah dunia tanpa harapan."
Benediktus juga mengutip Vladimir Lenin, pendiri Uni Soviet, dan "fase lanjutan" dari kediktatoran yang Marx pandang diperlukan dalam revolusi.
"'Fase lanjutan' ini kita ketahui semua dengan sangat baik, dan kita juga tahu bagaimana itu kemudian berkembang, tidak mengantarkan dunia yang sempurna, namun meninggalkan jejak kerusakan yang mengerikan," tulis paus.
Berkomentar atas encyclical paus yang terbaru, Monsignor Robert Wister, professor sejarah gereja di Seton Hall University di Amerika Serikat, menjelaskan bahwa keprihatinan paus "adalah bahwa anda mempunyai kekuatan-kekuatan sekularisasi yang berusaha mengenyahkan agama dari kehidupan public dan pribadi."
"Di kebanyakan negara, Marxisme politik sudah mati [tapi] Marxisme filosofis masih hidup dan filosofis sekuler yang sering dilihat di Eropa dan Amerika Utara," kata Wister, menurut Associated Press.
Pada saat bersamaan, Benediktus juga terlihat kritis tentang cara Kekristenan moderm merespon jaman, mengatakan "kritik diri" seperti itu juga diperlukan.
"Kita harus menyadari bahwa Kekristenan modern, dihadapkan pada kesuksesan ilmu pengetahuan yang secara progresif menstruktur dunia, dalam batasan yang luas harus membatasi perhatiannya pada individual dan keselamatannya," tulis paus. "Dalam melakukannya, ilmu pengetahuan membatasi horison harapannya dan gagal mengenali kekurangan kebesaran tugasnya."
Konsep Kristiani mengenai harapan dan keselamatan, kata paus, tidak selalu individual-sentris.
Mengutip ayat dan teolog, Benediktus mengatakan keselamtan di gereja mula-mula dianggap "komunal" – ia mengilustrasikan poinnya dengan menggunakan kasus biarawan di Abad Pertengahan yang meliputi diri mereka dengan doa bukan hanya untuk keselamatan mereka sendiri tapi juga untuk orang lain.
"Bagaimana mungkin ide yang dikembangkan dari pesan Yesus diperdangkal secara individualistic dan hanya ditargetkan pada satu orang demi satu orang saja? Bagaimana kita tiba dalam interpretasi "keselamatan jiwa" ini untuk pergi dari tanggung-jawab bagi semua, dan bagaimana kita bisa menghasilkan proyek Kristiani sebagai pencarian keselamatan yang egois yang menolak ide melayani orang lain?" tanyanya.
Sementara mencari untuk memberikan jawaban, paus berkata ada jalan bagi orang berimana untuk belajar dan mempraktekkan harapan Kristiani yang sesungguhnya – dalam doa, dalam penderitaan, dalam mengambil tindakan dan dalam melihat Penghakiman Terakhir sebagai symbol harapan.
"Hanya Tuhan yang dapat menciptakan keadilan. Dan iman memberikan kita kepastinan bahwa Ia melakukannya. Citra Penghakiman Terakhir bukanlah hanya citra teror, tapi citra harapan; bagi kita itu mungkin citra harapan yang paling menentukan? Apakah itu juga bukan citra yang menakutkan? Saya akan berkata: itu adalah citra yang membangkitkan tanggung-jawab, sebuah citra, akan ketakutan yang Santa Hillary katakan saat dia berkata bahwa semua ketakutan kita mempunyai tempat dalam kasih. Tuhan adalah adil dan menciptakan keadilan."
Encyclical pertama dari Paus Benediktus adalah "Tuhan adalah kasih," yang dirilias tahun lalu. Yang ketiga diperkirakan berjudul "Iman," sebagaimana itu akan melengkapi tiga kebajikan teologika Kristiani – iman, harapan dan kasih


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Parenting Zone

Your home for

parenting information

on Yahoo! Groups.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] (Filosofi Hidup 1086) Inti (Lelucon) CD



 
1086
Ketenangan, kelembutan, cinta terhadap kesederhanaan dan kerukunan merupakan ciri yang wajar dari orang yang bijak dan mudah dilaksanakan, tapi sayangnya kebanyakan orang tidak melihat dibalik penampilan orang bijak itu dan tidak memperhatikan kekayaan batin yang merupakan inti dirinya

Join to : www.groups.yahoo.com/group/curhatgame



Cerita ini terjadi di disebuah sekolah Anak TK...

Pelajaran pertama : membaca...
ABCDEFG!! Aduh Bo Capek Dek Eke Fusing Gila!!!

Perlajaran ke-2 : menulis.
Ketik C spasi D...Capek deee...

Pelajaran ke-3 : berhitung!!
50+50 = Cepek deh...

Pelajaran ke-4 : bahasa Inggris.
Bahasa inggrisnya bentuk apa anak2??
Shape Bu!! Ejaannya?? Sha...pe deh...

Pelajaran ke-5 : belajar bersosialisasi.
Ibu guru!! Dapet salam dari Echa...E...Chape deh...

Baiklah anak-anak...pelajaran selesai...
Kalian makan siang, MO kemana??
McD!!! Makin capek Deh...

Makannya pake saos tomat Dan...cabe deh...

Abis itu mam pencuci mulutnya dimana??
ROPITA...Roti. ..Pisang. ..Dan...tape deh...

Join to : www.groups.yahoo.com/group/crazycase

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Curves on Yahoo!

A group for women

to share & discuss

food & weight loss.

.

__,_._,___