Rabu, 09 Januari 2008

[psikologi_transformatif] Friendster Reminder ( II )

TuHanTu: Incase rekan sepadepokan pengen informasi lebih detail tentang ONANI, maka Reminder berikut ini tentang prosedur Buka Celana sebelum aktifitas ONANI itu dilaksanakan, secara seksama dan dalam tempo yang -mungkin- tidak sesingkat-singkatnya.

Untuk itu, berikut ini adalah tulisan dari Emha Ainun Nadjib tentang buka-bukaan celana... (Omong jorok?:-)  ...

Anyway, selamat menikmati (nggak perlu dengan buka celana beneran. :)... :

Be Fun

TuHanTu

http://hole-spirit.blogspot.com

(Tulisan Emha dari milis tetangga)

Quote:

Kalau apa yang selama ini berlangsung tidak bergerak menuju perubahan-perubahan yang signifikan, maka kecemasan adalah tindakan mulia. Mungkin sangat sedikit di antara kita yang memerhatikan bahwa puncak-puncak dari makin banyak dunia aktivitas ( apa itu kesenian, ormas, budaya ketokohan, institusi kepemerintahan, dsb ) sedang satu persatu ½ dipelorotin celananya ½ oleh sejarah, lebih amannya: oleh Tuhan.

½Dipelorotin celananya½ itu maksudnya ditunjukkan kepada publik wajah mereka yang sebenarnya. ½Aurat½ mereka yang selama ini ditutupi dengan hedonisme informasi, dengan feodalisme budaya, dengan disinformasi intelektual, dengan kegelapan spiritual: dikuakkan, dibuka, dibelejeti, satu demi satu.

Ada yang semua orang melihatnya dengan transparan, ada yang perlu satu dua lapis ilmu untuk mengetahuinya, ada yang memerlukan kecerdasan khusus untuk memahaminya. Alam,nature, Tuhan, hukum sejarah, sedang mendaftari satu demi satu jagoan-jagoan sejarah untuk kena batunya.

Ada yang dipelorotin celananya melalui narkoba, ada yang terjerat kasus-kasus, ada yang melorot ke jurang pelan-pelan diseret oleh perilaku dan pernyataan-pernyataannya sendiri, ada yang melalui pengelupasan pelan-pelan bahwa orang-orang yang selama ini didewakan oleh masyarakat itu sebenarnya sekadar seorang katak dalam tempurung. End of quote.

Selengkapnya:

UNTUK tulisan ini saya akan mengutip ayat Tuhan, tapi tidak ada hubungannya dengan identitas saya.Benar-benar tidak penting siapa seseorang, apa jabatan, atau status sosialnya.
Dunia akhirat yang terpenting adalah apa yang dia lakukan untuk orang banyak, dicatat atau tidak, diketahui atau tidak, dipuji atau tidak, mendapat award atau tidak, memperoleh tanda jasa atau tidak. Juga karena Tuhan berfirman tidak khusus kepada umat-Nya dengan identitas tertentu.
Nabi dan rasul pun cuma dilewati untuk disampaikan kepada semua jin dan manusia. Memang dalam pemahaman budaya selalu disebut ”nabi mendapat wahyu”, tapi maksud sebenarnya adalah Tuhan memberi guidance kepada semua makhluk-Nya melalui nabi, tepatnya melalui Rasul. Sebab Nabi,dengan nubuwwat, tidak memperoleh license untuk membimbing umat manusia sebagaimana Rasul dengan Risalat.
Ayat ini saya pilih tidak untuk berdakwah, bertablig atau untuk ”tulisan religi” atau apa pun jenis kotak-kotak penjerat kecerdasan dan kemerdekaan berpikir manusia. Kalimat Tuhan ini saya kutip karena sangat substansial dan relevan untuk didengarkan dan dihayati oleh setiap manusia dari bangsa Indonesia menjelang tiba di gerbang ketentuan akan bangkit atau hancur.
Tahun 2008 akan merupakan saat-saat sangat licin dan berbahaya bagi pikiran, bagi setiap visi dan misi,bagi segala aktivitas intelektual, ideologi,konstitusi ,manajemen kepemerintahan, wacanawacana aktivisme di semua wilayah kegiatan bangsa Indonesia. Kalau pelaku-pelaku terpenting dari jalannya manajemen negara ini lolos tidak terpeleset,atau terjerembab, atau terjerumus ke jurang dari jalanan licin itu, kita punya kemungkinan untuk selamat.
Kalau apa yang selama ini berlangsung tidak bergerak menuju perubahan-perubahan yang signifikan, maka kecemasan adalah tindakan mulia. Mungkin sangat sedikit di antara kita yang memerhatikan bahwa puncak-puncak dari makin banyak dunia aktivitasâ€" apa itu kesenian, ormas, budaya ketokohan, institusi kepemerintahan, dsbâ€"sedang satu persatu ”dipelorotin celananya” oleh sejarah, lebih amannya: oleh Tuhan.
”Dipelorotin celananya” itu maksudnya ditunjukkan kepada publik wajah mereka yang sebenarnya. ”Aurat”mereka yang selama ini ditutupi dengan hedonisme informasi, dengan feodalisme budaya, dengan disinformasi intelektual, dengan kegelapan spiritual: dikuakkan, dibuka, dibelejeti, satu demi satu.
Ada yang semua orang melihatnya dengan transparan, ada yang perlu satu dua lapis ilmu untuk mengetahuinya, ada yang memerlukan kecerdasan khusus untuk memahaminya. Alam,nature, Tuhan, hukum sejarah, sedang mendaftari satu demi satu jagoanjagoan sejarah untuk kena batunya.
Ada yang dipelorotin celananya melalui narkoba, ada yang terjerat kasus-kasus, ada yang melorot ke jurang pelan-pelan diseret oleh perilaku dan pernyataan-pernyata annya sendiri,ada yang melalui pengelupasan pelan-pelan bahwa orang-orang yang selama ini didewakan oleh masyarakat itu sebenarnya sekadar seorang katak dalam tempurung.
Dalam hal yang terakhir ini yang kita kutuk adalah tempurungnya, yakni faktor-faktor di lingkungan primernya yang membuat tokoh yang baik, yang dijunjung orang, yang dihormati seluruh bangsa atau umat: pada suatu saat tampak di depan umum bahwa dia katak dalam tempurung. Katak dalam tempurung tentu saja bermakna dia tidak benar-benar mengerti persoalan-persoalan masyarakat.
Selama berpuluh tahun atau atas sesuatu hal,tokoh kita itu tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh informasi yang memadai dan kredibel secara ilmiah, tidak membawa kepadanya ”bau persoalan” itu agar nuraninya menghayati. Maka produknya adalah persepsi yang bukan hanya salah atas suatu persoalan, tetapi bahkan terbalik, dan kemudian melahirkan penyikapan dan pernyataan yang memalukan dan mempermalukan dirinya, lambat atau cepat.
Nanti akan berkembang ke konteks moral kemanusiaan maupun akhlak keagamaan. Orang yang baik dan tokoh yang hebat bisa tiba-tiba menyandang dosa besar karena dia tidak mempersepsi sesuatu melalui metodologi tabayyun yang maksimal.Tabayyun itu konfirmasi dan rekonfirmasi, check and recheck, mendata lengkap, melakukan mapping secara objektif, menyelenggarakan analisis secara adil, kemudian mengambil kesimpulan dan keputusan yang arif dan indah.
Kalau katak dalam tempurung itu hanya menyangkut orang terpeleset di pasar, orang kecebur sumur, atau bentrok RT ini melawan RT itu, mungkin tidak terlalu besar dampaknya.Tetapi kalau katak dalam tempurung itu menyangkut masalah-masalah nasional, persoalan dasar kerakyatan yang menyangkut ribuan atau jutaan orang, celakalah semua orang.
Terpaksa saya tidak akan menyebut identitas apa pun,personal atau institusional, justru karena tingkat licinnya jalan bangsa kita menuju gerbang itu memaksa kita menggunakan kearifan berlapis-lapis.
Kita harus menjadi orangtua sepuh berumur 330 tahun karena yang kita hadapi adalah taman kanakkanak yang jumlah siswanya 240 juta orang.Tuhan berfirman dengan pola komunikasi diskusi: ”Yang kalian benci dan singkirkan itu mungkin justru yang baik dan kalian perlukan. Sementara yang kalian junjung- junjung tiap hari itu mungkin yang berbahaya bagi kalian…”
Sepertinya Tuhan harus lebih berterus terang di hari-hari depan bangsa Indonesia ini, dan sama sekali tidak bisa mengandalkan kecerdasan atau iktikad baik kita untuk melakukan rekapitulasi terhadap apa dan siapa yang sebenarnya kita butuhkan dan apa siapa yang sesungguhnya menghancurkan kita. (*)
EMHA AINUN NADJIB

 

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Parenting Groups

on Yahoo! Groups

Single Parenting

to managing twins.

Self Improvement

on Yahoo! Groups

Connect with people

and get support.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Fw: [KKAS] Tersesat dalam perjalanan pulang.



----- Forwarded Message ----
From: Jusuf Achmad <jachmad@yahoo.com>
To: KKAS@yahoogroups.com; anandkrishna@yahoogroups.com; milis-spiritual@yahoogroups.com; BeCeKa@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, January 9, 2008 9:55:16 AM
Subject: [KKAS] Tersesat dalam perjalanan pulang.

Sekitar sepuluh tahun yang lalu penulis beserta teman-teman dari Indonesia diundang seorang kenalan di London untuk bertandang kerumahnya.  Kenalan kami ini usianya sudah cukup lanjut namun masih sanggup mengendarai mobil sendiri dari rumahnya ke tempat kerja pulang-pergi.  Beliau berasal dari Pakistan dan sudah lama tinggal di London, tapi rupa-rupanya tidak hafal lika-liku jalan di kota yang besar ini. 

Kami mengendarai mobil yang berbeda.  Jadi kami hanya membuntuti mobil beliau dari belakang.  Beberapa kali beliau berhenti dan bertanya pada orang di jalan sambil menunjukkan peta.  Masa sih tidak hafal arah jalan ke rumah sendiri? Oh rupa-rupanya jalan yang biasa beliau lalui ditutup dan beliau tidak hafal jalan-jalan alternatif. Beliau sadar sedang tersesat, tapi beliau ingat betul letak rumah dan jalan-jalan disekitarnya.

Seseorang bisa disebut tersesat dalam perjalanan kalau dia tahu persis tempat yang dituju.  Kalau kita sama-sama tidak tahu persis tempat berpulang, letak "Rumah KediamanNya", karena Dia Maha Ghaib mana mungkin kita disebut tersesat atau saling menyesatkan..

Lalu kalau kita yakin Dia itu Maha Nyata dan ada di mana-mana, mana mungkin pula kita tersesat dan menyatakan orang lain tersesat.  Sadar tidak sadar, kita selalu bersamaNya dimanapun kita berada.  Sesungguhnya tiada Keberadaan selain Dia.

Memperkenalkan website saya yang baru: http://www.going-home.org
 


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Best of Y! Groups

Check out the best

of what Yahoo!

Groups has to offer.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] NEGERI IMPIAN

NEGERI IMPIAN
Beberapa Bulan Setelah Kemenagan Melawan Ayah

"you can kiss your family and friends good-bey and put miles
betweenyou, but at the same time you carry them with you in your
heart, your mind, your stomach, because you do not just live in a
world but a world live in you"
- Frederick Buechner

TERDENGAR tangisan seorang gadis di sebuah apartemen 2 kamar di
daerah Paris 15. "Huhuuuuu…. Aku nyesal nggak masuk UI! Aku nyesal
kenapa nipu-nipu ayah pas UMPTN! Aku nyesal kenapa aku berangkat
kesini! Aku harus cuci baju plus setrika sendiri! Aku harus masak
sendiri! Mana aku punya waktu ngerjain itu semua? Aku kan harus
belajar untuk persiapan ujian?! Aku nggak ada temennya? Aku
kesepiaaaaaaaaaaaaaannnnn!!!". Tangannya mengelap air mata yang
bercucuran dengan tissue yang sudah lecek.
Ia masih bicara sendiri dengan suara sengaunya, "Semua teman
kelasku pada ngobrol pakai bahasa sendiri-sendiri, sementara nggak
ada satu pun anak Indonesia di kelasku!! Temen-temen kelasku lebih
banyak yang nggak bias baha Iggris, padahal kalo pakai Bahasa
Prancis sama-sama nggak nyambung karena masih sama-sama bolot!! Aku
nggak ngerti orang-orang pasa ngomong apa. Bahasa Prancisku nggak
bagus, kalau belanja Orang Prancis malah marah-marah karena nggak
ngerti aku ngomong apa. Aku jalan lambat aja udah dijudesin! Aku
salah jalur aja langsung ditubruk. Aku kesepian, nggak punya temen.
Huuu… Ayahh.. Ibuuu..".
Sara menagis terisak di minggu ke-2 kedatangannya, 2 hari
setelah ayah ibu pulang ke Indonesia. Kajadian itu masih berlangsung
1 minggu lamanya.
Tapi setiap yah atau ibu telepon, dia selalu memperdengarkan
suara ceria. Seolah-olah senag dengan pilihannya. Ketika telepon
ditutup, dia kembali menangis.
Untungnya di minggu ketiga kondisi sudah mulai membaik. Dia
sudah mulai terbiasa dengan keadaan sendirian. Memasak mulai jadi
hobi. Belanja, buka account bank, naik metro dan kemana-mana sudah
biasa sendiri. Dia mulai tidak megharapkan ditemani siapa pun,
karena memang di sana semua orang harus melakukan segala sesuatunya
sendiri. Tidak ada yang menemani, tidak ada yang membantu. Harus
mandiri!
Satu hari ketika dia sedang belajar, telepon rumahnya
berbunyi. Dia piker ayah atau ibunya, karena Cuma mera yang
meneleponnya setiap hari secara bergantian. Kalo tidak ayah Ya ibu!

Ini adalah penggalan dari bagian kedua dari buku berjudul "Being 20
Something Is Hard", dimana seorang gadis yang bernama "sara" yang
menghadapi quarter life crisis di masa umur 20an.

Bagaimana kamu enghadapi quarter life crisis?

Judul : Being 20 Something Is Hard
Penulis : Dewi Pravitasari
Penerbit : DiwanTeen

http://diwanteen.blogspot.com , http://diwanpublish.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Yahoo! Groups

Find Green Groups

Share with others

Help the Planet.

Cat Groups

on Yahoo! Groups

Share pictures &

stories about cats.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Friendster Reminder :-)

TuHanTu: Incase ada rekan sepadepokan yang nggak baca atau nggak lihat, reminder berikut tentang ONANI, cairannya masih kental di milis FPK... Selamat menikmati:-)

Kutipan-kutipan:

Yang sering saya dengar dan temukan, dosen sibuk ngerjain proyek dan
mahasiswa telantar.

Ada banyak jurnal di kampus. Tapi jurnal-jurnal ini juga kurang
berwibawa. Jurnal dikelola dengan semangat
onani: dikelola sendiri
oleh dosen yang peneliti itu, diisi dengan tulisan hasil penelitian
mereka sendiri, kadang-kadang dibaca dan didistribusikan sendiri, dan
mereka dapat cum untuk kenaikan pangkat sendiri. Jurnal jadi semacam
etalase hasil penelitian, bukan tempat pertukaran pikiran.

http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/74616

 

Yang saya bingungkan sumbangan penelitian dari lembaga pendidikan
untuk masyarakat sangat kecil. Sudah jadi rahasia umum biaya-biaya
penelitian pendidikan di lembaga riset perti hanya cuman dijadikan
proyek bersifat jangka pendek bisa di duitin, bukan penelitian
dengan visi jangka panjang.

Buku-buku bermutu jarang beredar dari kelompok-kelompok perti tapi
malah dari swadaya masyarakat dan bantuan yayasan asing.
Dunia
perguruan tinggi di Indonesia lebih berkutat hanya pada masalah
gengsi sosial ketimbang menjadi alat terobosoan pencerdasan bangsa.

http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/74551

 

Sarjana di Indonesia artinya : gengsi bukan intelektualitas.
Kaum Intelektual sesungguhnya harus memiliki daya tahan (Mesu Budi,
meminjam istilahnya Sartono Kartodirdjo) untuk menderita demi
pertanyaan-pertanyaan yang dihadapinya.

Namun
sarjana dan pensarjanaan di Indonesia adalah proses
industrialisasi gengsi yang sifatnya masalah strata sosial
.

http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/74400

 

saya ingin melebarkan soal etika penelitian ini kepada
etika akademisi. masalah ini sampai sekarang masih
banyak terjadi di lingkungan perguruan tinggi kita.
hipokrisi sangat dekat dan bahkan lekat dengan dunia
perguruan tinggi
(perti). bukankah selama rejim orba
perti kita selalu menerima dan bahkan berlomba meminta
dan menyelenggarakan penelitian melalui jalur-jalur
politik dan kekuasaan (dan juga seminar)orderan untuk
mengesahkan policy pemerintah dari pusat sampai dengan
daerah? dan bukankah sampai sekarang masih tersisa
atau bahkan menumpuk hasil penelitian-penelitian
"ganti sampul" diperti di negeri ini? dan tidak
sedikit akademisi yang membimbing s-2 dan s-3 yang
sekaligus juga menjadi peneliti (dengan mengerahkan
mahasiswanya) dan penulis thesis bimbingannya. adakah
hal-hal itu sekedar gossip?

http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/74317

 

 

Be Fun

 

TuHanTu

http://hole-spirit.blogspot.com

 

 

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Curves on Yahoo!

Share & discuss

Curves, fitness

and weight loss.

.

__,_._,___

Selasa, 08 Januari 2008

[psikologi_transformatif] Terorisme dan Politik (2)

Terorisme dan Politik (2)

Praktek terorisme dapat dilihat akar sejarahnya dari tokoh Syi'ah
ektrim Hasan bin Sabah dari sekte Hassyasyin (1057M) yang diberi gelar
The Old Man of The Mountain in Alamut (dekat laut Kaspia), dan nama
Hassyasyin (ada hubungannya dengan penggunaan hasyis-narkoba) kemudian
di Barat-kan menjadi Assasination karena kelompok ini selalu membunuh
lawan-lawan politiknya secara tiba-tiba. Sedangkan ideologi terorisme
modern pada umumnya dinisbahkan kepada Teori Evolusi Darwin struggle
for survival between the races dan teori natural selection.

Selanjutnya Maximilien Robespierr, tokoh Revolusi Perancis dianggap
sebagai peletak dasar terorisme modern, kemudian disusul Vladimir
Lenin (Rusia), Yoseph Stalin (Rusia) yang diberi predikat master
executive terror (1924), disusul Mao Tse Tung (Cina) yang dalam
melakukan teror untuk menjamin kesetiaan rakyat kepada negara
menghancurkan institusi keluarga dan agama.

Di Amerika, terorisme bukanlah sesuatu yang asing sejak perang abad ke
tujuh belas. Bahkan menurut sejarahnya, Amerika dirumuskan dan
dilahirkan dalam kejahatan, "this nation was, as one historian note,
"coceived and born in violence"7 oleh karena itu perang Amerika
terhadap terorisme sesungguhnya merupakan perang melawan diri sendiri,
atau bagian dari kultur teroristiknya.

Internasionalisasi Terorisme
Ada dua hal yang menjadi titik internasionalisasi "terrorisme" dewasa
ini yaitu sosok Usamah bin Laden dan Afganistan atau kota Peshawar.

1. Sesungguhnya kasus Usamah bin Laden lebih merupakan limbah politik
dalam negeri Saudi Arabia. Usamah sebagai seorang muslim dan
nasionalis Saudi bersama dengan 50 orang ulama/cendekiawan Saudi,
protes keras terhadap kerajaan atas kehadiran tentara (pangkalan
militer) Amerika di bumi kota suci Makkah Madinah. Kerajaan Saudi
bukan saja tidak menghormati aspirasi Usamah dan 50 tokoh Saudi
lainnya, tetapi lebih suka menunjukkan komitmen kerjasamanya dengan
Amerika Serikat. Usamah terusir dari tanah kelahirannya dan akhirnya
ia menjadikan seluruh negeri Islam sebagai tanah airnya. Ia pernah di
Sudan, kemudian menetap di Afghan, sekarang kemungkinan besar sudah
gugur tetapi tetap "dipelihara" kemunculannya guna mengawal "proyek"
perang melawan terorisme global.

2. Ketika Uni Sovyet menduduki Afganistan, Amerika sangat
berkepentingan untuk mengusirnya. Dalam upaya mengusir tentara Komunis
itu Amerika membantu, melatih dan mempersenjatai Mujahidin Afghan.
Invasi negara Komunis ke bumi Afghanistan sangat menyentuh panggilan
jihad kaum muslimin dari seluruh dunia. Amerika merasa menemukan
potensi yang dapat digunakan sebagai kekuatan pengganggu Uni Sovyet,
maka Amerika menfasilitasi partisipasi mujahidin non Afghan yang
datang dari seluruh penjuru negeri Islam, termasuk dari Indonesia di
Peshawar Pakistan.

Peshawar bagaikan Akademi Militer dengan 100 000 mujahidin dari
seluruh dunia dibawah asuhan team instruktur CIA dibawah kendali
William Cassey, M16 (Inggris), ISI (Pakistan) dan dana dari Saudi
Arabia. Nah ketika Uni Sovyet telah berhasil diusir dari bumi
Afghanistan, para Mujahidin merasa bahwa merekalah yang mengusir
tentara kafir dari Afganistan, tetapi Amerika merasa dialah yang
berhasil mengalahkan Uni Sovyet dengan melatih pasukan mujahidin Afgan
dan non Afgan. Sepeninggal tentara Uni Sovyet tanpa disadari telah
hadir veteran perang (mujahidin) yang jumlahnya sangat besar.
Pengalaman keberhasilan Mujahidin mengusir tentara super power Uni
Sovyet secara psikologis melahirkan konsep diri positif pada
mujahidin, yakni merasa sanggup mengatasi masalah seberat apapun. Oleh
karena itu gelombang veteran perang Afghanpun mengalir ke Bosnia
bahkan ke Chehnya, Daghestan dan Moro, juga Poso dan Ambon.

Pokoknya dimanapun terjadi penindasan terhadap kaum muslimin, para
mujahidin itu siap untuk jihad dan syahid. Ketika para pahlawan perang
yang tangguh itu kemudian tidak lagi menemukan medan jihad, maka
sebagian besar kembali ke habitatnya sebagai orang biasa, ada petani,
pedagang dan guru agama, tetapi ada juga yang mengalami problem
psikologis seperti veteran perang Vietnam di Amerika. Hambali, Amrozi
, Imam Samudera dan yang lain-lain yang jumlahnya cukup banyak adalah
orang desa (lokal) yang masuk pusaran global.

Mereka tinggal di desa kecil, tetapi informasi dunia global selalu
diikuti melalui internet, dan seperti Rambo jiwanya mudah terguncang
ketika melihat arogansi Amerika yang selalu menggunakan standar ganda.
Mereka bukanlah terrorist seperti yang di stigmakan oleh publik opini
media Barat, tetapi mereka adalah pejuang ideologis yang sedang
membutuhkan tempat berpijak yang tepat. Oleh karena itu memperlakukan
kelompok itu secara "gebyah uyah" dengan menggunakan paradigma perang
melawan terorisme international seperti yang dikumandangkan oleh
presiden Bush, bukan saja tidak efektif, tetapi akan membangkitkan
kembali jiwa perang veteran yang sudah tenang di habitat asalnya.

Laporan Badan Penasehat Pentagon, Defence Science Board yang bertajuk
Strategic Communication sebagaimana dikutip situs BBC (Kamis
25-11-2004) secara terbuka menyalahkan perang melawan terorisme yang
justeru melebarkan jaringan terorisme terhadap Amerika, karena
diplomasi publik oleh AS soal demokrasi ke dunia Islam tak lebih
sebagai kepura-puraan semata. Tindakan AS terhadap dunia Islam, kata
laporan tersebut didorong oleh motif tersembunyi dan secara sengaja
dikendalikan demi memenuhi kepentingan nasional AS dengan mengorbankan
dunia Islam.

Wassalam,
agussyafii

==============================================
Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui
achmad.mubarok@yahoo.com atau http://mubarok-institute.blogspot.com
==============================================

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Green Y! Groups

Environment Groups

Find them here

connect with others.

HDTV Support

The official Samsung

Y! Group for HDTVs

and devices.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: KRISIS IDENTITAS

Haha...Krisis Identitas ini untuk TuHanTu-kah?... Hanya orang yang butuh pengakuan untuk dikatakan ´saya baik, saya anu, saya itu, saya berhati mulia, dst...dst... ´-lah yg sangat kehilangan Indentitas... Soal ngomong jorok, its about feeling and standard masing-masing deh... Hikhikhik...

Soal krisis identitas dan kopi kental, saya kasih contoh... Bukankah Starbucks Indonesia itulah yang krisis identitas?... Mengapa tidak kalian bantu cari identitas baru, selain artikel berjudul Kopitalisme, itu? ... Anda-andakan pandai buat proposal, ya nggak? Masak kalah ama Gassing?... Wakakakaka....

... hate or love me, I dont care... I have love more than I need...;-)

By the way, is this guy a good one or bad one? Kata ´We´ pada kalimat ´We first fought ... dst.´ maksudnya adalah ´U.S.A.´

Quote: ~~~ "People think our music's very aggressive or angry or whatever, and it's just the opposite, really, ... I like laughing. And I like being really calm before a show, and smiley."~~ ~~ "We first fought the heathens in the name of religion, then Communism, and now in the name of drugs and terrorism. Our excuses for global domination always change." ~~~~~ End of quote (By: Serj Tankian )

TuHanTu: Yeah, keep on rockin, buddy!...Ah ya, how about the excuse for intellectual domination by those useless intellectual institutions in Indonesia?  Ataukah Anda, yang berstatus akademisi terhormat tuan paduka agung... hanya jedah dikit dari aktifitas saling bertukar kata-mengelus rasa... melalui syair syair indah nan merdu... sehingga orang-orang kecil -seperti juga saya- masih bisa bermimpi untuk berharap bahwa hidup masa depan akan lebih baik di negri sendiri, karena kita punya banyaaaaaak orang terdidik yang baik hati dan pandai berkata manis... Apalagi kalau nulis proposal, duuuuhhh...manisnyaaa...

I fights my own battles, you can fight your own... Tapi jangan harap saya akan percaya bahwa kalian berjuang untuk orang lain, untuk orang-orang tersisih, untuk mereka yang terkucil, untuk kemaslahatan seluruh anak bangsa...bla..bla..bla... 

Lets dance in style, lets dance for awhile... I wanna be forever young, bukannya botak mikirin yang serius-serius.... Wakakakakaka....

Be Fun

TuHanTu

http://hole-spirit.blogspot.com

 


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Asas Asas <asas2004asas@...> wrote:
>
> Aku, bisaku cuming mencela bangsaku sendiri
> Aku, bisaku cuming bisa mengira diriku terhebat di dunia ini
> Itu jelek, ini jelek, liat, liat, liat, aku obrak abrik orang2 o'on negeri ini
> Nampang adalah cuming bisaku, hihihihi
> Minum kopi kental ngemplang, enak dinikmati
> Bikin istilah-istilah konyol, sangat kugemari
> Logika2 o'on yang gak sesuai, kusebar ke sana sini
> Bicara jorok, adalah panggilan jiwa ini
> Harus peduli ama orang lain, egp iiiin aja , hihihi
>
> non_sisca non_sisca@... wrote:
> Siapakah saya ?
> Apakah gunanya diriku dan hidupku ?
> Apa arti hidupku untuk diriku dan untuk orang lain ?
>
> Ini pertanyaan2 essensial yang selalu menghantui setiap manusia.
> Pertanyaaan2 ini merupakan tantangan dasar hidup seorang manusia dan
> menjadi langkah awal dalam kematangan pribadinya.
>
> Dan siapa orang lain ?
>
> Orang lain itu ialah semua manusia ; tanpa kecuali.
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Support the World Aids Awareness campaign this month with Yahoo! for Good
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Best of Y! Groups

Check it out

and nominate your

group to be featured.

HDTV Support

The official Samsung

Y! Group for HDTVs

and devices.

.

__,_._,___

Re: [beasiswa] [Butuh Info] Kursus bahasa thailand

///Moderator's Note///
Alamat Kedubes Kerajaan Thailand,
Royal Thai Embassy
74, JaIan Imam Bonjol
Jakarta Pusat 10310

Tel. (62-21) 390-4052 (hunting)
5296-3807- Ambassador
310-7468 - Minister
390-4052 - Counsellor
Fax. (62-21) 310-7469, 319-1411
E-mail : thaijkt@indo.net.id

Website : http://www.thaiembassy.org/jakarta

Office Hours :Monday to Friday 09.00-17.00 hrs.
Visa and Consular section : Application for Visa/Legalization 08.30-13.30 hrs. Collection of Visa / Legalization 13.30-16.30 hrs.
Dhany
==========================================

Dear Mba Sukma
bisa jadi kursus bahasa yg " istilanya " jarang itu ada di kedutaan thailand..................
coba aja.....
slamat mencoba ya....

----- Original Message ----
From: Sukma <hantu_maut@yahoo.com.sg>
To: beasiswa@yahoogroups.com
Sent: Friday, January 4, 2008 5:51:24 PM
Subject: [beasiswa] [Butuh Info] Kursus bahasa thailand


Dear All,

Apakah di antara rekan-rekan ada yang mengetahui tempat untuk kursus bahasa thailand di daerah Jakarta dan Bogor ? Saya coba browse tidak berhasil mendapatkan informasinya.

Terima kasih sebelumnya atas perhatian dan bantuannya.

-Sukma-


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/