Rabu, 24 Oktober 2007

[psikologi_transformatif] Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO)

Bapak/Ibu yang terhormat,
 
Dengan senang hati kami, Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO), menawarkan kepada Anda dua program yang penuh manfaat yang akan diselenggarakan pada bulan November 2007. APIO adalah organisasi profesi dalam bidang Psikologi Industri dan Organisasi di bawah Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Sejak dideklarasikannya (Oktober 1999), APIO telah banyak menyelenggarakan Workshop, Seminar dan Pelatihan di berbagai kota besar di Indonesia.
 
Tanggal 15–16 November 2007 kami akan menyelenggarakan Workshop "ASSESSING AND DEVELOPING SALES PERSON: Training for Assessor Using New Method in Sales A/D Center" di Hotel Grand Kemang, Jakarta. Workshop ini bernilai strategis mengingat dalam situasi dunia usaha yang sangat kompetitif dewasa ini, tenaga penjualan yang efektif sangatlah penting. Workshop ini akan memberikan kepada Anda metode yang jitu untuk merekrut tenaga penjualan yang handal, mengembangkan kemampuan mereka, juga menjaga loyalitas mereka pada perusahaan Anda. Workshop ini dirancang untuk memberi Anda kemampuan dan tools yang kuat untuk menyeleksi dan mempertahankan Top Sales Performers!
 
Perlu juga disadari bahwa tantangan organisasi kelas dunia bukan semata-mata profit. Bagi pengambil keputusan strategis, sustainability organisasi dan ketangguhannya menghadapi tantangan global merupakan masalah tersendiri. Peran pemimpin puncak, praktek dan kiat-kiat membangun organisasi menjadi kelas dunia melalui pembangunan modal manusia dan sosial dalam organisasi akan dikupas dalam APIO ONE-DAY SEMINAR "Becoming Transformational Leader: Building Human & Social Capital through Leadership" di Jakarta, The Four Seasons Hotel, 22 November 2007. Pembicaranya adalah dua mantan CEO yang sangat berpengalaman: Dr. Djokosantoso Moeljono & Dr. Robby Djohan.
 
Kami yakin, akan ada banyak manfaat yang Anda dan perusahaan Anda peroleh dari dua program di atas. Lebih rinci tentang dua program tersebut dapat Anda pelajari dalam dokumen terlampir. Anda juga dapat langsung mengisi formulir keikutsertaan dan mengirimkannya kembali kepada kami.
 
Untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi kami.
 
 
Salam hangat,
 
 
APIO
 
Contact Persons
Sundari - 0813 1097 2689
Haryo – 0818 68 7728
Bertina - 0812 845 7085
Telp/Fax. Sekretariat APIO Induk: (021) 776 0208
 


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Send pics quick

Share photos while

you IM friends.

Green Groups

on Yahoo! Groups

share your passion

for the planet.

Dog Zone

on Yahoo! Groups

Join a Group

all about dogs.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Balasan: Bagaimana nasehat Anda kepada rekan ini? (re: Konflik)

Dalam dunia komputer tidak ada software yang merusak hardware.

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "sig.metris"
<sig_ivankhoe@...> wrote:
>
>
> Perlu menyadari bahwa secara otak atau hardware sebenarnya yang
> namanya pikiran jahat atau baik itu TIDAK ADA. Semuanya hasil
> pelabelan yang dibuat oleh manusia atau budaya. Justru kalo terlalu
> ekstrim melabelkan sesuatu apakah itu baik/jahat, kondisi software
> seperti itu bisa merusak hardwarenya lhooo :-)
>
> wasallam
> METRIS

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Endurance Zone

A Yahoo! Group

for better endurance.

Best of Y! Groups

Check it out

and nominate your

group to be featured.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Balasan: APAKAH KAPAL KOMPATI PERLAHAN-LAHAN TENGGELAM ?

emang lagi berenang dimana kok pada tenggelam ?
Namun emang ada sedikit betulnya, hilang ilmu mulya agama.
tapi ada tapinya, kalau ilmu tak punya, agama juga nggak karuan, yang
muncul ego atau keakuan.

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, don kenow
<donkenow@...> wrote:
> Selamat pagi semuanya,
> Kita sama-sama tahu bahwa ada training/seminar dengan judul :
"accounting for non accountant" atau "IT for non IT managers".
>
> Pertanyaannya adalah : what's wrong ?
>
> Jawabnya : ilmu non akuntansi tidak cukup (buat insinyur), ilmu
non IT tidak cukup (buat akuntan misalnya).
>
> ...............................
>
> Psikologi "tenggelam", akuntansi "tenggelam", ilmu hukum "tenggelam".

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Dog Groups

on Yahoo! Groups

discuss everything

related to dogs.

Yahoo! Groups

Be a Better Planet

Share with others

Help the Planet.

Y! Messenger

Send pics quick

Share photos while

you IM friends.

.

__,_._,___

[beasiswa] [INFO] 13 PhD Scholarships at University of Milan, Italy

SELECTION FOR THE AWARD OF STUDENTSHIPS TO NON EU CITIZENS
FOR ADMISSION TO RESEARCH DOCTORATE/PH.D. DEGREE COURSES

The University of Milan announces a competition by selection on the
basis of academic qualifications for the admission of non EU citizens
to the Research Doctorate/Ph.D. degree courses.

Deadline: 8 November 2007

Call:
http://www.unimi.it/ricerca/dottorati/20548.htm

Application:

http://www.unimi.it/cataloghi/dottorati_borse_premi/notice_2008.rtf


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] Re: MUSUH VCL: G DAVID, BADUAMINK@GMAIL.COM

Horeee orang gila bertambah... segmen pasar psikologi meluas ..
hua..ha..ha..hah
ttd
orang badung.

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "G David"
<baduamink@...> wrote:
>
> Aku kan terpesona dengan gayamu, tiru-tiru kamu.
> Engkau adalah pujaanku David G.
> Aku ingin jadi kembaranmu di dunia maya ini.
> ---
> gd
>
>
> On 10/24/07, David G. <BaduAmin@...> wrote:
> >
> > Nama saya David G., email saya: baduamin@...<baduamin%40gmail.comG>
> >
> > Lantas muncul seseorang yang menggunakan nama "G David" dan email
> > "baduamink@... <baduamink%40gmail.com> "
> > yang asyik memforward email-email orang lain.
> >
> > Lha, wong mau sekadar ngritik Vincent Liong saja, kok pakek cara
begitu
> > ... :)
> >
> > Meskipun saya ndak sepaham dengan VCL, saya kok semakin tidak simpati
> > dengan musuh-musuhnya.
> >
> > ---
> > dg
> >
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Groups

Get info and support

on Samsung HDTVs

and devices.

Green Y! Groups

Environment Groups

Find them here

connect with others.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Buletin Elektronik SADAR Edisi 73 Tahun III 2007

 

Buletin Elektronik

www.Prakarsa-Rakyat.org

SADAR

Simpul Untuk Keadilan dan Demokrasi
Edisi: 73 Tahun III - 2007
Sumber: www.prakarsa-rakyat.org


 

RITUALISASI HARI RAYA KEAGAMAAN

 

Oleh: Nanang Ibrahim [1]

 

“Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu  merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan.” (QS,  As Syuraa 26:183.)

 

Idul Fitri atau lebaran di Indonesia selalu diikuti dengan tradisi mudik-pulang kampung. Selain mudik, Idul Fitri di Indonesia diperingati sebagai waktu untuk halal bi halal. Kedua tradisi ini merupakan hal berbeda dan sulit ditemukan di belahan dunia lain.  Pun, beberapa tradisi keagamaan dan juga model rumah ibadat, termasuk masjid yang memiliki corak tidak lagi Arabia sentris.  Tradisi adalah hasil karya peradaban sebagai perwujudan corak budaya zamannya, maka apapun itu harus kita akui dan kita pelajari untuk diambil manfaatnya.

 

Seperti sudah dimengerti oleh masyarakat umum, Indonesia adalah negara dengan mayoritas masyarakatnya adalah Umat Islam sekitar 90 %. Nah, dengan jumlah yang begitu besar tentunya memiliki nilai ekonomi, sosial dan politik yang begitu besar pula. Namun di perayaan hari raya agama lain, seperti Hindu, Budha dan Nasrani juga tidak kalah semarak dengan berbagai ritualnya.  Lalu apa makna dari sejumlah tradisi yang terkandung dalam “ritual” agama tersebut?

 

Ritualisasi sejumlah perayaan hari keagamaan telah menjebak umat pengikut agama tersebut pada wilayah syariat (hukum formal) tanpa menyentuh/mendalami dan memahami hakikat dari ajaran agama tersebut. Bentuk ritualisasi mudik dan halal bi halal dilegalkan (secara tidak langsung) oleh negara dengan segala kepentingan dari kekuasaaan.   Ini bisa dibuktikan dengan pemberian secara khusus libur panjang nasional secara bersama. Di Indonesia formalitas atas ritual tersebut sangat terasa dengan pemberian cuti bersama yang panjang dan semua hari raya keagamaan dijadikan hari libur nasional.

 

Sejumlah ritual keagamaan terjebak pada nilai syariat saja, karena dijadikan simbol pengakuan bahwa Rakyat Indonesia beragama.   Ini disebabkan oleh teror orde baru akan stigma komunis yang atheis. Stigmatisasi dengan ukuran simbol-simbol agama dan dibakukan dengan bentuk “ritualnya.”  Kita akan temukan orang bilang malu nggak bisa beli baju baru, nggak bisa mudik, nggak bisa beli kue lebaran, nggak bisa terlibat dalam ritual dalam rumah ibadat dengan sepatu-sendal dan baju yang lama.   Sebaliknya, mereka tidak malu bila anaknya tidak sekolah, tidak mau mengaku akan kemiskinannya karena upahnya murah atau sulit kerja, mereka malu mengaku kalau sebagai tenaga kerja migran yang gagal.

 

Sejumlah ritualisasi hari raya keagamaan tersebut diperparah oleh pemuka agamanya dengan mengajarkan hanya pada tataran permukaannya, seperti hanya mengingat tanggal-tanggal kejadian dan sepotong peristiwanya.  Umat tidak diajarkan akan hakikat kejadian-kejadian tersebut, seperti kutipan ayat pembuka tulisan ini (jarang bahkan tidak pernah disampaikan dalam dakwah). Tidak pernah diajarkan sejarah semua agama dengan benar yang bertujuan merubah keadaan ekonomi, sosial masyarakat waktu itu yang tertindas oleh kekuasaan tirani. Tidak disampaikan bagaimana semua agama mengajarkan keadilan, kebenaran, anti penghisapan. Tidak diajarkan bagaimana mencintai, menjaga dan merawat hubungan dengan alam (hablum minallark), manusia (hablum minannass) dan dengan Tuhan (hablum minallah) sebagai inti semua agama.

 

Karena sistematika pengajaran yang dogmatis dan mengedepankan simbol-simbol serta eksistensi agama, maka agama kehilangan hakikatnya sebagai alat pembebas manusia dari ketertindasannya.  Dengan segala kondisi tersebut ritual menjadi ukuran keberhasilan suatu agama dalam merekrut umat untuk memeluknya.   Ritualisasi menjadi nilai dan bukan sekedar syariat belaka sesuai historisnya. Bahkan pada praktek keseharian agama menjadi alat legitimasi rezim dalam menindas rakyatnya.  Menjadi legitimasi pembodohan massal dalam kehidupannya.

 

Akibat yang bisa kita lihat dan rasakan saat ini, ritualisasi hari raya menjadi “satu bagian episode penindasan baru” bagi umat. Satu episode ritualisasi perayaan keagamaan menjadi “pasar manis" kapitalisme.   Hasil kerja keras setahun diabdikan untuk meraih gengsi dalam beberapa hari saja dengan menjadi konsumen yang santun.  Membeli barang yang tidak dibutuhkan dan cara membelinya juga dengan memaksa dirinya sendiri untuk sebuah gengsi dalam perayaan keagamaan.   Berapa keuntungan pengusaha saat perayaan keagamaan, dan berapa kerugian serta derita yang dirasa rakyat pekerja?   Tidak pernah masuk hitungan pemimpin umat agama di negeri ini.

 

Ritual keagamaan telah digunakan dengan baik oleh kapitalisme untuk menancapkan kepentingannya. Kapitalisme telah menggunakan ritual sebagai alat “pembredelan” hakikat agama dan membelokkan tujuan awalnya, yakni melawan ketidakadilan dan penindasan sesama umat.  Agama bahkan menjadi legitimasi kebijakan-kebijakan kapitalisme lewat rezim penguasanya yang merugikan dan menindas rakyat.  Agama oleh kapitalisme hanya diporsikan untuk bicara dan bergerak pada wilayah manusia dengan tuhannya. Pemimpin-pemimpin agama tidaklah lebih menjadi pendakwah “komersial” ala ahli nujum di jaman kerajaan, agar rakyat takut dan patuh pada penguasa.

 

Ini bukan sebuah opini untuk menggiring orang untuk anti agama atau anti Tuhan, tetapi lebih melihat kenyataan bahwa agama telah kehilangan hakikat dalam praktek keseharian. Agama sebagai alat pemersatu, pun hari ini seperti kehilangan kekuatannya. Sebagai pemberi semangat juga hambar.  Semuanya bisa terjadi karena dua hal, Pertama, dari dalam tubuh agama itu sendiri. Pemuka dan pemimpinnya tidak mau dan tidak berkehendak agama sebagai alat pembebas manusia atas penghisapan manusia lain sebagaimana tujuan awalnya.  Kedua, kekuatan kapitalisme menggunakan agama dengan baik untuk kepentingan menumpuk modal.  Dalam strategi kapitalisme agama dipakai alat untuk “menjinakkan/memoderasi” umat (yang mayoritas kelas pekerja) agar tidak melawannya sehingga penumpukan modalnya tetap lancar.

 

Minal Aidzin Wal fa Idzin, Mohon maaf dengan segala ketulusan lahir-bathin.

 

 

 


[1] Penulis adalah Pengurus FPPB (Federasi Persatuan Perjuangan Buruh) PT Micro Garment, Bandung dan sekaligus anggota Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat dari Simpul Bandung.

 

 

 

 

webmaster@prakarsa-rakyat.org  

 

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Yahoo! Groups

Get info and support

on Samsung HDTVs

and devices.

Real Food Group

on Yahoo! Groups

What does real food

mean to you?

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Beasiswa Bagi Wartawan Belajar di Berlin - Jerman

Beasiswa Bagi Wartawan Belajar di Berlin - Jerman
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=13&dn=20071024134618

Oleh : Redaksi-kabarindonesia
24-Okt-2007, 13:46:18 WIB - [www.kabarindonesia.com]

Sent: Tuesday, October 23, 2007 3:08 PM
Subject: Penawaran mengikuti Program Training Course "Economic and
Financial, Reporting"

Kepada Yth.
Para Pemimpin Redaksi
Harian dan Majalah Ekonomi
dan Kantor Berita

Dengan hormat,
dengan ini kami beritahukan, bahwa The International Institut for
Journalism (IIJ) dari InWEnt akan menyelenggarakan program
training "Economic and Financial Reporting"; dari tanggal 18 Januari
hingga 17 Maret 2008 di Berlin, Jerman. Training tersebut terbuka
bagi para wartawan/editor bidang ekonomi khususnya media cetak.

Bersama ini kami lampirkan informasi lengkap maupun persyaratan
tentang program tersebut serta formulir pendaftarannya. Perlu kami
garisbawahi, bahwa calon peserta adalah wartawan yang biasa menulis
masalah ekonomi dan harus bisa berkomunikasi dengan baik dalam
bahasa Inggris (baik lisan maupun tulisan), mengingat semua
pelajaran akan diberikan dalam bahasa Inggris, tidak berusia lebih
dari 35 tahun dan memiliki pengalaman profesional sekurang-kurangnya
empat tahun.

Selambat-lambatnya pada tanggal 15 November 2007, formulir beserta
semua lampiran yang diperlukan diserahkan kepada pihak Kedutaan
Jerman. Pada saat penyerahan berkas akan dilakukan tes kemampuan
berbahasa Inggris, serta pengecekan kelengkapan berkas. Berkas para
calon yang dinilai memenuhi syarat akan diteruskan oleh pihak
Kedutaan Jerman kepada pihak InWEnt di Berlin. Keputusan final akan
dilakukan langsung oleh InWEnt .

InWent akan menyediakan akomodasi, makan atau uang makan, tiket
musiman untuk transportasi umum selama berlangsungnya program. Bagi
media yang tidak dapat menanggung biaya tiket pp ke Berlin, Jerman,
hendaknya menuliskan surat dengan menyampaikan alasannya. Perlu kami
beritahu bahwa biaya perjalanan dalam negeri, pengurusan pembuatan
paspor, pemeriksaan kesehatan, imunisasi maupun pembayaran fiskal
dan airport tax tidak dapat ditanggung oleh pihak InWent.

Demikian pemberitahuan kami. Kami harap salah seorang
editor/reporter Anda dapat mengikuti program tersebut. Silakan
menghubungi InWEnt langsung, jika memerlukan informasi tambahan.
Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami mengucapkan terima
kasih.

Hormat kami,
--
Luki Hermanto
Press and Cultural Affairs
German Embassy
Jl. M.H. Thamrin No.1
Jakarta 10310
Tel: +62 21 398 55 121
Fax: +62 21 390 17 57
e-mail: mailto:pr-100@jaka.diplo.de
http://www.jakarta.diplo.de/

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Instant hello

Chat over IM with

group members.

Yahoo! Groups

Find Green Groups

Share with others

Help the Planet.

Athletic Edge

A Yahoo! Group

to connect w/ others

about fitness goals.

.

__,_._,___