Senin, 19 November 2007

Re: [psikologi_transformatif] 1 - SEBUAH PERTANYAAN TENTANG KECERDASAN

yach...mbak tih, kura kura dalam perahu ya? ahahahah
di milis ini juga banyak.....absen aja mbak?
seminarnya itu bisa gratis ga mbak tih? tar aq di itung anak kecil aja githu.....:)
tomy
 
----- Original Message ----
From: ratih ibrahim <personalgrowth@gmail.com>
To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
Sent: Monday, November 19, 2007 5:19:50 AM
Subject: Re: [psikologi_transformatif] 1 - SEBUAH PERTANYAAN TENTANG KECERDASAN

memang ada dukun psikolog?
baru tau
itu judul profesi baru ya?
seperti dukun pijet? dukun melahirkan?
kalau yang beginian memangnya perlu juga di tes kecerdasannya ga?
 
si bude


 
On 11/18/07, Tomy T <tomigant@yahoo. com> wrote:

wah....banyak banget pesannya mbak tih....lagi mau nich ya? (mau posting maksudnya) ahahahahh
duh yang ginian tanya sama DUKUN PSIKOLOG mbak :)
tomy

 
----- Original Message ----
From: ratih ibrahim < personalgrowth@ gmail.com>
To: psikologi_transform atif@yahoogroups .com
Sent: Sunday, November 18, 2007 12:44:00 AM
Subject: Re: [psikologi_transfor matif] 1 - SEBUAH PERTANYAAN TENTANG KECERDASAN

tanyaaaaaaaaaaa dongggggggggggggggg :
 
"tuyul bisa dites kecerdasannya ga?????????? ???"
 
bude Tih

 
On 11/15/07, Tomy T < tomigant@yahoo. com> wrote:

nimbrung ah....
aq tanya dulu nich sama si penulis di bawah.....
kecerdasan  yang kamu tulis itu hanya beu tuk manusia?
tomy

 
----- Original Message ----
From: audifax - < audivacx@yahoo. com>
To: psikologi transformatif < psikologi_transform atif@yahoogroups .com >; Komunitas Labsos <r-mania@yahoogroups .com >
Sent: Wednesday, November 14, 2007 6:31:27 AM
Subject: [psikologi_transfor matif] 1 - SEBUAH PERTANYAAN TENTANG KECERDASAN

Kecerdasan
 
Apa itu kecerdasan? Secara umum mungkin orang masih mengaitkan kecerdasan dengan IQ atau Intelligency Quotient. Dalam konsep IQ, terdapat penjenjangan kecerdasan mulai dari jenjang yang terendah seperti: idiot, imbisil, moron hingga ke jenjang yang menduduki 'area' puncak seperti: Superior atau Very Superior. Namun dalam perkembangannya, ternyata ditemukan bahwa komponen kecerdasan dalam kehidupan manusia bukan semata IQ.
 
Seiring waktu, mulai ditemukan dan dirasakan pentingnya komponen-komponen kecerdasan selain IQ. Komponen kecerdasan ini ternyata juga memegang peran sama pentingnya dengan IQ ketika manusia menggunakannya untuk bertahan hidup. Daniel Goleman misalnya, menemukan pentingnya kecerdasan emosi melalui konsepnya tentang Emotional Intelligence. Setelah itu bermunculanlah beragam kecerdasan lain seperti: Spiritual Quotient, Linguistic Intelligence, Musical Intelligence, Sexual Intelligence dan banyak lagi.
 
Tak jarang ada yang menggabungkan antara komponen satu dengan yang lain, seperti bisa dilihat pada konsep ESQ (Emotional Spiritual Quotient). Tak jarang pula penggabungan atau pemunculan jenis kecerdasan baru itu dilakukan secara gegabah dan tak bisa dipertanggungjawabk an scara ontologis, epistemologis dan aksiologis.
 
Lalu apa itu kecerdasan? Kecerdasan bisa jadi mirip dengan apa yang digambarkan Howard Gardner sebagai 'sejumlah kekuatan atau kompetensi yang berkembang selama historisitas kehidupan seseorang. Sebagian dari kemampuan ini terletak di otak, sementara sebagian lainnya berada pada area-area yang tak teridentifikasi seperti: perasaan, intuisi, insting, dsb. Namun, segala yang disebut sebagai kecerdasan haruslah secara pas bisa digunakan dan memegang peran penting bagi keberlangsungan hidup seseorang di lingkup kulturalnya.
 
Namun, saya masih punya pertanyaan yang belum terjawab. Jika ada sekian banyak komponen kecerdasan dalam kehidupan manusia, ADAKAH SALAH SATU ATAU SALAH DUA KOMPONEN YANG BISA DILETAKKAN SEBAGAI PALING PENTING DI ANTARA KOMPONEN-KOMPONEN LAINNYA?
 
Mohon pencerahannya. ....


Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.


 

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com



 

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com




Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Best of Y! Groups

Check it out

and nominate your

group to be featured.

Yahoo! Groups

Dog Zone

Connect w/others

who love dogs.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Tentang Indon (Sebelumnya: “Ilmiah” sesuai pesanan anda ?!)

Wah mba Lulu,
Terima kasih atas perhatian anda,
Salam hangat juga.
Soalnya di Banda tiap hari hujan..jadinya lumayan dinginlah suasana.

-Juang-

----- Original Message ----
From: lulu <lu2_mm@yahoo.co.id>
To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
Sent: Monday, November 19, 2007 6:57:42 AM
Subject: Balasan: Re: [psikologi_transformatif] Re: "Ilmiah" sesuai pesanan anda ?!

dear mas Juang...
 
sepertinya anda teliti sekali ya ...
jadi hal yang mungil seperti itu bisa di ketahui juga ..
hehehehe...
 
salam hangat
/Lu2


Si Juang <last_fearner@ yahoo.com> wrote:
alex menulis:
Psikometri menjadi populer karena bersifat praktis (karena hanya
berupa prosedur saja), tetapi saya yakin di Indon jarang ditemui
ilmuwan yang menguasai prinsip-prinsip dibalik psikometri sehingga
dapat membuat metriks sendiri yang sesuai untuk keadaan di Indon.

=======

Soal penggunaan kata Indon.  Alex ini orang malaysia yah? Soa'a orang malaysia yang kerap mengunakan kata itu.  Sepanjang pengetahuan saya ada keberatan dari Indonesia atas penggunaan kata itu

saleum,
-Juang-



Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers




Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Yahoo! Groups

Parenting Zone

Share experiences

with other parents.

Wellness Spot

Embrace Change

Break the Yo-Yo

weight loss cycle.

.

__,_._,___

Re: Balasan: [psikologi_transformatif] Mas Tomy & Mas Edy: Terapi Marah

hi mbak....: :) yang ijo ya...
 

Sekarang giliran Mas Tomy:

> point II. Ga lucunya dimana? belon tau juga....
> nich lucunya : mbak bilang, "apa beda sisa2 kemarahan terpendam masa lalu itu dengan traumatic experience yang direpresikan :). memang ada bedanya? lalu mbak menulis teori psikoanalisa tanpa menulis teknik psikoanalisa, memang bedanya dimana?

Sekarang Mas Tomy yang lucu :). Coba baca tulisan awal saya dengan seksama :) Saya memang menganggap "sisa2 kemarahan terpendam masa lalu" itu adalah bahasa Mas Edy tentang "repressed traumatic experience". Namun.. saya melihat Mas Edy berkutat di kemarahannya, bukan di akar kemarahannya. Makanya saya tanya: mengapa begitu? Karena di psikoanalisa sudah jelas yang harus kita hancurkan adalah akarnya, bukan daunnya :). Kalau Mas Edy mau ngurusin daun, saya tanya argumennya apa ;).

----------------------------------------

T: dah di baca kali pun. makanya saya bilang di diagnosa dulu. jenis marahnya, dariman, dimana gimana....pasti ga, ga nangkep lagi.

> point III: terapi marah (sementara, yang dr Edy) bukan sebuah terapy hanya sebuah teknik? ini maksudnya kan mbak? jadi apa namanya? bukannya sebuah teraphy itu juga adalah sebuah teknik? mempersoalkan antara teknik marahnya dengan teraphy, makanya Mas Edy sempat bingung..... 

 jadi teknik meredakan kemarahan itu bukan teraphy? di ulang pertanyaannya

Iya, saya ingat yang saya tuliskan itu :) Dan saya setuju bahwa saya membuat kesalahan terminologi dengan menyebut "teknik" tanpa memperjelas teknik apa, karena terapi itu juga sebuah "teknik penyembuhan"  seperti yang Mas Tomy bilang.

Namun.. Mas Tomy sudah perhatikan konteks saya menulis kalimat itu belum? Dan sudah memperhatikan tulisan saya tentang terapi belum ;)?

Sebelumnya saya menuliskan bahwa terapi itu lebih mengacu pada mengganti kondisi menetap yang kurang baik dengan yang lebih baik (kalau pakai bahasa Mas Tomy: menyembuhkan) , sementara kemarahan adalah emosi yang tidak menetap :) Dan saya menuliskan komentar itu berdasarkan TIPS YANG DIBERIKAN PADA JENG LULU :) Kalau dari situ sih saya melihatnya memang teknik meredakan kemarahan saat ini, makanya saya samakan dengan Teknik Menggenggam Jari dari Capacitar :). Bukan terapi :) Dalam kaitan itu pulalah saya menuliskan kalimat yang Mas Tomy tuliskan di point I :)

--------------------------------------------------

T: dah di baca juga. pendapat saya masih sama :)

---------------------------------------------

> point IV: masih ga bisa baca ttg yang saya tulis...sekarang pake kata ga relevan ahahahaah. nich saya kasi penjelasannya:
> pertama: Mas Edy ingin menggunakan gambar untuk sebuah teknik "menghilangkan marah" (sisa-sisa) masa lalu. dia menggunakan media menggambar. Gambar itu adalah proiettive dari si subyek untuk mengeluarkan amarahnya lewat gambar itu. ok sampai disini jelas.
> test menggambar, test rorschach n tes tat dst....juga begitu. melihat secara mendalam apa yang subyek tidak dapat ungkapkan dengan kata2 tapi muncul lewat gambar tsb (atau lewat dia menggambar=test menggambar). dimana tida RELEVANNYA? .

Dimana tidak relevannya ;)? Ya dimana2.. HAHAHAHA..

Gini, Mas, saya setuju bahwa tes menggambar (Wartegg, Baum, HTP, dll) serta tes proyektif menggunakan gambar (Rorschach, TAT, Hand, etc) bertujuan untuk melihat secara mendalam apa yang tidak dapat diungkapkan dengan kata2. Sampai di situ kita setuju.

Masalahnya, tujuan dari tes menggambar dan tes proyektif dengan gambar itu adalah mendiagnosa apa akar masalah klien. Klien tidak menjadi lebih baik dengan mengerjakan tes2 tersebut. Di sini tidak relevannya, karena Mas Edy menggunakan media menggambar sebagai (salah satu) cara untuk membuat klien merasa lebih baik :)

Bang Harez mengemukakan Chinese Painting dalam jawabannya di topik ini. Itu sesuatu yang lebih relevan dengan metode Mas Edy daripada tes2 yang Mas Tomy sebutkan :)

-------------------------------------------------------

T: - saya perbaiki sedikit, tes menggambar itu bagian dari proiettive(sekarang malah di gunakan tuk tes IQ) ok.bukan seperti mbak tulis di atas.

- disini kelihatan mbak memang ga pernah mengunakan/memperdalam test itu maka ga tahu...perhatikankalimat mbak yang saya kutip lagi , ...Masalahnya, tujuan dari tes menggambar dan tes proyektif dengan gambar itu adalah mendiagnosa apa akar masalah klien. Klien tidak menjadi lebih baik dengan mengerjakan tes2 tersebut. Di sini tidak relevannya, karena Mas Edy menggunakan media menggambar sebagai (salah satu) cara untuk membuat klien merasa lebih baik :)..."jadi ini yang ga relevan? gini mbak.....sarana itu "gambar" (menggambar), satu menggunakan gambar sebagai test (yang sudah teruji) dan satu mau menggunakan gambar (menggambar) sebagai teraphy...iya kan? jadi ini tidak ada relevansinya? tahu ga artinya menggambar dalam teknik proiettive? (mau dijadikan test kek, mau dijadikan karya seni kek, mau dijadikan teraphy kek, mau dijadikan...terserah kemauaan) tapi dia tetap bagian dari proiettive...dan sebelum menggunakan suatu metode kepada si subyek (mas Edy mau menggunakan menggambar nya) seharusnya subyek itu di diagnosa dulu...belajr dulu ya mbak...tar juga baru tahu releavansinya.

mungkin mbak susah memahami karena mbak berjalan  di contoh-contoh...padahal yang saya kemukakan adalah bagian dasar dari menggambar.....poiettive.

saya juga menyebut dengan kalimat awal..."anda pernah dengar ttg tes menggambar, rorschach,tat. .." mau mengajak Mas Edy bahwa dia tidak sendiri ttg cara test itu, menggukan media gambar (mana yang ga relevan ya.....). lalu saya jelas menyebut di sana dengan kata TEST yang berlaku tuk TEST Rorschach dan Test Tat dan Test menggambar.. ..saya tidak pakai kata Teraphy gambar, Tat, Rorschach... saya jg menyebut test itu berguna untuk mendiagnosa (gambar tersebut)... .masih belum?

HAHAHAHA.. kalau begini memang lebih JELAS dan relevan maksudnya Mas Tomy apa :)

Bahwa Mas Edy tidak sendirian menggunakan metode menggambar, rasanya beliau sudah tahu. Mas Edy kan juga sudah browsing tentang art therapy :). Masalahnya, apakah Mas Edy menangkap maksud Mas Tomy di balik kata "test" dan "diagnosa" itu ;)? Itu yang kita nggak tahu. Mungkin akan lebih jelas kalau Mas Tomy eksplisit menjelaskan seperti ini :)

Terus terang saja, saya aja nggak jelas arah omongannya Mas Tomy kalau nggak dijelaskan seperti ini :) Jadi, bukan masalah relevansi, kali ya, tapi masalah kurang jelas penyampaian pesannya :) 

-----------------------------------------------------

T: bingung? kalimat yang saya ulangi sama lho....baru ngerti sekarang :)....ah mbak memang biasa ngertinya belakangan atau kalau ga "lewat" ahahahah (just kidding)

> (pernah kah anda menggunakan test itu? masa gatahu relevansinya? tanya sesepuh psikoanalisis yang mbak kenal aja deh..ada ga relvansinya atau enggak....tar bikin malu nama psikologi lagi)

> semakin prihatin.... ..tertawa berulang ulang, (mirip deh bahasan mbak dengan maslow, jung dsb....), bukannya mbak master?

Pernah pakai atau enggak? Master? Aaaah.. mau tauuuu aja.. HAHAHAHA..

> tapi bagaimanapun hal ini semua membuat saya kagum dan sayang sama mbak :)

Jadi, saya dioleh2in apa kalau Mas Tomy pulang ke Jakarta... HAHAHAHA..  Only special things dong, buat orang yang dikagumi dan disayangi *wink wink*

Salam,

----------------------------------------

T: kl oleh oleh kan gak harus pulang dulu :), lgan aq kan ada di hatinya mbak...knapa harus pulang? ato gini aja lebih srek kayeknya kl mbak yang datang aja...kali lebih.......ahahahah. (ehhh memang mo opo?)

tomy


 


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Groups

Endurance Zone

Communities for

increased fitness.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] (Filosofi Hidup 1176) Sahabat (Lelucon) Bunuh diri

1176
Dalam berhubungan dengan orang lain, seseorang harus berpijak pada kebenaran. Seseroang harus tahan menghadapi kesulitannya sendiri dan berketetapan hati mengatasinya. Kalau ada yang kekurangan, seseorang harus mengulurkan tangannya

Join to : www.groups.yahoo.com/group/curhatgame


(Lelucon) Pinjam Buku Cara Bunuh Diri

Seorang pria meminjam sebuah buku dari perpustakaan. Ketika melihat bahwa judul buku itu adalah "101 CARA UNTUK BUNUH DIRI" sang petugas berkata kepada si peminjam, "Hei! Siapa yang akan mengembalikan buku ini?"

Join to :www.groups.yahoo.com/group/crazycase

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

Parenting Zone

Your home for

parenting information

on Yahoo! Groups.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: “Ilmiah” sesuai pesanan anda ?!

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, pradita@... wrote:
>
> He he he. Tak percaya? Tinggal Anda baca saja literatur karya pakar-pakar biologi evolusi, neurologi dan psikologi-kognitif itu. Lihat pola dasar pemikiran mereka. Adakah yang mengakui "keterbatasan inheren" itu? Bisa disebutkan siapa-siapa orangnya?
------------------
Pertama, komentar untuk Dawkins cs... misi dari mereka telah berubah untuk mempopulerkan atheism. Anda harus melihat secara objektif dalam hal ini,  tujuan Dawkins cs ini muncul dari pertentangan antara kubu evolusionist dan creationist yang meningkat di USA sehingga ditujukan untuk menyebarkan pandangan (jualan) mengenai superioritas science daripada religion. Di sini bisa dilihat, misi mereka TIDAK mewakili pola pikir ilmuwan secara umum dalam urusan science ini.

Bahwa suatu model adalah tidak lengkap adalah prinsip yang utama sejak berkembangnya sains modern, yang jelas didefinisikan oleh Immanuel Kant. Sains modern menganut pembagian definisi menurut Immanuel Kant sebagai berikut:

1. Physical Reality, yang sebenarnya tidak kita ketahui secara pasti
kebenarannya (truth). Hal ini dikarenakan kita berada didalam
Physical reality itu sendiri, seperti halnya ikan tidak akan benar-
benar tahu apa artinya air selama masih berada dalam air.

2. Sensory Experience, inilah yang biasanya disebut realitas dalam
sains. Jadi segala sesuatu yang bisa dipersepsikan oleh Indera dan
Alat bantunya adalah yang disebut sebagai realitas (dunia nyata)
dalam sains. Sains tidak berurusan dengan "physical reality" pada no
1. Semua Pengamatan dari Sensory Experience ini yang disebut
observasi (observation) yang digunakan sebagai dasar membangun teori2
konseptual.

3. Mental Constructs, inilah yang dapat disebut sebagai dunia
konseptual. Tujuan utama dari dunia konseptual ini adalah untuk
memprediksi sensory experience yang akan terjadi di masa depan dan
digunakan Permodelan untuk merepresentasikan dan menjelaskan semua
observasi yang telah dikumpulkan. Dalam dunia konseptual ini
digunakan rasio (penalaran) dalam membangun Model tersebut.

Sebagai tambahan pendekatan Reduksionis yang selama ini menjadi acuan metode ilmiah pun telah dipertanyakan ulang dengan munculnya konsep sistem kompleks dengan salah satu tokohnya Stuart Kaufmann http://en.wikipedia.org/wiki/Stuart_Kauffman . Jika anda tidak percaya silahkan baca: http://www.edge.org/3rd_culture/kauffman06/kauffman06_index.html

Like any other world view, reductionism is hard to pin down. The modern world view of reductionism clearly grows from the success of modern physics, but finds its roots in ancient Greek philosophy, that all is made of earth, air, fire, and water, or from atoms. Roughly, reductionism is the view that, as Nobel Laureate Stephen Weinberg eloquently puts it, the "explanatory arrows always point downward", from society to small groups to individuals to organs to cells to chemistry to physics and ultimately to something like Weinberg's  Dreams of a Final Theory, a single set of laws, elegant in their form, like General Relativity, which, in Weinberg's sense, explains all. A large majority of contemporary scientists are reductionists. If pressed, most would roughly say that the behavior of complex wholes is nothing more that the laws governing the behaviors of the parts and their interactions. An example well known in physics is the purported successful reduction of classical thermodynamics to statistical mechanics. Here temperature is equated with the mean kinetic energy of particles, pressure with the energy transfer to bounding walls, and the famous second law of thermodynamics is equated with a "flow" of an isolated thermodynamic system from less to more probable macrostates. I have used the caveat "purported" because — an issue too technical to go into here — the reduction requires the truth of the "ergodic hypothesis" and there is some evidence that it might be false.

We begin with the growing doubt among many physicists themselves that reductionism itself suffices. Nobel Laureate Philip Anderson wrote a famous article, "More is Different", some decades ago, arguing that reductionism is wonderful, but not enough. A computer computing a complex algorithm can be made of transistors or water buckets — it is able to run on multiple physical platforms. Hence reducing the computer to any particular physical basis is insufficient to explain the computer. The drift away from reductionism among physicists is most pronounced among solid state physicists, who deal with such things as metals, glasses, spin glasses, and systems with many "broken symmetries". Robert Laughlin, solid state physicist and Nobel laureate, argues strenuously against the full efficacy of reductionism in A Different Universe. The physicists who hold out for a firm reductionism are, like Weinberg himself, largely high energy particle physicists, seeking that final theory — say string theory.

Sudah cukupkah penjelasannya??????


> Saya rancu? Nggak kebalik nih? Lha Anda yang mengkutubkan science dan knowledge
> inilah jangan-jangan yang rancu. Inilah penyakit umum "positivisme" ala hard
> science yang lalu diadopsi (cilakanya)oleh ilmu sosial itu. Semua science
> bermula dari knowledge, tapi tak semua science mampu menjangkau semua
> knowledge. Scope science jauh lebih sempit dari knowledge, tapi lalu menjadi
> begitu arogan untuk merasa berhak menentukan knowledge mana yang boleh atau tidak boleh masuk dalam kategori science?

------------------------------------

Saya langsung heran dengan tulisan anda ini:

1. Premis pertama Scope science jauh lebih sempit dari knowledge

2. Kesimpulannya: tapi lalu menjadi begitu arogan untuk merasa berhak menentukan knowledge mana yang boleh atau tidak boleh masuk dalam kategori science?

Rupanya anda terlalu bersemangat sehingga tidak sadar akan ketidak logisan pernyataan sendiri? Jelas yang lebih spesifik harus menentukan definisinya sendiri....

> Buat mereka, yang tak terjangkau metode-metode ilmiah ya simple saja: tak ada.
> Kalo Anda bilang bahwa mereka mengakui keterbatasan jangkauan sains terhadap
> hal-hal tak kasat mata, maka Andalah yang sedang merancukan konsep knowledge
> timur dan barat
. He he he.
--------------------------------------

Sekali lagi Dawkins cs bukan representasi dari scientist secara umum karena misi yang digerakkannya akibat pertentangan kaum evolusionist dan creationist. Dan terakhir rupanya anda penggemar hal yang tidak kasat mata ya? ingat Confucius saja berkata yang "While you do not know life, how can you know about death? Yang kasat mata 'ada' bukan dikarenakan spekulasi manusia saja tetapi ada karena memang mempunyai efek terukur dalam realitas nyata! Jika anda tertarik membahas masalah seperti "Ada atau tiadanya Tuhan dan jiwa (soul)" , itu domain filsafat bung bukan science. Tidak ada yang bisa diukur sampai saat ini dalam hal tsb.

Sekarang giliran saya menagih mana yang anda sebut rancu dari pemahaman saya tentang hal ini. Mohon penjelasannya?

Salam,

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Connect w/Parents

on Yahoo! Groups

Get support and

share information.

Stay in Shape

on Yahoo! Groups

Find a fitness Group

& get motivated.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: anger management saja, gimana ??

Waaah.. salah ya, Mas Edy? Iya ya.. salah, sorry dory memory :) Tadi pagi lihat tumpukan email udah banyak, langsung ambil topik terakhir yang menyebut2 ini, ternyata salah :)

Anyway.. saya udah baca lagi bagian yang "hilang" dari tulisan Mas Edy sebelumnya.

lalu anda mempertanyakan tentang kenapa saya repot repot menggarap memori pikiran ????

saya punya kenyakinan sendiri bahwa "manusia itu bertindak berdasarkan apa yang dia tahu, apa yang dia tahu itu berdasarkan apa yang masuk (ilmu /informasi) yang di serap atau dipelajari. yang berpengaruh terhadap pola pikir . dari pola pikir mempengaruhi perilaku termasuk respon terhadap berbagai hal .

Saya mau klarifikasi dulu, Mas :) Saya nggak keberatan (dan nggak memarahi) lho, Mas Edy pakai istilah "terapi" ;) Cuma kalau istilahnya "terapi", saya jadi tergelitik pingin nanya ;)

Kalau penjelasan Mas seperti di atas ini, memang akhirnya menjadi mirip dengan terapi perilaku (= mengubah perilaku yang ada, misalnya dari nggak sabaran menjadi lebih sabar). Dan ini menerapi perilaku dengan memodifikasi pikiran memang sangat mungkin. Sudah ada di psikologi, dulu namanya REBT (rational emotive behavioral therapy), kemudian berkembang menjadi CBT (cognitive behavioral therapy). Saya & Bang Harez sempat menyebut2 ini sedikit ketika menanggapi Pak Jusuf (baca Message #33599 )

CBT ini menggunakan modifikasi pikiran untuk mengubah pola tingkah laku, mirip dengan yang Mas Edy pakai. Namun.. ya fokus utama terapinya di sini adalah perilaku. Kita nggak membahas "luka lama" dan sisa2nya. Segala luka lama itu diterima sebagai default, dan yang penting adalah maju ke depan nggak dengan pola yang sekarang. Ini mirip dengan analogi Mas Edy tentang "merontokkan daun dan menyapu/membersihkan". Kita nggak menebang pohonnya, tapi bikin gimana bisa duduk2 di bawah pohon itu dengan nyaman. Kalau tertarik boleh baca di sini: http://www.nacbt.org/whatiscbt.htm

Nah.. kalau Art Therapy, memang biasanya digunakan untuk ngurusin "luka lama". Mengobati luka lama sehingga ke depannya bisa lebih baik. Jadi, luka lama di sini memang diobok2 supaya sembuh, sehingga kalau sembuh dan bisa tumbuh dengan baik. Ini lebih mirip dengan analogi Mas Edy tentang "menancapkan racun di pohon dan kemudian mengganti dengan pohon yang baru". Tapi.. kalau tujuan Mas ke sini, maka akan dipertanyakan kenapa kok cuma membersihkan kemarahan terpendam? Kenapa nggak ke akarnya?

Mas pernah baca buku tentang Sybil: Wanita dengan 16 Kepribadian? Ini salah satu bentuk terapi yang "membasmi ke akarnya". Kepribadian Sybil terpecah menjadi 16 karena trauma masa kecil. Trauma itu membuatnya marah, dan marah itu terpendam, tapi karena marah itu tidak dapat dikeluarkan, maka "menghantam" dirinya sendiri dan memecah kepribadian menjadi 16. Tiap kali muncul trauma baru, terpecahlah kepribadiannya. Dan proses ini tidak disadari. Ingatan Sybil bahkan tidak merekam peristiwa traumatis itu. Dengan terapi dari Dr Wilbur, Sybil baru berhasil menemukan akar masalahnya, dan kemudian dengan terapi lanjutannya "menyatukan" ke-16 pribadi itu

(well, memang kemudian diagnosa dan apakah benar Dr Wilbur, sang psikiater, melakukan terapi se-dahsyat ini. Tapi idenya adalah: membasmi masalah hingga ke akar supaya klien dapat berfungsi dengan baik. Bukan sekedar membasmi simtomnya) Baca di http://www.bbc.co.uk/science/horizon/1999/mpd.shtml

Gitu, lho, Mas Edy :) Yang membingungkan karena Mas mencampuradukkan dua hal yang sangat berbeda - separuh ke arah sana, separuh ke arah sini. Takutnya malah nggak kemana2. Makanya saya kejar terus untuk merumuskannya secara lebih tepat.

Terus.. saya setuju bahwa konsep yang Mas kembangkan ini tentu akan banyak membantu orang. Dan memang nggak perlu sekolah untuk bisa membantu orang :). Tapi.. kalau boleh usul, Mas, dalam menjabarkan konsep memang cara komunikasi harus diperhatikan. Benar2 dipikirkan konsep awalnya, lantas cara menuangkannya bagaimana :) Sebab, dituangkan secara runtun dan sistematis pun masih memungkinkan kesalahan tangkap pembaca, apalagi kalau tidak dituangkan dengan baik :). Beda kalau kita mau bercanda doang.. hehehe..

Dan soal editor.. hehehe.. ini emang gak serius kayaknya ya.. :) Tapi, menurut saya sih tugas editor juga memeriksa kesinambungan alur tulisan dengan membaca kalimat per kalimat. Dia harus mengerti konsep ceritanya apa, dan melihat apakah konsep itu tertuangkan dengan baik dengan rangkaian kalimat seperti ini. Jangan sampai bagian depannya bilang apa, bagian belakangnya bisa dipertentangkan dengan yang depan. Editor yang baik bukan cuma memeriksa kalimat per kalimat, atau tata bahasa :). Makanya yang namanya majalah itu dipimpin oleh Editor-in-Chief, karena dia yang harus bertanggung jawab atas kesinambungan alur tulisan :).

No hard feeling ya, Mas Edy :). Senang berdiskusi dengan Anda, dan.. semoga membantu Mas Edy mengembangkan konsepnya :)

Salam,


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "edy_pekalongan" <edy_pekalongan@...> wrote:
>
> mbak swas seharusnya yang di soroti yang ini... bukan yang postingan
> saya yg kepotong (yg anda reply ) . tapi masukan anda baik sekali.
>
>
> terima kasih juga bang sinaga,dll.
> atas masukannya .
>
> saya pikir ada banyak simbol yang saya pakai yang berbeda dengan
> simbol2 psikologi, sehingga pemahaman pembaca yang menganalisa
> kalimat saya satu per satu menjadi keliru penafsiran.
>
> model menganalisis opini seseorang kalimat per kalimat , adalah ciri
> orang berbakat menjadi editor...(ha..4x ) padahal kalau saya menulis
> di milis ini gak pakai konsep awal, asal ketik spontanitas.(namanya
> juga ngobrol ,bukan saksi di pengadilan )
>
> belum lagi kendala bahasa sehingga orang yang menanggapi tulisan saya
> mungkin mengartikan maksud saya bingung (salah sendiri bingung ) ,
> mana yang simbolis , mana yang serius ,mana yang bercanda...
>
> apalagi menjelaskan praktek metodenya dalam tulisan ,susah .
> lebih enak dilihat sendiri ,sangat sederhana.
>
>
> dan kalau membantu orang saja harus menunggu sekolah ,ijin dll.
> agaknya bukan pilihan saya.
>
> namun sebagai pengembangan hoby , anger management ini akan
> bermanfaat untuk membantu sesama yang membutuhkan.
>
>
> kalau mau dapat duit banyak pilihan saya bukanlah sekolah S2 atau
> menjual anger management ini . tapi lebih memilih berdagang batik
> meneruskan tradisi keluarga, uangnya jelas dan gak pusing2 mikir
> teori/praktek untuk di jual.
>
>
> waduhh.. baru kost di milis psiko trans saja, sudah dapat ilmu
> sebanyak ini.
>
> enak tenan yo... jadi anggota milis psiko trans.
>
> salam,
> edy
> pekalongan

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Parenting Groups

on Yahoo! Groups

Single Parenting

to managing twins.

Yahoo! Groups

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals.

.

__,_._,___

Re: [psikologi_transformatif] Re: pa edy!!!! gue mo juga di trapi niyyyyyyy

wuah yang ini sisc setuju banget
benul ani, hihihihi.....artinya benar2 betul
nabung kayak sisc di celengan ayam hihihi, lalu ikut kursus, lalu jualan soto n bakso,
ntar sisc langganan deeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
 
salam hormat juga


 
On 11/19/07, edy_pekalongan <edy_pekalongan@yahoo.co.uk> wrote:

muna , cah ayu.
jangan bilang terapi nanti dimarahi mbak swas.
anger management saja...

semoga bisnis pelacurannya laris , kalau sudah banyak duitnya. nabung.
terus kursus memasak . jualan soto pekalongan saja. lebih halal dan
barokah dan anti rasia satpol PP.

salam hormat,
edy
pekalongan

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Ani Munafich
<munafich@...> wrote:
>
> eyyy pa edy!!! gue mo juga donk ikutan di trapi... tp sambil ml jg
yaaaa??? ... eyyy pa edy tu orangnya item n barangnya gede gaaaaa???
... eyyy gue tu kumpatiolog mank sukanya barang cowo yang item n
gede gt.... trus gue ajak ml di kamar hutel gt.... skalian gue dekon
gt. eyyy.... cowo2 tu pada treak2 tuuuuuhhh..... asyiikk deeyyy....
kalu ml sambil dekon sama gue di kamar hutel tu pada ktagihan gt.
eyyy.... gue jg mo tuh di trapi sama pa edy gt...... dimana niyyyy????
>
> ----- Original Message ----
> From: edy_pekalongan <edy_pekalongan@...>
> To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> Sent: Sunday, November 18, 2007 6:22:12 PM
> Subject: [psikologi_transformatif] menjawab mbak swas ttg terapi
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ( sorry postingannya ini yang benar, yang dimuka ada
yang terpotong )
>
> membaca uraian mbak swas ,
>
> saya pikir perbedaan istilah "terapi" menurut saya(orang awam ) dan
>
> orang psikologi(belajar teori/ensiklopedia ) berbeda.
>
>
>
> dan saya tidak minta pengakuan dari kalangan psikologi ..
>
> tapi minta ilmu pengetahuannya saja... he4x
>
>
>
> kalau begitu saya istilahkan terapi marah ini dengan " ngumbah
angkoro
>
> " atau " membersihkan sampah marah terpendam dan menanam bunga
kesabaran".
>
>
>
> ada beberapa pioint penting yang di samapaikan tentang katarsis dan
>
> hipnoterpi yaitu
>
> 1. meringankan beban
>
> 2. menggarap alam bawah sadar sehingga ada perilaku yang di ubah.
>
>
>
> lalu anda mempertanyakan tentang kenapa saya repot repot menggarap
>
> memori pikiran ????
>
>
>
> he...4x.
>
>
>
> saya punya kenyakinan sendiri bahwa "manusia itu bertindak
berdasarkan
>
> apa yang dia tahu ,
>
> apa yang dia tahu itu berdasarkan apa yang masuk (ilmu /informasi )
>
> yang di serap atau dipelajari.
>
> yang berpengaruh terhadap pola pikir . dari pola pikir mempengaruhi
>
> perilaku termasuk respon terhadap berbagai hal .
>
>
>
> dalam "ngumbah angkoro " pertama yang dilakukan adalah .
>
> saya tidak memaksa orang ikut "acara "ngumbah angoro " ini secara
>
> paksa jadi mereka yang harus sukarela meminta .
>
> lalu saya bantu dengan mengarahkan dia untuk membantu dirinya
sendiri
>
> menghancurkan marah terpendamnya dan menanamkan benih kesabaran
>
> ( berbagi kasih /persuasi , i dont know )
>
>
>
> kemudian peserta "ngumbah angkoro " saya bimbing melalui relaksasi
>
> untuk memasuki alam imajinasinya.
>
> itu saya sebut memori pikiran , yaitu alam dimana dia bisa
>
> berimajinasi bersama saya di dalamnya
>
> sekaligus masih sadar walaupun
>
> dalam kondisi pikiran yang tenang dan sangat rileks ,
>
> sehingga dia akan bolak balik dari berimajinasi dan menggambar.
>
>
>
> (apa ini di sebut alam bawah sadar ? , gak penting .. yang penting
>
> kalau istilah saya
>
> adalah kondisi setengah sadar tapi konsentrasi penuh )
>
>
>
> setelah itu peserta saya bimbing untuk di bawa dalam sebuah cerita
>
> petualangan menebang pohon dan menanam pohon.
>
>
>
> kembali ke point di atas :
>
>
>
> saya membimbing orang agar dia mampu menghapus "sampah marah
>
> terpendamnya dan menggantinya dengan nilai nilai baru dengan metode
>
> menanam pohon kesabaran di dalam imajinasinya "(point :MERINGANKAN
>
> BEBAN )
>
>
>
> ini sesuai dengan prinsip dalam agama islam yang saya anut :
>
> nasehat menasehati dalam kesabaran. mengganti yang buruk dengan yang
>
> baik
>
>
>
> kemudian latihan afirmasi dalam meditasi ringan ,posisi menghayal
>
> /visualisasi sambil mengucap afirmasi
>
> yang intinya memotivasi dia untuk merubah marahnya menjadi
kesabaran ,
>
> dan menyakinkan dirinya (sugesti ) ada kesabaran yang terus tumbuh
>
> dalam dirinya
>
> (ini merancang ulang memori /pola pikir sesorang )
>
>
>
> dengan pola pikir berganti maka perilaku dia dalam merespon tindakan
>
> marahnya akan berbeda. (point. PERILAKU YANG DI GARAP lewat memori )
>
>
>
> bagaimana mbak swas :-)
>
>
>
> tentang ibarat lumpur lapindo saya tidak setuju ,
>
> bagi saya marah terpendam masa lalu (akumulasi ) ibarat pohon yang
>
> berakar kuat di halaman rumah.ada buah dan daunnya .
>
>
>
> saya membimbing orang untuk merontokkan daunnya ,menebangnya sendiri
>
> membakarnya dan mematikan akarnya. di matikan dengan menancapkan
paku
>
> beracun di akarnya.
>
>
>
> lalu menanam benih pohon kesabaran... .dan merawatnya.
>
>
>
> sehingga setelah
>
> satu minggu latihan saya menyuruh orang untuk menanam pohon dan
memberi
>
> nama pohon itu sesuai dengan nama pohon kesabaran yang dia tanam
dalam
>
> imajinasi "ngumbah angkoro " bersama saya. (dan mendukung kampanye
>
> peduli global warming," nandur wit witan " .. he4x )
>
>
>
> sehingga ketika dia mengingat nama pohon kesabaran, dia akan ingat
>
> sabar. dan setiap dia lihat pohon dia diingatkan (ini konsep dzikir
>
> dalam latihan ngumbah angkoro )
>
>
>
> perkara dimasa depan benih kemarahan tumbuh lagi ,
>
> ya boleh ikut "ngumbah angkoro " lagi....
>
>
>
> namanya manusia hidup... kotoran akan ada tapi jangan lupa bersih 2
>
> terus. dan apakah membantu membuang "kotoran daun 1 gerobak " yang
>
> dari halaman rumah orang ,itu dianggap sia sia ?
>
>
>
> atau ada yang bilang buat apa menyapu toh pohon itu terus tumbuh
>
> daunnya dan mengotori halamanmu , teori yang benar hancurkan
pohonnya
>
> orang tolol.
>
> he..4x
>
>
>
> kalau di hancurkan oksigen kita berkurang dan CO2 tidak ada yang
menyerap.
>
> (bagi saya marah adalah emosi yang juga bisa digunakan untuk
mencapai
>
> tujuan. bos marah karyawan jadi giat bekerja. istri marah suami
pulang
>
> tepat waktu , dll. tapi sampah marah yang membusuk bertahun tahun
>
> harus di bersihkan... )
>
>
>
> hmm...pendapat orang bebas bebas saja... :-)
>
>
>
> namun yang terpenting dalam "ngumbah angkoro " adalah akar dari
>
> problem orang yang suka memendam marah atau tidak bisa mengontrol
>
> marah adalah pola pikir dia dalam menanggapi keadaan.
>
>
>
> jadi saya tidak menyelesaikan masalah (dari luar) orang tersebut ,
>
> tapi membantu orang tersebut (dari dalam ) merubah respon dia
terhadap
>
> keadaan.
>
> melalui
>
> " olah cipta "/ merancang ulang memori.
>
>
>
> sedikit informasi :
>
> sebenarnya para kyai (ulama islam )di kampung saya , menggunakan
>
> metode tertentu untuk merubah perilaku sesorang , dan dia itu tidak
>
> belajar teori psikoanalisa atau freud. bahkan yang disemarang itu
ada
>
> yang merubah preman yang kasar sama istri menjadi orang yang sayang
>
> dan santun sama keluarga.
>
>
>
> dan tujuan racikan metode saya ini memang tidak mengacu pada teori
>
> teori psikologi dan apa harus setiap orang mengekor pada pendapat
>
> pakar psikologi ??
>
>
>
> lalu sebaiknya saya ini menamakan metode saya
>
> "olah roso " atau " racikan bumbu kesabaran " sehingga tidak di
>
> kaitkan dengan psikologi atau berdamai dengan teori psikologi dan
>
> menyebutnya self healing.
>
>
>
> ada ide ?
>
>
>
> sehingga tidak perlu ijin dan di anggap menyalahi teori freud.
>
>
>
> saya pikir2 di kampus psikologi ada ribuan mahaisiswa yang lebih tau
>
> teori dan harusnya bisa meracik sesuatu hal yang lebih baik dari
>
> saya dan bisa aplikatif( di praktekkan )
>
>
>
> ada komentar mbak swas dan rekan rekan...
>
> silahkan....
>
>
>
> salam,
>
> edy
>
> pekalongan
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> <!--
>
> #ygrp-mkp{
> border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px
0px;padding:0px 14px;}
> #ygrp-mkp hr{
> border:1px solid #d8d8d8;}
> #ygrp-mkp #hd{
> color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-
height:122%;margin:10px 0px;}
> #ygrp-mkp #ads{
> margin-bottom:10px;}
> #ygrp-mkp .ad{
> padding:0 0;}
> #ygrp-mkp .ad a{
> color:#0000ff;text-decoration:none;}
> -->
>
>
>
> <!--
>
> #ygrp-sponsor #ygrp-lc{
> font-family:Arial;}
> #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
> margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
> #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
> margin-bottom:10px;padding:0 0;}
> -->
>
>
>
> <!--
>
> #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean,
sans-serif;}
> #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
> #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica,
clean, sans-serif;}
> #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
> #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
> #ygrp-text{
> font-family:Georgia;
> }
> #ygrp-text p{
> margin:0 0 1em 0;}
> #ygrp-tpmsgs{
> font-family:Arial;
> clear:both;}
> #ygrp-vitnav{
> padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
> #ygrp-vitnav a{
> padding:0 1px;}
> #ygrp-actbar{
> clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-
align:right;}
> #ygrp-actbar .left{
> float:left;white-space:nowrap;}
> .bld{font-weight:bold;}
> #ygrp-grft{
> font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
> #ygrp-ft{
> font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
> padding:5px 0;
> }
> #ygrp-mlmsg #logo{
> padding-bottom:10px;}
>
> #ygrp-vital{
> background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
> #ygrp-vital #vithd{
> font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-
transform:uppercase;}
> #ygrp-vital ul{
> padding:0;margin:2px 0;}
> #ygrp-vital ul li{
> list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
> }
> #ygrp-vital ul li .ct{
> font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-
align:right;padding-right:.5em;}
> #ygrp-vital ul li .cat{
> font-weight:bold;}
> #ygrp-vital a{
> text-decoration:none;}
>
> #ygrp-vital a:hover{
> text-decoration:underline;}
>
> #ygrp-sponsor #hd{
> color:#999;font-size:77%;}
> #ygrp-sponsor #ov{
> padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
> #ygrp-sponsor #ov ul{
> padding:0 0 0 8px;margin:0;}
> #ygrp-sponsor #ov li{
> list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
> #ygrp-sponsor #ov li a{
> text-decoration:none;font-size:130%;}
> #ygrp-sponsor #nc{
> background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
> #ygrp-sponsor .ad{
> padding:8px 0;}
> #ygrp-sponsor .ad #hd1{
> font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-
size:100%;line-height:122%;}
> #ygrp-sponsor .ad a{
> text-decoration:none;}
> #ygrp-sponsor .ad a:hover{
> text-decoration:underline;}
> #ygrp-sponsor .ad p{
> margin:0;}
> o{font-size:0;}
> .MsoNormal{
> margin:0 0 0 0;}
> #ygrp-text tt{
> font-size:120%;}
> blockquote{margin:0 0 0 4px;}
> .replbq{margin:4;}
> -->
>
>
>
>
>
>
>
> Send instant messages to your online friends http://
uk.messenger.yahoo.com
>


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

HDTV Support

The official Samsung

Y! Group for HDTVs

and devices.

Cat Groups

on Yahoo! Groups

Share pictures &

stories about cats.

.

__,_._,___