Senin, 07 Januari 2008

[psikologi_transformatif] Menyiapkan masa depan si kecil dan kaitannya dengan kelekatan emosional

Hai,
Saya hanya ingin membagi tulisan atas wawancara dengan sebuah majalah perempuan Indonesia.
Mudah-mudahan membantu mencerahkan...
 
Best,
Ratih Ibrahim
 
Menyiapkan Masa Depan Si Kecil dan Kaitannya dengan Kelekatan Emosional

 

 

1.        Jelaskan yang dimaksud dengan Kelekatan Emosional (Emotional Attachment)?

 

Emotional attachment adalah sebagaimana yang diterjemahkan di sini sebagai kelekatan emosional. Apakah itu? Intinya, emotional attachment yang positif mengandung unsur kasih sayang, hormat, keakraban, perasaan dekat, perasaan bahwa ia didukung, serta semua emosi positif lain yang saling dimiliki, saling mengait dan melekat satu sama lain secara utuh, menyeluruh antara mereka yang saling berhubungan. Dan memang hubungan antara ibu dan anak yang sehat adalah contoh konkretnya. Sejak ada terbentuk dan lalu tumbuh dalam rahim ibu, sampai ia dilahirkan dan dirawat dalam pengasuhan ibu, selama itu pulalah terjalin sebuah ikatan biopsikologis yang menjadi dasar emotional attachment yang luar biasa antara anak dengan ibunya, dan sebaliknya.

 

Para ahli perkembangan meyakini kelekatan emosional yang positif ini memiliki nilai yang luar biasa pentingnya sebagai dasar perkembangan anak menjadi pribadi yang sehat dan utuh. Tentu saja modal yang begini baik ini harus senantiasa dibina dalam sebuah lingkungan yang kondusif dan penuh kasih sayang.

 

 

2. Apakah Kelekatan Emosional terbesar terdapat dalam hubungan antara ibu dengan anak kandungnya? Atau antara suami-istri? Atau dalam hubungan lainnya?

 

Contoh kelekatan emosi yang paling kelihatan, memang terutama bisa kita lihat pada hubungan anak dengan ibunya. Namun pada dasarnya hal ini bisa terjadi antara siapa saja. Terutama mereka yang signifikan, penting dengan diri kita. Semakin penting orang tersebut, semakin besar peran yang bersangkutan terhadap hidup kita dan semakin besar kenyamanan emosional yang diperoleh dengan hadirnya orang tersebut, semakin besar kelekatan emosional yang ada. Itu sebabnya kelekatan ini terutama terjalin antara anak dengan ibunya. Dan mengapa begitu besar, karena ada sebuah ikatan biopsikis yang sudah terjalin secara naluriah sejak kehadiran sang anak dalam kehidupan ibunya, sejak ia tumbuh sebagai janin dalam kandungan ibunya.

 

Bagaimana dengan suami dan istri? Apakah ada kelekatan emosional juga? Jelas ya. Ketika sepasang sejoli menikah, umumnya pernikahan tersebut didasarkan pada cinta, harapan, keyakinan bahwa dengan bersama-sama mereka akan mampu membangun kehidupan yang lebih baik, lebih bahagia. Umumnya juga mendasarkan kecocokan satu sama lain sebagai dasar mengapa mereka memilih pasangannya. Kecocokan itu memberikan rasa nyaman besama-sama. Ada rasa selalu ingin bersama-samaAda rasa bahwa pasangannya mendukung dirinya, begitupun sebaliknya. Ada rasa lebih aman dengan bersama-sama, lebih mantap dan lebih lengkap ketika bersama-sama. Termasuk juga ada rasa kehilangan, rasa kuatir, kekosoangan ketika tidak bersama-sama. Sehingga timbul juga rasa kuatir, ketakutan ditinggal pasangannya.

 

Nah semua ini adalah bentuk adanya kelekatan emosional yang ada antara suami istri. Dalam bentuk yang mirip namun dengan perwujudan maupun intensitas yang berbeda, kelekatan emosi   ini juga ada pada hubungan-hubungan yang lain.

 

2.        Mengapa Kelekatan Emosional antara ibu dan anak kandungnya begitu besar?

 

Sudah dijawab di soal no 1 dan 2. karena ada sebuah ikatan biopsikis yang sudah terjalin secara naluriah sejak kehadiran sang anak dalam kehidupan ibunya, sejak ia tumbuh sebagai janin dalam kandungan ibunya. Semakin ibunya siap menerima sang anak, semakin besar ikatan yang terjalin. Dan adanya naluri keibuan, to nurture mendukung tumbuhnya kelekatan emosional tersebut.

 

 

3.        Sejak kapan hubungan emosional antara ibu dan anak kandungnya itu terbentuk?

 

Sejak sang anak hadir dalam kehidupan ibunya. Sejak sang ibu menyadari kehadiran anaknya, selama anak tersebut tumbuh dalam kandungan ibunya, sampai ia dilahirkan, lalu dirawat, diasuh, dibesarkan oleh ibu.

 

Bahkan bukan hanya oleh ibunya saja, tetapi juga pada sang ayah. Juga mereka yang memiliki hubungan dengan ibu dan ayah (kakek, nenek, paman, bibi, kaka, adik, dll) , serta mereka yang   turut terlibat dalam pengasuhan anak (pengasuh bayi, pembantu, dll)

 

4.        Karena begitu besar hubungan emosional antara ibu dan anak kandungnya, berarti sang ibu punya tanggung jawab yang besar dalam membesarkan anaknya. Kalau begitu bagaimana caranya agar sang ibu bisa menjalankan tanggung jawab yang besar itu, tapi ia tetap disayangi anak-anaknya?

 

Peran pengasuhan , tanggung jawab terhadap anak, tidak semata-mata hanya pada ibu lho. Saya sangat tidak setuju jika tanggungjawab itu dikatakan sebagai hanya milik ibunya. Kalau dikatakan peran pengasuhan anak terutama pada ibu, menurut saya adalah lantaran masyarakat kita masih sangat terpaku kepada konsep ibuisme. Sehingga seolah-olah semuanya adalah tanggung jawab ibu, harus ibu yang melakukannya, atau bahkan hanya ibu yang bisa melakukannya. Konsep ini juga potensial menghantui si ibu, sehingga ia termotivasi untuk melakukan segala-galanya sendiri demi menjadi ibu yang baik, ibu yang sempurna. Padahal, jujur saja, setiap orang, termasuk perempuan, memiliki keterbatasannya sendiri-sendiri. Itu sebabnya tidak cukup hanya sang perempuan sendirian, sang ibu, yang harus menjalankan seluruh tanggung jawab atas keluarganya, atas anak-anaknya sendirian.

 

Kalau sendirian, si ibu bisa kecapaian. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara  emosional dan psikologis lantaran harus menanggung segala sesuatunya sendirian.  Seorang yang kecapaian, terlalu lelah, tidak akan mampu lagi untuk memberikan dirinya lagi. Dan hal ini bisa menjadi pemicu ketidak bahagiaan dirinya. Ketidak bahagiaan akan mempengaruhi munculnyaberbagai emosi negatif lainnya. Dan semuanya itu tercermin dalam perilakunya. Sehingga bukan tidak mungkin dia akan menjadi tidak sabaran, pemarah, dan mungkin malahan jadi si pelaku kekerasan di rumah. Baik terhadap anaknya sendiri, maupun kepada anggota keluarga lainnya. Belum lagi jika ia dilanda kekuatiran yang besar, ketidak yakinan bahwa ia akan mampu berperan sebagai ibu yang baik. Atau kekuatiran akan masa depan anaknya bersama dia. Hal ini   juga bisa mempengaruhi perilaku ibu dalam pengasuhan anaknya.

 

Itu sebabnya ibu harus dibantu. Minimal untuk merasa yakin bahwa hal-hal yang utama untuk anak dan keluarganya sudah terjamin. Dan biasanya yang menjadi kekuatiran terbesar pada ibu untuk keluarganya terutama yang berkaitan dengan kebutuhan sandang-pangan-papan, kesehatan dan pendidikan anak. Selain itu adanya oang-orang lain yang turut membantu ibu mengurus keluarga dan anak-anaknya. Jika untuk urusan domestik lebih beres, ibu bisa punya waktu lebih banyak , tenaga lebih segar dan   lebih tenang mengasuh anak-anaknya. Karenanya semuanya membutuhkan juga pendanaan, maka dari itu perencanaan dan jaminan finansial yang baik dibutuhkan.

 

5.        Bagaimana caranya agar sang ibu bisa selalu merasa bahagia menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu? Mengingat tugas menjadi ibu itu tidaklah mudah.

 

Yang pertama-tama harus disadari semua orang adalah bagaimanapun dibutuhkan adanya sebuah panggilan untuk menjadi orangtua. Serta kesadaran bahwa menjadi orangtua melibatkan sebuah tanggungjawab, komitmen seumur hidup. Jadi bukan semata-mata lantaran nasib, atau karena sesuatu yang otomatis terjadi ketika sepasang suami istri menikah. Begitupun dengan menjadi seorang ibu. Dengan demikian, sang calon ibu memang semestinya menginginkan untuk jadi ibu. Dan idealnya ia juga siap untuk menjadi ibu. Dengan demikian ketika pada suatu ketika ia sungguh-sungguh jadi ibu, hamil, mempunyai anak, ia akan menyambutnya dengan penuh suka cita.

 

Yang kedua adalah peran ayah. Bicara tentang orangtua, berarti tidak hanya oleh sang ibu saja. Orangtua selalu melibatkan dua orang : ayah dan ibu. Sehingga ketika kita bicara tentang peran sebagai ibu, peran sebagai orangtua, idealnya kita juga melibatkan peran sang ayah.

Dalam sebuah keluarga, peran ayah, keterlibatan sang ayah, sebagai pasangan ibu luar biasa besar. Ayah memang harus juga ikut terlibat bersama ibu dalam menjalankan peran dan tanggung jawab sebagai orang tua.    Tanpa keterlibatan ayah, akan luar biasa sulit bagi ibu untuk menjalankan seluruh peran dan tanggungjawabnya dengan suka cita.

 

Ketiga. Kesiapan untuk  menjadi orangtua memang mutlak penting. Apa saja yang yang harus dipersiapkan? Kesiapan mental, emosional, sosial dan finansial adalah penting. Bagaimanapun menjadi orangtua bukan sebuah peran main-main. Menjadi orangtua adalah sebuah peran serius seumur hidup.

 

6.        Selain mempersiapkan dana (uang) untuk kebutuhan si kecil, apa lagi yang harus dipersiapkan seorang ibu agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang utuh dan kokoh?

 

Mempersiapkan dana untuk kebutuhan si kecil, adalah bagian dari persiapan menjadi orangtua. Nah persiapan menjadi orangtua, idealnya sudah dilakukan   bahkan sejak sebelum orangtua menikah. Tentu saja sejauh keduanya yakin bahwa masing-masing adalah pasangan sejatinya dan merencanakan pernikahan bersama. Dan perencanaan, persiapan yang baik sebetulnya adalah bagian dari perwujudandari komitmen serta   tanggungjawab untuk menjadi  orangtua.

 

Mengapa persiapan finansial penting? Karena untuk kesejahteraan hidup dibutuhkan sejumlah dana yang tidak sedikit. Kesejahteraan hidup akan memberikan jaminan akan sandang-pangan-papan. Ketiga hal ini adalah hal dasar yang dibutuhkan setiap rumah tangga dan keluarga   untuk bisa berjalan. Begitupun dengan  kesehatan dan pendidikan. Dan setiap keluarga biasanya mendambakan standard ideal yang   minimal bagi keluarganya juga anak-anaknya. Sekali lagi untuk itu semua dibutuhkan pendanaan.

 

Selain itu kesiapan mental, emosional dan sosial orangtua juga sangat penting. Dengan terpenuhinya ke empat aspek kesiapan tersebut mudah-mudahan orangtua, sang ibu dan ayah bisa menyediakan sebuah lingkungan yang sangat kondusif bagi anak-anaknya, baik dirumah, maupun lingkungan lain yang lebih luas, yang dapat membantu si anak tumbuh secara sehat dan utuh.

 

 

7.        Di usia berapakah yang terbaik untuk mulai menyekolahkan anak?

 

Usia berapa sebaiknya kita mulai menyekolahkan anak?

Jujur saja, ini sangat terpulang kepada kebutuhan masing-masing anak dan tujuan orangtua menyekolahkan anaknya. Ada mereka yang menyekolahkan anaknya sejak usia yang sangat dini. Ada yang di usia lebih besar. Saya percaya, di usia berapapun baik untuk menyekolahkan anak, asal orangtua sungguh mendasarkannya kepada kebutuhan anak, dan memilihkan sekolah yang betul-betul cocok untuk anaknya. Dengan demikian, bukan di dasarkan pada ambisi orangtuanya semata.

 

Yang jelas usia wajib bersekolah dimulai pada usia 6 tahun. Pada saat itu anak siap masuk ke pendidikan sekolah dasar, di kelas 1 SD.   Memasuki sekolah dasar, sifat penyelenggaraan pendidikannya cenderung formal. Untuk itu dibutuhkan kematangan dan kesiapan anak untuk mampu menjalaninya. Kesiapan dan kematangan ini meliputi berbagai aspek pada anak, termasuk kematangan kognitif, kematangan psikomotor, kematangan sosial dan kematangan emosional.Itu sebabnya, saya tidak menganjurkan orangtua untuk memasukkan anak ke SD di bawah usia 6 tahun.

 

Nah di jaman sekarang ini ada sangat banyak sekolah dengan berbagai variasi layanan yang ditonjolkannya, bahkan ada yang dimulai sejak usia bayi. Tentu saja fokus layanan pendidikan yang disediakan masing-masing sekolah tersebut juga berbeda. Untuk anak-anak usia bayi, apa yang diberikan lebih berupa stimulasi motorik kasar (melalui kegiatan merangkak, berguling, dll)   dan stimulasi ketrampilan kognitif dasar (pengenalan warna, pengenalan bentuk, dll). Dan pada saat itu pendampingan dari orang dewasa mutlak harus. Itu sebabnya satu anak harus didampingi satu orang dewasa, biasanya oleh orangtuanya atau pengasuhnya.

Mengikuti perkembangan tahapan usia anak, tingkat kesulitan tugas yang diberikan kepada anak juga berubah. Semakin anak dewasa, semakin dituntut kemandirian pada anak untuk mengerjakan tugas yang diminta.

 

Tadi saya bicara tentang kebutuhan anak dan tujuan orangtua menyekolahkan anak-anaknya. Saya sendiri mulai menyekolahkan kedua anak saya sejak mereka berusia sekitar 18 bulan. Kelasnya di sebut kelas Toddler, di sebuah sekolah yang sangat dekat dengan rumah. Dan kelas itu betul-betul kelas untuk bayi. Setiap anak harus didampingi oleh orangtua atau pengasuhnya. Satu anak, satu orang pendamping – orang dewasa. Mengapa saya menyekolahkan anak2 saya di usia dini mereka? Tujuan saya pada saat itu adalah supaya kedua bocah saya itu berkesempatan bertemu dan bergaul dengan banyak anak lain seusianya, dalam sebuah lingkungan dan suasana yang kondusif, terstruktur dan sistematis. Hal ini jelas tidak mudah untuk diterapkan di rumah.

 

Nah, menurut saya, yang penting adalah bagaimana orangtua bisa tetap konsisten, berkomitmen kepada tujuannya mengapa dia menyekolahkan anaknya. Mengapa? Karena sesungguhnya dengan keluar dari rumah, di usianya yang sangat dini, dan harus berinteraksi dengan anak-anak lain, dengan orang dewasa lain sudah memberikan tantangan yang besar kepada anak. Tentunya hal ini tidak perlu ditambah dengan beban lain yang tidak relevan, yang muncul lantaran setelah bertemu dengan para orang tua   lain, sang orangtua jadi berubah. Lantaran orang tua jadi  terusik egonya untuk membuat anaknya menjadi sehebat-hebatnya, supaya tidak kalah dengan anak-anak lain.Dalam hal ini, anak yang potensial menjadi korban. Korban ego si orangtuanya.

 

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Green Groups

on Yahoo! Groups

share your passion

for the planet.

Summer Shape-up

on Yahoo! Groups

Trade weight loss

and swimsuit tips.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Lanjuta perihal dekon

Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals

w/ Real Food lovers.

Yahoo! Groups

Be a Better Planet

Share with others

Help the Planet.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Kompatiologi : To Kill or To Be Killed

Kompatiologi : To Kill or To Be Killed

Ditulis oleh: Vincent Liong
Tempat, Hari & Tanggal: Jakarta, Senin, 7 Januari 2007

Sejak diperkenalkan ke publik Kompatiologi mengalami
perang dengan lembaga pendidikan resmi +/- dalam 3
tahun terakhir.

Tahun 2006 : Internal Affair
Para praktisi & peneliti Kompatiologi mengalami
pengkucilan dari oknum-oknum Fakultas Psikologi
Universitas Indonesia yang diresmikan dengan Surat
Peringatan Resmi; Memo dari Sekertaris Fakultas
F.Psi.UI
Nomor: 214 / F.Psi / Humas / U / 2006
Kepada Yth: Ibu Cornelia Istiani
Staf pengajar Fakultas Psikologi UI – Depok
Hal: Himbauan
Tanggal 2 Agustus 2006

Surat ini secara informal bekerja sebagai surat
perintah, surat cekal, surat pengkucilan yang
dijalankan oleh para lulusan / alumni F.Psi.UI baik
yang masih berhubungan dengan UI atau telah bekerja
memangku jabatan di F.Psi. lain. Cornelia Istiani
karena beberapa ancaman lisan harus keluar dari
bekerapa pekerjaannya sebagai dosen dan berganti
pekerjaan menjadi konsultan swasta yang bekerja
berdasarkan proyek.

Tahun 2007 : Teror Keluarga
Para praktisi & peneliti Kompatiologi mengalami teror
dengan target merugikan anggota keluarga (bukan
diskusi ilmu) yang berlangsung mulai 20 mei 2007 –
awal Desember 2007 yang dilaksanakan oleh anggota
gerakan fintnah, teror, cacimaki dan ngomong jorok
Pabrik Tontonan. Sebagian besar anggota gerakan teror
ini memiliki hubungan dengan kegagalan membasmi
kompatiologi di tahun 2006 yang banyak melibatkan
oknum-oknum berbackground psikologi terutama dari
F.Psi.UI. (note: daftar jenis-jenis teror & nama
pelaku teror terlampir.)

Tahun 2008 : Harta & Nyawa
Tepatnya pada tanggal 30 Desember 2007 jam 06.00 WIB
pagi saya mendapat telepon dari Abu Ibrahim perwakilan
Hizbut Tahrir cabang Sydney. Abu mentanyakan ke saya
prihal kasus gambar porno dan sikap saya yang menurut
isu yang diterima tidak bersahabat bahkan bersifat
menghina agama Islam. Saya mengkonformasi bahwa saya
tidak berkepentingan akan hal tsb dan banyak pengguna
kompatiologi yang taat beragama Islam, saya juga
memiliki saudara angkat yang bernama Rizki Pradana
yang cukup dikenal baik oleh Abu Ibrahim dan dapat
dikonformasi soal sikap saya terhadap agama Islam.
Setelah melakukan penelitian termasuk tentang teror
keluarga yang dialami para praktisi kompatiologi
selama tahun 2007 maka secara professional pihak
Hizbut Tahrir hari itu juga pada jam Sun Dec 30, 2007
1:50 pm menulis surat konformasi agar tidak ada
anggota Hizbut Tahrir yang berhasil diperalat atau
diadudomba demi kepentingan pihak-pihak yang tidak
bertanggungjawab, Abu juga berpesan bahwa bilamana
pihak Front Pembela Islam menghubungi saya maka saya
harus mengatakan bahwa sudah bicara dengan Abu Ibrahim
perwakilan Hizbut Tahrir cabang Sydney. Hal ini sangat
mengagetkan saya, membuat saya terharu, membuat saya
paham bahwa ternyata pihak yang biasa dianggap garis
keras pun memiliki prosedur yang jelas sehingga tidak
mudah salah bertindak. Saya mengalami perumpamaan
"Orang Samaria yang Baik Hati" seperti yang tertulis
di Alkitab.

Yang terpenting saya menjadi sadar bahwa teror di
akhir tahun 2007 dan awal tahun 2008 ini tidak lagi
mentargetkan teror keluarga tanpa korban berdarah,
target teror tahun ini adalah keutuhan rumah tempat
tinggal saya di Jl. Ametis IV G/22 Permata Hijau,
Jakarta Selatan 12210 –Indonesia ;rencana memperalat
pihak ketiga untuk diharapkan melaksanakan teror
memang gagal tetapi bukan berarti tidak ada pihak
ketiga yang lain yang akan diperalat. Lalu saya
diingatkan lagi oleh pernyataan Audifax,S.Psi. sebagai
anggota gerakan Pabrik Tontonan yang secara tertulis
menjanjikan kematian atau cacat tetap total pada saya
atau praktisi kompatiologi yang lain yang direncanakan
terjadi di tahun 2008 dengan diumumkan secara terbuka
di maillist. Hal ini tidak hanya membuat saya kaget
tetapi juga membuat Abu Ibrahim menjadi marah
sekaligus bingung atas kenekatan musuh-musuh
kompatiologi dalam berjibaku dengan menghalalkan
segala cara demi membasmi kompatiologi tanpa
mempedulikan keselamatan dan nama baik diri sendiri
demi memberikan efek kerugian terbesar kepada target
terornya.

Pilihan yang ada pada saya saat ini adalah: "To Kill
or To Be Killed". Sesuai kebijaksanaan saya yang telah
saya tulis sebelumnya bahwa saya tidak membalas teror
keluarga dengan teror keluarga karena bila saya
melakukan itu maka saya sama biadabnya dengan musuh
saya. Saya mengambil jalan tengah dari "To Kill or Not
To Kill" dengan berusaha mempersempit ruang gerak
musuh kami di dunia nyata dengan harapan sumberdaya
yang bisa digunakan sebagai sumber dana, koneksi, dlsb
untuk melaksanakan rencana merugikan Harta dan Nyawa
selanjutnya berkurang sehingga pelaksanaan teror bisa
tertunda. Hal ini tentunya adalah penyelesaian
sementara tetapi saya pikir cara paling baik diantara
yang terburuk. Maka dari itu saya menyebarluaskan
data-data bukti tertulis berkaitan dengan gerakan
fitnah, teror, cacimaki dan ngomong jorok Pabrik
Tontonan yang selalu saya lampirkan subject, elink,
tanggal, email pengirim jelas yang bisa dikonformasi
atau diteliti kebenarannya.

Dengan membantu mempersempit ruang gerak anggota
gerakan fitnah, teror, cacimaki dan ngomong jorok
Pabrik Tontonan di dunia nyata maka anda telah
menyelamatkan keutuhan bangunan rumah kami dan nyawa
keluarga dan sahabat-sahabat kami. Menghargai keutuhan
keluarga orang lain adalah bentuk nyata bahwa kita
masih mencintai keutuhan keluarga kita sendiri.

Kompatiologi adalah ilmupengetahuan non-agama,
non-instansi, non-resmi non-subsidi ;satusatunya di
jaman ini, di Indonesia yang menjalankan penelitian
dan pengembangan ilmunya dengan harus berhadapan
dengan teror-teror berbahaya dari oknum-oknum
lembaga-lembaga pendidikan tinggi resmi menara gading
di Indonesia (tidak seperti kasus pada pada organisasi
lainnya, kompatiologi tidak pernah mendapat teror dari
instansi keagamaan). Tanpa digaji dengan mengeluarkan
biaya sendiri, dengan mengorbankan keselamatan nyawa,
keutuhan bangunan rumah, keluarga, pengkucilan yang
beresiko kehilangan pekerjaan, dlsb tetap menjalankan
budaya penelitian mandiri tanpa berharap mendapat
ijasah, gelar, pujian, dlsb.

Budaya Penelitian di jaman ini telah berubah menjadi
penelitian karena mau lulus, penelitian karena
orderan, penelitian karena ini-itu, dlsb sehingga
budaya penelitian bukan budaya yang dijalankan secara
sadar tanpa pamrih seperti penemu-penemu besar dunia
di jaman dahulu kala. Bergabunglah dengan perjuangan
kompatiologi demi kemajuan ilmupengetahuan dengan
budaya penelitian tanpa pamrih kami.

Untuk informasi hubungi kami:
* Vincent Liong 021-5482193,5348567/46(Home)
021-70006775(CDMA Flexi) 021-98806892(CDMA Esia)
08881333410(CDMA Fren)
* Cornelia Istiani,M.Psi.T. 021-92589842(CDMA)
081585228174(Hp)
* Drs.Juswan Setyawan (S.Pd(Ek)) 08159162193(Hp)

Ttd,
Vincent Liong
(Founder of Kompatiologi)
Jakarta, Senin, 7 Januari 2007

L A M P I R A N

Cara-cara terror yang telah dilakukan oleh anggota
gerakan terror, cacimaki dan ngomong jorok Pabrik
Tontonan di tahun 2007, diantaranya:
* Teror kepada anggota keluarga dengan sita jaminan
kepada para praktisi Kompatiologi (kalau tidak menurut
maka rahasia pribadi akan digunakan sebagai black
mail) sebelumnya teroris telah melakukan pendekatan
via Yahoo Messanger selama beberapa bulan kepada
target teror.
* Penyebarluasan data psikologis palsu.
* Cacimaki dan dengan bahasa kotor kepada subject,
keluarga dan nenek moyang kompatiolog;
bibit-bebet-bobot. Menggunakan Yahoo ID nama sendiri
dan yahoo ID palsu, sbb: "Alexanderkhoe" alias
"kabayangelo" alias "bola_volleyku" alias
"hautesurveilance" alias "wongedangakkatokan" alias
"wongsosubali" alias "ahlidekon" alias
"alexanderkhoe".
* Pemalsuan dan penyebarluasan data keberadaan korban.
* Pemalsuan bukti korban dan pemalsuan kuesioner.
* Usaha pemerasan, penangkapan dan pemenjaraan melalui
jalur hukum secara tertulis.
* Pelecehan pribadi kepada praktisi Kompatiologi.
* Pembahasan 'Kontol Blacky' anjing Vincent Liong.
* Usaha untuk memberantas kompatiologi dengan
mengangkat isu SARA diantaranya membuat
skenario-skenario, sbb:
- Kompatiologi akan diadu domba dengan penganut agama
Islam. Pihak teroris telah memasang foto-foto
pornografi dengan wanita-wanita berjilbab dari
Malaysia di maillist vincentliong@yahoogroups.com
dengan judul file "Islam!!!!!". Dengan demikian
seolah-olah kelompok Vincent Liong adalah pembenci
umat beragama Islam, dan negara Malaysia yang sedang
hangat bermasalah dengan Indonesia. Foto-foto ini
diumumkan oleh pihak Pabrik_T di maillist
psikologi_transformatif untuk menggalang massa lebih
banyak. Pada saat ini bukti-bukti tidak dihapus, bukti
kami bekukan sebagai barang bukti kejahatan tsb. Cara
ini gagal karena banyak pengguna kompatiologi yang
mengenal Vincent Liong dengan baik yang menganut agama
Islam.
- Pendiri Kompatiologi Vincent Liong adalah keturunan
Tionghoa, hal ini dipermasalahkan.
- Pendiri kompatiologi Vincent Liong dari golongan
hanya lulusan SMU bukan dari universitas.
- Pendiri kompatiologi diisukan menindas kaum miskin.
* Usaha membuat praktisi kompatiologi palsu yang
mempropagandakan budaya sex bebas sebagai bagian dari
ritual dekon-kompatiologi. Saat ini menggunakan Yahoo
ID: Ani Munafich.
* Pembuatan email palsu meniru Yahoo ID orang lain
untuk meusak nama baik para pemilik nama tsb.
(Ditambah lagi beberapa nama yang dimirip-miripkan
dengan Yahoo ID orang lain seperti misalnya:
"baduamink" (meniru: baduamin), "intel.psitrans"
(meniru: intel.psitrans hanya berbeda provider
emailnya saja), "vincentlliong" (meniru:
vincentliong), "istiani.c" (meniru: istaini_c),
"monde78100" (meniru: monde78100 hanya berbeda
provider emailnya saja), dlsb terlalu banyak untuk
disebut satu per satu.)
* Pelaksanaan black mail kepada anggota keluarga
dengan membuat cerita porno di maillist
psikologi_transformatif@yahoogroups.com dengan
mencantumkan nama kompatiolog dan keluarganya.
* Penulisan dan penyebarluasan naskah chatting palsu
dengan mengatasnamakan nama peneliti kompatiologi.

Biodata / CV dari anggota gerakan cacimaki dan teror
Pabrik Tontonan:

* Nuruddin Asyhadie (Pemimpin gerakan cacimaki Pabrik
Tontonan / Pabrik_T)
Saat ini menjabat sebagai sout east asia editor dari
Common Ground News Service.

Lahir di Mojokerto, 27 Pebruari 1976, beralamatl di
"Padepokan Ngawu-awu Langit" Karang Bendo CT III/23c,
Jl. Kaliurang Km 5 Yogyakarta.

Menamatkan sekolah menengah di SMA Negeri 6 Surabaya,
lulus 1993/1994 dan kini sedang menyelesaikan
skripsinya tentang gramatology Jaques Derrida di
Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta. Nurudin aktif di
Teater Sanggar Shalahuddin Yogyakarta, sempat menjadi
wartawan Yogya Pos, 1995-1996, kini Redaktur Jurnal
Filsafat Kaca Mata, Kelompok Bermain Kaca Mata dan
Direktur Riset dan Penerbitan Pabrik Tontonan.

Beberapa sajaknya pernah mendapatkan penghargaan
sebagai dominasi Kejuaraan 5 Puisi Kategori Nominasi
Lomba Cipta Puisi Remaja, Perhimpunan Persahabatan
Indonesia-Amerika (PPIA) dan Forum Apresiasi Sastra
Surabaya (FASS), dalam rangka Festival Puisi Indonesia
XIII (1992), Juara I Lomba Cipta Puisi St. Louis 2 Cup
I (1993), Pemenang Ketiga Lomba Cipta Puisi
Se-Indonesia, Teater Kene, Tabanan Bali, (1993),
Sembilan puisi terbaik Lomba Cipta Puisi Perdamaian
"Art and Peace" (1999) Wianta Foundation.
Karya-karyanya yang lain Angin Lalu (1994) dipentaskan
oleh Kelompok Doyan Kerja Surabaya pada tahun yang
sama. Sastra Jendra (1995) dipentaskan oleh sanggar
Shalahuddin Yogyakarta pada tahun yang sama. Berapa
Harga 1 Kg Puisi?, reportoar bersama Kelompok Doyan
Kerja Surabaya, 1997. Menyingsing Fajar (1993),
kumpulan puisi bersama 12 penyair muda se-Indonesia,
diterbitkan oleh Teater Kene, Tabanan Bali.

* Dra. Ratih Andjayani Ibrahim MM. Psi (Psikolog dari
PERSONAL GROWTH)
Pendidikan :
# 1996 – 1997 Prasetiya Mulya Business School, Jakarta
- Magister Manajemen major : Pemasaran
# 1984 – 1992 Fakultas Psikologi,Universitas
Indonesia, Jakarta – Psikolog.
Pengalaman & Kegiatan :
# 2006 Psikolog untuk BERANI – Koran Berita Anak
Indonesia
# 2006 Pakar tetap dalam program televisi CINTA –
Psikoproblem di O Channel TV setiap hari rabu pukul
10.00 dan 18.30
# 2004-2006 Psikolog untuk Indonesian Idol 1 (2004),
Indonesian Idol 2 (2005), Indonesian Idol 3 (2006) dan
Bintang Akting RCTI (2004), - Juri untuk pemilihan
COSMO GIRL OF THE YEAR 2004 & 2005, Juri untuk
pemilihan CGFaces 2004 – majalah Cosmo Girl Indonesia,
- Juri untuk pemilihan FUN FEARLESS FEMALE 2004 -
majalah Cosmopolitan Indonesia. - Pembicara dalam
kampanye maupun peluncuran berbagai produk baru,
diantaranya : Armani, Dove, novel, biografi, toko
buku, dan lain-lain
# 2004 – sekarang intruktur Pengembangan Pribadi untuk
John Robert Powers Indonesia
# 2002 – sekarang Pakar dan pengisi tetap kolom Cosmo
Controversy Majalah Cosmopolitan Indonesia
# 2002 – sekarang, Narasumber berbagai media publik
untuk topik-topik psikologi, meliputi televisi
(diantaranya : Matahari, Selamat Datang Pagi,
Fenomena, dll), radio(diantaranya ARH, Trijaya,
HardRock FM, Cosmopolitan FM, Female Fm, Radio Bahanam
dll), majalah dan surat kabar, diantaranya
Cosmopolitan, Good House Keeping, Spice, Nakita,
Reader's Digest Indonesia, HIDUP Kompas, Republika,
Female Radio, Kiss FM, Trijaya FM, Radio Bahana, dll.
# 2002 – sekarang Dosen di Fakultas Psikologi UKRIDA,
Jakarta. Mata kuliah : Psikologi Umum, Perilaku
Organisasi, Perilaku Konsumen.
# 2001 – sekarang Associate Psychologist – Klinik
Perkembangan, Lembaga Psikologi Terapan (LPT) UI
# 2003 – sekarang Pengurus Yayasan Sancta Ursula, Bumi
Serpong Damai.
# 1997 President of Manajemen Society Prasetiya Mulya
Business School – Jakarta
# 1995 – 2000 Salah satu pendiri, dan anggota dewan
pengurus tingkat nasional Jaringan Mitra Perempuan
# 1993 Sekretaris WKRI DPD Jakarta
# 1984 – 1992 Aktivis KUKSA UI, Jakarta

Contact Person: Ratih Andjayani Ibrahim
Mobile : 0816-182-0750
Email : iburatih.personalgrowth@gmail.com,
iburatih@gmail.com

* Maya Notodisurjo
Lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
pada tahun 1997. Seminggu setelah lulus bekerja di
DEKA Marketing Research. Pada awal tahun 2001
menninggalkan DEKA dan bergabung di NFO Consensus/
MBL. Sejak awal tahun 2002 sampai sekarang bekerja di
PROMPT Research yang beralamat di: Century Tower 5th
Floor, # 501, Jl. HR Rasuna Said Kav. X2 no. 4,
Jakarta 12950. Jabatan saat ini Research Manager
bagian Supplier Side. Maya Notodisurjo telah menangani
ratusan project dengan Focus Group Discussions dan
In-Depth Interviews untuk berbagai macam produk,
consumer goods, periklanan, rokok, perbangkan dan
produk asuransi, etc. Sangat berpengalaman dengan
motivational studies terutama penelitian mengenai
hubungan antara ibu dan anak [link:
http://www.researchinfo.com/noindex/directory/details.cfm?ID=1923
]

* Goenardjoadi Goenawan
Goenardjoadi Goenawan adalah lulusan Fakultas
Teknologi Pertanian, IPB dan Magister Manajemen
Universitas Indonesia. Ia telah berkarir di dunia
marketing fast moving consumer goods, baik perusahaan
lokal maupun multinasional. Terakhir menjabat sebagai
Business Development Manager Consumer Products,
Hewlett Packard Indonesia. Saat ini ia menjadi founder
ESQCU Training & Consulting. Ia telah menulis beberapa
buku, di antaranya adalah "Menjadi Kaya dengan Hati
Nurani" (Elex Media). Penulis dapat dihubungi di:
081381168990.

* Leonardo Rimba
Leonardo Rimba adalah alumnus FISIP Universitas
Indonesia dan the Pennsylvania State University,
seorang professional tarot reader dan bidang lainnya
dalam ranah Psikologi Transpersonal. Leo bisa
dihubungi di HP: 0818-183-615.

* Audifax
Sarjana Psikologi universitas Surabaya (Ubaya).
Bekerja sebagai peneliti di Institut Ilmu Sosial
Alternatif (IISA)-Surabaya. Penulis buku: Semiotika
Tuhan dan Mite Harry Potter.

* Edy Susanto <aldo_richard@> Mahasiswa STIE
Muhuhammadiyah jurusan akuntansi. Pekalongan – jawa
tengah . Indonesia.

* Sinaga Harez Posma
Lulusan Magister Psikologi Universitas Indonesia, saat
ini bekerja sebagai konsultan.

Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Instant hello

Chat over IM with

group members.

Parenting Zone

Your home for

parenting information

on Yahoo! Groups.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Certificate of Marketing Management - 5 Days Intensive Program

     

 

C&G Training Network mengundang Bapak/Ibu/Sdr untuk mengikuti:

CERTIFICATE OF MARKETING MANAGEMENT

(CMM)5 Days Intensive Program

Izin Dikmenti No. 41/PLSM/IV/JS/05

 

Tempat: C&G Training Network

Graha Mustika Ratu Lantai 6

Jl. Jend. Gatot Subroto kav. 74-75

Jakarta 12870

 

Hari: Setiap Sabtu

Start: Tanggal 16 Februari 2008

Pukul 09.00 – 16.00

Total: 5 hari @ 6 jam = 30 jam efektif

 

Biaya:

Rp 4.000.000/orang nett

Rp 3.800.000/orang nett, untuk Early Bird sebelum 2 Februari 2008

Diskon 15% untuk pemegang member card C&G Training Network

Biaya sudah termasuk materi, 2x coffee break, lunch

GRATIS CD MATERI PROGRAM

 

Pembayaran dapat ditransfer ke BCA Cabang Menara Bidakara, Jakarta

a/c no. 450.3078123, a/n C&G Pratama

Bukti transfer mohon difax ke no. (021) 829880

 

Melakukan penjualan dan pemasaran merupakan langkah utama terjadinya bisnis.

Untuk tetap bertahan di bawah tekanan persaingan, perusahaan harus mampu membuat

 strategi pemasaran yang tepat, dapat mengkomunikasikannya kepada publik atau target

audience dengan menerapkan Integrated Marketing Communications yang baik, dan

mempromosikan serta menjaga citra perusahaan atau produknya. Dalam training ini,

tim sales Anda akan dibekali pula dengan teknik terbaru dalam penjualan secara professional.

Mereka akan meninggalkan training ini dengan kemampuan yang lebih baik dalam memotivasi

dan mempersuasi pelanggan, serta lebih mampu meraih transaksi bisnis yang menguntungkan.

 

Materi:

Hari 1: Dasar-dasar pemasaran

1. Pendahuluan:

a. Fungsi pemasaran

b. Taktik dan strategi manajemen pemasaran

2. Proses perencanaan  pemasaran:

a. Proses penyusunan dan penetapan sasaran pemasaran

b. Analisa situasi eksternal dan internal, analisa masalah dan peluang

c. Pengkajian rencana dan proses, sistem evaluasi berkala

3. Penyusunan strategi pemasaran:

a. Perencanaan pemasaran taktis

b. Merencanakan promotion mix: iklan, personal selling, sales promotion, publicity

c. Perencanaan dan aktivitas penjualan

d. Komunikasi persuasive, kontak dengan klien

4. Pengembangan klien secara sistematis:

a. Memantapkan hubungan klien, membuat mereka loyal seumur hidup

b. Merencanakan dan melaksanakan strategi pengembangan klien

 

Hari 2: Marketing Plan

1. Latar belakang pemasaran:

a. Review bisnis

b. Menganalisis kekuatan dan kelemahan

2. Penetapan sasaran pemasaran:

a. Penetapan sasaran penjualan

b. Identifikasi dan analisis target market

3. Penetapan strategi dan rencana pemasaran:

a. Penetapan sasaran pemasaran

b. Strategi umum pemasaran

c. Strategi menciptakan positioning yang efektif

d. Rencana bauran promosi

e. Penulisan rencana pemasaran

 

Hari 3: Integrated Marketing Communications

1. Prinsip-prinsip komunikasi pemasaran

2. Mengembangkan komunikasi yang efektif

a. Mengidentifikasi audiens yang dituju

b. Menentukan tujuan komunikasi

c. Merancang pesan

d. Memilih saluran komunikasi

3. Menentukan bauran promosi

a. Periklanan

b. Sales promotion

c. Public relations

d. Personal selling

e. Direct marketing

4. Mengukur hasil promosi (evaluasi)

5. Mengelola dan mengkoordinir IMC

 

Hari 4: Marketing Public Relations

1. Pengertian Marketing Public Relations (MPR)

2. Tugas-tugas MPR

3. Strategi MPR:

a. Menetapkan tujuan pemasaran

b. Memilih pesan dan sarana humas yang tepat

c. Menerapkan rencana MPR

d. Mengevaluasi MPR

4. Kiat-kiat utama MPR:

a. Publikasi: advertorial, newsletter, dll

b. Special event: exhibition, sponsorship, competition, dll

c. Social relations, community relations

d. Corporate identity, dll

 

Hari 5: Selling & Marketing Skills:

1. Presentation skill: Meraih perhatian penuh dari calon pelanggan,

    melakukan presentasi yang persuasife dan sukses, menggunakan

    materi pendukung visual (sales kit) secara efektif

2. Interpersonal communications skill: Persepsi interpersonal,

    pesan verbal, pesan non verbal, komunikasi antar pribadi, konsep diri,

    atraksi interpersonal, hubungan interpersonal

3. Teknik persuasi

4. Motivation skill: Memotivasi pelanggan, melakukan probing dan

    mengidentifikasi apa yang sesungguhnya dibutuhkan pelanggan

5. Telephone technique: Mendapatkan perhatian dan minat pelanggan

    di telepon, menutup pembicaraan dan memastikan adanya kesepakatan

    yang menguntugkan

6. Negotiation skill: Mengenal perilaku orang menghadapi setiap tipe orang,

    bahasa tubuh dalam negosiasi, proses negosiasi: langkah awal, diskusi,

    kesepakatan, tindak lanjut

7. Closing the sale: Kapan dan bagaimana melakukan transaksi,

    bagaimana memperoleh kesepakatan dalam situasi penjualan rumit.

 

Metode training: Pembahasan konsep, diskusi kasus, latihan

 

Target peserta: Staf hingga manager bagian penjualan dan pemasaran

 

INSTRUKTUR:

1. Ir. Prima Haris Nuryawan, MBA., princiap C&G training Network.

Alumnus ITB dan Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya ini

berpengalaman luas di Vinoti Group, hingga menjadi corporate business

development general manager yang membawahi human resource division.

Jabatan terakhirnya adalah sebagai direktur PT Laminatech Kreasi Sarana,

sebuah perusahaan manufaktur yang membawahi ratusan pekerja.

Saat ini beliau aktif melatih dan mendidik karyawan, khususnya

dalam bidang HR Management. Beliau rutin mengikuti perkembangan

dunia usaha dan industri, mulai dari seminar, pelatihan hingga studi banding,

baik di dalam maupun di luar negeri. Wawasan dan pengalamannya yang

luas di hamper semua bidang, mulai dari pemasaran, keuangan, produksi,

sumber daya manusia, hingga corporate strategic membuatnya mampu

menjadi pembicara profesional di berbagai kesempatan.

 

2. Dra. Kussusanti, MSi., trainer specialist yang telah banyak menjadi

pembicara di berbagai perusahaan, serta berpengalaman praktis di

bidang marketing communications dan marketing public relations,

antara lain di Astra Group, Dharmala Group. Master di bidang manajemen

komunikasi ini kini masih aktif menjadi pengajar di Departemen Komuniaksi,

Universitas Indonesia.

  

Informasi & pendaftaran

C&G Training Network

Graha Mustika Ratu Lt. 6

Jl. Gatot Subroto 74-75

Jakarta 12870

Tel. (021) 829 8802, 829 8803

Fax. (021) 829 8880

e-mail: cgcomm@cbn.net.id, cs@cgtrainingnetwork.com

Website : www.cgtrainingnetwork.com

Blog : www.cgtraining.blogspot.com

 

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Dog Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about dogs.

Special K Challenge

on Yahoo! Groups

Find shape-up

tips and tools.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Belum bisa merangkak belajar naik sepeda ?!

Belum bisa merangkak belajar naik sepeda ?!

Belum bisa merangkak belajar naik sepeda,
Makan aja susah, belajar menggunakan sendok garpu,

Hidup aja masih ala preman pasar kebiasaan bacok sana bacok sini,
yang belum aman, tentram dan damai,
sudah bicara standart etika dagang, psikologi, prilaku, dlsb.

Apa terpakai punya etika dagang, psikologi, prilaku, dlsb kalau harga
nyawa masih murah, hukum belum dibikin, hari ini idup besok bisa saja
dibacok lalu mati membusuk di tengah jalan.

Buat apa?

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Health & Fitness

on Yahoo! Groups

Useful info for the

health conscious.

.

__,_._,___