Rabu, 13 Februari 2008

Re: [beasiswa] [butuh info] Pengalaman Kuliah di RMIT (Fasilitas & Teaching Experience

Danny,
Saya sich dulu kuliah di Melbourne uni, tapi sering ke RMIT banyak teman
disana. Persepsi saya tentang RMIT, terus terang saya tidak suka kampusnya.
Memang lokasi di tengah kota jadi gampang dijangkau dan kampusnya juga
nyentrik artistik. Masalahnya RMIT itu perasaan saya sumpek, tidak ada ruang
terbuka seperti kampus universitas swasta di Jakarta bangsa untar, sedangkan
kampus2 lain di Aussie itu terkenal dengan lapangan2 rumput yg enak buat
duduk2, piknik dst. Ruangan disana kecil-kecil beratap rendah. Saya agak
castrofobia kalau ke sana.

Soal kualitas dan fasilitas, RMIT itu terkenal untuk bidang2 aplikatif, saya
lihat lulusannya relatif lebih siap kerja daripada lulusan Melbourne Uni dan
La Trobe misalnya, karena kedua uni itu khan lebih berfokus pada riset. Saya
cukup terkesan dengan teman2 saya dari RMIT yang kuliah bidang design
grafis, computer science dst, produk yg mereka hasilkan lebih menarik
dibanding yg lulusan MelU. Ada beberapa kuliah saya yang sama dengan kuliah
di RMIT, misalnya public communication tapi setelah saya bandingkan
kontennya lebih padat dan lebih bermutu di RMIT. Universitas seperti
Melbourne, La Trobe merasa dirinya state university dan melihat sejarahnya
yang panjang sering terlena dengan nama besarnya dan harus diakui untuk
beberapa segmen kalah bersaing dengan universitas2 swasta yang baru.

Jeleknya RMIT (menurut komplain teman2 saya) ya memang biro kemahasiswaannya
dan adminnya berantakan dan kampungan (dibanding uni lain ya) kalau dulu
sich mereka termasuk yang pertama menerapkan regristrasi online dst tp ya
banyak erornya. Kuliah2nya biasanya keroyokan satu kelas beberapa ratus
mahasiswa (ya model uni swasta di Indo khan juga begitu), jadi interrelasi
dengan dosen kurang. Kemudian karena mereka banyak dosen praktisi non
akademik dan guest speaker, mereka obyekannya di luar juga banyak, jadi
kadang kuliah cancel dst. Soal fasilitas library dan komputer saya rasa
cukup bagus, lagipula sejelek-jeleknya fasilitasnya di sana biasanya lebih
bagus dari fasilitas di indo, terutama library. Enaknya di Melbourne, uni
punya fasilitas interlibrary jadi kalau kampus kamu gak punya bukunya kamu
bisa pinjam dari uni lain. Kalau saya dulu di melbourne uni boleh pinjam
buku maksimum 60 buku sekali pinjam. Saya juga hobi pinjam ke Monash uni
tapi karena saya bukan mahasiswa Monash jadi cuma dapat jatah 15 buku sekali
pinjam. Mau pinjam ke state lainnya juga bisa, tapi agak lama, seminggu
biasanya. Praktis khan? Gak kayak di Indo. Pengalaman saya jadi dosen baik
di PTN maupun PTS di Jakarta cuma diwajibkan bikin riset tapi literatur cari
sendiri. Malah uni tempat saya mengajar terakhir jatah pinjam bukunya cuma
2.

Saran saya, gak usah terlalu pusing dan kuatir dengan kualitas sekolah.
Program master itu berguna tidaknya tergantung kita. Perasaan saya, waktu
kuliah S1 itu kita menambah pengetahuan, tapi rasanya S2 itu lebih ke arah
pembentukan polaa pikir kritis. Ilmu akan bertambah seturut dengan apa yang
kita teliti, jadi kualitasnya sangat tergantung pada keseriusan kita belajar
dan meneliti. Supervisor thesis saya pernah bilang, 'the sign that you are a
good master graduate is that when you complete your master, you realise that
you know nothing of what you have been studying so you force yourself to
keep digging'

Selain itu, kita punya persepsi kuliah di luar pasti kampus super lux,
fasilias ok. Jangan salah. Waktu saya kuliah di dublin pernah saya disuruh
maju di kelas menulis sesuatu saya baru sadar saya sudah 12 tahun tidak
pegang kapur tulis (Di Eropa banyak kampus masih pake kapur tulis lho,
sedangkan terakhir saya belajar pakai kapur ya waktu SMA. Di UI khan sudah
pakai white board. Jadi siapa bilang kita gak modern?). Waktu di Bochum di
Jerman malah mereka menghapus papan tulis pakai lap pel dibasahi (jadi boleh
percaya boleh tidak di tiap kelas itu ada mop panjang yang buat ngepel
lantai tapi gagangnya pendek sama ember isi air). Saya sampe bilang sama
temen sebelah saya. 'Katanya Jerman rajanya teknologi, kog teknologinya gak
sampai sini?

Saran saya lagi, semua uni dimanapun kamu akan sekolah gak ada yang
sempurna. Waktu mau masuk kita akan kagum dan bangga, wah kita bisa diterima
jadi mahasiswa di situ. Setelah kuliah di situ, tau brengsek dan intrik di
dalamnya pasti pada akhirnya akan bilang 'ah ternyata begini doang'. Jadi ya
dinikmati aja buat pengalaman dan studi banding gratis (tidak seperti DPR
yang biaya studi banding gede, studi banding melulu gak pernah jelas
hasilnya). Kalau ada masalah, benturan, kekecewaan. Bagi para penerima ADS
kalau ada masalah dst, pikir positif aja mikirnya 'Untung aku sekolah
gratis!' tapi bukan berarti pasrah dan pasif selalu ya. Saya orangnya khan
vokal dan hobinya 'kritis' mengkritik karena memang di luar banyak persepsi
bahwa orang Asia itu nrimo jadi saya punya filosofi 'This Asian fights
back!"
AA


On 11/02/2008, mazdanieku <mazdanieku@yahoo.com> wrote:
>
> Dear fellow milisters,
>
> Saya ingin cari informasi tentang RMIT Business. Alhamdulillah tahun
> ini saya diterima sebagai ADS awardee dan salah satu universitas yang
> saya pertimbangkan adalah RMIT dengan jurusan Master of Business
> Information Technology (MBIT).
>
> Yang jadi pertanyaan saya, mungkin ada kawan-kawan yang sedang kuliah
> atau pernah kuliah di RMIT khususnya School of Business yang bisa
> memberikan informasi tentang:
>
> - Fasilitas, mengingat kampus Business RMIT ada di Bourke St
> (terpisah dari City Campus di Swanston). Saya pingin tau apakah
> fasilitas library dan laboratory atau pendukungnya cukup lengkap dan
> memuaskan?
>
> - Teaching experience, saya banyak baca di beberapa forum bahwa RMIT
> ini recommended untuk IT degree dan lebih banyak menawarkan practical
> training. Tetapi, untuk jurusan Bisnis bagaimana ya? Saya juga kok
> membaca bahwa sistem administrasi/kemahasiswaannya gak memuaskan
> bahkan ada beberapa pengajar yang diindikasikan kurang qualified
> (saya baca di forum whirlpool.com.au). Apakah benar begitu?
>
> Terima kasih atas informasinya.
>
> Regards,
> Danny Ardianto
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] Bakal Capres AS Obama seorang Muslim? -- Ikutilah penjelasannya di bawah ini

Ternyata tidak semua orang Amerika seburuk kelompok ekstrem kanan yang terungkap dalam sebuah posting saya kemarin. Berikut ini sebuah surat yang ditulis oleh bakal calon presiden AS dari Partai Demokrat, Obama, yang menceritakan bagaimana ia mengenal orang Muslim. Ternyata politisi keturunan Kenya ini pernah tinggal di Indonesia pada masa kecilnya.

Tentu kita berharap ia akan memenangkan perlombaan menuju kursi presiden AS ini, karena kalau ia berhasil, hal itu akan sangat kondusif bagi perdamaian dunia. Tapi, yah, kita lihat saja, apakah ia berhasil mengalahkan lobby Yahudi di AS kali ini.

Salam,
Hudoyo

Mon Jan 21, 2008 2:07 am (PST)

Letter from Barack Obama on His Muslim Heritage

There has been a lot made in the recent weeks about the Muslim
history of my family. Some of the things that have been said are
true, others are false, so I am writing this letter to clear up the
misunderstandings on this issue.

Yes, it is true that I have a name that is common amongst Kenyan
Muslims where my father came from and that my middle name is
Hussein. Barack is a name which means "blessing" and Hussein is a
masculine form of the word beauty.

Since there is nothing inherently wrong with the concept of
blessings from God and the beauty He creates I fail to see the
problem with these names.

Some will say wouldn't it be a problem to have a president with a
name similar to the deposed and executed former dictator of Iraq ?

My answer to this is simply no; rather it is the strength and beauty
of America that the son of an African man with a "funny sounding"
name, born under British Colonial Rule, can now be a serious
candidate for the presidency of the United States .

My father was a Muslim and although I did not know him well the
religion of my father and his family was always something I had an
interest in. This interest became more intense when my mother
married an Indonesian Muslim man and as a small child I lived in
Indonesia and attended school alongside Muslim pupils.

I saw their parents dutifully observing the daily prayers, the
mothers covered in the Muslim hijab, the atmosphere of the school
change during Ramadan, and the festiveness of the Eid celebrations.

The man my mother was married to was not particularly religious; but
he would attend the mosque on occasion, and had copies of the Quran
in different languages in the home, and books of the sayings and
life of the Prophet Muhammad.

From time to time he would quote Islamic phrases such as "no one
truly believes until he wants for his brother what he wants for
himself", "oppression is worse than slaughter", and "all humans are
equal the only difference comes from our deeds".

Growing up in Hawaii with my mother and her grandparents, Islam
largely escaped my mind. My mother installed in me the values of
humanism and I did not grow-up in a home were religion was taught.

It was later while I attended college at Columbia University and
Harvard Law that I became reacquainted with Muslims as both schools
had large Muslims student populations. Some of them were my friends
and many came from countries that our nation now has hostile
relations with.

The background I had from my early childhood in Indonesia helped me
get to know them and learn from them and to me Muslims are not to be
looked upon as something strange.

In my experiences up until college a Muslim was no less exotic to me
than a Mormon, a Jew, or a Jehovah's Witness.

After college I settled in my adopted hometown of Chicago and lived
on the South Side and worked as a community organizer. Chicago has
one of the largest Muslim populations in America (estimated to be
around 300,000) and Muslims make-up some of the most productive
citizens in the area.

I met countless numbers of Muslims in my job as an organizer and
later on in my early political career. I ate in their homes, played
with their kids, and looked at them as friends and peers and sought
their advice.

Therefore, when the tragic terrorist attacks of 9-11 occurred I was
deeply saddened with the rest of America , and I wanted justice for
the victims of this horrific attack, but I did not blame all Muslims
or the religion of Islam.

From my experience I knew the good character of most Muslims and the
value that they bring to America . Many, who did not personally know
Muslims, indicted the entire religion for the bad actions of a few;
my experience taught me that this was something foolish and unwise.

Later I had the chance to visit the homeland of my father and meet
Muslim relatives of my including my grandmother. I found that these
were people who wanted the same things out of life as people right
here in America and worked hard, strive to make a better way for
their children, and prayed to God to grant them success.

This is what I will bring to the office of the Presidency of the
United States .

I will deal with Muslims from a position of familiarity and respect
and at this time in the history of our nation that is something
sorely needed

_________________________
SASTRA-PEMBEBASAN, wacana sukasamasuka sastrakitakita
Yahoo! Groups Links

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Best of Y! Groups

Check out the best

of what Yahoo!

Groups has to offer.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Kumpulan links ttg Bernadette Roberts

Kawan-kawan mantan peserta MMD di Vihara Mendut 8-10 Pebruari 2008,

Di bawah ini kumpulan link ttg Bernadetta Roberts (semua dalam bahasa Inggris).
Semoga berguna.

salam,
djuni
blog: http://djuni.wordpress.com

----------------------------------------------------------

BERNADETTE'S FRIENDS, News and posts by friends of Bernadette Roberts
http://www.bernadettesfriends.blogspot.com/

BERNADETTE ROBERTS AND THE LOSS OF SELF by Bill Carey
http://www.firedocs.com/carey/roberts.html

The Experience of No-Self: A Contemplative Journey by Bernadette Roberts (ringkasan)
http://www.nonduality.com/berna.htm

Comments on the Outline of The Experience of No-Self, from members of the Nonduality Salon:
http://www.nonduality.com/berna2.htm

Interview with Bernadette Roberts
http://lightgate.net/boards/viewtopic.php?topic_view=threads&p=1019&t=180&sid=16cf15a5378657d6a1ca231e31e4bdaa

Bernadette Roberts (Wikipedia)
http://en.wikipedia.org/wiki/Bernadette_Roberts

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Get in Shape

on Yahoo! Groups

Find a buddy

and lose weight.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] E-Book "KOMPATIOLOGI logika sampler dan translater" ver14feb08

Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

Instant hello

Chat over IM with

group members.

John McEnroe

on Yahoo! Groups

Join him for the

10 Day Challenge.

.

__,_._,___

Re: [beasiswa] [butuh info] universitas aussie dengan research component di Aussie

Novel, selamat ya telah mendapatkan ADS. Mengenai apakah akan mengambil coursework murni atau mix (coursework dan research component), memang sebaiknya Novel fokus dulu dengan bidang yang akan diambil. Silakan rajin-rajin buka website uni-uni di Australia yang menyediakan bidang-bidang tersebut dan bertanya kepada mereka apabila ada yang tidak dimengerti.

Pengalaman saya dulu, pertama saya mengambil Master mix (coursework dan research), tetapi karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan saya minta ganti menjadi coursework murni (walaupun tetap mengambil satu unit yang namanya Graduate Research Paper yang mengharuskan menulis research paper juga tapi lebih ringan requirementnya). Saya tidak tahu pengalaman rekan-rekan yang lain, tapi sepengetahuan saya mengambil program coursework juga berat kok (apalagi yang mix). Soalnya waktu itu saya harus menyelesaikan program dalam 1 tahun dan setiap semester ada 4 unit dengan 24 credit.

Trus mengenai anggapan bahwa yang mengambil master by coursework tidak dapat melanjutkan PhD, saya rasa tidak benar karena diterima atau tidaknya dalam program PhD dan beasiswa tidak hanya tergantung dari Master-nya saja. Masih banyak lagi yang akan dipertimbangkan, seperti topik penelitian, ketersediaan supervisor dan kesiapan calon dalam melanjutkan studi. Memang bagi yang mengambil master by coursework harus dapat membuktikan kemampuannya dalam bidang research. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan penelitian mandiri, mempublikasikan dan mempresentasikan hasil penelitian tersebut.

Ok...demikian saja pendapat dan sharing pengalaman yang dapat saya sampaikan. Semoga berguna.

Salam,
Selvie


Novel Fernando <novel_smjtk@yahoo.com> wrote:
Perkenalkan nama Saya Novel, Puji Tuhan saya mendapatkan beasiswa ADS
dan menurut rencana akan berangkat pada bulan Juni-Juli. Saat ini saya
sedang bingung mencari uni dan jurusan. Pertimbangannya saya mengambil
coursework murni atau coursework dengan research component, dan saya
lulusan Diploma IV (menurut info ada beberapa uni yang menolak D IV).
Yang pasti saya akan mengambil bidang berada dalam bidang commerce,
financial management or finance. Mungkin ada sharing dari temen2
mengenai coursework dengan research component, seperti tingkat
kesulitan, tema, object dsb. Terima kasih buat sharingnya.


---------------------------------
Get the name you always wanted with the new y7mail email address.

[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

conflation Veiaggra $1. 09

Veiaggra $1. 09 http://www.bestbutoutlet.com

 
Harry Potter... can Dobby come and see you sometimes, sir? Dobby askedlook after humans, thats what they like, see? Yehd be makin emhes the Bulgarian Minister of Magic, and he cant understand a word ImHarry and Ron both jumped out of the way as several knives soared out o

[beasiswa] [info] Joint Japan/World Bank Graduate Scholarship Program (JJ/WBGS)

The World Bank
Joint Japan/World Bank Graduate Scholarship Program (JJ/WBGS)
Application deadline: March 31 2008

The Joint Japan/ World Bank Graduate Scholarship Program (JJ/WBGSP),
is in its 21st year. The Program awards scholarships to individuals
from World Bank member countries to undertake graduate studies at
universities renowned for their development research and teaching. In
its Regular Program, the JJ/WBGSP has awarded scholarships to 2,707
scholars chosen from a total of 54,119 applicants.

Contact Information:
The World Bank
Joint Japan/World Bank Graduate Scholarship Program
1818 H Street, NW – MSN J2-204
Washington, DC 20433,USA
Tel: +1 (202)-473-6849
Fax: +1 (202) 522-4036
E-mail: jjwbgsp@worldbank.org
Website: http://www.worldbank.org/wbi/scholarships/

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/