Minggu, 16 Desember 2007

Balasan: Bls: [psikologi_transformatif] Global Warming dan Kearifan Kuno

Dear Bapak Jusuf ...
 
sebelumnya mohon ijin untuk mengcopas ya pak ..
karena agak berat untuk langsung di pahami ...
jadi ya di simpan aja dulu untuk kembali di pahami entar habis pulang kantor...
 
salam hangat dan salam kenal
/Lu2
 


Jusuf Sutanto <jusuf_sw@yahoo.co.id> wrote:
Kalau A.Maslow mengikuti jalannya Konferensi Perubahan Iklim, maka dia pasti akan menyesal karena teorinya tahun 1954 mengenai 5 tingkat hirarkhi kebutuhan dan bahkan sudah disempurnakan menjadi 7 tingkat di tahun 1970, ternyata tidak berjalan sebagaimana diharapkan ketika negara kaya emoh committed pada rencana menurunkan emisi carbon.
Yang muncul justeru Al Gore seorang mantan Wapres yang memberikan arahan yang tegas !

Apalagi Freud (1856-1939) dengan konsep tentang insting ( eros dan kematian ) dan Konrad Lorenz (1903 - 1989)dengan konsep sikap destruktif sebagai  faktor biologis yang di luar kendali manusia sehingga Erich Fromm mempertanyakan lalu apa bedanya manusia dengan binatang ?
Inilah fenomena ambang batas dari Pencerahan abad 18 : pencemaran alam terjadi di saat ilmu pengetahuan dan teknologi sedang tumbuh dengan marak.

Pertanyaan berikutnya adalah :
Apakah karena manusia telah mendewakan dirinya sendiri atau akibat dipengaruhi setan ?
Seandainya manusia ini perlu dihukum, tapi tetap harus ada yang memperbaiki kembali dunia ini.
Apakah akan turun dewa yang baru seperti kisah Promotheus ?
Atau akan muncul di antara manusia sendiri yang mempunyai kesadaran dan kemudian mengadakan langkah2 untuk memperbaikinya ?
Seandainya kita harus back to nature, apakah dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi ?
Bagaimana kalau sampai lapangan kerja hilang, barang dan jasa tidak tersedia lagi, dapatkan peradaban bisa terus bergulir ?
Lalu paradigma apa yang akan dipakai dalam pembinaan manusia di masa yang akan datang ?
Mengapa kita harus kembali pada kearifan kuno ?
===========
Kitab Upanishad ( abad 7-8 SM) menjelaskan bahwa inilah tahapan proses " The One dying into the many " yang ditandai dengan dtandatangani Declaration of Human Rights oleh PBB ( 1948)
Sekarang giliran sedang terjadi proses " The many dying into the One ", dimulai dari Konferensi Perubahan Iklim di Bali 2007.

Sheng Chao ( 384 - 414)
menjelaskan hal ini dalam syair sbb. :
" Langit, bumi dan aku berasal dari akar yang sama ;
 Ribuan mahluk di dunia dan aku terbuat dari bahan yang saatu.
Oh bunga kecil, seandainya ku mengerti siapa engkau,
akarmu dan semua, semua dalam semua,
Semestinya lalu aku akan memahami
siapa Tuhan dan manusia "

Zhang Zai  (1020 - 1077) juga mengatakan hal yang sama :
" Langit adalah Ayah dan Bumi adalah Ibu saya ;
Meski mahluk kecil seperti saya ini,
telah menemukan tempatnya yang intim di antaranya.
Karena itu semua isi alam semesta,
saya anggap seperti tubuh saya.
Dan yang mengarahkan alam semesta,
saya pandang sebagai bagian alamiah dari saya.
Semua orang adalah kakak laki-laki dan perempuan saya
Dan semua benda adalah sahabat saya "

Hamemayu Hayuining Bawana juga mengatakan hal yang sama :
" Cantiknya  manusia tergantung pada cantiknya dunia  ;
Cantiknya dunia tergantung pada cantiknya alam semesta "
======
Persoalan utamanya BUKAN ini yang benar dan itu yang salah ATAU itu yang salah dan ini yang benar, tapi bagaimana membuat yang bertentangan menjadi saling melengkapi !
Mempelajari tanda-tanda zaman ini, apakah tidak sebaiknya komunitas psikolog Indonesia segera mengadakan seminar nasional untuk meresponse perubahan zaman ini ?
Kita sudah mempunyai pemikir besar seperti Fuad Hasssan dan Emil Salim !
Dengan demikian maka kehadiran millis Psikologi Transformatif ini akan memberikan dampak positif bagi kemajuan peradaban dan tidak sekedar menjadi pelampiasan naluri biologis seperti dikatakan oleh Konrad Lorenz dan instingnya Freud.

Salam,
Jusuf Sutanto


----- Pesan Asli ----
Dari: Jusuf Sutanto <jusuf_sw@yahoo.co.id>
Kepada: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
Terkirim: Rabu, 12 Desember, 2007 8:03:05
Topik: [psikologi_transformatif] Global Warming dan Kearifan Kuno

Yang dimaksud kuno di sini adalah yang terjadi sebelum tahun Masehi.

Promotheus di Yunani (sebelum Socrates 500 SM) :

Ia adalah seorang dewa yang tidak tega melihat alam yang sangat dingin sehingga kehidupan tidak berkembang.
Padahal para dewa di surga semua hidup nyaman dengan masing-masing tungku api untuk menghangatkan tubuhnya.
Tapi dengan aturan surga bahwa tungku itu hanya boleh dinikmati dan tidak boleh di bawa kemana-mana.
Diam-diam Promotheus meninggalkan surga dan turun ke dunia membawa tungku api itu untuk mengangatkan.
Celakanya dia ditangkap lalu dihukum dan dirantai di gunung Kaukusius.
Lalu ada dewa yang lain merasa iba, dan kali ini diam-diam turun ke dunia untuk membebaskan dia.
Karena tidak membawa api, maka dewa itu tidak melanggar atturan surga.

Setelah bebas, Promotheus memberikan api itu pada Herakiltus yang kemudian membakar dunia sehingga menjadi hangat dan semua mahluk hidup bisa berkembang.
Saat ini dunia sebaliknya, oleh ulah manusia sendiri menjadi panas sehingga iklim berubah.
Tapi orang yang mempunyai andil terbesar dalam pemanasan global saling lempar tanggungjawab.

Kali ini tentu tidak bisa ada lagi dewa seperti dulu, kecuali perubahan kesadaran umat manusia sendiri, khusunya para pemimpinnya.
=========
Ajaran Konfusius (551 - 479 SM) dalam Kitab Chung Yung mengatakan sbb. :

" Langit di atas kita, yang nampak seperti massa yang terang dan bersinar, mempunyai kemampuan yang tak terbatas : matahari, bulan, bintang-bintang, dan cakrawala tertebar di dalamnya serta berlaksa benda diliputnya.

Segenggam tanah dari Bumi yang kita pijak, tapi dalam keluasan dan kedalamannya, dapat mendukung gunung-gunung tanpa merasa berat dan menenteng laut tanpa pernah bocor.

Gunung, tempat tumbuhnya segenggam jerami, tapi dalam keluasan dan kedalamannya, rumput, pepohonan dapat tumbuh di atasnya sehingga burung dan lebah bisa tinggal serta mengandung permata di dalamnya.

Air, meski tidak lebih dari satu sendok di hadapan kita, tapi dalam keluasan dan kedalamannya yang tidak terukur, kura-kura, buaya, naga bertanduk dan tak bertanduk, ikan, bulus, dapat hidup di dalamnya dan banyak barang-barang terdapat di dalamnya sehingga kemakmuran bisa terwujud "

Makna dari ajaran ini :
" Menjadi besar justeru harus memberikan dan menjaga kehidupan yang lainnya, bukan memiliki "

Ini berbeda sekali dengan ajaran :
" supaya menguasai semua yang terbang di udara, merayap di daratan dan berenang di air, demi kepentingan manusia "

===========

Kolega nya yang lebih senior Lao Tzu ( 604 SM), dalam Kitab Tao Te Ching juga mengatakan :

Jalan Langit (Thian Tao)

Jalan Langit, tidakkah seperti menarik busur ?
Apa yang tinggi direndahkan, yang rendah ditinggikan.
Apa yang berlebihan diambil ; yang kekurangan diperkuat.
Jalan Langit adalah mengambil dari yang berlimpah,
untuk diberikan kepada yang kekurangan.
Jalan manusia sebaliknya, mengambil dari yang kekurangan,
untuk melayani yang berkecukupan.

Siapa yang mau memberikan kelebihannya kepada dunia ?
Hanya orang yang sudah berada di dalam Jalan (Tao)
Jadi orang suci berbuat tanpa memperdulikan hasilnya,
Dia mencapai sukses, tapi tak pernah minta pengakuan "

=======
Di India juga ada Vimalakirti (awal abad Masehi) :
" Gunung Semeru menyimpan biji lada ;
Di dalam biji lada, bersembunyi seluruh alam semesta.

Karena dunia sakit, saya merasa sakit ;
Karena manusia menderita, saya menderita "

=========
Dulu kita diajari supaya mmeninggalkan kearifan kuno dan diminta ikut yang modern, tapi hasilnya seperti sekarang ini.
Untung ada orang seperti N. Borlaug dan Bill Gates yang sudah menyadari ini.
Kini giliran mereka yang harus terus merasul di dunia Barat.

Salam,

Jusuf Sutanto

____________ _________ _________ _________ _________ ________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers. yahoo.com/



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

__._,_.___
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Yahoo! Groups

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: