Rabu, 21 November 2007

[psikologi_transformatif] Re: TENTANG POSTING ANI MUNAFICH (mohon melengkapi bukti)

Audifax adalah: Sarjana Psikologi universitas Surabaya (Ubaya).
Bekerja sebagai peneliti ahli di Institut Ilmu Sosial Alternatif
(IISA)-Surabaya. Penulis buku: Semiotika Tuhan dan Mite Harry Potter.

Sebagai PENELITI AHLI bergelar berijasah dan di bawah institusi
tentunya data korban Ani Munafich sebagai korban masih kurang lengkap.
Mohon sdr Audifax melengkapi data sbb:

1* Nama lengkap asli sesuai KTP dari Ani Munafich:
2* Ani Munafich didekon oleh siapa? (nama lengkap pendekon)
3* Hari, Tanggal & waktu didekon:
4* Tempat dilakukan dekon:

5* Tempat Ani Munafich diperawani?
6* Nama pelaku yang memperawani Ani Munafich?
7* Hari, Tanggal & Jam Ani Munafich diperawani?
8* Kronologis acara dekon-kompatiologi hingga terjadinya kegiatan
memperawani Ani Munafich?

"lebih bagus kalau ada yang mau triangulasi data ke Hotel Asia"
9* Alamat Hotel Asia:
10* Telepon Hotel Asia:
11* Hari, Tanggal & Jam kejadian di Hotel Asia:
12* Nomor kamar tempat kejadian:

13* Bukti One Boelle = As As ?
14* Siapa yang dimaksut rekan-rekan polisi?

Bilamana pihak gerakan teror, cacimaki & ngomong jorok Pabrik
Tontonan, dalam hal ini yang terlibat langsung adalah: "Leonardo
Rimba, Audifax & Dra. Ratih Andjayani Ibrahim MM. Psi" bila data-data
sesuai 14 pertanyaan di atas tidak dapat dilengkapi dan dikonformasi
kebenarannya, maka untuk kesekian kalinya pihak anda telah memfitnah
pihak kompatiologi dengan cara yang kotor.

* Leonardo Rimba
Leonardo Rimba adalah alumnus FISIP Universitas Indonesia dan the
Pennsylvania State University, seorang professional tarot reader dan
bidang lainnya dalam ranah Psikologi Transpersonal. Leo bisa dihubungi
di HP: 0818-183-615.

* Audifax
Sarjana Psikologi universitas Surabaya (Ubaya). Bekerja sebagai
peneliti di Institut Ilmu Sosial Alternatif (IISA)-Surabaya. Penulis
buku: Semiotika Tuhan dan Mite Harry Potter.

Dra. Ratih Andjayani Ibrahim MM. Psi (Psikolog dari PERSONAL GROWTH)
Pendidikan :
# 1996 – 1997 Prasetiya Mulya Business School, Jakarta - Magister
Manajemen major : Pemasaran
# 1984 – 1992 Fakultas Psikologi,Universitas Indonesia, Jakarta –
Psikolog.
Pengalaman & Kegiatan :
# 2006 Psikolog untuk BERANI – Koran Berita Anak Indonesia
# 2006 Pakar tetap dalam program televisi CINTA – Psikoproblem di O
Channel TV setiap hari rabu pukul 10.00 dan 18.30
# 2004-2006 Psikolog untuk Indonesian Idol 1 (2004), Indonesian Idol 2
(2005), Indonesian Idol 3 (2006) dan Bintang Akting RCTI (2004), -
Juri untuk pemilihan COSMO GIRL OF THE YEAR 2004 & 2005, Juri untuk
pemilihan CGFaces 2004 – majalah Cosmo Girl Indonesia, - Juri untuk
pemilihan FUN FEARLESS FEMALE 2004 - majalah Cosmopolitan Indonesia. -
Pembicara dalam kampanye maupun peluncuran berbagai produk baru,
diantaranya : Armani, Dove, novel, biografi, toko buku, dan lain-lain
# 2004 – sekarang intruktur Pengembangan Pribadi untuk John Robert
Powers Indonesia
# 2002 – sekarang Pakar dan pengisi tetap kolom Cosmo Controversy
Majalah Cosmopolitan Indonesia
# 2002 – sekarang, Narasumber berbagai media publik untuk topik-topik
psikologi, meliputi televisi (diantaranya : Matahari, Selamat Datang
Pagi, Fenomena, dll), radio(diantaranya ARH, Trijaya, HardRock FM,
Cosmopolitan FM, Female Fm, Radio Bahanam dll), majalah dan surat
kabar, diantaranya Cosmopolitan, Good House Keeping, Spice, Nakita,
Reader's Digest Indonesia, HIDUP Kompas, Republika, Female Radio, Kiss
FM, Trijaya FM, Radio Bahana, dll.
# 2002 – sekarang Dosen di Fakultas Psikologi UKRIDA, Jakarta. Mata
kuliah : Psikologi Umum, Perilaku Organisasi, Perilaku Konsumen.
# 2001 – sekarang Associate Psychologist – Klinik Perkembangan,
Lembaga Psikologi Terapan (LPT) UI
# 2003 – sekarang Pengurus Yayasan Sancta Ursula, Bumi Serpong Damai.
# 1997 President of Manajemen Society Prasetiya Mulya Business School
– Jakarta
# 1995 – 2000 Salah satu pendiri, dan anggota dewan pengurus tingkat
nasional Jaringan Mitra Perempuan
# 1993 Sekretaris WKRI DPD Jakarta
# 1984 – 1992 Aktivis KUKSA UI, Jakarta

Email dari sdr Audifax...
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/35385
--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, audifax -
<audivacx@...> wrote:
>
> Tentang Posting Ani Munafich
>
>
> Seminggu terakhir ini tampaknya ada wacana mengenai posting Ani
Munafich. Beberapa menganggap posting-posting Ani termasuk PORNO dan
layak dibanned. Benarkah?
>
>
> Saya mencoba melihat lebih cermat. Apa betul itu posting PORNO
atau sebaliknya, justru merupakan DATA PENTING bagi yang ingin belajar
psikologi?
>
>
> Kenapa DATA PENTING? Karena terkait dengan DATA-DATA LAIN. Jangan
lupa, kita juga telah belajar studi kasus mengenai cacat pikiran dan
cacat moral. Dalam studi kasus, cara menguji suatu data adalah dengan
TRIANGULASI.
>
>
> Apa itu TRIANGULASI? Saya rasa banyak teman di sini yang tahu apa
itu TRIANGULASI. Terutama yang peneliti, misalnya seperti Cornelia
Istiani itu, yang pernah ngajari Vincent apa itu GT, mestinya tahu apa
itu Triangulasi. Juga Swas, Adyatmika dan beberapa yang lain. Secara
sederhana triangulasi adalah semacam cross-data. Ini reduktif ya
penjelasannya. Mungkin kalau ada yang bersedia melengkap silahkan buka
thread baru tentang triangulasi. Di thread ini saya akan fokus pada
posting Ani Munafich, DATA atau PORNO.
>
>
> Ketika kita meneliti, apalagi studi kasus, kita tak boleh begitu
saja menganggap 'sesuatu' sebagai begitu saja tak berguna. Setidaknya
ada dua indikator yang bisa saya jadikan argumen bahwa apa yang
diposting Ani Munafich adalah DATA.
>
>
> Indikator pertama, ketika saya disadarkan oleh "rekan-rekan
polisi" mengenai ucapan as as. Dalam salah satu posting as as yang
saya lewatkan, as as ternyata mengonfirmasi bahwa memang ada perempuan
yang kehilangan keperawanannya setelah didekon dan diajari tanpa moral
oleh pendekonnya, yaitu Vincent Liong.
>
>
> Indikator kedua, as as sendiri mengonfirmasi bahwa apa yang
ditulis Ani mengenai Vincent dan Isti adalah pengungkapan ulang atas
APA YANG BENAR-BENAR TERJADI.
>
>
> Lalu pertanyaannya, kenapa mesti percaya omongannya as as. Ya
jelas perlu diperhitungkan validitasnya, bukankah One Boelle, salah
satu 'PENASEHAT PENTING'-nya Vincent Liong pernah mengatakan bahwa ID
as as itu punya dia? Walau kemudian disangkal bahwa ID itu sekarang
cuma dibuat nge-blog? Lha apapun atau siapapun yang sekarang pakai ID
as as, kan sudah jelas tho hubungan One Boelle dengan ID itu. Jadi,
info yang keluar dari ID itu bisa dipercaya. Karena who knows itu One
Boelle sendiri?
>
>
> Dengan demikian, jelas ini bisa jadi merupakan DATA PENTING bagi
member milis Psikologi Transformatif yang tengah BELAJAR STUDI KASUS.
>
>
> Lalu bagaimana menguji lebih lanjut data ini?
>
>
> Ya itu tadi. Dengan triangulasi! So, tunggu apa lagi, silahkan
triangulasi.
>
>
>
>
> (lebih bagus kalau ada yang mau triangulasi data ke Hotel Asia)
>
>
> ---------------------------------
> Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail.
See how.
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Real Food Group

Share recipes,

restaurant ratings

and favorite meals.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Kecerdasan (Membaca) Liyan II

Betul Audi. Bahkan, kalo menurut semioticians lain, seperti Peirce, bukan cuma
dua aspek yang mesti diperhitungkan dalam proses penandaan, melainkan tiga.
Satu yang tak tersentuh ooleh Saussure atau Barthes adalah subjek pelaku
pemaknaan, yakni manusia. Ini yang cenderung dilupakan dalam metode-metode
struktural pada umumnya, termasuk semiotika mainstream.

Kalo kata tuyul, "liyan" itu gak ada lho. Pokoknya yang gak bisa hadir sendiri
tanpa diwakili penanda, dia gak masuk dalam wilayahnya SAINS. He he he. Jadi
semiologi (semiotika) itu bukan sains, sebab kerjanya cuma mewakili yang liyan
dengan cara metonimis.

manneke

Quoting audifax - <audivacx@yahoo.com>:

> Kecerdasan (Membaca) Liyan II
>
>
> Saya tertarik mengeksplorasi lebih jauh pendapat Manneke Budiman mengenai
> kecerdasan semiotik. Kita sama-sama tahu bahwa semiotik bekerja atas dasar
> prinsip kehadiran menggantikan sesuatu yang tak bisa hadir. Dalam semiotika
> Saussure (yang sempat disinggung Manneke sebagai semiologi), penanda adalah
> figurasi untuk menggantikan yang tak bisa hadir, yaitu petanda. Konsep
> akustik adalah pengganti bagi konsep mental. Kata adalah pengganti makna.
>
>
> Pertanyaan saya untuk diskusi lebih lanjut: Jika semua kecerdasan adalah
> juga kecerdasan semiotik seperti sempat diafirmasi oleh Manneke, maka
> pertanyaan selanjutnya: "Tidakkah semua kecerdasan juga mesti memperhitungkan
> tak hanya penanda tapi juga petanda?"
>
>
> Dalam bahasa yang lebih lugas: "Tidakkah setiap kecerdasan mesti
> memperhitungkan juga adanya Liyan yang tak bisa hadir dan kehadirannya
> digantikan oleh figurasi tertentu?"
>
>
> Mohon pencerahannya dari Pak Manneke atau siapa saja yang mau ikutan
> menjelaskan
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Groups

Cat Zone

Connect w/ others

who love cats.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] RE: mukjizat nabi Muhammad SAWW dan terbelahnya bulan....

Jawabnya gampang kok, Ndrik: yang ateis itu gampang pindah dari Kristen soalnya
di kristen orang yang mau pindah keyakinan ya silaken saja. Gak ada dibilang
murtad, diancam hukum rajam, difatwa mati, dipenjara dsb. Di dunia Islam? Mbuh
yo, jawab sendiri aja. He he he.

Nah, teorinya nih, kalo betul Islam adalah yang pualinnnng bener dan
pualiiiiing canggih, mestinya kan orang-orang itu pindah dari Kristen ke Islam,
bukan ke ateisme? Jadi kesimpulannya? Atheism is the best!!!! Ha ha ha ha.

manneke

Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@yahoo.com>:

> hahahah....hahahahah.....hahahahah..... pada suatu waktu al Musthafa (nabi
> Muhammad SAWW) bersabda "islam akan berjaya di akhir zaman".. mungkin saat
> volume otak manusia sudah semakin besar, saat manusia cerdas telah banyak,
> saat kecintaan kepada yg rasional dan kebenaran.. maka disitulah mereka akan
> tau bahwa "islam adalah kebenaran"...
>
> di jerman sekarang, ada yg memperkirakan bahwa jumlah ateis sudah mencapai
> 33 %.. dan di prancis hampir tidak berbeda jumlahnya.. namun pada intinya
> peningkatan jumlah drastis org ateis justru berada pada kelompok kristen
> (eropa).. namun mengapa dinegara islam tidak mengalami peningkatan seperti
> itu...?? mengapa dunia mistik dan filsafat islam justru menjadi bahan kajian
> para pemikir2 barat...??? mengapa para pemuda2 muslim yg belajar filsafat
> pada umumnya tidak menjadi ateis...?? dll....
>
> mengapa kaisar romawi pertama yg memeluk kristen menutup alexandria yg pada
> saat itu adalah pusat kajian filsafat...??? mengapa eropa mengalami
> kemunduran pada abad pertengahan..?? dan mengapa eropa megalami kejayaan saat
> melawan agama..?? mengapa spanyol tertinggal dalam keintelektualan saat islam
> telah hilang disana..???
>
> sebelum bruno (salah seorang tokoh reinasans) akan dibakar oleh gereja, dia
> mengatakan "ketakutan yg kuhadapi sekarang, tidak akan ada apa2nya
> dibandingkan ketakutan kalian setelah aku mati"... dan ternyata itu benar...
>
> "tidak ada paksaan dalam agama, telah jelaslah jalan yg benar dan jalan
> sesat" (alquran)
>
> Muhammad SAWW melintas alam tanpa alam (maqam tidak bermaqam)..
> tahukah kalian apa itu, itulah sang AHAD (ALLAH SWT)..
> tetapi anehnya, sang Muhammad mengaku bahwa dirinya hanyalah manusia biasa
> seperti aku, kalian, dan mereka..
> dalam perjalanan itu, sang AHAD mengatakan bahwa ajari shalat sehingga
> mereka bisa seperti kamu wahai 'habibi"...
> karena dengan itu, ketahuliah dirinya bersama "AKU"
> untuk itulah "shalat adalah tiang agama dan yg paling pertama di hisab"
> semakin banyak waktu kalian bertemu dengan kekasihmu maka semakin besar
> cintanya
> dan temuilah kekasih kalian pada waktu dia menginginkan kamu datang..
>
> terkutuklah para pendeta-pendeta yg mengatakan bahwa hanya para dewa dan
> anak tuhan atau istri tuhan yg bisa...
> bodohlah para pendeta-pendeta yg mengatakan jika hanya para budha yg bisa
> dan anehlah para pendeta yg mengatakan bahwa setelah kematianlah kita
> bisa..
>
> untuk apa tuhan menjadi manusia jika diriNya bisa lebih dekat dari urat
> leher setiap manusia..???
>
> Anwar Haryono <aharyono@klaras.co.id> wrote:
> Kalo jaman dulu mungkin orang arab eyel2an apakah buroq itu
> mirip kuda ato onta super….lha jaman sekarang juga masih ada sarjana kita
> yang ngitung2 kecepatan buroq ke dari mekah ke palestina….trus ke langit
> ketujuh….trus otak atik gathuk dengan mekanika sampe relativitas….yang ini
> lagi, mikirin apa bulan kayak roti kukus…..
>
> Lha kapan ngurusi umat yang masih bodo/miskin?
>
> Salam,
> Anwar
>
> ---------------------------------
>
> From: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> [mailto:psikologi_transformatif@yahoogroups.com] On Behalf Of hendrik bakrie
> Sent: Wednesday, November 21, 2007 12:58 PM
> To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> Subject: [psikologi_transformatif] mukjizat nabi Muhammad SAWW dan
> terbelahnya bulan....
>
>
> dari salah satu web site islam...
>
>
>
> Foto-foto NASA Buktikan Terbelahnya Bulan, Mukjizat Nabi Muhammad
> saw
>
>
>
> Oleh: Administrator
> 14/11/2007 - 15:05
> Ayat-ayat pembukaan Surah al-Qamar di dalam al-Quran memperbicangkan
> tentang mukjizat Shaq-ul-Qamar (pembelahan bulan menjadi dua bagian), dan
> foto-foto terbaru bulan yang diambil NASA membuktikan mukjizat itu, demikian
> ungkap seorang ulama Islam terkemuka.
>
> Berbicara dalam suatu konferensi yang diselenggarakan oleh deputi
> kebudayaan Islam, Azad University, Ayatullah Dr. Abdulkareem Biazar Shirazi
> membacakan ayat pertama dari Surah al-Qamar: Telah dekat datangnya saat itu
> dan telah terbelah bulan (54:1) seraya berkata, "Ayat ini tentang mukjizat
> yang dilakukan Nabi Suci saw atas permintaan orang-orang Mekkah.
>
> Orang-orang kafir dari kaum Quraisy ingin melihat suatu mukjizat dari
> Muhammad saw untuk membuktikan kenabiannya. Karena tidak ingin ditunjukkan
> kepada mereka satu aksi magis alih-alih sebuah mukjizat yang riil, maka
> mereka meminta agar Nabi saw membelah bulan menjadi dua bagian (mereka
> percaya bahwa magis atau sihir tidak akan berpengaruh pada langit).
>
> Mereka berkata kepada Nabi saw, "Jika anda berkata benar, maka belahlah
> bulan bagi kami menjadi dua bagian, separuh berada di atas Gnung Abu Qubays
> dan yang lainnya di atas Gunung Quayquan. Nabi suci saw bertanya kepada
> mereka, "Jika saya melakukan hal itu, akankah kalian beriman?" "Ya, kita akan
> beriman," jawab mereka. Malam itu adalah malam bulan purnama. Maka, Nabi saw
> berdoa kepada Allah untuk mengabulkan apa yang mereka pinta. Malam itu, bulan
> pun terbelah, dengan separuhnya dipindahkan dan ditempatkan di atas Gunung
> Abu Qubays sementara yang lainnya di atas Gunung Quayquan.
>
> Ayatullah Biazar Shirazi berkata bahwa ada beberapa kalangan yang
> menginterpretasikan ayat pertama Surah al-Qamar sebagai mengacu kepada masa
> depan, tetapi itu adalah mukjizat yang benar-benar terjadi pada masa Nabi
> Muhammad saw.
>
> "Jika anda bertanya kepada seorang Yahudi atau Kristen apa mukjizat nabi
> mereka, maka mereka tidak bisa menunjukkan kepada anda Tongkat Musa atau
> orang-orang yang telah Yesus bangkitkan dari kematian. Namun, bukti yang
> menunjukkan bahwa Nabi Islam saw telah melakukan suatu mukjizat ada di luar
> sana. Para ilmuwan NASA meyakini bahwa, bersama dengan adanya belahan spiral
> dan sirkular, terdapat sebuah belahan lulus yang melintang di tengah bulan.
> Mereka percaya bahwa belahan itu adalah dampak dari hantaman meteor terhadap
> bulan, sedangkan bentuk dari belahan itu secara jelas menunjukkan bahwa bulan
> suatu saat pernah dibelah menjadi dua bagian lalu kedua bagian itu disatukan
> kembali.
>
> Konferensi yang bertajuk "Pemisahan Bulan, Mukjizat Nabi Muhammad saw,
> Berdasarkan Studi-studi NASA" ini diselenggarakan berkenaan dengan Pameran
> Internasional al-Quran ke-15 di Mesjid Imam Khomeini, Tehran.[irm/iqna]
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
>
> Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See
> how.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Women of Curves

on Yahoo! Groups

A positive group

to discuss Curves.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Ban & Remove -- > Leo, Bude,Swas (balasan buat Audifax dari tuyul)

He..he..he.. pak Hondapost, eh Audifax ....
Nah kalo merobah jadi *membership required*, itu sih 100-persen sah
dan menurut aturan ....
Tapi jangan main BAN, ato maki2 dan melecehkan, apalagi memfitnah
pribadi orang, dong .....

Ttd.
tuyul
(kacungnya bah Yun Hok, abahnya Vincent)

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, audifax -
<audivacx@...> wrote:
>
> He..he..he..Bude& Swas,
>
> Jangan salah....tempo hari, kasus di milis aneks, yang
bersangkutan sudah dibanned dan langsung masuk lagi pake ID baru.
Begitu terus sampai beberapa kali. Sampai-sampai milis aneks yang
tadinya disetting public, kemudian dirubah jadi memberships
required. Perasaan kasus berubahnya setting milis PSIINDONESIA dan
psikologi@yahoogroups juga karena kasus serupa.
>
> Tapi jangan salah juga..cuma di milis ini yang bersangkutan
kagak berkutik. Nangis bombay dan sempat keluar. Lalu masuk lagi,
dan jadi bahan permainan lagi di milis ini...he..he..he....
>
> Milis ini perlu masuk MURI sebagai milis pertama yang tak perlu
merubah status milisnya jadi memberships required, moderated atau
mem-banned Vcl.
>
>
>
> Salam Nasi Bebek dari Surabaya
>
>
> Audifax
>
>
>
> ratih ibrahim <personalgrowth@...> wrote:
> swastinikaaaaa..........
> kamu membuat FITNAH BARUUUUUUUUUUUU..........
> *hahahahahhahahaaaaaaaaa........-sinchan mode on*
>
>
> On 11/21/07, was_swas <was_swas@...> wrote: Mas
Leo nge-ban atau baru me-remove ya? Sebab setahu saya sebuah email
address/yahoo ID yang sudah dimasukkan dalam daftar ban tidak bisa
subscribe lagi. Yang bisa daftar lagi dan lagi adalah yang hanya di-
remove saja.
> But, in case memang ada yang menemukan metode untuk bisa daftar
lagi walaupun sudah masuk daftar ban (mungkin bisa ngomong sama
mesin kali, kayak Micah Dawkins di film seri Heroes ;)), mungkin
cara berikut ini bisa membantu:
>
> Cari ID tersebut pada daftar member
> Klik "Edit Membership" yang ada di bawah nama member
> Klik "Edit" di sebelah judul Posting Message: Use the Group
Default
> Klik pilihan "This Member Cannot Post Message" (atau kalau
masih mau baik hati, ambil pilihan: "This Member is Moderated",
sehingga semua messagenya butuh approval moderator sebelum
terdistribusi ke milis)
> Kalau sudah begini, biarpun member tersebut masih tercatat
sebagai member, dan masih bisa akses arsip, dia tidak bisa lagi
mengirimkan message ke milis dengan bebas. Lebih efektif toh,
daripada tiap hari harus me-remove ID yang sama? Hehehe..
> Dimanfaatkan aja teknologi yang ada, daripada tiap hari
ngomel ;) Kalau ngomel, selain kita kelihatan nggak beda sama yang
diomelin, kasihan juga yang terpaksa terima email omelan orang.
Energinya negatif tuh.. HAHAHAHA..
> Salam,
> *ngirim email ini sambil berhipotesa: kira2 ngasih informasi
seperti ini bisa jadi bahan fitnah baru nggak yaaaa ;)*
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "leonardo_rimba"
<leonardo_rimba@> wrote:
> >
> > Hmmm,,, aku sudah ban sampai 11 kali anaknya majikan tuyul gara2
BAN
> > milis Spiritual-Indonesia.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Yahoo! Groups

Cat Zone

Connect w/ others

who love cats.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: sesuai_pesanan_anda

Ha ha ha, saya jadi kepingkal-pingkal baca tuyul. Yang betul kejadiannya
adalah: tuyul salah dua kali! Gak percaya, Yul? Begini, pertama, aku bukan
psikolgo atau berlatar belakang psikologi. Hiiii, tuyul kok gak pake mata
ketiga sih kali ini? Nah, kedua, Yul, aku ini sama sekali gak ngomongin soal
Derrida dan dekonstruksinya. Ilmuku belon nyampe ke situ. Hi hi hi. Yang
diobrolin itu soal kelatahan para ilmuwan sosial memakai dalil-dalil ilmu alam
dalam memahami manusia dan fenomena sosbud. Makanya kubilang, yang keliru dua
kali itu tuyul.

Lalu, soal adanya pengakuan ilmu alam bahwa ia membatasi diri pada panca indera
dan mengakui keterbatasan itu. Bisa jadi dan boleh jadi. Tapi buat saya, ini
cuma opini individual tuyul dan mungkin juga beberapa ilmuwan IPA lain. Tapi,
pandangan mainstream di kalangan ilmuwan IPA tidaklah demikian, Yul. Sosok-
sosok biolog evolusi, neurolog, dan ilmuwan kognitif yang saya sebutkan ke Alex
itu jelas-jelas dalam tulisan mereka menganggap bahwa IPA-lah yang paling bisa
menawarkan kebenaran yang sejati. Buktinya, Yul, Anda sendiri biang bahwa yang
SAINS itu cuma IPA. He he he. Monopoli nih yee. Arogansi begini ini kok jadi
kontradiktif ama pengakuan tuyul bahwa IPA punya keterbatasan? Dengan bersikap
begitu, bukankah ilmuwan IPA memaksakan kategori sains-nya (yang serba terbatas
itu) ke ilmu-ilmu lain? (Oh, gak boleh dibilang ilmu ya, cuma IPA sih ya yang
ilmu? He he he. Yah udah deh, sosbud itu disebut saja "elmu").

Nah, sekarang sila dilanjut adu ilmunya sama Alex. Kami-kami yang di luar SAINS
nonton aja deh.

Oh ya satu catatan kecil: pemahaman Anda tentang dekonsturksi Derrida ternyata
keliru besoaaar. Baca-baca lagi ya? Atau nanya pabrik_t yang hali Derrida. Biar
gak asal njeplak.

manneke

Quoting tuyul50 <tuyul50@yahoo.com>:

> Hi pak Alex. Ini komentar tuyul nyang ditulis langsung dibawah
> kata2 pak Alex:
>
> --------
> Alex > : Mohon anda lihat kembali email yang anda tanggapi tersebut,
> pernyataan tersebut yang menulis adalah Pak Manneke, bukan saya.
>
> komentar = OK deh … rupanya tuyul silap mata …. Kalo gitu kita
> sepakat, dong, sama2 Positivisme Logis sebagai landasan Sains
> (natural science). …. Tapi notabene Pak Manneke itu bidangnya
> Psikologi, nyang kagak ngerti Sains, lantaran psikologi itu bukan
> Sains dalem artikata nyang streng. Baca misalnya,
> (http://www.arachnoid.com/psychology/) Kutipan:
>
> CONCLUSION: ….. This, in turn, is because human psychology is not a
> science, it is very largely a belief system similar to religion.
>
> Buat ilmu2 sosial, belakangan ada disiplin filsafat nyang memadai,
> yaitu nyang disebut filsafat *Dekonstruksi & Konstruksi*, asalnya
> dari filsuf Perancis/Algeria yang bernama Jacques Derrida.
> Sayangnya, di Indonesia sering di-salah-mengerti dan disalah-
> gunakan, terbukti dengan kerancuan nyang gak keruan dimilis
> psikologi transformatif ini; Kedua kubu nyang bertempur seru
> menggunakan *ilmu Dekon* secara salah-kaprah. Nyang benar, Metoda
> Dekonstruksi & Rekonstruksi ini HANYA TERBATAS BERLAKU untuk subject
> matter nyang abstrak, bikinan manusia, seperti misalnya pengertian
> *Negara*, *Bangsa* atao *Pancasila*. Tapi tidak berlaku buat
> subject matternya Sains, yaitu benda2 nyang bisa dipersepsi oleh
> pancaindera. Sebab disini nyang menentukan kebeneran atao TRUTH itu
> tidak lain adalah data2 pancaindera, sekalipun mesti dirakit dengan
> RASIO agar supaya dimengerti (make sense). Jadi, pak Manneke keliru
> dua kali dengan mengatakan bahwa para ilmuwan tidak mengenal atao
> mengakui keterbatasannya. Kesalahan pertama, Sains dengan sadar dan
> sukarela membatasi diri hanya kepada perseppsi pancaindera. Dan
> hasilnya terbukti antara lain dengan komputer yang kita pakek
> disini, serta jaringan komunikasi lewat satelit nyang menggunakan
> gelombang elektromaknetik, SEMUA nya hasil2 Sains nyang gilang
> gemilang dan tidak bisa dibantah lagi, kecuali oleh orang2 nyang
> kagak waras otaknya. Kesalahan kedua, psikologinya pak Manneke pun
> juga TERBATAS, malahan pak Manneke sendiri tidak tau dan tidak
> mengakui (sorry nih pak Manneke) keterbatasan metoda Dekon-nya
> Derrida. Mankanya hasilnya ternyata cuma carut-marut tingkat
> pecomberan seperti contohnya pertempuran dahsyat dimilis psikologi-
> transformatif ini (tuyul main2 disini mah cuma sebagai hiburan,
> supaya bisa ketawa ngakak sepanjang ari dan gak bosan terus2an riset
> didunia Kuantum dan Relativitas).
>
> > http://en.wikipedia.org/wiki/Hidden_variables
> Anda benar-benar membaca wikipedia tersebut atau sekedar menggertak?
>
> komentar = duhh, pak Alex ada2 saja … Istilah ngegertak itu kagak
> eksis dalem kamusnya tuyul!
>
> > Dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Hidden_variables
> Hidden variable theory yang dibahas adalah mengenai keberatan
> Einstein terhadap mekanika kuantum karena adanya kemungkinan benda
> bergerak melebihi kecepatan cahaya dalam mekanika kuantum karena
> sifatnya yang nondeterministik. (Note: Einstein percaya kecepatan
> maksimal adalah kecepatan cahaya) Einstein kemudian mengklaim adanya
> hidden variable yang menyebabkan hal ini. Dan hal memang terbukti
> salah.
>
> komentar = Einstein terbukti salah, toch ? Yah sudah, beliau memang
> salah ! Kecepatan maksimal = kecepatan cahaya dirunag hampa memang
> terbukti benar sampai hari ini. Tapi bukan berarti di hari depan
> bisa ditemukan cara untuk melebihinya. Kecuali dalam soal Hidden
> Varible, Einstein dengan pandangannya yang deterministik itu masih
> banyak lagi salahnya, antara lain dengan Twin Paradox nya
> (diskusinya lain kali saja, atao per japri, sebab panjang sekali dan
> membutuhkan rumus2 matematika)
>
> > Motif Einstein disini adalah untuk menyatakan prediksi statistik
> dalam mekanika kuantum adalah bukan kebenaran ultimate.
>
> komentar = dalem dunia Sains tidak ada nyang namanya *kebenaran
> ultimate*. Itu hanya ada dalem pengertian agama2 nyang
> fundamentalis. Mangkanya satu sama lain saling bertengkar tak ada
> habisnya sampai beratus2 taon, bahkan sampe membunuh dengan berjihad.
>
> > (A hidden variables theory of quantum mechanics is one which does
> not
> take the statistical predictions of the quantum formalism as the
> ultimate truth about reality.That is, it is an interpretation of the
> mathematics of quantum physics which does not necessarily go along
> with the traditional Copenhagen interpretation in viewing nature as
> inherently random, and the process of wave-function collapse as
> indescribable beyond what our existing equations tell us.)
>
> komentar = semua juga maklum bahwa interpretasi Einstein dkk (EPR
> paradox) nyang deterministik itu berlawanan dengan intepretasi
> Copenhagen (Niels Bohr dkk), mangkanya Einstein memerlukan dan
> mempostulatkan adanya *hidden variables*, dan menginterpretasi bahwa
> hasil2 pengukuran atas suatu sistim itu hanya sebagai statistik.
> Ini sekali lagi interpretasi (Einstein ?) nyang keliru atas ajaran
> Copenhagen school, nyang mengatakan bahwa fungsi gelombang itu sudah
> mencakup segala sesuatu nyang lengkap (awas, ini amat penting: sudah
> tentu dibawah pengandaian/asumsi yang di-idealisasikan!). Misalnya,
> fungsi gelombang ~ exp i(kx-wt) secara LENGKAP merepresentasikan
> partikel bebas dengan kecepatan tertentu dalam satu dimensi,
> samasekali tidak perlu statistik atao mempostulatkan adanya
> variable2 yang tersembunyi (disamping momentum hk dan
> energi/frekwensi hw). Seperti diketahui, fungsi gelombang datar
> tadi otomatis (secara matematis/logis) memenuhi prinsip ketidak-
> pastian Heisenberg (Heisenberg Uncertainty Principle), yaitu melalui
> Fourier transform nyang menghubungkan momentum k dengan koordinat
> x. Buktinya secara eksperimental adalah dengan spektroskopi ion
> tunggal (single ion spectroscopy) yang telah diuraikan dalem tulisan
> yang lalu. Yaitu dalam perangkap elektromaknetis sebuah ion nyang
> SAMA, statenya bisa di-ukur ber-kali2 dengan spektroskopi. Ternyata
> hasil pengukurannya PERSIS seperti nyang di turunkan oleh persamaan
> Schroedinger (sebagai fungsi waktu) buat sebuah ion dalam medan
> radiasi resonans antara dua state |1> dan |2>, yang frewkensinya
> tergantung dari sinar laser yang digunakan, yaitu menurut rumus Rabi
> (Rabi frequency). Oleh karena frekwensi Rabi diketahui, maka hasil
> pengukuran dalam tempo radiasi yang lebih singkat daripada ½ periode
> Rabi ternyata hasil pengukurannya SELALU state |1>, sedangkan jika
> waktu radiasinya diperpanjang sampai melebihi ½ periode Rabi, maka
> hasil pengukurannya terbukti SELALU state |2>. Ini yang dinamakan
> orang sebagai lelucon dibawah nama *the Coffee Pot that Never
> Boils*, sebab coffee pot itu tidak akan pernah mendidih
> (mendidih=state |2>) jika setiap kali tutupnya dibuka dan isinya
> dilihat (= diukur). Jika pak Alex masih belum tahu dan ingin tahu
> lebih lanjut, bisa cari sendiri dengan Google, atao nanti tuyul
> carikan atao turunkan, deh, secara matematis.
>
> > Jadi jelas anda melenceng dari topik pembicaraan yaitu dari HIDDEN
> VARIABLE menjadi HIDDEN VARIABLE THEORY. Yang saya bahas adalah
> tentang adanya hal yang tidak dipahami dimasukkan ke dalam suatu
> model , sekarang anda coba buka link pada wikipedia tersebut:
> http://en.wikipedia.org/wiki/Latent_variable
>
> > In statistics, Latent variables (as opposed to observable
> variables), are variables that are NOT DIRECTLY observed but are
> rather inferred (through a mathematical model) from other variables
> that are observed and directly measured. They are also sometimes
> known as HIDDEN VARIABLES, model parameters, hypothetical variables
> or hypothetical constructs.
>
> komentar = Dalam SEMUA artikel ilmiah/fisika yang reliable dan
> credible, Hidden Varible tidak lain artinya adalah Theory of Hidden
> Variable, yang pertama kali digagaskan oleh John S. Bell untuk
> mengetest EPR paradoxnya Einstein, juga dikenal dengan nama Bell's
> Theorem. Coba pak Alex buka website
> (http://en.wikipedia.org/wiki/Bell%27s_inequality#Bell_Inequalities).
>
> > Jadi yang disebut hidden variable itu sendiri adalah variabel yang
> tidak dapat diamati tetapi dibutuhkan untuk MENJELASKAN suatu
> fenomena yang terjadi.
>
> Komentar = AHAAAA !!!! Jadi pak Alex bukannya bicara soal EPR
> paradox atao Hidden Varible nya Einstein, to … ! Melainkan yang pak
> Alex maksud itu pengertian umum, bahwa dalam setiap MODEL selalu ada
> variabel2 nyang oleh pak Alex disebut *hidden*, padahal istilah
> nyang benar adalah dengan sengaja *eliminated*, demi untuk
> memudahkan analisa matematisnya. Tuyul kira itu sih gak usah
> didebatkan lagi, sebab dengan sndirinya (tacitly understood) sudah
> SELALU termasuk dalam setiap model. Bahkan juga dalam model nyang
> super-kompleks, seperti misalnya model Global Warming ...!
>
> Komentar pak Alex yang lain tuyul tunggu. (wah naga2nya tuyul mesti
> banyak absen dari bah Yun Hok. Kesian, deh, si Vincent Liong)
>
> Ttd.
> tuyul
>
>
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "Alexander"
> <alexanderkhoe@...> wrote:
> >
> > Hi Tuyul
> >
> >
> > > - pak Alex bilang: Akibatnya, bagi para ilmuwan alam, semua yang
> > > berada di luar kategori material atau kasat mata diasumsikan
> > sebagai tidak ada.
> > --------
> > Mohon anda lihat kembali email yang anda tanggapi tersebut,
> > pernyataan tersebut yang menulis adalah Pak Manneke, bukan saya.
> >
> >
> > > - pak Alex bilang: Masalah hal yang kasat mata sudah
> diantisipasi
> > > dalam sains alam pak,ini yang disut hidden variabel dalam
> mekanika
> > > kuantum.
> > > * wah, wah ! Terbukti lagi pak Alex ini dah kliru mengaji sains,
> > ato sedikitnya ketinggalan jaman gak kira-kira. Hidden Variables
> > (Bell Inequalities) dalem mekanika kuantum udah dibuktikan sebagai
> > tidak eksis, artinya tidak ada. Juga kagak pernah dimasukkan
> dalam
> > > textbook2 yang diajarkan di univeritas, sebab cuma merupakan
> > > spekulasi, yang kemudian terbukti keliru. Harap cepat2
> dikoreksi,
> > > dan pak Alex lain kali harus hati2, apalagi jika diskusi dengan
> > > pakar2 sains. Silahkan pak Alex baca, misalnya situs
> > http://en.wikipedia.org/wiki/Hidden_variables
> > ----------------------------
> > Anda benar-benar membaca wikipedia tersebut atau sekedar
> menggertak?
> >
> > Dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Hidden_variables
> > Hidden variable theory yang dibahas adalah mengenai keberatan
> > Einstein terhadap mekanika kuantum karena adanya kemungkinan benda
> > bergerak melebihi kecepatan cahaya dalam mekanika kuantum karena
> > sifatnya yang nondeterministik. (Note: Einstein percaya kecepatan
> > maksimal adalah kecepatan cahaya) Einstein kemudian mengklaim
> adanya
> > hidden variable yang menyebabkan hal ini. Dan hal memang terbukti
> > salah.
> >
> > Motif Einstein disini adalah untuk menyatakan prediksi statistik
> > dalam mekanika kuantum adalah bukan kebenaran ultimate.
> >
> > (A hidden variables theory of quantum mechanics is one which does
> not
> > take the statistical predictions of the quantum formalism as the
> > ultimate truth about reality.That is, it is an interpretation of
> the
> > mathematics of quantum physics which does not necessarily go along
> > with the traditional Copenhagen interpretation in viewing nature
> as
> > inherently random, and the process of wave-function collapse as
> > indescribable beyond what our existing equations tell us.)
> >
> >
> > Jadi jelas anda melenceng dari topik pembicaraan yaitu dari HIDDEN
> > VARIABLE menjadi HIDDEN VARIABLE THEORY. Yang saya bahas adalah
> > tentang adanya hal yang tidak dipahami dimasukkan ke dalam suatu
> > model , sekarang anda coba buka link pada wikipedia tersebut:
> > http://en.wikipedia.org/wiki/Latent_variable
> >
> > In statistics, Latent variables (as opposed to observable
> variables),
> > are variables that are NOT DIRECTLY observed but are rather
> inferred
> > (through a mathematical model) from other variables that are
> observed
> > and directly measured. They are also sometimes known as HIDDEN
> > VARIABLES, model parameters, hypothetical variables or
> hypothetical
> > constructs.
> >
> > Jadi yang disebut hidden variable itu sendiri adalah variabel yang
> > tidak dapat diamati tetapi dibutuhkan untuk MENJELASKAN suatu
> > fenomena yang terjadi.
> >
> > Untuk komentar anda yang lain akan saya tanggapi kalau ada waktu.
> > Salam,
> > Alexander
> >
> >
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "tuyul50"
> > <tuyul50@> wrote:
> > >
> > > - pak Alex bilang: Akibatnya, bagi para ilmuwan alam, semua yang
> > > berada di luar kategori material atau kasat mata diasumsikan
> > sebagai
> > > tidak ada.
> > > * wah, wah ….!. entah pak Alex ini mengaji sains dari tulisan2
> > > populer melulu, ato kurang teliti mengaji textbooknya, ato
> memang
> > > punya maksud menyelewengkan khalayak ramai dengan memfitnah
> sains!
> > > Para ilmuwan alam kagak pernah berasumsi seperti yang pak Aklex
> > > bilang, yaitu bahwa semua yang berada diluar kategori material
> ato
> > > kasat mata (persisnya persepsi empiris) sebagai *tidak ada*.
> Nyang
> > > sak benernya adalah, semua nyang diluar persepsi empiris itu
> > > (termasuk ada ato tidaknya Allah) itu kagak ada artinya buat di
> > > diskusi kan oleh sains, alias bukan subject matter nya sains.
> > > Artinya, sains dengan sadar membatasi diri hanya dalam hal2
> nyang
> > > bisa dipersepsi oleh pancainddera. Bukannya berarti nyang tidak
> > > bisa dipersepsi itu tidak ada, ato tidak penting. Misalnya ada
> ato
> > > tidaknya hidup setelah mati itu justru diakui sebagai pertanyaan
> > > nyang sentral dalam hidup manusia. Demikian juga ada/tidaknya
> > tuyul
> > > tidak perlu didusksikan (cukup jika tulisan2nya dimilis ini
> dibaca
> > > dan difahami, sebab cuma itu saja nyang bisa dipersepsi oleh
> > > pancaindera).
> > >
> > > - pak Alex bilang: Masalah hal yang kasat mata sudah
> diantisipasi
> > > dalam sains alam pak,ini yang disut hidden variabel dalam
> mekanika
> > > kuantum.
> > > * wah, wah ! Terbukti lagi pak Alex ini dah kliru mengaji sains,
> > ato
> > > sedikitnya ketinggalan jaman gak kira-kira. Hidden Variables
> (Bell
> > > Inequalities) dalem mekanika kuantum udah dibuktikan sebagai
> tidak
> > > eksis, artinya tidak ada. Juga kagak pernah dimasukkan dalam
> > > textbook2 yang diajarkan di univeritas, sebab cuma merupakan
> > > spekulasi, yang kemudian terbukti keliru. Harap cepat2
> dikoreksi,
> > > dan pak Alex lain kali harus hati2, apalagi jika diskusi dengan
> > > pakar2 sains.
> > > Silahkan pak Alex baca, misalnya situs
> > > http://en.wikipedia.org/wiki/Hidden_variables
> > >
> > > In 1935, Einstein, Podolsky and Rosen wrote a four-page paper
> > > titled "Can quantum-mechanical description of physical reality
> be
> > > considered complete?" that argued that such a theory was in fact
> > > necessary, proposing the EPR Paradox as proof. In 1964, John
> Bell
> > > showed through his famous theorem that if hidden variables
> exist,
> > > certain experiments could be performed where the result would
> > > satisfy a Bell inequality. If, on the other hand, Quantum
> > > entanglement is correct the Bell inequality would be violated.
> > > Another no-go theorem on hidden variable theories is the Kochen-
> > > Specker theorem.
> > > Physicists such as Alain Aspect and Paul Kwiat have performed
> > > experiments that have found violations of these inequalities up
> 242
> > > standard deviations[3](excellent scientific certainty). This
> rules
> > > out local hidden variable theories, but does not rule out non
> local
> > > ones. Theoretically, there could be experimental problems that
> > > affect the validity of the experimental findings.
> > >
> > > * TAMBAHAN: demikian juga interpretasi Einstein bahwa Teori
> Kuantum
> > > itu tidak lain adalah statistik gaya baru, telah terbukti
> keliru.
> > > Sebaliknya nyang terbukti benar adalah lawannya, yaitu
> interpretasi
> > > Niels Bohr (terkenal dengan nama *Copenhagen interpretation of
> > > Quantum Mechanics*). Sejak beberapa belas tahun terakhir, bukti
> > > eksperimental tsb sudah menjadi rutin di laboratorium2 fisika
> > > diseluruh dunia, yaitu dengan teknik laser spectroscopy
> mengamati
> > > sebuah ion tunggal (single ion) dalam perangkap medan
> > > elektromaknit. Ternyata ion nyang tunggal tersebut bener2
> > mengikuti
> > > fungsi gelombang Schroedinger sebagai fungsi daripada waktu,
> jadi
> > > bukannya semata2 satistik dari sekumpulan besar ion, seperti
> yang
> > > dikira oleh Einstein. Silahkan pak Alex cari sendiri lewat
> Google.
> > >
> > > - pak Alex bilang: Dan selanjutnya dideduksi lebih lanjut dengan
> > > sifat kesimetrian dalam teori superstring.
> > > * Saat ini teori superstring masih digolongkan kepada
> > pseudoscience,
> > > sebab tidak bisa di verifikasi secara langsung. Silahkan pak
> Alex
> > > verifikasi sendiri lewat Google. Sekali lagi, pak Alex lain kali
> > > harus hati2, lebih2 jika diskusi dengan pakar2 sains.
> > >
> > >
> > > - pak Alex bilang: Maka, menganggap mereka tak ada, merupakan
> > > sebentuk arogansi ilmiah.
> > > * wah …wah ..! Lantaran dah terbukti salah, malah sampe dua
> kali,
> > > maka nyang tuyul anggep arogans adalah pak Khoe sendiri ....
> > >
> > >
> > >
> http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/35166
> > > - pak Alex bilang: 1. Physical Reality, yang sebenarnya tidak
> kita
> > > ketahui secara pasti kebenarannya (truth). Hal ini dikarenakan
> kita
> > > berada didalam Physical reality itu sendiri,
> > > * pak Alex kagak sepenuhnya benar. Per definisi, Physical
> Reality
> > > bisa diketahui dengan pasti, yaitu berupa data2 yang dipersepsi
> > oleh
> > > pancaindera (definisi kata *physical*). Tapi pak Alex benar,
> bahwa
> > > persepsi pancaindera itu tidak identik dengan *truth*. Ini
> justru
> > > nyang dimaksud oleh Kant dengan *Das Ding An Sich*, nyang tidak
> > kita
> > > ketahui, sebab kita terkutuk buat selamanya terkunkung dan
> uthek2
> > > dalam dunia persepsi pancaindera melulu. Disini Kant belajar
> dari
> > > agama Budha, tetapi dimanfaatkan olehnya guna kemajuan Sains.
> > Baru2
> > > ini di-jiplak secara tidak lengkap dan tidak rasional oleh Harun
> > > Yahya, filsuf fundamentalis/kreasionis Islam model baru, nyang
> > jelas
> > > ketinggalan jaman beratus2 taon, bila bukannya beribu2 taon
> (sejak
> > > Budha).
> > >
> > > - pak Alex bilang: 2. Sensory Experience, inilah yang biasanya
> > > disebut realitas dalam sains.
> > > * Disini pak Alex benar (salut buat pak Alex). Tapi koq pak
> Alex
> > > membantah sendiri poin no.1 diatas tentang Physical Reality.
> Harap
> > > cepat2 di koreksi, supaya pembaca bisa mengerti.
> > >
> > > - pak Alex bilang: 3. Mental Constructs, inilah yang dapat
> disebut
> > > sebagai dunia konseptual. Tujuan utama dari dunia konseptual ini
> > > adalah untuk memprediksi sensory experience yang akan terjadi di
> > > masa depan.
> > > * Sekali lagi pak Alex benar (salut lagi buat pak Alex). Apa
> nyang
> > > kita sebut *pengetahuan* sebenarnya adalah Mental Construct ini.
> > >
> > > - pak Alex bilang: Confucius saja berkata yang "While you do not
> > > know life, how can you know about death? Yang kasat mata 'ada'
> > bukan
> > > dikarenakan spekulasi manusia saja tetapi ada karena memang
> > > mempunyai efek terukur dalam realitas nyata! Jika anda tertarik
> > > membahas masalah seperti "Ada atau tiadanya Tuhan dan jiwa
> (soul)",
> > > itu domain filsafat bung bukan science. Tidak ada yang bisa
> diukur
> > > sampai saat ini dalam hal tsb.
> > > * Disini pak Alex benar sepenuhnya (salut lagi buat pak Alex).
> > Tapi
> > > koq naga2nya pak Alex membantah sendiri statement nyang paling
> awal
> > > diatas, yaitu *semua yang berada di luar kategori material atau
> > > kasat mata diasumsikan sebagai tidak ada.* (diasumsikan =
> > > spekulasi!) Nyang benar menurut filsafat Logical Positivism
> adalah,
> > > ada ato tidaknya Allah ato jiwa itu bukan domain daripada sains,
> > > tapi domain filsafat dan agama.
> > >
> > > Secara garis besar paka Alex benar. Tetapi tuyul usulkan, pak
> Alex
> > > perlu menyeragamkan pikiran2nya, agar bebas dari self-
> contradiction.
> > >
> > > Ttd,
> > > tuyul
> > > (Permisi, nyeleweng dikit nih, dari pesenannya babah Yun Hok)
> > >
> > > Sedikit koreksi buat tulisan pak Alex dari masa yg lalu:
> bilangan
> > > <minus tak terhingga> itu tidak sama dengan <plus tak
> terhingga>,
> > > bahkan berkebalikan ato bertentangan. Jika di paksakan untuk
> sama,
> > > maka pasti akan menghasilkan banyak sekali kontradiksi.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "Alexander"
> > > <alexanderkhoe@> wrote:
> > > >
> > > >
> > > > > Selain itu, hard science juga masih enggan mengakui
> > > keterbatasannya
> > > > dalam memahami hal-hal yang tak kasat mata atau immaterial.
> > > > Akibatnya, bagi para ilmuwan alam, semua yang berada di luar
> > > kategori
> > > > material atau kasat mata diasumsikan sebagai tidak ada.
> Padahal,
> > > ilmu
> > > > alam sendiri selalu berevolusi.
> > > > ------------------
> > > > Enggan? saya pikir tidak, keterbatasan adalah inheren ada
> dalam
> > > > setiap model yang dibangun. Semua yang mendalami pembentukan
> > model
> > > > pasti akan tahu tentang ketidaklengkapan suatu model. Seperti
> > yang
> > > > anda katakan model ini terus menerus dikoreksi tetapi
> landasannya
> > > > tetap sama sehingga dikatakan sifatnya konvergen. Ini
> perbedaan
> > > utama
> > > > dengan sains sosial seperti ekonomi dan psikologi, sains
> sosial
> > > tidak
> > > > mempunyai landasan yang sama dalam perkembangannya masing-
> masing
> > > > berdiri dengan asumsinya sendiri2 contohnya psikologi kognitif
> > > dengan
> > > > psikologi transpersonal...
> > > >
> > > > Masalah hal yang kasat mata sudah diantisipasi dalam sains
> alam
> > > pak,
> > > > ini yang disut hidden variabel dalam mekanika kuantum. Dan
> > > > selanjutnya dideduksi lebih lanjut dengan sifat kesimetrian
> dalam
> > > > teori superstring. Positivisme logis yang mementingkan
> pengamatan
> > > > terletak pada validasi konsekuensi dari teori tersebut.
> > > >
> > > >
> > > > > Apa yang 100 tahun lalu dianggap tak ada karena teknologinya
> > > belum
> > > > menjangkau fenomen itu, kini sudah diterima sebagai ada. Tapi,
> > > masih
> > > > banyak lagi fenomen di luar sana yang belum terjangkau tangan-
> > > tangan
> > > > ilmu. Maka, menganggap mereka tak ada merupakan sebentuk
> arogansi
> > > > ilmiah.
> > > > ------------------------
> > > > Apa sih disebut ilmu (disini adalah knowledge atau science)
> pak?
> > > > Apakah yang disebut ilmiah? Saya pikir anda telah rancu,
> ketika
> > > > berbicara tentang sains (science) dengan pengetahuan
> (knowledge).
> > > > Masalah utamanya dalam science bukan pada ada tidaknya
> fenomena
> > > > tersebut, tetapi pada KEMAMPUAN MENJELASKAN dan KEMAMPUAN
> > > > PREDIKSInya. Dan memang banyak pengetahuan (knowledge) lain
> > > seperti
> > > > naturopathy, homeopathy, akupuntur yang jelas bermanfaat
> tetapi
> > > belum
> > > > termasuk sains. Apa yang tidak bisa dijelaskan bukan dianggap
> > > tidak
> > > > ada, apalagi yang sifatnya dapat terukur. Tetapi sifatnya
> masih
> > > > berupa data dan informasi yang kita belum mampu menjelaskan
> > > apalagi
> > > > memprediksi konsekuensinya.
> > > >
> > > > Jadi istilah arogansi ilmiah itu sama sekali tidak ada bagi
> yang
> > > > benar-benar mendalami hal ini. Yang ada adalah standar baku
> untuk
> > > > diakui sebagai suatu hal yang ilmiah.
> > > >
> > >
> >
>
>
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Win free airfare

from Yahoo!

Fly home for the

Holidays on us.

.

__,_._,___