Minggu, 02 Maret 2008

Re: [beasiswa] [Butuh Info] Persyaratan Umum untuk Master Programme StuNED

kemaren gw ikutan pameran di balairung UI, kata mereka Surat penerimaan salah satu univ di Belanda mutlak harus ada, jadi intinya klo lu mau daftar STUNED lu harus diterima dulu di univ Belanda baru bisa ngajuin beasiswa STUNED,


---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[beasiswa] [INFO] Beasiswa DIII-S1 dalam negeri (Universitas Islam "45" Bekasi)

Universitas Islam �45� (Unisma) Bekasi
Merupakan universitas terunggul dibidang pendidikan dan kewirausahaan di
Bekasi yang didirikan sejak tahun 1987. Berlokasi strategis di samping pintu tol
Bekasi Timur.

Beasiswa UNISMA BEKASI bagi lulusan SMA/SMK/MA adalah:
� Beasiswa Full Bright UNISMA (Beasiswa penuh selama studi
berlangsung)
� Beasiswa Yayasan Pendidikan Islam �45� (YPI)
� Beasiswa Pemda Kota Bekasi
� Beasiswa Bank Bukopin
� Beasiswa Instansi Luar
� Beasiswa Supersemar
� Beasiswa Kopertais
� Beasiswa Kopertis
� Beasiswa Prestasi
� Beasiswa DIKTI
� Beasiswa BBM
� Beasiswa PPA

UNISMA BEKASI menyediakan beasiswa Fullbright (100% bebas biaya kuliah)
terbuka untuk umum dengan kriteria:
� Siswa lulusan SMA/SMK/MA (Fresh Graduate)
� Tidak pernah tinggal kelas, ranking 1-10 dikelas sejak semester 1-5
� Nilai rata-rata 7,00 untuk setiap mata pelajaran.
� Surat Permohonan kepada Rektor UNISMA
� Mengisi formulir dan biodata (formulir dapat diperoleh di Unisma
atau sekolah-sekolah mitra Unisma)
� Surat pernyataan yang disetujui orang tua
� Membawa Surat pengantar dari Kepala Sekolah.
� Foto kopi rapor dari semester 1-5
� Menyertakan Pas photo 4x6 berwarna 3 lembar
� Membuat karya tulis (tema ditentukan Unisma)


Peraih Beasiswa Fullbright dapat memilih salah satu program studi sebagai
berikut:

1. Fakultas Agama Islam (FAI)
� Program Studi Tarbiyah/ Pendidikan Agama Islam (S1)
� Program Studi Syari'ah/Hukum Islam (S1)
� Perbankan Syariah (S1)
� PGRA (D2)

2. Fakultas Ekonomi (FE)
� Program Studi Manajemen (S1)
� Program Studi Akuntansi (S1 dan D3)
� Program Studi Komputer Akuntansi (D3)
� Program Studi Manajemen Keuangan Perbankan (D3)

3. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)
� Program Studi Administrasi Negara (S1)
� Program Studi Ilmu Pemerintahan (S1)
� Program Studi Manajemen dan Administrasi (DIII)
� Program Studi Psikologi (S1)

4. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
� Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (Olahraga)
(S1)
� Program Studi Pendidikan IPS (GEOGRAFI) (S1)

5. Fakultas Komunikasi, Sastra dan Bahasa (FKSB)
� Program Studi Ilmu Komunikasi (S1)
� Program Studi Sastra Inggris (S1)

6. Fakultas Pertanian (FAPERTA)
� Program Studi Agribisnis (S1)

7. Fakultas Teknik (FT)
� Program Studi Teknik Sipil (S1)
� Program Studi Teknik Komputer (D3)
� Program Studi Teknik Elektro (S1 dan D3)
� Program Studi Teknik Mesin (S1 dan D3)

------------------------------------------
Maharani Imran
Manajer Humas dan Pemasaran
Universitas Islam �45� (Unisma) Bekasi
Jl. Cut Meutia No.83 Bekasi
Phone/Fax. (021) 8808853
Mobile: (021) 93380006 / 94413110
maharani@unismabekasi.ac.id

http://unismabekasi.ac.id/

-------------------------------------------


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] PM belanda : geet wilders bertanggung jawab...

PM Belanda: Geert Wilders Bertanggungjawab Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Minggu, 02 Maret 2008
Pihak pemerintah Belanda telah berkali-kali meminta Geert Wilders membatalkan penayangan film "Anti Islam". Namun pembenci Islam itu tetap akan meloloskan niatnya
ImageHidayatullah.com--Kegaduhan seputar film "Anti Islam" dan "anti Al-Quran" buatan politikus ekstrem kanan Geert Wilders, yang belum diluncurkan, semakin dahsyat saja. Kabinet Belanda sangat prihatin akan dampaknya. Namun berpendapat sangatlah berlebihan mengimbau Wilders agar tidak meluncurkan filmnya.
Kendati demikian Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende menekankan kepada pemimpin Partai untuk Kebebasan, PVV, kemungkinan dampak filmnya, yang konon hampir selesai dan akan diluncurkan dalam beberapa pekan.
Dalam jumpa pers Balkenende mengatakan, jelas sudah film itu akan menimbulkan reaksi luar biasa, walaupun saat ini tidak seorang pun tahu tentang film itu. Sebagai contoh, Balkenende menyebut ancaman pihak Taliban yang akan menyerang militer Belanda di Afganistan.
Walaupun cemas, kabinet tidak akan terang-terangan mengimbau Wilders agar tidak meluncurkan filmnya. Balkenende mengatakan bahwa kabinetnya mendukung penuh kebebasan berpendapat. Menurut sang perdana menteri Wilders sendirilah yang menentukan apakah akan meluncurkan filmnya atau tidak. Namun, tambah Balkenende, ia harus memperhitungkan reaksi keras dari dalam dan luar negeri.
Tidak Digubris
Tanggal 28 Pebruari kemarin, Menteri Luar Negeri Belanda Maxime Verhagen masih berpendapat lain. Mengingat kepentingan orang Belanda di luar negeri, maka sangatlah tidak bertangggungjawab meluncurkan film tersebut, katanya. Verhagen didukung organisasi usahawan VNO-NCW, organisasi usaha kecil menengah MKB-Nederland dan organisasi petani LTO-Nederland.
Dalam sebuah pernyataan bersama mereka mengatakan 'ucapan-ucapan yang menghina dan sikap tidak sopan' tidak menciptakan suasana toleran. Padahal dunia usaha sangat membutuhkan iklim yang toleran. Sementara ini Geerts Wilders menyatakan tidak menggubris imbauan Balkenende.
Penjelasan
Sementara itu, kelompok pro Wilders meminta pemerintah Belanda bersama-sama dengan negara-negara Uni Eropa lain diminta ikut menjelaskan kepada dunia mengapa film "anti-Islam" yang dibuat oleh anggota parlemen Belanda Geert Wilders, agar tidak dilarang.
Permintaan ini datang dari Alexander Pechtold anggota parlemen Belanda dari partai liberal kiri, D-66. Menurut Pechtold, pemerintah Belanda harus menjelaskan tentang makna demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat di Eropa.
Anggota parlemen Belanda Alexander Pechtold menegaskan bahwa diskusi mengenai film "anti-Islam" yang tengah digarap oleh Geert Wilders, terlalu banyak menyorot panggung politik Belanda saja.
"Kabinet berulangkali memperingatkan Geert Wilders mengenai dampak dari film tersebut", tegas Pechtold. "Sebenarnya harus lebih banyak diberikan penjelasan ke dunia luar. Kami dibesarkan dalam suasana demokrasi dan kebebasan menyatakan pendapat. Lain halnya di luar negeri. Disana kelompok-kelompok fundamentalis menggunakan film semacam itu untuk menebar kebencian terhadap Barat. Harus dijelaskan apa arti dan makna dari undang-undang yang paling mendasar tersebut. Mungkin perdana menteri Jan-Pieter Balkende perlu memberikan penjelasan lewat televisi Al Jazeera, mengenai hal tersebut. Atau menteri muda Aboutaleb (red: keturunan Maroko) yang fasih berbahasa Arab," katanya.
Pemerintah Belanda tidak hanya harus memberikan penjelasan sendiri saja, tambah Pechtold. Negara-negara Uni Eropa lain juga punya kepentingan. "Misalnya kasus karikatur Denmark bisa terjadi di mana saja. Sebenarnya harus dibentuk suatu sikap bersama dengan Dewan Eropa. Demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat, lahir di Eropa. Tetapi sekarang nampaknya seolah-olah setiap negara Uni Eropa harus menyelesaikannya sendiri".
Sejauh ini, Belanda belum sepenuihnya berhasil menjelaskan situasinya. Perdana menteri Balkenende memperingatkan bahwa film yang tengah digarap oleh Geert Wilders itu bisa memicu kekerasan terhadap warga Belanda dimanapun mereka berada, bahkan bisa sampai mengakibatkan kematian. Sinyal pertama, menurut sang perdana menteri sudah tampak. Ia menyebut soal ancaman dari Taliban untuk menyerbu militer Belanda yang berada di Afghanistan, atau pramugari-pramugari Belanda yang takut bertugas ke negara-negara tertentu. Menteri kerjasama pembangunan Belanda Koenders sementara itu telah pula membatalkan kunjungannya ke Somalia setelah menerima ancaman.
Pechtold selanjutnya menambahkan bahwa tanggung jawab sepenuhnya berada di pundak Geert Wilders sendiri, apakah ia akan memutar film tersebut atau tidak. Setelah film itu diputar barulah pihak kejaksaan agung dapat memutuskan, apakah film tersebut melanggar Undang-undang.
Sejauh ini, Geert Wilders sendiri tidak ambil pusing. Ia menyebut sikap perdana menteri Balkenende sebagai ketakutan kabinet terhadap Islam. Geert Wilders, mungkin bisa saja tak menghiraukan pendapat dan keberatan dunia Islam. Namun, aksinya ini akan dilihat dunia Islam sebagai bentuk pelecehan.
Fakta terjadinya boikot dalam festival film anak-anak di Kairo, mungkin baru babak awal konflik antara dunia Islam dengan Belanda. Semuanya tergantung pada Geert Wilders dan Belanda sendiri


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Y! Messenger

Send pics quick

Share photos while

you IM friends.

Special K Group

on Yahoo! Groups

Learn how others

are losing pounds.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: RUNAWAY UNIVERSITY

Mas Audi, you just made my day... Ingin rasanya saya memframe tulisan ini dengan bingkai berukir dari Jepara, lalu saya pasang di dinding, bersanding dengan lukisan Batik dan hiasan topeng-topeng dari Bali.... Dan di dinding tersebut juga terdapat  tulisan dari Mas Anwar mengenai karya ilmiah istrinya yg dicontek mentah-mentah itu...

Mohon izin utk saya postingkan tulisan Anda ini disitus saya, yah...

Be Fun

TuHanTu

http://hole-spirit.blogspot.com

 


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, audifax - <audivacx@...> wrote:
>
> RUNAWAY UNIVERSITY
> Telaah Posmodern pada kasus Kontroversi Pemalsuan Tanda Tangan di FP US
>
>
> Oleh:
> Audifax
> Peneliti di SMART Center for Human Re-Search & Psychological Development
>
>
>
>
> Banyak Perguruan Tinggi telah kehilangan esensinya sebagai institusi pendidikan. Perguruan Tinggi semacam ini mengubah diri menjadi mesin pencetak ijazah dan turut membangun merkantilisme dunia pendidikan. Pada titik ini, individu-individu yang berada pada posisi mahasiswa, tak lebih dari konsumen. Di satu sisi mereka ditempatkan sebagai sumber pendapatan bagi perguruan tinggi, di sisi lain mereka juga makhluk yang dapat dikorbankan untuk kepentingan lebih besar. Perguruan tinggi-perguruan tinggi ini, hanya berpacu mengejar berbagai hal yang dapat meningkatkan kehandalan dalam mengeruk uang. Hal-hal seperti gengsi, akreditasi, angka kelulusan, dan simbol-simbol sejenis lebih dikejar ketimbang menempatkan diri sebagai institusi pendidikan yang mendidik, mengayomi, dan membimbing peserta didiknya
>
>
> Saya teringat sebuah kasus yang terjadi di tahun 2004. Kasus yang menimpa Sdr. R.C.W.A, seorang mahasiswa FP di US. Kasus ini adalah salah satu contoh bagaimana Perguruan Tinggi kehilangan esensinya sebagai institusi pendidikan. Di satu sisi, R.C.W.A adalah mahasiswa yang ditempatkan sebagai sumber pendapatan, namun di sisi lain, dia juga menjadi korban untuk kepentingan lebih besar, yaitu: gengsi institusi. Wacana Posmodern (posmo), tampaknya mengimbas ke dunia pendidikan.
>
>
> Jean Baudrillard, salah satu tokoh dalam wacana posmoderen menyebutkan bahwa dalam budaya konsumsi posmoderen, objek tidak lagi terikat pada logika utilitas, fungsi dan kebutuhan, namun melalui tanda (sign). Ini make-sense dengan perguruan tinggi tempat Sdr. R.C.W.A bernaung, yang memang di satu sisi lebih mengejar tanda-tanda seperti: angka kelulusan (yang tentunya juga memberi kontribusi pada akreditasi dan nilai jual) dan menafikan esensinya sebagai institusi pendidikan yang semestinya mengayomi dan membimbing Sdr. R.C.W.A.
>
>
> Tanda dalam konsep semiotika dan neo-psikoanalisa, merujuk pada adanya dua konsep yaitu: penanda (signifier) dan petanda (signified). Penanda adalah komponen material (berbentuk phonic atau graphic) dan Petanda adalah komponen konseptual (makna, pemaknaan, kebermaknaan). Keduanya adalah basis dari semua bahasa, komunikasi, serta sistem representasi. Penanda dan Petanda selanjutnya akan menjadi pisau analisis pada tulisan saya ini.
>
>
> THE ANSWER IS…BLOWING IN THE WIND!
>
>
> Agar anda semua lebih jelas dengan kasus Sdr. R.c.W.A. saya akan ceritakan lebih dulu gambaran singkatnya. Alkisah, pada hari diwisudanya sejumlah lulusan perguruan tinggi US, salah satu karya skripsi, di antara sekian ribu lulusan, dimuat pada harian Jawa Pos dan Radar Surabaya (tanggal 27 November 2004). Karya skripsi itu adalah milik R.C.W.A, yang berjudul: "Studi Kasus tentang Kepuasan Seks di Luar Nikah dengan Waria pada Pasangan Berkeluarga". Ironisnya, mahasiswa yang karya skripsinya di bawah bimbingan Dr. E.S. itu, ternyata dianulir kelulusannya oleh Dekan FP US, Ibu Dra. H.(dekan yang menjabat waktu itu), karena ditengarai memalsu tanda tangan dosen pembimbingnya. Dalam kasus ini, Sdr. R.C.W.A, ternyata tidak kembali menandatangankan revisi skripsi (setelah sidang skripsi) kepada dosen pembimbingnya, namun memilih untuk memalsu tanda tangan dosen pembimbing dan salah satu penguji.
>
>
> Persoalan etika akademik ini, sebenarnya dapat diselesaikan jika Dra. H. sebagai Dekan tidak melakukan kesalahan etika pula dalam penyelesaiannya. Kasus etis ini justru berkembang, ketika Dekan menganulir kelulusan tersebut hanya dengan memanggil R.C.W.A via telepon dan meminta ijazah serta transkrip dari tangan yang bersangkutan. Ini ditindaklanjuti Dekan dengan mengirim surat kepada Dr. E.S. selaku pembimbing; yang isinya mengultimatum Dr. E.S. untuk memberikan tanda tangan asli dalam jangka waktu tak lebih dari dua bulan sejak tanggal penulisan surat tersebut. Surat itu hanya ditujukan pada Dr. E.S. seorang, tanpa tembusan kepada pihak-pihak lain, termasuk para penguji skripsi Sdr. R.C.W.A.. Kutipan dari surat tersebut adalah sebagai berikut:
>
>
> "Untuk itu kami mohon kepada Bapak dapat mengoreksi revisi skripsi yang akan dilakukannya sesuai dengan berita acara dengan batas waktu maksimal 2 (dua) bulan dari tanggal surat ini".
>
>
> Apa yang dilakukan Dekan dra. H jelas merupakan hal yang sama sekali tidak etis. Ada sejumlah ketidakberesan pada langkah yang diambil oleh Dra. H. Sebagai Dekan FP US. Kita dapat mencematinya pada pertimbangan berikut:
>
>
>
> Pertama, Dr. E.S. adalah pihak yang dirugikan dengan pemalsuan tanda tangan oleh mahasiswa dari institusi yang dipimpin oleh Dra. H.. Dr. E.S. seharusnya justru menjadi pihak yang dapat menuntut atas tindak kriminal yang dilakukan oleh mahasiswa dari institusi Dra. H. tersebut. Adalah mengherankan bahwa Dra. H. bukannya meminta maaf secara resmi atas perlakuan kriminal mahasiswanya kepada Dr. E.S sebagai dosen luar, tapi justru mengultimatumnya melalui sebuah surat resmi untuk mengoreksi skripsi Sdr. R.C.W.A. dalam waktu dua bulan.
>
>
>
>
> Kedua, ada kenyataan yang sesuai dengan kesepakatan saat sidang skripsi Sdr. R.C.W.A, bahwa setelah Sdr. R.C.W.A. memberikan hasil revisinya, nilai akan disepakatkan kembali oleh keempat penguji. Koordinasi penyepakatan tidak dilakukan oleh ketua penguji, yaitu: A.Y, S. Sos, M.Si, sehingga Dr. E.S tidak pernah mengetahui kelulusan yang bersangkutan dan nilai yang didapatkan. Dalam hal ini patut dipertanyakan pula pertanggungjawaban dari ketua penguji atas kelalaian yang ternyata berakibat fatal.
>
>
>
>
> Ketiga, apapun alasannya, institusi yang dipimpin Dra. H. telah melakukan kesalahan sistemik dengan meluluskan seorang mahasiswa yang belum memperoleh pengesahan dari dosen pembimbing. Kesalahan ini makin diperparah Dra. H. dengan memberikan surat langsung kepada Dr. E.S tanpa memberikan tembusan pada pihak terkait yaitu: Sdr.R.C.W.A., Sdr Drs. B.W., M.Si (anggota tim penguji), Sdr. Drs. C.S. (Sekretaris), Sdr. A.Y., S.Sos, M.Si (Ketua tim Penguji); Kepala Laboratorium (jurusan) PS; Pembantu Dekan I, Wakil Rektor I U.S., Rektor U. S., dan Ketua Yayasan U.S.. Bahkan, mengingat skripsi Sdr.R.C.W.A. juga telah dipublikasikan di surat kabar Jawa Pos tertanggal 27 November 2004, semestinya Dra. H. juga melakukan pertanggungjawaban publik. Melihat begitu banyaknya pihak yang terkait dengan kasus Sdr. R.C.W.A, patut dipertanyakan kenapa Dra. H. justru memberikan surat yang ditujukan hanya kepada Dr. E.S secara personal?
>
> Keempat, kita dapat mempertanyakan logika hukum kasus ini. Bagaimana Dra. H. bisa mengultimatum Dr. E.S untuk mengoreksi skripsi dari mahasiswa yang telah diluluskan Dra. H. secara resmi. Bagaiaman mungkin mahasiswa yang telah lulus masih harus dikoreksi skripsinya?. Pada surat tertanggal 13 Desember 2004, bernomor 392/UL/GAS/DEK/FP/XII/2004, Dra. H. hanya memberitahukan pada Dr. E.S. bahwa Sdr. R.C.W.A. telah dicabut kewenangannya sebagai lulusan semester genap 2003-2004, tanpa menuliskan berdasarkan surat nomor berapa pencabutan tersebut. Apakah sebuah surat kelulusan resmi dapat dibatalkan secara semena-mena?
>
> Kelima; Berdasarkan poin ketiga dan keempat, kita dapat menangkap indikasi bahwa Dra. H.berusaha menyelesaikan persoalan ini secara tertutup dengan cara menekan Dr. E.S secara personal sembari menyembunyikan kesalahan yang semestinya dipertanggungjawabkan oleh Dra. H. Pada titik ini, Dra. H. tidak menyadari bahwa peristiwa ini adalah sebuah penipuan besar di depan Dr. E.S sebagai dosen pembimbing, segenap tim penguji, Sidang terbuka wisudawan; bahkan para pembaca Jawa Pos; di mana diakui atau tidak, dalam konteks tanggungjawab sebagai pimpinan, Dra. H terlibat di dalamnya. Pada titik ini pula Dra. H. Cenderung untuk mengabaikan keharusannya untuk meminta maaf pada semua pihak yang tertipu tersebut.
>
>
>
> Sampai di sini, saya sampai pada suatu kesimpulan bahwa Dra. H. Adalah pemimpin sebuah institusi pendidikan yang tengah mengkreasi suatu panggung besar kebohongan melalui permainan tanda. Tanda, dalam kasus Sdr. R.C.W.A menjadi elemen yang menyusun suatu sistem yang bisa menyembunyikan kebohongan.
>
>
> Mari kita simak dulu Pierre Bourdieu yang pernah menjelaskan bahwa setiap masyarakat memiliki caranya sendiri untuk menutupi, menyembunyikan, atau menciptakan sistem yang menyediakan topeng-topengnya sendiri agar struktur dan praktik penindasan tidak dapat dikenali (méconnaissance). Di sini dapat ditunjuk salah satu fungsi ideologi, yakni sebagai topeng-topeng bagi praktik-praktik sosial yang melawan atau mempertahankan suatu penindasan atau dominasi. Seorang yang memegang modal otoritas tertentu melakukan konstruksi terhadap pemikiran masyarakat agar ia dihormati, disegani, dan dipatuhi oleh kalangan yang terdominasi. Untuk menutupi motivasi sesungguhnya maka diperlukan topeng dengan mengatakan apa yang dilakukan adalah untuk kebaikan bersama.
>
>
> Kontekstualisasi dari penjelasan Bourdieu ini ada pada apa yang dilakukan Dra. H yang saat itu menjabat sebagai dekan FP US. Dengan modal otoritas tertentu ia menutupi, menyembunyikan atau menciptakan sistem yang membuat penindasan yang dilakukannya tidak dikenali.
>
>
> Lalu apa yang dilakukan Dr. E.S atas penindasan yang coba dilakukan Dra. H? Dr. E.S pun mempertanyakan kembali dan meminta pertanggungjawaban dari Dra. H. selaku Dekan. Kisaran hal yang diminta pertanggungjawabannya kurang lebih adalah:
>
>
>
> Membuat surat permintaan maaf resmi dari Dra. H. selaku pimpinan institusi tempat Sdr. R.C.W.A. bernaung kepada Dr. E.S, atas perilaku memalsu tanda tangan. Pada pemikiran ini ada suatu asumsi bahwa jika Dra. H. mengajarkan pada Sdr. R.C.W.A. untuk meminta maaf, Dra. H. sendiri juga harus memberi contoh yang sesuai. Dra. H. pernah meminta Dr. E.S dengan hormat untuk menjadi dosen pembimbing, disusul dengan permintaan sebagai dosen penguji yang juga dilakukan dengan hormat; sudah selayaknya Dra. H. juga menyelesaikan persoalan pemalsuan tanda tangan ini dengan kehormatan.
>
> Membuat surat permintaan maaf resmi atas surat Dra.H. tertanggal 13 Desember 2004, bernomor 392/UL/GAS/DEK/FP/XII/2004 kepada Dr. E.S, yang menurut Dr. E.S sama sekali tidak etis.
>
> Membuat surat permintaan maaf resmi atas penipuan yang dilakukan oleh Sdr. R.C.W.A kepada Dr. E.S selaku dosen pembimbing dan penguji, Sdr Drs. B.W., M.Si (anggota tim penguji), Sdr. Drs. C.S. (Sekretaris), Sdr. A.Y., S.Sos, M.Si (Ketua tim Penguji); Kepala Laboratorium PS; Pembantu Dekan I, Wakil Rektor I US, Rektor US, Ketua Yayasan US, dan surat kabar di mana skripsi itu dimuat.
>
> Dua bulan berlalu, pihak Dra. H. juga tampaknya enggan untuk meminta maaf. Sementara Dr. E.S juga masih berpegang pada prinsip etika yang semestinya dipenuhi. Lalu bagaimana dengan Sdr. R.C.W.A? Dra. H. justru menawarkan `persoalan baru' yaitu mengulang satu semester (yang berarti dia harus membayar lagi, bukan?); sungguh suatu penyelesaian yang "manis". Satu bukti bahwa mahasiswa di Perguruan Tinggi semacam ini tak lebih dari mesin uang yang selain bisa diperas juga bisa dikorbankan untuk kepentingan-kepentingan yang lebih besar.
>
>
> BENEATH THE LIES
> Pada kasus ini, kita dapat mencermati bahwa permintaan maaf telah kehilangan esensi, berubah menjadi penanda yang merujuk pada petanda yang bermakna: menurunnya gengsi serta kemampuan mempersaingkan komoditas. Permintaan maaf atas kesalahan = menurunnya gengsi serta kemampuan mempersaingkan komdoitas. Gengsi untuk mengakui kesalahan adalah bagian dari tanda-tanda yang dimobilisir ke dalam bentuk komoditi yang mendasarkan logika perbedaan untuk terbangunnya suatu nilai jual. Permintaan maaf adalah penanda yang dapat membuat banyak orang ragu untuk masuk ke FP US, karena melekat pada terbukanya sebuah kesalahan sistemik yang fatal.
>
>
> Kesalahan fatal dalam kasus Sdr. R.C.W.A adalah sebuah penanda yang akan merujuk pada konsep mengenai kurang qualified-nya sebuah institusi. Oleh karena itu kesalahan ini harus ditutupi. Ini make-sense ketika Dekan Dra.H. bukannya menyelesaikan pada pihak-pihak yang tertipu sesuai prosedur, namun justru melakukan tekanan pada Dr. E.S.
>
>
> Seiring perkembangan jaman yang memasuki era posmoderen, orang lebih mengonsumsi penanda ketimbang makna. Penanda-penanda pun telah banyak yang berubah sebagai alat kebohongan. Akreditasi A ataupun jumlah kelulusan dikejar dengan mengabaikan kualitas dan esensi pendidikan.
>
>
> Kondisi ini membawa konsekuensi pada adanya kebutuhan akan pendidikan yang tidak lagi berorientasi mencerdaskan, namun lebih pada menghadirkan perbedaan, baik makna sosial, status, simbol, atau prestise. Universitas A lebih baik dari B karena akreditasinya lebih tinggi, bukan pada kualitas karya. Begitu pula dengan anggapa bahwa universitas C lebih baik dari universitas D hanya dengan ukuran jumlah lulusan yang lebih banyak. Di satu sisi, ini juga membuat gelar dan ijazah tak lebih dari komoditas. Berbagai gelar kesarjanaan disandang oleh berbagai orang, namun semuanya samasekali tidak mencerminkan adanya kualitas berpikir saintis. Bisa dihitung lulusan perguruan tinggi yang menguasai benar kelimuannya dan siap masuk dalam dunia kerja. Sementara di sisi lain, layaknya hukum demand-supply, perguruan tinggi juga mengubah dirinya sebagai penjaja ijazah. Agar dapat menjadi penjaja ijazah yang handal, maka diperlukan penanda-penanda seperti angka kelulusan.
>
>
> Kehandalan sebagai penjaja ijazah, akan membawa konsekuensi pada semakin bertambahnya penghasilan. Dengan demikian, sekolah tak lebih dari upaya mengonsumsi suatu permainan tanda (free play of sign), tanpa perlu terikat pada sebuah makna dan identitas yang tetap. Pada titik inilah pendidikan telah kehilangan esensinya. Mahasiswa-mahasiswa itu hanya larut dan mempercayai begitu saja, bahwa Fakultas/perguruan tinggi favorit memiliki kualitas pendidikan yang berkualitas. Tak pernah ada yang melihat secara kritis bahwa perguruan tinggi semacam ini bisa jadi tak lebih dari mesin pencetak ijazah yang menempatkan mahasiswa sebagai sosok yang bisa dieksploitasi.
>
>
> Tanda-tanda dalam dunia pendidikan terus bergerak, berlari, berpacu sembari merelatifkan suatu stabilitas makna. Baik perguruan tinggi, maupun mahasiswa bukan mengejar ilmu yang akan mengembangkan kemanusiaannya, melainkan berusaha mengejar tanda, makna dan identitas. Mereka mencari dalam arus pergerakan yang tiada henti. Sdr. R.C.W.A pun terlarut dalam arus ini (yang kemudian justru memelantingkannya) ketika memilih untuk memalsu tanda tangan demi tercapainya sebuah gelar dan ijazah.
>
>
> Dengan demikian dapat dikatakan pendidikan tinggi telah terseret dalam arus konsumsi posmoderen, konsumsi yang selalu dahaga, dan tak terpuaskan. Suatu pola konsumsi yang dengan cerdik dibangkitkan oleh perguruan tinggi sebagai produsen ijazah, melalui pencitraan yang dibangun dengan pelekatan penanda-penanda akreditasi, jumlah kelulusan, serta berbagai ritual yang sifatnya tontonan (spectacle). Semua ini akhirnya berkembang menjadi titik sentral yang berperan sebagai perumus hubungan sosial pendidik-peserta didik yang telah kehilangan esensinya. Berpacunya perguruan tinggi dalam mengejar berbagai penanda komoditas itu membuat ada pihak-pihak yang tercecer, bahkan tergilas kemanusiaannya, kasus Sdr. R.C.W.A adalah salah satu contoh. Etika dan pendidikan telah kehilangan esensinya, diambil alih oleh penanda-penanda yang maknanya jauh dari esensi pendidikan.
>
>
> Bagaimana cermatan anda?
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Audifax mengundang anda untuk mendiskusikan esei ini di milis Psikologi Transformatif. Jika anda memiliki concern terhadap tema yang ada pada esei ini, mari bergabung dengan kita yang ada di milis Psikologi Transformatif
>
>
> Sekilas Mailing List Psikologi Transformatif
> Mailing List Psikologi Transformatif adalah ruang diskusi yang didirikan oleh Audifax dan beberapa rekan yang dulunya tergabung dalam Komunitas Psikologi Sosial Fakultas Psikologi Universitas Surabaya. Saat ini milis ini telah berkembang sedemikian pesat sehingga menjadi milis psikologi terbesar di Indonesia. Total member telah melebihi 2000, sehingga wacana-wacana yang didiskusikan di milis inipun memiliki kekuatan diseminasi yang tak bisa dipandang sebelah mata. Tak ada moderasi di milis ini dan anda bebas masuk atau keluar sekehendak anda. Arus posting sangat deras dan berbagai wacana muncul di sini. Seperti sebuah jargon terkenal di psikologi "Di mana ada manusia, di situ psikologi bisa diterapkan" di sinilah jargon itu tak sekedar jargon melainkan menemukan konteksnya. Ada berbagai sudut pandang dalam membahas manusia, bahkan yang tak diajarkan di Fakultas Psikologi Indonesia.
>
>
> Mailing List ini merupakan ajang berdiskusi bagi siapa saja yang berminat mendalami psikologi. Mailing list ini dibuka sebagai upaya untuk mentransformasi pemahaman psikologi dari sifatnya selama ini yang tekstual menuju ke sifat yang kontekstual. Anda tidak harus berasal dari kalangan disiplin ilmu psikologi untuk bergabung sebagai member dalam mailing list ini. Mailing List ini merupakan tindak lanjut dari simposium psikologi transformatif, melalui mailing list ini, diharapkan diskusi dan gagasan mengenai transformasi psikologi dapat terus dilanjutkan. Anggota yang telah terdaftar dalam milis ini antara lain adalah para pembicara dari simposium Psikologi Transformatif : Edy Suhardono, Cahyo Suryanto, Herry Tjahjono, Abdul Malik, Oka Rusmini, Jangkung Karyantoro,. Beberapa rekan lain yang aktif dalam milis ini adalah: Audifax, Leonardo Rimba, Nuruddin Asyhadie, Mang Ucup, Goenardjoadi Goenawan, Ratih Ibrahim, Sinaga Harez Posma, Prastowo, Prof Soehartono Taat Putra,
> Bagus Takwin, Amalia "Lia" Ramananda, Himawijaya, Rudi Murtomo, Felix Lengkong, Hudoyo Hupudio, Kartono Muhammad, Helga Noviari, Ridwan Handoyo, Dewi Sartika, Jeni Sudarwati, FX Rudy Gunawan, Arie Saptaji, Radityo Djajoeri, Tengku Muhammad Dhani Iqbal, Anwar Holid, Elisa Koorag, Lan Fang, Lulu Syahputri, Kidyoti, Alexnader Gunawan, Priatna Ahmad, J. Sumardianta, Jusuf Sutanto, Stephanie Iriana, Yunis Kartika dan masih banyak lagi
>
>
> Perhatian: Milis ini tak ada moderator yang mengatur keluar masuk member. Setiap member diharap bisa masuk atau keluar atas keputusan dan kemampuan sendiri.
>
>
> Jika anda berminat untuk bergabung dengan milis Psikologi Transformatif, klik:
>
>
> www.groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif
>
>
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] tiga pelaku pembakar mesjid ditangkap...

Tiga Pelaku Pembakar Masjid Ditangkap Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Senin, 03 Maret 2008
Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) bergembira atas tertangkapnya tiga tersangka vandalisme dan pembakaran masjid di negara bagian Tennessee, AS
ImageHidayatullah.com--Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) gembira atas tertangkapnya tiga tersangka pembakaran sebuah masjid di negara bagian Tennessee akhir pekan lalu.
Sabtu lalu, CAIR yang bermarkas di Washington mendesak aparat lokal dan federal untuk mengusut kasus pembakaran dan coretan penuh kebencian di Islamic Center of Columbia yang dianggap sebagai kasus kejahatan bermotifkan kebencian. Beberapa coretan tanda swastika Nazi dan kata-kata 'kekuatan kulit putih' dan 'kami mengelola dunia' dicoret di tembok luar masjid.
Pada hari sama, aparat menangkap tersangka bernama Jonathan Stone (19), Michael Golden (23), dan Eric Baker (32). Ketiganya terancam terkena tuduhan kejahatan bermotif kebencian. Islamic Center of Columbia terletak sekitar 45 menit selatan Nashville, Tennessee.
Karena adanya kesamaan kasus di tempat lain, grup advokasi dan hak-hak sipil bermarkas di Washington ini meminta umat Islam AS dan lembaga muslim untuk mengkaji ulang prosedur keamanan menggunakan nasihat yang terkandung di dalam Alat Keselamatan Komunitas Muslim CAIR.


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Move More

on Yahoo! Groups

This is your life

not a phys-ed class.

Best of Y! Groups

Check it out

and nominate your

group to be featured.

.

__,_._,___

[beasiswa] [INFO] KAUST Discovery Scholarship

Date: Fri, 29 Feb 2008 18:31:53 +0900
From: "Ari Krisna Mawira Tarigan" <a.k.m.tarigan@gmail.com>
Subject: KAUST Discovery Scholarship

KAUST Discovery Scholarship

King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) adalah
sebuah universitas berskala internasional yang berbasis riset di
bidang sains dan teknologi yang berlokasi di Arab Saudi. KAUST
menawarkan program beasiswa yang disebut KAUST Discovery Scholarship
diperuntukkan bagi mahasiswa S1 dari bidang studi sains dan tekonologi
di perguruan tinggi manapun di Indonesia.

Persyaratan:

* Terdaftar aktif pada tahun ajaran 2007/2008 sebagai mahasiswa S1
tahun ketiga keatas dari jurusan teknik dan science di perguruan
tinggi manapun di Indonesia.
* Memiliki prestasi akademik dan/ atau pengalaman riset yang memuaskan
* Memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik, dengan syarat
memiliki skor minimal 550 (TOEFL ITP atau TOEFL PBT) atau 213 (TOEFL
CBT) atau 79-80(TOEFL iBT) atau 6.0 (IELTS)
* Pada agustus 2009 sudah bisa memulai pendidikan S2 di King
Abdullah University of Science and Technology, Arab Saudi.

Beasiswa yang diberikan mencakup:

1. Selama periode kuliah S1

Seluruh biaya kuliah (SPP dan biaya lain) sampai lulus kuliah
S1; Tunjangan hidup; tunjangan buku; tunjangan laptop/computer;
kesempatan berpartisipasi dalam kegiata-kegiatan akademik (global
workshop, regional workshop, seminar, dll) yang diadakan oelh KAUST,
baik kampus KAUST Arab Saudi maupun di negara lain (seluruh biaya
ditanggung).

2. Setelah lulus kuliah S1

Diterima untuk melanjutkan Program S2 di KAUST, Arab Saudi, dan
berhak atas Beasiswa penuh yang meliputi SPP/ Biaya studi. Akomodasi
dan tunjangan transportasi – hingga lulus.

Cara mendaftar: Pendaftaran hanya bisa dilakukan secara online di
website: www.kaust.edu.sa . Untuk informasi lebih lanjut, silahkan
kirim email ke iief@indo.net.id atau scholarship@iief.or.id
http://www.kaust.edu.sa/students/discovery-scholarships.aspx

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Re: [beasiswa] [Butuh Info] Persyaratan Umum untuk Master Programme StuNED

Betul sekali, persyaratan Stuned memang mengharuskan adanya Admission Letter dari salah satu perguruan tingi (universitas di Belanda), jika anda tidak melampirkan Admission Letter ini maka aplikasi beasiswa stuned anda akan dianggap Incomplete. Sebaiknya jika anda akan mengajukan aplikasi beasiswa stuned, jauh-jauh hari anda sudah mengajukan lamaran/pendaftaran ke salah satu universitas di Belanda, paling tidak beberapa bulan sebelum dead line stuned, karena biasanya proses admission di universitas di belanda sekitar 1 - 2 bulan.

mirisa hasfaria <oryx_2000@yahoo.com> wrote:
Dear All,
saya ingin mencoba mendaftar beasiswa StuNED untuk
dimana deadline aplikasinya adalah 15 Maret 2008
nanti.

Dalam persyaratan umum sebagaimana saya akses di
http://neso.nuffic.nl/indonesia/indonesian-students/informasi-dalam-bahasa-indonesia/beasiswa/stuned/stuned-master-programme
Poin 9 disebutkan "Diterima di salah satu program
pascasarjana yang diselenggarakan oleh lembaga
pendidikan tinggi di Belanda untuk tahun ajaran
2008/2009
dibuktikan dengan: surat penerimaan dari universitas
yang mencantumkan dengan jelas di dalamnya tanggal
awal dan akhir program studi yang dipilih, total biaya
perkuliahan dan nama program studi."

Adapun yang menjadi pertanyaan saya, apakah surat
penerimaan dari universitas adalah syarat mutlak untuk
bisa melamar beasiswa StuNED dan oleh karenanya harus
dilampirkan pada saat mengirim aplikasi?

Mohon infonya ya teman-teman. Terima kasih sebelumnya

Salam hangat,

Mirisa Hasfaria

__________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.

http://www.yahoo.com/r/hs



---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] Re: Berhentilah Berfikir

Pak Syafii, nasihat bapak Anda itu saya setuju...

Tapi dalam arti yg saya fahami itu begini: Nggak ada orang yg bisa brenti berfikir... Lho?

Simplenya ajah... Kalau saya melihat/mangalami sebuah persoalan yg tidak bisa diselesaikan, maka saya akan buat persoalan lain.

Katakanlah persoalan A tidak mampu saya selesaikan (pada waktu tertentu) , saya ciptakan masalah lain (persoalan B). Selanjutnya persoalan B inilah yg saya fikirkan, sehingga pada frame waktu memikirkan persoalan B, jadinya berhenti berfikir pada persoalan A, itu... Disitu, saya tidak memikirkan persoalan A untuk beberapa waktu lamanya... Let it flow...

Bukan berarti lari dari persoalan A... Karena, ada masalah-masalah yg hanya bisa terselesaikan oleh waktu, dan pada waktu tertentu tidak bisa diselesaikan oleh apapun/siapapun... Jadi sekalipun saya tidak lagi memikirkan persoalan A (dan telah ada jarak)... ´Jarak´ inilah saya tetap gunakan untuk memantau sumber masalah pada persoalan A,  apakah waktu telah berfihak pada saya atau belum... Kalau belum, dan masalah B telah bisa diselesaikan...Well, ciptakan lagi masalah C... Hahahaha....

Be Fun

TuHanTu

http://hole-spirit.blogspot.com

 


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "agussyafii" <agussyafii@...> wrote:
>
> Berhentilah Berfikir
>
> Setiap kali ada kawan yang datang pada saya dengan segudang cerita
> masalahnya berharap masalahnya selesai dengan mndengarkan nasehat
> atau petuah saya. Padahal saya sendiri jika ada masaalah belum tentu
> saya bisa menyelesaikan masalah saya sendiri. Lantas kenapa saya
> mesti memberi nasehat pada orang lain. Begitulah pertanyaan kritis
> saya terhadap diri sendiri.
>
> Pada satu kesempatan saya pusing dengan masalah saya yang tak
> kunjung selesai bertanya pada bapak. Bapak saya
> menyarankan, "Berhentilah berfikir." Saya terhenyak mendengar
> jawabannya. Wah gawat nih saya kalo disuruh berhenti berfikir. Kata
> saya dalam hati.
>
> Sejak itu saya berusaha mencari makna, apa maksudnya berhenti
> berfikir. Sampai kemudian datang kawan yang biasa datang dengan
> segudang masalah itu. Selesai bercerita dia bertanya apa solusinya.
> Saya katakan, "apa menurutmu makna berhentilah berfikir?" Seminggu
> kemudian kawan itu datang lagi, dia tidak bercerita. Hanya
> mengatakan, hari ini saya sudah berhenti berfikir loh."
>
> Apa ya maksudnya berhentilah berfikir?
>
> Wassalam,
> Agussyafii
> http://agussyafii.blogspot.com
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Home Improvement

on Yahoo! Groups

Find tips & tricks

for doing it yourself.

.

__,_._,___

[beasiswa] [INFO] Research Assistant / Doctoral Student in Financial Economics - Ghent

Research Assistant / Doctoral Student in Financial Economics

Ghent University - Department of Financial Economics (Belgium)

The department of Financial Economics at Ghent University has one or
more positions available for research assistants or doctoral students in
the fields of financial economics, in particular in microeconomics of
banking or empirical banking.

The research assistants or doctoral students have to provide some
support for the courses on banking and management of financial
institutions. The most important task, however, is the preparation of a
PhD dissertation in financial economics under the supervision of Prof
dr. Vander Vennet and dr. Olivier De Jonghe.

Candidates should hold a Master degree in economics or are about to
obtain this degree by the end of the academic year.

Applications should be sent to: Dr. Olivier De Jonghe Ghent University
Department of Financial Economics W. Wilsonplein 5D B-9000 Gent Belgium

Or

Olivier.dejonghe @ ugent.be

Applications should include a cover letter, CV, details of the master
courses taken (including grades), two letters of reference and, if
possible, some examples of research work (assignments). Applications
should be received by 31 March 2008. For more information about the
positions, you can contact Olivier De Jonghe (Olivier.dejonghe @ ugent.be).


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[beasiswa] [INFO] Doctoral Scholarships for the Graduate College "The Economics of Innovative Change" Germany

Doctoral Scholarships for the Graduate College "The Economics of
Innovative Change"

Friedrich-Schiller-University Jena (Germany)

The Graduate College / Graduiertenkolleg "The Economics of Innovative
Change" (Die Ökonomik des innovativen Wandels) started on October 1st,
2006 at the Department of Economics of the Friedrich-Schiller-University
Jena in cooperation with the Max Planck Institute of Economics, Jena.
The program is funded by the German Science Foundation. It offers top
level graduated students the opportunity to achieve a doctoral degree
(PhD) in economics. Meanwhile the research group comprises 38 PhD
students. Continuous enrollment in the program is possible.

The Graduate College offers several scholarships for doctoral students
(duration of 2+1 years) with a background in economics and business
administration. The Research Training Group "The Economics of Innovative
Change" will address unresolved questions and problems concerning the
economic dynamics of firms, markets, sectors and regions with an
analytical focus on the endogenous driving forces mainly understood as
the activities of invention and innovation. The variety of topics that
is dealt with covers the foundations of individual behavior and the
economic and institutional environment, the generation of innovations
together with the organizational forms of activities of invention and
innovations, the change of the sectoral structures caused by
innovations, the role of the demand side in this context, as well as the
political management of change.

The scholarship positions require a permanent and active participation
in the study and the research program of the research training group.
Therefore all scholarship holders are expected to choose Jena as their
place of residence.

Applications are expected to include

• CV, copy of diploma, BA, MA certificate, copy of diploma or master
thesis, writing sample (about 10 pages), 2 reference letters from
academic teachers, 1 page statement on the expected benefit from
participating in the program;
• the application form: visit our homepage gk.wiwi.uni-jena.de,
download, fill in and return to us; and be mailed to the spokesman of
the Graduate College:
Professor Dr. Uwe Cantner
Friedrich-Schiller-University Jena
Department of Economics
Carl-Zeiss-Str. 3
D-07743 Jena
e-mail: uwe.cantner @ wiwi.uni-jena.de

Application is possible on a continuous basis. Please do not send any
originals because materials submitted cannot be returned to the applicant.

For more information on the structure, teaching staff and objectives of
the Research Training Group please visit: gk.wiwi.uni-jena.de


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[beasiswa] [INFO] PhD position -- Utrecht School of Economics (Netherlands)

PhD researcher

Utrecht School of Economics (Netherlands)

Utrecht School of Economics (USE) of Utrecht University is the newest
economics department in the Netherlands. It is part of the Law,
Economics and Governance Faculty of one of the country's most reputable
research universities. USE endeavours world-standard teaching and
research while encouraging multidisciplinary economic approaches and
giving special attention to the institutional, historical and spatial
dimensions of economics. USE crosses disciplinary borders by
collaborating actively with the faculties of Law, Geography, Social
Science and History. USE maintains active international relationships
and teaches its curricula in both Dutch and English.

Currently, we have a job opening for a

PhD researcher (in Dutch: Assistent-in-Opleiding) 1.0 fte for four years

The PhD position is in the group of the Chair of Institutional
Economics. Research will be embedded in USE's Tjalling Koopmans
Institute (TKI). TKI offers a structured training programme, which the
candidate is expected to complete.

The research will focus on the impact of works councils on the
performance of organizations, in both the for-profit and the
not-for-profit sector. An important question relates to the conditions
under which a works council's involvement is productive or
counterproductive. Within the Institutional Economics group, a number of
questionnaire-based Dutch datasets are available for this. Theory-based
quantitative analyses of these datasets are envisioned. Moreover, new
tailor-made data will have to be collected in due course. An MSc degree
in one of the Social Sciences (e.g., Economics, Psychology or Sociology)
is required, as is an ambition to carry out top-notch research.

We offer temporary employment of 1.0 fte (four years) in a stimulating
research climate and an enjoyable working environment in the inner-city
of Utrecht, the Netherlands. The appointee is expected to complete all
requirements for the PhD degree within this period. The salary for a
full time appointment is € 2,000.- gross per month in the first year and
is expected to increase to € 2,558- in the fourth year, contingent on
satisfactory performance. Good secondary benefits.

Further details can be obtained from: prof. dr. Arjen van Witteloostuijn
(arjen.vanwitteloostuijn @ ua.ac.be)

Applications to:
Personeel & Organisatie REBO,
Janskerkhof 3,
3512 BK Utrecht
or per e-mail to stafuse @ econ.uu.nl,
with reference to vacancy no. 60809.

The procedure closes on 17 March 2008.


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[beasiswa] [BUTUH INFO]: Persiapan berangkat ke Berlin

Dear teman,

Adakah rekan2 milister yang sedang kuliah S2/S3 atau alumni Berlin (khususnya dari DAAD) ?

Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan terkait dengan persiapan keberangkatan saya ke Berln akhir bulan ini.

1. Apakah visa untuk kuliah bisa selesai kurang dari 10 hari, mengingat waktunya sudah mepet sekali dan saat ini saya masih nunggu 1 lagi syarat visa yakni Letter of award dari DAAD?
2. Berapakah luas apartemen yang diperlukan untuk visa family?
3. Adakah yang bisa berbagi tips cara mencari apartemen yang murah di berlin?
4. Sementara belum mendapat apartemen, rencananya saya akan tnggal di asrama dulu. Adakah teman yang bersedia memberikan tumpangan sebelum saya bisa masuk ke asrama tgl 1 April selama 1-2 hari?
5. Karena saya hanya akan kebagian kursus jerman selama 2 minggu saja dari DAAD, jadi saya butuh info apa saja yang harus saya lakukan setelah tiba di berlin, terkait dengan kontak ke sponsor saya, di DAAD Bonn?


Terima kasih untuk moderator yang telah mem-publish email saya.

Sukses selalu!!

Salam,
Desti


Desti Fitriani

Accounting Laboratory
Faculty of Economics University of Indonesia

Ph. +62-21-7888-6407/ 7884-9170


Fax.+62-21-7888-6407/ 7884-9169
Mobile.+62-813-19400917


---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] (Resensi Buku) Ketika Perempuan Ngerumpi



Klik di:

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=12&dn=20080302184328

Resensi Buku

Judul buku : Bordir â€" Embroideries
Penulis : Marjane Satrapi
Penerbit : Gramedia Pustaka utama
Ukuran : 14 x 19 cm
Tebal : 136 halaman
Terbit : April 2006
Harga : Rp 35.000,-

Ketika Perempuan Ngerumpi

Oleh: Titiana Adinda

Aku mendapat hadiah sore itu dari sahabatku 7 buah buku semuanya
menarik dan cantik sampulnya rata-rata bercampur aneka warna. Tetapi
koq tidak dengan buku yg satu ini. Warnanya yg coklat muda dengan
sampul buku sangat sederhana yaitu hanya gambar seorang perempuan
saja. Kemudian aku baca judulnya Embroideries; Bordir dengan nama
penulisnya Marjane Satrapi. Lalu kuteringat bukankah Marjane itu
adalah novelis grafis terkenal dari Iran? Yang salah satu kayanya
difilmkan dan muncul di ajang Jiffest tahun 2006 lalu?

Lalu kubaca sampul belakangnya cukup menarik sekali ceritanya tentang
acara para perempuan ketika minum teh yang bercerita tentang cinta,
seks, dan segala tingkah pola pria. Mereka bertukar cerita tentang
keperawanan, cara meloloskan diri dari kawin paksa, operasi plastik
dan menjadi perempuan sempurna.

Aku tak sabar ingin segera membacanya lalu kubuka pembungkus
plastiknya. Aha...aku ternyata akan membaca satu novel grafis. Grafis
/Gambarnya cukup bagus, dicetak diatas kertas khusus lagi, bukan
kertas HVS biasa seperti di buku-buku lainnya. Berkat kertas itu pula
grafis Marjane Saptrapi terlihat sangat bagus sekali.

Lalu mulai kubaca lembar demi lembar novel grafis itu, benar kata
disampul belakang buku itu novel grafis ini akan membawa kita
seolah-olah berada ditengah-tengah para perempuan ini, ikut berbagi
cerita, dan mendengarkan topik-topik yang salah satu diantaranya
pernah dialami perempuan di manapun. Ini adalah salah satu kegiatan
ngerumpi para perempuan yang sangat bagus topik pembicaraannya.

Aku sambil membaca suka senyum-senyum sendiri kenapa? Karena hal yang
kita anggap tabu untuk dibicarakan secara terbuka dibicarakan disini.
Misalnya saja digambarkan seorang perempuan yang sudah kehilangan
keperawanannya sebelum menikah mendapatkan saran:

“ Ini ambillah pisau silet ini. Nanti pada pada malam pertama,
rapatkan kedua pahamu erat-erat, lalu menangislah dengan keras, dan
kalau sudah waktunya, gores kulitmu sedikit, sedikit saja! Kau akan
berdarah sedikit. Dia akan bangga dengan kejantanannya dan
kehormatanmu tetap terjaga.”

Hal itu tentu saja membuatku tersenyum. Ternyata sama halnya dengan di
Indonesia mitos keperawanan sangat masih kental terasa. Sehingga
apabila seorang perempuan tidak berdarah di malam pertamanya maka para
perempuan sangat takut kalau disangka tidak perawan lagi.

Banyak hal yang sama persis penggambaran kondisi yang dialami oleh
perempuan-perempuan Iran dengan perempuan-perempuan di Indonesia yang
digambarkan dan diceritakan dalam novel grafis ini. Diantaranya adalah
persoalan operasi pelangsingan tubuh dan payudara. Yang lucunya dan
membuatku tertawa kecil adalah penggambaran bagaimana seseorang dalam
novel itu bercerita bagaimana dia melakukan operasi penyedutan bokong
dan pinggulnya yang sudah tertimbun banyak lemak,lalu lemak tersebut
dia pindahkan ke payudaranya. Katanya “ Tentu saja si tolol
(laki-laki) bahwa setiap kali dia mencium payudaraku, sebenarnya
pantatkulah yang diciumnya”....

Yang menarik isu tentang gay juga dibahas di novel grafis ini di buku
ini digambarkan bagaimana seorang ibu bercerita sambil bersedih
tentang bagaimana pengalaman anak perempuannya yang ternyata menikah
dengan seorang gay. Tetapi dialog si Ibu tersebut kepada sahabatnya
sungguh mengejutkan karena sang Ibu justru bilang “ ...tapi baiklah
disetiap kemalangan pasti ada sesuatu yang positif. Putriku masih
perawan. Dia masih punya kesempatan untuk menikah lagi”.

Menurut penilaianku novel grafis ini sangatlah bagus untuk dibaca dan
dimiliki. Isinya jelas sama dengan permasalahan yang kita hadapi
sehari-hari. Bagus untuk dibaca para perempuan muda, yang beranjak
dewasa. Aku tak heran kenapa di buku ini ditempel sebuah stiker dengan
kata-kata “Dewasa”.Karena bahasa yang dipergunakan untuk menjelaskan
segala sesuatunya cukup terbuka. Penterjemahan yang dilakukan oleh
Tanti Lesmana sangatlah baik sehingga mudah dipahami oleh para pembaca.

Koreksiku hanyalah tidak adanya nomor pada setiap halaman sehingga
untuk menulis resensi ini aku harus menghitungnya secara manual, serta
ketidak konsesistenan dalam penterjemahan kata wanita dan perempuan.
Sehingga kerap kali digunakan kata wanita sedangkan pada dialog yang
lainnya digunakan kata perempuan. Dan satu lagi yang menjadi
pertanyaan besar untukku kenapa buku ini tidak dicetak oleh percetakan
milik Gramedia sendiri? Tetapi oleh PT.Ikrar Mandiriabadi, Jakarta.

Tapi yang paling penting buku ini telah menjawab pertanyaan dan
menguak rahasia tentang perempuan. Sungguh novel yang sangat bagus.
Marjane Satrapi telah mampu menghadirkan novel grafis yang sangat
bermutu. Pantas saja dia dijuluki salah satu pendekar novel grafis.

Aku jadi bermimpi mudah-mudahan segera tampil seorang novelis grafis
perempuan asal Indonesia yang sebaik Marjane Satrapi, yang akan
menggambarkan kondisi memprihatinkan dari perempuan Indonesia.Ya semoga...

i

Oleh: Titiana Adinda

Aku mendapat hadiah sore itu dari sahabatku 7 buah buku semuanya
menarik dan cantik sampulnya rata-rata bercampur aneka warna. Tetapi
koq tidak dengan buku yg satu ini. Warnanya yg coklat muda dengan
sampul buku sangat sederhana yaitu hanya gambar seorang perempuan
saja. Kemudian aku baca judulnya Embroideries; Bordir dengan nama
penulisnya Marjane Satrapi. Lalu kuteringat bukankah Marjane itu
adalah novelis grafis terkenal dari Iran? Yang salah satu kayanya
difilmkan dan muncul di ajang Jiffest tahun 2006 lalu?

Lalu kubaca sampul belakangnya cukup menarik sekali ceritanya tentang
acara para perempuan ketika minum teh yang bercerita tentang cinta,
seks, dan segala tingkah pola pria. Mereka bertukar cerita tentang
keperawanan, cara meloloskan diri dari kawin paksa, operasi plastik
dan menjadi perempuan sempurna.

Aku tak sabar ingin segera membacanya lalu kubuka pembungkus
plastiknya. Aha...aku ternyata akan membaca satu novel grafis. Grafis
/Gambarnya cukup bagus, dicetak diatas kertas khusus lagi, bukan
kertas HVS biasa seperti di buku-buku lainnya. Berkat kertas itu pula
grafis Marjane Saptrapi terlihat sangat bagus sekali.

Lalu mulai kubaca lembar demi lembar novel grafis itu, benar kata
disampul belakang buku itu novel grafis ini akan membawa kita
seolah-olah berada ditengah-tengah para perempuan ini, ikut berbagi
cerita, dan mendengarkan topik-topik yang salah satu diantaranya
pernah dialami perempuan di manapun. Ini adalah salah satu kegiatan
ngerumpi para perempuan yang sangat bagus topik pembicaraannya.

Aku sambil membaca suka senyum-senyum sendiri kenapa? Karena hal yang
kita anggap tabu untuk dibicarakan secara terbuka dibicarakan disini.
Misalnya saja digambarkan seorang perempuan yang sudah kehilangan
keperawanannya sebelum menikah mendapatkan saran:

“ Ini ambillah pisau silet ini. Nanti pada pada malam pertama,
rapatkan kedua pahamu erat-erat, lalu menangislah dengan keras, dan
kalau sudah waktunya, gores kulitmu sedikit, sedikit saja! Kau akan
berdarah sedikit. Dia akan bangga dengan kejantanannya dan
kehormatanmu tetap terjaga.”

Hal itu tentu saja membuatku tersenyum. Ternyata sama halnya dengan di
Indonesia mitos keperawanan sangat masih kental terasa. Sehingga
apabila seorang perempuan tidak berdarah di malam pertamanya maka para
perempuan sangat takut kalau disangka tidak perawan lagi.

Banyak hal yang sama persis penggambaran kondisi yang dialami oleh
perempuan-perempuan Iran dengan perempuan-perempuan di Indonesia yang
digambarkan dan diceritakan dalam novel grafis ini. Diantaranya adalah
persoalan operasi pelangsingan tubuh dan payudara. Yang lucunya dan
membuatku tertawa kecil adalah penggambaran bagaimana seseorang dalam
novel itu bercerita bagaimana dia melakukan operasi penyedutan bokong
dan pinggulnya yang sudah tertimbun banyak lemak,lalu lemak tersebut
dia pindahkan ke payudaranya. Katanya “ Tentu saja si tolol
(laki-laki) bahwa setiap kali dia mencium payudaraku, sebenarnya
pantatkulah yang diciumnya”....

Yang menarik isu tentang gay juga dibahas di novel grafis ini di buku
ini digambarkan bagaimana seorang ibu bercerita sambil bersedih
tentang bagaimana pengalaman anak perempuannya yang ternyata menikah
dengan seorang gay. Tetapi dialog si Ibu tersebut kepada sahabatnya
sungguh mengejutkan karena sang Ibu justru bilang “ ...tapi baiklah
disetiap kemalangan pasti ada sesuatu yang positif. Putriku masih
perawan. Dia masih punya kesempatan untuk menikah lagi”.

Menurut penilaianku novel grafis ini sangatlah bagus untuk dibaca dan
dimiliki. Isinya jelas sama dengan permasalahan yang kita hadapi
sehari-hari. Bagus untuk dibaca para perempuan muda, yang beranjak
dewasa. Aku tak heran kenapa di buku ini ditempel sebuah stiker dengan
kata-kata “Dewasa”.Karena bahasa yang dipergunakan untuk menjelaskan
segala sesuatunya cukup terbuka. Penterjemahan yang dilakukan oleh
Tanti Lesmana sangatlah baik sehingga mudah dipahami oleh para pembaca.

Koreksiku hanyalah tidak adanya nomor pada setiap halaman sehingga
untuk menulis resensi ini aku harus menghitungnya secara manual, serta
ketidak konsesistenan dalam penterjemahan kata wanita dan perempuan.
Sehingga kerap kali digunakan kata wanita sedangkan pada dialog yang
lainnya digunakan kata perempuan. Dan satu lagi yang menjadi
pertanyaan besar untukku kenapa buku ini tidak dicetak oleh percetakan
milik Gramedia sendiri? Tetapi oleh PT.Ikrar Mandiriabadi, Jakarta.

Tapi yang paling penting buku ini telah menjawab pertanyaan dan
menguak rahasia tentang perempuan. Sungguh novel yang sangat bagus.
Marjane Satrapi telah mampu menghadirkan novel grafis yang sangat
bermutu. Pantas saja dia dijuluki salah satu pendekar novel grafis.

Aku jadi bermimpi mudah-mudahan segera tampil seorang novelis grafis
perempuan asal Indonesia yang sebaik Marjane Satrapi, yang akan
menggambarkan kondisi memprihatinkan dari perempuan Indonesia.Ya semoga...

===
Kunjungi blogku di:
http://titiana-adinda.blogspot.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Cat Zone

on Yahoo! Groups

Join a Group

all about cats.

.

__,_._,___