Kamis, 20 Desember 2007

[psikologi_transformatif] Fwd: Re: RALAT Siapa yang mau resign dari penelitian kompatiologi?

e-link: http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/3187
--- In Komunikasi_Empati@yahoogroups.com, Cornelia Istiani wrote:

Vincent,

Kompatiologi menurut pendapatku berkembang menyesuaikan diri dengan
kebutuhan tatanan sosial yang dinamis dan berdasarkan pengalaman
masing-masing penggunanya (terdekon) dan pendekonnya
sekaligus..pengalaman yang selalu memuat kutub subjek dan kutub objek
sekaligus...tidak berdasarkan isme tertentu. Sehingga ga perlu kuatir
dengan benturan terhadap isme-isme yang ada atau reaksi dalam
isme-isme tersebut, dengan begitu kompatiologi tidak dikendalikan oleh
mereka (isme-isme tersebut)..dan kompatiologi bisa lebih fokus pada
kompati itu sendiri.

Lain kali kalau ada polemik lagi (tentang dirimu dan kompatiologi)
lebih baik diam dan observasi aja situasi...ga perlu komentar yang
akhirnya malah bikin "kisruh"..biarlah semua berjalan sesuai dengan
natural rythm...sehingga ga perlu takut sesuatu yang tidak pasti..
orang datang silih berganti itu biasaaaaaaa....

Mengenai polemik ilmiah;
Masih inget dengan perkataan Pak Sarlito tentang jurnal
internasional???!!!
Ini saya suka dan ada yang menarik dalam perkataan tersebut...
kenapa jurnal internasiona??? Karena di komunitas ilmiah
internasional lebih valid dibanding komunitas ilmiah dalam negeri
(lebih terpercaya yang di luar negeri)...di sanalah
pembuktiannya....komunitas ilmiah dalam negeri aja belum terpecaya
(hanya figur-figur tertentu yang terpercaya)---apalagi kalau hanya
pertentangan/debat kusir seperti di milis psi_trans beberapa waktu
yang lalu...yang melakukan justifikasi keilmiahan terhadap
kompatiologi....(lha wong kucing aja tahu bahwa memang belum ada
pembuktiannya....).

Sik penting sekarang adalah asas manfaat itu yang perlu dikaji
secara terus menerus...sambil berjalan mengkosntruksi bentuk ilmiahnya...

Diskusi silakan saja, ada kebebasan tanpa harus minta ijin jika
begini jika begitu (asal tidak porno, caci maki, pelecehan,...)
marilah kita bebaskan pikiran kita dari bayang-bayang ilmiah atau
tidak ilmiah sehingga diskusi menjadi mengalir dan lebih hidup..
Marilah kita tumbuh dan diperkaya oleh pengalaman masing-masing...

salam,
Istiani

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Green Y! Groups

Environment Groups

Find them here

connect with others.

Best of Y! Groups

Check out the best

of what Yahoo!

Groups has to offer.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Fwd: Komentar Vincent Liong soal Rencana Pengembangan Kompati Oleh Adhi Purwono

e-link: http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/3158
--- In Komunikasi_Empati@yahoogroups.com, "vincentliong"
<vincentliong@yahoo.com> wrote:

Soal rencananya Adhi komentar saya cuma satu saja. Mengatakan mau
mengembangkan Kompatiologi artinya mengembangkan sesuatu yang
menggunakan dasar sudutpandang yang sama dengan kompatiologi.

Mendengar laporan dari Cornelia Istiani setelah chatting dengan Adhi
Purwono kemarin, tampak kecenderungan sudutpandang yang dipakai adalah
sudutpandang psikologi mainstream, yang mau dikembangkan Adhi adalah
permainan peran misalnya untuk menggali informasi seseorang yang
diterapkan di Psikologi mainstream yang ilmiah.

Sudutpandang psikologi amat berbeda dengan sudutpandang kompatiologi;
kompatiologi adalah tools yang digunakan oleh usernya untuk kemampuan
membaca data (adaptasi), sedangkan sudutpandang psikologi cenderung
bersifat memberi penilaian dan tindakan pada object dari ahli kepada
awam.

Jadi sebelum bicara lebih jauh tentunya Adhi harus menjabarkan contain
apa yang mau dikembangkannya secara terbuka di maillist ini. Bilamana
dari penjelasan tsb tampak 180% berbeda sudutpandang mata tentunya
produk tsb tidak bisa dikaitkan dengan kompatiologi. Kecenderungan ini
sudah tampak dari cara Adhi mengkritik saya yang menggunakan
sudutpandang psikologi mainstream yang selama ini menekan saya;
psikologi mainstream memiliki kebiasaan membahas hal yg sifatnya
judgement subjective terhadap pribadi tetapi menganggapnya objective.

Apabila dengan alasan tidak saya bebaskan menggembangkan kompatiologi
untuk meminta saya mengijinkan hal tsb terjadi, maka yang akan terjadi
adalah pembiasan dari ilmu kompatiologi itu sendiri sehingga pengguna
menjadi bingung mana kompatiologi yang asli. Sejak awal kompatiologi
mulai kita kembangkan, semua bermula dari ritual dekon-kompatiologi
maka dari itu agar tidak dimelencengkan / bias, maka saya tetap
menekankan bahwa point sekon tidak bisa diabaikan dengan alasan
kebebasan berkembang. Sebagai individu Adhi boleh berkembang dengan
pemikirannya, tidak ada yang bisa melarang termasuk saya tetapi ini
tidak bisa dijadikan alasan untuk membiaskan kompatiologi sehingga
jadi hilang esensi samasekali.

Ketika dulu saya sempat mengajar kundalini yang memiliki sudutpandang
berbeda dengan kompatiologi tentunya saya harus memisahkan ilmu ini
samasekali tidak berkaitan satu dengan yang lain, apalagi soal nama.

Soal tanggungjawab, menyindir orang lain tidak bertanggungjawab dalam
ilmunya itu gampang. Pertanyaannya apakah Adhi sendiri bisa
membuktikan diri mampu membangun sesuatu dari nol yang terbukti dari
eksistensi dan apresiasi masyakarat umum tidak sekedar terdaftar
ilmiah. Atau hanya menyadur yang sudah ada di psikologi mainstream
yang ada lalu diubah-ubah dan ditambahi bumbu.

Nah, kita lihat apakah Adhi bisa membuktikan kata-katanya secara
konsisten. Kalau mau menyindir saya boleh saja, buktikan anda lebih
bernilai dibandingkan saya, jangan cuma ngomel saja.

Saya tunggu tulisan + produk-nya di maillist ini...

--- End forwarded message ---

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Yahoo! Groups

Going Green

Share your passion

for the planet.

Yahoo! Groups

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Fwd: Re: [kompati] Rencana Pengembangan Kompati Oleh Adhi Purwono

e-link: http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/3153
--- In Komunikasi_Empati@yahoogroups.com, "ardiningtiyaspitaloka"
<ardiningtiyaspitaloka@...> wrote:

Dear Mb Isti.. gue juga jadi bengong bin bingung, kok dikau
membingkai sebagai pengadilan???? lho.. jadi ini mbakyu jadi
pengacara gitu? Kalo gitu, gue ambil peran sebagai... hmm... asyikan
jurnalis ah.. aku pake pena bulu kutip kilat aja, minjem dari Rita
Skeeter.

Wah.. daftar pertanyaan yang diajukan ya nda kalah aneh ya, aku kok
liatnya dari ajakan diskusi yang jelas-jelas kaca objeknya
komunikasi empati, kok jadi ditarik ke subyeknya, 'apakah engkau
temannya?' (hmm... asal bukan ala Caesar..'et tu..Brutus? .. ada
sate brutus di Kediri katanya mak nyuuss lhoo). Plus diskusinya jadi
persidangan persahabatan ya... ga mudeng aku mba, tapi mubeng.
Pertanyaan si Adhi sebelumnya kuanggap masih menahan beberapa hal
yang ingin dia ungkap, tapi dia memang ingin berdiskusi, bukan
penjabaran, gitu alasannya. Yah.. emang mekanis sih teknik punya
(hihihi.. inget kan waktu kita ngerumpiin gaya tulisan dia ama Rio
di malam itu....). Saya sendiri menantikan ajang diskusi kompati
yang seru bin mak nyuss, tapi sama sekali tidak menduga yang ini,
not at all dah. Lha ini kan representasiong n akomodir makhluk2 yang
suka berdiskusi suppper deeepeerr
seriuez, 'berpikir...berpikirrr...jimmy neutron!!!

Saran gue sih, pasti ada udang eh sesuatu di balik pertanyaan dia
kalo menyangkut apa yang mb Isti pertanyakan, wah berarti kemarin
chat nya kurang tuuh. Sebagai dua tokoh yang mengenal Vcl dengan
dekeet, pasti analisa dikau tidak hanya di ketakjuban ini atuuh..
Cobalah kenang kembali (ciee..) reaksi Adhi ketika komunikasi dengan
Vcl gimana, senyumnya, tatapannya, .. (glek..), kemesraan Vcl ke
Adhi gimana, celetukan2 Adhi dalam merumpikan Vcl pada dikau gimana,
juga Vcl ngerumpiin Adhi gimana.. wait.. kok seperti cinta segisegi
ya.. huaaa

Salam dulu dech..
Pipit

--- In Komunikasi_Empati@yahoogroups.com, Cornelia Istiani
<istiani_c@> wrote:
>
> Dear Adhi,
> Nyambung siang tadi...............
> satu kebingunganku sudah terjawab setelah chating ama kamu siang
tadi...bahwa kamu mempunyai metode sendiri yang akan kamu
kembangkan...itu ga masalah....
> mungkin yang masih membuatku sedikit bingung lagi atas
pertanyaan mu adalah seakan-akan kamu ndak pernah kenal ama
VCL....Keliatannya kok seperti pak Hakim di sidang pengadilan dengan
terdakwanya Vincent…
> Pertanyaanku:
>
> Apakah Vincent temanmu Adhi?
> Apakah Vincent telah melakukan sesuatu yang merugikan kamu?
> Apakah Vincent pantas mendapatkan perlakuan kasar seperti ini,
terutama dari kamu?
> Apa arti ilmiah?
> Apa arti kebenaran sebuah ilmu (pengetahuan)?
> Apa makna pertemanan?
> Kalau memang sudah ada hasil pengembangan dari kamu, kenapa
tidak langsung aja di sharing?
> Apakah kamu lupa bahwa Vincent telah lama sekali pernah
mengatakan bahwa kamu akan berkembang dengan caramu sendiri?
> Apa makna tanggung jawab menurutmu?
> apakah perkembangan itu selalu harus membaca buku? Sehingga
kalau tidak akan jadi masalah?
> sekian dulu pertanyaanku
> selamat berkembang dengan metode baru yang kamu yakini lebih
bertanggungjawab dan lebih ilmiah....
>
> salam,
> Istiani
>
> Rencana Pengembangan Kompati Oleh Adhi Purwono
> Sebelum saya mulai penuh bergerak mengembangkan Kompati kembali,
maka saya merasa perlu untuk menanyakan beberapa hal kepada saudara
Vincent sebagai bahan pertimbangan supaya dapat harmonis dalam
pengembangan Kompati masing-masing.
>
> Satu :
> Masih berlakukah ajakan dari saudara Vincent yang membolehkan
masing-masing Pengembang Kompati mengembangkannya sekehendak hatinya
bahkan misalnya sampai merubah metode dekon atau mengganti definisi
Kompati beserta label-label yang dipakai?
> …akan sangat menarik Dhi….saya berpendapat bahwa tidak akan jadi
masalah yang serius karena tanggung jawab ada pada masing-masing
orang/pengembang, apalagi sampai merubah total..dan tentu saja bukan
bagian lagi dari kompati ala VCL kan…(benerkan logikanya
begitu???!!)...silakan saja asal itu baik buat si pengembang
tersebut.
>
> Dua :
> Apakah diharuskan bagi peminat Pengembangan Kompati untuk selalu
mengikuti perkembangan terbaru yang informasi/data/ pengalamannnya
berasal dari saudara Vincent?
> Pertanyaan ini mungkin analoginya begini Dhi…
> Ketika saya memutuskan kuliah psikometri dan makin tertarik
bahkan sampai pada taraf mendalami dan mencoba mengaplikasikannya
dalam pendidikan dan sosial...otomatis saya mengikuti perkembangan
ilmu psikometri..makanya saya ikutan jadi member psychometrics
society dan salah satu member milis educational measurement...meski
sekarang masih pasif tapi saya mengikuti diskusi yang
terjadi..sehingga saya tahu perkembangan terbaru..itu pun saya belum
tentu mengaplikasikannya dan belum tentu mampu.....saya tetap perlu
referensi—hanya itu satu satunya alasanku...
>
> Tiga :
> Apakah bagi para Pengembang Kompati Selain Vincent harus ikut
mempertanggungjawab kan/menanggapi/ sejalan bila ada klien yang
ingin minta kejelasan kembali ke para Pengembang Selain Vincent
mengenai penjelasan/informas i/ajaran/ klaim dari Vincent?
> Kamu bicara kok seperti orang baru keluar dari "gua" saja….Kalau
pertanyaan dari klien lewat milis..tidak menutup kemungkinan akan
terjadi diskusi dan semua orang punya hak yang sama untuk
berpendapat..artinya ketika topic sudah di "lempar" ke milis maka
itu menjadi domain public. Kecuali jika si penanya menyebutkan bahwa
dia bertanya buat si VCL atau buat Adhi, atau yang lain..silakan
saja..
>
> Empat :
> Bagaimana penerimaan dari diri Vincent bila ada paradigma
Pengembang Kompati yang bertolak belakang tapi bukan bermaksud untuk
menjatuhkan Vincent?
> Perbedaan paradigma itu biasa Dhi…kalau itu yang terjadi ya
tentu saja bukan kompati yang dikembangkan oleh si VCL..dan itu sah
sah saja…silakan Adhi…kemukakan apa yang sudah jadi pemikiranmu dan
pengembanganmu….mari kita bahas dan diskusikan di milis ini..dan
mari kita cermati apakah masih dalam koridor kompati dengan metode
ala Vincent atau bukan….
>
> Lima :
> Apakah para Pengembang Kompati harus mengakui bahwa Vincent
adalah penemu Kompatiologi?
> Hihihi…nah ini sangat tergantung masing-masing orang Dhi...tidak
ada keharusan untuk mengakui bahwa VCL penemu kompati apalagi kalau
berbeda paradigma. Orang mau mengakui atau tidak itu bukan masalah
besar Dhi…seperti kamu ndak kenal VCL aja!!...
>
> Bagaimana reaksi Vincent bila ada Pengembang Kompati yang
menyatakan Vincent hanyalah penggagas/penggerak dari ajakan membahas
topik Kompati dan menyatakan juga metode Dekon hanyalah merupakan
penjabaran/praktek permainan/konsultas i dari pengejewantahan
pendapat pribadi Vincent dan bukan merupakan teknologi yang telah
terbukti keefektivitasannya?
> Apapun namanya itu hak masing-masing orang untuk berkomentar
terhadap apa yang VCL kembangkan…mau dianggap penggagas/penggerak
atau sejenisnya…ya monggo saja..emang siapa yang bisa membuktikan
bahwa VCL penemu atau bukan???!! Toh selama ini hanya menyama-
nyamakan saja apa yang menajdi paradigma VCL dengan ilmu
pengetahuan/pemikiran orang lain…tapi apa buktinya???
> Kalau saya berpendapat…apa yang dilakukan VCL termasuk original
dengan segala kepolosan dan kegoblog-annya…karena tanpa
referensi/tanpa membaca buku/tanpa mencari-cari mana yang sudah
orang lain lakukan mana yang belum/tanpa …dsb..toh selama ini orang
hanya komen dari luar tanpa mampu memahami apa yang VCL pikirkan
sesungguhnya…
> Sekarang inipun Dhi…setelah membaca pemikiran seorang filsuf
bernama John Dewey..aku menemukan kesamaan dalam hal pola proses
belajar mengajar nya, itupun ndak bisa sama persis..karena VCL
menggunakan metode "mabuk teh" sebagai awalnya..ada buku terjemahan
kecil..tapi bagus dari sang filsuf, judulnya Education and
experience…cobalah kamu pahami dari sisi sang filsuf…
>
> Adhi, kamu seperti ndak kenal VCL aja, ada apa dibalik
pernyataan dia sebagai penemu/pendiri??!! ..mau komen tentang
dekon "mabuk teh" juga sama saja Dhi…pendapat saya kalau dekon itu
memang sebuah metode/alat yang digunakan oleh VCL, karena lewat
dekon ini orang dibawa ke "petualangan pengalaman masing-masing"…
>
> Pertimbangkan juga, banyak orang yang bisa saja mengaku-aku
sebagai penemu fenomena listrik (melihat fenomena geledek saja bisa
dikatakan sebagai penemu fenomena listrik lho), tapi apakah mereka
dapat disejajarkan dengan Thomas Edison yang diakui sebagai penemu
TEKNOLOGI Pemanfaatan Listrik (salah satunya adalah lampu)? Jadi
bisa saja ada dari Peminat Pengembang Kompati menilai Vincent bisa
saja mengaku sebagai penemu Komunikasi Empati plus embel-embel Logi.
Toh siapapun bisa menemukan gejala fenomena sosial komunikasi
empati. Tapi apakah bisa disetarakan sebagai penemu Teknologi
Pemanfaatan Komunikasi Empati secara efektif? Pertimbangkan juga
siapapun bisa menciptakan sebanyak mungkin teknik.
> Betul sekali Adhi…tapi apakah ada orang lain yang sampai hari
menggunakan metode yang sama atau mirip dengan"mabuk teh" ala VCL
ini???!!!
> Apakah VCL peduli dengan sebutan sebagai penemu Teknologi
Pemanfaatan Komunikasi Empati secara efektif??!! Saya berpikir
tidak. Karena focus si VCL adalah metode "mabuk teh" bekerja pada
orang yang menggunakannya.
>
> Lebih jelasnya misal dianalogikan ada sebuah televisi jadul
yang warna gambarnya pudar/rusak menjadi banyak warna merahnya. Bisa
saja seseorang mengaku telah menemukan teknik memperbaiki gambar
televisi tersebut dengan cara memukul-mukul sisi atas monitornya.
Toh hasilnya bisa dilihat sendiri berhasil. TAPI bisakah dia
menjelaskan mengapa tekniknya WAKTU ITU berhasil? Sehingga tekniknya
bisa disebut sebagai Teknik + Logi atau Teknik Yang Ada Penjelasan
Logisnya yang disingkat sebagai Teknologi? Kalau dia tidak bisa
menjelaskan, bakal ada kemungkinan suatu waktu ketika tekniknya
(memukul sisi atas monitor) tidak membawa hasil lagi, dia tidak
dapat menganalisa sama-sekali untuk mencari alternatif solusinya!
Alias teknik yang ditemukannya sebenarnya adalah kebetulan belaka
atau bisa saja hanya dari cara berpikir sederhana saja (misalnya
menganggap ada yang longgar di dalam monitor sehingga perlu diketok-
ketok) .
> Adhi,.silakan buktikan sendiri…syukur-syukur bisa sampai pada
tahap ilmiah
>
> Balik lagi ke metode dekon, bisa saja ada Peminat Pengembang
Kompati yang menganggap terciptanya metode dekon tersebut hanyalah
berasal dari pemikiran/pendapat pribadi Vincent karena belum dapat
dijelaskan mengikuti kaidah ilmiah
> Adhi,…saya ragu dengan pengertian ilmiah..bisa kamu perjelas apa
itu ilmiah?
> Sudah pasti kan bahwa semua itu asli dari pemikiran VCL….jelas-
jelas dia ndak pernah baca buku…..
>
> atau paling tidak Vincent dapat menyebutkan dasar
pendefinisiannya dari mana saja.
> Vincent, selama ini tidak pernah membaca, jadi rada aneh kamu
menanyakan hal tersebut...apakah mengherankan dan sangat tidak
mungkin bahwa seorang anak tidak sekolah hanya lulusan sma dan
mempunyai pemikiran sendiri, dengan segala percobaannya
sendiri?...memang tidak masuk akal Dhi...masak iya sih..anak goblog
macam VCL itu mampu berpikir yang "bener".....pertanyaan ini kurang
lebih pernah ditanyakan oleh kelompok pabrik..
> Karena kamu yang lebih pinter Dhi...ya sialkan saja
mengembangkan sesuai dengan pemikiran ilmiah mu dan bertanggung
jawab versi kamu juga...ga perlu di bikin jadi masalah..apalagi
sampai merusak pertemanan...kecuali memang kamu menganggap VCL bukan
temenmu lagi...
>
> Jika memang Vincent mengklaim definisinya dia ciptakan sendiri
dan tidak mengikuti acuan manapun, maka perlu bisa dibuktikan secara
statistik kinerjanya sekaligus dibuktikan bahwa Vincent tidak
menutup diri untuk dimintai penjelasan, untuk dapat menerima kritik
dan masukan dari penganut definisi yang telah ada sebelumnya.
> Definsi?? Walah Dhi...apakah kamu ndak liat VCL cenderung
defense karena mempertahankan definisinya...karena dia menganggap
definisi yang sudah ada belum pas/sesuai dengan yang dia maksudkan...
>
> Jika komunikasi ini tidak ingin dibangun oleh Vincent, maka sama-
saja dalam analogi kerusakan televisi jadul dengan mengatakan dia
mengklaim/telah tahu cara kerja televisi karena terbukti bisa
memperbaikinya tapi gak ingin orang lain tahu sampai dimana ilmunya
Vincent tentang televisi tersebut. Bagi saya itu mirip dengan cara
kerja dukun, dimana yang bersangkutan tidak ingin atau tidak mampu
untuk berkomunikasi dengan orang lain yang tertarik ingin
menjadikannya ilmiah yang mungkin bisa saja kemudian dikembangkan
menjadi teknologi yang menarik.
> Aku ndak ngerti Dhi arah pembicaraanmu ini…selama kamu kenal
VCL, apakah dia menutup diri dan tidak mau komunikasi? Meski kadang-
kadang menyebalkan…
>
> Vincent sendiri yang mengKLAIM metode dekonnya adalah (telah
menjadi) TEKNOLOGI yang selalu berkembang. Lalu, bukankah
mengembangkan penjelasan yang ilmiah adalah sudah merupakan
kewajibannya?
> Ini bukan masalah kewajiban Dhi,..tapi masalah kepentingan. VCL
tidak berkepentingan dengan pembuktian ilmiah…kalau ada yang mau
seperti saya ini..ya silakan saja…
> Buat VCl yang penting adalah bermanfaat atau tidak buat orang
lain….
>
> Enam :
> Saya pernah mendapatkan penjelasan dari Vincent sendiri dia
sengaja memberikan embel-embel Logi pada Kompati untuk tujuan
menyindir. Yang sebenarnya Vincent sendiri hanya ingin membentuk
gerakan untuk memandirikan masyarakat dari tekanan penguasa
legalitas pendidikan yang dinilainya telah banyak penyelewengan.
> Yup….betul itu Dhi…penamaan dengan embel-embel logi itu bukan
dimaksdukan sebagai pembuktian ilmiah, hanya karena situasi dan
kondisi saat itu yang memaksa.
>
> Lalu mengapa Vincent bisa mengatakan ada generasi LAMA yang
telah ketinggalan kereta karena tidak mengikuti TEKNOLOGI (yang
konotasinya adalah TELAH ilmiah) yang selalu berkembang?
> Adhi, memang ada perbedaan…..yang dulu kecenderungannya adalah
penjelasan/definisi..itu juga karena kondisi saat itu..berkaitan
dengan kebutuhan pada saat itu. Lalu ayng sekarang dengan
kecenderungan praktikal—mereka tidak peduli dengan defines..yang
penting bermanfaat..paling tidak buat diri sendiri…
>
> Bukankah dengan mengatakan seperti itu Vincent sendiri yang
telah memberikan penghakiman gaya ilmiah (harus mengacu secara
sentralistik dari pendapat Vincent sendiri yang dikatakannya sebagai
teknologi) terhadap Peminat Pengembang Kompati dari generasi lama
tersebut?
> Dhi…..apakah penggunaan kata teknologi, metode, dsb..itu hanya
haknya ilmiah?
>
> Maka bukankah wajar lalu ada tuntutan untuk membuktikan
keilmiahan teknologi metode dekonnya Vincent dan Vincent seharusnya
tidak bergaya menghindar dengan berpendapat
> "Kompatiologi hanyalah mekanisme untuk membaca data
> secara indrawi, jadi "ilmu = nga ada" bila ilmu
> sifatnya keyakinan akan sesuatu yang dianggap benar
> maka bisa dibuat dan bisa dimusnahkan. Sesuatu yang
> tidak ada tidak bisa dibuat juga tidak bisa
> dimusnahkan. Pengguna kompatiologi hanya memiliki
> dirinya sendiri dan petualangannya masing-masing
> (subjective) yang bisa diceritakan."
>
> Dhi….apa ada yang salah dengan pendapat VCL ini? Ga setuju juga
boleh kok..ndak ada yang nglarang.
>
> Demikianlah 6 butir pertanyaan yang memang sekaligus menjadi
masukan atau kritik bagi usaha Kompatiologinya Vincent yang
merupakan usaha dari saya untuk menghargainya dan mencari
keharmonisan untuk mempertimbangkan gaya pengembangan Kompati saya
nantinya.
>
> Saya juga mengundang teman-teman lain untuk berdiskusi. Tulisan
ini bukan bertujuan untuk mendiskreditkan pribadinya Vincent dan
saya tidak ingin ada konflik yang tidak perlu nantinya juga tolong
jangan mulai menyerang pribadi. Vincent juga tolong memahami INI
BUKAN SERANGAN KE PRIBADI VINCENT. Ini adalah poin-poin pertimbangan
bagi diri saya yang perlu saya ungkapkan terbuka di milis Kompati
dan milis vincentliong. Karena itu saya sangat menyadari poin-poin
itu bisa saja mengandung kesalahan/salah- paham/ketidakmen gertian
sekaligus saya siap menerima masukan dan kritiknya. Mohon tanggapan
dialamatkan ke milis Kompati supaya milis Kompati dapat semakin
dinamis.
>
> Tambahan, saya juga tidak ingin poin-poin pertimbangan ini
dikaitkan dengan motif konflik yang pernah terjadi di milis
psitrans. Mohon terutama bagi Vincent tidak mengkaitkannya sama-
sekali karena MEMANG saya tidak memiliki minat, kepentingan atau
hubungan apapun dengan milis psitrans.
>
> Terimakasih atas segala perhatiannya.
>
> Salam,
> Adhi Purwono.
>
>
> ----- Original Message ----
> From: Cornelia Istiani <istiani_c@>
> To: kompati <komunikasi_empati@yahoogroups.com>
> Sent: Monday, December 17, 2007 10:40:37 AM
> Subject: Re: [kompati] Rencana Pengembangan Kompati Oleh Adhi
Purwono
>
> Dear Adhi,
>
> Pertanyaanmu banyak bener....honestly I am surprise and a
little confuse...
> saya berpendapat sejauh mengikuti perkembangan kompatiologi
sampai hari ini...
> Vincent masih tetap pada komitmen bahwa kompati boleh dan
disarankan pagi siapa saja yang berminat untuk
mengembangkannya. .dan silakan memberi label sendiri
sendiri..seperti istilah Andi pay it forward.....atau istilah
kerennya social networking yang akan terbentuk... layaknya
perkembangan sel..mungkin ada yang akan jadi kaki, ada yang jadi
kepala, ada yang jadi mata, dsb.......yang akan membentuk satu
kesatuan yang saling melengkapi dengan kemandirian masing-masing. .
(kalau itu masih berada dibawah payung kompatiologi) ...mau tidak
mau pasti tetap akan ada yang namanya central dan bukan berarti
sentralistik.
>
> aku mungkin yang termasuk ketinggalan karena dalam pikiranku
tetap mencari landasan ilmiah buat kompatiologi. .sedangkan si
Vincent ndak peduli dengan hal itu.
>
> Ini tanggapan spontanku Dhi....nanti sambung lagi...
> dengan mencermati 6 pertanyaanmu tersebut....
> aku mau kerja lagii....... ...
>
> salam,
> Istiani
>
>
>
>
> Adhi <adhi_p@yahoo. com> wrote:
> Rencana Pengembangan Kompati Oleh Adhi Purwono
>
> Sebelum saya mulai penuh bergerak mengembangkan Kompati kembali,
maka saya merasa perlu untuk menanyakan beberapa hal kepada saudara
Vincent sebagai bahan pertimbangan supaya dapat harmonis dalam
pengembangan Kompati masing-masing.
>
> Satu :
>
> Masih berlakukah ajakan dari saudara Vincent yang membolehkan
masing-masing Pengembang Kompati mengembangkannya sekehendak hatinya
bahkan misalnya sampai merubah metode dekon atau mengganti definisi
Kompati beserta label-label yang dipakai?
>
> Dua :
>
> Apakah diharuskan bagi peminat Pengembangan Kompati untuk selalu
mengikuti perkembangan terbaru yang informasi/data/ pengalamannnya
berasal dari saudara Vincent?
>
> Tiga :
>
> Apakah bagi para Pengembang Kompati Selain Vincent harus ikut
mempertanggungjawab kan/menanggapi/ sejalan bila ada klien yang
ingin minta kejelasan kembali ke para Pengembang Selain Vincent
mengenai penjelasan/informas i/ajaran/ klaim dari Vincent?
>
> Empat :
>
> Bagaimana penerimaan dari diri Vincent bila ada paradigma
Pengembang Kompati yang bertolak belakang tapi bukan bermaksud untuk
menjatuhkan Vincent?
>
> Lima :
>
> Apakah para Pengembang Kompati harus mengakui bahwa Vincent
adalah penemu Kompatiologi? Bagaimana reaksi Vincent bila ada
Pengembang Kompati yang menyatakan Vincent hanyalah
penggagas/penggerak dari ajakan membahas topik Kompati dan
menyatakan juga metode Dekon hanyalah merupakan penjabaran/praktek
permainan/konsultas i dari pengejewantahan pendapat pribadi Vincent
dan bukan merupakan teknologi yang telah terbukti
keefektivitasannya?
>
> Pertimbangkan juga, banyak orang yang bisa saja mengaku-aku
sebagai penemu fenomena listrik (melihat fenomena geledek saja bisa
dikatakan sebagai penemu fenomena listrik lho), tapi apakah mereka
dapat disejajarkan dengan Thomas Edison yang diakui sebagai penemu
TEKNOLOGI Pemanfaatan Listrik (salah satunya adalah lampu)? Jadi
bisa saja ada dari Peminat Pengembang Kompati menilai Vincent bisa
saja mengaku sebagai penemu Komunikasi Empati plus embel-embel Logi.
Toh siapapun bisa menemukan gejala fenomena sosial komunikasi
empati. Tapi apakah bisa disetarakan sebagai penemu Teknologi
Pemanfaatan Komunikasi Empati secara efektif? Pertimbangkan juga
siapapun bisa menciptakan sebanyak mungkin teknik.
>
> Lebih jelasnya misal dianalogikan ada sebuah televisi jadul yang
warna gambarnya pudar/rusak menjadi banyak warna merahnya. Bisa saja
seseorang mengaku telah menemukan teknik memperbaiki gambar televisi
tersebut dengan cara memukul-mukul sisi atas monitornya. Toh
hasilnya bisa dilihat sendiri berhasil. TAPI bisakah dia menjelaskan
mengapa tekniknya WAKTU ITU berhasil? Sehingga tekniknya bisa
disebut sebagai Teknik + Logi atau Teknik Yang Ada Penjelasan
Logisnya yang disingkat sebagai Teknologi? Kalau dia tidak bisa
menjelaskan, bakal ada kemungkinan suatu waktu ketika tekniknya
(memukul sisi atas monitor) tidak membawa hasil lagi, dia tidak
dapat menganalisa sama-sekali untuk mencari alternatif solusinya!
Alias teknik yang ditemukannya sebenarnya adalah kebetulan belaka
atau bisa saja hanya dari cara berpikir sederhana saja (misalnya
menganggap ada yang longgar di dalam monitor sehingga perlu diketok-
ketok) .
>
> Balik lagi ke metode dekon, bisa saja ada Peminat Pengembang
Kompati yang menganggap terciptanya metode dekon tersebut hanyalah
berasal dari pemikiran/pendapat pribadi Vincent karena belum dapat
dijelaskan mengikuti kaidah ilmiah atau paling tidak Vincent dapat
menyebutkan dasar pendefinisiannya dari mana saja. Jika memang
Vincent mengklaim definisinya dia ciptakan sendiri dan tidak
mengikuti acuan manapun, maka perlu bisa dibuktikan secara statistik
kinerjanya sekaligus dibuktikan bahwa Vincent tidak menutup diri
untuk dimintai penjelasan, untuk dapat menerima kritik dan masukan
dari penganut definisi yang telah ada sebelumnya. Jika komunikasi
ini tidak ingin dibangun oleh Vincent, maka sama-saja dalam analogi
kerusakan televisi jadul dengan mengatakan dia mengklaim/telah tahu
cara kerja televisi karena terbukti bisa memperbaikinya tapi gak
ingin orang lain tahu sampai dimana ilmunya Vincent tentang televisi
tersebut. Bagi saya itu mirip dengan cara kerja dukun, dimana
> yang bersangkutan tidak ingin atau tidak mampu untuk
berkomunikasi dengan orang lain yang tertarik ingin menjadikannya
ilmiah yang mungkin bisa saja kemudian dikembangkan menjadi
teknologi yang menarik.
>
> Vincent sendiri yang mengKLAIM metode dekonnya adalah (telah
menjadi) TEKNOLOGI yang selalu berkembang. Lalu, bukankah
mengembangkan penjelasan yang ilmiah adalah sudah merupakan
kewajibannya?
>
> Enam :
>
> Saya pernah mendapatkan penjelasan dari Vincent sendiri dia
sengaja memberikan embel-embel Logi pada Kompati untuk tujuan
menyindir. Yang sebenarnya Vincent sendiri hanya ingin membentuk
gerakan untuk memandirikan masyarakat dari tekanan penguasa
legalitas pendidikan yang dinilainya telah banyak penyelewengan.
Lalu mengapa Vincent bisa mengatakan ada generasi LAMA yang telah
ketinggalan kereta karena tidak mengikuti TEKNOLOGI (yang
konotasinya adalah TELAH ilmiah) yang selalu berkembang? Bukankah
dengan mengatakan seperti itu Vincent sendiri yang telah memberikan
penghakiman gaya ilmiah (harus mengacu secara sentralistik dari
pendapat Vincent sendiri yang dikatakannya sebagai teknologi)
terhadap Peminat Pengembang Kompati dari generasi lama tersebut?
Maka bukankah wajar lalu ada tuntutan untuk membuktikan keilmiahan
teknologi metode dekonnya Vincent dan Vincent seharusnya tidak
bergaya menghindar dengan berpendapat
> “Kompatiologi hanyalah mekanisme untuk membaca data
> secara indrawi, jadi “ilmu = nga ada” bila ilmu
> sifatnya keyakinan akan sesuatu yang dianggap benar
> maka bisa dibuat dan bisa dimusnahkan. Sesuatu yang
> tidak ada tidak bisa dibuat juga tidak bisa
> dimusnahkan. Pengguna kompatiologi hanya memiliki
> dirinya sendiri dan petualangannya masing-masing
> (subjective) yang bisa diceritakan.”
>
> Demikianlah 6 butir pertanyaan yang memang sekaligus menjadi
masukan atau kritik bagi usaha Kompatiologinya Vincent yang
merupakan usaha dari saya untuk menghargainya dan mencari
keharmonisan untuk mempertimbangkan gaya pengembangan Kompati saya
nantinya.
>
> Saya juga mengundang teman-teman lain untuk berdiskusi. Tulisan
ini bukan bertujuan untuk mendiskreditkan pribadinya Vincent dan
saya tidak ingin ada konflik yang tidak perlu nantinya juga tolong
jangan mulai menyerang pribadi. Vincent juga tolong memahami INI
BUKAN SERANGAN KE PRIBADI VINCENT. Ini adalah poin-poin pertimbangan
bagi diri saya yang perlu saya ungkapkan terbuka di milis Kompati
dan milis vincentliong. Karena itu saya sangat menyadari poin-poin
itu bisa saja mengandung kesalahan/salah- paham/ketidakmen gertian
sekaligus saya siap menerima masukan dan kritiknya. Mohon tanggapan
dialamatkan ke milis Kompati supaya milis Kompati dapat semakin
dinamis.
>
> Tambahan, saya juga tidak ingin poin-poin pertimbangan ini
dikaitkan dengan motif konflik yang pernah terjadi di milis
psitrans. Mohon terutama bagi Vincent tidak mengkaitkannya sama-
sekali karena MEMANG saya tidak memiliki minat, kepentingan atau
hubungan apapun dengan milis psitrans.
>
> Terimakasih atas segala perhatiannya.
>
> Salam,
> Adhi Purwono.
>
>
> ---------------------------------
> Looking for last minute shopping deals? Find them fast with
Yahoo! Search.
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Looking for last minute shopping deals? Find them fast with
Yahoo! Search.
>
>
>
>
>
>
> Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo!
Mobile. Try it now.
>

--- End forwarded message ---

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Yahoo! Groups

Get info and support

on Samsung HDTVs

and devices.

Parenting Zone

Your home for

parenting information

on Yahoo! Groups.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Fwd: Jual-Beli Hak Ilmiah

e-link: http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/3150
--- In Komunikasi_Empati@yahoogroups.com, "vincentliong"
<vincentliong@yahoo.co.nz> wrote:

Jual-Beli Hak Ilmiah

"Ilmiah adalah sebuah Hak. Bila anda memiliki Hak itu yang bisa dibeli
dengan ijasah S1, S2, S3 maka anda boleh melakukan apapun dengan
mencantumkan Ilmiah karena telah menjadi Hak anda. Seperti Hak beli
atau hak jual pada waktu tertentu di permainan future, dlsb. Karena
saya tidak membeli Hak Ilmiah maka tentu secara ilmiah apapun yang
saya lakukan akan selalu salah, empiris pun tidak dianggap lebih
penting daripada ilmiah, ilmiah tetapkah Hak yang Eksklusif; hak
menyatakan benar dan salah termasuk memberikan hukuman atas itu dengan
menghalalkan segala cara. Orang pemilik hak ilmiah hanyalah orang yang
minta diperlakukan khusus, eksklusif, dilayani lebih dan banyak
komplain, cerewet, hanya omong doank ;tetapi tetap saja di lapangan,
peneliti empiris adalah sang pemula, sebelum para ilmiahwan memberi
nama atas sesuatu, membenarkan dan menyalahkannya seenaknya sendiri
dengan hak ilmiah yang eksklusif."

Kira-kira itu Ilmiah yang saya kenal selama setengah tahun ini melalui
teror pabrik_t baik yang bersifat eksternal, maupun cuciotaknya yang
juga merekrut orang-orang internal kompatiologi secar halus dengan
persiapan yang panjang bahkan sejak tahun 2006.

Saya tidak pernah menghormati seseorang berdasarkan lefel Hak Ilmiah
yang dia beli; dulu, sekarang dan masa yang akan datang. Saya
menghormati seseorang berdasarkan relasi personalnya, ketaatannya pada
moral dasar; apapun derajat dia, punya hak ilmiah maupun tidak saya
perlakukan sama saja.

Apakah seseorang mengerti moral yang sangat mendasar, seperti misalnya:
* Tidak boleh berbohong (maka dari itu saya tidak mudah berjanji dan
omong besar).
* Tidak boleh merugikan orang lain (oleh karena itu saya tidak
membalas teror keluarga dengan teror keluarga, karena keluarga mereka
tidak bersalah)
* Tidak boleh mencuri.
* Tidak iri pada keberhasilan orang lain.
, dlsb... untuk hal-hal ini saya sangat disiplin mematuhinya sampai
hari ini.

Kalau ini saja tidak mengerti maka percuma bicara etika (seperti
pengalaman saya dengan para pemilik Hak ilmiah), etika yang
dibicarakan hanya alasan untuk pembenaran diri sendiri melakukan
pelanggaran moral dasar, kode etik, etika ilmiah, etika masyakarat
umum, dlsb. Ilmiah hanyalah omong kosong saja yang bisa diperdagangkan.

Oleh karena itu saya tidak lagi membalas atau membela diri, silahkan,
lakukan sesuka anda saya menerima dengan tangan terbuka. Tetapi,
jangan minta hormat saya...

Ttd,
Vincent Liong
Jakarta, 18 Desember 2007

--- End forwarded message ---

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Yahoo! Groups

Going Green

Share your passion

for the planet.

Summer Shape-up

on Yahoo! Groups

Trade weight loss

and swimsuit tips.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Fwd: Re: [kompati] Rencana Pengembangan Kompati Oleh Adhi Purwono

e-link: http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/3148
--- In Komunikasi_Empati@yahoogroups.com, Cornelia Istiani
<istiani_c@yahoo.com> wrote:

Dear Adhi,
Nyambung siang tadi...............
satu kebingunganku sudah terjawab setelah chating ama kamu siang
tadi...bahwa kamu mempunyai metode sendiri yang akan kamu
kembangkan...itu ga masalah....
mungkin yang masih membuatku sedikit bingung lagi atas pertanyaan mu
adalah seakan-akan kamu ndak pernah kenal ama VCL....Keliatannya kok
seperti pak Hakim di sidang pengadilan dengan terdakwanya Vincent…
Pertanyaanku:

Apakah Vincent temanmu Adhi?
Apakah Vincent telah melakukan sesuatu yang merugikan kamu?
Apakah Vincent pantas mendapatkan perlakuan kasar seperti ini,
terutama dari kamu?
Apa arti ilmiah?
Apa arti kebenaran sebuah ilmu (pengetahuan)?
Apa makna pertemanan?
Kalau memang sudah ada hasil pengembangan dari kamu, kenapa tidak
langsung aja di sharing?
Apakah kamu lupa bahwa Vincent telah lama sekali pernah mengatakan
bahwa kamu akan berkembang dengan caramu sendiri?
Apa makna tanggung jawab menurutmu?
apakah perkembangan itu selalu harus membaca buku? Sehingga kalau
tidak akan jadi masalah?
sekian dulu pertanyaanku
selamat berkembang dengan metode baru yang kamu yakini lebih
bertanggungjawab dan lebih ilmiah....

salam,
Istiani

Rencana Pengembangan Kompati Oleh Adhi Purwono
Sebelum saya mulai penuh bergerak mengembangkan Kompati kembali,
maka saya merasa perlu untuk menanyakan beberapa hal kepada saudara
Vincent sebagai bahan pertimbangan supaya dapat harmonis dalam
pengembangan Kompati masing-masing.

Satu :
Masih berlakukah ajakan dari saudara Vincent yang membolehkan
masing-masing Pengembang Kompati mengembangkannya sekehendak hatinya
bahkan misalnya sampai merubah metode dekon atau mengganti definisi
Kompati beserta label-label yang dipakai?
…akan sangat menarik Dhi….saya berpendapat bahwa tidak akan jadi
masalah yang serius karena tanggung jawab ada pada masing-masing
orang/pengembang, apalagi sampai merubah total..dan tentu saja bukan
bagian lagi dari kompati ala VCL kan…(benerkan logikanya
begitu???!!)...silakan saja asal itu baik buat si pengembang tersebut.

Dua :
Apakah diharuskan bagi peminat Pengembangan Kompati untuk selalu
mengikuti perkembangan terbaru yang informasi/data/ pengalamannnya
berasal dari saudara Vincent?
Pertanyaan ini mungkin analoginya begini Dhi…
Ketika saya memutuskan kuliah psikometri dan makin tertarik bahkan
sampai pada taraf mendalami dan mencoba mengaplikasikannya dalam
pendidikan dan sosial...otomatis saya mengikuti perkembangan ilmu
psikometri..makanya saya ikutan jadi member psychometrics society dan
salah satu member milis educational measurement...meski sekarang masih
pasif tapi saya mengikuti diskusi yang terjadi..sehingga saya tahu
perkembangan terbaru..itu pun saya belum tentu mengaplikasikannya dan
belum tentu mampu.....saya tetap perlu referensi—hanya itu satu
satunya alasanku...

Tiga :
Apakah bagi para Pengembang Kompati Selain Vincent harus ikut
mempertanggungjawab kan/menanggapi/ sejalan bila ada klien yang ingin
minta kejelasan kembali ke para Pengembang Selain Vincent mengenai
penjelasan/informas i/ajaran/ klaim dari Vincent?
Kamu bicara kok seperti orang baru keluar dari "gua" saja….Kalau
pertanyaan dari klien lewat milis..tidak menutup kemungkinan akan
terjadi diskusi dan semua orang punya hak yang sama untuk
berpendapat..artinya ketika topic sudah di "lempar" ke milis maka itu
menjadi domain public. Kecuali jika si penanya menyebutkan bahwa dia
bertanya buat si VCL atau buat Adhi, atau yang lain..silakan saja..

Empat :
Bagaimana penerimaan dari diri Vincent bila ada paradigma Pengembang
Kompati yang bertolak belakang tapi bukan bermaksud untuk menjatuhkan
Vincent?
Perbedaan paradigma itu biasa Dhi…kalau itu yang terjadi ya tentu
saja bukan kompati yang dikembangkan oleh si VCL..dan itu sah sah
saja…silakan Adhi…kemukakan apa yang sudah jadi pemikiranmu dan
pengembanganmu….mari kita bahas dan diskusikan di milis ini..dan mari
kita cermati apakah masih dalam koridor kompati dengan metode ala
Vincent atau bukan….

Lima :
Apakah para Pengembang Kompati harus mengakui bahwa Vincent adalah
penemu Kompatiologi?
Hihihi…nah ini sangat tergantung masing-masing orang Dhi...tidak ada
keharusan untuk mengakui bahwa VCL penemu kompati apalagi kalau
berbeda paradigma. Orang mau mengakui atau tidak itu bukan masalah
besar Dhi…seperti kamu ndak kenal VCL aja!!...

Bagaimana reaksi Vincent bila ada Pengembang Kompati yang menyatakan
Vincent hanyalah penggagas/penggerak dari ajakan membahas topik
Kompati dan menyatakan juga metode Dekon hanyalah merupakan
penjabaran/praktek permainan/konsultas i dari pengejewantahan pendapat
pribadi Vincent dan bukan merupakan teknologi yang telah terbukti
keefektivitasannya?
Apapun namanya itu hak masing-masing orang untuk berkomentar
terhadap apa yang VCL kembangkan…mau dianggap penggagas/penggerak atau
sejenisnya…ya monggo saja..emang siapa yang bisa membuktikan bahwa VCL
penemu atau bukan???!! Toh selama ini hanya menyama-nyamakan saja apa
yang menajdi paradigma VCL dengan ilmu pengetahuan/pemikiran orang
lain…tapi apa buktinya???
Kalau saya berpendapat…apa yang dilakukan VCL termasuk original
dengan segala kepolosan dan kegoblog-annya…karena tanpa
referensi/tanpa membaca buku/tanpa mencari-cari mana yang sudah orang
lain lakukan mana yang belum/tanpa …dsb..toh selama ini orang hanya
komen dari luar tanpa mampu memahami apa yang VCL pikirkan sesungguhnya…
Sekarang inipun Dhi…setelah membaca pemikiran seorang filsuf bernama
John Dewey..aku menemukan kesamaan dalam hal pola proses belajar
mengajar nya, itupun ndak bisa sama persis..karena VCL menggunakan
metode "mabuk teh" sebagai awalnya..ada buku terjemahan kecil..tapi
bagus dari sang filsuf, judulnya Education and experience…cobalah kamu
pahami dari sisi sang filsuf…

Adhi, kamu seperti ndak kenal VCL aja, ada apa dibalik pernyataan
dia sebagai penemu/pendiri??!! ..mau komen tentang dekon "mabuk teh"
juga sama saja Dhi…pendapat saya kalau dekon itu memang sebuah
metode/alat yang digunakan oleh VCL, karena lewat dekon ini orang
dibawa ke "petualangan pengalaman masing-masing"…

Pertimbangkan juga, banyak orang yang bisa saja mengaku-aku sebagai
penemu fenomena listrik (melihat fenomena geledek saja bisa dikatakan
sebagai penemu fenomena listrik lho), tapi apakah mereka dapat
disejajarkan dengan Thomas Edison yang diakui sebagai penemu TEKNOLOGI
Pemanfaatan Listrik (salah satunya adalah lampu)? Jadi bisa saja ada
dari Peminat Pengembang Kompati menilai Vincent bisa saja mengaku
sebagai penemu Komunikasi Empati plus embel-embel Logi. Toh siapapun
bisa menemukan gejala fenomena sosial komunikasi empati. Tapi apakah
bisa disetarakan sebagai penemu Teknologi Pemanfaatan Komunikasi
Empati secara efektif? Pertimbangkan juga siapapun bisa menciptakan
sebanyak mungkin teknik.
Betul sekali Adhi…tapi apakah ada orang lain yang sampai hari
menggunakan metode yang sama atau mirip dengan"mabuk teh" ala VCL
ini???!!!
Apakah VCL peduli dengan sebutan sebagai penemu Teknologi
Pemanfaatan Komunikasi Empati secara efektif??!! Saya berpikir tidak.
Karena focus si VCL adalah metode "mabuk teh" bekerja pada orang yang
menggunakannya.

Lebih jelasnya misal dianalogikan ada sebuah televisi jadul yang
warna gambarnya pudar/rusak menjadi banyak warna merahnya. Bisa saja
seseorang mengaku telah menemukan teknik memperbaiki gambar televisi
tersebut dengan cara memukul-mukul sisi atas monitornya. Toh hasilnya
bisa dilihat sendiri berhasil. TAPI bisakah dia menjelaskan mengapa
tekniknya WAKTU ITU berhasil? Sehingga tekniknya bisa disebut sebagai
Teknik + Logi atau Teknik Yang Ada Penjelasan Logisnya yang disingkat
sebagai Teknologi? Kalau dia tidak bisa menjelaskan, bakal ada
kemungkinan suatu waktu ketika tekniknya (memukul sisi atas monitor)
tidak membawa hasil lagi, dia tidak dapat menganalisa sama-sekali
untuk mencari alternatif solusinya! Alias teknik yang ditemukannya
sebenarnya adalah kebetulan belaka atau bisa saja hanya dari cara
berpikir sederhana saja (misalnya menganggap ada yang longgar di dalam
monitor sehingga perlu diketok-ketok) .
Adhi,.silakan buktikan sendiri…syukur-syukur bisa sampai pada tahap
ilmiah

Balik lagi ke metode dekon, bisa saja ada Peminat Pengembang Kompati
yang menganggap terciptanya metode dekon tersebut hanyalah berasal
dari pemikiran/pendapat pribadi Vincent karena belum dapat dijelaskan
mengikuti kaidah ilmiah
Adhi,…saya ragu dengan pengertian ilmiah..bisa kamu perjelas apa itu
ilmiah?
Sudah pasti kan bahwa semua itu asli dari pemikiran VCL….jelas-jelas
dia ndak pernah baca buku…..

atau paling tidak Vincent dapat menyebutkan dasar pendefinisiannya
dari mana saja.
Vincent, selama ini tidak pernah membaca, jadi rada aneh kamu
menanyakan hal tersebut...apakah mengherankan dan sangat tidak mungkin
bahwa seorang anak tidak sekolah hanya lulusan sma dan mempunyai
pemikiran sendiri, dengan segala percobaannya sendiri?...memang tidak
masuk akal Dhi...masak iya sih..anak goblog macam VCL itu mampu
berpikir yang "bener".....pertanyaan ini kurang lebih pernah
ditanyakan oleh kelompok pabrik..
Karena kamu yang lebih pinter Dhi...ya sialkan saja mengembangkan
sesuai dengan pemikiran ilmiah mu dan bertanggung jawab versi kamu
juga...ga perlu di bikin jadi masalah..apalagi sampai merusak
pertemanan...kecuali memang kamu menganggap VCL bukan temenmu lagi...

Jika memang Vincent mengklaim definisinya dia ciptakan sendiri dan
tidak mengikuti acuan manapun, maka perlu bisa dibuktikan secara
statistik kinerjanya sekaligus dibuktikan bahwa Vincent tidak menutup
diri untuk dimintai penjelasan, untuk dapat menerima kritik dan
masukan dari penganut definisi yang telah ada sebelumnya.
Definsi?? Walah Dhi...apakah kamu ndak liat VCL cenderung defense
karena mempertahankan definisinya...karena dia menganggap definisi
yang sudah ada belum pas/sesuai dengan yang dia maksudkan...

Jika komunikasi ini tidak ingin dibangun oleh Vincent, maka
sama-saja dalam analogi kerusakan televisi jadul dengan mengatakan dia
mengklaim/telah tahu cara kerja televisi karena terbukti bisa
memperbaikinya tapi gak ingin orang lain tahu sampai dimana ilmunya
Vincent tentang televisi tersebut. Bagi saya itu mirip dengan cara
kerja dukun, dimana yang bersangkutan tidak ingin atau tidak mampu
untuk berkomunikasi dengan orang lain yang tertarik ingin
menjadikannya ilmiah yang mungkin bisa saja kemudian dikembangkan
menjadi teknologi yang menarik.
Aku ndak ngerti Dhi arah pembicaraanmu ini…selama kamu kenal VCL,
apakah dia menutup diri dan tidak mau komunikasi? Meski kadang-kadang
menyebalkan…

Vincent sendiri yang mengKLAIM metode dekonnya adalah (telah
menjadi) TEKNOLOGI yang selalu berkembang. Lalu, bukankah
mengembangkan penjelasan yang ilmiah adalah sudah merupakan kewajibannya?
Ini bukan masalah kewajiban Dhi,..tapi masalah kepentingan. VCL
tidak berkepentingan dengan pembuktian ilmiah…kalau ada yang mau
seperti saya ini..ya silakan saja…
Buat VCl yang penting adalah bermanfaat atau tidak buat orang lain….

Enam :
Saya pernah mendapatkan penjelasan dari Vincent sendiri dia sengaja
memberikan embel-embel Logi pada Kompati untuk tujuan menyindir. Yang
sebenarnya Vincent sendiri hanya ingin membentuk gerakan untuk
memandirikan masyarakat dari tekanan penguasa legalitas pendidikan
yang dinilainya telah banyak penyelewengan.
Yup….betul itu Dhi…penamaan dengan embel-embel logi itu bukan
dimaksdukan sebagai pembuktian ilmiah, hanya karena situasi dan
kondisi saat itu yang memaksa.

Lalu mengapa Vincent bisa mengatakan ada generasi LAMA yang telah
ketinggalan kereta karena tidak mengikuti TEKNOLOGI (yang konotasinya
adalah TELAH ilmiah) yang selalu berkembang?
Adhi, memang ada perbedaan…..yang dulu kecenderungannya adalah
penjelasan/definisi..itu juga karena kondisi saat itu..berkaitan
dengan kebutuhan pada saat itu. Lalu ayng sekarang dengan
kecenderungan praktikal—mereka tidak peduli dengan defines..yang
penting bermanfaat..paling tidak buat diri sendiri…

Bukankah dengan mengatakan seperti itu Vincent sendiri yang telah
memberikan penghakiman gaya ilmiah (harus mengacu secara sentralistik
dari pendapat Vincent sendiri yang dikatakannya sebagai teknologi)
terhadap Peminat Pengembang Kompati dari generasi lama tersebut?
Dhi…..apakah penggunaan kata teknologi, metode, dsb..itu hanya
haknya ilmiah?

Maka bukankah wajar lalu ada tuntutan untuk membuktikan keilmiahan
teknologi metode dekonnya Vincent dan Vincent seharusnya tidak bergaya
menghindar dengan berpendapat
"Kompatiologi hanyalah mekanisme untuk membaca data
secara indrawi, jadi "ilmu = nga ada" bila ilmu
sifatnya keyakinan akan sesuatu yang dianggap benar
maka bisa dibuat dan bisa dimusnahkan. Sesuatu yang
tidak ada tidak bisa dibuat juga tidak bisa
dimusnahkan. Pengguna kompatiologi hanya memiliki
dirinya sendiri dan petualangannya masing-masing
(subjective) yang bisa diceritakan."

Dhi….apa ada yang salah dengan pendapat VCL ini? Ga setuju juga
boleh kok..ndak ada yang nglarang.

Demikianlah 6 butir pertanyaan yang memang sekaligus menjadi masukan
atau kritik bagi usaha Kompatiologinya Vincent yang merupakan usaha
dari saya untuk menghargainya dan mencari keharmonisan untuk
mempertimbangkan gaya pengembangan Kompati saya nantinya.

Saya juga mengundang teman-teman lain untuk berdiskusi. Tulisan ini
bukan bertujuan untuk mendiskreditkan pribadinya Vincent dan saya
tidak ingin ada konflik yang tidak perlu nantinya juga tolong jangan
mulai menyerang pribadi. Vincent juga tolong memahami INI BUKAN
SERANGAN KE PRIBADI VINCENT. Ini adalah poin-poin pertimbangan bagi
diri saya yang perlu saya ungkapkan terbuka di milis Kompati dan milis
vincentliong. Karena itu saya sangat menyadari poin-poin itu bisa saja
mengandung kesalahan/salah- paham/ketidakmen gertian sekaligus saya
siap menerima masukan dan kritiknya. Mohon tanggapan dialamatkan ke
milis Kompati supaya milis Kompati dapat semakin dinamis.

Tambahan, saya juga tidak ingin poin-poin pertimbangan ini dikaitkan
dengan motif konflik yang pernah terjadi di milis psitrans. Mohon
terutama bagi Vincent tidak mengkaitkannya sama-sekali karena MEMANG
saya tidak memiliki minat, kepentingan atau hubungan apapun dengan
milis psitrans.

Terimakasih atas segala perhatiannya.

Salam,
Adhi Purwono.


----- Original Message ----
From: Cornelia Istiani <istiani_c@...>
To: kompati <komunikasi_empati@yahoogroups.com>
Sent: Monday, December 17, 2007 10:40:37 AM
Subject: Re: [kompati] Rencana Pengembangan Kompati Oleh Adhi Purwono

Dear Adhi,

Pertanyaanmu banyak bener....honestly I am surprise and a little
confuse...
saya berpendapat sejauh mengikuti perkembangan kompatiologi sampai
hari ini...
Vincent masih tetap pada komitmen bahwa kompati boleh dan disarankan
pagi siapa saja yang berminat untuk mengembangkannya. .dan silakan
memberi label sendiri sendiri..seperti istilah Andi pay it
forward.....atau istilah kerennya social networking yang akan
terbentuk... layaknya perkembangan sel..mungkin ada yang akan jadi
kaki, ada yang jadi kepala, ada yang jadi mata, dsb.......yang akan
membentuk satu kesatuan yang saling melengkapi dengan kemandirian
masing-masing. .(kalau itu masih berada dibawah payung kompatiologi)
...mau tidak mau pasti tetap akan ada yang namanya central dan bukan
berarti sentralistik.

aku mungkin yang termasuk ketinggalan karena dalam pikiranku tetap
mencari landasan ilmiah buat kompatiologi. .sedangkan si Vincent ndak
peduli dengan hal itu.

Ini tanggapan spontanku Dhi....nanti sambung lagi...
dengan mencermati 6 pertanyaanmu tersebut....
aku mau kerja lagii....... ...

salam,
Istiani




Adhi <adhi_p@yahoo. com> wrote:
Rencana Pengembangan Kompati Oleh Adhi Purwono

Sebelum saya mulai penuh bergerak mengembangkan Kompati kembali,
maka saya merasa perlu untuk menanyakan beberapa hal kepada saudara
Vincent sebagai bahan pertimbangan supaya dapat harmonis dalam
pengembangan Kompati masing-masing.

Satu :

Masih berlakukah ajakan dari saudara Vincent yang membolehkan
masing-masing Pengembang Kompati mengembangkannya sekehendak hatinya
bahkan misalnya sampai merubah metode dekon atau mengganti definisi
Kompati beserta label-label yang dipakai?

Dua :

Apakah diharuskan bagi peminat Pengembangan Kompati untuk selalu
mengikuti perkembangan terbaru yang informasi/data/ pengalamannnya
berasal dari saudara Vincent?

Tiga :

Apakah bagi para Pengembang Kompati Selain Vincent harus ikut
mempertanggungjawab kan/menanggapi/ sejalan bila ada klien yang ingin
minta kejelasan kembali ke para Pengembang Selain Vincent mengenai
penjelasan/informas i/ajaran/ klaim dari Vincent?

Empat :

Bagaimana penerimaan dari diri Vincent bila ada paradigma Pengembang
Kompati yang bertolak belakang tapi bukan bermaksud untuk menjatuhkan
Vincent?

Lima :

Apakah para Pengembang Kompati harus mengakui bahwa Vincent adalah
penemu Kompatiologi? Bagaimana reaksi Vincent bila ada Pengembang
Kompati yang menyatakan Vincent hanyalah penggagas/penggerak dari
ajakan membahas topik Kompati dan menyatakan juga metode Dekon
hanyalah merupakan penjabaran/praktek permainan/konsultas i dari
pengejewantahan pendapat pribadi Vincent dan bukan merupakan teknologi
yang telah terbukti keefektivitasannya?

Pertimbangkan juga, banyak orang yang bisa saja mengaku-aku sebagai
penemu fenomena listrik (melihat fenomena geledek saja bisa dikatakan
sebagai penemu fenomena listrik lho), tapi apakah mereka dapat
disejajarkan dengan Thomas Edison yang diakui sebagai penemu TEKNOLOGI
Pemanfaatan Listrik (salah satunya adalah lampu)? Jadi bisa saja ada
dari Peminat Pengembang Kompati menilai Vincent bisa saja mengaku
sebagai penemu Komunikasi Empati plus embel-embel Logi. Toh siapapun
bisa menemukan gejala fenomena sosial komunikasi empati. Tapi apakah
bisa disetarakan sebagai penemu Teknologi Pemanfaatan Komunikasi
Empati secara efektif? Pertimbangkan juga siapapun bisa menciptakan
sebanyak mungkin teknik.

Lebih jelasnya misal dianalogikan ada sebuah televisi jadul yang
warna gambarnya pudar/rusak menjadi banyak warna merahnya. Bisa saja
seseorang mengaku telah menemukan teknik memperbaiki gambar televisi
tersebut dengan cara memukul-mukul sisi atas monitornya. Toh hasilnya
bisa dilihat sendiri berhasil. TAPI bisakah dia menjelaskan mengapa
tekniknya WAKTU ITU berhasil? Sehingga tekniknya bisa disebut sebagai
Teknik + Logi atau Teknik Yang Ada Penjelasan Logisnya yang disingkat
sebagai Teknologi? Kalau dia tidak bisa menjelaskan, bakal ada
kemungkinan suatu waktu ketika tekniknya (memukul sisi atas monitor)
tidak membawa hasil lagi, dia tidak dapat menganalisa sama-sekali
untuk mencari alternatif solusinya! Alias teknik yang ditemukannya
sebenarnya adalah kebetulan belaka atau bisa saja hanya dari cara
berpikir sederhana saja (misalnya menganggap ada yang longgar di dalam
monitor sehingga perlu diketok-ketok) .

Balik lagi ke metode dekon, bisa saja ada Peminat Pengembang Kompati
yang menganggap terciptanya metode dekon tersebut hanyalah berasal
dari pemikiran/pendapat pribadi Vincent karena belum dapat dijelaskan
mengikuti kaidah ilmiah atau paling tidak Vincent dapat menyebutkan
dasar pendefinisiannya dari mana saja. Jika memang Vincent mengklaim
definisinya dia ciptakan sendiri dan tidak mengikuti acuan manapun,
maka perlu bisa dibuktikan secara statistik kinerjanya sekaligus
dibuktikan bahwa Vincent tidak menutup diri untuk dimintai penjelasan,
untuk dapat menerima kritik dan masukan dari penganut definisi yang
telah ada sebelumnya. Jika komunikasi ini tidak ingin dibangun oleh
Vincent, maka sama-saja dalam analogi kerusakan televisi jadul dengan
mengatakan dia mengklaim/telah tahu cara kerja televisi karena
terbukti bisa memperbaikinya tapi gak ingin orang lain tahu sampai
dimana ilmunya Vincent tentang televisi tersebut. Bagi saya itu mirip
dengan cara kerja dukun, dimana
yang bersangkutan tidak ingin atau tidak mampu untuk berkomunikasi
dengan orang lain yang tertarik ingin menjadikannya ilmiah yang
mungkin bisa saja kemudian dikembangkan menjadi teknologi yang menarik.

Vincent sendiri yang mengKLAIM metode dekonnya adalah (telah
menjadi) TEKNOLOGI yang selalu berkembang. Lalu, bukankah
mengembangkan penjelasan yang ilmiah adalah sudah merupakan kewajibannya?

Enam :

Saya pernah mendapatkan penjelasan dari Vincent sendiri dia sengaja
memberikan embel-embel Logi pada Kompati untuk tujuan menyindir. Yang
sebenarnya Vincent sendiri hanya ingin membentuk gerakan untuk
memandirikan masyarakat dari tekanan penguasa legalitas pendidikan
yang dinilainya telah banyak penyelewengan. Lalu mengapa Vincent bisa
mengatakan ada generasi LAMA yang telah ketinggalan kereta karena
tidak mengikuti TEKNOLOGI (yang konotasinya adalah TELAH ilmiah) yang
selalu berkembang? Bukankah dengan mengatakan seperti itu Vincent
sendiri yang telah memberikan penghakiman gaya ilmiah (harus mengacu
secara sentralistik dari pendapat Vincent sendiri yang dikatakannya
sebagai teknologi) terhadap Peminat Pengembang Kompati dari generasi
lama tersebut? Maka bukankah wajar lalu ada tuntutan untuk membuktikan
keilmiahan teknologi metode dekonnya Vincent dan Vincent seharusnya
tidak bergaya menghindar dengan berpendapat
“Kompatiologi hanyalah mekanisme untuk membaca data
secara indrawi, jadi “ilmu = nga ada” bila ilmu
sifatnya keyakinan akan sesuatu yang dianggap benar
maka bisa dibuat dan bisa dimusnahkan. Sesuatu yang
tidak ada tidak bisa dibuat juga tidak bisa
dimusnahkan. Pengguna kompatiologi hanya memiliki
dirinya sendiri dan petualangannya masing-masing
(subjective) yang bisa diceritakan.”

Demikianlah 6 butir pertanyaan yang memang sekaligus menjadi masukan
atau kritik bagi usaha Kompatiologinya Vincent yang merupakan usaha
dari saya untuk menghargainya dan mencari keharmonisan untuk
mempertimbangkan gaya pengembangan Kompati saya nantinya.

Saya juga mengundang teman-teman lain untuk berdiskusi. Tulisan ini
bukan bertujuan untuk mendiskreditkan pribadinya Vincent dan saya
tidak ingin ada konflik yang tidak perlu nantinya juga tolong jangan
mulai menyerang pribadi. Vincent juga tolong memahami INI BUKAN
SERANGAN KE PRIBADI VINCENT. Ini adalah poin-poin pertimbangan bagi
diri saya yang perlu saya ungkapkan terbuka di milis Kompati dan milis
vincentliong. Karena itu saya sangat menyadari poin-poin itu bisa saja
mengandung kesalahan/salah- paham/ketidakmen gertian sekaligus saya
siap menerima masukan dan kritiknya. Mohon tanggapan dialamatkan ke
milis Kompati supaya milis Kompati dapat semakin dinamis.

Tambahan, saya juga tidak ingin poin-poin pertimbangan ini dikaitkan
dengan motif konflik yang pernah terjadi di milis psitrans. Mohon
terutama bagi Vincent tidak mengkaitkannya sama-sekali karena MEMANG
saya tidak memiliki minat, kepentingan atau hubungan apapun dengan
milis psitrans.

Terimakasih atas segala perhatiannya.

Salam,
Adhi Purwono.


---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
Search.

---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
Search.

Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com

---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.
Try it now.

--- End forwarded message ---

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Y! Messenger

Files to share?

Send up to 1GB of

files in an IM.

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Fwd: Re: [kompati] Rencana Pengembangan Kompati Oleh Adhi Purwono

e-link: http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/3143
--- In Komunikasi_Empati@yahoogroups.com, Cornelia Istiani
<istiani_c@yahoo.com> wrote:

Dear Adhi,

Pertanyaanmu banyak bener....honestly I am surprise and a little
confuse...
saya berpendapat sejauh mengikuti perkembangan kompatiologi sampai
hari ini...
Vincent masih tetap pada komitmen bahwa kompati boleh dan disarankan
pagi siapa saja yang berminat untuk mengembangkannya..dan silakan
memberi label sendiri sendiri..seperti istilah Andi pay it
forward....atau istilah kerennya social networking yang akan
terbentuk...layaknya perkembangan sel..mungkin ada yang akan jadi
kaki, ada yang jadi kepala, ada yang jadi mata, dsb.......yang akan
membentuk satu kesatuan yang saling melengkapi dengan kemandirian
masing-masing..(kalau itu masih berada dibawah payung
kompatiologi)...mau tidak mau pasti tetap akan ada yang namanya
central dan bukan berarti sentralistik.

aku mungkin yang termasuk ketinggalan karena dalam pikiranku tetap
mencari landasan ilmiah buat kompatiologi..sedangkan si Vincent ndak
peduli dengan hal itu.

Ini tanggapan spontanku Dhi....nanti sambung lagi...
dengan mencermati 6 pertanyaanmu tersebut....
aku mau kerja lagii..........

salam,
Istiani




Adhi <adhi_p@...> wrote:
Rencana Pengembangan Kompati Oleh Adhi Purwono

Sebelum saya mulai penuh bergerak mengembangkan Kompati kembali,
maka saya merasa perlu untuk menanyakan beberapa hal kepada saudara
Vincent sebagai bahan pertimbangan supaya dapat harmonis dalam
pengembangan Kompati masing-masing.

Satu :

Masih berlakukah ajakan dari saudara Vincent yang membolehkan
masing-masing Pengembang Kompati mengembangkannya sekehendak hatinya
bahkan misalnya sampai merubah metode dekon atau mengganti definisi
Kompati beserta label-label yang dipakai?

Dua :

Apakah diharuskan bagi peminat Pengembangan Kompati untuk selalu
mengikuti perkembangan terbaru yang informasi/data/pengalamannnya
berasal dari saudara Vincent?

Tiga :

Apakah bagi para Pengembang Kompati Selain Vincent harus ikut
mempertanggungjawabkan/menanggapi/sejalan bila ada klien yang ingin
minta kejelasan kembali ke para Pengembang Selain Vincent mengenai
penjelasan/informasi/ajaran/klaim dari Vincent?

Empat :

Bagaimana penerimaan dari diri Vincent bila ada paradigma Pengembang
Kompati yang bertolak belakang tapi bukan bermaksud untuk menjatuhkan
Vincent?

Lima :

Apakah para Pengembang Kompati harus mengakui bahwa Vincent adalah
penemu Kompatiologi? Bagaimana reaksi Vincent bila ada Pengembang
Kompati yang menyatakan Vincent hanyalah penggagas/penggerak dari
ajakan membahas topik Kompati dan menyatakan juga metode Dekon
hanyalah merupakan penjabaran/praktek permainan/konsultasi dari
pengejewantahan pendapat pribadi Vincent dan bukan merupakan teknologi
yang telah terbukti keefektivitasannya?

Pertimbangkan juga, banyak orang yang bisa saja mengaku-aku sebagai
penemu fenomena listrik (melihat fenomena geledek saja bisa dikatakan
sebagai penemu fenomena listrik lho), tapi apakah mereka dapat
disejajarkan dengan Thomas Edison yang diakui sebagai penemu TEKNOLOGI
Pemanfaatan Listrik (salah satunya adalah lampu)? Jadi bisa saja ada
dari Peminat Pengembang Kompati menilai Vincent bisa saja mengaku
sebagai penemu Komunikasi Empati plus embel-embel Logi. Toh siapapun
bisa menemukan gejala fenomena sosial komunikasi empati. Tapi apakah
bisa disetarakan sebagai penemu Teknologi Pemanfaatan Komunikasi
Empati secara efektif? Pertimbangkan juga siapapun bisa menciptakan
sebanyak mungkin teknik.

Lebih jelasnya misal dianalogikan ada sebuah televisi jadul yang
warna gambarnya pudar/rusak menjadi banyak warna merahnya. Bisa saja
seseorang mengaku telah menemukan teknik memperbaiki gambar televisi
tersebut dengan cara memukul-mukul sisi atas monitornya. Toh hasilnya
bisa dilihat sendiri berhasil. TAPI bisakah dia menjelaskan mengapa
tekniknya WAKTU ITU berhasil? Sehingga tekniknya bisa disebut sebagai
Teknik + Logi atau Teknik Yang Ada Penjelasan Logisnya yang disingkat
sebagai Teknologi? Kalau dia tidak bisa menjelaskan, bakal ada
kemungkinan suatu waktu ketika tekniknya (memukul sisi atas monitor)
tidak membawa hasil lagi, dia tidak dapat menganalisa sama-sekali
untuk mencari alternatif solusinya! Alias teknik yang ditemukannya
sebenarnya adalah kebetulan belaka atau bisa saja hanya dari cara
berpikir sederhana saja (misalnya menganggap ada yang longgar di dalam
monitor sehingga perlu diketok-ketok).

Balik lagi ke metode dekon, bisa saja ada Peminat Pengembang Kompati
yang menganggap terciptanya metode dekon tersebut hanyalah berasal
dari pemikiran/pendapat pribadi Vincent karena belum dapat dijelaskan
mengikuti kaidah ilmiah atau paling tidak Vincent dapat menyebutkan
dasar pendefinisiannya dari mana saja. Jika memang Vincent mengklaim
definisinya dia ciptakan sendiri dan tidak mengikuti acuan manapun,
maka perlu bisa dibuktikan secara statistik kinerjanya sekaligus
dibuktikan bahwa Vincent tidak menutup diri untuk dimintai penjelasan,
untuk dapat menerima kritik dan masukan dari penganut definisi yang
telah ada sebelumnya. Jika komunikasi ini tidak ingin dibangun oleh
Vincent, maka sama-saja dalam analogi kerusakan televisi jadul dengan
mengatakan dia mengklaim/telah tahu cara kerja televisi karena
terbukti bisa memperbaikinya tapi gak ingin orang lain tahu sampai
dimana ilmunya Vincent tentang televisi tersebut. Bagi saya itu mirip
dengan cara kerja dukun, dimana
yang bersangkutan tidak ingin atau tidak mampu untuk berkomunikasi
dengan orang lain yang tertarik ingin menjadikannya ilmiah yang
mungkin bisa saja kemudian dikembangkan menjadi teknologi yang menarik.

Vincent sendiri yang mengKLAIM metode dekonnya adalah (telah
menjadi) TEKNOLOGI yang selalu berkembang. Lalu, bukankah
mengembangkan penjelasan yang ilmiah adalah sudah merupakan kewajibannya?

Enam :

Saya pernah mendapatkan penjelasan dari Vincent sendiri dia sengaja
memberikan embel-embel Logi pada Kompati untuk tujuan menyindir. Yang
sebenarnya Vincent sendiri hanya ingin membentuk gerakan untuk
memandirikan masyarakat dari tekanan penguasa legalitas pendidikan
yang dinilainya telah banyak penyelewengan. Lalu mengapa Vincent bisa
mengatakan ada generasi LAMA yang telah ketinggalan kereta karena
tidak mengikuti TEKNOLOGI (yang konotasinya adalah TELAH ilmiah) yang
selalu berkembang? Bukankah dengan mengatakan seperti itu Vincent
sendiri yang telah memberikan penghakiman gaya ilmiah (harus mengacu
secara sentralistik dari pendapat Vincent sendiri yang dikatakannya
sebagai teknologi) terhadap Peminat Pengembang Kompati dari generasi
lama tersebut? Maka bukankah wajar lalu ada tuntutan untuk membuktikan
keilmiahan teknologi metode dekonnya Vincent dan Vincent seharusnya
tidak bergaya menghindar dengan berpendapat
"Kompatiologi hanyalah mekanisme untuk membaca data
secara indrawi, jadi "ilmu = nga ada" bila ilmu
sifatnya keyakinan akan sesuatu yang dianggap benar
maka bisa dibuat dan bisa dimusnahkan. Sesuatu yang
tidak ada tidak bisa dibuat juga tidak bisa
dimusnahkan. Pengguna kompatiologi hanya memiliki
dirinya sendiri dan petualangannya masing-masing
(subjective) yang bisa diceritakan."

Demikianlah 6 butir pertanyaan yang memang sekaligus menjadi masukan
atau kritik bagi usaha Kompatiologinya Vincent yang merupakan usaha
dari saya untuk menghargainya dan mencari keharmonisan untuk
mempertimbangkan gaya pengembangan Kompati saya nantinya.

Saya juga mengundang teman-teman lain untuk berdiskusi. Tulisan ini
bukan bertujuan untuk mendiskreditkan pribadinya Vincent dan saya
tidak ingin ada konflik yang tidak perlu nantinya juga tolong jangan
mulai menyerang pribadi. Vincent juga tolong memahami INI BUKAN
SERANGAN KE PRIBADI VINCENT. Ini adalah poin-poin pertimbangan bagi
diri saya yang perlu saya ungkapkan terbuka di milis Kompati dan milis
vincentliong. Karena itu saya sangat menyadari poin-poin itu bisa saja
mengandung kesalahan/salah-paham/ketidakmengertian sekaligus saya siap
menerima masukan dan kritiknya. Mohon tanggapan dialamatkan ke milis
Kompati supaya milis Kompati dapat semakin dinamis.

Tambahan, saya juga tidak ingin poin-poin pertimbangan ini dikaitkan
dengan motif konflik yang pernah terjadi di milis psitrans. Mohon
terutama bagi Vincent tidak mengkaitkannya sama-sekali karena MEMANG
saya tidak memiliki minat, kepentingan atau hubungan apapun dengan
milis psitrans.

Terimakasih atas segala perhatiannya.

Salam,
Adhi Purwono.


---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
Search.

---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
Search.

--- End forwarded message ---

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Yahoo! Groups

Cat Zone

Connect w/ others

who love cats.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Fwd: Rencana Pengembangan Kompati Oleh Adhi Purwono

e-link: http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/3141
--- In Komunikasi_Empati@yahoogroups.com, Adhi <adhi_p@yahoo.com> wrote:

Rencana Pengembangan Kompati Oleh Adhi Purwono

Sebelum saya mulai penuh bergerak mengembangkan Kompati kembali,
maka saya merasa perlu untuk menanyakan beberapa hal kepada saudara
Vincent sebagai bahan pertimbangan supaya dapat harmonis dalam
pengembangan Kompati masing-masing.

Satu :

Masih berlakukah ajakan dari saudara Vincent yang membolehkan
masing-masing Pengembang Kompati mengembangkannya sekehendak hatinya
bahkan misalnya sampai merubah metode dekon atau mengganti definisi
Kompati beserta label-label yang dipakai?

Dua :

Apakah diharuskan bagi peminat Pengembangan Kompati untuk selalu
mengikuti perkembangan terbaru yang informasi/data/pengalamannnya
berasal dari saudara Vincent?

Tiga :

Apakah bagi para Pengembang Kompati Selain Vincent harus ikut
mempertanggungjawabkan/menanggapi/sejalan bila ada klien yang ingin
minta kejelasan kembali ke para Pengembang Selain Vincent mengenai
penjelasan/informasi/ajaran/klaim dari Vincent?

Empat :

Bagaimana penerimaan dari diri Vincent bila ada paradigma Pengembang
Kompati yang bertolak belakang tapi bukan bermaksud untuk menjatuhkan
Vincent?

Lima :

Apakah para Pengembang Kompati harus mengakui bahwa Vincent adalah
penemu Kompatiologi? Bagaimana reaksi Vincent bila ada Pengembang
Kompati yang menyatakan Vincent hanyalah penggagas/penggerak dari
ajakan membahas topik Kompati dan menyatakan juga metode Dekon
hanyalah merupakan penjabaran/praktek permainan/konsultasi dari
pengejewantahan pendapat pribadi Vincent dan bukan merupakan teknologi
yang telah terbukti keefektivitasannya?

Pertimbangkan juga, banyak orang yang bisa saja mengaku-aku sebagai
penemu fenomena listrik (melihat fenomena geledek saja bisa dikatakan
sebagai penemu fenomena listrik lho), tapi apakah mereka dapat
disejajarkan dengan Thomas Edison yang diakui sebagai penemu TEKNOLOGI
Pemanfaatan Listrik (salah satunya adalah lampu)? Jadi bisa saja ada
dari Peminat Pengembang Kompati menilai Vincent bisa saja mengaku
sebagai penemu Komunikasi Empati plus embel-embel Logi. Toh siapapun
bisa menemukan gejala fenomena sosial komunikasi empati. Tapi apakah
bisa disetarakan sebagai penemu Teknologi Pemanfaatan Komunikasi
Empati secara efektif? Pertimbangkan juga siapapun bisa menciptakan
sebanyak mungkin teknik.

Lebih jelasnya misal dianalogikan ada sebuah televisi jadul yang
warna gambarnya pudar/rusak menjadi banyak warna merahnya. Bisa saja
seseorang mengaku telah menemukan teknik memperbaiki gambar televisi
tersebut dengan cara memukul-mukul sisi atas monitornya. Toh hasilnya
bisa dilihat sendiri berhasil. TAPI bisakah dia menjelaskan mengapa
tekniknya WAKTU ITU berhasil? Sehingga tekniknya bisa disebut sebagai
Teknik + Logi atau Teknik Yang Ada Penjelasan Logisnya yang disingkat
sebagai Teknologi? Kalau dia tidak bisa menjelaskan, bakal ada
kemungkinan suatu waktu ketika tekniknya (memukul sisi atas monitor)
tidak membawa hasil lagi, dia tidak dapat menganalisa sama-sekali
untuk mencari alternatif solusinya! Alias teknik yang ditemukannya
sebenarnya adalah kebetulan belaka atau bisa saja hanya dari cara
berpikir sederhana saja (misalnya menganggap ada yang longgar di dalam
monitor sehingga perlu diketok-ketok).

Balik lagi ke metode dekon, bisa saja ada Peminat Pengembang Kompati
yang menganggap terciptanya metode dekon tersebut hanyalah berasal
dari pemikiran/pendapat pribadi Vincent karena belum dapat dijelaskan
mengikuti kaidah ilmiah atau paling tidak Vincent dapat menyebutkan
dasar pendefinisiannya dari mana saja. Jika memang Vincent mengklaim
definisinya dia ciptakan sendiri dan tidak mengikuti acuan manapun,
maka perlu bisa dibuktikan secara statistik kinerjanya sekaligus
dibuktikan bahwa Vincent tidak menutup diri untuk dimintai penjelasan,
untuk dapat menerima kritik dan masukan dari penganut definisi yang
telah ada sebelumnya. Jika komunikasi ini tidak ingin dibangun oleh
Vincent, maka sama-saja dalam analogi kerusakan televisi jadul dengan
mengatakan dia mengklaim/telah tahu cara kerja televisi karena
terbukti bisa memperbaikinya tapi gak ingin orang lain tahu sampai
dimana ilmunya Vincent tentang televisi tersebut. Bagi saya itu mirip
dengan cara kerja dukun, dimana
yang bersangkutan tidak ingin atau tidak mampu untuk berkomunikasi
dengan orang lain yang tertarik ingin menjadikannya ilmiah yang
mungkin bisa saja kemudian dikembangkan menjadi teknologi yang menarik.

Vincent sendiri yang mengKLAIM metode dekonnya adalah (telah
menjadi) TEKNOLOGI yang selalu berkembang. Lalu, bukankah
mengembangkan penjelasan yang ilmiah adalah sudah merupakan kewajibannya?

Enam :

Saya pernah mendapatkan penjelasan dari Vincent sendiri dia sengaja
memberikan embel-embel Logi pada Kompati untuk tujuan menyindir. Yang
sebenarnya Vincent sendiri hanya ingin membentuk gerakan untuk
memandirikan masyarakat dari tekanan penguasa legalitas pendidikan
yang dinilainya telah banyak penyelewengan. Lalu mengapa Vincent bisa
mengatakan ada generasi LAMA yang telah ketinggalan kereta karena
tidak mengikuti TEKNOLOGI (yang konotasinya adalah TELAH ilmiah) yang
selalu berkembang? Bukankah dengan mengatakan seperti itu Vincent
sendiri yang telah memberikan penghakiman gaya ilmiah (harus mengacu
secara sentralistik dari pendapat Vincent sendiri yang dikatakannya
sebagai teknologi) terhadap Peminat Pengembang Kompati dari generasi
lama tersebut? Maka bukankah wajar lalu ada tuntutan untuk membuktikan
keilmiahan teknologi metode dekonnya Vincent dan Vincent seharusnya
tidak bergaya menghindar dengan berpendapat
"Kompatiologi hanyalah mekanisme untuk membaca data
secara indrawi, jadi "ilmu = nga ada" bila ilmu
sifatnya keyakinan akan sesuatu yang dianggap benar
maka bisa dibuat dan bisa dimusnahkan. Sesuatu yang
tidak ada tidak bisa dibuat juga tidak bisa
dimusnahkan. Pengguna kompatiologi hanya memiliki
dirinya sendiri dan petualangannya masing-masing
(subjective) yang bisa diceritakan."

Demikianlah 6 butir pertanyaan yang memang sekaligus menjadi masukan
atau kritik bagi usaha Kompatiologinya Vincent yang merupakan usaha
dari saya untuk menghargainya dan mencari keharmonisan untuk
mempertimbangkan gaya pengembangan Kompati saya nantinya.

Saya juga mengundang teman-teman lain untuk berdiskusi. Tulisan ini
bukan bertujuan untuk mendiskreditkan pribadinya Vincent dan saya
tidak ingin ada konflik yang tidak perlu nantinya juga tolong jangan
mulai menyerang pribadi. Vincent juga tolong memahami INI BUKAN
SERANGAN KE PRIBADI VINCENT. Ini adalah poin-poin pertimbangan bagi
diri saya yang perlu saya ungkapkan terbuka di milis Kompati dan milis
vincentliong. Karena itu saya sangat menyadari poin-poin itu bisa saja
mengandung kesalahan/salah-paham/ketidakmengertian sekaligus saya siap
menerima masukan dan kritiknya. Mohon tanggapan dialamatkan ke milis
Kompati supaya milis Kompati dapat semakin dinamis.

Tambahan, saya juga tidak ingin poin-poin pertimbangan ini dikaitkan
dengan motif konflik yang pernah terjadi di milis psitrans. Mohon
terutama bagi Vincent tidak mengkaitkannya sama-sekali karena MEMANG
saya tidak memiliki minat, kepentingan atau hubungan apapun dengan
milis psitrans.

Terimakasih atas segala perhatiannya.

Salam,
Adhi Purwono.


---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
Search.

--- End forwarded message ---

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Yahoo! Groups

Going Green

Share your passion

for the planet.

Wellness Spot

on Yahoo! Groups

A resource for living

the Curves lifestyle.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Ada yang bisa Buktikan Bahwa Tuhan itu adil?

Kalo nilai kebaikanmu di mata Allah SWT kira-kira gimana. Ndrik?
Hiiiii....serem membayangkannya! Selamat menunggu 'bonus'-mu ya, Ndrik.

manneke

Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@yahoo.com>:

> 1. bahwa didalam islam masuk surganya seseorang bukan didasarkan
> pada jumlah banyaknya kebaikan org tersebut tetapi nilai kebaikan tersebut
> bagi ALLAH SWT.. seperti posting yg menceritakan tentang turunya ayat pada
> kasus kurma abu aqil (at taubah).. dan ayat "daging dan darah itu tidak akan
> sampai kepadaKu tetapi ketaqwaanmu yg sampai kepadaKu".. kalau hasil
> taqarannya sama, apa susahnya sih satu surga dengan dia..??
> 2. kalau dia waktu hidup sudah malakukan kejahatan maka tentu saja alam
> kubur (barzakh / antara ) sudah ada penderitaan.. jadi sudah ada bonus dari
> kejahatannya... tidak usah tunggu sampai neraka terbuka (pada kasus firaun
> dalam al quran)...
> 3. kalau dia sudah dapat siksa kubur dan nanti dapat neraka maka tentu aja
> masalah apakah 5000 tahun atau 1000 tahun tidak ada lagi masalah.. ujung2
> alam kubur dan neraka tetaplah penderitaan...
> 4. apa bedanya hidup dijaman prasejarah dengan jaman modern...??? bedanya
> adalah salah satunya adalah kalau hidup jaman prasejarah sebagian besar waktu
> dihabiskan untuk "makan tidur" doang dan bisa lihat "cewek telanjang" dimana
> aja... hahahaha....hahahahah.....hahahah.... jadi org2 yg hidup dizaman
> prasejarah harus bahagia juga...
> 5. kejahatan ada kualitasnya maka pendritaanpun tentu ada kualitasnya juga
> khan...?????
>
>
> Hudoyo Hupudio <hudoyo@cbn.net.id> wrote:
> Dari: wirajhana eka <wirajhana@yahoo.com>
>
> Mohon berkenan menjawab contoh soal dibawah ini:
> misalkan
> A hidup 5000 tahun sebelum tahun 0
> B hidup di tahun 0
> kiamat semesta adalah di tahun 100
> umur hidup adalah sama selama 60 tahun.
> hitungan tahun adalah mengikuti waktu bumi
> baik a dan b melakukan perbuatan yang sama semasa hidup sehingga hasil
> perbuatan baik itu dosa/pahala ternyata setelah ditakar "hakim" adalah sama.
>
> Jadi a dan b sekarang ada dialam kubur...karena pintu surga dan neraka belum
> dibuka hingga kiamat tiba.
>
> a akan akan berada di alam kubur selama 5000 tahun + 40
> tahun
> b akan berada di alam kubur selama 40 tahun
>
> asumsi perbuatan itu mengakibatkan ia tidak disiksa di alam penantian
> (kubur)
>
> apakah ini konsep yang fair terhadap b? yang cuma menanti 40 tahun
> dibandingkan a yang menanti tertidur selama 5040 tahun?
>
> asumsi perbuatan itu mengakibatkan ia mengalami siksa kubur
> maka a akan mengalami siksa kubur selama 5040 tahun
> dan b cuma 40 tahun...apakah ini fair terhadap a?
>
> Apabila
> just waiting tanpa siksa kubur...dan a tentunya akan menderita siksaan
> "batin" selama 5040 tahun dibandingankan b yang cuma 40 tahun..
>
> Bagaimanakah menjawab ini dengan dalil agama yang anda anut untuk membuktikan
> selisih 5000 tahun adalah adil!
> yang tentunya juga berarti sudah membuktikan bahwa TUHAN MAHA ADIL.
>
> ====================
> HUDOYO:
>
> Apakah bedanya 5000 tahun dan 1 detik bagi orang yang mati?
>
> Apakah artinya SIKSA kubur bagi orang yang tidak bisa merasakan apa-apa?
>
> Bahwa Tuhan itu "Mahaadil sekaligus Mahapemurah & Mahapengampun" hanya bisa
> dimengerti oleh orang yang sudah mengalami sendiri 'perjumpaan dengan Tuhan'.
> Kalau belum pernah mengalami Tuhan, ungkapan-ungkapan seperti itu
> paling-paling hanya bisa menjadi kepercayaan atau iman bagi orang yang
> menganutnya, atau menjadi bahan perdebatan bagi orang yang menolaknya.
>
> Salam,
> Hudoyo
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Cat Zone

on Yahoo! Groups

Join a Group

all about cats.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Pasca Trauma Konflik (was Rencana Pengembangan Kompati oleh Adhi Purwono)

e-link: http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/3159
--- In Komunikasi_Empati@yahoogroups.com, Cornelia Istiani
<istiani_c@yahoo.com> wrote:

Dear Pipiet,

Ini memang sudah masalah pribadi Piet…
Aku kenal keduanya VCL dan Adhi….malah setelah konflik dengan
Nurudin dan Audifax dkk, aku mengenal mereka berdua jauh lebih baik.
Sikap Adhi melalui 6 pertanyaannya merupakan sisa-sisa (atau bahasa
kerennya adalah trauma pasca konflik) dari puing-puing "perang yang
dikondisikan" kemaren itu di milis psikologi_transforamtif. Hal ini
yang membuatku tidak respek lagi pada mereka dan milis itu adalah
dalam chhating mereka berdua (Nurudin dan Audifax) masih menganggap
bahwa apa yang sudah mereka lakukan di milis tersebut adalah mainan,
sementara dalam dunia nyata-nya ada yang "terluka". Dan Adhi ini
"terluka" cukup parah.

Poin-poin di 6 pertanyaan Adhi memperlihatkan bahwa trauma itu masih
kuat dan masih terjadi pertentangan batin dalam diri Adhi sendiri.
Disatu sisi dia mengenal VCL cukup dekat bahkan sangat dekat (bahkan
sampai buat kita bercandaan kan bahwa mereka berdua seperti orang
pacaran..hehehe…), di sisi lain rasionalitas yang dipermasalahkan oleh
Nurudin dan Audifax masuk akal..(meski tidak masuk akal sekaligus
seeeeeh). Terutama poin-poin tentang keilmiahan, kebenaran,
tanggungjawab, dsb…

10 Pertanyaan dariku itu..hanya untuk membantu Adhi memposisikan
kembali dirinya dan kita sama kan persepsi tentang semua itu...(
belajar lagi ya jadi jurnalisnya..mengungkap apa yang tidak kasat
mata...ada udang apa dibalik batu..hehehe)......
Apakah jika tidak ilmiah maka derajat kebenarannya rendah atau
bahkan salah?
Apakah kalau tidak ilmiah maka derajat tanggungjawabnya rendah atau
bahkan salah?
Apakah kalau tidak ilmiah maka sama dengan kebohongan public?
Apa sebenarnya yang disebut ilmiah?
Dan apa yang dimaksud kebenaran dalam ilmu pengetahuan yang limiah?
Ini sama sekali bukan mau menabukan ilmiah lho…..tidak sama sekali.
Janganlah kita menghakimi sesuatu yang berkembang di luar dunia
akademis (diluar komunitas ilmiah) hanya berdasarkan ilmiah atau
tidak---bukan parameter yang tepat kan??!!...kalau untuk akademisi
memang ilmiah itu sangat sangat sangat penting—karena itu memang
komunitas mereka (meski banyak lho profesor yang plagiat menurut
berita)...
Kita tempatkan semua pada posisi masing-masing...sejauh ini
Kompatiologi berkembang di luar komunitas ilmiah dan bentuk
pertanggungjawabannya adalah personal langsung ke klien....dan biarkan
mereka yang menjustifikasi...yang perlu kita perhatikan adalah
kebermanfaatan kompatiologi itu sendiri.
Kalau nanti Kompatiologi sampai pada tahap ilmiah ya itu berita
bagus dan akan menjadi lain lagi permasalahannya..


Salam,
Istiani
"fans barunya John Dewey"

Lampiran 10 pertanyaan:

Apakah Vincent temanmu Adhi?
Apakah Vincent telah melakukan sesuatu yang merugikan kamu?
Apakah Vincent pantas mendapatkan perlakuan kasar seperti ini,
terutama dari kamu?
Apa arti ilmiah?
Apa arti kebenaran sebuah ilmu (pengetahuan)?
Apa makna pertemanan?
Kalau memang sudah ada hasil pengembangan dari kamu, kenapa tidak
langsung aja di sharing?
Apakah kamu lupa bahwa Vincent telah lama sekali pernah mengatakan
bahwa kamu akan berkembang dengan caramu sendiri?
Apa makna tanggung jawab menurutmu?
apakah perkembangan itu selalu harus membaca buku? Sehingga kalau
tidak akan jadi masalah?

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Green Y! Groups

Environment Groups

Find them here

connect with others.

Cat Groups

on Yahoo! Groups

discuss everything

related to cats.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Fwd: [psiindonesia] Psikologi Negatif: Be negative, but effective

Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Athletic Edge

A Yahoo! Group

to connect w/ others

about fitness goals.

Move More

on Yahoo! Groups

This is your life

not a phys-ed class.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Friendster - See What's New with Liong Vincent

Friendster What's New
See what's new with Liong...

Recently, has:
added new friend(s) - 4 days ago
received new comment(s) - 5 days ago



View Liong's Profile

Want Liong to know what you've been up to?

Simply join Liong's network.
Want to view more profiles like this one? Join Friendster Now!
Copyright 2002-2007 Friendster, Inc. All rights reserved. U.S. Patent No. 7,069,308, 7,117,254 & 7,188,153
568 Howard Street, San Francisco, CA 94105, USA
Privacy Policy | Unsubscribe | Terms of Service

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

Shedding Pounds

on Yahoo! Groups

Read sucess stories

& share your own.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] (Buat Nabi Hendrik) Mencela Agama Lain, Tidak Mengenal Agama

<awal kutipan>
Pria asli Aceh itu mengilustrasikan betapa Nabi Muhammad SAW sendiri bersikap sangat toleran kepada umat Kristiani dan kaum Yahudi di dalam kehidupan sosialnya. "Sehingga bila ada muslim yang masih mencela pemeluk agama lain, berarti dia tidak memahami konsep Islam secara benar," kata Nazli, yang saat ini sedang menempuh program Phd pada Universitas Uppsala.
<akhir kutipan>

=====================

20/12/2007 19:02 WIB
Laporan dari Stockholm
Mencela Agama Lain, Tidak Mengenal Agama
Eddi Santosa - detikcom

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Yahoo! Groups

Endurance Zone

Communities for

increased fitness.

Wellness Spot

Embrace Change

Break the Yo-Yo

weight loss cycle.

.

__,_._,___

[beasiswa] (Butuh Info) Pengisian Form Beasiswa

Dear milister,

Saya baru pertama posting. Saya ingin bertanya, jika kita mengajukan
aplikasi ke beberapa beasiswa yang berbeda (universitas/negara, mis.
Chevening dgn NFP), dalam form aplikasi selalu ditanyakan apakah kita sedang
apply untuk beasiswa yang lain atau tidak.Nah pertanyaannya, jawaban apa
yang sebaiknya diberikan? apakah semua program beasiswa yang sedang diikuti
harus dicantumkan semua atau hanya beasiswa yang saling berkaitan misalnya
NFP dengan STUNNED?

Thank You jawabannya


[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[beasiswa] [info] Symposium & Research workshop on Integrated Water Resources Management

Research Workshop on
Integrated Water Resource Management

Final Announcement

7-18 January 2008
Bandung

Organised by

Laboratorium Matematika Indonesia (LabMath-Indonesia)
www.labmath-indonesia.or.id

In collaboration with
- University of Twente, Netherlands
- Institut Teknologi Bandung
- Universitas Padjadjaran, Bandung


LECTURERS
Dr.Ir. Iwan Kridasantausa, ITB, Indonesia Dr. Chay Asdak, UNPAD,
Bandung Dr. ir. Maarten Krol, University of Twente, Netherlands Dr.
Ir. Martijn Booij, University of Twente, Netherlands

AIM
The aim of the two-week Research Work Shop (RWS) is to provide some
background of methods and ideas in Integrated Water Resource
Management. For the best performing participants, this may be the
start of continued research, guided by one of the lecturers of the RWS.

DESCRIPTION
Water Resources consist of the assembly of rivers, estuaries, fresh
water ponds, coastal zone, etc. For a given area the total water
balance is determined by perspiration (rain), evaporation, height of
water table, water flow into, within and outside the area. This water
balance is determined by the land use (agriculture, urbanization),
topography, man-made infrastructures like dams in rivers for energy
and drainage in urban areas.
A particular situation for a given area may change because of human
interventions and because of natural changes such as changing weather
conditions caused by Global Change.
Water resource Management is the assembly of human decisions to
influence the existing or expected situation to achieve a certain
goal, such as to prevent flooding, or to divide scarce water between
land-use and river flow, etc. The description of the water resources
at a certain moment, and its prospective change in time is always
incomplete and insecure because of lack of data or unforeseeable
future developments.
For a sound management it is essential to know the effects of
potential measures. For instance, decisions to prevent disasters like
flooding should be based on a risk analysis of the event: the
occurrence and the effects that have to be weighted according to
certain criteria. When all the above mentioned factors are taken into
account, one talks about Integrated WR Management.
This RWS will introduce aspects of the modelling of the water
household and also of integrated management strategies. The modelling
leads to knowledge of the effects of changes, and therefore provides
decision support for integrated management.

PROGRAMME LAY-OUT

The first week is a course week, with lectures and exercise classes.
This course week can be attended by maximal 30 participants. At the
end of this week, the projects will be introduced and project groups
will be formed. At most 20 participants can continue with these
projects, when necessary selected based on their performance during
the course week. This project work will be executed during the whole
second week with close guidance by the RWS lecturers. Participants
will prepare written and oral presentations of their work.
Arrangements for further activities will be made if applicable.

PROJECTS
Project 1 Citarum River
Projects 2&3 Model and Basin Intercomparison Project Project 4.
Impacts of changes in climate and land use on flood management Project
5 Effect of logging practices on rainfall interception loss


AWARD/CONTINUATION
For at most five of the best performing participants, a continued
activity will be designed. Such a continuation may consist of further
study and own research investigations in a specific topic. Working on
the topic may include a period of several months as guest of
LabMath-Indonesia in Bandung. During these periods, and as much as
possible also during other periods using email for correspondence,
tutorial guidance will be provided by one of the lecturers of the RWS.
When achievements are good, sooner or later the results will lead to
an application for a research grant, to an international publication,
and/or to a visit or following a study programme at a university
abroad, whatever is possible and desired. The best performing
participants will be invited and guided to write a research proposal
to be submitted to (inter-) national funding agencies.

VENUE
P4TK-IPA, Jl. Diponegoro 12, Bandung 40115.

For more detailed information and registration procedure please see
the attached file, or download the leaflet at our website
www.labmath-indonesia.or.id

We kindly ask you to forward this announcement to your colleagues who
might be interested in this event.


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Re: [psikologi_transformatif] Re: Sok Melampaui Kata

Waduh...
Kok makin gak jelas aja si Bung Hendrik ini...
Bicaranya mulai melantur...
Seperti bukan manusia saja...
atau jangan2 dialah nabi yang baru dari agama baru?
 
Tapi yang jelas...tak ada satupun agama yang mengajarkan hal2 yang seperti yang dikatakan Hendrik (baca: menjelek-jelekan agama lain).
 
Ingat Bung Hendrik...
Pelajari...pahami...lalu imani agama yang Anda anut dengan sebenar-benarmya.
 
Salam

 
----- Original Message ----
From: hendrik bakrie <henrik12syiah@yahoo.com>
To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
Sent: Sunday, December 16, 2007 5:15:56 AM
Subject: Re: [psikologi_transformatif] Re: Sok Melampaui Kata

hahahah....hahahaha h.....hahahah. ... kalau kiamat, bagaimana bisa tai yesus bisa masuk kemulut gua padahal gue adalah makhluk (ciptaan) seperti musa dan bumi dan WC...??? kalau kiamat khan maka yg namanya mahkluk pasti binasa dan yg tersisa hanyalah tuhan saja...??? jadi menurut kristen yg ada cuma bapa, roh kudus, dan yesus... apakah org kristen mau menerima jika yesus yg manusia (punya anus) mengeluarkan tai yg masuk kemulut bapa dan roh kudus..???.. atau kembali lagi masuk ke lobang pantat yesus sehingga teciptalah "sistem" yg mau adanya "keluar masuk"...??? ya seperti menyerupai seorang gay yg merasakan kenikmatan dari pantatnya melaui proses "keluar masuk".... hahahahaha.. ..hahahaha. ....hahahahaha. .... betul kagak...??? haahhaaha... .hahaahha. ...hahahah. .... jadi jawaban bu pradita gimana...???
 
"tidak ada paksaan dalam agama telah jelaslah jalan yg benar dari yang sesat" (alquran)  

pradita@telus. net wrote:
Enggak, Ndrik, tai yesus gak kembali ke mulut yesus tapi masuk ke mulutmu.
Kabarnya kamu doyan makan tai orang lain sih, jadi yesus demen aja kasih tainya
ke kamu. Kan dia maha 'pengasih'. Ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha ha
ha...ha ha ha...ha ha ha...

manneke

Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@ yahoo.com>:

> hahaha...hahahah. ...hahahah. ... ngapiin harus keperpustakaan. . tanya aja pada
> anak SD kelas 1 yg udah bisa menulis dan membaca.. maka saya yakin dia akan
> jawab.. walaupun dia hanya bisa berkata "pedas" atau menulis "pedas".. dalam
> akal sehat dan logika tentu aja itu disebut penjelasan atau jawaban juga...
> asal jangan ditanya pada patung.. kalau si anak sudah jawab "pedas"... maka
> jangan dong, yg tau rasa pedas menganggap maksud anak itu "manis".....
>
> hahahah...hahahah. ...hahahah. ... khan aneh kalau kita menerima dan
> mengetahui kalau tuhan "maha kuasa" tetapi meyakini dan mengajarkan tuhan itu
> "jadi yesus" tetapi kagak jadi "bakteri yesus, tai yesus yg dihinggapi lalat,
> bau mulut yesus yg dirasakan oleh yudas ketika berbicara, dll... ngomong2,
> kalau kiamat nanti apakah tai yesus kembali kemulut yesus...???. . sebab
> tempat pembuangannya sudah hancur... jadi tahi yesus itu tuhan juga ya..????
> hahahah....hahahaha h....hahahah. ....
>
> hahahaha.... hahahhaha. .....hahahahaha. ..... jadi apakah yesus dan para paus
> itu sudah pernah merasakan "sex"...??? sebab saya khawatir, jangan2 "sex"
> adalah bagian dari spirtual juga... selain itu, mungkin juga sidharta gautama
> bisa menjadi budha (menemukan apa yg dia cari) diakibatkan oleh doa istrinya
> yg merindukan "sex lagi" dengan suaminya....
> hahahah..... hahahahaha. ....hahahahah. .....
>
> hahahaha.... hahhahhaah. .....hahhhahahah ...... seharusnya tuhan di kristen
> kalau mau punya anak kagak usah melibatkan roh kudus, sebab kalau ada roh
> kudus maka tuhan tidak bisa merasakan "sex" dengan maria yg perawan...
> kecuali roh kudus adalah kontol tuhan.. tetapi sperma tuhan siapa
> ya...???????
>
> "dan akan kami perlihatkan tanda2 kekuasaan kami disegala ufuk dan dalam
> dirimu sendiri sehingga jelaslah bahwa alquran itu benar" (alquran)
>
> Jusuf Sutanto <jusuf_sw@yahoo. co.id> wrote:
> Coba cari ke perpusatakaan dan orang2 berpengalaman diseluruh
> dunia, supaya mereka menuturkan melalui bahasa lisan dan tulisan tentang rasa
> pedasnya cabe.
> Dengan adanya email dan internet mudah sekali bukan ?
> Apakah mereka bisa mengungkapkan sepenuhnya ?
> Kalau ada yang bisa, maka dia patut dapat hadiah Nobel.
> Nah sekarang kalau masih penasaran, silahkan coba sendiri.
> Setelah itu, tuliskan apa yang dirasakan.
> Apakah sdh bisa mengungkapkan kebenaran ?
>
>
> ----- Pesan Asli ----
> Dari: Angga Wijaya <anggaji@yahoo. com>
> Kepada: psikologi_transform atif@yahoogroups .com;
> vincentliong@ yahoogroups. com
> Terkirim: Jumat, 14 Desember, 2007 1:43:32
> Topik: [psikologi_transfor matif] Sok Melampaui Kata
>
> Ada yang sok melampaui kata. Kata dia, kata-kata tak bisa menjelaskan
> Kebenaran. Seakan-akan kebenaran itu merupakan sesuatu yang keramat, suci,
> sacred, melangit, tak tersentuh.
>
> Karena tak terjelaskan kata-kata itulah Kebenaran mudah dimanipulasi, mudah
> dijual oleh calo-calo agama. Hanya aku yang paham Kebenaran, hanya aku yang
> bisa menjelaskan Kebenaran, kata mereka.
>
>
> Pada mulanya adalah Kata.
>
>
> Angga.
>
>
>
>
>
> ------------ --------- --------- ---
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
> now.
>
>
>
>
>
>
>
> ------------ --------- --------- ---
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
> Answers
>
>
>
>
> ------------ --------- --------- ---
> Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.



Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.




Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

Cat Groups

on Yahoo! Groups

Share pictures &

stories about cats.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Sepertinya ada yang sinkron????

SALAM HANGAT DARI AMSTERDAM

Mas Leo yang baik, Sudah berbulan-bulan saya mengikuti
dialog Mas Leo dengan orang-orang dari berbagai
penjuru dunia. Saya sangat tertarik dan merasakan
manfaatnya. Karenanya hari ini saya memberanikan diri
mengirim e-mail ini untuk berkenalan. Saya tinggal di
negeri kincir-angin yang hari ini amat dingin,
beberapa derajad di bawah 0. Nama saya Aida, umur saya
sudah melewati 63 tahun. Tapi saya masih tetap kerja
dan berolah-raga dalam perkumpulan Satria Nusantara.
Karena tahun 2007 sudah hampir berakhir, saya
mengucapkan Selamat Tahun Baru 2008. Semoga di tahun
2008, Mas Leo tetap sehat, makin meningkat
kemampuannya dan murah rezeki. Sekian dulu, salam
hangat dari Amsterdam. (Aida)

+++++++++++++

JAWABAN SAYA: WE ARE ALWAYS ONE WITH ONE ANOTHER

Dear Mbak Aida, Salam hangat juga dari Jakarta.
Biarpun di Amsterdam sedang winter, dan di Jakarta
sedang musim hujan, you could be sure that we greet
you warmly. Lebih dari 500 orang members di milis
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia>
greet you warmly. Sharing2 yang aku bagi ke berbagai
milis itu merupakan sharing dari mereka yang
mengirimkan ke aku melalui japri. Tetapi, di milis
Spiritual-Indonesia, sharing pengalaman spiritual
pribadi itu JAUH LEBIH BANYAK. Dan jauh lebih seru.
Seruuuu sekali. Hmmm hmmm hmmm... dan aku ketawa2 saja
kalau membaca banyak sharing dari rekan2 di milis.
Kita itu ternyata INSAN SPIRITUAL. Apapun warna kita,
kita itu tetap spiritual. Dan kita tidak perlu pasang
muka sendu dan syahdu. Hmmm hmmm hmmm... mendingan
jingle bells jingle bells aja deh. Sekarang kan udah
deket Christmas, mendingan kita ikut maen jingle
bells. "Jingle bells, jingle bells, jingle all the
way. Oh what fun it is to ride in a one horse open
sleigh...".

Hmmm hmmm hmmm... di Indonesia gak ada "sleigh"
(kereta salju yang tidak beroda tetapi memiliki kaki
seperti papan peluncur), yang ada cuma gerobak,... dan
naik gerobak will we be kalo emang musti. Tapi kemana?
Hmmm hmmm hmmm... gak tahulah. Kalo harus jalan ya
jalanlah, walaupun gak tahu kemana. Yang kita tahu
we'll never get lost in the universe. Apa yang
terjadi, terjadilah. Kita gak bakal kemana-mana kan.
We are always one with one another. Always one with
the INFINITE ONE. (Leo)

+++++++++++++

SEPERTINYA ADA YANG SINKRON????

W = Wisesa
L = Leo

W = Mas Leo...... saya lage.... nih.... mau tanya
tanya lagi. Dua hari ini saya coba untuk hening....yah
biasa malam kalau nggak bisa tidur.... saya hening
sampai mata lelah....... tapi dua hari ini pada saat
saya coba untuk konsen di ajna saya merasakan cakra
yang di pusat bergerak sangat tidak enak sekali
sehingga saya langsung menghentikan hening tersebut..
Sepertinya ada yang sinkron????

L = Hmmm hmmm hmmm... terkadang ada teman yang bilang
rasanya seperti ada magnet yang menarik kepala
sehingga tetap tegak ke atas. Ada juga yang sharing
dan bilang kalau rasanya seperti di dorong dari depan
dan dari belakang, dan kepalanya itu seperti ada yang
pegangin. Ada juga yang bilang cuma cenut2 saja di
Cakra Ajna. Hmmm hmmm hmmm...

Memang kalau belum biasa Meditasi di Cakra Mata Ketiga
akan terasa agak "aneh". Tapi nanti akan biasa
sendiri. Nanti gak akan berasa aneh lagi. Semua
mengalami itu, cuma ada yang sensitif sekali sehingga
bisa benar2 merasakan seperti ada yang menarik,
memegang, atau seperti ada sesuatu yang berjalan-jalan
di kepala dan wajah. Ada yang cuma merasakan seperti
kenceng diantara kedua alis itu. Kenceng, maksudnya
seperti ada yang tarik. Terus seperti, maybe, berasa
ada yang berpendar dari sana. Seperti ada semacam
cahaya yang keluar.

Well, menurut aku itu sensasi2 saja. Dan karena
terasanya di fisik, ya berarti itu sensasi fisik.
Tetapi sebenarnya yang lebih penting adalah PENGERTIAN
bahwa memang ada sesuatu yang BERUBAH di diri kita.
Tubuh etherik kita itu bereaksi kalau kita meditasi di
Cakra Mata Ketiga. Jadi memang ada yang BERGERAK. Nah,
yang bergerak itu energi2. Ada pembakaran2 terhadap
hal2 yang seharusnya sudah "dibakar". Dan ada energi2
baru yang masuk dari ATAS (Dimensi Lain) ke dimensi
kita ini. Nah, cara bekerjanya seperti apa bisa
dijelaskan pakai macam2 teori.

Aku ini gak suka pakai teori, jadi aku paling bilang
ENJOY AJA. Itu kan HENING. Itu kan SAMADHI. Itu yang
aku secara guyon bilang nge-BLANK.... Nah, nanti
setelah biasa dengan yang namanya nge-blank itu, malah
kalau meditasi tidak akan berasa apa2 lagi. Mas K
dari Kediri itu kemarin menulis bahwa waktu Meditasi
Sinkron dia itu TIDAK MERASA APA2. Hmmm hmmm hmmm...
tetapi, benernya dia itu tidak merasa apa2 lagi
setelah berbulan-bulan mencoba untuk merasakan
bagaimana BLANK itu, bagaimana Frekwensi Mata Ketiga
itu. Nah, Mas K itu paling rajin nelponin aku, hampir
tiap hari, maksudnya dia itu mau merasakan bagaimana
frekwensi SAMADHI itu. Akhirnya, dia bisa merasakan
dan bilang: "Kok gak ada rasanya ya! ... Ternyata cuma
seperti itu saja ya!"

Ya, memang cuma seperti itu saja. So,... possibly
segala sensasi itu cuma awal saja, lama2, karena sudah
biasa akhirnya tidak terasa apa2 lagi.

W = Apakah ada salah.....dalam saya hening.......?????

L = Gak ada yang salah, diteruskan saja. Kalau merasa
ada yang bergerak-gerak, biarin aja, itu PRANA. Jalan
sendiri. Biarin aja. Kita meditasi itu untuk HENING,
dan bukan untuk memperhatikan prana. Prana itu jalan
sendiri ke tempat yang dibutuhkan, bisa jalan sendri
dari ujung kepala sampai ujung kaki. Biarin aja...
Dan, YES, aku selalu berusaha untuk SINKRON TERUS
dengan teman2 yang mau. Jadi, kalau nanti meditasi dan
mau nyambung dengan frekwensi yang aku pakai, LANGSUNG
aja. Any time and any place, please langsung aja.
Diniatkan aja, dan itu akan langsung terasa.

+++++++++++++

SIAPAKAH JIBRIL DALAM TRADISI HINDU ?

T = Tina
L = Leo

T = Dear Leo yang baik, kalau Zeus itu sebenarnya
adalah Shiva, lalu siapakah Jibril itu sesungguhnya?
karena saya lebih tertarik dengan Hindu...

L = Well, kalo aku sendiri cenderung untuk bilang
bahwa archangels dan angels itu merupakan EMANATIONS
dari God yang satu. Angel artinya PENYAMPAI KABAR.
Michael Angelo itu artinya Malaikat Michael. Penyampai
Kabar yang bernama Michael. Sering disebut sebagai
Malaikat Michael. Itu temannya Malaikat Gabriel
(Jibril). Hmmm hmmm hmmm... Tapi di Teologi Kristen,
para malaikat yang muncul di Perjanjian Lama (sebelum
Yesus/Isa) terkadang dijelaskan sebagai Yesus yang
muncul sebelum saatnya tiba. Jadi, Yesus/Isa bisa juga
menjadi malaikat. Tapi penjelasan seperti itu cuma di
teologi saja.

Nah, karena angels/malaikat merupakan EMANATIONS dari
God (All That Is), maka pada hakekatnya Angel itu sama
saja dengan roh manusia. Manusia juga emanation dari
God kan? Angel juga kan? Bedanya, manusia itu angel
yang memiliki tubuh fisik... Tapi roh angel itu masih
ada di manusia, jadi terkadang suka muncul manusia
yang kelakuannya bisa mirip sama angel.

Hmmm hmmm hmmm... Malah, aku bilang kalau roh kita itu
BERLAPIS-LAPIS. Ada manusia fisik, ada manusia non
fisik, ada manusia dengan kesadaran tinggi, ada angel.
Dan semua roh itu ada semuanya di manusia yang satu
itu. Di tiap manusia itu ada. Jadi seperti kue lapis
yang kalau dipotong bisa terlihat banyak lapisannya.
Tapi tetap saja satu kue. Dan kalo dimakan udah jelas
enak. Hmmm hmmm hmmm...

T = Yaaa Leo .. aku khan nanyain nama Hindu nya buat
Jibril itu siapa? ..gitu lho. Beliau khan pasti udah
wara-wiri di bumi sejak lama, selain nama Jibril nya
itu pasti ada nama2 lain yang diberikan kepada Beliau
oleh masing2 tradisi.

L = Kalau aku lihat di Wikipedia, ternyata dalam
Hinduism, Angel itu Dewa yah? Malaikat dalam tradisi
Yahudi dan Arab ternyata paralel dengan pengertian
"dewa" dalam Hinduisme. Aku juga baru tahu itu... Hmmm
hmmm hmmm, sama aja. Menurut pengertian aku, Dewa itu
diri kita sendiri yang lebih tinggi. Our higher self.
So, jadinya sama aja. Kadang2 muncul MESSAGE dari diri
kita yang lebih tinggi. Munculnya melalui MIMPI,
VISIONS, atau melalui pengertian2 yang datang sendiri.
Ada Spiritual experience juga ketika terjadi encounter
dengan Dewa (diri kita sendiri yang lebih tinggi).
Harusnya encounters yang seperti itu merupakan GENUINE
SPIRITUAL EXPERIENCE. Pengalaman spiritual yang asli,
yang dialami oleh diri kita sendiri, dan bukan
berdasarkan rekaan atau kisah klise yang dialami oleh
orang2 lain dan diulang-ulangi sampe kita bosen
dengernya seperti di khotbah2 keagamaan itu.

Nabi Abraham mengalami itu, Nabi Musa juga. Bunda
Maria juga. Hmmm hmmm hmmm... terus orangnya merasa
memperoleh MESSAGE dari GOD. Pedahal itu kan message
dari diri sendiri yang lebih tinggi, dari our own
higher consciousness. Dan "GOD" is our own HIGHEST
CONSCIOUSNESS. Undefinable, illimitable.

+++++++++++++

KITA KUMPUL2 LAGI AKHIR JANUARI 2008

R = Riza
L = Leo

R = Siang om..

L = Siang juga Riza !

R = Maaf yah gak sempat kasih kabar gak bisa ikut
acara kumpul2 kemarin di Gn Salak...

L = It's ok, no problem.

R = Enak yah om alam nya..

L = Hmmm enak, banyak air, full of water. Air hujan,
air sungai, air yang mengalir... Kan udah stabil, kok
kemarin pas meditasi masih bisa ngerasa kepala muter2
lagi ?

R = Aku coba dari jauh, wih susah bener, jatuh bangun
sampai jam 12:30 aku gak tahan; aku coba masuk dari
jam 9:30.... susah sekali tembusnya,... Iya efek
kemarin.. malem minggu.. maksaain.

L = Apa yang dipaksain? Kenapa susah tembus? Apa yang
mau ditembus?

R = BANYAK.. YANG BAWA KHODAM DAN DI SANA BANYAK
KHODAMNYA.. AKU JADI SUSAH SINKRON.. ITU SALAH SATU
YANG BUAT AKU TAKUT IKUT JUGA.. AKU KHAN DALAM TAHAP
PENGOBATAN.. --OM BENER NIH SOAL KIAMAT..? KALO SALAH
GIMANA.. JANGAN JADI KAYA SEKTE... NIH ... TAKUT..

L = Soal kiamat gak usah dipikirin. Soal khodam juga
gak usah dipikirin. Semuanya ada khodamnya. Energi2
itu khodam, ngapain dipikirin. Kalo mao mikirin
khodam, disana seabrek-abrek. Ok2 aja.

R = BENER OM.. AKU MASIH OON... KAYAK ONENG..

L = Gak usah mikir macem2, diterusin aja meditasi/
wirid rutin tiap hari. Itu aja diterusin, nanti ngerti
sendiri.

R = WAH ... MAKASIH OM TIAP MALEM SIH MASIH SAMPAI JAM
2 PAGI...

L = Good. Nanti sekitar akhir januari tahun depan kita
kumpul2 lagi. Di Jakarta Barat, tempatnya Mas A. Nanti
ikut aja yah !

R = WAH DIMANA... ITU AKU SUDAH LIAT.. TUH..

L = Hmmm hmmm hmmm.... di Jakarta Barat. Rumahnya
kosong, gak dipake. Jadi maybe kita bisa nginep juga.
Dateng Sabtu sore, dan pulang minggu pagi.

R = WAH DISANA LEBIH NYAMAN KAYAKNYA AKU SUDAH LIAT..
DARI MINGGU KEMARIN.

L = Ya, bulan depan kita kesana.

R = INSYA ALLAH GAK ADA HALAGAN.. DOAIN AJA YAH OM..

L = Ya, kita kumpul2 lagi akhir Januari 2008

R = SUKSES UNTUK SEMUANYA.. AKU BALIK GAWE DULU YAH
OM.. BYE,..

L = Bye !

+++++++++++++

[Leo seorang praktisi PSIKOLOGI TRANSPERSONAL. To make
an appointment, please call him at HP: 0818-183-615.
E-mail: <leonardo_rimba@yahoo.com>. Untuk bergabung
dengan milis SPIRITUAL-INDONESIA, please click:
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia>.
NOTE: Except my own name, all other names used are
pseudonyms.]

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Yahoo! Groups

Parenting Zone

Share experiences

with other parents.

Cat Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about cats.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Psikologi Negatif: Be negative, but effective


"Psikologi Negatif" yang dikembangkan Naomi Susan di acara Kick Andy kemarin malam ini berbunyi:


1. Learn to manage the negative side


2. Be Negative, but effective!


3. Be negative, so you know what's positive.




Bagaimana dengan Anda? :) ;) ')



Juneman 






Friendster: Naomi Susan


BE NEGATIVE!

iNSpired by Naomi Susan

SESSION 2, RELEASED


Inilah buku yang menantang adrenalin kita untuk membolak balik pola pikir pembacanya.. . bahasanya yang unik, nyleneh, kadang ngawur dan campur baur Inggris dan Indonesia, justru jadi kekuatan dari buku ini untuk mempengaruhi pembaca.. agar berani dan nekad serta mau dan mampu mengelola sisi negatif nya... Anda berani?


ada pula komentar menarik dari seorang seniman ahli monolog, Butet Kertaredjasa. Saat membaca buku ini, ia mengatakan pada penulisnya, "Wah..bahaya, hati-hati membaca buku ini, kalau tidak siap mental. Bisa-bisa tersesat ke jalan yang benar..."


Komentar slenge'an juga muncul dari mantan presiden kita Gus Dur. "Daripada menimbulkan fitnah, mending baca aja buku ini...Gitu aja kok repot!" Tak ketinggalan, sang host Kick Andy di Metro TV, Andy F. Noya juga ikut berkomentar, "Saya suka baca buku-buku aneh. Buku ini salah satunya. Layak disimak.."


Tak urung, bahkan sang master ESQ, Ary Ginandjar pun gatal untuk ikut berkomentar. "Buku ini akan mengubah paradigma dalam menghadapi hal negatif," ujarnya dengan senyum yang khas. Komentar bernada menyejukkan oleh Ary Ginandjar ini bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Purdi E. Chandra, pengusaha pemilik Primagama Grup. "Buku ini akan mengakibatkan "kegilaan"!! ! Tapi itu dibutuhkan oleh orang yang nekad pengen sukses"


Begitulah, berbagai komentar saat orang membaca buku ini. Dan memang, buku ini

barangkali adalah satu-satunya yang berani mengklaim untuk menjadi Be Negative!


Background


Inilah buku nyleneh, unik, tapi powerful, yang ditulis berdasar pengalaman dan pengamatan yang dialami oleh seorang bernama Naomi Susan. Sebagai seorang wanita, ia punya banyak keterbatasan.


Namun, dengan keyakinan kuat, perjuangan tanpa henti, dalam usaha mengejar semua impian dan membalik semua omongan negatif, Naomi Susan berhasil mencapai titik di mana dia mampu mewujudkan semua harapannya. Tak mudah tentu, perjuangan yang dilakukannya. Namun, dengan kepolosan dan keluguan (baca: kejelian dan kegigihan), ia mampu membalik segala hal negatif yang mampu menghambat semua impiannya, menjadi daya dorong yang justru mampu mengungkit semangatnya, hingga akhirnya dapat membantu mewujudkan cita-citanya.


Satu kata yang cukup sering disebut dalam buku ini adalah gagal atau kegagalan. Satu hal negatif yang bisa jadi setiap orang pernah mengalaminya. Jika dipahami dengan sudut pandang yang berbeda, seperti yang disebut Naomi dalam berbagai pengalamannya, kegagalan bisa dimaknai sebagai proses belajar. Ada menang, ada kalah, dimaknai dalam buku ini sebagai ada menang, ada belajar. Begitu seterusnya. Dengan pola pikir dan cara pandang yang demikian, membuat semua hal negatif tidak lagi perlu ditolak mentah-mentah, namun, tinggal justru bisa kita kelola agar jadi hal negatif namun efektif.


Inilah kekuatan dan inti yang diungkap dari buku yang cukup melawan mainstream ini. Naomi Susan yang pernah jatuh, gagal, bangkrut dengan menggunakan pola sikap negatif namun efektif, telah mampu memutabalikkan semua peristiwa negatif menjadi daya dorong yang luar biasa untuk terus berkarya, hingga mampu menularkan semangat itu dalam buku nyleneh, unik, namun powerful ini.


Kumpulan catatan mantan orang gagal yang terus belajar dari semua kegagalannya ini akan membuat pembaca buku ini digiring pada mindset (pola pikir) yang baru. Yakni, bahwa menikmati atau menjalani semua hal negatif, dengan cara pandang yang berbeda, akan membawa kita pada jalan yang lebih matang dan mantab untuk mencapai semua impian kita. Jadi, siap-siaplah terkaget-kaget dengan dampaknya...be negative, but effective!







http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=14562


Naomi Susan

SEWA PESAWAT UNTUK LIBURAN KELUARGA


Pebisnis sejati, barangkali itulah julukan tepat bagi lajang kelahiran tahun 1975 ini. Sejak remaja, naomi sudah pandai cari uang. Tak heran di usia 22 tahun, ia sudah menjadi pemilik saham dan direktur PT Ovis International. Selain sibuk mengursi salonnya, ia juga segera meluncurkan buku terbarunya dan menyiapkan program beasiswa bagi pelajar Indonesia ke Malaysia.


Kenapa buku Anda diberi judul Be Negative?


Buku itu sebenarnya hanya berbagi pengalaman. Saya cerita, kemudian dikompilasikan. Formatnya enggak berat. Baca satu lembar habis, satu lembar habis. Isinya lebih banyak tentang berbagai kegagalan dan mengatasinya. Judulnya memang melawan mainstream. Malah, saya sempat dipanggil salah seorang motivator Indonesia. Dia bilang, jangan pakai judul itu. Tapi, saya, kan, menjual kegagalan supaya orang-orang tidak begitu. Jadi, be negative, so you know what's positive.


Sesuatu yang negatif juga lebih mudah dijual. Lihat saja lagu SMS, Jablai, laku keras, kan? Jadi, konsep yang saya temukan selama 13 tahun perjalanan bisnis saya adalah, bila negatif ditambah negatif, hasilnya pasti positif. Misalnya, kata-kata "Tidak", "Jangan", "Kosong," "Gagal", jika ditambah kata negatif lagi, jadi "Jangan gagal." Itu kira-kira isinya.


Katanya juga sedang sibuk soal beasiswa?

Ya, saya dipercaya seorang pengusaha optik di Kuala Lumpur untuk mengelola kerjasama bilateral antara Malaysia-Indonesia berupa beasiswa bagi pelajar Indonesia. Sebelumnya, ini sudah dilakukan di Cina, Vietnam, dan Singapura. Para penerima beasiswa akan bersekolah di institut entrepreneur. Mereka diberi jaminan, diasuransikan, mendapat visa pelajar, dan memperoleh on the job training selama belajar.


Beasiswa ini ditujukan untuk lulusan SMU yang tidak sanggup melanjutkan kuliah. Terutama anak yatim. Masing-masing dapat beasiswa sekitar Rp 45 juta. Setelah 2 tahun, mereka dapat sertifikat business english, pengetahuan waralaba, dan ritel. Selama itu, mereka juga dapat kesempatan magang dengan bayaran. Bahkan, kalau cukup cerdas, bisa dapat beasiswa tambahan ke Ingris.


Yang harus diingat, saya ini pebisnis. Jadi, enggak mungkin ngerjain seperti ini tanpa dapat apa-apa. Saya enggak mau dibilang hero. Saya hanya seorang warga Indonesia yang punya kemampuan negosiasi sehingga Pemerintah Malaysia percaya dan mau memberi beasiswa ke Indonesia. Kalau ada yang terbantu oleh bisnis saya ini, itu hanya ekstra dan bonus buat saya. Saya bukan kebalikannya, menjual sebuah jasa untuk kemudian di belakangnya membisniskan mereka. Rumusan membuat usaha itu bukan untung, tapi untung terus.


Naomi juga mendirikan sejumlah perusahaan. Antara lain bergerak di bidang salon, studio foto, dan kafe. Ia juga sering tampil sebagai pembicara.


Sebetulnya Anda pebisnis atau pembicara, sih?

Saya tetap pebisnis, bukan pembicara. Jadi, tiap ada tawaran jadi pembicara, saya minta jadi guest speaker saja. Sekarang saya juga sudah tidak mengajar motivasi di perusahaan-perusahaan. Pernah juga diminta jadi dosen tamu, tapi belum bisa.


Bagaimana awal karier Anda?

Saya mengawali karier dari nol besar. Lulus kuliah, jadi tenaga marketing. Tapi karena perusahaan itu masih ada hubungan saudara, banyak sekali fleksibilitas yang saya peroleh. Akibatnya, saya tidak dewasa di dalam memutuskan maupun mengerjakan sesuatu.


Sejak bangku SMA, saya juga sudah terbiasa mencari uang. Saya ikut tante berbisnis jual-beli tanah di Jonggol. Dari hanya membantu administrasi, turun ke lapangan, sampai mengerti betul cara mengembangbiakkan uang secara smart. Dari situ, saya dapat komisi yang saya kumpulkan sedikit demi sedikit. Bisa dibayangkan, di usia belasan tahun dan masih SMA, saya sudah bisa cari uang sendiri dan di "rusak" oleh uang ha... ha.... Akibatnya, ingin cepat selesai sekolah karena mau cari uang.


Sempat juga bekerja di perusahan periklanan. Karena ingin punya usaha sendiri, saya terjun ke lantai bursa, memainkan uang sendiri di saham komoditas. Saya kalah banyak. Uang yang saya kumpulkan, nyaris habis total. Rasanya perih sekali waktu itu. akhirnya saya putuskan sekolah lagi di Amerika (ia lulusan Marketing Communication University of Portland, Oregon). "Kelebihan" saya memang di mulut. Bahkan, saya pernah ditawari jadi pengacara, lho.









Antasari Azhar

(The Wrong Person on the Right Place)


ADHIE M MASSARDI


KALAU Megawati jadi presiden, penjara akan penuh koruptor. Ketika Mega 

benar-benar jadi presiden, kita tahu penjara malah makin sepi koruptor. Kalau 

Yudhoyono presiden, kemiskinan bakal turun dan lapangan kerja meningkat. Ketika 

Yudhoyono benar jadi presiden, kejadiannya terbalik. Kemiskinan naik, lapangan 

kerja turun.


Begitulah. Setelah puluhan kali berpikir positif tentang tokoh tapi hasilya 

negatif, hanya melahirkan penyesalan, kini kita hidup dalam budaya berpikir 

negatif, dengan harapan hasilnya positif. Antasari Azhar adalah salah satu 

"kelinci percobaan" pola berpikir negatif itu, yang di sini dikembangkan 

pebisnis muda cantik Naomi Susan lewat bukunya Be Negative!


Makanya, orang kejaksaan, juga keluarga besarnya, jangan kaget bila salah satu 

kadernya langsung distigma negatif, bahkan bisa disimpulkan sebagai divonis 

"the wrong person on the right place" begitu Komisi III DPR menobatkannya 

sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi.


Tapi Ferry Juliantoro, sohib saya yang Sekjen Komite Bangkit Indonesia, menolak 

pandangan itu. "Kalau orang yang selama ini kita duga positif saja faktanya 

negatif, bagaimana pula orang yang sejak awal sudah kelihatan buruk...," 

katanya bersungut-sungut. 


Sejatinya saya sependapat dengan Ferry. Cuma agar tidak dituduh "trial by the 

Politisiana", dan merangsang kawan sejawat beliau menjadikan saya pesakitan, 

saya harus menulis pembukaan seperti di alinea atas itu. Namun saya bisa 

menjelaskan kenapa Komisi III lebih memilih Antasari jadi Ketua KPK. Begini. 


Di dunia bisnis dikenal rumus manajemen the right person on the right place. 

Makna harfiahnya kita sudah paham. Di dunia politik rumus ini ditambah ..at the 

right time. Sebab di ranah politik the right person on the right place saja 

tidak cukup. Contoh globalnya Paus John Paul II (1978-2005).


Karol Wojtyla, Paus non-Italia sejak 1523 ini, adalah the right person asal 

Polandia. Naik Tahta Suci (right place) di Vatikan at the right time, karena 

kawasan Blok Soviet sedang bergolak. Sehingga JP II jadi sumber energi moral 

kaum tertindas di sana. Kalau bukan orang Polandia yang jadi Paus saat itu, 

belum tentu kekaisaran komunis Soviet bisa diruntuhkan. 


Nah, karena Komisi III dihuni para ahli hukum, sebagian di antaranya malah 

punya law firm, yang berlaku tentu rumus the wrong person on the right place. 

Orang salah belum tentu bersalah sebelum divonis di pengadilan. Makanya, secara 

naluriah ahli hukum akan membela orang yang menurut kita wrong person (apalagi 

bila uangnya banyak), dan menempatkannya di posisi right place. Antasari Azhar 

diganjar kursi Ketua KPK, verry verry right place karena menyimpan harapan 

banyak orang.


Demonstran senior Bram G Zakir termasuk yang paham soal ini. Dan ia melihat 

Antasari tidak sendirian. Makanya, Bram menantang para surveyor agar 

menyisihkan sedikit laba hasil menyurvei kandidat pilkada untuk meneliti 

sekitar 3000 jabatan strategis (right place) di negeri ini (legislatif, dirut 

BUMN, bupati, gubernur, wapres, presiden dan kabinetnya). Berapa persen yang 

diduduki wrong person?


Ah, tak usah repot-repot survei. Toh hasilnya pasti ini: 9 dari 10 jatabatan 

strategis di negeri ini ditempati orang yang salah. Lebih banyak the wrong 

person on the right place-nya! •


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

HDTV Support

on Yahoo! Groups

Help with Samsung

HDTVs and devices

Shedding Pounds

on Yahoo! Groups

Read sucess stories

& share your own.

.

__,_._,___

[beasiswa] (butuh info) Beasiswa magister hukum bisnis/ekonomi UGM

saya membutuhkan beasiswa magiter hukum bisnis/ekonomi UGM, bagi kawan2 yang mempunyai info termaksud mohon bantuan dari kawan2. terim aksih.
salam,
Rumawi Eswe


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] Re: POST POWER SYNDROME (1-a)

Quote:...kalau dosen model kaya gini mahasiswanya jadi apaaaa ? End of quote...

Tuhantu:...Ooooh...   Mas As As kalau mau berguru, salah alamat Mas... Kwekkwekkwekkwek... Gua nggak bakat jadi orang gajian... Gua bisa makan kok tanpa digaji Negara... Kalau hasilnya hanya nenteng map, nyari lowongan kerja kayak umumnya mahasiswa seperti sekarang ini... (guru mereka siapa..yah?)....Ogah aahhhh... :-o... Kwekkwekkwekkwek... Huahaha..huahahahaha...

Be Fun

Tuhantu

http://hole-spirit.blogspot.com



--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Asas Asas <asas2004asas@...> wrote:
>
> Hihihi
> Lucuuuuuu
> Maksudnya itu apa ?
> mBok nulis itu yang jelas maksudnya.
> Huahahahahahahah
> pakai nyekrol, pula
> kalau dosen model kaya gini
> mahasiswanya jadi apaaaa ?
> Huahahahahahahahaha
>
> tuhantu_hantuhan tuhantu_hantuhan@... wrote:
> Scroll Down....
>
>
>
>
> Terus...
>
>
>
>
> Kebawah lagi trus...
>
> Waktu tanggal di bawah berikut ini....
>
> Thu Aug 16, 2007 2:35 am Tanggal pertama kali cerita itu saya posting, 3 bulan lalu di antara Pembaca ada yg masih berfikir cerita Prof. Jend. Jasam kentutnya di bumi... ;-)
> Be fun
> Tuhantu
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Support the World Aids Awareness campaign this month with Yahoo! for Good
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Y! Messenger

Files to share?

Send up to 1GB of

files in an IM.

Green Y! Groups

Environment Groups

Find them here

connect with others.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] (Filosofi Hidup) Kesalahan (Lelucon) Pengalaman


1098
Maklumi kekurangan orang lain dan ciptakan kesempatan untuk orang agar menyadari kemampuannya. Mereka yang hanya melihat kesalahan adalah bodoh

Join to : www.groups.yahoo.com/group/curhatgame


Guru:"Anak-anak, pengalaman adalah guru yang paling baik."
Murid I :"Mengapa pengalaman kok disebut guru yang paling baik, Bu ?"
Murid II :"Karena pengalaman tidak pernah memberikan PR (pekerjaan rumah)."

Join to : www.groups.yahoo.com/group/crazycase

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Popular Y! Groups

Is your group one?

Check it out and

see.

Cat Groups

on Yahoo! Groups

discuss everything

related to cats.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Tidak Untuk Dibaca

Tidak Untuk Dibaca

Masih membaca juga kan? Saya yakin anda tetap akan membacanya
sekalipun diatas adalah untuk tidak membaca. Selanjutnya apa yang anda
lakukan? apakah anda mematuhi untuk tidak membaca? atau anda lebih
suka melanggar dengan membacanya ?

Mohon tidak terlalu serius membaca,
sebab email ini untuk di delete..

Wassalam,
agussyafii

============================================
Silahkan kirimkan komentar anda tentang tulisan ini di
http://agussyafii.blogspot.com Atau di sms 0888 176 48 72
============================================

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

Instant hello

Chat over IM with

group members.

Curves on Yahoo!

A group for women

to share & discuss

food & weight loss.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] The child is always there

The child never dies…nothing ever dies. The child is there, always is there, wrapped by other experiences…Wrapped by adolescence, then by youth, then by middle age, then by old age…but the child is always there.

You are just like an onion, layers upon layers, but if you peel the onion, soon you will find fresher layers inside. Go on deeper and you find more and more, fresher layers. The same is true about man: if you go deep into him you will always find the innocent child…And to contact that innocent child is therapeutic.
(Osho, The Wild Geese and the Water)




Move backwards. Every night for one hour before you go to sleep, move into the past, relive. Many memories by and by will be unearthed. With many you will be surprised that you were not aware that these things are there -- and with such vitality and freshness, as if they had just happened! You will be again a child, again a young man, a lover, many things will come. Move slowly, so everything is completed. Your mountain will become smaller and smaller -- the LOAD is the mountain. And the smaller it becomes, the freer you will feel. A certain quality of freedom will come to you, and a freshness, and inside you will feel you have touched a source of life.

Osho


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Green Groups

on Yahoo! Groups

share your passion

for the planet.

Health & Fitness

on Yahoo! Groups

Useful info for the

health conscious.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Indigo Girl

Indigo Girl
sung by Watershed


you're my little indigo girl
indigo eyes, indigo mind
and you're my little indigo girl
indigo smile, indigo frown

and I saw you crashing in, and I saw you crack a smile
I want you to be mine tonight
'cos you're my little indigo girl
it's a beautiful world, when you're around

it's a dream, it's a love
tonight

'cos every night I realize I need you close to me
but every night I compromise I lie here all alone

I long for you, my little indigo girl
it's a beautiful world
you are the queen and I'm the king
my little indigo girl, it's a beautiful world
when you're around

you are the queen, the queen of me
the queen of love, my lovely queen
tonight
tonight
tonight
oh tonight
tonight
my queen tonight
tonight
oh tonight
tonight
tonight




 


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Yahoo! Groups

Endurance Zone

A Yahoo! Group

for better endurance.

.

__,_._,___

Re: [psikologi_transformatif] Re: POST POWER SYNDROME (1-a1)

You may guess, if you want to ....................
Or
You may explain if you need to ....................
because
if you don't clarify anything
it means nothing at all .............
just like all of your writings .......................
that didn't mean anything at all ............
huahahahahahahahaha

tuhantu_hantuhan <tuhantu_hantuhan@yahoo.com> wrote:
quote:  Thu Aug 16, 2007 2:35 am   Tanggal pertama kali cerita itu saya posting, 3 bulan lalu di antara Pembaca ada yg masih berfikir cerita Prof. Jend. Jasam kentutnya di bumi... ;-) end of quote.
Tuhantu: Terkhusus Asas...;-).. . Mengapa data angka (tanggal) dan selisih waktu (3 bulan) itu jadi penting?... Ah, nanti ajah... Yang penting...
Be Fun...
Tuhantu

--- In psikologi_transform atif@yahoogroups .com, "tuhantu_hantuhan" <tuhantu_hantuhan@ ...> wrote:
>
>
> Scroll Down....
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Terus...
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Kebawah lagi trus...
>
>
>
> Waktu tanggal di bawah berikut ini....
>
>
>
> Thu Aug 16, 2007 2:35 am Tanggal pertama kali cerita itu saya posting,
> 3 bulan lalu di antara Pembaca ada yg masih berfikir cerita Prof. Jend.
> Jasam kentutnya di bumi... ;-)
>
> Be fun
>
> Tuhantu
>
.



Support the World Aids Awareness campaign this month with Yahoo! for Good

Sent from Yahoo! - a smarter inbox.


Sent from Yahoo! - a smarter inbox.


Support the World Aids Awareness campaign this month with Yahoo! for Good

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Popular Y! Groups

Is your group one?

Check it out and

see.

Cat Groups

on Yahoo! Groups

discuss everything

related to cats.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Expanded-DiSC ( 26-27 Desember 2007 )

HRD Forum Two Days Workshop
Personal Assessment with
Expanded-DiSC
For Non-Psychologist & Psychologist
(Assessment for Recruitment, Job Macth, Training, Replacement, Development, Team building)
 26-27 Desember 2007 - Fee Early Bird : Rp 3.000.000,-


E-DISC - CERTIFICATION WORKSHOP
 
The EXPANDED DISC has been deeloped from original vrsion in the last six years. This version was develop by organization who leads in technology and know-how in so many fields, is now home to the worlds most advanced assessment system.  It has 2 validated format in bahasa Indonesia and customized delivery reports options.
 
provides certification workshop in EXPANDED DISC products toHR Profesional as consultants, managers, trainers etc. in business and human resource/human capital, personal development, and organizational development.
 
The EXPANDED DISC products help delivers these outcomes for your employees or clients:
-          Advanced and comprehensive interpretation of 4 Factors System for Strategic Business Process Diagnosis
-          Tap into core strengths for top performance and leadership
-          Accelerate team cohesiveness and consensus through Team Culture Analysis
-          Optimize how to listen and respond for maximum impact
 
Why The Expanded DISC?
 
The EXPANDED DISC has been developed from original version in the last six years. This version was develop by organization who leads in technology and know-how in so many fields, is now home to the worlds most advanced assessment system.
 
Most of Psychologist and Non-Psychologist who use old DISC already upgrade their assessment to EXPANDED DISC. They like the enhanced technical and application capabilities of the EXPANDED DISC, as well as the fair and reasonable price. So, join the hundreds of organizations that have upgraded theirs assessment to Expanded DISC.
 
Workshop Objectives

 
To become familiar and comfortable with the EXPANDED DISC system
To understand about various applications of tools in the EXPANDED DISC
To learn how to score and interpret the basic and advanced reports in the EXPANDED DISC
 
Workshop Program
08.30 - 17.00 WIB
DAY 1 (