Minggu, 21 Oktober 2007

[psikologi_transformatif] HAMMURABI: Si Gila Kontrol Sejati

HAMMURABI: Si Gila Kontrol Sejati

Ini adalah sebuah cerita tentang tulang belulang, dan tentang persamaan dan perbedaan. Bagi manajemen, ini adalah sebuah perdebatan abadi antara berbagai kepentingan yang saling bertentangan : pendekatan yang konsisten dalam menjalankan berbagai operasi, versus fleksibilitas dan adaptasi lokal. Korporasi-korporasi raksasa telah sekian lama bertempur dan berjibaku dalam peperangan sipil seperti ini – sentralisasi versus desentralisasi, keseragaman versus otonomi. Dan pemimpin-pemimpin besar telah sekian lama berkutat dengan berbagai jenis keputusan yang ada sangkut pautnya dengan hal-hal seperti itu, setiap harinya. Dalam situasi ini, terlalu condong ke satu arah sedikit saja dapat berakibat fatal.

Hammurabi tercatat dalam sejarah sebagai seorang pembuat hukum, raja pertama yang merumuskan aturan-aturan dan perilaku-perilaku, di samping dia juga terkenal karena dipuji oleh banyak orang. Raja Babilonia ini hidup pada 1792-50 SM, dan ahli-ahli arkeologi telah berhasil menemukan berbagai kitab undang-undang yang disusun olehnya. Kitab itu begitu mengagumkan terutama jika kita lihat bagaimana mendetail dan spesifiknya semua aturan yang mungkin dapat dibayangkan orang, mulai dari harga sepotong sayap ayam hingga pada hukuman bagi orang yang mengenakan jubah dengan tidak semestinya.

Hammurabi benar-benar seorang yang gila aturan.
.........
Di dataran bagian timur Benua Afrika ini, terdapat se¬buah adat kebiasaan yang mengharuskan para pembuat roti menyisakan satu loyang roti setiap kali mereka memanggang sebagai derma bagi kaum miskin. Roti yang baru keluar dari panggangan biasanya ditaruh di sebuah birai jendela tertentu sehingga para fakir miskin, yang memang tahu bahwa roti tersebut disediakan bagi mereka, akan lewat dan mengambilnya. Perbuatan yang terpuji ini sudah berjalan dari generasi ke generasi, dan merupakan salah satu sebab keamanan dan ketenteraman dapat tercipta di kalangan masyarakat yang kurang mampu. Hukum kemudian mengubah ini semua.

Sesuai dengan Hukum Nomor 764, "Barang siapa mengambil barang apa pun yang tidak ia beli, dinyatakan bersalah atas tuduhan pencurian dan akan kehilangan tangannya." Dan meskipun hal ini bertentangan dengan adat ke¬biasaan setempat, sang gubernur bersikukuh menerapkan segala konsekuensi pelanggaran atas hukum tersebut. Empat puluh orang kaum papa kehilangan lengan mereka satu hari setelah prasasti hukum tersebut diterima di daerah tersebut. Berakhirlah tradisi menyisihkan seloyang roti bagi kaum duafa. Dan beribu-ribu orang yang tak mampu kemudian tewas, juga keluarga mereka dan hewan piaraan mereka, semua mengalami nasib yang sama.............
.............
Dan kemudian pulanglah dia. Sambil tersenyum, de¬ngan bangga dia mendekati danau kawah. Di sana, kelima ribu penduduknya sedang berpegangan tangan, menatap sesekali ke tepian danau, kemudian memalingkan wajah mereka menengok menatap Pak Tuh. Sebuah sentakan kaget terdengar dari mulut-mulut mereka ketika mereka semua menyadari bahwa Pak Tuh membawa pulang lembaran-lembaran batu. Rasa takut yang amat sangat menjalari mereka semua, dan mereka kemudian memandang kembali ke arah danau kehijauan di hadapan mereka sekali lagi. Kemudian Pak Tuh membuat mereka mendengarkannya.
"Jangan takut!" teriaknya. "Aku tidak membawa Hukum Hammurabi!" Mereka mulai menengadah, tersenyum, dan memiliki harapan kembali. Kemudian Pak Tuh menambahkan, "Yang aku bawa adalah Revisi Hukum Nomor Satu. Dan aku juga membawa yang lain: Perencanaan Strategis Hammurabi, dan juga Anggaran Tahunannya!"

Demi mendengar hal itu, kelima ribu manusia, secara bersamaan dan masih sambil bergandengan tangan, me-lompat ke arah jurang kawah dan lenyap ditelan ombak danau untuk menemui ajal mereka......

Baca lebih lengkapnya di http://appreciativeorganization.wordpress.com/2007/10/17/hammurabi-si-gila-kontrol-sejati/


Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Food Lovers

Real Food Group

on Yahoo! Groups

find out more.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Stay in Shape

on Yahoo! Groups

Find a fitness Group

& get motivated.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Indigo ALA vcl?

Kita seringkali mendengar orang-orang jenius seperti Einstein,
Newton, SchRoedinger dst mempunyai perilaku yang tidak umum dipandang
oleh masyarakatnya (walaupun juga tidak melanggar hukum). Sekarang
kita mendengar klaim mengenai Anak Indigo di milis ini yang sering
dikaitkan dengan kejeniusan, dan argumen tentang hal ini diperkuat
dengan perilaku yang aneh mirip dengan orang jenius.

Ada beberapa kesalahan berpikir disini, pertama kejeniusan ADALAH
terpisah dengan perilaku yang diambil secara spesifik. Kedua
Kejeniusan seringakali diukur dari IQnya atau dari Mahakarya orang
tersebut. Untuk lebih mendetailnya, kita bandingkan dengan mengambil
contoh Anak yang diaku sebagai Indigo dan bagaimana orang jenius
bekerja"

1. Inovator yang menghasilkan ide orisinil dan berguna
Jika para jenius adalah innovator (penemu) yang tergugah oleh ide2
yang baru dan mau mempelajari dengan tekun, anak2 indigo cuma bikin
fantasi atas ide2 yang muluk2 dan kemudian membual tentang ciptaan
yang sudah teruji pada konsumen.

2. Bermimpi untuk kegunaan yang lebih besar
Penemuan2 baru oleh para innovator yg jenius berguna buat kemakmuran
umat manusia. Fantasi atau impiannya para indigo hanya memuaskan
dirinya sendiri dan menipu masyarakat sekitarnya.

3. Kreator
Kreasi para jenius terutama dalam bentuk ilmu yang sulit dimengerti
oleh orang biasa, tetapi sangat berguna buat masyarakat, seperti ilmu
mekanikanya Newton, teori
relativitasnya Einstein. Anak2 indigo menghasilkan "kreasi" yang
tidak bernilai karena TIDAK MAU dikembangkan lagi.

4. Ketekunan, Kegigihan dan Kerendahan hati
Jika para JENIUS dengan itikadnya yang gigih dampaknya bisa menjadi
terkenal dengan nama harum sepanjang sejarah berkat ciptaan2 dan
penemuan2nya yang berguna buat manusia, anak INDIGO dengan keras-
kepalanya tidak mau berpikir hal yang lain, apalagi berpikir mengenai
efek samping dari semua yang dilakukannya. Semua dilakukan semata-
mata untuk kepentingan diri dan egonya saja dan duit.....

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Files to share?

Send up to 1GB of

files in an IM.

Best of Y! Groups

Check out the best

of what Yahoo!

Groups has to offer.

Fitness Challenge

on Yahoo! Groups

Get in shape w/the

Special K Challenge.

.

__,_._,___

re: [psikologi_transformatif] Yuk kita rame2 menghancurkan Vincent Liong

ad hominem?

--
gd

On 10/22/07, Timbangan Balance <timbang.balance@yahoo.com> wrote:

YUK KITA RAME2 MENGHANCURKAN VINCENT LIONG

 

Sejak beberapa Bulan ini saya memperhatikan peperangan di millis  psikologi_transformatif dan millis vincentliong, dalam rangka menghancurkan Vincent Liong & Ilmu Kompatiologi yang dideklarasikan Vincent Liong. Yang saya katakan  sebagai peperangan yang benar2 ganas dan kasar.

 

SAYA SANGAT PRIHATIN PRIHATIN ….. SEKALI LAGI   … PRIHATIN.

 

Serangan serangan terhadap Vincent Liong sangat gencar. Isinya benar-benar diluar batas Etika yang mendasar sekalipun. Segala sesuatu yang Anti Vincent dianggap Benar, yang PRO-Vincent dianggap Bohong Besar. Banyak data Chating yang dikarang-karang. Nama-nama berbagai orang besar juga di catut untuk mendukung pendapat masing-masing. Bahkan urusan Pengadilanpun mulai di sebut sebut. ANCAM MENGANCAM, CACI MAKI BERKELANJUTAN untuk hal yang sangat sepele. Pantaskah itu terjadi. 

 

Hari ini tgl 21 Oktober 2007 Saya membaca message dari Psikologi Transformatif hari ini tgl 21 Oktober 2007 yang berjudul  " Ajakan Transformasi" dan disertai " Kuesioner penelitian untuk mengevaluasi Kompatiologi ver 21102007".

 

Tujuan dan Isi Penelitian ini mudah sekali di tebak, ini bukan sekedar Penelitian dengan menggunakan Questioner.  Saya menduga, bahwa ini adalah: PENELITIAN YANG SUDAH DIKETAHUI HASILNYA …..  JAUH SEBELUM PENELITIAN ITU BERJALAN. Inilah Penelitian yang dirancang oleh pihak yang sedang bermusuhan dengan Vincent Liong.

 

Siapakah Team Penelitinya? Mohon di sebutkan.

 

Siapakah Korban Penipuan Vincent LIONG dan Kompatiologi:

Karena Audifax dan Leonardo Rimba adalah mantan pendukung Kompatiologi dan teman dari Vincent Liong  saya usulkan agar Audifax dan Leoardo Rimba hendaknya segera mengisi Questioner tsb sebagai Pelapor Korban  no. 1 dan no. 2 yang merasa tertipu oleh Vincent Liong dan Kompatiologi.

 

Ya saya  ingin sekali melihat,  bagaimanakah cara mereka bercerita sampai  menjadi korban kompatiologi dan baru sadar setelah ber tahun-tahun membela Kompatiologi dan menjadi teman Vincent. Ada dua versi jawaban, mengapa sadarnya perlu bertahun-tahun, mungkin Vincent Liong begitu sakti sehingga terhipnotis di bawah pengaruh Vincent, atau memang Leonardo Rimba dan Audifax bermasalah dan bekerja berdasarkan kepentingan sesaat saja.

 

Saya ingin melihat apakah Leonardo Rimba dan Audifax berani mengaku menjadi korban Kompatiologi dan bagaimanakah caranya mereka menuliskan ceritanya dalam Questioner. Kalau tidak berani mengisi …. ya …. Bancilah. Ya ini  akan menjadi LIFE SHOW yang sangat menarik. Jujur saja aku menikmatinya disamping  …. merasa jijik sekali ….. atas idée mencari korban Vincent. Mengapa mereka ngak sekalian mencari kutu di rambut Vincent dan Vincent memberi mereka penghargaan yang setinggi tingginya dalam mencari Kutu Vincent.  Ini akan Lucu sekali.

 

Singkatnya hasil penelitian tersebut diatas memang diperlukan oleh kubu millis AUDIFAX. Dalam Rangka menciptakan Bukti-bukti untuk menghancurkan Vincent Liong. Bukti bukti ini memang dibutuhkan kubu AUDIFAX.  Nah apakah ini adalah Penelitian yang ilmiah dan independent.

 

PERKIRAAN HASIL PENELITIAN AUDIFAX:

Hasil Penelitian ini  kira-kira akan berbunyi: Vincent dan Kompatiologi telah menimbulkan korban-2.  

 

Korban no. 1 dan 2 adalah Leonardo Rimba  dan  Audifax, yang mungkin saja sudah sempat menjadi Pendukung dan Pendekon Kompatiologi. TETAPI MENOLAK MENGISI Questioner.

 

Konklusi hasil penelitian lainnya mungkin berbunyi: Vincent adalah Pembohong dan patut dihancurkan at any cost, Vincent Goblok, Vincent menggunakan Ilmu Naluri Binatang, Vincent tidak mau sekolah, Vincent tidak Scientific, Vincent mau mengatur Orang Lain.  Tidak mustahil Penelitian ini akan dilengkapi juga dengan data data  palsu seperti yang dilakukan sebelumnya. Salah satu konklusi hasil Penelitian mungkin juga berbunyi:  Vincent tidak mengerti Psikologi dan entah apalagi. Ya pokoknya yang negative sajalah.

 

Dari manakah saya tahu Hasil penelitiannya, sedangkan penelitiannya yang belum berjalan? Ya kok repot repot, lihatlah Pameran Kebodohan mereka dalam millis dalam mencaci maki Vincent Liong dan Kompatiologi. Sebetulnya kasihan saya terhadap mereka, mereka sudah  stress dan putus asa  meskipun bersikap gagah dan guyon terus ….. cobalah baca millis mereka yang ngawur, saling mendukung dan menghibur satu sama lain. Ngak percaya cobalah baca tulisannya. Apalagi Vincent lagi panen besar dalam kompatiologi.

 

Sebenarnya mereka memang kelewatan, Dr Tony pun di singgung-2 bahkan oleh Harez yang merasa Ilmuwan. Tetapi Ilmuwan yang tidak berani terjun ke Plaza Senayan untuk Survey.  Sorry ya,  Harez ini kritik sehat saya.

 

Namanya ahli Rekayasa, Dr Tony yang tidak tahu apa-2 juga dibuatkan REKAYASA CHATTING DENGAN VINCENT LIONG.  Lihatlah Chatting tersebut di millis psikologi Transformatif. Tahukah Vincent, Vincent harus berterima kasih kepada mereka (yaitu Kubu AUDIFAX) karena Jasa gratis Caci Maki Beliau Beliau inilah  yang mendorong Dr Tony mengenal kwalitas musuh Vincent Liong dan sekaligus menjadi lebih percaya kepada Kubu Kompatiologi. Akhir-akhir ini Dr Tony menjadi sangat aktif dalam Kompatiologi dan mensurvey setiap orang.  Jika Vincent tidak di Caci Maki begitu keras mungkin saja Dr Tony masih ragu akan ilmu Kompatiologi..

 

Harez yang terhormat,  saya juga ilmuwan yang saya kira jauh lebih tua dari Anda,  saya usulkan Anda harus lebih rendah diri, sebetulnya survey itu tidak perlu berkoar koar terus. Lihatlah Dr. Tony yang benar benar melakukan Survey turun ke Lapangan.  Visiting member dari Kompatiologi dengan penuh Kerendahan hati.

 

One day saya akan sharing Pandangan saya mengenai cara Anda menghadapi Vincent.

Sekarang jangan banyak2 dulu ya. Mengenai Cara Petinggi-Petinggi Psikologi menghadapi Vincent. Bukan semuanya lho.

 

Play Back sebentar ya.

Saya ingin bertanya kepada Audifax, Kalau dulu setahu saya Audifax adalah Penyerang Psikologi Mainstream yang sangat mematikan dengan referensi-referensi yang panjang dalam article nya. Terus terang inteligensi saya tidak dapat mengerti tulisananya. Pertanyaan saya adalah : Apakah sekarang anda sudah ganti haluan juga? Atau  masih tetap konsisten Sikap Anti Psikologi Mainstream?

 

Jika tidak salah, Audifax (Kitab Api) dan mungkin juga Leonardo Rimba (Kitab Angin Hening) adalah Penulis Kitab Kompatiologi (dapat di-search di maillist komunikasi_empati@yahoogroups.com emailnya).

 

 

Mengapa saya berkesimpulan demikian:

Karena Peneliti adalah Pihak Psikologi_Transformatif, yang dimiliki oleh Bp. AUDIVAX dan Teman-2 yang sedang berperang melawan Vincent.

Audifax adalah mantan Teman Vincent bertahun tahun yang kemudian bermusuhan dengan Vincent. Saya juga belum mengerti kenapa? Leonardo Rimbapun demikian.

 

Dalam berbagai tulisan Team Pembasmi Vincent telah menuliskan nama-nama Besar dalam Psikologi dari berbagai Universitas yang mendukung mereka. Ternyata dukungan itu dukungan palsu setelah di cross check lewat Telepon oleh Vincent Liong. Malu deh ah.

 

Sebelum mengumumkan penelitiannya mereka menyebutkan sejumlah nama-nama anggotanya dalam tulisan  yang berjudul "Ajakan Transformasi". Apakah  Penelitian ini direstui oleh orang-orang tersebut? Saya meragukan, apakah mereka mendukung penelitian ini? Memang dukungan tersebut tidak diucapkan secara explicit, tetapi ditampilkan bersama-sama agar terkesan mendukung.

 

Nama-nama yang tercantum secara lengkap adalah sebagai berikut:

Anggota yang telah terdaftar dalam milis ini antara lain adalah para pembicara dari simposium Psikologi Transformatif : Edy Suhardono, Cahyo Suryanto, Herry Tjahjono, Abdul Malik, Oka Rusmini, Jangkung Karyantoro,. Beberapa rekan lain yang aktif dalam milis ini adalah: Audifax, Leonardo Rimba, Nuruddin Asyhadie, Mang Ucup, Goenardjoadi Goenawan, Ratih Ibrahim, Sinaga Harez Posma, Prastowo, Prof Soehartono Taat Putra, Bagus Takwin, Amalia "Lia" Ramananda, Himawijaya, Rudi Murtomo, Felix Lengkong, Hudoyo Hupudio, Kartono Muhammad, Helga Noviari, Ridwan Handoyo, Dewi Sartika, Jeni Sudarwati, FX Rudy Gunawan, Arie Saptaji, Radityo Djajoeri, Tengku Muhammad Dhani Iqbal, Anwar Holid, Elisa Koorag, Lan Fang, Lulu Syahputri, Kidyoti, Priatna Ahmad, J. Sumardianta, Jusuf Sutanto, Stephanie Iriana, Yunis Kartika dan masih banyak lagi

 

Bp. Juswan Setiawan dan Vincent Liong yang dulunya di elu-elukan sebagai Penulis Hebat tentunya tidak dimasukan. Hal ini masuk akal, karena mereka tetap berada di sisi Kompatiologi. Meskipun kata Vincent sempat mendapat mendapat Penghargaan dari Audifax dalam lomba menulis di millis Psikologi Transformatif Award dan mendapat uang sebesar kira-kira Rp. 200.000,- yang di transfer oleh Audifax.sebagai hadiah.

 

Ini adalah penelitian, yang tidak lain hanya ingin membuat Kuestioner untuk menjatuhkan Vincent Liong dan Kompatiologi.  Saya menduga Data Palsu Pengakuan Korban-korban Kompatiologi untuk mendiskreditkan Kompatiologi akan menyusul. Yang membuat ya siapa lagi  ya kelompok Anti Vincent Liong. Melihat cara mereka berkomunikasi di millis, Mereka tidak merasa salah kok untuk memanipulasi data, sambil tertawa keras sambil …..    maaf ya …..stress ……. menghadapi Vincent. Sambil saling mendukung satu sama lain, untuk menegaskan bahwa mereka adalah Penulis yang terbaik. Ya ngak  Bp. Goenardjoadi Goenawan yang terhormat yang dikenal sebagai ahli "HATI NURANI", NAMUN SIKAPNYA JAUH DARI "HATI NURANI".

 

Ya singkatnya ini adalah ajakan untuk "YUK KITA RAME2 MENGHANCURKAN VINCENT LIONG",

 

Saya jelas mendukung Vincent Liong. Vincent diharapkan tenang dan biarkanlah mereka melakukan Penelitian. Toh Vincent tidak dapat menutup mulut mereka, sebaiknya didiamkan saja. Saya setuju sikap pihak Kompatiologi yang ingin bekerja secara diam diam. Dan tidak perlu menghabiskan tenaga menanggapi Kelompok Anti Vincent Liong.

Saya setuju bahwa mereka sudah lelah dan stress. Jangan di tekan terus, kasihan. Tapi ya tolonglah jangan membuat ulah terus. Kritik pedas boleh2 saja, tapi main kotor itulah yang akan menghancurkan mereka sendiri.

 

Saya mohon maaf karena saya menggunakan nama samaran. Mengapa karena saya juga takut di terror dan di del-edel oleh Kelompok Anti Vincent Liong. Seperti yang dilakukan kepada member-member Vincent Liong. Bagi teman teman yang sudah tahu identitas saya, mohon dirahasiakan, karena ini berbahaya.

 

Perlu diketahui saya sudah  mengenal Audifax dan teman-temannya Tahunan, bukan hanya lewat email / internet, tetapi sering bertukar pikiran pada saat sebelum mereka bermusuhan dengan Vincent Liong.

 

Pesan saya:

Waspadalah  pada data yang palsu. Data Palsu dan nama samaran mudah sekali dibuat didunia Internet. SPAM yang menggunakan nama Vincent Liongpun sudah banyak.

Kedua Pihak baik kelompok Anti Vincent Liong dan Kelompok PRO Vincent harap tenang dan kalem saja. Janganlah menerapkan strategi  "mau menang sendiri" dan  "asal tembak saja".. Perang itu tidak ada gunanya. Bela diri boleh tatapi frekwensinya bolah dikurangi.

Jika kedua kubu  tidak cocok, ya jagalah jarak sehingga sehingga tidak bertabrakan.

Hargailah Perbedaan yang mungkin ada. Hargailah COEXISTENSI, SEHINGGA TIDAK BER-DARAH-DARAH.

Berilah kesempatan Kompatiologi berkembang. Kalau Anda tidak percaya kompatiologi itu hak Anda. Tetepi kalau orang lain percaya kompatiologi itu juga hak mereka. Hargailah hak mereka. Sebaliknya mengeritik Kompatiologi ya boleh boleh saja.

Setahu saya Kompatiologi tidak pernah berjanji macam-macam. Kalau ada yang ngak jalan itu biasa. Dokterpun tidak selalu sukses menyembuhkan pasiennya. Kalau mau di Blow-Up ya silahkan saja. Terdekon yang benar2 komplain setahu saya tidak ada. Kalau Kompatiologi  sukses  50% saja itu sudah HUUUUEEEBAAAAT. 

Saat ini terkesan Pihak musuh Vincent yang begitu giat berambisi menghabisi Vincent, sedangkan teman-teman Vincent biasa-biasa saja. MENGAPA MENGAPA ….. MENGAPA? 

 

SOME PEOPLE THINK "COMPETITION", WE THINK "PARTNERSHIP".  Inilah bunyi  iklan Perusahaan keuangan CREDIT SUISSE di TV program CNBC yang bekerja bermotifkan UANG.  Maksudnya jangan iri hati dan berkompetisi terus, tetapi ingatlah Partnership. Pedoman Perusahan yang bermotif uangpun dapat memikirkan hal semacam itu.

 

Kita patut malu kita kalau harus merasa berkompetisi dengan Kompatiologi yang masih seumur jagung muda. Nilai uangnyapun masih sangat sangat kecil.  Ya uangnya masih terbatas pada Fee untuk Pendekon dan KECIIILL sekali. Jadi Janganlah  berkompetisi yang tidak ada gunanya, apalagi kalau tidak ada uangnya. Kalau cari Kebenaran jangan ngotot ngotot.

 

Pak Vincent yang terhormat, kalau urusan debat di Internet Vincentlah yang paling bodoh, mengapa bodoh, karena Vincent yang masih muda Belia begitu serius berdebat dan menghabiskan tenaga terlalu banyak di Internet.  Pinter sedikit ya Vincent, Apalagi berdebat di Bidang Kompatiologi, Psikologi, Ilmu mata ke 3, wah  ….  cape deh …….   Ini hanya akan menghabiskan waktu dan mencari musuh.   Apalagi kalau berdebat dengan pabrik_t , derajat Andapun akan merosot. Saya tidak mau ikut debat-debat semacam ini, ya mungkin juga saya tidak mampu, lebih baik mengaku bodoh, meskipun mungkin saja bodoh beneran.

 

Kalau Vincent main Dokter-dokteran secara serius seperti anak kecil ya biarkan saja. Sang Dokter yang bertitel  tidak perlu marah apalagi merasa tersaingi. Bahkan jika bocah Dokter Kecil dan Palsu ini memberi Teh Botol kepada Pasien dan Pasien merasa disembuhkan, ….  ya biarkan saja. Katakan saja Alhamdullilah (maaf  kalau salah spellingnya). Kok Repot Repot kata Gus Dur.

 

Tetapi,  kalau pihak musuh Vincent menciptakan berita,  bahwa korban Vincent Liong bermasalah kesehatannya karena Diabetes dan disuruh minum Teh Botol yang bergula. Ya ini salah sendiri, Diabetes kok mau minum the bergula,  ya … sebenarnya  ini terkesan mengada-ngada sekali, apalagi kalau datanya fiktif orangnya tidak ada. Pihak Kubu Anti Vincent Liong ini memang keterlaluan. Sebenarnya sih tidak tahu malu, dan tidak berusaha menutupi REKAYASA REKAYASANYA. Apa sih untungnya menjatuhkan Vincent?  Katanya Olah Raga dan mendapat kepuasan Jiwa menjatuhkan Vincent Liong. Nah Pak Harez yang berprofesi  psikolog Anda mendapat tantangan untuk menyembuhkan pabrik_t yang hobbynya aneh aneh ini. Olah Raga mengerjain orang lain menjadi kepuasannya. Apalagi memanipulasi Data dan entah apalagi yang disebut Vincent dengan istilah "Sita Jaminan". Prioritas kerjaan Pak Harez itu salah, orang seperti pabrik_t inilah yang perlu di survey atau diperiksa, bukan cari kutu Vincent Liong.  Vincent Liong tidak pernah masalah kok kalau tidak di bilang Scientific. 

 

Para Psikolog yang doyan perang teori juga jangan sombong2, Coba Tanya Psikolog siapapun atau Psikolog Audifax Berapa % kah dari mahasiswa Psikolog yang pernah berurusan dengan Penyakit kejiwaan, baik secara langsung maupun tidak langsung ? Sebenarnya Tinggi sekali lho persentasinya.   Sumber Beritanya saya ambil dari berbagai Mahasiswa Psikolog dan juga dari Psikolog Audifax,  Benarkah demikian Audifax?   Anda membenarkan hal itu bukan Audifax. Saya sudah mendengar jawabanmu. Kalau ngak ya minta maaf. Audifax, sudah tahukah siapa saya? Kalau tahu ngak apa2, Asalkan jangan diberitahukan ke pabrik_t, nanti saya dikerjain dan dibuatkan Rekayasa Cerita macam macam.

 

Apalagi himpitan ekonomi yang sangat tinggi membuat para lususan Universitas serba stress dalam survival mencari Pekerjaan. (Catatan: Bukan hanya Psikologi lho, jurusan lain juga).

 

Saat ini banyak sekali manusia yang bermasalah. Urusan Pacar, Suami Istri, Bapak Anak Urusan Uang dan harta, urusan moral ….  . Leo tahu hal itu …..   ya ngak Leo.  .. 

 

Kok kita ini kengangguran kalau mau menghabisi Vincent yang suka sok berteori dan masih lucu2-nya dan kadang kadang penuh keajaibannya. Justru biarkanlah dia beraksi, asalkan kita tidak mudah iri hati kepada ketenarannya. Kritik atas kekurangan kekurangan Vincent boleh-boleh saja.

 

Tetapi jangan pula seperti Leo yang terlalu DINAMIS dalam bersikap, dulu LEO menyerang habis-habisan Institusi Pendidikan yang tidak mengerti menangani Mahasiswa Vincent Liong yang indigo, serba Genius dan berbakat itu, sehingga Vincent Liong rela mau Drop Out kan sendiri. Namun, lain dulu lain sekarang., sekarang Vincent Liong dianggap LEO Goblok, Naluri Binatang dan tidak mau sekolah. Sebetulnya disinilah konsistensi pendirian LEO yang agak terganggu dan mungkin juga disebabkan urusan kompetisi dan perbedaan dalam Ilmu. Leo harus memberi penjelasan atas perubahan sikap ini. Pada suatu ketika aku akan sharing dengan LEO kalau LEO kembali menjadi teman Vincent.  Penjelasannya LEO di millis benar-benar masih penuh rasa dendam dan caci maki. LEO harap- bersikap lebih tenang dulu dan merenungkan semuany itu. Apalagi jika kita mendengar cerita Kwan In yang datang ke Vincent atau LEO? Apakah Leo juga calon pasien psikolog bp. Harez. 

 

Buat apa rebut-ribut sok Ilmiah, Vincent pun sebenarnya tidak pusing-pusing amat dianggap Ilmiah atau tidak. Dari dulu itu itu saja yang diributkan ILMIAH ILMIAH ILMIAH . Emangnya Gue Pikirin.

 

Buat apa ribut Vincent mau sekolah atau tidak. Mungkin Orang Tuanya mungkin juga tidak Pusing dan bias memahaminya. Lain hal-nya jika Anda hanya mau cari kelemahan Vincent. Please GO ON, tembak saja terus, nanti juga cape sendiri. Ingat Vincent punya Pistol kertas dan punya ilmu Dora Emon yang dapat menyulap Pistol kertas menjadi Pistol beneran. Pak Harez begitu saja tersinggung. Life is Fun lho, tetapi jangan kebacut.

 

Buat apa perang-perangan terus, duitnyapun ngak ada. Pialanya penghargaanpun  tidak ada. Ini hanya pameran Nafsu Menyerang dan Pameran Kebodohan.

 

Apalagi kalau mengeroyok rame2. ngak fair lah. Yang Tua dan sudah bertitel S1 S2 dan S3 rame2 menyerang  anak ingusan yang hanya punya title SMA.  Apalagi kalau Mengatasnamakan dunia PSIKOLOGI Indonesia dan Dunia ILMIAH.

 

Vincent pun diharapkan  untuk bersikap lebih rendah diri. Vincent jangan membanggakan Ilmu atau Penghasilan nya yang lumayan dan jangan sombong. Jangan merasa sudah sukses.  Pengalaman pengalaman perang ini ada hikmahnya juga buat Vincent, biar dia tahu dia sudah tidak kecil dan lucu lagi seperti dulu, agar dia tahu bahwa teman yang terdekat dapat saja menjadi musuh berbunyutan. Hati-hati  kepada pihak teman yang selalu memuji terus dan kemudian menjadi musuh.

 

Percayalah, bahwa mayoritas Publik yang ber diam diri itu tidak bodoh dan  tahu apa yang sedang terjadi meskipun mereka pusing juga melihat Peperangan ini yang serba amburadul.  

 

Yang paling suka cuap2 gagah berani dengan sikap kasar itulah yang patut dipertanyakan creditbilitasnya. Kasihan dia, karena dia tidak tahu apa yang sedang dilakukannya.

 

Cari uang sudah cukup susah, dunia maya di millis tidak mengenal krisis ekonomi, tetapi lihatlah keluar ke Dunia nyata, Anda akan sadar betapa sulitnya hidup ini. Pengangguran dan kemiskinan dimana mana.   Banyak orang yang susah dan menjadi sakit jiwa. Oleh karena itu janganlah perang terus, emangnya kita pengangguran dan hobby oleh raga berperang? Cobalah kita menciptakan suasana yang lebih damai.

 

Saya baru menulis sekali ini, tapi saya juga mulai bertanya tanya untuk apakah saya  luangkan waktu untuk menulis hal hal ini. Mungkin saya masih kurang kerjaan saat ini. Saya harap saya tidak menjadi Penulis Millis di Internet., yang seharian kerjanya BERINTERNET, apalagi kalau ber-perang-perangan terus atau Sok-sokan ILMIAH.

 

 

Harez:

Ilmuwan yang hanya belajar dari Chating saja, belajar dari Literatur, COPY AND PASTE  saja kwalitasnya patut diragukan. Apalagi jika Anda suka sekali menyebutkan dukungan dukungan dari Petinggi Petinggi Psikologi.  Saya yakin mereka sebenarnya keberatan atas hal tersebut. Perlukah ia membunuh Vincent sekecil semut harus pakai Bom Atom. Rendah hati itu perlu. Betapa banyak study mengenai kemanusiaan tentang …. Ambillah contoh …. Perang Vietnam  …. Surveyor tidak pernah ke Vietnam dan membuat teori macam2 tanpa mengenal tradisi rakyat Vietnam, Hasilnya diatas kertas terlihat scientific tetapi sebenarnya suatu sampah yang bau. Dokter jaman sekarang pun tidak berani sembarangan menuduh dan menjelekan SIN SHE atau Ahli Akupuntur dari cina itu BERBOHONG, Sin She Cina memeriksa orang hanya menekan nadi saja di pergelangan tangan dan tahu Penyakitnya. Ilmuwan sejati menyadari,  bahwa tingkat Ilmu  Pengetahuan masih sangat cetek,banyak hal yang belum dapat di jelaskan dengan baik oleh Psikologi. Perbintangan, Peramalan, Indigo semuanya adalah bagian dari Psikologi bukan? Hanya saja Psikologi kita belum sampai kesana. Arogansi Ilmuwan kita saja yang sangat tinggi, karena belum mengerti diatas langit masih ada langit.

 

Ilmuwan Asing  akan sangat senang kalau ketemu anak model Vincent Liong. Guru Asingpun demikian. Mereka tidak akan mencari kutu dirambut Vincent seperti yang Anda lakukan dengan jargon-jargon ilmiah macam-macam. Dosen dari Australiapun pernah datang mencari Vincent. Head Principle Sekolah Gandhipun tahu kwalitas Vincent, meskipun sekolahnya amburadul. Ilmuwan Indonesia seperti Anda mungkin sebaliknya, sebel dan gemes menghadapi Vincent Liong.

 

Bp. Harez, jangan lupa kapan kasus-kasus hukum Vincent Liong akan dipersidangkan.. Sedikit berbicara banyak bertindak itu lebih baik.  

 

 

Saya pribadi mohon maaf jika ada kata-kata yang menyakitkan berbagai pihak. Jangan aneh kalau saya tidak akan menjawab semua reaksi atas tulisan ini karena  saya bukan Pengangguran dan Professional MILLIS yang hanya ngurusin millis. Saya terpanggil menulis, hanya karena sikap kubu Audifax dan ilmuan-ilmuan lainnya yang secara bergantian menyerang kubu Vincent Liong secara membabibuta dan Vincent Liong masih bodo, Juswan Setyawan dan Istiani pun masih sangat lunak dan terlalu baik.

 

Sekian dan terima kasih Anda telah membaca.

 

Salam

 

Timbang.Balance@yahoo.com

Monday, 22nd October 2007


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

 

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Green Y! Groups

Environment Groups

Find them here

connect with others.

Best of Y! Groups

Check out the best

of what Yahoo!

Groups has to offer.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Orang yang melankolis itu romantis lho !

VAJRA ITU DICIPTAKAN UNTUK DIPAKAI

K = Komang
L = Leo

K = Pagi, Pak. Saya Komang Suardhita, 32 th, Denpasar.

L = Pagi, Mas Komang !

L = Fotonya Mas Leo jadul tuh, yang muncul di TV
kemaren agak laen deh. BTW, mau tanya nih. Gimana
caranya mengendalikan/ mengontrol kemarahan ? Kemaren
ada diskusi tentang vajra. Apa nggak bahaya tuh buat
diri sendiri ? Buat badan kita ? Karakter dasar saya
emang pemarah. Suka nyakitin.

L = Gak bahaya. Vajra itu DICIPTAKAN UNTUK DIPAKAI.
Pakai saja.

K = Saya pernah pakai, trus orang yang kena emang
kesakitan dan saya merasa bersalah; hanya gara2
cemburu. Kata orang pinter yang kemaren baca telapak
tangan saya, kalo suka mara2 gitu bakalan cepet mati.

L = SO WHAT, GITU LHO!!! Kalo cepet mati, ya cepetlah.
So what ?

K = He..he..he...

L = Kalo marah, ya marahlah, gak usah ditahan. Mao
cepet mati, ya cepet matilah, gak apa2. That's the
SOLUTION. Tapi (diem2 aja yah), ternyata you will find
out later kalo jadinya umur panjang. Ternyata malah
bisa JADI UMUR PANJANG karena GAK TAHAN MARAH. Kalo
tahan marah malah jadi umur pendek. Banyak kesel bisa
sakit. Kalo sakit2an bisa cepet mati.

K = Ya.. ya.. betul sekali. Tahan marah malah umur
pendek.

L = Jadi solusinya is, kalo mao marah, ya marahlah.
Pada akhrnya, setelah semuanya itu dikeluarkan, orang
akan BELAJAR. Kita belajar; bahkan MELALUI AMARAH
KITA. Kita belajar bahwa ternyata kita bisa MELEMPAR
VAJRA tanpa merasakan EMOSI AMARAH. Itu kan Arjuna di
Kurusetra.

Dalam dialog dengan Khresna tentang TANGGUNG JAWAB
seorang Ksatria, ada pertimbangan2 moral dari Arjuna
yang dijawab dengan VERY SIMPLE oleh Kreshna. Apa yang
harus dilakukan, ya lakukanlah. Kalau harus melepaskan
panah itu, ya lepaskanlah. Tanpa dendam, tanpa
amarah,... LEPASKANLAH SAJA.

Syuurrrrr..... Seeetttt.. Seettt.. Ratusan orang mati
di Kurusetra lewat tangan Arjuna. Dan Kreshna
menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.

K = "... melepaskan vajra tanpa merasakan emosi
amarah..." - wow, what a words!!! thanks

L = Ratusan orang mati di tangan Arjuna. Dan DEWA
WISNU menyambutnya dengan bilang "GOOD, you are a
KSATRIA !" Kreshna is INKARNASI WISNU, dewa yang
mengatur EMOSI2, HUBUNGAN ANTAR MANUSIA. Dan Arjuna
dibimbing oleh Kreshna untuk MELEPASKAN PASOPATI TANPA
AMARAH, TANPA DENDAM.

Di Kurusetra cuma ada tugas. TUGAS SEORANG KSATRIA.
Itu pelajaran yang diterima oleh ARJUNA dari mulut
PRABU KRESHNA. Dari TITISAN DEWA WISNU SENDIRI.
"Get rid of your angers, do your duties !" --Cuma itu
saja. GAK ADA CARA LAIN.

K = Okay... great conversation, thanks a lot. Perhaps
this is an "e-upanishad"... he..he..he... Jaman
sekarang upanishad tidak harus dekat secara fisik.
Sekali lagi thanks. See you later, bye... !

+++++++++++++

ITU TERNYATA SEKARANG LAKU KERAS

K = Karya
L = Leo

K = Met pagi, Mas !

L = Pagi, Mas Karya !

K = Sekedar tukar pikiran dan pemahaman UNIVERSAL,
tanpa LABEL, tanpa AGAMA.

L = Ya, itu ternyata sekarang LAKU KERAS. Pedahal dulu
buat "jualan" gituan kan pada takut2. Sekarang eh jadi
MODE BARU. Ha ha ha.. Lha, ternyata kita jadi PELOPOR
DAGANGAN BARU, Namanya UNIVERSALISME. Ha ha ha...

K = Tul Mas, faktanya manusia-manusia Kitab pada
kelabakan.

L = Biar aja, dari dulu juga mereka memang UDAH PADA
KELABAKAN. Cuma pura2 tenang aja, pura2 gak ada apa2.
Biarin aja.

K = Perubahan pemahaman tentang KONSEP TUHAN sudah
mulai nyata hari ini, saat ini dan detik ini.

L = Ya.

K = Bahwa kita sdh tidak bisa lagi MIMPI dan MENGHAYAL
dengan panduan Kitab Suci dan Hadis yang
ditulis pada jaman KOLO BENDO. Kebetulan NGEMBARA
ketemunya selalu dengan orang2 seperti sampeyan.
Padahal sejak awal Bpk yang asli KEJAWEN sering bilang
bahwa kamu harus JADI DIRI SENDIRI. Eh... dasar santri
gundhul, saya kok mbalelo ?

Mas Leo, aku ada mo nanya tentang Fenomena leh gak,
tapi rasanya kok sdh ada dlm pikiran saya bahwa akan
dtg masanya menusia seperti GABAH DIINTERI. Ini, Aku
melihat BULAN KEMBAR terus tenggelam di ufuk, dan
tiba2 muncul PERAHU BESAR yang membawa kelompok
manusia dan aku ada di dalamnya. Dunia berubah jadi
gelap dan kelam, Mas, ada apa yah ?

L = Itu simbol PERJALANAN BATIN. Mereka yang sudah
siap memang akan BERANGKAT PERGI. Kita akan pergi ke
tempat lain, bukan kembali ke dunia ini lagi. Hanya
yang telah siap akan diangkat pergi dengan PERAHU itu.
Pergi ke tempat yang ... yah, katakanlah lebih tinggi
dari tempat kita sekarang. Yang belum siap akan tetap
di bumi ini, yang nampak GELAP GULITA itu.

Bulan kembar adalah simbol dari DUNIA KEMBAR.
Maksudnya, ada DUNIA INI yang akan kita tinggalkan.
Dan akan ada DUNIA NANTI kemana kita akan pergi. Itu
simbol dari dua tempat persinggahan... Ada juga PERAHU
sebagai simbol dari sarana yang akan membawa kita
pergi dari dunia ini ke dunia berikutnya. Memang
seperti beras yang diinter. Yang jatuh itu adalah
manusia yang HARUS TETAP DI BUMI INI. Yang terpilih
akan masuk PERAHU dan pergi ke DUNIA BERIKUTNYA.

K = Yah.. ya... saya masih ingat tentang pesan Pak dhe
saya yang umurnya 115 thn. Gini Mas pesennya, Le iki
jaman wis PETENG DHEDHET ( gelap gilita ) ati2 kowe
sing KUAT gondhelan AL FATEKHAH. Saya maknai yaahh
KUAT gondhelan pada DIRI SENDIRI gitu yah Mas ?
Menjadi DIRI SENDIRI rasanya akan menumbuh kembangkan
untuk MENGENAL DIRI. Dengan MENGENAL DIRI otomatis
akan MENGENAL TUHANNYA..??? apa gitu...?

L = Kowe sing kuat gondhelan Al Fathekah. Hmmm....
yang kuat itu YANG TIDAK MEMILIKI APAPUN. NON
ATTACHMENT. Tidak ada keterikatan pada apapun. Itu kan
Al Fatihah. Ikhdinas sirotol mustakim.. Untuk Melalui
Sirotol Mustakim... kuncinya cuma satu; TANPA BEBAN,
TANPA MEMBAWA APAPUN.

Itu kan titian serambut dibelah tujuh. Gak bisa bawa
apapun untuk lewat titian itu. Yang bisa lewat itu
cuma yang KUAT ROHANI. Yang kuat rohani itu TIDAK
MEMBAWA APAPUN. Bahkan tidak membawa rambut sendiri.
Wong titiannya itu lebarnya serambut dibelah tujuh.
Itu interpretasi aku. Tanpa membawa apapun. Komplit
Ikhlas dan Pasrah. Tanpa membawa bahkan amal dan
ibadah. Itu intepretasi aku.

K = Yups.. artinya KITA DATANG dengan SENDIRI, tanpa
segala ATRIBUT baik itu AMAL, IBADAH, ILMU, SYARIAT
bahkan MA'RIFAT harus kita TANGGALKAN untuk menghadap
sang KHALIQ..??

L = Lha, kalo mao bawa amal dan ibadah, ntar di
Sirotol Mustakim bakal JATUH. Jembatan Sirotol
Mustakim GAK KUAT buat menahan beban dari orang2 yang
lewat dengan membawa AMAL DAN IBADAH.

K = Yah... aku jadi teringat seruan Kitab Suci yang
isinya demikian Mas: Wahai JIWA yang TENANG masuklah
kedalam BENTENGKU... Ternyata kita memang harus MASUK
kepada-NYA seorang DIRI..!!!. Gak ada lainnya...!!

L = Ya.

K = Mo kamu Islam kek, Katholik kek, Hindhu kek, Budha
kek, ato gak beragama sama sekali kek.. jika JIWANYA
TENANG dan DAMAI... monggo kata Tuhan.

L = Ya, memang begitulah.

K = Hik... ternyata banyak manusia beragama ini yang
gak PAHAM tentang ajaran Kitab Sucinya, hingga harus
KESANDUNG KESAMPAR dengan pengertian HARAFIAH
(tulisan) yah.. yah..

L = Ya, namanya juga manusia musti belajar bahwa
segalanya itu SIMBOL2 BELAKA. Masih harus diartikan
kembali, dan artinya itu SIMPLE SEKALI.

K = Bener Mas, sampe kadang pengertian Syariat,
Thareqat, Hakekat dan Makrifat harus di kotak2 kayak
bungkusan KUE DONAT. Padahal ke empat2 nya teraplikasi
dengan SEKETIKA itu juga loh... contoh gampangnya kan
seperti kita memberi makan yang
kelaparan itu...??

L = Ya.

K = Secara syariat kita dituntut untuk perduli dengan
mereka. Secara Thareqat harus ada perbuatan berupa
KELUAR Duit. Secara Hakekatnya kan kita SADAR jika
orang tersebut adalah Makhluk Tuhan. Dan Ma'rifatnya
Orang tersebut adalah KITA JUGA yang beda kan
wadahnya..!! gitcu nggak kira-kira Mas ?

Wah...sebagai Hamba ALLAH, ibarat BATUR, Pembantu dan
JONGOSnya Tuhan, maka tugasnya adalah semata-mata
MELAYANI TUHAN, melayani Tuhan sama artinya kita
MELAYANI sesama Makhluk-NYA dengan rasa CINTA KASIH
SAYANG; landasannya adalah PASRAH, IKHLAS. Walah...
NIKMAT betul rasanya jika kita bisa melakukan dan
sadar jika manusia adalah KHALIFAH-NYA di Bumi Pertiwi
ini. Makmur dah bangsa ini, Zakat tersalurkan langsung
pada yang berhak. Bukan disimpen terus di lembaga2
AGAMA, yang numpuk sampai milyaran, terus dijadikan
SIMPAN PINJAM... wah NGACO kale... --Sampun kulo
nyuwun pamit rumiyen Terus berkarya dan semangat demi
NUSANTARA JAYA. Bye.. salam DAMAI penuh KASIH.

+++++++++++++

BUKAIN FREKWENSI MATA KETIGA TANPA PILIH KASIH

K = Karna
L = Leo

L = Siang Pak Leo, bisa saya ngikuti tradisi Indo
kalau suasana gini neh rame2 dan sepakat pada ucapin
maaf lahir bhatin he.he.he! Wah sekarang pada rame2
juga tuh, kayaknya pada puyeng blesek kedalam Mata
ketiga / intuisi. Cuma kayaknya pakai methode yang
beda2. Tapi kok ta' liat sama tuh sasarannya.

L = Ya, aku kan BUKAIN FREKWENSI MATA KETIGA TANPA
PILIH KASIH. Pokoke kalo kena dikit aja sama kita2,
semua orang itu PADA KENA IMBASNYA. Jadi BLANK,
bengong, katawa2 GAK JELAS. Itu ciri2nya.

K = Ye.ye.ye.... tapi yng di debat religious tambah
serem azza ya paak ! lumayan untuk uju nyali! dan uji
naluri + Intuisi kira2 gitu ! menurut Pak Leo neh
cocok nggak tuh untuk uji nyali!

L = Cocok aja, jebretin aja. Mereka itu ASAL NGOMONG
aja. Prakteknya GAK ADA.

K = Ehmm. nyem..nyem.. enak tenam emang ngikuti tuh
yang dalam walaupun kata Pak Leo sering kejedatjedut.
Tapi ya itu lho kok kosong melompong azza. Di milis
religious tuh, mereka tuh semua nya sih cuma jadi
robot hidup di remot pake buku2 tebal2 yng di punguti
dimana-mana. Ha.ha.ha. lucu ya, pak! Padahal kitab2
itu sudah nggak relevan dan cuma karangan si jail
azza sebagian! Mangkanya terbukti neh, begitu diikuti
pada beringas, ngas kayak raja singa he.he.he!

L = Kalo soal kejedatjedut, itulah memang TAREKAT yang
asli. Semuanya jalan penuh "duri". Aku kemarin baru
baca riwayat hidup Syekh Abdul Qadir Jaelani. Wah,
podo wae... rasanya mau nangis aja aku MERASAKAN dia
itu mengajar orang untuk MASUK KE DALAM DIRI. Susah
sekali, tapi dijalani saja. Syekh Abdul Qadir Jaelani
hidup 25 tahun di padang pasir mencari TUHAN. Lha,
kita2 ini kan belom sampe kayak gitu, kok mao
complain? Kan kelewatan. Hmmm hmmm hmmm..

K = Tapi nggak gitu tho pak, mustinya kita sekarang
ini, cuaca udah beda selera juga berubah ! Ya mencari
diri sebenar diri nggak laku lagi ke hutan ato ke
padang pasir. Sekarang bisa di pasar, di super maket
dan di jalan raya! Gimana pak ok nggak! Pak Leo azza
sekarang hobynya ke kafe-kafe ehh malah amblass tuh
naluri, hayo bener nggak pak !

L = Ok aja. Mao mencari DIRI YANG ASLI itu ada
di mana2. Bukan di tempat2 ibadah, melainkan di mana2.
Bisa aja di kebun belakang rumah, bisa di pasar. Bisa
di TROTOAR. Bisa di BUSWAY. Bisa di atas becak, bajay,
delman. Bisa ketika dapat UNDIAN. Bisa ketika sudah
tidak punya materi lagi. Bisa ketika hanya tinggal
sendiri saja. Bisa ketika naik jabatan, bisa ketika
sakaratulmaut. Diri yang SEJATI cuma ada di SINI dan
SAAT INI. Begitu aja kok susah ? Heran aku juga.

K = Naluri kebungkus Intuisi manis dan seger tenan,
jadinya Pak Leo hari-hari Enjoyyy azza kan!

L = Ya.

K = Tapi Pak Leo, ini ada berita baru dari antah
brantah: aslinya, baik buruk surga neraka cantik
juuueelek kaya miskin, bahkan tuhan2 orang yang sering
di sebut2 itu ngaak ada tho, ada karena diadakan oleh
pikiran manusia. Aslinya kosong, kosong melompong;
dari kosong itu dia ada, jadi ada dan tiada, gimana
neh menurut Pak Leo ?

L = Lha, iyalah. Tapi kita memang hanya bisa
MERASAKAN. Yang dirasakan itu bentuknya seperti apa
kan GAK JELAS. Bisa berbentuk apapun. Ujung2nya kan
KITA MENJADI ITU. Nah, ketika kita MENJADI ITU, pada
saat itu malah kita GAK MERASA APA2 LAGI.

Semuanya itu cuma ada dalam PIKIRAN KITA SAJA. Dan
harus dijelaskan dengan memakai Bahasa. Memang ada
DISTORSI segala macam yang memang tak terhindarkan.
Tapi, kalau mau pakai bahasa langsung KOSONG tanpa
simbol2 perantara itu juga susah. Simbol2 itu kan
bahasa juga. Harus ada bahasa yang dikomunikasikan. In
the end, memang segalanya GAK ADA, termasuk bahasa dan
simbol2. Lha, emangnya Tuhan membutuhkan bahasa dan
simbol2 untuk BERKOMUNIKASI ?

Tentu saja tidak kan? Yang membutuhkan bahasa dan
simbol2 segagai ALAT KOMUNIKASI cuma manusia. We have
to live with it. Sebelum sampai kepada titik yang
TERAKHIR which might never be reached SAMPAI
KAPANPUN, ya harus pakai bahasa juga dengan segala
keterbatasannya. Dengan segala ke "lucu" annya itu.
Ya, begitulah.

K = Oooyi oyii.. pak intuisi berpasangan dengan
naluri, ada lahir ada bhatin, ada sunyi ada bunyi.
Manusia seneng yang naluri, yang bunyi, yang lahir;
akhirnya keenakan pada yang lahir karena nyata, lupa
pada yang sunyi, yang bhatin, dan yang tersembunyi.
Yang lahir ketemu lahir ha.ha.ha ribet bet jadinya,
kayak kereta api yang bunyinya berisik! Dan nggak
salah kalau di simbulkan menjadi huruf A SAMPAI Z!.
Aku nyanyi azza ahh! Aku menangis sambil tertawa, aku
tertawa sambil menangis.. ye.ye.ye! ENJOYYY AKU gabung
ma Pak Leo lepas passss blong.. blong.. makasih ya
pak, saya bisa asal omong dan nggak ada protes ... Eh
ada yng protes sillakaaan ! ha.ha.ha.. lagi2 Suwun,
pak..

+++++++++++++

ORANG YANG MELANKOLIS ITU ROMANTIS LHO !

A = Aryoputro
L = Leo

A = Malam mas, maaf klo ganggu.

L = Malam Aryo, anything I can do for you ?

A = Aku lagi sedih, kenapa ya...

L = Hmmm, kenapa sedih ? Aku juga lagi sedih, semua
orang sedih. Kalo gak ada sedih, nanti gak bisa
gembira. Hmmm hmmm hmmm... Sedih dan gembira is a
CHOICE. Kalo mao sedih, ya sedihlah. Kalo mao gembira,
ya gembiralah. It's only a CHOICE. We choose ourselves
mao yang mana.

A = Aku kok selalu merasa gak bisa fit in dimanapun?
Sptnya salah terus, gak nyambung terus, always being
misunderstood.

L = You FEEL THAT WAY because you CHOSE to be that
way. Memang gak ada orang yang fit dimanapun. Mostly,
most people itu gak fit in most places. Selalu seperti
itu. Gak apa2.

A = Mencintai orang yg salah yg cuma bisa nyakitin
aku.

L = Dan dicintai oleh orang yang salah.

A = Hmmm... aku kok merasa, aku harus menjalani life
transition dlm waktu dekat ya ?

L = You are NOT the only one in such a situation.
MOST people ngalamin hal yang sama. Ya, MOST PEOPLE
juga merasa harus melewati TRANSITION dalam waktu
dekat. Gak apa2 kan. Life is like THAT. Life is a
TRANSITION. Semua itu transisi. Everything we ARE
in is a TRANSITION. Hmmm hmmm hmmm... Memang jadi
SEDIH kalo kelamaan di satu TRANSITION. Mustinya jalan
terus. Gak boleh stop.

A = Transition dlm karir, itu yg aku rasakan sekarang.

L = Continuous transition itu ada dalam semua hal,
termasuk dalam karir. Transition bisa berarti A CHANGE
IN PERCEPTION. A change in the way you think, in the
way you feel, in the way you EVALUATE everything
around you.

A = Mas, minggu lalu keningku kok spt berdenyut ya ?
Juga, spt ada serangga yg berjalan di sana.

L = Hmmm, kening berdenyut is only a PHYSICAL
sensation. Seperti ada semut yang berjalan ?

A = IYAAA

L = Biarin aja, semutnya GAK JATOH, jalan terus, hmmm
hmmm hmmm..

A = Hehehe... saat kejadian itu, aku merasa fully
alert Sekarang, kok down lagi ya... bawaannya sedih
terus.

L = Gak down, cuma lagi PERCEPTIVE. That's the term.
Lagi perceptive, bisa melihat with full perception.
Jadi memang fully aware, dan fully REALIZE ALL. Hmmm
hmmm hmmm.. Sama aku juga.

A = Gitu toh ?

L = Tapi, daripada sedih mending BLANK aja. That's my
WAY. I choose to be BLANK.

A = How to be in a blank state ?

L = Kosongin aja. Rasanya hening. Well, memang AGAK
SEDIH rasanya. That's UNAVOIDABLE. Ya, accept aja.
Semua nabi2 juga kayak gitu kok. All the prophets itu
rada2 MELANKOLIS juga. Hmmm hmmm hmmm.. Kalo gak
melankolis, life will not be felt SOOOO beautiful.

A = Am I melancholic...?

L = Somewhat.

A = I thought so..

L = I am melancholic, too. Often. Tapi jangan bilang2
yah, hmmm hmmm hmmm.. Orang yang melankolis itu
ROMANTIS lho ! hmmm hmmm hmmm... --Well, I have to
sign out now. Talk with you later again yah !

A = Iya siih, thanks ya mas, I feel much better now.

L = You're welcome, have a good sleep, bay bay !!

A = Bye bye..

+++++++++++++

[Leo adalah seorang praktisi PSIKOLOGI TRANSPERSONAL.
Untuk membuat appointment, please call / sms him at
HP: 0818-183-615. Untuk bergabung dengan milis
SPIRITUAL-INDONESIA, please click this link:
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia>.
Note: Except my own name, all other names used in the
conversations are pseudonyms.].

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

Y! Messenger

Send pics quick

Share photos while

you IM friends.

Official Samsung

Yahoo! Group for

supporting your

HDTVs and devices.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: (Nanya semiotik itu apa?)Pemetaan (Range and Scale),,

itu maksudnya spekulatif, menebak-nebak maksud hati orang,
dipikirnya itu komunikasi batin, namanya spekulatif, lebih cocok
untuk gambling.

coba aja nebak nomor buntut, itu lebih berguna....

kalau maksudnya mau mengerti kata hati, itu gak bisa lewat setrum
semiotik begitu, itu mah gelo.

mengerti kata hati adalah lewat pintu iba, jalan empati, dengan
petunjuk pahala.

mana yang lebih berpahala? itulah kata hati.

salam,
goen

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "pabrik_t"
<pabrik_t@...> wrote:
>
> COBA MANG INGUS, DIJELASKAN APA ITU "INFORMASI SEMIOTIK",
BAGAIMANA IA
> DIKEMBANGKAN DARI SEMIOTIKA PEIRCEAN. NANTI KALAU SALAH KUKOREKSI,
> KALAU BENAR KUBIJI SATUS!
>
> ADA YANG MAU TARUHAN, MANG IYUS BISA MENJELASKAN APA TIDAK?
BAGAIMANA
> PAK 3G (GOD OF THE GAMBLER GOENARDJADI)?
>
> HO HO HO
>
> pabrik_t
> "aku yang mengaku-Aku"
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "renny.sinata"
> <renny.sinata@> wrote:
> >
> > Perkenalkan, saya Renny. Saya kuliah di Fakultas Psikologi
> > Universitas Surabaya, semester 3. Sudah tiga bulan saya jadi
member
> > milis ini. Banyak istilah yang saya enggak ngerti. Kayak
> > istilah "semiotik" di tulisan Mang Iyus ini.
> >
> > Renny bingung dengan penggunaan kata "semiotik". Apa
yang 'semiotik'
> > ini sama dengan 'simptomatik'?
> >
> > Oya ini kalimat2 yg ada kata 'semiotik' yang saya ngga ngerti
> > maksudnya. Bisa minta tolong dijelaskan?
> >
> >
> > ...infomasi semiotik yang disampaikan oleh fisik pasien
> > menangkap sinyal-sinyal dari tubuhnya yang memberikan informasi
> > semiotik tertentu.
> >
> > ....Getaran tersebut dikatakan "memiliki kecerdasan" yang lebih
> > tepatnya disebut sebagai "membawa suatu informasi" tertentu.
> > Informasi yang dibawa tersebut bersifat semiotik dan hanya dapat
> > ditangkap dan dimengerti maknanya oleh mereka yang memiliki
kepekaan
> > khusus.
> >
> > ...Memang ada yang mampu "merasakan getaran" tersebut namun
> > tidak "mampu memahami" makna semiotikanya. Namun, biasanya
mereka
> > yang mampu merasakan getaran tersebut "dapat dibimbing" untuk
mampu
> > menafsirkan makna semiotikanya.
> >
> > ....Itulah sebabnya mengapa para shaman 4) sudah sejak dari
zaman
> > dahulu kala mampu memahami makna semiotik seperti itu walaupun
> > perkembangan kecerdasan rasional sama sekali masih belum memadai.
> >
> > ....Seorang penyembuh komplementer yang handal tanpa alat
stethoscope
> > langsung dapat membaca informasi semiotika yang disampaikan oleh
> > tubuh pasien dan mengatakan detak jantungnya antara 150 – 110
> >
> > ...Tentunya dari kemampuan membaca informasi semiotika baik dari
> > tubuh pasien itu sendiri maupun dari daun obat.
> >
> > ....Yang diperlukan hanyalah "perlambang" atau isyarat semiotik
untuk
> > menyeimbangan kembali defisiensi tertentu
> >
> > ....Sebaliknya, apa yang dapat dilakukan oleh penyembuhan
> > komplementer banyak yang tidak mampu dilakukan oleh ilmu medis
Barat.
> > Umpamanya kemampuan untuk membaca secara intuitif sinyal
semiotik
> > yang dipancarkan oleh tubuh pasien itu sendiri, terutama bila
pasien
> > tersebut tidak dapat atau kehilangan kemampuan berkomunikasi
secara
> > verbal
> >
> >
> >
> >
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Vincent Liong
> > <vincentliong@> wrote:
> > >
> > > Note: forwarded message attached.
> > >
> > >
> > > Send instant messages to your online friends
> > http://au.messenger.yahoo.com
> > > >
> > > >
> > > > Pemetaan (Range and Scale)
> > > >
> > > > Pada Sistem Pengobatan Komplementer
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Istilah Pengobatan Komplementer diperkenalkan oleh biarawan
> > Bruder
> > > > Yanuar Husada, SS.CC. (d/h Jan Heuts) seorang herbalis,
tepatnya
> > > > "complementary healer" yang memakai media obat-obatan herbal
> > khususnya
> > > > dedaunan (folium). Pada tanggal 9 September 2007 beliau
merayakan
> > 50
> > > > tahun hidup membiara. Sekaligus dirayakan 25 tahun
pengobatan
> > > > komplementer dan 5 tahun terakhir dalam naungan suatu
lembaga
> > yaitu
> > > > Yayasan Yanuar Husada.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Komplementer maksudnya bersifat melengkapi. Dengan demikian
ia
> > tidak
> > > > memposisikan metode pengobatannya sebagai sisi lawan
daripada
> > sistem
> > > > pengobatan Barat. Namun demikian tetap saja sifat
pengobatannya
> > ialah
> > > > holistik (menyeluruh) dan subyektif. Holistik : dalam arti
hal
> > itu
> > > > tidak hanya berkaitan dengan matra fisik pasien, tetapi juga
> > matra
> > > > psikis dan spiritualnya. Subyektif : merujuk pada makna
bahwa
> > > > pengobatan itu disesuaikan dengan kebutuhan nyata subyek
tersebut
> > pada
> > > > waktu tertentu dan bukan berlaku untuk semua pasien pada
> > sembarang
> > > > waktu lainnya.
> > > >
> > > > Subyektif : juga berarti pengobatan itu mulai dari infomasi
> > semiotik
> > > > yang disampaikan oleh fisik pasien itu sendiri tentang
kekurangan
> > atau
> > > > disfungsi yang dialaminya. Karena berangkat dari informasi
> > semiotik
> > > > dari tubuh pasien itu sendiri maka dari seorang penyembuh
> > komplementer
> > > > seperti bruder Yan mutlak dibutuhkan suatu kepekaan intuisi
yang
> > mampu
> > > > menerima, membaca, serta menafsirkan informasi semiotik
tersebut.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Saat seorang pasien datang dengan keluhan simtomatis
tertentu
> > maka
> > > > penyembuh segera mencoba menangkap sinyal-sinyal dari
tubuhnya
> > yang
> > > > memberikan informasi semiotik tertentu. Dari kisah bapak
Andri
> > > > Kristian pernah datang kepada bruder Yan datang satu
keluarga
> > dengan
> > > > anak bayi yang sakit-sakitan terus dan tidak bisa tidur
tenang.
> > Kepada
> > > > orang tua bayi tersebut alih-alih diberi resep ternyata
hanya
> > satu
> > > > kalimat pada kertas resep yang berbunyi: "Terlalu banyak
warna
> > merah
> > > > di sekitar tempat tidur ." 1)
> > > >
> > > > Dengan mengubah tata warna di kamar bayi tersebut
maka "penyakit"
> > aneh
> > > > itupun sembuh. Mana mungkin pada pengobatan medis hal
seperti itu
> > > > dapat terjadi. Kepada bayi tersebut mungkin malah akan
diberikan
> > obat
> > > > penenang supaya ia dapat tidur. Jika terjadi demikian, maka
> > kepada
> > > > bayi tersebut telah diberikan "racun" yang sebenarnya sama
sekali
> > > > tidak dibutuhkan oleh tubuh si bayi.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Teori dasar yang dianut oleh penyembuh komplementer ini
ialah
> > bahwa
> > > > "... semua yang ada, yang hidup dan berkembang mengeluarkan
> > getaran".
> > > > 2) Getaran ini dapat dideteksi oleh mereka yang memiliki
kepekaan
> > khusus.
> > > >
> > > > Menurut fisika kuantum tentu penjelasan ini tidak keliru.
Setiap
> > benda
> > > > apapun memiliki sel dan inti sel sub-atomik. Di dalam inti
sel
> > itu
> > > > terdapat getaran dan bukan massa (disebut sebagai non-mass
> > neutrino)
> > > > 3). Getaran tersebut dikatakan "memiliki kecerdasan" yang
lebih
> > > > tepatnya disebut sebagai "membawa suatu informasi" tertentu.
> > Informasi
> > > > yang dibawa tersebut bersifat semiotik dan hanya dapat
ditangkap
> > dan
> > > > dimengerti maknanya oleh mereka yang memiliki kepekaan
khusus.
> > Memang
> > > > ada yang mampu "merasakan getaran" tersebut namun
tidak "mampu
> > > > memahami" makna semiotikanya. Namun, biasanya mereka yang
mampu
> > > > merasakan getaran tersebut "dapat dibimbing" untuk mampu
> > menafsirkan
> > > > makna semiotikanya. Juga karena untuk keperluan itu tidak
> > diperlukan
> > > > pertama-tama "kecerdasan rasional" (otak kiri) melainkan
jenis
> > > > kecerdasan yang lain yaitu "kecerdasan intuitif" (otak
kanan)
> > yang
> > > > sifatnya lebih reseptif; daripada aktif mencari solusi
sintesis
> > dari
> > > > pertarungan data tesis dan antitesis. Itulah sebabnya
mengapa
> > para
> > > > shaman 4) sudah sejak dari zaman dahulu kala mampu memahami
makna
> > > > semiotik seperti itu walaupun perkembangan kecerdasan
rasional
> > sama
> > > > sekali masih belum memadai.
> > > >
> > > > Ketrampilan ini disebut "radiestesi" yang berasal dari dua
kata.
> > > > Yaitu, radio yanga artinya "sinar" (rays) atau "getaran"
> > dan "estesia"
> > > > artinya "merasakan". Seorang "radiesteet" mampu menerima dan
> > merasakan
> > > > getaran yang dipancarkan oleh suatu benda atau makhluk hidup.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Dalam rangka penyembuhan maka kemampuan untuk mendeteksi
> > disfungsi
> > > > atau defisiensi pada organ merupakan syarat mutlak. Seorang
> > dokter
> > > > memiliki alat stethoscope untuk "mendengar" detak jantung,
udara
> > di
> > > > paru-paru atau udara di lambung. "Mendengar" mulainya detak
> > jantung
> > > > pada saat jantung menguncup (sistolik) dan hilangnya detak
> > jantung
> > > > pada saat jantung mengendur (diastolik). Dari situ dokter
> > menentukan
> > > > kondisi seseorang pada skala detak jantung seseorang antara
range
> > > > angka tertinggi dan angka terendah (umpamanya dari 220
maksimal
> > sampai
> > > > 50 minimal). Misalnya seorang pasien berada pada skala 150 --
100
> > yang
> > > > artinya ia mengidap penyakit hipertensi atau tekanan darah
> > tinggi.
> > > > Seorang penyembuh komplementer yang handal tanpa alat
stethoscope
> > > > langsung dapat membaca informasi semiotika yang disampaikan
oleh
> > tubuh
> > > > pasien dan mengatakan detak jantungnya antara 150 -- 110 dan
> > karena
> > > > itu ia terkena hipertensi. Pada zaman dahulu mana mungkin
seorang
> > > > shaman mempunyai alat yang namanya stethoscope? Tentu saja
tidak.
> > > > Namun ia mampu pula mengamati "aura" merah muka pasiennya,
> > menonjolnya
> > > > nadi di pelipis dsb. Maka iapun mungkin akan memberikan
> > daun "kumis
> > > > kucing" yang bersifat diuretik (bersifat melancarkan
kencing)
> > kepada
> > > > pasiennya sehingga tekanan darahnya menurun. Dari mana
datangnya
> > > > "kearifan lokal" (local genius) seperti itu? Tentunya dari
> > kemampuan
> > > > membaca informasi semiotika baik dari tubuh pasien itu
sendiri
> > maupun
> > > > dari daun obat. Kemudian dibaca juga kesesuaian/ keserasian
tubuh
> > > > pasien dengan jenis ramuan tertentu. Tidak selamanya
keduanya
> > > > kompatibel. Ada jenis obat yang sama-sama mempunyai unsur
> > terapeutik
> > > > yang sejalan namun belum tentu tepat untuk pasien tertentu.
Dalam
> > hal
> > > > ini ternyata para dokterpun melakukan terapi secara "trial
and
> > > > error". Bila pasien tidak cocok dengan jenis preparat
tertentu
> > maka
> > > > pada kunjungan berikutnya obatnya diganti. Sayangnya juga
tanpa
> > > > kepastian akan kesesuaian antara obat pengganti tersebut
dengan
> > pasien
> > > > yang bersangkutan. Pihak pabrikan di Indonesia belum ada --
> > setahu
> > > > penulis -- yang pernah melakukan "absorbability test"
preparat
> > yang
> > > > dikeluarkan pabriknya. Belum tentu obat-obat yang
diketemukan di
> > > > negara Barat pasti sesuai untuk digunakan untuk pasien orang
> > lokal di
> > > > sini karena perbedaan lingkungan, keunikan etnik, iklim dsb.
> > Selain
> > > > itu pabrikan lokal juga tidak pernah melakukan "post
marketing
> > test"
> > > > yaitu dengan mengambil sampel secara random di sembarang
Apotik
> > atau
> > > > Toko Obat yang menjual produknya dan kemudian menguji ulang
> > khasiat
> > > > obat tersebut. Kebanyakan pabrik hanya merasa perlu
menyesuaikan
> > cara
> > > > produksi obatnya sesuai ketentuan DepKes (CPOB). Di luar itu
> > segala
> > > > test lainnya dianggap sebagai pemborosan uang saja. Jarang
ada
> > yang
> > > > peduli apakah obatnya memang dapat diserap atau tidak oleh
para
> > > > pemakai obat mereka. Pabrik obat adalah instusi komersial.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Cara menentukan bagian tubuh mana yang membutuhkan perhatian
> > dilakukan
> > > > dengan menentukan range organ-organ tubuh manusia dengan
skala 1
> > > > sampai 10, umpamanya. Dalam range itu skala 1 ialah sistem
> > peredaran
> > > > darah, 2 sistem pernapasan, 3 sistem syaraf, 4 sistem
pencernaan
> > dan
> > > > ekskresi, 6 sistem reproduksi, 7 sistem filtrasi, 8 sistem
> > hormon, 9
> > > > sistem otot, kulit dan tulang, 10 sistem lain-lainnya. Skala
ini
> > > > ditentukan berbeda-beda (artinya tidak harus sama) antara
seorang
> > > > penyembuh dengan lainnya.
> > > >
> > > > Sebelum memasuki sistem range dan skala ini terlebih dulu
> > ditentukan
> > > > apakah tubuh mendapat gangguan skala 1 sifatnya internal
atau
> > skala 2
> > > > yaitu eksternal. Gangguan seperti "terlalu banyak warna
merah" di
> > atas
> > > > sifatnya termasuk skala 2. Sehingga tubuh tidak memerlukan
> > pengobatan
> > > > apapun kecuali "pengaturan kembali" atau harmonisasi warna
> > (colour
> > > > healing) di kamar bayi tersebut. Umpamanya dengan dominasi
warna
> > biru
> > > > muda yang sejuk sebagai pengganti warna merah. Namun tidak
selalu
> > > > harus demikian. Bagi anak-anak yang penakut dan tidak bisa
tidur
> > > > nyenyak karena takut hantu dan sebagainya, justru diperlukan
> > dominasi
> > > > warna merah di sana.
> > > >
> > > > Setelah diketemukan sistem organ mana yang membutuhkan
penanganan
> > > > selanjutnya dibuat range yang baru. Misalnya dalam sistem
> > pernapasan
> > > > ditentukan range dan skala tersendiri. Mulai dari skala 1
hidung,
> > 2
> > > > tenggorokan, 3 trachea dan bronchioli, 4 paru-paru kiri, 5
paru-
> > paru
> > > > kanan, dengan variasi 4a 4b, 5a 5b untuk paru-paru bagian
atas
> > dan
> > > > bawah, dst. Pembuatan skala dapat diteruskan seperlunya
misalnya
> > > > apakah gangguan itu 1 sifatnya internal atau 2 sifatnya
> > eksternal.
> > > > Paru-paru luka infeksi (tuberculosis) berbeda dengan paru-
paru
> > > > kemasukan gas beracun, nikotin, terserang kanker, tumor atau
> > jamur.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Tahap selanjutnya ialah menentukan obat yang sesuai dengan
> > kebutuhan
> > > > tubuh pasien tersebut. Misalnya untuk indikasi penyakit
tertentu
> > > > terdapat 10 variasi preparat. Maka dicari kesesuaian
preparat
> > mana
> > > > dengan kebutuhan pasien pada saat itu. Kemudian ditentukan
dosis
> > > > pemakaiannya. Dibuat range antara 1 hari sampai 40 hari
misalnya.
> > > > Sehingga obat dapat disediakan untuk jangka waktu yang tepat
dan
> > tidak
> > > > ada yang terbuang. Bahkan seorang penyembuh komplementer
dapat
> > > > "membaca" apakah pasien akan menghabiskan obatnya atau
berhenti
> > > > setengah jalan. Biasanya penyembuh menolak memberikan obat
kepada
> > > > pasien yang "dibaca" tidak akan menghabiskan obat sepanjang
masa
> > > > terapinya. Ia dinilai tidak sungguh-sungguh berniat utnuk
sembuh.
> > Juga
> > > > ditentukan skala 1 untuk obat kering dalam kapsul atau
bubuk, dan
> > > > skala 2 untuk obat cair yang harus diseduh dengan air panas
> > (rebusan).
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Dalam pengobatan komplementer masalah "absorbability" obat
sangat
> > > > penting. Mereka yakin bahwa ada semacam "katup-katup" pada
> > dinding
> > > > usus manusia yang terbuka dan tertutup secara siklikal pada
jam-
> > jam
> > > > tertentu. Maka beberapa obat diberikan selang beberapa saat
> > sebelum
> > > > makan atau sesudah makan, atau sebelum tidur. Maka mereka
> > membutuhkan
> > > > informasi semiotik dari tubuh pasien yaitu pada jam-jam
berapa
> > > > tubuhnya akan mampu menyerap ramuan. Di luar jam-jam
tersebut
> > maka
> > > > ramuan itu akan "menumpang lewat" saja dan keluar melalui
sistem
> > buang
> > > > air besar atau kecil. Untuk itu ditentukan range 1 untuk
siang
> > yaitu
> > > > jam 6.00 pagi sampai jam 6.00 sore dan range 2 yaitu selewat
jam
> > 6.00
> > > > sore sampai 12.00 malam.
> > > >
> > > > Dalam masing-masing range ditetapkan skala per jam atau
mendetail
> > per
> > > > menit. Misalnya 15 menit sebelum atau 15 menit sesudah makan.
> > > >
> > > > Dalam pengobatan medis hanya ditentukan bahwa obat harus
diminum
> > 1
> > > > sampai 4 kali dalam sehari dan tidak ditentukan jamnya.
Sebelum
> > atau
> > > > sesudah makan tanpa disebutkan berapa menitnya. Mengapa?
Karena
> > mereka
> > > > tidak mengenal sistem range dan skala seperti itu.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Dalam sistem "dekon kompatiologi" penyembuhan komplementer
sama
> > sekali
> > > > tidak membutuhkan obat sesungguhnya seperti obat paten atau
obat
> > jamu.
> > > > Yang diperlukan hanyalah "perlambang" atau isyarat semiotik
untuk
> > > > menyeimbangan kembali defisiensi tertentu. Misalnya, pasien
> > dengan
> > > > gangguan maag dilambangkan dengan kelebihan "acid" atau rasa
> > asam.
> > > > Maka diberikan konternya yaitu perlambang rasa manis atau
kalau
> > mau
> > > > ilmiah "lambang antasid" seperti "sedikit" cairan atau
bubuk
> > > > polisyloxan dsb. Partikel sub-atomik hanya
memerlukan "informasi"
> > > > (baru) atau "memori" (informasi lama) tentang obat tertentu.
Ia
> > > > sesungguhnya tidak membutuhkan obat dalam pengertian fisik
yang
> > > > mutlak. Oleh karena itu kerap kali cukup diberi dengan "air
> > putih"
> > > > yang dimasukkan afirmasi "memori" atau "informasi" yang
> > dibutuhkan
> > > > termasuk juga sugestinya.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Dengan demikian maka ilmu kedokteran Barat tidak dapat
disamakan
> > > > dengan pengobatan alternatif manapun. Maka memang tepatlah
> > dikatakan
> > > > bahwa pengobatan alternatif itu sifatnya komplementer.
Saling
> > mengisi
> > > > sifatnya. Apa yang dapat dilakukan oleh kedokteran medis
misalnya
> > > > memberi zat aktif, infusi dan injeksi tidak dapat dan tidak
boleh
> > > > dilakukan oleh pengobatan komplementer. Sebaliknya, apa yang
> > dapat
> > > > dilakukan oleh penyembuhan komplementer banyak yang tidak
mampu
> > > > dilakukan oleh ilmu medis Barat. Umpamanya kemampuan untuk
> > membaca
> > > > secara intuitif sinyal semiotik yang dipancarkan oleh tubuh
> > pasien itu
> > > > sendiri, terutama bila pasien tersebut tidak dapat atau
> > kehilangan
> > > > kemampuan berkomunikasi secara verbal. Misalnya, bagaimana
> > mendengar
> > > > keluhan simtomatik dari seorang bayi, seorang bisu tuli,
seorang
> > > > setengah waras, seorang yang pingsan, seorang autis, seorang
yang
> > > > mengidap amnesia atau "dementia mentis", pikun dsb? Keduanya
> > > > dibutuhkan tetapi tetap saja metode penyembuhan komplementer
> > sifatnya
> > > > lebih klasik (sudah eksis sejak zaman purba) dan lebih
terjangkau
> > oleh
> > > > rakyat kecil terutama di daerah terpencil.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Jakarta, 18 Oktober 2007.
> > > >
> > > > Cum misericordia et compassione,
> > > >
> > > > Mang Iyus
> > > >
> > > > Rujukan:
> > > >
> > > > 1) "Tugasku Adalah Panggilanku", Buku Kenangan Perayaan 50
th
> > hidup
> > > > membiara, edisi khusus, hlm. 101,102.
> > > >
> > > > 2) ibid. hlm.37.
> > > >
> > > > 3) Nigel Hawkes, Neutrino Discovery Could Solve Massive
> > Cosmological
> > > > Riddle, News America Digital Publishing, June 5, 1958.
> > > >
> > > > 4) Core Shamanisme, Wikipedia,
> > http://en.wikipedia.org/wiki/Core_Shamanism
> > > >
> > >
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups HD

The official Samsung

Y! Group for HDTVs

and devices.

Yahoo! Groups

Endurance Zone

Communities for

increased fitness.

Cat Groups

on Yahoo! Groups

discuss everything

related to cats.

.

__,_._,___