Rabu, 17 Oktober 2007

[psikologi_transformatif] Iman yang Independent dalam Kompatiologi

e-link:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/32978
Tuhantu wrote:

Quote: (kompatiologi membuka diri untuk agama apapun
juga). Tujuannya adalah agar dapat mendidik para umat
beragama menjadi independent &mandiri dalam berbagai
hal: iman, keyakinan, moral, mental, spiritual dan
metafisika. End of quote.

Tuhantu: Saya jadi pengen bertanya dimana sih ½titik
ekstrim½ yg dikatakan sebagai ½ummat beragama yg
independent´ itu... ? Silakan para Kompatiolog maju
untuk mengurai hal ini...

Pertanyaan kedua, apakah ada grounding antara
agnostik, theist, atheist? Kalau ada sebutkan satu
saja (nggak usah cari dalam literatur barat, misalkan
derrida, nietzche, dll) Sekalian mau melihat
se-independent mana Vincent mau ½MENDIDIK½ para ummat
agama agar menjadi ½INDEPENDENT½... Sesuai ½CLAIM½
dalam ½BROSUR½ elektronik...

Be Fun

Tuhantu

http://hole-spirit.blogspot.com

Vincent Liong answer:

Sebagai rohaniwan, masalah yang dihadapi Titus
Budiyanto adalah: pasien yang minta didoakan atau
diobati dengan kemampuan metafisikanya selalu datang
berulang kali dan cenderung menjadi manja. Ada masalah
sedikit saja langsung mencari Titus Budiyanto untuk
dimintai bantuan, akibatnya dari hari ke hari
menjalani perjalanan hidupnya sebagai rohaniwan Titus
Budiyanto merasa pasiennya tidak tertolong oleh
dirinya melainkan menjadi terbiasa bertumpang tangan
saja kepada dirinya dengan alasan perlu ditolong.

Titus Budiyanto akhirnya menghubungi Vincent Liong
untuk minta agar dirinya dan anggota keluarga besarnya
yang bukan rohaniwan didekon dan dilatih menjadi
pendekon. Harapannya pihak yang ditolong cukup
ditolong sekali seumur hidup saja sudah mandiri dan
tidak ada niat untuk minta tolong dari siapapun juga
termasuk Titus Budiyanto dan Vincent Liong.

Ada suatu sikap yang khas dari terdekon yang telah
mengikuti dekon 1x menjadi terdekon dan 1x sebagai
pendekon, sbb:
* Tidak pernah berdoa meminta bantuan kepada Tuhan.
* Bersyukur hanya mensyukuri bahwa dirinya masih
diberi nafas dan masih bisa menjalani proses
pembelajaran dalam hidup (mendapat fasilitas
kehidupan).
Vincent Liong dan para pendekon lain tidak pernah
menasehati agar tidak meminta bantuan kepada siapapun.
Semua terjadi sebagai akibat dari kemampuan mengukur
yang dipelajari dalam dekon-kompatiologi. Apapun
pilihan yang diambil telah diukur dulu konsekwensi
masing-masing dari tiap pilihan tentang apa yang harus
dibayar untuk membeli, untung dan rugi sebagai sebuah
paket tiap pilihan hidup. Tanggungjawab atas pilihan
hidup ada pada diri sendiri. Tuhan hanya ada untuk
memberi fasilitas berupa nafas kehidupan,
tanggungjawab manusia menjaganya agar tetap baik.

Jadi iman itu bukan hubungan dengan Tuhan karena takut
dosa, takut tidak ditolong Tuhan, takut tidak mendapat
berkat, takut masuk neraka, dlsb. Iman adalah hubungan
yang tulus ikhlas tanpa syarat apa-apa dengan Tuhan,
tidak memuji berlebihan untuk menjilat pantat tuhan,
tetapi juga tidak mengemis meminta-minta.

Maka dari itu resiko dari tiap rohaniwan yang
di-dekon-kompatiologi adalah mentanyakan ulang kaul
keimamannya kepada diri sendiri. Apakah benar saya
memilih melayani Tuhan dengan tulus ikhlas atau karena
takut konsekwensinya saja. Saya tidak tahu apakah
Titus Budiyanto sudah mengalami hal ini. Yang jelas
pilihannya hanya dua: Lebih mantab dan yakin dalam
menjalani janji / kaul keimamannya, atau memilih untuk
melepaskan diri dari janji / kaul keimaman kalau
dirasa kaul itu dibuat bukan karena ke-tulus-ikhlas-an
hati. Yang jelas iman itu ada siklus naik-turun dalam
perjalannya bukan grafik lurus saja.

Agnostik, theist, atheist ini sekedar konsep saja,
boleh diyakini boleh tidak, urusan pribadi
masing-masing, saya no comment. Kalau kita tanya;
Apakah ada orang yang benar-benar atheis? saya kira
ini omong kosong, masalahnya apa benar seseorang bisa
samasekali tidak memiliki the-is.

Ttd,
Vincent Liong
Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2007

Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Fashion Groups

on Yahoo! Groups

A great place to

connect and share.

Yahoo! Groups

Be a Better Planet

Share with others

Help the Planet.

HDTV Support

on Yahoo! Groups

Help with Samsung

HDTVs and devices

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: