Rabu, 17 Oktober 2007

[psikologi_transformatif] Santai aja ... Mas Aryo .... :)

> --- In vincentliong@yahoogroups.com, aryoputro nugroho technoisme@
> wrote:
>
> Aryo :
> Bukankan hukum itu permainan kata kata dibanding
> hafal menghafal ? Kombinasi keduanya bagus juga
>


harez:
Ohhh... gitu ya ... :)  Ha...ha...ha... :)

Aryo:
> Kok jadi ajang ngetes-ngetesan gini sih? bermain2,
> khilaf, tidak tahu..atau memang salah penempatan Copy
> paste? Terserah anda kok mau menuduh yang mana. Santai
> aja seeh =)


harez:
Santai  aja Mas .... :) Bukan ngetes-ngetesan, cuma tukar pikiran saja ... :)
 
Aryo:
> Cape' deeh
> Penempatan alias copy paste..(d)
> itu udah dijawab belom pertanyaan pilihan yang di
> atas? mendingan dipilih dulu..udah dikasih bocoran
> juga =P
>


harez:
Kalo cape' .... ya 'ngaso dulu Mas .... ha...ha...ha... :)


Aryo
> Saya akan menunggu serta memeriksa data yang anda di
> Mailing list Psikologi Transformatif. Saya sudah
> mencoba URL yang anda berikan pada address
> http://groups. yahoo.com/ group/psikologi_
> transformatif/ message/13404 tapi ini yang muncul
> (opera illegal-url-13)
>
> Mohon dilancarkan akses dokumen terkait.


harez:

Jalan koq Mas.

http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/13404

Bisa juga lihat yang lebih lengkap di:

http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/32918


Aryo:
> Tidak perlu diberitahukan data definitifnya saya juga
> mengerti kok Sdr Hares.
> Apa boleh buat? Bekingan sudah bagian dari realita
> peradilan kok.
> Saya main beking? Saya kira tidak perlu ya Sdr Hares
> selama dapat disolusikan bukan diperdebatkan =)

harez:
OK Mas, tidak semua hal perlu dibuat jelas bukan .... :)

Aryo:
> Wah menarik juga dibuatkan riset atau survey mengenai
> tema "Keadilan bagi Model non financial skill" dari
> satu badan yang sah. Should we work together as a team
> or work against ?


harez:
Terlepas dari masalah VL, kalau Mas Aryo punya concern yang sama, kita bisa saling tukar pikiran melalui milis. Kalau saya sih lebih banyak terlibat di http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif

Badan yang sah ? Maksud Mas ?

Aryo:
> Lawyer Pokrol Bambu is mainly part of the system. U
> cant resist that Mr Harez ?
> Should we find solutions? or should we against each
> other? saya agak bingung nih jadinya =/
>


harez:
Ha...ha...ha... :) Nggak usah pakai bingung Mas. Santai aja... :) Di antara kita tidak ada masalah, yang ada cuma tukar pikiran saja, dan tidak perlu berakhir dengan kesamaan pendapat kan ... :) Terus, "against" dalam hal apa ? Memangnya Mas Aryo sudah diberi surat kuasa oleh Vincent Liong ? :)

Aryo:
> Saya rasa lingkaran di sekitar V.L yang bergerak di
> bidang hukum bukan saya saja? Sudah lama saya tidak
> mentraktir V.L dan saya kira dia mengenal orang lain.
>

harez:
Ya iyalah ..... barangkali juga muat satu kijang .... ha...ha...ha... :)
Rumah Mas sama VL deketan ya .... :)

Aryo:
> Wow Harez u've got plenty of energy for this certain
> kind of things. I like your spirit =)
>


harez:
OK Mas ..., senang berkenalan dengan anda :). Saya merasa anda punya hati nurani yang baik, apa nggak sering menghadapi konflik Mas bekerja di bidang hukum? Eittsss salah saya ... :)   Mr. P kan ahli hukum perbankan dan langkahnya lebih banyak "mengkoreksi" ta iya ... ? :)

BTW, menurut Mas Aryo, pengakuan David Copperfield atau tulisan Muhammad Isa Dawud di buku "Dialog Dengan Jin Muslim" yang sebenarnya terjadi ?

salam,
harez


===============================================================

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "sinagahp" <sinagahp@...> wrote:
>
>
> --- In vincentliong@yahoogroups.com, aryoputro nugroho technoisme@
> wrote:
>
>
>
>
> > Mas Aryo,
>
> > Wuahhh .... tanggapan anda dibolak-balik urutannya,
> > jadi tidak jelas
> > alur pembahasannya. :)
>
> Aryo :
> Bukankan hukum itu permainan kata kata dibanding
> hafal menghafal ? Kombinasi keduanya bagus juga
>
>
> Hares
> > Pembahasan yang berkaitan dengan uraian Mas Aryo
> > tersebut terakhir, Mas
> > Aryo taruh dibagian bawah. Saya kutipkan ya.
> > harez:
> > Pertama, tulisan ini adalah pernyataan saya, bukan
> > pernyataan anda,
> > sebagaimana anda sajikan pada tulisan "jawaban untuk
> > SHP".
> > > Sejak kapan pasal 1 ayat 24 menjadi dasar dari
> > delik
> > > aduan? Ha...ha...ha... :) Anda bermain-main,
> > khilaf atau benar-benar tidak tahu. ;)
>
> Aryo:
> Kok jadi ajang ngetes-ngetesan gini sih? bermain2,
> khilaf, tidak tahu..atau memang salah penempatan Copy
> paste? Terserah anda kok mau menuduh yang mana. Santai
> aja seeh =)
>
> Hares:
> > Kedua, ralat yang anda lakukan tidak berbeda dengan
> > pernyataan
> > sebelumnya (apakah anda akan mengadakan ralat dari
> ralat lagi ? :) )maupun ralat
> > pada "jawaban untuk SHP" sebagaimana saya kutip di
> > atas).
> > Ketiga, anda menyatakan bahwa anda tidak ingin
> > memanipulasi KUHAP
> > Apakah benar hanya karena salah Copy Paste? Berikut
> > saya kutipkan lagi
> > urutan pernyataan anda pada tulisan anda yang
> > pertama, yang berjudul
> > "legal opinion ..."
>
> Aryo:
> Saya ulang lagi ya..terserah maunya anda Sdr Harez.
> Ada Multiple Choice nihh dipilih dulu:
> (a). bermain2
> (b). khilaf
> (c). tidak tahu
> (d). salah Penempatan (Copy Paste)
>
> Aryo wrote:
> > Definisi Laporan menurut Pasal 1 ayat 24 KUHAP
> > menyebutkan:
> > " Laporan adalah pemberitahuan yang disampaikan oleh
> > seorang karena hak dan kewajiban berdasarkan
> Undang-undang kepadapejabat yang
> > berwenang untuk menindak menurut hukum seorang yang
> > telah melakukan
> > tindak pidana aduan yang merugikannya"
> >
> > Pasal di atas merupakan dasar dari delik aduan
> > karena untuk melakukan
> > proses hukum terhadap delik tersebut diperlukan
> > adanya pengaduan dari
> > pihak yang merasa dirugikan.
> >
> > Definisi Pengaduan menurut Pasal 1 ayat 25 KUHAP
> > menyebutkan:
> > " Adalah pemberitahuan disertai permintaan oleh
> > pihak yang
> > berkepentingan kepada pejabat yang berwenang untuk
> > menindak menurut
> > hukum seorang yang telah melakukan tindak pidana
> > aduan yang
> > merugikannya"
> >
> > Dari kedua hakekat pengertian Laporan dengan
> > Pengaduan, terlihat makna
> > yang sama mengenai "Pemberitahuan" yang dilakukan
> > oleh Subyek Hukum
> > kepada Aparat Hukum. Dalam konteks ini yang dimaksud
> > Aparat Hukum
> > adalah polisi setempat. Pengaduan karena sifatnya
> > terikat pada jenis
> > jenis delik aduan, maka orang yang menyampaikan
> > pemberitahuan
> > haruslah orang "Tertentu". Artinya, pengaduan dapat
> > berhasil apabila
> > dilakukan oleh Pihak yang menjadi korban atau Pihak
> > yang dirugikan
> > dalam peristiwa pidana, barulah Polisi dapat
> > melanjutkan
>
>
> harez:
> Orang yang melek dan ngerti hukum, akan mempertanyakan
> apakah uraian yang seperti itu benar-benar hanya
> sekedar kesalahan copy paste atau ada sebab lainnya ?
> Kalau saya boleh tahu, salah copy paste bagaimana yang
> Mas Aryo maksud ?
> Kalaupun seandainya pengutipan ayat 24 itu adalah
> kesalahan copy paste, mengapa pada uraian selanjutnya
> (dan juga ralatnya sebagaimana telah saya kemukakan di
> atas), Mas Aryo merujuk ayat 24 sebagai dasar delik
> aduan? Ha...ha...ha.. :) Mas Aryo.... Mas Aryo .... :)
> Selain itu, sebagaimana juga telah saya kemukakan pada
> tulisan saya terdahulu yang berjudul "apakah
> ....memanipulasi KUHAP",
> "Mengapa anda tidak menjelaskan soal pelaporan (isi
> ayat 24)? Apakahrangkaian penjelasan tersebut
> dimaksudkan untuk lebih menekankanpersyarat an adanya
> unsur "kerugian" ? Yang sebenarnya adalah isi ayat25
> ?"
>
> Aryo:
> Cape' deeh
> Penempatan alias copy paste..(d)
> itu udah dijawab belom pertanyaan pilihan yang di
> atas? mendingan dipilih dulu..udah dikasih bocoran
> juga =P
>
> Perlu diperhatikan bahwa konteks Pasal 1 ayat 24 KUHAP
> masih dalam bagian pencegahan bukan persyaratan dari
> timbulnya kerugian. Lebih baik mencegah daripada
> mengobati
>
>
> Hares:
> sejumlah lagi yang belum diungkapkan Mas. Apakah Mas
> Aryo tahu VCL juga pernah buat ulah di milis hankam.
> Lihat saja gambaran singkatnya di:
> http://groups. yahoo.com/ group/psikologi_
> transformatif/ message/13404
>
> Aryo
> Saya akan menunggu serta memeriksa data yang anda di
> Mailing list Psikologi Transformatif. Saya sudah
> mencoba URL yang anda berikan pada address
> http://groups. yahoo.com/ group/psikologi_
> transformatif/ message/13404 tapi ini yang muncul
> (opera illegal-url-13)
>
> Mohon dilancarkan akses dokumen terkait.
>
> Hares:
> Siapa bilang saya punya power ..... ha...ha...ha. ..
> anda mengada-ada Mas.
> Berani itu karena benar, kata peribahasa sih.
> Ha...ha...ha.., justru pernyataan saya tentang si aa,
> si teteh, si .... (semuanya muat masuk kijang...ha.
> ..ha...ha. ..) yang saya sebutkan pada tulisan saya
> terdahulu, bukan dalam konteks menunjukkan beking,
> konteksnya menunjukkan bahwa saya tidak usah keluar
> biaya banyak, kalau memang masalah ini akan saya
> adukan dan atau laporkan. Jangan diubah-ubah ah ... :)
> Beking ... ? Bukannya sudah nggak jamannya maen
> beking-bekingan. Apa Mas Aryo suka maen
> beking-bekingan .... ? Kalau lihat paradigma Mas Aryo
> yang menekankan "financial skill" sih tidak
> mengherankan apabila Mas Aryo punya perhatian terhadap
> soal beking-bekingan ini. Eh ... iya ding, saya punya
> beking. Tuhan yang saya jadikan sebagai beking,
> leading malahan .... :)
> Kalau berhasil, modelnya kan bisa dipergunakan pencari
> keadilan yang masuk kategori tidak punya "financial
> skill".
>
>
> Aryo:
> Tidak perlu diberitahukan data definitifnya saya juga
> mengerti kok Sdr Hares.
> Apa boleh buat? Bekingan sudah bagian dari realita
> peradilan kok.
> Saya main beking? Saya kira tidak perlu ya Sdr Hares
> selama dapat disolusikan bukan diperdebatkan =)
>
>
> Harez
> Memperhatikan penekanan Mas Aryo pada financial skill,
> "Apakah Mas Aryo bermaksud mengatakan bahwa bisa gugur
> di tengah jalannya ini karena pengaruh financial
> skill?"
> Apakah artinya kalau ada seseorang dengan orang tua
> yang punya harta miliaran terus boleh
> petantang-petenteng seenaknya begitu? Yakin bisa
> menggugurkan perkara di tengah jalan begitu maksudnya
> Mas?
> Ha...ha...ha. .. :) Saya jadi lebih tertarik untuk
> memperkarakan masalah ini jadinya .... :)
> Bagaimana mencoba/mengembangkan model "anti/non
> financial skill" dalam mencari keadilan. Dasarnya
> antara lain adalah:
>
> Pertama, saya percaya aparat hukum (polisi, jaksa dan
> pengadilan) dari hari ke hari berupaya untuk menjadi
> semakin baik.
>
> Kedua, ada orang-orang dan lembaga-lembaga yang
> menaruh perhatian terhadap hal itu. Rekan-rekan dari
> Indonesian Police Watch dapat diajak untuk
> berperanserta, demikian juga rekan-rekan dari Pemantau
> Peradilan, dan sejumlah lembaga lainnya.
>
> Ketiga, pengacara-pengacara berkualitas lebih
> menekankan kepada kualitas pengkajian pokok perkara
> dari aspek hukum ketimbang pendekatan "financial
> skill". Setahu saya, pendekatan finansial banyak
> dilakukan oleh pengacara "pokrol bambu" .... :)
>
> Keempat, banyak pengacara-pengacara muda yang sedang
> merintis karir, yang dengan idealismenya lebih
> mengandalkan kualitas "otak"nya, ketimbang "diplomasi
> ala financial skill". Di antara mereka ini, cukup
> banyak yang bersedia menangani secara "gratis"
> kasus-kasus yang menarik dan menantang.
>
> Apakah mau kita coba buktikan Mas ?
> Kalau berhasil, modelnya kan bisa dipergunakan pencari
> keadilan yang masuk kategori tidak punya "financial
> skill".
>
> Aryo:
> Gugur di tengah jalan karena faktor "Financial Skill"
> Hmm probabilitas tetap saja dapat terjadi.
> Saya juga percaya kok dengan Optimisme aparat hukum
> NKRI untuk menjadi lebih baik di kedepannya saya
> berusaha untuk percaya.
> Wah menarik juga dibuatkan riset atau survey mengenai
> tema "Keadilan bagi Model non financial skill" dari
> satu badan yang sah. Should we work together as a team
> or work against ?
> Lawyer Pokrol Bambu is mainly part of the system. U
> cant resist that Mr Harez ?
> Should we find solutions? or should we against each
> other? saya agak bingung nih jadinya =/
>
> Hares:
> Apakah anda yang disebut-sebut Vincent Liong pada
> tulisannya berikut ini ?
> "Tadi sore pengacara sukarelawan saya (bukan saya yg
> bayar, dia yang traktir saya makan) dia menjanjikan
> akan membuatkan penjelasan dari
> sudutpandang hukum secara gratis malah secara merugi
> karena traktir saya makan lho. Kasusnya sudah
> dipelajari maka saya mulai tembak Haute, Pabrik_T dan
> Audifax. Tetapi sayang duit saya jadi pakai jalur
> pers saja.
>
> Aryo:
> "Tadi sore pengacara sukarelawan saya"
> Sore kapan tanggal tepatnya ?
> Kebetulan saya hanya teman Konsultan Hukum gratis nya
> Sdr V.L. Tapi yang pasti individu yang anda maksud
> bukan saya, karena saya bukan pengacara sukarelawan.
>
> Saya rasa lingkaran di sekitar V.L yang bergerak di
> bidang hukum bukan saya saja? Sudah lama saya tidak
> mentraktir V.L dan saya kira dia mengenal orang lain.
>
> Wow Harez u've got plenty of energy for this certain
> kind of things. I like your spirit =)
>
>
> Sincerely
>
> Aryoputro SH (temennya V.L)
>
>
>
> ________________________________________________________________________\
> ____________
> Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's
> updated for today's economy) at Yahoo! Games.
> http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow
>
> --- End forwarded message ---
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Fitness Zone

on Yahoo! Groups

Find Groups all

about healthy living.

Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

Official Samsung

Yahoo! Group for

supporting your

HDTVs and devices.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: