Minggu, 11 November 2007

Re: Balasan: [psikologi_transformatif] Curhatan temen, tolong bantuin yach;)

kalau dalam selling,

ask until he say yes.

buatlah pertanyaan-pertanyaan yang membuat / mengarah dia berkata ya.

tanya terus, tanya terus.....

salam,
goen

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "Fachruddin \\basyar
din saja" <panti_2005@...> wrote:
>
> Nah ini. Terkadang kita sering tertipu dengan perasaan sendiri.
Apa yang dibayangkan, ternyata tidak (belum) menjadi kenyataan. Ada
dua sikap dalam diri mbak kita ini. Pertama "sangat" berharap untuk
mendapat pengakuan, dalam hal ini pernyataan cinta dari teman
barunya itu. Kedua, ada semacam rasa "sombong" (maaf maksudnya
sombong yang baik) untuk tidak mau mengatakannya lebih dulu.
Pandangan seperti ini sering kita dengar, bahwa tabu kalau wanita
lebih duluan menyatakan hasrat hatinya. Saya sendiri terkadang
kurang sependapat dengan pandangan ini. Apalagi saat ini persamaan
hak bagi jender sering didengungkan. Nah, mengapa tidak kalau mbak
mengambil inisiatif terlebih dulu. Katakan saja cintanya kepada
teman barunya itu. Tapi, mungkin keberanian itu yang tidak dimiliki.
> Sebagai seorang pria, saya menilai bahwa teman baru mbak itu
orangnya tidak gegabah menyatakan sesuatu. Sepertinya orangnya
sangat teliti dengan sesuatu, yang sering dianggap sepele. Dengan
pernyataan via sms "apakah sudah makan" dansebagainya itu, ini bisa
jadi sesuatu iseng belaka, atau mungkin masih takut-takut, karena
baru kenal. Teman baru mbak itu seperti "pemberani"
atau "jentelmen". Biasanya orang seperti ini suka memperhatikan hal-
hal kecil dan sepele. Tidak terburu-buru. Atau bisa jadi
paling "nyeleneh", suka usil. Saya tidak mem\ndapat info lebih jauh
tentang teman baru mbak itu.
> Tapi, menurut hemat saya, mbak ini janganlah terlalu mengikuti
kata hati. Sebagai seorang wanita, tentu harus lebih banyak sabar,
teliti, jangan sampai nanti memilih sesuatu yang tidak diingini.
Sebagai manusia, kita sebenarnya tidak punya hak untuk menetapkan
pilihan. Jadi, niatkan saja pada nilai yang dikehendaki, meski
terkadang kita kecewa dengan bentuk yang diharapkan. Saran saya,
kalau boleh, jangan memilih dari bentuknya semata, tapi yang penting
apakah nilai yang dingini itu telah ditemukan? Maaf. Saleum din saja
di Banda Aceh.
>
> Helga Noviari <helga_noviari@...> wrote:
> Hi all,
>
> Kemaren Helga dapet curhatan dr tmn yg kebetulan kenal waktu di
Jakarta. Niy temen lg punya masalah ama cowo' yg lg jd gebetanny. Sy
pikir bagus jg klo di-share di milis...but Helga dah samarin namanya.
>
> Nich curhatan dr temen Helga, kasi masukan yach
>
> Helga,
> Pa kabar? Duh, moga kamu baik-baik aja ya! Beda banget ama gue.
Secara fisik, aku emang fine-fine aja. Tapi, dalam hatiku, ada
perasaan bimbang yang menyelimuti. Bimbang itu disebabkan aku sedang
menunggu sesuatu yang sepertinya sia-sia. Ga, elo kan anak
psikologi, gue butuh masukan elo.
>
> Di kampus, aku sedang dekat dengan seorang cowok, sebut saja
Ferry. Aku dan Ferry kenal sejak masa orientasi. Dia adalah sosok
cowok yang sangat spesial buatku. Semua yang ada di diri Ferry
merupakan tipeku. Awalnya, kami hanya teman ngobrol dan makan
bareng. Tapi, lama-kelamaan, ada rasa lain yang singgah di hatiku
untuk Ferry.
>
> Setelah lama mengamati, aku lihat Ferry juga ada rasa padaku. Aku
mulai menyadarinya saat Ferry sering SMS dan telepon. Yang bikin
senang, Ferry SMS aku bukan untuk hal-hal penting saja. Melainkan,
untuk perhatian-perhatian kecil yang sebenarnya nggak penting.
Kayak "udah makan belum?", "jangan lupa belajar ya!", dan masih
banyak lagi SMS darinya yang bikin aku makin ada feeling.
>
> Beberapa hari setelah itu, aku dan Ferry jadi sering jalan.
Awalnya sih, masih ramai-ramai sama teman. Tapi, setelah date
ketiga, Ferry mulai berani ngajak aku jalan berdua. Jujur, aku
senang banget. Ferry mengajakku nonton.
>
> Setelah nonton, date-ku pun berlanjut ke makan malam berdua atau
jalan-jalan untuk cari buku dan shopping. Pokoknya, aku dan Ferry
sudah kayak orang pacaran.
>
> Nah, yang bikin aku bingung, sebenarnya apa status hubunganku
dengan Ferry? Aku memang dekat dengan Ferry, tapi dia belum pernah
sekali pun bilang cinta atau sayang sama aku. Rasanya, aku cuma
digantung sama Ferry.
>
> Sering Ferry mau mengungkapkan sesuatu untukku. Namun, saat kata-
kata itu mulai meluncur, tiba-tiba Ferry bilang, "Nggak jadi deh."
Duh, sebel banget kan?
>
> Aku coba curhat ke sahabat baik Ferry yang juga dekat denganku.
Namanya Listyo. Menurut Listyo, aku hanya butuh sabar. Sabar untuk
menunggu Listyo berani mengutarakan semuanya padaku. Tapi, sampai
kapan? Aku punya prinsip untuk nggak menyatakan cinta duluan. Aku
juga nggak mau merusak prinsip itu.
>
> Apa pendapatmu Ga?
>
>
> Ok. Friends...makacih banyak kalo ada yg mo kasi masukan yach.
>
> Helga tunggu
>
>
> Cheers,
>
>
> HN
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

10 pairs of tickets

a day from Yahoo!

Fly home for the

Holidays for free.

Yahoo! Groups

Health & Fitness

Find and share

weight loss tips.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: