Senin, 17 Desember 2007

Re: [beasiswa] [OOT - curhat] Ujian Negara SMU

Dear Iva,

Saya pengin sedikit sharing pemecahan masalah dengan anda. Saya salut sebagai seorang kakak, Iva sangat concern dengan belajar sang adik. Saya sebagai kakak dari adik adik saya sendiri malah jarang bantuin buatin PR mereka ( tapi mereka yang aktif, bukan kita loh ).

Terus terang kurikulum di SMU menurut saya dan bapak saya ( Bapak saya seorang guru yang sudah 28 tahun mengajar ) tidak fokus. Contohnya penjurusan dilakukan di kelas III, berarti, perbedaan antara IPA IPS dan Bahasa, hanya dalam materi 1 satu tahun itu saja toh.
Terus waktu UMPTN kita bisa ambil IPC ( Ilmu Pengetahuan Campuran ) sehingga kans untuk menyeberang dari IPS ke IPA atau sebaliknya ( tapi lebih sedikit jumlahnya ) bisa terjadi.

Masa masa SMU adalah masa masa yang labil, berbeda dengan masa sewaktu kita masih SMP. Di SMP kita masih bisa fokus dalam belajar, Namun di SMU, di mana hormon sangat aktif, emosi lebih labil, maka perlu pengawasan yang lebih intensif ( ini berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri loh ) .

Sewaktu saya SMU, saya ikut kegiatan ekstrakulikuler sangat intensif, sehingga belajar saya keteteran. Waktu itu ideologi saya sangat tinggi, saya menjadi seorang idealis, saya menentang pemikiran guru guru saya. Saya meremehkan guru guru saya. Sehingga jika saya salah dalam menjawab soal maka yang saya salahkan guru saya. Lucu memang. Tapi untunglah ada seorang teman yang pintar sekali, dia menasehati saya untuk menjawab soal berdasarkan teori bukan berdasarkan perasaan. Oia masa SMU adalah masa di mana kita lebih percaya kepada teman sejawat dari pada kepada orang tua atau pun kakak kakak kita. Saran saya suruhlah adik anda bergaul dengan teman teman yang pintar di kelasnya. Pasti ada koq. teman gaul yang pinter tapi asik. Nanti pasti ketularan. Saran saya. Percuma anda menyuruh adik anda untuk belajar, baik via telepon maupun SMS, Dia malah akan makin muak. Lebih baik anda bicara dari hati ke hati, apa cita citanya, Terus rangsang dia supaya berpikir bagaimana mencapai cita citanya. bukan malah disuapin melulu. Suruh dia berpikir. Bagaimana caranya. Jangan didikte.
Nanti jika dia menjawab,Untuk jelasnya saya kasih contoh dialog :

Iva : Dek , udah kepikiran belum, mau jadi apa kalau sudah lulus SMA ?
Adek : Belum tau nih kak, Saya ingin menjadi arsitektur, tapi juga pengin desain interior ? Jadi bingung nih
Iva : Pilih satu aja dong ...
Adek : Ehmmmm arsitek aja deh. lebih keren
Iva : jangan lihat kerennya dong, tapi dengar bisikan hati adek .
Adek : Iya , adek pengen masuk jurusan arsitek
Iva : Yakin ?
Adek : Yakin 100 %
Iva : Kalau yakin, kakak mau bantu ....
Adek : Gimana caranya kak ?
Iva : Tapi ada syaratnya ..
Adek : Apaan nih, bikin penasaran saja. pake syarat segala.
Iva : Syaratnya adalah Adek harus mau berkorban,
Adek : Oh itu ya pasti, orang kalau mau dapetin cewek/cowok harus berkorban apalagi menyangkut cita cita . Harus itu ...
Iva : Baguslah kalau adek mengerti ...
Iva : Perhatikan kakak ya ? Adek ingin kuliah di Universitas mana ? ( untuk melihat passing grade )
Adek : Universitas Indonesia Raya ( misalnya )
Iva : Itu termasuk universitas favorit loh, pengorbanan kamu nggak boleh main main
Adek : Oke...
Iva : Untuk masuk ke Univ tersebut ada 3 macam persiapan, yaitu 1. persiapan finansial, 2 persiapan mental 3 persiapan strategi.
Untuk persiapan finansial, insya Allah keluarga kita mampu ya, nanti kakak juga bisa bantu dikit dikit, buat jajan adek. nah sekarang tinggal sisanya. Kalau persiapan mental, Adek harus siap bersaing dengan mahasiswa2 yang pinter pinter di Univ tersebut. Jadi dengan kata lain adek biar ga kelihatan bego banget harus nyicil dari sekarang,
Adek : nyicil apa kak ?
Iva : Nyicil cara belajar. Cara belajar yang baik yaitu sedikit demi sedikit,
Adek : Kelamaan dong,
Iva : Kita harus sadar ya dek ya, bahwa TIDAK ADA SESUATU YANG INSTAN, segala sesuatu butuh proses. Bahwa ketekunan bisa mengalahkan kejeniusan. Biar kita nggak pinter asalkan kita ulet dan tekun, kakak yakin adek bisa meraih apa yang adek cita citakan.
Adek. : Itu kayaknya nggak sulit, deh. Kalau Persiapan yang terakhir apa ?
Iva : Jika Adek sudah siap untuk belajar dengan tekun, tanpa kenal lelah, tanpa bosan . persiapan berikutnya adalah persiapan strategi, Kita tahu nih bahwa komponen yang diujikan dalam UMPTN adaalah Matematika , Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dll.
Maka mau tidak mau kita harus fokus dan harus menguasai semua pelajaran tersebut. Berhubung waktunya mepet, maka pelajaran yang kurang penting bisa dikesampingkan ( tapi tidak dilupakan loh )
Adek : Loh kok dikesampingkan ? Ntar Nilai STTB adek jeblok dong
Iva : Adek, ini namanya strategi, Waktu dan tenaga adek tinggal sedikit lagi, kalau mau lulus, kita harus menguasai mata ujian di UMPTN,
Adek : Tapi salah satu mata ujian yang Adek benci adalah bahasa Inggris.
Iva : Kakak tahu, tapi disinilah ujian kehidupan harus Adek hadapi. Contohnya Adek naksir seorang cewek, tapi orang tuanya galak banget, apa adek menyerah, terus nggak jadi naksir sama dia. Kalau kita selalu menghindari masalah, maka kita akan selalu menghindari kehidupan. Karena kehidupan itu selalu penuh dengan masalah yang menunggu untuk kita taklukkan.
Adek. : Wah , aku jadi semangat 45 nih kak.
Iva : Nah gitu dong, kalau adek nggak bisa menguasai bahasa Inggris gimana mau masuk Univ Indonesia Raya jurusan Arsitektur ? Putar otak adek gimana caranya nih. gw harus bisa masuk jurusan itu di Univ Indonesia Raya.
Adek : Tapi Adek sekali benci bahasa Inggris sekali benci tetap benci.
Iva : Adek seperti kata pepatah, Tak kenal maka tak sayang. Adek tidak mengenal bahasa inggris dengan baik, maka dari itu adek benci. Kakak akan berusaha membantu adek untuk bisa memahami bahasa Inggris, tapi kakak ingin bertaruh dengan Adek.
Adek : Bertaruh apaan kak ?
Iva : Adek harus menghafal 10 kosakata tiap hari. dan menghafal Irregular Verb 5 buah tiap hari. Ditambah belajar tentangTenses tiap minggu satu tenses. Kakak pandu/ cek hafalan adek lewat telepon.
Adek : Kalau adek nggak bisa gimana
Iva : Adek harus push up 10 kali.
Adek : Oke siapa takut.

--------------------------------------------------------------------------------


Pokoknya Iva beri dia tantangan, tapi jangan terlalu berat, Dia jenuh karena :
1. Tidak punya tujuan yang jelas, mau kemana
2. Bingung, mau mulai dari mana
3. Bosan karena guru yang mengajar di sekolah terlalu monoton, sedangkan di Bimbingan Belajar terlalu cepat.
4. Merasa salah jurusan.

Untuk point nomor 4. jika Adek anda merasa salah jurusan jangan didukung, dan jangan pula dicemooh. Karena pertama dia harus belajar bertanggung jawab atas pilihannya sendiri, kedua biar dia berusaha untuk berupaya lebih keras supaya dapat merebut kembali jurusan favoritnya. dengan cara lebih giat belajar baik IPA maupun IPS, sebab kalau dia bisa menguasai keduanya, sebaiknya pilih IPC saja. Toh materi IPA hanya satu tahun yang lewat.
Jangan hanya menanyakan sudah belajar belum sudah belajar belum. Tapi pancing dia dengan kata Dek masih pengen jadi arsitek nggak ?
Kalau masih mau, persiapannya udah sampai di mana ? Kendalanya apa ? Apa hafalan 10 kosakata terlalu sedikit ? mau ditambah jadi 30 kosakata tiap hari ?

Untuk lebih meningkatkan skill adik anda suruh dia mengerjakan Bank Soal, itu juga cukup efektif. Kalau lagi pulang kampung, ajak dia belajar bersama, Capek ...?, Memang untuk sukses kita juga harus ikut berkorban,

Terakhir, ceritakan kepada Adik anda bahwa belajar itu beratnya adalah sewaktu memulai saja, kalau otak sudah mulai "hangat" ( saya yakin anda pasti tahu maksud saya ), biasanya kita nggak mau berhenti belajar koq. Dieselnya udah panas.

Demikian Iva, semoga sukses membujuk adeknya untuk belajar, karena di era persaingan bebas 2010 nanti, kita nggak mau cuma jadi kuli di rumah kita sendiri.

TETAP SEMANGAT !

M.Fuad Darmawan

----- Original Message -----
From: didik achmadi
To: beasiswa@yahoogroups.com
Sent: Sunday, December 16, 2007 10:40 AM
Subject: Re: [beasiswa] [OOT - curhat] Ujian Negara SMU


On Nov 28, 2007 12:24 PM, iva mahadri <iva_mahadri@yahoo.com> wrote:
> Salam,
>
> Saat ini adik saya sedang duduk di kelas 3 SMU dan sebentar lagi akan menghadapi ujian negara. Orang tua saya sering kesal karena beliau tidak pernah melihatnya belajar. Pulang sekolah jam 4 sore, dia istirahat sebentar, main komputer, mendengarkan musik. Selepas maghrib kalau tidak main ke rumah teman, dia nonton TV, atau les di lembaga pendidikan seminggu 3x. Meski demikian, orang tua saya sering menganggapnya masih kurang banyak belajar.
>
> Sebagai kakak, saya cukup memahami kondisi adik saya (juga orang tua saya). Karena saya tinggal di kota yang berbeda, saya sering mengingatkannya untuk belajar via telepon/sms. Suatu hari, ketika saya pulang ke rumah ortu, adik saya banyak curhat tentang kejenuhannya belajar. Selain itu ia merasa stres karena tahun depan akan bertambah mata pelajaran yang diujikan. Sementara itu, dia merasa masih harus mengejar bahan pelajaran yang harus ia pelajari. Ketambahan lagi, dia (sepertinya) salah masuk jurusan. Ketika di kelas 2, dari hasil tes dia dinyatakan cocok masuk IPS. Sementara itu, selepas SMA ia ingin melanjutkan ke jurusan arsitektur/ desain komunikasi visual/ desain interior. Sehingga dia sering merasa enggan belajar, terutama mata pelajaran Ekonomi yang dirasanya terlalu sulit.
>
> Terus terang saya kasihan kepadanya karena dia merasa bebannya terlalu berat. Saya sudah berusaha membangkitkan semangatnya dan lumayan-lah sepertinya dia cukup termotivasi dengan cerita2 saya tentang rekan2 di milis & saya sendiri yang bisa mendapatkan beasiswa.
>
> Satu lagi mata pelajaran yang dirasa sulit bagi dia adalah bahasa inggris. Saya sudah membelikan beberapa buku latihan tes bahasa Inggris dan beberapa mata pelajaran lain. Oya, adakah rekan2 yang tahu buku2 latihan tes bahasa inggris untuk anak SMU (ujian negara) yang cukup baik?
>
> Terima kasih untuk tempat curhatnya. Mohon doa untuk adik saya semoga dia bisa menghadapi ujiannya kelak. Amin.
>

Salam,

Dulu saya mengalami hal yang mungkin bisa dibilang sama, dan
jawabannya baru ketemu pas semester tengah/akhir masa kuliah. Intinya
adalah bagaimana cara belajarnya.

Sedikit sharing aja, yang saya alami dahulu adalah orang diminta
sekolah, belajar, tapi tidak diberi gambaran bagaimana cara belajar
yang sesuai dengan kemampuan diri. Kita ngomongin cara belajarnya. Ya,
seperti naek sepeda, kita diajari dasar-dasar naek sepeda. Kalau
belajar / sekolah, kita seyogyanya juga diajari bagaimana sih cara
belajar yang baik dan benar sesuai dengan kemampuan masing-masing
individu.

Ada orang yang lebih cenderung ke arah visual ( semacam saya ), jadi
catetannya model sketsa dan diagram dengan garis dan panah
kemana-mana. Ada juga yang cenderung lebih gampang menerima ilmu kalau
diceritain, nha orang model ini mungkin lebih cocok kalau belajar
dengan cara mendengarkan materi yang sudah direkam. Ada juga yang
modelnya lebih mudah menerima kalau udah nulis duluan, orang2 kayak
gini biasanya belajar dengan cara mencatat dan mengulang-ulang. dan
masih banyak lagi metode lainnya.

Saya pernah coba beberapa metode diatas, yang paling sesuai untuk saya
masih model visual + catatan dalam bentuk skema. Kecuali untuk
perhitungan ya mau ga mau harus sering latihan.

Suasana juga sangat mendukung, berhubung rumah saya terbilang rame,
saya baru bisa belajar tenang kalo diatas jam 9 - 10 malem. Dan ga
bisa belajar kalau di sekelilingnya ada orang lain. Jadi jarang ikut
belajar kelompok ( ini dulu kebanyakan biasanya endingnya malah maen
bareng :p )

Mungkin adeknya mbak ( maap kalo salah penyebutan gender ) Iva bisa
ditanya dan diarahkan mengenai metode pembelajaran yang paling sesuai
dengan karakter dia. Kalau pengalaman saya dulu, dengan metode yang
tepat, kualitas pembelajaran bisa jauuh lebih efisien terhadap
waktunya.

*just my cepek*

Cheers,
--
- D e e -

http://achmadi.net


::BCA::


[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: