Minggu, 23 Maret 2008

Re: [psikologi_transformatif] Re: Does God exist?

hahahahha.......hahahhahah........hahahahah....... gue tanggapi.....

pradita@telus.net wrote:

Bagaimana mungkin seorang yang berpikir dengan logika pantat kaya hendrik
bokonglebus ini bisa berkomentar tentang logika? Ha ha ha...ha ha ha...ha ha
ha..., bubar deh kerajaan Pajang! kalo untuk hendrik bongkrek, yang berlaku
bukan "logika" tapi "logila". Ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...
--------------------------------------------------------------------------------------
gue : hahahahh......hahahahha...... apakah seseorang itu berbokong lebus atau tidak atau  di  dianggap berbokong lebus oleh yg berbokong lebus maka tidak ada alasan untuk menolak komentarnya tentang logika.... betul kagak....???... menyikapinya adalah menilai apakah yg disebutnya kebenaran atau tidak...????...
------------------------------------------------------------------------------
Eh, Ndrik, itu kutipan ucapan Nabi datangnya dari Qur'an atau Hadith sih? Kalo
Hadith, yang mana ya? Kalo diliat-liat, ngobrolnya sama Ali, jadi mungkin ini
Hadith Syiah ya? ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...
-----------------------------------------------------------------------------
gue : hahahah.....hahhahh.....hahahhaha....... pert5anyaan itu sebenarnya tidak tepat kamu pertanyakan... sebab  kamu bukan seorang muslim  sehingga sangat diragukan jika kamu memilki pengetahuan yg cukup tentang islam, hadis, dengan mahzab... seharusnya kamu sadar mengapa kaum muslim di web site ini baik yg menerima syiah atau tidak sama sekali (seperti  saudara insan yg kamu sering sebut itu) tidak berkomentar menyangkut hadis-hadis  atau ayat2 al quran yg saya sebutkan.... kenapa....??????.... saya rasa semua org sunni bisa menerima kalau imam Ali as adalah sahabat nabi yg paling "berilmu"diantara sahabat lainnya.... dan memang islam sangat menekankan pada pengetahuan.... kalau menyangkut hadis sebanrnya tidak mengalami perbedaan yg cukup besar.. untuk itulah dalam buku2 syiah sering juga ada hadis2 yg diriwayatkan oleh org2 sunni....
----------------------------------------------------------------------------------------
Udah deh, gak usah ngomong matematika ataupun zaat-zatan. Percuma, elo kaga
ngarti malah bikin malu diri sendiri. Kesimpulannya kok tanda tanya semua
berderet-deret? Ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...
----------------------------------------------------------------------------------------
gue : hahahah.....hahahhah......hahhaha.... kalau gue mau bilang, lalu loe mau apa....????... kalau gue malu maka malunya  kembali pada diri saya.... jadi menurut saya, yg harus malu adalah yg  "tidak tau diri"...... betul kagak.....??????.....
----------------------------------------------------
manneke

Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@yahoo.com>:

> hahahahhahah......hahahahaha.........hahahahahaha........
>
> logika adalah berfikir dengan benar
>
> kita berlogika atau belajar logika atau ingin mengetahui logika memiliki
> tujuan adalah mengetahui yg namanya kebenaran... atau jika "mengetahui
> kebenaran" dianggap terlalu ekstrim maka mengetahui yg "lebih banyak benarnya
> atau yg kurang banyak benarnya" adalah tujuan akhir juga..... jadi setelah
> itu adalah menentukan atau memilih......
>
> biarkan semua manusia berbicara menyangkut satu pemecahan dari satu
> permasalan.... biarkan yg merasa bodoh atau pintar, yg tidak merasa bodoh
> atau pintar, dll..... persoalannya yg harus kita perhatikan adalah jangan mau
> menjadi bodoh dan harus menjadi pintar.....
>
> kita sudah belajar kelebihan, kekurangan, matematika,
> fisika,biologi,ekonomi,politik,dll sebab kita menganggap itu adalah sesuatu
> yg penting bagi manusia.... tetapi akhirnya kita memilih agama dan tuhan yg
> bertentangan dengan itu sehingga yg terjadi ketuhanan sang tuhan kita tidak
> bisa di terima / di dukung oleh iilmu2 itu..... jadi apakah gunanya kita
> sekolah, belajar, dan menyelesaikan soal-soal....??????
>
> " tidak ada paksaan dalam agama, telah jelaslah jalan yg lurus daripada yg
> sesat" (al quran)
>
> kita menghargai org lain dalam bentuk yg berbeda-beda... kalau ada yg bilang
> 1 X 3 = 1 lalu dia meminta bentuk penghargaanya dengan menerima dan mengakui
> lalu menulis lalu mengajar org lain seperti itu maka dengan sendirinya kita
> "tidak menghargai diri" sendiri dan juga kebenaran yg dibangun oleh para
> ilmuwan atau org lain...
>
> "ALLAH adalah awal dan akhir" (al quran)
>
> yg dikenal adalah zat padat, cair, dan gas... tetapi apakah semua atom itu
> zat adalah cair, gas, atau zat padat jika bersatu....????? dan jika zat
> padat,cair, dan gas disatukan maka apakah hasilnya adalah zat yg
> baru....?????.. apakah zat dari proton dan neutron itu tergolong zat
> padat,cair,gas, atau sesuatu yg lain....??? apakah ide itu ada zatnya...???
> apakah cinta itu ada zatnya..??? ..dll....
>
> jadi pada ahkirnya kita menemukan zat yg melingkupi segalanya tanpa
> terkecuali tetapi yg lain tidak bisa menjadi dirinya... apakah zat itu akan
> kita sebut tuhan atau tuhannya para tuhan.....??????????
>
> " wahai Ali, jika manusia lain mendekatiNya hanya dengan menyibukkan dirinya
> pada ritual ibadah saja maka dekatilah DIA dengan pengethuan keintelktualan..
> agar engkau telah sampai pada saat mereka baru menuju kesana"
> (nabi
> Muhammad SAWW)
>
>
>
> Yayak Heriyanto <mesfo96@yahoo.com> wrote:
> Logika adalah anugerah, dan semua orang berhak dengan logikanya sendiri,
> sekalipun bercorak ekstrim. Begitulah sehingga setiap pendapat dihargai orang
> tanpa mengenal individunya. Demikian pula logika dalam uraian ini, adalah
> merupakan racikan tersendiri karena merupaka sebuah hasil logika. Hamper
> semua buah pikiran yang mencari kebenaran cenderung menggunakan logika
> menurut latar belakang dasar berpikir masing-masing, dan logika relative
> tidak salah dari dasar pijakan sendiri.
>
> Orang lain berhak mengklaim keliru terhadap suatu pendapat, sebab kenyataan
> ini juga berlandaskan pada hak dan latar belakang cara berpikir tadi.
> Bijaklah orang yang mau mengaku bahwa, "tidak ada yang salah dalam hidup ini,
> sebab segala sesuatu 'wajib' relative, tergantung dari sisi mana seseorang
> memandangnya. Yang salah adalah ketika orang itu melukis wajah Tuhan dalam
> kanvas, karena logika yang melandasi imajinasinya dari awal sudah keliru.
> Mengapa tidak, jika lukisan itu kita lirik dan berlalu seakan tidak pernah
> hadir di pelataran kanvas.
>
> Seseorang membaca jalan pikiran orang lain adalah suatu yang bijak.
> Bagaimanapun mata tidak mampu berada dalam dua tempat yang berbeda untuk
> menyaksikan dua kejadian sekaligus.
>
> Sekarang uraian ini akan membawa kedalam relung-relung pikiran yang
> abstrak, meraba dan menyaksikan betapa rekaman pikiran orang lain dalam
> suasana persepsi yang saling berbeda. Orang lain dapat membawa pikiran
> berkelana ke suatu sudut ruang yang tidak semua mampu menggambarkannya dan
> berakhir pada kulminasi "bagaimana menghargai pendapat orang lain".
>
> Kata kebanyakan orang Ortodoks, bahwa tuhan itu bukan zat. Logika ilmiah
> mengatakan hanya ada tiga zat, padat, cair, dan gas. Selain itu tidak ada.
> Tetapi ada sesuatu yang bukan zat yang selalu digunakan untuk memikirkan
> sesuatu yang ilmiah "pikiran" itu sendiri. Adakah yang mampu menggambarkan
> seperti apakah wujud pikiran itu? Jika tidak ada, artinya ada zat yang tidak
> berbentuk seperti zat yang kita kenal.
>
> Marilah telusuri suasana batas pikiran yang pernah terlintasi imajinasi.
> Mulailah berimajinasi dengan logika tentang sesuatu yang tidak ada, tentang
> alam semesta ini sebelum diciptakan atau sebelum menjadi ada. Ketika
> imajinasi itu tercapai, alam semesta gelap dan kosong. Anda tidak menyadari
> bahwa sesungguhnya hasil imajinasi tidaklah benar-benar kosong, sebab ada
> pikiran anda yang membayangkannya. Pikiran itu yang membuat tidak kosong
> mutlak. Anda mulai berpikir dan bertanya, sebelum ada ruang kosong itu,
> apakah yang mengisinya? Mungkin udara atau debu-debu alam semesta! Secara
> pasti dalam ruang kosong itu ada sesuatu meskipun hampa udara.
>
> Lalu, lanjutkan rekreasi menuju pertanyaan mundur berikutnya, apa yang
> mengisi sebelum debu dan gas itu? Atau, kita bertanya sebelum segala sesuatu
> ada, apa yang ada? Jawabannya kembali kepada anda, bahwa pikiran anda jauh
> lebih dahulu ada sebelum segala sesuatu ada, bagaimanapun anda sudah sampai
> ke sana sebelum mereka ada. Betapa jauhnya anda telah menelusuri alam semesta
> ini. Sekarang anda yakin, bahwa tidak mesti sesuatu itu terpikirkan wajib
> untuk memiliki awal. Akankah anda ragu kini bahwa Tuhan itu tidak berawal dan
> tidak berakhir?
>
> Andaikan seorang abadi mengelilingi dunia, akhirnya ia akan berkesimpulan
> bahwa bumi ini tidak memiliki ujung.
>
> Betapa kompleksnya permasalahan jika kita hendak menelusuri sesuatu yang
> semestinya bukan santapan otak manusia. Mengapa tidak, bukankah kita
> diizinkan membuka tabir-tabir rahasia yang terhijab dalam alam semesta ini?
> Berkukuh ingin menampak wajah Tuhan, atau mengklaim tuhan ini seperti ini dan
> itu, bukankah hal yang dilarang. Bila kita masih berpijak pada logika, tentu
> jawabannya sederhana saja, bahwa prosessor computer DX, hanya mampu
> menganalisis data yang berukuran kecil dan sederhana. Akankah otak yang
> sedemikian terbatas ini diperuntukkan menganalisis ilmu yang menciptakan otak
> itu sendiri?
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.



Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Lawn & Garden

on Yahoo! Groups

For all things

green and growing.

Find Balance

on Yahoo! Groups

manage nutrition,

activity & well-being.

Weight Loss Group

on Yahoo! Groups

Get support and

make friends online.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: