Sabtu, 22 September 2007

[psikologi_transformatif] Re: Disain Pengujian (Cahaya Setan dan Malaikat > Gotholoco)

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "ratih ibrahim"
<personalgrowth@...> wrote:
>
> Temans membaca tulisan2 kalian, membuat saya jadi luar biasa
> tertarik.... meski makin dipikir, rasanya jadi seperti ikutan tim
> Ghostbuster..hehe...

Hm, mendingan jadi tim pemburu dari "Pemburu Hantu". Itu program TV
yang populer walaupun, menurut aku, asli pembodohan massal. Masa ada
jin dibotolin ? Emangnya gw aer minum, kata jinnya.

> siang ini lalu sampai sesorean, ketika memikirkan ide awal dari
> Harez, lalu jawaban dari yang lain satu persatu sampai kepada Tomy
> si ganteng itu... saya jadi mikir, mungkin memang benar seperti
> kata Leo. bahwa memang ada begitu banyak energi di sekitar kita,
> yang darimana asalnya, sesulit apapun, pasti bisa ketauan, kalau
> memang mau menyelidikinya. tetapi, energi ini BUKAN mahluk halus.
> ini kata saya.

Energi is Energi dan memang _bukan_ makhluk halus. E = mc2. Hukum
Kekekalan Energi. Energi bisa menjadi massa dan sebaliknya. It's
very simple. On the other hand, "makhluk halus" is definitely
SOCIALLY CONSTRUCTED. Makanya musti dilihat, yang ngomong "makhluk
halus" itu background budayanya apa.

> mengaitkan segala fenomena ini kepada hal-hal yang sifatnya
> superstitius, menurut saya, adalah lantaran kita memiliki
> keterbatasan untuk menalarnya secara yahhhhhhhhh............ lebih
> ilmiah-lahhh... sehingga terciptalah banyak tuhan-tuhan dalam
> kehidupan kita, yang tak jarang socially constructed juga.

Kalau kasih konseling ke clients, mao gak mao kan harus diikutin
cara penalarannya. Kalo orangnya superstitious, which is more or
less the fact with orang2 kita, maka mao gak mao harus kasih solusi
on that line juga. Terkadang bisa dijebretin en bilang ITU NONSENSE,
GAK ADA MAKHLUK HALUS. Terkadang bisa kalo aku merasa begitu.

Tetapi, terkadang juga harus berbicara nyerempet2 dikit sebab memang
ter "deteksi" adanya energi beda yang berasal dari dalam PSYCHE
client itu. Misalnya tentang roh2 leluhur itu, terkadang memang kuat
sekali berasanya, dan itu asalnya dari BELIEF SYSTEM. Nah, belief
system manusia itu kan gak maen2 kalo udah dijalanin dengan iman,
apalagi sudah turun temurun dan masih dipraktekka. So, tact and
wisdom is needed to handle such... --Tujuannya agar clients bisa
mencapai STABILITAS BARU, agar bisa smooth mengarungi PROSES
TRANSFORMASI menuju bentuk stabilitas yang lebih tinggi. Itu aja.
Hmm.... aku kan pengikut Carl Jung jadi agak gimana gituh.

ARCHETYPES,... that's a better term. Makhluk2 halus itu seringkali
bisa di-interpretasikan sebagai ARCHETYPES yang hidup di dalam
psyche clients itu sendiri. Dan ada energinya memang. Dan itu besar
sekali, dan itu bisa mendorong proses transformasi. Dan, kalau di-
handle dengan benar, bisa di-utilisasi untuk MEMBANTU menemukan
solusi bagi permasalahan hidup yang sedang dihadapi oleh clients.

Energi itu macem2 lho, aku bisa berasa langsung. Kalo ada, memang
bisa berasa di fisik. Tetapi, kalo gak ada, biarpun dia claim ada,
pasti gak ada rasanya. But,... ini kan ENERGI PRANA, REIKI, CHI,...
atau bahkan yang disebut KHODAM. Aku bisa deteksi, cuma mesin apa
yang bisa deteksi itu, that I don't know.

Best,
Leo

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Instant hello

Chat over IM with

group members.

Yahoo! Groups

Endurance Zone

b/c every athlete

needs an edge.

Real Food Group

on Yahoo! Groups

What does real food

mean to you?

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Jenius = Gendheng !

Wang Yinan bocah Tionghoa asal Beijing yang baru saja berusia 14
tahun telah diterima sebagai mahasiswa di Oxford University; salah
satu universitas yang paling bergengsi di England, walaupun demikian
menurut laporan dari China Daily hal ini bukanlah sesuatu yang
istimewa. "Oxford-bound boy genius is 'nothing special' in China".
Sehingga timbul pertanyaan kapan seorang bisa dinilai sebagai
jenius ?

Kata jenius itu sendiri diserap dari bahasa Arab – Jinn atau makhluk
yang serba bisa. Manusia inteligen belum tentu jenius, sebab
inteligen berarti memiliki bakat dan kepandaian untuk cepat dan
mudah mengerti. Kata Inteligen itu sendiri diserap dari bahasa
Latin "intelligentia" = mudah mengerti. Sedangkan seorang jenius ia
harus dapat menciptakan sesuatu yang baru oleh sebab itu dalam
bahasa Latin "Genius" = menciptakan. Sampai dengan saat ini orang
masih belum memiliki kesepakatan apakah Sigmund Freud ataupun Karl
Marx maupun mang Ucup bisa dinilai sebagai manusia jenius ataukah
tidak, tetapi Kong Hu Chu sudah diakui secara resmi sebagai jenius

Sebagai patokan untuk dapat dinilai sebagai jenius minimum orang
tersebut harus memiliki IQ diatas 130. Tokoh-tokoh yang sudah diakui
oleh dunia sebagai jenius adalah: Arsitoteles, Leonardo da Vinci,
Pablo Picasso, Thomas Alva Edison, Albert Einstein, Charles Darwin,
Isaac Newton dan sederetan lagi nama-nama lainnya. Banyak tokoh-
tokoh yang tidak begitu terkenal, tetapi diakui sebagai jenius
misalnya: Emil Krebs ia menguasai secara lisan dan tulis dengan
sempurna 68 bahasa dan menguasai sekitar 47 bahasa lainnya secara
lisan.

Mensa adalah organisasi untuk orang-orang yang mempunyai IQ tinggi.
Mensa didirikan pada tahun 1946 di Inggris. Saat ini Mensa mempunyai
lebih dari 100.000 anggota di seluruh dunia; 50.000 di antaranya di
Amerika Serikat. Anggota termuda adalah George Brown seorang balita
berusia 2 tahun yang sudah memiliki tingkat intelegensi sampai 152.
Pada usia belum dua tahun ia sudah bisa berhitung sampai 10,
mengenal semua warna, bahkan mengucapkan kata-kata dalam bahasa
Perancis walaupun ia lahir dari keluarga Inggris. Di Indonesia, ada
lebih dari 30 anggota yang tergabung dengan Mensa Indonesia saat
ini. Untuk mengetahui apakah anda layak jadi anggota Mensa bisa
melakukan test di:
http://www.mensa.de/index.php?id=65

Menurut para pakar psikolog termasuk Lembroso, jenius itu identis
dengan gendheng atau neurosis. Jadi tidaklah salah apabila banyak
orang yang menyatakan antara gila dan jenius itu bedanya hanya satu
strip saja. Oleh sebab itu banyak jenius yang akhinya jadi gila
benaran misalnya Nietzsche seorang filsuf Jerman yang jenius, bahkan
telah menantang Allah dengan pernyataannya: "Allah itu sudah mati !"
hanya sayangnya akhirnya ia yang mati terlebih dahulu.

Kata Savant diserap dari bahasa Perancis yang berarti "orang
terpelajar". Pada tahun 1887 Dr J. Langdon Down dalam seminarnya
memperkenalkan apa yang disebut "Idiot Savant" adalah para penderita
autisme yang memiliki kemampuan yang tidak terkalahkan dari para
jenius, bahkan mungkin melebihi mereka.

Dalam usia 6 tahun, Matt Savage telah bisa mempelajari main piano
dalam jangka waktu semalam. Pada usia 7 tahun ia sudah bisa
mengeluarkan CD hasil komponi sendiri. Brittany Maier (buta, autis)
dalam usia 18 tahun sudah bisa memainkan lebih dari 15.000 macam
musik klasik tanpa buku. Daniel Tammet bisa menghitung lebih cepat
daripada kalkulator, menguasai 10 macam bahasa. Pernah di test dalam
satu talk show dimana ia mampu mempelajari bahasa Islandia dalam
jangka waktu hanya satu minggu secara lisan dan tulis dengan
sempurna. Daniel Tammet menjadi jenius bukannya sejak lahir,
melainkan setelah jatuh di kepala dalam usia 3 tahun.

Kim Peek sudah bisa menghafalkan lebih dari 12.000 buku. Bukan hanya
sekedar isi dari buku saja, melainkan seluruh kata demi kata.
Misalnya ia bisa menghafal seluruh buku telpon hanya dalam waktu
kurang dari satu jam atau lebih tepatnya men-scan buku. Dalam waktu
53 detik ia bisa membaca dan menghafalkan 8 halaman buku telpon,
lengkap dengan nama dan nomor.

Kenapa bisa begitu cepat ? Sebab ia bisa membaca dua halam dalam
jangka waktu yang bersamaan. Mata kiri membaca halaman no 6
sedangkan mata kanan membaca halaman no 7. Kim Peek dijadikan
sebagai tokoh untuk peran Raymond Babbitt (Dustin Hoffman) dalam
film Rain Man.

Di seluruh dunia pada saat ini hanya ada sekitar 100 manusia
penderita savant-syndrome. Perlu diketahui pula, walaupun disatu
pihak mereka memiliki kemampuan yang luar biasa, tetapi IQ mereka
sebenarnya rendah rata-rata sekitar 70. Sehingga untuk melakukan hal-
hal yang mudah dan wajar sekalipun; mereka tidak mampu misalnya
menelpon taxi ataupun belanja di supermarkt. Mereka tidak bisa
membedakan hal-hal yang tidak ada formulanya, misalnya kecantikan,
rasa kasih sayang, lucu, sedih ataupun gembira.

Jenius atau bodoh sebenarnya hanya sekedar penilaian atau label saja
yang diberikan oleh orang-orang disekitar kita. Jenius atau bodoh
hanya sebuah kata yang tidak memiliki makna bagi nilai manusia itu
sendiri sebagai makhluk Tuhan dengan segala keunikannya yang
tersendiri.

Jadi bagi mang Ucup; saya dinilai guo..oblok, dunguk atau idiot
sekalipun ora opo-opo alias sami mawon. Jadi tepatlah seperti apa
yang ditulis oleh Shakespeare apakah artinya sebuah nama ! "What's
in a name, That which we call a rose by another name would smell
just as sweet." Yang terpenting apakah kita bisa bermanfaat bagi
sesama manusia, sebab dengan tugas itulah kita dilahirkan.

Mang Ucup
Email: mang.ucup@gmail.com
Homepage: www.mangucup.net

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Cat Groups

on Yahoo! Groups

discuss everything

related to cats.

Real Food Group

on Yahoo! Groups

What does real food

mean to you?

Yahoo! Groups

Be a Better Planet

Share with others

Help the Planet.

.

__,_._,___

Re: [beasiswa] [Butuh Info] Tentang modul IELTS

Dear extra.,

Sya sarankan fokus dari sekarang pada academic module walaupun anda perlu bekerja dulu utk CV anda. IELTS academic tidak hanya anda gunakan utk mendapatkan kursi di Universitas namun juga sebagai syarat beasiswa.
Berdasar pengalam saya menguasai Academic module memerlukan proses yang panjang dan kesabaran yang tinggi, tidak bisa sistem kebut semalam,minimal 3 bulan atau semakin lama semakin baik.rata rata overall band yang dibutuhkan 6 namun yang aman 6.5 tergantung subjek yang kan diambil.

kalau TOEFL untuk academic purpose,sedangkan untuk kepentingan kerja modulnya TOEIC.

Semoga informasi ini berguna utk teman teman.

Ada tambahan atau koreksi milister laen?

Terimakasi

extra ordinary <dre4m_c4tcher@hotmail.com> wrote:

Dear milister,

Saya mau bertanya nih, saya berencana mengambil tes IELTS. Rencana ke depan sih mau bekerja, baru setelah memiliki pengalaman, akan mengambil S2 di US. Tes IELTS kan terbagi 2 kategori, modul Academic dan modul General Training. Academic jelas untuk keperluan studi, sedang General Training untuk keperluan bekerja. Sebaiknya saya mengambil yg mana ya? Yang General Training atau langsung yang Academic? Mengingat rencana saya untuk mengambil S2 sesudah saya mendapatkan pengalaman kerja. Mungkin rekan2 ada yg bisa memberikan masukan. Sekedar informasi dari IALF, modul Academics lebih susah dari General Training.
Pertanyaan lain, untuk TOEFL, apakah juga ada pembedaan seperti IELTS tersebut? TOEFL untuk keperluan studi dan TOEFL untuk keperluan bekerja begitu. Atau mungkin ada kategori2 yang lain?

Terima kasih banyak buat bantuannya.

Regards,
dreamcatcher
__________________________________________________________
Stay connected with your friends and discover new ones on Windows Live Spaces!
http://spaces.live.com?mkt=en-id

[Non-text portions of this message have been removed]


---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.

[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Re: [psikologi_transformatif] Re: Disain Pengujian (Cahaya Setan dan Malaikat > Gotholoco)

Temans membaca tulisan2 kalian, membuat saya jadi luar biasa tertarik....
meski makin dipikir, rasanya jadi seperti ikutan tim Ghostbuster..hehe...
 
siang ini lalu sampai sesorean, ketika memikirkan ide awal dari Harez, lalu jawaban dari yang lain satu persatu sampai kepada Tomy si ganteng itu...
saya jadi mikir,
mungkin memang benar seperti kata Leo.
bahwa memang ada begitu banyak energi di sekitar kita, yang darimana asalnya, sesulit apapun, pasti bisa ketauan, kalau memang mau menyelidikinya.
tetapi, energi ini BUKAN mahluk halus.
ini kata saya.
 
mengaitkan segala fenomena ini kepada hal-hal yang sifatnya superstitius, menurut saya, adalah lantaran kita memiliki keterbatasan untuk menalarnya secara yahhhhhhhhh............ lebih ilmiah-lahhh...
sehingga terciptalah banyak tuhan-tuhan dalam kehidupan kita, yang tak jarang socially constructed juga.
 
tetapi terus terang nih,
meski saya menyatakan argumen-argumen saya di atas,
sampai saat ini saya masih tetap belum bisa menemukan jawaban tentang beberapa fenomena "ajaib" yang terjadi betulan di rumah saya, dan memang bikin merinding juga sih.... hehehehe...
tapi ya sudahlah, biarin ajalah....
 
so, kalau team Ghostbusternya jadi dibentuk, add me...
 
best,
bude Tih
 


 
On 9/22/07, sinagahp <sinagahp@yahoo.com> wrote:


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "gotholoco" <gotholoco@...> wrote:
>
> Namanya juga makhluk halus, artinya ia tidak mempunyai massa atau
> kandungan benda/zat. "sesuatu" apapun itu bila tidak mempunyai massa
> maka ia akan "bergerak" seperti cahaya(kecepatannya setara dengan
> kecepatan cahaya), pasti tidak akan tampak dengan kasat mata.

harez:
Tidak punya massa atau massa nya sangat-sangat teramat kecil sekali?
Jika massanya tidak ada (nol), sementara energi adalah massa dikalikan kwadrat kecepatan cahaya (einstein punya teori), maka hasilnya sama dengan tidak ada (nol). Berdasarkan hal itu, maka pernyataan/pendapat bahwa makhluk halus adalah energi, sangat patut dipertanyakan... :)

gotholoco:
> Jadi mengukur "makhluk halus" sepertinya tidak mungkin, yang mungkin
> adalah mengukur dampaknya.
Seperti pergerakan suatu benda(botol) tanpa
> ada gaya yang deberikan terhadap benda(botol) tersebut, atau
> gerakan-gerakan lainnya yang menyalahi hukum newton I, II, dan III.
> (kelebaman, aksi dan reaksi, Gerak lurus beraturan)


Walaupun belum tentu sepenuhnya tepat, tapi saat ini mungkin kondisi saat ini memang dapat dikatakan demikian. Sukar untuk mengukur makhluk halus. Tidak tahu kalau di masa-masa yang akan datang.

Keterbatasan indera manusia merupakan kendala untuk melakukan pengukuran di luar jangkauan kemampuan panca indera. Sebagai contoh, pada umumnya manusia tidak dapat melihat pada keadaan gelap (cahaya 0 lux). Namun, keterbatasan tersebut dapat dikurangi dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh, sekarang sudah banyak dijual kamera video dengan harga yang relatif terjangkau (mulai dari 2 jutaan), yang dilengkapi dengan feature night vision. Dengan feature tersebut, melalui lensa  maupun layar pada kamera, kita dapat melihat dalam kegelapan (cahaya 0 lux).

Bahkan pada awalnya (sekitar akhir 1990-an), perusahaan SONY pernah teledor menjual kamera night vision yang ternyata dapat "menembus", sehingga obyek foto manusia seolah-olah telanjang atau setidaknya seakan memakai baju yang transparan. Hal ini dapat terjadi karena adanya spektrum warna yang disaring oleh lensa dan atau filter pada kamera. Spektrum baju disaring, sementara spektrum kulit dilanjutkan. Prinsipnya agak mirip dengan foto rontgen. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip tersebut, penggemar fotografi (termasuk di Indonesia), dapat memodifikasi kamera biasa menjadi kamera "tembus pandang". Beberapa orang malah menjadikannya sebagai mata pencaharian. Hasil modifikasi bahkan dinilai lebih bagus daripada penggunaan filter x-ray / infra red buatan pabrik yang sudah mulai banyak diperjual belikan.

Panjang gelombang cahaya yang dapat dilihat manusia berkisar sekitar 400-700 nanometer (nm).  Urutannya adalah urutan terbalik dari mejikuhibiniu. Merah adalah cahaya yang memiliki gelombang paling panjang (sekitar 700 nm), sementara ungu paling pendek (sekitar 400 nm). Cahaya yang panjang gelombangnya lebih dari 700 nm sering disebut dengan istilah "lebih merah dari merah (redder than red)", makanya disebut sinar infra merah.  Sebaliknya, cahaya yang lebih pendek dari 400 nm dikatakan "bluer than blue", dan dinamakan sinar ultra violet/ Kenapa bukan "lebih ungu dari ungu ya" .... ?

Sejauh pengetahuan saya, kamera-kamera yang telah banyak berkembang sekarang adalah kamera yang dapat menjangkau cahaya dengan panjang gelombang 250-1000 nanometer. Bahkan sebenarnya sudah ada yang lebih besar lagi jangkauannya. Artinya adalah bahwa teknologi dapat membantu manusia mengatasi keterbatasan panca inderanya.

Secara awam, infra maupun cahaya yang gelombangnya lebih tinggi lagi adalah keadaan gelap, sebaliknya ultra violet adalah dalam keadaan terang. Kalau dikaitkan dengan makhluk halus, salah satu "dugaan" atau hipotesa saya dalah bahwa "setan, genderuwo, dan kerabatnya" yang sering dikatakan sebagai energi negatif, memiliki panjang gelombang yang tinggi (sangat gelap). Sebaliknya, malaikat, dan sebagainya yang sering disebut sebagai energi positif, memiliki panjang gelombang yang pendek (sangat terang). Hipotesa ini sangat terbuka untuk diuji kebenarannya, termasuk dengan paradigma agama maupun kearifan lokal. Orang kampung bilang, jangan ke tempat gelap-gelap, banyak setannya ... :) Setan itu keluar kalau hari mulai gelap ..., dan sebagainya. Sementara itu, gambaran malaikat dengan cahaya yang menyilaukan dapat dilihat di Al Quran maupun Alkitab. Pengakuan orang-orang yang pernah "mati suri" dalam studi-studi "near death experience" juga menggambarkan hal yang senada.

Penjelasan/uraian yang sama sebenarnya juga dapat diberikan untuk berbagai indera lainnya. Intinya adalah bahwa di masa yang akan datang, yang sekarang tidak terindera sehingga sukar diukur, di masa yang akan datang.

gotholoco:
> Jadi mengukur "makhluk halus" sepertinya tidak mungkin, yang mungkin
> adalah mengukur dampaknya.
Seperti pergerakan suatu benda(botol) tanpa
> ada gaya yang deberikan terhadap benda(botol) tersebut, atau
> gerakan-gerakan lainnya yang menyalahi hukum newton I, II, dan III.
> (kelebaman, aksi dan reaksi, Gerak lurus beraturan)


harez:
Pendekatan studi seperti ini sudah cukup banyak dilakukan. Poltergeist nama studinya. Prinsipnya mirip dengan studi tentang psikokinesis (mind over matter). Bedanya psikokinesis "sumber"nya manusia, sementara poltergeist sumbernya dianggap "makhluk halus" yang tak terindera.

Di dalam psikologi, dikenal studi-studi psikofisika yang berkaitan dengan hukum-hukum fisika lama. Dimasa fisika kuantum sudah sangat berkembang seperti saat ini, maka menurut saya studi-studi psikofisika yang perlu dikembangkan adalah studi-studi psikofisika kuantum. Kisah radiasi benda hitamnya Max Planck (yang sering dianggap sebagai awal dari fisika kuantum) dapat dilihat kaitannya dengan pembahasan tentang keterbatasan indera penglihatan yang telah saya kemukakan di atas.

gotholoco:
> Perlu kolaborasi psikolog, fisikawan dan dukun metu serta tentunya
> soal sponsor yang bisa digaet melalu media tv yang lagi bersaing.

harez:
Jelas perlu kolaborasi
, dan tidak terbatas pada profesi-profesi itu .... bahkan dengan orang-orang "kampung" yang tidak memiliki pendidikan formal seperti Mbah Maridjan, yang jelas-jelas prediksinya lebih sesuai dengan kenyataan dibanding prediksi ilmuwan. He...he...he...
Tapi yang benar-benar punya "kearifan lokal" lho .... :)

salam,
harez


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Special K Challenge

on Yahoo! Groups

Find shape-up

tips and tools.

Yahoo! Groups

Endurance Zone

b/c every athlete

needs an edge.

Yahoo! Groups

Beauty & Fashion

Connect & share

tips and advice.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] My Spiritual Journey

http://serbaserbikehidupan.blogspot.com/2007/09/my-spiritual-journey.html

Berikut adalah salah satu point obrolan antara Ade Armando dan Ulil Abshar Abdalla yang beredar di milis JIL beberapa waktu lalu.

AA: Jadi semakin Anda di AS, Anda semakin sekuler
Ulil: Hmmm saya rasa saya semakin mengapresiasi.


Apapun istilah yang digunakan oleh Ulil 'semakin mengapresiasi' ataukah yang lain, namun pada prinsipnya aku setuju dengan kata yang digunakan oleh Ade Armando: 'semakin sekuler'.
Perjalanan spiritual yang mungkin agak mirip terjadi padaku beberapa tahun lalu (bukannya aku ingin sok agar ikut terkenal seperti Ulil nih. LOL.) yakni tatkala aku mulai kuliah di American Studies UGM, mengambil jurusan 'American Literature and Culture'. Satu hal yang bagiku menggelikan tatkala aku membaca tulisan William Bradford bahwa orang-orang Amerika adalah "the chosen people", sedangkan John Winthrop dalam pidatonya "A Model of Christian Charity" mengatakan bahwa bangsa Amerika telah dipilih oleh Tuhan untuk membangun "the city upon a hill" yang akan memimpin dunia. Bradford dan Winthrop adalah dua imigran dari Inggris di awal abad ke 17.
Mengapa menggelikan bagiku? Aku ingat diskusi 'panas' antara aku dan Rick, my special Californian chat friend beberapa tahun sebelumnya. Rick menganggap keyakinanku sebagai 'the chosen person' karena aku adalah seorang Muslim menggelikan. "Would you be a Muslim if you had been born here, in America?" tanyanya. Bagaimana mungkin orang Amerika yang dikenal sebagai pemuja hedonisme adalah 'the chosen people' yang dipilih Tuhan untuk membangun satu negara untuk memimpin dunia?
Tepat tatkala aku merasa 'geli' dengan tulisan Bradford dan Winthrop, aku ingat Rick yang juga menganggap keyakinanku menggelikan. What is the difference? Pertama kali aku mendapatkan kesadaran bahwa agama yang kuyakini sejak lahir adalah agama yang paling sempurna, yang berarti tidak ada cacatnya sama sekali, yang harus pula diyakini oleh seluruh manusia di seluruh kolong langit adalah sesuatu yang berangkat dari cara berpikir yang sangat sempit.
Kesadaran awal ini menjadi pijakan bagiku untuk 'membangun' cara berpikir baru yang bagiku membuatku justru merasa lebih manusiawi, menghormati keyakinan yang berbeda dariku, dan mempraktekkan toleransi dengan sebagaimana mestinya.
Berkenalan dengan ideologi feminisme dan membaca buku-buku feminisme yang ditulis berangkat dari kerangka cara berpikir orang Islam semakin meyakinkanku bahwa tidak ada kebenaran absolut akan satu keyakinan. Membaca interpretasi-interpretasi 'baru' atas ayat-ayat Alquran menyadarkanku bahwa ajaran 'Alquran tidak akan pernah berubah sampai hari kiamat nanti karena akan selalu dijaga oleh Allah' tidak berarti sama dengan 'tafsir-tafsir Alquran yang telah dibuat oleh para mufassir selama ini tidak mungkin salah'.
Jika waktu aku kuliah, mendapati bagaimana orang-orang di zaman dulu yang tidak memahami bahasa Latin maupun Ibrani kemudian bertumpu kepada para pendeta maupun pastor untuk memahami Alkitab adalah sesuatu hal yang 'menggelikan' pula (waktu kuliah aku geli melulu nih? LOL), bukankah ternyata aku dan sebagian besar orang Islam di Indonesia ini melakukan hal yang sama? Bertumpu pada tafsir-tafsir yang telah dibuat oleh para mufassir untuk memahami ayat-ayat Alquran. Repot belajar bahasa Arab sendiri. Dan tatkala membaca terjemahan Alquran, berdasarkan teori THE ACT OF READING yang kupelajari, selalu ada kemungkinan terjemahan Alquran itu telah dimasuki oleh cara berpikir sang penerjemah. (Untuk ini, Fatima Mernissi dan Riffat Hassan telah menulis sebuah buku yang berjudul SETARA DI HADAPAN ALLAH (terjemahan) yang mengupas habis satu ayat (saja) untuk menyampaikan bahwa cara menafsirkan satu ayat yang dilatarbelakangi oleh misoginis akan menghasilkan tafsir perempuan sebagai the second sex. Lepas dari misoginis, ayat yang sama akan menghasilkan tafsir yang berbeda.)
Tatkala ada orang bertanya kepadaku, "How could your study change you radically?"
Untuk menjawab pertanyaan ini mungkin aku bisa menyitir apa yang dikatakan oleh Ulil yang berhubungan dengan Al Ghazali yang banyak orang kenal sebagai anti filsafat,

AA: Mengapa terjadi salah penafsiran terhadap orang-orang seperti Al Ghazali?
Ulil: Salah satu kendala adalah kita sendiri memblok pemahaman kita. Dulu saya juga begitu. Di semester awal, saya masih membawa sikap untuk memilih-milih. Kalau ada buku yang kira-kira tidak liberal, saya mau mempelajarinya. Misalnya saja, karena saya sudah begitu percaya bahwa Al Ghazali antifilasafat, saya jadi tidak mempelajarinya. Ada banyak buku yang semula saya nilai sudah pasti tidak mengajarkan apa-apa, ya tidak akan saya baca. Tapi kemudian saya bilang pada diri saya, saya tidak bisa terus begini kalau mau belajar secara benar. Saya harus singkirkan blok-blok itu. Baru kemudian saya bisa lebih santai membaca buku-buku klasik. Pada saat itulah saya menemukan bahwa ada banyak kemungkinan dalam membaca tradisi.
Guru Al Ghazali, misalnya, Al-Haramain, memiliki sikap realistis mengenai pemisahaan kekuasaan antara otoritas politik dan agama. Dia sendiri hidup dalam sebuah masa di mana kekuasaan spiritual ada di tangan khalifah, yang misalnya diwujudkan dalam bentuk menjadi imam Shalat Jumat, tapi penyelenggaraan kekuasaan sehari-hari berada di tangan panglima perang. Al-Haramain menulis risalah berisikan teori politik tentang pemilahan tersebut. Saya semula skeptis mengenai dia. Tapi setelah membaca karyanya, saya melihat dia sangat realistis tentang isu pembagian kekuasaan ini. Jadi, bisa dikatakan gagasan tentang sekulerisme pun dikedepankan olehnya.

AA: Kenapa warisan tradisi yang kaya ini tidak sampai ke kelompok muslim saat ini.
Ulil: Karena mereka tidak baca. Kedua karena tidak punya kemampuan membaca. Untuk membaca karya-karya klasik ini, memang berat. Anda berhadapan dengan teks kuno yang mungkin nampak tidak nyambung dgn keadaan sekarang. Kalau orang tidak dibekali dengan alat untuk menganalisis, sulit sekali untuk memahami substansi teks tersebut. Perlu ketabahan sendiri untuk mempelajarinya. Kalau saya membacanya sebelum saya berangkat ke sana, mungkin teks-teks itu pun tidak akan berbunyi apa-apa. Tapi begitu kita membacanya dengan kerangka analisis tertentu, menarik sekali. Banyak peminat Islam di Indonesia ini tidak memiliki akses ke sumber-sumber klasik ini. Dan kalaupun punya, mereka tidak memiliki lensa yang dibutuhkan untuk membaca teks-teks tersebut sehingga memiliki makna.


Jika aku mengacu kepada apa yang dikatakan oleh Professor Chamamah, dosen 'Teori Sastra', tatkala seseorang menganalisis satu karya sastra, dia akan sangat dipengaruhi oleh pengalaman hidupnya dan the knowledge he/she stores in his/her brain. Jika boleh kutambahkan lagi, 'waktu yang tepat'.
Hasilnya? Nana yang sekuler. Atau seperti kata yang digunakan oleh Ulil, "Nana yang semakin mengapresiasi perbedaan yang ada di masyarakat". Lebih lanjut tentang sekulerisme, Ulil mengatakan:

"Satu hal yang saya lihat adalah bahwa sekulerisme itu akan sangat dirasakan manfaatnya ketika Anda menjadi minoritas. Ketika Anda mayoritas, Anda tidak benar-benar menyadari manfaatnya. Orang2 Islam di AS saya rasa pelan-pelan mengakui betapa enaknya hidup dalam sebuah negara yang menganut sekulerisme, daripada kalau AS pelan-pelan menjadi negara Kristen sebagaimana yang diagendakan kaum Evangelical. Saya rasa kaum Islam akan mengapresiasi renaissance, persis karena mereka di sana. Sekulerisme di AS kan bukan hostile secularism melainkan religion-friendly secularism. Karena itu terpaan sekulerisme pada kaum Islam sebagai minoritas itu penting sekali."


Saat aku terheran-heran dengan seorang dosen senior—non Muslim—di sebuah universitas negeri di Semarang yang di mataku terlihat betapa sempit dia memandang perbedaan agama di lingkungan dia bekerja, padahal dia mendapatkan gelar doktornya di luar negeri, "Bagaimana mungkin seseorang yang bright seperti dia terlihat begitu picik dalam menyikapi dosen-dosen lain yang berbeda agama?" akhirnya aku harus kembali ke tiga hal penting yang kutulis di atas, "pengalaman hidup, knowledge she keeps in her brain, dan waktu yang tepat" tidak menghampirinya untuk menjadi seseorang yang broad-minded dan open-minded dalam hal agama.
Semua orang memang menjalani pengalaman hidup yang berbeda. Semua orang pun mengalami proses 'renaissance' yang berbeda pula.
PT56 22.15 210907


Minds are like parachutes, they only function when they are open.
(Sir James Dewar)
visit my blogs please, at the following sites
http://afemaleguest.blog.co.uk
http://afeministblog.blogspot.com
http://afemaleguest.multiply.com

THANK YOU
Best regards,
Nana


Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Official Samsung

Yahoo! Group for

supporting your

HDTVs and devices.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals

w/ Real Food lovers.

.

__,_._,___

Re: [beasiswa] [Butuh Info] Tentang modul IELTS

Dear extras

Menurut saya sebaiknya mengambil yang academic writing, walaupun sedikit lebih susah. Saya pernah punya pengalaman mengamnil IELTS di jakarta, untuk melanjutkan sekolah s2. Disarankan untuk mengambil yang academic writing.
Sepengetahuan saya di internet TOEFL (IBT) ada writingnya juga namun belum tau pasti.
Klo saya lebih suka mengambil IELTS, karena spekingnya sangat membantu saya.
semoga dapat bermanfaat.
Terimaksih

Ovie

extra ordinary <dre4m_c4tcher@hotmail.com> wrote:

Dear milister,

Saya mau bertanya nih, saya berencana mengambil tes IELTS. Rencana ke depan sih mau bekerja, baru setelah memiliki pengalaman, akan mengambil S2 di US. Tes IELTS kan terbagi 2 kategori, modul Academic dan modul General Training. Academic jelas untuk keperluan studi, sedang General Training untuk keperluan bekerja. Sebaiknya saya mengambil yg mana ya? Yang General Training atau langsung yang Academic? Mengingat rencana saya untuk mengambil S2 sesudah saya mendapatkan pengalaman kerja. Mungkin rekan2 ada yg bisa memberikan masukan. Sekedar informasi dari IALF, modul Academics lebih susah dari General Training.
Pertanyaan lain, untuk TOEFL, apakah juga ada pembedaan seperti IELTS tersebut? TOEFL untuk keperluan studi dan TOEFL untuk keperluan bekerja begitu. Atau mungkin ada kategori2 yang lain?

Terima kasih banyak buat bantuannya.

Regards,
dreamcatcher
__________________________________________________________
Stay connected with your friends and discover new ones on Windows Live Spaces!
http://spaces.live.com?mkt=en-id

[Non-text portions of this message have been removed]


---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.

[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] Sulitnya Menghentikan Perang Pasca-Teror Keluarga.

Sulitnya Menghentikan Perang Pasca-Teror Keluarga.

Sebelumnya saya menulis:
"""""
Note untuk Nurudin Asyhadie
Sebenarnya ini semua perang apa sich? Dari awal mulanya sampai
sekarang gw sebenarnya tidak tahu tujuannya apa. Ada permusuhan
sebelumnya juga bukan. Gw ingin menghentikan perang ini tetapi
terlanjur terlalu jauh. Gimana caranya agar ini berhenti karena ini
perangnya sudah tidak proporsional lagi. Ada saran tidak dari member
yang lain?
"""""

Tetapi dalam kenyataannya begitu sulitnya Menghentikan Perang.
Masalahnya setiap individu memiliki fear dari pengalaman masa lalu,
ini bukan berarti fear harus dibuang karena tanpa fear pun orang
menjadi tidak jeli terhadap kemungkinan terjadinya masalah baru yang
lebih besar dari masalah lama.

Dalam perang antara kubu Kompatiologi dan kubu Pabrik_T tidak mudah
menghilangkan fear tsb sembil menjaga agar masalah baru tidak muncul
bagi saya dan beberapa sahabat baik dalam hubungan persahabatan,
persaudaraan, terutama dalam hubungan pacaran antara saya dengan
mantan saya Cornelia Istiani. Selalu ada bom waktu yang siap meledak
entah antara saya dan Istiani atau antara saya dengan sahabat dekat
saya yang lain, ini disebabkan metode teror yang dijalankan Nurudin
Asyhadie dan konco-konconya adalah dengan mendekati masing-masing
praktisi kompatiologi untuk mendapatkan rahasia pribadi yang bisa
dijadikan sita jaminan sehingga korbannya harus berprilaku menurut
aturan main yang dibuat kubu Pabrik_T termasuk terhadap sahabat dan
pacar mereka masing-masing, meskipun hal yang harus dilakukan
mengkhianati kepercayaan sang pacar.

Kemarin, 21 September 2007 di hari perdamaian sedunia Cornelia
Istiani, ditemani praktisi kompatiologi yang lain seperti Adhi Purwono
dan Pipit (pacar Adhi), dan Rio Panjaitan diundang Nurudin Asyhadie
untuk nongol di peringatan acara hari perdamaian sedunia di pasar seni
Ancol. Memang tidak ada pembicaraan serius di sana. Tadi pagi saya dan
Cornelia Istiani ribut besar lagi, kembali lagi ke masalah
kepercayaan, saling menyalahkan masalah siapa yang lebih banyak
bersalah, saling mencurigai lagi.

Mungkin kalau tekanan harus saling curiga antar teman dekat, sahabat
dan pacar ini semakin jauh maka saya harus mengganti peneliti-peneliti
kompatiologi yang terlibat dengan orang baru yang samasekali tidak
terlibat dan tidak pernah dipegang sita jaminannya oleh kubu Pabrik_T.
Mungkin akan lebih sulit karena orangnya belum terbiasa dan belum tahu
banyak dalam penelitian ini, ini masih menjadi pertimbangan saya,
belum saya putuskan. Mungkin saya harus ganti pacar tentunya sangat
membanggakan hati para anggota kubu Pabrik_T yang merasa sukses dalam
perang tanpa tujuan yang jelas ini (tujuannya hanya menang tidak ada
yang lain).

Saya takut masih ada sita jaminan yang belum dikeluarkan untuk
mengacaukan penelitian saya selanjutnya, kompatiologi adalah riset
dengan dana sendiri (bukan dana dari lembaga), entah lagi ada uang
atau tidak penelitian tetap harus berjalan seumur hidup. Ada teror
maupun tidak tetap harus jalan.

Jadi untuk kubu Pabrik_T dan sahabat-sahabatnya yang terlibat atau
tidak terlibat. Tolong... Jangan ganggu keluarga saya lagi. Jangan
temui Cornelia Istiani, juga sahabat-sahabat saya yang lain. Sampai
hari ini saya belum pernah merencanakan atau menjalakan skenario untuk
membuat pasangan bercerai atau setidaknya bertengkar secara rutin
seminggu sekali, atau tidak ketemuan karena ada sita jaminan agar
pasangannya sedih sehingga tidak stabil mentalnya dalam berdiskusi ;
saya sampai hari ini belum melakukannya untuk keluarga Nurudin
Asyhadie yang setahu saya juga punya isteri, sebodoh-bodohnya saya
yang tidak sekolahan ini saya tidak ber-moral serendah itu entah
dengan alasan apapun.

Buat teman-teman sekantor, seprofesi atau sekedar sehobi dan sebidang
tolong ingatkan sahabat Nurudin Asyhadie atau bila Nurudin Asyhadie
dan anggota kubu Pabrik_T. Jika tidak berubah, atau pura-pura berubah,
maka anda-anda yang dekat dengan kepentingan Nurudin Asyhadie yang
paling berresiko mendapat terror jenis yang sama apabila Nurudin
Asyhadie punya kepentingan terhadap ketidakstabilan mental anda.
Tolong ingatkan Nurudin Asyhadie agar berhenti membuat begitu banyak
ID palsu yang memainkan terror privasi saya di maillist. Tolong
hentikan terror yang sudah berangsung enam bulan terakhir ini (sejak
awal April 2007). Bahkan hanya untuk entertaiment diri saja dia sampai
melakukan ini enam bukan kepada saya, apalagi untuk masalah serius.

Tolong jauhi kami semua. Saya JIJIK! Anda-anda boleh bilang mental
saya tidak stabil, kurang sabar, dlsb. Tetapi kalau anda alami sendiri
pada keluarga anda selama setengah tahun non stop, tentu anda akan ada
di kondisi mental yang tidak jauh berbeda. Please GO AWAY!

Please help me… I don't know where to ask HELP?
May the God bless You for your help.
Please forward this to all of your friend. Ask help for me and my family…
If you love your own little family… You will, unserstand how family
terror it is.

Please contact them to ask their beloved Southeast Asia Editor Nurudin
Asyhadie to stop to stop make a conspiracy group to terrorize my
little family.

Website : www.commongroundnews.org

Kantor Berita Common Ground
1601 Connecticut Avenue, NW Suite #200
Washington, DC 20009 USA
Ph: +1(202) 265-4300
Fax: +1(202) 232-6718

Rue Belliard 205 Bte 13 B-1040
Brussels, Belgia
Ph: +32(02) 736-7262
Fax: +32(02) 732-3033

Search for Common Ground in Indonesia
Jl. Wijaya III No.5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160.
Phone: (62-21) 7251080
Fax: (62-21) 7256082
Hp: 08176014272

Atau hubungi salahsatu diantara lembaga yang berhubungan dengan
Nurudin Asyhadie yang tercantum di bawah ini to ask him to stop make a
conspiracy group to terrorize my little family.

Menamatkan sekolah menengah di SMA Negeri 6 Surabaya, lulus 1993/1994
dan kini sedang menyelesaikan skripsinya tentang gramatology Jaques
Derrida di Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta. Aktif di Teater Sanggar
Shalahuddin Yogyakarta, sempat menjadi wartawan Yogya Pos, 1995-1996,
kini Redaktur Jurnal Filsafat Kaca Mata, Kelompok Bermain Kaca Mata
dan Direktur Riset dan Penerbitan Pabrik Tontonan. Beberapa sajaknya
pernah mendapatkan penghargaan sebagai Nominasi Kejuaraan 5 Puisi
Kategori Nominasi Lomba Cipta Puisi Remaja, Perhimpunan Persahabatan
Indonesia-Amerika (PPIA) dan Forum Apresiasi Sastra Surabaya (FASS),
dalam rangka Festival Puisi Indonesia XIII (1992), Juara I Lomba Cipta
Puisi St. Louis 2 Cup I (1993), Pemenang Ketiga Lomba Cipta Puisi
Se-Indonesia, Teater Kene, Tabanan Bali, (1993), Sembilan puisi
terbaik Lomba Cipta Puisi Perdamaian "Art and Peace" (1999) Wianta
Foundation. Karya-karyanya yang lain Angin Lalu (1994) dipentaskan
oleh Kelompok Doyan Kerja Surabaya pada tahun yang sama. Sastra Jendra
(1995) dipentaskan oleh sanggar Shalahuddin Yogyakarta pada tahun yang
sama. Berapa Harga 1 Kg Puisi?, reportoar bersama Kelompok Doyan Kerja
Surabaya, 1997. Menyingsing Fajar (1993), kumpulan puisi bersama 12
penyair muda se-Indonesia, diterbitkan oleh Teater Kene, Tabanan Bali.

Please help me. Please.

Ttd,
Vincent Liong
Jakarta, Minggu, 22 September 2007

Ingin melihat record kegiatan teror kubu Pabrik_T yang dipimpin
Nurudin Asyhadie terhadap peneliti kompatiologi versi maillistnya
(selain versi sita jaminan di dunia nyata) silahkan klik:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi-transformatif/join
Lalu setelah join klik:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi-transformatif/messages
Lalu di bagian search ketik:
* Pabrik_T kompatiologi
-atau-
* haute kompatiologi
Lalu klik last.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Green Groups

on Yahoo! Groups

share your passion

for the planet.

HDTV Support

on Yahoo! Groups

Help with Samsung

HDTVs and devices

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

.

__,_._,___