Sabtu, 13 Oktober 2007

[psikologi_transformatif] Kompatiologi: Sukses itu Hak Milik Setiap Orang

Kompatiologi: Sukses itu Hak Milik Setiap Orang

Ditulis oleh: Liong Vincent Christian
Tempat, Hari& Tanggal: Jakarta, Sabtu, 13 Oktober 2007

"... Kelulusan dari jenjang pendidikan hanyalah
sepuluh persen dari tiket jaminan kesuksesan hidup,
sisanya yang sembilan puluh persen adalah tergantung
pada masing-masing individu pelaku. ..."

Kurang lebih kalimat ini yang didengar seorang sahabat
saya saat seorang profesor di sebuah fakultas di
Universitas Indonesia membuka sebuah acara penerimaan
mahasiswa baru (jenjang pendidikan S1) sekian puluh
tahun silam.

Paragraf tsb di atas menjadi paragraf pembuka dari
tulisan saya kali ini " Sukses itu Hak Milik Setiap
Orang". Tujuannya adalah untuk membahas segala
tekan-menekan mulai dari cacimaki, teror pribadi dan
keluarga dengan sita jaminan, manipulasi data untuk
perusakan nama baik, hingga gertakan tertulis tentang
penangkapan dan pemenjaraan terhadap diri Vincent
Liong dengan membuat korban palsu melalui jalur
kepolisian, dari pihak-pihak berlatarbelakang
pendidikan di universitas 'menara gading' mulai dari
yang S1, S2, S3, dlsb. Semua ini dilakukan 'tanpa ada
istirahat sejenak'(sepanjang tahun) sejak Vincent
Liong lulus SMU dan memutuskan masuk ke 'their private
club' (sebuah member only club bernama menara gading
pendidikan). Di luar masalah dengan oknum-oknum
berlatarbelakang pendidikan resmi menara gading
kompatiologi samasekali tidak ada masalah.

Semua tindakan dan rencana ini dibahas secara terbuka
oleh-masing-masing oknum lulusan menara gading
pendidikan dengan mencantumkan nama asli mulai dari
bulan April 2007 – saat ini masih berjalan di
maillist: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
e-link:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/messages
.

Hal ini dilakukan demi meluruskan (membenarkan)
keyakinan mereka tentang 'hukum kesuksesan' yang hanya
menjadi hak bagi mereka yang menempuh ‚jalur
pendidikan resmi' (S1, S2, S3, Profesor). Dimulai dari
tertarik pada sebuah jurusan di sebuah universitas,
mendaftar sebagai mahasiswa baru dengan membayar uang
pangkalnya yang mahal, hingga jadi mahasiswa, hingga
lulus menerima ijasah dan mulai masuk pada realita
dunia kerja yang tidak seideal janji-janji tiket
jaminan kesuksesan hidup, yang didalaminya dan
diamininya selama sekian tahun menempuh jenjang
pendidikan.

Sebelum lulus SMU dan masuk ke private club bernama
universitas resmi, Vincent Liong yang memang hobi
melakukan penelitian sendiri lepas dari keterlibatan
lembaga resmi apapun tidak pernah mendapat konflik
begitu berkelanjutan dan begitu serius mau menghabisi
masa depan pribadi Vincent Liong, bukan menghabisi
ilmu kompatiologi-nya. Paling-paling sebagai penulis
ada diskusi, tetapi ya bukan pribadi. Tidak ada
konflik yang bertahan lama lebih dari seminggu, itu
pun paling-paling hanya konflik perbedaan pendapat
setahun sekali.

Pertanyaan dalam hati mereka para lulusan menara
gading ini adalah:

"Mengapa Vincent Liong yang tidak lulus S1 (hanya
lulusan SMU dan mengundurkan diri dari fak Psikologi
Unika Amtajaya di semester empat) boleh bernasib
sukses?" Misalnya:

1. Sukses mendapat pengakuan, perhatian dan
kepercayaan masyarakat awam dari mulai proses
penelitian ilmu kompatiologi (tanpa cap ilmiah dari
universitas sebagai pemilik resmi hak label keilmiahan
yang boleh dipakai oleh yang member of the private
club saja) hingga berhasil dan mulai memasarkan
kompatiologi.

2. Sukses mendapat uang untuk diri sendiri dan membuka
lapangan pekerjaan dari menjual kompatiologi yang
dikembangkannya melalui penelitian dari nol bukan dari
literatur yang adalah hak milik lembaga pendidikan.

Atas dasar pelanggaran terhadap 'hukum kesuksesan'
yang 'mereka' yakini (para oknum dari lembaga
pendidikan menara gading) maka segala tindakan
merugikan pribadi Vincent Liong dianggap sebagai
tindakan untuk "mendidik dan memperbaiki" Vincent
Liong dari pelanggarannya terhadap hukum kesuksesan
ala menara gading pendidikan.

Dalam pola pikir mereka; sesuatu yang 'baik dan
benar', haruslah sesuatu yang bisa
dipertanggungjawabkan secara ilmiah, kepercayaan
masyarakat tidak dihitung di sini. Masalahnya, cap
ilmiah sendiri hanyalah hak milik eksklusif lembaga
pendidikan 'menara gading'. Tidak ada orang di luar
private club yang member only ini yang boleh memiliki
hak ilmiah. Jadi masalah bukan ada pada Vincent Liong
atau mereka. Masalah ada pada perbedaan pola pikir
tentang hak atas suatu karya dianggap baik dan benar.

Dalam penelitian ilmiah sendiri, kebanyakan penelitian
dalam lembaga pendidikan dilakukan sekedar untuk
memenuhi syarat kelulusan atau prosedural pendidikan
di lembaga pendidikan menara gading saja, sehingga
tetap saja tidak sampai pada penggunaan secara luas di
masyarakat. Jadi apakah suatu hasil karya penelitian
mau sekedar dianggap baik dan benar, atau mau berguna
bagi orang banyak ;adalah dua hal yang sangat berbeda.


Para pembaca dan pemerhati penelitian kompatiologi,
dengan membaca tulisan singkat saya ini saya
mengharapkan saudara-saudara sekedar membiarkan dan
tidak perlu peduli pada segala usaha untuk
menghancurkan pribadi saya dari oknum-oknum lulusan
lembaga pendidikan menara gading ini. Masih banyak hal
lebih bermanfaat yang bisa kita kerjakan.

'Mereka' (oknum-oknum lembaga pendidikan menara gading
ini) mempunyai masalah pemenuhan komitment; dalam
hubungan diri mereka sebagai pribadi dengan komitment
lembaga pendidikan menara gading yang mereka yakini
terhadap diri mereka, tentang 'hak kesuksesan'.
Sekedar menunjukkan perasaan tidak puas pada
janji-janji lembaga pendidikan menara gading
pendidikan terhadap konsumennya yaitu mahasiswa dan
lulusan mereka sendiri.

Bila 'mereka' (oknum-oknum lembaga pendidikan menara
gading) ini masih berniat baik maka masih banyak hal
yang lain yang lebih perlu dikerjakan. Misalnya
memperbaiki kwalitas lembaga pendidikan menara gading
terhadap konsumennya di masa yang akan datang yaitu
para calon mahasiswa baru atau yang masih sedang
menjadi mahasiswa. Menyalahkan pihak di luar
perjainjian jaminan kesuksesan ala member only club
lembaga pendidikan menara gading atas ketidakadilan
nasib ini hanya akan membuang waktu dan tenaga.

Sekali lagi "Sukses itu Hak Milik Setiap Orang" bukan
kalau berijasah dijamin sukses dan yang tidak
berijasah tidak boleh sukses.

"... Kelulusan dari jenjang pendidikan hanyalah
sepuluh persen dari tiket jaminan kesuksesan hidup,
sisanya yang sembilan puluh persen adalah tergantung
pada masing-masing individu pelaku. ..."

Saya Vincent Liong tidak berijasah (S1, S2, S3)
kemungkinan saya untuk bernasib sukses memang
berkurang sepuluh persen tetapi saya masih punya yang
sembilan puluh persen untuk diperjuangkan.

Ttd,
Vincent Liong
Jakarta, Sabtu, 13 Oktober 2007

Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Find Enlightenment

Yoga groups and

resources on

Yahoo! Groups.

Cat Zone

on Yahoo! Groups

Join a Group

all about cats.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Fwd: [psiindonesia] selamat datang pada budaya fitnah


Ha...ha...ha... :)

Saya sedang menunggu penjelasan langsung dari penulisnya (bluedongkeryoi
/ riza :) ), yang kebetulan juga anggota milis ini.

Met Idul Fitri, maap lahir batin Mas.

salam,

harez

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "goenardjoadi"
<goenardjoadi@...> wrote:
>
> maksudnya vincent itu, fitnah lebih kejam daripada tidak memfitnah.
> gitu aja ngambil dari psiindonesia,
>
> salam,
> goen
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Vincent Liong
> vincentliong@ wrote:
> >
> > ----- Forwarded Message ----
> > From: bluedongkeryoi bluedongkeryoi@
> > To: psiindonesia@yahoogroups.com
> > Sent: Wednesday, October 10, 2007 5:31:01 AM
> > Subject: [psiindonesia] selamat datang pada budaya
> > fitnah
> >
> >
> > Tutur kata yang baik berasal dari orang yang baik, dan
> > tutur kata yang buruk berasal dari orang yang tidak
> > memiliki tata-krama.
> >
> >
> >
> > Manusia, makhluk sosial, makhluk yang
> > tidak dapat hidup tanpa keberadaan manusia lainnya.
> > Hidup dalam kelompok ataupun hidup dalam kesendirian
> > tetap saja membutuhkan keberadaan oragn lain. Salaing
> > memberikan informasi dan juga kasih sayang, membangun
> > sebuah kebudayaan dari hasil buah pikiran. Manusia
> > makhluk yang selalu berubah, dari waktu-ke-waktu
> > merubah bentuknya dalam kehidupan sosial, sehingga
> > jaman selalu saja berubah, kekekalan energi menjadi
> > yang merubah semua, ada aksi dan muncul reaksi, dan
> > bergitu seterusnya.
> >
> > Dalam tulisan yang masih membutuhkan
> > banyak kritik dan masukan ini penulis ingin
> > menyampaikan suatu bentuk budaya baru yang ada di
> > dalam masyarakat, yaitu budaya fitnah. Fitnah dalam
> > kamus besar bahasa indonesia adalah perkataan bohong
> > atau tanpa dasar kebenaran yang disebarkan dengan
> > maksud menjelekkan orang. Budaya untuk menjelekkan
> > orang lain dengan tujuan menjatuhkan orang tersebut,
> > sungguh hina sekali apa yang dilakukan oleh para
> > pemfitnah dan sungguh nikmat sekali bagi orang yang
> > difitnah, mengapa penulis katakan sangat hina apa yang
> > dilakukan oleh seorang pem-fitnah adalah karena
> > sungguh ketegaan dirinya menyebarkan suatu dusta yang
> > dapat mencelakakan orang lain, ingat fitnah itu lebih
> > kejam dari pada pembunuhan, bagaimana jika orang yang
> > menjadi korbannya itu mendapat celaka dari apa yang
> > sebenarnya suatu kebohongan, dan kecelakaannya sangat
> > menyakitkan bagi si korban bahkan berujung pada
> > kesengsaraan, bukan hanya untuk dirinya pribadi tapi
> > juga berimbas kepada nama baik keluarga, anak-anaknya,
> > sanak saudaranya, istrinya, orang tuanya kaum
> > kerabatnya, hinggga semua orang yang dekat dengan
> > dirinya. Memang sungguh dahsyat efek dari fitnah. Dan
> > penulis mengatakan sungguh nikmat bagi mereka yang
> > difitnah adalah karena berarti orang lain ada yang
> > dengki terhadap dirinya, orang lain ada yang iri atas
> > sesuatu yang ada dalam dirinya, orang lain melihat
> > suatu berkah yang tidak dimiliki oleh orang lain itu,
> > dengan kata lain ada kenikmatan, keberuntungan,
> > kebaikan, kesejahteraan dan keberkahan di dalam
> > dirinya dan hal itu sangat tidak disukai oleh si
> > tukang fitnah atas dasar iri, dengki dan benci. Maklum
> > banyak orang kini yang tidak senang atas kegembiraan
> > orang lain.
> >
> > Tidak senang atas kebahagiaan orang lain
> > merupakan suatu bentuk persaingan yang tidak sehat,
> > coba bayangkan jika kita tidak suka atas suatu
> > kebaikan yang diperoleh oleh orang lain, apa yang
> > mendasarinya, mungkin kita takut untuk kalah dan
> > berada pada posisi yang lebih rendah dari orang lain,
> > dengan begitu berarti kita adalah seoragn egois yang
> > selalu meminta untuk dipuja dan di sanjung tanpa
> > alasan yang jelas. Bisa jadi juga kita ini iri
> > terhadap orang lain, kita ini berarti tidak mampu
> > untuk melakukan lebih baik dari orang lain yang kita
> > iri-kan itu, berarti kita kalah dan kita salah juga
> > lebih lemah keadaannya. Atau dengki yang merupakan
> > penyulut utama dari perbuatan fitnah itu, kedengkian
> > adalah posisi marah ketika ber-iri hati, jujur kalau
> > boleh jujur manusia memiliki perasan ini tanpa
> > kecuali. Menurut penulis kedengkian pada awalnya juga
> > merupakan suatu metode pertahanan diri, suatu "alarm
> > pengingat" kalau posisi kita berada lebih lemah dari
> > orang lain. Yang pada dasarnya manusia ingin berada
> > selalu diatas tanpa pernah ada dibawah, keegoisan
> > dasar yang membuat manusia selalu berkembang dari
> > waktu-ke-waktu. Tapi dalam suatu kadar yang besar
> > kedengkian dapat mengakibatkan petaka bagi orang lain
> > ataupun untuk diri sendiri. Lebih baik untuk tidak
> > mendengki dan terus saja berusaha jika menginginkan
> > suatu posisi yang lebih baik. Persaingan yang sehat
> > merupakan suatu cara yang dapat membawa pada
> > kesejahteraan, tapi persaingan yang tidak sehat dapat
> > membawa suatu perilaku yang sampai-sampai cenderung
> > tidak manusiawi seperti mem-fitnah tadi.
> >
> > Kenapa kita tidak merasa gembira atas
> > kegembiraan orang lain, sungguh aneh sekali orang yang
> > merasa susah hati hanya karena melihat orang lain
> > mendapat suatu kebaikan, tidak baik untuk membiarkan
> > hati tenggelam dalam keadaan benci, hal itu sama saja
> > melakukan mode penghancuran diri sendiri, selain dapat
> > mencelakakan orang lain hal itu juga sangat berakibat
> > buruk terhadap diri sendiri. Buanglah jauh-jauh
> > kebencian dan iri hati serta dengki dalam diri kita,
> > mulailah berusaha dengan keras untuk mendapat
> > kebaikan, tidak usah merasa susah atas kebaikan yang
> > didapat orang lain, kenapa kita tidak menerima
> > kenyataan dan mendapat keringanan dalam hati atas
> > perasaan yang menerima keadaan. Jadikan keberhasilan
> > orang lain sebagai motivator kita dengan kata "dia
> > bisa kenapa saya tidak" bukannya "dia bisa maka saya
> > tidak suka".
> >
> > Ada ketetapan dan juga janji alam di atas
> > bumi ini, salah satu dari contoh janji itu adalah
> > seseorang yang menanam singkong maka akan menuai pohon
> > singkong, itulah janji alam ini, tidak mungkin
> > seseorang yang menanam singkong kemudian tumbuh pohon
> > jeruk atau pohon jengkol. Begitu juga dengan hati,
> > siapa yang menanam kebencian didalam dirinya maka akan
> > menuai kebencian, mungkin akan terbakar benci dan
> > dibenci oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Dan
> > bagi yang menanam kebaikan maka akan menuai kebaikan.
> > Siapa yang bekerja keras mencari uang maka akan
> > mendapat uang, siapa yang belajar untuk menjadi pintar
> > maka akan menuai kepintaran. Itu adalah sebagian hukum
> > alam. Kerja keras yang cerdas akan menghasilkan hasil
> > yang memuaskan.
> >
> > Tanpa ada dengki, iri dan benci dalam
> > kehidupan bermasyarakat maka kita termasuk
> > orang-orang yang mendukung adanya kebaikan bagi banyak
> > orang. Buat apa juga memeliharanya dalam diri segala
> > bentuk keburukan itu. Sebagai bagian dari kelompok
> > masyarakat menebar fitnah bisa dimulai tanpa sadar,
> > dan bisa juga menebar fitnah dengan sadar dan dengan
> > tujuan yang jelas, sangat tidak baik untuk
> > melakukannya, hanya dengan kesadaran diri kita bisa
> > menahannya. Kesadaran diri yang menerima keadaan diri,
> > jika kita kurang dari orang lain maka kita harus
> > mengetahui dimana kekurangannya, mungkin kita kurang
> > berusaha, mungkin kita kurang dalam kerja keras
> > sedangkan orang yang kita iri-kan itu bekerja keras
> > tanpa kita ketahui. Ingat iri adalah tanda ketidak
> > mampuan, jika kita tidak mampu maka mengaku kalah
> > sajalah, dan bila kita tidak menerima atas ketidak
> > mampuan kita maka berusahalah lebih keras untuk
> > menunjukan kebisaan kita, bukan dengan memfitnah
> > mereka yang lebih dari kita dalam berbagai hal.
> >
> > Ketika memfitnah sudah terlihat
> > tanda-tandanya untuk menjadi suatu budaya, maka hanya
> > kita yang mampu menahannya, jangan sampai hal itu
> > terjadi, dan jangan sampai hal itu menjadi sesuatu
> > yang diwajarkan oleh masyarakat, tidak ada kebenaran
> > sedikitpun dibalik sebuah fitnah dan juga tidak ada
> > kebaikan dibaliknya. Menuduh seseorang atas perbuatan
> > yang tidak pernah dilakukannya, menghancurkan orang
> > lain dan juga orang yang ada di sekitarnya. Untuk
> > mereka yang difitnah tidak perlu khawatir karena jika
> > memang hal yang dituduhkan tidak benar adanya maka
> > tidak perlulah takut, selalulah berani bertindak atas
> > dasar kebenaran, junjunglah kebenaran dengan berani.
> > Alam telah berjanji dan tidak pernah mengingkari. Dan
> > orang yang paling kaya adalah orang yang paling
> > bersyukur... .
> >
> > ...Selamat jalan fitnah, kau tidak akan
> > pernah menjadi budaya diantara kami, kami berdiri
> > diatas kebenaran dan memberikan penilaian berdasarkan
> > ketulusan, semoga engkau hanya menjadi suatu legenda
> > yang penuh dengan pelajaran bagi orang yang
> > menggunakan akal dan pikirannya, serta bagi mereka
> > yang berperasaan jernih tanpa pernah menanam keburukan
> > di dalamnya....
> >
> > Send instant messages to your online friends
> http://au.messenger.yahoo.com
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Files to share?

Send up to 1GB of

files in an IM.

Featured Y! Groups

and category pages.

There is something

for everyone.

Yoga Groups

Find Enlightenment

& exchange insights

with other members

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Friendster - See What's New with Lies Sudianti

Friendster What's New
See what's new with Lies...

Recently, has:
added new friend(s) - 5 days ago



View Lies's Profile

Want Lies to know what you've been up to?

Simply join Lies's network.
Want to view more profiles like this one? Join Friendster Now!
Copyright 2002-2007 Friendster, Inc. All rights reserved. U.S. Patent No. 7,069,308, 7,117,254 & 7,188,153
568 Howard Street, San Francisco, CA 94105, USA
Privacy Policy | Unsubscribe | Terms of Service

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Best of Y! Groups

Check out the best

of what Yahoo!

Groups has to offer.

Yahoo! Groups

Dog Zone

Connect w/others

who love dogs.

Yahoo! Groups

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Fwd: [psiindonesia] selamat datang pada budaya fitnah

maksudnya vincent itu, fitnah lebih kejam daripada tidak memfitnah.
gitu aja ngambil dari psiindonesia,

salam,
goen

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Vincent Liong
<vincentliong@...> wrote:
>
> ----- Forwarded Message ----
> From: bluedongkeryoi <bluedongkeryoi@...>
> To: psiindonesia@yahoogroups.com
> Sent: Wednesday, October 10, 2007 5:31:01 AM
> Subject: [psiindonesia] selamat datang pada budaya
> fitnah
>
>
> Tutur kata yang baik berasal dari orang yang baik, dan
> tutur kata yang buruk berasal dari orang yang tidak
> memiliki tata-krama.
>
>
>
> Manusia, makhluk sosial, makhluk yang
> tidak dapat hidup tanpa keberadaan manusia lainnya.
> Hidup dalam kelompok ataupun hidup dalam kesendirian
> tetap saja membutuhkan keberadaan oragn lain. Salaing
> memberikan informasi dan juga kasih sayang, membangun
> sebuah kebudayaan dari hasil buah pikiran. Manusia
> makhluk yang selalu berubah, dari waktu-ke-waktu
> merubah bentuknya dalam kehidupan sosial, sehingga
> jaman selalu saja berubah, kekekalan energi menjadi
> yang merubah semua, ada aksi dan muncul reaksi, dan
> bergitu seterusnya.
>
> Dalam tulisan yang masih membutuhkan
> banyak kritik dan masukan ini penulis ingin
> menyampaikan suatu bentuk budaya baru yang ada di
> dalam masyarakat, yaitu budaya fitnah. Fitnah dalam
> kamus besar bahasa indonesia adalah perkataan bohong
> atau tanpa dasar kebenaran yang disebarkan dengan
> maksud menjelekkan orang. Budaya untuk menjelekkan
> orang lain dengan tujuan menjatuhkan orang tersebut,
> sungguh hina sekali apa yang dilakukan oleh para
> pemfitnah dan sungguh nikmat sekali bagi orang yang
> difitnah, mengapa penulis katakan sangat hina apa yang
> dilakukan oleh seorang pem-fitnah adalah karena
> sungguh ketegaan dirinya menyebarkan suatu dusta yang
> dapat mencelakakan orang lain, ingat fitnah itu lebih
> kejam dari pada pembunuhan, bagaimana jika orang yang
> menjadi korbannya itu mendapat celaka dari apa yang
> sebenarnya suatu kebohongan, dan kecelakaannya sangat
> menyakitkan bagi si korban bahkan berujung pada
> kesengsaraan, bukan hanya untuk dirinya pribadi tapi
> juga berimbas kepada nama baik keluarga, anak-anaknya,
> sanak saudaranya, istrinya, orang tuanya kaum
> kerabatnya, hinggga semua orang yang dekat dengan
> dirinya. Memang sungguh dahsyat efek dari fitnah. Dan
> penulis mengatakan sungguh nikmat bagi mereka yang
> difitnah adalah karena berarti orang lain ada yang
> dengki terhadap dirinya, orang lain ada yang iri atas
> sesuatu yang ada dalam dirinya, orang lain melihat
> suatu berkah yang tidak dimiliki oleh orang lain itu,
> dengan kata lain ada kenikmatan, keberuntungan,
> kebaikan, kesejahteraan dan keberkahan di dalam
> dirinya dan hal itu sangat tidak disukai oleh si
> tukang fitnah atas dasar iri, dengki dan benci. Maklum
> banyak orang kini yang tidak senang atas kegembiraan
> orang lain.
>
> Tidak senang atas kebahagiaan orang lain
> merupakan suatu bentuk persaingan yang tidak sehat,
> coba bayangkan jika kita tidak suka atas suatu
> kebaikan yang diperoleh oleh orang lain, apa yang
> mendasarinya, mungkin kita takut untuk kalah dan
> berada pada posisi yang lebih rendah dari orang lain,
> dengan begitu berarti kita adalah seoragn egois yang
> selalu meminta untuk dipuja dan di sanjung tanpa
> alasan yang jelas. Bisa jadi juga kita ini iri
> terhadap orang lain, kita ini berarti tidak mampu
> untuk melakukan lebih baik dari orang lain yang kita
> iri-kan itu, berarti kita kalah dan kita salah juga
> lebih lemah keadaannya. Atau dengki yang merupakan
> penyulut utama dari perbuatan fitnah itu, kedengkian
> adalah posisi marah ketika ber-iri hati, jujur kalau
> boleh jujur manusia memiliki perasan ini tanpa
> kecuali. Menurut penulis kedengkian pada awalnya juga
> merupakan suatu metode pertahanan diri, suatu "alarm
> pengingat" kalau posisi kita berada lebih lemah dari
> orang lain. Yang pada dasarnya manusia ingin berada
> selalu diatas tanpa pernah ada dibawah, keegoisan
> dasar yang membuat manusia selalu berkembang dari
> waktu-ke-waktu. Tapi dalam suatu kadar yang besar
> kedengkian dapat mengakibatkan petaka bagi orang lain
> ataupun untuk diri sendiri. Lebih baik untuk tidak
> mendengki dan terus saja berusaha jika menginginkan
> suatu posisi yang lebih baik. Persaingan yang sehat
> merupakan suatu cara yang dapat membawa pada
> kesejahteraan, tapi persaingan yang tidak sehat dapat
> membawa suatu perilaku yang sampai-sampai cenderung
> tidak manusiawi seperti mem-fitnah tadi.
>
> Kenapa kita tidak merasa gembira atas
> kegembiraan orang lain, sungguh aneh sekali orang yang
> merasa susah hati hanya karena melihat orang lain
> mendapat suatu kebaikan, tidak baik untuk membiarkan
> hati tenggelam dalam keadaan benci, hal itu sama saja
> melakukan mode penghancuran diri sendiri, selain dapat
> mencelakakan orang lain hal itu juga sangat berakibat
> buruk terhadap diri sendiri. Buanglah jauh-jauh
> kebencian dan iri hati serta dengki dalam diri kita,
> mulailah berusaha dengan keras untuk mendapat
> kebaikan, tidak usah merasa susah atas kebaikan yang
> didapat orang lain, kenapa kita tidak menerima
> kenyataan dan mendapat keringanan dalam hati atas
> perasaan yang menerima keadaan. Jadikan keberhasilan
> orang lain sebagai motivator kita dengan kata "dia
> bisa kenapa saya tidak" bukannya "dia bisa maka saya
> tidak suka".
>
> Ada ketetapan dan juga janji alam di atas
> bumi ini, salah satu dari contoh janji itu adalah
> seseorang yang menanam singkong maka akan menuai pohon
> singkong, itulah janji alam ini, tidak mungkin
> seseorang yang menanam singkong kemudian tumbuh pohon
> jeruk atau pohon jengkol. Begitu juga dengan hati,
> siapa yang menanam kebencian didalam dirinya maka akan
> menuai kebencian, mungkin akan terbakar benci dan
> dibenci oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Dan
> bagi yang menanam kebaikan maka akan menuai kebaikan.
> Siapa yang bekerja keras mencari uang maka akan
> mendapat uang, siapa yang belajar untuk menjadi pintar
> maka akan menuai kepintaran. Itu adalah sebagian hukum
> alam. Kerja keras yang cerdas akan menghasilkan hasil
> yang memuaskan.
>
> Tanpa ada dengki, iri dan benci dalam
> kehidupan bermasyarakat maka kita termasuk
> orang-orang yang mendukung adanya kebaikan bagi banyak
> orang. Buat apa juga memeliharanya dalam diri segala
> bentuk keburukan itu. Sebagai bagian dari kelompok
> masyarakat menebar fitnah bisa dimulai tanpa sadar,
> dan bisa juga menebar fitnah dengan sadar dan dengan
> tujuan yang jelas, sangat tidak baik untuk
> melakukannya, hanya dengan kesadaran diri kita bisa
> menahannya. Kesadaran diri yang menerima keadaan diri,
> jika kita kurang dari orang lain maka kita harus
> mengetahui dimana kekurangannya, mungkin kita kurang
> berusaha, mungkin kita kurang dalam kerja keras
> sedangkan orang yang kita iri-kan itu bekerja keras
> tanpa kita ketahui. Ingat iri adalah tanda ketidak
> mampuan, jika kita tidak mampu maka mengaku kalah
> sajalah, dan bila kita tidak menerima atas ketidak
> mampuan kita maka berusahalah lebih keras untuk
> menunjukan kebisaan kita, bukan dengan memfitnah
> mereka yang lebih dari kita dalam berbagai hal.
>
> Ketika memfitnah sudah terlihat
> tanda-tandanya untuk menjadi suatu budaya, maka hanya
> kita yang mampu menahannya, jangan sampai hal itu
> terjadi, dan jangan sampai hal itu menjadi sesuatu
> yang diwajarkan oleh masyarakat, tidak ada kebenaran
> sedikitpun dibalik sebuah fitnah dan juga tidak ada
> kebaikan dibaliknya. Menuduh seseorang atas perbuatan
> yang tidak pernah dilakukannya, menghancurkan orang
> lain dan juga orang yang ada di sekitarnya. Untuk
> mereka yang difitnah tidak perlu khawatir karena jika
> memang hal yang dituduhkan tidak benar adanya maka
> tidak perlulah takut, selalulah berani bertindak atas
> dasar kebenaran, junjunglah kebenaran dengan berani.
> Alam telah berjanji dan tidak pernah mengingkari. Dan
> orang yang paling kaya adalah orang yang paling
> bersyukur... .
>
> ...Selamat jalan fitnah, kau tidak akan
> pernah menjadi budaya diantara kami, kami berdiri
> diatas kebenaran dan memberikan penilaian berdasarkan
> ketulusan, semoga engkau hanya menjadi suatu legenda
> yang penuh dengan pelajaran bagi orang yang
> menggunakan akal dan pikirannya, serta bagi mereka
> yang berperasaan jernih tanpa pernah menanam keburukan
> di dalamnya....
>
> Send instant messages to your online friends
http://au.messenger.yahoo.com
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yoga Resources

on Yahoo! Groups

Take the stress

out of your life.

Official Samsung

Yahoo! Group for

supporting your

HDTVs and devices.

Yahoo! Groups

Going Green

Share your passion

for the planet.

.

__,_._,___

Re: Balasan: [psikologi_transformatif] Re: Gumpalan-gumpalan hitam--lulu dan as as

Haaaaai,
belum berangkatkah dikau ?
Ada di mana sekarang, dikaaaaau ?

non_sisca <non_sisca@yahoo.co.in> wrote:


Halo, dear panitia lomba puisi, ^_^
sebenarnya sisc ragu, tulisan itu sepenggal cerpen ataukah puisi,...
namun berhubung sumber inspirasi nya as as, so ehm... sisc voting
untuk as as aja dah ...
ehm..itu manneke pake jedooor sagala...maksudnya bunyi2an dari
tanjidor ye, betawi amat sampean, hehehe...atau bunyi mercon buat
meriahin hari raya hihi..
met berlibur buat semua ..GBU, tks.

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, lulu <lu2_mm@...>
wrote:
>
> so pasti itu ..
> tapi sepertinya bakal repot nih ..
> karena puisi2 dari temen 2 emang keren abizzzz...
>
> salam manis
> /Lu2
>
>
> pradita@... wrote:
> Jedoooor!!! NOn sisca kirim puisi. As as dan Lulu, tolong
idarsip ya buat lomba
> puisi milis Psi-Trans. Tengkyu ya non sisc.
>
> manneke
>
> Quoting non_sisca <non_sisca@...>:
>
> >
> >
> >
> > Setelah mengatakannya, ia menutup wajah dengan kedua tangan,
> > seolah melindungi sepasang matanya dari hantu masa lalu yang
berdiri di
> > depannya.
> > Lalu ia letakkan tangannya di kepalaku.
> >
> > Kemarilah, mari kita menjadi sebuah menara kuat di hadapan badai.
> > Mari kita tegar seperti seorang prajurit pemberani,
> > Mari kita berani, berani menghadapi rintangan dan kesukaran
> >
> > Lalu ia duduk memandangku dengan mata berkaca2,
> > seperti meragukan apakah aku sosok hantu atau seorang manusia.
> >
> > Kesunyian yang dalam mencermati kami berdua.
> >
> > Lalu aku berkata halus,
> > aku seorang manusia.
> > Tidak ada gumpalan hitam pekat seperti yang kau lihat.
> > Mereka hanyalah mendung yang sesekali merayapi kehidupan atas
manusia.
> >
> > Namun ketika mendung pergi, langit kembali cerah.
> > Mari kita lalui jalan ini dengan mantap dan mengarahkan mata pada
> > matahari,
> > agar ketakutan tidak menghentikan kita di tengah jalan.
> >
> > Bergembiralah,
> > hapuslah airmatamu dan singkirkan kesedihan dari wajahmu.
> > Bangkitlah dan mari duduk di sampingku,
> > menatap hidup dengan tersenyum.
> >
> >
> >
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, as as
<as2004as_as@>
> > wrote:
> > >
> > > Dini hari menyelinap ke relung hati gontai menatap hampa
> > > Mata berkaca tak mampu menyangga rasa gejolak jiwa membangun asa
> > > Tegaklah kamu, tegaklah kamu mari letakkan di sini di punggungku
> > > Walau dada masih terbelah, data tak kunjung merangkai isi
sebenarnya
> > > Mari kubimbing sayangku, mari kugandeng tanganmu
> > > mari berjalan berangkulan
> > > Mari kita bangun
> > > walau gumpalan hitam masih mengalir membendung cita
> > > O, gumpalan hitam, betapa perkasa anda
> > > Mempengaruhi gadis suci sesuci Dewi Maria
> > > Walau habis seluruh kapak di dunia berusaha memecah anda
> > > Kan tetap bercokol kau takkan bergeming menelusupi sucinya jiwa
> > > Aku baru bisa duduk terhenyak memandanginya
> > > Ku hanya bisa pandang mata sucinya memohon merubah hatinya
> > > Pelahan kan kuusap hatinya ku kan masuk ke nadinya
> > > O, gumpalan hitam, pergi kembalilah ke tempatmu semula
> > > Jangan kau usik nurani puteri sesuci Dewi Maria
> > > O, tolonglah Bunda
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Don't let your dream ride pass you by. Make it a reality with
Yahoo!
> > Autos.
> > >
> >
> >
> >
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
>



Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos more.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

HDTV Support

on Yahoo! Groups

Help with Samsung

HDTVs and devices

Yahoo! Groups

Beauty & Fashion

Connect & share

tips and advice.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Fwd: Sai Inspires - 10th October 2007 from Prashanti Nilayam



Note: forwarded message attached.


Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel and lay it on us.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

Yahoo! Groups

Endurance Zone

A Yahoo! Group

for better endurance.

Food Lovers

Real Food Group

on Yahoo! Groups

find out more.

.

__,_._,___

Re: [psikologi_transformatif] iran vs amerika serikat (menuju perang dunia III)

Tak ada perang dunia III. Yang ada hanya kecelakaan nuklir. Perang dunia I dan II telah memberi pelajaran bagi umat manusia. Paling-paling hanya Iran Vs AS. Kebohongan AS tentang Perang Irak membuat banyak negara tak percaya lagi dengan AS.

Kecuali memang ada kepentingan lain di balik perang. Nafsu merebut ladang minyak. Perang melawan terorisme hanya kedok, hanya sebuah siasat untuk merampas minyak negara-negara penghasil minyak.

Kita berdoa semoga AS cepat cepat sadar. Ada yang lebih kuasa dari AS. Tuhan. Amerika Serikat adalah negara yang penuh amoral. Jika ada yang lantang menentang AS pasti dilenyapkan. Soekarno contohnya. Juga Osho, seorang Master, seorang guru Spiritual yang karena sepak terjangnya di AS dianggap membahayakan negara dibunuh dengan diracun.

Mari ajarkan AS ilmu tentang Cinta. Mengutip Gandhi, Kekerasan adalah senjata orang-orang lemah, Ahimsa (emoh-kekerasan) adalah senjata orang-orang Pemberani.

Jangan Takut kepada Amerika Serikat.

Salam,
Angga.





hendrik bakrie <henrik12syiah@yahoo.com> wrote:

dari salah satu web site islam...
 
Dunia Semakin Mengejutkan: Iran Vs AS Menuju Perang Dunia Ketiga Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Monday, 08 October 2007
Oleh: Muhammad Alkaf
Pasca kemenangan historis dan dramatik pasukan "majelis taklim" Hizbullah, Lebanon, rencana Amerika dan Israel untuk membangun Timur Tengah Baru dengan peta dari Tel Avif, sungai Furat sampai sungai Nil kini tinggal mimpi belaka. Sekarang telah muncul "Timur Tengah Baru" yang didesain oleh kehendak perjuangan tak kenal lelah Hizbullah. Mitos pasukan Israel yang tak terkalahkan sudah terhapus dari benak dan otak. Sudah tinggal cerita masa lalu bahwa Israel mampu mengalahkan beberapa negara Arab hanya dalam tempo tiga hari selama perang Arab-Israel.

Menghadapi pasukan majelis taklim—saya menyebutnya pasukan majelis taklim, karena jumlah tentara hizbullah hanya ribuan dan dengan peralatan yang "kurang canggih dan pas-pasan" bila dibandingkan dengan persenjatan militer Israel —pasukan Israel bak tikus-tikus yang lari tunggang langgang karena ketakutan. Pasukan Israel harus menelan pil pahit kekalahan bersejarah selam perang 33 hari musim panas tahun lalu.
Kemenangan di luar dugaan banyak kalangan tersebut kiranya mampu menepis anggapan sebagian orang bahwa rasa-rasanya mustahil membebaskan secara permanen al Quds dari cengkraman Israel . Bahwa pembebasan Palestina itu mudah jika umat Islam solid, bersatu dan mempunyai tekad bersama yang kuat. Bukankah Imam Khomaina ra pernah mengatakan bahwa andaikan setiap Muslim membawa satu ember air lalu diguyurkan ke Israel niscaya seluruh Israel tenggelam. Ini sebuah ilustrasi yang menarik. Imam mengingatkan kita bahwa umat Islam mempunyai potensi besar bila mereka mau bersatu untuk menganyang musuhnya. Persoalannya adalah kita masih sibuk dalam perselisihan dan percekcokan internal yang tidak perlu, seperti isu mazhab: Sunnah-Syiah dll.
Jumat terakhir bulan Ramadhan yang dicanangkan Imam Khomaini sebagai hari al Quds dan beliau menyebutnya sebagai hari Islam dan hari pembebasan kaum mustadafin di seluruh dunia adalah keputusan bersejarah yang sangat brilian dan patut diapresiasi secara maksimal oleh umat Islam dimana pun mereka berada. Turunnya jutaan orang di pelbagai belahan propensi Iran untuk meneriakkan yel-yel "mampus Amerika", "mampus Israel" Jumat kemarin, 5/10/2007 begitu juga di Indonesia, Irak, Afghanistan, Lebanon dsb akan menjadi mimpi buruk buat Israel dan isyarat jelas bahwa mereka adalah penjajah dan masa kekuasaan mereka sudah berada di ujung tanduk.
Dunia ke depan mungkin akan menyaksikan serangkaian kejutan-kejutan baru yang lebih di luar dugaan banyak pakar politik. Sesuatu yang pasti adalah bahwa jarum sejarah dunia selalu menuju ke arah Islam. Bola kini selalu mengarah ke Islam. Siapa menyangka Iran yang diembargo lebih dari 20 tahun oleh Amerika dan mengalami "babak belur" selama perang dengan Irak kini dengan mengandalkan potensi sarjana-sarjana dalam negerinya mampu mencapai tehnologi nuklir, bahkan Iran telah mengklaim telah masuk dalam jajaran negera-negara yang menguasai tehnologi nuklir. Siapa mengira, akhirnya justru Hamas yang tidak dikehendaki Barat memimpis mayoritas suara di pemilu Palestina. Siapa menduga skenario Amerika untuk membikin pemerintah boneka di Irak gagal, dan di Irak, mereka justru memasuki lumpur yang sangat sulit bagi mereka untuk keluar darinya. Sementara itu, di Turki, hembusan angin Islam menerpa muka media ketika kelompok berhaluan Islam mampu memperoleh suara signifikan di majelis. Turki yang kental berhaluan sekuler kini harus berhadapan dengan kelompok Islam yang duduk di kursi kekuasaan yang tinggi. Dan Ahmadinejad semakin mengejutkan dan bersinar dan layak disebut "the one man of year" ketika pidato, penampilan santunnya, dan kekuatan logikannya di Universitas Kolombia mampu meredam pertanyaan-pertanyaan nakal ttg Iran dan Islam. Dan minimal selama 2 hari media barat dan media dunia sibuk mengulas dan membicarakan orang nomer wahid di pemerintahan eksekutif Iran ini. Iya, Ahmadinejad keluar sebagai the real winner, sedangkan Bush dan antek-anteknya menikmmati posisi sebagai rennur-up, atau mungkin lebih tepat pecundang.
Media Barat selalu berbicara ttg kemungkinan dan semakin dekatnya operasi militer Amerika terhadap Iran . Utamanya, setelah mereka melihat bahwa Iran tetap bandel dan tak bergeming pasca penjatuhan dua kali sangsi Dewan Keamanan PBB yang tidak terlalu berpengaruh secara signifikan terhadap kebijikan politik dan ekonomi. Persoalannya apakah mudah menginvasi Iran ? Apakah Iran seperti Irak dan Afganistan? Apakah Iran tidak punya peralatan militer berarti yang bisa mengimbangi serangan militer AS? Apakah Amerika dan sekutunya begitu mudah menaklukkan Iran yang terkenal dengan patriotismenya dan semangat syahadah (menjadi syahid di jalan Allah) karena terinspirasi dengan perjuangan Imam Husin as?
Masih cukup segar dalam ingatan kita bahwa perang Irak-Iran , Iran dikeroyok oleh lebih dari 30 negara. Tapi apa yang terjadi? Bara revolusi Islam bukan hanya tidak padam, bahkan semakin menyala dan terang-benderang. Pasukan Islam Iran mampu merebut kembali beberapa kawasan yang dikuasai oleh Pasukan Sadam dengan senjata yang sederhana dan mereka berhasil mencegah ambisi Sadam dan Amerika. Sehingga saking pusingnya Sadam menghadapi pasukan Iran , lalu ia mengunakan senjata Amerika yang dibelinya dari Eropa dan Amerika. Kini, kita tahu bahwa pasukan Iran sekarang bukan hanya tidak lemah bahkan jauh lebih kuat secara moril dan meteril (persenjataan). Bahkan kementeriaan pertahanan Iran baru-baru ini melaporkan bahwa dalam sebagian bidang persenjatan penting, Iran sudah mandiri dan "overdosis" alias lebih dari cukup. Tentu tidak semua persenjatan yang dimiliki Iran dipamerkan ke publik. Alhasil dari apa yang diberitakan saja, persenjatan Iran terasa paling keren dan mentereng di Timur Tengah. Karena itu, wajar saja dan bukan omong kosong bahwa pemimpin spiritual tertinggi Iran , Ayatullah Khamenei berulang kali menegaskan bahwa serangan militer sekecil apapun terhadap negaranya akan dibalas dengan pukulan telak dan keras.
Orang yang menilai bahwa kalau Iran diserang oleh AS maka tamatlah riwayat negeri Mullah ini adalah orang yang tidak tidak baca koran atau tidak mampu membeli koran sehingga tidak tahu menahu apa-apa. Jika memang Iran mudah ditaklukkan dan diduduki, maka logikanya sejak dahulu Amerika akan melakukan itu, bukan malah menunggu tumbuh besar dan kuat. Sebab, pohon Revolusi yang berkah ini telah tumbuh kuat dan akarnya kokoh serta daunnya menjulur ke angkasa, sehingga mencabutnya bukan perkara mudah, kalau tidak dikatakan mustahil. Simpati rakyat dunia sekarang begitu tampak pada Presiden Iran . Ahmadinejad disambut luar biasa oleh rakyat di negara yang dikunjunginya dalam beberapa kunjungannya di kawasan asia , Amerika Latin dll. Bandingkan dengan amarah dan demontrasi anti Bush yang mewarnai lawatannya ke pelbagai penjuru dunia. Menurut hemat saya, hanya ada satu kunci untuk menghabisi dan menguasai Iran , jauhkan umat dari ulamanya dan non-aktifkan majelis-majelis yang menghidupkan peringatan Asyura. Selama di kalbu anak-anak muda Iran masih ada nama Imam Husin dan perjuangannya dalam membela agama kakeknya Nabi Muhammad saw, maka kekuatan apapun di dunia ini tidak akan pernah dapat menumbangkan Republik Islam Iran.
Akhirnya, jika Bush memanfaatkan kegilaan pribadi dan politiknya untuk tetap menyerang Iran , apapun yang terjadi, maka kita akan saksikan peperangan besar yang dampaknya mengelobal dan mendunia. Dan Iran lebih siap untuk menyambut tantangan dan petualangan Amerika. Sedangkan moral pasukan AS saat ini sedang drop karena terbukti banyak tentara mereka yang secara suka rela bunuh diri dan angkanya sangat memprihatinkan dan banyak anak-anak muda lari dari pendaftaran menjadi tentara, sehingga karena itu dewan pertahanan Amerika perlu mengimang-iming mereka dengan gaji yang besar. Sementara Iran memiliki lebih dari 15 juta pasukan basiji (tentara sukarela dari kalangan rakyat yang terlatih secara militer). Dan pasukan Iran merindukan kehadiran di tengah medan perang untuk membela Islam dan meneguk madu syahadah. Tidak ada ibu-ibu yang protes karena anaknya terbunuh seperti yang terjadi di Amerika. Tidak ada istri-istri yang menyalahkan pemerintah karena mengirim suami-suami mereka ke front. Jusru pasukan Iran diantar oleh ibu dan istri mereka menuju front untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Pemandangan seperti ini biasa kita saksikan selama perang Irak-Iran. Dan jangan lupa bahwa masyarakat Iran sangat loyal kepada pemimpin agama. Jika pemimpin spiritiual tertinggi Iran, Ayatullah Khamenei menabuh genderang perang melalui fatwanya maka kita pasti akan menyaksikan mayoritas rakyat Iran, tua-muda akan mendukung dan mengamininya, atau bahkan mensyukurinya karena mereka diberi kesempatan untuk menjadi syahid dan menyetor nama-nama syuhada dari keluarga dan kerabat mereka. Masyarakat seperti ini jangan ditantang dan ditakut-takuti dengan perang, tapi ajaklah damai. Karena bila sedikit saja Anda berlaku zalim kepada mereka, maka mereka akan mengejar dan menuntut Anda.[]
Selamat menikmati kejutan berikutnya!
 

Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos more.


Catch up on fall's hot new shows on Yahoo! TV. Watch previews, get listings, and more!

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Yahoo! Groups HD

The official Samsung

Y! Group for HDTVs

and devices.

Yahoo! Groups

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals.

.

__,_._,___