Sabtu, 15 Desember 2007

[psikologi_transformatif] Art of Freedom (Was: Mengapa kita tidak bisa lagi mentertawakan diri sendiri ?)

AH: Saya pikir bila menukik ke arah akar masalah yang lebih esensial……salah satu penyakit paling parah orang kita tuh masalah daya cipta,  daya kreatif akibat paraDogma-isasi sekian puluh tahun…sementara  disisi lain, bentukan mental menikmati warisan yang sangat kuat… mental lagu "kolam susu"-nya koes-plus

Tuhantu: Hal di atas adalah juga salah satu pokok keprihatinan saya... Kesimpulan sementara yg bisa saya ambil dan ikat pake tali rafia (haha) adalah, dibutuhkan terminology baru hasil cut and fill untuk mengurainya, and then play with it... Dalam salah satu tulisan saya (the art of freedom) ada kalimat sbb: ...

Why can somebody being ½captured½ by their own -leftside hemisphere of their- brains?½ By this question, I hope it is clear that why I put the word of ½freedom½ beside the word of ½art½.

Baidewei, itung-itungan soal minyak itu, kok nampak sekali adanya Tulaltisme, ya?...Wah... Ada bahan untuk ´Tulalitology´ nih, Mas Anwar... Kwekkwekkwekkwek...

Be Fun

Tuhantu

http://hole-spirit.blogspot.com

 


--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "anwarsby" <aharyono@...> wrote:
>
> Saya pikir sinisme tuh kata lain mentertawakan yang lain, bukan diri
> ndiri….saya kok ragu apa akan mengarah solusi…terlalu banyak sinisme
> solusi-less di negeri ini mas
>
> Kembali ke afirmasi, penyakit kota/negara tuh cermin dan manifestasi
> penyakit alam pikiran penghuninya…dalam kasus Jakarta ato Indonesia
> yang super ruwet, ya artinya sebegitu parahnyalah penyakit di alam
> pikiran kolektif kita.
>
> Saya pikir bila menukik ke arah akar masalah yang lebih esensial……
> salah satu penyakit paling parah orang kita tuh masalah daya cipta,
> daya kreatif akibat paraDogma-isasi sekian puluh tahun…sementara
> disisi lain, bentukan mental menikmati warisan yang sangat kuat…
> mental lagu "kolam susu"-nya koes-plus
>
> dalam sebuah seminar tentang pola kontrak kerjasama pengelolaan migas
> (Production Sharing Contract/PSC), ada deskripsi yang sangat jelas
> tentang hal ini....2 dari 4 pembicara yang adalah dalam lingkaran
> penentu kebijakan perminyakan hulu di Indonesia ber-argumen bahwa
> industri perminyakan hulu yang sudah dijalankan adalah industri yang
> sangat menguntungkan…dengan profit margin 80%!..
>
> bayangkan, bisnis apa yang marginnya sebesar 80%! Hebat bener bukan?…
> itung2annya….dari pendapatan yang 100%, cost terhitung cuma 20%
> terdiri dari total biaya ekplorasi, pengembalian investasi,
> operasional produksi dan profit sharing untuk PSC company (Total, BP,
> dsb)…
>
> anda lihat ada yang miss dalam itung2an di atas?....minyak buminya
> itu sendiri, tidak dihargai!..tidak masuk dalam itung2an cost….!
>
> Analoginya…mereka anggap sudah sangat produktif manakala tinggal di
> rumah warisan..…ada kursi di ruang tamu diembat bawa ke pasar
> loak..laku seratus perak…trus puas ngitung2.....pendapatan: 100 perak…
> cost: ongkos becak ke pasar p-p, beli teh botol, makan warteg, total
> 20 perak…margin: 100-20=80...hebat….margin 80/110=80% !
>
> Bayangkan dengan singapur misalnya….dalam analogi di atas yang
> dilakukan adalah: ada tetangganya butuh duit, nawarin jualin kursi
> warisan di ruang tamu tetangganya....kursi dibawa ke pasar loak laku
> 100 perak….tetangganya dikasih 40 perak dah puas…turs si singapur
> itung2an:
> -pendapatan : 100
> -cost: becak, teh botol, dsb=20…kasih tetangganya=40…total
> cost=20+40=60
> -margin : 100-60=40..!! REAL MARGIN !! NETT PRODUCTIVITY !!
>
> Nah…kebayang dong…dengan pola ini…tinggal berapa lama lagi negeri
> kita ini bakal kebeli sama singapur!!!
>
> Dalam kesadaran kolektip kita….penguasaan prinsip kreasi, daya cipta
> inilah kita masih juuauuuhhh buanget mas….daya cipta, ujungnya adalah
> produktifitas…..harusnya didefinisikan sebagai menciptakan sesuatu
> yang "tidak ada" menjadi "ada"….dan ini sejatinya hanyalah proses
> kreasi dalam alam afirmasi kita, hanya kait-mengkaitkan fakta2 ato
> informasi yang hasil bentukannya akan memanifestasi….
>
> Bila dikonversikan dalam nilai uang…bagi yang paham keuangan
> sebenarnya prinsip ini sangat jelas didefinisikan dalam laporan
> keuangan standard Balance Sheet (Neraca) dan Profit/Lost (Rugi/Laba)..
> …lihat saja berapa nett profit before tax di P/L (rugi/laba) report…
> yang setelah dikurangi dilempar ke posisi Capital di Balance
> Sheet/Neraca…itulah produktifitas, daya cipta….ukuran pertumbuhan
> sebagai hasil produktifitas yang sebenarnya…growth yang diukur dari
> membengkaknya Capital dari waktu ke waktu
>
> Kalau mau kita lihat lebih mendalam….kelemahan di atas kelihatan
> secara jelas di semua kondisi yang terjadi di negeri ini mas…tidak
> hanya di dunia usaha, di semua lini, regardless profesinya…menurut
> saya, penanaman prinsip2 inilah salah satu yang paling urgent untuk
> melepaskan diri dari ruwetnya masalah di negeri ini
>
> Salam,
> Anwar
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "tuhantu_hantuhan"
> tuhantu_hantuhan@ wrote:
> >
> >
> > Quote: bahwa jika terjadi bencana alam besarrrrrrrrrrrrrrrr sekali,
> dan
> > yang tertinggal adalah bangunan yang menjadi ikon kota, maka
> misalnya
> > Paris mudah2an masih punya Eiffel, di Jakarta punya banyakkkkkkkkk
> > sekali mall !!!!!!!........ lumayan kan? End of quote.
> >
> > Tuhantu: Lha, kok Monas nggak disebut-sebut? Wakakaka...
> >
> > Mbak Ratih, apa betul diatas itu adalah hal positif ? Kok, saya
> tangkap
> > ada nada sinis? (cmiiw)... Kalau ´ya´, ditujuken kemana nih,
> > sinisme tersebut? Budayawan? Sosiolog? Filsuf? Arsitekt?
> Planologi?...
> > Kalau sinisme itu ditujukan buat mereka, udang saya minum kopi dong
> > yah... Hehehehe...
> >
> > Bagi saya, mau bangun mall, bioskop, dll. Nggak ada masalah selama
> > ´aturan main´ sebuah kota itu nggak mbalelo. Text dan teori sudah
> > sedemikian bertumpuk di perpustakaan ataupun di kampus-kampus. Lha,
> > nengok keluar dari jendela kampus, apa yg diomongin dalam teori kok,
> > faktanya nggak ada yang beres?... Contoh gamblang, kenapa undang-
> undang
> > masalah tersebut baru terbit kurang lebih sebulan lalu? Kemana aja
> para
> > pakar-pakar dan Professor Planologi di Jakarta itu, selama ini?
> >
> > Ketika masih awal-awal jadi mahasiswa dulu (setelah mengobrak-abrik
> > kantor senat mahasiswa) saya lalu punya akses ke majalah dinding.
> > Sebelumnya, majallah dinding tersebut sering digunakan untuk
> > mendiskreditkan arsitek lokal... (arsitek lokal, kucing dalam
> karung,
> > katak dalam tempurung,dll.) padahal jika kita telusuri, jatah proyek
> > untuk bangunan-bangunan besar (bank, mall-mall, hotel, dll.) maupun
> > fasilitas umum, dll. Arsitek lokal itu kebagian porsi paling kecil
> > (paling skala inpres, proyek-proyek kabupaten, rumah jabatan
> bupati, dan
> > semacamnya) Sementara jika kota tersebut menjadi rawan banjir, dsb.
> > Justru diakibatkan oleh perencanaan-perencanaan mega-proyek, yang
> > perencananya yg bukan lokal (paling jatah management pengawasan
> > konstruksinya)... Di situ juga kita bisa temukan elemen-elemen
> kostruksi
> > yg tidak proporsional yg sudah terdisain dari sononya, demi
> mendongkrak
> > cost konstruksi sehingga design fee juga terangkat. Contoh ini
> adalah
> > ring-balk pada bagunan kantin di Unhas, misalnya. Perlukah ringbalk
> > sedemikian besar hanya untuk menopang konstruksi atap di atasnya?...
> > Jadi, semua profesi sebaiknya ´mentertawakan diri´
> > masing-masing...:-D... (tuh, kan saya tidak ´fanatik´ terhadap
> > dunia arsitektur?)
> >
> > Back to taufik, di majalah dinding tersebut, kemudian sering
> ditempelkan
> > tulisan-tulisan saya berdampingan dengan gambar-gambar karya seorang
> > arsitek (waktu itu, buku tentang karya ini tidak gampang ditemukan,
> atau
> > barangkali tidak ada di toko-toko buku) Sebab arsitek tersebut,
> bukanlah
> > tokoh populer dikalangan dosen dan mahasiswa, sehingga karya-
> karyanya
> > tidak dibicarakan di kampus-kampus... Dimana karya-karya tokoh itu,
> > adalah bangunan-bangunan yang berdampingan/bersatu dengan
> lingkungan dan
> > alam (earth sheltered architectural)
> >
> > Lalu, belakangan saya diundang (mewakili Dinas Tata Kota) dalam
> sebuah
> > seminar tentang perencanaan kota yg diadakan oleh Pasca Sarjana.
> (saat
> > itu ada kasus gedung sebuah gedung restoran, yg tidak memenuhi
> > persyaratan perparkiran) Dan dalam seminar tersebut, terungkap bahwa
> > proyek tersebut bisa terus berjalan akibat ´katebelece´ (surat
> > sakti) yg sering beredar di era orba... Karena yg mengeluarkan IMB
> > adalah Dinas Tata Kota (yg kebetulan waktu itu saya wakili) maka,
> saya
> > mempertanyakan dalam seminar tersebut, kenapa tidak ada aturan
> setingkat
> > undang-undang dimana IMB tidak bisa keluar jika tidak mengikuti
> > aturan-aturan tertentu? ... Mengingat sebuah kota itu punya batas
> daya
> > dukung tertentu dalam hal ekologis, bisnis, populasi, dll. Dan
> makanya
> > pula dalam Planologi ada ketentuan yg mengikat mengenai green space.
> >
> > Nah, disinilah dalam kasus Jakarta, Planologi itu saya istilahkan
> > sebagai ´ParaDogma´...:-)... Realitas yg dibicarakan secara
> > teoritis pada ilmu perencanaan kota, tidak ada dalam kenyataan.
> >
> > Jadi, pokok kritik saya (dalam Warkop Institute
> > <http://warkop-institute.blogspot.com/> ) adalah ketersediaan green
> > space dan public space dalam sebuah kota. Selain itu, warganya
> (apapun
> > etnik, bangsa dan agamanya) tidak terasing dari roda kehidupan di
> kota
> > tersebut. Warga bisa memahami secara jelas prosedur pengalihan asset
> > kota kepada pihak ketiga, siapa yg diuntungkan, bagaimana
> > pengelolaannya, dll. Jangan cuek-bebek... Warga punya akses untuk
> > monitoring dan evaluasi (pengawasan) terhadap fungsi-fungsi
> > public-sosial atas fasilitas umum-sosial pasca pelaksanaan
> konstruksi,
> > dll... Bukan bersoal pada anti bangunan ini, atau anti bangunan
> > itu...:-)...
> >
> > Eniwei, kutipan dari blog ´JakartaButuhRevolusiBudaya´ saya paste
> > kesini, sehubungan dengan thread ´mentertawakan diri´ dalam
> > diskusi ini...
> >
> > Ilustrasi sederhananya gini... Seorang -katakanlah- si A,
> menganjurkan
> > kepada B, untuk mentertawakan diri (diri si B, maksudnya) sebagai
> upaya
> > agar si B tidak fanatik terhadap buku/ajaran tertentu dari planet
> Pluto
> > (katakanlah gitu). Pada saat melakukan anjuran tersebut, si A
> menenteng
> > buku ajaran dari planet Mars.
> >
> > Pertanyaan saya, sanggupkah pula si A mentertawakan dirinya sendiri?
> > Apakah si A juga tidak ´fanatik´ terhadap buku/ajarannya dari
> > planet Mars tersebut?...
> >
> > Nah, saya masuk (dengan menyeret sebuah kutipan) tidak dengan
> meneteng
> > buku dari planet tertentu, tetapi dengan memilah-milah pengertian
> > ´diri´. Dalam hal ini, berdasarkan tempat dimana si A berpijak...
> > Hikhikhikhik... (we are talking about transformatip
> > psikologi...right?...:-D...
> >
> > Be Fun
> >
> > Tuhantu
> >
> > http://hole-spirit.blogspot.com <http://hole-spirit.blogspot.com>
> >
> >
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "ratih ibrahim"
> > <personalgrowth@> wrote:
> > >
> > > bung Anwar,
> > > menurutku ga perlu pake duluan mana dari apa.....
> > > please dong ah.....
> > >
> > > tentang mall nih, tuhanku.... eh tuhantu...
> > > tempo2 ketika lunch meeting dengan beberapa klien bersama beberapa
> > kolega
> > > saya,
> > > kami juga ngobrolin tentang pembangunan mall dan trade center yang
> > > "CIHUIIIIIII" banget jumlahnya itu.
> > > lepas dari segala pertimbangan dan keprihatinan yang begitu besar,
> > > mencoba untuk menemukan berbagai hal bisa dijadikan positif,
> > > kami bersetuju, bahwa jika terjadi bencana alam
> besarrrrrrrrrrrrrrrr
> > sekali,
> > > dan yang tertinggal adalah bangunan yang menjadi ikon kota, maka
> > misalnya
> > > Paris mudah2an masih punya Eiffel, di Jakarta punya banyakkkkkkkkk
> > sekali
> > > mall !!!!!!!........ lumayan kan?
> > >
> > >
> > >
> > > On 12/8/07, tuhantu_hantuhan tuhantu_hantuhan@ wrote:
> > > >
> > > > Quote: namun demikian, saya sungguh percaya bahwa potensi
> > > > pikiran/kesadaran manusia selalu akan cukup untuk mengatasi
> setiap
> > > > permasalahan.karena sejatinya seluruh keberadaan dibentuk dari
> > afirmasi.
> > > >
> > > > Tuhantu: Cuman kadang manusia cendrung membatasi potensi
> kesadaran
> > dan
> > > > fikirannya sendiri, tanpa sengaja. Contoh, ketika seseorang
> mengajak
> > Anda
> > > > berdiskusi dan mengatakan ´silakan baca bukunya, dan kita
> > diskusikan isi
> > > > buku itu´.
> > > >
> > > > Lalu, waktu dihabiskan berbusa-busa berfikir berdasarkan text
> book
> > > > tersebut. Tapi bukan berdiskusi berdasarkan fenomena yang
> terjadi
> > saat itu,
> > > > ditempat para diskuser tersebut berada, yg belum tentu sama
> dengan
> > lokasi si
> > > > penulis buku yang mereka bicarakan.
> > > >
> > > > Akibatnya, cendrung kita membicarakan hal-hal yang sifatnya
> > ´tangan ke
> > > > dua´, yakni hasil observasi si penulis buku. Padahal, ketika
> saat
> > penulis
> > > > melakukan obeservasi, membereskan draft tulisan, berurusan
> masalah
> > > > kontrak-kontrak dgn percetakan, mengantar anak istrinya
> berbelanja
> > dan
> > > > rekreasi. Apa yang tadi dia observasi akan tidak sama seperti
> > sebelumnya.
> > > >
> > > > Sambil nulis ini, saya sedang membayangkan orang-orang pintar di
> > Jakarta
> > > > sedang berdiskusi tentang isi buku yang di tulis oleh penulis
> yang
> > > > berdomisili di Planet Mars...
> > > >
> > > > Dan kulihat pula, seorang yang sedang dongkol sedang mengamati
> > diskusi
> > > > tersebut, kemudian bergumam...
> > > >
> > > > ½Jakarta tidak butuh orang-orang pintar *yang saking pintarnya
> > justru
> > > > tidak tahu kalau pembangunan mall dan trade center sudah
> melewati
> > batas
> > > > sehingga tidak ada lagi kawasan hijau di Jakarta*. *Jakarta
> tidak
> > butuh
> > > > orang-orang sok suci yang apabila bertemu masyarakat miskin
> selalu
> > menyebut
> > > > nama Tuhan sembari menjanjikan peningkatan kesejahteraan padahal
> > kalian tahu
> > > > kalau semua itu hanya bohong belaka. *½ (sumber: Gua Gak Butuh
> > Lo,
> > Monyet<http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/19/gue-gak-
> butuh-lo\
> > -monyet/#more-150>
> > > > )
> > > >
> > > > Sesuai thread diskusi ini (mentertawai diri sendiri) kira
> kira...
> > > > konteksnya cocok nggak?... Hikhikhikhikhik...
> > > >
> > > > Be Fun
> > > >
> > > > Tuhantu
> > > >
> > > > http://hole-spirit.blogspot.com
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "Anwar Haryono"
> > > > aharyono@ wrote:
> > > > >
> > > > > Pak Jusuf,
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > Saya belum baca bukunya, tapi fakta2 yang diungkap di bawah
> > rasanya
> > > > sangat
> > > > > cukup menggambarkan urgensi permasalah dunia yang ingin bapak
> > > > > ungkapkan.cukup nggegirisi.
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > namun demikian, saya sungguh percaya bahwa potensi
> > pikiran/kesadaran
> > > > manusia
> > > > > selalu akan cukup untuk mengatasi setiap permasalahan.karena
> > sejatinya
> > > > > seluruh keberadaan dibentuk dari afirmasi. banyak contoh yang
> saya
> > lihat
> > > > dan
> > > > > alami yang mengkonfirmasi hal ini...dan satu2nya yang
> diperlukan
> > untuk
> > > > > segala solusi hanyalah pembebasan potensi pikiran/kesadaran
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > kekuatan pikiran manusia senantiasa tersembunyi di balik
> > kerangkeng yang
> > > > > diciptakannya sendiri, yang utamanya hanya bersumber dari 2
> > > > hal.paradigma
> > > > > dan kekecewaan dari masa lalu..dan ketakutan pada masa
> > depan.pointinilah
> > > > > yang, sebagaimana saya tulis dalam diskusi dengan Mas Goen
> sebagai
> > > > > keikhlasan atas result, yang sudah maupun akan terjadi..hidup
> > dalam
> > > > kekinian
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > cara pandang di atas sangat penting dalam melihat fakta2
> seperti
> > di
> > > > > bawah..saya kira cara pandang seprti ini bukanlah berarti mati
> > rasa,
> > > > atau
> > > > > tidak mampu merasakan kepedihan dunia.namun penting untuk
> menjaga
> > > > kejernihan
> > > > > pikiran....dan dalam level tindakan, kita lebih baik fokus
> pada
> > apa2
> > > > yang
> > > > > sudah menjadi jatah kita masing2....pada apa yang disebut mas
> Goen
> > > > sebagai
> > > > > "panggilan jiwa".dan mengalir pada panggilan jiwa, legenda
> > pribadi,
> > > > tugas
> > > > > hidup..atau apapun namanya inilah yang akan membuat
> fungsi/manfaat
> > > > > keberadaan kita optimal
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > dalam proses pembebasan potensi pikiran, saya sungguh setuju
> > dengan P.
> > > > Jusuf
> > > > > tentang menertawakan diri sendiri, yang menurut saya adalah
> titik
> > awal
> > > > > terpenting.bahkan, metertawakan diri sendiri ini satu2nya
> tertawa
> > yang
> > > > > menyehatkan, mencerdaskan di semua level kesadaran dan
> membebaskan
> > > > > kontaminasi ego..sementara di posisi seberangnya adalah
> > mentertawakan
> > > > yang
> > > > > lain sebagai yang akan merusak dilihat dalam keseluruhan
> > rentang..dan
> > > > > sejatinya, pikiran/kesadaran yang terbebas akan memberikan
> > pengaruh
> > > > > keseluruh keberadaan lebih daripada yang kita pahami dalam
> > kerangka
> > > > > akal/rasio yang senantiasa menuntut penjelasan proses
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > sebagai muslim.mentertawakan diri sendiri (menengok ke dalam
> diri)
> > > > inilah
> > > > > sebenarnya yang sedang saya coba lakukan dan ajak saat iseng2
> > jahil
> > > > kasih
> > > > > komentar ke Hendrik-isme.hanya sayangnya beliau terlalu
> serius:-)
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > mungkin bagus kali ya, kalau konperensi lingkungan hidup di
> bali
> > dibuka
> > > > sama
> > > > > tukul, biar ketawa smua.pikiran jadi bening, kreatif and
> produktif
> > > > secara
> > > > > kolektif
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > Oh ya..mengenai tulisan saya terakhir di bawah, itu karena
> menurut
> > saya
> > > > > antara sikap/tindakan dan pikiran/kesadaran saling terkait
> dalam
> > satu
> > > > loop
> > > > > seperti keberadaan ayam dan telur.jadi tidak masalah mana
> duluan,
> > yang
> > > > > penting.do it anyway.namun demikian, akan lebih mudah tertawa
> > ndiri dulu
> > > > > biar sehat dan cerdas.dibanding nunggu cerdas dulu baru
> tertawa
> > :-)
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > selamat mentertwakan diri sendiri pak Jusuf.
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > Salam,
> > > > >
> > > > > Anwar
> > > > >
> > > > > p.s: agak panjang pak, malem2 lagi nganggur :-)
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > _____
> > > > >
> > > > > From: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> > > > > [mailto:psikologi_transformatif@yahoogroups.com] On Behalf Of
> > Jusuf
> > > > Sutanto
> > > > > Sent: Thursday, December 06, 2007 8:43 PM
> > > > > To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> > > > > Subject: Bls: [psikologi_transformatif] Mengapa kita tidak
> bisa
> > lagi
> > > > > mentertawakan diri sendiri ?
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > Tulisan tsb utamanya ditujukan supaya perhatian kita
> dipusatkan
> > pada
> > > > masalah
> > > > > mendesak zaman ini yang memerlukan penyelesaian segera dan
> > sistematis
> > > > demi
> > > > > masa depan umat manusia dan bumi tempat tinggalnya.
> > > > >
> > > > > Bacalah buku REVITALISASI PERTANIAN DAN DIALOG PERADABAN,
> Penerbit
> > Buku
> > > > > Kompas.
> > > > > Ada 45 pakar berbagai bidang yang membahas masa depan manusia
> > dalam
> > > > > kaitannya dengan pangan dan peradaban.
> > > > >
> > > > > * Penduduk dunia sekarang sdh hampir 7 milyar dan terus
> bertambah
> > > > > setiap 15 tahun dengan 1 milyar.
> > > > > * Ini membutuhkan pangan, lapangan pekerjaan, kesehatan,
> > pendidikan,
> > > > > perumahan dan sebagainya.
> > > > > * Padahal untuk memproduksi 1 kg gabah, mulai dari menyebar
> benih
> > > > > sampai panen, diperlukan 3 Ton air.
> > > > > * Kalau 1 kg gabah menjadi 0,6 kg beras, maka 1 kg beras
> > memerlukan 5
> > > > > Ton air.
> > > > > * Dengan perubahan cuaca yang demikian dahsyat, masih bisakah
> umat
> > > > > manusia menyediakan pangan untuk generasi mendatang ?
> > > > > * Kalau menggunakan teknologi dgn pestisida dan pupuk buatan
> dosis
> > > > > tinggi akan berdampak pada lingkungan ; kalau menggunakan
> pupuk
> > organik,
> > > > > hanya merupakan solusi lokal tapi belum bisa memberi makan
> seluruh
> > > > dunia.
> > > > > * Ditambah lagi produk pertanian digunakan untuk bio-fuel ,
> > sehingga
> > > > > pertanian masa depan diperebutkan oleh manusia, ternak dan
> mobil.
> > Masih
> > > > akan
> > > > > ditambah lagi dengan untuk plastik ramah lingkungan.
> > > > > * Menggunakan tenaga nuklir, kalau bocor akibat gempa bumi,
> > dampaknya
> > > > > bgm ?
> > > > > * Pandemi penyakit seperti flu burung saja, kita sudah
> kewalahan
> > > > > karena untuk memastikannya sample darah hrs dikirim ke luar
> > negeri.
> > > > > * Deteksi dini bencana alam seperti tsunami, memerlukan
> kerjasama
> > > > > teknologi tinggi antar bangsa.
> > > > > * Keamanan barang2 yang dikonsumsi manusia ( makanan-obat2an -
> > > > > kosmetika) semuanya butuh teknologi tinggi untuk mengukur
> > kandungannya.
> > > > Ini
> > > > > memerlukan peralatan yang canggih dan standardisasi yang
> > ditentukan oleh
> > > > > penguasaan iptek.
> > > > > * Lapangan kerja dan pelatihan untuk menampung pemuda yang
> masuk
> > > > > angkatan kerja
> > > > > * Pencemaran lingkungan
> > > > > * Pemanasan global yang membuat air laut naik dan akan memakan
> > dataran
> > > > > subur di muara sungai yang menjadi penghasil tanaman pangan
> > > > >
> > > > > Soalnya sudah demikian mengglobal, kait mengkait sehingga
> > > > penyelesaiannya
> > > > > memerlukan kerjasama antar bangsa.
> > > > > Padahal di dunia ini tidak ada satupun yang mempunyai kekuatan
> > untuk
> > > > memaksa
> > > > > bangsa lain sendirian memikul beban dalam mengatasinya,
> kecuali
> > melalui
> > > > > dialog dan saling pengertian sehingga bisa mengatasi bersama
> > secara
> > > > gotong
> > > > > royong.
> > > > > Itulah sebabnya muncul gagasan mengenai Psikologi
> Transformatif
> > dan
> > > > > Transpersonal !
> > > > > Kuncinya ada pada membangun kesadaran seperti dikatakan
> misalnya
> > oleh
> > > > > Vimalakirti (awal abad Masehi)
> > > > > dalam syair sbb. :
> > > > >
> > > > > " Gunung Sumeru mengandung biji lada,
> > > > > Dalam setiap biji lada bersembunyi seluruh alam semesta ;
> > > > > Karena dunia sakit, saya merasa sakit,
> > > > > Karena umat manusia menderita, maka saya menderita "
> > > > >
> > > > > Kita bisa membangun gedung tinggi, jalan lebar, tapi gagal
> > membangun
> > > > hati
> > > > > dan pikiran yang mampu merasakan penderitaan dunia. Melalui
> > komunikasi
> > > > > cellular (komputer, HP, TV) kita bisa mendekatkan jarak, tapi
> > hubungan
> > > > antar
> > > > > keluarga saja malah sulit karena ibu dan ayah , anak-anak
> sibuk
> > > > > sendiri-sendiri. Dengan tetangga kita sendiri di kiri kanan
> rumah
> > juga
> > > > tidak
> > > > > saling berkenalan.
> > > > >
> > > > > Salam,
> > > > > Jusuf Sutanto
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > ----- Pesan Asli ----
> > > > > Dari: Anwar Haryono aharyono@
> > > > > Kepada: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> > > > > Terkirim: Kamis, 6 Desember, 2007 7:18:16
> > > > > Topik: RE: [psikologi_transformatif] Mengapa kita tidak bisa
> lagi
> > > > > mentertawakan diri sendiri ?
> > > > >
> > > > > Lupa satu lagi, duluan mana..mampu mengatasi ego ndiri trus
> bisa
> > > > ngetawain
> > > > > diri ndiri.ato ngetawain diri ndiri trus jadi bisa mengatasi
> ego
> > ndiri?
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > _____
> > > > >
> > > > > From: psikologi_transform atif@yahoogroups .com [mailto:
> > > > psikologi_transform
> > > > > atif@yahoogroups .com ] On Behalf Of Anwar Haryono
> > > > > Sent: Thursday, December 06, 2007 7:06 PM
> > > > > To: psikologi_transform atif@yahoogroups .com
> > > > > Subject: RE: [psikologi_transfor matif] Mengapa kita tidak
> bisa
> > lagi
> > > > > mentertawakan diri sendiri ?
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > Duluan mana.cerdas dulu baru bisa ngetawain diri ndiri.ato
> > ngetawain
> > > > diri
> > > > > ndiri trus jadi cerdas?
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > _____
> > > > >
> > > > > From: psikologi_transform atif@yahoogroups .com [mailto:
> > > > psikologi_transform
> > > > > atif@yahoogroups .com ] On Behalf Of ratih ibrahim
> > > > > Sent: Thursday, December 06, 2007 6:29 PM
> > > > > To: psikologi_transform atif@yahoogroups .com
> > > > > Subject: Re: [psikologi_transfor matif] Mengapa kita tidak
> bisa
> > lagi
> > > > > mentertawakan diri sendiri ?
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > butuh kecerdasan tersendiri untuk bisa mentertawakan diri
> sendiri
> > > > > pakkkkkkk... ......
> > > > >
> > > > > dan kemampuan mengatasi "ego" diri....
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > best,
> > > > >
> > > > > ratih
> > > > >
> > > > >
> > > > > *btw, pecel pincuk itu jebul uenak buangetttttttttt*
> > > > >
> > > > >
> > > > > On 12/4/07, Jusuf Sutanto jusuf_sw@yahoo. co.id
> > > > > <mailto:jusuf_sw@ > wrote:
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > Tulisan pendek ini ada dalam buku
> > > > >
> > > > > " KEARIFAN TIMUR DALAM ETOS KERJA DAN SENI MEMIMPIN ",
> Penerbit
> > Buku
> > > > Kompas,
> > > > > 2007
> > > > >
> > > > > Tertawa adalah cara bijak untuk
> > > > > mengatasi fanatisme
> > > > >
> > > > > Konflik bernuansa agama kini dan semenjak dulu
> > > > > menjadi masalah utama yang harus diselesaikan karena bisa
> > berkembang
> > > > menjadi
> > > > > masalah mengerikan yang berkepenjangan. Upaya Komisi Nasional
> Hak
> > Asasi
> > > > > Manusia semata
> > > > > tidaklah memadai untuk bisa menyelesaikan masalah yang
> sedemikian
> > sulit
> > > > > ini.dan
> > > > > sering kambuh lagi. Satu-satunya jalan adalah melalui
> pendidikan.
> > > > >
> > > > > Pada suatu hari, Konfusius
> > > > > diprotes oleh murid-muridnya gara-gara menerima anak seorang
> > penjahat
> > > > yang
> > > > > terkenal sangat kejam ddan sadis sebagai murid. Setelah semua
> > muridnya
> > > > > mengukapkan keberatannya, ia mulia angkat bicara dan
> menjelaskan
> > bahwa
> > > > > ketika
> > > > > anak itu datang kepada dia, ia bertanya : untuk tujuan apa
> kamu
> > datang ?
> > > > > Anak
> > > > > itu menjawab berkali-kali bahwa ia mau belajar ! Hanya karena
> > seseorang
> > > > mau
> > > > > belajar, maka orang jahat bisa diubah menjadi orang baik ;
> salah
> > > > pengertian
> > > > > bisa dijelaskan ; permusuhan bisa didamaikan. Apakah kamu bisa
> > > > memberikan
> > > > > cara
> > > > > lain yang lebih efektif untuk mengubah manusia jahat menjadi
> baik
> > selain
> > > >
> > > > > belajar ? Semua muridnya diam dan menyadari kekeliruannya !
> > > > >
> > > > > Apakah
> > > > > kamu bisa memberikan cara lain yang lebih efektif
> > > > >
> > > > > untuk
> > > > > mengubah manusia jahat menjadi baik selain belajar ?
> > > > >
> > > > > ***
> > > > >
> > > > > Ceritera berikut ini yang dikutip
> > > > > dari buku " Kebijakan Sejati " .karangan Pema Chodron
> (Penerbit
> > Karaniya
> > > > )
> > > > > barangkali bisa membantu
> > > > > dalam mengatasi masalah yang pelik ini.
> > > > >
> > > > > Syahdan
> > > > > ada seorang Dewa yang tahu bahwa manusia mempunyai sifat yang
> > aneh,
> > > > yaitu :
> > > > > sangat suka fanatik pada sesuatu yang dianutnya, lalu
> membentuk
> > > > organisasi
> > > > > massa , dilengkapi pakaian seragam dengan tanda pengenal.
> Awalnya
> > semua
> > > > > berjalan
> > > > > baik-baik saja, tapi kemudian sedikit demi sedikit mulai
> membuat
> > > > masalah,
> > > > > misalnya lalu menuliskan namanya besar-besar dalam bendera
> > raksasa,
> > > > berpawai
> > > > > di
> > > > > jalan-jalan sambil berteriak dan mengibarkan panji-panjinya
> supaya
> > orang
> > > > > lain
> > > > > yang berbeda pandangan mau ikut bergabung dengannya. Kemudian
> Dewa
> > itu
> > > > > memutuskan untuk mencoba membuktikan keadaan umat manusia agar
> > bisa
> > > > > menertawakan dirinya sendiri setelah melihat keanehan itu.
> > > > >
> > > > > Dewa itu menciptakan sebuah topi
> > > > > besar, yang sebelah kiri berwarna merah menyala, dan belahan
> kanan
> > biru
> > > > > cerah.
> > > > > Lalu ia pergi ke suatu jalan di mana banyak orang sedang
> bekerja.
> > Ia
> > > > > memunculkan diri dengan segala kesaktiannya sehingga semua
> orang
> > takjub
> > > > > melihatnya. Berbadan besar dan bersinar, mengenakan topi
> tersebut,
> > ia
> > > > > berjalan
> > > > > menyusuri jalan tersebut, membuat semua orang berhenti untuk
> > > > memandangnya.
> > > > > Lalu
> > > > > Dewa itu mendadak lenyap begitu saja. Semua orang
> menjerit : " Aku
> > > > melihat
> > > > > Tuhan ! Aku melihat Tuhan ! ". Mereka semuanya dipenuhi
> > kegembiraan
> > > > > sehingga seseorang yang ada di sebelah kiri jalan berkata : "
> > Betapa
> > > > > agungnya, Ia datang mengenakan topi merahnya ! ". Orang yang
> ada
> > di
> > > > kanan
> > > > > jalan memandangnya dengan heran sambil berkata : " Ia tidak
> > bertopi
> > > > merah,
> > > > > melainkan biru ! ".
> > > > >
> > > > > Perbedaan
> > > > > pendapat itu berlangsung terus sehingga masing-masing pihak
> > membangun
> > > > tembok
> > > > > dan saling melempar batu ke lawannya. Lalu dewa itu muncul
> > kembali, tapi
> > > > > kali
> > > > > ini berjalan berlawanan arah dengan sebelumnya dan kemudian
> > kembali
> > > > > menghilang.
> > > > > Sekarang semua orang saling memandang dan orang yang ada di
> > sebelah
> > > > kanan
> > > > > berkata : " Ternyata Anda benar. Ia bertopi merah ! Kami minta
> > maaf
> > > > karena
> > > > > sudah salah melihat ". Tapi
> > > > > orang-orang di sebelah kiri mengatakan : " Tidak, tidak..
> kalian
> > yang
> > > > > benar, kami yang salah. Ia bertopi biru ". Saat itu mereka
> semua
> > > > bingung,
> > > > > tidak tahu harus bertengkar atau berdamai. Lalu Dewa itu
> muncul
> > kembali,
> > > > dan
> > > > > kali ini ia berdiri di tengah jalan, berputar ke kiri lalu ke
> > kanan,
> > > > > kemudian
> > > > > kembali lenyap.dan semua orangpun akhirnya tertawa !
> > > > >
> > > > > Ceritera
> > > > > ini akan meniupkan angin segar bagi masyarakat yang terus
> menerus
> > > > digoyang
> > > > > oleh
> > > > > konflik bernuansa agama yang seolah sudah kehabisan akal untuk
> > > > > menyelesaikannya.
> > > > >
> > > > > Ceritera
> > > > > ini akan meniupkan angin segar bagi masyarakat yang terus
> menerus
> > > > digoyang
> > > > > oleh
> > > > > konflik bernuansa agama dan
> > > > >
> > > > > seolah sudah kehabisan akal untuk
> > > > > menyelesaikannya
> > > > >
> > > > > ____________ _________ _________ _________ _________ ________
> > > > > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang
> > Anda!
> > > > Kunjungi
> > > > > Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers. yahoo.com/
> > > > > <http://id.answers.yahoo.com/>
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > _____
> > > > >
> > > > > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang
> Anda di
> > > > Yahoo!
> > > > >
> >
> <http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http:/id.answers.yahoo.com
> />
> > > > > Answers
> > > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > >
> >
>

__._,_.___
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals

w/ Real Food lovers.

HDTV Support

on Yahoo! Groups

Help with Samsung

HDTVs and devices

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Celebrating Women's Diversity

http://afeministblog.blogspot.com/2007/12/celebrating-womens-diversity.html

"Celebrating Women's Diversity" is the main topic of Jurnal Perempuan (Women's Journal) number 54. Diversity is indeed something certain that we cannot avoid in our lives. To force a plural society to be homogeneous must be out of question.
What 'diversity' is meant in this journal?
The fact that the idea of feminism—that refers to the equality between men and women in all aspects of life—was proposed by the white women is undeniable. However, to say that what has been struggled by the white women can be applied to all kinds of women in the world—that means colored women are considered to have similar problems as well as solutions with the white—is something needs negating. Therefore, then some other kinds of feminisms appear, such as multicultural feminism that is considered more appropriate for colored women.
In Indonesia with its many kinds of ethnic group—with Javanese (read  have dark/light brown complexion, almond-shaped eyes, straight/wavy hair) as the majority—we still cannot categorize all women's problems to reach equality with their fellow human beings (read  men) into one classification. Women In Java island themselves can be categorized into rural and urban women, metropolitan or small town women. They can have different way of thinking to view equality. Women in other islands—such as those who have dark complexion with kinky hair—perhaps need to struggle something else. Different culture in one ethnic group values different things from others.
I will take one easy example of women who come from low social class. They have to work hard to survive, not just to get self-esteem or reach self-actualization, as what women from high social class pursue in their life. These women probably will not understand why women from high social class have to work if their husbands can provide them everything they need. They even probably want to enjoy lingering at home, without worrying what to eat today. On the contrary, women from high social class who can "enjoy" working to pursue their self-actualization is not guaranteed free from patriarchal society's oppression.
Therefore it is necessary to accept the diversity.
Several weeks ago, I read an article stating a group of women had a demonstration to refuse women activist's struggle to reach equality (check this site – in Bahasa though
http://kelompokdiskusi.multiply.com/journal/item/619/DEMO_MENOLAK_KESETARAAN?replies_read=26) Since the article didn't mention clear names for the exact places where those women did the demo, including the exact dates, I was of opinion that it was just a misleading writing by someone who did not like the idea of gender equality. However, if it did happen, I think we had better respect each other's values. We—women activists—appreciate those women who choose to be full housewives, dedicate their whole lives for their husband and children, as well as make themselves subservient before their husbands—the breadwinner. On the other hand, they respect women activists who keep struggling for gender equality. As I wrote somewhere in this blog, feminism also means giving women full choices what to do in their life, whether they want to be a full housewife, or to work in public sphere, either for self-esteem or self-actualization or work to make their ends meet.
God, the Omnipotent, did not create just one race because I believe God also thinks that differences create beauty.
PT56 21.30 091207


Minds are like parachutes, they only function when they are open.
(Sir James Dewar)
visit my blogs please, at the following sites
http://afemaleguest.blog.co.uk
http://afeministblog.blogspot.com
http://afemaleguest.multiply.com

THANK YOU
Best regards,
Nana


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

__._,_.___
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

Women of Curves

on Yahoo! Groups

see how women are

changing their lives.

.

__,_._,___

Re: [psikologi_transformatif] Re: Undangan acara dekon-kompatiologi (16-12-2007 / 11.30 / Plaza Senayan)

ini dekon atau demo mijet?
ini dekon atau demo masak?
mas goen ini ada2 aja...........

 
On 12/14/07, goenardjoadi <goenardjoadi@gmail.com> wrote:

bawa olive oil ya....

salam,
goen

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com , Vincent Liong
<vincentliong@...> wrote:
>
> Undangan acara dekon-kompatiologi (16-12-2007 / 11.30
> / Plaza Senayan)
>
> Untuk Pengamat Independent GRATIS NONTON !!!!!
>
> Diinformasikan untuk para pendekon tandem (mantan
> terdekon) dan peminat / calon terdekon kompatiologi
> dan para pengamat.
>
> Pada tanggal Minggu, 16 Desember 2007 jam 11.30 WIB
> (siang) – selesai akan diadakan dekon-kompatiologi di
> Foodcourt Plaza Senayan lt.3. Acara dimulai
> ngobrol-ngobrol, dilanjutkan makan siang (dengan biaya
> sendiri-sendiri), lalu setelah selesai makan baru
> dimulai acara dekon-kompatiologi.
>
> Saat ini telah mendaftar dua orang calon terdekon.
>
> Vincent Liong mengundang bagi para calon terdekon baru
> yang belum mendaftarkan diri untuk mendaftarkan diri
> pada acara dekon hari Minggu, 16 Desember 2007 jam
> 11.30 siang di Plaza Senayan. Biaya
> Rp.500.000,-/peserta. Bagi calon terdekon yang ingin
> ikut harap secepatnya mendaftarkan ke Vincent Liong.
> Vincent Liong juga terbuka untuk dekon-kompatiologi by
> appointment (jadwal sesuai perjanjian) di luar jadwal
> tsb.
>
> Untuk pendekon-tandem ahli: Tony Setiabudhi, Cornelia
> Istiani, Andy Ferdiansyah, Onny Lewis, Fifi,
> Fatmawati, Aryoputro Nugroho, Arry Rahman, Fatmawati,
> Fifi, Andre, Lu2, Suhartono Hari P., Eky Susilowati,
> Bowo, Niken, Juswan Setyawan, dlsb; diharapkan untuk
> ikut datang.
>
> Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, kompatiologi
> membagi diri menjadi tiga bentuk services kepada
> masyarakat:
> * Bentuk pertama adalah kompatiologi versi umum yang
> seperti biasa dijualbelikan oleh Vincent Liong dan
> para pendekon independent lainnya dengan harga jual
> yang ditentukan sendiri oleh masing-masing praktisi.
> * Bentuk kedua adalah kompatiologi yang dikombinasikan
> dengan misionaris agama tertentu sesuai agama yang
> dibawa si pemuka agama (kompatiologi membuka diri
> untuk agama apapun juga). Tujuannya adalah agar dapat
> mendidik para umat beragama menjadi independent &
> mandiri dalam berbagai hal: iman, keyakinan, moral,
> mental, spiritual dan metafisika. Jadi terbuka
> kesempatan bagi pemuka agama apapun untuk
> mengembangkan kompatiologi demi membantu perkembangan
> proses keimanan umatnya masing-masing.
> * Bentuk ketiga adalah peng-ilmiah-an kompatiologi
> untuk profesional yang membutuhkan sertifikat resmi
> dalam melakukan pekerjaannya yang berhubungan dengan
> penerapan kompatiologi. Sertifikat bisa menjadi
> jaminan standart kemampuan kompatiologi tetapi bukan
> berarti melebihi kemampuan kompatiolog versi umum yang
> tidak menggunakan sertifikat. Pada akhirnya kemampuan
> dibangun dari jam terbang masing-masing penguna dan
> pengajar.
>
>
> Pendekon penanggungjawab: Vincent Liong
> Terdekon, pendekon-tandem dan pengamat yang ingin
> terlibat silahkan mendaftarkan diri ke Vincent Liong.
> Harap mentanyakan per tlp (tidak dilayani per sms) ke
> Vincent Liong atau Cornelia Istiani soal kepastian
> acara pada hari Jumat, 14 Desember - Sabtu, 15
> Desember 2007 sehari sebelum acara.
>
> Contact person Vincent Liong
> CDMA Flexi: 021-70006775
> CDMA Esia: 021-98806892
> CDMA Fren: 08881333410
> Telp rumah: 021-5482193, 5348567, 5348546
>
> Contact person Cornelia Istiani (Peneliti
> Kompatiologi)
> HP: 081585228174
> CDMA Flexi: 021-68358037
> CDMA Esia: 021-92589842
>
> Bagi pendekon, terdekon & pengamat yang terlibat wajib
> datang tepat waktu...
>
>
> Ttd,
> Vincent Liong
> Jakarta, Kamis, 13 Desember 2007
>
> Send instant messages to your online friends
http://au.messenger.yahoo.com
>


__._,_.___
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Parenting Zone

Your home for

parenting information

on Yahoo! Groups.

Food Lovers

Real Food Group

on Yahoo! Groups

find out more.

.

__,_._,___

Re: [psikologi_transformatif] Re: Mengapa kita tidak bunuh diri?

bener nih????
yakin?????
bagaimana dengan sapukku, harakiri yang menjadi sebuah tindakan terhormat dan bertanggung jawab di sebuah masyarakat yang juga sangat beradab itu????
kalau tidak salah hal ini pernah dibahas oleh swastinika di sini....
*senyam lebarrrrrrrrr, sambilmemegang sebilah samurai yang berkilau*

 
On 12/15/07, tinta_negatif <tinta_negatif@yahoo.com> wrote:


ya, iya lah..

kita ini kan lahir ke luar bukan masuk ke dalam

kok sekarang mau keluar lagi..

terus kapan masuknya

kalau keluar
- keluar terus.

bunuh diri bukan jalan keluar!!!!
bunuh diri bukan jalan keluar!!!!
bunuh diri bukan jalan keluar!!!!
bunuh diri bukan jalan keluar!!!!
bunuh diri bukan jalan keluar!!!!
bunuh diri bukan jalan keluar!!!!
bunuh diri bukan jalan keluar!!!!
bunuh diri bukan jalan keluar!!!!
bunuh diri bukan jalan keluar!!!!

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com , Florensia Wijaya


<florensia_wijaya@...> wrote:
>
> bunuh diri?????
> Sama sekali bukan jalan keluar.
> dan ngga akan bisa menjadi jalan keluar.
> D dunia ini mungkin ada banyak agama,kepercayaan,aliran.
> Pasti nya mereka tidak sama satu dengan yang lain, tetapi.........
> Ada satu hal yang sama.
> Tiap agama , kepercaan, aliran, tidak ada yang mengajarkan
pengikutnya untuk berbuat jahat.
> Semua nya mengajarkan kebaikan, dan semuanya baik.
> Tidak satupun dari ajaran mereka jahat, hanya saja, cara
menerapkan kebaikan di dunia ini yang berbeda.
>
> Masalah bunuh diri,
> Bunuh diri merupakan tindakan yang tidak menghargai hidup.
> Dan tidak ada satu ajaran ,agama, kepercayaanpun yang membenarkan
bunuh diri.
> Tuhan, memberikan kita hidup, kenapa malah kita mengakhiri nya.
> mungkin ada yang berpikir "daripada hidup susah terus,lebih baik
bunuh diri"
> Kalau memang alasan bunuh dirinya adalah karena merasa hidup ini
tidak bahagia,
> apa ada jaminan kalau bunuh diri bisa memberikan kebahagiaan?
>
> Dalam hidup ini tiap orang punya masalah,
> tetepi tiap masalah itu pasti ada jalan keluarnya.
> Dan kita pasti mampu mengatasinya.
> Yang di perlukan adalah terus maju tanpa menyerah.
>
> Tuhan memberikan ujian kepada kita,bukan cobaan.
> Ujian tersebut bertujuan agar mendekatkan diri kita padaNya
> Dan ujian tersebut pasti sesuai dengan batas dan kemampuan kita.
>
> Misalnya aja seorang guru,apakah mungking memberikan murid SD soal
untuk anak SMA.
> Kalau manusia saja paham, apalagi Tuahn kita diatas.
> Sumber segala ilmu pengetahuan.
>
> Jalanilah hidup ini.
> biarlah dari masalah demi masalah yang kita hadapi,kita dapat
mengambil pelajaran di dalam nya.
>
> God Bless You.
>
> Florensia
>
>
> anrew_kuruw <anrew_kuruw@...> wrote:
> Saya 3 hari lalu baru membeli buku berjudul "Chairil
Anwar, sebuah
> pertemuan" tulisan Arief Budiman.
> Salah satu bagian yg menarik buat saya adalah saat Chairil memandang
> hidup sebagai sesuatu yg absurd. Lantas Arief Budiman, sang penulis
> buku mengaitkannya dengan Albert Camus. Lantas menanyakan, kalau
> memang hidup itu absurd, mengapa kita tidak bunuh diri saja?
>
> Apakah bunuh diri bisa jadi jalan keluar? Mengapa semua agama melarang
> manusia untuk bunuh diri?
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
Search.
>


__._,_.___
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Yahoo! Groups

Find Green Groups

Share with others

Help the Planet.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] (OOT)(INFO) Milis Hukum Online

Assalamualikum Warohmatullohi Wabarokatuh
 
Salam dan sejahtera semoga Tuhan Yang Maha Esa Limpahkan pada kita semua, izinkan saya memperkenalkan adanya milis hukum, bersama ini silahkan baca pesan dari moderator dan pengurus milis Hukum Online berikut dibawah ini :
 
 
Halo

Saya dan Milis Hukum Online mengajak anda bergabung dengan milis Hukum Online di: Hukum-Online-subscribe@yahoogroups.com

Untuk kita yang sedang mempunyai masalah dan sengketa hukum atau legal, baik itu pidana, perdata, agama, perburuhan, Ligitation - Non Ligitation, Administration Law, Family Law, Capital & Finance Law, Imigration, Banking, Land Matter, Comercial, Bankrupcy dll. Maka milis ini cocok sebagai wadah berkonsultasi.

Untuk kita yang berprofesi sebagai prakisi hukum baik pengacara, hakim, jaksa, polisi, Akademisi (Dosen dan mahasiswa), notaris, Sarjana Hukum, dll. Maka milis ini cocok sebagai wadah berdiskusi dan mengasah kemampuan sebagai praktisi.

Milis ini juga membahas proses hukum mulai dari pengaduan, proses dipengadilan sampai eksekusi dilapangan.

Bila tertarik, silahkan kirimkan e-mail kosong ke:
Hukum-Online-subscribe@yahoogroups.com

Salam
Pengasuh
 
 
Dan sekaligus izinkan saya memperkenalkan diri nama saya Mujiarto Karuk, aktif sebagai admin http://www.biropersonel.metro-polri.net ,
 
Saudara saudara sekalian mari kita bergabung di milis Hukum Online ini agar kita semua yang sudah tahu akan kaedah kaedah hukum baik Hukum Negara maupun hukum Agama dapat memberikan tuntunan dan arahan serta penyuluhan bagi kita semua yang baru belajar baik Hukum Negara maupun Hukum Agama, dan mari kita sejak sekarang patuh dan mematuhi baik Hukum Negara maupun Hukum Agama, agar kita semua selamat baik didunia maupun di acherat kelak
 
Dan terimakasih bagi penggagas dan pengurus,pengasuh serta moderator Milis Hukum Online, semoga jarih payah dan niat tulus saudara semua mendapat sambutan yang baik dan nantinya juga diisi dengan diskusi, penyuluhan serta bimbingan yang baik dan mulya, agar dapat tercapai demi memajukan seluruh Rakyat Indonesia umumnya dan seluruh umat beragama khususnya, serta mendapat balasan yang lebih baik dan berlipat ganda dari Tuhan Yang Maha Esa
 
Salam
 
Mujiarto Karuk


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

__._,_.___
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Yahoo! Groups

Be a Better Planet

Share with others

Help the Planet.

Best of Y! Groups

Check it out

and nominate your

group to be featured.

.

__,_._,___