Senin, 24 Desember 2007

Bls: [psikologi_transformatif] Love and freedom are not separate things

Sebenarnya komentar saya mengenai ' mengatasi kata2' lebih ditujukan pada Angga Wijaya yang sering mengutip OSHO.
Sekedar mengingatkan bahwa setelah Zen dibawa oleh DT Suzuki ke Barat, dan mendapat sambutan postif, maka dalam waktu singkat muncullah penulis2 yang sangat kreatif mengembangkannya spt OSHO. Itu semua berkat adanya iklim kebebasan.
Tapi pihak zen sendiri melihat itu sebagai sekedar intro saja, pembukaan dari perjalanan panjang yang masih hrs ditempuh  melalui latihan dan terus berlatih. " perjalanan  ribuan kilometer dimulai dengan langkah pertama " (Lao Tzu)

Dulu waktu di SD kita diajarin mencongak. Gurunya memberikan soal supaya dijawab secara spontan.
Misalnya : 25 x 7. Sang murid hrs spontan  bisa menjawab 175 sebagai tanda telah menguasai ilmunya.
Kalau dia mengambil kertas dulu dan menulis angka 25 x 7  lalu secara bertahap menghitung 7 x 5  =  35. 
Kemudian angka 3 + 7 x 2 = 17  + 5 = 175, maka tidak lulus.  
Mencongak bukan ilmu yang didapat ujug2, tapi buah latihan terus menerus menghitung diatas kertas dan tidak bisa dipelajari secara kognitif saja.
Apalagi ajaran supaya memaafkan , sabar dsb. Betapa sulitnya antara yang diomongkan dan dikerjakan.
Kalau ' makan , minum, tidur, kencing, bernafas dsb' harus dikerjakan sendiri dan tidak bisa dititipkan pada orang lain untuk mengerjakan, apalagi memaafkan, bersabar dsb.
Konfusius mengatakan ' kalau kamu mengingat dan melihat saja, maka akan lupa, tapi kalau kamu kerjakan, akan menjadi bagian darimu '. Tujuan latihan zen adalah supaya kebenaran bisa dipraktekkan secara spontan dan akurat.
=====
Zen tidak menafikan kogintif knowledge, tapi hanya menempatkan pada porsinya yaitu seperti telunjuk yang menunjuk ke bulan, bukan bulan itu sendiri. Kalau kita berhenti pada telunjuk, maka tidak pernah sampai ke bulan.
Sebaliknya tanpa telunjuk, kita tidak tahu dimana posisi rembulan.
Ini pernah ditulis juga oleh Gede Prana beberapa waktu lalu di harian Kompas.
Karena itu zen bisa compatible dengan agama apa saja. Misalnya di Jepang hal yang lumrah rohaniwan Katolik mengunjungi Zen temple dan sebaliknya. Pusat meditasi zen banyak dikunjungi juga oleh orang beragama lain.
=======
Pak Wolker mengutip pandangan tentang ilmu menurut anak2 Cartesian yang pendekatannya " saya berpikir karena itu saya ada ". Ini juga tidak sepenuhnya salah, tapi hanya kini mulai semakin disadari kekurangannya dan bermasalah.
Puncaknya spt dikatakan oleh Socrates adalah I know that I don't know.
Padahal di Timur berpendapat I don't know that I know sehingga bisa keluar spontan dan akurat.
Kalau masih I know that I know, maka itu masih cetek.
Forum spt millis ini adalah tempatnya untuk mengexplore sampai dimana kekurangannya supaya bisa silih asah-asuh-asih.
Kalau dibicarakan di lembaga resmi ya akan susah berkembang.

Yudi Latif dalam Sekapur Sirih di buku Kearifan Timur membuka dengan perumpamaan 4 orang yang menemukan sekeping uang dan bertengkar masing2 mau dipakai untuk kepentingan sendiri : membeli anggur (Persia)  inab (Arab)  uzum  (Turki) stafili  (Yunani). Setelah ketemu seorang bijak , akhirnya  dibelikan anggur dan semuanya  puas karena itulah yang dimaui.
Sebenarnya banyak pertanyaan yang  sudah terjawab bila penanya sudah membaca buku Kearifan Timur.
Tapi kalau saya merekomendasikan spy dibaca dulu, nanti dikira mau jualan !
======
Millis ini bermanfaat bagi orang yang terbuka dan tidak berpretensi sebagai pemenang karena yang diajak diskusi toch pakai nama samaran. Sikap yang tepat adalah bersedekah ilmu pengetahuan supaya bisa saling memperkaya.
Siapa tahu bisa menyelamatkan orang buta yang sedang berjalan menuju lubang mengangga di depannya.
Kan pahalanya besar bukan ?

Salam,
Jusuf Sutanto

----- Pesan Asli ----
Dari: wolikertajiwa <wolikertajiwa@yahoo.com>
Kepada: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
Terkirim: Senin, 24 Desember, 2007 8:33:24
Topik: Re: [psikologi_transformatif] Love and freedom are not separate things

There is wisdom in Nature and knowledge in Scholarship. Nature
teaches us what works and what doesn't work. Knowledge teaches us
how to use our senses, how to observe nature, how to evaluate it, how
to record life lessons, and how others before us did the same. We
first learn wisdom in life by experience, (usually painful
experience) and then as we grow, we recognize wisdom in life by
example. Through knowledge and wisdom, we eliminate fear, which
produces understanding. We begin to understand who we are and why we
are here. We recognize with generosity, others stumbling while
seeking their way, and develop a keen awareness and love for the
miracle that is all Life - and that includes oneself.

There is no spell to achieve this. Wisdom is a life long
experience. You must seek knowledge to awaken wisdom. The more we
know, the more we realize how much we don't know. The wiser we grow,
the more wisdom we sense is yet to be discovered. With each step, we
grow larger in each other´s sight, we grow larger in the sight of the
gods, and it follows, the gods grow larger within us. Experiencing
this knowledge, we find true humility and peace from the inside out.

But do the spell anyway, to open that first door.
(Ardriana Cahill)
.........

Sewaktu Hendrik Syiah menjawab "PEDAS " terhadap 'tantangan' Pak
Jusuf soal rasa cabe, maka saya menilai jawaban itu menukik tepat di
jantung penanya.

Berlebihan dalam sesuatu pandangan akhirnya akan jatuh pada sisi
dimana pandangan tersebut kurang mempunyai landasan nalar yang sehat
dan seimbang.

Pengetahuan dan pengalaman berjalan beriringan.

Bisa jadi petugas travel akhirnya bisa pergi ke tujuan wisata, karena
pengetahuannya membuat dia bisa menjalin relasi dan menciptakan
network. Dan memudahkan dia menjadi guide. Dengan begitu suatu saat
dia bisa pergi wisata. Hal seperti ini barangkali tidak berlaku bagi
teller bank.

Knowledge management tidak mengharuskan orang mengalami dahulu.

Salam,
WK

--- In psikologi_transform atif@yahoogroups .com, Jusuf Sutanto
<jusuf_sw@.. .> wrote:
>
> Intinya adalah berlatih dan terus berlatih sampai menjadi second
nature shg bisa muncul spontan dan akurat pada saat diperlukan. Kalau
hanya konseptualisasi dan verbalisme saja. maka seperti petugas
travel agent yang mengumpulkan berbagai brosur dan menawarkan tujuan
wisata di seluruh dunia, tapi dia sendiri belum pernah pergi
mengunjunginya
> Atau teller di Bank yang menerima pemasukan dan mengeluarkan
milliaran uang tapi bukan miliknya sendiri !
>
> ----- Pesan Asli ----
> Dari: Angga Wijaya <anggaji@... >
> Kepada: psikologi_transform atif@yahoogroups .com;
vincentliong@ yahoogroups. com
> Terkirim: Sabtu, 22 Desember, 2007 4:33:33
> Topik: [psikologi_transfor matif] Love and freedom are not separate
things
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Osho, Book of Wisdom
>
> Man's greatest longing is for freedom. Man is a longing for
freedom. Freedom is the very essential core of human consciousness:
Love is its circumference and freedom is its center. These two
fulfilled, life has no regret. And they both are fulfilled together,
never separately.
>
>
> People have tried to fulfill love without freedom. Then love
brings more and more misery, more and more bondage. Then love is not
what one has expected it to be; it turns out just the opposite. It
shatters all hopes, it destroys all expectations, and life becomes a
wasteland, a groping in darkness and never finding the door.
>
>
> Love without freedom naturally tends to be possessive. And the
moment possessiveness enters in, you start creating bondage for
others and bondage for yourself, because you cannot possess somebody
without being possed
> by him. You cannot make somebody a slave without becoming a slave
yourself. Whatsoever you do to others is done to you.
>
>
> This is the basic principal to be understood, that love without
freedom never brings fulfillment.
>
>
> And there have been people who have tried the other extreme,
freedom without love. These are the monks, the escapists, the people
who renounce the world. Afraid of love, afraid of love because it
brings bondage, they renounce all the situations where love can flow,
grow, can happen, is possible. They escape into loneliness. Their
loneliness never becomes aloneness, it remains loneliness. And
loneliness is a negative state; it is utterly empty, it is sad.
>
>
>
>
> One can be a solitary, but that does not bring solitude.
Solitariness is just physical aloneness, solitude is spiritual
aloneness. If you are just
> lonely. . . and you will be if you have renounced the world. If
you have escaped from the world out of fear, you will be lonely, the
world will haunt you and all kinds of desires will surround you. You
will suffer millions of nightmares, because whatsoever you have
renounced cannot be dropped so easily.
>
>
> Renunciation is repression and nothing else. And the more you
repress a thing, the more you need to repress it. And the more you
go on repressing it, the more powerful it becomes. It will erupt in
your dreams, it will erupt in your hallucinations. People living in
the monasteries start hallucinating, people going to the Himalayan
caves sooner or later are no more in contact with reality. They
start creating a reality of their own, a private reality, a
fictitious reality. . . . .
>
>
> On the one hand is the person, the worldly person, who has tried
to find love without
> freedom and has failed. His life is nothing but a long, long
slavery of many, many people, of many, many things. He is not free
to have even a slight movement. That is one failure; the majority
of humanity is caught in that extreme.
>
>
> A few escape from the world: seeing the misery, they start
searching the other extreme; freedom, moksha, nirvana. But they
become neurotic, psychotic, they start living in their own dreams.
Loneliness is so much that one has to create something to be with.
>
>
> Both these extreme efforts have failed. Hence humanity stands on
a crossroads: where to go? The past has utterly failed. All the
efforts that we have done in the past proved wrong, led to cul-de-
sacs. Now where to go? What to do?
>
>
> Atisha has an important message to deliver to you. And that
message is the
> message of all the Buddhas, of all the enlightened people of the
world. They say: Love and freedom are not separate things, you
cannot choose. Either you will have to have both, or you will have
to have dropped both. But you cannot choose, you cannot have one.
>
>
>
> Love is the circumference, freedom is the center.
>
> One has to grow in such delicate balance where love and freedom
can bloom together. And they can, because it few rare individuals it
has happened. And if it has happened to only a single individual in
the whole history, it can happen to
> every human being. It is your potential, your birthright?.
>
>
> From: Osho, Book of Wisdom, Vol. II pp. 260-263
>
>
>
>
> Be a better friend, newshound, and
> know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> <!--
>
> #ygrp-mkp{
> border:1px solid #d8d8d8;font- family:Arial; margin:14px
0px;padding: 0px 14px;}
> #ygrp-mkp hr{
> border:1px solid #d8d8d8;}
> #ygrp-mkp #hd{
> color:#628c2a; font-size: 85%;font- weight:bold; line-
height:122%; margin:10px 0px;}
> #ygrp-mkp #ads{
> margin-bottom: 10px;}
> #ygrp-mkp .ad{
> padding:0 0;}
> #ygrp-mkp .ad a{
> color:#0000ff; text-decoration: none;}
> -->
>
>
>
> <!--
>
> #ygrp-sponsor #ygrp-lc{
> font-family: Arial;}
> #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
> margin:10px 0px;font-weight: bold;font- size:78%; line-height: 122%;}
> #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
> margin-bottom: 10px;padding: 0 0;}
> -->
>
>
>
> <!--
>
> #ygrp-mlmsg {font-size:13px; font-family: arial, helvetica, clean,
sans-serif;}
> #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit; font:100% ;}
> #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica,
clean, sans-serif;}
> #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
> #ygrp-mlmsg * {line-height: 1.22em;}
> #ygrp-text{
> font-family: Georgia;
> }
> #ygrp-text p{
> margin:0 0 1em 0;}
> #ygrp-tpmsgs{
> font-family: Arial;
> clear:both;}
> #ygrp-vitnav{
> padding-top: 10px;font- family:Verdana; font-size: 77%;margin: 0;}
> #ygrp-vitnav a{
> padding:0 1px;}
> #ygrp-actbar{
> clear:both;margin: 25px 0;white-space: nowrap;color: #666;text-
align:right; }
> #ygrp-actbar .left{
> float:left;white- space:nowrap; }
> .bld{font-weight: bold;}
> #ygrp-grft{
> font-family: Verdana;font- size:77%; padding:15px 0;}
> #ygrp-ft{
> font-family: verdana;font- size:77%; border-top: 1px solid #666;
> padding:5px 0;
> }
> #ygrp-mlmsg #logo{
> padding-bottom: 10px;}
>
> #ygrp-vital{
> background-color: #e0ecee;margin- bottom:20px; padding:2px 0 8px 8px;}
> #ygrp-vital #vithd{
> font-size:77% ;font-family: Verdana;font- weight:bold; color:#333; text-
transform:uppercase ;}
> #ygrp-vital ul{
> padding:0;margin: 2px 0;}
> #ygrp-vital ul li{
> list-style-type: none;clear: both;border: 1px solid #e0ecee;
> }
> #ygrp-vital ul li .ct{
> font-weight: bold;color: #ff7900;float: right;width: 2em;text-
align:right; padding-right: .5em;}
> #ygrp-vital ul li .cat{
> font-weight: bold;}
> #ygrp-vital a{
> text-decoration: none;}
>
> #ygrp-vital a:hover{
> text-decoration: underline; }
>
> #ygrp-sponsor #hd{
> color:#999;font- size:77%; }
> #ygrp-sponsor #ov{
> padding:6px 13px;background- color:#e0ecee; margin-bottom: 20px;}
> #ygrp-sponsor #ov ul{
> padding:0 0 0 8px;margin:0; }
> #ygrp-sponsor #ov li{
> list-style-type: square;padding: 6px 0;font-size: 77%;}
> #ygrp-sponsor #ov li a{
> text-decoration: none;font- size:130% ;}
> #ygrp-sponsor #nc{
> background-color: #eee;margin- bottom:20px; padding:0 8px;}
> #ygrp-sponsor .ad{
> padding:8px 0;}
> #ygrp-sponsor .ad #hd1{
> font-family: Arial;font- weight:bold; color:#628c2a; font-
size:100%;line- height:122% ;}
> #ygrp-sponsor .ad a{
> text-decoration: none;}
> #ygrp-sponsor .ad a:hover{
> text-decoration: underline; }
> #ygrp-sponsor .ad p{
> margin:0;}
> o{font-size: 0;}
> .MsoNormal{
> margin:0 0 0 0;}
> #ygrp-text tt{
> font-size:120% ;}
> blockquote{margin: 0 0 0 4px;}
> .replbq{margin: 4;}
> -->
>
>
>
>
>
>
>
>
> ____________ _________ _________ _________ _________ ________
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda!
Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers. yahoo.com/
>




Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Fitness Zone

on Yahoo! Groups

Find Groups all

about healthy living.

.

__,_._,___

[beasiswa] [INFO] 10 Beasiswa Freie Universitat Berlin

10 Scholarships Per Year-Freie Universitat Berlin

The Berlin Graduate School Muslim Cultures and Societies awards ten
scholarships per year for the three-year programme of study. The award
may be extended after the first year, contingent upon positive
evaluation of a first chapter of the dissertation.

Scholarships are approximately EU1400 per month. Information on
application can be found here.
http://www.geschkult.fu-berlin.de/e/graduateschool/en/scholarships/index.html


Students admitted to the programme who cannot be offered a scholarship
by the Graduate School will receive administrative assistance in
applying for third-party funding.


[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] Catatan Hari Ini Disusun oleh Andy Ferdiansyah

Mungkin bagi beberapa orang mudah untuk membohongi perasaan mereka sendiri. Tapi bagiku itu sulit. Ketika aku melihat matanya yang berkaca-kaca. Ketika aku memimpikan dirinya yang berkata, "Jadi kita sudahan?" Dan walau pun kejam aku mengatakan, "Iya, dan kita harus membuang perasaan-perasaan itu." Lalu aku terbangun dengan sisa rasa sakit yang masih membekas.
Membicarakan perasaan. Membicarakan sesuatu yang sederhana. Kalau sakit kau tinggal mengatakan sakit. Kalau senang kau tinggal mengatakan senang. Kalau sedih kau tinggal mengatakan sedih. Beberapa orang mungkin menutupinya sampai menjadi bom waktu. Aku mungkin tidak. Dan ketika aku menutupinya--mereka bertanya-tanya berapa banyak topeng yang kupunya.
"Dari dulu.. Sejak aku masih di bangku Sekolah Menengah. Perempuan pergi tanpa membela perasaannya sendiri."
Mungkin ini terlalu melankolis. Lagipula umurku sekarang 23 tahun. Dan terlalu naif bila aku masih bisa mengingatnya dengan jelas.
"Kamu adalah perempuan sekian yang tidak membela perasaanmu sendiri.. Untuk sesuatu yang tidak lebih penting dari persoalan materi dan segala macam. Aku tidak tahu sudah berapa banyak pemuka agama yang mengatakan, 'Bahwa hal-hal yang bersifat keduniawian tidak akan abadi.' Tapi kamu masih saja.. Ah, sudahlah."
Beberapa dari sisi dalam tubuhku mengatakan :
"Kenapa perempuan itu meninggalkanku karena.. aku tidak menjanjikan untuk menikahi dirinya.
Pada dasarnya aku tidak tahu kenapa ia memilih untuk meninggalkanku? Memang saat itu ada laki-laki lain. Dan aku tidak menyangka kalau laki-laki itu memang memenangkan hatinya. Upaya-upaya untuk menumbuhkan rasa sayang dan cinta. Seperti yang aku lakukan dulu padanya.. Ah, kupikir ia sudah  lelah. Ia sudah lelah bermain sayang dan cinta. Biar saja aku kejam. Biar saja terdengar tidak berperasaan. Tapi aku tahu aku menyukai erangannya. Menyukai bagaimana menatapku dan berkata, "Tidakkah kamu akan berhenti?"
Aku pembuat komik. Komik itu aku buat dalam waktu sehari. Aku menjualnya lima ribu rupiah. Memang tidak akan pernah cukup untuk apa pun. Tapi aku senang sesuatu yang aku buat dengan tanganku sendiri.. Aku juga pernah membuat novel. Novel itu juga aku jual ke saudara dan beberapa teman dekat atau pun jauh. Tapi aku sudah mulai bosan menjual novel.
"Dan sekarang memulai membuat dan menjual komik."
Ada laki-laki sekarang yang sedang berdiri di hadapan kaca. Mungkin ia bertanya-tanya ada apa dengan wajahnya. Wajahnya hanya satu dan umumnya kaku dan tidak ekspresif. Aku tidak mempermasalahkan bagaimana ia begitu memperhatikanku diriku. Ia hanya salah satu bidak catur yang mengawasi diriku dari tindakan destruktif 'merusak diri sendiri'.
Ia bertanya padaku, "Apakah aku sudah makan?"
"Aku sedang tidak ingin makan."
"Makan mie saya yak."
"Enggak aku lagi gak lapar."
"Nanti sakit lho."
"Enggak-enggak apa-apa.. Aku lagi puasa." He he aneh aku mengatakan ini.. Padahal sejak tadi aku merokok dan minum teh.
"Heh! Mentang-mentang ibunya dokter." Ucap laki-laki itu lalu pergi naik motor. Aku tidak tahu apakah dia akan membelikan aku mie atau tidak. Aku hanya merasa tidak lapar sama sekali. Aku hanya merasa datar dan kosong. Aku benar-benar tidak ingin makan hari ini.
2
Ini masih hari pertama aku merasakan 'sakit ini'. Beberapa orang mengatakan seminggu lagi aku tidak akan apa-apa. Aku tidak percaya.. Memikirkan apa yang akan aku lakukan beberapa jam saja sulit. Menuliskan ini semua memang sedikit terapis. Berusaha menganalisa dan menyimpulkan 'apa yang terjadi pada diri sendiri'. Untung tidak ada motivator hari ini.. Mungkin aku sudah membunuhnya sekarang.
Laki-laki itu benar-benar membawakan mie. Ia berkata agak keras, "Mie!" Aku menjawab, "Nanti aku buat sendiri." Tanpa melihat ke arah matanya.
Apakah kalian pernah mendengar Sigur Ros.. Band asal Eropa yang tidak aku mengerti artinya. Aku suka dengan aransemen musiknya. Harmonisasi khas eropa dengan orkestra dan segala macam. Beberapa video klip yang kulihat.. Lagunya diperankan oleh anak-anak autis yang berlarian di padang rumput.
Hari ini, entah kenapa, aku hanya ingin berbicara pada diriku sendiri. Aku tidak peduli apa yang akan terjadi esok. Hari ini.. Bagiku sudah terlalu kompleks dan rumit.. (aneh, padahal tadi aku mengatakan : perasaan adalah hal yang sederhana). Mungkin memang sudah saatnya?
"Apa?" Tanya salah satu dari bagian tubuhku.
"Aku bangkit."
"Lho, memangnya kamu sudah dikubur?"
"Jawabannya bukan belum.. Tapi kapan?"
"Kenapa sih kamu melankolis begini?"
Aku tidak menjawab pertanyaan itu. Aku hanya tidak ingin.
Aku hanya tidak ingin memiliki keinginan.
Kadang aku membayangkan perempuan itu tiba-tiba datang dan meminta maaf. Aku hanya diam dan melihat apa yang akan ia lakukan padaku?
3
Mungkin perempuan itu tidak akan pernah datang. Aku harus mulai melupakan bayangan itu. Karena tidakkah itu akan lebih mudah bagiku. Segalanya memang mudah. Apalagi ketika kita mengatakan kata 'mudah'. Iya pada akhirnya 'mudah' atau pun 'sulit' tergantung bagaimana cara penyelesaiannya. Kalau ini terdengar sedikit menceramahi.. Tolong maafkan aku! Karena jujur aku pun benci untuk diceramahi.
"Hah! Sudahlah.."
4
"Sebaik-baiknya manusia.. adalah manusia yang tidak mencari, tapi menemukan." Aku menemukan perempuan itu di sebuah masjid di kampusku. Ia sedang duduk entah menunggu apa. Yang aku tahu ia sedang membaca buku berjudul 'Jangan Main-Main Dengan Kelaminmu.' Buku ini dikarang oleh Djenar Maesa Ayu. Perempuan yang cukup seksi dalam beberapa penampilan di acara Silat Lidah. Ia tidak berusaha terlihat cerdas karena memang dasarnya cerdas. Begitu juga dengan perempuan itu..
"Ah, entah kenapa setelah aku mulai menerima segala sesuatu sebagai bagian dari takdir. Maka semuanya terasa lebih ringan."
Aku mungkin tidak akan mengumpat tentang segala keburukan perempuan itu. Karena memang tidak ada gunanya. Membicarakan hal yang buruk, atau aib, selain dilarang agama--justru mempersulit komunikasi antara 'kita yang mengetahui' dan 'dia yang tidak menyadari'. Sedangkan keburukan itu sendiri sesuatu yang kompleks. Seseorang bisa menilai suatu tindakan itu buruk, disaat yang sama tindakan itu 'baik' karena suatu kondisi atau ruang-waktu tertentu. "Aku sudah agak lelah berfilsafat sebenarnya. Yang aku lakukan hanya menyalahkan orang lain, karena 'sudut pandang ini' tidak membuatku cenderung 'destruktif' atau 'merusak diri sendiri'."
5
"Aku sudah agak lelah berfilsafat sebenarnya. Yang aku lakukan hanya menyalahkan orang lain."
                                        - tinta negatif -
 untuk Gadis Terima Kasih..
Terima Kasih atas Pengalamannya..
 
 
 
 
 


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Dog Zone

on Yahoo! Groups

Join a Group

all about dogs.

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

.

__,_._,___

[beasiswa] [OOT][curhat] Beasiswa doktor LN dari dikti

Rekan milis,

Perkenankan saya curhat ttg hal yang saya alami.
Saya, salah seorang dosen yang telah mendapatkan kesempatan belajar di LN dg beasiswa parsial dari universitas di LN. Bantuan yang kami dapatkan berupa gratis biaya kuliah dan tinggal di asrama kampus. Sedangkan living cost kami dapatkan dari skema bekerja paruh waktu sbg asisten peneliti yang semuanya jauh dari batas cukup bagi kami.

Saat mendapatkan informasi tentang adanya program beasiswa doktor LN dari Dikti, saya sangat bersyukur sekali dan ini merupakan kesempatan emas untuk bisa mendapatkan bantuan. Akhirnya saya mengajukan diri untuk mendapatkan beasiswa itu dg cara meminta rekomendasi dari advisor saya dan setelah itu saya kirim semua berkas yang diminta ke universitas asal saya di Indonesia.

Berkas yang saya kirim tersebut pun akhirnya oleh univeritas di Indonesia disetujui pula untuk diajukan ke Ditnaga sebagai salah satu lembaga yang bertanggung jawab dalam seleksi ini.

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Saat mendapatkan informasi lewat milis ini bahwa akan ada seleksi wawancara di Indonesia tanggal 28 Nov, kami pun senang dan menunggu harap-harap cemas. Namun setelah kami kontak ke universitas kami di Indonesia ternyata nama saya tidak ada dalam daftar yang ikut tes wawancara tanggal 28 Nov 2007. Selidik punya selidik ternyata berkas yang kami kirimkan dari universitas kami di Indonesia itu tidak masuk ke kantor Ditnaga alias berkas tersebut hilang. Informasi ini kami dapatkan langsung dg cara menelpon. Terus-terang kami kecewa akan kejadian ini.
Setelah itu kami diminta kirim ulang lagi berkas tsb. Meskipun dengan hati yang masih agak dongkol akhirnya kami buat lagi semua dokumen tsb. Bagaimana repotnya kami harus kirim semua dokumen yang diminta dari mulai surat rekomendasi pembimbing S2, pembimbing S3, Form PhD program dan lain-lain dokumen yang diminta. Untungnya ada bbrp dokumen yang sempat saya fotocopy, jadi tinggal kami fotocopy ulang lagi.
Akhirnya kami kirimkan dokumen tsb dari LN ke universitas kami di Indonesia.
Universitas kami pun telah membuatkan surat pengantarnya melalui Pembantu Rektor 1 dan kmd mengirimkan dengan menggunakan jasa Pos Express.

Sengaja kami gunakan jasa pos express agar bisa segera sampai (sesuai dengan permintaan Dikti) dan bisa dilacak keberadaan surat tersebut lewat internet.
Ternyata baru saja saya mendapatkan informasi bahwa wawancara tahap 2 akan dilaksanakan tanggal 29 Desember 2007, dan lagi-lagi nama saya tidak masuk dalam daftar yang dipanggil untuk wawancara tsb.
Akhirnya dg rasa penasaran, saya hubungi ke Ditnaga dan mendapatkan informasi bahwa dokumen yang kami kirim dari kampus tidak ada dalam daftar mereka, artinya dokumen kami pun telah bernasib sama spt dokumen kami yang lalu.

Mungkin bagi saya ini namanya kurang beruntung krn sdh 2 kali dokumen kami hilang. Namun sungguh suatu "keajaiban" bahwa tenyata di jaman seperti ini, problem spt ini masih saja terjadi.
Saya kira sungguh beruntung bila rekan2 yang apply utk skema beasiswa ADS misalnya yang harus minta persetujuan Dikti terlebih dahulu sebelum diteruskan ke ADS Jakarta dan bisa dipanggil krn memenuhi syarat administrasi. Ribuan orang yang daftar, dan bagaimana rumitnya. Bisa jadi ada bbrp dokumen yang hilang, nyasar dll.

Selain itu pula, perlu disampaikan pula bahwa skema beasiswa ini mensyaratkan untuk melampirkan Notice of Admission dari univ di LN selain surat rekomendasi dari advisor. Semua berkas paling lambat masuk ke Ditnaga tgl 1 Oktober 2007. Menurut analisa saya, ini jelas mengandung pengertian bahwa calon yang akan apply beasiswa ini harus sdh diterima di universitas di LN. Padahal fall semester sdh di mulai sjk September. Jadi ada kemungkinan rekan2 yang sdh menerima Notice of Admission sdh berangkat ke LN atau pun karena terpaksa masih menunggu seleksi beasiswa ini, meminta univ di LN untuk mengundurkan pendaftarannya sampai semester berikutnya, dan harus menunggu tes beasiswa Dikti yang belum jelas dapat atau tidaknya.
Terus-terang, hal ini agak aneh bagi saya !!!
Mohon perncerahan rekan2 sekalian.

Mudah2an kejadian serupa, cukup saya saja yang mengalaminya. Lain kali saya akan berpikir ulang untuk mengikuti skema seperti. Bukannya saya "nglokro", tidak sama sekali, tapi saya tidak mau waktu, pikiran, tenaga dan juga uang terbuang percuma.
Justru karena kejadian ini, timbul semangat saya yang lain agar segera lulus dari prog PhD dan segera mengambil kesempatan postdoctoral fellow. Mohon maaf bila saya kelak nanti tidak termotivasi untuk segera kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan semua program di LN. Menurut pendapat saya, saya kira itu wajar. Toch saya pun tidak terikat oleh beasiswa dari dalam negeri yang mengharuskan segera pulang dan segera mengabdi. Sekali lagi mohon maaf ini hanya sekedar curhat saya......sekali lagi hanya curhat dan mudah2an bisa menjadi hikmah bagi kita semua. Aamin.

Terima kasih bpk/ibu moderator yang telah mengijinkan saya untuk bs posting di milis ini.

Kurang lebihnya mohon maaf.

Salam
AY


---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Re: [psikologi_transformatif] JENUH

Kau lelah. pulanglah!

lulu <lu2_mm@yahoo.co.id> wrote:

Jenuh ...
Seharian berkutat dengan hal yang membosankan ...
mengejar duniawi untuk kesenangan sesaat..
bosan..
selalu dan terus saja begini tanpa perubahan..
kutahu sudah jawabnya..
kalau ternyata rasa lapar telah mengalahkan ku..
membuatku rela di perkosa dunia..
menjadi budak dari pencapaian kesenangan sesaat itu ..
 
Dubai dini hari ( 30/8/2007 )
/Lu2

Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Yahoo! Groups

Dog Zone

Connect w/others

who love dogs.

Curves on Yahoo!

Share & discuss

Curves, fitness

and weight loss.

.

__,_._,___

[beasiswa] [INFO] MA and PhD stipends in Intercultural Humanities (Bremen University)

--- Etin Anwar <etinanwar@...> wrote:

MA and PhD stipends in Intercultural Humanities
**********************************************************
From: Nicola Spakowski <n.spakowski@...>

Jacobs University Bremen, Germany, offers a number of MA and PhD
stipends in Intercultural Humanities. Faculty teaching in the program
include specialists on China, South Asia and Southeast Asia.

Application deadline: 1 February 2008

Short description of the program:

Intercultural and transcultural issues are becoming increasingly
significant for political, cultural and everyday life on a macro and a
micro level. This is due to processes related to internationalization
and globalization and the cultural changes and conflicts caused by
them. For this reason inter- and transcultural issues have become a
new focus of academic research.

The Graduate Program Intercultural Humanities is a unique and
innovative combined graduate program in History, History and Theory of
Art, and Literature with a special emphasis on intercultural
encounters, cross-cultural transfers, cultural comparison, and
transcultural universals.

The Graduate Program Intercultural Humanities provides students with
insights into the theories and methods used to investigate and
describe inter- and transcultural processes and phenomena. Students
become acquainted with the particularities of research in History,
History and Theory of Art, and Literature as well as with
interdisciplinary approaches applied in intercultural studies in the
humanities. By studying exemplary cases of intercultural encounters,
cross-cultural transfers and transcultural universals students learn
how these theories and methods are applied in each of the fields and,
in a second step, across the fields. In particular, they acquire an
understanding of the historical dimension of the relevant processes
and phenomena and an awareness of the specific problems involved in
interactions between Western and Non-Western cultures, cultural and
aesthetic products and societies.

For more information please visit the program website at:

http://www.jacobs-university.de/academics/graduate/

Prof. Dr. Nicola Spakowski
Jacobs University Bremen
School of Humanities and Social Sciences
P.O. Box 750 561
28725 Bremen
Germany
Telephone:+49 421 200-3391
Fax: +49 421 200-3303
E-Mail: n.spakowski@...

http://www.jacobs-university.de/directory/02650


[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Re: Balasan: [psikologi_transformatif] Suami istri baru (humor)

emang kamar dokter senyaman kamar hotel?

On Dec 24, 2007 12:53 PM, lulu <lu2_mm@yahoo.co.id> wrote:

Dear koko ...
 
kirain .......?????
gak tahu deh mau apa kalo udah bener2 gini kejadiannya...
bener2 smart tuh orang, tapi kacian ama dokternya ya...
jadi....................
hehehehehehe.....ketawa aja deh untuk yang ini
kok lama gak telp lu2 ???lagi sibuk ama proyek yang baru ya ..
sukses selalu deh buat ko Hendro, tapi buat irta mana ...??( just kidding )
 
salam hangat
/Lu2


hendro <skys_son@yahoo.com> wrote:
Anak muda : Dokter, kami adalah suami istri yang baru menikah.
Kami ingin tahu apakah cara kami berhubungan seks sudah
benar atau belum. Maukah dokter melihatnya?

Seksolog tersebut agak kaget sebentar, namun kemudian setuju. Kedua anak
muda tersebut lalu naik ke ranjang praktek dan melakukan hubungan seks.
Setelah mereka selesai, Seksolog tersebut berkata.

Seksolog : Ya, cara kalian sudah benar. Biayanya Rp. 50.000,-

Setelah membayar, keduanya lalu pulang. Namun keesokan
harinya mereka muncul lagi kepada Seksolog tersebut. Kali ini keduanya
melakukan hubungan seks dalam posisi yang berbeda. Demikian seterusnya
selama 4 hari berturut-turut mereka kembali
dan selalu melakukan seks dengan gaya dan posisi yang berbeda.
Pada hari kelima, Seksolog tersebut tidak tahan lagi.

Seksolog : Saya melihat bahwa cara kalian sudah benar dan
kalian sudah ahli dalam hubungan seks. Mengapa kalian selalu kembali
lagi?

Anak Muda : Kamar hotel terlalu mahal. Sedangkan disini cuma
Rp. 50.000,-. Di samping itu biaya ke dokter akan diganti oleh
kantor saya.

Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.


Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Athletic Edge

A Yahoo! Group

to connect w/ others

about fitness goals.

.

__,_._,___