Minggu, 06 Januari 2008

[psikologi_transformatif] Re: Educational System

radang " according to .. " yang anda jelaskan itu kalau dalam istilah
pekalongan adalah "ilmu jare " alias " ilmu katanya ".kata koran ,
kata tV ,kata pakar , kata buku.

ada tamu yang pernah mampir ke rumah ,seorang tokoh kejawen mengatakan
"pengetahuan katanya" adalah ilmu tingkatan rendah dan tidak wajib di
percaya. karena yang menyatakan belum melihat atau menyaksikan atau
mempraktekkannya sendiri.
yang lebih parah lagi jika yang mengajarkan ilmu jare tersebut,
gurunya juga baru tahapan ilmu jare juga.

kalau mau di beri sedikit serum.serum yang paling dasar/ringan adalah
mengganti sumber informasi yang masuk ke kepala mereka .

misalkan murit SD jika guru nya mengajarkan tentang batik , ajaklah
mampir ke museum batik. atau ke bengkel kerajinan secara langsung baru
nanti di tambahkan teorinya di kelas.

untuk pelajaran politik , panggilah tokoh politik sebagai pembicara tamu.

untuk pelajaran sosial budaya jawa di SMU tentang santet dan guna guna
, undanglah paranormal untuk bertukar pengalaman di kelas .

tapi kalau pelajaran agama tentang budi pekerti seperti kebersihan ,
harus praktek bukan teori. karena kalau menguasai ilmu
kebajikan/kebijaksanaan tanpa di praktekkan ,sama saja membohongi diri
sendiri.
bahayanya orang tersebut jika mengajar di khawatirkan akan menjadi
pandai berkotbah tapi cuma omong kosong dalam praktek yang akhirnya
akan melahirkan generasi "banyak bicara tanpa bukti nyata "

banyak membaca bagus , tapi jangan kertas saja yang di baca . benda
benda dan mahluk hidup yang lain juga adalah buku yang tidak terbuat
dari kertas.

contoh yang lebih aneh yaitu ahli ekonomi tapi kok malah miskin . kenapa ?
padahal menguasai ilmu ekonomi ,harusnya lebih kaya dari yang lain.
kan tahu prinsip2 ekonomi. kalau hal ini masih saya cari tahu... he4x.

itulah sekelumit serum yang saya terapkan untuk diri sendiri.
dan bermanfaat untuk saya.

tips ini jangan di terapkan untuk banyak siswa,hanya orang tertentu
saja yang boleh . karena bisa mengakibatkan banyak guru/dosen geleng
geleng kepala karena kelas sepi,

muritnya lebih suka belajar di warung/kantin sambil diskusi, study
lapangan , dan parahnya ketika dikelas muritnya suka bertanya kapan
kita prakteknya, soalnya teori yang bapak ajarkan sudah saya baca

he..4x

salam,
edy
pekalongan

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "tuhantu_hantuhan"
<tuhantu_hantuhan@...> wrote:
>
>
> Ya, itulah yang terjadi Mas Edy... Pembengkakan kelenjar ´According
> to...´ ...menurut ini...menurut itu... yang umumnya menunjuk TEXT...
> Kita bisa cari semua teori-teori dari mana saja... Semua teori sudah
> lengkap...Mulai dari zamannya Confused Confisius... Sampai besi bisa
> terbang....
>
> Tapi lihatlah, semua orang-orang hebat itu tinggal di mana?.... Di
> sebuah kota yang AMBURADUL...!!! Kenapa? Karena nerve systemnya nggak
> nyambung alias DISCONNECTED dengan lingkungan kota dimana mereka
> tinggal... Nerve systemnya hanya nyambung ke text ini, text itu... Teori
> ini, teori itu... Ajaran ini, ajaran itu... Prof ini, Prof itu...
>
> Kasihan yah... Mereka terserang demam tinggi hegemoni intelektual....
> Mengenai pembengkakan dan radang kelenjar ´According to ...´ ...
> perlu dicari obatnya... Kalau bisa tolong dicari serum anti radangnya
> Mas Edy, dgn racikan lokal Pekalongan, siapa tahu bisa... Kasihan
> generasi yang akan datang kalau otak mereka dipatok sedemikian rupa
> sehingga tidak mampu mengenali lagi apa dan siapa mereka itu...
>
> Be Fun
>
> TuHanTu
>
> http://hole-spirit.blogspot.com <http://hole-spirit.blogspot.com>
>
>
>
>
>
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "edy_pekalongan"
> <edy_pekalongan@> wrote:
> >
> > bung tuhantu, menarik juga diagnosa anda,
> > mungkin perlu ditambahkan efek samping dari para siswa yang terlalu
> > sering mengkonsumsi "burger teori " siap saji dan softdata drink
> > yaitu orangnya tidak pernah terpikir belajar memasak "teori "
> > sendiri. sehingga ketika bertemu para koki pengetahuan (baca
> > ilmuan/pemikir )
> > yang resep masakan ilmunya macam macam dengan nama bumbu yang tidak
> > pernah dia dengar .
> >
> > reaksinya 1/2 kebingungan sambil 1/2 kaget karena masakan enak yang
> > dia cicipi tidak terdapat di daftar menu dan buku panduan resep
> > memasak miliknya.
> >
> >
> >
> > salam,
> > edy
> > pekalongan
> >
> >
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "tuhantu_hantuhan"
> > tuhantu_hantuhan@ wrote:
> > >
> > >
> > > Quote: Talking about the educational system in Indonesia that
> > obliges
> > > students ONLY to memorize, and not really comprehend, it has been
> > going
> > > on for several generations. I will take one example I experienced.
> > End
> > > of quote.
> > >
> > > TuHanTu: Uhm, ini mungkin salah satu biang keladi, mengapa kelenjar
> > > ´According Too...´
> > >
> > <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/37096>
> >
> > > membengkak cukup significant pada illustrasi otak yang
> > dipostingkan
> > > disini
> > >
> > <http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/37096>
> >
> > > ...
> > >
> > > Menurut saintist yg mengabdi pada Warkop Institute
> > > <http://warkop-institute.blogspot.com/> , salah satu indikasi
> > > pembengkakan kelenjar ´According Too...´ ini adalah bahwa
> > > Penderita pembengkakan itu menampakkan gejala text book thingking
> > akut,
> > > bisa mengakibatkan radang pada ´sensor penggali text buku´-nya
> > > yang sangat berat. Hal ini terjadi, bisa akibat dipaksa menghafal
> > saat
> > > mengikuti pelajaran...
> > >
> > > Di bidang politik, pembengkakan kelenjar ´According Too... ´
> ini
> > > juga bisa terjadi, salah satunya diderita oleh Harmoko... Bisa
> > diamati
> > > saat dia berbicara di depan kamera ti-pi...´Menurut pentunjuk
> bapak
> > > Persiden... Bla... Bla...´... Pembengkakan kelenjar ´According
> > > Too... ´ ini nampaknya mewabah di berbagai lapisan masyarakat
> > kita...
> > >
> > > Quote: When studying English grammar, I learned and memorized
> > twelve
> > > kinds of tenses, from Simple Present Tense until Past Perfect
> > Continuous
> > > Tense. I memorized the pattern very well, I could answer questions
> > on
> > > tenses flawlessly when those tenses were given separately.
> > However, when
> > > I needed to use it in the daily life, mixing many kinds of tenses
> > at
> > > once, I did not really know which was which. Memorizing the theory
> > was
> > > done perfectly. However, applying the theory in the real life meant
> > > something else. End of quote.
> > >
> > > TuHanTu: Kalau belajar bahasa (utk conversation) lalu terpaku pada
> > > metode penghafalan grammar, jangan pernah berharap mampu
> > berkomunikasi
> > > dalam waktu relatif cepat... Direct communication in real, 4
> > tenses are
> > > -relatively- enuff... past tense, future tense, present tense, and
> > > ´downunder´ is tense... (haha...) Itu bahasa Inggris... Bahasa
> > > Balkan... satu biji kata bisa berubah maknanya sebanyak belas-belas
> > > kali, tergantung akhiran kata tersebut.... Duh!...
> > >
> > > Theory (grammar) is one thing, but dare to speak (direct practice)
> > is
> > > another thing...
> > >
> > > Be Fun
> > >
> > > TuHanTu
> > >
> > > http://hole-spirit.blogspot.com <http://hole-spirit.blogspot.com>
> > >
> > >
> > >
> > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Nana P <fe36smg@>
> > > wrote:
> > > >
> > > >
> > > http://afeministblog.blogspot.com/2008/01/educational-system-in-
> > indonesi\
> > > a.html
> > > >
> > > > Monday afternoon December 24, 2007, I attended a class having a
> > > presentation time. There were five students to present their
> > papers.
> > > However, I was attracted only to two of them. One student talked
> > about
> > > "After graduating from senior high school, what's next?" and
> > > the other one talked about "Deterioration of the educational system
> > > in Indonesia". Both of them are high school students.
> > > > The first student. He mentioned three possibilities of what a
> > person
> > > usually does:
> > > > 1.Continuing their studies to a higher level education
> > > > 2.Postponing their studies
> > > > 3.Working
> > > > Related to the second possibility, the presenter gave two
> > reasons:
> > > There are two reasons for this: the first shocking reason (for me
> > of
> > > course) is because someone wants to enjoy his/her life. I was
> > wondering
> > > to find out that there were a group of people that want to "enjoy
> > > their life" after graduating from senior high school. They don't
> > > want to directly continue studying perhaps because they are tired
> > to
> > > study. They don't want to face any responsibility they have to bear
> > > as students: studying, making assignments, doing examination, etc.
> > They
> > > don't want to work either because they are not ready yet to be
> > > responsible with their own life. Both studying and working need big
> > > responsibilities.
> > > > Life means responsibility. When we dare to live, we've got to
> > dare
> > > the risk.
> > > > The second reason (very logical for me) is to save some money
> > before
> > > continuing their study since they don't have enough fund. Some
> > > unfortunate people cannot continue their study at once because
> > their
> > > parents cannot afford the tuition.
> > > > For the third possibility, some people choose to work because
> > perhaps
> > > they want to collect some money to continue their study, referring
> > to
> > > the second possibility with the second reason. Some other people
> > perhaps
> > > think that the diploma they get from senior high school is enough
> > > already for them to get a job with enough income for their life. Or
> > > sometimes the fact that people graduating from a higher level
> > education
> > > do not get appropriate job so that they have to do jobs done by
> > senior
> > > high school graduates probably makes people lazy to continue their
> > study
> > > to college.
> > > > When I asked the presenter whether he did a research by
> > distributing a
> > > questionnaire to find out how many percents senior high school
> > graduates
> > > do the first, second, and third possibilities, I got a
> > disappointing
> > > answer: he did not make that research. When I asked him the second
> > > possibility for the first reason—to enjoy life--, he mentioned
> his
> > > brothers and cousins did that. "They have money to directly
> > continue
> > > their life, I assume. However, they choose to stay home and do
> > their
> > > hobbies: such as being racer (an amateur one)."
> > > > "Will you do that later after graduating?" another teacher
> > > asked him.
> > > > "Maybe Ma'am," was his disappointing answer. &#61516;
> > > > "Deterioration of the educational system in Indonesia" the
> > > second presenter meant was referring to the idea of the government
> > to
> > > include six subjects in the national examination for senior high
> > school
> > > students. For several years (I am sorry I don't pay attention for
> > > how many years exactly), the third grade senior high school
> > students had
> > > only three subjects tested in the national examination: English,
> > Bahasa
> > > Indonesia, and Mathematics. They did the examination for three
> > days. It
> > > meant they prepared only one subject for one day. While the new
> > > policy—six subjects to be tested—will comprise three days
> too.
> > > It means students have to prepare two subjects in one day. The
> > presenter
> > > conveyed his doubt whether students would really have enough time
> > to
> > > prepare it. When they don't have enough time, it is doubted that
> > > they will not prepare it well. They will just `memorize' the
> > > material to be tested without comprehending it thoroughly.
> > > Indonesia's next generation's quality will be
> > > > decreasing.
> > > > To comment this topic, I remembered the time when I was at high
> > > school, more than twenty years ago. Majoring in "Language", I
> > > got five subjects to be tested in the national examination while my
> > > fellow students majoring in "Science" got also six or even seven
> > > subjects to be tested. We did that also in three/four days. Minimal
> > > score to pass one subject was 6 and WE DID NOT COMPLAIN for that.
> > > > The presenter got surprised to hear this and said, "Well,
> > > Ma'am, I believe at that time you didn't get lots entertainment
> > > so that you could concentrate well. My generation gets lotsa
> > tempting
> > > entertainment so that it is difficult for us to concentrate only
> > on our
> > > study."
> > > > "I am sorry to say but you HAVE TO set your first priority for
> > > your own future!" was my response.
> > > > Talking about the educational system in Indonesia that obliges
> > > students ONLY to memorize, and not really comprehend, it has been
> > going
> > > on for several generations. I will take one example I experienced.
> > When
> > > studying English grammar, I learned and memorized twelve kinds of
> > > tenses, from Simple Present Tense until Past Perfect Continuous
> > Tense. I
> > > memorized the pattern very well, I could answer questions on tenses
> > > flawlessly when those tenses were given separately. However, when I
> > > needed to use it in the daily life, mixing many kinds of tenses at
> > once,
> > > I did not really know which was which. Memorizing the theory was
> > done
> > > perfectly. However, applying the theory in the real life meant
> > something
> > > else.
> > > > Referring to what Bob Sadino said about the educational system in
> > > Indonesia, (in one seminar in one city in Indonesia), he said
> > about the
> > > human resources in Indonesia who are smart, memorizing theories
> > > perfectly, unfortunately they do not get time to apply the
> > theories. It
> > > means those brilliant human resources are not really ready to be
> > used at
> > > workplaces. Worse, even the teachers also do not know how to apply
> > the
> > > theories because what they master is only the theories but not the
> > > application. When the teachers do not know, how will they teach the
> > > students?
> > > > The deterioration of the educational system in Indonesia is not
> > simply
> > > the policy of the government to give high school students more
> > burden in
> > > the national examination. It is more thorough and complicated.
> > > > My comment for the two presenters: they needed to prepare the
> > papers
> > > to be presented more seriously. Their topics were interesting
> > enough but
> > > they did not make the papers well. This is also a sign showing that
> > > there is deterioration in the quality of the graduates in the
> > English
> > > Course where I work. (FYI, since 2003 we have used new books with
> > more
> > > up to date topics discussed.)
> > > > BWT 10.15 261207
> > > >
> > > >
> > > > Minds are like parachutes, they only function when they are open.
> > > > (Sir James Dewar)
> > > > visit my blogs please, at the following sites
> > > > http://afemaleguest.blog.co.uk
> > > > http://afeministblog.blogspot.com
> > > > http://afemaleguest.multiply.com
> > > >
> > > > THANK YOU
> > > > Best regards,
> > > > Nana
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > ---------------------------------
> > > > Looking for last minute shopping deals? Find them fast with
> > Yahoo!
> > > Search.
> > > >
> > >
> >
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Shedding Pounds

on Yahoo! Groups

Read sucess stories

& share your own.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Ada yang bisa Buktikan

Mungkin sudah dateng si imam misterius itu. Cuman, setelah dinanti ribuan
tahun, ternyata ujungnya antiklimaks: yang dateng model si hendrik bongrek ini.
Jadi, persis kaya orang menunggu Godot. ha ha ha ha ha ha ha

manneke

Quoting as as <as2004as_as@yahoo.com>:

> Kebenaran sejati itu adalah
> ada imam yang ke 12
> waktu masih bayi entah sembunyi ke mana
> nantinya akan dateng membawa keadilan
> cuma sudah 1300 tahun
> gak dateng2 juga
> mungkin ketiduran
> ngedot
> sampai banyak ketidak adilan ada di bumi ini
> dibiarin aja
> egp
> enakan tiduuuuuuk
> ngempeeeeng
> angeeeeeeeeeeeeet
>
> pradita@telus.net wrote: Kayanya orang satu ini
> kebanyakan ngeboat sampe overdosis, jadi omongannya
> makin ngawur ke mana-mana. Semua agama mengklaim "kebenaran sejati", dan
> hanya
> sains yang mempertanyakan kesejatian setiap kebenaran. Dalam agama, yang
> namanya "kebenaran sejati" tidak diukur dengan sains tapi dengan iman. Elo
> kok
> goblok amat sih kaga ngarti-ngarti juga?
>
> Keyakinan bahwa Muhammad SAW menerima wahyu ilahi via Jibril di gua Hira tak
>
> bisa diukur dengan parameter sains, demikian pula perjalanannya ke surga
> selama
> satu malam dengan naik Buraq. Tapi, sebagai orang yang mengimani Islam,
> konsekuensinya elo mesti terima ini sebagai "kebenaran sejati". Tak ada
> pertanyaan, titik. Orang non-Muslim pun punya kewajiban menghargai keimanan
>
> Islam ini dan tak perlu jahil mengadunya dengan sains segala. Ujungnya cuma
>
> senjata makan tuan. Jadi, jangan sok sains lah. Mikir aja belum becus kok.
>
> Melek ah, Ndrik. Makanya jangan sibuk melototin orang lain. Udelmu sendiri
> masih perlu dibersihkan dari banyak sisa tai yang nempel di situ.
>
> manneke
>
> Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@yahoo.com>:
>
> > hahahah...hahaahha....hahaha.... mungkin ini yg disebut "skeptis" (kalau
> > tidak salah)... sebenarya dalam sejarah, pemikiran ini digunakan oleh
> > kelompok gereja untuk mendoktrin para pengikut "kristen" dalam upaya
> > menyelamatkan ajaran gereja dari arus adanya "reinasans".... upaya gereja
> > untuk melakukan "pembenaran" terhadap kesalahan ajaran gereja mereka...
> >
> > jadi menurut mereka, yg namanya kebenaran sejati itu "tidak ada".. jadi
> > nikmati aja keyakinan kamu walaupun bukti2 dengan dalil logika dan ilmiah
> itu
> > menunjukkan bahwa itu tidak benar...
> >
> >
> > kalau kosep kita mau terima maka tentu aja hasilnya adalah "tidak ada
> gunanya
> > sekolah dan belajar"... jadi bakar aja semua buku.. jadi pemberian gelar
> > kepada para cendikiawan itu tidak lain adalah pemberian gelar "sang
> > penipu"...
> >
> >
> >
> > jadi sebenarnya dalam menyikapi hal ini adalah pertemukan semua yg merasa
> > kebenaran lalu berpikir sehingga jelas bahwa siapa yg benar...
> >
> > jadi sebenarnya diforum ini ada yg secara tidak langsung diajak menjadi
> yg
> > gituan...
> >
> > kalau ada pendapat bahwa kebenaran adalah 1 x 3 = 1.. maka sampai saat
> ini
> > jika itu benar maka tidak akan ada yg namanya "nuklir"....
> >
> > kalau dalam percintaan (kejiwaan) org yg mengatakan "semua adalah
> kebenaran"
> > saya samakan dengan org yg menganggap "laki-laki dan perempuan sama aja,
> > sebab yg terpenting adalah yg penting masuk dan enak"....
> > hahahaha....hahahah.....hahahah...hahahaha......
> >
> >
> > gotholoco <gotholoco@yahoo.com> wrote:
> > Ngomong-2 neh Jeng Lulu, Tuhan itu adil bisa dibuktikan dengan
> > sederhana. Kita lahir dengan sempurna ke dunia dengan telanjang bulat
> > tidak membeda-bedakan satu dengan yang laennya. Kemudian soal
> > perbedaan warna kulit, rambut kriting atau ikal, cantik atau jelek itu
> > seh parsial, nggak signifikan.
> >
> > Dan daripada ribut berebut kebenaran, saya punya puisi neh khusus
> > hadiah buat Jeng Lulu.
> >
> > Kebenaran Hanya Ada di Titik Ketiadaan
> >
> > Aku kini bertapa di keramaian
> > Kadang di tempat kegaduhan
> > Begitu pula pada persilisihan
> > Orang-orang mencari kebenaran
> >
> > Gunung itu lama kutinggalkan
> > Pada padang ilalang di ketinggian
> > Kesombongan ego kesendirian
> > Seakan tidak butuh teman
> >
> > Dalam banyak perbedaan kutemukan
> > Berbagai "kebenaran dan kebenaran"
> > Yang terbelenggu sebatas pemikiran
> > Menggapai ujung-batas ketidakadaan
> >
> > Salam telanjang
> > gotho
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, lulu <lu2_mm@...> wrote:
> > >
> > > Dear Om hendrik ...
> > >
> > > hal yang lebih penting lagi adalah bagaimana keyakinan itu tidak
> > di tukar dengan duniawi ,walau memang dosa adalah masalah manusia
> > dengan Tuhan tapi setidaknya kita bisa agak me-rem, yang namanya silau
> > duniawi ...
> > >
> > > salam hangat
> > > /Lu2
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > hendrik bakrie <henrik12syiah@...> wrote:
> > > hahaha...hahaha....hahaha.... saya juga "setuju" dengan
> > anda.... dan saya cuma ingin menambahkan yaitu "agar kita bisa
> > menemukan kesadaran, apakah kita ini bodoh,pintar,sedang membodohi,
> > atau sedang mencerdaskan keluarga kita atau org lain ....???"
> > >
> > > "tiap2 insan akan diminta pertanggung jawabannya kelak" (alquran)
> > >
> > > "tidak ada paksaan dalam agama, telah jelaslah jalan yg lurus dari
> > pada jalan kesesatan" (alquran)
> > >
> > > lulu <lu2_mm@...> wrote:
> > > ini bukan perang, hanya saling asah aja
> > > sejauh mana, kita mengenal dan memahami keyakinan kita ..
> > > jadi bener kata mas gotho ...
> > >
> > > salam hangat
> > > /Lu2
> > >
> > >
> > > pradita@... wrote:
> > > Mempelajari psikologi dengan cara mendiskreditkan agama lain?
> > Ilmu psikologi
> > > aliran mana ini? Listen, a dumb ass speaks as if he was smart enough to
>
> > > understand everything in the world!
> > >
> > > Kebenaran? Ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...,orang Jawa
> > > bilangnya "kebeneran", dan artinya adalah "kebetulan". Yang mana
> > "kebenaran"-
> > > mu, hendrik bokongingus?
> > >
> > > manneke
> > >
> > > Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@...>:
> > >
> > > > hahahah....hahhaha.....hahahahha..... saya khan udah bilang bahwa
> > saya tidak
> > > > merasa berperang.. lagipula saya khan kagak suka perang... saya
> > sudah pernah
> > > > "dimasukkan" disitu (gue tiba2 masuk dalam forum itu).. tetapi gue
> > kagak
> > > > cocok aja jadi gue keluar.. sebab menang disitu memang ada
> > "perang"... saya
> > > > cuma ingin mengajak/mengugat sesuatu yg dianggap "kebenaran" dan
> ingin
> > > > membuktikan bahwa memang yg saya yakini adalah suatu
> > "kebenaran"... sebab
> > > > bagi saya salah satu tujuan terpenting mempelajari psikologi
> > adalah lahirnya
> > > > sebuah "kesadaran" apakah kita bodoh,pintar,membegooin org,
> > mempintarkan
> > > > org,dll... "kesadaran" itulah yg penting.... kalau ada yg
> > menganggap bahwa
> > > > saya sedang menantang (ingin perang) bagi gue sih "silahkan
> > aja".... jadi
> > > > sederhana khan...?????..
> > > >
> > > > gotholoco <gotholoco@...> wrote: Bang Hendrik, kalau mau seru
> > > > "perang" agama,coba masuk di grup milis
> > > > Zaman, disana bakal lebih seru. Kalau disini cuman ada Manneke.
> > > >
> > > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, hendrik bakrie
> > > > <henrik12syiah@> wrote:
> > > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > ---------------------------------
> > > > Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
> > Search.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
> > Yahoo! Answers
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
> > Search.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Yahoo! Groups

Going Green

Share your passion

for the planet.

Yahoo! Groups

Health & Fitness

Find and share

weight loss tips.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Ada yang bisa Buktikan

Jawaban-jawabanmu sungguh patut ditertawakan. Kaya jawaban anak kecil. Tak
membuktikan apa-apa kecuali bahwa engkau memang idiot. Orang ngomong soal batas
sains dan iman, si goblok ini malah ngomong soal sekolahan. Parah banget sih
loe ancurnya?

Orang beriman pergi ke sekolah itu biar gak jadi fanatik goblok model kaya elo.
Kaga ngarti ya? Dasar tole....

Otak loe korselt, ndrik. Berkali-kali nyebut Tuhan maha ini dan itu, tapi juga
selalu mempertanyakan kemampuan Tuhan untuk melakukan apa yang di mata manusia
adalah mustahil. Belajar lagi sana di pesantren yang bener.

manneke

Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@yahoo.com>:

> hahahah....hahahah.....
>
> mereka bertanya "dimanakah langit..??"
> lalu para ilmuwan berkata "diatasmu ada langit tetapi dibawahmupun adalah
> langit dan ditempat berdirimu adalah milik langit juga"...
>
> jangankan hanya masjidil aqsa bahkan sampai ke sang pencipta (ALLAH SWT)
> manusia akan mampu (shalat).. sebab ALLAH SWT maha meliputi segala sesuatu...
> dan seorang nabi yg tidak mengatakan dirinya adalah tuhan dan juga mengatakan
> bahwa dirinya hanyalah manusia biasa seperti lainnya telah membuktikan bahwa
> "manusia adalah makhluk mulia".... dan dia bukan anak tuhan, tuhan, malaikat,
> dewa, atau iblis sekalipun.. tetapi dia hanyalah manusia yg memiliki ibu dan
> ayah yg manusia...
>
>
> "engkau (muhammad) adalah rahmat bagi semesta alam" (alquran)
>
> "ALLAH SWT lebih dekat dari urat leher kalian" (alquran)
>
> sebab dalam islam manusia itu memiliki potensi (jika kita sadari) yg
> melintasi dunia ruang dan waktu.. sebab manusia memiliki derajat (khalifah
> ALLAH SWT) yg tinggi sehingga para malaikatpun disuruh sujud dan bahkan
> dengan manusialah iblis memperoleh "kecemburuan,kutukan,azab, kebebasan, dan
> umur yg sangat panjang"... jadi manusia yg memiliki derajat yg tinggi itu
> harus mampu memahami dan menyembah yg "maha" dari dirinya...
>
> "bacalah dengan nama tuhanmu yg mengajarkan kalian apa yg tidak kalian
> ketahui.." (al quran)
>
> "bacalah" sebab dengan membaca kalian mengetahui.. apa yg dibaca.. semesta
> dan dirimu "yg menciptakan engkau dari segumpal daging..."....
>
> sebab manusia sudah mulia dari awalnya maka manusia harus mempertahankan
> kemuliannya... "kembali ke fitrah" dan "islam adalah agama fitrah"
> (alquran)
>
> "tiap2 anak adam yg terlahir dunia ini adalah islam tetapi org tuanya
> (lingkungan) yg menjadikan mereka nasrani, yahudi, ataupun majusi" (nabi
> Muhammad SAWW)
>
> sisanya saya tanggapi dibawah...
>
> pradita@telus.net wrote: Kayanya orang satu ini
> kebanyakan ngeboat sampe overdosis, jadi omongannya
> makin ngawur ke mana-mana. Semua agama mengklaim "kebenaran sejati", dan
> hanya
> sains yang mempertanyakan kesejatian setiap kebenaran. Dalam agama, yang
> namanya "kebenaran sejati" tidak diukur dengan sains tapi dengan iman. Elo
> kok
> goblok amat sih kaga ngarti-ngarti juga?
>
> ----------------------------------------------------
>
> gue : hahaha....hahahah....hahah.... itu artinya, org yg memiliki keyakinan
> tetapi pergi sekolah dan memiliki pendidikan sains adalah "org yg bodoh"...
> anda pernah sekolah kagak...???..
>
> "janganlah kamu melakukan sesuatu jika kamu tidak memilki pengetahuan untuk
> tentang itu" (alquran)
> "katakanlah: apakah sama org yg mengetahui dengan yg tidak mengetahui.??" (al
> quran)..
> ----------------------------------------------------------
>
> Keyakinan bahwa Muhammad SAW menerima wahyu ilahi via Jibril di gua Hira tak
>
> bisa diukur dengan parameter sains, demikian pula perjalanannya ke surga
> selama
> satu malam dengan naik Buraq. Tapi, sebagai orang yang mengimani Islam,
> konsekuensinya elo mesti terima ini sebagai "kebenaran sejati". Tak ada
> pertanyaan, titik. Orang non-Muslim pun punya kewajiban menghargai keimanan
>
> Islam ini dan tak perlu jahil mengadunya dengan sains segala. Ujungnya cuma
>
> senjata makan tuan. Jadi, jangan sok sains lah. Mikir aja belum becus kok.
> ----------------------------------------------------------
> gue : hahaha...hahaha... jika nabi muhammad SAWW tidak menerima wahyu dari
> tuhan digua hira itu lalu kenapa ada surah yg mengawali dirinya dengan
> "bacalah"...??? .. kira2 mengapa ayat tidak mengatakan "percaya saja"...???..
> bukankah itu "bacalah" artinya tuhan mengajak untuk menggunakan
> pengetahuan...????.. dan apakah mungkin "sains" menolak ajakan untuk
> menggunakan "sains"... apalagi ada ajakan "yg menciptakan dirimu dari
> segumpal daging.."... jika islam mengajak menagarah pada sains, maka tidak
> ada alasan untuk menolak sains... betul kagak...???
> ----------------------------------------------------------
>
> Melek ah, Ndrik. Makanya jangan sibuk melototin orang lain. Udelmu sendiri
> masih perlu dibersihkan dari banyak sisa tai yang nempel di situ.
> ----------------------------------------------------------
> gue : hahahah....hahahah..... kok melarang gue melototin org lain tetapi kok
> melototin udel gue sih....???? .. kalau ada sisa tai yg jilatin dong....
>
> ----------------------------------------------------------
> manneke
>
> Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@yahoo.com>:
>
> > hahahah...hahaahha....hahaha.... mungkin ini yg disebut "skeptis" (kalau
> > tidak salah)... sebenarya dalam sejarah, pemikiran ini digunakan oleh
> > kelompok gereja untuk mendoktrin para pengikut "kristen" dalam upaya
> > menyelamatkan ajaran gereja dari arus adanya "reinasans".... upaya gereja
> > untuk melakukan "pembenaran" terhadap kesalahan ajaran gereja mereka...
> >
> > jadi menurut mereka, yg namanya kebenaran sejati itu "tidak ada".. jadi
> > nikmati aja keyakinan kamu walaupun bukti2 dengan dalil logika dan ilmiah
> itu
> > menunjukkan bahwa itu tidak benar...
> >
> >
> > kalau kosep kita mau terima maka tentu aja hasilnya adalah "tidak ada
> gunanya
> > sekolah dan belajar"... jadi bakar aja semua buku.. jadi pemberian gelar
> > kepada para cendikiawan itu tidak lain adalah pemberian gelar "sang
> > penipu"...
> >
> >
> >
> > jadi sebenarnya dalam menyikapi hal ini adalah pertemukan semua yg merasa
> > kebenaran lalu berpikir sehingga jelas bahwa siapa yg benar...
> >
> > jadi sebenarnya diforum ini ada yg secara tidak langsung diajak menjadi
> yg
> > gituan...
> >
> > kalau ada pendapat bahwa kebenaran adalah 1 x 3 = 1.. maka sampai saat
> ini
> > jika itu benar maka tidak akan ada yg namanya "nuklir"....
> >
> > kalau dalam percintaan (kejiwaan) org yg mengatakan "semua adalah
> kebenaran"
> > saya samakan dengan org yg menganggap "laki-laki dan perempuan sama aja,
> > sebab yg terpenting adalah yg penting masuk dan enak"....
> > hahahaha....hahahah.....hahahah...hahahaha......
> >
> >
> > gotholoco <gotholoco@yahoo.com> wrote:
> > Ngomong-2 neh Jeng Lulu, Tuhan itu adil bisa dibuktikan dengan
> > sederhana. Kita lahir dengan sempurna ke dunia dengan telanjang bulat
> > tidak membeda-bedakan satu dengan yang laennya. Kemudian soal
> > perbedaan warna kulit, rambut kriting atau ikal, cantik atau jelek itu
> > seh parsial, nggak signifikan.
> >
> > Dan daripada ribut berebut kebenaran, saya punya puisi neh khusus
> > hadiah buat Jeng Lulu.
> >
> > Kebenaran Hanya Ada di Titik Ketiadaan
> >
> > Aku kini bertapa di keramaian
> > Kadang di tempat kegaduhan
> > Begitu pula pada persilisihan
> > Orang-orang mencari kebenaran
> >
> > Gunung itu lama kutinggalkan
> > Pada padang ilalang di ketinggian
> > Kesombongan ego kesendirian
> > Seakan tidak butuh teman
> >
> > Dalam banyak perbedaan kutemukan
> > Berbagai "kebenaran dan kebenaran"
> > Yang terbelenggu sebatas pemikiran
> > Menggapai ujung-batas ketidakadaan
> >
> > Salam telanjang
> > gotho
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, lulu <lu2_mm@...> wrote:
> > >
> > > Dear Om hendrik ...
> > >
> > > hal yang lebih penting lagi adalah bagaimana keyakinan itu tidak
> > di tukar dengan duniawi ,walau memang dosa adalah masalah manusia
> > dengan Tuhan tapi setidaknya kita bisa agak me-rem, yang namanya silau
> > duniawi ...
> > >
> > > salam hangat
> > > /Lu2
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > hendrik bakrie <henrik12syiah@...> wrote:
> > > hahaha...hahaha....hahaha.... saya juga "setuju" dengan
> > anda.... dan saya cuma ingin menambahkan yaitu "agar kita bisa
> > menemukan kesadaran, apakah kita ini bodoh,pintar,sedang membodohi,
> > atau sedang mencerdaskan keluarga kita atau org lain ....???"
> > >
> > > "tiap2 insan akan diminta pertanggung jawabannya kelak" (alquran)
> > >
> > > "tidak ada paksaan dalam agama, telah jelaslah jalan yg lurus dari
> > pada jalan kesesatan" (alquran)
> > >
> > > lulu <lu2_mm@...> wrote:
> > > ini bukan perang, hanya saling asah aja
> > > sejauh mana, kita mengenal dan memahami keyakinan kita ..
> > > jadi bener kata mas gotho ...
> > >
> > > salam hangat
> > > /Lu2
> > >
> > >
> > > pradita@... wrote:
> > > Mempelajari psikologi dengan cara mendiskreditkan agama lain?
> > Ilmu psikologi
> > > aliran mana ini? Listen, a dumb ass speaks as if he was smart enough to
>
> > > understand everything in the world!
> > >
> > > Kebenaran? Ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...,orang Jawa
> > > bilangnya "kebeneran", dan artinya adalah "kebetulan". Yang mana
> > "kebenaran"-
> > > mu, hendrik bokongingus?
> > >
> > > manneke
> > >
> > > Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@...>:
> > >
> > > > hahahah....hahhaha.....hahahahha..... saya khan udah bilang bahwa
> > saya tidak
> > > > merasa berperang.. lagipula saya khan kagak suka perang... saya
> > sudah pernah
> > > > "dimasukkan" disitu (gue tiba2 masuk dalam forum itu).. tetapi gue
> > kagak
> > > > cocok aja jadi gue keluar.. sebab menang disitu memang ada
> > "perang"... saya
> > > > cuma ingin mengajak/mengugat sesuatu yg dianggap "kebenaran" dan
> ingin
> > > > membuktikan bahwa memang yg saya yakini adalah suatu
> > "kebenaran"... sebab
> > > > bagi saya salah satu tujuan terpenting mempelajari psikologi
> > adalah lahirnya
> > > > sebuah "kesadaran" apakah kita bodoh,pintar,membegooin org,
> > mempintarkan
> > > > org,dll... "kesadaran" itulah yg penting.... kalau ada yg
> > menganggap bahwa
> > > > saya sedang menantang (ingin perang) bagi gue sih "silahkan
> > aja".... jadi
> > > > sederhana khan...?????..
> > > >
> > > > gotholoco <gotholoco@...> wrote: Bang Hendrik, kalau mau seru
> > > > "perang" agama,coba masuk di grup milis
> > > > Zaman, disana bakal lebih seru. Kalau disini cuman ada Manneke.
> > > >
> > > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, hendrik bakrie
> > > > <henrik12syiah@> wrote:
> > > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > ---------------------------------
> > > > Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
> > Search.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
> > Yahoo! Answers
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
> > Search.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
> now.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Best of Y! Groups

Check out the best

of what Yahoo!

Groups has to offer.

Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Ada yang bisa Buktikan

Si hendrik goblok menggonggong lagi. Hei, ndrik, dalam kitab suci Kristen, tak
ada penilaian ajaran Muhammad benar atau enggak. Muhammad belum lahir, dan
agama kristen gak ada urusan apa-apa sama ajaran Muhammad. Elo aja sih yang
ribut sendiri ngurusin agama orang lain. Masa sebagai orang Muslim cuma gitu
aja sih elo bisanya? Malu.... Kayanya elo ngebet banget soal kristen. Naksir
tapi gengsi ya? Soalnya, ngebet banget sih. Ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha
ha ha...ha ha ha...ha ha ha...

manneke

Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@yahoo.com>:

> hahaha...hahaha.... imam mahdi as belum ghaib ketika masih bayi loh... org yg
> memiliki atau sebagai "puncak" akan ada dimasa yg "puncak" juga.. jadi akhir
> zaman dengan puncak ketidakadilan dan perang antara org2 yg berjalan pada
> jalan kenabian vs org2 yg berada pada jalan musuh kenabian.. seperti halnya
> nabi Muhammad SAWW adalah "puncak" dari para nabi.. sehingga dalam satu org
> nabi tetapi memilki kehidupan yg dialami para nabi...
>
> jadi perang terbesar antara umat "kebenaran/kenabian" dengan umat "musuh
> kebenaran"..... ya seperti perang di "lord of the ring"... perang paling
> besar dan paling akhir dan paling menentukan..
>
> ada ruang dimensi, maka ada perbedaan... seperti ghaibnya nabi isa as...
>
> tapi kagak apa2... kalau anda tidak bisa menerima imam mahdi menurut di syiah
> 12 imam maka masuk aja ke sunni.. sebab menurut sunni, imam mahdi belum
> pernah ada tetapi akan ada...
>
> subtansi kristen adalah trinitas (yg tidak benar menurut islam) sedangkan
> subtansi islam adalah "ketahuidan dan kenabian Muhammad SWW" (yg tidak benar
> menurut kristen).... sebab selain trinitas bertentangan dengan ketauhidan
> juga adanya pernytaan nabi Muhammad SAWW kalau yesus/isa bukan tuhan tetapi
> hanya nabi saja... dan Muhammad SAWW adalah utusan ALLAH SWT...
>
> as as <as2004as_as@yahoo.com> wrote: Kebenaran
> sejati itu adalah
> ada imam yang ke 12
> waktu masih bayi entah sembunyi ke mana
> nantinya akan dateng membawa keadilan
> cuma sudah 1300 tahun
> gak dateng2 juga
> mungkin ketiduran
> ngedot
> sampai banyak ketidak adilan ada di bumi ini
> dibiarin aja
> egp
> enakan tiduuuuuuk
> ngempeeeeng
> angeeeeeeeeeeeeet
>
> pradita@telus.net wrote:
> Kayanya orang satu ini kebanyakan ngeboat sampe
> overdosis, jadi omongannya
> makin ngawur ke mana-mana. Semua agama mengklaim "kebenaran sejati", dan
> hanya
> sains yang mempertanyakan kesejatian setiap kebenaran. Dalam agama, yang
> namanya "kebenaran sejati" tidak diukur dengan sains tapi dengan iman. Elo
> kok
> goblok amat sih kaga ngarti-ngarti juga?
>
> Keyakinan bahwa Muhammad SAW menerima wahyu ilahi via Jibril di gua Hira tak
>
> bisa diukur dengan parameter sains, demikian pula perjalanannya ke surga
> selama
> satu malam dengan naik Buraq. Tapi, sebagai orang yang mengimani Islam,
> konsekuensinya elo mesti terima ini sebagai "kebenaran sejati". Tak ada
> pertanyaan, titik. Orang non-Muslim pun punya kewajiban menghargai keimanan
>
> Islam ini dan tak perlu jahil mengadunya dengan sains segala. Ujungnya cuma
>
> senjata makan tuan. Jadi, jangan sok sains lah. Mikir aja belum becus kok.
>
> Melek ah, Ndrik. Makanya jangan sibuk melototin orang lain. Udelmu sendiri
> masih perlu dibersihkan dari banyak sisa tai yang nempel di situ.
>
> manneke
>
> Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@yahoo.com>:
>
> > hahahah...hahaahha....hahaha.... mungkin ini yg disebut "skeptis" (kalau
> > tidak salah)... sebenarya dalam sejarah, pemikiran ini digunakan oleh
> > kelompok gereja untuk mendoktrin para pengikut "kristen" dalam upaya
> > menyelamatkan ajaran gereja dari arus adanya "reinasans".... upaya gereja
> > untuk melakukan "pembenaran" terhadap kesalahan ajaran gereja mereka...
> >
> > jadi menurut mereka, yg namanya kebenaran sejati itu "tidak ada".. jadi
> > nikmati aja keyakinan kamu walaupun bukti2 dengan dalil logika dan ilmiah
> itu
> > menunjukkan bahwa itu tidak benar...
> >
> >
> > kalau kosep kita mau terima maka tentu aja hasilnya adalah "tidak ada
> gunanya
> > sekolah dan belajar"... jadi bakar aja semua buku.. jadi pemberian gelar
> > kepada para cendikiawan itu tidak lain adalah pemberian gelar "sang
> > penipu"...
> >
> >
> >
> > jadi sebenarnya dalam menyikapi hal ini adalah pertemukan semua yg merasa
> > kebenaran lalu berpikir sehingga jelas bahwa siapa yg benar...
> >
> > jadi sebenarnya diforum ini ada yg secara tidak langsung diajak menjadi
> yg
> > gituan...
> >
> > kalau ada pendapat bahwa kebenaran adalah 1 x 3 = 1.. maka sampai saat
> ini
> > jika itu benar maka tidak akan ada yg namanya "nuklir"....
> >
> > kalau dalam percintaan (kejiwaan) org yg mengatakan "semua adalah
> kebenaran"
> > saya samakan dengan org yg menganggap "laki-laki dan perempuan sama aja,
> > sebab yg terpenting adalah yg penting masuk dan enak"....
> > hahahaha....hahahah.....hahahah...hahahaha......
> >
> >
> > gotholoco <gotholoco@yahoo.com> wrote:
> > Ngomong-2 neh Jeng Lulu, Tuhan itu adil bisa dibuktikan dengan
> > sederhana. Kita lahir dengan sempurna ke dunia dengan telanjang bulat
> > tidak membeda-bedakan satu dengan yang laennya. Kemudian soal
> > perbedaan warna kulit, rambut kriting atau ikal, cantik atau jelek itu
> > seh parsial, nggak signifikan.
> >
> > Dan daripada ribut berebut kebenaran, saya punya puisi neh khusus
> > hadiah buat Jeng Lulu.
> >
> > Kebenaran Hanya Ada di Titik Ketiadaan
> >
> > Aku kini bertapa di keramaian
> > Kadang di tempat kegaduhan
> > Begitu pula pada persilisihan
> > Orang-orang mencari kebenaran
> >
> > Gunung itu lama kutinggalkan
> > Pada padang ilalang di ketinggian
> > Kesombongan ego kesendirian
> > Seakan tidak butuh teman
> >
> > Dalam banyak perbedaan kutemukan
> > Berbagai "kebenaran dan kebenaran"
> > Yang terbelenggu sebatas pemikiran
> > Menggapai ujung-batas ketidakadaan
> >
> > Salam telanjang
> > gotho
> >
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, lulu <lu2_mm@...> wrote:
> > >
> > > Dear Om hendrik ...
> > >
> > > hal yang lebih penting lagi adalah bagaimana keyakinan itu tidak
> > di tukar dengan duniawi ,walau memang dosa adalah masalah manusia
> > dengan Tuhan tapi setidaknya kita bisa agak me-rem, yang namanya silau
> > duniawi ...
> > >
> > > salam hangat
> > > /Lu2
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > hendrik bakrie <henrik12syiah@...> wrote:
> > > hahaha...hahaha....hahaha.... saya juga "setuju" dengan
> > anda.... dan saya cuma ingin menambahkan yaitu "agar kita bisa
> > menemukan kesadaran, apakah kita ini bodoh,pintar,sedang membodohi,
> > atau sedang mencerdaskan keluarga kita atau org lain ....???"
> > >
> > > "tiap2 insan akan diminta pertanggung jawabannya kelak" (alquran)
> > >
> > > "tidak ada paksaan dalam agama, telah jelaslah jalan yg lurus dari
> > pada jalan kesesatan" (alquran)
> > >
> > > lulu <lu2_mm@...> wrote:
> > > ini bukan perang, hanya saling asah aja
> > > sejauh mana, kita mengenal dan memahami keyakinan kita ..
> > > jadi bener kata mas gotho ...
> > >
> > > salam hangat
> > > /Lu2
> > >
> > >
> > > pradita@... wrote:
> > > Mempelajari psikologi dengan cara mendiskreditkan agama lain?
> > Ilmu psikologi
> > > aliran mana ini? Listen, a dumb ass speaks as if he was smart enough to
>
> > > understand everything in the world!
> > >
> > > Kebenaran? Ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...,orang Jawa
> > > bilangnya "kebeneran", dan artinya adalah "kebetulan". Yang mana
> > "kebenaran"-
> > > mu, hendrik bokongingus?
> > >
> > > manneke
> > >
> > > Quoting hendrik bakrie <henrik12syiah@...>:
> > >
> > > > hahahah....hahhaha.....hahahahha..... saya khan udah bilang bahwa
> > saya tidak
> > > > merasa berperang.. lagipula saya khan kagak suka perang... saya
> > sudah pernah
> > > > "dimasukkan" disitu (gue tiba2 masuk dalam forum itu).. tetapi gue
> > kagak
> > > > cocok aja jadi gue keluar.. sebab menang disitu memang ada
> > "perang"... saya
> > > > cuma ingin mengajak/mengugat sesuatu yg dianggap "kebenaran" dan
> ingin
> > > > membuktikan bahwa memang yg saya yakini adalah suatu
> > "kebenaran"... sebab
> > > > bagi saya salah satu tujuan terpenting mempelajari psikologi
> > adalah lahirnya
> > > > sebuah "kesadaran" apakah kita bodoh,pintar,membegooin org,
> > mempintarkan
> > > > org,dll... "kesadaran" itulah yg penting.... kalau ada yg
> > menganggap bahwa
> > > > saya sedang menantang (ingin perang) bagi gue sih "silahkan
> > aja".... jadi
> > > > sederhana khan...?????..
> > > >
> > > > gotholoco <gotholoco@...> wrote: Bang Hendrik, kalau mau seru
> > > > "perang" agama,coba masuk di grup milis
> > > > Zaman, disana bakal lebih seru. Kalau disini cuman ada Manneke.
> > > >
> > > > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, hendrik bakrie
> > > > <henrik12syiah@> wrote:
> > > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > ---------------------------------
> > > > Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
> > Search.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
> > Yahoo! Answers
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
> > Search.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

Files to share?

Send up to 1GB of

files in an IM.

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] hendrikk... !!! lu punya penis gak ... ??? punya bua jakar gak... ???

hendrikkkk cayanggg... eyyy gue tu pnasaran sama lu niyy.... lu tu bnernya punya penis ga siyyy ????... punya bua jakar gak siyy ????? eyy... kalu lu blom tau ni gue kasi tau yah.... penis tu kontol.. kalu bua jakar tu pasti peler..... hendriikkk !!!! lu punya kontol sma peler gakkk ...???? ngentot yukkkk !!! 

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

HDTV Support

The official Samsung

Y! Group for HDTVs

and devices.

Yahoo! Groups

Women of Curves

Discuss food, fitness

and weight loss.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] bua jakar tu apaan siyyy ????

eyyy... ni gue lagi dah lama ga mampir niyyy... gue tu bingung niy ma nyang namanya bua jakar tu apaan siyyy ???? ... hendrikkk...!!!! kasi tau dong bua jakar tu apaan siyy... ??? gue tu taunya namanya peler gituh.  kalu peler gue mank suka tuh... asikkk deeyyy !!!  

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Parenting Groups

on Yahoo! Groups

Single Parenting

to managing twins.

.

__,_._,___