Rabu, 16 Januari 2008

[psikologi_transformatif] 50% Merdeka

50% Merdeka

kartu sudah dibagikan
siapa yang punya kartu truf?

pada emosi yang buta hurup
media cetak corongnya cendana
semua berita dijokul obralan
jurnalistik tanpa rasa kemanusiaan
kekejaman disulap jadi rayuan

ada hujan milyaran uang haram?
pengkhianat bangsa jelas kelihatan
yang jual diri jual nama jual iman

ironi memori bangsa indonesia
manipulasi sejarah terbukti sudah
apa lagi yang kau mau tau?

istana punya kuasa
cendana punya dana
elite politik lagi main kartu
bosnya punya nama dipoles
propaganda sesat para penjilat

sedangkan di bawah banyak urusan penting
korban bencana alam menggigil kedinginan
rakyat perlu kepastian hukum dan keadilan
bukan pameran dukungan terhadap bekas tiran

ayo! marikita bersama
bersatu mengganyang keraguan
kita belum merdeka 100% bung!

sirajatega masih berkuasa
maka derita itu dobel bencana

jaga semangat persatuan indonesia
jangan mau dirayu bujukan uang haram

Heri Latief
Amsterdam, 16/01/2008



sastra-pembebasan@yahoogroups.com
milisgrup opini alternatif

http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
penerbit buku sejarah alternatif

http://progind.net/
kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Special K Group

on Yahoo! Groups

Learn how others

are losing pounds.

.

__,_._,___

[beasiswa] [info] beasiswa anita borg scholarship

Dr. Anita Borg (1949 - 2003) devoted her adult life to revolutionizing the
way we think about technology and dismantling barriers that keep women and
minorities from entering computing and technology fields. Her combination of
technical expertise and fearless vision continues to inspire and motivate
countless women to become active participants and leaders in creating
technology.As part of Google's ongoing commitment to furthering Anita's
vision, we are pleased to announce the 2008 Google Anita Borg Scholarship,
through which we hope to encourage women to excel in computing and
technology and become active role models and leaders.
Scholarships will be awarded based on the strength of candidates' academic
background and demonstrated leadership. A group of female undergraduate and
graduate student finalists will be chosen from the applicant pool. The
scholarship recipients will each receive a $10,000 scholarship for the
2008-2009 academic year. Remaining finalists will receive $1,000 each.
All scholarship recipients and finalists will be invited to visit Google
headquarters in Mountain View, California on April 3-5, 2008 for a
networking retreat which will include workshops with a series of speakers,
panelists, breakout sessions and social activities.
Eligibility Requirements
Candidates must:

be entering their senior year of undergraduate study or be enrolled in a
graduate program in 2008-2009 at a university in the United States.
be Computer Science, Computer Engineering, or related technical field
majors.
be enrolled in full-time study in 2008-2009.
maintain a cumulative GPA of at least 3.5 on a 4.0 scale or 4.5 on a
5.0scale or equivalent in their current program.
How to ApplyComplete the online application form and submit the requested
documentation via mail. All applications must be postmarked by Friday,
February 1, 2008.
Finalists will be notified in March 2008. As the final step in the
scholarship selection process, all finalists will have phone interviews with
representatives from the Google Selection Committee. Scholarship recipients
will be selected from the finalists.
Interviews for internships or full time opportunities are separate from
scholarship phone interviews.
Read more: http://www.google.com/anitaborg/


[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] Kesadaran Berasuransi Jiwa bagi Orang Muda

Kesadaran Berasuransi Jiwa bagi Orang Muda
 
Di Indonesia, meskipun di kota megapolitan seperti Jakarta, kesadaran untuk berasuransi jiwa masihlah cukup rendah bila dibandingkan dengan kesadaran menabung bahkan masih lebih rendah bila dibandingkan dengan asuransi kerugian (harta benda). Sering orang tidak dapat mengapresiasi manfaat dari asuransi jiwa dan merasa mengikuti program asuransi jiwa hanya buang-buang duit tapi tidak jelas manfaatnya atau manfaatnya tidak bisa dinikmatinya langsung (menerima uang pertanggungan setelah kematiannya).
 
Sesuai dengan namanya, asuransi jiwa adalah jaminan perlindungan finansial bagi penerima manfaat yaitu biasanya ahli waris ketika terkena musibah yang dapat menghilangkan jiwanya. Asuransi jiwa biasanya diperluas juga menjadi asuransi kesehatan dan jiwa namun tetap dipisahkan dengan asuransi kerugian. Untuk asuransi kesehatan, si tertanggung bisa merasakan manfaat perlindungan finansial secara langsung ketika mengalami musibah sakit. Namun tetap saya tekankan sebagai asuransi jiwa karena asuransi kesehatan biasanya hanyalah pengembangan premi dari asuransi jiwa. Alias manfaat jaminan kesehatan besarannya mengacu dan tidak melebihi dari manfaat uang pertanggungan untuk program asuransi jiwanya.
 
Sayangnya desakan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari ditambah dengan desakan menabung untuk memenuhi kebutuhan dalam membangun masa depan seperti kebutuhan akan rumah tinggal, kendaraan, pendidikan anak juga rencana pensiun membuat mengikuti program asuransi jiwa terasa jauh kurang penting dibandingkan dengan usaha pemenuhan kebutuhan yang disebut lainnya. Alasannya sederhana, terutama bagi individu-keluarga muda, yaitu merasa mengikuti asuransi jiwa belumlah dirasakan sebagai prioritas sehingga menundanya atau belum merasa perlu. Biasanya bilapun ada yang mengikuti program asuransi jiwa, yang mereka kejar adalah manfaat nilai tunainya. Itu karena manfaat nilai tunai/investasi yang ada pada program asuransi jiwa biasanya berjangka panjang, rata-rata mempunyai kinerja hasil investasi yang di atas bunga deposito dan memiliki program rutinitas setoran, sehingga bisa digunakan sebagai rencana jangka panjang terutama untuk rencana pendidikan anaknya nanti ataupun rencana pensiun. Tapi…, hampir semua berkeberatan dengan beban premi yang harus mereka bayar karena memang mereka belum begitu mengapresiasi kebutuhan akan jaminan finansial yang disediakan oleh asuransi jiwa.
 
Akibatnya pada bisnis asuransi di Indonesia, seringkali etika penjualan dilanggar dengan tidak transparan dalam jumlah beban premi yang harus dibayarkan oleh calon pembeli. Juga banyak yang mempromosikan seolah-olah program asuransi jiwanya adalah selayaknya program investasi yang berbonus asuransi! Hal ini sering-kali membawa salah-pengertian. Calon pembeli mengira program yang akan dia ikuti akan seperti selayaknya program investasi, yang paling tidak sebagian besar porsi uangnya akan ditanamkan untuk investasi dan juga iming-iming kinerja yang jauh lebih tinggi daripada janji bunga deposito. Namun kemudian menjadi terkaget-kaget ketika mengetahui (mungkin setelah ikut 1-2 tahun) besarnya beban premi yang harus dia bayar membuat porsi investasinya menjadi jauh lebih kecil daripada porsi untuk buat bayar preminya. Atau ternyata hasil investasinya masih dibebani untuk pembayaran premi sehingga kinerja yang diiming-imingi yang seharusnya jauh lebih tinggi daripada deposito ternyata hasil bersihnya malah jauh lebih rendah setelah dikurangi dengan beban untuk membayar premi!
 
Jika kesadaran untuk berasuransi jiwa pada individu-keluarga muda masih rendah, sampai kapanpun masalah kesalah-pahaman ini tak akan terselesaikan. Ditambah lagi pada faktor strategi (baik perusahaan maupun perorangan/agen) untuk mempromosikannya sebagai model investasi berbonus asuransi. Terutama terlihat sekali pada perusahaan-perusahaan patungan bank-asuransi (bank-assurance) yang menggantungkan lini depan penjualannya pada lini-lini depan pelayanan kostumer bank. Sehingga banyak terjadi pegawai bank yang melayani juga penjualan asuransi jiwa terutama yang bersifat program asuransi jiwa + tabungan. Sayangnya banyak dari mereka tidak memahami faktor premi dan sifat kebutuhan yang khas yang harusnya dijelaskan olehnya. Melainkan sering-kali membawakannya dengan cara yang sama/tipikal dengan program-program bergaya investasi lainnya seperti penawaran obligasi, reksa-dana, dsb.
 
Sekali-lagi tulisan ini tetap saya tekankan pada kesadaran berasuransi jiwanya. Perluasannya dalam asuransi kesehatan dan manfaat nilai tunai, bagi saya, jika kesadaran terhadap pentingnya program asuransi jiwa tetap rendah, maka calon pembeli tetap berpotensi tidak puas terhadap premi yang dikenakan. Atau malah bisa jadi meminta program asuransi kesehatan yang TERPISAH dengan program asuransi jiwa. Atau bisa juga menuntut program asuransi + investasi dibuatkan yang mengandung premi asuransi jiwa yang paling sedikit dan porsi investasi yang paling besar. Ini semua membuat peran-serta untuk mewujudkan tujuan mulia kesadaran berasuransi jiwa bagi perusahaan-perusahaan asuransi jiwa akan sulit tercapai di Indonesia. Memang banyak keuntungan investasi yang dikaitkan dan dikeluarkan oleh perusahaan asuransi melalui produk asuransi jiwa + tabungan yang singkatnya biasa disebut sebagai produk Unit Link. Dan ada baiknya juga program asuransi kesehatan yang terpisah dengan program asuransi jiwa. Tapi sayangnya ini akan membuat calon pembeli akan menyikapi pembelian asuransi jiwa juga pun asuransi kesehatan sebagai pembelian yang untung-untungan (untunglah kalau sempat/bisa klaim), berprasangka tinggi dan sekedar pelengkap/kebutuhan tersier dimana membelinya setelah hampir semua prioritas yang lain terpenuhi. Sehingga timbul sikap yang tidak pedulian terhadap perkembangan portofolio asuransi jiwa (+ kesehatan)-nya yang berguna untuk memperbarui portofolio polis asuransinya berdasarkan resiko umur dan faktor kesehatannya. Paling-paling klien hanya mengingat dia punya jaminan berapa untuk akses jaminan kesehatannya dan terutama yang paling dipedulikannya adalah perkembangan manfaat nilai tunainya. Hampir tidak ada rencana finansial tertulis dan terintegrasi berdasarkan umur, resiko (baik finansial maupun fisik) dan potensi kebutuhan/permasalahannya.
 
Sepertinya terlihat tidak ada jalan untuk 'menggugah' kesadaran. Meskipun sudah mendengar berbagai kesaksian dari generasi yang lebih tua ataupun generasai yang lain yang telah mengalami gangguan kesehatan yang mengganggu pula rencana finansialnya. Sayang sekali bila banyak yang harus mengalaminya dulu melalui orang tua sendiri atau yang dikasihinya ataupun pada dirinya-sendiri, baru timbul kesadaran tentang asuransi jiwa ataupun kesehatan. Tentu kita semua tidak ingin mengalami dulu kejadiannya. Jangan sampai seperti pada contoh pasangannya yang meninggal membuat seorang istri harus ketar-ketir melanjutkan rencana finansialnya bersama anak-anak. Atau di tinggal mati orang tua padahal adik-adik banyak yang masih belum selesai sekolahnya, dlsb. Saat-saat seperti itu adalah saat yang sangat menyedihkan karena sudah terlambat. Sedangkan orang muda sekarang masih memandang program asuransi jiwa sebagai program yang untung-untungan dan yang tidak begitu terasa langsung manfaatnya bagi dirinya sendiri.
 
Meski demikian, saya sendiri sebagai agen asuransi tidak menganjurkan untuk membujuk orang-orang yang kita kasihi ataupun orang-orang di sekitar kita untuk masuk program asuransi jiwa dengan mengharu-birukan perasaan mereka! Atau dengan menakut-nakuti mereka akan musibah, kematian, penyakit, dlsb. Bagi saya, cara-cara tersebut tidak menghargai privasi perasaan orang lain. Juga merupakan cara yang sangat agresif dikarenakan bagi calon pembeli hanya ada dua pilihan baginya, mengakui/menonjolkan ketakutan mereka atau terpaksa menolak diri kita. Ingat, seringkali yang ditolak bukanlah program asuransi jiwanya, tapi GAYA diri kita yang menjual seperti itu. Mereka tentu mempertahankan kenyamanan pribadi mereka dan cenderung berusaha melepaskan diri dari jerat/gangguan terhadap privasi perasaan mereka. Perlu diketahui, pendekatan yang saya lakukan langsung di lapangan dalam bertemu klien sebagian besar masihlah merupakan mengejar keefisienan dengan menyortir dan kemudian hanya mendekati calon-calon pembeli yang memang butuh atau telah sadar baik itu untuk menjual asuransi jiwanya atau untuk menjual investasinya. Itupun sebagian besar melalui referensi atau rekomendasi dari teman atau klien saya yang senang dengan gaya saya menjual. Sedangkan bila saya mendapati calon pembeli yang merasa belum butuh, yang saya lakukan adalah berusaha mempromosikan dan 'menyadarkan' bukan melalui diri saya melainkan melalui referensi (teman atau keluarganya) yang mengenalkan calon pembeli itu ke diri saya. Tentu calon pembeli lebih mempercayai teman atau keluarganya sehingga jauh lebih efektif jika saya tetap memberikan masukan dan pendapat saya melalui diri referensi tersebut supaya kemudian dalam hubungan sosialnya, yang alaminya pesan-pesan saya akan disampaikan lagi ke calon pembeli yang saya hadapi tersebut.
 
Walaupun begitu, tulisan ini merupakan bentuk usaha saya selanjutnya untuk membagikan pengalaman dan pemikiran saya yang bertujuan untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran kita akan kebutuhan asuransi jiwa. Mirip seperti jaman dimana metode menabung melalui bank belum begitu dikenal. Maka meningkatnya animo masyarakat untuk menabung adalah seiring dengan kesadaran kita semua yang meningkat terhadap kebutuhan untuk keamanan menabung, transaksi bisnis melalui produk perbankan dan juga untuk mendapatkan bunga. Bahkan sampai-sampai tidak begitu dipermasalahkan lagi bila biaya administrasinya semakin tinggi dan bunga yang dijanjikan semakin rendah. Tentu hal ini butuh waktu. Dan cara yang paling nyaman dan tidak mendesak adalah melalui tulisan, baik itu bagi saya maupun bagi para pembaca yang mungkin juga telah merencanakan untuk membeli program asuransi jiwa.
 
KESADARAN SI PASIEN
 
Tolak pandang yang akan saya gunakan dalam tulisan ini untuk 'membujuk' anda memahami tentang perlunya kebutuhan akan program asuransi jiwa bukanlah dengan menakut-nakuti. Juga bukan dengan menyebutkan berbagai keunggulan dan kecanggihan produk ataupun perusahaannya. Kesadaran akan kebutuhanlah yang menjadi sasaran saya. Namun hal ini bukan berarti bahwa kita semua secara naif tidak sadar akan pentingnya program asuransi jiwa. Saya yakin, hampir dari seluruh diri kita telah mengetahui dan menyadari pentingnya berasuransi jiwa. Namun ketika ditodong untuk ikutan asuransi jiwa, maka hampir otomatis jua bagi orang-orang yang memang belum ada niatan untuk masuk, membentengi diri dengan berbagai alasan untuk menghindar bahkan mengkonfrontasi. Di sini saya tidak mengatakan semua orang wajib masuk asuransi jiwa. Melainkan hendaknya menarik untuk dicermati reaksi-reaksi otomatis kita yang sepertinya cenderung untuk sulit melihat manfaat langsung, ungkapan-ungkapan mengapa sering dikatakan sebagai untung-untungan, prasangka yang kelewatan, dlsb. Jadi, bilapun kita ingin menolak untuk masuk ke program asuransi jiwa manapun, tolong dipastikan alasannya bukan karena tidak nyaman dipaksa untuk membeli melainkan karena memang menyadari belum/tidak butuh berdasarkan karakter agenda finansial pribadinya sendiri.
 
Kesadaran yang dimaksud di sini pun yang ingin saya sampaikan adalah KESADARAN SI PASIEN.  Bukan sekedar sadar akan manfaat ikut program asuransi jiwa. Saya akan jelaskan lebih lanjut. Saya akan ambil contoh. Adakah yang pernah merasakan penyakit Lupus? Kalau kita baca dari Wikipedia edisi bahasa Indonesia akan saya kutip,
"Pada Lupus, tubuh menjadi overacting terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak antibodi atau semacam protein yang malah ditujukan untuk melawan jaringan tubuh sendiri. Dengan demikian, Lupus disebut sebagai autoimmune disease (penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan)."
Setelah kita sekedar membaca dari kutipan Wikipedia edisi bahasa Indonesia tentang Lupus tersebut, kita jadi menyadari bahayanya penyakit tersebut. Namun pembahasan tentang kesadaran yang saya inginkan adalah LEBIH DARI ITU. Kita tidak sekedar tahu dari membaca kemudian sadar bahayanya. Tapi kita belumlah MENYADARI BAHAYANYA SEPERTI SAAT MENGALAMINYA LANGSUNG. Kesadaran saat kita mengetahui kita menderita Lupus pastilah sangat mengerikan. Dan tiba-tiba hal yang paling terpenting di dunia ini bagi diri kita adalah PULIHNYA KEMBALI KESEHATAN KITA SEPERTI SEDIA KALA.
 
Apapun yang sedang kita rasakan ketika kita lagi jatuh sakit terutama sakit berat, kita hampir langung serta-merta meminggirkan segala prioritas sebelumnya yang ingin kita lakukan dan MEMBUAT KESEMBUHAN ADALAH PRIORITAS YANG PALING UTAMA. Lebih mengerikannya lagi, jika kita menyadari penyakit kita tidak dapat disembuhkan dan dapat membuat ajal menghampiri kita JAUH LEBIH CEPAT DARIPADA YANG KITA KIRA, maka setelah prioritas untuk menyembuhkan diri dianggap gagal, maka DATANGLAH PENYESALAN-PENYESALAN. Kecuali seseorang sudah cukup berpasrah diri dan berbahagia menantikan ajalnya, namun mau-tidak mau segala rencana duniawi (juga finansial) yang tak akan dapat diselesaikannya berkelebatan di kepalanya.
 
Penjelasan ilustrasi di atas cukup bergaya menakut-nakuti anda? Kalau kita sekedar takut karena ditakut-takuti lalu masuk ke program asuransi jiwa, bukan itu tujuan saya ngoceh di tulisan ini.
 
EKSPRESI JIWA
 
Jiwa adalah sesuatu yang menjiwai tubuh ini sehingga bisa disebut sebagai manusia yang manusiawi. Tentu tujuan kita hidup bukanlah sekedar menimbun harta-benda atau membuat segalanya terjadi sesuai rencana-rencana. Namun terutama adalah kita dapat MENJIWAI segala yang kita rencanakan dan lakukan. Jikalau hidup tanpa menjiwainya, maka tentu tidak akan ada yang dianggap sebagai DRAMA KEHIDUPAN. Film tidak akan laku dan kreativitas juga seni akan segera menjadi kering. Secara teori bisa saja badan kita digantikan oleh robot-robot yang sanggup melakukan dan meniru apapun yang perlu atau biasanya dilakukan dalam menjalani kehidupan kita, lalu kita sendiri lenyap entah kemana yang jelas bukan di kehidupan itu. Tentu bukan itu yang kita mau bukan? Paling tidak, jika kehidupan kita terasa seperti robot, kita masih memiliki jalan-jalan pelarian dari kehidupan diri kita sendiri! Ini membuktikan sebegitu pentingnya pemaknaan atau penghayatan/PENJIWAAN dalam kehidupan kita. Setidaknya ketika lagi melarikan diri berdugem ria adalah saat kita mencari variasi dari kebosanan hidup! Mencari variasi adalah mencari pemaknaan dan penghayatan hidup. Kita bisa kehilangan kewarasan jika terus-menerus hidup tanpa menjiwainya.
 
Tak usah dikatakan pentingnya faktor kesehatan supaya bisa menjiwai kehidupan. Namun dalam keadaan sakit menuju ajal pun ada orang yang juga bisa menjiwai sisa kehidupannya untuk membahagiakan dirinya sendiri. Jika kita ikut program asuransi kesehatan dengan berpikir pada saat ini hanya bisa menghayati manfaat bantuan finansial saat klaim belaka, maka tujuan kita tersebut hanyalah tujuan materi, yang dimana kita sekedar ikut program asuransi kesehatan cuma berharap beruntung saat masih bisa klaim dan diterima klaimnya. Ini membuat program asuransi kesehatan hanyalah metode lain untuk mengumpulkan harta-benda di saat musibah sakit sekalipun. Akibatnya biasanya kita akan merasa ironis karena dua hal :
  1. Merasa uang yang diterima melalui klaim tidak dapat menutup biaya yang timbul dari penyakitnya. Hal ini karena tiadanya perencanaan yang matang dan asal masuk ketika ikut program asuransi kesehatan.
  2. Merasa beruntung karena jumlah klaim dapat menutupi biaya pengobatan. Namun seiring mulai dirinya dapat merasakan manfaat asuransi kesehatan seiring pula kecemasannya terhadap perencanaan biaya kesehatan terutama untuk penyakit kritis yang biayanya bisa sangat mahal dan bisa membuat bangkrut. Untuk yang ini biasanya pemegang polis mulai menambah portofolionya seiring dengan bertambahnya kekhawatiran. Apalagi jika penghasilannya terbatas.
 
Dua-duanya ironis karena dua-duanya menambah kekhawatiran akan kesanggupannya membiayai kesehatannya di masa depan. Ini dapat terjadi bilamana hidup selalu diukur oleh tingkat kecemasan terhadap kemampuan finansial. Dan biasanya tetaplah kesadaran akan asuransi jiwa (bukan asuransi kesehatan)-nya rendah. Bisa dimaklumi karena sesungguhnya yang paling dikhawatirkan oleh mereka adalah kecemasannya alias DIRINYA SENDIRI. Sedangkan salah satu kualitas kesadaran yang diperlukan dalam hal asuransi jiwa adalah EKSPRESI PENJIWAAN AKAN KEPEDULIAN AKAN ORANG LAIN. Banyak orang yang dapat mengatakan dia peduli dan bahkan menunjukkannya berulang-kali. Tapi menjiwainya? Belum tentu. Terutama jika masih mempunyai pikiran "bukan aku yang menikmati manfaat asuransi jiwa" walaupun pikiran itu cuma sekejap saja. 
 
Menghayati atau menjiwai kehidupan adalah dapat merasakan langsung kehidupan pada saat ini. TERMASUK pun ketika sedang berencana. Program asuransi jiwa adalah suatu program yang merupakan penerapan dari rencana-rencana finansial anda. Rencana-rencana finansial TERUTAMA BUKAN UNTUK MENGHASILKAN KEKHAWATIRAN, JUGA BUKAN UNTUK MENJAMIN KEDAMAIAN PIKIRAN, MELAINKAN UNTUK EKSPRESI KASIH DARI JIWA ANDA TERHADAP KEHIDUPAN DIRI ANDA DAN KELUARGA ANDA SENDIRI. Mencari jaminan kedamaian pikiran sama saja mengkhawatirkan kedamaian pikiran anda. Manfaat asuransi jiwa TERASA SAAT INI JUGA. Dapatkah kita semua merasakannya? Ketika seorang yang baru saja menjadi ayah membeli asuransi jiwa walaupun atas nama demi jaminan pendidikan anak, namun sebenarnya sang ayah baru itu baru saja MENJIWAI PERANNYA SEBAGAI AYAH MELALUI PEMBELIAN TERSEBUT?  Bagi saya sebagai agen asuransi, tidak masalah anda mengekspresikan penjiwaan anda terhadap kehidupan melalui membeli ataupun tidak membeli asuransi jiwa.
 
Tapi saya akan sangat senang dan terharu bila saja bisa mengetahui bahwa anda membeli asuransi jiwa untuk :
  1. Menjiwai kasih anda terhadap istri dan anak.
  2. Menjiwai kasih anda terhadap ortu dan juga saudara kandung.
  3. Menjiwai kasih anda terhadap orang-lain.
…...Tidak sekedar mewarisi uang
Membeli asuransi kesehatan untuk :
  1. Menyayangi diri anda dan orang-orang yang bergantung dengan anda
  2. Menghargai kehidupan dengan menghargai pentingnya kesehatan yang tercermin dalam rencana jaminan kesehatan finansial anda.
  3. Menghargai ajal dengan sudah berusaha mempertahankan kesehatan anda untuk terus menjiwai sisa kehidupan.
…..Tidak sekedar mengejar uang penggantian klaim
Sekaligus berinvestasi untuk : menggunakan sumber daya dengan bijak dan menjiwai setiap interaksi dan transaksinya supaya tidak kehilangan rasa syukur dan sifat manusiawinya.
 
Selamat merencanakan keuangan anda, semoga kita tidak pernah kehilangan jiwa kita.
 
"Asuransi jiwa untuk melindungi jiwa bukan mematerialisasikannya"
 
Salam,
Adhi Purwono.


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Parenting Zone

Your home for

parenting information

on Yahoo! Groups.

Improvement Zone

on Yahoo! Groups

Find groups about

New Year's goals.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Misteri Cinta

'RahmatKu (CintaKu) meliputi segala sesuatu'

Bencana
alam, act of God, Tsunami, ratusan ribu orang mati, media menyiarkan
rekaman jajaran bayi-bayi, anak-anak kecil tanpa nyawa.

Inikah
cinta? Kita semua adalah wakilNya, refleksiNya, seyogyanya pula kita
mengerti apa arti cinta ini. Setidaknya dalam perjalan kembali
kepadaNya, walau setapak demi setapak, misteri cinta ini dapat terkuak
pula sedikit demi sedikit.

Mengapa pemandangan bencana selalu
mengundang kesedihan? Rupa-rupanya hanya cinta dengan pengetahuan yang
menembus ruang dan waktu lah (Wisdom, pantulan Ar-RahimNya) yang dapat
membawa kedamaian.

Lengkapnya di : http://www.going-home.org/

Salam,

Jusuf Achmad

__________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Groups

Parenting Zone

Share experiences

with other parents.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: Met ultah Audifax

nggak usah dibalas, beban moral yang ditanggung audifax udah banyak
banget, malu.

salam,
goen

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "vincentliong"
<vincentliong@...> wrote:
>
> Kira-kira seminggu lagi ultahmu Audifax : 25 Januari 2008. Kalau
tidak
> salah ultahmu ke 35 yang kali ini yach :) .
>
> Tahun lalu 20 Mei 2007 ultahku ke 22 kau mulai jalankan terormu ke
> pihak keluarga Kompatiologi. Sebelumnya, saat masih berteman saya
> tidak pernah perlakukan teman dengan buruk.
>
> Selamat ulang Tahun ke 35 yang seminggu lagi…
>
> Tentang kado ultahmu kepadaku, sampai hari ini aku belum
membalas...
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Special K Group

on Yahoo! Groups

Join the challenge

and lose weight.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Met ultah Audifax

Kira-kira seminggu lagi ultahmu Audifax : 25 Januari 2008. Kalau tidak
salah ultahmu ke 35 yang kali ini yach :) .

Tahun lalu 20 Mei 2007 ultahku ke 22 kau mulai jalankan terormu ke
pihak keluarga Kompatiologi. Sebelumnya, saat masih berteman saya
tidak pernah perlakukan teman dengan buruk.

Selamat ulang Tahun ke 35 yang seminggu lagi…

Tentang kado ultahmu kepadaku, sampai hari ini aku belum membalas...

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Improvement Zone

on Yahoo! Groups

Find groups about

New Year's goals.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Re: press release dan undangan peluncuran buku "Neraka Rezim Soeharto"

KAWAN2 YG BAIK,

datanglah, belilah bukunya, supaya kau baca itu..., betapa ngerinya kekejaman rejim soeharto.

praktik pelanggaran ham berat jangan sampai terulang lagi, terbukti sudah, ternyata bangsa indonesia yg kritis dibabat secara sadis oleh pemerintahnya sendiri...

hl

--- In sastra-pembebasan@yahoogroups.com, lita <la_belle_chat@...> wrote:

Dear rekan milis,

salam kenal. berikut saya sampaikan undangan peluncuran buku "Neraka Rezim Soeharto". semoga berkenan.

tabik,

lita



Press Release


Peluncuran Buku & Diskusi


"Neraka Rezim Soeharto"


(Misteri tempat-tempat penyiksaan Orde Baru)


Sepekan sudah mantan Presiden Indonesia, Soeharto dirawat karena kegagalan beberapa fungsi organ tubuh. Sepekan itu pula sorotan publik, terutama melalui media, terpusat pada mantan orang terkuat dimasa Orde Baru tersebut. Polemik yang muncul sejak ia mengundurkan diri, akibat desakan gerakan massa demokratik, semakin meruncing. Hal tersebut dipicu oleh kondisi kesehatannya yang kritis, sehingga mengemuka berbagai silang pendapat mengenai status hukumnya sebagai tersangka untuk kasus korupsi yayasan Supersemar. Publik terpecah dalam dua pendapat. Pendapat pertama adalah membatalkan segala tuntutan hukum dan mengampuni Soeharto atas dasar jasa-jasanya, sementara pendapat lain justru meneruskan proses hukum dan tetap mengadilinya meski secara in-absentia berdasar rekam jejak kekuasaannya yang bergelimang darah dan sarat kejahatannya di bidang ekonomi, politik serta HAM.


Soeharto memulai kekuasaannya di Indonesia sesaat setelah pergolakan akibat “pemberontakan” yang disinyalir dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Sejak itu pula, terjadi kejahatan kemanusiaan yang terus berlangsung selama dan bahkan setelah ia berkuasa, demi menstabilkan kewenangan yang ia miliki dalam menjalankan pemerintahan di Indonesia.


Tak terhitung berapa korban nyawa yang telah jatuh karena kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan oleh Soeharto. Sebut saja tapol-tapol kasus G30S, Peristiwa Malari, Peristiwa Tanjung Priok, Peristiwa Talangsari, penghilangan paksa 1998 dan lain-lain. Belum lagi mereka yang diseret ke penjara dan bahkan dibunuh tanpa proses pengadilan yang terbuka. Banyak dari mereka yang diculik dan disekap selama berbulan-bulan "bahkan bertahun-tahun" hanya karena memiliki sudut pandang dan keberanian dalam mengungkapkan segala hal yang dianggap mengancam kekuasaan Soeharto.


Di tengah santernya usaha dalam memperbaiki citra Soeharto yang dilakukan melalui "kampanye halus" di media-media mainstream, penerbit Spasi dan VHR Book menerbitkan sebuah buku berjudul "Neraka Rezim Soeharto". Buku ini mengulas "neraka-neraka" yang diciptakan Soeharto, dalam bentuk tempat-tempat penyiksaan bagi mereka yang diculik dan ditangkap secara semena-mena selama Soeharto berkuasa, juga merekam kesaksian blak-blakan dari mereka yang pernah mengalami siksaan rezim Orde Baru.


Dalam upaya untuk mencegah berbagai upaya politik Impunitas terhadap Soeharto dan para penguasa orde baru, maka Voice of Human Rights (VHR) News Centre dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menggelar acara Launching buku & Diskusi yang akan dilaksanakan pada:


Hari/Tanggal         :     Jum'at, 18 Januari 2008    


Waktu                   :     Pkl. 14:00 s.d. 16:00


Tempat                  :     Gedung Komisi Nasional Hak Asasi Manusia,


                                    Jln. Latuharhary No. 4 B Jakarta 10310


Narasumber           :     1.   Joseph Adi Prasetyo (Anggota Komnas HAM)


                                    2.   Mugiyanto (Ketua Ikatan Keluarga Orang Hilang --IKOHI)


                                    3.   Saksi Korban Kasus Tanjung Priok


                                    4.   Margiyono (Penulis buku & Jurnalis VHR
News Centre)


Moderator             :     Raharja Waluya Jati


 


Contact persons: lita (0888-9180070), Ida (0815-1658687)







sastra-pembebasan@yahoogroups.com
milisgrup opini alternatif

http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
penerbit buku sejarah alternatif

http://progind.net/
kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Do-It-Yourselfers

Find Y! Groups

on Lawn & garden,

homes and autos.

Wellness Spot

on Yahoo! Groups

A resource for living

the Curves lifestyle.

.

__,_._,___