Sabtu, 11 Agustus 2007

Re: [psikologi_transformatif] Doa kami untukmu Ibu Pertiwi.....!!!!!

terima kasih untuk do'amu
kami semua bangga akan semangatmu
terima kasih kami ucapkan atas persembahanmu
kami semua mendukungmu
wahai luluk, pahlawan devisa

lulu <lu2_mm@yahoo.co.id> wrote:

17 Agustus 2007 bertepatan dengan hari jumat, ada perasaan senang karena hari jumat adalah hari libur disini....
ada semangat menunggu datangnya 17 agustus tahun ini, mungkin karena tahun lalu bukan hari jumat, jadi hanya bisa menikmati meriahnya HUT RI setengah hari di KBRI ...
bisa di bayangkan semua kegiatan sudah hampir selasai...
 
Orang Bilang T-Shirt hanyalah pembalut tubuh saja...
dan tulisan2 itu hanyalah pemanis dan pelengkap .........
tapi itu bukan untuk kami....
tertulis ` KAMI BANGGA TERLAHIR DISANA , I LOVE INDONESIA...`
bagi sebagian orang mungkin terlihat lucu dan norak ...
sengaja kami pilih warna putih sesuci hati kami sebagai generasi indonesia...
dengan tulisan merah, mewakili semangat kami untuk bersaing dan mengharumkan namamu di dunia luar...
 
Selalu ada harapan baru buat bangsaku....
kami tahu , kau sedang berduka...
bencana alam, krisis ekonomi, jumlah pengangguran yang semakin meningkat, serta kabut pekat korupsi seakan terus membebanimu...
kami tetap bangga terlahir darimu...........
bernafas,tumbuh dan bermain di sana adalah suatu karunia yang patut kami syukuri,
walau mereka sinis dan memandangmu rendah...
kami akan terus bangga dan berusaha mengharumkanmu...
 
Wahai Indonesia, ibu pertiwiku....
tetaplah tegar, setegar jiwa kami yang selalu membanggakanmu....
tetaplah tersenyum, secerah hati kami yang berada jauh darimu...
dukunglah perjuangan kami, untuk selalu mempersembahkan yang terbaik bagimu, sekembalinya kami di pelukanmu nanti...
 
Doa kami untukmu Indonesia....
tetaplah menjadi ibu yang selalu kami rindukan, dan  akan tetap menjadi yang terbaik bagi kami...
seiring doa dan semangat kami semua, semoga duka dan bebanmu akan tergantikan dengan senyum dan kebahagiaan bagi kita semua....
`MERDEKA.....!!!!` semoga bukan hanya pekik semata...
 
Salam hangat selalu...
/Lu2
 

Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!


Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos more.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your style &

mood in Messenger.

Yahoo! Mail

You're invited!

Try the all-new

Yahoo! Mail Beta

Y! Messenger

Files to share?

Send up to 1GB of

files in an IM.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] sifat rasulullah menurut Alquran....!!!

dari salah satu web site islam...
 
wahai umat manusia.. tuhan sejati hanyalah satu
 
wahai penganut yahudi.. muliakanlah ALLAH yg tuhan untuk segala bangsa dan muliakanlah kenabian al masih dan kesucian maryam... dan al masih bukanlah seorang penoda ajaran para nabi lainnya...
 
wahai penganut kristen.. muliakanlah para nabi seperti kalian memuliakan yesus (al masih).. bukankah para nabi dahulu hanya menyembah satu tuhan..?? bukankah musa menentang ketuhanan firaun dan keyakinan bahwa dewa amon-ra adalah org tua dari firaun...??? sebab ketahuilah bahwa tuhan "tidak beranak dan tidak diperanakkan" apakah akal rasional menolak ini..??? ... jika yesus menjadi tuhan dengan tidak ada bapaknya lalu mengapa adam, bumi, amoeba bukan tuhan...??
 
jika pengetahuan bisa membawa kita pada ketakjuban pada dunia ini dengan isinya lalu mengapa pengetahuan tidak bisa membawa kita pada tuhan sejati...????
 
 
Sifat-Sifat Rasulullah Menurut Al-Qur'an
 

<!--[if !supportEmptyParas]-->
 

<!--[if !supportLists]-->-  <!--[endif]-->KH. Jalaluddin Rakhmat –
 

<!--[if !supportEmptyParas]-->ImageSaya ingin memulai tulisan ini dengan menyampaikan dua buah hadits   tentang kecintaan kepada Rasulullah saw. Pertama, hadits yang masyhur diri­wayat­­­­kan dalam kitab-kitab ahli sunnah, di antaranya dalam Al-Targhib wal Takhib, sebuah kitab hadits yang sangat populer di antara kita. Kedua, hadits yang dikutip dari Bihar Al-Anwar, kitab hadits yang cukup besar dan menjadi rujukan mazhab Ahlul Bayt.
 
 
 
Hadits yang pertama menceritakan bahwa pada suatu hari ketika Rasulullah saw sedang berbincang-bincang dengan para sahabat­nya, seorang pemuda datang men­dekati Rasul sambil berkata, "Ya Rasulullah, aku men­cintai­mu." Lalu Rasulullah saw berkata: "Kalau begitu, bunuh bapakmu!" Pemuda itu pergi untuk melaksana­kan perintah Nabi. Kemudian Nabi memanggilnya kembali seraya berkata, "Aku tidak diutus untuk menyuruh orang berbuat dosa." Aku hanya ingin tahu, apa betul kamu mencintai aku dengan kecintaan yang sesungguhnya?"
 
            Tidak lama setelah itu, pemuda ini jatuh sakit dan pingsan. Rasulullah saw datang menjenguknya. Namun pemuda itu masih dalam keadaan tidak sadar. Nabi berkata, "Nanti kalau anak muda ini bangun, beritahu aku." Rasululah saw kemudian kembali ke tempatnya. Lewat tengah malam pemuda itu bangun. Yang pertama kali ia tanyakan ialah apakah Rasulullah saw telah berkunjung kepadanya. Diceritakanlah kepada pemuda itu bahwa Rasulullah saw bukan saja berkunjung, tapi beliau juga berpesan agar diberitahu jika pemuda itu bangun. Pemuda itu berkata, "Tidak, jangan beritahukan Rasulullah saw. Bila Rasulullah harus pergi pada malam seperti ini, aku kuatir orang-orang Yahudi akan mengganggunya di perjalanan." Segera setelah itu, pemuda itu menghembuskan nafasnya yang terakhir.
 
 
            Pagi hari usai shalat subuh, Rasulullah saw diberitahu tentang kematian pemuda itu. Rasul datang melayat jenazah pemuda itu dan berdo'a dengan do'a yang pendek tetapi sangat menyentuh hati, "Ya Allah, sambutlah Thalhah di sisi-Mu, Thalhah tersenyum kepada-Mu dan Engkau tersenyum kepadanya."
 
 
            Dengan hal itu Nabi menggambarkan kepada kita, bahwa orang yang mencintainya akan dido'akan oleh Nabi untuk berjumpa dengan Allah swt. Allah akan ridha kepadanya dan dia ridha kepada Allah, Radhiyyatan Mardhiyyah. Dia tersenyum melihat Allah dan Allah tersenyum melihatnya.
 
 
            Hadits yang kedua mengisahkan  seorang pedagang minyak goreng di Madinah. Setiap kali dia hendak pergi, termasuk pergi ke pasar, dia selalu melewati rumah Rasulullah saw. Dia selalu singgah di tempat itu sampai dia puas memandang wajah Rasul. Setelah itu ia pergi ke pasar. Suatu saatetelah melepaskan rindunya kepada Rasul, seperti biasanya ia pergi ke pasar. Tapi tidak berapa lama setelah itu, dia datang lagi. Nabi terkejut sehingga bertanya, "Kenapa kau balik lagi?" Ia menjawab, "Ya Rasulullah, setelah saya sampai di pasar hati saya gelisah. Saya ingin kembali lagi. Izinkan saya memandang Engkau sebentar saja untuk memuaskan kerinduan saya." Kemudian Rasul ber­bincang-bincang dengan orang itu.
 
 
            Tidak lama setelah itu Nabi tidak lagi melihat tukang minyak itu lewat di depan rumahnya. Berhari-hari orang itu tidak lagi kelihat­­an batang hidungnya di depan Rasulullah saw. Lalu Rasul mengajak sahabat-sahabatnya untuk menjenguk dia. Berangkatlah mereka ke pasar dan mendapat kabar bahwa orang itu telah meninggal dunia. Rupanya pertemuan sampai dua kali waktu itu merupakan isyarat bahwa dia tidak bisa lagi memandang wajah Rasulullah saw.
 
 
            Rasul bertanya kepada orang-orang di pasar, "Bagaimana akhlak orang itu?" Mereka berkata, "Orang itu pedagang yang sangat jujur. Cuma ada sedikit saja, orang ini senang perempuan." Kemudian Rasul ber­kata, "Sekiranya orang itu dalam dagangnya agak lancung sedikit, Allah akan mengampuni dosanya karena kecintaannya kepadaku." Tetapi orang itu sangat jujur dan kecinta­annya kepada Rasul dibuktikan dalam kejujurannya di dalam berdagang.
 
 
            Dua hadits di atas menceritakan kepada kita tentang pentingnya mencintai Rasulullah saw. Sudah sering kita mendengar hadits yang berbunyi, "Belum beriman kamu sebelum aku lebih kamu cintai daripada dirimu, anak-anakmu, dan seluruh ummat manusia."
 
 
            Kita semua diperintahkan mencintai Rasulullah saw. Mencintai Rasul merupakan bagian dari seluruh bangunan keislaman kita. Oleh karena itu, dahulu para ulama melaku­kan berbagai cara agar kecintaan kepada Nabi terus-menerus dibangkitkan. Di antaranya dengan menghias majelis-majelis mereka dengan bacaan shalawat, mengadakan peringatan maulid, dan mengungkapkan kecinta­­­an mereka dengan puisi-puisi, sehingga sepanjang sejarah sudah terkumpul ribuan puisi yang ditulis untuk mengungkap­kan kecintaan kepada Rasululah saw.
 
 
            Beberapa waktu yang lalu di masjid Asy-Syifâ, Universitas Diponegoro, saya mengajak semua orang untuk kembali membangkitkan kecintaan kepada junjungan kita Rasulullah saw. Ada orang yang bertanya kepada saya: "Saya ingin mencintai Rasulullah, tapi apa yang harus saya lakukan supaya kecintaan itu tertanam di dalam hati saya. Kalau saya ini mencintai seorang perempuan, saya bayangkan wajahnya, rambutnya, dan bibirnya supaya tumbuh kerinduan saya kepada perempuan itu. Apakah saya harus membayangkan wajah Rasululah saw, supaya saya bisa men­­­­-cintai­­nya?" Waktu itu saya menjawab: "Inilah bencana paling besar yang menimpa kita sekarang ini. Kita hanya bisa mencintai sesuatu yang bisa dilihat, diraba, dan disaksikan. Kita ini sama dengan orang-orang kafir yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Mereka hanya mencintai yang zhahir saja, mata mereka tidak dapat menembus hal-hal yang bathiniyah.
 
 
            Jadi, kalau kita mau mencintai, maka cinta kita hanya cinta fisikal saja, cinta yang sensual. Kita tidak dididik untuk mencintai orang bukan karena tubuhnya. Di dalam ilmu percintaan, cinta karena tubuh adalah tahapan cinta yang paling rendah. Para ahli jiwa mengatakan, cinta pertama pada anak-anak adalah cinta pada sesuatu yang bisa dilihat. Menurut Sigmund Freud,  pertama kali seseorang mencintai ialah ketika dia merasa­kan kenikmatan pada waktu menyusu kepada ibunya. Itulah cinta yang paling rendah. Makin dewasa orang itu, makin abstrak atau makin tidak kelihatan cintanya. Sayang, tampaknya kedewasaan kita ini lambat.
 
 
            Salah satu ciri ketidakdewasaan kita adalah bila kita mencintai sesuatu, itu dikarenakan oleh hal-hal yang kongkret dan bisa dilihat. Kita cinta kepada gunung, karena kehijauannya yang bisa dilihat dan kesejuk­kan anginnya yang bisa dirasakan. Bukan karena keanggunannya dan misteri yang ada dibalik gunung itu. Kalau kita menceritakan laut, yang kita ceritakan adalah gelombang­nya, batu-batu karangnya, dan ikan-ikannya. Tidak kita ceritakan keluasan samudera itu, kedahsyatannya, dan pengaruhnya kepada jiwa kita. Sebab, semua hal itu terlalu abstrak dan kita terbiasa dengan hal-hal yang kongkret.
 
 
            Ketika Pemilu, kita memilih partai bukan program-programnya. Karena program bersifat abstrak, tidak kelihatan. Kita jugamemilih bukan karena perilaku para politisi­nya, karena perilaku itu tidak kelihatan.
 
 
            Tapi saya tidak akan menceritakan hal itu, saya akan membawa Anda mencintai Rasulullah saw dengan kecintaan yang lebih tinggi tingkatnya. Bukan kecintaan fisikal atau jasmaniah. Kecintaan jasmaniah itu adalah kecintaan ala ABG, yang tidak layak buat orang-orang dewasa seperti kita.
 
 
            Kalau kita buka ayat Al-Qur'an, ketika Allah berkisah tentang Rasulullah saw, tidak pernah diceritakan sifat-sifat jasmaniah Rasulullah saw. Al-Qur'an selalu mencerita­kan sifat-sifat ruhaniah Rasulullah saw. Bercerita tentang akhlak Rasulullah saw, bukan penampilan fisiknya.
 
 
            Berbeda dengan para sahabat. Kalau sahabat bercerita tentang Rasulullah saw sering berupa penampilan fisiknya. Misalnya diceritakan bahwa Rasul itu kalau tertawa sampai kelihatan gusinya. Atau diceritakan tentang tetesan keringat Rasul. Siti Aisyah pernah terpesona dengan tetesan keringat di dahi Rasul, sampai dia berkata: "Ya Rasulullah, ingin saya bacakan sebuah puisi kepadamu." Lalu Siti Aisyah menuliskan puisinya dengan mengutip syair seorang Arab tentang tetesan keringatnya. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa Siti Aisyah hanya mencintai Rasulullah saw karena jasmaninya.
 
 
            Lepas dari persoalan hadits ini shahih atu tidak, ayat itu bercerita tentang akhlak Rasullullah saw dan ayat itu sering menjadi wirid kita semua. Mungkin ini juga merupakan cara agar kita mampu memasukkan akhlak itu dalam kehidupan kita. Ayat itu berbunyi,  "Laqad Jâ'akum Rasûlum Min Anfusikum..." (QS Al-Taubah 128). Menurut Fakhrur Râzi,  kata anfusikum menurut qira'at nabi saw, qira'at Fatimah as, dan qira'at Aisyah dari Ibnu Abbas as harus dibaca Anfasikum. Dibacanya difathahkan bukan didhammah­kan. Hal ini akan kita ceritakan kemudian.
 
 
            Fakhrur Razi menjelaskan ada empat sifat Nabi yang tergambar dalam Surat At-Taubah ayat 128. Pertama, Min Anfusikum, dari kalanganmu sendiri. Nabi berasal dari sesama manusia seperti kamu. Nabi yang datang itu bukanlah Nabi yang datang sebagai makhluk ghaib, bukan pula Superman, tapi Nabi yang datang dari tengah-tengah manusia. Bahkan Nabi diperintahkan untuk berkata bahwa Nabi adalah manusia seperti kita semua, seperti dalam ayat "Qul innamâ anâ basyârum mitslukum..." (QS. Al-Kahfi 110) Nabi adalah manusia biasa. Kalau ia berjalan, ada bayang-bayang badannya. Kalau terkena panas matahari, berkeringat kulitnya. Kalau terkena anak panah, berdarah tubuhnya. Ia bukan manusia istimewa dari segi jasmaniah­nya, ia pun merasakan lapar dan dahaga. Al-Qur'an menegaskan bahwa kehidupan Nabi itu sama seperti kehidupan manusia biasa. Nabi dapat merasakan kepedihan dan penderitaan seperti manusia biasa yang mendapatkan musibah.
 
 
            Dalam qira'at Min Anfasikum, diterangkan bahwa kata Anfas mengandung arti yang paling mulia. Jadi ayat ini berarti, "Sudah datang di antara kamu seorang Rasul yang paling mulia." Artinya Rasulullah diakui kemuliaannya, bahkan sebelum Rasul membawa ajaran Islam. Dia adalah orang yang paling baik di tengah-tengah masyarakatnya dilihat dari segi akhlaknya. Sebagian orang ada yang menyebutkan bahwa Rasul berasal dari kabilah yang paling baik. Jadi sifat pertama nabi adalah paling mulia akhlaknya, sampai orang-orang di sekitarnya memberi gelar Al-Amîn, orang yang terpercaya.
 
 
            Sifat kedua Nabi ialah, berat hatinya melihat penderitaan umat manusia. Para ahli tafsir mengatakan yang dimaksud dengan berat hati Nabi ialah kalau manusia menemu­kan hal-hal yang tidak enak. Dalam riwayat yang lain,  yang diartikan dengan berat hati Rasul ialah jika orang Islam berbuat dosa kepada Allah. Dalam sebuah hadits, diriwayat­kan bahwa sampai sekarang Rasulullah masih dapat melihat perbuatan-perbuatan kita dan Rasul akan menderita jika melihat kita berbuat dosa. Karena beliau sangat ingin supaya kita memperoleh petunjuk Allah. Bahkan Rasul sampai bersujud di hadapan Allah agar diizinkan untuk dapat memberi syafaat kepada umatnya.
 
 
            Jalaluddin Rumi bercerita dalam salah satu syairnya yang dibukukan dalam Al-Matsnawi tentang Rasulullah saw. Pada suatu hari di mesjid, Rasul kedatangan serombongan kafir yang meminta untuk bertamu. Mereka berkata, "Kami ini datang dari jarak yang jauh, kami ingin bertamu kepada Engkau, Ya Rasulullah." Lalu Rasul mengantarkan para tamu tersebut kepada para sahabatnya. Salah seorang kafir yang bertubuh besar seperti raksasa tertinggal di mesjid, karena tidak ada seorang sahabat pun yang mau menerimanya. Dalam syair itu disebutkan, ia tertinggal di mesjid seperti tertinggalnya ampas di dalam gelas. Mungkin para sahabat takut menjamu dia, karena membayangkan harus menyediakan wadah yang sangat besar.
 
 
            Lalu Rasul membawa dan menempat­kannya di sebuah rumah. Dia diberi jamuan susu dengan mendatangkan tiga ekor kambing dan seluruh susu itu habis diminum­nya. Dia juga menghabiskan makanan untuk delapan belas orang, sampai orang yang ditugaskan melayani dia jengkel. Akhirnya petugas itu menguncinya di dalam. Tengah malam, orang kafir itu menderita sakit perut. Dia hendak membuka pintu tapi pintu itu terkunci. Ketika rasa sakit tidak tertahankan lagi, akhirnya orang itu mengeluarkan kotoran di rumah itu.
 
 
            Setelah itu, ia merasa malu dan terhina. Seluruh perasaan bergolak dalam pikirannya. Dia menunggu sampai menjelang subuh dan berharap ada orang yang akan membukakan pintu. Pada saat subuh dia mendengar pintu itu terbuka, segera saja dia lari keluar. Yang membuka pintu itu adalah Rasulullah saw.
 
 
            Rasul tahu apa yang terjadi kepada orang kafir itu. Ketika Rasul membuka pintu itu, Rasul sengaja bersembunyi agar orang kafir itu tidak merasa malu untuk meninggal­kan tempat tersebut.
 
 
            Ketika orang kafir itu sudah pergi jauh, dia teringat bahwa azimatnya tertinggal di rumah itu. Jalaluddin Rumi berkata, "Kerasukan mengalahkan rasa malunya. Keinginan untuk memperoleh barang yang berharga menghilangkan rasa malunya." Akhirnya dia kembali ke rumah itu.
 
 
            Sementara itu, seorang sahabat membawa tikar yang dikotori oleh orang kafir itu kepada Rasul, "Ya Rasulullah, lihat apa yang dilakukan oleh orang kafir itu!" Kemudi­an Rasul berkata, "Ambilkan wadah, biar aku bersihkan." Para sahabat meloncat dan berkata, "Ya Rasulullah, engkau adalah Sayyidul Anâm. Tanpa engkau tidak akan diciptakan seluruh alam semesta ini. Biarlah kami yang membersihkan kotoran ini. Tidak layak tangan yang mulia seperti tanganmu membersihkan kotoran ini." "Tidak," kata Rasul, "ini adalah kehormatan bagiku." Para sahabat berkata, "Wahai Nabi yang namanya dijadikan sumpah kehormatan oleh Allah, kami ini diciptakan untuk berkhidmat kepadamu. Kalau engkau melakukan ini, maka apalah artinya kami ini."
 
 
            Begitu orang kafir itu datang ke tempat itu, dia melihat tangan Rasulullah saw yang mulia sedang membersihkan kotoran yang ditinggalkannya. Orang kafir tidak sanggup menahan emosinya. Ia memukul-mukul kepalanya sambil berkata, "Hai kepala yang tidak memiliki pengetahuan." Dia memukul-mukul dadanya sambil berkata, "Hai hati yang tidak pernah memperoleh berkas cahaya." Dia bergetar ketakutan menahan rasa malu yang luar biasa. Kemudi-­an Rasul menepuk bahunya menenangkan dia. Singkat cerita, orang kafir itu masuk Islam.
 
 
            Boleh jadi cerita Jalaluddin Rumi ini adalah sebuah metafora. Suatu perlambang bahwa kedatangan Rasul adalah untuk membersihkan kotoran dan noda-noda yang ada pada diri kita. Betapa banyaknya kaum muslimin menodai rumah Rasul dengan kemaksiatan dan akhlak yang buruk. Kita ini sama dengan orang kafir yang menaburkan kotoran di rumah Rasul yang suci. Bedanya ialah, kita percaya karena kecintaan Nabi kepada kita, Rasul akan mengulurkan syafaatnya kepada kita. Derita kita adalah juga derita Rasul. Karena itu, jangan ragu-ragu untuk datang meminta syafaatnya dan bersimpuh di hadapan Nabi sambil meng­ucap­kan, "Yâ Abal Qâsim, Yâ Rasûlallâh, Yâ Wajîhan 'Indallâh, Isyfa'lanâ 'Indallâh."
 
 
            Terlalu banyak kotoran yang kita taburkan di rumah Nabi yang mulia. Seperti tertulis dalam sebuah puisi Iqbal. Ketika sakit keras, Iqbal pernah berdo'a: "Ya Allah kalau Engkau adili aku di hari kiamat nanti, jangan dampingkan aku di samping Nabi Al-Musthafa. Karena aku malu mengaku sebagai umatnya padahal hidupku bergelimang dalam dosa."
 
 
            Kita sebenarnya harus malu seperti malunya orang kafir itu. Kita datang berziarah kepada Rasul di bulan Maulid ini dengan membawa seluruh kemaksiatan. Kita sudah banyak mengotori rumah Rasul yang mulia dengan akhlak yang tercela. Tapi kita percaya bahwa Nabi mendengar jeritan kita. Kita sadari kejelekan akhlak-akhlak kita dan kita malu bertemu dengan Rasul dengan mem­bawa dosa. Tetapi kita percaya bahwa kita menantikan tepukan tangan Rasul untuk menentramkan batin kita dan mengharapkan syafaatnya.
 
 
            Sifat ketiga Rasullullah saw, ialah bahwa ia sangat ingin agar kaum muslimin memperoleh kebaikan. Ia ingin memberikan petunjuk kepada umatnya. Keinginan untuk memberikan petunjuk kepada kita begitu besar, sehingga Rasul bersedia memikul seluruh penderitaan dalam berdakwah.
 
 
            Adapun sifat keempat Rasulullah saw, ialah bahwa ia sangat penyantun dan penyayang kepada kaum mukminin. Menurut para ahli tafsir, belum pernah Allah meng­himpun­kan dua nama-Nya sekaligus pada nama seorang nabi, kecuali kepada Nabi Muhammad saw. Nama yang dimaksud ialah nama Raûfur Rahîm.
 
 
            Raûfur Rahîm itu adalah nama Allah. Nama itu pun dinisbahkan Allah kepada Rasulullah. Menurut sebagian ulama, Raûfun artinya penyayang dan Rahîm artinya peng­asih. Jika kedua kata itu digabungkan dalam satu tempat, maka artinya berbeda. Menurut sebagian ahli tafsir, nama itu berarti sifat Nabi yang penyayang tidak hanya kepada orang yang taat kepadanya, tapi juga penyayang kepada orang yang berbuat dosa. Nabi melihat amal kita setiap hari. Beliau berduka cita melihat amal-amal kita yang buruk.       
 
 
            Dalam riwayat yang lain, Rasul itu Raûfun Liman Râ'ah, Rahîmun Liman Lam Yarâh. Artinya, Rasul itu penyayang kepada orang yang pernah berjumpa dengannya dan juga penyayang kepada orang yang tidak pernah berjumpa dengannya. Suatu hari Rasul berkata, "Alangkah rindunya aku untuk berjumpa dengan ikhwânî." Para sahabat bertanya, "Bukankah kami ini ikhwânuka." "Tidak," jawab Rasul, "kalian ini sahabat-sahabatku. Saudara-saudaraku adalah orang yang tidak pernah berjumpa denganku, tapi membenarkanku dan beriman kepadaku." Rasul sangat sayang kepada orang yang tidak pernah berjumpa dengan Rasul tetapi beriman kepadanya.
 
 
            Di dalam Tafsir Al-Dûrrul Mantsûr, diriwayatkan sebagai berikut, "Berbahagialah orang yang beriman kepadaku, padahal tidak pernah berjumpa denganku." Rasul menye-but­nya sampai tiga kali. Rasul juga sayang bukan hanya kepada orang Islam saja, tetapi juga kepada orang kafir.
 
 
            Saya akan menceritakan hadits lain. Diriwayatkan bahwa  ketika Rasul berdakwah di Thaif, Rasul dilempari batu sehingga tubuhnya berdarah. Kemudian Rasul ber­lindung di kebun Uthbah bin Rabi'ah. Rasul berdo'a dengan do'a yang sangat mengharu­kan. Rasul memanggil Allah dengan ucapan, "Wahai yang melindungi orang-orang yang tertindas, kepada siapa Engkau akan serah­kan aku, kepada saudara jauh yang mengusir aku?" Kemudian datang malaikat Jibril seraya berkata: "Ya Muhammad, ini Tuhanmu menyampaikan salam kepadamu. Dan ini malaikat yang mengurus gunung-gunung, diperintah Allah untuk mematuhi seluruh perintahmu. Dan dia tidak akan melakukan apapun kecuali atas perintahmu." Lalu malaikat dan gunung berkata kepada Nabi, "Allah memerintahkan aku untuk berkhidmat kepadamu. Jika engkau mau, biarlah aku jatuhkan gunung itu kepada mereka." Namun Nabi berucap, "Hai malaikat dan gunung, aku datang kepada mereka karena aku berharap mudah-mudahan akan keluar dari keturunan mereka orang-orang yang mengucapkan kalimat Lâilâha illallâh." Nabi tidak mau menurunkan azab kepada mereka. Nabi berharap kalau pun mereka tidak beriman, keturunan mereka nanti akan beriman. Kemudian berkata para malaikat dan gunung, "Engkau seperti disebut oleh Tuhanmu, sangat penyantun dan penyayang."
 
 
            Kasih sayangnya tidak terbatas kepada umatnya. Perasaan cinta kita kepada Nabi tidak sebanding dengan besarnya kecintaan Nabi kepada kita semua. Kecintaan Nabi terhadap orang-orang yang menderita begitu besar. Menurut Siti Aisyah, Nabi tidak makan selama tiga hari berturut-turut dalam keadaan kenyang. Ketika Aisyah bertanya apa sebabnya, Nabi menjawab, "Selama masih ada ahli shufah —orang-orang miskin yang kelaparan di sekitar mesjid— saya tidak akan makan kenyang." Dan itu tidak cukup hanya pada saat itu, Nabi juga memikirkan umatnya di kemudian hari. Beliau khawatir ada umat­nya yang makan kenyang sementara tetangga di sekitarnya kelaparan.
 
 
            Karena itu, Nabi berpesan, "Tidak beriman kamu, jika kamu tidur dalam keadaan kenyang sementara tetanggamu kelaparan." Nabi pun mengatakan, "Orang yang senang membantu melepaskan pen­derita­­an orang lain, akan senantiasa men­dapat bantuan Allah swt." Empat sifat Rasulullah kepada umatnya, yang sangat luar biasa.
 
 
            Marilah kita kenang kecintaan Rasulullah yang agung kepada kita dan bandingkanlah apa yang bisa membuktikan kecintaan kita kepadanya. Sekarang kita bertanya, sudah sejauh mana kita mengikuti sunnah Rasulullah saw? Dapatkah akhlak kita seperti akhlak Nabi sebagaimana yang disebut dalam surat Al-Taubah 128?  Bagai-mana kita dapat ikut merasakan penderitaan orang-orang di sekitar kita? Bagaimana kita menjadi orang yang berusaha agar orang- orang lain itu hidup bahagia dan memperoleh petunjuk Allah? Bagaimana kita menumbuh­-kan sikap Raûfur Rahîm di dalam diri kita seperti Rasulullah saw contohkan kepada kita? 
 
 
            Marilah kita sebarkan kecintaan kepada Rasulullah saw di dalam diri kita, keluarga kita, dan pada masyarakat di sekitar kita. Akhirul kalam, yang harus selalu kita ingatkan pada diri kita adalah misi Rasulullah yang paling utama, yaitu misi akhlak yang mulia. Tidak ada artinya menisbahkan diri kita kepada Rasulullah saw tanpa memelihara akhlak yang mulia. Hendaknya kita selalu malu untuk mengucapkan shalawat kepada junjungan kita, sementara di punggung kita penuh dengan dosa dan maksiat. Kita telah mengotori rumah Rasulullah saw dengan akhlak buruk kita. ***
(sumber: Buletin Al-Tanwir: Nomor 119


Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your face in

Messenger & more.

Yahoo! Mail

Get it all!

With the all-new

Yahoo! Mail Beta

Yahoo! Groups

Endurance Zone

Communities for

increased fitness.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Menjadi Diri Sendiri is a Spiritual Matter

Dear Friends, Berikut percakapan YM antara saya di
Jakarta dengan Mas Ananto (nama samaran) di Yogyakarta
tentang MENJADI DIRI SENDIRI, dan PENDIDIKAN BANGSA.
Semoga bermanfaat bagi rekan2 lainnya. (Leo).

+++++++++++++

A = Ananto
L = Leo

A = Malam Bung.

L = Malem mas, eh udah pagi ya?

A = Iya nih , malam mingguan yah?

L = Aku baru bangon tidur, hm.

A = Saya baca semua posting Bung, wah... wah... ttp
benar kok yang dikatakan mereka, you lebih low profile
mungkin tersa di pilihan kata yah?

L = Well, terserahlah, kata2 itu muncul sendiri.

A = Ada karya tulis lain yang menyibak spiritualitas
Indonesia?

L = Hm, kayaknya aku gak pernah nulis khusus tentang
spiritualitas indonesia. Kalo ditanya, ya aku jawab
apa adanya saja.

A = Ttp, kalau saya perhatikan, jawaban Bung terhadap
berbagai pertanyaan, kayaknya kok bisa menjurus ke
arah spiritualitas yah, misal dalam sanggahan Bung
terhadap serangan kaum psi konvensional, lalu soal
power?

L = Ya, misinya kan ngajarin orang untuk "Menjadi Diri
Sendiri". Menjadi Diri Sendiri is a spiritual
matter, hal yang rohaniah.

A = Ttp, bagi saya Transpersonal itu sesuatu yang
baru.

L = Itu bagian dari Psikologi yang orang2 Psikologi
gak bisa jalanin.

A = He... he...

L = Bisa juga diajarkan teorinya di fakultas2
psikologi, tetapi belum tentu yang belajar psikologi
transpersonal bisa menjadi praktisinya.

A = Konkritnya? Misal soal mengendalikan mimpi?

L = Hm,... mimpi dan penafsirannya itu bagian dari
psikologi juga. Dipelajari di fakultas psikologi,
tetapi pendekatannya beda2. Ada yang bilang mimpi cuma
release hormon saja. Itu psikologi biasa. Ada yang
bilang mimpi itu isinya sublimasi seksual saja, itu
pengikut Sigmund Freud.

A = Ya saya lihat serangan itu kepada Bung, atau
mungkin karena ini ilmu barat maka empiriknya
lebih disana, beda seandainya empiriknya di timur?
augustine siswanto:

L = Hm,... kalau aku lihat, mereka yang belajar
psikologi dan tidak menguasai transpersonal itu agak
iri kepada saya,... cuma itu saja. Mereka bilang itu
perdukunan. Pedahal transpersonal itu memperhitungkan
segala aspek manusia. -- Manusia sebagai makhluk yang
memiliki relasi timbal balik dengan alam semesta,
maupun dengan al khalik.

A = Persis, sebuah eksplorasi yang tadi saya katakan
bahwa lingkungan barat dan timur mungkin akan
menghasilkan kesimpulan berbeda.

L = Kalau psikologi biasa maunya main yang bisa
dihitung saja, yang bisa dipetakan saja, seperti
tes IQ dan tahap2 perkembangan manusia sampai dewasa,
atau tahap2 degradasi manusia sampai lupa diri dan
jadi "gila". Banyakan main pelabelan saja.

A = Pernah dengar mengenai Hamemayu Hayuning Bawono ?

L Pernah tapi gak tahu artinya. Bawono = Bumi ?

A = Oh ok, kayaknya itu dalam pemahaman saya juga
seperti yang Bung bicarakan. Bawono = Bumi, benar dan
Bumi itu Micro dan Macro, kayaknya itu masalah
vertikal dan horizontal.

Hamemayu artinya merawat, mempercantik dan mengatur
agar karunia sang pencipta yang cantik itu, Hayuning
Bawono adalah Bawono yang indah dan cantik, itu
selalu dijaga dan dirawat sebagai ungkapan rasa
syukur manusia karena karunia itu maka, manusia akan
selalu berusaha untuk menyelaraskan diri dengan alam
dan lingkungannya.

L = Ya itulah.

A = Apakah itu spiritualitas, Bung?

L = Itu spiritualitas, interpretasi spiritualitas
klasik. Di jaman posmo, itu bisa dibulak-balik, dan
orangnya masih bisa merasa ok aja.

A = Kami sedang berusaha menggarap itu, Bung. Iya dan
kadang2 justru terjebak ke atribusi posmo itu sendiri.

L = Well, posmo sebagai istilah jarang dipakai
benernya. Yang kita tahu, orang2 sekarang itu sudah
jadi posmo tanpa tahu istilah posmo. Itulah. Posmo itu
kan penjungkir-balikkan istilah2 jaman dulu. Pakem2
itu diputarbalikkan. Dan masih bisa merasa ok aja.

A = Kalau menurut Bung, mengapa ilmuwan atau orang
Indonesia cenderung silau dengan ilmu2 barat, terutama
untuk sosial? Padahal lingkungannya kan beda banget?

L = Karena "mind" mereka tidak dipakai. Mereka tidak
bisa melihat bahwa segalanya itu "simbol2" belaka.
Bahwa Barat, dengan segala peristilahan mereka, itupun
belief system belaka. Persepsi atau cara pandang
belaka yang menggunakan "simbol2" mereka sendiri.

A = Tetapi, bagi ilmuwan, bukankah itu justru yang
seharusnya dipakai?

L = Ilmuwan Barat menggunakan simbol2 Barat, itu ok
aja. Tetapi, ilmuwan Indonesia tidak mau melihat bahwa
simbol2 Barat itu cuma simbol belaka, dianggapnya itu
realita. Well, kurang lebih begitulah... aku seh
selama ini melihat bahwa baik Barat maupun Timur
memiliki kosa kata berbeda. Memiliki pengertian
berbeda.

A = Ok, ironis kan, seperti di politik dan ekonomi?
Ironis, in the same side...

L = Politik dan Ekonomi seharusnya dilihatnyapun
berbeda. Tapi ilmu2 itu kan memakai konsep Barat tanpa
perduli pandangan asli kita ini. Maunya diambil alih
begitu saja, dilihat dengan konsep Barat thok.

A = Persis.

L = Paradigma yang asalnya dari Barat langsung dipakai
begitu saja. Pedahal, kita bisa bikin paradigma
sendiri.

A = Contohnya menggali yang klasik tadi yah?

L = Ya, menggali yang klasik dan memberikannya
sentuhan baru sehingga orang akan mengerti. Kita
harus mengartikulasikan yang lawas dengan pakaian baru
sehingga orang akan bisa mengerti. Re-interpretasi is
another word. -- Banyak orang kita gak berani. Masa
melakukan re-interpretasi aja gak berani? Keterlaluan
kan?

A= Pendidikan adalah kata kunci, bagaimana ide atau
pemikiran Bung untuk memperbaiki ini?

L = Pendidikan is very basic. Ide aku tentang
pendidikan cuma satu, yaitu mendidik generasi penerus
untuk MENJADI DIRI SENDIRI.

A = Ttp, kita terikat oleh sistem yang Bung bicarakan
itu.

L = Memang ada sistem, dan sistem itu bergerak seperti
Lingkaran Setan. Tetapi, kalau orang mau menjadi diri
sendiri, ... maka Lingkaran Setan itu akan mulai
terputus. Sedikit demi sedikit terputus.

Menjadi Diri Sendiri dimulai oleh orang per orang.
Jujur terhadap diri sendiri, jujur terhadap sesama,
jujur terhadap Tuhan. Tanpa takut mendapat celaan,
tanpa takut ketinggalan oleh tetangga.

A = Bung membutuhkan actor kan?

L = Actor? Actor adalah pelaku, panutan?

A = He... he..., dalam setiap kesempatan beretemu aku
selalu menekankan: 1.) Jujur kepada diri sendiri 2.)
Jujur kepada keluarga dan lingkungan, dan 3.) Jujur
kepada Tuhan.

L = Ya, itulah. Dan dimana-mana, hambatannya cuma
satu, yaitu FEAR (ketakutan).

A = Gerakan sosial apa tidak butuh aktor?

L = Aktor itu perlu, tetapi karena aktor besar tidak
ada, maka jadilah aktor2 kecil. Gak apa2.

A = Lingkungan saya pada mengumpat denga tiga urutan
itu.

L = Ha ha ha, "Tuhan" kan konsep doang. Yang pasti itu
DIRI SENDIRI, itu pasti. LINGKUNGAN itu juga pasti.

A = Maaf, ttp saya percaya Tuhan itu ada, seperti
halnya dalam konsep HHB tadi.

L = Ya, itu konsep, musti dijabarkan lagi, musti ada
aktornya, musti ada volunteer, musti ada pengikut,
musti ada penganut. Musti ada MARTIR. -- Itulah mas,
martir itu harus lho.

A = Iyah, ttp kan harus masuk melalui pintu mereka dan
keluar dari pintu martir agar tidak konyol.

L = Well, dijalani sajalah. Aku melihat sekarang
banyak movement yang paralel. Banyak gerakan untuk
menjadi diri sendiri, walaupun tidak disebut sebagai
"gerakan".

Manusia2 yang berjalan sendiri. Kelompok2 dengan
tujuan tertentu tapi ternyata interest-nya di tempat
tertentu yang beda jauh. Banyak itu, ...

A = Saya juga merasakan itu. Saya menyebutnya sebagai
kondisi obyektif

L = Ya, kejenuhan orang. Orang2 sudah pada jenuh
dengan materialisme yang kebablasan seperti sekarang.
Mau menjadi diri sendiri saja susahnya bukan main.
Di Jakarta, PNS yang mau jadi diri sendiri saja
susahnya bukan main.

A = Nah, akhirnya sebenarnya jati diri sebuah bangsa
itu ada... Ok lah , Jkt memang lain, ttp Indonesia
kan bukan hanya Jkt?

L = Jati diri bangsa itu kan "akumulasi" dari jati
diri orang2 yang mengaku bangsa itu.

A = Bagaimana ide Bung agar budaya buruk Jkt tidak
meng-indonesia?

L = Sudah meng-Indonesia. Sudah kebablasan, menurut
aku. Well, gak bisa dibendung. Menurut aku, biar saja
sampai mencapai titik Nadir. Setelah itu akan balik
lagi ke atas.

A = Ok, anda bilang tadi harus dimulai pelan-pelan
melalui aktor kecil, dan tentu saja di berbagai
bidang,.. katanya harus ada yang memutus lingkaran
setan itu bit by bit?

L = Ya, memutus itu dilakukan oleh orang per orang.
Kalau secara organisatoris juga bisa. Tapi itu segmen
per segmen. Tanpa huru hara, tanpa gembar gembor.
Jalan saja apa adanya.

A = Ttp kalau sampai ke titik nadir, apa mungkin kalau
bung sudah meliat mengenai kejenuhan itu?

L = Aku sudah lihat, titik Nadir akan sampai cepat
atau lambat. Kalau bisa dipercepat lebih baik sebab,
kalau sudah menthok, pasti akan balik ke atas. Itu kan
hukum alam.

A = Get them along with? Saya menyebutnya, kondisi
subyektif ketemu dengan kondisi obyektif.

L = Ya, begitulah. Secara obyektif orang merasa tidak
berdaya. Tetapi, sebenarnya itu "persepsi" belaka.
Perubahan itu, on the other hand, cuma bisa dimulai
dari kondisi "subyektif". Di diri orang, pribadi per
pribadi.

Kalo orang mau sukarela berubah, dan makin lama makin
banyak orang yang mau berubah,... maka kondisi
obyektif akan berubah.

A = Kira2 he.. he.. bagaimana dalam teropongan Bung?

Itu yang aku jalani sekarang. Aku bilang sama orang
supaya gak usah perduli dengan "orang lain" (kondisi
obyektif). Urusin aja diri sendiri (kondisi
subyektif).

A = Jalani saja itu juga konsep dalam HHB. Ttp,
sebenarnya , kalau HHB jalan, tenteram dan damai
itu terwujud kok.

L = Ya, kalau diri sendiri udah di-urusin bener,
jujur, jadi diri sendiri,... dan itu ter-akumulasi,...
maka kondisi "obyektif" akan berubah.

Well, semua bermula dari diri sendiri, dan by any
other name. Itu juga yang sering aku pakai. Any
other name maksudnya macem2 konsep, macem2 cara
pandang. Biar aja.

A = By any other name? I don't get it.

L = Maksudnya, orang memiliki cara pandang beda2, yang
disebutnya dengan istilah ber-beda2 (any other name).
Akhirnya semuanya akan SINKRON. -- Ha ha ha,... banyak
nama dalam "aliran" ini mas, namanya banyak. Macem2.
Tapi tujuannya memang ke arah sana. To the destination
that you see.

Banyak yang melihat, tapi yang melihat dan ingin jalan
kesana juga memiliki ide. Dan ide itu dinamakan beda2.
Itu yang aku namakan, by any other name. Sebutannya
beda2, biar aja. Malah bisa ada yang kelihatan
bertentangan, biar aja, ... semuanya SINKRON.

A = Oh, ok.

L = Ha ha, aku mao tidur lagi neh. Talk to you later
yah. Bye!

A = As you said, we are friends in the same direction.
Bye!

+++++++++++++

[Leo adalah seorang praktisi PSIKOLOGI TRANSPERSONAL,
dan bisa dihubungi di nomor HP: 0818-183-615.
E-mail: <leonardo_rimba@ yahoo.com>.
Tentang REKON MATA KETIGA, please see this link:
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/1046>.
Untuk bergabung dengan MILIS SPIRITUAL-INDONESIA,
please click this link:
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/join>].

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Make a Virtual You

Show your style &

mood in Messenger.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Mail

Drag & drop

With the all-new

Yahoo! Mail Beta

.

__,_._,___

[beasiswa] Re: [Butuh Info][Jakarta] Kursus Bahasa Belanda

Sebagai alternatif ada juga tempat les di jalan Radio Dalam, dekat
perempatan Mayestik. Namanya "language Corner". Untuk kelas reguler
Bahasa Belanda 36 jam sekitar 800.000 rupiah. Cukup bagus juga kok


--- In beasiswa@yahoogroups.com, hariaji bayu <bayuhariaji@...>
wrote:
>
> saya bisa ngajar prifat bhs Belanda:p
> PPB UI (Pusat Pelayanan Bahasa UI ada di kampus UI Depok,
Salemba dan juga ada juga yang buka di Melawai Raya..)
> Kalau di Depok, banyak lembaga bahasa yang ada bahasa Belandanya
juga di jalan raya Margonda-Depok..
>
> Nella Ria Silaen <nellaria_silaen@...> wrote:
> Dear all, mohon informasinya untuk tempat kursus bahasa
Belanda yg
> murah dimana ya..krn aku lihat di web. erasmus mahal banget deh..
> thnx ya ;)
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Got a little couch potato?
> Check out fun summer activities for kids.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Re: [beasiswa] RE: (Butuh Info) Masalah Penguasaan Bahasa

iscab:

TOEFL-nya Jerman bernama TestDAF (Deutsch als Fremdsprache).
Kalau punya waktu luang banyak (alias tidak bekerja), bisa coba kursus
intensif bahasa Jerman tingkat dasar di Goethe Institute Jakarta selama satu
semester lalu ambil test untuk memperoleh Zertifikat Deutsch (ZD).

Kalau jurusan ilmu-ilmu sosial, biasanya harus baca banyak. Jadi kemampuan
bahasa Jerman pasti sangat dibutuhkan. Kalau jurusan teknik, sih, tinggal
lihat rumus dan gambar bisa mengerti 50-70%. Oh, ya, kalau di suatu waktu
beasiswa habis, dan harus cari kerja, maka sulit sekali orang yang tidak
bisa bahasa Jerman mendapatkan pekerjaan. (Sulit bukan berarti tak mungkin).


Condro


On 8/11/07, Luth - <lut8_ss@yahoo.com> wrote:
>
> Dear Mas Djoko,
>
> Karena anda mau sekolah ke Jerman apalagi dengan beasiswa, jika bisa
> berbahasa jerman akan memperbesar peluang anda. Antara Eropa daratan
> (Jerman, France dll) dan Eropa lautan (Inggris) sering terjadi persaingan
> untuk memperluas hemogoni, kata anak2 yang belajar politik seh :) jadi
> jangan aneh, banyak juga orang eropa daratan yang ngak bisa bahasa Inggris.
>
> Usaha anda untuk mendapat GMAT sudah bagus dan merupakan sebuah nilai
> tambah. Tapi kalau bisa mendapat nilai tambah lagi bila punya ijazah DALFT
> (... maaf saya lupa namanya ijasah TOEFLnya bahasa Jerman & mohon dikoreksi)
> mungkin nilainya akan lebih dari ijazah TOEFL atau GMAT.
>
> Bagaimanapun jika sudah mempunyai ijazah TOEFLnya bahasa jerman, terus
> terang di sana juga dengar orang ngomong kayak suara tawon karena di
> Indonesia kan kita belajar bahasa jerman terstruktur, sedangkan di keadaan
> sebenarnya (sehari2) mereka pakai bahasa jerman Slank. Kayak di Indonesia
> aja, mana ada dikehidupan sehari2 kita pakai bahasa Indonesia terstruktur,
> pasti pake bahasa indonesia slank alias bahasa jalanan :)
> Dengan punya ijazah TOEFLnya bahasa jerman, akan terlihat anda menghargai
> budaya mereka, sebuah nilai tambah lagi.
>
> Mohon maaf bila ada kalimat yang kurang berkenan.
>


[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[beasiswa] [INFO] PhD Thesis

Kategory: PhD Thesis Job Period: from 01.09.2007 to 31.08.2010 Research Group:

http://www.etp.physik.uni-muenchen.de/

Research Area: The job will be involved into the following Research Areas: B Deadline: Closing date for applications will be 31.08.2007 Advertisement:
Searches for supersymmetric particles with the ATLAS detector In the framework of the cluster of excellence
Origin and Structure of the Universe
we are looking for a PhD student to join the ATLAS experiment at the
pp-collider LHC, which will start taking data in 2007. The search for signals
of supersymmetry will be a
prime challenge as this theory may account for several conceptual problems in
particle physics
and provides a promising candidate for dark matter.

To strengthen our analysis team especially in this area
we are looking for a PhD student who will be embedded into the
cluster and participate in the structured graduate program of the Cluster.
The candidate will be selected by a PhD committee which will evaluate
the application and invite short listed candidates for an interview.

The thesis work will comprise the following activities within the
ATLAS experiment:


Data analysis, with special emphasis on searches for supersymmetry

Participation in data taking

Participation in the responsibilites of the group within ATLAS



Candidates should have a university degree in physics (diploma or equivalent)
and experience in experimental particle physics.
Experience in the field of Grid-Computing is welcome but not mandatory.

Besides these research actvities the candidate is expected to actively
participate in the cluster's academic life (lectures, seminars, workshops,
discussions with invited guests) and will contribute to the
teaching at the Ludwig-Maximilians-Universität München (LMU).

The contract (TvöD 13/2) will be for 3 years. We will offer support for
installation and child care.
As the cluster actively supports female scientists, such applications
are strongly encouraged. Please apply electronically only. Don't forget
to add your CV, copies of university certificates, a short summary of
previous research actvities and the
names of 2 scientists willing to write a letter of recommendation. Ansprechpartner:
D. Schaile dorothee.schaile@lmu.de
+49 89 289 14148

---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.

[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[psikologi_transformatif] Tolonglah kami - Buruh yang ditindas !

http://kabarindonesia.com/berita.php?pil=20&dn=20070812012526

Oleh : Djoko Suryo

12-Aug-2007, 01:26:25 WIB - [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia - Kita memekikan kata "Merdeka" dengan suara riang
gembira dan penuh rasa sukacita, tetapi kenyataan pahit yang tidak
bisa dipungkiri, masih banyak sekali buruh yang dijajah dan harus
kerja keras dalam kondisi dan situasi yang jauh lebih buruk
daripada pada ketika jaman penjajahan VOC.

Mereka harus bekerja mulai dari jam 08.00 pagi sampai jam 24.00
malam atau 16 jam per hari terkadang tidak boleh duduk. Disamping
itu bukannya tidak sedikit buruh yang harus bekerja 24 jam sehari
dan hanya diberikan waktu istirahat empat jam saja untuk tidur,
setelah itu harus bekerja 24 jam lagi Non Stop, hari demi hari tanpa
libur !

Bangsa kita masih saja tetap diperas dan dijajah oleh perusahaan-
perusahaan dari Eropa maupun Amerika, apakah ini bisa dinilai
sebagai Negara dan Bangsa yang Merdeka ?

Tentu dengan mudah kita bisa melontarkan pertanyaan: "Kenapa mau itu
kan salah sendiri ? !" Mereka melakukan ini karena terpaksa,
disebabkan oleh tuntutan perut bagi dirinya sendiri maupun bagi anak-
anaknya dirumah.

Melalui koran http://www.kabarindonesia.com/ ini saya ingin
menyalurkan jeritan hati dari buruh yang tertindas. Bantulah kami !

Berita dan bukti mengenai adanya penindasan tenaga buruh bisa
dilihat di situs yang tercantum dibawah ini.
http://www.youtube.com/watch?v=HuEsoNMugzA

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Email: redaksi@kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let's see here www.kabarindonesia.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Avatars

Express Yourself

Show your style in

Messenger & more.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

.

__,_._,___