Kamis, 15 November 2007

[psikologi_transformatif] Re: Lorong-Lorong Kebenaran (1)

Aduh, beda betul dari si Hendrik ya? Yang ini selalu teduh, jernih dan ramah.
Inilah wajah Islam yang tulen. Maju terus, Bung Agus Syafii! Di tengah kancah
peperangan di milis Psi-Trans ini, posting-posting Anda senantiasa jadi pelepas
lelah dan pengendur syaraf. Semoga yang lagi sibuk perang masih sempat baca dan
ambil manfaat.

Halo Hendrik, nggak malu nih? Ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...ha ha ha...

manneke

Quoting agussyafii <agussyafii@yahoo.com>:

> Lorong-Lorong Kebenaran (1)
>
> Setiap muslim wajib meyakini bahwa agama Islam bersumber dari Al
> Qur'an, dan Al Qur'an adalah ajaran kebenaran yang datang dari Tuhan
> Yang Maha Benar. Meragukan kebenaran al Qur'an adalah bentuk
> kebodohan manusia, karena al Qur'an yang diturunkan ke muka bumi
> sebagai petunjuk hidup manusia taqwa adalah kitab suci yang di
> dalamnya tidak ada keraguan tentang kebenaranannya (la roiba fihi).
> Al Qur'an adalah kebenaran sempurna yang datang dari Tuhan Yang Maha
> Sempurna.
>
> Problemnya, manusia yang harus menyerap kebenaran sempurna itu
> bukanlah makhluk yang sempurna. Manusia adalah mahkluk yang memiliki
> keterbatasan-keterbatasan, bahkan perangkat kejiwaan manusia (akal,
> hati dan nurani) yang digunakan untuk menangkap kebenaran juga unik,
> sehingga setiap orang bisa memiliki persepsi yang berbeda-beda
> tentang obyek yang sama, dipengaruhi oleh cara berfikir yang berbeda
> atau oleh kapasitas kejiwaan yang berbeda atau oleh situasi
> psikologisyang berbeda. Oleh karena itu kebenaran menurut persepsi
> manusia juga bergantung kepada "kacamata" apa yang digunakan. Kita
> mengenal ada istilah kebenaran matematis, kebenaran logis, kebenaran
> filosofis, kebenaran social dan kebenaran sufistik. Kebenaran Logis
> pun masih terbagi lagi, karena ada logika matematis, logika social
> dan logika langit.. Agamapun bisa didekati dengan pendekatan logika,
> filsafat, social dan spiritual, ouputnya bisa nampak sangat berbeda.
> Yang berbeda bukan agama yang dijadikan obyek, tetapi persepsinya
> yang berbeda disebabkan karena perbedaan pendekatan.
>
> Tingkat Kebenaran Agama
> Dalam sejarah perpolitikan Indonesia, pemberlakuan azas tunggal Panca
> Sila pernah menimbulkan konflik berkepanjangan diantara organisasi-
> organisasi Islam dengan Pemerintah, karena sebagian ormas-ormas Islam
> memandang pencantuman azas Panca Sila itu sebagai pelanggaran
> terhadap keyakinan agama. Demikian juga pernah terjadi sebagian
> pelajar Islam tidak mau mengikuti upacara bendera, karena menganggap
> penghormatan kepada merah putih itu sebagai perbuatan syirik. Puing-
> puing dari proyek azas tunggal yang masih ada sekarang adalah kasus
> Abu Bakar Basyir. Sebenarnyalah bahwa masalah itu disebabkan karena
> adanya perbedaan pemahaman, pada tataranm mana sesuatu itu dianggap
> agama yang absolut dan pada tataran mana yang sudah tidak masuk dalam
> pengertian "agama". Dalam perspektip tersebut diatas, maka agama
> dapat difahami dalam lima tingkatan, yaitu :
>
> 1. Agama seperti yang dimaksud oleh Allah SWT.
> Ketika orang mengatakan agama Islam itu lengkap sempurna, suci,
> tinggi dan tidak ada yang melebihinya (al Islamu ya`lu wa la yu`la
> `alaih), maka sebenarnya yang dimaksud agama Islam pada tataran itu
> adalah ajaran Islam seperti yang dimaksud oleh Allah sendiri. Pda
> tataran ini kesempurnaan dan kebenaran mutlak Islam berada
> tersembunyi di dalam kebenaran wahyu Al Qur'an. Pada tataran ini
> Islam adalah konsep ajaran yang terkandung dalam kitab suci, bukan
> menurut tafsiran ulama, bukan pula yang tertulis di dalam buku-buku.
> Pernyataan bahwa Islam adalah sempurna adalah sepenuhnya benar dalam
> pengertian teersebut diatas.
>
> 2. Agama seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad.
> Konsep Islam sangat sempurna, dan berasal dari Tuhan yang maha
> Sempurna. Tetapi manusia yang harus memahami bukanlah makhluk
> sempurna, karena ia harus mempersepsi apa yang dilihat atau
> didengarnya. Antara kesempurnaan ajaran Islam dengan
> ketidaksempurnaan manusia ada kesenjangan yang lebar. Oleh karena itu
> tidak jarang manusia keliru persepsi yang kemudian salah paham
> terhadap ajaran agama. Untuk dapat memahami kebenaran yang sempurna
> dari Al Qur'an diperlukan contoh atau "demontrasi". Nah, Muhammad
> sebagai utusan Tuhan adalah contoh dari kebenaran Al Qur'an, sehingga
> dikatakan dalam hadis bahwa akhlak Nabi adalah Al Qur'an (kana
> khuluquhu al Qur'an). Sebagai contoh Islam, Nabi tidak pernah keliru,
> karena beliau selalu dalam bimbingan Allah. Setiap kali Nabi keliru,
> langsung menerima koreksi melalui malaikat Jibril. Koreksi terhadap
> Nabi bahkan juga direkam dalam wahyu al Qur'an (Q/66:1). Dengan
> demikian, agama Islam seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad
> juga bersifat mutlak benar. Jika Al Qur'an disebut teori maka
> perilaku Nabi Muhammaad merupakan prakteknya. Dalam sistem hukum
> Islam, Hadis Nabi dalam satu kasus berfungsi sebagai penjelasan dari
> Al Qur'an, tetapi dalam kasus yang lain bisa berdiri sendiri
> menetapkan hukum, melengkapi Al Qur'an.
>
> 3. Agama seperti yang difahami oleh para sahabat Nabi.
> Nabi Muhammad memberi contoh tentang bagaimana hidup secara benar
> dibawah bimbingan wahyu al Qur'an.. Masyarakat yang hidup pada zaman
> Nabi (disebut Sahabat nabi) melihat dan meniru perilaku Nabi. Tetapi
> kemampuan sahabat Nabi sebagai manusia dalam mempersepsi contoh yang
> diberikan oleh Nabi berbeda-beda. Ada sahabat yang sangat cerdas, ada
> yang cukup cerdas, dan ada juga yang kurang cerdas. Dari segi
> kesempatan, ada sahabat yang sangat dekat dengan beliau sehingga
> setiap hari dan setiap saat berada di dekat atau bersama beliau,
> tetapi ada juga orang yang hanya berjumpa sebentar saja setiap
> harinya, ada yang hanya berjumpa seminggu sekali, ada yang hanya
> sebulan sekali dan ada yang hanya sesekali berjumpa dengan beliau.
> Perbedaan kecerdasan dan perbedaan frekwensi pertemuan para sahabat
> itu menyebabkan kemampuan memahami perilaku Rasul berbeda-beda. Ada
> yang hanya meniru bentuk perilaku beliau saja, tetapi orang sekaliber
> Umar bin Chattab misalnya, ia bukan hanya meniru yang nampak, tetapi
> juga bisa menangkap esensi dari perilaku Rasul. Oleh karena itu dalam
> berbagai hal Umar sering memiliki pendapat yang berbeda dengan orang
> lain. Pada tingkatan ini agama adalah pemahaman terhadap sumber
> utama, yaitu Al Qur'an dan hadis. Para sahabat berusaha memahami Al
> Qur'an dan memahami apa yang dicontohkan oleh Nabi. Pemahaman yang
> berbeda-beda menyebabkan ketidak mutlakan kebenaran. Agama pada
> tataran ini kebenarannya tidak absolut, tetapi betapapun karena
> mereka lebih dekat dan didorong oleh kecintaan kepada Rasul,
> menyebabkan pemahaman mereka lebih dekat kepada kebenaran. Keutamaan
> cinta kepada Allah dan Rasulnya itu diapresiasi oleh Nabi dengan
> ungkapan bahwa meski sahabat berbeda-beda pemahamannya, tapi
> kesemuanya mendekati kebenaran. Rasul menyatakan bahwa para sahabatku
> itu ibarat bintang gemintang,dimana kalian boleh mengambil petunjuk
> dari mereka, yang mana saja. (ashabi ka an nujum, biayyi iqtadaitum
> ihtadaitum)
>
> 4. Agama seperti yang difahami oleh para ulama
> Kerika para sahabat dan tabi'in sudah gugur semua, tinggallah para
> ulama yang menjadi rujukan masyarakat dalam beragama. Para ulama
> memahami agama itu bukan dari Nabi dan bukan pula dari sahabat Nabi,
> tetapi dari teks AlQur'an dan hadis serta dari tradisi keberagamaan
> yang hidup di masyarakat. Oleh karena itu yang terjadi adalah
> interpretasi atau penafsiran terhadap kedua sumber itu. Para ulama
> ada yang lebih cenderung rational, ada juga yang lebih cenderung
> historik/mengikuti tradisi. Semua hal yang bersifat interpretasi
> selalu mengandung kemungkinan benar dan salah, dan pendapatpun
> berbeda-beda, oleh karena itu pada masa para ulama, lahirlah mazhab-
> mazhab dalam ilmu agama. Dalam fiqh ada mazhab Syafi'I, Hambali,
> Hanafi dan Maliki misalnya. Demikian pula dalam ilmu-ilmu yang lain.
> Esensi pemahaman agama dalam periode ini bukan pada pendapat tetapi
> pada argumen yang digunakan. Sebagaimana para sahabat, ada ulama yang
> memiliki kecenderungan filosofis, ada juga yang kecenderungannya
> kepada tradisi. Para ulama yang tinggal di kota metropolitan, seperti
> Bagdad, dan Basrah cenderung berfikir rationil. Mereka mengembangkan
> metode pemahaman agama (usul fiqh) dengan pendekatan yang logik.
> Mereka berijtihad dengan mengedepankan argumen-argumen logis (dalil
> `aqly), karena tuntutan hidup di kota Metropolitan dimana persoalan-
> persoalan baru setiap hari muncul, membutuhkan respond yang dinamis.
> Sedanghkan para ulama yang tinggal di kota agraris, Madinah misalnya,
> mereka cenderung mengikuti tradisi keagamaan yang berkesinambungan,
> menomor duakan argumen logik. Baik dalam ilmu hukum maupun ilmu
> tafsir, kedua pola besar itu nampak jelas, yaitu ulama kelompok ahl
> ar ra'yi yang rationil dan ulama ahl al atsar.yang mengutamakan
> tradisi.
>
> Pada tataran ini, "agama" yang berkembang bukan hanya hukum (fiqh),
> tetapi juga teologi (Ilmu Kalam atau Ilmu tauhid), Tasauf dan
> Filsafat. Karena "agama" pada tataran ini sifatnya interpretatip,
> maka padanya tidak ada kebenaran absolut. Para ulama bahkan selalu
> menutup pendapat dan keyakinannya dengankapan bahwa hanya Allah saja
> yang tahu mana yang benar, Wallohu a`lamu bis sawab. Sebagaimana
> tercatat dalam sejarah, perkembangan ilmu pengetahuan dalam periode
> ini sangat pesat, dan ketika itu hampir 7 abad sejarah dunia identik
> dengan sejarah Islam, dan dalam abad yang sama, dunia Barat justeru
> masih berada di dalam zaman gelap (blue age).
>
>
> 5. Agama sebagai tradisi masyarakat Islam.
> Ketika sejarah semakin panjang, orang beragama tidak semuanya sempat
> mempelajari agama dari sumber utama, yakni al Qur'an dan Hadis,
> tetapi melalui guru-guru agama yang standard keilmuannya tidak sama.
> Ketika itu bahkan banyak orang memeluk agama Islam hanya karena orang
> tuanya Islam atau lingkungannya Islam. Ketika itu pemahaman agama
> masyarakat sudah cenderung bersifat tradisionil. Tradisi masyarakat
> Islam belum tentu mencerminkan ajaran Islam yang benar. Tidak
> mustahil pula tradisi masyarakat Islam justeru bertentangan dengan
> ajaran Islam. Oleh karena itu dalam hal tradisi , orang beragama
> haruslah memandang secara kritis, yakni tradisi yang baik boleh
> dipelihara, sedang tradisi yang bertentangan dengan Islam harus
> ditinggal.
>
> Wassalam,
> agussyafii
>
> ==============================================
> Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui
> http://mubarok-institute.blogspot.com atau achmad.mubarok@yahoo.com
> ==============================================
>
>
>
>
>
>
>
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

Yahoo! Groups

Be a Better Planet

Share with others

Help the Planet.

.

__,_._,___

[beasiswa] [Butuh info] Kedokteran Luar Negeri

Ada nggak kesempatan untuk ambil Koas (externship) dokter gigi di Singapura,
apabila kita kuliah S1 di Indonesia?
Ada yang sudah pernah, atau adakah dokter gigi dari Indonesia di sana?
Atau mungkin ada yang punya kenalan disana.
Saya mohon bantuannya.

Sakali lagi, Terima kasih.


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[beasiswa] [info] Liguria Study Centre for the Arts and Humanities- The Bogliasco Fellowship Program

Liguria Study Centre for the Arts and Humanities- The Bogliasco Fellowship Program

Introduction: Bogliasco Fellowships are awarded, without regard to nationality, to qualified persons doing advanced creative work or scholarly research in the following disciplines: Archaeology, Architecture, Classics, Dance, Film/Video, History, Landscape Architecture, Literature, Music, Philosophy, Theatre and Visual Arts.

In the Arts, the Study Center welcomes persons doing both creative and scholarly work (such as Art History, Musicology, Film Criticism, and so on). With respect to Dance, Music, and Theater, however, the Center does not have rehearsal studio space for persons wishing to work extensively in performance.

Eligibility: All nationalities welcome; applicants for Fellowships are expected to demonstrate significant achievement in their disciplines.

Amount Awarded: Please refer to website link below for more information.

Indirect Cost Recovery: This scheme is exempt from University of Sydney indirect costs.

For more information see: http://fmweb01.ucc.usyd.edu.au/research/search_research.html


Use the New Search Engine, Show me: Fellowships & Awards In optional keywords type: Liguria

Internet Link: http://www.liguriastudycenter.org/english/fellowships.cfm


Closing Date: 15th January 2008


[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[beasiswa] [INFO] Seminar tentang Beasiswa

Dalam rangka memperingati Tag der deutschen Einheit 2007, Himpunan Alumni Jerman (HAJY), Pusat Studi Jerman (Pusman) UGM, LPBJ IGBJI, akan menyelenggarakan Seminar :

Tema :
Hubungan Indonesia-Jerman & Uni Eropa sebagai Jembatan menuju Studi Lanjut,pertukaran Staff & Mahasiswa, serta Kolaborasi Penelitian.

Tempat & Tanggal
Ruang Konvensi Lantai 3
Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Gadjah Mada
Sabtu, 24 November 2007 ( Jam 09.00 – Selesai )

Pembicara :
Ilona Krueger-Rechmann,M.A.
(Direktur DAAD Jakarta)
Dr.Andrea Heyn
(Atase Bidang Ristek Kedutaan Jerman)
Dr Ida Bagus Narayana
Swiss-German University (SGU)

Kontribusi *:
Rp. 50.000,- ( Mahasiswa SI & Pelajar )
Rp. 75.000,- (Mahasiwa S2,S3 & Umun )
*(Tempat Terbatas bagi 200 Orang)

Pendaftaran
05 – 22 November 2007
Pusat Study Jerman UGM
d/a : Bulaksumur UGM Blok B 11, Yogyakarta
Bund der Deutsch Studenten
d/a : Hima Jerman ( FBS Timur ) Karang malang, Yogyakarta
Atau Transfer di:
No Rek : 3818162-9
Kantor Cabang : UGM Yogya
a/n : Muhammad Husen Asyhari
( No Bukti transfer di Smskan melalui No Hp : 08652968932 / 08995161244 – Tiket dapat diambil sebelum acara dimulai)

Informasi :
1. Faqih Masyhad 0817 4101 928
2. Iwan Susanto 0856 2877 012
3. Husen Asyhari 0274 7871 892


---------------------------------
Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.

[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Re: [psikologi_transformatif] Re: “Ilmiah” sesuai pesanan anda ?!

Dear Pa' Manneke dan Vincent,
 
Helga sependapat dgn pa' Manneke. Vincent memang bias. Vincent sendiri mencampur aduk metode penelitian dgn integritas pribadi penggunanya.Sy coba tunjukin, kalo Vincent benernya ngga' ngerti apa yg dia omongin. At least, Vincent cuma bikin tulisan itu buat ngejelekin org tanpa ngaca dirinya sendiri kaya apa.
 
Vincent nulis:
 
Pointnya adalah:
Metodologi penelitian ilmiah mengalami perubahan dari ilmu tekhnik ke
ilmu kedokteran lalu ke ilmu sosial. Pada ilmu tekhnik posisi praktisi
dan teoritisi lebih menyatu, lalu bergerak ke kedokteran hingga ke
ilmu sosial posisi praktisi dan teoritisi semakin terpisah.
 
Helga mo nanya nih,
Kapan atuh metodologi penelitian ilmiah mengalami perubahan dari ilmu tekhnik ke ilmu kedokteran lalu ke ilmu sosial?
Vincent belajar ini darimana? cuma kira2 khan? Ato boleh Helga sebut ngawur? Ato ini prasangka Vincent? Ini cent yg dimaksud pa' Manneke bias kepentinganmu.
Gimana juga kamu ngejelasinnya atuh, kalo pada ilmu tekhnik posisi praktisi dan teoritisi lebih menyatu?
 
Kompatiologi sendiri gimana Cent? Kompatiologi itu bukan ilmu tekhnik lo...itu cuma wacana kamu aja dan ga akan pernah jadi teknik
 
Coba deh cent, kamu belajar dikit biar pinteran dan engga ngawur kaya gini
 
 
Cheers,
 
HN


vincentliong <vincentliong@yahoo.co.nz> wrote:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/34862
--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, pradita@... wrote:

Ini kan cara pikir yang mencampur-adukkan antara metode penelitian
ilmiah dengan integritas pribadi penggunanya. Kalo penggunanya gak
betul jangan kambing hitamkan alatnya. Sama aja dengan Kompatiologi
kan? Kalo kompatiolognya bejat, Vincent kan juga gak rela
Kompatiologinya yang diobok-obok? Yang penting, Vincent, belajarlah
untuk berpikir tanpa bias. Pemikiran Anda di bawah ini kan dipengaruhi
oleh pengalaman negatif Anda dengan sekolahan. Maka, bunyinya ya jadi
kaya gini. Tapi, tidakkah dengan demikian Anda bisa lihat sendiri pada
diri Anda bagaimana "kepentingan" bisa menyelusup masuk ke logika
pemikiran? Nah, yang beginianlah yang mesti dicegah, bukan metodenya
yang disalahin.

manneke

Vincent Liong answer:

Sdr Manneke, ini tidak ada hubungannya dengan kompatiologi atau
kekecewaan saya pada dunia pendidikan resmi.

Pointnya adalah:
Metodologi penelitian ilmiah mengalami perubahan dari ilmu tekhnik ke
ilmu kedokteran lalu ke ilmu sosial. Pada ilmu tekhnik posisi praktisi
dan teoritisi lebih menyatu, lalu bergerak ke kedokteran hingga ke
ilmu sosial posisi praktisi dan teoritisi semakin terpisah.

Silahkan baca email di bawah ini:

==========
Subject: Re: Yuk kita rame2 menghancurkan Vincent Liong (Asumsi =
Sintesis)
From: Vincent Liong
DDT: Wed Oct 24, 2007 3:05 am
e-link: http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/2775

Note: Email saya kali ini ditujukan untuk melanjutkan pembahasan
Ilmiah sesuai pesanan anda sekaligus menjawab email B. Sudjanto
sebagai sebuah contoh kasus yang berhubungan dengan hal tsb. Email ini
juga diharapkan memberikan reasoning atas segala usaha "Kill and
Destroy Kim Il Sen" yang berlangsung di maillist
psikologi_transformatif dengan segala usaha dan pengorbanan secara
radikal, fanatik, bahkan rela berjibaku sampai habis-habisan tanpa
reasoning yang jelas.

Sebelum membahas secara lebih mendetail dengan contoh kasus mengenai
masalah "Ilmiah sesuai pesanan anda" pertama-tama saya membahas dulu
secara urut proses metodologi penelitian ilmiah yang sekaligus empiris
(kwantitative) yang perlahan-lahan contoh praktikalnya bergerak ke
semakin subjective / costumize (kwalitative), dan konsekwensinya
terhadap ketepatan dan kejernihan kerja metodologi penelitian ilmiah
di setiap jenis penerapan metodologi penelitian.

Metodologi Penelitian Ilmiah pada awalnya lahir dari dunia ilmu
tekhnik yang memiliki object penderita berupa mesin atau alat yang
bersifat benda mati. Sifat dari benda mati adalah keterbatasan pilihan
sebab-akibat atau bisa dikatakan tidak memiliki kehendak bebas bila
dibandingkan dengan kegiatan pemerosesan informasi (berpikir) pada
manusia dan hewan (sebagai subject yang individual) sehingga bersifat
sangat empiris.

Selanjutnya metodologi penelitian ilmiah juga masih bisa dilebarkan
lagi ke dunia kedokteran dimana kerja hubungan sebab-akibat pada tubuh
fisik manusia, hewan dan tumbuhan bersifat tekhnis dan mekanis.
Keterbatasan pilihan sebab-akibat atau bisa dikatakan tidak memiliki
kehendak bebas bila dibandingkan dengan kegiatan pemerosesan informasi
(berpikir) pada manusia dan hewan (sebagai subject yang individual)
sehingga bersifat cukup empiris, tetapi tidak se-empiris pada
penerapan ilmiah di benda mati sebab pada manusia, hewan dan tumbuhan
masih terjadi evolusi dan adaptasi secara non-sadar.

Selanjutnya metodologi penelitian diterapkan kembali ke bidang yang
jauh lebih subjective lagi yaitu pemerosesan infromasi atau kegiatan
berpikir manusia dan hewan. Dalam penerapan di kegiatan berpikir
manusia dan hewan khususnya ilmupengetahuan sosial masalah timbul
karena pada pemikiran manusia dan hewan kegiatan evolusi adaptasi
secara sadar terjadi pada kegiatan berpikir manusia sehingga ada
kehendak bebas yang sifatnya sangat individual; ada asumsi,
kepentingan, sudutpandang, keyakinan, dlsb yang membuat hubungan
sebab-akibat tidak terbatasi bersifat tekhnis saja; Tetapi menjadi
lebih tidak empiris karena adanya kondisi terhipnotis oleh argumen,
teori, asumsi, kepentingan, sudutpandang. Metodologi penelitian ilmiah
berubah fungsi sebagai alat bantu yang dapat bekerja bersamaan dengan
metodologi penelitian empiris menjadi sekedar alat untuk menghipnotis
diri sendiri lebih dalam pada asumsi, kepentingan, sudutpandang,
keyakinan, dlsb yang sudah ada sebelum bahkan sebelum kegiatan
penelitian direncanakan.

Oleh karena itu radikalisme, fanatisme, fundamentalisme yang tidak
memiliki hubungan sebab-akibat yang jelas runtutan-nya datang dari
kaum berpendidikan ilmiah sosial bukan dari oknum-oknum tidak
berpendidikan. Apapun input yang disugestikan secara sadar tidak sadar
menjadi ilmiah. Tidak ada bedanya lagi antara ilmu sosial ilmiah
dengan agama, metafisika dan spiritual yang murni bersifat keyakinan
tanpa perlu ada bukti kongkrit.

Ketika seseorang mengatakan sesuatu adalah baik atau buruk maka hal
itu tidak perlu terjadi dan tidak perlu ada bukti di masa lalu masa
kini dan masa yang akan datang, yang penting pengkondisian saat
menghipnotisnya cukup dramatis; misalnya Leonardo Rimba mengatakan hal
tsb dengan membawa hal-hal yang bersifat ketuhanan, spiritual yang
tinggi, dlsb maka sudah masuk dalam logika ilmiah.

Jadi ada dua hal yang penting di sini dalam melakukan penghipnotisan
atas suatu keyakinan adalah sbb:
*Yang berinisiatif pertama kali menanamkan asumsi secara dramatis akan
menjadi keyakinan bahkan akan dikuatkan dengan dianggap ilmiah setelah
si individu diajak berpetualang dengan pola jalan cerita logika sesuai
penghipnotis di ranah pikiran tanpa perlu bukti fisikal / di dunia
nyata, atau bukti palsu bisa dibuat belakangan sesuai kebutuhan saja.
* Yang paling dramatis, paling heboh, paling tinggi, paling benar
bahasanya seperti misalnya dengan membawa hal-hal ketuhanan, intuisi,
dlsb akan dianggap secara ilmiah benar adanya.

"Asumsi = Sintesis" karena ada jalan cerita yang jelas dari asumsi
sampai ke sintesis yang mampu membuat pikiran anda meyakini tanpa
perlu ada bukti kongkrit di dunia nyata atas hal tsb, bahkan bisa
tampak seperti jalan cerita yang sangat ilmiah.

Nah pada kasus B.Sudjanto, terjadi loncatan yang tidak disadari dari
penelitian ilmiah pada latarbelakang pendidikan tekhnologi industri
yang berkaitan dengan mesin yang adalah benda mati, lalu diasosiasikan
secara linear ke penelitian ilmiah ala ilmupengetahuan sosial. Ini
adalah hal umum yang terjadi pada jaman ini dimana radikalisme sesaat
tanpa disadari bisa dipancing dengan mudah untuk timbul di kalangan
orang berpendidikan entah itu ilmu yang bersifat tekhnis (berhubungan
dengan benda mati), ilmu kedokteran dan ilmu social, tetapi sulit
dilakukan kepada kalangan pedagang dan orang-orang yang berada di
lingkungan praktikal sehari-hari tanpa embel-embel kasta keyakinan
jabatan, ijasah, ilmiah, dlsb.

Efek sampingnya misalnya dalam kasus B.Sudjanto adalah timbul suatu
radikalisme, fundamentalisme dan fanatisme untuk melihat pribadi
seorang Vincent Liong dari sisi yang diperkenalkan oleh Leonardo Rimba
saja. Jadi seperti seseorang yang sedang menyukai Honda Jazz Biru akan
terbawa untuk melihat begitu banyak Honda Jazz Biru di jalan dibanding
mobil yang lain yang tidak terlalu diperhatikan. Sugesti dengan model
dramatisasi membuat orang menjadi berkacamata kuda atau bahkan buta.

Vincent Liong sebagai praktisi kompatiologi mengalami kesulitan untuk
membela diri, karena bila Vincent Liong membela diri dengan cara yang
sama dengan Leonardo Rimba, yaitu dengan mendramatisasi cerita yang
tidak kalah heboh dan ideal-nya misalnya dengan menjanjikan hal-hal
yang amat ideal atau bersifat keTuhanan, maka Vincent Liong melanggar
komitment dasar kompatiologi yaitu tidak menjanjikan sesuatu yang
bersifat ketuhanan, serba tinggi, serba ideal, dlsb. Pengajar
kompatiologi selalu berusaha menjawab pertanyaan dengan bersifat
tekhnis karena hasil dari sesuatu yang sifatnya ilmu sosial sangat
tergantung dari pilihan bebas pelaku atau pengguna-nya sendiri. Bagi
Vincent Liong ini masalah moral kejujuran sebagai ilmuan saja.

"Pengalaman sehari-hari menghasilkan peta hubungan sebab-akibat,
Peta hubungan sebab-akibat dikonsepkan polanya maka menghasilkan teori,
Teori di-tarikat-kan atau dilakonkan,
Menghasilkan perjalanan menuju kebenaran mutlak (Tuhan)."

Perjalanan spiritual yang dimulai dari teori tentang kebenaran yang
sangat amat ideal beresiko terjadinya kepecahan mental pada si pelaku,
karena tidak adanya relasi antara pengalaman pribadi dengan teori yang
dianggap benar. Pada banyak kasus menghasilkan dua sisi sifat yang
amat berbeda antara yang diucapkan dengan yang dilakonkan.
Keterpecahan ini membuat murid tidak akan pernah mencapai gurunya,
karena teori yang ditanamkan sekedar sugesti atau hipnotis pada
pikiran saja atas titik ekstrim yang satu terhadap titik ekstrim yang
berlawanan yang dianggap ideal tetapi tidak akan pernah tercapai. Dari
situ tercipta ketergantungan yang terus-menerus kepada guru atas dasar
perasaan tidak aman. Maka dari itu antara satu aliran ilmu jenis ini
dengan aliran ilmu jenis ini yang lain saling bertengkar untuk berebut
massa yang bisa dibodohi untuk percaya dan terkunci atas dasar
perasaan tidak aman tsb.

Perjalanan spiritual yang dimulai dari kegiatan menghargai pengalaman
sehari-hari, dilanjutkan secara mandiri dan independent memetakan
hubungan sebab akibatnya, tanpa perlu diarahkan, diceramahi teorinya
akan menemukan teori yang cocok sendiri. Teori ini begitu jelas
hubungannya dengan diri sendiri hingga tanpa perlu ada yang membimbing
dan mengajari akan terarahkan di jalurnya hingga menemukan kebenaran
mutlak yang cocok dengan dirinya sendiri, sehingga tidak ada lagi
ketergantungan akan peran sang guru. Tugas seorang guru hanya
mempersiapkan dasarnya, urusan masing-masing individu untuk menjalani
perjalanannya sendiri untuk mencapai kesempurnaan yang cocok dengan
dirinya sendiri. Maka dari itu kompatiologi tidak pernah mengarahkan
orang ke kebenaran yang bukanlah hasil temuannya sendiri, biarlah
mereka membuat teori dan menjalaninya hingga puas menemukannya,
kompatiologi hanya mempersiapkan dasar yaitu kemampuan pengukuran
subjective untuk membaca data.

Nah sdr B.Sudjanto silahkan diperhatikan kembali nasehat sahabat anda
Margaret Widyanti yang telah beberapa kali berpesan pada anda untuk
tidak terbawa oleh orang-orang yang berkepentingan sehingga
berpura-pura di depan anda dengan membuat dramatisasi jarak guru murid
yang terlalu jelas, menjadi orang yang terlalu ideal dibanding diri
anda yang terlalu kurang ideal dalam konsep non-egaliter mereka.
Memangnya ada manusia dewa hidup di dunia ini?!

Semoga beruntung…

Ttd,
Vincent Liong
Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2007

Email sebelumnya...
e-link:
http://groups.google.com/group/Komunikasi_Empati/msg/24a552c702c63732
Benediktus Sudjanto wrote:

Vincent,

Saya ngajak kamu dan mas Leo itu sebagai pribadi, tidak ada
hubungannya dengan pekerjaan saya.

Soal uang dalam perjalanan kita tempo hari juga bukan masalah bagi
saya, kan saya yang menanggung hampir semua biaya termasuk kamu naik
kuda di Tawangmangu.

Saya tak bingung dan tak perlu bertanya soal kompatiologi, kan sebagai
pengamat saya juga mengikuti sambil lalu. Kan kamu yang menerangkan
sendiri dan minta bantuan mas Leo menerangkan. Kamu minta masukan,
yang kamu Kamu dan mas Leo malah berkomentar kesaya, kalau kamu bagian
urusan instinct (bawah) dan mas Leo intuition (atas) dan mendaulat
saya di bagian "tengah-2" bagian balancing.

Saya kok dikatakan "membentak-bentak seminggu penuh", apa itu benar
dalam kenyataan? Saya memang pernah dengan keras mengatakan ke kamu,
kalau kamu itu menjalankan kejahatan karena menjual sesuatu yang tak
jelas manfaatnya dan mendapatkan uang. Kamu promosi sesuatu ke saya
yang saya tahu tak ada manfaatnya, secara terus menerus, menerangkan
secara berulang-ulang tanpa diminta, menafikan masukan orang dan
merasa terpojok sendiri walau tak ada yang memojokkan. Kalau saya
sampai marah itu berarti saya simpati ke kamu, karena merasa bahwa
kamu masih muda, kekeliruan yang sudah dialami, bisa diperbaiki dengan
rendah hati, eh malah sekarang lebih sombong dari yang mampu saya
bayangkan untuk seorang manusia. Kalau tak perduli, kan kamu bisa saya
usir, atau saya diam saja, meninggalkan pembicaraan yang
"percumtakbergun" alias percuma tak berguna. Paling tidak kamu itu
harusnya memiliki sopan santu manusia biasa dalam berkomunikasi, saya
rasa sudah cukup. Sebagai penyandang sendiri "penemu" kompatiologi,
yang ada kata "empati" nya, saya hanya bisa bilang "wah-wah kok begitu".
Bayangkan, orang yang kamu dekon dan membayar, kamu katakan beberapa
kali lewat mulutmu sendiri bahwa kamu ingin menjadikan mereka "seperti
blackie, anjing gua di rumah". Paling tidak kamu berbelas kasihlah
dengan mereka yang mau menjadi kelinci/anjing cobaanmu dengan membayar
uang dan waktu dengan segala keluguan, kesopanan, pengharapan,
keperluan mereka yang entah apa jenis persisnya. Entah, harus
bagaimana lagi saya mesti berkomentar, apa ya ada gunanya secara
positif kalau saya berkomentar lagi, kalau waktu lebih seminggu kita
bersama kamu katakan bahwa saya membentak-bentak kamu?
Setelah sharing berdua dengan saya di penghujung malam masuk pagi
waktu di Solo, dengan kejujuranmu dan hampir tangismu dan empatiku
kekamu serta rencana baikmu untuk dengan rendah hati memperbaiki untuk
dirimu sendiri, lalu kamu menafsirkan bahwa aku hanya dituliskan
sebagai yang membentak-bentakmu selama seminggu. So what gitu loh!
Yah, bagiku tak apa-2, karena aku tak punya kepentingan apa-2
denganmu, hanya empatiku bagi sesama yang kebetulan salah satunya kamu
yang sempat lewat dalam sebagian waktu hidupku, dan kalau itu membuat
kamu bahagia dengan gaya dan kata-2 mu, ya teruskan saja apa yang kamu
anggap baik bagimu. Begitu saja ya, sudah cukup.

B Sudjanto

Email sebelumnya...
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/22917
--- In vincentliong@yahoogroups.com, "vincentliong"
<vincentliong@yahoo.co.nz> wrote:

Mas Leo, inget ngak mas Leo saat elo ngajak gw ke Solo bersama
B.Sudjanto yang direkturnya pabrik lensa Policore anak perusahaan
Djarum di Karawang. Saat itu gw bilang kalau gw lagi tidak siap uang
dan mas Leo aturkan agar dalam 5-6 jam kita dijemput di rumah gw, kata
mas Leo tidak perlu bawa uang.

Ketika awal mas Leo memperkenalkan ulang saya ke B. Sudjanto yang dulu
juga murid kundalini saya dan pak Ngurah Ardika cuma sungkan karena
bingung sama perkembangan penelitian saya yang terlalu cepat, maka
nanya ke mas Leo.

Mas Leo ngomong persis sama dengan kalimat-kalimat mas Leo di bawah
ini. Ini yang membuat gw dibentak-bentak seminggu penuh oleh
B.Sudjanto gara-gara kalau gw bilang ya maka mas Leo tekankan artinya
tidak lalu kalau gw bilang tidak kata mas leo ya lama-lama gw bingung
sendiri. Lalu mas Leo juga bilang tentang saya yang binatang banget.

Saat itu belum sekalipun saya tegur mas Leo dengan halus maupun kasar
dan kalau ditegur secara halus tambah jadi dan menambah penjelasan
membingungkan semacam ini dengan dihubungkan dengan intuisi dan
hal-hal keTuhanan dimana saya yang dikatakan jadi setannya.

Mas Leo masih ingat tidak ?
Tulisan di bawah ini hanya mengulang kalimat yang dulu khan ? Sama lho
kalimat-kalimatnya, hanya dulu mas ngomong ini ke B. Sudjanto di depan
saya, dan saat ini mas Leo ngomong ke maillist, hanya itu bedanya...

Saat itu saya setress jadi kalau makan sampai beol-beol sebagai
pelarian, karena saya tidak bisa kontrol. B. Sudjantomas Leo panasi
bahwa Jin saya yang makan dan juga soal keburukan prilaku saya. Depan
mata saya lho mas Leo, saat itu.

Lalu siapa yang berani menemani mas Leo sekarang ? Serem atuh resiko
dijadikan umpan ikan :) Saya seumur-umur tidak jadikan mas Leo umpan
ikan lho, inget itu mas Leo.

Ditemani itu mahal mas Leo... Ya jadi umpan buat mancing ikan ?!

Ttd,
Vincent Liong
Jakarta, Senin 22 Oktober 2007

Email sebelumnya...
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/33111
--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "leonardo_rimba"
<leonardo_rimba@yahoo.com> wrote:

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Timbangan Balance
<timbang.balance@> wrote:
> Karena Audifax dan Leonardo Rimba adalah mantan
> pendukung Kompatiologi dan teman dari Vincent Liong

Hmmm,... perlu saya LURUSKAN disini bahwa saya adalah seorang PRAKTISI
KOMUNIKASI EMPATI. Komunikasi yang EMPATIK adalah SPESIALISASI saya. I
am VERY MUCH EMPATHETIC, saya bisa langsung baca apa yang ada di diri
rekan komunikasi saya.

Kompatiologi seperti dipraktekkan oleh Vincent Liong adalah suatu
PARODI dari Komunikasi yang empatik. SUATU PARODI. Suatu BANYOLAN,
suatu LAWAKAN. Komunikasi yang dipraktekkan oleh Vincent Liong itu
adalah KEBALIKAN DARI KOMUNIKASI YANG EMPATIK. Total kebalikannya ?
Kok bisa ? Ya bisa saja, namanya kan banyolan. Lawakan. Parodi.

Jadi, kalau anda memiliki PENGERTIAN tentang KOMUNIKASI YANG EMPATIK,
anda akan otomatis mengerti tentang KOMPATIOLOGI. Kompatiologi itu
adalah KEBALIKAN DARI KOMUNIKASI YANG EMPATIK walaupun sesumbar
sebagai ILMU PEMECAH RAHASIA ALAM SEMESTA dalam komunikasi menggunakan
empati. Hmmm hmmm hmmm.... Astagfirullah
alazzim Astagfirullah alazzim (nyebut 100 x dianjurkan)...

Itu komentar saya. Saya _bukan_ pendukung Kompatiologi. Nama saya
dicantumkan dalam IKLAN2 Kompatiologi _tanpa_ ijin saya. Saya biarkan
saja. Kan saya ini BAIK HATI. Hmmm hmmm hmmm...

Hasil dari Kompatiologi Vincent Liong itu apa ? Aduh, liat aja ndiri
deh. Malu komentarinnya,... aku udah cukup banyak comment. Kalo aku
bukain RAHASIA yang SEMUA ORANG SUDAH TAHU itu, ntar jadinya gak lucu
lagi. Sedangkan, bukankah kelucuan itu yang selama ini dicari, hmmm
hmmm hmmm...

Kompatiologi kan cuma nama saja. Bisa dinamakan GULALOLOGI. Bisa
dinamakan TIPATIPULOGI... Intinya, dengan nama itu Vincent Liong INGIN
BELAJAR bagaimana caranya berkomunikasi dengan empati. Tetapi caranya
kan SERBA TERBALIK. Wong dia yang mao belajar kok nulisnya
en ngomongnya DIA YANG MAO NGAJARIN ?

Segalanya itu SERBA TERBALIK.

Untuk mengerti Vincent Liong, SEGALANYA ITU HARUS DIBALIK. Kalau dia
bilang dia TAHU RAHASIA ALAM SEMESTA, artinya itu KEBALIKANNYA.

Kalau dia bilang dia "diinjak-injak", arti sebenarnya ya KEBALIKANNYA.

Kalo dia bilang dia punya "nurani", artinya ya kebalikannya.

Kalo dia bilang dia itu "ilmiah", ya artinya kebalikannya.

SEMUA SERBA KEBALIKAN.

Untuk mengerti Vincent Liong, segala ucapan dia itu HARUS DIBALIK. Itu
kunci dari THE PUZZLE.

Vincent itu main TEKA-TEKI. Kunci pemecahannya cuma satu saja, DIBALIK
SAJA. Kalau anda balik apa yang dituliskannya, maka ANDA AKAN MENGERTI
APA YANG DIMAKSUDNYA.

Itu saja komentar saya saat ini. Hmmm hmmm hmmm. Udah ya, jangan
tanya2 lagi ya, TANYA LANGSUNG SAMA ORANGNYA AJA.

Kalo dijawab, jawabannya DIBALIK AJA. That's THE REAL ANSWER.

Leo



Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

Send pics quick

Share photos while

you IM friends.

Yahoo! Groups

Endurance Zone

Communities for

increased fitness.

.

__,_._,___

Re: [beasiswa] [BUTUH INFO] Documents required in Erasmus Mundus-tambahan

Dear all,
Untuk erasmus rasanya jatah indonesia itu sekitar 30 pertahun. Biasanya sich
per jurusan maksimum satu, jadi kalau diantara kandidat pendaftar tidak ada
yang kualified ya jadi gak ada yang dapat. Yang namanya beasiswa perasaan
hampir tidak mungkin tidak ada yang daftar, peminatnya pasti lebih banyak
dari yang bisa keterima
AA


On 15/11/2007, hariaji bayu <bayuhariaji@yahoo.com> wrote:
>
> Dimas,
>
> 1. Kalau mengenai IELTS dan TOEFL, kalau memang belum punya, dan jadual
> TOEFL/IELTS mepet, sebaiknya kamu korespondensi dengan kontak personal
> universitas koordinatornya. Saya pernah diberi kelonggaran satu minggu tuk
> mengirim IELTS. Waktu itu saya diberi nomor fax dan mereka konfirm kalo
> dokumen saya telah diterima:)
> Sebaiknya dari sekarang dah cepat2 pesan tempat tuk TOEFL/IELTS. Hasilnya
> kan juga keluar dua/tiga minggu setelahnya.
>
> 2. KTP? hihihi jadi ketawa bacanya, KTP terjemahin di Dept. Imigrasi,
> setelah jadi namanya Pasport. Ya ngga Nggiet?
>
> btw all,
>
> saya jg punya pertanyaan.
> 1. Uhm kemampuan bahasa natif yg menjadi kualififikasi dlm beasiswa
> tersebut itu mutlak ga sih?
> 2. Misalkan ada satu beasiswa jurusan tertentu kuota untuk Indonesia 3,
> tapi hanya ada 1 orang yg mendaftar, apakah dia otomatis terpilih
> mendapatkan beasiswanya? (menurut saya sih enggak..)
>
>
> anggiet ariefianto <anggieta@gmail.com <anggieta%40gmail.com>> wrote:
> Dimas,
> Jawaban pertanyaan kamu versi saya
> 1. Ijasah dilegalisir oleh universitas. Kalau saya dulu di UI, mereka
> punya
> format ijasah dan transkrip dalam bahasa Inggris, jadi tinggal datang ke
> bagian akademik, isi form dst (kalau perlu bayar). Kalau kamu punya ijasah
> dari luar negeri, untuk transkrip biasanya diminta asli, kalau tidak
> punya,
> fotokopiannya di bawa ke kantor pengacara untuk dilegalisasi bahwa kopian
> sesuai dengan aslinya (artinya harus punya yang asli dan fotokopi
>
> 2. SDA. Ini untuk transkrip dan ijasah. Kalau di kampus engga punya
> formatnya, ya mesti ke penerjemah yang sudah disumpahin
>
> 3. Kadang bisa kadang tidak. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,
> biasakan mendaftar beasiswa data lengkap, karena seleksi pertama
> kelengkapan
> dokumen
>
> 4. Letter of recommendation yang ideal satu dari mantan dosen satu dari
> atasan, jadi mereka tau kapasitas kamu sebagai karyawan dan sebagai
> mahasiswa
>
> 5. Kog KTP sich? paspor dong mas, urusan internasional, KTP gak laku.
> Apalagi kalau beasiswanya yang akan mengurus visa, fotokopi paspor
> biasanya
> diminta duluan
>
> AA.
>
> On 13/11/2007, Dimas Yoga <plano_18@yahoo.com <plano_18%40yahoo.com>>
> wrote:
> >
> > Dear milisters,
> >
> > Saya ada beberapa pertanyaan tentang beberapa dokumen
> > pendukung untuk apply Erasmus Mundus, mungkin
> > temen-temen ada yang bisa sharing:
> >
> > 1. Mengenai "Certified copy of your university
> > qualification", itu kalo tidak salah jika diartikan
> > dalam bahasa indonesia berarti kan "fotokopi
> > akreditasi universitas yang telah dilegalisir",
> > Pertanyaannya: Itu bisa kita peroleh dimana ya? dan
> > siapa yang berhak melegalisirnya?
> >
> > 2. Mengenai "Certified copy of the certificate issued
> > by the competent academic authority confirming the
> > examinations passed, detailed study programmes and the
> > number of hours for each module studied",
> > Pertanyaanya: apakah ijasah dan transkrip nilainya
> > juga harus dalam bahasa inggris? apakah butuh
> > penerjemah tersumpah?
> >
> > 3. Mengenai "Proof of your English language ability",
> > Pertanyaannya: Apakah boleh jika pengiriman
> > International TOEFL atau IELTS dilakukan setelah kita
> > diterima di universitas tersebut dengan kondisi khusus
> > (conditional acceptance)?
> >
> > 4. Mengenai "Two letters of recommendation, preferably
> > from the university or institute that awarded your
> > first degree",
> > Pertanyaannya: Apakah boleh jika recommendation
> > letters itu berasal dari atasan langsung tempat kita
> > bekerja saat ini. Sekedar info, saat ini saya bekerja
> > di Jakarta, sedangkan universitas asal saya berasal
> > dari Malang, Jawa Timur.
> >
> > 5. Mengenai "Administrative papers: a copy of a valid
> > ID document",
> > Pertanyaannya: Apakah KTP-nya juga harus diterjemahkan
> > dalam bahasa inggris, jika ya, lalu siapakah yang
> > berhak menerjemahkannya, dan siapa juga yang berhak
> > melegalisir fotokopian-nya?
> >
> > Mohon bantuan dan pencerahan dari teman-teman
> > milisters. Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.
> >
> > Salam sukses,
> > Dimas
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/

===============================

CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:beasiswa-digest@yahoogroups.com
mailto:beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Balasan: [psikologi_transformatif] From As as to Ani Munafich

berbalik arah dan gak bisa di mengerti aja ..
met menikmati kesalahan yang ada ...
sebagai orang yang serba putih ..
 
/Lu2


as as <as2004as_as@yahoo.com> wrote:
Sekarang dini hari, Ani, dan semalaman aku tak bisa tidur
Dan aku sempatkan di dini hari ini untuk berkata padamu, Ani
Aku minta maaf atas semua ungkapan burukku padamu, Ani
Semoga kau maafkan semua salahku padamu, Ani
Sebelum sesuatu hal terjadi padaku.
Kau mungkin seorang yang luka hati, Ani
Demikian juga aku .
Kau bilang, kau bukan perawan, Ani.
Aku masih perawan ,  tetapi bukan demikian hatiku.
Hatiku tak mungkin perawan lagi., tak bisa luka itu menutup kembali.
Rasanya hampa, Ani , hatiku serasa kosong.
Jiwaku serasa melayang tak tau arah.
Aku tak tau bisa berbuat apa, Ani.
Sekali lagi aku minta maaf, Ani,
padamu.
Satu hal yang aku rasakan pada dirimu adalah,
kau tak pernah menghianati.

http://www.wanderinggoblin.com/EditorImages/SadBunny.jpg

Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Y! Messenger

Files to share?

Send up to 1GB of

files in an IM.

Free airline tickets

Win a free trip

home for the

holidays from Yahoo!

.

__,_._,___