Rabu, 09 Januari 2008

[psikologi_transformatif] Re: Fwd: [alumnipmbs] Fwd: Bude Ratih sudah main ancaman nich :)

Pada email sebelumnya saya menulis untuk Bude Tih sbb:

-----
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/37448
Vincent Liong wrote:

Bude Tih - Bude Tih ...

Baru diumpanin seperti itu aja kontrol dirinya sudah lepas lagi. Lalu
bagaimana bisa pertahankan image di PMBS ?

Ngomong-ngomong banyak lho yang sedang mempelajari bude Tih di
maillist ini. Jadi manfaatkan kesempatan baik-baik untuk belajar
menjadi berprilaku baik.

Pilihannya adalah: Apakah bude Tih bisa membuktikan ke rekan-rekan
PMBS yang memantau ke psikologi_transformatif bahwa Vincent Liong
bohong soal siapa sisi lain pribadi bude Tih atau malah setelah ke
maillist psikologi_transformatif tambah meyakini ceritanya Vincent Liong.

Masa depan bude Tih yang tentukan bude Tih sendiri. Moga moga bude Tih
tidak terlambat sadar bahwa prilaku itu memiliki akibat bukan bisa
seenaknya sendiri.
-----

Pada tahun lalu saya juga pernah beberapa kali mengingatkan bude Tih.

Dalam konflik ini saya tidak melihat kepentingan bude Tih; yang tampak
lebih jelas kepentingan pelaku yang lain seperti Audifax, Goen,
Nurudin, dlsb makanya saya bodo amat apa pengaruh konflik ini ke nama
baik mereka…

Lalu buat apa bude Tih masih bermain api di sini? Melihat resume bude
Tih saya sangat menyayangkan kalau keterlibatan bude Tih akan
mencoreng record baik bude Tih. Saya berkali-kali mengingatkan bude
Tih. Saya penasaran sebenarnya bude Tih ini dapat reward apa sich
ikut-ikutan iseng mengganggu keluarga saya? Toh mau dirancang teror
apapun makin lama kami makin kebal, proses terornya sejak awal banyak
yang mengamati, makin lama pelaku makin terjerumus dan tidak bisa
keluar dari hobi fitnah, teror dan cacimaki; karena merasa mendapat
tempat pelampiasan dan toh nama sudah terlanjur tercoreng.

Beberapa orang di PMBS tentu kebingungan dengan realita yang berbeda
tentang siapa bude Tih yang saya munculkan. Banyak yang tidak terima
katrena ingin tetap pada realita bude Tih yang dulu, ini akan terjadi
sampai mereka menerima realita selanjutnya yang saya munculkan atau
pada akhirnya menjadi pertanyaan dalam diri mereka masing-masing yang
jawabannya 50:50. Mereka pun tidak akan ngomong apa-apa karena jabatan
bude Tih, makanya saya yang merasa perlu mengingatkan. Tapi apa enak,
apa nyaman duduk di jabatan dengan kondisi macam itu?

Masih ada kesempatan bude Tih untuk memperbaiki nama baik bude Tih
yang tercoreng itupun kalau mau, kalau tidak mau, angkuh begitu ya
sudah apa boleh buat saya toh nga dapat untung… Saya juga serba salah
kalau bude Tih ditegur belagu jadinya harus ditindak, kalau ditindak
juga kasihan nanti anak dan suami bude Tih khan kena efek juga kalau
nama bude Tih tercoreng. Buat kubu kalian memang sangat menghibur bisa
mempersulit sumber makan orang lain, buat saya mah nga ada yang asih
melakukan hal tsb, kalau tidak terpaksa maka tidak saya lakukan.

Sampai hari ini saya belum membalas teror keluarga ke kubu kalian, itu
sudah hebat kesabaran saya. Saya kasihan pada kalian...

Maunya apa sich :) tidak bisakah anda bahagia dengan hidup kalian
sendiri sehingga tanpa kerugian atau kehancuran di pihak saya maka
hidup kalian tidak terasa lengkap, masih ada yang kurang atau
menderita menonton kesuksesan saya.

Lalu saya sukses apa sich :) saya orang biasa juga dengan susah
senangnya bukan enaknya saja. Kasihan sekali anda bahkan ketika teror
berjalan saya masih bisa menikmati hidup sedangkan kalian tidak.

Bude Tih, sampai hari ini saya belum main koneksi lho,,, itu masih
saya simpan... Jadi moga-moga saya tidak terpaksa mengeluarkan
kemampuan saya karena saya tidak bahagia kalau harus mempersulit
sumber makan orang lain, tidak seperti bude Tih, dkk.

Ttd,
Vincent Liong
Jakarta, Kamis, 10 Januari 2007

e-link:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/37526
--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "ratih ibrahim"
<personalgrowth@...> wrote:

dear all,
email ini adalah salah satu email saja,
dan salah satu komentar dari banyak yang lain.
masih ada lumayan banyak sms yang masuk juga dari para kolega saya
yang dengan kapasitas intelektual, reputasi dan pengalaman mereka
mampu berfikir dan menilai jernih permasalahan yang ada.

email ini saya kirimkan ke sini,
sekaligus untuk menjawab kekuatiran mas Goen....
(PS :
Anda memang harus ngiri sama saya mas Goen.
Saya ditelpon terus tuh oleh si bocah....
tampaknya anda memang betul.
dia betul2 ngefans berat kepada saya....
*ketawa iba*)

sebetulnya intinya demikian :
bukan bahwa yang waras yang harus mengalah,
karena kebenaran memang harus senantiasa ditegakkan.
dan dalam hal ini kebenaran selalu akan tertampil, betapapun dahsyat
upaya untuk memanipulasinya....
seperti halnya hal-hal yang lain....

best,
bude tih

> ---------- Forwarded message ----------
> From:
> Date: Jan 7, 2008 10:15 AM
> Subject: Re: [alumnipmbs] Fwd: Bude Ratih sudah main ancaman nich :)
> To: alumnipmbs@yahoogroups.com, vincentliong@...
>
>
>
> Pak Vincent,
>
> Berdasarkan puluhan e-mail (spam) yang telah anda kirim ke mailing list
> "ALUMNI PRASETIYA MULYA", saya bisa membayangkan bahwa anda adalah orang
> yg well educated, respectable & reputable.
>
> Namun, saya sekaligus sangat PRIHATIN dengan SIKAP & TINDAKAN yang telah
> anda lakukan dg mengirim e-mail (spam) tsb. Saya melihat anda TIDAK BISA
> menjaga diri & sangat TIDAK TERPUJI menampilkan diri anda dihadapan kaum
> intelektual alumni Prasetiya Mulya.
> Oleh karena itu, untuk MENJAGA REPUTASI & KREDIBILITAS diri anda. Saya
> menyarankan sebaiknya anda TIDAK USAH mengirim e-mail (spam) ke mailing
> list ini lagi.
> Percayalah bahwa dengan cra seperti ini anda tidak akan mendapatkan
nilai
> tambah, namun justru menuai aib yg SUSAH TERLUPAKAN.
>
> Coba bayangkan bahwa anda masih punya harapan umur panjang, karier
> cemerlang, net working yg semakin bagus, apalagi keinginan untuk
DISEGANI
> dimanapun anda berada.
> Namun, yg terjadi adalah setiap ketemu orang yg baru saja anda kenal,
> siapapun dia SEGERA BERPALING saat anda menyebutkan nama diri sebagai
> VINCENT LIONG.
> Masih adakah kualitas hidup yg anda harapkan ?
>
> Semoga hal ini bisa menjadi bahan REFLEKSI awal tahun, agar kiranya anda
> dengan HATI TENANG, dengan suasana HENING bisa MERENUNGKAN sisa hidup
> anda. Sehingga hidup anda menjadi SEMAKIN BERARTI.
>
> Semoga kasih Tuhan senantiasa berlimpah dan memberi kekuatan pada
diri anda.
>
>
> Salam,
> E. Bawa Santosa
>
> > Subject: Bude Ratih sudah main ancaman nich :)
> > From: "vincentliong" < vincentliong@...<vincentliong%40yahoo.co.nz>
> >
> > DDT: Thu Nov 22, 2007 8:24 am
> > e-link:
> > http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/35438
> > --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> <psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>, "vincentliong"
> > <vincentliong@... <vincentliong%40yahoo.co.nz>> wrote:
> >
> > bude Ratih (Dra. Ratih Andjayani Ibrahim MM) wrote:
> > """""
> > Saya ditanya oleh beberapa rekan tentang apakah saya terganggu dengan
> > email-email yang mendeskreditkan saya itu, apakah saya ingin dibantu
> > untuk "menghapus" gangguan-gangguan itu?
> > Jawaban saya sama. Tidak... Biarkan saja...
> > Mengapa?
> > Karena memang tidak penting sih...
> > Buat apa repot-repot kan?
> > Buang waktu, buang energi....
> > """""
> >
> > Wah, bude Ratih (Dra. Ratih Andjayani Ibrahim MM) sudah main ancaman
> > nich :) . Memang bude Ratih orang hebat, terkenal.
> >
> >
> > Ttd,
> > Vincent Liong
> > Jakarta, Kamis, 22 November 2007
> >
> >
> >
> > Email sebelumnya...
> > http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/35370
> > --- In
psikologi_transformatif@yahoogroups.com<psikologi_transformatif%40yahoogroups.com>,
> "ratih ibrahim"
> > <personalgrowth@> wrote:
> >
> > Hai,
> > Sejak ada tulisan yang disebarkan kemana-mana dengan judul : Sisi Lain
> > Dra. Ratih Andjayani Ibrahim MM. "Psikolog Selebriti" oleh siapapun
> > yang menggunakan id : intel-psi trans, saya jadi menerima
> > banyakkkkkkkkkkkkk sekali email, telepon, sms simpati yang luar biasa
> > dari banyak orang.
> > Baik dari teman-teman saya sendiri, para dosen dan guru besar saya,
> > kolega bisnis, klien, wartawan bahkan dari begitu banyak orang yang
> > saya tidak pernah kenal sebelumnya.
> > Dan tidak ada hal lain yang bisa saya lakukan selain menghargai serta
> > berterima kasih kepada mereka semua dengan penuh kerendahan hati....
> > Sampai di ujung hari inipun, perhatian dan simpati itu masih tetap
> > saya terima dari bagitu banyak orang.
> > Saya ditanya oleh beberapa rekan tentang apakah saya terganggu dengan
> > email-email yang mendeskreditkan saya itu, apakah saya ingin dibantu
> > untuk "menghapus" gangguan-gangguan itu?
> > Jawaban saya sama. Tidak... Biarkan saja...
> > Mengapa?
> > Karena memang tidak penting sih...
> > Buat apa repot-repot kan?
> > Buang waktu, buang energi....
> >
> > Akan beda sekali jika misalnya yang menulis email itu adalah Harez,
> > misalnya....
> > Atau bahkan Pabrik T, yang saya tidak mengenalnya selain di milis
ini...
> > Mengapa?
> > Karena mereka adalah mereka....
> > Saya punya respek besar kepada mereka.
> >
> > Yang membuat saya lebih terharu lagi adalah....selain ternyata membuat
> > saya menjadi semakin "ngetop", saya jadi mendapatkan begitu banyak
> > klien dan job order...
> > Rating acara saya di TV makin tinggi.....
> > Kenalan saya makin banyak...
> > Asiiiiiikkkkkkkkkkkkkkkk..............
> > Cihuiiiiiiiiiiiiiii...........
> >
> > God Bless Us!
> >
> > bude Tih
> >
> > *jadi,
> > santai aja...
> > ada pepatah :
> > tong kosong bunyinya memang nyaring....
> > anjing menggonggong kita berlalu...
> > (kalau mengganggu, sambit pake sendal...)
> >
> > *senyum lebarrrrrrrrrrrrrrrrrr....
> >
> > --- End forwarded message ---
> >
> >
> >
>
> Messages in this topic
>
<http://groups.yahoo.com/group/alumnipmbs/message/6548;_ylc=X3oDMTM1cDMzNnVnBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzg1MDcxBGdycHNwSWQDMTcwNTA4MDg2NgRtc2dJZAM2NTU0BHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTE5OTY3NTc4NQR0cGNJZAM2NTQ4>
> (2) Reply (via web post)
>
<http://groups.yahoo.com/group/alumnipmbs/post;_ylc=X3oDMTJxcXFnMm9hBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzg1MDcxBGdycHNwSWQDMTcwNTA4MDg2NgRtc2dJZAM2NTU0BHNlYwNmdHIEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTE5OTY3NTc4NQ--?act=reply&messageNum=6554>|
> Start a new topic
>
<http://groups.yahoo.com/group/alumnipmbs/post;_ylc=X3oDMTJmODVxZXZmBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzg1MDcxBGdycHNwSWQDMTcwNTA4MDg2NgRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzExOTk2NzU3ODU->
>
Messages<http://groups.yahoo.com/group/alumnipmbs/messages;_ylc=X3oDMTJmbGl2aWNiBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzg1MDcxBGdycHNwSWQDMTcwNTA4MDg2NgRzZWMDZnRyBHNsawNtc2dzBHN0aW1lAzExOTk2NzU3ODU->|
>
Files<http://groups.yahoo.com/group/alumnipmbs/files;_ylc=X3oDMTJnYmdjZDFxBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzg1MDcxBGdycHNwSWQDMTcwNTA4MDg2NgRzZWMDZnRyBHNsawNmaWxlcwRzdGltZQMxMTk5Njc1Nzg1>|
>
Photos<http://groups.yahoo.com/group/alumnipmbs/photos;_ylc=X3oDMTJmc3RjOGxwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzg1MDcxBGdycHNwSWQDMTcwNTA4MDg2NgRzZWMDZnRyBHNsawNwaG90BHN0aW1lAzExOTk2NzU3ODU->|
>
Links<http://groups.yahoo.com/group/alumnipmbs/links;_ylc=X3oDMTJnamE0czdmBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzg1MDcxBGdycHNwSWQDMTcwNTA4MDg2NgRzZWMDZnRyBHNsawNsaW5rcwRzdGltZQMxMTk5Njc1Nzg1>|
>
Polls<http://groups.yahoo.com/group/alumnipmbs/polls;_ylc=X3oDMTJnNG83bHZqBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzg1MDcxBGdycHNwSWQDMTcwNTA4MDg2NgRzZWMDZnRyBHNsawNwb2xscwRzdGltZQMxMTk5Njc1Nzg1>
> MARKETPLACE
> ------------------------------
> Earn your degree in as few as 2 years - Advance your career with an
AS, BS,
> MS
degree<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12mb6d4a9/M=571476.12066680.12490312.11509771/D=groups/S=1705080866:MKP1/Y=YAHOO/EXP=1199682985/A=5086951/R=0/SIG=12k8pu1n3/*http://college-finder.net/index.cfm?key=yahoo_colfngrouptxt_12066680&c=CA152932587>-
> College-Finder.net.
> [image: Yahoo!
Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlbzhuNGQ0BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzg1MDcxBGdycHNwSWQDMTcwNTA4MDg2NgRzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTE5OTY3NTc4NQ-->
> Change settings via the
>
Web<http://groups.yahoo.com/group/alumnipmbs/join;_ylc=X3oDMTJncW1tbWNlBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzg1MDcxBGdycHNwSWQDMTcwNTA4MDg2NgRzZWMDZnRyBHNsawNzdG5ncwRzdGltZQMxMTk5Njc1Nzg1>(Yahoo!
> ID required)
> Change settings via email: Switch delivery to Daily
>
Digest<alumnipmbs-digest@yahoogroups.com?subject=Email+Delivery:+Digest>|
> Switch
> format to Traditional
>
<alumnipmbs-traditional@yahoogroups.com?subject=Change+Delivery+Format:+Traditional>
> Visit Your Group
>
<http://groups.yahoo.com/group/alumnipmbs;_ylc=X3oDMTJlanQ4bXVpBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzg1MDcxBGdycHNwSWQDMTcwNTA4MDg2NgRzZWMDZnRyBHNsawNocGYEc3RpbWUDMTE5OTY3NTc4NQ-->|
> Yahoo! Groups Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>|
Unsubscribe
> <alumnipmbs-unsubscribe@yahoogroups.com?subject=>
> Recent Activity
>
> - 3
> New
Members<http://groups.yahoo.com/group/alumnipmbs/members;_ylc=X3oDMTJnY3ByNHU4BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzg1MDcxBGdycHNwSWQDMTcwNTA4MDg2NgRzZWMDdnRsBHNsawN2bWJycwRzdGltZQMxMTk5Njc1Nzg1>
> - 8
> New
Files<http://groups.yahoo.com/group/alumnipmbs/files;_ylc=X3oDMTJoZG4yZHU2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzg1MDcxBGdycHNwSWQDMTcwNTA4MDg2NgRzZWMDdnRsBHNsawN2ZmlsZXMEc3RpbWUDMTE5OTY3NTc4NQ-->
>
> Visit Your Group
>
<http://groups.yahoo.com/group/alumnipmbs;_ylc=X3oDMTJmNmhmbmlyBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEyMzg1MDcxBGdycHNwSWQDMTcwNTA4MDg2NgRzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lAzExOTk2NzU3ODU->
> Yahoo! Kickstart
>
> Sign up
today!<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12jfehd1o/M=493064.12016251.12445659.9706570/D=groups/S=1705080866:NC/Y=YAHOO/EXP=1199682985/A=5008864/R=0/SIG=11191fg3c/*http://beta.kickstart.yahoo.com>
>
> Find great recruits
>
> for your company.
> Y! Messenger
>
> Instant
smiles<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12jehdkv6/M=493064.12016274.12445679.8674578/D=groups/S=1705080866:NC/Y=YAHOO/EXP=1199682985/A=3848577/R=0/SIG=12e714ic8/*http://us.rd.yahoo.com/evt=42403/*http://messenger.yahoo.com/feat_photos.php>
>
> Share photos while
>
> you IM friends.
> Cat Zone
>
> on Yahoo!
Groups<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12jme1mdh/M=493064.12016263.12445670.8674578/D=groups/S=1705080866:NC/Y=YAHOO/EXP=1199682985/A=4836039/R=0/SIG=11olbte0b/*http://advision.webevents.yahoo.com/catzone/index.html>
>
> Join a Group
>
> all about cats.
> .
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Send pics quick

Share photos while

you IM friends.

Special K Group

on Yahoo! Groups

Join the challenge

and lose weight.

.

__,_._,___

Re: [psikologi_transformatif] Re: Deklarasi Serikat Buruh Intelektual (SBI)

apakah mas tidak ragu mendefinisikan kata 'serikat' jika demikian?

----- Original Message ----
From: tinta_negatif <tinta_negatif@yahoo.com>
To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
Sent: Thursday, January 10, 2008 10:13:21 AM
Subject: [psikologi_transformatif] Re: Deklarasi Serikat Buruh Intelektual (SBI)

tentu Serikat Buruh Intelektual tidak memerlukan keanggotaan dengan
absensi dan juga iuran setiap bulan.. penamaan intelektual dibelakang
Serikat Buruh.. pada dasarnya untuk mencerdaskan buruh-buruh. . bukan
kemudian pada hanya salah satu tokoh Ketua dalam Serikat Buruh..

Serikat Buruh Intelektual. . tidak membutuhkan hirarkri.. yang
dibutuhkan adalah keberanian bicara dan keberanian mengatakan apa yang
dirasanya tidak adil.

saya mengajak para buruh.. untuk kemudian mengatakan
'ketidakadilannya' dalam milis ini.. atau menggambarkan
'ketidakadilan' yang terjadi di lingkungan kerjanya.. untuk kemudian
didiskusikan langkah persuasif atau anarkis yang harus diambil.

saya tidak akan membuat milis
serikatburuh_ intelektual@ yahoogroups. com.. karena saya tidak akan bisa
mewakili buruh-buruh yang memang tertindas dan sangat tertindas..
membuat sebuah lima produk dalam satu hari.. dimana untuk membeli satu
produk saja butuh menabung selama 3 sampai lima bulan.. dipotong biaya
hidup yang memperihatinkan.

gerakan_antikultus@ yahoogroups. com pada dasarnya memahami bahwa para
buruh mengkultuskan atasan dan pimpinann.. yang kemudian mereka
kehilangan kepercayaan untuk bersatu.. dan mendiskusikan
langkah-langkah untuk perlawanan atau pemberontakan.

baik-baik itu persuasif atau pun anarkis..

saya mengajak anda untuk 'mengeluhkan' secara intelek terhadap
'keadilan' yang anda rasakan di lingkungan kerja.. dan kita diskusikan
bersama.. baik yang sifatnya rahasia.. atau terbuka seperti di milis ini..

ini akan menjadi pengujian yang baik.. tidak lagi pembelajaran. .

kenapa tidak belajar.. karena kita tidak butuh lagi guru untuk memberi
nilai dan kita yang membuat nilai untuk diri kita sendiri.

kenapa tidak belajar.. karena kita tidak butuh lagi pimpinan yang
memberikan kita uang sesuai dengan kebijakan mereka.. tapi dari hasil
kerja keras kita.

kenapa tidak belajar.. karena kita tidak butuh lembaga pendidikan
kalau nasib kita hanya menjadi buruh yang kemudian menjadi pemilik
modal yang menindas buruh-buruh. . dan buruh-buruh lainnya.

--- In psikologi_transform atif@yahoogroups .com, abusurd mufakhir
<abusurd_13@ ...> wrote:
>
> Dalam direktori itu sudah ada 90 lebih, dan mungkin sekarang lebih
banyak lagi SB yang tergabung dalam tiga Konfederasi besar dan Non
konfederasi. Maksud saya adalah, dengan kondisi fargmentasi yang
semakin parah dalam gerakan buruh saat ini, kenapa pilihannya adalah
mendeklarasikan serikat buruh baru?
>
> ----- Original Message ----
> From: tinta_negatif <tinta_negatif@ ...>
> To: psikologi_transform atif@yahoogroups .com
> Sent: Tuesday, January 8, 2008 7:44:32 PM
> Subject: [psikologi_transfor matif] Re: Deklarasi Serikat Buruh
Intelektual (SBI)
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> "Apakah anda masih memerlukan buku untuk berbicara..
>
> suatu saat kau tidak akan membutuhkan buku-buku lagi."
>
>
>
> "Karena dirimulah juga sebuah buku.."
>
>
>
> --- In psikologi_transform atif@yahoogroups .com, abusurd mufakhir
>
> <abusurd_13@ ...> wrote:
>
> >
>
> > Mohon maaf sebelumnya. Menurut buku direktori Serikat Buruh yang
>
> diterbitkan oleh Yayasan Akatiga Bandung, sampai saat ini sudah ada
>
> 90an SB yang tergabung dalam 3 Konfederasi besar dan Non Konfederasi.
>
> Saya merasa sepakat dengan banyak analisis yang berkembang pasca
>
> dibukannya keran kebebasan berserikat setelah diratifikasinya Konvensi
>
> ILO ttg kebebasan berserikat, bahwa gerakan buruh- telah salah
>
> memaknai demokratisasi sehingga kemudian terjebak dalam Fragmentasi.
>
> Fragmentasi adalah persolan pokok internal gerakan buruh yang mesti
>
> dibenahi, dengan membangun komunikasi yang efektif, untuk kemudian
>
> membangun konsolidasi; dan selain fragmentasi masih banyak persoalan2
>
> pokok lainnya. Apa yang saya tulis ini bukan berarti saya memandang
>
> negatif terhadap upaya SBI, secara prinsip saya jelas sepakat
>
> dengannya, cuma saya lebih melihat ini sebagai sebuah proses dari
>
> buntunya komunikasi antar elemen gerakan buruh- antar serikat buruh-
>
> sehingga kemudian muncul
>
> > ketidakpercayaan terhadap hierarki yang selama ini ada. Masih
>
> banyak lagi persoalan gerakan buruh; internal dan eksternal, maka
>
> cobalah untuk merefleksikan gagasan membangun Serikat Buruh baru ini
>
> sekali lagi.
>
> >
>
> > Terimakasih
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > ----- Original Message ----
>
> > From: tinta_negatif <tinta_negatif@ ...>
>
> > To: vincentliong@ yahoogroups. com; komunikasi_empati@
yahoogroups. com;
>
> psikologi_transform atif@yahoogroups .com
>
> > Sent: Monday, January 7, 2008 6:56:22 PM
>
> > Subject: [psikologi_transfor matif] Deklarasi Serikat Buruh
>
> Intelektual (SBI)
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > --- In gerakan_antikultus@ yahoogroups. com,
"tinta_negatif"
>
> >
>
> > <tinta_negatif@ ...> wrote:
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Deklarasi Serikat Buruh Intelektual (SBI)
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Dengan ini saya sebagai buruh salah satu perusahaan dimana tempat saya
>
> >
>
> > bekerja, mengajak para buruh-buruh dimana pun anda bekerja untuk
>
> >
>
> > bergabung dalam sebuah serikat yang sampai saat ini belum menentukan
>
> >
>
> > syariat-syariat (atau aturan-aturan) dalam hal menentukan
>
> >
>
> > kesejahteraan bersama.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Serikat ini dibentuk atas dasar kebutuhan para Buruh untuk
>
> >
>
> > meningkatkan intelektualitas mereka. Hal-hal yang perlu diketahui para
>
> >
>
> > buruh adalah bahwa pada dasarnya : "Buruh-Buruh di seluruh Dunia
>
> >
>
> > adalah kaum Tertindas".
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Buruh apa pun dan bagaimana pun harus menyadari hal sederhana ini.
>
> >
>
> > Ketertindasan yang sifatnya persuasif atau non-persuasif harus
>
> >
>
> > disadari dengan atau tidak tergabung Serikat Buruh Intelektual atau
>
> >
>
> > (SBI). Serikat Buruh Intelektual terbentuk atas kesadaran yang telah
>
> >
>
> > saya sebutkan di atas tadi : adalah Kaum Tertindas.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Apakah yang membuat Buruh di seluruh dunia tertindas :
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > 1. Kenyataan bahwa para Buruh tidak bisa menghabiskan waktu seperti
>
> >
>
> > halnya
>
> >
>
> > Uang.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Buruh dapat bekerja selama 22 sampai 26 hari, namun dapat menghabiskan
>
> >
>
> > hasil bekerja 22-26 hari dalam waktu 1 sampai tiga hari. Dalam hal
>
> >
>
> > ini, seperti tagihan rumah, listrik, telepon, kebutuhan primer,
>
> >
>
> > sekunder, mau pun kebutuhan ekslusifitas. Dimana Para Pemilik Modal
>
> >
>
> > tidak akan pernah kehabisan waktu untuk menghabiskan uang. "Berapa pun
>
> >
>
> > waktu yang dihabiskan untuk menghabiskan uang, mereka tidak akan
>
> >
>
> > pernah kehabisan uang karena kita (sebagai buruh) masih bekerja kepada
>
> >
>
> > pemilik modal."
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > 2. Kenyataan bahwa para buruh kehilangan nilai-nilai kekeluargaan
>
> >
>
> > karena kompetisi yang diciptakan para pemilik modal.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Buruh pabrik sepatu membeli barang dari buruh pabrik sabun. Begitu
>
> >
>
> > juga dengan buruh pabrik mobil membeli sepeda motor dari hasil kerja
>
> >
>
> > buruh pabrik motor. Hilangnya nilai-nilai kekeluargaan karena
>
> >
>
> > interaksi antara buruh hanya dari proses jual-beli. Dimana dalam
>
> >
>
> > sebuah keluarga, seorang kakak menciptakan sebuah barang atau produk
>
> >
>
> > yang kemudian diberikan pada salah satu anggota keluarganya. . Dengan
>
> >
>
> > nurani, dengan keikhlasan, dengan kasih sayang, tidak dengan bertindak
>
> >
>
> > atau berpola seperti robot yang ada di pabrik. Atau pun harus melulu
>
> >
>
> > dihargakan dengan uang.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > 3, 4, 5, dan 6 Silahkan ditambah bagi anda para Buruh yang entah
>
> >
>
> > kalian sadar atau tidak kalian sadari kalau kalian Kaum Tertindas.
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Deklarasi Pertama ini
>
> >
>
> > disampaikan oleh
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > tinta_negatif@ ...
>
> >
>
> > Pendekon Kompatiologi
>
> >
>
> > Moderator : gerakan_antikultus@ yahoogroups. com
>
> >
>
> > For Fuhrer Information : 021-92589843
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Jakarta, 07 January
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > --- End forwarded message ---
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Post message: gerakan_antikultus@ yahoogroups. com
>
> >
>
> > Subscribe: gerakan_antikultus- subscribe@ yahoogroups. com
>
> >
>
> > Unsubscribe: gerakan_antikultus- unsubscribe@ yahoogroups. com
>
> >
>
> > List owner: gerakan_antikultus- owner@yahoogroup s.com
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > <!--
>
> >
>
> > #ygrp-mkp{
>
> > border:1px solid #d8d8d8;font- family:Arial; margin:14px
>
> 0px;padding: 0px 14px;}
>
> > #ygrp-mkp hr{
>
> > border:1px solid #d8d8d8;}
>
> > #ygrp-mkp #hd{
>
> >
>
> color:#628c2a; font-size: 85%;font- weight:bold; line-height:
122%;margin: 10px
>
> 0px;}
>
> > #ygrp-mkp #ads{
>
> > margin-bottom: 10px;}
>
> > #ygrp-mkp .ad{
>
> > padding:0 0;}
>
> > #ygrp-mkp .ad a{
>
> > color:#0000ff; text-decoration: none;}
>
> > -->
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > <!--
>
> >
>
> > #ygrp-sponsor #ygrp-lc{
>
> > font-family: Arial;}
>
> > #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
>
> > margin:10px 0px;font-weight: bold;font- size:78%; line-height: 122%;}
>
> > #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
>
> > margin-bottom: 10px;padding: 0 0;}
>
> > -->
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > <!--
>
> >
>
> > #ygrp-mlmsg {font-size:13px; font-family: arial, helvetica, clean,
>
> sans-serif;}
>
> > #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit; font:100% ;}
>
> > #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica,
>
> clean, sans-serif;}
>
> > #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
>
> > #ygrp-mlmsg * {line-height: 1.22em;}
>
> > #ygrp-text{
>
> > font-family: Georgia;
>
> > }
>
> > #ygrp-text p{
>
> > margin:0 0 1em 0;}
>
> > #ygrp-tpmsgs{
>
> > font-family: Arial;
>
> > clear:both;}
>
> > #ygrp-vitnav{
>
> > padding-top: 10px;font- family:Verdana; font-size: 77%;margin: 0;}
>
> > #ygrp-vitnav a{
>
> > padding:0 1px;}
>
> > #ygrp-actbar{
>
> > clear:both;margin: 25px
>
> 0;white-space: nowrap;color: #666;text- align:right; }
>
> > #ygrp-actbar .left{
>
> > float:left;white- space:nowrap; }
>
> > .bld{font-weight: bold;}
>
> > #ygrp-grft{
>
> > font-family: Verdana;font- size:77%; padding:15px 0;}
>
> > #ygrp-ft{
>
> > font-family: verdana;font- size:77%; border-top: 1px solid #666;
>
> > padding:5px 0;
>
> > }
>
> > #ygrp-mlmsg #logo{
>
> > padding-bottom: 10px;}
>
> >
>
> > #ygrp-vital{
>
> > background-color: #e0ecee;margin- bottom:20px; padding:2px 0 8px 8px;}
>
> > #ygrp-vital #vithd{
>
> >
>
> font-size:77% ;font-family: Verdana;font- weight:bold; color:#333;
text-transform: uppercase; }
>
> > #ygrp-vital ul{
>
> > padding:0;margin: 2px 0;}
>
> > #ygrp-vital ul li{
>
> > list-style-type: none;clear: both;border: 1px solid #e0ecee;
>
> > }
>
> > #ygrp-vital ul li .ct{
>
> >
>
> font-weight: bold;color: #ff7900;float: right;width: 2em;text-
align:right; padding-right: .5em;}
>
> > #ygrp-vital ul li .cat{
>
> > font-weight: bold;}
>
> > #ygrp-vital a{
>
> > text-decoration: none;}
>
> >
>
> > #ygrp-vital a:hover{
>
> > text-decoration: underline; }
>
> >
>
> > #ygrp-sponsor #hd{
>
> > color:#999;font- size:77%; }
>
> > #ygrp-sponsor #ov{
>
> > padding:6px 13px;background- color:#e0ecee; margin-bottom: 20px;}
>
> > #ygrp-sponsor #ov ul{
>
> > padding:0 0 0 8px;margin:0; }
>
> > #ygrp-sponsor #ov li{
>
> > list-style-type: square;padding: 6px 0;font-size: 77%;}
>
> > #ygrp-sponsor #ov li a{
>
> > text-decoration: none;font- size:130% ;}
>
> > #ygrp-sponsor #nc{
>
> > background-color: #eee;margin- bottom:20px; padding:0 8px;}
>
> > #ygrp-sponsor .ad{
>
> > padding:8px 0;}
>
> > #ygrp-sponsor .ad #hd1{
>
> >
>
> font-family: Arial;font- weight:bold; color:#628c2a; font-size:
100%;line- height:122% ;}
>
> > #ygrp-sponsor .ad a{
>
> > text-decoration: none;}
>
> > #ygrp-sponsor .ad a:hover{
>
> > text-decoration: underline; }
>
> > #ygrp-sponsor .ad p{
>
> > margin:0;}
>
> > o{font-size: 0;}
>
> > .MsoNormal{
>
> > margin:0 0 0 0;}
>
> > #ygrp-text tt{
>
> > font-size:120% ;}
>
> > blockquote{margin: 0 0 0 4px;}
>
> > .replbq{margin: 4;}
>
> > -->
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
>
> > Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
>
> > http://www.yahoo. com/r/hs
>
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> <!--
>
> #ygrp-mkp{
> border:1px solid #d8d8d8;font- family:Arial; margin:14px
0px;padding: 0px 14px;}
> #ygrp-mkp hr{
> border:1px solid #d8d8d8;}
> #ygrp-mkp #hd{
>
color:#628c2a; font-size: 85%;font- weight:bold; line-height: 122%;margin: 10px
0px;}
> #ygrp-mkp #ads{
> margin-bottom: 10px;}
> #ygrp-mkp .ad{
> padding:0 0;}
> #ygrp-mkp .ad a{
> color:#0000ff; text-decoration: none;}
> -->
>
>
>
> <!--
>
> #ygrp-sponsor #ygrp-lc{
> font-family: Arial;}
> #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
> margin:10px 0px;font-weight: bold;font- size:78%; line-height: 122%;}
> #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
> margin-bottom: 10px;padding: 0 0;}
> -->
>
>
>
> <!--
>
> #ygrp-mlmsg {font-size:13px; font-family: arial, helvetica, clean,
sans-serif;}
> #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit; font:100% ;}
> #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica,
clean, sans-serif;}
> #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
> #ygrp-mlmsg * {line-height: 1.22em;}
> #ygrp-text{
> font-family: Georgia;
> }
> #ygrp-text p{
> margin:0 0 1em 0;}
> #ygrp-tpmsgs{
> font-family: Arial;
> clear:both;}
> #ygrp-vitnav{
> padding-top: 10px;font- family:Verdana; font-size: 77%;margin: 0;}
> #ygrp-vitnav a{
> padding:0 1px;}
> #ygrp-actbar{
> clear:both;margin: 25px
0;white-space: nowrap;color: #666;text- align:right; }
> #ygrp-actbar .left{
> float:left;white- space:nowrap; }
> .bld{font-weight: bold;}
> #ygrp-grft{
> font-family: Verdana;font- size:77%; padding:15px 0;}
> #ygrp-ft{
> font-family: verdana;font- size:77%; border-top: 1px solid #666;
> padding:5px 0;
> }
> #ygrp-mlmsg #logo{
> padding-bottom: 10px;}
>
> #ygrp-vital{
> background-color: #e0ecee;margin- bottom:20px; padding:2px 0 8px 8px;}
> #ygrp-vital #vithd{
>
font-size:77% ;font-family: Verdana;font- weight:bold; color:#333; text-transform: uppercase; }
> #ygrp-vital ul{
> padding:0;margin: 2px 0;}
> #ygrp-vital ul li{
> list-style-type: none;clear: both;border: 1px solid #e0ecee;
> }
> #ygrp-vital ul li .ct{
>
font-weight: bold;color: #ff7900;float: right;width: 2em;text- align:right; padding-right: .5em;}
> #ygrp-vital ul li .cat{
> font-weight: bold;}
> #ygrp-vital a{
> text-decoration: none;}
>
> #ygrp-vital a:hover{
> text-decoration: underline; }
>
> #ygrp-sponsor #hd{
> color:#999;font- size:77%; }
> #ygrp-sponsor #ov{
> padding:6px 13px;background- color:#e0ecee; margin-bottom: 20px;}
> #ygrp-sponsor #ov ul{
> padding:0 0 0 8px;margin:0; }
> #ygrp-sponsor #ov li{
> list-style-type: square;padding: 6px 0;font-size: 77%;}
> #ygrp-sponsor #ov li a{
> text-decoration: none;font- size:130% ;}
> #ygrp-sponsor #nc{
> background-color: #eee;margin- bottom:20px; padding:0 8px;}
> #ygrp-sponsor .ad{
> padding:8px 0;}
> #ygrp-sponsor .ad #hd1{
>
font-family: Arial;font- weight:bold; color:#628c2a; font-size: 100%;line- height:122% ;}
> #ygrp-sponsor .ad a{
> text-decoration: none;}
> #ygrp-sponsor .ad a:hover{
> text-decoration: underline; }
> #ygrp-sponsor .ad p{
> margin:0;}
> o{font-size: 0;}
> .MsoNormal{
> margin:0 0 0 0;}
> #ygrp-text tt{
> font-size:120% ;}
> blockquote{margin: 0 0 0 4px;}
> .replbq{margin: 4;}
> -->
>
>
>
>
>
>
>
>
>
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
> http://www.yahoo. com/r/hs
>




Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Connect w/Parents

on Yahoo! Groups

Get support and

share information.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] (Bertanya) Re: apakah semua anak pintar?

Aku udah baca sekilas Multiple Intelligence-nya Gardner.
Ada satu hal aku engga paham. Ini beneran. Makanya sekarang mau
nanya, siapa tahu ada yang bisa menjelaskan. Siapa tahu Bude Ratih
bisa menjelaskan juga

Kenapa Gardner tidak menyertakan Emotional Intelligence? Apakah
sudah termasuk dalam salah satu kecerdasan yang ada dalam teorinya?

Thanks before

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "ratih ibrahim"
<personalgrowth@...> wrote:
>
> On 1/8/08, ratih ibrahim <personalgrowth@...> wrote:
>
> > ada beda tipis antara terlalu pintar, terlalu goblok dan terlalu
gila...
> > tipisssssssssssssssssss......... sekali!
>
>
>
> melanjutkan email terdahulu, saya mengirimkan sebuah tulisan lagi
di bawah
> ini.
> ini adalah bagian dari psikolog positif.
> untuk apa?
> untuk bahan kuliah dan pembekalan diri.
> mumpung saya lagi agak rajin online hari ini....
>
> maksud tulisan ini ?
> mengingatkan, bahwa penanganan yang keliru, apapun rasionalisasi
yang
> menyertainya, tidak bakal berhasil membantu anak mengembangkan
potensi
> kecerdasan dirinya secara benar, apalagi optimal...
> melainkan, bisa membuatnya jadi goblok....
> atau gila...
>
> ----------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------
> Semua Anak Pintar : Sebuah tinjauan tentang Multiple Intelligences
Di susun
> oleh Ratih Andjayani Ibrahim, Psikolog
>
>
>
>
> Anak itu Berharga Bagi orangtuanya anak itu penting. Ia sangat
berharga.
> Ia sangat istimewa. Dan saya yakin, semua orangtua yang normal
juga akan
> memiliki penghayatan yang demikian terhadap anak-anaknya. Intinya,
bagi
> orangtua, anak adalah harta yang tak ternilai lantaran luar biasa
> berharganya. Karenanya, saya juga yakin bahwa setiap orangtua
mengidamkan
> masa depan yang sangat baik untuk anak-anaknya. Tidak hanya
mengidamkan
> tetapi juga berusaha keras agar bisa mengakomodasi segala
kebutuhan untuk
> membuat anak mampu tumbuh secara optimal, sebagai individu yang
hebat dan *
> happy[1]<http://mail.google.com/mail/?
ui=1&ik=76845a1764&view=cv&search=inbox&th=117580d9e808de86&ww=1003&c
vap=1&qt=&zx=tquuwlrno92#_ftn1>
> *. Dan hal ini, adalah sesuatu yang hingga saat ini saya yakini
tentang
> relasi antara orangtua – anak.
>
>
>
> Bahkan ada seorang ahli pendidikan, John Gray Ph.D yang bilang
bahwa
> "Anak-anak berasal dari Surga". Dan saya sangat setuju dengan
pendapatnya! Anda
> pasti ingat bagaimana Anda dipenuhi sukacita yang sangat ketika
mengetahui
> diri Anda atau pasangan Anda hamil. Dan memang betul, banyak orang
yang
> percaya bahwa kehadiran anak-anak akan menggenapi kebahagiaan
dalam sebuah
> keluarga. Dengan menjadi orangtua, pada dasarnya kita sebuah
kehormatan
> besar, langsung dari Tuhan sendiri. Bagaimana tidak, jika berarti
kita jadi
> terlibat secara langsung dalam karya penciptaan Allah? Jadi
bayangkan betapa
> berharganya seorang anak. Ia dikirim langsung dari surga!
>
>
> Memesan Anak Kepada Tuhan
>
>
>
> Meski demikian, sekarang saya mengajak kita semua kembali ke masa
awal
> sebelum anak-anak kita hadir. Coba ingat-ingat, pernahkah dulu
kita berdoa,
> meminta diberi anak dengan kriteria tertentu? Ingin anak yang
sehat, yang
> pintar, yang hebat, yang cakep, yang keren..... ingin anak lelaki,
ingin
> anak perempuan, dst, dst.... Nah, kita memesan anak kepada Tuhan!
Saya
> yakin, pesanan kita pasti yang bagus-bagus.... Lalu, apa yang
terjadi pada
> saat si bocah betulan hadir? Mungkin sebagian dari kita menjadi
begitu
> senang, sampai melupakan segala pesanannya. Yang penting pokoknya
anaknya
> okelah. Atau ada yang kecewa, karena kok ternyata tidak sesuai
amat dengan
> harapan kita. Apakah jangan-jangan Tuhan salah mengirimkan pesanan
kita?
>
>
>
> Percayalah, Tuhan pasti tidak akan becanda untuk hal sepenting ini.
> Karenanya, saya juga yakin Tuhan tidak salah kirim. Masalahnya
adalah cukup
> mampukah kita menerima si anak, dan memahami segala keistimewaan
yang ia
> miliki.?
>
>
> * * *Successful Parents*
>
> * *
>
> Siapa sih yang tidak ingin berhasil dalam menjalankan perannya
sebagai
> orangtua? Siapa yang tidak ingin punya anak-anak yang sehat,
normal, dan
> pintar? Dan untuk itu orangtua juga ingin bisa membimbing anak-
anaknya agar
> bisa tumbuh menjadi anak yang hebat. Untuk itu pula, maka biasanya
para
> orangtua akan mengupayakan dengan sekuat tenaga agar bisa
mengakomodasi
> segala harapan-harapan luhur bagi anaknya. Sayangnya, acapkali
> harapan-harapan
> yang baik tersebut kemudian berubah menjadi ambisi. Apalagi ketika
kita
> mulai membandingkan anak kita dengan anak-anak lainnya. Bukan
tidak mungkin
> ego kita jadi terusik. Lalu tanpa sadar kita mulai memasang
standard tinggi
> untuk menjadikan anak kita menjadi "hebat" sesuai dengan versi
yang kita
> punya, tanpa sungguh-sungguh mampu memahami keunikan dan kapasitas
si anak.
> Hal ini bisa memicu frustrasi baik di anak maupun orangtuanya.
>
> Pertanyaannya sekarang, apakah anak kita memang pintar? Apakah
anak kita
> hebat? Ya! Saya menjawab : YA !!! Semua anak pintar. Semua anak
cerdas.
> Semua anak hebat. Tergantung apa definisi kita tentang hebat,
cerdas dan
> pintar itu sendiri. Lalu kalau anak saya pintar, kenapa dia mentok
di sana
> sini? Apa yang salah? Di mana yang keliru? Bagaimana menyikapinya?
>
>
>
> "Dosa "kita sebagai orangtua sebagaimana yang saya katakan
sebelumnya
> adalah, kita sering tidak mampu memahami bahwa tidak ada satupun
anak yang
> sama persis dengan anak lainnya. Ketika membandingkan anak kita
dengan
> anak-anak lainnya, ego kita terusik. Kita ingin anak kita seperti
anak lain.
> Kita ingin anak kita bisa lebih hebat dari anak yang lain.
Misalnya, ketika
> anak-anak di sekitar kita beramai-ramai les biola, karena konon
baik untuk
> mengoptimalkan kecerdasan, kita juga memaksa anak kita untuk ikut
les biola.
> Dan lalu kita memaksa dia untuk berlatih biola supaya kalau bisa
anak kita
> lebih mahir bermain biola dibandingkan teman-temannya. Atau,
misalnya karena
> saat ini les bahasa Mandarin sedang jadi trend, anak kita pun kita
ikutkan
> les bahasa Mandarin. Padahal tak satupun anggota di rumah yang
berbahasa
> Mandarin. Belum lagi les-les yang lain-lain. Padahal, belum tentu
segala
> kegiatan yang kita "paksakan" kepada anak itu cocok untuk anak.
>
>
>
> Setiap kali kita membaca buku tentang *parenting*, bertemu dengan
para pakar
> perkembangan dan psikolog, biasanya kita diingatkan, bahwa setiap
anak itu
> unik, istimewa dan berharga. Karena memang masing-masing anak
memiliki
> karakteristiknya sendiri, bakatnya sendiri, keistimewaannya
sendiri. Dan
> dalam hal ini peran orangtua dalam pendidikan anak adalah luar
biasa
> penting. Di sekolah, peran tersebut diwakilkan kepada kepala
sekolah –
> sebagai orangtua dari sebuah keluarga bernama sekolah, dan kepada
guru –
> sebagai orangtua keluarga di kelas. James
> Stetson.[2]<http://mail.google.com/mail/?
ui=1&ik=76845a1764&view=cv&search=inbox&th=117580d9e808de86&ww=1003&c
vap=1&qt=&zx=tquuwlrno92#_ftn2>,
> mengatakan tentang orangtua yang berhasil sebagai berikut :
*"Successful
> Parents realize that children grow up not when they can take care
of
> themselves but when they can take care of others and want to."
*Jadi, coba
> bayangkan betapa sebuah penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak
kita
> bukanlah sebuah proses yang main-main. Ada sebuah tanggung jawab
yang sangat
> besar di situ. Tidak hanya untuk si anak sendirian, melainkan
untuk semua
> anak lainnya. Untuk seluruh bangsa dan masa depannya.
>
>
>
> Nah sekarang apa yang perlu kita lakukan bersama anak kita? Agar
metode
> belajar – *learning[3]<http://mail.google.com/mail/?
ui=1&ik=76845a1764&view=cv&search=inbox&th=117580d9e808de86&ww=1003&c
vap=1&qt=&zx=tquuwlrno92#_ftn3>
> * yang kita selenggarakan bagi anak sesuai? Sehingga proses
belajarnya bagi
> anak menjadi efektif? Dan agar efek dari belajar terjadi akan
menguat?
>
>
>
>
> Mengidentifikasi Kecerdasan dan Bakat Anak
>
>
>
>
>
> Menjadi orangtua jelas bukan sebuah profesi yang mudah. Kita tidak
pernah
> berskolah secara khusus untuk menjadi orangtua yang hebat. Kita
belajar
> menjadi orangtua yang sebaik mungkin bisa kita upayakan dari
seluruh
> pengalaman hidup kita, termasuk dari kesalahan-kesalahan yang kita
lakukan.
> Namun saya sungguh percaya, bahwa pada dasarnya setiap orangtua
sayang pada
> anaknya. Sehingga, jika dalam prakteknya "tanpa sengaja" terjadi
> kesalah-kesalahan dalam mengekspresikannya, saya yakin hal ini
bukan
> lantaran si orangtua kurang mengasihi anaknya. Melainkan karena
mungkin ia
> masih kurang mampu mengenali anaknya, untuk kemudian memahami si
anak, lalu
> menemukan cara yang paling pas untuk bekerja bersama si anak.
>
>
>
> Saya katakan, bekerja bersama anak. Perhatikan kata : bersama
anak. Sebuah
> pendidikan untuk anak tidak akan bisa berhasil, tanpa kerja sama
dari anak.
> Untuk bisa berhasil sebagai orangtua kita harus mampu bekerja
bersama anak.
> Dan untuk itu, selain kasih sayang, penghargaan dan penerimaan
terhadap
> anak, kita juga perlu memahami sang anak, dengan segala kapasitas
yang
> dimilikinya, karakter, bakat, potensi serta kecerdasannya..
>
>
>
> Cara yang paling umum dilakukan adalah orangtua membawa anaknya ke
dokter
> anak, untuk mengenali segala yang berkaitan dengan perkembangan
fisiologis
> anak. Lalu ke psikolog., untuk menggali segala potensi yang
dimiliki anak,
> baik kecerdasan, minat, bakat dan karakteristik kepribadian anak.
Dan yang
> terutama biasa diminta orangtua kepada psikolog adalah tes IQ.
Mengapa?
> Karena tes IQ itu penting. Mengapa penting? Karena diminta oleh
> sekolah. Karena
> orangtua ingin tahu, agar bisa mengarahkan anak secara lebih
tepat. Supaya
> bisa mengantisipasi keberhasilan maupun kegagalan anak di sekolah.
Pokoknya
> IQ itu penting sekali.
>
>
>
> Ketika ditanya tentang apakah IQ? Maka secara umum IQ bisa
dikatakan sebagai
> sebuah ukuran kecerdasan, kecepatan kita dalam berfikir,
*intellectual
> skill.*[4]<http://mail.google.com/mail/?
ui=1&ik=76845a1764&view=cv&search=inbox&th=117580d9e808de86&ww=1003&c
vap=1&qt=&zx=tquuwlrno92#_ftn4>
> **
>
> * *
>
> * *
> Sebetulnya Kecerdasan itu Tunggal atau Majemuk – lebih dari satu?
>
> * *
>
> Pertanyaannya sekarang, adalah sebetulnya kecerdasan itu tunggal
atau lebih
> dari satu sih? Jika hanya satu, mengapa ada berbagai aspek lain
yang
> menonjol pada anak kita dan tidak pada anak lainnya? Apakah itu
bukan
> manifestasi dari kecerdasan juga?
>
>
>
> Sampai saat ini masih sangat banyak dari kita yang mengira
kecerdasan hanya
> ada satu. Yaitu kecerdasan inteletual. Kecerdasan intelektual,
adalah
> kecerdasan yang terutama dibutuhkan di bangku sekolah. Kecerdasan
yang ini
> akan diukur dan biasanya diberi nilai selama seorang anak mengenyam
> pendidikan di sekolah. Berdasarkan nilai yang diperoleh ia akan
mendapatkan
> "label" sebagai anak yang pintar atau bukan. Dan biasanya, ada
nilai dari
> mata pelajaran tertentu yang dipercaya bahwa secara signifikan ia
> berkorelasi dengan kecerdasan anak. Salah satunya adalah
matematika. Yang
> terjadi kemudian adalah, kita jadi *over postioning* terhadap mata
pelajaran
> yang satu ini. Bahkan kemudian juga terhadap mata pelajaran lain
yang
> bersinggungan dengan matematika, yaitu fisika dan kimia. Kebetulan
ketiganya
> merupakan mata pelajaran utama dalam kelompok bidang ilmu eksakta.
Oleh
> karena itu kita kemudian mengira anak-anak yang mampu menggeluti
bidang ilmu
> ini adalah anak-anak yang superior, lebih cerdas ketimbang anak-
anak
> lainnya.
>
> Masalahnya sekarang, mana ada sih orangtua yang tidak kepingin
anaknya
> termasuk kelompok anak-anak cerdas, anak-anak hebat itu.Mengapa?
Karena alam
> bawah sadar kita percaya bahwa yang kuat yang menang. Yang
superior akan
> lebih unggul. Yang lebih unggul akan lebih berhasil dalam hidup.
Karenanya
> apa yang kemudian dilakukan? Masuk bidang eksakta lalu dijadikan
tujuan.
> Kalau perlu anak dipaksa, dimotivasi, diberi les habis-habisan
agar bisa
> jago dalam matematika, dan/atau masuk jurusan IPA.
>
> Adalah Howard Gardner yang kemudian membuka mata dunia, termasuk
kita, bahwa
> ternyata kecerdasan tidak bersifat tunggal. Kecerdasan ada
beraneka ragam.
> Dan setiap orang, juga anak, memiliki karakteristik kecerdasannya
> sendiri-sendiri. Kecerdasan pada setiap orang bersifat sangat
subyektif,
> dengan kekuatannya sendiri-sendiri, pun variasinya sendiri-sendiri.
>
> *Siapakah Howard
> Garner[5]<http://mail.google.com/mail/?
ui=1&ik=76845a1764&view=cv&search=inbox&th=117580d9e808de86&ww=1003&c
vap=1&qt=&zx=tquuwlrno92#_ftn5>
> ?*
>
> *I want my children to understand the world, but not just because
the world
> is fascinating and the human mind is curious. I want them to
understand it
> so that they will be positioned to make it a better place.
Knowledge is not
> the same as morality, but we need to understand if we are to avoid
past
> mistakes and move in productive directions. An important part of
that
> understanding is knowing who we are and what we can do...
Ultimately, we
> must synthesize our understandings for ourselves. The performance
of
> understanding that try matters are the ones we carry out as human
beings in
> an imperfect world which we can affect for good or for ill.
> (Howard Gardner 1999: 180-181)*
>
>
>
> *Apakah yang dimaksud dengan "Multiple Intelligences"?*
>
> Pada mulanya Gardner mengindentifikasi kecerdasan kedalam 7
kecerdasan
> utama, yaitu :
>
> 1. Verbal/ Linguistic
>
> 2. Logical/Mathematical
>
> 3. Visual/Spatial
>
> 4. Bodily/Kinesthetic
>
> 5. Musical
>
> 6. Interpesonal
>
> 7. Intrapersonal
>
> *Linguistic intelligence* - melibatkan kepekaan terhadap
*spoken* *
> language* dan *written language*, kemampuan untuk mempelajari
bahasa-bahasa,
> dan kapasitas untuk menggunakan bahasa demi mencapai tujuan-tujuan
tertentu.
> Termasuk juga kemampuan untuk secara efektif menggunakan bahasa
untuk
> mengekspresikan dirinya secara *rhetorically* atau *poetically*;
dan
> menggunakan bahasa sebagai sarana untuk mengingat informasi.
*Writers* -
> penulis, *poets*, *lawyers* dan *speakers* adalah yang oleh
Gardner dinilai
> memiliki kecerdasan linguistik yang tinggi.
>
> *Logical-mathematical intelligence* - mengacu pada kapasitas untuk
> menganalisa permasalahan secara logis, memecahkan perhitungan-
perhitungan
> matematika, menelaah berbagai permasalahan secara ilmiah.
Berdasarkan
> Gardner, yang termasuk di dalamnya adalah kemampuan untuk
mendeteksi pola,
> menalar secara deduktif dan berfikir logis. Tipe kecerdasan
demikian
> memiliki asosiasi yang kuat dengan ilmu pengetahuan dan pemikiran
> matematika.
>
> *Musical intelligence - * melibatkan ketrampilan yang
dibutuhkan untuk
> tampil dalam sebuah pertunjukan, komposisi, dan apresiasi terhadap
pola-pola
> musikal. involves skill in the performance, composition, and
appreciation of
> musical patterns. Termasuk di dalamnya kapasitas untuk mengenali
dan membuat
> komposisi musik dari *pitches*, *tones*, dan *rhythms* – irama.
Menurut
> Howard Gardner musical intelligence secara struktural bersejajar
dengan
> linguistic intelligence.
>
> *Bodily-kinesthetic intelligence* - membutuhkan potensi untuk
menggunakan
> seluruh atau sebagian dari tubuh untuk mengatasi masalah - *to
solve
> problems*. Yang merupakan *bodily-kinesthetic intelligence*
merupakan
> kemampuan untuk menggunakan kemampuan mental untuk
mengkoordinasikan
> gerakan-gerakan tubuh. Dalam hal ini Gardner melihat bahwa
aktivitas mental
> dan fisik ternyata saling berhubungan..
>
> *Spatial intelligence - *melibatkan potensi untuk mengenali dan
> menggunakan pola ruang dalam lingkup ruang yang luas maupun yang
terbatas.
>
> *Interpersonal intelligence* - memperhitungkan kapasitas yang
dimiliki
> untuk memahami intensi, motivasi, hasrat dari orang lain. Empati.
Ia
> memungkinkan orang untuk bisa bekerja secara efektif dengan orang
> lain. Pendidik
> – *educators*, *salespeople*, *religious*, *political leaders* dan
*
> counsellors* adalah mereka yang membutuhkan *a well-developed
interpersonal
> intelligence*.
>
> *Intrapersonal intelligence* - membutuhkan kapasitas untuk bisa
memahami
> diri sendiri, untuk menghayati dan menghargai perasaan, ketakutan,
harapan
> dan motivasi diri sendiri. Menurut Howard, *Intrapersonal*
> *intelligence* melibatkan
> kemampuan untuk secara efektif bekerja dengan diri sendiri, dan
sanggup
> mengatur diri sendiri.
>
> Di luar 7 kecerdasan yang dijelaskan di atas, ternyata masih ada
> bentuk-bentuk kecerdasan tambahan lainnya, yang saling berkaitan
dan
> mendukung terbentuknya kecerdasan yang lainnya, yaitu :
>
> - naturalistic intelligences
> - spiritual intelligences
> - existential intelligences
> - moral intelligences
>
> *Naturalistic intelligences *memungkinkan manusia untuk mengenali,
membuat
> kategori – pengelompokkan, dan menggambarkan beraneka macam
keistimewaan
> yang ada di lingkungannya. Kecerdasan ini menggabungkan antara
gambaran
> tentang kemampuan dasar manusia dengan karakter-karakter peran
dalam
> berbagai nilai budaya.
>
> *Bagaimana cara mengidentifikasi kecerdasan yang ada pada saya?*
>
> Setelah lebih memahami betapa berbedanya kecerdasan yang kita
punya, bahwa
> setiap orang memiliki perbedaan individual yang sangat unik, kita
jadi ingin
> tahu bagaimana mengidentifikasinya bukan? Ada beberapa cara yang
bisa
> dilakukan. Diantaranya adalah mengobservasi diri sendiri secara
lebih
> cermat. Kita juga bisa meminta masukan dari orang lain yang bisa
dipercaya.
> Selain itu kita bisa mencoba menjawab beberapa
> kuis[6]<http://mail.google.com/mail/?
ui=1&ik=76845a1764&view=cv&search=inbox&th=117580d9e808de86&ww=1003&c
vap=1&qt=&zx=tquuwlrno92#_ftn6>sederhana
> yang bertujuan mengukur
> *multiple intelligences* kita. Pertanyaan selanjutnya adalah
seberapa jujur
> kita mengamati diri kita sendiri dan dalam menjawab pertanyaan-
pertanyaan
> tersebut. Mungkinkah ada harapan-harapan bawah sadar yang terikut
di situ,
> sehingga mempengaruhi kualitas jawaban kita?
>
> Nah, hal yang sama juga terjadi pada anak kita. Tentu semakin muda
usia anak
> akan semakin sulit bagi dia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
dalam kuis.
> Pun untuk mencermati dirinya sendiri. Kitalah yang harus
melakukannya bagi
> si anak. Tetapi sekali lagi, apakah kita mampu sungguh-sungguh
peka dan
> jujur dalam mengamati maupun menjawab kuis tersebut untuk anak?
>
> Mengapa penting untuk bisa mendeteksi kecerdasan anak sejak dini
adalah
> agar, mudah-mudahan kita bisa pas dalam membantu anak
mengembangkan dirinya
> secara lebih sesuai dengan karakteristik yang ia miliki, dan
tentunya juga
> lebih optimal.
>
> *Setelah teridentifikasi, lalu apa?*
>
> Sangat penting kita sadari bahwa mengenali MI itu bukan tujuan. MI
adalah
> sarana untuk mengenal anak dan seluruh kapasitas potensinya secara
lebih
> baik. Setelah memperoleh hasilnya, kita akanmelihat variasi-variasi
> kecerdasan yang ada pada anak. Pertanyaan sekarang, adalah apa
yang bisa
> saya lakukan untuk membantu anak berkembang?
>
> Menurut Gardner ada hal-hal yang dibutuhkan untuk membantu
mengembangkan MI
> pada anak-anak kita, sebagai berikut :
>
> 1. *Culture: support for diverse learners and hard work. *
Acting on a
> value system which maintains that diverse students can learn and
succeed,
> that learning is exciting, and that hard work by teachers is
necessary.
>
> 2. *Readiness: awareness-building for implementing MI.
*Building staff
> awareness of MI and of the different ways that students learn.
>
> 3. *Tool*: MI is a means to foster high quality work. Using
MI as a
> tool to promote high quality student work rather than using the
theory as an
> end in and of itself.
>
> 4. *Collaboration*: informal and formal exchanges. Sharing
ideas and
> constructive suggestions by the staff in formal and informal
exchanges.
>
> 5. *Choice*: meaningful curriculum and assessment options.
Embedding
> curriculum and assessment in activities that are valued both by
students and
> the wider culture.
>
> 6. *Arts*. Employing the arts to develop children's skills
and
> understanding within and across disciplines.
>
>
>
> *Bagaimana cara menyelenggarakannya?*
>
> Nah, untuk hal yang terakhir ini, adalah tugas kita untuk bersama-
sama, juga
> bersama anak, untuk menemukannya.
>
>
> -o0o-
> ------------------------------
>
> [1]<http://mail.google.com/mail/?
ui=1&ik=76845a1764&view=cv&search=inbox&th=117580d9e808de86&ww=1003&c
vap=1&qt=&zx=tquuwlrno92#_ftnref1>Steve
> Biddulph,1998, The Secret of Happy Children, Harper Collins
Publishers
>
> [2]<http://mail.google.com/mail/?
ui=1&ik=76845a1764&view=cv&search=inbox&th=117580d9e808de86&ww=1003&c
vap=1&qt=&zx=tquuwlrno92#_ftnref2>A
> School Principal and Author, in Andrew Mullins, 2005. Parenting for
> Character. Equipping Your Child for Life.
>
>
>
> [3]<http://mail.google.com/mail/?
ui=1&ik=76845a1764&view=cv&search=inbox&th=117580d9e808de86&ww=1003&c
vap=1&qt=&zx=tquuwlrno92#_ftnref3>Norman
> A. Sprinthall, Richard C. Sprinthall, 1990. Educational
Psychology –
> A Development Approach. 5th edition. Mac Graw-Hill Publishing
Company.
>
>
>
> *Learning referring to a process that leads to a relative
permanent change
> in behavior resulting from past experience. Thus such activities
as
> acquiring physical skills, memorizing poems, acquiring attitudes
and
> prejudices or even tics and mannerisms are all examples of
learning.
> Learning may be conscious or unconscious, adaptive or maladaptive,
overt or
> covert. Although the learning process is typically measured on the
basis of
> a change in performance, most psychologists agree that an
accompanying
> change occurs within the nervous system. Though there are a great
many
> theories and explanations concerning learning, there is general
agreement
> regarding its definition.*
>
> * *
>
> [4]<http://mail.google.com/mail/?
ui=1&ik=76845a1764&view=cv&search=inbox&th=117580d9e808de86&ww=1003&c
vap=1&qt=&zx=tquuwlrno92#_ftnref4>
> Ken
> Russell & Philip Carter, 1999. Test Your IQ, Foulsham The
Publishing House.
>
> * *
>
> *IQ is the abbreviation for Intelligence Quotient. The dictionary
definition
> of quotient is 'the number of times one quantity is contained
within
> another'. The definition of intelligence is 'intellectual
skill', 'mental
> brightness', quick of mind'.*
>
> * *
>
> *When measuring the IQ of a child, the child would attempt an
intelligence
> test which had been given to thousands of children, and the results
> correlated so that the average score had been assessed for each
age group.*
>
> [5]<http://mail.google.com/mail/?
ui=1&ik=76845a1764&view=cv&search=inbox&th=117580d9e808de86&ww=1003&c
vap=1&qt=&zx=tquuwlrno92#_ftnref5>Lihat
> dalam "Short Biography of Howard Gardner"
>
> [6]<http://mail.google.com/mail/?
ui=1&ik=76845a1764&view=cv&search=inbox&th=117580d9e808de86&ww=1003&c
vap=1&qt=&zx=tquuwlrno92#_ftnref6>
> Lihat
> "Self Quiz"
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Popular Y! Groups

Is your group one?

Check it out and

see.

.

__,_._,___