Senin, 03 September 2007

Balasan: [psikologi_transformatif] Kosa kata: KunChi (baca kunci)

Dear Mas Gotho ....
 
waaaahhhh  tambah makin ngefans aja nih ...
percaya deh ama mas yang ini salah satu kelompok G...
dengan leader mas T yang juga ada G nya ...
hehehehehe....
 
ingat dan mengingat si juru kunci..
jadilah teringat pemegang kunci ...
yang selalu siap membuka pintu yang terkunci..
bagi siapa saja yang mau melihat benda yang berada di ruangan terkunci ..
 
asal muasal kunci itu gak penting mas Gotho...
karena aplikasi dari `kunci` itu sendiri adalah untuk membuka ...
nah .. jadi balik lagi ama si `Kunci`..
karena mondar mandir dan terus membahas ` kunci`..
akhirnya hilang sudah semua ide apa yang harus lu2 tulis , karena mulut secara terkunci ..
======
Ilustrasinya seperti "nggak akan ada buaya darat
kalau nggak ada lubang buaya"(Hkm Gigolology II)
=========
kalo yang ini.. lu2 yakin deh ... hanya untuk mas Tomy G dan mas Gotho
yang memang lagi serius mempelajari dan mendalami Gigolology
kerana memang buaya darat akan rela nyemplung..plung ke lubang buaya, walau si buaya darat itu tau bahwa lubang buaya penuh dengan buaya itu sendiri ...
 
yang masih bersembunyi di bawah kurma ...
/Lu2


gotholoco <gotholoco@yahoo.com> wrote:

Kata "kunci" entah siapa yang pertamakali menemukannya, apakah itu
berasal dari bahasa arab + bahasa cina, dimana "kun" itu artinya
"jadilah" dan "chi" bahasa cina yang kurang lebih berarti "energi
kehidupan yang tidak kasat mata". Begitu pula mungkin Yus Badudu yang
mengenalkan istilah "kosakata" itu sendiri sebagai pengganti
"perbendaharaan kata" (asset kata?). Oleh karena itu ijinkanlah saya
kali ini "merkosakata" kunci. J

Saya pernah pusing tujuh keliling(dunia?) ketika kehilangan kunci
kantor dan kunci mobil, tanpa kunci itu saya nampak "kepayahan",
dibuatnya jadi repot nggak bisa ngantor dan pergi kesana kemari naek
kendaraan umum. Alhamdulillah saya kemudian dipertemukan dengan juru
kunci(tukang kunci) yang saya ingat betul namanya Kholik. Kemudian
oleh beliau saya dibuatkan kunci duplikat, dengan demikian urusan
menjadi lancar lagi.

Sebagai makhluk manusia yang berakal budi, maka ia membuat
"kerangkeng" dirinya sendiri dengan berbagai macam kunci, hanya
"gelandangan" saja barangkali yang merdeka tidak perlu atau
membawa-bawa kunci , hidup nyaman di kolong jembatan, kesana kemari
tanpa membawa-bawa kunci.
Macam-macam kunci misalnya : kunci Inggris, gembok, gerendel, kunci
kamar (mandi, wc, rumah), kunci mobil, motor, brankas, konci selot dsb.

Tidak ada artinya sebuah kunci bila ia tidak desandingkan dengan
lubang kunci, entah lubang dalam arti virtual(artificial) ataupun arti
senyatanya(real). Ilustrasinya seperti "nggak akan ada buaya darat
kalau nggak ada lubang buaya"(Hkm Gigolology II)

Mengapa manusia membuat kunci ? Alasan pertama barangkali masalah
"privacy" atau dorongan bawah sadar yang namanya "egoisme" atau
dorongan kapitalistik yang dinamakan "individualisme", atau barangkali
dorongan dari bawah alam sadar bahwa ia sebetulnya hasil budidaya
"kunci" ketemu dengan "lubangnya". Alasan kedua tentunya masalah
"security" atau keamanan dan kenyamanan, nggak nyaman kan kalau kita
lagi enak-enak jongkok di wc tau-taunya jebul orang masuk, bisa gaswat
deh. Alasan lainnya mungkin anda bisa menguraikan lebih panjang dan
terurai(rambut kaleee).

Sepertinya semakin tinggi derajat seseorang semakin tinggi "pegangan
kunci" yang dimilikinya. Belum ada penelitian sih, apakah semakin
banyak memegang kunci maka semakin tinggi derajat seseorang. Contoh
gampangnya, ketika anda membuka email pribadi, atau daftar email ke
suatu provider, maka anda akan diberikan "kata kunci masuk" atau yang
namanya "password"(katakunci). Jangan salah ada yang namanya
"administrator" yang ini mempunyai kekuasaan untuk mengubah-ngubah
password anda. Begitu pula dalam "Internet Banking" ketika anda
menggunakan fasilitas "e-banking" melalui internet, anda sebetulnya
"menyerahkan" kerahasiaan "balance sheet" anda ke administrator
jaringan komputer. Hanya karena "sumpah jabatan" plus "kode etik" atau
kebaikan si admin maka ia "bijaksana" ( atau karena dibayar gaji
ghuede) maka ia tidak mengutak saldo rekening anda.

Kalau dilihat dari segi "gender" maka kunci itu berjenis kelamin
laki-laki(maskulin), dan tentu saja lubang kunci berjenis kelamin
perempuan(feminin). Dengan demikian kita manusia itu sejatinya hasil
karya canggih "kunci" dan "lubangnya", ada pengecualian sih di jaman
bioteknologi ini, perawan bisa hamil tanpa melalui proses alami itu .
Dengan operasi bayi tabung tentunya, dimana sel telur dan spermatozoa
dipertemukan dalam cawan gelas, setelah jadi zyqot lalu kemudian
dimasukan kedalam perut melalui tusukan langsung dari perut ke rahim
kaum perempuan.
Jadi "lagenda" Nabi Isa A.S, dilahirkan tanpa melalui persetubuhan di
jaman sekarang sudah tidak aneh lagi. Yang masih aneh adalah seorang
ibu melahirkan tapi tidak ketahuan siapa bapaknya, ini rada aneh
walaupun sekarang bisa diidentifikasikan dengan tes DNA.

Apakah kita pernah memikirkan atau merenungkan bahwa hidup dan
kehidupan kita itu ternyata ada kuncinya juga? Bukankah hidup dan
kehidupan itu juga suatu misteri ? Atau kehidupan itu tidak ada
"kunci"nya? Kalau tidak ada, artinya hidup kita tidak lebih dan tidak
kurang seperti hewan belaka, atau gelandangan (intelek). Siapakah
pembuat kuncinya? Kemana dan dimana mencarinya(juru kunci) ?



Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide - free!

Food Lovers

Real Food Group

on Yahoo! Groups

find out more.

Cat Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about cats.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: