Jumat, 14 September 2007

[psikologi_transformatif] Re: Audifax dan Leo itu lulusan terbaik Kompatiologi ( dan Salam Kenal)

Usaha untuk saling menghancurkan antara dua pribadi tidak layak
disandingkan dengan judul `transformatif'. Audifax memang banyak
membuat tema yang berjudul atau menggunakan kata "melampaui":

* Permainan bernama "Hidup"
"jauh melampaui jamannya"
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/30737
* Resensi: "Semiotika Tuhan"di Kompas
" Setidaknya, Tuhan adalah suatu daya (energi) yang mahakuat sampai
melampaui batas keterbatasan manusia."
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/30735
* SKIZOANALISIS: MEMBACA ULANG [melampaui] MODERNISME
"skizoanalisis justru mengenali batasan-batasan bukan untuk berhenti
melainkan untuk melampauinya."
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/30492
* Melampaui, Mentransformasi
"Aku mengajarkan kepada kalian mengenai manusia-manusia atas. Manusia
adalah sesuatu yang seharusnya dilampaui"
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/30115
* PERANG, KEMATIAN DAN PARA KSATRIA
"manusia selalu dapat untuk tetap tegak, menantang para dewa, bahkan
melampaui Sang Nasib"
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/26604
* Tuhan (Fana) Yang Berdarah Daging
"dan manusia yang menatap melampaui manusianya"
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/23609
* Ksatria Penjelajah Waktu
"Manusia yang menatap melampaui manusianya yang sejatinya fana."
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/22882
* TRANSFORMASI (PENGETAHUAN) DIRI
"Mengenali diri kita, berarti juga berdisiplin atas diri kita sendiri,
menaklukkan diri kita, mampu melampaui diri kita, dan tak terjebak
hanya soal kenyamanan hidup, sex dan kekuasaan."
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/22462

Melampaui di sini menjadi suatu imajinasi baru tentang suatu berhala
yang lebih tinggi. Tetapi apakaha yang bisa dibanggakan ketika dua
orang gladiator harus "melampaui" dengan saling membunuh teori, lalu
saling mengacau keluarga, lalu saling menyantet, dlsb tsb… Bagi saya
membahas ini semua sebagai stau keindahan adalah onani bagi yang tidak
menjalani hidup saja.

Ini tidak ada hubunganya dengan postmoderen, the author is dead, or
not, dlsb… Sebab ini hanya sekedar dua binatang yang membunuh, dimulai
seekor Audifax yang melampaui merasa harus melampaui semuanya
sendirian. Untuk melampaui harus ada tema yaitu memberantas Vincent
Liong hingga habis. Lalu ketika Vincent Liong sudah habis atau sudah
tidak bisa dibuat ulah lagi maka melampaui ini menjadi kehilangan
arti, bentuk bahkan keberadaannya sendiri karena ini semua ada bukan
karena suatu contain yang berbentuk seperti misalnya cinta ideology,
cinta keluarga, cinta negara, dlsb melainkan ego untuk melampaui
musuhnya yang harus terus diada-adakan.

Psikologi_Transformatif akan hidup selama Vincent Liong belum mati.
Setelah Vincent Liong mati atau tidak bisa dibunuh lagi maka semangat
Psikologi_Transformatif juga mati begitu saja.

Suatu transformasi, melampaui, dlsb yang ada bentuknya at least ada
sesuatu yang diperjuangkan, dibela, dicintai, dilindungi… Bukan
sekedar seperti masuk ke sebuah konser dan berteriak-teriak
melampiaskan emosi tanpa tujuan yang ditinggikan dengan nama yang
indah-indah. Bumi tidak hidup oleh seseorang yang sekedar
berteriak-teriak tanpa tujuan.

Ttd,
x69xx96x <x69xx96x@yahoo.com>

Email sebelumnya...
e-link:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/30873
"ayodolan" <ayodolan@...> wrote:

Salam Kenal Mas2 dan Mba2,
Saya baru di sini. Semoga berkenan dan mohon restunya.

Untuk perkenalan ijinkan saya mencantumkan postingan pertama saya di
sini. Maafkan kalau jadinya tampak seperti 'ngrusuhi'. Ini milis
memang transformatif. Saya baru liat-liat sedikit sudah merasa
bertransformasi (walau saya tak tahu pasti apa artinya itu..). Paling
tidak, sekarang saya jadi semakin yakin kalau Barthes itu salah waktu
dia menyimpulkan bahwa kita sekarang hidup di dunia di mana 'The
Author Is Dead'. Melihat begitu sepenuh hatinya argumentasi2 yang
saling melayang antara Vincent dan Audifax, saya jadi yakin kalau
sebenarnya 'The Author' is not really dead. Dying, perhaps, but
certainly not dead.

Saya jadi teringat Derrida dan Searle, kalo melihat apa yang terjadi
di sini antara Vincent dan Audifax: bukan isi perdebatannya, tapi
tingkat kegetolannya dalam mempertahankan argumentasi masing-masing.
Sungguh, The Author is not Dead! Coz, somebody got hurt there, and
isn't hurt, or pain, a sign of life?

Saya jadi mikir: kalau 'the Author Is Not Dead', kenapa ada saja
pribadi-pribadi yang bilang dan bahkan percaya banget kalau 'the
Author Is Dead' (seperti Barthes dan sedikit Kristeva dan kaum
postmodern/poststructural/post-post- yang lain pada umumnya)? Apa ada
semacam gejala 'scizophrenia' di sini? Mungkin.

Mungkin mereka bilang "the Author Is Dead" sebagai semacam proklamasi
kemerdekaan. Kemerdekaan dari apa? Ya..ngga tahu juga saya. Mungkin
kemerdekaan dari sesuatu yang selama itu membuat mereka merasa tidak
merdeka, tidak bebas. Proklamasi the Death of the Author menandai
mulainya sebuah pesta, sebuah perayaan, yang di dalamnya menyusul
pula seruan-seruan seperti the Death of the Signified, the Death of
the Meaning, dan akhirnya the Death of Man. Sebuah perayaan kebebasan
dari kebebasan, hari jadi tekstualitas, intertekstualitas, writing,
signifiers-signifiers, dst, dll, dsb... (you are free to name it for
more and more!)

Tapi...gimana ya, manusia itu ya manusia, walau mau dibilang apa, dan
walau manusia itu sendiri mau bilang apa tentang dirinya sendiri.
Sakit hati ya tetep sakit hati dan ya tetap sakit rasanya. Waktu
Searle bilang sama Derrida 'lu ngaco', ya sakitlah hati Derrida
sehingga dia bales bilang ama si Searle 'lu yang salah baca tulisan
gua' dan sampai segitu sajalah makna 'the Author Is Dead' buat
Derrida (The Author is Dead, but not Derrida!!)

Buat saya sendiri, apa yang terjadi antara Vincent dan Audifax
(sejauh yang saya tahu lewat milis ini) memberi saya pencerahan
tentang sejauh apa keabsahan beberapa prinsip postmodernisme.
Postmodernism is not that post- enough.

Salut untuk Vincent dan Audifax karena mereka pribadi-pribadi yang
jelas, tegas, dan berada tanpa tedeng aling-aling. 'Perseteruan' yang
ada sekarang, bagi saya, adalah sebuah komunikasi yang manusiawi,
sebuah perjalanan yang seru dan adventurous menuju kebenaran di sana.
Sip! Top! Dan, sekali lagi, salut!!

Salam Kenal dan Damai untuk Semua

Ivan.

NB: ijinkan saya mencantumkan imannuelivan.blogdrive.com untuk semua
yang mau kenal lebih jauh dengan saya.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Real Food Group

Share recipes,

restaurant ratings

and favorite meals.

Yahoo! Groups

Endurance Zone

b/c every athlete

needs an edge.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: