Jumat, 23 November 2007

Re: [psikologi_transformatif] Mas Tomy: Englishman in NY (was Re: Tecniche Proiettive & Art Therapy)

penting menurut mbak ya :)

Yang penting saja ya :)

> ------------ --------- ------
> t: udah di jawab berapa kali ya pertanyaan ini. udah ada! sudah digunakan untuk test IQ! mbak suka ga suka...apa boleh buat ahahahaha. test itu berdiri sendiri! bukanlagi digunakan hanya sebagai test proiettive.. ..saya bilang ngitungnya rumit di banding test lain (raven dst...), bukan soal tersirat, tekanan garis dst. misalnya: untuk gambar laki2 ada 73 skor, gbr perempua 71 skor, yang hrs dilihat dalam gambarnya itu...

Dipakai ;)?

T: yang ke berapa kali ya, jawabannya ya! untung sabar ngelayaninya....masih keras nich....sini biar aq lembekkan lagi.

 

Kalau gitu dijelaskan kenapa untuk tes IQ dipakai tes yang sebenarnya tidak dikembangkan untuk tes IQ?

T: ga ngerti nich maksudnya opo? ikut alur mbak....ga dikembangkan gimana? maksudnya ga populer? apriori itu lho.....ahahahah

 

Apakah keadaan tidak memungkinkan untuk menggunakan tes yang memang didevelop untuk mengukur IQ, apakah karena tes ini lebih baik untuk mengukur IQ, atau apa ;)

T: gimana ga memungkinkan? sekarang itu dah ada mbak..yang memang setelah melewati banyak "cobaan" (pasti ada juga yang menyangkalnya....tapi test yang lainjuga begitu...apakah semuanya bersih?). kalau test itu gunanya mana lebih baik....Mmmmm belum tahu....yang jelas test itu bisa di gunakan tuk test IQ. itu kan pertanyaan mbak dulu??? (kalau saya yang mbak tanya...itu bisa saya jawab...menurut saya.... ahahahahah)

 

Seperti Anda bilang sendiri, ngitungnya rumit :)

T:yup....kalau di bandingkan dengan test yang populer...ngitung skor satu orang aja membutuhkan waktu....kalau test seperti IS200 atau DAT, periksanya tinggal "timpluk aja plastik kunci jawabannya di atas kertas jawan subyek, tinggal itung langsung dapat.

 

So.. tentu ada alasan dan konteksnya mengapa dipakai sesuatu yang lebih rumit, sementara ada yang lebih gampang ;)

Segitu dulu... :)

T:yup.....motivnya mungkin kita hrs lihat sejarah ilmu ini. namun begitu bisa kita sebut untuk membuktikan ada cara lain untuk menghitung kemampuan (termasuk IQ), keadaan manusia selain cara lain, melihat kreativitas  (yang tidak kelihatan jelas dalam test IQ yg lain),  membantu psikoanalisi-klinic untuk melihat sekali-gus keadaan subyek.

(mbak....jangan jangan mbak pernah bilang sama orang kalau menggambar ini tidak bisa gunakan untuk mengukur IQ? kelihatanya...gimana ya.....ahahahah, ah tomy memang senang nebak aja :):):) )

tomy


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Y! Messenger

Files to share?

Send up to 1GB of

files in an IM.

Holidays with Y!

Fly home on us.

Win free airline

tickets now.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: