Minggu, 18 November 2007

Re: Balasan: [psikologi_transformatif] Mas Edy -- > ngumbah angkoro :)


membaca urain mbak swas ,
saya pikir perbedaan istilah "terapi" menurut saya(orang awam ) dan
orang psikologi(belajar teori/ensiklopedia ) berbeda.

kalau begitu saya istilahkan terapi marah ini dengan " ngumbah angkoro
" atau " membersihkan sampah marah terpendam dan menanam bunga kesabaran".

(waduh kalo di istilahkan kejadian di atas,apa namanya saya tidak
tahu, tapi itu yang dimaksud masuk ke memori pikiran )

saya membimbing orang agar dia mampu menghapus "sampah marah
terpendamnya dan menggantinya dengan nilai nilai baru dengan metode
menanam pohon kesabaran di dalam imajinasinya "(point :MERINGANKAN
BEBAN )

( ini sesuai dengan prinsip dalam agama islam yang saya anut :
nasehat menasehati dalam kesabaran. mengganti yang buruk dengan yang
baik )

kemudian latihan afirmasi dalam meditasi ringan ,posisi menghayal
/visualisasi sambil mengucap afirmasi
yang intinya memotivasi dia untuk merubah marahnya menjadi kesabaran ,
dan menyakinkan dirinya (sugesti ) ada kesabaran yang terus tumbuh
dalam dirinya
(ini merancang ulang memori /pola pikir sesorang )

dengan pola pikir berganti maka perilaku dia dalam merespon tindakan
marahnya akan berbeda. (point. PERILAKU YANG DI GARAP lewat memori )

bagaimana mbak swas :-)

tentang ibarat lumpur lapindo saya tidak setuju ,
bagi saya marah terpendam masa lalu (akumulasi ) ibarat pohon yang
berakar kuat di halaman rumah.ada buah dan daunnya .

saya membimbing orang untuk merontokkan daunnya ,menebangnya sendiri
membakarnya dan mematikan akarnya. di matikan dengan menancapkan paku
beracun di akarnya.

lalu menanam benih pohon kesabaran....dan merawatnya. sehingga setelah
i minggu latihan saya menyuruh orang untuk menanam pohon dan memberi
nama pohon itu sesuai dengan nama pohon kesabaran yang dia tanam dalam
imajinasi "ngumbah angkoro " bersama saya. (dan mendukung kampanye
eduli global warming )

sehingga ketika dia mengingat nama pohon kesabaran dia kan ingat
sabar. dan setiap dia lihat pohon dia diingatkan (ini konsep dzikir )

perkara dimasa depan benih kemarahan tumbuh lagi ,
ya boleh "ngumbah angkoro " lagi....
namanya manusia hidup... kotoran akan ada tapi jangan lupa bersih 2
terus. dan apakah membantu membuang "kotoran daun 1 gerobak " yang
dari halaman rumah orang ,itu dianggap sia sia ?

atau ada yang bilang buat apa menyapu toh pohon itu terus tumbuh
daunnya. teori yang benar hancurkan pohonnya orang tolol.
he..4x

kalau di hancurkan oksigen kita berkurang dan CO2 tidak ada yang menyerap.
(bagi saya marah adalah emosi yang juga bisa digunakan untuk mencapai
tujuan. bos marah karyawan jadi giat bekerja. istri marah suami pulang
tepat waktu , dll. tapi sampah marah yang membusuk bertahun tahun
harus di bersihkan... )

hmm...pendapat orang bebas bebas saja... :-)

namun yang terpenting dalam "ngumbah angkoro " adalah akar dari
problem orang menjadi suka memendam marah atau tidak bisa mengontrol
marah adalah pola pikir dia dalam menanggapi keadaan.

jadi saya tidak menyelesaikan masalah (dari luar) orang tersebut ,
tapi membantu orang tersebut (dari dalam ) merubah respon dia terhadap
keadaan.
melalui
" olah cipta "

sedikit informasi :
sebenarnya para kyai (ulama islam )di kampung saya , menggunakan
metode tertentu untuk merubah perilaku sesorang , dan dia itu tidak
belajar teori psikoanalisa atau freud. bahkan yang disemarang itu ada
yang merubah preman yang kasar sama istri menjadi orang yang sayang
dan santun sama keluarga.

dan tujuan racikan metode saya ini memang tidak mengacu pada teori
teori psikologi dan apa harus setiap orang mengekor pada pendapat
pakar psikologi ??

lalu sebaiknya saya ini menamakan metode saya
"olah roso " atau " racikan bumbu kesabaran " sehingga tidak di
kaitkan dengan psikologi atau berdamai dengan teori psikologi dan
menyebutnya self healing.

sehingga tidak perlu ijin dan di anggap menyalahi teori freud.

saya pikir2 di kampus psikologi ada ribuan mahaisiswa yang lebih tau
teori dan harusnya bisa meracik sesuatu hal yang lebih baik dari
saya dan bisa aplikatif( di praktekkan )

ada komentar mbak swas dan rekan rekan...
silahkan....

salam,
edy
pekalongan

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, as as
<as2004as_as@...> wrote:
>
> Napa pula harus marah, to, mBak ?
> Apa ada yang bilang egp ?
> Apa ada yang menyepelein ?
> Apa gak dianggep ?
> Apa tidak di manusiakan ?
> Kalau memang demikian, mBak.
> Sampaikan simpatiku, mBak.
> Semoga kuat menerima cobaan itu.
> Dan sabar.
> Hidup masih panjang, mBak
> Janganlah diisi dengan tangis, mBak
> Meski mungkin tak kuat menerima.
> Semoga ditolong sama Tuhan, mBak
> Siapa lagi yang bisa menolong, mBak ?
> Bila berhal seperti itu
> Hanya Tuhan, mBak
> Tempat kita berlindung, mBak
> Tempat kita menangis, mBak
> Sampaikan rasa simpatiku, mBak
>
> was_swas <was_swas@...> wrote:
> Mas Edy, kalau saran yang Mas berikan pada Jeng Lulu itu memang
lebih tepat dikatakan sebagai teknik meredakan emosi :)
> Sedangkan untuk Terapi Marah sendiri.. well.. agak tricky
menjawabnya, namun saya coba ya :)
> > yang jelas yang di hancurkan bukanlah emosi marahnya , namun
sisa sisa
> > marah terpendam MASA LALU di memori pikiran secara keseluruhan bukan
> > bagian per bagian.
> >
> > kemaran terpendam masa lalu ,apakah itu bisa di sebut tetap ??
> Kalau Mas bicara tentang marah yang terpendam masa lalu, maka
menurut saya kita harus bicara tentang psikoanalisa. Dan teori Freud
tentang "represi" serta "defense mechanism" paling tepat untuk
dijadikan acuan pembahasan.
> Freud banyak bicara tentang pengalaman traumatis dan bagaimana
individu menghadapinya. Menurut Freud, pengalaman itu direpresikan
hingga ke alam bawah sadar. Untuk menghadapinya, manusia akan
menampilkan berbagai mekanisme pertahanan diri. Mekanisme pertahan
diri ini yang membuat seseorang bisa seolah2 berfungsi dengan baik
walaupun sebenarnya masih menyimpan dan menumpuk emosi negatif (salah
satunya mungkin kemarahan) terhadap apa yang terkait dengan pengalaman
traumatisnya.
> Terapi2 yang bertumpu pada pendekatan psikoanalisa menempatkan
"persepsi individu terhadap pengalaman traumatis" sebagai kondisi
menetap yang harus diubah. Dengan mengubah kondisi ini, emosi negatif
yang tertumpuk itu akan hilang. Jadi, bukan emosi negatif yang
tertumpuk itu yang dijadikan target untuk dihilangkan, melainkan akar
permasalahannya. Emosi negatif itu adalah simtom yang menyertainya.
> Kalau sekarang Mas Edy bertanya apakah kemarahan terpendam itu bisa
dikatakan menetap, well.. dengan patokan psikoanalisa: tidak. Itu
adalah reaksi dari suatu akar masalah. Ibaratnya, marah terpendam ini
adalah lumpur Lapindo. Dikuras dan dibuang ke tempat lain pun akan
muncul kembali karena kondisi buruk yang menetap tidak terselesaikan :)
> Ada satu alasan lagi yang saya soroti dalam penjabaran Mas Edy:
sisa-sisa marah terpendam masa lalu DI MEMORI PIKIRAN. Kembali saya
berpatokan pada psikoanalisa: suatu pengalaman traumatis yang
direpresikan tidak tersimpan dalam memori pikiran yang dapat diakses.
Memang tidak benar2 hilang dari pikiran, tapi sudah diblokade
sedemikian rupa sehingga tidak disadari, apalagi diingat.
> > prosesnya adalah menghapus timbunan marah terpendam masa lalu
.dengan
> > rileksasi , visualisasi pikiran , menggambar dan sugesti , di tambah
> > musik dan kopi sbg entertainment.
> > memakan waktu 60 sampai 90 menit. bisa individual atau massal 15
orang.
> >
> > kemudian menanamkan nilai kesabaran ke dalam memori pikirannya melalui
> > visualisasi ,dan menggambar yang di dahului juga dengan rileksasi dan
> > membimbing ke alam setengah sadar.
> > karena kalau ada memori masa lalu yang di hapus dalam pikiran , harus
> > ada yang di isikan ke dalamnya.
> > kemudian di sertai latihan meditasi sambil mengucap afirmasi selama 1
> > minggu setelah terapi.
> Proses ini sedikit banyak mirip dengan hypnotherapy yang saya tahu.
Tapi.. yang harus Mas Edy ingat, hypnotherapy itu tujuannya lebih
untuk mengubah pola perilaku :). Mereka tidak meng-claim menghancurkan
sisa2 kemarahan terpendam masa lalu, mereka hanya mengubah pola yang
sekarang :). So.. kalau dari sudut psikologi, ini lebih dekat kepada
behavioristik. Ranah mereka adalah perilaku nyata; bukan memory, bukan
consciousness.
> Ini yang membingungkan dari pendekatan Mas Edy: at the same time
Anda membicarakan objective dan masalah yang khas psikoanalisa, tapi
ranah garapannya adalah ingatan, dan kemudian dalam email berikutnya
bertanya tentang hypnotherapy yang sebenarnya lebih dekat pada
behavioristik (meskipun dengan teknik hipnosis) :)
> Well.. kalau berdasarkan apa yang saya tangkap dari penjelasan Mas
Edy, mungkin ada baiknya Mas Edy kembali ke titik awal: merumuskan
tujuan dan racikannya. Kali ini mungkin dengan lebih banyak mengobrol
dengan Art Therapist yang sudah berpengalaman, dan mempelajari ulang
tentang psikoanalisa. Memang benar bahwa Art Therapy itu "menggunakan
seni karena kata kata saja kadang tidak cukup", tapi intinya adalah
lebih pada terapi itu sendiri, bukan pada penggunaan art-nya.
Penggunaan art itu lebih berupa alternatif cara lain dibandingkan
kata2, tapi tetap yang paling utama adalah merumuskan apa yang hendak
diubah dan bagaimana mengubahnya :)
> Dan walaupun saya nggak mendalami art therapy, sejauh yang saya
tahu Art Therapy ini dekat sekali dengan psikoanalisa. Seperti yang
tergambar dalam situs yang Mas Edy berikan sendiri (situs Marty
Levinson) yang banyak bicara tentang alam bawah sadar (bukan
memory/ingatan, yang masuk dalam alam sadar) seperti dreams.
> Atau, kalau nggak mau pakai psikoanalisa, mungkin Mas Edy perlu
mencari tautan yang lebih jelas antara kemarahan terpendam, ingatan,
dan seni sebagai sarana pengubahannya :).
> Salam,
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "edy_pekalongan"
<edy_pekalongan@> wrote:
> >
> >
> > mbak swas
> > terima kasih atas masukannya .dan mohon saran lanjutannya....
> > untuk saran kepada mbak lulu itu bukan proses terapi marah dengan
> > menggambar itu hanya tips kecil meredakan emosi sesaat.
> >
> > kalau lebih tepat di sebut tehnik self healing. gak tahu juga...
> > yang jelas yang di hancurkan bukanlah emosi marahnya , namun sisa sisa
> > marah terpendam MASA LALU di memori pikiran secara keseluruhan bukan
> > bagian per bagian.
> >
> > kemaran terpendam masa lalu ,apakah itu bisa di sebut tetap ??
> >
> >
> > prosesnya adalah menghapus timbunan marah terpendam masa lalu .dengan
> > rileksasi , visualisasi pikiran , menggambar dan sugesti , di tambah
> > musik dan kopi sbg entertainment.
> > memakan waktu 60 sampai 90 menit. bisa individual atau massal 15
orang.
> >
> > kemudian menanamkan nilai kesabaran ke dalam memori pikirannya melalui
> > visualisasi ,dan menggambar yang di dahului juga dengan rileksasi dan
> > membimbing ke alam setengah sadar.
> >
> > karena kalau ada memori masa lalu yang di hapus dalam pikiran , harus
> > ada yang di isikan ke dalamnya.
> > kemudian di sertai latihan meditasi sambil mengucap afirmasi selama 1
> > minggu setelah terapi.
> >
> > saya sendiri kadang bingung ini lebih tepat di sebut emosional healing
> > atau terapi ??
> >
> > mohon masukannya....
> >
> >
> > salam,
> > edy
> > pekalongan
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Reconnect with

college alumni.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Yahoo! Groups

Get info and support

on Samsung HDTVs

and devices.

.

__,_._,___

Re: Balasan: [psikologi_transformatif] Mas Edy -- > Terapi Marah lagi :)


wuah, as
ada apa lagi
napa sedih lagi as

emang siapa yang berani nyepelein, as ?
or bilang egp ?
or tidak dianggep siapa as ?

hayooooo....
ikutan sisc makan ice cream
sisc lagi nyari tempat yang enak buat makan ice cream
yang ice cream nya buanyaaaaaaaaaakkkk

biar hati nya jadi adeeeeeeeeeemmmmmmm........

btw, hati2 mengenai rasa marah dan rasa takut,

hal yang wajar :
muncul dalam keadaan tertentu yang bersifat emergencies,
tidak wajar :
menjadi suatu habit sebagai penetrasi (adjustments) atas segala hal
yang kita tak dapat temukan solusinya

wajar :
tidak berlebihan kalo muncul
tidak wajar :
berlebihan dan bersifat violent yang ber-efek disastrous
(mencelakakan), dimana kehidupan nya seperti arena tinju dalam ring,
sekali keluar2 lebam, wuaaaaaaaaaahhh.................
(ngibrit mode)

kalo itu emang butuh terapi .....(fear and anger therapy)

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, as as
<as2004as_as@...> wrote:
>
> Napa pula harus marah, to, mBak ?
> Apa ada yang bilang egp ?
> Apa ada yang menyepelein ?
> Apa gak dianggep ?
> Apa tidak di manusiakan ?
> Kalau memang demikian, mBak.
> Sampaikan simpatiku, mBak.
> Semoga kuat menerima cobaan itu.
> Dan sabar.
> Hidup masih panjang, mBak
> Janganlah diisi dengan tangis, mBak
> Meski mungkin tak kuat menerima.
> Semoga ditolong sama Tuhan, mBak
> Siapa lagi yang bisa menolong, mBak ?
> Bila berhal seperti itu
> Hanya Tuhan, mBak
> Tempat kita berlindung, mBak
> Tempat kita menangis, mBak
> Sampaikan rasa simpatiku, mBak
>
> was_swas <was_swas@...> wrote:
> Mas Edy, kalau saran yang Mas berikan pada Jeng Lulu itu memang
lebih tepat dikatakan sebagai teknik meredakan emosi :)
> Sedangkan untuk Terapi Marah sendiri.. well.. agak tricky
menjawabnya, namun saya coba ya :)
> > yang jelas yang di hancurkan bukanlah emosi marahnya , namun
sisa sisa
> > marah terpendam MASA LALU di memori pikiran secara keseluruhan
bukan
> > bagian per bagian.
> >
> > kemaran terpendam masa lalu ,apakah itu bisa di sebut tetap ??
> Kalau Mas bicara tentang marah yang terpendam masa lalu, maka
menurut saya kita harus bicara tentang psikoanalisa. Dan teori Freud
tentang "represi" serta "defense mechanism" paling tepat untuk
dijadikan acuan pembahasan.
> Freud banyak bicara tentang pengalaman traumatis dan bagaimana
individu menghadapinya. Menurut Freud, pengalaman itu direpresikan
hingga ke alam bawah sadar. Untuk menghadapinya, manusia akan
menampilkan berbagai mekanisme pertahanan diri. Mekanisme pertahan
diri ini yang membuat seseorang bisa seolah2 berfungsi dengan baik
walaupun sebenarnya masih menyimpan dan menumpuk emosi negatif (salah
satunya mungkin kemarahan) terhadap apa yang terkait dengan
pengalaman traumatisnya.
> Terapi2 yang bertumpu pada pendekatan psikoanalisa
menempatkan "persepsi individu terhadap pengalaman traumatis" sebagai
kondisi menetap yang harus diubah. Dengan mengubah kondisi ini, emosi
negatif yang tertumpuk itu akan hilang. Jadi, bukan emosi negatif
yang tertumpuk itu yang dijadikan target untuk dihilangkan, melainkan
akar permasalahannya. Emosi negatif itu adalah simtom yang
menyertainya.
> Kalau sekarang Mas Edy bertanya apakah kemarahan terpendam itu
bisa dikatakan menetap, well.. dengan patokan psikoanalisa: tidak.
Itu adalah reaksi dari suatu akar masalah. Ibaratnya, marah terpendam
ini adalah lumpur Lapindo. Dikuras dan dibuang ke tempat lain pun
akan muncul kembali karena kondisi buruk yang menetap tidak
terselesaikan :)
> Ada satu alasan lagi yang saya soroti dalam penjabaran Mas Edy:
sisa-sisa marah terpendam masa lalu DI MEMORI PIKIRAN. Kembali saya
berpatokan pada psikoanalisa: suatu pengalaman traumatis yang
direpresikan tidak tersimpan dalam memori pikiran yang dapat diakses.
Memang tidak benar2 hilang dari pikiran, tapi sudah diblokade
sedemikian rupa sehingga tidak disadari, apalagi diingat.
> > prosesnya adalah menghapus timbunan marah terpendam masa
lalu .dengan
> > rileksasi , visualisasi pikiran , menggambar dan sugesti , di
tambah
> > musik dan kopi sbg entertainment.
> > memakan waktu 60 sampai 90 menit. bisa individual atau massal 15
orang.
> >
> > kemudian menanamkan nilai kesabaran ke dalam memori pikirannya
melalui
> > visualisasi ,dan menggambar yang di dahului juga dengan rileksasi
dan
> > membimbing ke alam setengah sadar.
> > karena kalau ada memori masa lalu yang di hapus dalam pikiran ,
harus
> > ada yang di isikan ke dalamnya.
> > kemudian di sertai latihan meditasi sambil mengucap afirmasi
selama 1
> > minggu setelah terapi.
> Proses ini sedikit banyak mirip dengan hypnotherapy yang saya
tahu. Tapi.. yang harus Mas Edy ingat, hypnotherapy itu tujuannya
lebih untuk mengubah pola perilaku :). Mereka tidak meng-claim
menghancurkan sisa2 kemarahan terpendam masa lalu, mereka hanya
mengubah pola yang sekarang :). So.. kalau dari sudut psikologi, ini
lebih dekat kepada behavioristik. Ranah mereka adalah perilaku nyata;
bukan memory, bukan consciousness.
> Ini yang membingungkan dari pendekatan Mas Edy: at the same time
Anda membicarakan objective dan masalah yang khas psikoanalisa, tapi
ranah garapannya adalah ingatan, dan kemudian dalam email berikutnya
bertanya tentang hypnotherapy yang sebenarnya lebih dekat pada
behavioristik (meskipun dengan teknik hipnosis) :)
> Well.. kalau berdasarkan apa yang saya tangkap dari penjelasan Mas
Edy, mungkin ada baiknya Mas Edy kembali ke titik awal: merumuskan
tujuan dan racikannya. Kali ini mungkin dengan lebih banyak mengobrol
dengan Art Therapist yang sudah berpengalaman, dan mempelajari ulang
tentang psikoanalisa. Memang benar bahwa Art Therapy itu "menggunakan
seni karena kata kata saja kadang tidak cukup", tapi intinya adalah
lebih pada terapi itu sendiri, bukan pada penggunaan art-nya.
Penggunaan art itu lebih berupa alternatif cara lain dibandingkan
kata2, tapi tetap yang paling utama adalah merumuskan apa yang hendak
diubah dan bagaimana mengubahnya :)
> Dan walaupun saya nggak mendalami art therapy, sejauh yang saya
tahu Art Therapy ini dekat sekali dengan psikoanalisa. Seperti yang
tergambar dalam situs yang Mas Edy berikan sendiri (situs Marty
Levinson) yang banyak bicara tentang alam bawah sadar (bukan
memory/ingatan, yang masuk dalam alam sadar) seperti dreams.
> Atau, kalau nggak mau pakai psikoanalisa, mungkin Mas Edy perlu
mencari tautan yang lebih jelas antara kemarahan terpendam, ingatan,
dan seni sebagai sarana pengubahannya :).
> Salam,
>
> --- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, "edy_pekalongan"
<edy_pekalongan@> wrote:
> >
> >
> > mbak swas
> > terima kasih atas masukannya .dan mohon saran lanjutannya....
> > untuk saran kepada mbak lulu itu bukan proses terapi marah dengan
> > menggambar itu hanya tips kecil meredakan emosi sesaat.
> >
> > kalau lebih tepat di sebut tehnik self healing. gak tahu juga...
> > yang jelas yang di hancurkan bukanlah emosi marahnya , namun sisa
sisa
> > marah terpendam MASA LALU di memori pikiran secara keseluruhan
bukan
> > bagian per bagian.
> >
> > kemaran terpendam masa lalu ,apakah itu bisa di sebut tetap ??
> >
> >
> > prosesnya adalah menghapus timbunan marah terpendam masa
lalu .dengan
> > rileksasi , visualisasi pikiran , menggambar dan sugesti , di
tambah
> > musik dan kopi sbg entertainment.
> > memakan waktu 60 sampai 90 menit. bisa individual atau massal 15
orang.
> >
> > kemudian menanamkan nilai kesabaran ke dalam memori pikirannya
melalui
> > visualisasi ,dan menggambar yang di dahului juga dengan rileksasi
dan
> > membimbing ke alam setengah sadar.
> >
> > karena kalau ada memori masa lalu yang di hapus dalam pikiran ,
harus
> > ada yang di isikan ke dalamnya.
> > kemudian di sertai latihan meditasi sambil mengucap afirmasi
selama 1
> > minggu setelah terapi.
> >
> > saya sendiri kadang bingung ini lebih tepat di sebut emosional
healing
> > atau terapi ??
> >
> > mohon masukannya....
> >
> >
> > salam,
> > edy
> > pekalongan
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

Green Y! Groups

Environment Groups

Find them here

connect with others.

Curves on Yahoo!

Share & discuss

Curves, fitness

and weight loss.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Renungan: Everybody Have a Weakness

Everybody Have a Weakness

Ditulis oleh: Vincent Liong
Tempat, Hari & Tanggal: Jakarta, Rabu, 14 November 2007

Everybody Have a Weakness
But itsn't right
to find it and publish it all of it ?

Kalau mau saya cari kelemahan pribadi atau yang
berhubungan dengan keluarga, dari setiap anggota
gerakan terror, cacimaki dan ngomong jorok Pabrik_T
(Nuruddin Asyhadie, Dra. Ratih Andjayani Ibrahim MM.
Psi., Maya Notodisurjo, Goenardjoadi Goenawan,
Leonardo Rimba, Audifax, Edy Susanto, Sinaga Harez
Posma, dlsb) tidaklah sulit melakukannya… Tetapi
apakah perlu?

Semua bisa saja dicari-cari kelemahan pribadinya,
masalah keluarganya, dlsb yang sifatnya ruangan
pribadi seseorang, lalu kemudian mengumumkannya,
menggunakannya sebagai blackmail, terror, cacimaki,
judgement-judmenet kepada anggota keluarga dengan
membawa-bawa kewenangan misalnya sebagai psikolog atau
peramal yang dipercaya masyarakat, motivator hati
nurani, sampai perwakilan kantor berita asing di
Indonesia yang mengurusi masalah muslim-barat.

Apakah semua kebaikan yang ditanam bertahun-tahun ini
begitu tidak berharganya dibandingkan dengan kejatuhan
seorang Vincent Liong sehingga patut dikorbankan?

Selama ini saya masih membongkar seperlunya saja;
Seperti anjing yang dipukuli tanpa sebab lalu digiring
ke sudut ruangan, saya selama ini hanya menggigit
untuk mendapat kesempatan lari meloloskan diri, tidak
lebih. Tetapi anda-anda ini mencari hingga ke masalah
yang paling pribadi, ke masalah keluarga, juga tidak
lupa ke masalah hingga yang paling spele atau kalau
perlu membuat-buat bukti palsu dengan tidak tahu malu.


Ada dua tipe orang yang sangat menyayangi saya dengan
tanpa pamrih rela berkorban untuk saya:
Pertama adalah orang-orang yang mendukung segala usaha
saya dengan tulus-ikhlas dengan rela berkorban tanpa
pamrih.
Kedua adalah mereka yang bersedia berkorban kehilangan
semua kebaikan yang pernah dibangun dalam hidupnya,
untuk sekedar "menjatuhkan" saya dengan segala cara
kotor, itu masih berlangsung sampai sekarang dan
sampaib hari ini saya masih belum mengerti masalahnya
apa hingga rela berkorban untuk sesuatu yang tidak ada
sesuatu hasil yang diperjuangkan dengan jelas.

Everybody have a right to live
So they have second chance
if they choose to use it.

Kondisi saya sekarang adalah pada kondisi sekedar
mempertahankan apa yang masih ada untuk bertahan hidup
saja. Lalu saya melihat anda-anda ini (anggota gerakan
Pabrik_T) sudah memiliki banyak hal yang baik, tetapi
yang ada tidak disayangi malahan mau dikorbankan untuk
sekedar berusaha menjatuhkan saya. Beberapa orang
sudah mulai berusaha membangun kembali kebaikan
hidupnya yang dirusak sendiri demi menjatuhkan saya,
tetapi ego untuk bisa memenangkan kejatuhan seorang
Vincent Liong begitu berharganya. Maka bagunan yang
baru saja dibangun kembali dirusaknya kembali sehingga
harus start kembali dari nol. Lalu ini harus berulang
terus?

Padahal saya tidak memperlakukan anda seperti anda
(anggota gerakan Pabrik_T) memperlakukan saya; Seperti
anjing yang dipukuli tanpa sebab lalu digiring ke
sudut ruangan… Sampai hari ini saya berkali-kali
memberi kesempatan kepada anda-anda ini untuk menjadi
orang tidak bertanggungjawab, cucitangan dan lari.
Tetapi anda-anda menghargai niat baik saya hanya untuk
mengubah strategi serangan yang lama dengan strategi
baru.

A conflict that's have problems
can start and can be solve at a lifetime.
A conflict that don't have problems
can't and can't be solve at a lifetime.

Kalau sepasang saudara bertengkar berebut harta, maka
ketika pembagian harta telah menjadi jelas, maka
pertengkaran akan menjadi dingin dengan sendirinya.
Tetapi kalau tidak ada materi yang bisa dijadikan
bahan pertengkaran, lalu bertengkar... Maka tidak ada
juga yang bisa memulai atau menyelesaikan suatu
pertengkaran.

Everybody Have a Weakness
Apakah diri kita itu sudah sungguh bersih, sehingga
usaha penghakiman ke orang lain tanpa materi
pertengkaran yang jelas berhak kita lakukan?

Maka sebab berulang-ulang mereka itu bertanya juga,
tegaklah Ia serta berkata kepada mereka itu, "Siapa di
antara kamu yang tiada berdosa, hendaklah ia dahulu
melempar batu kepada perempuan ini." (Yohanes 8: 7)

Ttd,
Vincent Liong
Jakarta, Rabu, 14 November 2007

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Be a career mentor

for undergrads.

Yahoo! Groups

Get info and support

on Samsung HDTVs

and devices.

Green Groups

on Yahoo! Groups

share your passion

for the planet.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Biodata / CV dari anggota gerakan cacimaki dan teror Pabrik Tontonan

LAMPIRAN
Biodata / CV dari anggota gerakan cacimaki dan teror Pabrik Tontonan:

* Nuruddin Asyhadie (Pemimpin gerakan cacimaki Pabrik
Tontonan / Pabrik_T)
Lahir di Mojokerto, 27 Pebruari 1976, beralamatl di
"Padepokan Ngawu-awu Langit" Karang Bendo CT III/23c,
Jl. Kaliurang Km 5 Yogyakarta.
Menamatkan sekolah menengah di SMA Negeri 6 Surabaya,
lulus 1993/1994 dan kini sedang menyelesaikan
skripsinya tentang gramatology Jaques Derrida di
Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta. Saat ini menjabat
sebagai sout east asia editor dari Common Ground
News Service. Nurudin aktif di Teater Sanggar
Shalahuddin Yogyakarta, sempat menjadi
wartawan Yogya Pos, 1995-1996, kini Redaktur Jurnal
Filsafat Kaca Mata, Kelompok Bermain Kaca Mata dan
Direktur Riset dan Penerbitan Pabrik Tontonan.
Beberapa sajaknya pernah mendapatkan penghargaan
sebagai dominasi Kejuaraan 5 Puisi Kategori Nominasi
Lomba Cipta Puisi Remaja, Perhimpunan Persahabatan
Indonesia-Amerika (PPIA) dan Forum Apresiasi Sastra
Surabaya (FASS), dalam rangka Festival Puisi
Indonesia XIII (1992), Juara I Lomba Cipta Puisi St.
Louis 2 Cup I (1993), Pemenang Ketiga Lomba Cipta
Puisi Se-Indonesia, Teater Kene, Tabanan Bali, (1993),
Sembilan puisi terbaik Lomba Cipta Puisi Perdamaian
"Art and Peace" (1999) Wianta Foundation.
Karya-karyanya yang lain Angin Lalu (1994) dipentaskan
oleh Kelompok Doyan Kerja Surabaya pada tahun yang
sama. Sastra Jendra (1995) dipentaskan oleh sanggar
Shalahuddin Yogyakarta pada tahun yang sama. Berapa
Harga 1 Kg Puisi?, reportoar bersama Kelompok Doyan
Kerja Surabaya, 1997. Menyingsing Fajar (1993),
kumpulan puisi bersama 12 penyair muda se-Indonesia,
diterbitkan oleh Teater Kene, Tabanan Bali.

* Dra. Ratih Andjayani Ibrahim MM. Psi (Psikolog dari
Pendidikan :
# 1996 – 1997 Prasetiya Mulya Business School, Jakarta
- Magister Manajemen major : Pemasaran
# 1984 – 1992 Fakultas Psikologi,Universitas
Indonesia, Jakarta – Psikolog.
Pengalaman & Kegiatan :
# 2006 Psikolog untuk BERANI – Koran Berita Anak
Indonesia
# 2006 Pakar tetap dalam program televisi CINTA –
Psikoproblem di O Channel TV setiap hari rabu pukul
10.00 dan 18.30
# 2004-2006 Psikolog untuk Indonesian Idol 1 (2004),
Indonesian Idol 2 (2005), Indonesian Idol 3 (2006) dan
Bintang Akting RCTI (2004), - Juri untuk pemilihan
COSMO GIRL OF THE YEAR 2004 & 2005, Juri untuk
pemilihan CGFaces 2004 – majalah Cosmo Girl Indonesia,
- Juri untuk pemilihan FUN FEARLESS FEMALE 2004 -
majalah Cosmopolitan Indonesia. - Pembicara dalam
kampanye maupun peluncuran berbagai produk baru,
diantaranya : Armani, Dove, novel, biografi, toko
buku, dan lain-lain
# 2004 – sekarang intruktur Pengembangan Pribadi untuk
John Robert Powers Indonesia
# 2002 – sekarang Pakar dan pengisi tetap kolom Cosmo
Controversy Majalah Cosmopolitan Indonesia
# 2002 – sekarang, Narasumber berbagai media publik
untuk topik-topik psikologi, meliputi televisi
(diantaranya : Matahari, Selamat Datang Pagi,
Fenomena, dll), radio(diantaranya ARH, Trijaya,
HardRock FM, Cosmopolitan FM, Female Fm, Radio Bahanam
dll), majalah dan surat kabar, diantaranya
Cosmopolitan, Good House Keeping, Spice, Nakita,
Reader's Digest Indonesia, HIDUP Kompas, Republika,
Female Radio, Kiss FM, Trijaya FM, Radio Bahana, dll
# 2002 – sekarang Dosen di Fakultas Psikologi UKRIDA,
Jakarta. Mata kuliah : Psikologi Umum, Perilaku
Organisasi, Perilaku Konsumen.
# 2001 – sekarang Associate Psychologist - Klinik
Perkembangan, Lembaga Psikologi Terapan (LPT) UI
# 2003 – sekarang Pengurus Yayasan Sancta Ursula, Bumi
Serpong Damai.
# 1997 President of Manajemen Society Prasetiya Mulya
Business School – Jakarta
# 1995 – 2000 Salah satu pendiri, dan anggota dewan
pengurus tingkat nasional Jaringan Mitra Perempuan
# 1993 Sekretaris WKRI DPD Jakarta
# 1984 – 1992 Aktivis KUKSA UI, Jakarta

* Maya Notodisurjo
Lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
pada tahun 1997. Seminggu setelah lulus bekerja di
DEKA Marketing Research. Pada awal tahun 2001
menninggalkan DEKA dan bergabung di NFO Consensus/
MBL. Sejak awal tahun 2002 sampai sekarang bekerja di
PROMPT Research yang beralamat di: Century Tower 5th
Floor, # 501, Jl. HR Rasuna Said Kav. X2 no. 4,
Jakarta 12950. Jabatan saat ini Research Manager
bagian Supplier Side. Maya Notodisurjo telah menangani
ratusan project dengan Focus Group Discussions dan
In-Depth Interviews untuk berbagai macam produk,
consumer goods, periklanan, rokok, perbangkan dan
produk asuransi, etc. Sangat berpengalaman dengan
motivational studies terutama penelitian mengenai
hubungan antara ibu dan anak [link:
http://www.researchinfo.com/noindex/directory/details.cfm?ID=1923
]

* Goenardjoadi Goenawan
Goenardjoadi Goenawan adalah lulusan Fakultas
Teknologi Pertanian, IPB dan Magister Manajemen
Universitas Indonesia. Ia telah berkarir di dunia
marketing fast moving consumer goods, baik perusahaan
lokal maupun multinasional. Terakhir menjabat sebagai
Business Development Manager Consumer Products,
Hewlett Packard Indonesia. Saat ini ia menjadi founder
ESQCU Training & Consulting. Ia telah menulis beberapa
buku, di antaranya adalah "Menjadi Kaya dengan Hati
Nurani" (Elex Media). Penulis dapat dihubungi di:
081381168990 atau esqcu@... .

* Leonardo Rimba
Leonardo Rimba adalah alumnus FISIP Universitas
Indonesia dan the Pennsylvania State University,
seorang professional tarot reader dan bidang lainnya
dalam ranah Psikologi Transpersonal. Leo bisa
dihubungi di HP: 0818-183-615.

* Audifax
Sarjana Psikologi universitas Surabaya (Ubaya).
Bekerja sebagai peneliti di Institut Ilmu Sosial
Alternatif (IISA)-Surabaya. Penulis buku: Semiotika
Tuhan dan Mite Harry Potter.

* Edy Susanto <aldo_richard@...> Mahasiswa STIE
Muhuhammadiyah jurusan
akuntansi. Pekalongan – jawa tengah . Indonesia.

* Sinaga Harez Posma
Lulusan Magister Psikologi Universitas Indonesia, saat
ini bekerja sebagai konsultan.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Your school could

win a $25K donation.

HDTV Support

The official Samsung

Y! Group for HDTVs

and devices.

Yahoo! Groups

Wellness Spot

A resource for living

the Curves lifestyle.

.

__,_._,___

[psikologi_transformatif] Ani Munafich tidak di bawah tanggungjawab Kompatiologi

"Ani Munafich"
Konsekwensi Tidak Menuruti Black Mail Pabrik_T

Ditulis oleh: Vincent Liong
Tempat, Hari & Tanggal: Jakarta, Selasa 13 November
2007

Pada hari Rabu, 13 September 2007 Adhi Purwono menulis
pengunduran dirinya dari Kompatiologi dalam email
berjudul;"Kejutan dari Adhi Purwono.", email ini
berkaitan erat dengan email berjudul;" Ketika Jurnalis
Terorisme Muslim-Barat Mencoba Jadi
Teroris." Yang juga melampirkan chatting antara Adhi
Purwono dan hautesurveilance yang membahas tentang
ancaman issue dekon tingkat 4.

Apakah issue dekon tingkat 4 tsb?
Pada chatting antara Adhi Purwono dan hautesurveilance
sempat dibahas ancaman halus mengenai issue dekon
tingkat 4. Dekon tingkat 4 adalah istilah yang
dibuat-buat oleh kubu Pabrik_T tentang kegiatan
berhubungan seksual dan kebiasaan sex bebas yang
dibuat issuenya seolah-olah adalah salahsatu bagian
atau akibat dari dekon-kompatiologi. Dalam SOP
kompatiologi versi Vincent Liong tidak ada yang
namanya dekon tingkat 4 tsb.

Dalam chatting tsb ada dua orang yang dijadikan
target:
* Adhi Purwono pacarnya Pipit.
* Vincent Liong pacarnya Cornelia Istiani.

Untuk menekan Vincent Liong dan Adhi Purwono yang pada
saat itu adalah tokoh kompatiologi yang paling aktif,
dibuat ancaman tentang penyebaran issue dekon tingkat
4 yang kegunaannya untuk menjadikan pacar
masing-masing sebagai black-mail agar menuruti
perintah langsung Pabrik_T.

Selain untuk menekan hubungan pribadi antara
masing-masing pasangan, issue dekon tingkat 4 yang
diangkat pihak pabrik_T terutama ditujukan untuk
mempengaruhi opini publik tentang Vincent Liong dan
kompatiolog yang lain yang cacat moral.

Beberapa bulan terakhir ini, untuk keamanan pribadi,
Adhi Purwono dan pacarnya Pipit sudah cukup jauh
menarik diri dari kompatiologi. Vincent Liong dan
Cornelia Istiani yang tidak mengikuti perintah dari
black-mail kubu Pabrik_T, jadi dua orang ini saja yang
menjadi target. Beberapa hari yang lalu Adhi Purwono
sudah mengumumkan untuk kembali ke kompatiologi
meskipun belum aktif.

Untuk memberikan sangsi bagi Vincent Liong dan
Cornelia Istiani, kubu Pabrik_T menggunakan cara
penyebarluasan issue dekon tingkat 4. Kubu Pabrik_T
menerapkan strategi baru yaitu dengan memunculkan
Yahoo ID: Ani Munafich. Sementara itu Yahoo ID para
anggota kubu Pabrik_T yang lain mulai menarik diri
untuk cucitangan.

Dalam berbagai emailnya Ani Munafich menerapkan isi
ancaman "dekon tingkat 4" ala kubu Pabrik_T yaitu:
* Mengaku-aku sebagai pendekon kompatiologi lalu
membahas dirinya sebagai seorang yang hoby sex bebas
setelah mengikuti dekon-kompatiologi.
* Membahas dan menyebarluaskan issue hubungan seksual
antara Vincent Liong dan Cornelia Istiani.
Dan lain sebagainya…

Terimakasih kubu Pabrik_T. Kami tidak takut pada
berbagai macam terror pihak anda kepada keluarga kami,
sampai hari ini kami tidak membalas dengan menteror
keluarga anda. Kami percaya bahwa tiap orang
menanggung konsekwensi atas perbuatannya sendiri cepat
atau lambat.

Segala tindakan yang dilakukan anggota gerakan teror,
budaya cacimaki dan ngomong jorok Pabrik_T adalah di
luar tanggungjawab Vincent Liong dan Kompatiologi
karena memang dibuat untuk merugikan Vincent Liong dan
Kompatiologi semaksimal mungkin.

Ada beberapa email yang bisa menjadi rujukan bukti
untuk kasus ini, diantaranya:
* TANYA DEKON TK 4
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/26764

* Kejutan dari Adhi Purwono.
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/31245
* Ketika Jurnalis Terorisme Muslim-Barat Mencoba Jadi
Teroris. (note: baca bagian chatting)
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/31263

* `Everybody have a secret' (Konspirasi terencana
untuk membasmi Vincent Liong) (note: baca bagian
chatting)
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/31252
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/31253

* Pengakuan Pabrik_T tentang penggunaan ID: haute,
wongso, meitaurus, dan wongedan.
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/34165

""nuruddin (11/6/2007 3:40:45 AM): aku telah
menyebutkan tiga poinku: 1)
aku tak tahu menahu gambar itu, juga bukan haute, wongso, meitaurus,
atau wongedan yang semenjak semula kukatakan sebagai tanggung jawabku
(bukan dengan demikian semuanya berarti diriku lho ya) 2. aku dibantu
hoeget dan jeni berusaha melacak jejak siapa yang memposting gambar
itu. 3. aku telah menarik haute, wongso, meitaurus, dan wongedan dari
permainan "sirkus anjing".artinya aku akan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan serius pada subjek apapun di milis, termasuk
kompatiologi.""

LAMPIRAN
Biodata / CV dari anggota gerakan cacimaki dan teror
Pabrik Tontonan:

* Nuruddin Asyhadie (Pemimpin gerakan cacimaki Pabrik
Tontonan / Pabrik_T)
Lahir di Mojokerto, 27 Pebruari 1976, beralamatl di
"Padepokan Ngawu-awu Langit" Karang Bendo CT III/23c,
Jl. Kaliurang Km 5 Yogyakarta.
Menamatkan sekolah menengah di SMA Negeri 6 Surabaya,
lulus 1993/1994 dan kini sedang menyelesaikan
skripsinya tentang gramatology Jaques Derrida di
Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta. Saat ini menjabat
sebagai sout east asia editor dari Common Ground
News Service. Nurudin aktif di Teater Sanggar
Shalahuddin Yogyakarta, sempat menjadi
wartawan Yogya Pos, 1995-1996, kini Redaktur Jurnal
Filsafat Kaca Mata, Kelompok Bermain Kaca Mata dan
Direktur Riset dan Penerbitan Pabrik Tontonan.
Beberapa sajaknya pernah mendapatkan penghargaan
sebagai dominasi Kejuaraan 5 Puisi Kategori Nominasi
Lomba Cipta Puisi Remaja, Perhimpunan Persahabatan
Indonesia-Amerika (PPIA) dan Forum Apresiasi Sastra
Surabaya (FASS), dalam rangka Festival Puisi
Indonesia XIII (1992), Juara I Lomba Cipta Puisi St.
Louis 2 Cup I (1993), Pemenang Ketiga Lomba Cipta
Puisi Se-Indonesia, Teater Kene, Tabanan Bali, (1993),
Sembilan puisi terbaik Lomba Cipta Puisi Perdamaian
"Art and Peace" (1999) Wianta Foundation.
Karya-karyanya yang lain Angin Lalu (1994) dipentaskan
oleh Kelompok Doyan Kerja Surabaya pada tahun yang
sama. Sastra Jendra (1995) dipentaskan oleh sanggar
Shalahuddin Yogyakarta pada tahun yang sama. Berapa
Harga 1 Kg Puisi?, reportoar bersama Kelompok Doyan
Kerja Surabaya, 1997. Menyingsing Fajar (1993),
kumpulan puisi bersama 12 penyair muda se-Indonesia,
diterbitkan oleh Teater Kene, Tabanan Bali.

* Dra. Ratih Andjayani Ibrahim MM. Psi (Psikolog dari
Pendidikan :
# 1996 – 1997 Prasetiya Mulya Business School, Jakarta
- Magister Manajemen major : Pemasaran
# 1984 – 1992 Fakultas Psikologi,Universitas
Indonesia, Jakarta – Psikolog.
Pengalaman & Kegiatan :
# 2006 Psikolog untuk BERANI – Koran Berita Anak
Indonesia
# 2006 Pakar tetap dalam program televisi CINTA –
Psikoproblem di O Channel TV setiap hari rabu pukul
10.00 dan 18.30
# 2004-2006 Psikolog untuk Indonesian Idol 1 (2004),
Indonesian Idol 2 (2005), Indonesian Idol 3 (2006) dan
Bintang Akting RCTI (2004), - Juri untuk pemilihan
COSMO GIRL OF THE YEAR 2004 & 2005, Juri untuk
pemilihan CGFaces 2004 – majalah Cosmo Girl Indonesia,
- Juri untuk pemilihan FUN FEARLESS FEMALE 2004 -
majalah Cosmopolitan Indonesia. - Pembicara dalam
kampanye maupun peluncuran berbagai produk baru,
diantaranya : Armani, Dove, novel, biografi, toko
buku, dan lain-lain
# 2004 – sekarang intruktur Pengembangan Pribadi untuk
John Robert Powers Indonesia
# 2002 – sekarang Pakar dan pengisi tetap kolom Cosmo
Controversy Majalah Cosmopolitan Indonesia
# 2002 – sekarang, Narasumber berbagai media publik
untuk topik-topik psikologi, meliputi televisi
(diantaranya : Matahari, Selamat Datang Pagi,
Fenomena, dll), radio(diantaranya ARH, Trijaya,
HardRock FM, Cosmopolitan FM, Female Fm, Radio Bahanam
dll), majalah dan surat kabar, diantaranya
Cosmopolitan, Good House Keeping, Spice, Nakita,
Reader's Digest Indonesia, HIDUP Kompas, Republika,
Female Radio, Kiss FM, Trijaya FM, Radio Bahana, dll
# 2002 – sekarang Dosen di Fakultas Psikologi UKRIDA,
Jakarta. Mata kuliah : Psikologi Umum, Perilaku
Organisasi, Perilaku Konsumen.
# 2001 – sekarang Associate Psychologist - Klinik
Perkembangan, Lembaga Psikologi Terapan (LPT) UI
# 2003 – sekarang Pengurus Yayasan Sancta Ursula, Bumi
Serpong Damai.
# 1997 President of Manajemen Society Prasetiya Mulya
Business School – Jakarta
# 1995 – 2000 Salah satu pendiri, dan anggota dewan
pengurus tingkat nasional Jaringan Mitra Perempuan
# 1993 Sekretaris WKRI DPD Jakarta
# 1984 – 1992 Aktivis KUKSA UI, Jakarta

* Maya Notodisurjo
Lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
pada tahun 1997. Seminggu setelah lulus bekerja di
DEKA Marketing Research. Pada awal tahun 2001
menninggalkan DEKA dan bergabung di NFO Consensus/
MBL. Sejak awal tahun 2002 sampai sekarang bekerja di
PROMPT Research yang beralamat di: Century Tower 5th
Floor, # 501, Jl. HR Rasuna Said Kav. X2 no. 4,
Jakarta 12950. Jabatan saat ini Research Manager
bagian Supplier Side. Maya Notodisurjo telah menangani
ratusan project dengan Focus Group Discussions dan
In-Depth Interviews untuk berbagai macam produk,
consumer goods, periklanan, rokok, perbangkan dan
produk asuransi, etc. Sangat berpengalaman dengan
motivational studies terutama penelitian mengenai
hubungan antara ibu dan anak [link:
http://www.researchinfo.com/noindex/directory/details.cfm?ID=1923
]

* Goenardjoadi Goenawan
Goenardjoadi Goenawan adalah lulusan Fakultas
Teknologi Pertanian, IPB dan Magister Manajemen
Universitas Indonesia. Ia telah berkarir di dunia
marketing fast moving consumer goods, baik perusahaan
lokal maupun multinasional. Terakhir menjabat sebagai
Business Development Manager Consumer Products,
Hewlett Packard Indonesia. Saat ini ia menjadi founder
ESQCU Training & Consulting. Ia telah menulis beberapa
buku, di antaranya adalah "Menjadi Kaya dengan Hati
Nurani" (Elex Media). Penulis dapat dihubungi di:
081381168990 atau esqcu@ .

* Leonardo Rimba
Leonardo Rimba adalah alumnus FISIP Universitas
Indonesia dan the Pennsylvania State University,
seorang professional tarot reader dan bidang lainnya
dalam ranah Psikologi Transpersonal. Leo bisa
dihubungi di HP: 0818-183-615.

* Audifax
Sarjana Psikologi universitas Surabaya (Ubaya).
Bekerja sebagai peneliti di Institut Ilmu Sosial
Alternatif (IISA)-Surabaya. Penulis buku: Semiotika
Tuhan dan Mite Harry Potter.

* Edy Susanto <aldo_richard@> Mahasiswa STIE
Muhuhammadiyah jurusan
akuntansi. Pekalongan – jawa tengah . Indonesia.

* Sinaga Harez Posma
Lulusan Magister Psikologi Universitas Indonesia, saat
ini bekerja sebagai konsultan.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

Find great recruits

for your company.

Green Y! Groups

Environment Groups

Find them here

connect with others.

Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

.

__,_._,___

Re: Balasan: [psikologi_transformatif] Mas Tomy & Mas Edy: Terapi Marah

Gini deh, Mas Tomy :)

Saya tuh kalau menjawab, fokus pada masalahnya apa :). Jadi.. saya juga berharap kalau Mas (atau siapa saja) nyemplung ikutan di tengah2, juga nyambung dengan masalah yang diperbincangkan :). Makanya, komentar Mas Tomy saya kembalikan ke pokok bahasan dengan Mas Edy dulu. Saya tidak mereply jawaban Mas Tomy sebagai thread baru, tapi sebagai bagian dari topik saya dengan Mas Edy, sehingga selalu saya hubungkan dengan bahasan awal Mas Edy sebagai konteksnya :)

--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Tomy T <tomigant@...> wrote:
> * mbak membawa "sisa sisa kemarahan" kedalam psikoanalisa, tapi tidak menjelakannya...pa ga lucu?

Bahasan awal Mas Edy adalah terapi marah beliau untuk menghilangkan sisa2 kemarahan yang terpendam, dan apakah itu termasuk terapi atau tidak. Tanggapan saya: silakan pelajari psikoanalisa lebih lanjut - apa beda sisa2 kemarahan terpendam masa lalu itu dengan traumatic experience yang direpresikan :)

Nggak lucunya dimana ;)?

 * soal "teknik", memang ada saya menulis teknik hanya tuk penyembuhan? kenapa mbak nyatakan kepada saya?

Bahasan awal saya dengan Mas Edy: Terapi Marah-nya mungkin belum bisa disebut "terapi", baru dapat dikatakan "teknik". Anda memperjelas bahwa terapi adalah teknik penyembuhan, yang mana saya setuju :) Tapi jadi nggak nyambung dengan bahasan awal apakah terapi marah ini dapat dikatakan "terapi" (= teknik penyembuhan) 

 jadi teknik penyembuhan itu bukan teraphy? teknik itu hanya tuk mendiagnosa? untuk teknik mesin dst...(jaka sembung bawa golok....memang teknik penyembuhan freud bukan teraphy???)

Mas Tomy kayaknya nggak hati2 baca tulisan saya deh :) Saya nggak bilang bahwa teknik penyembuhan itu bukan terapi lho ;) Justru saya setuju bahwa terapi = teknik penyembuhan. Namun, sesuai dengan bahasan awal, tekniknya Mas Edy itu apa sudah tepat dikatakan sebagai terapi ;)?

waktu saya kecil ada namnaya STM (sekolah teknik mesin).....teknik meredakan gejala beda dengan teknik penyembuhan, yup...tapi kata tekniknya ga beda, bisa masuk ke dua duanya.

Wah, saya bukan orang mesin, dan bukan anak STM, jadi saya nggak tahu banyak tentang ini :) Tapi yang saya tahu ada dua hal:

  1. Manusia bukan mesin, dan banyak prinsip kemesinan yang tidak dapat diterapkan pada manusia
  2. Kalau bagian dari sebuah mesin bermasalah, dapat diganti dengan yang baru (=menyembuhkan) atau dapat ditanggulangi sementara (=meredakan gejala). Misalnya saja, power steering saya pernah bocor, dan kalau ganti pipa baru makan biaya berjuta2. Lantas montirnya menyarankan bahwa untuk sementara nggak perlu ganti pipa (= menyembuhkan), cukup ditambal dengan sesuatu (= meredakan gejala), asalkan dalam 2-3 bulan saya segera ganti pipa supaya nggak merembet kerusakannya :)

Nggak tahu ya, kalau menurut Mas Tomy itu sama2 aja :)

 * Test menggambar = proeittive (test menggambar, rosrschach, tat dst) saya juga menyebut kalau mendiagnosa...baca kembali tulisan saya (jaka sembung juga ahahaha)

Anda memang menyebut untuk mendiagnosa, tepatnya untuk mengetahui keadaan orang itu :). Namun pokok bahasan awalnya dengan Mas Edy adalah apakah terapi marah ini "menyembuhkan" ;).

* Menyebut test yang salah......ahahahaha, tau enggak test menggambar? itu udah jadi ya? lain dengan maksud mas Edy, karena si subyek disuruh menggambar......artinya tes menggambar itu udah jadi? (jaka sembung juga )

Cara Mas Edy mungkin lebih dekat dengan Baum Test, HTP, DAM, Dragon Test, Bender-Gestalt :). Untuk tujuannya, well, itu yang masih dipertanyakan dan jadi bahasan. Jika Mas Tomy meluangkan waktu untuk memahami pokok bahasan awalnya, dan cukup mengenal tes2 psikologi, bahasan Mas Tomy tidak akan loncat ke TAT & Rorschach yang jauh berbeda tujuan dan caranya :)

 * mungkin mbak mempersoalkan rorschach n tat karena memang sudah ada gambarnya kali....ahahahah, nich saya kutip kalimat asli, :" anda pernah kenal tes "menggambar" ?, test rorschach? tes TAT (thematic apperception test) dst...itu semua pakai gambar mas. nah mendiagnosa awal seseorang psikolog klinik seharusnya "wajib" memakai ketiga di atas di tambah yang lain untuk mengetahui keadaan seseorang....kenapa mbak bisa salah ya...apa memang mabk tahunya cuma "denger-denger aja" ? ahahahah

Saya nggak salah menangkap maksud Mas Tomy :). Memang TAT & Rorschach itu termasuk salah satu alat untuk mendiagnosa gangguan klinis dengan menggunakan alat test berbentuk gambar :)

Yang saya heran dan sanggah.. apa RELEVANSI komentar Mas Tomy tersebut dengan pokok bahasan awal ;)? Dari segi cara penggunaan, tes yang Mas Tomy sebut berbeda dari apa yang dibicarakan Mas Edy. Dari segi tujuan penggunaan, tes yang Mas Tomy sebut berbeda dengan yang disebut Mas Edy.

Jadi relevansinya dimana, Mas? Hanya untuk ajang pameran menunjukkan bahwa Mas Tomy tahu nama2 tes psikologi ;)?

> saya sich ga ngeledek mbak lagi...cuma dah lama prihatin gitu aja. nanya aja deh sama sesepuh yang katanya tahu psikologi, kl saya tulis itu salah pa benar....mbak ini panjang nulis tapi.... :)

Yang ditulis Mas Tomy nggak salah, kok :) Cuma nggak relevan dengan bahasan awal :) Nggak relevan dengan konteksnya.. HAHAHAHA.. :)

> ga ko....i miss u so musch.

You miss me enough to make all the typo (so musch) and all the irrelevant comment? Just to get my attention? Ooh.. I'm flattered... HAHAHAHAHA.. :)

Email yang lama nggak saya delete ya.. biar Mas Tomy bisa menghayati lagi maksud saya di email lalu :).

Salam,

 

> ----- Original Message ----
> From: was_swas was_swas@...
> To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> Sent: Sunday, November 18, 2007 7:23:48 AM
> Subject: Balasan: [psikologi_transformatif] Mas Tomy & Mas Edy: Terapi Marah
>
> Mas Tomy, rupanya masa bulan madu udah selesai ya.. udah gak cipika cipiki, langsung hantam kromo... HAHAHAHA..
> --- In psikologi_transform atif@yahoogroups .com, Tomy T tomigant@ wrote:
> >
> > mbak Swas...ini juga saya baca tulisan mbak kurang srek...
> > mbak membahas Freud (psikoanalisa) , tapi mbak ga menulis gimana "mengubah" menurut psiko analisa (freud) untuk menghilangkan problem seseorang....memang Freud gimana buatnya? kan itu intinya malah ga di sebut.
> Wah, Mas Tomy, kalau buat saya inti masalahnya adalah menjawab pertanyaan Mas Edy tentang apakah "menghilangkan sisa2 kemarahan terpendam masa lalu" itu dapat dikatakan terapi atau tidak :). Jadi fokus saya memang bukan ingin menjelaskan tentang apa & bagaimana psikoanalisa itu :) Itu sih PR buat Mas Edy sendiri; untuk belajar lagi dan memastikan bahwa temuannya itu bagian dari sesuatu yang sudah ditemukan & dikembangkan sejak lama ;)
> --- In psikologi_transform atif@yahoogroups .com, Tomy T tomigant@ wrote:
> >
> > nimbrung mas Ed...
> > kenapa bingung? teknik itu bukan terapi? ah....yang ngomong gitu ga bener mas Ed...terapi adalah sebuah teknik penyembuhan. Freud ada tekniknya, Klien ada tekniknya dst....
> Hahaha.. technically Mas Tomy benar. Terapi itu adalah "teknik penyembuhan" . Tapi tidak semua teknik adalah teknik penyembuhan toh ;)? Ada teknik diagnosa, ada teknik meredakan gejala, dll. Itu yang saya kembalikan kepada Mas Edy: benarkah "terapi marah" ini dapat disebut terapi (baca: teknik penyembuhan) , atau sekedar teknik meredakan gejala ;)?
> > kalau dari pengamatan saya....Mas bergerak sedikit di arah cara "proittive" dan cara proiettive ini memang digunakan oleh psikoanalisa. karena Mas menggunakan gambar sebagai sarananya untuk menarik keluar "sesuatu" yang ada di dalam seseorang (marah, hal hal yang terpendam). anda pernah kenal tes "menggambar" ?, test rorschach? tes TAT (thematic apperception test) dst...itu semua pakai gambar mas. nah mendiagnosa awal seseorang psikolog klinik seharusnya "wajib" memakai ketiga di atas di tambah yang lain untuk mengetahui keadaan seseorang.
> Ini yang saya biarakan. "Menarik sesuatu keluar" itu apakah selalu merupakan teknik penyembuhan (= terapi)?
> Mas Tomy bicara banyak tentang tes menggambar, dan memang benar bahwa tes menggambar itu adalah "menarik sesuatu keluar". Tapi, Mas, tes2 menggambar itu merupakan teknik mendiagnosa lho.. atau apa yang Mas sebut sebagai "mengetahui keadaan seseorang" ;). Mengetahui lho, Mas, bukan menyembuhkan ;).
> Dan.. Mas Tomy, Anda menyebutkan tes2 yang salah ;) Tes Rorschach dan TAT itu tes2 yang MENGGUNAKAN gambar yang sudah jadi, bukan tes dengan menggambar ;). Klien tidak diminta menggambar di tes2 ini :). Sementara "Terapi Marah" racikan Mas Edy itu jelas2 DENGAN MEMINTA klien menggambar :)
> *ngeledek Mas Tomy dulu aaah: speaking about "nggak bener", look who's talking ;) HAHAHAHA.. ;)*
> mungkin untuk menstabilkan teorynya mas....yach, bikin metodenya (tekniknya) yang nantinya sudah dapat diuji ke valid-annya, ke-tahan-annya. hal ini di dapat dari semakin banyak uji coba- semakin mas mengerti.
> Setuju. Suatu temuan/racikan harus kemudian diuji untuk mendapatkan ke-valid-an dan ke-reliabilitas- annya. Namun.. sebelum tahap uji coba, yang pertama sekali landasan berpikir temuan/racikan kita itu harus jelas dulu. Landasan ini yang menurut saya belum terlalu diperhatikan oleh Mas Edy, makanya saya sarankan untuk lebih banyak membaca psikoanalisa dan berdialog dengan Art Therapist yang sudah berpengalaman.
> Kalau di pendidikan psikologi dulu ya.. sebelum kita benar2 bikin penelitian, mata kuliah prasyaratnya adalah lulus MKT (metode konstruksi tes) dan RMP (Rancangan Metode Penelitian) dulu ;). Soalnya, nggak ada gunanya kita bikin penelitian, kalau konstruksi dari apa yang akan diteliti itu, dan/atau metode penelitiannya, nggak pas ;)
> Salam,
>
>
> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Kickstart

Sign up today!

new professional

network from Yahoo!.

Yahoo! Groups

Dog Zone

Connect w/others

who love dogs.

Y! Messenger

Instant hello

Chat over IM with

group members.

.

__,_._,___